Memperbandingkan Muhammad Dengan Musa dan Jesus

Memperbandingkan Muhammad Dengan Musa dan Jesus

“Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya” (In-jil-Ulangan 18: 18).

A : “Kepada siapa ramalan tersebut ditujukan?”

B: “Jesus!”

A: “Mengapa Jesus namanya tidak disebut di sini?”

B: “Karena ramalan adalah kata-kata yang menggambarkan sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang, kita temukan kata-kata dalam ayat ini cukup melukiskannya. Anda lihat, kata yang paling penting dari ramalan ini adalah Soos Jy Is (like unto thee), -seperti engkau ini (seperti kamu)- seperti Musa, dan Jesus seperti Musa.

A: “Dalam hal apa Jesus seperti Musa?”.

B: “Pertama, Musa adalah seorang Yahudi dan Jesus juga seorang Yahudi; Kedua, Musa adalah seorang nabi dan Jesus juga seorang nabi -karena itu Jesus seperti Musa dan itu tepat sekali seperti yang dikatakan Tuhan kepada Musa- Soos Jy Is.

A: “adakah persamaan-persamaan lain antara Musa dan Jesus?”.

A: “Jika hanya dua kriteria ini saja untuk menentukan calon dalam ramalan pada Ulangan 18:18, maka untuk kasus ini kriteria dapat dipenuhi oleh setiap tokoh setelah Musa pada kitab Injil: -Solomon, Yesaya, Ezekiel, Daniel, Hosea, Yoel, Malachi, Yohanes Pembaptis dan lain-lain, karena mereka semua juga seorang “Yahudi” dan “Nabi”. Mengapa tidak menerapkan ramalan tersebut kepada salah satu nabi-nabi ini, dan mengapa harus Jesus? Mengapa kita harus menganggap yang satu ikan sementara yang lainnya unggas?”.

A: “Perhatikan, kesimpulan ini, adalah Jesus hampir tidak seperti Musa”.

Tiga Ketidaksamaan

Pertama Jesus tidak seperti Musa, karena, menurut Anda “Jesus adalah Tuhan”, tetapi Musa bukanlah Tuhan. “Apakah hal ini benar?” .

B: “Ya.”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa!”

A: Kedua, menurut Anda “Jesus Mati Untuk Dosa-dosa Dunia”, tetapi Musa tidak mati untuk hal tersebut. “Apakah hal ini benar?” .

B: “Ya.”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa!”

A: Ketiga, menurut Anda “Jesus Pergi Ke Neraka Selama Tiga Hari”, tetapi Musa tidak masuk ke sana. “Apakah hal ini benar?”

B: “Ya.”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa”

B: “Tetapi.:.,”

A: Saya lanjutkan dulu, “ini semua bukanlah fakta yang sukar, kokoh dan nyata. Hal ini adalah persoalan keyakinan belaka di mana seorang awam dapat tersandung dan jatuh. Marilah kita diskusikan sesuatu yang sangat sederhana, sangat mudah, yang jika orang awam diundang untuk mendengar diskusi tersebut mereka tidak akan kesulitan mengikutinya, bagaimana?”

Delapan Argumentasi Yang Tak Terbantahkan

1. Ayah dan Ibu

A: Musa mempunyai seorang ayah dan seorang ibu. Muhammad juga mempunyai seorang ayah dan seorang ibu. Tetapi Jesus hanya mempunyai seorang ibu, dan ayahnya bukan seorang manusia. Apakah hal ini benar?”.

B: “Ya.”

A: “Daarom is Jesus nie soos moses nie, maar Muhummed is soos moses!” artinya: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa!”

2. Kelahiran Ajaib

A: Musa dan Muhammad lahir secara normal dan alamiah, yaitu melalui percampuran fisik antara seorang pria dan wanita, tetapi Jesus diciptakan dengan sebuah keajaiban istimewa. Dalam Kitab Matius 1: 18 “… sebelum mereka (Yusuf dan Maria) hidup sebagai suami istri, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus …” Dan, Lukas mengatakan bahwa ketika berita gembira atas kelahiran anak suci tersebut diberitahukan kepada Maria, dia memberi alasan: “… bagaimana hal itu mungkin terjadi, sedangkan aku belum bersuami? Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Maha Tinnggi akan menaungi engkau….” (Lukas l: 34-35).

A: Kitab Suci Al-Qur’an menegaskan kelahiran Jesus yang ajaib tersebut dalam istilah yang mulia dan luhur dalam menjawab pertanyaan yang logis dari Maria: “Ya Rabbku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun?”Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah” lalu jadilah dia.”(QS. Ali Imran: 47). Bukanlah menjadi keharusan bagi Allah untuk menanam benih pada seseorang atau binatang. Jika Dia menghendakinya itu pasti akan terjadi. Ini adalah konsep umat Islam pada kelahiran Jesus.

A: “Versi mana yang lebih Anda sukai untuk diberikan kepada anak perempuan Anda, Al-Qur’an atau Injil?”

B: “Versi Al-Qur’an.”

A: “Apakah benar kelahiran Jesus yang ajaib berlawanan dengan kelahiran Musa dan Muhammad yang alami?”

B: “Ya!”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa tetapi Muhammad seperti Musa”.

Dan, Tuhan berkata kepada Musa pada Ulangan 18: 18 “Like unto thee” (Seperti kamu, seperti Musa) dan Muhammad seperti Musa.

3. Ikatan Perkawinan

A: Musa dan Muhammad menikah dan mempunyai anak, tetapi Jesus tetap menjadi seorang bujangan selama hidupnya. “Apakah hal ini benar?”

B: “Ya.”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa”.

4.Jesus Ditolak Oleh Kaumnya.

A: Musa dan Muhammad diterima sebagai nabi oleh kaumnya dalam kehidupan mereka. Tidak ada keraguan bahwa orang-orang Yahudi terus menerus memberi kesulitan kepada Musa, tetapi sebagai bangsa secara keseluruhan, mereka mengetahui bahwa Musa adalah utusan Allah yang dikirim untuk mereka. Orang-orang Arab juga membuat kehidupan Muhammad menjadi menderita. Beliau sangat menderita akibat ulah mereka. Setelah 13 tahun berda’wah di Makkah, beliau harus pindah dari kota kelahirannya.

A: Tetapi sebelum kematiannya, bangsa Arab secara keseluruhan telah menerimanya sebagai utusan Allah. Tetapi berdasarkan Injil – “Dia (Jesus) datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerimanya.” (Yohanes 1: 11). Dan bahkan sampai hari ini, setelah 2000 tahun, kaumnya orang-orang Yahudi, secara keseluruhan telah menolaknya.

A: “Apakah hal ini benar?”

B: “Ya.”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa.”

5. Kerajaan “Dunia Lain”.

A: Musa dan Muhammad adalah nabi dan juga raja. Nabi berarti seorang manusia yang menerima wahyu untuk menunjuki manusia dan menyampaikan petunjuk ini kepada ciptaan Allah seperti yang diterimanya tanpa ada penambahan atau pengurangan. Raja adalah seorang manusia yang mempunyai kekuasaan atas hidup dan mati rakyatnya. Tidaklah penting apakah orang tersebut mengenakan mahkota atau tidak, atau apakah dia mengenakan pakaian raja; Jika seseorang mempunyai hak untuk memberikan hukuman mati -Dia adalah raja-. Musa memiliki kekuasaan tersebut. Ingatkah Anda orang Israel yang pada hari Sabbath ditemukan sedang mengumpulkan kayu bakar, dan Musa menghukum mati orang tersebut dengan dilontari batu? (Bilangan 15: 36). Terdapat tindakan kejahatan lainnya yang disebutkan dalam Injil yang karenanya Musa memberikan hukuman mati pada orang-orang Yahudi tersebut. Begitujuga Muhammad, beliau memiliki kekuasaan atas hidup dan mati kaumnya. Pada Injil terdapat beberapa contoh orang-orang yang hanya diberi kenabian, tetapi tidak dalam posisi untuk menerapkan petunjuk mereka. Beberapa orang suci Tuhan yang tidak berdaya menghadapi penolakan yang keras atas pesan yang disampaikan mereka ini adalah nabi Lot, Jonah, Daniel, Ezra dan Yohanes Pembaptis. Mereka hanya dapat menyampaikan pesan, tetapi tidak dapat memaksakan hukuman. Sayangnya nabi suci Jesus juga termasuk kategori ini. Para penginjil Kristen dengan jelas membenarkan hal ini: Ketika Jesus diseret sebelum Gubernur Roma (Pontius Pilate) menuduhnya sebagai pendusta, Jesus membuat sebuah pernyataan meyakinkan dalam pembelaannya untuk menyangkal tuduhan yang salah:

“Jawab Jesus, ‘Kerajaanku bukan dari dunia ini; Jika kerajaanku dari dunia ini, pasti hamba-hambaku telah melawan, supaya aku jangan diserahkan kepada orang orang Yahudi, akan tetapi kerajaanku bukan dari sini”. (Yohanes 18: 36). Hal ini meyakinkan Pilatus (seorang penyembah berhala) dengan pemikiran bahwa Jesus tidak sepenuhnya berkuasa atas kemampuan ruhaninya, dia tidak menganggapnya orang yang membahayakan pemerintahannya. Jesus hanya menuntut sebuah kerajaan spiritual, dengan kata lain dia hanya menyatakan sebagai seorang nabi.

A: “Apakah hal ini benar?”.

B: “Ya.”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa.”

6. Tak Ada Hukum Baru

A: “Musa dan Muhammad membawa hukum dan aturan baru untuk kaumnya. Musa tidak hanya memberi 10 perintah Allah kepada orang-orang Israel, tetapi hukum-hukum peribadatan yang sangat luas sebagai petunjuk kaumnya. Muhammad datang kepada sebuah kaum yang sangat bodoh dan biadab. Mereka menikahi ibu tirinya, menguburkan anak perempuannya hidup-hidup, mabuk-mabukan, berzina, menyembah berhala dan berjudi dari hari ke hari. Gibbon melukiskan orang-orang Arab sebelum Islam dalam Decline and Fall of the Roman Empire (artinya: Kemunduran dan Keruntuhan Kekaisaran Romawi.), “Kebrutalan manusia, hampir tanpa perasaan, sulit dibedakan keburukannya dari sisa-sisa penciptaan hewan”. Sukar mendapatkan sesuatu yang membedakan antara manusia dan hewan pada saat itu. Mereka adalah hewan dalam wujud manusia.

A: Dari kebiadaban yang hina ini, Muhammad meng-angkat mereka, dalam kata-kata Thomas Carlysle, “Menjadi pembawa obor penerangan dan pelajaran. Bagi bangsa Arab ini adalah kelahiran dari kegelapan menjadi cahaya. Untuk pertama kalinya Arab menjadi hidup karenanya. Masyarakat penggembala yang miskin, mengembara tidak dikenal di padang pasir sejak penciptaan dunia. Perhatikan, tidak dikenal menjadi terkemuka di dunia, yang kecil telah tumbuh menjadi dunia besar. Dalam satu abad kemudian Granada telah berada di tangan bangsa Arab dan Delhi di tangannya yang lain. Pandangan sekilas dalam keberanian, kemegahan, dan cahaya kecerdasan, Arab menyinari bagian yang besar dari dunia… “Kenyataannya adalah Muhammad memberikan kaumnya sebuah hukum dan peraturan yang belum pernah dimiliki mereka sebelumnya.

A: Mengenai Jesus, ketika orang-orang Yahudi merasa curiga terhadapnya bahwa ia mungkin seorang penipu dengan tujuan menyesatkan ajaran mereka, Jesus mengambil penderitaan untuk meyakinkan mereka bahwa dia tidak datang dengan agama baru. Tidak ada hukum baru dan tidak ada peraturan baru. Saya kutip kata-katanya: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau meniadakan kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi’. “(Matius 5: 17-18).

A: Dengan kata lain, dia tidak datang dengan hukum atau aturan baru. Dia datang hanya untuk menggenapi hukum lama. Hal inilah yang diberikannya kepada orang-orang Yahudi untuk dimengerti. Kecuali jika ia sedang mencoba menggertak orang-orang Yahudi, agar menerimanya sebagai utusan Allah dan dengan dalih mencoba memasukkan agama baru kepada mereka. Tidak! Utusan Tuhan ini tidak akan pernah berusaha dengan curang untuk menumbangkan agama Tuhan. Dia dengan sendirinya mematuhi hukum. Dia mematuhi perintah-perintah Musa, dan menghormati hari Sabbath. Tidak ada kesempatan seorang Yahudi menunjukkan jari padanya dan berkata, “Mengapa kamu tidak puasa” atau “Mengapa kamu tidak mencuci tanganmu sebelum membelah roti”. Jesus menuduh mereka selalu mengatakan bertentangan dengan muridnya, tetapi tidak pernah bertentangan dengannya. Hal ini karena sebagai seorang Yahudi yang baik, ia menghormati hukum-hukum nabi yang men-dahuluinya. Singkatnya, ia tidak menciptakan agama baru dan tidak membawa hukum baru seperti Musa dan Muhammad.

A: “Apakah hal ini benar?”

B :”Ya.”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa”.

7. Bagaimana Mereka Pergi.

A: Musa dan Muhammad meninggal dalam kematian yang wajar, tetapi menurut agama Kristen, Jesus dengan kejam dibunuh di tiang salib. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee.

B: “Ya”.

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa.” .

8. Surga Sebagai Tempat Kediaman.

A: Musa dan Muhammad terbaring dikubur dalam bumi, tetapi menurut Anda, Jesus beristirahat di surga. “Apakah hal ini benar?”

B: “ya”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa”.

Access

http://indonesiaindonesia.com/f/47086-muhammad-kitab-perjanjian-lamanasrani-liat/

Misteri Muhammad Dalam Alkitab

Misteri Muhammad Dalam Alkitab

Misteri – Benarkah Nabi Muhammad SAW pernah dinubuatkan oleh AlKitab / Injil umat Nasrani? Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Nama Nabi Muhammad Dalam Kitab Kidung Agung

Kidung Agung 5:16

hikvō mamətaqqîm vəkullvō mahămadîm zeh dwōdî vəzeh rē‘î bənwōt yərûšālāim. (Teramat manis tutur katanya, dia adalah mahămadîm. Inilah kekasihku dan sahabatku, O puteri-puteri Yerusalem).

Lafadz Ibrani pada kitab Kidung Agung (Song of Solomon) sangat jelas mencantumkan nama Muhammad (MHMD) dengan menambahkan kata “dim” yang artinya “yang agung”.

Mahămadîm dalam Bible berbahasa Inggris diterjemahkan “lovely”, dalam bahasa Arab mahămadîm seharusnya menjadi MUHAMMADIM.

Namun pendeta / pastur Arab Kristen tidak mau menerima kebenaran kata “muhammadim” adalah nabi “Muhammad Yang Agung”. Mereka mengatakan bahwa muhammadim artinya seseorang yang memiliki karakteristik terpuji (bahasa Arab: hamidah). Dan ternyata para pendeta Arab Kristen cepat bertindak dengan mengedit Bible dan mengubah mahămadîm menjadi Habiibii seperti yang dapat anda saksikan di Bible berbahasa Arab terkini.

Benarkah “muhammadim” hanyalah sifat dan sama sekali bukan nama orang?

Sekarang pembaca perhatikan.

Kidung Agung 5:10.

(Hebrew) דודי צח ואדום דגול מרבבה׃

(Hebrew With Vowel) דֹּודִי צַח וְאָדֹום דָּגוּל מֵרְבָבָֽה׃

(Transliterasi) dvōdî sah və’ādvōm dāgûl mērəbābâ:

(KJV) My beloved white and ruddy, the chiefest among ten thousand.

(Terjemahan Bebas) Kekasihku itu putih dan merah sehat, pemimpin di antara 10.000 orang.

Kidung Agung 5:16

(Hebrew) חכו ממתקים וכלו מחמדים זה דודי וזה רעי ב�*ות ירושׁלם׃

(Hebrew Wiith Vowel) חִכֹּו מַֽמְתַקִּים וְכֻלֹּו מַחֲמַדִּים זֶה דֹודִי וְזֶה רֵעִי בְּ�*ֹות יְרוּשָׁלִָֽם׃

(Transliterasi) hikvō mamətaqqîm vəkullvō mahămadîm zeh dwōdî vəzeh rē‘î bənwōt yərûšālāim:

(KJV) His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.

(Terjemahan Bebas) Teramat manis tutur katanya, dia adalah mahămadîm. Inilah kekasihku dan sahabatku, O puteri-puteri Yerusalem.

Sangatlah jelas “my beloved” adalah MAHAMADIM (MHMDM) atau MUHAMMADIM (Muhammad Yang Agung) adalah pemimpin 10.000 orang. Nabi Muhammad adalah pemimpin 10.000 pasukan dalam penaklukkan kota Mekkah di Paran.

Keturunan Nabi Muhammad

Sesungguhnya nabi Ibrahim dan anaknya (nabi Ishmail) telah berdoa ketika berada di Mekkah agar Allah SWT menjadikan keturunan mereka sebagai umat yang tunduk dan patuh kepada Allah SWT.

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al Baqarah 2:128-129).

Dalam Perjanjian Lama (Taurat) dicatat:

“Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.” (Kejadian 17:20).

“Bangunlah, angkatlah anak itu (Ismail), dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” (Kejadian 21:18).

Tidak ada keturunan Ismail suatu umat yang berjaya, kecuali umat nabi Muhammad saw, sebagaimana yang Allah firmankan,

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma”ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran 3:110).

Dalam Perjanjian Lama Taurat Kitab Ulangan,

“Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya” (Ulangan 18:18).

Yang dimaksud dari antara ‘saudara mereka’ adalah bani Ismail. Bukan bani Israel sebagaimana keyakinan Yahudi dan Kristen. Yahudi beranggapan bahwa nubuat Ulangan 18:18 adalah untuk Yosua, sedangkan Kristen beranggapan bahwa nubuat Ulangan 18:18 adalah untuk Jesus.

Namun argumen Kristen dan Yahudi tertolak dengan sendirinya melalui ayat,

Ulangan 34:10

וְלֹֽא־קָם �*ָבִיא עֹוד בְּיִשְׂרָאֵל כְּמֹשֶׁה אֲשֶׁר יְדָעֹו יְהוָה פָּ�*ִים אֶל־פָּ�*ִֽים׃

vəlō`-qām nāby` ‘ovd bəyiśərā”ēl kəmōšeh “ăšer yədā‘vō yəhvâ pānîm “el-pānîm

vəlō` (TIDAK) -qām (BANGKIT) nāby` (NABI) ‘ovd (LAGI) bəyiśərā”ēl (ISRAEL) kə (SEPERTI) mōšeh (MUSA) “ăšer yədā (KENAL) ‘wō yəhvâ (TUHAN) pānîm (MUKA) “el-pānîm (MUKA).

“Tidak ada lagi nabi yang bangkit di Israel, Seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka” (Ulangan 34:10 Terjemahan Bebas).

Nabi Muhammad adalah nabi seperti Musa, karena ia memiliki kitab suci dan hukum yang baru, dan nabi Muhammad bukanlah orang Israel.

Berdasarkan Ulangan 34:12, hanya nabi Musa saja di kalangan bani Israel yang dianugerahi mukjizat luar biasa oleh Tuhan. Jadi nabi Yosua, nabi Jesus, dan nabi-nabi dari kalangan bani Israel lainnya sama sekali tidak ada yang bisa menyamai mukjizat nabi Musa (baca Ulangan 34:12).

Ulangan 34:12 (KJV Bible),

And in all that mighty hand, and in all the great terror which Moses shewed in the sight of all Israel.

Ulangan 34:12 (LAI 1974),

dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.

Ulangan 34:12 (Transliterasi),

úləkol hayyād hahăzāqāh úləkol hammovrā` haggādovl `ăser ’āsāh moseh lə’ēynēy kāl-yisərā`ēl.

Ulangan 34:12 (Bahasa Ibrani),

וּלְכֹל הַיָּד הַחֲזָקָה וּלְכֹל הַמֹּורָא הַגָּדֹול אֲשֶׁר עָשָׂה מֹשֶׁה לְעֵי�*ֵי כָּל־יִשְׂרָאֵֽל׃

Taurat mencatat bahwa Ismail adalah seorang pemanah di padang pasir Pasir.

“Allah menyertai anak itu (Ismail), sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun (Paran) dan menjadi seorang pemanah” (Kejadian 21:20).

Nabi Muhammad pun telah mengisyaratkan dalam haditsnya bahwa nenek moyangnya adalah seorang pemanah. Dan dalam hal ini telah terjadi pada kabilah Aslam beberapa orang dari mereka yang memanah dengan busur, maka nabi Muhammad berkata kepada mereka:

“Panahlah wahai keturunan Ishmail, sesungguhnya bapak kamu (Ishmail) adalah seorang pemanah” (Bukhori kitab al Jihad wa Sair, Ibnu Majah dalam kitab Al Jihad).

Karakteristik Nabi Muhammad dalam Alkitab

Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan sebuah hadits yang disandarkan kepada Abdullah bin Mas”ud yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW mendengarkan orang-orang Yahudi membaca Taurat di sebuah Kanisah (kuil). Tatkala Rasulullah SAW masuk ke Kanisah itu, mereka berhenti membacanya, lalu Rasulullah SAW bertanya :”Mengapa kamu berhenti membacanya?”. Seorang yang sedang sakit di tempat itu kemudian mengambil kitab Taurat lalu membacanya sampai kepada penjelasan sifat Rasulullah SAW dan umatnya. Setelah itu orang yang membaca tersebut berucap: “Inilah sifat-sifat engkau dan umatmu, saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya engkau adalah rasul (utusan) Allah.”[1]

Beberapa karakteristik Nabi Muhammad dalam Alkitab antara lain:

1. Bahwasanya Kerajaan Syeba (Yaman) akan tunduk pada Nabi Muhammad.

“Kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti!” (Mazmur 72:10)

Telah habis masa kerajaan Yaman, dan tidak ada lagi seorang nabi yang nanti raja Yaman akan tunduk padanya, kecuali kepada Nabi Muhammad SAW.

2. Bahwasanya Nabi Muhammad memiliki kekuasaan pengadilan dan Hukum.

“Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!”.

Nabi Muhammad adalah pemimpin agama sekaligus pemimpin pemerintahan Islam. Ia memiliki kekuasaan pengadilan. Dengan kekuasaanya, ia menegakkan keadilan didaerah kekuasaannya (Mazmur 72:4).

3. Bahwasanya Nabi Muhammad membawa ajaran Shalowm (Salam / Islam).

“Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera (Shalowm) bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!” (Mazmur 72:3).

Shalowm (bahasa Ibrani) atau Salam (Bahasa Arab) adalah arti kata Islam. Nabi Muhammad membawa ajaran Islam (Shalowm) dan menegakkan kebenaran dengan kekuasaan yang dimilikinya.

4. Bahwasanya beliau adalah pahlawan yang menyandang pedang.

“…kemurahan tercurah pada bibirmu, sebab itu Allah telah memberkati engkau untuk selama-lamanya. Ikatlah pedangmu pada pinggang, hai pahlawan…. (Mazmur 45:2-3).

5. Bahwasanya Tuhan akan memasyhurkan nama nabi Muhammad.

“Aku mau memasyhurkan namamu turun-temurun; sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan selamanya” (Mazmur 45:17).

6. Bahwasanya Nabi Muhammad Adalah Batu Penjuru.

“Kata Jesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru : hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita . Sebab itu, aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu”.

Tafsiran.

“yang dibuang”: nabi Muhammad keturunan Ismail yang dibuang (diusir) oleh Sarah.

“batu penjuru”: nabi terakhir.

“ajaib di mata kita”: Bangsa Yahudi akan memandang ajaib, karena selama ini kenabian selalu lebih banyak lahir dari mereka.

“Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu”. Artinya Kerajaan Allah akan berpindah dari Bani Israel ke bani Ismail yang dibuang dahulu.

Nabi Muhammad bersabda:

“Sesungguhnya perumpamaan saya dengan nabi-nabi sebelumku adalah seperti perumpamaan seseorang yang membangun sebuah rumah, ia perindah dan perhiasi rumah itu, kecuali hanya satu tempat batu saja disalah satu sudut bangunan itu, maka orang-orang berthawaf (berkeliling) di sekitarnya, mereka takjub terhadap bangunan itu seraya berkata: “Tidakkah lobang ini diletakkan satu batu?”. Beliau (nabi Muhammad saw) berkata: “Aku lah satu batu itu dan akulah penutup para nabi.” (Lihat Bukhori, kitab “Manaqib”. Muslim pada kitab “Al-Fadhail”).

7. Bahwasanya Nabi Muhammad Akan Hijrah (dari Mekkah) Dan Disambut penduduk kota Yang Didatanginya (Medinah).

Yesaya Pasal 21:13-17,

“Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah kafilah orang Dedan ! Hai penduduk tanah Tema , keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab Tuhan, Allah Israel, telah mengatakannya”.

Dedan: adalah di Arabia bagian Utara. Negeri yang dekat dengan kota Madinah daripada Tema.

Tema: adalah anak Ismail. Daerah utara dekat kota Madinah.

Kedar: adalah anak Ismail.

Nubuat kitab Yesaya sangat otentik karena sesuai historis dimana Yahweh (Allah Israel) berfirman bahwa anak-anak Ismail di Arabia akan mendapat wahyu dari-Nya. Wahyu yang diterima Yesaya memerintahkan kepada orang-orang Tema supaya menghidangkan makanan dan minuman kepada orang-orang yang lari dari pedang. Nabi Muhammad dan umat Muslim kota Mekkah hijrah pada tahun 1 Hijriah menuju kota Madinah dimana mereka mendapat sambutan meriah dari penduduk kota Madinah.

8. Bahwasanya setahun setelah hijrah akan ada perang yang dimenangkan oleh beliau.

Yesaya Pasal 21:13-17,

“Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah kafilah orang Dedan ! Hai penduduk tanah Tema , keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab Tuhan, Allah Israel, telah mengatakannya”.

Nubuat ini digenapi dengan perang Badar, dimana kaum musyrikin kota Mekkah menyerang nabi Muhammad dan pasukan Islam yang berkedudukan di Madinah. Dan nabi Muhammad berhasil menang melawan mereka.

Pada tanggal 12 Robiul Awal thn 1 Hijriah, nabi Muhammad tiba dikota Madinah. dan pada tanggal 17 Romadhon thn 2 Hijriah. Jadi dengan selisih satu tahun, nabi Muhammad memimpin pasukan Muslim mengalahkan Kaum Musyrikin Mekkah dlm Perang Badar.

QS Ali “Imran 123-126,

Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.

(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?”

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.

Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

9. Bahwasanya Beliau Mengendarai Unta.

“Apabila dilihatnya pasukan, pasang-pasangan orang berkuda, pasukan keledai, pasukan unta, maka haruslah diperhatikannya sungguh-sungguh, dengan penuh perhatian” (Yesaya 21:7).

Penglihatannya Yesaya ini terbagi menjadi dua bagian, bahwa seorang penunggang keledai dan seorang penunggang unta, umumnya Kristen akan berkata bahwa sang penunggang keledai itu adalah Jesus (Yohanes 12:14). Lalu siakapah yang dijanjikan akan mengendarai unta? Tokoh yang dinubuatkan oleh Yesaya ini tidak akan pernah digenapi selain untuk Nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad mengendarai unta sebab ia tinggal digurun pasir.

10. Bahwasanya Bani Ishmail Akan Menyanyikan Nyanyian Baru Bagi Tuhan.

“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! Baiklah mereka memberi penghormatan kepada Tuhann, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau” (Yesaya 42:10-12).

Nyanyian bagi mereka adalah nyanyian adzan, dzikir, dan takbir kepada Allah. Hingga kini hanya ada nyanyian adzan di Arab Saudi, bukan nyanyian Gereja karena 100% penduduk Arab Saudi adalah muslim.

Bukit Batu di kota Madinah

11. Bahwasanya kambing dan domba Nebayot dan Kedar akan dipersembahkan di Baitullah (Bait Allah).

“Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku” (Yesaya 60:7).

Umumnya Kristen akan berkata bahwa Yesaya 60:7 ini adalah untuk Jesus. Namun sejarah hingga kini mencatat Nebayot, Kedar, dan keturunan Ismail lainnya hanya tunduk kepada nabi Muhammad. Rumah keagungan-ku adalah Baitullah di Kabah, bukan Basilika St Petrus di Roma dan Gereja di Yerusalem. Karena bani Ismail tidak pernah mempersembahkan kambing dan domba untuk korban kepada Paus Roma maupun Uskup di Yerusalem.

12. Bahwasanya Beliau Senantiasa Didoakan setiap waktu.

“Kiranya ia didoakan senantiasa, dan diberkati sepanjang hari!” (Mazmur 72:15)

Beginilah keadaan nabi Muhammad saw, umat Muslim selalu mendoakan dan memberkati setiap kalinya dalam sholat (sembahyang) yakni melalui salawat.

13. Bahwasanya Beliau akan memimpin 10.000 pasukan menaklukkan Paran.

Ulangan 33:2 (KJV Bible),

“And he said, The Lord came from Sinai, and rose up from Seir unto them; he shined forth from mount Paran, and he came with ten thousands of saints: from his right hand went a fiery law for them”.

“Berkatalah ia: “Tuhan datang dari Sinai dan terbit dari Seir kepada mereka; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dengan 10.0000 orang kudus; di sebelah kanannya tampak kepada mereka api yang menyala”.

Kata “RIGHT HAND” bisa diartikan juga “Selatan”. Mengapa “Right Hand” artinya “Selatan”.

Coba Anda berdiri tegak dengan sikap sempurna menghadap ke Timur, lalu rentangkan kedua tangan Anda. Maka ketika Anda berdiri tegak menghadap ke Timur maka tangan kiri Anda menghadap ke Utara, dan tangan kanan Anda menghadap ke Selatan.

Mungkin Anda akan bertanya: “Mengapa patokannya harus menghadap ke Timur?”.

Jawaban kami adalah Karena Ulangan 33:2 menyebut Tuhan ini diibaratkan matahari yang bersinar. Tentu saja matahari bersinar dari arah Timur di pagi hari.

Sehingga ketika Anda menghadap ke Timur, tangan kiri Anda menghadap ke Utara, tangan kanan Anda menghadap ke Selatan. Silahkan di praktekkan.

Jadi tafsirannya adalah:

“Dan ia berkata, Tuhan datang dari Sinai, dan terbit kepada mereka dari Seir, ia bersinar dari pegunungan Paran, dan ia datang dengan 10.000 orang kudus dari Selatan dengan hukum yang berapi-api. ” (Ulangan 33:2).

Sinai adalah Tempatnya Musa.

Seir adalah Palestina, yakni tempatnya Jesus (Isa).

Dan di pegunungan Paran, nabi Muhammad datang menaklukkan kota Mekkah beserta 10.000 orang dengan hukum yang berapi-api.

Menariknya Bible revisi terbaru yakni Today’s New International Version (TNIV) dan New International Version (NIV) – meskipun mengartikan sedikit berbeda dengan pernyataan Bible KJV – menyatakan juga bahwa Paran terletak di Selatan.

Ulangan 33:2 (TNIV dan NIV)

“He said: “The LORD came from Sinai and dawned over them from Seir; he shone forth from Mount Paran. He came with [a] myriads of holy ones from the south, from his mountain slopes”.

14. Bahwasanya Kiblat tidak lagi di Yerusalem.

“Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah”. Kemudian Jesus berkata: “hai perempuan, percayalah kepadaku, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem” (Yohanes 4:20).

Injil Yohanes pasal 4 mencatat sabda Jesus tentang bagaimana cara menyembah (worship) Allah yang benar dan pada saatnya nanti kiblat tidak akan berada di Yerusalem. Berpindahnya kiblat tempat menyembah Allah, tidak akan pernah terjadi selain pada masa kenabian Muhammad.

Apakah Mereka Tidak Beriman?

Dari sekian banyak contoh dari kabar gembira yang telah kami sebutkan diatas, telah jelas bagi kita bahwa kitab-kitab suci terdahulu yakni Taurat, Mazmur (zabur), kitab-kitab suci Yahudi lainnya, dan Injil telah mengisyaratkan agar umatnya dapat mengenali sang Nabi Penutup. Hal ini telah ada berabad-abad sebelum sang Nabi penutup yakni Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah.

Berita gembira tentang diutusnya Nabi Muhammad SAW sangat mashur sekali dikalangan umat-umat terdahulu. Karena nabi-nabi mereka telah mengabarkan tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW. Dan berita-berita yang terdapat dalam kitab-kitab suci samawi terdahulu inilah yang menyebabkan kebanyakan orang masuk Islam.

Sebagaimana Ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), mereka menunggu kedatangan nabi terakhir. Maka tatkala ia datang, mereka yang tahu betul ajaran Taurat diantaranya Abdullah bin Salam. Allah menceritakan hal ini dalam surat al-Ahqaf:

“Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Quran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Quran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS Al Ahqaaf 10).

Dan sebagian dari ahlulkitab (Yahudi dan Nasrani) itu ada yang berpaling terhadap kebenaran. Timbullah perasaan iri dan dengki dikalangan mereka. Bahkan mereka terus-menerus memusuhi, membenci, dan memerangi beliau. Kemudian mereka mempelajari teks-teks Alkitab yang menyebutkan tentang nama dan karakteristik Nabi Muhammad, lalu mengeditnya.

“….. kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya …..” (QS Al-An”am 91).

“….. Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya …..” (QS An-Nisaa” 46).

“….. Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya …..” (QS Al Maa”idah 13).

“….. sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.” (QS At Taubah 34).

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud mengambil jalan di antara yang demikian, merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.” (QS An Nisaa” 150-151).

Penggantian dan perubahan terhadap isi Alkitab terus-menerus dilakukan oleh pendeta Kristen hingga saat ini. Namun, isyarat yang pasti dan bukti yang nyata dalam alkitab hingga kini masih terdapat sisa-sisa keterangan -yang masih belum diedit- yang menyebutkan tentang karakteristik Nabi Muhammad SAW.

Penulis telah mendapatkan dalam Alkitab mengenai nama, karakteristik, tempat ia diutus, juga disebutkan pula tutur kata beliau, dan peristiwa hijrah Nabi Muhammad dan kekalahan musuh-musuhnya. Semua karakteristik itu tidak sesuai bagi setiap orang kecuali pada diri Nabi Muhammad SAW.

“Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam……” (QS Ali “Imran 19).

Catatan Kaki

[1] :Ensiklopedi Hukum Islam, Jilid 3, halaman 757, Penerbit PT Ichtiar Baru Van Houve, Jakarta, cetakan keenam, 2003.

Sumber:

  • Muhammad Dalam Kitab Samawi, Oleh Syeikh Abdul Majid A. Zainuri, Penerbit Iqra Insan Press, cetakan pertama, 2004.
  • Ensiklopedi Hukum Islam, Jilid 3, halaman 757, Penerbit PT Ichtiar Baru Van Houve, Jakarta, cetakan keenam, 2003.
  • King James Version Bible.
  • Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia.

Tambahan:

Pengertian Islam itu sendiri yang dimaksudkan adalah agama apapun yang berasal dari Allah SWT (agama Samawi), yaitu agama dengan ajaran yang masih bersih / belum ternodai oleh campur tangan manusia dan adat istiadat / kebudayaan.

Nubuat Datangnya Nabi Muhammad Di dalam Veda Hindu

Nubuat Datangnya Nabi Muhammad Di dalam Veda Hindu

Berita di bawah ini saya kutip dari dari sekian banyaknya situs / blog yang mempublikasikan berita sebuah penelitian Dr. Zakir Naik, yang menemukan kaitan antara “Kalky Awatara” (di dalam weda), dengan sosok nabi Muhammad.

“Nabi Muhammad adalah nabi umat Hindu?”.

Nubuat Datangnya Nabi Muhammad saw di VEDA (sebenarnya itu sebuah pertanyaan, bukan pernyataan, tetapi akibat banyaknya “copas” maka berubahlah kutipan-kutipan itu menjadi “pernyataan”).

Kalimat itu pasti mengejutkan bagi kebanyakan umat Islam maupun umat Hindu, bahkan mungkin bagi umat di luar kedua agama itu. Betapa tidak, konsep dari dua agama itu sangat jauh berbeda. Mungkinkah nabi Muhammad saw adalah nabi dari kedua agama itu?

Jika dikatakan bahwa nabi Muhammad saw adalah juga nabi dari umat Yahudi & umat Kristen, mungkin banyak dari kalangan umat Islam akan setuju, mengingat dalam Alquran memang terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa kedatangan nabi Muhammad sebenarnya sudah diberitakan dalam kitabsuci pendahulunya, seperti Taurat dan Injil. Lima kitab awal dari kitab Perjanjian Lama Kristen adalah apa yang oleh umat Yahudi diakui sebagai Torah / Taurat / Pentatouch, yaitu kitabsuci Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Sedangkan 4 kitab awal dari kitab Perjanjian Baru Kristen diakui oleh umat Kristen sebagai kitab Injil, yaitu kitabsuci Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.

Sekalipun umat Islam menyatakan bahwa Taurat dan Injil yang diturunkan pada nabi Musa & nabi Isa adalah bukan yang diakui oleh umat Yahudi & Kristen sekarang, atau setidaknya sudah berubah / diubah dari aslinya, banyak para pakar ilmu Kristologi yang menyatakan bahwa dalam Taurat dan Injil yang diakui umat Yahudi dan Kristen sekarang inipun masih terdapat sisa-sisa ramalan kedatangan nabi Muhammad saw (sebenarnya sangat menarik untuk menampilkan argumentasi pembuktiannya, tapi hal itu bukan topik utama dari tulisan ini).

Jika umat Islam mempercayai ramalan nubuat datangnya nabi Muhammad saw dalam kitab Taurat dan Injil, bagaimana dengan kitab suci umat Hindu? Mungkinkah nabi Muhammad adalah seorang nabi yang kedatangannya sudah diramalkan oleh kitab suci umat Hindu? Itulah yang akan kita bahas di sini.

Sebenarnya dalam Alquran terdapat ayat-ayat yang dapat dijadikan acuan bahwa nabi Muhammad mungkin saja adalah juga seorang nabi umat Hindu yang ramalan kedatangannya terdapat dalam kitab-kitab suci umat Hindu. Di antaranya:

  • Dalam surat Asy-Syu’ara (26) ayat 196: “Dan sesungguhnya Alquran itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu”. Jadi dalam kitab-kitab sebelum Alquran juga terdapat wahyu Tuhan.
  • Dalam surat Fatir (35) ayat 24 dinyatakan bahwa tidak ada suatu kaum di masa lalu tanpa seorang pemberi peringatan.
  • Dalam surat Al-Ahzab (33) ayat 40 dinyatakan bahwa Muhammad adalah utusan Tuhan dan merupakan penutup para nabi (utusan terakhir).
  • Dalam surat Al-Anbiya (21) ayat 107 dinyatakan bahwa nabi Muhammad tidak diutus melainkan untuk seluruh semesta alam.
  • Dalam surat Saba’ (34) ayat 28 dinyatakan bahwa Tuhan mengutus Muhammad untuk seluruh umat manusia, pemberi kabar gembira, dan peringatan akan dosa, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
  • Juga dalam hadits Bukhari vol 1. dalam kitab Shalat bab 56 hadits no 429, nabi Muhammad bersabda: “Semua rasul yang diutus sebelumku hanya berlaku untuk umat/bangsanya saja, tapi aku diutus untuk semua umat manusia”.

Sekarang akan kita lihat dalam kitab suci agama Hindu.

Ada banyak kitab dalam agama Hindu yang diakui sebagai kitab suci mereka. Dari semuanya yang dianggap paling suci adalah kitab Veda (Weda). Bila di antara kitab-kitab itu ada yang bertentangan, maka yang harus menjadi rujukan utama adalah Weda yang juga masih terbagi lagi menjadi beberapa kitab. Kitab-kitab lain selain Weda adalah: Upanishad, Smriti, Dharma Sastra, Bhagavat Gita, Puranas, dan lain lain.

Ayat-ayat ramalan kedatangan nabi Muhammad

Disebutkan dalam Bhavisa Purana –> dalam Pratisarag Parv III, Khand 3, Adhyay 3, Shalokas 10 to 27:

Aryadarma akan tampil di muka bumi ini. ‘Agama kebenaran’ akan memimpin dunia ini. Saya diutus oleh Isyparmatma. Dan pengikut saya adalah orang yang berada di lingkungan itu, yang kepalanya tidak dikucir, mereka akan memelihara jenggot dan akan mendengarkan wahyu, mereka akan mendengarkan panggilan sholat (adzan), mereka akan memakan apa saja kecuali daging babi, mereka tidak akan disucikan dengan tanaman semak-semak / umbi-umbian tapi mereka akan suci di medan perang. Meraka akan dipanggil “Musalaman” (perantara kedamaian).”

Kalau anda baca tulisan di atas dengan baik, maka anda akan melihat bahwa ciri-ciri dari pengikut agama kebenaran yang disebutkan adalah ciri-ciri yang umum terdapat pada umat Islam.

Dalam Atharvaveda book 20 Hymn 127 Shlokas 1-14 disebutkan tentang Kuntupsuktas yang mengisyaratkan bahwa nabi Muhammad akan terungkap kemudian.

Mantra 1 mengatakan: ia akan disebut Narasangsa. “Nars” artinya orang, “sangsa” artinya “yang terpuji”.Jadi Narasangsa artinya: orang yang terpuji. Kata “Muhammad” dalam bahasa arab juga berarti: orang yang terpuji. Jadi Narasangsa dalam bahasa Sansekerta adalah identik dengan Muhammad dalam bahasa arab. Jadi Narasangsa adalah figur yang sama dengan nabi Muhammad. Ia akan disebut “Kaurama” yang bisa berarti: pangeran kedamaian, dan bisa berarti: orang yang pindah (hijrah). Nabi Muhammad adalah seorang pangeran kedamaian yang hijrah dari Makkah ke Madinah. Ia akan dilindungi dari musuh yang akan dikalahkannya yang berjumlah 60.090 orang. Jumlah itu adalah sebanyak penduduk Makkah pada masa Muhammad hidup yaitu sekitar 60.000 orang.

Mantra 2 mengatakan: ia adalah resi yang naik unta. Ini berarti ia bukan seorang bangsawan India, karena dikatakan dalam Mansuriti(11): 202 mengatakan bahwa Brahma tidak boleh menaiki unta atau keledai. Jadi tokoh ini jelas bukan dari golongan Brahmana (pendeta tinggi Hindu), tapi seorang asing.

Mantra 3 mengatakan: ia adalah “Mama Rishi” atau resi agung. Ini cocok dengan nabi agung umat Islam yaitu nabi Muhammad saw.

Mantra 4 mengatakan: ia adalah Washwereda (Rebb) artinya orang yang terpuji. Nabi Muhammad yang juga dipanggil dengan nama Ahmad adalah berarti juga “orang yang terpuji” yang terjemahan bahasa Sansekerta-nya adalah Rebb.

Beberapa ramalan lainnya:

Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21: 6 dinyatakan bahwa di sana disebutkan dengan istilah: “akkaru”yang artinya: “yang mendapat pujian”. Dia akan mengalahkan 10.000 musuh tanpa pertumpahan darah. Hal ini merujuk pada perang Ahzab yang mana Nabi Muhammad mengalahkan musuh yang berjumlah 10.000 orang tanpa pertumpahan darah.

Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21: 7 dinyatakan bahwa Abandu akan mengalahkan 20 penguasa. Abandu juga berarti seorang yatim atau seorang yang mendapat pujian. Ini mengarah pada nabi Muhammad yang seorang yatim sejak lahir dan arti kata Muhammad / Ahmad yang berarti yang terpuji, yang akan mengalahkan kepala-kepala suku dari suku-suku di sekitar Makkah yang berjumlah sekitar 20 suku.

Dalam Rigveda book 1 Hymn 53: 9 nabi dipanggil dengan sebutan “Suslama” yang artinya lagi-lagi adalah: orang yang terpuji yang merupakan arti dari nama Muhammad.

Dalam Samaveda Agni Mantra 64 dinyatakan bahwa ia tidak disusui oleh ibunya. Hal ini persis dengan nabi Muhammad yang tidak disusui oleh ibunya tapi oleh seorang wanita bernama Halimah.

Dalam Samaveda Uttararchika Mantra 1500 dinyatakan bahwa Ahmad akan dianugrahi Undang-undang abadi, yang jelas mengacu pada nabi Muhammad yang akan dianugrahi kitab suci Alquran. Tapi karena orang India yang berbahasa sansekerta tidak paham kata Ahmad, maka diterjemahkan menjadi “a” dan “mahdi” yaitu “saya sendiri”, jadi diartikan “saya sendiri yang menerima Undang-undang abadi”. Padahal seharusnya “Muhammad sendiri yang dianugrahi Undang-undang abadi”.

Nabi Muhammad diramalkan dengan nama Ahmad pada banyak bagian dalam kitab-kitab Weda. Juga diramalkan pada tak kurang dari 16 tempat yang berbeda dalam kitab weda dengan nama Narasangsa artinya adalah sama dengan arti dari nama Muhammad, yaitu “yang terpuji”.

Kalky Autar

Salah satu ramalan kedatangan nabi Muhammad yang sangat terkenal yang juga telah membuat seorang professor bahasa dari ALAHABAD University India mengajak kepada umat Hindu untuk segera memeluk agama Islam, adalah terdapatnya sebuah ramalan penting dalam kitab suci Hindu tentang kedatangan yang ditunggu-tunggu dari seorang Kalky Avtar (baca: autar). “av” artinya: turun. “tr”artinya melewati. Jadi arti kata Avtar adalah “diturunkan atau diutus untuk turun”. Kalky Avtar artinya adalah: “utusan terakhir”.

Pundit Vaid Parkash – sang professor (yang menulis buku berjudul “Kalky Avtar”), secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnya, sebenarnya nabi Muhammad adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual dalam agama Hindu.

Disebutkan dalam Nashpropesy, nabi Muhammad diramalkan dengan nama Kalky Avtar (Autar terakhir) dan Amtim Rishi. Sedangkan dalam kitab Puranas disebutkan tentang Kalky Autar dan kedatangannya. Di antara ayat-ayat yang menyebutkan adalah:

Dalam Baghavata Purana Khand 12 Adhyay 2 Shloka 18-20 disebutkan dalam rumah Visnuyashakan dilahirkan Kalky Avtar yang diramalkan akan menjadi penguasa dunia, yang terkenal dengan sifat2xnya yang baik & menonjol. Dia akan diberi tanda-tanda. Dia akan diberi oleh malaikat sebuah kendaraan yang cepat. Dia akan menaiki kuda putih sambil memegang pedang. Dia akan mengalahkan orang-orang  jahat dan dia akan terkenal di dunia.

Dalam Baghavata Purana Khand 1 Adhyay 3 Shloka 25 disebutkan akan ada juru selamat di rumah Visnuyash

Dalam Kalki Purana (2): 4 disebutkan bahwa di rumah Visnuyash pemimpin kampung Sambala akan lahir Kalki Avtar.

Dalam Kalki Purana (2): 5 disebutkan bahwa dia akan datang bersama para sahabatnya (4 orang sahabat) mengalahkan orang-orang jahat

Dalam Kalki Purana (2): 7 disebutkan bahwa dia akan dijaga oleh Malaikat di medan perang

Dalam Kalki Purana (2): 11 disebutkan bahwa dalam rumah Visnuyash dan dalam rumah SummatiKalki Autar akan lahir.

Dalam Kalki Purana (2): 15 disebutkan bahwa dia akan lahir pada tanggal 12 bulan pertama Madhop.

Semua ramalan yang disebut diatas tadi tiada lain merujuk pada nabi Muhammad saw. Penjelasannya demikian:

Di rumah Visnuyash berarti di rumah pengikut Vishnu (pengikut Tuhan) sedangkan ayah dari nabi Muhammad adalah bernama Abdullah yang artinya adalah pengikut Allah (pengikut Tuhan). Orang Islam menyebut “Allah” sebagai Tuhan, sedang orang Hindu menyebut “Vishnu” sebagai Tuhan. Jadi di rumah Visnuyash adalah di rumah Abdullah.

Summati dalam bahasa sansekerta artinya adalah orang yang sangat setia. Sedangkan ibunda nabi Muhammad adalah bernama Aminah yang dalam bahasa arab artinya juga orang yang setia.

Sambala bahasa Arabnya adalah tempat yang aman dan damai. Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah yang terkenal dengan nama “Darul Aman” yaitu tempat yang aman dan damai. Akan lahir di antara kepala suku Sambala, artinya bahwa nabi akan lahir di antara kepala suku di Makkah.

Dilahirkan pada tanggal 12 di bulan pertama Madhop. Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 rabiul awal.

Sebagai Amtim Rishi (resi terakhir). Nabi Muhammad adalah juga nabi terakhir dari deretan Nabi-Nabi yang dikirim Tuhan seperti yang terdapat pada QS. Al- Ahzab: 40.

Dia akan memperoleh bimbingan di atas gunung dan akan kembali lagi ke arah utara. Nabi Muhammad memperoleh wahyu pertamanya di gua Hira di Jabal Nur. Jabal Nur artinya Gunung Cahaya lalu kembali lagi ke Makkah.

Dia akan memiliki sifat-sifat yang sangat mulia. Persis seperti nabi Muhammad seperti terdapat pada QS. Al-Qalam: 14 “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur”.

Kalki Autar akan diberi 8 kemampuan spiritual, yaitu: bijaksana, punya kendali diri, keturunan yang terhormat, punya pengetahuan wahyu, pemberani, perkataannya bertarget kurikulum, sangat dermawan, dan sangat ramah. Semuanya adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh nabi Muhammad.

Dia akan diberi kendaraan yang sangat cepat oleh Shiva. Nabi Muhammad juga diberi bouraq yang sangat cepat oleh Allah yang membawanya ke langit dalam peristiwa Mi’raj.

Dia akan naik kuda putih dengan tangan kanannya memegang pedang. Nabi Muhammad juga ambil bagian dalam peperangan termasuk dengan menunggang kuda dan bertempur dengan memegang pedang dengan tangan kanannya.

Dia akan menjadi penyelamat umat manusia. Dalam QS. Faatir (35) ayat 24 dan QS. Saba (34) ayat 28 disebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah pembawa berita gembira dan peringatan bagi seluruh umat manusia, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Dia akan menjadi pembimbing ke jalan yang benar. Nabi Muhammad hidup pada jaman jahiliyah yang penuh kegelapan di mana ia membawa umatnya ke jalan yang terang benderang.

Dia akan dibantu oleh empat sahabat dalam menyebarkan misi. Kita tahu ada empat orang khalifah sahabat nabi yaitu: Sayyidina Abubakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Dia akan ditolong oleh Malaikat di medan pertempuran. Dalam perang Badr nabi Muhammad dibantu oleh para malaikat Allah seperti tersebut dalam QS. Ali Imran (3) ayat 123 & 125: “Jika kamu bersabar dan bertaqwa dan mereka menyerang kamu dengan seketika itu juga niscaya Allah menolong kamu dengan 5000 Malaikat  yang memakai tanda”. Juga QS. Al-Anfal ( ayat 9 yang berbunyi “…. sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut”).

Subhanallah..

Ternyata sekian banyak ayat tersebut (yang sebenarnya belum semuanya ditampilkan) yang meramalkan akan datangnya seorang nabi yang ditunggu-tunggu oleh umat Hindu, begitu cocok dengan gambaran nabi Muhammad, umat Islam, dan sejarahnya. Mungkin saja ini juga merupakan pembuktian yang diberikan Allah bahwa nabi Muhammad memang diutus Allah untuk seluruh umat manusia.

Hal ini juga dapat membuka diskusi yang menarik tentang agama Hindu, kitab suci umat Hindu, dan syariat-nya. Benarkah agama Hindu memang merupakan agama yang diturunkan oleh Allah jauh sebelum nabi Muhammad lahir? Kalau ya, apakah berarti umat Hindu bisa disebut “muslim”, atau juga bisa disebut “ahlul kitab”? Bagaimana sesungguhnya ajaran agama Hindu itu, dan sesuaikah dengan ajaran Islam? Bagaimana pendapat anda sendiri?

Access from,

http://hardyee.blogspot.com/2012/10/nubuat-datangnya-nabi-muhammad-saw-di.html

Access date 8 April 2013.

Nabi Muhammad Dalam Alkitab Kidung Agung

Nabi Muhammad Dalam Alkitab Kidung Agung

Perjanjian Lama kitab Kidung Agung secara jelas menyebut nama Muhammad yang dalam bahasa Ibrani adalah Mahamad.

Kidung Agung 5:10.

Hebrew: דודי צח ואדום דגול מרבבה׃

Hebrew With Vowel: דֹּודִי צַח וְאָדֹום דָּגוּל מֵרְבָבָֽה׃

Transliterasi: dvōd’ sah və’ādvōm dāg’l mērəbāb’:

KJV: Bible My beloved white and ruddy, the chiefest among ten thousand.

Terjemahan Bebas,

Kekasihku itu putih dan merah sehat, pemimpin di antara 10.000 orang.

Kidung Agung 5:16

Hebrew: חכו ממתקים וכלו מחמדים זה דודי וזה רעי בנות ירושׁלם׃

Hebrew With Vowel: חִכֹּו מַֽמְתַקִּים וְכֻלֹּו מַחֲמַדִּים זֶה דֹודִי וְזֶה רֵעִי בְּנֹות יְרוּשָׁלִָֽם׃

Transliterasi: hikvō mamətaqq’m vəkullvō mahămad’m zeh dvōd’ vəzeh rē’’ bənvōt yər’ālāim:

KJV Bible: His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.

Terjemahan Bebas,

Teramat manis tutur katanya, ia adalah mahămad’m. Inilah kekasihku dan sahabatku, O puteri-puteri Yerusalem.

Secara signifikan, Kidung Agung 5:10,16 menyebut nama Muhammad yang dalam bahasa Ibrani adalah mahămad [10] dengan imbuhan ‘’im’ (agung), pemimpin di antara 10.000 orang.

Kisah Seorang Nabi yang ditemani 10.000 orang belum digenapi hingga generasi awal Kristen.

Perjanjian Baru Epistle (Surat) Yudas 1:14-15 KJV Bible mencatat ramalan dari Enoch (Dalam Islam, nabi Idris) yang belum digenapi:

“And Enoch also, the seventh from Adam, prophesied of these, saying, Behold, the Lord cometh with ten thousands of his saints. To execute judgment upon all, and to convince all that are ungodly among them of all their ungodly deeds which they have ungodly committed, and of all their hard speeches which ungodly sinners have spoken against him”.

Juga tentang Enoch, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Lihat, Tuan [11] datang dengan 10.000 orang kudusnya hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadapnya.

Jadi tafsirannya adalah:

Enoch berkata :”Lihat, Tuan Muhammad datang dengan 10.000 orang kudus hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadapnya.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali ‘Imran 110)

Yea, fantastis.

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri alkitab mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui”. (QS Al Baqarah 146)

Bacalah seluruh sejarah mengenai Padang Gurun Paran, dan Anda tidak akan menemukan peristiwa lain selain penaklukkan Mekkah oleh Nabi Muhammad. Yea, beliau datang tahun 8 Hijriah bersama 10.000 orang kudus dari Madinah hendak memasuki bait Allah di Mekkah. Dan Lihat! Muhammad datang memberikan hukum berapi-api kepada dunia dan menghukum orang-orang fasik.

Nubuat Perjanjian-lama kitab Habakuk

Habakuk 3:3,

God came from Teman, and the Holy One from mount Paran. Selah. His glory covered the heavens, and the earth was full of his praise. {Teman: or, the south} (KJV -Shoftware Alkitab SABDA)

Terjemahan Bebas,

Tuhan datang dari Teman, dan yang kudus dari gunung Paran. Selah. Kejayaannya menyelimuti langit dan bumi pun penuh dengan pujian kepadanya.

Tafsir Kitab Habakuk 3:3 adalah Nabi Muhammad yang kudus datang dari Paran (Mekkah). Ini adalah kisah hijrah (migrasi) nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.

Bahwasanya nabi Muhammad telah menyatakan bahwa nenek moyangnya adalah Ismail bin Ibrahim dapat kita lihat dari beberapa hadits berikut ini:

Nabi Muhammad SAW telah menyatakan dalam haditsnya bahwa nenek moyangnya yakni nabi Ismail adalah seorang pemanah. Dalam hal ini telah terjadi pada satu kabilah Aslam beberapa orang dari mereka yang memanah dengan busur, maka Nabi Muhammad SAW berkata kepada mereka: “Panahlah wahai keturunan Ismail, sesungguhnya bapak kamu (Ismail) adalah seorang pemanah”. (Bukhari kitab ‘Al Jihad Wa Sair, Ibnu Majah dalam sunan kitab ‘Al Jihad).

Dalam riwayat lain dikemukakan ketika Rasulullah SAW thawaf (mengelilingi Kabah), berkatalah Umar kepadanya: “Ini adalah maqam (tempat shalat) bapak kita Ibrahim”. Nabi bersabda: “Benar”. Umar berkata lagi: “Apakah tidak sebaiknya kita jadikan tempat shalat?”. Maka Allah SWT menurunkan ayat (QS. 2:125). (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Jabir.)

Rasulullah SAW bersabda: ”Allah memilih Ismail dari keturunan Ibrahim, dan memilih bani Kinanah dari keturunan Ismail, dan memilih suku Quraisy dari bani Kinanah, dan memilih bani Hasyim dari suku Quraisy, dan memilih saya dari bani Hasyim”. (HR. Muslim)[12]

Allah SWT berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, rukulah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah”. (QS Al Hajj 78).

-o0o-

Acces from,

http://cites-sat.blogspot.com/2012/02/nabi-muhammad-dalam-bible-kidung-agung.html

Muhammad Dalam Injil Kanonik

Muhammad Dalam Injil Kanonik

Perlu diketahui bahwa di dunia ini terdapat 45 injil tentang Jesus, yang terdiri atas 41 injil apokrif dan 4 Injil kanonik (Perjanjian Baru), yang kesemuanya itu ditulis jauh sebelum dibangkitkannya Nabi Muhammad.

Oleh karena begitu populernya peristiwa penyaliban Jesus ketika itu, maka banyak orang yang ingin mengabadikan peristiwa tersebut dalam bentuk karya sastra maupun berupa kumpulan sabda-sabda Jesus dari berbagai sumber. Namun demikian, Alkitab hanya memuat 4 injil saja, yang sebenarnya merupakan hasil karya sastrawan Yunani dan Romawi, yang salah satu rujukannya adalah Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani, disamping gagasan-gagasan pengarangnya sendiri. Hal ini disebabkan mengingat begitu kuatnya dominasi kerajaan Romawi di Palestina dan sekitarnya pada saat itu, yang di dalamnya juga banyak terdapat orang-orang Yunani.

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sepandai-pandainya Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) menyembunyikan kebenaran, pasti ketahuan juga jejaknya. Inilah kira-kira ungkapan yang paling tepat dalam upaya pengungkapan Nabi Muhammad di dalam injil.

QS. 2:146. Orang-orang yang telah Kami beri Alkitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

QS. 61:6. Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.

1. KITAB MATIUS: Ramalan Jesus tentang Nabi-nabi Palsu.

Matius

7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. (baca: Barnabas 72:11).

7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.

7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Dalam ayat 15 di atas, Jesus memperingatkan umatnya akan kedatangan Nabi-nabi palsu sebelum dibangkitkannya Nabi Muhammad. Mereka akan menyamar sebagai “domba”, maksudnya bahwa Nabi-nabi palsu tersebut akan kelihatan seperti orang baik-baik, tetapi sesungguhnya hatinya jahat dan menyesatkan, yang dalam ayat di atas digambarkan seperti “serigala yang buas”.

Dalam ayat 17 di atas, Jesus memberikan perumapamaan bahwa “setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik”. Ini maksudnya bahwa setiap ajaran yang baik akan menghasilkan umat yang baik (banyak), sedang setiap ajaran yang tidak baik akan menghasilkan umat yang tidak baik (ditinggalkan orang). Apakah Muhammad nabi palsu? Jika Muhammad adalah nabi palsu, tentunya beliau tidak akan diikuti oleh banyak orang seperti sekarang ini, tetapi akan ditinggalkan orang (ayat 18). Lebih jelas lagi dalam ayat 19, jika Muhammad adalah nabi palsu, maka ajarannya sudah dicampakkan dan tidak akan ada orang yang mempercayainya.

Sedangkan dalam ayat 20, Jesus memberikan ciri-ciri tentang Nabi yang akan datang, yaitu agar dilihat “dari buahnya”, maksudnya dari ajaran dan umatnya. Dan terbukti umat Muhammad (Islam) berkembang pesat di dunia ini, sehingga dengan demikian Muhammad bukanlah nabi palsu, bahkan nabi yang sesuai dengan ramalan Jesus sebagaimana dimaksud dalam QS. 61:6 di atas.

2. KITAB YOHANES: Ramalan Jesus tentang Terang dan Penguasa Dunia.

Yohanes

12:31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;

12:32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.”

12:33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.

12:34 Lalu jawab orang banyak itu: “Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?”

12:35 Kata Jesus kepada mereka: “Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.

12:36 Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang.” Sesudah berkata demikian, Jesus pergi bersembunyi dari antara mereka.

Dalam ayat 31-32 di atas, dijelaskan Jesus bahwa penguasa dunia akan “dilemparkan keluar” setelah kenaikan Jesus ke langit. Siapakah “penguasa dunia” yang dimaksud Jesus ini? Silahkan baca: Penghibur.

Sedangkan dalam ayat 35-36, dijelaskan Jesus bahwa dalam beberapa waktu lagi terang / cahaya akan datang dan agar umat Israel percaya kepada terang / cahaya itu. Siapakah “terang / cahaya” yang dimaksud Jesus itu? “Terang” tidak lain adalah Alquran!

QS. 45:52. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Alquran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu (Muhammad) tidak mengetahui apakah Alkitab dan tidak mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Alquran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

Wassalam

-o0o-

Access from,

http://cites-sat.blogspot.com/2012/02/muhammad-dalam-injil-kanonik.html

Access date 5 April 2013.

Muhammad Dalam Taurat Israel

Muhammad Dalam Taurat Israel

Sesungguhnya, hampir seluruh nubuat Perjanjian Lama menunjuk pada Nabi Muhammad. Namun, oleh karena telah terjadi perombakan besar-besaran di dalam tubuh Perjanjian Lama, maka kita hanya bisa mengenali Muhammad melalui Nebayot, Kedar, Tema, dan lembah Baka. “Nebayot”, “Kedar”, dan “Tema” sangatlah penting, karena mereka adalah anak-anak dari Nabi Ishmael (Kejadian 25:13-15) dan memberi petunjuk terhadap kelompok masyarakat bangsa Arab. Sementara “Baka” menjadi penting, karena ia memberi petunjuk adanya perjalanan Nabi Ishmael ke Mekah. Ada 6 kata kunci dalam mengidentifikasi Muhammad dalam Perjanjian Lama, yaitu: Nebayot, Kedar, Tema, Arab / Arabia, Baka, dan Paran.

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sepandai-pandainya Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) menyembunyikan kebenaran, pasti ketahuan juga jejaknya. Kira2 inilah ungkapan yang paling tepat dalam mengungkap sosok Nabi Muhammad di dalam Perjanjian Lama.

QS. 2:146. Orang-orang yang telah Kami beri Alkitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

QS. 6:91. Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia”. Katakanlah: “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui (nya)?” Katakanlah: “Allah-lah (yang menurunkannya)”, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Alquran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.

QS. 2:75. Apakah kamu masih mengharapkan mereka (Ahli Kitab) akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?

QS. 2:78-79. Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Alkitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.

1. YEHEZKIEL (Bukti Kedar sebagai orang Arab dan terletak di jazirah Arab).

Yehezkiel 27:21 Arab dan semua pemuka Kedar berdagang dengan engkau dalam anak domba, domba jantan dan kambing jantan; dalam hal-hal itulah mereka berdagang dengan engkau

Nubuat Perjanjian Lama banyak menyebut “Kedar”, putra kedua Ishmael (Kejadian 25:13), yang pada akhirnya menurunkan Nabi Muhammad. Tampak jelas dalam ayat di atas bahwa Kedar adalah nama salah satu klan Arab (Arab pendatang). Meski letaknya tidak disebutkan, tapi ini memberi petunjuk tentang lokasi atau status Kedar sebagai orang Arab yang berkaitan erat dengan kedatangan nabi setelah Jesus yang terlihat pada nubuat2 lainnya di bawah ini.

2. YESAYA (Kedar dan Tema bukti orang-orang Arab).

Yesaya

21:13. Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan!

21:14 Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti!

21:15 Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan.

21:16 Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis.

21:17 Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya

Dalam ayat 13 terdapat kata “Arabia” yang memberi isyarat tentang kelompok bangsa Arab yang hendak melakukan hijrah. Pengikut Muhammad ketika itu masih sedikit. Dalam ayat di atas digambarkan hanya diikuti oleh orang-orang Dedan (anak Yoksan anak Abraham). Muhammad adalah orang Quraisy keturunan Kedar, namun justru orang-orang Quraisylah yang memberontak dakwah Muhammad.

Dalam ayat 14 terdapat kata “Tema”, anak ke-9 Nabi Ishmael yang terletak di Madinah. Ketika itu Muhammad beserta pengikutnya yang belum banyak, hendak diperangi oleh suku Quraisy (keturunan Kedar) di Mekah. Oleh karenanya, atas perintah Muhammad, mereka melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah (Dari sinilah tonggak tahun hijriyah dimulai). Kelompok Muhammad yang berhijrah dikenal dengan nama “Muhajirin”, sementara orang-orang Madinah yang menyambutnya dikenal sebagai kaum “Anshor”.

Dalam ayat 17 terdapat kata “Kedar”, anak kedua Nabi Ishmael, yang menurunkan suku Quraisy dan bermata pencaharian sebagai pemanah (pemburu). Mata pencaharian Bani Kedar ini merupakan warisan dari nenek moyangnya, Ishmael, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Kejadian berikut ini:

21:20 Allah menyertai anak itu (Ishmael), sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.

21:21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir

H.R. AT-TURMUDZI, dari Watsilah bin Al-Asqa r.a. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya, Allah telah memilih Ishmael menjadi anak Ibrahim dan Dia telah memilih keturunan Kinanah menjadi keturunan Ishmael dan Dia telah memilih Quraisy dari keturunan Kinanah dan Dia telah memilih Hasyim dari Quraisy, dan Dia telah memilih aku dari keturunan Hasyim.”

3. MAZMUR (Tempat berziarah dan sumur Zam-Zam di Baka).

Mazmur

84:5 (84-6) Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!

84:6 (84-7) Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat

Ayat-ayat di atas berbicara tentang tempat berziarah yang selalu ramai dikunjungi oleh hamba-hamba Tuhan, yaitu Baka / Mekah. Frasa “tempat yang bermata air” dalam ayat di atas memberi petunjuk kepada kita tentang kejadian ajaib Ishmael ketika masih bayi, yaitu peristiwa terbentuknya Sumur Zam-Zam di lembah Baka. Dimanakah lokasi Baka selain di Jazirah Arab? Alquran dengan tegas menyatakan bahwa Baka adalah Mekah. Berikut pernyataan Alquran:

QS. 3:96-97. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Baka (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

QS. 14:35,37. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala … Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”

QS. 90:1-2. Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,

4. YESAYA (“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan” yang dikutip oleh 4 pengarang injil kanonik sebagai inspirasi karangan mereka ketika “membaptis” Jesus, lihat ayat 1).

Yesaya

42:1. Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.

42:2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.

42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.

42:4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.

42:5. Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:

42:6 “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,

42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.

42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.

42:9 Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.”

42:10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.

42:11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!

42:12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.

42:13 TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.

42:14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.

42:15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga.

42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.

42:17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: “Kamulah allah kami!”

42:18 Dengarkanlah, hai orang-orang tuli pandanglah dan lihatlah, hai orang-orang buta!

42:19 Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN?

42:20 Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar.

42:21 TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia;

42:22 namun mereka suatu bangsa yang dijarah dan dirampok, mereka semua terjebak dalam geronggang-geronggang dan disembunyikan dalam rumah-rumah penjara; mereka telah menjadi jarahan dan tidak ada yang melepaskan, menjadi rampasan dan tidak ada yang berkata: “Kembalikanlah!”

42:23 Siapakah di antara kamu yang mau memasang telinga kepada hal ini, yang mau memperhatikan dan mendengarkannya untuk masa yang kemudian?

42:24 Siapakah yang menyerahkan Yakub untuk dirampas, dan Israel kepada penjarah? Bukankah itu TUHAN? Sebab kepada-Nya kita telah berdosa, dan orang tidak mau mengikuti jalan yang telah ditunjuk-Nya, dan kepada pengajaran-Nya orang tidak mau mendengar.

42:25 Maka Ia telah menumpahkan kepadanya kepanasan amarah-Nya dan peperangan yang hebat, yang menghanguskan dia dari sekeliling, tetapi ia tidak menginsafinya, dan yang membakar dia, tetapi ia tidak memperhatikannya

Yesaya 42:1-25 di atas adalah satu kesatuan ayat yang tak terpisahkan, karena ia meramalkan kedatangan seorang Nabi bukan Jesus! Justru ayat-ayat di atas membuka tabir kebohongan peristiwa pembaptisan Jesus oleh Yohanes Pembaptis sebagaimana dimaksud Matius 3:15-17; 12:16-21, Markus 1:9-11, Lukas 3:21-22, dan Yohanes 1:32-34.

Perlu dicatat, bahwa Yesaya 42:1 di atas menjelaskan tentang konsep “hamba” yang telah dipilih oleh Tuhan untuk seluruh alam semesta, dan secara tegas Alquran berbicara mengenai hal tersebut:

QS. 25:1. Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Alquran) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,]

Dalam ayat 10 di atas terdapat frasa “nyanyian baru” yang berarti syariat baru. Jesus datang bukan untuk membawa syariat baru, melainkan hanya untuk menggenapi syariat Taurat dan kitabi-kitab para nabi (Matius 5:17-20). Sedangkan Muhammad datang untuk membawa syariat baru bagi semesta alam. Dengan tegas Alquran menyatakan:

QS. 21:107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.

QS. 38:86-87. Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. Alquran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.

Dalam ayat 11 terdapat frasa “didiami Kedar”. Sebagaimana sudah dijelaskan di atas, bahwa Bani Kedar adalah orang-orang Arab keturunan Nabi Ishmael di Mekah. Kemudian juga terdapat frasa “Bukit Batu”. Mekah juga secara geologis terkenal dengan gunung-gunung batunya. Sedangkan Jesus adalah keturunan Ishak, adik Ishmael, dengan “memaksakan” garis keturunannya melalui jalur Yusuf, bapak tiri Jesus, oleh karena Jesus lahir dari perawan suci Maria (Matius 1:1-18 dan Lukas 3:23-38). Lebih jauh, ayat ini memberi isyarat adanya ibadah haji yang mengagungkan asma Allah dengan bertahmid dan bertalbiah.

Dalam ayat 13 terdapat frasa “Tuhan keluar berperang seperti pahlawan”. Ayat ini jelas-jelas mengindikasikan kedatangan Muhammad, yang senantiasa dakwahnya diiringi dengan peperangan fisik. Perang yang terkenal dan dahsyat ialah Perang Badar. Sementara Jesus digambarkan Alkitab sebagai sosok yang lemah dan tidak pernah berperang atau memimpin peperangan secara fisik. Bahkan “Jesus” mati dibantai umatnya sendiri di tiang salib.

Dalam ayat 17 terdapat frasa ” Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang”. Sebelum Muhammad resmi menjadi Nabi, orang-orang Arab pada waktu itu adalah penyembah berhala, bahkan mereka meletakkan berhala-berhala di sekeliling Kabah hingga mencapai 365 buah. Sedangkan Umat Israel ketika Jesus diutus, bukanlah penyembah berhala dari patung-patung buatan manusia, oleh karena mereka sudah mengenal Taurat dan kitab-kitab para nabi.

Dalam ayat 18 terdapat kata-kata ungkapan “buta” dan “tuli”. Kata “buta” merupakan ungkapan Tuhan yang dapat diartikan sebagai “tidak dapat membaca dan menulis”, sedangkan kata “tuli” dapat diartikan sebagai “tidak pernah mendengar satu kitab pun sebelumnya”. Umat Muhammad ketika beliau diutus adalah umat yang buta huruf. Dalam tradisi Islam dikenal sebagai Zaman Jahiliyah (zaman kebodohan). Ini berbeda dengan umat Israel yang sudah pandai mengubah-ubah Taurat dan kitab-kitab para nabi. Tentang kaum buta huruf ini, diabadikan di dalam Alquran:

QS. 62:2. Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,

Dalam ayat 19 digambarkan bahwa “hamba yang dipilih Tuhan” itu adalah seorang hamba yang “buta dan tuli”, artinya bahwa “hamba yang dipilih Tuhan” itu adalah seorang hamba yang “tidak dapat membaca dan menulis” dan “belum pernah mengenal satu kitab pun sebelumnya”. Alquran dengan gamblang mengabadikannya:

QS. 7:157. (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang tidak dapat membaca dan menulis, yang mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Alquran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS. 42:52. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Alquran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu (Muhammad) tidaklah mengetahui apakah Alkitab dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Alquran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

Sedangkan ayat 20 di atas menggambarkan sifat orang-orang kafir baik pada masa kerasulan Muhammad maupun sesudahnya yang tidak mau tahu dan tidak mau mengerti agama Islam. Hal ini dijelaskan juga dalam Alquran:

QS. 2:18. Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)]

5. YESAYA (“Roh seperti burung merpati” yang dikutip oleh 4 pengarang injil kanonik ketika “membaptis” Jesus, lihat ayat 8).

Yesaya

60:1. Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.

60:2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.

60:3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.

60:4 Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong.

60:5 Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.

60:6 Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.

60:7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.

60:8 Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu kandangnya?

Yesaya 60:1-8 di atas adalah satu kesatuan ayat yang tak terpisahkan, karena ia juga meramalkan kedatangan seorang Nabi bukan Jesus! Justru ayat-ayat di atas membuka tabir kebohongan peristiwa pembaptisan Jesus oleh Yohanes Pembaptis sebagaimana dimaksud Matius 3:15-17; 12:16-21, Markus 1:9-11, Lukas 3:21-22, dan Yohanes 1:32-34.

Ayat 1 di atas menggambarkan Firman Tuhan kepada Muhammad sebagaimana tersebut dalam Alquran:

QS. 74:1-3. “Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah, lalu berilah peringatan, dan Tuhanmu, agungkanlah”

QS. 26:196-197. Dan sesungguhnya Alquran itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israel mengetahuinya?

Ayat 2-6 menggambarkan keadaan Jazirah Arab pada saat itu yang diliputi kegelapan. Mereka semua hidup dalam kebodohan, tidak ada aturan, menyembah berhala, dan lain lain. Setelah dibangkitkannya Muhammad, seluruh Jazirah Arab tunduk patuh di bawah kekuasaannya. Digambarkan dalam ayat di atas bahwa orang-orang dari Midian (adik Ishmael) dan Efa (anak sulung Midian) pun berduyun-duyun memeluk Islam.

Dalam ayat 7-8 terdapat kata “Kedar” dan “Nebayot” yang merupakan orang-orang keturunan Nabi Ishmael sebagaimana dijelaskan di atas. Digambarkan bahwa mereka pada akhirnya berduyun-duyun memeluk Islam dan mempersembahkan korban dan mengagungkan nama Tuhan pada musim haji.

6. ULANGAN & HABAKUK (Pegunungan Paran).

ULANGAN 33:2 Berkatalah ia: “TUHAN datang dari Sinai (Taurat) dan terbit kepada mereka dari Seir (Injil); Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran (Alquran) dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.

HABAKUK,

3:3. Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya.

3:4 Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya (Alquran) dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya.

PARAN, adalah nama varian kuno dari Baka / Mekah, karena di Mekahlah tempat tinggal nabi Ishmael hingga dikebumikannya (lihat QS. 2:125; 14:37), dan Muhammad adalah satu-satunya Nabi / Rasul keturunan Ishmael dari putra keduanya, Kedar. Lebih jelas tentang Paran dan Ishmael, baca Kitab Kejadian di bawah ini:

21:20 Allah menyertai anak itu (Ishmael), sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.

21:21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir

Jika kata “Paran” sebagaimana dimaksud Kitab Kejadian 21:20-21 di atas terdapat di sekitar Palestina, maka kata “Paran” dalam ayat tersebut harus direvisi, karena tidak ada bukti sama sekali bahwa Ishmael, semenjak bayi hingga dikuburkannaya, berada di sekitar Palestina. Justru bukti-bukti kuatnya terdapat di lembah Baka/Mekah, yaitu: kuburan Ishmael, Sumur Zam Zam, Hijir Ishmael, Bukit Shafa dan Marwah, keturunan Ishmael, Kabah yang dibangun bersama bapaknya, Ibrahim, dan maqam Ibrahim.

QS. 2:125. Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ishmael: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud”

QS. 2:127-129. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah (Kabah) bersama Ishmael (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Alkitab (Alquran) dan Al-Hikmah (As-Sunah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

7. KITAB KEJADIAN (Pemeliharaan Sunat).

Kejadian

17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu (Abraham) serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku”.

Realitanya, yang memegang teguh perjanjian tersebut hingga hari kiamat adalah umat Islam, karena umat Kristen tidak disyariatkan untuk sunat, sebagaimana pernyataan pendiri Kristen, Paulus Tarsus dalam 1 Korintus berikut ini:

7:18 Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat.

7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.

Umat Kristen lalai, bahwa perintah sunat merupakan kewajiban setiap individu laki-laki yang diperintahkan Tuhan dalam Taurat yang tidak bisa dibantah hanya oleh seorang Paulus Tarsus. Sangat mungkin, Paulus menyatakan demikian karena dia sendiri enggan disunat.

8. KEJADIAN (Sholawat Nabi).

Kejadian

12:2 Aku akan membuat engkau (Abraham) menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat”.

Jelas sekali, bahwa ayat-ayat di atas bercerita tentang Sholawat Nabi (Muhammad dan Ibrahim) yang senantiasa dibaca oleh umat Islam ketika duduk tasyahud / takhiat akhir dalam sholat. Tidak ada umat lain yang selalu memuliakan Nabi Ibrahim kecuali umat Islam. Umat Kristen sendiri, yang mengklaim Perjanjian Lama sebagai kitabnya, tidak pernah memuliakan Nabi Ibrahim.

QS. 33:56-57. Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.

9. KEJADIAN (Perjanjian Allah dengan Abram / Abraham).

Kejadian 15:18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat.

Dari pihak siapakah keturunan Abram / Abraham akan menguasai wilayah tersebut? Jawabannya sudah pasti, Ishmael!!

Dalam ayat di atas sudah sangat jelas, dan realitanya memang demikian (sebenarnya lebih luas lagi), bahwa keturunan Ishmael (bangsa Arab) menyebar dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Efrat di Irak. Sementara bangsa Israel (keturunan Ishak) hanya menguasai sebagian dari wilayah Palestina (Kanaan).

Ayat di atas juga seolah-olah mencocokkan pasangan Abraham dengan Hagar, sebagaimana dijelaskan Taurat sendiri bahwa Abraham berasal dari negeri Ur-Kasdim di pesisir Sungai Efrat, sedangkan Hagar berasal dari negeri Mesir dekat Sungai Nil.

QS. 3:67-68. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.

10. YEREMIA (“damai sejahtera” atau “Shalom”).

Yeremia 28:9 Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN”.

Ayat di atas bercerita tentang “damai sejahtera” yang asal kata Ibraninya adalah “shalom” dan dalam bahasa Arabnya adalah “Salam” atau “Islam” (lihat QS 3:19; 5:3). Muhammad jelas-jelas mengemban misi Islam, dan sekarang sudah digenapi oleh pemeluk Islam, terutama seluruh jazirah Arab yang tunduk pada Islam. Muhammad juga banyak bernubuat, namun tidaklah cukup dimuat di sini. Salah satunya adalah nubuat yang berkaitan dengan cucu beliau yang bernama Husain, yang ketika masih kecil sudah diramalkan oleh Muhammad bahwa ia akan mati dipenggal kepalanya di padang Karbala, Irak. Dan, memang benar-benar terbukti!

Sementara Jesus membantah nubuat tersebut, bahwa kedatangannya bukanlah membawa damai di bumi, melainkan pertentangan. Berikut pernyataan Jesus menurut Alkitab:

LUKAS:

12:51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.

12:52 Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.

12:53 Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya”.

MATIUS:

10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,

10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

11. YESAYA ( Injil dan Alquran).

Yesaya

29:11 Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai”;

29:12 dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat membaca”.

Ayat-ayat di atas berbicara tentang penyampaian Kitab Suci dari Tuhan. Ayat 11 tampaknya menunjuk pada Jesus, sebab menurut versi Islam, Jesus menerima Injil hanya dalam satu kali turun saja. Sementara ayat 12 dengan jelas bernubuat tentang Muhammad, dimana ketika berada di Gua Hira, Muhammad menerima wahyu pertama kalinya berupa Alquran Surat Al-‘Alaq (96):1-5, yang diabadikan oleh Al-Hadits riwayat Bukhari berikut ini:

HR. BUKHARI. Malaikat itu mendekapku (Muhammad) sampai aku sulit bernapas. Kemudian, ia melepaskanku dan berkata, “Bacalah!” Kujawab, “Aku tak dapat membaca.” Ia mendekapku lagi hingga aku pun merasa tersesak. Ia melepasku dan berkata, “Bacalah!” dan kembali kujawab, “Aku tak dapat membaca!” Lalu, ketiga kalinya, ia mendekapku seperti sebelumnya, kemudian melepaskanku dan berkata: “baca QS. 96:1-5″.

12. KITAB KIDUNG AGUNG (Ciri-ciri Muhammad).

Kidung Agung

5:10 –Putih bersih dan merah cerah kekasih-Ku, menyolok mata di antara 10.000 orang. (New / King James Version Bible, New Revised Standard Version Bible, Third Millennium Bible, dan lain lain).

5:16 Kata-katanya manis semata-mata, dia (Muhammad) sungguh sangat digemari. Demikianlah kekasih-Ku, demikianlah teman-Ku, hai puteri-puteri Yerusalem. (New / King James Version Bible, New Revised Standard Version Bible, Third Millennium Bible, dan lain lain).

Lihat juga Ulangan 33:2 di atas tentang 10.000 orang pengiring Muhammad.

Penjelasan ayat 10:

Menurut saudara sepupu sekaligus menantu Muhammad, yaitu Ali bin Abu Thalib, ciri-ciri Muhammad adalah: “…Tubuh beliau tidaklah terlalu gemuk, mukanya bundar, warnanya PUTIH BERCAMPUR MERAH…” (H.R. TIRMIDZI dalam Sunan dan Syama’ilnya). Sedangkan menurut Anas bin Malik, ciri-ciri Muhammad adalah: “…wajahnya terang bercahaya, tubuhnya tidak terlalu PUTIH dan tidak pula terlalu MERAH…” (H.R. BUKHARI, MUSLIM, dan TIRMIDZI). Ketika memasuki kota Mekah pada tahun 630 M dalam keadaan aman dan damai yang dikenal dengan peristiwa “Fathu Makkah”, Muhammad disertai 10.000 pengikut yang saleh (STANLEY LANE POOLE, Speeches and Table Talks of the Prophet Mohammed 1882). Dalam literatur lain dikatakan: “Nabi Muhammad berangkat bersama dengan 10.000 orang pada saat yang menentukan ini” (WASHINGTON IRVING, Life of Muhammad, Hal. 17). Sementara itu, dalam literatur lain juga, Abu Sufyan berteriak untuk mengumpulkan orang-orang: “Wahai orang-orang Quraisy, Muhammad telah berada di sini dengan kekuatan yang tidak dapat kalian lawan. Muhammad bersama 10.000 pasukan baja…” (MARTIN LINGS, Muhammad, hal. 474).

Penjelasan ayat 16:

Dalam naskah Ibrani asli, kata “Muhummedim” diterjemahkan menjadi “sungguh sangat digemari” yang pada dasarnya adalah kata “Muhummed” dengan tambahan “im”. Dalam bahasa Ibrani “im” digunakan untuk menyatakan jamak. Sebagaimana kata “Ellohim” (Allah-Allah) dalam Perjanjian Lama yang pada dasarnya adalah kata “Elloha” (Allah). Jika tidak didistorsi berulangkali, maka seharusnya Kidung Agung 5:16 berbunyi sebagai berikut:

5:16 Kata-katanya manis semata-mata, dialah Muhammad! Demikianlah kekasih-Ku, demikianlah teman-Ku, hai putera-puteri Yerusalem.

Perlu dicatat, bahwa kata “Muhummedim” atau “Muhummed” adalah NAMA orang, yang sebenarnya tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa manapun secara apapun, karena ia merupakan nama orang “pemberian” dari Tuhan.

13. KITAB NABI HAGAI (Hamdut, Beth, dan Shalom).

Hagai

2:7 (2-8) Aku akan menggoncangkan segala bangsa, dan mereka akan datang kepada kegemaran segala bangsa, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. (New / King James Version Bible, The Douay-Rheims Bible, Third Millennium Bible, dan lain lain).

2:9 (2-10) Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan mengaruniakan damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam”.

Menurut keterangan DR. TAUFIQ, seorang ahli bahasa bangsa Mesir, ungkapan “kegemaran” yang tersebut dalam ayat 7 di atas asalnya dari perkataan Ibrani “hamdut”. Sedangkan kata “hamdut” dalam bahasa Arab berarti “terpuji”, serupa dengan arti kata “ahmad” (yang terpuji) dan “muhammad” (orang yang terpuji).

Dalam ayat di atas juga terdapat kata “Rumah” yang asal kata Ibraninya adalah “Beth”, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Arab adalah “Bait” atau “Baitullah” (Kabah) yang di Baka / Mekah.

Adapun ungkapan “damai sejahtera” yang tersebut dalam ayat 9 di atas asalnya dari perkataan Ibrani “shalom” yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Arab adalah “salam” atau “Islam”.

QS. 3:19. Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Alkitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

QS. 5:3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

14. ZEFANYA (Pemakaian bahasa ibadah yang sama).

Zefanya 3:9 “Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu

Ayat di atas mengindikasikan tentang pemakaian bahasa lain selain bahasa Ibrani yang akan dipakai secara serempak (satu bahasa) dalam menjalankan ibadah kepada Tuhan. Tentulah bahasa yang dimaksud itu adalah bahasa Arab, karena hanya umat Islamlah yang beribadahnya (terutama sholat) menggunakan bahasa yang sama, yaitu bahasa Arab.

QS. 12:2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Alquran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

QS. 14:1. Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab (Alquran) yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

15. YESAYA (Koresh atau Quraisy).

Yesaya

45:1 Beginilah firman Tuhan: “Inilah firman-Ku kepada mesias, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup;

45:4 Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.

Maksud dari kata “Koresh” adalah orang Quraisy yaitu Nabi Muhammad SAW. Koresh atau Quraisy adalah nama suku di Mekah yang mayoritas kaum paganisme / penyembah patung sebelum dibangkitkannya Nabi Muhammad SAW.

Namun demikian, bukanlah Yahudi dan Kristen namanya kalau tidak mengutak-atik-gathuk firman Tuhan, sehingga seolah-olah Koresh adalah nama raja Asyur yang pagan / penyembah patung.

Bagaimana mungkin seorang mesias (Koresh) yang diberkati Tuhan adalah seorang penyembah patung???

16. YESAYA (Pedang dan Panah).

41:1. Dengarkanlah Aku dengan berdiam diri, hai pulau-pulau; hendaklah bangsa-bangsa mendapat kekuatan baru! Biarlah mereka datang mendekat kemudian berbicara; baiklah kita tampil bersama-sama untuk berperkara!

41:2. Siapakah yang menggerakkan dia dari timur, menggerakkan dia yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya, yang menaklukkan bangsa-bangsa ke depannya dan menurunkan raja-raja? Pedangnya membuat mereka seperti debu dan panahnya membuat mereka seperti jerami yang tertiup.

41:3. Dia mengejar mereka dan dengan selamat dia melalui jalan yang belum pernah diinjak kakinya.

Tidak ada sosok yang lebih tepat untuk menggantikan kata ‘dia’ dalam ramalan Yesaya di atas selain Nabi Muhammad SAW yang senantiasa pada awal dakwahnya diiringi dengan peperangan fisik karena mendapat tentangan hebat dari orang-orang kafir pada waktu itu. Nabi Muhammad SAW senantiasa membawa pedang dan panah untuk membela diri dan para pengikut setianya.

Masih berkaitan dengan ramalan kedatangan Nabi Muhammad SAW dalam Perjanjian Lama, Kitab Ulangan secara khusus meramalkan kedatangan Nabi yang seperti Musa, yang akan bangkit dari luar orang Israel.

Wassalam

-o0o-

Access from,

http://cites-sat.blogspot.com/2012/02/muhammad-dalam-taurat-israel.html

Access date 5 April 2013.

Inilah Injil Yang Mengabarkan Muhammad

Inilah Injil Yang Mengabarkan Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL, Senin, 27 Pebruari 2012

Pemerintah Turki telah mengkonfimasi sebuah injil kuno yang diprediksi berusia 1500 tahun. Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Jesus) di bumi.

Bahkan Alkitab rahasia ini memicu minat yang serius dari Vatikan. Paus Benediktus XVI mengaku ingin melihat buku 1.500 tahun lalu. Sebagian orang memprediksi Injil ini adalah Injil Barnabas, yang telah disembunyikan oleh Turki selama 12 tahun terakhir.

Menurut mailonline,  injil yang ditulis tangan dengan tinta emas itu menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Jesus.

Injil kuno berusia 1.500 tahun ini bersampu kulit hewan, ditemukan polisi Turki selama operasi anti penyeludupan di tahun 2000 lalu. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Sebuah fotokopi satu halaman dari naskah kuno tulisan tangan Injil ini dihargai 1,5 juta poundsterling. Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay mengatakan, buku tersebut bisa menjadi versi asli dari Injil. Dan sempat tersingkir akibat penindasan keyakinan Gereja Kristen yang  menganggap pandangan sesat kitab yang memprediksi kedatangan penerus Jesus.

Gunay juga mengatakan Vatikan telah membuat permintaan resmi untuk melihat kitab dari teks yang kontroversial menurut keyakinan Kristen ini. Kitab ini berada diluar pandangan iman Kristen sesuai Alkitab Injil lain seperti Markus, Matius, Lukas dan Yohanes.[]

________________

Injil yang Memprediksi Kedatangan Nabi Muhammad Ditemukan di Turki

Sebuah kitab Injil berusia 1.500 tahun yang lalu yang menyatakan bahwa Jesus  menubuatkan kedatangan Nabi Muhammad ke Bumi, telah menarik perhatian Vatikan pekan ini.

Paus Benediktus XVI dilaporkan telah diminta untuk melihat kitab tersebut, yang telah tersembunyi di Turki selama 12 tahun terakhir, menurut laporan Daily Mail.

Injil, yang dilaporkan bernilai $ 22 juta, dilaporkan berisi prediksi Yesus akan datangnya Nabi Muhammad, menteri pariwisata dan budaya Turki Ertugrul Gunay mengatakan kepada surat kabar Inggris.

“Sejalan dengan keyakinan Islam, Injil yang ditemukan ini memperlakukan Yesus sebagai manusia dan bukan Tuhan. Injil ini menolak ide dari Tritunggal Kudus dan Penyaliban dan mengungkapkan bahwa Yesus meramalkan kedatangan Nabi Muhammad,” lapor Daily mail.

”Dalam satu versi Injil tersebut, Jesus mengatakan kepada para muridnya: “Bagaimana Mesias disebut? Muhammad adalah namanya yang diberkati”.

“Dan di tempat lain, Jesus menyangkal menjadi Mesias, mengklaim bahwa ia akan menjadi Ismail, istilah yang digunakan untuk orang Arab,” tambah surat kabar itu.

Menurut laporan tersebut, umat Islam mengklaim teks, yang banyak dikatakan adalah Injil Barnabas, adalah tambahan dari kitab-kitab Injil yang sudah ada yaitu Markus, Matius, Lukas dan Yohanes.

St Barnabas secara tradisional diidentifikasi sebagai pendiri Gereja Siprus, seorang Kristen awal yang kemudian menjadi rasul.

Gunay mengatakan bahwa Vatikan telah secara resmi diminta untuk melihat injil tersebut, yang Turki temukan selama operasi anti-penyelundupan polisi pada tahun 2000.

Skeptisisme atas keaslian naskah tulisan tangan kuno ini mulai bermunculan.

Pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan versi Injil tersebut dikatakan berasal dari abad kelima atau keenam, sementara St Barnabas hidup pada abad pertama sebagai salah satu Rasul Jesus.

“Salinan di Ankara mungkin telah ditulis oleh salah satu pengikut St Barnabas,” katanya kepada surat kabar Today Zaman.

Tapi kecurigaan sebenarnya segera dapat diselesaikan dengan mudah. Usia sebenarnya dari Injil bisa segera ditentukan oleh penelitian ilmiah, profesor teologi Turki Ömer Faruk Harman mengatakan kepada Daily Mail, untuk mengklarifikasi apakah itu ditulis oleh St Barnabas sendiri atau pengikutnya. (fq/aby) (http://www.eramuslim.com )

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 72 other followers