Memperbandingkan Muhammad Dengan Musa dan Jesus

Memperbandingkan Muhammad Dengan Musa dan Jesus

“Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya” (In-jil-Ulangan 18: 18).

A : “Kepada siapa ramalan tersebut ditujukan?”

B: “Jesus!”

A: “Mengapa Jesus namanya tidak disebut di sini?”

B: “Karena ramalan adalah kata-kata yang menggambarkan sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang, kita temukan kata-kata dalam ayat ini cukup melukiskannya. Anda lihat, kata yang paling penting dari ramalan ini adalah Soos Jy Is (like unto thee), -seperti engkau ini (seperti kamu)- seperti Musa, dan Jesus seperti Musa.

A: “Dalam hal apa Jesus seperti Musa?”.

B: “Pertama, Musa adalah seorang Yahudi dan Jesus juga seorang Yahudi; Kedua, Musa adalah seorang nabi dan Jesus juga seorang nabi -karena itu Jesus seperti Musa dan itu tepat sekali seperti yang dikatakan Tuhan kepada Musa- Soos Jy Is.

A: “adakah persamaan-persamaan lain antara Musa dan Jesus?”.

A: “Jika hanya dua kriteria ini saja untuk menentukan calon dalam ramalan pada Ulangan 18:18, maka untuk kasus ini kriteria dapat dipenuhi oleh setiap tokoh setelah Musa pada kitab Injil: -Solomon, Yesaya, Ezekiel, Daniel, Hosea, Yoel, Malachi, Yohanes Pembaptis dan lain-lain, karena mereka semua juga seorang “Yahudi” dan “Nabi”. Mengapa tidak menerapkan ramalan tersebut kepada salah satu nabi-nabi ini, dan mengapa harus Jesus? Mengapa kita harus menganggap yang satu ikan sementara yang lainnya unggas?”.

A: “Perhatikan, kesimpulan ini, adalah Jesus hampir tidak seperti Musa”.

Tiga Ketidaksamaan

Pertama Jesus tidak seperti Musa, karena, menurut Anda “Jesus adalah Tuhan”, tetapi Musa bukanlah Tuhan. “Apakah hal ini benar?” .

B: “Ya.”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa!”

A: Kedua, menurut Anda “Jesus Mati Untuk Dosa-dosa Dunia”, tetapi Musa tidak mati untuk hal tersebut. “Apakah hal ini benar?” .

B: “Ya.”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa!”

A: Ketiga, menurut Anda “Jesus Pergi Ke Neraka Selama Tiga Hari”, tetapi Musa tidak masuk ke sana. “Apakah hal ini benar?”

B: “Ya.”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa”

B: “Tetapi.:.,”

A: Saya lanjutkan dulu, “ini semua bukanlah fakta yang sukar, kokoh dan nyata. Hal ini adalah persoalan keyakinan belaka di mana seorang awam dapat tersandung dan jatuh. Marilah kita diskusikan sesuatu yang sangat sederhana, sangat mudah, yang jika orang awam diundang untuk mendengar diskusi tersebut mereka tidak akan kesulitan mengikutinya, bagaimana?”

Delapan Argumentasi Yang Tak Terbantahkan

1. Ayah dan Ibu

A: Musa mempunyai seorang ayah dan seorang ibu. Muhammad juga mempunyai seorang ayah dan seorang ibu. Tetapi Jesus hanya mempunyai seorang ibu, dan ayahnya bukan seorang manusia. Apakah hal ini benar?”.

B: “Ya.”

A: “Daarom is Jesus nie soos moses nie, maar Muhummed is soos moses!” artinya: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa!”

2. Kelahiran Ajaib

A: Musa dan Muhammad lahir secara normal dan alamiah, yaitu melalui percampuran fisik antara seorang pria dan wanita, tetapi Jesus diciptakan dengan sebuah keajaiban istimewa. Dalam Kitab Matius 1: 18 “… sebelum mereka (Yusuf dan Maria) hidup sebagai suami istri, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus …” Dan, Lukas mengatakan bahwa ketika berita gembira atas kelahiran anak suci tersebut diberitahukan kepada Maria, dia memberi alasan: “… bagaimana hal itu mungkin terjadi, sedangkan aku belum bersuami? Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Maha Tinnggi akan menaungi engkau….” (Lukas l: 34-35).

A: Kitab Suci Al-Qur’an menegaskan kelahiran Jesus yang ajaib tersebut dalam istilah yang mulia dan luhur dalam menjawab pertanyaan yang logis dari Maria: “Ya Rabbku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun?”Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah” lalu jadilah dia.”(QS. Ali Imran: 47). Bukanlah menjadi keharusan bagi Allah untuk menanam benih pada seseorang atau binatang. Jika Dia menghendakinya itu pasti akan terjadi. Ini adalah konsep umat Islam pada kelahiran Jesus.

A: “Versi mana yang lebih Anda sukai untuk diberikan kepada anak perempuan Anda, Al-Qur’an atau Injil?”

B: “Versi Al-Qur’an.”

A: “Apakah benar kelahiran Jesus yang ajaib berlawanan dengan kelahiran Musa dan Muhammad yang alami?”

B: “Ya!”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa tetapi Muhammad seperti Musa”.

Dan, Tuhan berkata kepada Musa pada Ulangan 18: 18 “Like unto thee” (Seperti kamu, seperti Musa) dan Muhammad seperti Musa.

3. Ikatan Perkawinan

A: Musa dan Muhammad menikah dan mempunyai anak, tetapi Jesus tetap menjadi seorang bujangan selama hidupnya. “Apakah hal ini benar?”

B: “Ya.”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa”.

4.Jesus Ditolak Oleh Kaumnya.

A: Musa dan Muhammad diterima sebagai nabi oleh kaumnya dalam kehidupan mereka. Tidak ada keraguan bahwa orang-orang Yahudi terus menerus memberi kesulitan kepada Musa, tetapi sebagai bangsa secara keseluruhan, mereka mengetahui bahwa Musa adalah utusan Allah yang dikirim untuk mereka. Orang-orang Arab juga membuat kehidupan Muhammad menjadi menderita. Beliau sangat menderita akibat ulah mereka. Setelah 13 tahun berda’wah di Makkah, beliau harus pindah dari kota kelahirannya.

A: Tetapi sebelum kematiannya, bangsa Arab secara keseluruhan telah menerimanya sebagai utusan Allah. Tetapi berdasarkan Injil – “Dia (Jesus) datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerimanya.” (Yohanes 1: 11). Dan bahkan sampai hari ini, setelah 2000 tahun, kaumnya orang-orang Yahudi, secara keseluruhan telah menolaknya.

A: “Apakah hal ini benar?”

B: “Ya.”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa.”

5. Kerajaan “Dunia Lain”.

A: Musa dan Muhammad adalah nabi dan juga raja. Nabi berarti seorang manusia yang menerima wahyu untuk menunjuki manusia dan menyampaikan petunjuk ini kepada ciptaan Allah seperti yang diterimanya tanpa ada penambahan atau pengurangan. Raja adalah seorang manusia yang mempunyai kekuasaan atas hidup dan mati rakyatnya. Tidaklah penting apakah orang tersebut mengenakan mahkota atau tidak, atau apakah dia mengenakan pakaian raja; Jika seseorang mempunyai hak untuk memberikan hukuman mati -Dia adalah raja-. Musa memiliki kekuasaan tersebut. Ingatkah Anda orang Israel yang pada hari Sabbath ditemukan sedang mengumpulkan kayu bakar, dan Musa menghukum mati orang tersebut dengan dilontari batu? (Bilangan 15: 36). Terdapat tindakan kejahatan lainnya yang disebutkan dalam Injil yang karenanya Musa memberikan hukuman mati pada orang-orang Yahudi tersebut. Begitujuga Muhammad, beliau memiliki kekuasaan atas hidup dan mati kaumnya. Pada Injil terdapat beberapa contoh orang-orang yang hanya diberi kenabian, tetapi tidak dalam posisi untuk menerapkan petunjuk mereka. Beberapa orang suci Tuhan yang tidak berdaya menghadapi penolakan yang keras atas pesan yang disampaikan mereka ini adalah nabi Lot, Jonah, Daniel, Ezra dan Yohanes Pembaptis. Mereka hanya dapat menyampaikan pesan, tetapi tidak dapat memaksakan hukuman. Sayangnya nabi suci Jesus juga termasuk kategori ini. Para penginjil Kristen dengan jelas membenarkan hal ini: Ketika Jesus diseret sebelum Gubernur Roma (Pontius Pilate) menuduhnya sebagai pendusta, Jesus membuat sebuah pernyataan meyakinkan dalam pembelaannya untuk menyangkal tuduhan yang salah:

“Jawab Jesus, ‘Kerajaanku bukan dari dunia ini; Jika kerajaanku dari dunia ini, pasti hamba-hambaku telah melawan, supaya aku jangan diserahkan kepada orang orang Yahudi, akan tetapi kerajaanku bukan dari sini”. (Yohanes 18: 36). Hal ini meyakinkan Pilatus (seorang penyembah berhala) dengan pemikiran bahwa Jesus tidak sepenuhnya berkuasa atas kemampuan ruhaninya, dia tidak menganggapnya orang yang membahayakan pemerintahannya. Jesus hanya menuntut sebuah kerajaan spiritual, dengan kata lain dia hanya menyatakan sebagai seorang nabi.

A: “Apakah hal ini benar?”.

B: “Ya.”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa.”

6. Tak Ada Hukum Baru

A: “Musa dan Muhammad membawa hukum dan aturan baru untuk kaumnya. Musa tidak hanya memberi 10 perintah Allah kepada orang-orang Israel, tetapi hukum-hukum peribadatan yang sangat luas sebagai petunjuk kaumnya. Muhammad datang kepada sebuah kaum yang sangat bodoh dan biadab. Mereka menikahi ibu tirinya, menguburkan anak perempuannya hidup-hidup, mabuk-mabukan, berzina, menyembah berhala dan berjudi dari hari ke hari. Gibbon melukiskan orang-orang Arab sebelum Islam dalam Decline and Fall of the Roman Empire (artinya: Kemunduran dan Keruntuhan Kekaisaran Romawi.), “Kebrutalan manusia, hampir tanpa perasaan, sulit dibedakan keburukannya dari sisa-sisa penciptaan hewan”. Sukar mendapatkan sesuatu yang membedakan antara manusia dan hewan pada saat itu. Mereka adalah hewan dalam wujud manusia.

A: Dari kebiadaban yang hina ini, Muhammad meng-angkat mereka, dalam kata-kata Thomas Carlysle, “Menjadi pembawa obor penerangan dan pelajaran. Bagi bangsa Arab ini adalah kelahiran dari kegelapan menjadi cahaya. Untuk pertama kalinya Arab menjadi hidup karenanya. Masyarakat penggembala yang miskin, mengembara tidak dikenal di padang pasir sejak penciptaan dunia. Perhatikan, tidak dikenal menjadi terkemuka di dunia, yang kecil telah tumbuh menjadi dunia besar. Dalam satu abad kemudian Granada telah berada di tangan bangsa Arab dan Delhi di tangannya yang lain. Pandangan sekilas dalam keberanian, kemegahan, dan cahaya kecerdasan, Arab menyinari bagian yang besar dari dunia… “Kenyataannya adalah Muhammad memberikan kaumnya sebuah hukum dan peraturan yang belum pernah dimiliki mereka sebelumnya.

A: Mengenai Jesus, ketika orang-orang Yahudi merasa curiga terhadapnya bahwa ia mungkin seorang penipu dengan tujuan menyesatkan ajaran mereka, Jesus mengambil penderitaan untuk meyakinkan mereka bahwa dia tidak datang dengan agama baru. Tidak ada hukum baru dan tidak ada peraturan baru. Saya kutip kata-katanya: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau meniadakan kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi’. “(Matius 5: 17-18).

A: Dengan kata lain, dia tidak datang dengan hukum atau aturan baru. Dia datang hanya untuk menggenapi hukum lama. Hal inilah yang diberikannya kepada orang-orang Yahudi untuk dimengerti. Kecuali jika ia sedang mencoba menggertak orang-orang Yahudi, agar menerimanya sebagai utusan Allah dan dengan dalih mencoba memasukkan agama baru kepada mereka. Tidak! Utusan Tuhan ini tidak akan pernah berusaha dengan curang untuk menumbangkan agama Tuhan. Dia dengan sendirinya mematuhi hukum. Dia mematuhi perintah-perintah Musa, dan menghormati hari Sabbath. Tidak ada kesempatan seorang Yahudi menunjukkan jari padanya dan berkata, “Mengapa kamu tidak puasa” atau “Mengapa kamu tidak mencuci tanganmu sebelum membelah roti”. Jesus menuduh mereka selalu mengatakan bertentangan dengan muridnya, tetapi tidak pernah bertentangan dengannya. Hal ini karena sebagai seorang Yahudi yang baik, ia menghormati hukum-hukum nabi yang men-dahuluinya. Singkatnya, ia tidak menciptakan agama baru dan tidak membawa hukum baru seperti Musa dan Muhammad.

A: “Apakah hal ini benar?”

B :”Ya.”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa”.

7. Bagaimana Mereka Pergi.

A: Musa dan Muhammad meninggal dalam kematian yang wajar, tetapi menurut agama Kristen, Jesus dengan kejam dibunuh di tiang salib. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee.

B: “Ya”.

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa.” .

8. Surga Sebagai Tempat Kediaman.

A: Musa dan Muhammad terbaring dikubur dalam bumi, tetapi menurut Anda, Jesus beristirahat di surga. “Apakah hal ini benar?”

B: “ya”

A: “Karena itu Jesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa”.

Access

http://indonesiaindonesia.com/f/47086-muhammad-kitab-perjanjian-lamanasrani-liat/

Misteri Muhammad Dalam Alkitab

Misteri Muhammad Dalam Alkitab

Misteri – Benarkah Nabi Muhammad SAW pernah dinubuatkan oleh AlKitab / Injil umat Nasrani? Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Nama Nabi Muhammad Dalam Kitab Kidung Agung

Kidung Agung 5:16

hikvō mamətaqqîm vəkullvō mahămadîm zeh dwōdî vəzeh rē‘î bənwōt yərûšālāim. (Teramat manis tutur katanya, dia adalah mahămadîm. Inilah kekasihku dan sahabatku, O puteri-puteri Yerusalem).

Lafadz Ibrani pada kitab Kidung Agung (Song of Solomon) sangat jelas mencantumkan nama Muhammad (MHMD) dengan menambahkan kata “dim” yang artinya “yang agung”.

Mahămadîm dalam Bible berbahasa Inggris diterjemahkan “lovely”, dalam bahasa Arab mahămadîm seharusnya menjadi MUHAMMADIM.

Namun pendeta / pastur Arab Kristen tidak mau menerima kebenaran kata “muhammadim” adalah nabi “Muhammad Yang Agung”. Mereka mengatakan bahwa muhammadim artinya seseorang yang memiliki karakteristik terpuji (bahasa Arab: hamidah). Dan ternyata para pendeta Arab Kristen cepat bertindak dengan mengedit Bible dan mengubah mahămadîm menjadi Habiibii seperti yang dapat anda saksikan di Bible berbahasa Arab terkini.

Benarkah “muhammadim” hanyalah sifat dan sama sekali bukan nama orang?

Sekarang pembaca perhatikan.

Kidung Agung 5:10.

(Hebrew) דודי צח ואדום דגול מרבבה׃

(Hebrew With Vowel) דֹּודִי צַח וְאָדֹום דָּגוּל מֵרְבָבָֽה׃

(Transliterasi) dvōdî sah və’ādvōm dāgûl mērəbābâ:

(KJV) My beloved white and ruddy, the chiefest among ten thousand.

(Terjemahan Bebas) Kekasihku itu putih dan merah sehat, pemimpin di antara 10.000 orang.

Kidung Agung 5:16

(Hebrew) חכו ממתקים וכלו מחמדים זה דודי וזה רעי ב�*ות ירושׁלם׃

(Hebrew Wiith Vowel) חִכֹּו מַֽמְתַקִּים וְכֻלֹּו מַחֲמַדִּים זֶה דֹודִי וְזֶה רֵעִי בְּ�*ֹות יְרוּשָׁלִָֽם׃

(Transliterasi) hikvō mamətaqqîm vəkullvō mahămadîm zeh dwōdî vəzeh rē‘î bənwōt yərûšālāim:

(KJV) His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.

(Terjemahan Bebas) Teramat manis tutur katanya, dia adalah mahămadîm. Inilah kekasihku dan sahabatku, O puteri-puteri Yerusalem.

Sangatlah jelas “my beloved” adalah MAHAMADIM (MHMDM) atau MUHAMMADIM (Muhammad Yang Agung) adalah pemimpin 10.000 orang. Nabi Muhammad adalah pemimpin 10.000 pasukan dalam penaklukkan kota Mekkah di Paran.

Keturunan Nabi Muhammad

Sesungguhnya nabi Ibrahim dan anaknya (nabi Ishmail) telah berdoa ketika berada di Mekkah agar Allah SWT menjadikan keturunan mereka sebagai umat yang tunduk dan patuh kepada Allah SWT.

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al Baqarah 2:128-129).

Dalam Perjanjian Lama (Taurat) dicatat:

“Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.” (Kejadian 17:20).

“Bangunlah, angkatlah anak itu (Ismail), dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” (Kejadian 21:18).

Tidak ada keturunan Ismail suatu umat yang berjaya, kecuali umat nabi Muhammad saw, sebagaimana yang Allah firmankan,

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma”ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran 3:110).

Dalam Perjanjian Lama Taurat Kitab Ulangan,

“Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya” (Ulangan 18:18).

Yang dimaksud dari antara ‘saudara mereka’ adalah bani Ismail. Bukan bani Israel sebagaimana keyakinan Yahudi dan Kristen. Yahudi beranggapan bahwa nubuat Ulangan 18:18 adalah untuk Yosua, sedangkan Kristen beranggapan bahwa nubuat Ulangan 18:18 adalah untuk Jesus.

Namun argumen Kristen dan Yahudi tertolak dengan sendirinya melalui ayat,

Ulangan 34:10

וְלֹֽא־קָם �*ָבִיא עֹוד בְּיִשְׂרָאֵל כְּמֹשֶׁה אֲשֶׁר יְדָעֹו יְהוָה פָּ�*ִים אֶל־פָּ�*ִֽים׃

vəlō`-qām nāby` ‘ovd bəyiśərā”ēl kəmōšeh “ăšer yədā‘vō yəhvâ pānîm “el-pānîm

vəlō` (TIDAK) -qām (BANGKIT) nāby` (NABI) ‘ovd (LAGI) bəyiśərā”ēl (ISRAEL) kə (SEPERTI) mōšeh (MUSA) “ăšer yədā (KENAL) ‘wō yəhvâ (TUHAN) pānîm (MUKA) “el-pānîm (MUKA).

“Tidak ada lagi nabi yang bangkit di Israel, Seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka” (Ulangan 34:10 Terjemahan Bebas).

Nabi Muhammad adalah nabi seperti Musa, karena ia memiliki kitab suci dan hukum yang baru, dan nabi Muhammad bukanlah orang Israel.

Berdasarkan Ulangan 34:12, hanya nabi Musa saja di kalangan bani Israel yang dianugerahi mukjizat luar biasa oleh Tuhan. Jadi nabi Yosua, nabi Jesus, dan nabi-nabi dari kalangan bani Israel lainnya sama sekali tidak ada yang bisa menyamai mukjizat nabi Musa (baca Ulangan 34:12).

Ulangan 34:12 (KJV Bible),

And in all that mighty hand, and in all the great terror which Moses shewed in the sight of all Israel.

Ulangan 34:12 (LAI 1974),

dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.

Ulangan 34:12 (Transliterasi),

úləkol hayyād hahăzāqāh úləkol hammovrā` haggādovl `ăser ’āsāh moseh lə’ēynēy kāl-yisərā`ēl.

Ulangan 34:12 (Bahasa Ibrani),

וּלְכֹל הַיָּד הַחֲזָקָה וּלְכֹל הַמֹּורָא הַגָּדֹול אֲשֶׁר עָשָׂה מֹשֶׁה לְעֵי�*ֵי כָּל־יִשְׂרָאֵֽל׃

Taurat mencatat bahwa Ismail adalah seorang pemanah di padang pasir Pasir.

“Allah menyertai anak itu (Ismail), sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun (Paran) dan menjadi seorang pemanah” (Kejadian 21:20).

Nabi Muhammad pun telah mengisyaratkan dalam haditsnya bahwa nenek moyangnya adalah seorang pemanah. Dan dalam hal ini telah terjadi pada kabilah Aslam beberapa orang dari mereka yang memanah dengan busur, maka nabi Muhammad berkata kepada mereka:

“Panahlah wahai keturunan Ishmail, sesungguhnya bapak kamu (Ishmail) adalah seorang pemanah” (Bukhori kitab al Jihad wa Sair, Ibnu Majah dalam kitab Al Jihad).

Karakteristik Nabi Muhammad dalam Alkitab

Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan sebuah hadits yang disandarkan kepada Abdullah bin Mas”ud yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW mendengarkan orang-orang Yahudi membaca Taurat di sebuah Kanisah (kuil). Tatkala Rasulullah SAW masuk ke Kanisah itu, mereka berhenti membacanya, lalu Rasulullah SAW bertanya :”Mengapa kamu berhenti membacanya?”. Seorang yang sedang sakit di tempat itu kemudian mengambil kitab Taurat lalu membacanya sampai kepada penjelasan sifat Rasulullah SAW dan umatnya. Setelah itu orang yang membaca tersebut berucap: “Inilah sifat-sifat engkau dan umatmu, saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya engkau adalah rasul (utusan) Allah.”[1]

Beberapa karakteristik Nabi Muhammad dalam Alkitab antara lain:

1. Bahwasanya Kerajaan Syeba (Yaman) akan tunduk pada Nabi Muhammad.

“Kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti!” (Mazmur 72:10)

Telah habis masa kerajaan Yaman, dan tidak ada lagi seorang nabi yang nanti raja Yaman akan tunduk padanya, kecuali kepada Nabi Muhammad SAW.

2. Bahwasanya Nabi Muhammad memiliki kekuasaan pengadilan dan Hukum.

“Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!”.

Nabi Muhammad adalah pemimpin agama sekaligus pemimpin pemerintahan Islam. Ia memiliki kekuasaan pengadilan. Dengan kekuasaanya, ia menegakkan keadilan didaerah kekuasaannya (Mazmur 72:4).

3. Bahwasanya Nabi Muhammad membawa ajaran Shalowm (Salam / Islam).

“Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera (Shalowm) bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!” (Mazmur 72:3).

Shalowm (bahasa Ibrani) atau Salam (Bahasa Arab) adalah arti kata Islam. Nabi Muhammad membawa ajaran Islam (Shalowm) dan menegakkan kebenaran dengan kekuasaan yang dimilikinya.

4. Bahwasanya beliau adalah pahlawan yang menyandang pedang.

“…kemurahan tercurah pada bibirmu, sebab itu Allah telah memberkati engkau untuk selama-lamanya. Ikatlah pedangmu pada pinggang, hai pahlawan…. (Mazmur 45:2-3).

5. Bahwasanya Tuhan akan memasyhurkan nama nabi Muhammad.

“Aku mau memasyhurkan namamu turun-temurun; sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan selamanya” (Mazmur 45:17).

6. Bahwasanya Nabi Muhammad Adalah Batu Penjuru.

“Kata Jesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru : hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita . Sebab itu, aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu”.

Tafsiran.

“yang dibuang”: nabi Muhammad keturunan Ismail yang dibuang (diusir) oleh Sarah.

“batu penjuru”: nabi terakhir.

“ajaib di mata kita”: Bangsa Yahudi akan memandang ajaib, karena selama ini kenabian selalu lebih banyak lahir dari mereka.

“Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu”. Artinya Kerajaan Allah akan berpindah dari Bani Israel ke bani Ismail yang dibuang dahulu.

Nabi Muhammad bersabda:

“Sesungguhnya perumpamaan saya dengan nabi-nabi sebelumku adalah seperti perumpamaan seseorang yang membangun sebuah rumah, ia perindah dan perhiasi rumah itu, kecuali hanya satu tempat batu saja disalah satu sudut bangunan itu, maka orang-orang berthawaf (berkeliling) di sekitarnya, mereka takjub terhadap bangunan itu seraya berkata: “Tidakkah lobang ini diletakkan satu batu?”. Beliau (nabi Muhammad saw) berkata: “Aku lah satu batu itu dan akulah penutup para nabi.” (Lihat Bukhori, kitab “Manaqib”. Muslim pada kitab “Al-Fadhail”).

7. Bahwasanya Nabi Muhammad Akan Hijrah (dari Mekkah) Dan Disambut penduduk kota Yang Didatanginya (Medinah).

Yesaya Pasal 21:13-17,

“Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah kafilah orang Dedan ! Hai penduduk tanah Tema , keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab Tuhan, Allah Israel, telah mengatakannya”.

Dedan: adalah di Arabia bagian Utara. Negeri yang dekat dengan kota Madinah daripada Tema.

Tema: adalah anak Ismail. Daerah utara dekat kota Madinah.

Kedar: adalah anak Ismail.

Nubuat kitab Yesaya sangat otentik karena sesuai historis dimana Yahweh (Allah Israel) berfirman bahwa anak-anak Ismail di Arabia akan mendapat wahyu dari-Nya. Wahyu yang diterima Yesaya memerintahkan kepada orang-orang Tema supaya menghidangkan makanan dan minuman kepada orang-orang yang lari dari pedang. Nabi Muhammad dan umat Muslim kota Mekkah hijrah pada tahun 1 Hijriah menuju kota Madinah dimana mereka mendapat sambutan meriah dari penduduk kota Madinah.

8. Bahwasanya setahun setelah hijrah akan ada perang yang dimenangkan oleh beliau.

Yesaya Pasal 21:13-17,

“Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah kafilah orang Dedan ! Hai penduduk tanah Tema , keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab Tuhan, Allah Israel, telah mengatakannya”.

Nubuat ini digenapi dengan perang Badar, dimana kaum musyrikin kota Mekkah menyerang nabi Muhammad dan pasukan Islam yang berkedudukan di Madinah. Dan nabi Muhammad berhasil menang melawan mereka.

Pada tanggal 12 Robiul Awal thn 1 Hijriah, nabi Muhammad tiba dikota Madinah. dan pada tanggal 17 Romadhon thn 2 Hijriah. Jadi dengan selisih satu tahun, nabi Muhammad memimpin pasukan Muslim mengalahkan Kaum Musyrikin Mekkah dlm Perang Badar.

QS Ali “Imran 123-126,

Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.

(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?”

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.

Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

9. Bahwasanya Beliau Mengendarai Unta.

“Apabila dilihatnya pasukan, pasang-pasangan orang berkuda, pasukan keledai, pasukan unta, maka haruslah diperhatikannya sungguh-sungguh, dengan penuh perhatian” (Yesaya 21:7).

Penglihatannya Yesaya ini terbagi menjadi dua bagian, bahwa seorang penunggang keledai dan seorang penunggang unta, umumnya Kristen akan berkata bahwa sang penunggang keledai itu adalah Jesus (Yohanes 12:14). Lalu siakapah yang dijanjikan akan mengendarai unta? Tokoh yang dinubuatkan oleh Yesaya ini tidak akan pernah digenapi selain untuk Nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad mengendarai unta sebab ia tinggal digurun pasir.

10. Bahwasanya Bani Ishmail Akan Menyanyikan Nyanyian Baru Bagi Tuhan.

“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! Baiklah mereka memberi penghormatan kepada Tuhann, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau” (Yesaya 42:10-12).

Nyanyian bagi mereka adalah nyanyian adzan, dzikir, dan takbir kepada Allah. Hingga kini hanya ada nyanyian adzan di Arab Saudi, bukan nyanyian Gereja karena 100% penduduk Arab Saudi adalah muslim.

Bukit Batu di kota Madinah

11. Bahwasanya kambing dan domba Nebayot dan Kedar akan dipersembahkan di Baitullah (Bait Allah).

“Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku” (Yesaya 60:7).

Umumnya Kristen akan berkata bahwa Yesaya 60:7 ini adalah untuk Jesus. Namun sejarah hingga kini mencatat Nebayot, Kedar, dan keturunan Ismail lainnya hanya tunduk kepada nabi Muhammad. Rumah keagungan-ku adalah Baitullah di Kabah, bukan Basilika St Petrus di Roma dan Gereja di Yerusalem. Karena bani Ismail tidak pernah mempersembahkan kambing dan domba untuk korban kepada Paus Roma maupun Uskup di Yerusalem.

12. Bahwasanya Beliau Senantiasa Didoakan setiap waktu.

“Kiranya ia didoakan senantiasa, dan diberkati sepanjang hari!” (Mazmur 72:15)

Beginilah keadaan nabi Muhammad saw, umat Muslim selalu mendoakan dan memberkati setiap kalinya dalam sholat (sembahyang) yakni melalui salawat.

13. Bahwasanya Beliau akan memimpin 10.000 pasukan menaklukkan Paran.

Ulangan 33:2 (KJV Bible),

“And he said, The Lord came from Sinai, and rose up from Seir unto them; he shined forth from mount Paran, and he came with ten thousands of saints: from his right hand went a fiery law for them”.

“Berkatalah ia: “Tuhan datang dari Sinai dan terbit dari Seir kepada mereka; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dengan 10.0000 orang kudus; di sebelah kanannya tampak kepada mereka api yang menyala”.

Kata “RIGHT HAND” bisa diartikan juga “Selatan”. Mengapa “Right Hand” artinya “Selatan”.

Coba Anda berdiri tegak dengan sikap sempurna menghadap ke Timur, lalu rentangkan kedua tangan Anda. Maka ketika Anda berdiri tegak menghadap ke Timur maka tangan kiri Anda menghadap ke Utara, dan tangan kanan Anda menghadap ke Selatan.

Mungkin Anda akan bertanya: “Mengapa patokannya harus menghadap ke Timur?”.

Jawaban kami adalah Karena Ulangan 33:2 menyebut Tuhan ini diibaratkan matahari yang bersinar. Tentu saja matahari bersinar dari arah Timur di pagi hari.

Sehingga ketika Anda menghadap ke Timur, tangan kiri Anda menghadap ke Utara, tangan kanan Anda menghadap ke Selatan. Silahkan di praktekkan.

Jadi tafsirannya adalah:

“Dan ia berkata, Tuhan datang dari Sinai, dan terbit kepada mereka dari Seir, ia bersinar dari pegunungan Paran, dan ia datang dengan 10.000 orang kudus dari Selatan dengan hukum yang berapi-api. ” (Ulangan 33:2).

Sinai adalah Tempatnya Musa.

Seir adalah Palestina, yakni tempatnya Jesus (Isa).

Dan di pegunungan Paran, nabi Muhammad datang menaklukkan kota Mekkah beserta 10.000 orang dengan hukum yang berapi-api.

Menariknya Bible revisi terbaru yakni Today’s New International Version (TNIV) dan New International Version (NIV) – meskipun mengartikan sedikit berbeda dengan pernyataan Bible KJV – menyatakan juga bahwa Paran terletak di Selatan.

Ulangan 33:2 (TNIV dan NIV)

“He said: “The LORD came from Sinai and dawned over them from Seir; he shone forth from Mount Paran. He came with [a] myriads of holy ones from the south, from his mountain slopes”.

14. Bahwasanya Kiblat tidak lagi di Yerusalem.

“Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah”. Kemudian Jesus berkata: “hai perempuan, percayalah kepadaku, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem” (Yohanes 4:20).

Injil Yohanes pasal 4 mencatat sabda Jesus tentang bagaimana cara menyembah (worship) Allah yang benar dan pada saatnya nanti kiblat tidak akan berada di Yerusalem. Berpindahnya kiblat tempat menyembah Allah, tidak akan pernah terjadi selain pada masa kenabian Muhammad.

Apakah Mereka Tidak Beriman?

Dari sekian banyak contoh dari kabar gembira yang telah kami sebutkan diatas, telah jelas bagi kita bahwa kitab-kitab suci terdahulu yakni Taurat, Mazmur (zabur), kitab-kitab suci Yahudi lainnya, dan Injil telah mengisyaratkan agar umatnya dapat mengenali sang Nabi Penutup. Hal ini telah ada berabad-abad sebelum sang Nabi penutup yakni Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah.

Berita gembira tentang diutusnya Nabi Muhammad SAW sangat mashur sekali dikalangan umat-umat terdahulu. Karena nabi-nabi mereka telah mengabarkan tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW. Dan berita-berita yang terdapat dalam kitab-kitab suci samawi terdahulu inilah yang menyebabkan kebanyakan orang masuk Islam.

Sebagaimana Ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), mereka menunggu kedatangan nabi terakhir. Maka tatkala ia datang, mereka yang tahu betul ajaran Taurat diantaranya Abdullah bin Salam. Allah menceritakan hal ini dalam surat al-Ahqaf:

“Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Quran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Quran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS Al Ahqaaf 10).

Dan sebagian dari ahlulkitab (Yahudi dan Nasrani) itu ada yang berpaling terhadap kebenaran. Timbullah perasaan iri dan dengki dikalangan mereka. Bahkan mereka terus-menerus memusuhi, membenci, dan memerangi beliau. Kemudian mereka mempelajari teks-teks Alkitab yang menyebutkan tentang nama dan karakteristik Nabi Muhammad, lalu mengeditnya.

“….. kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya …..” (QS Al-An”am 91).

“….. Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya …..” (QS An-Nisaa” 46).

“….. Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya …..” (QS Al Maa”idah 13).

“….. sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.” (QS At Taubah 34).

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud mengambil jalan di antara yang demikian, merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.” (QS An Nisaa” 150-151).

Penggantian dan perubahan terhadap isi Alkitab terus-menerus dilakukan oleh pendeta Kristen hingga saat ini. Namun, isyarat yang pasti dan bukti yang nyata dalam alkitab hingga kini masih terdapat sisa-sisa keterangan -yang masih belum diedit- yang menyebutkan tentang karakteristik Nabi Muhammad SAW.

Penulis telah mendapatkan dalam Alkitab mengenai nama, karakteristik, tempat ia diutus, juga disebutkan pula tutur kata beliau, dan peristiwa hijrah Nabi Muhammad dan kekalahan musuh-musuhnya. Semua karakteristik itu tidak sesuai bagi setiap orang kecuali pada diri Nabi Muhammad SAW.

“Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam……” (QS Ali “Imran 19).

Catatan Kaki

[1] :Ensiklopedi Hukum Islam, Jilid 3, halaman 757, Penerbit PT Ichtiar Baru Van Houve, Jakarta, cetakan keenam, 2003.

Sumber:

  • Muhammad Dalam Kitab Samawi, Oleh Syeikh Abdul Majid A. Zainuri, Penerbit Iqra Insan Press, cetakan pertama, 2004.
  • Ensiklopedi Hukum Islam, Jilid 3, halaman 757, Penerbit PT Ichtiar Baru Van Houve, Jakarta, cetakan keenam, 2003.
  • King James Version Bible.
  • Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia.

Tambahan:

Pengertian Islam itu sendiri yang dimaksudkan adalah agama apapun yang berasal dari Allah SWT (agama Samawi), yaitu agama dengan ajaran yang masih bersih / belum ternodai oleh campur tangan manusia dan adat istiadat / kebudayaan.

Nubuat Datangnya Nabi Muhammad Di dalam Veda Hindu

Nubuat Datangnya Nabi Muhammad Di dalam Veda Hindu

Berita di bawah ini saya kutip dari dari sekian banyaknya situs / blog yang mempublikasikan berita sebuah penelitian Dr. Zakir Naik, yang menemukan kaitan antara “Kalky Awatara” (di dalam weda), dengan sosok nabi Muhammad.

“Nabi Muhammad adalah nabi umat Hindu?”.

Nubuat Datangnya Nabi Muhammad saw di VEDA (sebenarnya itu sebuah pertanyaan, bukan pernyataan, tetapi akibat banyaknya “copas” maka berubahlah kutipan-kutipan itu menjadi “pernyataan”).

Kalimat itu pasti mengejutkan bagi kebanyakan umat Islam maupun umat Hindu, bahkan mungkin bagi umat di luar kedua agama itu. Betapa tidak, konsep dari dua agama itu sangat jauh berbeda. Mungkinkah nabi Muhammad saw adalah nabi dari kedua agama itu?

Jika dikatakan bahwa nabi Muhammad saw adalah juga nabi dari umat Yahudi & umat Kristen, mungkin banyak dari kalangan umat Islam akan setuju, mengingat dalam Alquran memang terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa kedatangan nabi Muhammad sebenarnya sudah diberitakan dalam kitabsuci pendahulunya, seperti Taurat dan Injil. Lima kitab awal dari kitab Perjanjian Lama Kristen adalah apa yang oleh umat Yahudi diakui sebagai Torah / Taurat / Pentatouch, yaitu kitabsuci Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Sedangkan 4 kitab awal dari kitab Perjanjian Baru Kristen diakui oleh umat Kristen sebagai kitab Injil, yaitu kitabsuci Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.

Sekalipun umat Islam menyatakan bahwa Taurat dan Injil yang diturunkan pada nabi Musa & nabi Isa adalah bukan yang diakui oleh umat Yahudi & Kristen sekarang, atau setidaknya sudah berubah / diubah dari aslinya, banyak para pakar ilmu Kristologi yang menyatakan bahwa dalam Taurat dan Injil yang diakui umat Yahudi dan Kristen sekarang inipun masih terdapat sisa-sisa ramalan kedatangan nabi Muhammad saw (sebenarnya sangat menarik untuk menampilkan argumentasi pembuktiannya, tapi hal itu bukan topik utama dari tulisan ini).

Jika umat Islam mempercayai ramalan nubuat datangnya nabi Muhammad saw dalam kitab Taurat dan Injil, bagaimana dengan kitab suci umat Hindu? Mungkinkah nabi Muhammad adalah seorang nabi yang kedatangannya sudah diramalkan oleh kitab suci umat Hindu? Itulah yang akan kita bahas di sini.

Sebenarnya dalam Alquran terdapat ayat-ayat yang dapat dijadikan acuan bahwa nabi Muhammad mungkin saja adalah juga seorang nabi umat Hindu yang ramalan kedatangannya terdapat dalam kitab-kitab suci umat Hindu. Di antaranya:

  • Dalam surat Asy-Syu’ara (26) ayat 196: “Dan sesungguhnya Alquran itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu”. Jadi dalam kitab-kitab sebelum Alquran juga terdapat wahyu Tuhan.
  • Dalam surat Fatir (35) ayat 24 dinyatakan bahwa tidak ada suatu kaum di masa lalu tanpa seorang pemberi peringatan.
  • Dalam surat Al-Ahzab (33) ayat 40 dinyatakan bahwa Muhammad adalah utusan Tuhan dan merupakan penutup para nabi (utusan terakhir).
  • Dalam surat Al-Anbiya (21) ayat 107 dinyatakan bahwa nabi Muhammad tidak diutus melainkan untuk seluruh semesta alam.
  • Dalam surat Saba’ (34) ayat 28 dinyatakan bahwa Tuhan mengutus Muhammad untuk seluruh umat manusia, pemberi kabar gembira, dan peringatan akan dosa, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
  • Juga dalam hadits Bukhari vol 1. dalam kitab Shalat bab 56 hadits no 429, nabi Muhammad bersabda: “Semua rasul yang diutus sebelumku hanya berlaku untuk umat/bangsanya saja, tapi aku diutus untuk semua umat manusia”.

Sekarang akan kita lihat dalam kitab suci agama Hindu.

Ada banyak kitab dalam agama Hindu yang diakui sebagai kitab suci mereka. Dari semuanya yang dianggap paling suci adalah kitab Veda (Weda). Bila di antara kitab-kitab itu ada yang bertentangan, maka yang harus menjadi rujukan utama adalah Weda yang juga masih terbagi lagi menjadi beberapa kitab. Kitab-kitab lain selain Weda adalah: Upanishad, Smriti, Dharma Sastra, Bhagavat Gita, Puranas, dan lain lain.

Ayat-ayat ramalan kedatangan nabi Muhammad

Disebutkan dalam Bhavisa Purana –> dalam Pratisarag Parv III, Khand 3, Adhyay 3, Shalokas 10 to 27:

Aryadarma akan tampil di muka bumi ini. ‘Agama kebenaran’ akan memimpin dunia ini. Saya diutus oleh Isyparmatma. Dan pengikut saya adalah orang yang berada di lingkungan itu, yang kepalanya tidak dikucir, mereka akan memelihara jenggot dan akan mendengarkan wahyu, mereka akan mendengarkan panggilan sholat (adzan), mereka akan memakan apa saja kecuali daging babi, mereka tidak akan disucikan dengan tanaman semak-semak / umbi-umbian tapi mereka akan suci di medan perang. Meraka akan dipanggil “Musalaman” (perantara kedamaian).”

Kalau anda baca tulisan di atas dengan baik, maka anda akan melihat bahwa ciri-ciri dari pengikut agama kebenaran yang disebutkan adalah ciri-ciri yang umum terdapat pada umat Islam.

Dalam Atharvaveda book 20 Hymn 127 Shlokas 1-14 disebutkan tentang Kuntupsuktas yang mengisyaratkan bahwa nabi Muhammad akan terungkap kemudian.

Mantra 1 mengatakan: ia akan disebut Narasangsa. “Nars” artinya orang, “sangsa” artinya “yang terpuji”.Jadi Narasangsa artinya: orang yang terpuji. Kata “Muhammad” dalam bahasa arab juga berarti: orang yang terpuji. Jadi Narasangsa dalam bahasa Sansekerta adalah identik dengan Muhammad dalam bahasa arab. Jadi Narasangsa adalah figur yang sama dengan nabi Muhammad. Ia akan disebut “Kaurama” yang bisa berarti: pangeran kedamaian, dan bisa berarti: orang yang pindah (hijrah). Nabi Muhammad adalah seorang pangeran kedamaian yang hijrah dari Makkah ke Madinah. Ia akan dilindungi dari musuh yang akan dikalahkannya yang berjumlah 60.090 orang. Jumlah itu adalah sebanyak penduduk Makkah pada masa Muhammad hidup yaitu sekitar 60.000 orang.

Mantra 2 mengatakan: ia adalah resi yang naik unta. Ini berarti ia bukan seorang bangsawan India, karena dikatakan dalam Mansuriti(11): 202 mengatakan bahwa Brahma tidak boleh menaiki unta atau keledai. Jadi tokoh ini jelas bukan dari golongan Brahmana (pendeta tinggi Hindu), tapi seorang asing.

Mantra 3 mengatakan: ia adalah “Mama Rishi” atau resi agung. Ini cocok dengan nabi agung umat Islam yaitu nabi Muhammad saw.

Mantra 4 mengatakan: ia adalah Washwereda (Rebb) artinya orang yang terpuji. Nabi Muhammad yang juga dipanggil dengan nama Ahmad adalah berarti juga “orang yang terpuji” yang terjemahan bahasa Sansekerta-nya adalah Rebb.

Beberapa ramalan lainnya:

Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21: 6 dinyatakan bahwa di sana disebutkan dengan istilah: “akkaru”yang artinya: “yang mendapat pujian”. Dia akan mengalahkan 10.000 musuh tanpa pertumpahan darah. Hal ini merujuk pada perang Ahzab yang mana Nabi Muhammad mengalahkan musuh yang berjumlah 10.000 orang tanpa pertumpahan darah.

Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21: 7 dinyatakan bahwa Abandu akan mengalahkan 20 penguasa. Abandu juga berarti seorang yatim atau seorang yang mendapat pujian. Ini mengarah pada nabi Muhammad yang seorang yatim sejak lahir dan arti kata Muhammad / Ahmad yang berarti yang terpuji, yang akan mengalahkan kepala-kepala suku dari suku-suku di sekitar Makkah yang berjumlah sekitar 20 suku.

Dalam Rigveda book 1 Hymn 53: 9 nabi dipanggil dengan sebutan “Suslama” yang artinya lagi-lagi adalah: orang yang terpuji yang merupakan arti dari nama Muhammad.

Dalam Samaveda Agni Mantra 64 dinyatakan bahwa ia tidak disusui oleh ibunya. Hal ini persis dengan nabi Muhammad yang tidak disusui oleh ibunya tapi oleh seorang wanita bernama Halimah.

Dalam Samaveda Uttararchika Mantra 1500 dinyatakan bahwa Ahmad akan dianugrahi Undang-undang abadi, yang jelas mengacu pada nabi Muhammad yang akan dianugrahi kitab suci Alquran. Tapi karena orang India yang berbahasa sansekerta tidak paham kata Ahmad, maka diterjemahkan menjadi “a” dan “mahdi” yaitu “saya sendiri”, jadi diartikan “saya sendiri yang menerima Undang-undang abadi”. Padahal seharusnya “Muhammad sendiri yang dianugrahi Undang-undang abadi”.

Nabi Muhammad diramalkan dengan nama Ahmad pada banyak bagian dalam kitab-kitab Weda. Juga diramalkan pada tak kurang dari 16 tempat yang berbeda dalam kitab weda dengan nama Narasangsa artinya adalah sama dengan arti dari nama Muhammad, yaitu “yang terpuji”.

Kalky Autar

Salah satu ramalan kedatangan nabi Muhammad yang sangat terkenal yang juga telah membuat seorang professor bahasa dari ALAHABAD University India mengajak kepada umat Hindu untuk segera memeluk agama Islam, adalah terdapatnya sebuah ramalan penting dalam kitab suci Hindu tentang kedatangan yang ditunggu-tunggu dari seorang Kalky Avtar (baca: autar). “av” artinya: turun. “tr”artinya melewati. Jadi arti kata Avtar adalah “diturunkan atau diutus untuk turun”. Kalky Avtar artinya adalah: “utusan terakhir”.

Pundit Vaid Parkash – sang professor (yang menulis buku berjudul “Kalky Avtar”), secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnya, sebenarnya nabi Muhammad adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual dalam agama Hindu.

Disebutkan dalam Nashpropesy, nabi Muhammad diramalkan dengan nama Kalky Avtar (Autar terakhir) dan Amtim Rishi. Sedangkan dalam kitab Puranas disebutkan tentang Kalky Autar dan kedatangannya. Di antara ayat-ayat yang menyebutkan adalah:

Dalam Baghavata Purana Khand 12 Adhyay 2 Shloka 18-20 disebutkan dalam rumah Visnuyashakan dilahirkan Kalky Avtar yang diramalkan akan menjadi penguasa dunia, yang terkenal dengan sifat2xnya yang baik & menonjol. Dia akan diberi tanda-tanda. Dia akan diberi oleh malaikat sebuah kendaraan yang cepat. Dia akan menaiki kuda putih sambil memegang pedang. Dia akan mengalahkan orang-orang  jahat dan dia akan terkenal di dunia.

Dalam Baghavata Purana Khand 1 Adhyay 3 Shloka 25 disebutkan akan ada juru selamat di rumah Visnuyash

Dalam Kalki Purana (2): 4 disebutkan bahwa di rumah Visnuyash pemimpin kampung Sambala akan lahir Kalki Avtar.

Dalam Kalki Purana (2): 5 disebutkan bahwa dia akan datang bersama para sahabatnya (4 orang sahabat) mengalahkan orang-orang jahat

Dalam Kalki Purana (2): 7 disebutkan bahwa dia akan dijaga oleh Malaikat di medan perang

Dalam Kalki Purana (2): 11 disebutkan bahwa dalam rumah Visnuyash dan dalam rumah SummatiKalki Autar akan lahir.

Dalam Kalki Purana (2): 15 disebutkan bahwa dia akan lahir pada tanggal 12 bulan pertama Madhop.

Semua ramalan yang disebut diatas tadi tiada lain merujuk pada nabi Muhammad saw. Penjelasannya demikian:

Di rumah Visnuyash berarti di rumah pengikut Vishnu (pengikut Tuhan) sedangkan ayah dari nabi Muhammad adalah bernama Abdullah yang artinya adalah pengikut Allah (pengikut Tuhan). Orang Islam menyebut “Allah” sebagai Tuhan, sedang orang Hindu menyebut “Vishnu” sebagai Tuhan. Jadi di rumah Visnuyash adalah di rumah Abdullah.

Summati dalam bahasa sansekerta artinya adalah orang yang sangat setia. Sedangkan ibunda nabi Muhammad adalah bernama Aminah yang dalam bahasa arab artinya juga orang yang setia.

Sambala bahasa Arabnya adalah tempat yang aman dan damai. Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah yang terkenal dengan nama “Darul Aman” yaitu tempat yang aman dan damai. Akan lahir di antara kepala suku Sambala, artinya bahwa nabi akan lahir di antara kepala suku di Makkah.

Dilahirkan pada tanggal 12 di bulan pertama Madhop. Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 rabiul awal.

Sebagai Amtim Rishi (resi terakhir). Nabi Muhammad adalah juga nabi terakhir dari deretan Nabi-Nabi yang dikirim Tuhan seperti yang terdapat pada QS. Al- Ahzab: 40.

Dia akan memperoleh bimbingan di atas gunung dan akan kembali lagi ke arah utara. Nabi Muhammad memperoleh wahyu pertamanya di gua Hira di Jabal Nur. Jabal Nur artinya Gunung Cahaya lalu kembali lagi ke Makkah.

Dia akan memiliki sifat-sifat yang sangat mulia. Persis seperti nabi Muhammad seperti terdapat pada QS. Al-Qalam: 14 “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur”.

Kalki Autar akan diberi 8 kemampuan spiritual, yaitu: bijaksana, punya kendali diri, keturunan yang terhormat, punya pengetahuan wahyu, pemberani, perkataannya bertarget kurikulum, sangat dermawan, dan sangat ramah. Semuanya adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh nabi Muhammad.

Dia akan diberi kendaraan yang sangat cepat oleh Shiva. Nabi Muhammad juga diberi bouraq yang sangat cepat oleh Allah yang membawanya ke langit dalam peristiwa Mi’raj.

Dia akan naik kuda putih dengan tangan kanannya memegang pedang. Nabi Muhammad juga ambil bagian dalam peperangan termasuk dengan menunggang kuda dan bertempur dengan memegang pedang dengan tangan kanannya.

Dia akan menjadi penyelamat umat manusia. Dalam QS. Faatir (35) ayat 24 dan QS. Saba (34) ayat 28 disebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah pembawa berita gembira dan peringatan bagi seluruh umat manusia, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Dia akan menjadi pembimbing ke jalan yang benar. Nabi Muhammad hidup pada jaman jahiliyah yang penuh kegelapan di mana ia membawa umatnya ke jalan yang terang benderang.

Dia akan dibantu oleh empat sahabat dalam menyebarkan misi. Kita tahu ada empat orang khalifah sahabat nabi yaitu: Sayyidina Abubakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Dia akan ditolong oleh Malaikat di medan pertempuran. Dalam perang Badr nabi Muhammad dibantu oleh para malaikat Allah seperti tersebut dalam QS. Ali Imran (3) ayat 123 & 125: “Jika kamu bersabar dan bertaqwa dan mereka menyerang kamu dengan seketika itu juga niscaya Allah menolong kamu dengan 5000 Malaikat  yang memakai tanda”. Juga QS. Al-Anfal ( ayat 9 yang berbunyi “…. sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut”).

Subhanallah..

Ternyata sekian banyak ayat tersebut (yang sebenarnya belum semuanya ditampilkan) yang meramalkan akan datangnya seorang nabi yang ditunggu-tunggu oleh umat Hindu, begitu cocok dengan gambaran nabi Muhammad, umat Islam, dan sejarahnya. Mungkin saja ini juga merupakan pembuktian yang diberikan Allah bahwa nabi Muhammad memang diutus Allah untuk seluruh umat manusia.

Hal ini juga dapat membuka diskusi yang menarik tentang agama Hindu, kitab suci umat Hindu, dan syariat-nya. Benarkah agama Hindu memang merupakan agama yang diturunkan oleh Allah jauh sebelum nabi Muhammad lahir? Kalau ya, apakah berarti umat Hindu bisa disebut “muslim”, atau juga bisa disebut “ahlul kitab”? Bagaimana sesungguhnya ajaran agama Hindu itu, dan sesuaikah dengan ajaran Islam? Bagaimana pendapat anda sendiri?

Access from,

http://hardyee.blogspot.com/2012/10/nubuat-datangnya-nabi-muhammad-saw-di.html

Access date 8 April 2013.

Nabi Muhammad Dalam Alkitab Kidung Agung

Nabi Muhammad Dalam Alkitab Kidung Agung

Perjanjian Lama kitab Kidung Agung secara jelas menyebut nama Muhammad yang dalam bahasa Ibrani adalah Mahamad.

Kidung Agung 5:10.

Hebrew: דודי צח ואדום דגול מרבבה׃

Hebrew With Vowel: דֹּודִי צַח וְאָדֹום דָּגוּל מֵרְבָבָֽה׃

Transliterasi: dvōd’ sah və’ādvōm dāg’l mērəbāb’:

KJV: Bible My beloved white and ruddy, the chiefest among ten thousand.

Terjemahan Bebas,

Kekasihku itu putih dan merah sehat, pemimpin di antara 10.000 orang.

Kidung Agung 5:16

Hebrew: חכו ממתקים וכלו מחמדים זה דודי וזה רעי בנות ירושׁלם׃

Hebrew With Vowel: חִכֹּו מַֽמְתַקִּים וְכֻלֹּו מַחֲמַדִּים זֶה דֹודִי וְזֶה רֵעִי בְּנֹות יְרוּשָׁלִָֽם׃

Transliterasi: hikvō mamətaqq’m vəkullvō mahămad’m zeh dvōd’ vəzeh rē’’ bənvōt yər’ālāim:

KJV Bible: His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.

Terjemahan Bebas,

Teramat manis tutur katanya, ia adalah mahămad’m. Inilah kekasihku dan sahabatku, O puteri-puteri Yerusalem.

Secara signifikan, Kidung Agung 5:10,16 menyebut nama Muhammad yang dalam bahasa Ibrani adalah mahămad [10] dengan imbuhan ‘’im’ (agung), pemimpin di antara 10.000 orang.

Kisah Seorang Nabi yang ditemani 10.000 orang belum digenapi hingga generasi awal Kristen.

Perjanjian Baru Epistle (Surat) Yudas 1:14-15 KJV Bible mencatat ramalan dari Enoch (Dalam Islam, nabi Idris) yang belum digenapi:

“And Enoch also, the seventh from Adam, prophesied of these, saying, Behold, the Lord cometh with ten thousands of his saints. To execute judgment upon all, and to convince all that are ungodly among them of all their ungodly deeds which they have ungodly committed, and of all their hard speeches which ungodly sinners have spoken against him”.

Juga tentang Enoch, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Lihat, Tuan [11] datang dengan 10.000 orang kudusnya hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadapnya.

Jadi tafsirannya adalah:

Enoch berkata :”Lihat, Tuan Muhammad datang dengan 10.000 orang kudus hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadapnya.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali ‘Imran 110)

Yea, fantastis.

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri alkitab mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui”. (QS Al Baqarah 146)

Bacalah seluruh sejarah mengenai Padang Gurun Paran, dan Anda tidak akan menemukan peristiwa lain selain penaklukkan Mekkah oleh Nabi Muhammad. Yea, beliau datang tahun 8 Hijriah bersama 10.000 orang kudus dari Madinah hendak memasuki bait Allah di Mekkah. Dan Lihat! Muhammad datang memberikan hukum berapi-api kepada dunia dan menghukum orang-orang fasik.

Nubuat Perjanjian-lama kitab Habakuk

Habakuk 3:3,

God came from Teman, and the Holy One from mount Paran. Selah. His glory covered the heavens, and the earth was full of his praise. {Teman: or, the south} (KJV -Shoftware Alkitab SABDA)

Terjemahan Bebas,

Tuhan datang dari Teman, dan yang kudus dari gunung Paran. Selah. Kejayaannya menyelimuti langit dan bumi pun penuh dengan pujian kepadanya.

Tafsir Kitab Habakuk 3:3 adalah Nabi Muhammad yang kudus datang dari Paran (Mekkah). Ini adalah kisah hijrah (migrasi) nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.

Bahwasanya nabi Muhammad telah menyatakan bahwa nenek moyangnya adalah Ismail bin Ibrahim dapat kita lihat dari beberapa hadits berikut ini:

Nabi Muhammad SAW telah menyatakan dalam haditsnya bahwa nenek moyangnya yakni nabi Ismail adalah seorang pemanah. Dalam hal ini telah terjadi pada satu kabilah Aslam beberapa orang dari mereka yang memanah dengan busur, maka Nabi Muhammad SAW berkata kepada mereka: “Panahlah wahai keturunan Ismail, sesungguhnya bapak kamu (Ismail) adalah seorang pemanah”. (Bukhari kitab ‘Al Jihad Wa Sair, Ibnu Majah dalam sunan kitab ‘Al Jihad).

Dalam riwayat lain dikemukakan ketika Rasulullah SAW thawaf (mengelilingi Kabah), berkatalah Umar kepadanya: “Ini adalah maqam (tempat shalat) bapak kita Ibrahim”. Nabi bersabda: “Benar”. Umar berkata lagi: “Apakah tidak sebaiknya kita jadikan tempat shalat?”. Maka Allah SWT menurunkan ayat (QS. 2:125). (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Jabir.)

Rasulullah SAW bersabda: ”Allah memilih Ismail dari keturunan Ibrahim, dan memilih bani Kinanah dari keturunan Ismail, dan memilih suku Quraisy dari bani Kinanah, dan memilih bani Hasyim dari suku Quraisy, dan memilih saya dari bani Hasyim”. (HR. Muslim)[12]

Allah SWT berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, rukulah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah”. (QS Al Hajj 78).

-o0o-

Acces from,

http://cites-sat.blogspot.com/2012/02/nabi-muhammad-dalam-bible-kidung-agung.html

Muhammad Dalam Injil Kanonik

Muhammad Dalam Injil Kanonik

Perlu diketahui bahwa di dunia ini terdapat 45 injil tentang Jesus, yang terdiri atas 41 injil apokrif dan 4 Injil kanonik (Perjanjian Baru), yang kesemuanya itu ditulis jauh sebelum dibangkitkannya Nabi Muhammad.

Oleh karena begitu populernya peristiwa penyaliban Jesus ketika itu, maka banyak orang yang ingin mengabadikan peristiwa tersebut dalam bentuk karya sastra maupun berupa kumpulan sabda-sabda Jesus dari berbagai sumber. Namun demikian, Alkitab hanya memuat 4 injil saja, yang sebenarnya merupakan hasil karya sastrawan Yunani dan Romawi, yang salah satu rujukannya adalah Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani, disamping gagasan-gagasan pengarangnya sendiri. Hal ini disebabkan mengingat begitu kuatnya dominasi kerajaan Romawi di Palestina dan sekitarnya pada saat itu, yang di dalamnya juga banyak terdapat orang-orang Yunani.

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sepandai-pandainya Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) menyembunyikan kebenaran, pasti ketahuan juga jejaknya. Inilah kira-kira ungkapan yang paling tepat dalam upaya pengungkapan Nabi Muhammad di dalam injil.

QS. 2:146. Orang-orang yang telah Kami beri Alkitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

QS. 61:6. Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.

1. KITAB MATIUS: Ramalan Jesus tentang Nabi-nabi Palsu.

Matius

7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. (baca: Barnabas 72:11).

7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.

7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Dalam ayat 15 di atas, Jesus memperingatkan umatnya akan kedatangan Nabi-nabi palsu sebelum dibangkitkannya Nabi Muhammad. Mereka akan menyamar sebagai “domba”, maksudnya bahwa Nabi-nabi palsu tersebut akan kelihatan seperti orang baik-baik, tetapi sesungguhnya hatinya jahat dan menyesatkan, yang dalam ayat di atas digambarkan seperti “serigala yang buas”.

Dalam ayat 17 di atas, Jesus memberikan perumapamaan bahwa “setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik”. Ini maksudnya bahwa setiap ajaran yang baik akan menghasilkan umat yang baik (banyak), sedang setiap ajaran yang tidak baik akan menghasilkan umat yang tidak baik (ditinggalkan orang). Apakah Muhammad nabi palsu? Jika Muhammad adalah nabi palsu, tentunya beliau tidak akan diikuti oleh banyak orang seperti sekarang ini, tetapi akan ditinggalkan orang (ayat 18). Lebih jelas lagi dalam ayat 19, jika Muhammad adalah nabi palsu, maka ajarannya sudah dicampakkan dan tidak akan ada orang yang mempercayainya.

Sedangkan dalam ayat 20, Jesus memberikan ciri-ciri tentang Nabi yang akan datang, yaitu agar dilihat “dari buahnya”, maksudnya dari ajaran dan umatnya. Dan terbukti umat Muhammad (Islam) berkembang pesat di dunia ini, sehingga dengan demikian Muhammad bukanlah nabi palsu, bahkan nabi yang sesuai dengan ramalan Jesus sebagaimana dimaksud dalam QS. 61:6 di atas.

2. KITAB YOHANES: Ramalan Jesus tentang Terang dan Penguasa Dunia.

Yohanes

12:31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;

12:32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.”

12:33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.

12:34 Lalu jawab orang banyak itu: “Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?”

12:35 Kata Jesus kepada mereka: “Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.

12:36 Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang.” Sesudah berkata demikian, Jesus pergi bersembunyi dari antara mereka.

Dalam ayat 31-32 di atas, dijelaskan Jesus bahwa penguasa dunia akan “dilemparkan keluar” setelah kenaikan Jesus ke langit. Siapakah “penguasa dunia” yang dimaksud Jesus ini? Silahkan baca: Penghibur.

Sedangkan dalam ayat 35-36, dijelaskan Jesus bahwa dalam beberapa waktu lagi terang / cahaya akan datang dan agar umat Israel percaya kepada terang / cahaya itu. Siapakah “terang / cahaya” yang dimaksud Jesus itu? “Terang” tidak lain adalah Alquran!

QS. 45:52. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Alquran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu (Muhammad) tidak mengetahui apakah Alkitab dan tidak mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Alquran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

Wassalam

-o0o-

Access from,

http://cites-sat.blogspot.com/2012/02/muhammad-dalam-injil-kanonik.html

Access date 5 April 2013.

Muhammad Dalam Taurat Israel

Muhammad Dalam Taurat Israel

Sesungguhnya, hampir seluruh nubuat Perjanjian Lama menunjuk pada Nabi Muhammad. Namun, oleh karena telah terjadi perombakan besar-besaran di dalam tubuh Perjanjian Lama, maka kita hanya bisa mengenali Muhammad melalui Nebayot, Kedar, Tema, dan lembah Baka. “Nebayot”, “Kedar”, dan “Tema” sangatlah penting, karena mereka adalah anak-anak dari Nabi Ishmael (Kejadian 25:13-15) dan memberi petunjuk terhadap kelompok masyarakat bangsa Arab. Sementara “Baka” menjadi penting, karena ia memberi petunjuk adanya perjalanan Nabi Ishmael ke Mekah. Ada 6 kata kunci dalam mengidentifikasi Muhammad dalam Perjanjian Lama, yaitu: Nebayot, Kedar, Tema, Arab / Arabia, Baka, dan Paran.

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sepandai-pandainya Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) menyembunyikan kebenaran, pasti ketahuan juga jejaknya. Kira2 inilah ungkapan yang paling tepat dalam mengungkap sosok Nabi Muhammad di dalam Perjanjian Lama.

QS. 2:146. Orang-orang yang telah Kami beri Alkitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

QS. 6:91. Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia”. Katakanlah: “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui (nya)?” Katakanlah: “Allah-lah (yang menurunkannya)”, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Alquran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.

QS. 2:75. Apakah kamu masih mengharapkan mereka (Ahli Kitab) akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?

QS. 2:78-79. Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Alkitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.

1. YEHEZKIEL (Bukti Kedar sebagai orang Arab dan terletak di jazirah Arab).

Yehezkiel 27:21 Arab dan semua pemuka Kedar berdagang dengan engkau dalam anak domba, domba jantan dan kambing jantan; dalam hal-hal itulah mereka berdagang dengan engkau

Nubuat Perjanjian Lama banyak menyebut “Kedar”, putra kedua Ishmael (Kejadian 25:13), yang pada akhirnya menurunkan Nabi Muhammad. Tampak jelas dalam ayat di atas bahwa Kedar adalah nama salah satu klan Arab (Arab pendatang). Meski letaknya tidak disebutkan, tapi ini memberi petunjuk tentang lokasi atau status Kedar sebagai orang Arab yang berkaitan erat dengan kedatangan nabi setelah Jesus yang terlihat pada nubuat2 lainnya di bawah ini.

2. YESAYA (Kedar dan Tema bukti orang-orang Arab).

Yesaya

21:13. Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan!

21:14 Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti!

21:15 Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan.

21:16 Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis.

21:17 Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya

Dalam ayat 13 terdapat kata “Arabia” yang memberi isyarat tentang kelompok bangsa Arab yang hendak melakukan hijrah. Pengikut Muhammad ketika itu masih sedikit. Dalam ayat di atas digambarkan hanya diikuti oleh orang-orang Dedan (anak Yoksan anak Abraham). Muhammad adalah orang Quraisy keturunan Kedar, namun justru orang-orang Quraisylah yang memberontak dakwah Muhammad.

Dalam ayat 14 terdapat kata “Tema”, anak ke-9 Nabi Ishmael yang terletak di Madinah. Ketika itu Muhammad beserta pengikutnya yang belum banyak, hendak diperangi oleh suku Quraisy (keturunan Kedar) di Mekah. Oleh karenanya, atas perintah Muhammad, mereka melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah (Dari sinilah tonggak tahun hijriyah dimulai). Kelompok Muhammad yang berhijrah dikenal dengan nama “Muhajirin”, sementara orang-orang Madinah yang menyambutnya dikenal sebagai kaum “Anshor”.

Dalam ayat 17 terdapat kata “Kedar”, anak kedua Nabi Ishmael, yang menurunkan suku Quraisy dan bermata pencaharian sebagai pemanah (pemburu). Mata pencaharian Bani Kedar ini merupakan warisan dari nenek moyangnya, Ishmael, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Kejadian berikut ini:

21:20 Allah menyertai anak itu (Ishmael), sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.

21:21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir

H.R. AT-TURMUDZI, dari Watsilah bin Al-Asqa r.a. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya, Allah telah memilih Ishmael menjadi anak Ibrahim dan Dia telah memilih keturunan Kinanah menjadi keturunan Ishmael dan Dia telah memilih Quraisy dari keturunan Kinanah dan Dia telah memilih Hasyim dari Quraisy, dan Dia telah memilih aku dari keturunan Hasyim.”

3. MAZMUR (Tempat berziarah dan sumur Zam-Zam di Baka).

Mazmur

84:5 (84-6) Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!

84:6 (84-7) Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat

Ayat-ayat di atas berbicara tentang tempat berziarah yang selalu ramai dikunjungi oleh hamba-hamba Tuhan, yaitu Baka / Mekah. Frasa “tempat yang bermata air” dalam ayat di atas memberi petunjuk kepada kita tentang kejadian ajaib Ishmael ketika masih bayi, yaitu peristiwa terbentuknya Sumur Zam-Zam di lembah Baka. Dimanakah lokasi Baka selain di Jazirah Arab? Alquran dengan tegas menyatakan bahwa Baka adalah Mekah. Berikut pernyataan Alquran:

QS. 3:96-97. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Baka (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

QS. 14:35,37. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala … Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”

QS. 90:1-2. Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,

4. YESAYA (“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan” yang dikutip oleh 4 pengarang injil kanonik sebagai inspirasi karangan mereka ketika “membaptis” Jesus, lihat ayat 1).

Yesaya

42:1. Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.

42:2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.

42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.

42:4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.

42:5. Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:

42:6 “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,

42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.

42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.

42:9 Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.”

42:10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.

42:11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!

42:12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.

42:13 TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.

42:14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.

42:15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga.

42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.

42:17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: “Kamulah allah kami!”

42:18 Dengarkanlah, hai orang-orang tuli pandanglah dan lihatlah, hai orang-orang buta!

42:19 Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN?

42:20 Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar.

42:21 TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia;

42:22 namun mereka suatu bangsa yang dijarah dan dirampok, mereka semua terjebak dalam geronggang-geronggang dan disembunyikan dalam rumah-rumah penjara; mereka telah menjadi jarahan dan tidak ada yang melepaskan, menjadi rampasan dan tidak ada yang berkata: “Kembalikanlah!”

42:23 Siapakah di antara kamu yang mau memasang telinga kepada hal ini, yang mau memperhatikan dan mendengarkannya untuk masa yang kemudian?

42:24 Siapakah yang menyerahkan Yakub untuk dirampas, dan Israel kepada penjarah? Bukankah itu TUHAN? Sebab kepada-Nya kita telah berdosa, dan orang tidak mau mengikuti jalan yang telah ditunjuk-Nya, dan kepada pengajaran-Nya orang tidak mau mendengar.

42:25 Maka Ia telah menumpahkan kepadanya kepanasan amarah-Nya dan peperangan yang hebat, yang menghanguskan dia dari sekeliling, tetapi ia tidak menginsafinya, dan yang membakar dia, tetapi ia tidak memperhatikannya

Yesaya 42:1-25 di atas adalah satu kesatuan ayat yang tak terpisahkan, karena ia meramalkan kedatangan seorang Nabi bukan Jesus! Justru ayat-ayat di atas membuka tabir kebohongan peristiwa pembaptisan Jesus oleh Yohanes Pembaptis sebagaimana dimaksud Matius 3:15-17; 12:16-21, Markus 1:9-11, Lukas 3:21-22, dan Yohanes 1:32-34.

Perlu dicatat, bahwa Yesaya 42:1 di atas menjelaskan tentang konsep “hamba” yang telah dipilih oleh Tuhan untuk seluruh alam semesta, dan secara tegas Alquran berbicara mengenai hal tersebut:

QS. 25:1. Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Alquran) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,]

Dalam ayat 10 di atas terdapat frasa “nyanyian baru” yang berarti syariat baru. Jesus datang bukan untuk membawa syariat baru, melainkan hanya untuk menggenapi syariat Taurat dan kitabi-kitab para nabi (Matius 5:17-20). Sedangkan Muhammad datang untuk membawa syariat baru bagi semesta alam. Dengan tegas Alquran menyatakan:

QS. 21:107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.

QS. 38:86-87. Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. Alquran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.

Dalam ayat 11 terdapat frasa “didiami Kedar”. Sebagaimana sudah dijelaskan di atas, bahwa Bani Kedar adalah orang-orang Arab keturunan Nabi Ishmael di Mekah. Kemudian juga terdapat frasa “Bukit Batu”. Mekah juga secara geologis terkenal dengan gunung-gunung batunya. Sedangkan Jesus adalah keturunan Ishak, adik Ishmael, dengan “memaksakan” garis keturunannya melalui jalur Yusuf, bapak tiri Jesus, oleh karena Jesus lahir dari perawan suci Maria (Matius 1:1-18 dan Lukas 3:23-38). Lebih jauh, ayat ini memberi isyarat adanya ibadah haji yang mengagungkan asma Allah dengan bertahmid dan bertalbiah.

Dalam ayat 13 terdapat frasa “Tuhan keluar berperang seperti pahlawan”. Ayat ini jelas-jelas mengindikasikan kedatangan Muhammad, yang senantiasa dakwahnya diiringi dengan peperangan fisik. Perang yang terkenal dan dahsyat ialah Perang Badar. Sementara Jesus digambarkan Alkitab sebagai sosok yang lemah dan tidak pernah berperang atau memimpin peperangan secara fisik. Bahkan “Jesus” mati dibantai umatnya sendiri di tiang salib.

Dalam ayat 17 terdapat frasa ” Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang”. Sebelum Muhammad resmi menjadi Nabi, orang-orang Arab pada waktu itu adalah penyembah berhala, bahkan mereka meletakkan berhala-berhala di sekeliling Kabah hingga mencapai 365 buah. Sedangkan Umat Israel ketika Jesus diutus, bukanlah penyembah berhala dari patung-patung buatan manusia, oleh karena mereka sudah mengenal Taurat dan kitab-kitab para nabi.

Dalam ayat 18 terdapat kata-kata ungkapan “buta” dan “tuli”. Kata “buta” merupakan ungkapan Tuhan yang dapat diartikan sebagai “tidak dapat membaca dan menulis”, sedangkan kata “tuli” dapat diartikan sebagai “tidak pernah mendengar satu kitab pun sebelumnya”. Umat Muhammad ketika beliau diutus adalah umat yang buta huruf. Dalam tradisi Islam dikenal sebagai Zaman Jahiliyah (zaman kebodohan). Ini berbeda dengan umat Israel yang sudah pandai mengubah-ubah Taurat dan kitab-kitab para nabi. Tentang kaum buta huruf ini, diabadikan di dalam Alquran:

QS. 62:2. Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,

Dalam ayat 19 digambarkan bahwa “hamba yang dipilih Tuhan” itu adalah seorang hamba yang “buta dan tuli”, artinya bahwa “hamba yang dipilih Tuhan” itu adalah seorang hamba yang “tidak dapat membaca dan menulis” dan “belum pernah mengenal satu kitab pun sebelumnya”. Alquran dengan gamblang mengabadikannya:

QS. 7:157. (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang tidak dapat membaca dan menulis, yang mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Alquran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS. 42:52. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Alquran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu (Muhammad) tidaklah mengetahui apakah Alkitab dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Alquran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

Sedangkan ayat 20 di atas menggambarkan sifat orang-orang kafir baik pada masa kerasulan Muhammad maupun sesudahnya yang tidak mau tahu dan tidak mau mengerti agama Islam. Hal ini dijelaskan juga dalam Alquran:

QS. 2:18. Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)]

5. YESAYA (“Roh seperti burung merpati” yang dikutip oleh 4 pengarang injil kanonik ketika “membaptis” Jesus, lihat ayat 8).

Yesaya

60:1. Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.

60:2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.

60:3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.

60:4 Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong.

60:5 Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.

60:6 Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.

60:7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.

60:8 Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu kandangnya?

Yesaya 60:1-8 di atas adalah satu kesatuan ayat yang tak terpisahkan, karena ia juga meramalkan kedatangan seorang Nabi bukan Jesus! Justru ayat-ayat di atas membuka tabir kebohongan peristiwa pembaptisan Jesus oleh Yohanes Pembaptis sebagaimana dimaksud Matius 3:15-17; 12:16-21, Markus 1:9-11, Lukas 3:21-22, dan Yohanes 1:32-34.

Ayat 1 di atas menggambarkan Firman Tuhan kepada Muhammad sebagaimana tersebut dalam Alquran:

QS. 74:1-3. “Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah, lalu berilah peringatan, dan Tuhanmu, agungkanlah”

QS. 26:196-197. Dan sesungguhnya Alquran itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israel mengetahuinya?

Ayat 2-6 menggambarkan keadaan Jazirah Arab pada saat itu yang diliputi kegelapan. Mereka semua hidup dalam kebodohan, tidak ada aturan, menyembah berhala, dan lain lain. Setelah dibangkitkannya Muhammad, seluruh Jazirah Arab tunduk patuh di bawah kekuasaannya. Digambarkan dalam ayat di atas bahwa orang-orang dari Midian (adik Ishmael) dan Efa (anak sulung Midian) pun berduyun-duyun memeluk Islam.

Dalam ayat 7-8 terdapat kata “Kedar” dan “Nebayot” yang merupakan orang-orang keturunan Nabi Ishmael sebagaimana dijelaskan di atas. Digambarkan bahwa mereka pada akhirnya berduyun-duyun memeluk Islam dan mempersembahkan korban dan mengagungkan nama Tuhan pada musim haji.

6. ULANGAN & HABAKUK (Pegunungan Paran).

ULANGAN 33:2 Berkatalah ia: “TUHAN datang dari Sinai (Taurat) dan terbit kepada mereka dari Seir (Injil); Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran (Alquran) dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.

HABAKUK,

3:3. Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya.

3:4 Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya (Alquran) dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya.

PARAN, adalah nama varian kuno dari Baka / Mekah, karena di Mekahlah tempat tinggal nabi Ishmael hingga dikebumikannya (lihat QS. 2:125; 14:37), dan Muhammad adalah satu-satunya Nabi / Rasul keturunan Ishmael dari putra keduanya, Kedar. Lebih jelas tentang Paran dan Ishmael, baca Kitab Kejadian di bawah ini:

21:20 Allah menyertai anak itu (Ishmael), sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.

21:21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir

Jika kata “Paran” sebagaimana dimaksud Kitab Kejadian 21:20-21 di atas terdapat di sekitar Palestina, maka kata “Paran” dalam ayat tersebut harus direvisi, karena tidak ada bukti sama sekali bahwa Ishmael, semenjak bayi hingga dikuburkannaya, berada di sekitar Palestina. Justru bukti-bukti kuatnya terdapat di lembah Baka/Mekah, yaitu: kuburan Ishmael, Sumur Zam Zam, Hijir Ishmael, Bukit Shafa dan Marwah, keturunan Ishmael, Kabah yang dibangun bersama bapaknya, Ibrahim, dan maqam Ibrahim.

QS. 2:125. Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ishmael: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud”

QS. 2:127-129. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah (Kabah) bersama Ishmael (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Alkitab (Alquran) dan Al-Hikmah (As-Sunah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

7. KITAB KEJADIAN (Pemeliharaan Sunat).

Kejadian

17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu (Abraham) serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku”.

Realitanya, yang memegang teguh perjanjian tersebut hingga hari kiamat adalah umat Islam, karena umat Kristen tidak disyariatkan untuk sunat, sebagaimana pernyataan pendiri Kristen, Paulus Tarsus dalam 1 Korintus berikut ini:

7:18 Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat.

7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.

Umat Kristen lalai, bahwa perintah sunat merupakan kewajiban setiap individu laki-laki yang diperintahkan Tuhan dalam Taurat yang tidak bisa dibantah hanya oleh seorang Paulus Tarsus. Sangat mungkin, Paulus menyatakan demikian karena dia sendiri enggan disunat.

8. KEJADIAN (Sholawat Nabi).

Kejadian

12:2 Aku akan membuat engkau (Abraham) menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat”.

Jelas sekali, bahwa ayat-ayat di atas bercerita tentang Sholawat Nabi (Muhammad dan Ibrahim) yang senantiasa dibaca oleh umat Islam ketika duduk tasyahud / takhiat akhir dalam sholat. Tidak ada umat lain yang selalu memuliakan Nabi Ibrahim kecuali umat Islam. Umat Kristen sendiri, yang mengklaim Perjanjian Lama sebagai kitabnya, tidak pernah memuliakan Nabi Ibrahim.

QS. 33:56-57. Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.

9. KEJADIAN (Perjanjian Allah dengan Abram / Abraham).

Kejadian 15:18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat.

Dari pihak siapakah keturunan Abram / Abraham akan menguasai wilayah tersebut? Jawabannya sudah pasti, Ishmael!!

Dalam ayat di atas sudah sangat jelas, dan realitanya memang demikian (sebenarnya lebih luas lagi), bahwa keturunan Ishmael (bangsa Arab) menyebar dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Efrat di Irak. Sementara bangsa Israel (keturunan Ishak) hanya menguasai sebagian dari wilayah Palestina (Kanaan).

Ayat di atas juga seolah-olah mencocokkan pasangan Abraham dengan Hagar, sebagaimana dijelaskan Taurat sendiri bahwa Abraham berasal dari negeri Ur-Kasdim di pesisir Sungai Efrat, sedangkan Hagar berasal dari negeri Mesir dekat Sungai Nil.

QS. 3:67-68. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.

10. YEREMIA (“damai sejahtera” atau “Shalom”).

Yeremia 28:9 Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN”.

Ayat di atas bercerita tentang “damai sejahtera” yang asal kata Ibraninya adalah “shalom” dan dalam bahasa Arabnya adalah “Salam” atau “Islam” (lihat QS 3:19; 5:3). Muhammad jelas-jelas mengemban misi Islam, dan sekarang sudah digenapi oleh pemeluk Islam, terutama seluruh jazirah Arab yang tunduk pada Islam. Muhammad juga banyak bernubuat, namun tidaklah cukup dimuat di sini. Salah satunya adalah nubuat yang berkaitan dengan cucu beliau yang bernama Husain, yang ketika masih kecil sudah diramalkan oleh Muhammad bahwa ia akan mati dipenggal kepalanya di padang Karbala, Irak. Dan, memang benar-benar terbukti!

Sementara Jesus membantah nubuat tersebut, bahwa kedatangannya bukanlah membawa damai di bumi, melainkan pertentangan. Berikut pernyataan Jesus menurut Alkitab:

LUKAS:

12:51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.

12:52 Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.

12:53 Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya”.

MATIUS:

10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,

10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

11. YESAYA ( Injil dan Alquran).

Yesaya

29:11 Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai”;

29:12 dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat membaca”.

Ayat-ayat di atas berbicara tentang penyampaian Kitab Suci dari Tuhan. Ayat 11 tampaknya menunjuk pada Jesus, sebab menurut versi Islam, Jesus menerima Injil hanya dalam satu kali turun saja. Sementara ayat 12 dengan jelas bernubuat tentang Muhammad, dimana ketika berada di Gua Hira, Muhammad menerima wahyu pertama kalinya berupa Alquran Surat Al-’Alaq (96):1-5, yang diabadikan oleh Al-Hadits riwayat Bukhari berikut ini:

HR. BUKHARI. Malaikat itu mendekapku (Muhammad) sampai aku sulit bernapas. Kemudian, ia melepaskanku dan berkata, “Bacalah!” Kujawab, “Aku tak dapat membaca.” Ia mendekapku lagi hingga aku pun merasa tersesak. Ia melepasku dan berkata, “Bacalah!” dan kembali kujawab, “Aku tak dapat membaca!” Lalu, ketiga kalinya, ia mendekapku seperti sebelumnya, kemudian melepaskanku dan berkata: “baca QS. 96:1-5″.

12. KITAB KIDUNG AGUNG (Ciri-ciri Muhammad).

Kidung Agung

5:10 –Putih bersih dan merah cerah kekasih-Ku, menyolok mata di antara 10.000 orang. (New / King James Version Bible, New Revised Standard Version Bible, Third Millennium Bible, dan lain lain).

5:16 Kata-katanya manis semata-mata, dia (Muhammad) sungguh sangat digemari. Demikianlah kekasih-Ku, demikianlah teman-Ku, hai puteri-puteri Yerusalem. (New / King James Version Bible, New Revised Standard Version Bible, Third Millennium Bible, dan lain lain).

Lihat juga Ulangan 33:2 di atas tentang 10.000 orang pengiring Muhammad.

Penjelasan ayat 10:

Menurut saudara sepupu sekaligus menantu Muhammad, yaitu Ali bin Abu Thalib, ciri-ciri Muhammad adalah: “…Tubuh beliau tidaklah terlalu gemuk, mukanya bundar, warnanya PUTIH BERCAMPUR MERAH…” (H.R. TIRMIDZI dalam Sunan dan Syama’ilnya). Sedangkan menurut Anas bin Malik, ciri-ciri Muhammad adalah: “…wajahnya terang bercahaya, tubuhnya tidak terlalu PUTIH dan tidak pula terlalu MERAH…” (H.R. BUKHARI, MUSLIM, dan TIRMIDZI). Ketika memasuki kota Mekah pada tahun 630 M dalam keadaan aman dan damai yang dikenal dengan peristiwa “Fathu Makkah”, Muhammad disertai 10.000 pengikut yang saleh (STANLEY LANE POOLE, Speeches and Table Talks of the Prophet Mohammed 1882). Dalam literatur lain dikatakan: “Nabi Muhammad berangkat bersama dengan 10.000 orang pada saat yang menentukan ini” (WASHINGTON IRVING, Life of Muhammad, Hal. 17). Sementara itu, dalam literatur lain juga, Abu Sufyan berteriak untuk mengumpulkan orang-orang: “Wahai orang-orang Quraisy, Muhammad telah berada di sini dengan kekuatan yang tidak dapat kalian lawan. Muhammad bersama 10.000 pasukan baja…” (MARTIN LINGS, Muhammad, hal. 474).

Penjelasan ayat 16:

Dalam naskah Ibrani asli, kata “Muhummedim” diterjemahkan menjadi “sungguh sangat digemari” yang pada dasarnya adalah kata “Muhummed” dengan tambahan “im”. Dalam bahasa Ibrani “im” digunakan untuk menyatakan jamak. Sebagaimana kata “Ellohim” (Allah-Allah) dalam Perjanjian Lama yang pada dasarnya adalah kata “Elloha” (Allah). Jika tidak didistorsi berulangkali, maka seharusnya Kidung Agung 5:16 berbunyi sebagai berikut:

5:16 Kata-katanya manis semata-mata, dialah Muhammad! Demikianlah kekasih-Ku, demikianlah teman-Ku, hai putera-puteri Yerusalem.

Perlu dicatat, bahwa kata “Muhummedim” atau “Muhummed” adalah NAMA orang, yang sebenarnya tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa manapun secara apapun, karena ia merupakan nama orang “pemberian” dari Tuhan.

13. KITAB NABI HAGAI (Hamdut, Beth, dan Shalom).

Hagai

2:7 (2-8) Aku akan menggoncangkan segala bangsa, dan mereka akan datang kepada kegemaran segala bangsa, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. (New / King James Version Bible, The Douay-Rheims Bible, Third Millennium Bible, dan lain lain).

2:9 (2-10) Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan mengaruniakan damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam”.

Menurut keterangan DR. TAUFIQ, seorang ahli bahasa bangsa Mesir, ungkapan “kegemaran” yang tersebut dalam ayat 7 di atas asalnya dari perkataan Ibrani “hamdut”. Sedangkan kata “hamdut” dalam bahasa Arab berarti “terpuji”, serupa dengan arti kata “ahmad” (yang terpuji) dan “muhammad” (orang yang terpuji).

Dalam ayat di atas juga terdapat kata “Rumah” yang asal kata Ibraninya adalah “Beth”, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Arab adalah “Bait” atau “Baitullah” (Kabah) yang di Baka / Mekah.

Adapun ungkapan “damai sejahtera” yang tersebut dalam ayat 9 di atas asalnya dari perkataan Ibrani “shalom” yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Arab adalah “salam” atau “Islam”.

QS. 3:19. Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Alkitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

QS. 5:3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

14. ZEFANYA (Pemakaian bahasa ibadah yang sama).

Zefanya 3:9 “Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu

Ayat di atas mengindikasikan tentang pemakaian bahasa lain selain bahasa Ibrani yang akan dipakai secara serempak (satu bahasa) dalam menjalankan ibadah kepada Tuhan. Tentulah bahasa yang dimaksud itu adalah bahasa Arab, karena hanya umat Islamlah yang beribadahnya (terutama sholat) menggunakan bahasa yang sama, yaitu bahasa Arab.

QS. 12:2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Alquran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

QS. 14:1. Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab (Alquran) yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

15. YESAYA (Koresh atau Quraisy).

Yesaya

45:1 Beginilah firman Tuhan: “Inilah firman-Ku kepada mesias, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup;

45:4 Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.

Maksud dari kata “Koresh” adalah orang Quraisy yaitu Nabi Muhammad SAW. Koresh atau Quraisy adalah nama suku di Mekah yang mayoritas kaum paganisme / penyembah patung sebelum dibangkitkannya Nabi Muhammad SAW.

Namun demikian, bukanlah Yahudi dan Kristen namanya kalau tidak mengutak-atik-gathuk firman Tuhan, sehingga seolah-olah Koresh adalah nama raja Asyur yang pagan / penyembah patung.

Bagaimana mungkin seorang mesias (Koresh) yang diberkati Tuhan adalah seorang penyembah patung???

16. YESAYA (Pedang dan Panah).

41:1. Dengarkanlah Aku dengan berdiam diri, hai pulau-pulau; hendaklah bangsa-bangsa mendapat kekuatan baru! Biarlah mereka datang mendekat kemudian berbicara; baiklah kita tampil bersama-sama untuk berperkara!

41:2. Siapakah yang menggerakkan dia dari timur, menggerakkan dia yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya, yang menaklukkan bangsa-bangsa ke depannya dan menurunkan raja-raja? Pedangnya membuat mereka seperti debu dan panahnya membuat mereka seperti jerami yang tertiup.

41:3. Dia mengejar mereka dan dengan selamat dia melalui jalan yang belum pernah diinjak kakinya.

Tidak ada sosok yang lebih tepat untuk menggantikan kata ‘dia’ dalam ramalan Yesaya di atas selain Nabi Muhammad SAW yang senantiasa pada awal dakwahnya diiringi dengan peperangan fisik karena mendapat tentangan hebat dari orang-orang kafir pada waktu itu. Nabi Muhammad SAW senantiasa membawa pedang dan panah untuk membela diri dan para pengikut setianya.

Masih berkaitan dengan ramalan kedatangan Nabi Muhammad SAW dalam Perjanjian Lama, Kitab Ulangan secara khusus meramalkan kedatangan Nabi yang seperti Musa, yang akan bangkit dari luar orang Israel.

Wassalam

-o0o-

Access from,

http://cites-sat.blogspot.com/2012/02/muhammad-dalam-taurat-israel.html

Access date 5 April 2013.

Inilah Injil Yang Mengabarkan Muhammad

Inilah Injil Yang Mengabarkan Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL, Senin, 27 Pebruari 2012

Pemerintah Turki telah mengkonfimasi sebuah injil kuno yang diprediksi berusia 1500 tahun. Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Jesus) di bumi.

Bahkan Alkitab rahasia ini memicu minat yang serius dari Vatikan. Paus Benediktus XVI mengaku ingin melihat buku 1.500 tahun lalu. Sebagian orang memprediksi Injil ini adalah Injil Barnabas, yang telah disembunyikan oleh Turki selama 12 tahun terakhir.

Menurut mailonline,  injil yang ditulis tangan dengan tinta emas itu menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Jesus.

Injil kuno berusia 1.500 tahun ini bersampu kulit hewan, ditemukan polisi Turki selama operasi anti penyeludupan di tahun 2000 lalu. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Sebuah fotokopi satu halaman dari naskah kuno tulisan tangan Injil ini dihargai 1,5 juta poundsterling. Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay mengatakan, buku tersebut bisa menjadi versi asli dari Injil. Dan sempat tersingkir akibat penindasan keyakinan Gereja Kristen yang  menganggap pandangan sesat kitab yang memprediksi kedatangan penerus Jesus.

Gunay juga mengatakan Vatikan telah membuat permintaan resmi untuk melihat kitab dari teks yang kontroversial menurut keyakinan Kristen ini. Kitab ini berada diluar pandangan iman Kristen sesuai Alkitab Injil lain seperti Markus, Matius, Lukas dan Yohanes.[]

________________

Injil yang Memprediksi Kedatangan Nabi Muhammad Ditemukan di Turki

Sebuah kitab Injil berusia 1.500 tahun yang lalu yang menyatakan bahwa Jesus  menubuatkan kedatangan Nabi Muhammad ke Bumi, telah menarik perhatian Vatikan pekan ini.

Paus Benediktus XVI dilaporkan telah diminta untuk melihat kitab tersebut, yang telah tersembunyi di Turki selama 12 tahun terakhir, menurut laporan Daily Mail.

Injil, yang dilaporkan bernilai $ 22 juta, dilaporkan berisi prediksi Yesus akan datangnya Nabi Muhammad, menteri pariwisata dan budaya Turki Ertugrul Gunay mengatakan kepada surat kabar Inggris.

“Sejalan dengan keyakinan Islam, Injil yang ditemukan ini memperlakukan Yesus sebagai manusia dan bukan Tuhan. Injil ini menolak ide dari Tritunggal Kudus dan Penyaliban dan mengungkapkan bahwa Yesus meramalkan kedatangan Nabi Muhammad,” lapor Daily mail.

”Dalam satu versi Injil tersebut, Jesus mengatakan kepada para muridnya: “Bagaimana Mesias disebut? Muhammad adalah namanya yang diberkati”.

“Dan di tempat lain, Jesus menyangkal menjadi Mesias, mengklaim bahwa ia akan menjadi Ismail, istilah yang digunakan untuk orang Arab,” tambah surat kabar itu.

Menurut laporan tersebut, umat Islam mengklaim teks, yang banyak dikatakan adalah Injil Barnabas, adalah tambahan dari kitab-kitab Injil yang sudah ada yaitu Markus, Matius, Lukas dan Yohanes.

St Barnabas secara tradisional diidentifikasi sebagai pendiri Gereja Siprus, seorang Kristen awal yang kemudian menjadi rasul.

Gunay mengatakan bahwa Vatikan telah secara resmi diminta untuk melihat injil tersebut, yang Turki temukan selama operasi anti-penyelundupan polisi pada tahun 2000.

Skeptisisme atas keaslian naskah tulisan tangan kuno ini mulai bermunculan.

Pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan versi Injil tersebut dikatakan berasal dari abad kelima atau keenam, sementara St Barnabas hidup pada abad pertama sebagai salah satu Rasul Jesus.

“Salinan di Ankara mungkin telah ditulis oleh salah satu pengikut St Barnabas,” katanya kepada surat kabar Today Zaman.

Tapi kecurigaan sebenarnya segera dapat diselesaikan dengan mudah. Usia sebenarnya dari Injil bisa segera ditentukan oleh penelitian ilmiah, profesor teologi Turki Ömer Faruk Harman mengatakan kepada Daily Mail, untuk mengklarifikasi apakah itu ditulis oleh St Barnabas sendiri atau pengikutnya. (fq/aby) (http://www.eramuslim.com )

Kenabian Muhammad Dalam Alkitab

Kenabian Muhammad Dalam Alkitab

Dedan: adalah Arabia Utara, dekat kota Yastrib (Madinah) yang dihuni oleh Tema.

Tema: adalah anak Ismael (Kejadian, 25:15), yang menghuni di utara kota Madinah (baca geografi Madinah).

Sambutlah orang pelarian: Nabi Muhammad SAW lari / hijrah dari Makkah ke Madinah, kemudian disambut penduduk Tema di Madinah. (dikutip dari Hadis Sohih).

Pelarian dengan roti: Nabi Muhammad lari / hijrah ke Madinah dengan roti / firman Allah. Sedangkan roti menurut Alkitab diartikan sebagai firman (lihat BAB 7 no 16).

Mereka melarikan diri terhadap pedang: umat Islam lari / hijrah dari Makkah, karena orang-orang Makkah selalu meneror dan membantai umat Islam dan rencana orang-orang kafir untuk membunuh Nabi Muhammad SAW (dikutip dari Hadis Sohih).

Nubuat Nabi Muhammad

Nubuat Nabi Yesaya bahwa umat Islam pasti memenangkan peperangan melawan orang kafir, satu tahun setelah hijrah.

Yesaya, 21:16-17 “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah… dari Bani Kedar akan tinggal sejumlah kecil saja”.

Nubuat Nabi Yesaya tersebut, telah menjadi kenyataan tertulis dalam sejarah perang Badar:

Dalam setahun lagi: tanggal 12 Robi’ul Awal tahun 1 Hijriyah umat Islam hijrah dari Makkah ke Madinah, dan setahun kemudian tanggal 17 Romadhon tahun 2 Hijriyah umat Islam berhasil mengalahkan orang-orang kafir Makkah dalam peperangan Badar Kubro, perang pertama umat Islam berhadapan dengan kaum Musyrikin Mekkah, seusai rasulullah membangun asas Islam di Madina.

Kendati Kedar adalah salah satu dari Bani Ismael, namun sebagian dari mereka adalah pembangkang ajaran Nabi Muhammad saat itu. Tapi setelah Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah) mereka semua (100%) menerima ajaran Nabi Muhammad SAW sampai detik ini, yaitu negara Arab Saudi (keturunan Kedar).

Yahudi dan Kristen tidak memiliki dalil untuk mengakui nubuat ini, karena Bani Kedar yang berada di Arab Saudi 100% beragama Islam.

Nubuat Yesaya, Umat Islam akan mempunyai nyanyian baru untuk memuji Allah

Yesaya, 42:10-12 “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan dan pujilah Dia dari ujung bumi baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar.”

Nubuat Nabi Yesaya bukan sebuah mimpi belaka, namun telah diabadikan oleh Allah di Bumi Islam:

Nyanyian baru bagi Tuhan: Takbir, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Istighfar dan sebagainya.

Menyaringkan suara: umat Islam di berbagai negara, desa, kota , dan pulau, semuanya menyaringkan/mengumandangkan Adzan sebagai tanda waktu sholat (baca buku saya “Mukhtasor Diniyah” hal. 38 paragraf 2 baris ke 6).

Desa-desa yang didiami Kedar: nubuat ini hanya untuk orang Islam, karena Bani Kedar (keturunan Ismael) yang sekarang menjadi negara Arab Saudi penduduknya 100% Islam, baik Yahudi atau kristiani tidak terdapat di negri wahyu tersebut

Jadi jika umat Yahudi dan Kristen berpendapat atas dasar keyakinan kalau nubuat itu milik mereka, maka dengan sendirinya telah dibantah oleh Nabi Yesaya tersebut, karena nubuat itu untuk keturunan Kedar (Bani Ismael) saja.

Nubuat pindahnya Bait Allah dari Yerusalem ke kota Makkah.

Yesaya, 60:5-14 “Kelimpahan dari sebrang laut akan beralihkepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu… segala kambing domba Kedar… dan Nebayot… untuk ibadahmu… Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku… orang-orang asing akan membangun tembokmu… mereka akan menyebut engkau kota Tuhan”.

Nubuat Nabi Yesaya ini bukan isapan jempol menggambarkan bangunan kota Mekah dengan atribut kota tuhan, telah Allah tetapkan pada umat Islam. Ini bukan banyolam muslim terhadap alkitab, tetapi merupakan analisis menyeluruh.

Kelimpahan dari sebrang laut akan beralih kepadamu: umat Islam dari seberang lautan manapun telah berziarah ke Bait Allah, di Makkah, dan tidak lagi di Yerusalem.

Segala kambing / domba…untuk ibadahmu: umat Islam mensucikan Bait Allah di Makkah dengan berqurban kambing.

Menyemarakkan rumah keagungan-Ku: umat Islam dari seluruh dunia datang berduyun-duyun menyemarak-kan Bait Allah di Makkah di musim haji. Dan juga setiap harinya untuk melaksankan ibadah Umroh atau ibadah rutinitas, sehingga gema semarak talbiyah bergumuruh di Bait Allah tersebut. Tidak dapat didustakan tentang peristiwa sakral tersebut telah menuai semarak takbir, memulyakan Allah dari seluruh dunia.

Orang-orang asing akan membangun tembokmu: bukan lagi orang Israel yang membangun tembok Bait Allah, tapi orang yang dianggap asing oleh Israel , yaitu orang-orang keturunan Ismael (orang Arab/Kedar). Disamping sebab jutaan manusia yang datang dari seluruh dunia, telah memberikan hasil melimpah dalam pembangunan Bait Allah di Mekkah

Kota Tuhan: itulah Makkah telah menjadi kota Allah, bukan lagi di Yerusalem, karena Yerussalem sekarang tidak terdengar pujian, tetapi dentuman peluru dan kebiadaban Israel.

Walaupun Yahudi dan Kristen berkeyakinan, kalau nubuat itu untuk mereka, tetapi ucapan Nabi Yesaya tersebut telah membantah keyakinan mereka, bahwa nubuat itu hanya untuk orang yang naik unta, dan orang yang berqurban kambing, tiada lain hanya Bani Ismael. Di Yerusalem tidak ada wilayah Onta seperti yang terdapat di Mekkah, sangat membudaya, demikian kurban kambing pasti akan dilakukan oleh seluruh jemaah haji.

Nubuat Jesus tentang pindahnya Bait Allah dari Yerusalem ke kota Makkah

Yohanes, 4:21 “Saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan di Yerusalem”.

Nubuat Jesus tersebut, telah menjadi takdir Allah kepada umat Islam:

Bisa di perhatikan nubuat di nomor 7, 16 dan 18, maka maksud ucapan Jesus tersebut tiada lain adalah Makkah.

Nubuat Nabi Yesaya bahwa umat Islam berqurban di Bait Allah, Makkah

Yesaya, 60:7 “Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu, semuanya akan dipersembahkan di atas Mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku. Dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku”.

Nubuat Nabi Yesaya tersebut, telah menjadi takdir Allah pada umat Islam:

Segala kambing domba Kedar: pada setiap hari raya haji / Idul Adha, umat Islam datang berduyun duyun dari seluruh dunia untuk ibadah haji, dan salah satu ritualnya yaitu berqurban kambing dan domba. Sedangkan bila dicermati penuh perhatian dan tidak subjektif, maka akan sampa pada kesimpulan hanya Islam yang bisa melakukan ritual menyembelih kambing, sebagai bagian dari pelaksanaan haji yang disebut Dam.

Menyemarakkan rumah keagungan-Ku: Masjidil Haram, Ka’bah di Makkah selalu semarak ketika musim Haji. Padat dengan manusia yang sedang beribadah, dengan mengumandangkan lafadl talbiyah.

Bila umat Yahudi dan Kristen yakin, bahwa nubuat tersebut untuk mereka, maka telah dibantah oleh Nabi Yesaya tersebut. Karena sampai saat ini Nebayot, Kedar dan keturunan Ismael lainnya hanya tunduk dan patuh kepada Nabi Muhammad (Islam). Rumah keagungan-Ku adalah Baitullah / Ka’bah (Bait Allah), bukan di tembok ratapan Yahudi, bukan Basilika Santo Petrus di Vatikan, dan juga bukan di gereja Yerusalem. Karena sampai detik ini penduduk Arab (keturunan Ismael) tidak ada yang menyembelih/berqurban kambing di tembok ratapan atau di Vatikan atau di gereja Yerusalem, TIDAK ADA.

Nubuat Nubuat Nabi Musa bahwa Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu dengan cara meniru / dituntun perkalimat

Ulangan, 18:18 “Dan Aku akan menaruh Firman-Ku ke dalam mulutnya”.

Nubuat Nabi Musa, telah menjadi firman Allah kepada Nabi Muhammad SAW:

Ayat ini adalah ayat lanjutan dari nubuat Nabi Musa pada nomor sebelumnya.

Sedangkan yang dimaksud dengan “menaruh Firman-Ku” ke dalam mulutnya adalah: bahwa setiap orang yang tidak dapat membaca jika disuruh membaca, pastinya dia tidak dapat membaca, tapi jika orang yang tidak dapat membaca itu di tuntun oleh orang lain, kemudian ia mengikutinya, maka artinya orang itu di taruh sebuah ucapan/Firman ke dalam mulutnya.

Sebagaimana Nabi Muhammad SAW telah dituntun untuk membaca Firman oleh malaikat Jibril di gua Hira, Makkah. Walaupun umat Yahudi dan Kristen yakin bahwa nubuat itu untuk Nabi mereka, maka dengan sendirinya dibantah oleh Nabi Musa (Ulangan, 34:10), karena tidak ada lagi Nabi dari keturunan Bani Israel yang seperti Musa.

Nubuat Nabi Yesaya bahwa Nabi Muhammad SAW mengendarai Onta

Yesaya, 21:7 “Apabila dilihatnya pasukan, pasangan-pasangan orang berkuda, pasukan keledai, dan seorang penunggang Onta, maka haruslah diperhatikannya sunguh-sungguh, dengan penuh perhatian”.

Nubuat Nabi Yesaya tersebut, telah Allah perkenankan kepada Nabi Muhammad SAW:

Penglihatan Yesaya ini terbagi menjadi dua, bahwa penunggang keledai adalah Jesus (Yohanes, 12:14) juga nabi Muhammad punya keledai, dan satu-satunya penunggang unta HANYA terjadi kepada Muhammad SAW, karena beliau tinggal di gurun pasir. Sebuah nubuat tak akan mudah terjadi secara kebetulan tetapi menjadi takdir Tuhan.

Nubuat Nabi Musa bahwa Firman yang diucapkan Nabi Muhammad selalu diawali dengan kalimat “Bismillah”

Ulangan, 18:19 “Firman-Ku yang akan diucapkan Nabi itu demi Nama-Ku”.

Nubuat Nabi Musa tersebut, telah digenapi oleh Allah di dalam Alquran:

Ayat ini adalah ayat lanjutan dari nubuat Nabi Musa pada nomor sebelumnya.

Namun isi ayat ini telah dirobah oleh penterjemah 2005, kalimat “dengan” diganti menjadi “demi”. Tapi jika kalian membaca Alkitab tahun 60-an, bunyi ayat tersebut tetap menggunakan kalimat “dengan”.

Jika kita melihat seluruh awal surat Alquran maka pada 113 surat tersebut pasti diawali dengan Nama Allah, yaitu “Bismillahirrohmanirohiim” = “Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang”.

Faktanya dalam Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, tidak satupun surat yang diawali dengan ‘Nama Allah’ (Bismillah). Tetapi para misionaris Kristen Arab lebih cerdik dengan melakukan plagiat terhadap Alquran. Mereka menambahkan kalimat “Bismillahirrohmaanirrohiim” di setiap permulaan surat di Alkitab. Hal ini bukan hal aneh lagi bagi umat Islam, karena sudah menjadi hobi bagi para misionaris Kristen dunia merubah-rubah Kitab Suci. Sebuah fakta yang terkonsep dalam penyebaran agama Kristen di Arab, mereka (missionaries) menempelkan kata Bismillah itu sebagai suatu cara mempengaruhi Islam Arab.

Nubuat Nabi Musa bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi yang benar diutus Allah

Ulangan, 18 : 20 “Tapi seorang nabi yang terlalu berani untuk mengucapkan demi Nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama Allah lain, nabi itu harus mati.”

Nubuat Nabi Musa tersebut, telah menjadi firman Allah atas kebenaran Nabi Muhammad sebagai Nabi Allah.

Ayat ini adalah lanjutan ayat dari nubuat Nabi Musa pada sebelumnya.

Nabi Muhammad meninggalnya dalam keadaan wajar dan tidak dibunuh. (meskipun ada nada sumbang berkalang fitnah dibuat oleh orang orang yang anti islam) Artinya Nabi Muhammad SAW adalah Nabi asli yang diutus oleh Allah SWT.

Adapun para Nabi palsu yang dimaksud pada nubuat itu, telah ada di zaman Abu Bakar dan semuanya telah mati dibunuh. Mereka kaum pembangkang Islam, dan melantik dirinya sebagai nabi, berakhir tragis dibunuh, termasuk nabi nabi yang bermunculan hingga sekarang, pasti berakhir menyedihkan.

Nubuat Nabi Yeremia tentang kedatangan Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah

Yeremia, 31:31 “Sesungguhnya akan datang waktunya … Aku (Allah) akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda … maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya ataumengajar saudaranya dengan mengatakan: kenAllah Tuhan! … sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak mengingat lagi dosa mereka”.

Yang dimaksud dengan “Perjanjian baru” tiada lain hanyalah “Alquran” sebab Jesus tidak membawa ajaran baru (Mat 5:17) untuk kaum Israel dan Yehuda (Yoh 16:12). Akan tetapi “Alquran” yang juga memuat hukum Taurat dan penyempurnaannya telah berhasil menarik minat banyak orang Yahudi Madinah yang berlomba lomba masuk Islam.

Dan dengan ucapan Syahadat mereka, maka terhapuslah dosa-dosa mereka pernah lakukan di masa lalu.

Kalimat “Saudaranya” tiada lain adalah kaum Ismael yang bersaudaraan dengan kaum Israel. Sedangkan Jesus sendiri hanya diutus untuk kaum Israel saja (Mat 10:5-6 & Mat 15:24-26).

Nubuat Nabi Habakuk tentang kedatangan Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah

Habakuk, 3:3 “Allah datang dari negri T’eman dan Yang Maha Kudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungannya menutupi segenap langit dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya”.

Lihat penjelasan tentang Paran di nomor sebelumnya, bahwa Nabi Muhammad datang dengan membawa cahaya Alquran (Firman Allah) dari Paran (Makkah).

Jika umat Yahudi dan Kristen yakin bahwa nubuat ini untuk para nabi mereka, maka dengan sendirinya terbantahkan dengan fakta saat ini. Penduduk Paran / Arab sampai detik ini beragama Islam karena ajaran Alquran yang datang dari Allah.

Nubuat Nabi Yesaya tentang kedatangan Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah

Yesaya, 42:1-4 “Lihatlah, itu hamba-Ku yang Ku pegang … orang pilihan-Ku … ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa … Ia sendiri tak akan pudar … sampai ia menegakkan hukum di bumi. Segala pulau mengharapkan pengajarannya”.

Nubuat ini hanya cocok untuk Nabi Muhammad SAW, karena beliaulah Nabi terakhir yang berani menerapkan hukum Allah kepada umat manusia. Seperti hukum cambuk bagi pemabuk berat, hukum rajam bagi suami isteri yang berzina, hukum potong tangan bagi perampok dan hukum mati bagi pembunuh berencana.

Jika umat Kristen yakin kalau nubuat ini untuk Jesus, tentu dengan sendirinya ditolak oleh Jesus sendiri: karena Jesus diutus hanya untuk bangsa Israel saja (Mat 10:5-6 & Mat 15:24-26). Dan Jesus tidak membawa hukum baru, melainkan hokum taurat (Mat 5:17), dan juga Jesus tidak diutus sebagai penguasa untuk menghukum (Yoh 18:36). Terlebih Jesus selama hidupnya tidak pernah menghukum dengan Alkitab yang ada, ini menunjukkan bahwa nubuat tersebut hanya terjadi pada Nabi Muhammad. Lihat lanjutan ayat ini di nomor sebelumnya.

Nubuat Nabi Daniel tentang kedatangan Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah

Daniel, 2:44 “Tetapi pada zaman raja-raja … Allah akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain; kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya”.

Nubuat ini hanya sesuai untuk kerajaan sorga yang dibawa oleh Nabi Muhammad yaitu Islam yang berhasil mengalahkan segala kerajaan seperti kerajaan Romawi, Persia, Yaman, dan kerajaan lainnya, semuanya berhasil dikalahkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Dan sampai akhir zaman, Islam akan terus berjaya.

Jika umat Yahudi yakin bahwa nubuat ini untuk para nabi sebelum Jesus, maka dengan sendirinya terbantahkan dengan fakta saat ini. Karena hukum Taurat sudah dirombak abis-abisan oleh mereka (UL 31:27 & Yer 8:8) dan kerajaan Taurat Musa telah berakhir secara otomatis dengan datangnya Jesus sebagai Rasul dengan membawa Injil.

Dan jika umat Kristen yakin mengakui nubuat ini untuk Jesus, tentu dengan sendirinya ditolak Kitab Perjanjian Baru, karena Jesus selama hidupnya tidak pernah berperang untuk melawan dan mengalahkan kerajaan orang-orang kafir. Dan Jesus sendiri mengakui ajaran Injil yang dibawa hanya untuk sementara waktu saja (Yoh 16:12).

Nubuat Nabi Yesaya bahwa Nabi Muhammad adalah seorang buta huruf yang mendapatkan wahyu

Yesaya, 29:12 “Apabila kitab itu diberikan kepada seorang yangtidak dapat membaca dengan mengatakan “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “aku tidak dapat membaca”.

Nubuat Nabi Yesaya tersebut, telah digenapi oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW:

Bahwa ketika Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu pertama di gua Hiro, Makkah, Nabi Muhammad diperintah membaca oleh malaikat Jibril “bacalah”, maka Nabi Muhammad menjawab “saya tidak dapat membaca”.

Jika Yahudi dan Kristen ngotot bahwa nubuat itu untuk Nabi mereka, maka dengan sendirinya dibantah oleh Nabi Musa (Ulangan 34:10), karena tidak ada lagi Nabi dari orang Israel, tapi dari antara saudara mereka yaitu Bani Ishmael.

Dan tidak ada satupun Nabi setelah Yesaya yang sama sesuai dengan nubuat Yesaya di atas, tapi Nabi Muhammad sangat sesuai sekali.

Keberadaan Nabi Muhammad saja, ketika baru lahir, sempat menjadi perhatian kalangan pemburu tanda tanda kenabian dari orang orang Yahudi. Tegasnya, bahwa Nabi Muhammad datang adalah suatu kesengajaan Allah, dilahirkan dari bangsa turunan Ismael, untuk membuktikan bahwa kalau sebelumnya, nabi bersifat nepotism, itu diakhiri dengan babak dan era baru yang tidak mengikat keturunan. Sebab, pada intinya semua manusia adalah keturunan nabi Adam, bapak manusia. Adamlah awalnya yang menulis sejarah kemanusian. Sistimatika kenabian Muhammad tentunya erat kaitanya dengan upaya menghilangkan ras-ras dan kesukuan yang sering kali menjadi koridor agama. Wilayah Islam adalah benua yang terbatas, tetapi rahmatan lil ‘alamiin. Allahu Akbar, maha besar Allah dengan segala takdir-Nya atas alam semesta.

-o0o-

Tanggapan Kristen,

21 October 2010 19:31:18

Yesaya 60 itu sangat jelas menyoal nubuatan terhadap kota Yerusalem. Hal ini sangat-sangat jelas dikatakan pada ayatnya yang ke 14 di bagian akhir yaitu: mereka akan menyebutkan engkau “kota TUHAN”, “Sion, milik Yang Mahakudus, Allah Israel”.

Sion adalah nama lain dari kota Yerusalem. Oleh sebab itu, nubuatan ini mutlak tentang pemulihan atau pembaharuan Yerusalem.

Yahya 4 berkisah tentang percakapan Kristus Jesus dengan Perempuan Samaria, dan ujung-ujungnya adalah soal penyembahan Allah yang benar yaitu: “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran”.

Perhatikan penggalan kalimat Kristus Jesus “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang”, artinya nubuatan itu sudah terjadi ketika Kristus Jesus berbicara. Bukan pada masa setelah Kristus Jesus.

Dan masih banyak lagi, hal-hal di atas yang terlalu cepat disimpulkan hanya dengan satu-dua ayat saja. Menurut teman saya yang tidak lulus, ada pelajaran dalam membaca Alkitab di Seminari yaitu seperti kita membaca buku cerita. Karena dengan cara seperti ini, ada hal-hal yang baru didapati setelah selesai cerita tersebut. Tidak sepotong-sepotong. Nah, dengan cara seperti ini kita bisa mendapatkan yang tersirat daripada yang tersurat.

Salam Damai,

Dedy

————————-

Tanggapan Muslim,

21 October 2010 19:34:32

Ded, tolong informasikan siapa yang mampu menghapal kitab suci sebagaimana yang ada dalam mimpi-mimpi masa silam.

————————-

21 October 2010 19:36:12

Lalu apakah kota Tuhan itu ramai dengan pujian sebagaimana yang terjadi di Mekah, atau tempat sengketa yang tak berakhir?

————————-

21 October 2010 19:38:26

Menyembah Bapa atau menyembah Jesus? Bisa Anda buktikan kaitan eratnya dengan korban, unta, kambing dan sebagainya yang terjadi di Mekkah.

-o0o-

Access from,

http://agama.kompasiana.com/2010/10/21/nubuat-nabi-muhammad-dalam-perjanjian-lama-bag-ii-akhir-297983.html

Access date 4 April 2013.

Muhammad Dalam Perjanjian Baru

Muhammad Dalam Perjanjian Baru9

Ada dua ucapan yang sangat penting mengenai Yohanes Pembaptis yang disampaikan oleh Jesus, tetapi dicatat dengan cara aneh:

Ucapan pertama Jesus mengenai Yohanes adalah bahwa Yohanes dimunculkan ke dunia sebagai reinkarnasi Elia (nabi dalam Perjanjian Lama). Keanehan yang menyelimuti sebutan ini terjadi pada diamnya Jesus mengenai identitas dari orang yang diharapkan secara resmi diperkenalkan oleh Elia kepada dunia sebagai nabi terakhir. Bahasa Jesus dalam hal ini adalah sangat kabur, ambigu, dan aneh.

Seandainya Yohanes adalah (reinkarnasi dari) Elia, lantas mengapa dia tidak disebutkan secara jelas?

Seandainya Jesus adalah sang “Utusan yang dijanjikan” dan Dominator[1] (terjemahan Vulgate untuk bahasa Ibraninya “Adon” seperti yang tercantum dalam Maleakhi 3:1), mengapa dia secara terbuka mengatakan begitu? Jika ia dengan berani menyatakan bahwa bukan dirinya, tetapi nabi lain yang merupakan “Dominator” itu. Maka sebenarnya pastilah ada tangan jahat yang menghapus dan menghilangkan kata-kata Jesus dari kitab Injil yang asli.

Bagaimanapun juga, kitab Injil-injil lah yang harus bertanggung jawab atas ambiguitas dan ketidakjelasan ini. Itu hanya dapat digambarkan sebagai hal kejam yang merusak teks dan telah menyesatkan jutaan umat Kristen berabad-abad.

Jesus seharusnya menunjukkan diri secara terbuka dan eksplisit dengan mengatakan, “Yohanes adalah Elia yang diutus sebagai perintis yang mempersiapkan jalan untukku!” Atau jika bukan seperti itu, maka mungkin ia sudah menyatakan hal sebagai berikut, “Yohanes adalah Elia yang diutus untuk mempersiapkan jalan bagi Muhammad”. Barangkali ini disebabkan oleh kegemaran Jesus akan bahasa yang bersifat ambigu (kemenduaan makna).

Sebenarnya ada beberapa contoh sebagaimana dilaporkan dalam Injil-Injil, dimana Jesus memberikan pernyataan yang tidak jelas dan sama sekali tidak dapat dipahami. Dengan mengesampingkan ketuhanannya, sebagai seorang nabi bahkan sebagai seorang guru, ia diharapkan menjadi seorang guru yang terus terang.

Ucapan lain yang terselubung dalam keanehan adalah, “Tidak seorang pun yang dilahirkan oleh perempuan lebih besar dari Yohanes” kata Jesus, “Tetapi yang paling kecil di Kerajaan Surga adalah lebih besar daripada Yohanes”. Apakah Jesus bermaksud mengajari kita bahwa Yohanes dan semua nabi serta orang-orang shaleh berada diluar Kerajaan Tuhan? Siapakah orang “paling kecil” yang lebih besar daripada Yohanes? Dan konsekuensinya dari semua umat Tuhan yang mendahului Yohanes? Apakah Jesus sendiri yang dimaksud “paling kecil” itu? Atau yang “paling kecil” diantara orang-orang Kristen yang dibaptis? Tidak mungkin dia sendiri, karena pada masanya Kerajaan itu belum didirikan di bumi. Jika memang dia, maka tidak mungkin ia sebagai yang “paling kecil” di dalamnya karena ia adalah pendirinya.

Gereja – dengan sudut pandangnya yang aneh – telah menemukan solusi yang sangat tidak masuk akal untuk memecahkan problem ini. Dan solusi itu adalah bahwa orang Kristen lah yang “paling kecil” untuk dicuci dengan darah Jesus (melalui sakramen pembaptisan, menurut keyakinan kaum Sacerdotolis, atau kalau tidak melalui semacam regenerasi, menurut ketakhayulan penginjil) menjadi “lebih besar” dari Yohanes dan semua orang-orang suci terdahulu, termasuk Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Daud, Elia, Daniel.

Alasan atau bukti klaim yang mengagumkan ini adalah bahwa umat Kristen, betapapun berdosanya dia, asalkan dia beriman kepada Jesus sebagai Juru Selamatnya, maka ia memiliki hak-hak istimewa (privilages) yang didambakan para nabi suci namun tidak dinikmatinya. Hak-hak istimewa ini sangat banyak. Penyucian dari dosa asalkan melalui pembaptisan kristen, pengetahuan tentang Trinitas, pemberian makanan daging dan darah Jesus dalam Sakramen Ekaristi, doa dengan membuat tanda salib, hak-hak kuci surga dan neraka diberikan kepada Paus, dan kegembiraan yang berlebih-lebihan (ectasy) dari kaum Puritan[2], Quaker[3], Persaudaraan, dan semua sekte lain yang disebut Kaum NonKonformis yang masing-masing dengan jalannya sendiri-sendiri, meskipun mengklaim hak-hak istimewa dan hak-hak proregratif yang sama, semua sepakat bahwa setiap orang Kristen yang baik pada hari kebangkitan akan menjadi perawan suci dan menampilkan dirinya sebagai pengantin perempuan untuk “Domba Tuhan”!

Lantas, tidakkah Anda berpikir bahwa umat Kristen berhak untuk percaya bahwa yang “paling kecil” di antara mereka adalah “lebih besar” dari semua nabi? Tidakkah Anda berpikir, kalau demikian, bahwa biarawan Patagonian yang kekar dan biarawati Parisian yang menebus dosa adalah lebih mulia daripada Adam dan Hawa, karena misteri Trinitas disampaikan kepada orang-orang idiot ini dan tidak kepada nenek moyang mereka yang dahulunya hidup bersama Allah di Surga sebelum mereka diturunkan kebumi?

Namun semua keyakinan dan aqidah yang bermacam-macam ini berasal dari Perjanjian Baru dan dari ucapan-ucapan yang dinisbahkan kepada Jesus dan rasul-rasulnya. Namun, bagi kita sebagai kaum Ahlultauhid Muslim ada sedikit cahaya kemilau yang tertinggal dalam kitab-kitab Injil, dan sudah cukup bagi kita untuk menemukan kebenaran tentang Jesus dan sepupunya (Yohanes) yang sebenarnya.

Yohanes Pembaptis meramalkan Muhammad

Menurut kesaksian Jesus, tidak ada orang yang dilahirkan perempuan lebih besar dari Yohanes, namun yang “paling kecil” dalam Kerajaan Surga adalah lebih besar dari Yohanes. Perbandingan yang dibuat oleh Jesus adalah antara Yohanes dan semua nabi sebelumnya sebagai penghuni Kerajaan Surga. Nah dalam urutan kronologis maka nabi terakhir adalah yang “paling kecil” diantara para nabi, ia akan menjadi junior mereka dan yang paling muda.

Kata “z’ira” dalam bahasa Arami, seperti kata Arab “saghir”, berarti “anak kecil”. Versi Pshittha menggunakan kata “z’ira” atau “z’eira” sebagai lawan dari “rabba” untuk “besar, tua”.

Setiap orang Kristen akan mengakui Jesus adalah bukan nabi yang “terakhir”, dan karenanya ia tidak mungkin sebagai yang “paling kecil”. Tidak hanya para rasul sendiri yang diberkati dengan pemenuhan nubuat, tetapi juga banyak manusia suci lainnya di zaman kerasulan disokong dengan kisah itu (Kisah-kisah 11:27-28; Kisah-kisah 13:1; Kisah-kisah 15:32; Kisah-kisah 21:9-10),

Dan karena kita tidak dapat menemukan yang mana dari nabi-nabi gereja yang banyak ini adalah “yang terakhir”, tentu saja kita dipaksa untuk mencari kemana-mana seorang nabi yang tidak dapat disangkal adalah nabi terakhir dan penutup daftar kenabian. Dapatkah kita membayangkan bukti-bukti mendukung Muhammad yang lebih kuat dan lebih brilian daripada pemenuhan nubuat Jesus yang menakjubkan ini?

Dalam daftar panjang keluarga nubuat, tentu saja yang “paling muda”, yang “paling kecil” adalah Muhammad. Beliau adalah “Adon” (Tuan)nya mereka. Menyangkal ciri dan sifat nubuat kenabian Muhammad merupakan suatu penyangkalan yang mendasar terhadap keseluruhan wahyu Ilahi dan semua nabi yang mengajarkannya. Karena semua nabi lainnya secara bersama-sama belum menyelesaikan karya raksasa yang diselesaikan sendiri oleh nabi dari Mekkah dalam waktu singkat yakni 23 tahun misi kenabiannya.

Misteri tentang kehidupan sebelumnya dari roh-roh para nabi belum diungkap kepada kita, tetapi setiap muslim sejati mempercayainya. Roh yang ada sebelumnyalah dengan kekuatan firman Allah “kun” (jadi) seorang lanjut usia Sarah, seorang lanjut usia Hannah, dan seorang perawan Maria melahirkan Ishaq, Yohanes, dan Jesus.

Injil Barnabas melaporkan bahwa Jesus berbicara tentang roh Muhammad yang dinyatakan olehnya telah diciptakan sebelum semua yang lain.

Saya senang mengatakan bahwa hak sayalah, berkat karunia Allah, untuk memecahkan problem misteri yang selama ini menutupi apa arti dan maksud sebenarnya dari “yang paling kecil dalam Kerajaan Surga” !

Yohanes mengakui bahwa Muhammad lebih unggul dan lebih kuat darinya. Ungkapan penting disampaikannya kepada orang-orang Yahudi itu, “Dia yang datang setelah aku” mengingatkan para Penulis, Pharisee, dan ahli hukum mereka pada ramalan kuno dari nenek moyang mereka, Yaqub, dimana Patriarch itu menggunakan gelar yang unik “Syilokhah” untuk “Rasul Allah/ Rosululloh”, julukan yang sering digunakan oleh Jesus untuk Muhammad dalam Injil Barnabas. Pada waktu menulis artikel saya tentang “Syiloh”, saya mengatakan bahwa kata tersebut bisa jadi merupakan perubahan dari “Syiloukh” atau “Syilokhah” yang artinya adalah Rasul Allah (Rosululloh), tetapi kemudian saya lupa bahwa Yerome juga telah memahami bentuk Ibrani itu dalam arti tersebut, karena ia telah menerjemahkannya sebagai “qui mittendis est

Ketika saya merenungkan penangkapan dan pemenjaraan Yohanes yang tidak berdaya oleh Herod dan pemenggalan lehernya secara kejam, atau ketika saya membaca dengan teliti cerita-cerita membingungkan nan tragis mengenai pencambukan Jesus oleh Pilate, penobatan Jesus dengan mahkota duri (dalam keadaan disalib kesakitan) oleh Herod, dan malapetaka di Calvary[4], lalu saya beranjak memalingkan pandangan saya pada masuknya Adon (dengan 10.000 pasukan) dengan penuh kemenangan ke Mekkah, penghancuran total semua berhala didalam Ka’bah suci, pemandangan yang menggetarkan hati dari musuh pembawa maut bernama Abu Sufyan yang takluk dikaki Syilokhah (Rasul Allah) memohon pengampunannya dan menyatakan keimanannya, dan atas ibadah agung dan khotbahnya yang terakhir dari sang penutup para nabi menerima firman ilahi yang terakhir ini “Al yauma akmaltu lakum dinukum” (Hari ini Aku telah sempurnakan bagimu agamamu), dan sebagainya, kemudian saya sepenuhnya memahami bobot dan nilai dari pengakuan Yohanes, “Dia lebih kuat dariku”.

“Kemurkaan yang akan datang”. Pernahkah Anda menjumpai penfsiran yang pantas dan bijaksana, dan meyakinkan dari kalimat ini diantara banyak sekali komentar mengenai kitab Injil? Apa yang dimaksud Yohanes dengan ungkapan, “Lihatlah kapak sudah dipasang pada akar pohon?” Atau perkataannya, “Ia memegang kapas ditangannya untuk membersihkan lantai pengiriknya”? Atau ketika ia meremehkan gelar “Anak-anak Ibrahim”?

Saya tidak akan menghalangi Anda untuk mengetahui tingkah laku para penafsir, karena mereka adalah lamunan yang tidak pernah diimpikan oleh Yohanes ataupun pendengarnya. Mungkinkah Yohanes pernah mengajari kaum Pharisee yang angkuh dan kaum Saduqee[5] yang rasionalistik itu menyangkal kebangkitan jasmaniah bahwa pada hari kiamat Jesus akan menumpahkan kemurkaannya pada mereka dan membakar mereka bagaikan pohon-pohon yang tidak berbuah dan bagaikan sekam dalam api neraka? Tidak ada satu kata pun dalam semua literatur kitab suci mengenai kebangkitan jasad-jasad atau mengenai api neraka. Tulisan-tulisan Talmudistik ini penuh dengan misteri eskatologis yang sangat mirip dengan tulisan kaum Zardusytee, tetapi sumbernya sama dari kitab-kitab resmi.

Nabi yang bertobat dan membawa kabar baik itu tidak berbicara tentang kemurkaan yang jauh dan tidak terbatas yang sudah pasti menunggu kaum kafir dan kaum Atheis, tetapi berbicara tentang malapetaka yang terdekat dari bangsa Yahudi. Ia mengancam bahwa murka Allah sedang menunggu kaum itu jika mereka terus-menerus berbuat dosa dan menolak misi dan koleganya, Jesus.

Bencana yang akan datang adalah hancurnya Yerusalem dan pembubaran terakhir Israel yang terjadi sekitar 30 tahun sesudah itu selama masa hidup para pendengarnya. Baik dia maupun Jesus mengabarkan kedatangan Rasul Allah yang agung yang telah dikabarkan oleh Yaqub dengan gelar Syilokhah, dan bahwa dengan kelahirannya semua hak kenabian dan kehormatan serta otoritas akan diambil dari bangsa Yahudi, dan memang, demikianlah yang terjadi sekitar 6 abad kemudian, ketika benteng-benteng terakhir mereka di Hijaz diratakan dengan tanah dan kepangeranan mereka dihancurkan oleh nabi Muhammad saw.

Kekuasaan Romawi yang semakin mendominasi di Syria dan Palestina telah mengancam otonomi palsu bangsa Yahudi, dan arus emigrasi bangsa Yahudi akhirnya dimulai. Dan mengenai cerita inilah Yohanes bertanya, “Siapa yang memberitahu kalian untuk melarikan diri dari kemurkaan yang akan datang?” Mereka diperingatkan dan didesak untuk menghasilkan buah-buah yang bagus dengan pertobatan dan kepercayaan terhadap para rasul Tuhan yang sejati, khususnya kepada Adon, yang merupakan sang pemimpin sejati dan terakhir yang kuat.

kaum Yahudi dan Kristen selalu menuduh Muhammad telah menegakkan agama Islam dengan kekuatan dan pedang. Kaum modernis Islam selalu berusaha untuk menyangkal tuduhan ini. Tetapi ini tidak berarti mengatakan bahwa Muhammad tidak pernah menggunakan pedang. Ia harus menggunakannya untuk mempertahankan nama Tuhan.

Setiap kesabaran ada batasnya. Setiap kemurahan hati ada akhirnya. Kesempatan dan waktu yang diberikan oleh Allah kepada bangsa Yahudi, Arab, dan lainnya berakhir selama lebih dari 4000 tahun. Hanya setelah berakhirnya periode inilah baru Allah mengutus Muhammad dengan membawa kekuatan dan pedang, api dan roh, untuk menghadapi kaum kafir yang kejam, menghadapi anak-anak Ibrahim yang tidak bersyukur (baik bani Ismail dan bani Israil), dan menghadapi kekuatan Iblis.

Keseluruhan Perjanjian Lama merupakan cerita tentang teokrasi dan pemberhalaan. Kadang-kadang sedikit cahaya Islam –yakni agama Allah- bersinar di Yerusalem dan Mekkah; namun ia selalu dianiaya oleh kekuatan Setan. Empat Binatang Buas yang kejam datang menginjak-injak kaum beriman. Lalu datanglah Muhammad untuk menghancurkan dan membunuh Ular Berbisa dan memberinya gelar yang hina “iblis” – setan yang terluka memar.

Tentu saja Muhammad adalah seorang nabi yang melakukan pertempuran, tetapi objek pertempuran itu adalah kemenangan bukan balas dendam. Penaklukan musuh dan menegakkan agama Islam sebagai Kerajaan Allah di muka bumi.

Sebenarnya, ketika Yohanes digurun pasir berseru dengan suara nyaring, “Siapkan jalan Tuhan dan luruskan jalan-jalanNya”, ketika itu ia sedang menyinggung agama Tuhan dalam bentuk kerajaan yang sedang datang mendekat. Tujuh abad sebelumnya, nabi Yesaya telah meneriakkan dan mengucapkan kata-kata yang sama (Yesaya 40:1-4).

Dan dua abad kemudian Allah sendiri meratakan jalan untuk Koresh[6] dengan menaikkan dan menutup setiap lembah, meratakan setiap bukit dan gunung untuk memudahkan penaklukan dan mempercepat gerakan (Yesaya 45:1-3).

Sejarah berulang sendiri, kata mereka; dalam kedua kasus tersebut bahasa dan maknanya sama. Yang pertama menjadi prototipe yang kedua. Allah telah meratakan jalan untuk Raja Koresh (Koresy) dari Persia untuk menundukkan musuh-musuhnya kedalam taklukan Persia, karena Bait Allah di Yerusalem dan orang-orang pilihanNya dalam penjara.

Kini sekali lagi Tuhan mengulang kejadian yang hampir sama, tetapi dengn skala yang lebih besar dan lebih luas. Dihadapan khotbah Muhammad, semua berhala dihilangkan, dihadapan pedang Muhammad, maka kerajaan-kerajaan disekitarnya takluk pada beliau, dan anak-anak Kerajaan Allah menjadi sederajat dan membentuk “orang-orang kudus milik Yang Maha Tinggi”. Karena hanya dalam Islam lah semua orang beriman sederajat. Tidak ada pendeta (dengan hak-hak khususnya), tidak ada sakramen, tidak ada kasta dan perbedaan ras. Semua orang beriman adalah satu, kecuali dalam kebajikan dan kesabaran, dalam hal mana mereka saling mengungguli.

Referensi

[1] Maleakhi 3:1 versi Vulgate: Ecce ego mittam angelum meum et praeparabit viam ante faciem meam et statim veniet ad templum suum dominator quem vos quaeritis et angelus testamenti quem vos vultis ecce venit dicit Dominus exercituum

[2] Puritan adalah orang yang sangat teguh berpegang pada peraturan-peraturan tata susila.

[3] Quaker adalah anggota suatu perkumpulan Kristen anti perang dan anti sumpah.

[4] Calvary (merupakan bahasa latin dari Golgota) adalah bukit diluar Kota kuno Yerusalem tempat Jesus disalib, sebagaimana diyakini oleh Kristen.

[5] Nama ibrani ini secara salah ditulis Saducee.

[6] Koresh adalah seorang Raja Persia dan penakluk Kerajaan Babylonia yang mengizinkan bangsa Yahudi untuk kembali ke kampung halamannya di Palestina. Bangsa Yahudi sebelumnya menjalani masa pembuangan oleh Kerajaan Babylonia

Audi Yudhasmara –

Access from,

http://thetruthislamicreligion.wordpress.com/2010/04/03/muhammad-sudah-diisyaratkan-dalam-injil-dan-taurat/

Access date 4 April 2013

Isyarat Muhammad Dalam Alkitab

Isyarat Muhammad Dalam Alkitab

Kita temukan nama Muhammad  ini  di dalam  Injil  yang  sudah diapokratipkan  oleh  para  pemimpin-pemimpin Gereja dahulu, dilarang dan dibuang sebab katanya memuat ajaran-ajaran yang palsu dan membahayakan iman orang-orang Kristen. Terlepas membahayakan ataukah tidak, palsu atau benar, marilah kita membawanya  dalam persoalan ini, kita buka sekarang Injil Barnabas pasal 72, bunyinya:

Yesus berkata: “Jangan bergoncang imanmu, dan jangan kamu takut, karena  bukan aku yang menjadikan kamu. tetapi Allah yang menjadikan kamu, memelihara kamu, adapun tentang ketentuanKu, maka sesungguhnya aku datang untuk menyediakan jalan bagi rasul Allah yang akan, datang membawa kelepasan bagi dunia. Tetapi  awas-awaslah, kamu ditipu oleh orang, karena akan datang beberapa banyak nabi-nabi  dusta. Mereka mengambil perkataanku dan menajisi perkataanku.” Maka kata Andreas: “Hai guru, sebutkanlah bagi kami sesuatu tanda supaya kami kenal dia.”

Maka jawab Yesus: “Sesungguhnya dia tidak datang pada masa kamu ini, tetapi  berbilang tahun di belakang kamu, yaitu di waktu dirusakkan orang akan Injilku dan hampir tak terdapat lagi 30 orang mukmin. Di waktu itulah Allah merahmati dunia ini. Maka diutuslah rasulNya yang tetap awan putih di atasnya mengenal akan dia, salah satu utusan Allah dan dialah yang mensahirkan dirinya kepada dunia dan ia akan datang dengan kekuatan yang besar untuk mengalahkan orang-orang jahat dan berhala dunia ini. Sesungguhnya Aku menyukai yang demikian ini, karena  dengan perantaraannya akan diterangkan dan dimuliakan orang Allah dan dia menyatakan kebenaranku dan dia akan menghukum orang-orang yang  mengatakan  bahwasanya aku lebih besar dari manusia biasa. Dengan sesungguhnya Aku  berkata bahwa bulan akan memberikan dia tidur waktu masih kanak-kanak dan manakala ia sudah besar, awaslah dunia ini jangan membuangkannya, karena dia akan membinasakan penyembah-penyembah berhala”.

Membaca akan surat Barnabas itu, maka tak dapat tiada gentarlah hati kita betapa Nabi yang dijanjikan itu,  begitu tepat digenapi kejadiannya.

  • Di tiap-tiap masa ada rasul-rasul / nabi-nabi yang telah diutus Allah SWT, sebagai pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira. Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, (Al-Maaidah:19)
  • Tentang berapa jumlah nabi-nabi tersebut, tidak diketahui dengan pasti. Tapi yang jelas, ada banyak. Ada sebagian yang dikisahkan, ada yang tidak. Berapa banyaknya nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu. (Az-Zukhruf:6) – Dan (kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. (An-Nisaa’:164)

Inti ajaran dari para rasul dan nabi adalah TAUHID, menyeru pada Ke-Esaan Allah.

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, (An-Nahl:36)

Demikian pula dengan nabi Isa as. Beliau adalah seorang Rasul yang diutus Allah untuk bani Israel saja.

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel (yang berkata kepada mereka) : “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, … (Q.S Ali Imran:49)

Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”(Matius 15:24)

Nabi Isa as (Yesus) menubuatkan akan datangnya Rasul terakhir, Muhammad saw.

Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.(Ash-Shaf :6)

Para Ahli Kitab sebenarnya telah mengetahui akan datangnya Rasul terakhir, yakni Muhammad. Bahkan mereka mengetahui infomasi ini secara jelas dan detail, sedetail mereka mengenal anak-anak mereka sendiri.

Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah).(Al-An’am :20)

Nubuat tentang Rasulullah Muhammad ada dalam Injil dan Taurat.

Dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat membaca.” (Yesaya 29:12)

Siapakah nabi yang dikenal karena tidak bisa membaca? Nabi Muhammad, tentunya.

Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.(Yesaya 42:1)

Menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Bahwa aturan, ajaran yang dibawanya (Al-Islam) tidak hanya untuk bangsa Arab saja tapi untuk seluruh umat manusia.

Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.(Yesaya 42:4)

Siapakah yang menggerakkan dia dari timur, menggerakkan dia yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya, yang menaklukkan bangsa-bangsa ke depannya dan menurunkan raja-raja? Pedangnya membuat mereka seperti debu dan panahnya membuat mereka seperti jerami yang tertiup. (Yesaya 41:2)

Menaklukkan bangsa-bangsa, mengangkat pedang dan panah. Siapakah nabi yang juga pemimpin negara, serta pemimpin perang? Dengan kemenangan di tiap langkahnya? Dengan ciri-ciri demikian apakah nubuat tersebut merujuk pada Yesus? TIDAK. Karena Yesus lebih memilih memberikan pipi kiri ketika orang menampar pipi kanannya, dan ketika ada orang yang menginginkan bajunya dia maka dia akan memberikan jubahnya sekalian.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.(Matius 5:39)

Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. (Matius 5:40)

Dalam  Alkitab ada  lebih  dari satu pernyataan yang menunjukkan dinantikannya Nabi Muhammad. Namanya tidak disebutkan, tetapi melukiskan Muhammad. Kita  dapat menjumpai dalam Kitab Ulangan (Deuteronomy), pernyataan sebagai berikut:

“Saya akan mengangkat untuk mereka (Bani Israel) seorang  nabi seperti anda dari di antara saudara-saudara mereka; dan saya akan meletakkan kata-kata saya pada mulutnya, dan  dia  akan berbicara kepada mereka semua yang saya perintahkan padanya. Dan barangsiapa tidak akan memberikan perhatiannya kata-kata saya yang dia katakan atas nama saya, saya akan menuntut hal itu dari dia”. (Ulangan 18: 18-19)

Pernyataan  ini  menjanjikan  bahwa  Tuhan  akan  mengangkat seorang  nabi  dari  Bani Israel, bahwa nabi yang  akan  seperti  Musa  sendiri;  bahwa  Tuhan  akan meletakkan  kata-kata-Nya sendiri pada lisan nabi itu, dan bahwa  nabi  itu  akan  berbicara  dengan  nama Tuhan yang meletakkan kata-kata itu pada mulutnya.

Jadi perkiraan nabi ini mempunyai tiga gambaran,  tak seorangpun dari mereka yang dapat mengenai melainkan Nabi Muhammad:

  1. Nabi yang dijanjikan akan berasal dari saudara Bani Israel. Bani Israel dihubungkan hanya dengan orang-orang Arab.  Tidak ada bangsa di dunia ini yang akan dinamai sebagai saudara-saudara Bani Israel kecuali orang-orang Arab,  sebab Bani Israel adalah turunan  Ishak, dan orang-orang Arab adalah turunan Ismail, saudara Ishak.
  2. Nabi itu akan seperti Musa. Musa adalah seorang nabi dari suatu peraturan baru dan dia adalah pemimpin duniawi dan rohani untuk bangsanya. Lukisan ini hanya patut untuk Muhammad, di antara seluruh nabi yang datang setelah Musa. Tak seorang pun dari nabi-nabi itu, termasuk Yesus (Isa),  dikirimkan dengan peraturan-peraturan yang baru. Yesus mengikuti peraturan-peraturan Musa, dan tidak memperkenalkan hukum Agama yang baru. Juga ia tidak merupakan pemimpin yang sekuler (keduniawian) bagi orang-orang Israel. Selanjutnya, semua nabi itu, kecuali Muhammad, datang dari orang-orang Israel sendiri dan bukan dari saudara-saudara mereka.
  3. Pernyataan  itu  menyatakan Nabi yang dijanjikan sebagai seorang Nabi yang  tidak  akan  berbicara  darinya  sendiri. Firman Tuhan akan diletakkan pada lisannya.  Tak  ada  Nabi  kecuali  Muhammad  yang telah mengklaim bahwa bukunya berisikan firman-firman dari  Tuhan. Musa sendiri menerima wahyu, tetapi dia menyampaikan pesan-pesan itu dengan kata-katanya sendiri. Apa yang kita baca pada lima kitab Musa dianggap menjadi sabda-sabda dari Musa, bukan firman-firman dari Tuhan. Seluruh kitab yang menurut  Perjanjian Lama adalah ditulis dan dikatakan oleh penulis-penulis manusia,  dan  demikian  pula  empat  Injil. Yesus (Isa) berbicara kebenaran yang ia terima, tetapi dia berbicara dengan kata-katanya sendiri. Kitab  Injil  (Bible) yang terbaik, dianggap sebagai suatu dialog antara Tuhan dan manusia.

Hanya Alquran berisikan firman-firman dari Tuhan dan Muhammad sebagai   perantaranya. Muhammad tidak pernah mengklaim setiap ayat Qur’an sebagai perkataannya sendiri. Dia menceriterakan ayat-ayat Qur’an sebagai  firman-firman dari Tuhan yang meletakkannya pada lisan Muhammad.

Dengan demikian, lukisan itu nampaknya pantas hanya untuk Muhammad, dan bukan untuk yang lain.

Statemen yang lain, yang menunjukkan nubuat untuk Muhammad dapat dijumpai dalam kitab Ulangan (Deuteronomy):

“Inilah berkat yang diberikan Musa, abdi Allah itu, kepada Bani Israel sebelum ia mati. Berkatalah ia: Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Parang dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.” (Ulangan 33:1-2).

Kedatangan Tuhan bermakna kedatangan wahyu-Nya. Perkataan Musa ihwal manifestasi  dan penampakan Tuhan (tajalli) kepada tiga nabi di tiga tempat. Penampakan di Sinai yang melambangkan kenabian Musa sendiri.

Penampakan yang lain adalah wahyu yang diterima di Seir. Penampakan ini menandakan pewahyuan yang diterima oleh Yesus lantaran Seir merupakan daerah yang terletak di Yordan.

Penampakan yang ketiga adalah cahaya Tuhan yang bersinar dari pegunungan Paran. Penampakan ini merupakan perlambang kenabian Muhammad. Pegunungan Paran terletak di wilayah Hijaz, tempat Muhammad lahir dan hidup. Kata-kata berikut ini lebih memberikan petunjuk dan indikasi terhadap kenyataan ini:

“Ia datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.”

Muhammad adalah seorang Nabi yang memasuki Mekkah, ibukota Hijaz, yang memimpin bala tentara sejumlah sepuluh ribu pasukan Muslimin untuk menundukkan para penyembah berhala Mekkah.

Perjanjian Baru, juga mengandung nubuat yang jelas tentang kemunculan Muhammad:

“Yesus berkata kepada mereka (Bani Israel): “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci:  Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu. Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.” (Matius 21:42-44)

Stetment di atas ini merupakan sebuah nubuat yang mewartakan kepada kaum Yahudi bahwa kerajaan Tuhan akan diambil dari mereka, dan akan diberikan kepada bangsa yang lain. Tiada bangsa lain setelah Yesus yang mengklaim pesan langit kecuali bangsa Arab yang menyampaikan kepada dunia pesan Islam yang diwahyukan kepada Muhammad. Yesus menyebut bangsa yang menggatikan Bani Israel ini sebagai: “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan.” Hal ini merupakan sebuah referensi terhadap Perjanjian yang dibuat antara Tuhan dan Ishak, pada masa Ibrahim, di mana Ismail tidak termasuk dari Perjanjian ini. Dari Perjanjian Lama kita membaca:

“Tentang Ismail, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak. Ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar. Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.” (Perjanjian Lama, Kejadian 17:20-21)

Ismail dan keturunannya, sesuai dengan ayat ini, tidak dimasukkan, pada masa Ibrahim, dari Perjanjian ini, dan atas alasan ini, Yesus menyebut mereka Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan. Kini Yesus mengabarkan Bani Israel bahwa batu yang sama yang telah dibuang itu telah menjadi batu penjuru.

  1. Muhammad dan bangsa Arab merupakan keturunan Ismail, dan bangsa inilah yang dinantikan Yesus untuk menggantikan bangsa Israel.
  2. Yesus menggambarkan bangsa yang menggantikan ini sebagai batu yang dibuang; Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk. Hal ini berarti bahwa bangsa yang menerima kerajaan Tuhan ini akan menjadi sebuah bangsa pemberani, dapat menaklukkan setiap musuhnya yang menyerang dan meremukkan setiap musuh yang diserangnya. Gambaran ini hanya dapat diterapkan pada bangsa Arab saja yang telah terpilih dari seluruh bangsa dengan membawa pesan ruhani, prawira dalam membela diri dan menaklukkan musuh-musuhnya. Sejara, pasca Yesus, telah menyaksikan banyak bangsa prawira, namun tidak ada satu pun dari mereka yang digerakkan dan dimotivasi oleh wahyu kecuali umat Muhammad. [www.wisdoms4all.com]
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 52 other followers