Pandangan Kristen Mengenai Ibadah Haji

pandangan-mataIbadah Haji merupakan Ibadah menyembah berhala.

1. Upacara Ibadah Haji sebagai Ibadah Menyembah Berhala.

Melakukan upacara ibadah haji telah dilakukan oleh bangsa Arab jauh sebelum Muhammad lahir. Dengan demikian upacara ibadah haji ini bukanlah ibadah agama yang baru dilaksanakan sejak agama bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad. Oleh sebab itu upacara ibadah haji yang sekarang ini hanya merupakan kelanjutan dari upacara ibadah haji bangsa Arab yang sejak dahulu kala dilaksanakan jauh sebelum Muhammad lahir dalam rangka bangsa Arab menyembah kelompok berhala yang berada di Ka’bah Mekkah yang berjumlah 360 patung berhala (Hadits Shahih Bukhari No. 1187).

Pada waktu itu Ka’bah di Mekkah telah merupakan pusat penyembahan berhala antara lain adalah Hajar Aswad, Laata, Manaata, Uzza dan lain-lain. Menurut Hadits Shahih Bukhari No.843, pada waktu itu bangsa Arab melakukan upacara ibadah haji dalam rangka penyembahan kelompok berhala yang 360 jumlahnya dengan cara melakukan thawaf yaitu berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dalam keadaan telanjang bulat tanpa busana sambil bertepuk tangan.

“Dari Abu Hurairah r.a katanya: “Abu Bakar Siddik ditugaskan oleh Rasulullah SAW sebelum haji wada untuk memimpin satu kaum pada hari Nahar melakukan haji, kemudian memberitahukan kepada orang banyak, suatu pemberitahuan: Ketahuilah! Sesudah tahun ini orang-orang musrik tidak boleh lagi haji dan tidak boleh thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang. Sebelum Islam, orang-orang musrik Arab telah melakukan juga pekerjaan haji menurut cara mereka sendiri. Antara lain ialah thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang bulat sambil bertepuk tangan” (Hadits Shahih Bukhari No. 843).

2. Upacara Ibadah Haji sebagai Ibadah Agama bangsa Arab.

Sejak Muhammad menyiarkan agama Islam maka bangsa Arab yang melakukan ibadah haji tidak boleh lagi telanjang bulat tetapi seluruh anggota badan harus ditutupi dengan kain putih (ihram) dengan catatan tidak boleh memakai baju-dalam dan celana-dalam dan tidak boleh bertepuk tangan.

Menurut Surat 3 Ali Imraan ayat 97, setiap orang yang mampu harus melakukan upacara ibadah haji sebagai kewajiban penyembahan kepada Allah. Melakukan upacara ibadah haji berarti harus datang ke tempat Ka’bah di Mekkah untuk menyembah Allah secara langsung.

Walaupun dikatakan dalam surat 3 Ali Imraan ayat 97 bahwa melakukan upacara ibadah haji hanya bagi orang-orang yang mampu saja yaitu orang-orang kaya saja dan bukan untuk orang-orang yang miskin, tetapi karena menurut Hadits Imam At Turmudzi yang menyatakan bahwa Mekkah adalah kota dengan 100.000 kebaikan yang memberikan beratus-ratus ribu pahala, maka orang miskin pun berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melakukan upacara ibadah haji dengan cara menjual harta benda mereka yang terbatas itu secara habis-habisan.

Kebaikan dan pahala yang akan diperoleh jika mengunjungi Mekkah menurut Hadits Imam At Turmudzi adalah sebagai berikut:

  1. Mekkah adalah kota dengan 100.000 kebaikan.
  2. Orang yang sekali saja shalat di Mekkah akan mendapatkan pahala yang sama seperti 100.000 shalat.
  3. Orang yang berpuasa sehari saja di Mekkah akan mendapat pahala sama dengan 100.000 hari puasa.

Semua hal-hal yang dinyatakan dalam Hadits tersebut di atas jelas-jelas telah MEMBERHALAKAN kota Mekkah dengan Ka’bahnya. Lalu selanjutnya, sebagiamana diketahui bahwa ajaran agama bangsa Arab ialah mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya sehingga ibadah apapun yang mereka laksanakan adalah dalam rangka cari pahala. (… dst; beberapa bagian saya hilangkan untuk mempersingkat penulisan …. Islamthis).

Oleh sebab itulah dalam kenyataanya orang berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melakukan upacara ibadah haji. Walaupun di dalam Alquran ditentukan bahwa melakukan upacara ibadah haji hanya bagi orang yang mampu saja atau hanya bagi orang-orang yang terbilang kaya saja, tetapi karena pahala yang dijanjikan begitu besar jumlahnya, yaitu beratus ribu dan jika tinggal di Mekkah sekurang-kurangnya satu minggu akan mendapat pahala berjuta-juta kali, maka tidak heranlah jika orang-orang miskin yang tidak mampu pun berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melaksanakan upacara ibadah haji ini. Untuk mencari dana atau uang untuk biaya ibadah haji ini orang tidak segan-segan menjual seluruh harta bendanya yang jumlahnya sudah terbatas.

Bahkan ada orang yang sampai melakukan penipuan demi memperoleh uang untuk biaya haji. Ada sementara orang bahkan mencuri atau berkorupsi agar memperoleh uang untuk biaya upacara ibadah haji. Mereka sampai berani mencuri atau berkorupsi

karena menurut Hadits Shahih Bukhari No. 647 yang menyatakan bahwa walaupun mereka mencuri dan berzina, maka mereka tetap akan masuk surga, asalkan tidak syirik.

“Abu Dzar mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: seorang datang kepadaku dari Tuhanku membawa berita: “Sesungguhnya, barangsiapa diantara umatku yang mati, sedangkan dia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, orang itu masuk surga”. Aku bertanya: Sekalipun orang itu berzina dan mencuri? Jawab Nabi: Ya, sekalipun dia berzina dan mencuri” (Hadits Shahih Bukhari No. 647).

Pada lazimnya upacara ibadah haji memakan waktu sekitar enam hari lamanya. Hal yang dilakukan dalam upacara ibadah haji adalah:

  1. Harus berpakaian ihram
  2. Datang ke masjidil Haram di Mekkah dan langsung menuju ke sudut Ka’bah di mana batu hitam Hajar Aswad berada untuk memulai thwaf qudum …… (… dst; beberapa bagian saya hilangkan untuk mempersingkat penulisan …. Islamthis).

Sebelum dilakukan thawaf qudum maka pelaksana upacara ibadah haji harus membaca doa talbiyah yang berbunyi sebagai berikut:

Labbaik alaahumma labbaik

Labbaika laa Syarikalaka labaik

Innal hamda wan nimata laka walmulk

Laa Syariika laka 3 x

Dengan demikian pada waktu pelaksana upacara ibadah haji memasuki Masjidil Haram maka ia harus langsung menuju ke sudut Ka’bah di mana batu hitam Hajar Aswad ditempatkan sambil membaca doa ta’biyah tersebut diatas.

Kemudian setelah sampai di muka batu hitam Hajar Aswad lalu membungkuk dan menyembah sambil mencium batu hitam tersebut. Setelah mencium batu tersebut barulah ia dapat melakukan thawaf qudum (thawaf selamat datang) berjalan keliling Ka’bah sebanyak tujuh kali.

“Dari Jabir bin Abdullah r.a katanya: Tatkala Rasulullah saw tiba di Mekkah, mula-mula beliau datangi hajar aswad lalu beliau cium. Kemudian beliau berjalan ke kanan lalu berlari-lari kecil tiga kali putaran dan berjalan kaki empat kali putaran” (Hadits Shahih Muslim No. 1190).

“Dari Ibnu Umar r.a katanya: Tidak pernah saya tidak menyentuh kedua sudut ini, baik dalam keadaan sulit maupun dalam keadaan lapang, semenjak saya mlihat nabi saw menyentuh kedua-duanya” (Hadits Shahih Bukhari No. 835).

Dari uraian di atas dapat dilihat dengan jelas bahwa batu hitam yang bernama Hajar Aswad yang terletak di salah satu sudut Ka’bah yaitu Ka’bah di mana Hajar Aswad sangat didewa-dewakan dan dianggap sebagai Allah yang maha besar (Allahu Akbar).

Oleh sebab itulah setiap pengikut agama bangsa Arab harus sujud dan menyembahnya pada setiap kali melakukan shalat. Ka’bah di mana Hajar Aswad ditempatkan dianggap sangat suci sekali sehingga orang yang berada disekitar Ka’bah dilarang menghadap atau membelakangi Ka’bah pada waktu buang air atau hajat besar di ruangan terbuka seperti tanah lapang atau padang pasir.

Setiap pengikut agama bangsa Arab yang akan melakukan shalat di mana pun dia berada harus menghadapkan dirinya ke arah Hajar Aswad yang ditempatkan di sudut Ka’bah atau berkiblat ke Mekkah, karena Ka’bah ada dalam kota Mekkah dan Ka’bah itulah tempat tinggal atau rumah Allah atau tempatnya Hajar Aswad.

Jika kita perhatikan dalam AlQuran surat 1 Al Faatihah ayat 1 yaitu ayat Basmalah yang menyatakan bahwa Allah ialah zat atau asal mula benda yang maha suci yang disembah dengan sebenarnya, maka benda yang dimaksud adalah benda batu hitam Hajar Aswad yang oleh bangsa Arab disembah dan dipuja sejak jaman dahulu sebelum Islam disiarkan oleh Muhammad. Hanya pada waktu itu Hajar Aswad disembah dan dipuja bersama-sama dengan 359 berhala lainnya termasuk berhala-berhala perempuan Laata, Manaata dan Uzza. Pada waktu itu agama bangsa Arab sifatnya polytheisme yaitu menyembah banyak Tuhan sampai jumlahnya 360 patung berhala tang didewakan sebagai Tuhan-Tuhan.

Tetapi setelah agama bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad maka 359 patung-patung berhala di singkirkan dari Ka’bah (Hadits Shahih Bukhari No. 832) kecuali Hajar Aswad yang tetap tinggal karena agama bangsa Arab yang baru mengajarkan hanya menyembah satu Tuhan sehingga agama bangsa Arab yang bersifat polytheisme diubah menjadi monotheisme yaitu hanya menyembah satu Tuhan yang dalam hal ini menyembah satu berhala batu hitam yang bernama Hajar Aswad.

Mendewa-dewakan dan menyembah batu hitam Hajar Aswad yang dilakukan oleh Muhammad ternyata membuat gusar pengikut Muhammad yang setia yaitu Umar bin Khathab. Umar bin Khathab yang telah mengimani rukun iman ke tiga dari agama islam yang percaya pada Taurat, Zabur dan Injil, mengetahui benar bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah yang hidup, yang dapat memelihara dan melindungi. Dia pun mengetahui bahwa sebagian dari Taurat, Zabur dan Injil telah dimasukkan ke dalam Al Quran antara lain didalam surat 3 Ali Imraan ayat 150, surat 6 Al An Aam ayat 102, surat 42 Asy Syuuraa ayat 28, surat 59 Al Hasyr ayat 23.

Lain dari pada itu juga Umar bin Khathab pun mengetahui bahwa Al- Quran adalah bagian dari Alkitab seperti disebutkan didalam surat 43 Az Zukruf ayat 4, dan surat 26 Asy Syu’araa ayat 196.

Oleh sebab itu pada prinsipnya Umar bin Khathab tidak mau sujud menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut karena dia mengetahui benar bahwa batu hitam itu tidak lain adalah benda mati yang tidak mungkin dapat menciptakan langit dan bumi apalagi sebagai pemelihara, penjaga dan penolong.

Tetapi karena Muhammad sendiri telah memberi contoh untuk menyembah batu hitam tersebut, maka sebagai pengikut yang setia kepada Muhammad, akhirnya tidak ada jalan lain bagi Umar bin Khathab untuk juga menyembah dan mencium batu tersebut walaupun dalam hatinya tetap tidak bisa menerima kenyataan ini sehingga ia bersungut-sungut pada waktu menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut.

Hal ini dapat disaksikan dalam Hadits Shahih Bukhari maupun Hadits Shahih Muslim sebagaimana dinyatakan berikut ini:

“Dari Umar r.a katanya: Bahwasanya dia datang mendekati Hajar Aswad (batu hitam) lalu dia manciumnya, katanya: “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberi mudharat dan tidak pula memberi manfaat. Jikalau tidaklah karena saya melihat nabi saw mencium engkau, niscaya saya tidak akan menciummu pula” (Hadits Shahih Bukhari No. 830).

Dari Salim r.a katanya: “bapaknya menceritakan kepadanya bahwa Umar bin Khathab mencium Hajar Aswad, kemudian Umar berkata: Ketahuilah, demi Allah! Aku tahu engkau hanya batu. Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah saw menciummu, aku tidak akan menciummu” (Hadits Shahih Muslim No. 1222).

3. Keadaan lokasi di mana upacara Ibadah Haji dilaksanakan.

Adapun tempat-tempat yang menjadi lokasi dari upacara ibadah haji ialah kota Mekkah dan sekitarnya yaitu Musdalifa, Mina, padang pasir Arafah.

Menurut surat 2 Al Baqarah ayat 125 maka tempat tersebut di atas adalah tempat yang aman untuk manusia untuk berkumpul.

“Dan (ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah ini (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumahKu untuk orang-orang yang thawaf, yang itikaf yang ruku dan yang sujud.” (Surat 2 Al Baqarah ayat 125)

Pada masa kini apakah tempat-tempat yang harus dikunjungi dalam rangka melaksanakan upacara ibadah haji masih aman untuk manusia berkumpul? Dalam kenyataannya keamanan sudah tidak lagi bisa dijamin. Ratusan ribu bahkan jutaan manusia berkumpul setiap tahun di Mekkah dan sekitarnya mengikuti upacara ibadah haji dan sekurang-kurangnya 3000 jemaah haji meninggal setiap tahunnya di Mekkah dan sekitarnya, bahkan kalau ada malapetaka, maka yang meninggal sampai berjumlah puluhan ribu jemaah haji.

Mungkin pada zaman nabi Muhammad masih hidup maka tempat tersebut masih dianggap aman. Akan tetapi pada waktu sekarang ini keamanan sudah tidak terjamin lagi karena banyaknya terjadi malapetaka disekitar Mekkah, misalnya sering terjadi kebakaran, demikian juga stampede, yaitu terinjak-injak oleh jemaah haji lainnya. Banyak tukang copet dan penculik wanita, hingga banyak wanita dinyatakan hilang atau mati.

Itulah sebabnya, karena keamanan tidak terjamin lagi, maka didalam Masjidil Haram dibuat tempat khusus bagi raja Saudi Arabia yaitu tempat yang dipagar dan dikurung dengan kaca anti peluru.

Dengan demikian surat 2 Al Baqarah ayat 125 pada saat ini sudah tidak tepat dan tidak relevan lagi karena tidak sesuai dengan kenyataannya.

——————————————————–

Sumber, http://jemaatkristen.blogspot.com/2012/07/ibadah-haji-merupakan-ibadah-menyembah.html

Tanggapan Islamthis,

Kapirit,

1. Upacara Ibadah Haji sebagai Ibadah Menyembah Berhala.

Melakukan upacara ibadah haji telah dilakukan oleh bangsa Arab jauh sebelum Muhammad lahir. Dengan demikian upacara ibadah haji ini bukanlah merupakan ibadah agama yang baru dilaksanakan sejak agama bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad. Oleh sebab itu upacara ibadah haji yang sekarang ini hanya merupakan kelanjutan dari upacara ibadah haji bangsa Arab yang sejak dahulu kala dilaksanakan jauh sebelum Muhammad lahir dalam rangka bangsa Arab menyembah kelompok berhala yang berada di Ka’bah Mekkah yang berjumlah 360 patung berhala (Hadits Shahih Bukhari No. 1187).

Pada waktu itu Ka’bah di Mekkah telah merupakan pusat penyembahan berhala antara lain adalah Hajar Aswad, Laata, Manaata, Uzza dan lain-lain. Menurut Hadits Shahih Bukhari No.843, pada waktu itu bangsa Arab melakukan upacara ibadah haji dalam rangka penyembahan kelompok berhala yang 360 jumlahnya dengan cara melakukan thawaf yaitu berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dalam keadaan telanjang bulat tanpa busana sambil bertepuk tangan.

“Dari Abu Hurairah r.a katanya: “Abu Bakar Siddik ditugaskan oleh Rasulullah SAW sebelum haji wada untuk memimpin satu kaum pada hari Nahar melakukan haji, kemudian memberitahukan kepada orang banyak, suatu pemberitahuan: Ketahuilah! Sesudah tahun ini orang-orang musrik tidak boleh lagi haji dan tidak boleh thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang. Sebelum Islam, orang-orang musrik Arab telah melakukan juga pekerjaan haji menurut cara mereka sendiri. Antara lain ialah thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang bulat sambil bertepuk tangan” (Hadits Shahih Bukhari No. 843).

Islamthis:

Harap Sdr fahami bahwa ibadah haji yang merupakan ritus di dalam Islam, merupakan peninggalan dari sunnah Nabi Ibrahim as.

Pada awalnya keluarga Nabi Ibrahim memulai ritus haji yang berpusat pada Kabah, karena keluarga Ibrahimlah yang membangun (reruntuhan) Kabah itu sebagai pusat ritus agama Tuhan Surgawi.

Karena merupakan sunnah Nabi Ibrahim, maka ritus haji itu juga ditunaikan oleh umat Nabi Ibrahim, sebagai bentuk ketaatan dan kesalehan kepada Tuhan Surgawi (Tuhan Taurat).

Namun kemudian, semakin lama tatacara ritus haji yang berpusat pada Kabah itu mengalami dekadensi, mengalami penyimpangan yang dilakukan oleh umat manusia, tanpa kendali dan tanpa batas.

Hal itu diperparah dengan semakin menjamurnya trend membuat patung berhala sepeninggal keluarga Nabi Ibrahim as. Dan lama kelamaan patung-patung berhala tersebut diletakkan di Kabah dan sekitar Kabah, yang menurut mereka merupakan bagian dari kecintaan mereka kepada Nabi mereka yang sudah lama wafat, yaitu Nabi Ibrahim.

Klimaksnya adalah pada masa kelahiran Nabi Muhammad Saw. Pertanyaannya adalah, mengapa Nabi Muhammad Saw dilahirkan di sekitar Kabah? Jawabannya adalah, karena ritus Illahiah yang berpusat pada Kabah (seperti thawaf, dsb) telah banyak DIKORUPSI oleh umat manusia di dalam kesesatan dan kekejian.

Dan ketika Muhammad Saw telah menjadi Nabi dan mempunyai kekuasaan politik atas Mekah, maka dilakukanlah OPERASI BERSIH-BERSIH atas Kabah, karena Kabah adalah milik Tuhan Surgawi, Tuhannya Nabi Adam, Tuhanya Yakub, Tuhannya Salomon, dsb. Semua berhala yang MENAJISKAN Kabah, dihancurkan; dan mengembalikan kepemilikan Kabah itu kepada Allah Swt, Allahnya Perjanjian-lama.

Jadi, sekilas terlihat, bahwa ritus haji merupakan peninggalan kaum paganis Mekah. Namun Sdr jangan pendekkan view Sdr di dalam hal ritus haji ini pada hanya sebatas pada kisah Nabi Muhammad Saw. Panjangkan view-nya, yaitu sampai kepada kisah keluarga Nabi Ibrahim.

Mengapa saya katakan bahwa Sdr harus memperpanjang view-nya sampai kepada jaman keluarga Nabi Ibrahim? Jawabannya adalah, KARENA FAKTA-NYA MEMANG DEMIKIAN. Kisah apapun seputar Kabah, TIDAK BISA DIPISAHKAN DARI KISAH KELUARGA NABI IBRAHIM AS ….. dan kelak kisah ini akan dilanjutkan oleh kenabian Muhammad Saw.

Mengenai thawaf telanjang, ya memang demikian ritus haji pada jaman jahiliyah itu, yang sebenarnya merupakan hasil penyimpangan oleh orang-orang sepeninggal Nabi Ibrahim. Maka dari itu Nabi Muhammad Saw diutus untuk MELAKUKAN KOREKSI MENDASAR atas tata-ritus ibadah haji.

Alhasil, ritus haji yang berpusat pada Kabah, bukanlah peninggalan kaum pagan Mekah, melainkan peninggalan dan warisan keluarga Ibrahim. Celakanya, antara keluarga Ibrahim dengan Nabi Muhammad Saw, terdapat penyimpangan ritus yang dilakukan oleh umat manusia yang keji. Sdr harus dapat fahami hal tersebut dengan baik. ***

Kapirit,

2. Upacara Ibadah Haji sebagai Ibadah Agama bangsa Arab.

Sejak Muhammad menyiarkan agama Islam maka bangsa Arab yang melakukan ibadah haji tidak boleh lagi telanjang bulat tetapi seluruh anggota badan harus ditutupi dengan kain putih (ihram) dengan catatan tidak boleh memakai baju-dalam dan celana-dalam dan tidak boleh bertepuk tangan.

Menurut Surat 3 Ali Imraan ayat 97, setiap orang yang mampu harus melakukan upacara ibadah haji sebagai kewajiban penyembahan kepada Allah. Melakukan upacara ibadah haji berarti harus datang ke tempat Ka’bah di Mekkah untuk menyembah Allah secara langsung.

Walaupun dikatakan dalam surat 3 Ali Imraan ayat 97 bahwa melakukan upacara ibadah haji hanya bagi orang-orang yang mampu saja yaitu orang-orang kaya saja dan bukan untuk orang-orang yang miskin, tetapi karena menurut Hadits Imam At Turmudzi yang menyatakan bahwa Mekkah adalah kota dengan 100.000 kebaikan yang memberikan beratus-ratus ribu pahala, maka orang miskin pun berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melakukan upacara ibadah haji dengan cara menjual harta benda mereka yang terbatas itu secara habis-habisan.

Kebaikan dan pahala yang akan diperoleh jika mengunjungi Mekkah menurut Hadits Imam At Turmudzi adalah sebagai berikut:

  1. Mekkah adalah kota dengan 100.000 kebaikan.
  2. Orang yang sekali saja shalat di Mekkah akan mendapatkan pahala yang sama seperti 100.000 shalat.
  3. Orang yang berpuasa sehari saja di Mekkah akan mendapat pahala sama dengan 100.000 hari puasa.

Semua hal-hal yang dinyatakan dalam Hadits tersebut di atas jelas-jelas telah MEMBERHALAKAN kota Mekkah dengan Ka’bahnya. Lalu selanjutnya, sebagiamana diketahui bahwa ajaran agama bangsa Arab ialah mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya sehingga ibadah apapun yang mereka laksanakan adalah dalam rangka cari pahala. (… dst; beberapa bagian saya hilangkan untuk mempersingkat penulisan …. Islamthis).

Islamthis,

Jujur saya terheran-heran dengan istilah yang Sdr gunakan di dalam deskripsi Sdr: MEMBERHALAKAN KOTA MEKAH DENGAN KABAH-NYA.

Boleh saya tanya? Dari mana Sdr dapat istilah itu untuk kota Mekah dan ritus hajinya? Dan apakah Sdr faham apakah yang dimaksud dengan BERHALA dan MEMBERHALAKAN?

Berhala adalah, suatu patung dan benda-mati, yang dianggap memiliki kekuatan mahadahsyat, dan digunakan oleh manusia untuk mengatasi masalah. Dan oleh karenanya benda tersebut disembah dan dihormati.

Dengan menggunakan definisi tersebut, maka bukankah Kristen-lah yang mengadopsi sistem berhala? Lihat orang Kristen itu, mereka menggunakan (mengacung-acungkan) benda berbentuk salib untuk mengusir Setan. Orang Kristen juga menggunakan benda salib untuk membunuh dracula. Bahkan orang Kristen menempatkan patung2 Jesus mau pun patung Bundamaria di dasar laut supaya laut menjadi tenang, dan memberikan banyak ikan. Itulah yang dimaksud dengan BERHALA DAN PEMBERHALAN.

Bagaimana dengan kota vatican? Ketika natal mau pun paskah, orang katholik di dunia berduyun2 ke vatican-city untuk merayakan hari keagamaan bersama sri-paus. Bukankah hal tersebut juga dapat dikatakan MEMBERHALAKAN kota vatican? Bagaimana juga dengan bethelem? Bukankah orang Kristen berduyun2 ke bethelem dan Yerusalem untuk merayakan natal dan paskah di kedua kota tersebut? Sdr ini manusia macam apa?

Muslim dengan Mekahnya. Kristen dengan vatican, Yerusalem dan betlehemnya. Orang Hindu dengan sungai gangga-nya. Umat Buddha dengan puncak himalaya-nya. Apakah ada yang salah dengan hal itu menurut fikiran Sdr?

Apakah Sdr sendiri ketika beribadah kepada Tuhan Sdr, Sdr tidak mengharapkan atau mendapat pahala (yang banyak dan besar) dari Tuhan Sdr? Bagaimana jawaban Sdr? ***

Kapirit,

Oleh sebab itulah dalam kenyataanya orang berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melakukan upacara ibadah haji. Walaupun di dalam Alquran ditentukan bahwa melakukan upacara ibadah haji hanya bagi orang yang mampu saja atau hanya bagi orang-orang yang terbilang kaya saja, tetapi karena pahala yang dijanjikan begitu besar jumlahnya, yaitu beratus ribu dan jika tinggal di Mekkah sekurang-kurangnya satu minggu akan mendapat pahala berjuta-juta kali, maka tidak heranlah jika orang-orang miskin yang tidak mampu pun berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melaksanakan upacara ibadah haji ini. Untuk mencari dana atau uang untuk biaya ibadah haji ini orang tidak segan-segan menjual seluruh harta bendanya yang jumlahnya sudah terbatas.

Islamthis,

Mengenai banyaknya Muslim miskin yang berlomba2 mencari uang untuk berhaji, maka apakah itu urusan Sdr sebagai orang Kristen? Mereka tidak meminta uang kepada Sdr, mereka tidak mencuri harta Sdr. Mengapa Sdr yang uring2an?

Islam sebenarnya tidak mengajarkan umatnya (yang miskin) untuk MENGADA2KAN UANG supaya bisa berhaji. Ada yang menjual tanah, ada yang menjual rumah, ada yang menggadaikan eska pns-nya. Ada yang berhutang sana-sini. Ada yang menggadaikan emas, dsb. Sekali lagi, Islam tidak pernah ajarkan yang demikian. Justru Islam sudah tekankan, JANGAN SAMPAI TERJADI KALAU BERANGKAT BERHAJI, SETIBANYA DI KAMPUNG MENJADI MISKIN ….

Namun sekali lagi, mengapa Sdr yang galau? ***

Kapirit,

Bahkan ada orang yang sampai melakukan penipuan demi memperoleh uang untuk biaya haji. Ada sementara orang bahkan mencuri atau berkorupsi agar memperoleh uang untuk biaya upacara ibadah haji. Mereka sampai berani mencuri atau berkorupsi

Islamthis,

Hal seperti ini yang DIHARAMKAN di dalam Islam. Pelakunya jelas akan masuk Neraka, tidak tertolong. Islam ajarkan kejujuran …. tidak ada ayat mau pun Alhadis yang mengajarkan bahwa biaya haji boleh didapat dengan mencuri mau pun korupsi, atau bahkan melacurkan diri. Itu jelas, dan Sdr jangan membesar2kan masalah.

Kalau ada kesalahan yang dilakukan umat Muslim, maka Sdr jangan salahkan Islamnya. Salahkanlah orangnya. Faham? ***

Kapirit,

Kapirit,

karena menurut Hadits Shahih Bukhari No. 647 yang menyatakan bahwa walaupun mereka mencuri dan berzina, maka mereka tetap akan masuk surga, asalkan tidak syirik.

“Abu Dzar mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: seorang datang kepadaku dari Tuhanku membawa berita: “Sesungguhnya, barangsiapa diantara umatku yang mati, sedangkan dia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, orang itu masuk surga”. Aku bertanya: Sekalipun orang itu berzina dan mencuri? Jawab Nabi: Ya, sekalipun dia berzina dan mencuri” (Hadits Shahih Bukhari No. 647).

Islamthis,

Sdr salah di dalam mengambil Alhadis, pun juga salah di dalam mengartikan Alhadis tersebut.

Alhadis di atas secara bunyi memang demikian. Namun coba Sdr balik. Bagaimana kalau ada seseorang BERBUAT BAIK DAN BANYAK BERKORBAN UNTUK SESAMA, namun di dunia ia MEMPERSEKUTUKAN ALLAH DENGAN YANG LAINNYA, bukankah ia akan tetap masuk Neraka?

Alhadis 647 tersebut tidak bisa diartikan lain, kecuali dengan ANTITESIS-nya, yaitu SESEORANG BERBUAT BAIK DAN BERKORBAN UNTUK SESAMA YANG, NAMUN DI DUNIA IA MEMPERSEKUTUKAN ALLAH DENGAN YANG LAINNYA.

Jadi, kalau ada manusia yang baik hati, luhur, penuh kesabaran, jujur, tidak pernah mencuri, tidak pernah berzina, dsb, namun di lain pihak ia MEMPERSEKUTUKAN ALLAH DENGAN YANG LAINNYA, maka tetap ia akan masuk Neraka. Berlawanan sekali dengan apa yang dimaksud dengan Alhadis 647 ini, yaitu seseorang yang tidak mempersekutukan Allah dengan yang lain, kendati ia berzina mau pun mencuri, maka akan tetap ada peluang buatnya untuk masuk Surga.

Semua manusia yang tidak pernah mempersekutukan Allah, maka manusia tersebut berhak untuk dipertimbangkan masuk Surga oleh Allah. Jadi, kalau ada manusia yang tidak mempersekutukan Allah, kemudian ia berzina, atau mencuri, atau membunuh, maka TETAP IA MEMPUNYAI HAK UNTUK MEMPEROLEH PENGAMPUNAN DOSA, selama pahala-nya jauh lebih banyak dari seluruh dosa yang pernah ia perbuat.

Intinya, Alhadis ini mengisyaratkan, tidak ada yang mahapenting di dalam kehidupan ini kecuali sikap UNTUK TIDAK MEMPERSEKUTUKAN ALLAH DENGAN YANG LAINNYA.

Islam biar bagaimana pun tetaplah melarang umatnya untuk berbuat dosa. Berzina ada dosanya, membunuh, mencuri, korupsi, berjudi, dsb, adalah dosa, dan akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah, tanpa kecuali.

Yang jelas, kalau ada seorang Muslim yang berbuat dosa (seperti berzina, mencuri, dsb) maka secara teori Muslim tersebut TELAH MEMPERSEKUTUKAN ALLAH DENGAN YANG LAINNYA, kendati Muslim tersebut mengaku tidak pernah mempersekutukan Allah sama sekali. Logikanya, bagaimana mungkin ada Muslim yang tidak mempersekutukan Allah, sementara perbuatannya bertentangan dengan apa yang Allah perintahkan kepadanya?

Muslim yang utuh, Muslim yang baik, adalah tidak pernah berzina, mencuri, dsb. Kalau ada Muslim yang berbuat keji, maka ia bukanlah Muslim, maka ia telah mempersekutukan Allah dengan yang lain. Itu pasti!

Sebagai perbandingan, Alkitab NTOT juga mengajarkan bahwa pezina dan pelacur akan masuk Surga. Ini ayatnya,

Matius 21:31 >> “…Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan PELACUR-PELACUR akan mendahului kamu MASUK KE DALAM Kerajaan Allah”.

Itu maksudnya apa? Kok bisa2nya Jesus menyatakan bahwa para pelacur akan menjadi yang pertama masuk Surga? Kalau begitu, Surga Kristen merupakan tempat yang dipenuhi pelacur?????

Ini menunjukkan bahwa semua yang berbuat keji juga akan dipertimbangkan Tuhan yang masuk Surga, selama ia berteguh kepada iman.

Kalau Alkitab NTOT mengajarkan yang demikian, maka sekarang mengapa Sdr menghujat Islam habis2an untuk hal yang sama? ***

Kapirit,

Pada lazimnya upacara ibadah haji memakan waktu sekitar enam hari lamanya. Hal yang dilakukan dalam upacara ibadah haji adalah:

  1. Harus berpakaian ihram
  2. Datang ke masjidil Haram di Mekkah dan langsung menuju ke sudut Ka’bah di mana batu hitam Hajar Aswad berada untuk memulai thwaf qudum …… (… dst; beberapa bagian saya hilangkan untuk mempersingkat penulisan …. Islamthis).

Sebelum dilakukan thawaf qudum maka pelaksana upacara ibadah haji harus membaca doa talbiyah yang berbunyi sebagai berikut:

Labbaik alaahumma labbaik

Labbaika laa Syarikalaka labaik

Innal hamda wan nimata laka walmulk

Laa Syariika laka 3 x

Dengan demikian pada waktu pelaksana upacara ibadah haji memasuki Masjidil Haram maka ia harus langsung menuju ke sudut Ka’bah di mana batu hitam Hajar Aswad ditempatkan sambil membaca doa ta’biyah tersebut diatas.

Kemudian setelah sampai di muka batu hitam Hajar Aswad lalu membungkuk dan menyembah sambil mencium batu hitam tersebut. Setelah mencium batu tersebut barulah ia dapat melakukan thawaf qudum (thawaf selamat datang) berjalan keliling Ka’bah sebanyak tujuh kali.

“Dari Jabir bin Abdullah r.a katanya: Tatkala Rasulullah saw tiba di Mekkah, mula-mula beliau datangi hajar aswad lalu beliau cium. Kemudian beliau berjalan ke kanan lalu berlari-lari kecil tiga kali putaran dan berjalan kaki empat kali putaran” (Hadits Shahih Muslim No. 1190).

“Dari Ibnu Umar r.a katanya: Tidak pernah saya tidak menyentuh kedua sudut ini, baik dalam keadaan sulit maupun dalam keadaan lapang, semenjak saya mlihat nabi saw menyentuh kedua-duanya” (Hadits Shahih Bukhari No. 835).

Dari uraian di atas dapat dilihat dengan jelas bahwa batu hitam yang bernama Hajar Aswad yang terletak di salah satu sudut Ka’bah yaitu Ka’bah di mana Hajar Aswad sangat didewa-dewakan dan dianggap sebagai Allah yang maha besar (Allahu Akbar).

Oleh sebab itulah setiap pengikut agama bangsa Arab harus sujud dan menyembahnya pada setiap kali melakukan shalat. Ka’bah di mana Hajar Aswad ditempatkan dianggap sangat suci sekali sehingga orang yang berada disekitar Ka’bah dilarang menghadap atau membelakangi Ka’bah pada waktu buang air atau hajat besar di ruangan terbuka seperti tanah lapang atau padang pasir.

Islamthis,

Begitu juga dengan Kristen …. orang Kristen itu pada menciumi patung Jesus di dalam Gereja. Bukankah itu semua adalah menuruti kehendak Tuhan Jesus?

Mencium atau menyembah batu hajar aswat ::: sekarang tolong jawab, mengapa orang Kristen mencium kaki patung Jesus di Gereja? Batu kok dicium? Kristen ajaran bahlul!!!! Kalo Sdr redo dengan ajaran cium patung batu, so mengapa Islam Sdr hujat karena menciumi batu?

Sdr fasih sekali mengutuki tradisi Muslim menciumi hajar-aswat, sementara Sdr sendiri pun mempunyai tradisi yang sama, yaitu menciumi kaki patung Jesus. Sekarang Sdr sadar?

Toh faktanya orang-orang kristen menciumi kaki jesus. Itu kan patung, bukan orang, kok dicium? Sekarang Sdr tidak usah ceramah. Lihat tuh orang Kristen, mereka pada menciumi kaki patung Jesus, mereka menciumi kaki patung Jesus …. itu apa maksudnya? Itu kan patung, bukan Tuhan ….. kok dicium-cium????

Maksud Sdr apa? Kalau orang Kristen boleh mencium2 patung dan batu Jesus, sementara Muslim tidak boleh mencium2 batu? Apa jawaban Sdr?   ***

Kapirit,

Setiap pengikut agama bangsa Arab yang akan melakukan shalat di mana pun dia berada harus menghadapkan dirinya ke arah Hajar Aswad yang ditempatkan di sudut Ka’bah atau berkiblat ke Mekkah, karena Ka’bah ada dalam kota Mekkah dan Ka’bah itulah tempat tinggal atau rumah Allah atau tempatnya Hajar Aswad.

Islamthis,

Ini harus dikoreksi. Setiap Muslim yang shalat di mana pun berada – harus menghadapkan dirinya ke Kabah, itu yang benar. TIDAK BENAR kalau ada yang menyatakan bahwa Muslim menghadap kepada hajar aswad. Hajar aswad berada / menempel pada Kabah, itu benar. Namun bukan berarti seluruh Muslim harus menghadapkan shalat mereka ke arah hajar aswad.

Di dalam sejarahnya, hajar aswad pernah dirampok oleh para pendosa, sehingga hajar aswad ini dibawa lari jauh dari Kabah. Toh tetap saja Muslim menghadapkan shalat mereka ke Kabah, kendati kala itu hajar aswad tidak berada di sisi Kabah. Hal itu dikarenakan Kabah-lah yang dijadikan arah kiblat, bukan hajar aswad-nya.

Mengenai Kabah sebagai rumah Allah, ini harus dikoreksi. Kalimat “Kabah adalah rumah Allah”, adalah dan hanyala UNGKAPAN. Ingat, Allah tidak butuh rumah, tidak butuh tempat tinggal. Yang butuh tempat tinggal adalah mahluk.

Kalimat “Kabah adalah rumah Allah” sering diucapkan umat Muslim, HANYA DIKARENAKAN KABAH ITU BERBENTUK RUMAH, DAN DINISBAHKAN SEBAGAI ARAH KIBLAT. Hal ini membuat semua Muslim menjuluki Kabah sebagai rumah Allah. ***

Kapirit,

Jika kita perhatikan dalam AlQuran surat 1 Al Faatihah ayat 1 yaitu ayat Basmalah yang menyatakan bahwa Allah ialah zat atau asal mula benda yang maha suci yang disembah dengan sebenarnya, maka benda yang dimaksud adalah benda batu hitam Hajar Aswad yang oleh bangsa Arab disembah dan dipuja sejak jaman dahulu sebelum Islam disiarkan oleh Muhammad. Hanya pada waktu itu Hajar Aswad disembah dan dipuja bersama-sama dengan 359 berhala lainnya termasuk berhala-berhala perempuan Laata, Manaata dan Uzza. Pada waktu itu agama bangsa Arab sifatnya polytheisme yaitu menyembah banyak Tuhan sampai jumlahnya 360 patung berhala tang didewakan sebagai Tuhan-Tuhan.

Islamthis,

Islam memanggil Allah dengan sebutan ZAT. Di bidang iptek khususnya kimia, zat diartikan sebagai benda, benda apapun, di dalam bentuk apapun, yang mempunyai massa dan menempati ruang. Maka apakah berarti Allah juga merupakan benda mati?

Tidak demikian. Arti sebenarnya dari DZAT adalah OKNUM di dalam bahasa Latin. Oknum, adalah sesuatu yang belum / tidak diketahui jenis kelaminnya, namanya, posisinya, bentuknya, rupanya, dsb.

Di dalam kekristenan, oknum itu kemudian dinamakan Tuhan. Maka demikian juga di dalam Islam, DZAT yang nama lain dari OKNUM disebut dengan Tuhan, hal itu karena Tuhan, atau Allah, bukanlah manusia, bukanlah hewan, juga bukan bendamati.

Istilah DZAT lumrah di dalam bidang kimia, khususnya. Ingatlah, bukan Islam yang meminjam / mengambil kata DZAT dari bidang kimia, melainkan bidang kimia-lah yang mengambil kata DZAT dari Islam. Hal ini mengakibatkan salah-prasangka di kalangan non-Muslim. Karena kebanyakan orang (juga Kristen) terbiasa membaca kata zat di dalam bidang kimia, akibatnya orang-orang tersebut menganggap bahwa Tuhan Islam adalah DZAT alias benda. ***

Kapirit,

Tetapi setelah agama bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad maka 359 patung-patung berhala di singkirkan dari Ka’bah (Hadits Shahih Bukhari No. 832) kecuali Hajar Aswad yang tetap tinggal karena agama bangsa Arab yang baru mengajarkan hanya menyembah satu Tuhan sehingga agama bangsa Arab yang bersifat polytheisme diubah menjadi monotheisme yaitu hanya menyembah satu Tuhan yang dalam hal ini menyembah satu berhala batu hitam yang bernama Hajar Aswad.

Islamthis,

Sdr sama-sekali tidak menunjukkan kecerdasan dan intelektualitas Sdr sendiri. Kebalikannya, Sdr hanya memperlihatkan kebodohan dan kekurangan informasi. Sdr hanya mengandalkan tuduhan konyol yang tidak berdasarkan sama sekali. Tidak ada yang perlu dikomentari dari paragraf Sdr ini. ***

Kapirit,

Mendewa-dewakan dan menyembah batu hitam Hajar Aswad yang dilakukan oleh Muhammad ternyata membuat gusar pengikut Muhammad yang setia yaitu Umar bin Khathab. Umar bin Khathab yang telah mengimani rukun iman ke tiga dari agama islam yang percaya pada Taurat, Zabur dan Injil, mengetahui benar bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah yang hidup, yang dapat memelihara dan melindungi. Dia pun mengetahui bahwa sebagian dari Taurat, Zabur dan Injil telah dimasukkan ke dalam Al Quran antara lain didalam surat 3 Ali Imraan ayat 150, surat 6 Al An Aam ayat 102, surat 42 Asy Syuuraa ayat 28, surat 59 Al Hasyr ayat 23.

Lain dari pada itu juga Umar bin Khathab pun mengetahui bahwa Al- Quran adalah bagian dari Alkitab seperti disebutkan didalam surat 43 Az Zukruf ayat 4, dan surat 26 Asy Syu’araa ayat 196.

Oleh sebab itu pada prinsipnya Umar bin Khathab tidak mau sujud menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut karena dia mengetahui benar bahwa batu hitam itu tidak lain adalah benda mati yang tidak mungkin dapat menciptakan langit dan bumi apalagi sebagai pemelihara, penjaga dan penolong.

Tetapi karena Muhammad sendiri telah memberi contoh untuk menyembah batu hitam tersebut, maka sebagai pengikut yang setia kepada Muhammad, akhirnya tidak ada jalan lain bagi Umar bin Khathab untuk juga menyembah dan mencium batu tersebut walaupun dalam hatinya tetap tidak bisa menerima kenyataan ini sehingga ia bersungut-sungut pada waktu menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut.

Hal ini dapat disaksikan dalam Hadits Shahih Bukhari maupun Hadits Shahih Muslim sebagaimana dinyatakan berikut ini:

“Dari Umar r.a katanya: Bahwasanya dia datang mendekati Hajar Aswad (batu hitam) lalu dia manciumnya, katanya: “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberi mudharat dan tidak pula memberi manfaat. Jikalau tidaklah karena saya melihat nabi saw mencium engkau, niscaya saya tidak akan menciummu pula” (Hadits Shahih Bukhari No. 830).

Dari Salim r.a katanya: “bapaknya menceritakan kepadanya bahwa Umar bin Khathab mencium Hajar Aswad, kemudian Umar berkata: Ketahuilah, demi Allah! Aku tahu engkau hanya batu. Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah saw menciummu, aku tidak akan menciummu” (Hadits Shahih Muslim No. 1222).

Islamthis,

Ini cerita versi siapa? Versi Muslim tidak pernah bernada seperti paragraf ini. Shahabat Umar ra TIDAK PERNAH MEMPERCAYAI TAURAT – ZABUR DAN JUGA INJIL. Ingatlah bahwa Umar ra tadinya adalah seorang penyembah berhala, BUKAN seorang Kristen mau pun Yahudi.

Tidak pernah terjadi di mana Umar berseberangan dengan Nabi Muhammad Saw, junjungannya. Dan pun tidak pernah Muhammad Saw memaksakan Umar untuk percaya kepada setiap perkataan Nabi Muhammad Saw. Semua iman dan pekerjaan Umar datang dari inisiatifnya sendiri, bukan karena paksaan pihak mana pun. ***

Kapirit,

3. Keadaan lokasi di mana upacara Ibadah Haji dilaksanakan.

Adapun tempat-tempat yang menjadi lokasi dari upacara ibadah haji ialah kota Mekkah dan sekitarnya yaitu Musdalifa, Mina, padang pasir Arafah.

Menurut surat 2 Al Baqarah ayat 125 maka tempat tersebut di atas adalah tempat yang aman untuk manusia untuk berkumpul.

“Dan (ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah ini (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumahKu untuk orang-orang yang thawaf, yang itikaf yang ruku dan yang sujud.” (Surat 2 Al Baqarah ayat 125)

Pada masa kini apakah tempat-tempat yang harus dikunjungi dalam rangka melaksanakan upacara ibadah haji masih aman untuk manusia berkumpul? Dalam kenyataannya keamanan sudah tidak lagi bisa dijamin. Ratusan ribu bahkan jutaan manusia berkumpul setiap tahun di Mekkah dan sekitarnya mengikuti upacara ibadah haji dan sekurang-kurangnya 3000 jemaah haji meninggal setiap tahunnya di Mekkah dan sekitarnya, bahkan kalau ada malapetaka, maka yang meninggal sampai berjumlah puluhan ribu jemaah haji.

Mungkin pada zaman nabi Muhammad masih hidup maka tempat tersebut masih dianggap aman. Akan tetapi pada waktu sekarang ini keamanan sudah tidak terjamin lagi karena banyaknya terjadi malapetaka disekitar Mekkah, misalnya sering terjadi kebakaran, demikian juga stampede, yaitu terinjak-injak oleh jemaah haji lainnya. Banyak tukang copet dan penculik wanita, hingga banyak wanita dinyatakan hilang atau mati.

Itulah sebabnya, karena keamanan tidak terjamin lagi, maka didalam Masjidil Haram dibuat tempat khusus bagi raja Saudi Arabia yaitu tempat yang dipagar dan dikurung dengan kaca anti peluru.

Dengan demikian surat 2 Al Baqarah ayat 125 pada saat ini sudah tidak tepat dan tidak relevan lagi karena tidak sesuai dengan kenyataannya.

Islamthis,

Alquran memang menyatakan bahwa Mekah merupakan tempat yang aman untuk beribadah haji seluruh umat Tuhan. Namun aman di sini, aman di dalam hal apa?

Yang Sdr maksudkan melalui paragrah di atas adalah, aman dari maut, aman dari kematian. Apakah Sdr tidak salah mikir?

Apakah firman Allah bahwa Mekah adalah aman, berarti maut dan kematian tidak boleh terjadi di Mekah? Bagaimana ceritanya?

Muhammad Saw wafat di Mekah. Abubakar – Umar – Usman – Ali – Abusofyan – dsb semuanya wafat di Mekah …. dan pun setiap hari ada yang wafat di Mekah. Bukankah itu berarti maut dan kematian RATA TERJADI DIMANA PUN DI KOLONG LANGIT INI TIDAK TERKECUALI DI MEKKAH?

Sdr tidak menunjukkan kecerdasan dan intelektualitas Sdr. Kebalikannya Sdr hanya menunjukkan kebodohan dan kecerobohan Sdr sendiri atas dasar kebencian Sdr terhadap Islam. ***

5 Responses

  1. Selama ini muslim senantiasa mengklaim bahwa kota Mekah beserta Kabah dan mata air zamzam sudah ada sejak jaman Ibrahim. Tulisan berikut akan membahas keabsahan klaim muslim tersebut dengan membandingkan dengan sumber-sumber sejarah lainnya.
    Tulisan berikut dibagi menjadi 8 bagian, yaitu :
    1. Bagian Pertama; Membahas klaim muslim dan apa yang dikatakan oleh sumber-sumber Islam tentang klaim tersebut.
    2. Bagian Kedua : Nabonidus (6 SM). Membahas laporan raja Nabonidus dari Babylon (pertengahan abad 6 SM)
    3. Bagian Ketiga : Herodotus. Membahas laporan sejarawan Yunani yang hidup di abad 5 SM
    4. Bagian Keempat : Strabbo (23/24 SM). Membahas laporan yang dibuat oleh sejarawan Romawi yang bernama Strabbo yang melakukan perjalanan ke jazirah Arab hingga Yaman sekitar tahun 24 – 23 SM.
    5. Bagian Kelima : Diodorus Siculus (abad 1 M). Membahas klaim bohong Islam dengan memanfaatkan tulisan Diodorus Siculus.
    6. Bagian Keenam : Pliny (77 M). Membahas daftar kota-kota di Arab yang dibuat oleh Pliny.
    7. Bagian Ketujuh : Claudius Ptolemy (150 M). Membahas klaim bohong Islam dengan memanfaatkan tulisan Ptolemy
    8. Bagian Kedelapan : Procopius dari Cesarea (abad 6 M). Membahas laporan sejarawan Procipius dari Kaisarea yang hidup sekitar 550 M atau sejaman dengan kakek dan ayah Muhammad SAW hidup.
    BAGIAN PERTAMA : MENURUT SUMBER ISLAM
    Klaim muslim yang mengaitkan Mekah, Kabah dan Zamzam dengan Ibrahim dan Ismail didasarkan atas beberapa sumber berikut :

    Kabah sudah ada dijaman Ibrahim
    Sumber : QS 2 : 125
    Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i`tikaaf, yang ruku` dan yang sujud”.

    Kota Mekah sudah ada sejak jaman Ibrahim dan Ismail.
    Sumber : Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua |Muhammadiyah University Press, Jilid 1, halaman 65 :
    Ketika Ismail, putera dari Ibrahim meninggal, putranya yang bernama Nabit mendapat tugas menjadi pemimpin dan penguasa Kabah, kemudian tugas tersebut dilanjutkan oleh Mudzadz bin Amr al-Jurhumi. Anak keturunan Ismail dan anak keturunan Nabit bersama kakek mereka Mudzadz bin Amr dan paman-paman dari pihak ibu mereka dari Jurhum, dan anak keturunan Qatura, yang merupakan sepupu Jurhum, waktu itu adalah penduduk Mekah. Meraka datang dari negeri Yaman, dan mengadakan perjalanan bersama-sama kenegeri Mekah. …. Kemudian Tuhan melipat gandakan keturunan Ismail di Mekah.

    Mata Air Zam-Zam sudah ada sejak jaman Ibrahim dan Ismail.
    Sumber : Hadis Sahih Bukhari | Volume 4, buku 55, nomor 583 :
    Ketika air di kantung kulit telah habis, Hagar menjadi haus, begitu pula Ismail. Hagar melihat Ismail yang dalam keadaan menderita kehausan. Hagar meninggalkan Ismail karena tidak tahan melihat penderitaan Ismail. …….. . Hagar terus menurt berlari antara Safa dan Marwa hingga tujuh kali.
    Rasulullah berkata, “Kejadian inilah yang mendasari tradisi jemaah haji berjalan antara Safa dan Marwa”
    Ketika Hagar mencapai bukit Marwa dia mendengar satu suara, Hagar kemudian berkata, “O, siapapun engkau, kamu telah membuatku mendengar suaramu, apakah engkau bisa membantuku? Dan ajaib, Hagar kemudian melihat satu malaikat di lokasi Zam Zam sedang menggali tanah, hingga akhirnya air memancar dari tempat itu….

    Jadi kota Mekah sudah mulai dihuni dari sekitar tahun 2000 SM, dan terus dihuni hingga terjadi pengusiran suku Jurhum oleh suku Kinana dan Khuza’a
    Sumber : Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua |Muhammadiyah University Press, jilid 1, halaman 67
    Sementara waktu berjalan, suku Jurhum yang menguasai kota Mekah mulai bersikap kurang baik dan sok kuasa. Siapa saja yang memasuki kota Mekah yang bukan dari kerabat mereka diperlakukan dengan buruk……. Bani Bakar bin Abdul Manat bin Kinana dan Bani Ghubsan dari Khuza’a sepakat untuk memerangi suku Jurhum dan bertekat untuk mengusir mereka dari Mekah …. Dan berhasil mengusir suku Jurhum dari Mekah. …. Amir bin Harits bin Mudzadz al Jurhumi membawa dua patung rusa dari Kabah dan batu pojok (harusnya : BATU HITAM) dan menguburnya di sumur Zamzam, dan kemudian pergi meninggalkan Mekah bersama orang-orang Jurhum ke Yaman.

    Kejadian ini terjadi sekitar pertengahan abad ke 2 M.
    Sumber : Sejarah Hidup Muhammad | Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury
    Robbani Press 1998, halaman 18
    Dengan bantuan keturunan Adnan, yakni bani Bakr bin Andi Manaf bin Kinanah, mereka melakukan penyerangan terhadap Jarham sehingga berhasil mengusir mereka dan menguasai Makkah pada pertengahan abad ke 2 M….. Amru bin al-Harits bin Madladl bin al Jarhami mengeluarkan dua patung kijang yang terbuat dari emas milik Kabah dan hajar aswad, lalu disimpan dalam sumur zamzam.

    Patung rusa, BATU HITAM dan sumur Zamzam baru sekitar 300 tahun kemudian ditemukan lagi oleh Abdul Muthalib, kakek Muhammad SAW.
    Sumber : Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua |Muhammadiyah University Press, jilid 1, halaman 64
    Ketika Abdul Muttalib sedang tertidur disamping Kabah, dia mendapat mimpi yang menyuruhnya untuk menggali Zamzam …… Suku Jurhum telah menguruk tempat tersebut ketika mereka meninggalkan Mekah. Ini adalah sumur Ismail, anak Ibrahim, dimana Tuhan memberinya air ketika dia kehausan pada saat dia masih bayi.

    Sumber : Ibid, jilid 1, halaman 67
    Ketika Abdul Muttalib telah mendapatkan kesimpulan tentang letak dari tempat yang hendak digali, dan ternyata tempatnya sama dengan apa yang disebut dalam mimpinya, dia mengambil sebuah cangkul dan mengajak putra satu-satunya saat itu al-Harits dan mulailah dia menggali. Ketika bagian atas dari sumur itu tampak, dia berseru ‘Allah akbar!’. Orang-orang Quraish yang mendengar teriakan Abdul Muttalib datang … dan berkata, “Ini adalah sumur dari nenek moyang kami Ismail ….”

    Dari sumber Ibn Ishaq diatas terlihat bagaimana kebohongan tradisi Islam dibuat.
    Sulit dibayangkan hal-hal sebagai berikut :
    1. Suku Jurhum yang kalah perang dapat mengambil dua patung rusa dan BATU HITAM dari Kabah.
    2. Suku Jurhum yang kalah perang dapat memasukkannya dalam sumur Zamzam dan menguruknya hingga sumur zam-zam berhenti mengalir.
    3. Bagaimana mungkin suku Kinana dan Khuza’a tidak curiga melihat hilangnya batu hitam dan sumur Zamzam yang tiba-tiba diurug, dan kemudian tidak berusaha mencari batu hitam.

    Jika suku Kinana dan Khuza’a bukan orang gila – melihat sumur Zamzam yang adalah mata air dan sumber kehidupan tiba-tiba saja di-urug suku Jurhum hingga berhenti mengalir -mereka akan langsung menggalinya lagi untuk mendapatkan air.

    Jadi dari kejanggalan kisah diatas dapat disimpulkan :
    1. Tidak ada sumur Zamzam dijaman Jurhum berkuasa, apalagi dijaman Ismail sekitar 2000 SM.
    2. Sumur Zamzam memang baru ditemukan oleh Abdul Muttalib diawal abad 6 M.
    3. Batu hitampun juga baru ditemukan oleh Abdul Muttalib diawal abad 6 M.

    Itulah sebabnya Umar sama sekali tidak menaruh hormat pada BATU HITAM, karena tampaknya dia tahu bahwa batu hitam memang baru ditemukan oleh Abdul Muthallib.
    Sumber : Sahih Bukhari 2.667
    Dikisahkan oleh Abis bin Rabia : Umar menghampiri lokasi dekat Batu Hitam dan menciumnya dan berkata, “Tidak ada keraguan, aku tahu kamu hanyalah batu yang tidak akan menguntungkan atau merugikan siapapun. Jika saja aku tidak melihat rasulullah menciummu, aku tidak akan menciummu”

    Bahkan sumber Islam sendiri meragukan klaim bahwa Kabah sudah ada sejak jaman Ibrahim dan Ismail. Kutipan ini mengisahkan raja Abu Karib Tiban As’ad yang berasal dari Yaman yang saat itu melakukan perjalanan ke Yatsrib.
    Sumber : Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua |Muhammadiah University Press, Juni 2002, Jilid 1, halaman 15 – 16.
    Halaman 15 : Tubba menulis baris-baris berikut tentang perjalanannya, apa yang dia lakukan terhadap Madinah dan Ka’bah, …….

    Aku tidak tahu tentang adanya kuil yang murni
    Yang dipersembahkan untk tuhan di lembah Mekah, ….

    Menurut sumber berikut Abu Karib Tiban As’ad memerintah di Yaman dari tahun 410 hingga 435 M.
    Sumber : Sabaean Inscriptions from Mahram Bilqis (Ma’rib), Jamme, W.F
    Johns Hopkins Press, Baltimore, 1962, Volume III, halaman 387. link

    …. he reigned in Yemen from 410 to 435 A.D.

    Jadi selambat-lambatnya pada tahun 435 M, Kabah di Mekah tidak diketahui oleh seorang raja dari Yaman. Konsekuensi lebih lanjut adalah tampaknya Mekah dan Kabah pada saat itu bukanlah tempat pemujaan yang utama di Arab melainkan hanyalah salah satu dari sekian banyak tempat pemujaan di tanah Arab. Bahkan tampaknya disetiap kota pasti mempunyai kuil suci yang dipersembahkan pada tuhannya kota yang bersangkutan.
    QS 27 : 91 : Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah)
    Terjemahan Inggris dari Yusuf ali:
    QS 27 : 91 : For me, I have been commanded to serve the Lord of this city

    Itulah sebabnya saat penduduk Taif sebuah kota sekitar 50 km tenggara Mekah diserbu oleh Abrahah dengan pasukan gajahnya, penduduk Taif justru menyarankan mereka untuk memusnahkan kuil yang di Mekah saja bahkan menawarkan diri untuk mengantar Abrahah ke Mekah.
    Sumber : Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua |Muhammadiyah University Press, jilid 1, halaman 34
    Mereka berkata kepada Abrahah : Wahai sang raja, kami adalah para budakmu yang memperhatikan dan patuh kepadamu. Kami tidak punya perkara apapun denganmu, begitu juga dengan tempat peribadatan kami – maksudnya adalah Al-Lat – tidak termasuk apa yang kamu cari. Kamu hanya menginginkan kuil yang ada di kota Mekah, dan kami menyertakan untukmu seseorang untuk mengantarmu ke sana.

    Sangat unik karena selain tidak tahu lokasi Mekah, ternyata siapa nama pemimpin di Mekahpun tidak diketahui oleh Abrahah.
    Sumber : Ibid, halaman 35
    Abrahah mengirim seorang suku Himyari yang bernama Hunatake Mekah untuk mengetahui siapa yang menjadi pemimpin tertinggi di Mekah dan untuk menyampaikan kepadanya bahwa maksud kedatangan dia bukanlah untuk berperang melainkan dengan mereka tetapi untuk menghancurkan Kabah …

    Konsekuensi lebih lanjut dari kutipan diatas adalah :
    • Kabah di Mekah tidak dihormati sebagai peninggalan dari Ibrahim dan Ismail.
    • Kota Mekah sama sekali bukan kota yang penting, sangat mungkin hanya merupakan pemukiman kecil.
    • Bahkan sekitar tahun 550-an M, lokasi Kabah dan Mekahpun tidak diketahui oleh raja Abrahah dari Yaman sampai harus di tunjukkan oleh penduduk Taif.

    Bahkan salah satu puisi yang digantung di Kabah pada masa pra Islam-pun memberikan indikasi tentang waktu pembangunan Kabah yang jauh lebih belakang daripada masa Ibrahim dan Ismail yang selama ini diklaim.
    Sumber : The Sacred Books and Early Literature of the East |Charles F. Horne
    Parke, Austin, & Lipscomb, 1917, Vol. V: Ancient Arabia, halaman 19 – 40. link

    The poem of Zuhair ….
    “Then I swear by the temple, round which walk the men | who built it from the tribes of Quraysh and Turhum.

    Kemudian aku bersumpah demi kui, Yang dikelilingi oleh orang-orang yang berjalan
    Mereka yang membangun, dari suku Quraish dan Turhum

    Quraish sendiri adalah moyang Muhammad SAW menurutsumber-sumber Islam berikut.

    00 IBRAHIM
    01 Ismail
    02 Nabit
    03 Yashjub
    04 Tayrah
    05 Nahur
    06 Muqawwam
    07 Udad
    08 ‘Adnan
    09 Mu’ad
    10 Nizar
    11 Mudhar
    12 Ilyas
    13 Mudrika
    14 Khuzayma
    15 Kinana
    16 AL NADR (AL QURAYSH)
    17 Malik
    18 Fihr
    19 Ghalib
    20 Lu’ayy
    21 Ka’ab
    22 Murra
    23 Kilab
    24 Qussayy (Real name: Zayd)
    25 ‘Abdu Manaf (Real name: Al Mughira)
    26 Hashim (Real name: ‘Amr) as Banu Hashim
    27 ‘Abdu Al Mutallib (Real name: Shaiba)
    28 ‘Abdullah
    29 MUHAMMAD saw

    Jadi Quraish hidup 13 generasi sebelum Muhammad SAW.
    Menurut hitungan sederhana: Jika 1 generasi adalah sekitar 30 tahun, beda waktu antara Quraish dan Mahammad SAW adalah 13 x 30 = 390 tahun. Muhammad lahir sekitar 570 M.
    Berarti Quraish hidup sekitar 570 – 390 = tahun 180 M.

    Jadi cocok dengan apa yang ditulis oleh Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury yang menyatakan bahwa keturunan Adnan menyerbu Jurhum sekitar pertengahan abad ke 2 M.
    Jadi tampaknya baru pada akhir abad ke 2 itulah kota Mekah dan Kabah dibangun.

    Makanya sumber Islam-pun kacau balau tentang waktu pembangunan Kabah.
    Sumber : Tafsir Ibn Kathir terhadap QS 3:96 ;
    [96] Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakka (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
    Imam Ahmad mencatat bahwa Abu Dharr berkata; “Aku berkata, “O Rasulullah, masjid mana yang pertama dibuat didunia ini?. Dia berkata, “Al-Masjid Al Haram (di Mekah)”. Aku berkata, “Mana yang dibangun setelah itu?”. Dia menjawab, “Al-Masjidil Al-Aqsa (di Yerusalem)”. Aku berkata,“Berapa jangka waktu antara pembangunan kedua bangunan itu?” Dia berkata, “Empat puluh tahun”
    – Dapat diakses disini.

    Menurut perhitungan: Abraham dan Ismail hidup sekitar tahun 1900 SM – 2000 SM.
    Raja Salomo (Sulaiman) yang membangun bait Allah di Yerusalem hidup seitar 1000 SM – 970 SM. Jadi ada beda waktu 1000 tahun antara Ismail (yang membangun Kabah = Masjidil Haram) dengan raja Salomo (yang membangun Bait Allah di Yerusalem). Jadi bagaimana bisa dikatakan beda waktu keduanya hanya 40 tahun?

    BAGIAN KEDUA : NABONIDUS SUMBER BABILON (550 SM)
    Keberadaan Mekah juga luput dari catatan sejarah seorang raja dari Babilonia yaitu Nabonidus yang menguasai wilayah Arab.Raja Nabonidus memindahkan kerajaannya ke Teima, sebuah kota di sisi utara Medinah selama 10 tahun (550 SM – 540 SM) yang tercatat dalam Syair Kisah Nabonidus.
    Sumber : Ancient Records from North Arabia, F.V.Winnett and W.L.Reed, University of Toronto Press, 1970, halaman 89
    Nabonidus killed the prince of Teima and took his residency and built there his palace like his palace in Babylonia.

    Nabonidus membunuh pangeran dari Teima dan mengambil alih kediamannya dan kemudian membangun istananya dilokasi itu seperti istananya di Babylonia.

    Masih menurut sumber diatas, halaman 91, dari inskripsi yang ditemukan di Harran – kota asal Nabonidus – tercatat bahwa dia juga menaklukkan kota-kota di Hijaz, diantaranya adalah Yathrib (Medina) dan Khaybar. Kota Khaybar sendiri terletak di utara Medina sekitar 100 km dalam arah menuju ke Teima. Namun sama sekali tidak ada penyebutan kota Mekah. Ini mengindikasikan bahwa kota Mekah memang belum ada saat itu, makanya tidak muncul dalam panggung sejarah dipertengahan abad ke 6 SM.

    BAGIAN KETIGA : HERODOTUS
    Herodotus adalah sejarawan Yunani yang hidup 484 SM hingga 430 SM/420 SM. Menuliskan sebuah buku berjudul The History yang diterbitkan sekitar tahun 425 SM. Buku ini adalah narasi sejarah tentang perang Greco – Persia.
    Dalam buku 3 nya Herodotus menuliskan Arab Selatan sebagai berikut.
    Sumber, link.

    Arabia is the last of inhabited lands towards the south, and it is the only country which produces frankincense, myrrh, cassia, cinnamon, and laudanum.

    Arabia arah selatan adalah lokasi yang paling akhir dihuni, dan wilayah inilah satu-satunya yang memproduksi kemenyan, mur, kasia, kayu manis dan madat.

    Jadi catatan Herodotus bertentangan dengan sumber Islam yang mengklaim wilayah Mekah sudah dihuni semenjak abad ke 20 SM dan menjadikan wilayah ini yang pertama dihuni dan dari Mekahlah kemudian keturunan Ismail menyebar ke segala penjuru Arab. Catatan sejarah adalah jelas, Arab Selatan adalah wilayah yang paling akhir dihuni. Ini sangat jelas karena migrasi dari Mesopotamia kuno adalah menuju ke wilayah barat daya arah Israel dan ke selatan melalui pantai timur jazirah Arab dari Qatar, Uni Emirat Arab, Oman dan Yaman. Itulah sebabnya wilayah Arab Utara dan Yaman lebih dahulu didiami dibandingkan wilayah Arab Selatan. Jika Khaybar dan Medina baru muncul di sekitar abad 6 SM, ini berarti di abad 6 SM Mekah pasti belum ada karena letaknya lebih selatan lagi dari Medinah. Jadi bagaimana mungkin Mekah sudah ada di abad 20 SM.

    BAGIAN KEEMPAT : STRABBO SUMBER ROMAWI (23/24 SM)
    Di tahun 30 SM, Mesir takluk dan menjadi salah satu provinsi Romawi. Setelah menaklukkan Mesir, Romawi berusaha meneruskan penaklukkannya ke wilayah jazirah Arab hingga ke Yaman yang pada waktu itu adalah sebuah kerajaan besar .
    Di tahun 23 / 24 SM, pemerintah Romawi mengutus Aelius Gallus, gubernur Mesir untuk memimpin penaklukan tersebut.
    Sumber : History of Rome, Buku LIII.xxix. 3 – 8 | Dio Cassius, 220 M

    For 23 B.C.: While this was going on, another and a new campaign had at once its beginning and its end. It was conducted by Aelius Gallus, the governor of Egypt, against the country called Arabia Felix

    Tahun 23 SM : Sementara semuanya berjalan, satu ekspedisi baru dimulai dan diakhiri. Ekspedisi itu dipimpin oleh Aelius Gallus, gubernur Mesir, terhadap wilayah Arab Felix.

    Dalam ekspedisi ini diikutsertakan seorang sejarawan dan ahli geografi yang bernama Strabo (meninggal 22 M) yang kemudian mencatat peristiwa ini dalam 16 buku karangannya.

    Informasi peta wilayah Arabia dapat diakses disini.

    Sumber kutipan berikut diambil dari: Geography, Buku XVI, Chap. iv, 1-4, 18-19, 21-26

    Dalam buku ini, dikutip kota-kota yang dilalui oleh Gallus dalam perjalanan pergi dan pulangnya. Gallus melewati dua jalur yang berbeda, dimana jalur pergi adalah melalui gurun pasir di bagian timur sisi Laut Merah, sementara jalur pulang adalah melalui jalur tepi laut Merah. Gallus berangkat dari wilayah kanal di sekitar sungai Nile dan ini hanya mungkin dari sekitar wilayah Suez sekarang. Kota pertama yang disinggahi adalahLeuce Come.
    Sumber : Strabo, XVI.iv.23.
    Gallus, notwithstanding, built not less than eighty biremes and triremes and galleys at Cleopatris near the old canal which leads from the Nile. ….. he constructed a hundred and thirty vessels of burden, in which he embarked with about ten thousand infantry, …… he arrived on the fifteenth day at Leuce-Come, a large mart in the territory of the Nabataeans, ……
    Gallus membuat tidak kurang dari 80 perahu di Cleopatris, dekat dengan kanal tua yang bersumber dari sungai Nil …. Dia membuat 130 kapal, dimana dia berangkat dengan 10.000 pasukan …… dia sampai di Leuce Come dihari ke 15, sebuah tempat perdagangan yang besar di wilayah Nabatean …..

    Wilayah Nabatean sendiri adalah terbentang antara perbatasan Syria dengan Arab dari sungai Eufrat hingga Laut Merah.
    Sumber : Encyclopaedia Britannica, sub topik Nabatean
    member of a people of ancient Arabia whose settlements lay in the borderlands between Syria and Arabia, from the Euphrates River to the Red Sea. ……

    Anggota masyarakat Arab kuno yang mendiami perbatasan antara Syria dan Arab, dari sungai Eufrat hingga Laut Merah ….

    Leuce Come ini masih didaerah kekuasaan Nabatean, jadi lokasinya masih dekat dengan perbatasan Syria. Jadi kemungkinan adalah kota Al-Wajh modern di wilayah Tabuk – Arab Saudi. Perjalanan berlanjut menuju wilayah kekuasaan Aretas.
    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    … After a march of many days, therefore, he came to the territory of Aretas [modern Medina?], who was related to Obodas. Aretas received him in a friendly manner, and offered presents. But by the treachery of Syllaeus, Gallus was conducted by a difficult road through the country; for he occupied thirty days in passing through it..

    … Setelah berjalan beberapa hari, Gallus mencapai wilayah kekuasaan Aretas, yang beraliansi dengan Obodas. Aretas menerimanya dengan ramah dan memberi hadiah. Tapi karena kebohongan Syllaeus (vivaldi : penunjuk jalan Gallus), Gallus harus melalui jalan yang sangat sulit melalui wilayah tersebut, dimana dia menghabiskan 30 hari melaluinya.

    Sangat mungkin Aretas ini adalah penguasa wilayah Medinah. Sementara Obodas adalah penguasa Khaybar. Kedua kota ini berdekatan sehingga sangat mungkin keduanya beraliansi. Dengan tidak disebutkan nama kotanya menunjukkan bahwa ke 2 kota ini adalah kota yang sudah diketahui oleh umum. Medina dan Khaybar sudah disebutkan dalam jaman Nabonidus (550 SM), jadi diabad ke 1 SM pasti sudah merupakan kota yang dikenal. Dari Al-Wajh ke Medinah berjarak sekitar 380 km dengan melalui bukit-bukit yang cukup sulit tergambar dari kutipan diatas. Secara rata-rata Galus hanya dapat maju sekitar 13 km tiap harinya.

    Kota berikutnya adalah Negrani.
    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    The next country to which he came belonged to the nomads, and was in great part a complete desert [the Debae]. It was called Ararene. The king of the country was Sabos. Gallus spent fifty days in passing through this territory, for want of roads, and came to a city of the Negrani, and to a fertile country peacefully disposed. The king had fled, and the city was taken at the first onset. After a march of six days from thence, he came to the river [in the land of the Minae].

    Wilayah selanjutnya yang didatanginya adalah kekuasaan suku nomaden, dan hampir seluruhnya adalah padang pasir. Wilayah itu disebut Ararene. Rajanya bernama Sabos. Gallus menghabiskan 50 hari melalui wilayah ini dan mencapai kota Negrani, wilayah subur yang telah ditinggalkan dengan sukarela. Raja telah melarikan diri dan kota diduduki segera. Setelah berjalan 6 hari dari sini, dia mencapai sebuah sungai [di wilayah Minae].

    Perjalanan yang dilakukan adalah sekitar 50 hari melalui gurun pasir sebelum mencapai Negrani. Sangat mungkin Negrani disini adalah kota Taif. Jarak antara Medinah dengan Taif adalah sekitar 500 km,dilewati dalam 50 hari, berarti kecepatan adalah sekitar 10 km / hari. Kecepatan yang rendah ini karena sangat mungkin pada saat terjadi badai mereka harus berhenti berjalan.
    Tiga indikasi lain yang menguatkan Negrani adalah Taif adalah :
    1. Karena dari sini dengan berjalan selama 6 hari kearah selatan mereka menemukan sungai. Sungai ini adalah sebuah sungai yang terletak disebelah utara Al-Qunfudhah. Jarak antara Taif hingga sungai adalah sekitar 150 km, berarti mereka berjalan dengan kecepatan sekitar 25 km / hari.
    2. Kota ini sama seperti Medinah berada disisi timur jajaran pegunungan. Jadi Gallus tampaknya berjalan menyusur tepi pegunungan.
    3. Kota Al-Qunfudhah dengan sungainya relatif sudah dekat Yaman modern, yaitu sekitar 300 km arah utara Yaman. Jadi sangat mungkin kota al-Qunfudhah dan sungainya dijaman Gallus berada dibawah kekuasaan Minae dari Yaman.

    Sumber : Encyclopaedia Britannica, sub topik: Yemen
    The three most famous and largest of these empires were the Minaean, the Sabaean (the Biblical Sheba), and the Himyarite (called Homeritae by the Romans), all of which were known throughout the ancient Mediterranean world; their periods of ascendancy overlap somewhat, extending from roughly 1200 BC to AD 525.

    Tiga kerajaan yang paling terkenal dan terbesar adalahMinaean, Saba dan Himyar, semuanya terkenal dalam sejarah kuno Mediteran, periode kekuasaan mereka berlangsung antara 1200 SM hingga 525 M.

    Perjalanan berlanjut menuju Asca.
    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    Immediately afterwards he took the city called Asca, which had been abandoned by the king.. Segera setelah itu, dia menaklukkan kota Asca, yang telah ditinggalkan oleh rajanya.

    Jadi setelah menemukan sungai, Galus segera mendapati sebuah kota yaitu Asca yang sangat mungkin adalah Qal’at. Jarak dari sungai ke Qal’at cukup dekat hanya sekitar 150 km. Jadi dapat ditaklukkan dengan segera.

    Kemudian menuju Athrula.
    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    He thence came to a city Athrula, and took it without resistance; having placed a garrison there, and collected provisions for the march, consisting of grain and dates

    Dia kemudian mencapai kota Athrula, dan menaklukkannya tanpa perlawanan, menempatkan satu garnisun disana, dan mengumpulkan persediaan untuk perjalanan selanjutnya, terdiri dari gandum dan kurma.

    Sangat mungkin Athrula adalah kota Najran karena disinilah mereka menambah perbekalan karena Najran adalah kota yang subur dengan oasis. Sejarah mencatat kota ini dikunjungi Romawi pertama kali ditahun 24 SM yang adalah waktu saat Gallus melakukan ekspedisinya.

    Sumber : Encyclopaedia Britannica, sub topik : Najran
    town, oasis, ….. First visited by the Romans in 24 BC, …. Najran was one of the main centres producing frankincense and myrrh to supply the Mediterranean basin and the Middle East between 1000 BC and AD 600.

    Kota, oasis …. Pertama kali dikunjungi orang Romawi di tahun 24 SM…. Najran adalah kota utama yang menghasilkan kemenyan dan mur yang menyuplai wilayah Mediterania dan Timur tengah antara 1000 SM dan 600 M.

    Kemudian ke Marsiaba.
    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    he proceeded to a city Marsiaba, belonging to the nation of the Rhammanitae, who were subjects of Ilasarus. He assaulted and besieged it for six days, but raised the siege in consequence of a scarcity of water. …

    Dia melanjutkan ke kota Marsiaba, yang dikuasai bangsa Rhammanita, yang takluk dibawah Ilasarus. Gallus menyerang dan mengepung kota selama 6 hari, dan meninggatkan kepungan akibat kekurangan air.

    Sangat mungkin Marsiaba ini adalah Mar’ib sebuah kota yang terkenal dengan bendungannya yang jebol pada tahun 450 / 451 M.

    Jadi dalam perjalanannya hingga mencapai Yaman, tidak ada sebuah kota yang bernama Mekah sama sekali. Jika saat itu Mekah sudah ada dengan mata airnya yaitu Zam Zam yang melimpah, tentu saja kota ini akan disinggahi oleh Gallus.
    Di padang pasir, orang mungkin bisa menyembunyikan laut, TAPI TIDAK BISA MENYEMBUNYIKAN OASIS.
    Setelah kegagalan menaklukkan Marsiaba, Gallus memutuskan untuk kembali ke Mesir. Dalam perjalanan pulang ini Gallus menggunakan jalan lain yang ternyata lebih cepat. Kota pertama adalah Negrana.

    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    he had time to take another route back; for he arrived in nine days at Negrana, where the battle was fought,
    dia memiliki waktu untuk mengambil rute lain untuk kembali, Gallus mencapai Negrana dalam 9 hari, dimana terjadi pertempuran.

    Negrana sangat mungkin adalah Sa’dah modern di Yaman.Jarak Mar’ib ke Sa’dah adalah sekitar 240 km, ditempuh dalam 9 hari. Berarti mereka berjalan rata-rata 27 km / hari. Kemudian Seven Wells.

    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    and thence in eleven days he came to the “Seven Wells” [modern Al-Qunfudhah], as the place is called from the fact of their existing there. Thence he marched through a desert country, and came to Chaalla a village,

    dan kemudian dalam 11 hari mencapat “Tujuh Sumur”, tempat yang dinamakan menurut keberadaan sumur-sumur tersebut. Kemudian mereka berjalan melalui gurun pasir dan tiba di sebuah pemukiman bernama Chaala.

    Para ahli menyatakan bahwa Tujuh Sumur ini adalah Al-Qunfudhah. Jarak Sa’dah ke Al-Qunfudhah adalah sekitar 370 km,ditempuh dalam 11 hari. Berarti mereka berjalan rata-rata 34 km / hari. Sementara Chaala kemungkinan adalah Al-Lith modern.
    Kemudian menuju Malothas.

    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    and then to another called Malothas [perhaps modern Jeddah], situated on a river.
    Dan kemudian menuju Malothas, yang terletak disebuah sungai.

    Kota ini terletak ditepi sebuah sungai dan sangat mungkin adalah kota Jedah modern karena ada sebuah sungai disana.

    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    This road then lay through a desert country, which had only a few watering-places, as far as Egra [modern Yanbu] a village. It belongs to the territory of Obodus, and is situated upon the sea.
    Jalan ini kemudian melalui padang pasir, yang hanya memiliki sangat sedikit tempat berair, hingga mencapai Egra. Kota ini masuk wilayah Obodus dan terletak ditepi pantai.

    Setelah Jeddah, mereka mendapati Egra yang sangat mungkin adalah Yanbu modern karena terletak ditepi Laut Merah.
    Lagi-lagi dalam perjalanan balik ini tidak ada kota dengan ciri-ciri Mekah disebutkan.

    Kesimpulan :
    Dalam perjalanan menuju Yaman, setelah mendarat di Al-Wajh, Gallus dan pasukannya bergerak kearah tenggara menuju jalur padang pasir dengan melewati kota Medinah – Taif – Qal’at – Najran dan berusaha menaklukkan Mar’ib. Sementara perjalanan pulang melewati jalur Mar’ib – Sa’dah – al-Qunfudhah – Al-Lith – Jedah dan Yanbu.

    Tidak ada sama sekali penyebutkan kota seperti Mekah yang memiliki mata air Zam-Zamnya.
    Jika saja Mekah dengan mata air zam-zamnya sudah ada sejak jaman Abraham (2000 SM), sudah barang tentu kota ini akan dilewati oleh Gallus karena di padang pasir, MATA AIR LEBIH BERHARGA DARIPADA EMAS BERLIAN.

    BAGIAN KELIMA : DIODORUS SICULUS (ABAD 1 SM)
    Kutipan berikut diterjemahkan secara bebas dari tulisan Islamic Awareness yang dapat diakses disini.

    Diodorus Siculus adalah seorang sejarawan Yunani di abad 1 SM yang menuliskan Bibliotheca Historica, sebuah buku yang menggambarkan beberapa bagian dunia. Kutipan berikut adalah dari terjemahan Inggris yang dikutip oleh Gibbon dari buku Diodorus Siculus yang menggambarkan sebuah kuil yang dipandang sebagai kuil yang paling suci di Arab.
    And a temple has been set-up there, which is very holy and exceedingly revered by all Arabians.
    Dan sebuah kuil telah dibangun disana, yang sangat suci dan dihormati oleh semua orang Arab.

    Komentar : Dalam usahanya untuk mencari pembenaran klaim bohong tersebut, tim dari Islamic Awareness harus membuat kebohongan lainnya.
    Kutipan yang lebih lengkap adalah sbb :
    The people who inhabit the country beside the gulf ,who are named the Banizomenes, support themselves by hunting and eating the flesh of land animals. A very sacred temple has been established there which is highly revered by all the Arabs.
    Orang yang menghuni wilayah disebelah teluk, dinamakan Banizomenes, yang hidup dari berburu dan memakan daging binatang darat, Dan sebuah kuil telah dibangun disana, yang sangat suci dan dihormati oleh semua orang Arab.

    Jadi kuil ini adalah kuilnya orang Banizomenes, bukan kuilnya orang Quraish.
    Terus dimana letak pemukiman Banizomenes itu. Dijelaskan oleh seorang sejarawan Agatharchides yang menulis buku berjudul On the Erythraean Sea ditahun 145 – 132 SM. Link
    One encounters the Laeanites Gulf around which there are many villages of the so-called Nabataean Arabs….. Next after this section of the coast is a bay which extends into the interior of the country for a distance of not less than five hundreds stades. Those who inhabit the territory within the gulf are called Batmizomaneis and are hunters of land animals.
    Seseorang menemukan sekeliling Teluk Laeanites dimana ada banyak pemukiman dari orang-orang Arab Nabatean….. Setelah wilayah ini yang masih dipinggir pantai adalah teluk yang menjorok masuk kedalam sekitar tidak kurang dari 500 stadia. Mereka yang mendiami wilayah ini dalam area teluk dinamakan Batmizomaneis yang adalah pemburu binatang darat.

    Jadi kuil yang disebutkan berada di sekitar teluk Akaba yang terletak antara jazirah Sinai dengan Arab, sangat jauh dari Mekah. Itulah sebabnya tim Islamic Awareness sengaja memotong sebagian kalimat saja karena kalau dikutip semuanya maka kebohongan mereka akan langsung terlihat.

    BAGIAN KEENAM : MENURUT PLINY (ABAD 1 M)
    Setelah Mekah tidak tercatat dalam sejarah abad 6 SM, abad ke 5 SM dan abad 1 SM, kita coba lihat apa catatan sejarah pada abad ke-1 Masehi. Sumber adalah dari seorang penulis sekaligus seorang pemimpin skuadron prajurit Romawi yaitu Pliny. Pliny lahir di Como, Italia di tahun 23 M dan meninggal ditahun 79 M. Dia menyelesaikan bukunya yang berjudul “Natural History”ditahun 77 M. Dalam menyusun bukunya, Pliny mendasarkan pada perpustakaan Romawi. Di buku 6, bab 32 dan 33 Pliny mendaftarkan 92 suku dan 62 kota di Arab, namun tidak sekalipun menyebut suku Jurhum dan Adnan maupun kota Mekah. Tulisan Pliny ini memperkuat apa yang dilaporkan Strabbo sekitar 100 tahun sebelumnya dimana kota Mekah tidak dikenal.

    BAGIAN KETUJUH : MENURUT CLAUDIUS PTOLEMY (ABAD 2 M)
    Kutipan berikut diterjemahkan secara bebas dari tulisan Islamic Awareness yang dapat diakses disini.

    Menarik mengetahui bahwa Claudius Ptolemy dari Alexandria, ahli matematika dan astronomi, terkenal sekitar 1 abad setelah Pliny, membuat peta dunia. Dia bukanlah ahli geografi sehingga bukunya hanya dimaksudkan untuk menjelaskan peta yang dia buat. Dia menyebutkan sekitar 114 kota dan pemukiman di Arab Felix.
    Sebagai contoh, Dumaetha, dijelaskan berada di perbatasan utara Arab Felix adalah kota Daumet diabad pertengahan, dan sekarang adalah oasis besar yang bernama Jauf. Hejr, yang terkenal di jaman jahiliyah, sekarang dikenal sebagai Medayin Salih, adalah kota Egra menurut Ptolemy. Kota Thaim adalah Teima, yang terkenal karena inskripsinya tentang keberadaan kuil-kuil dan penduduk diabad 5 SM. Inilah Tema kota Ayub. Sementara Lathrippa, yang berlokasi disebelah dalam Iambia (Yambo), dikenal juga IAthrippa menurut Stephan dari Byzantium, Yathrib menurut tradisi Arab mula-mula, sekarang adalah El Medina.
    Selain itu disebutkan juga tempat bernama Macoraba yang diidentifikasikan sebagai Mekah. Menurut GE von Grunebaum : Mecca is mentioned by Ptolemy, and the name he gives it allows us to identify it as a South Arabian foundation created around a sanctuary.
    Mekah disebutkan oleh Ptolemy, dan nama yang diberikan oleh Ptolemy memungkinkan kita untuk mengidentifikasikan lokasi itu di Arab Selatan yang dibangun disekitar tempat pemukiman.

    Komentar :
    Ahli Geografi Yunani, Claudius Ptolemy dari Alexandria, Mesir, lahir ditahun 90 M dan meninggal 168 M. Sekitar tahun 150 M dia mulai menaruh perhatian kepada masalah geografi. Dalam bukunya Geography, buku VI, bab 7, Ptolemy mendokumentasikan beberapa lokasi utama di Arab lengkap dengan koordinat bujur dan lintangnya.
    Macoraba yang dilaporkan oleh Ptolemy tidaklah mungkin adalah Mekah dengan 3 alasan sbb.:
    1. Dari struktur konsonan-nya, Macoraba (MCRB) berbeda dengan Mecca (MCC) yang mengindikasikan kota ini bukanlah Mekah. Yaqut al Hamawi seorang ahli geografi Arab (1179 M – 1229 M) pernah menyebutkan keberadaan sebuah kota yang bernama Maqarib (sumber : Mujam al-Buldan, iv, 587) Dari struktur konsonannya Maqarib (MQRB) lebih mendekati MCRB (Macoraba). Patricia Crone dalam bukunya Meccan Trade, Princeton University Press, 1987, halaman, 136 menyarankan lokasi Macoraba atau Maqarib ini dekat dengan Yathrib (Medinah).
    2. Dari posisi bujur Strabo menuliskan bahwa Latriba (Yathrib atau Medinah) berada di 71 derajat. Sementara Macoraba berada di lokasi 73 derajat 20 menit. Ini berarti Macoraba berada disebelah timur Latriba (Medinah) 2 derajad 20 menit.. Sementara Mekah berada di bujur yang hampir sama dengan Medinah.
    3. Dari posisi lintang Ptolemy menyebutkan Macoraba adalah kota ke 6 setelah Lathrippa (Medinah). Kota pertama yang disebutkan setelah Lathrippa adalah Carna. Kota Carna sendiri menurut Strabo masuk dalam kekuasaan Minaea diwilayah Yaman. Jadi Macoraba tidak mungkin Mekah karena tidak terletak di Yaman.

    Sumber : The Geogrophy of Strabo | Buku 16, chapter iv, 2 | The Geogrophy of Strabo, volume vii, translated by Horace L. Jones , 1966, page 311). Link.
    Bagian penting dari wilayah ini dikuasai oleh 4 suku besar, oleh Minaea … yang kota utamanya adalah Carna, setelah itu adalah Sabaeans, yang kota utamanya adalah Mariaba, setelah itu adalah Cattabanians, yang kota utamanya adalah Tamna, dan diujung timur, Chatramotitae, yang berarti Hadramout, yang kotanya adalah Sabata.

    Carna dikenal sebagai kota terbesar di Yaman yang menjadi ibu kota kerajaan Minaea.

    Seorang sejarawan lainnya yaitu Pliny dalam bukunya Natural history of Pliny; Book VI, chapter 32, menyebutkan sebuah kota dengan nama Mochorba, yang dikatakan adalah pelabuhan Oman di pantai Hadramout di Arab Selatan.
    Hadramout sendiri adalah Oman modern.

    Sumber : Encyclopaedia Britannica edisi 2003 | Topik : Hadramawt
    ancient South Arabian kingdom that occupied what are now southern and southeastern Yemen and the present-day Sultanate of Oman (Muscat and Oman).
    Kerajaan Arab kuno yang menguasai wilayah selatan dan tenggara Yaman dan sekarang adalah kesultanan Oman.

    Karena Macoraba ini tidak muncul dalam catatan sejarah manapun selain tulisan Ptolemy, tampaknya Macoraba ini hanyalah pemukiman kecil yang eksis di abad 2 M pada masa Ptolemy dan kemudian ditinggalkan. Sangat mungkin sejumlah suku Oman dari Mochorba beremigrasi ke utara mendekati kota Carna dan pemukiman mereka dinamakan Macoraba dengan mengikuti nama kota asal mereka yaitu Mochorba.

    BAGIAN KEDELAPAN : MENURUT PROCOPIUS DARI CAESAREA (ABAD 6 M)
    Procopius hidup sekitar tahun 550 M. Dalam bukunya terdapat beberapa kesamaan dengan sumber dari Ibn Ishaq diatas.
    Dimulai dengan penganiayaan orang-orang Kristen di Himyar (Yaman)
    Sumber : History of the Wars, Procopius of Caesarea | Buku I.xix.1 – 16, 23 – 26; xx.1 – 13 :
    At about the time of this war Ellesthaeus, the king of the Ethiopians, who was a Christian and a most devoted adherent of this faith, discovered that a number of the Omeritae on the opposite mainland [modern Yemen] were oppressing the Christians there outrageously;
    Pada waktu sekitar perang ini, Elesthaeus, raja dari Ethiopia, yang adalah seorang Kristen yang saleh, mendengar bahwa sejumlah orang himyar di wilayah Yaman menganiaya orang Kristen dengan kejam

    Kisah penganiayaan ini terdapat dalam buku Ibn Ishaq.
    Sumber : Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua | Muhammadiyah University Press, Jilid 1, halaman 25.
    Dhu Nawas datang menyerang mereka dengan tentaranya dan memaksa penduduk untuk memeluk agama Yahudi, memberi pilihan kepada mereka antara hidup dan mati, mereka memilih mati. Maka kemudian Dhu Nawas menggali parit untuk mengubur mereka, membakar sebagian dari mereka dengan api, membunuh yang lain dengan pedang, sampai kemudian dia telah membunuh hamper dua puluh ribu penduduk …

    Kisah berlanjut dimana raja Himyar kemudian dikalahkan, digantikan oleh raja yang lain dan kemudian naiklah raja Abramus (Abrahah)
    Sumber : Procopius, Buku I.xix.1 – 16, 23 – 26; xx.1 – 13 :
    He therefore collected a fleet of ships and an army and came against them, and he conquered them in battle and slew both the king and many of the Omeritae. He then set up in his stead a Christian king, an Omeritae by birth, by name Esimiphaeus, ….
    Sang raja kemudian mengirimkan kapal dan pasukan untuk menyerbu Himyar, dan berhasil menaklukkan mereka dan membunuh raja himyar dan banyak penduduknya. Dia kemudian menobatkan seorang keturunan Himyar menjadi raja, yaitu Esimiphaeus, ….

    These fellows at a time not long after this, in company with certain others, rose against the king Esimiphaeus and put him in confinement in one of the fortresses there, and established another king over the Omeritae, Abramus by name. Now this Abramus was a Christian, ……
    Pengikut-pengikut Esimiphaeus, dengan dibantu beberapa pihak, memberontak terhadap sang raja dan menahannya dalam salah satu bentengnya, dan menobatkan raja baru terhadap Himyar, yaitu Abramus. Abramus adalah seorang Kristen …

    Kisah ini terdapat juga dalam buku Ibn Ishaq.
    Sumber : Ibn Ishaq, halaman 26 – 29
    Daus berngkat ke Abissinia dengan membawa surat sang raja, dan kemudian raja Abissinia mengirimkan tujuh puluh ribu tentara ……… Aryat memegang kendali kekuasaan di Yaman selama beberapa tahun , tetapi kemudian Abrahah orang Abissinia memecah kekuasaannya …. Dan orang-orang Abissinia di Yaman menerima Abrahah sebagai pemimpin mereka …

    Kisah berlanjut dimana Abramus mengalami 2 kali penyerbuan oleh pasukan raja Ethiopia, namun berhasil mengalahkan mereka.
    Sumber : Procopius, Buku I.xix.1 – 16, 23 – 26; xx.1 – 13 :
    When Ellesthaeus learned this, he was eager to punish Abramus together with those who had revolted with him for their injustice to Esimiphaeus, and he sent against them an army of three thousand men with one of his relatives as commander. This army, once there, was no longer willing to return home, but they wished to remain where they were in a goodly land, and so without the knowledge of their commander they opened negotiations with Abramus; then when they came to an engagement with their opponents, just as the fighting began, they killed their commander and joined the ranks of the enemy, and so remained there.
    Ketika Ellesthaeus mendengar hal ini, dia hendak menghukum Abramus dan pengikutnya yang telah menurunkan raja Esimiphaeus, dan dia mengirimkan 3000 pasukan dengan seorang kerabatnya sebagai komandan. Namun pasukannya, saat berada di Himyar, tidak lagi ingin pulang, mereka ingin menetap di Himyar yang subur, dan tanpa sepengetahuan sang komandan, mereka bernegosiasi dengan Abramus dan mencapai kata sepakat saat pertempuran akan dimulai. Mereka membunuh sang komandan dan justru bergabung dengan pihak Abramus dan menetap disana.

    But Ellesthaeus was greatly moved with anger and sent still another army against them; this force engaged with Abramus and his men, and, after suffering a severe defeat in the battle, straightway returned home.
    Namun Ellesthaeus sangat marah dan mengirimkan lagi pasukan untuk menyerbu Himyar, dan terjadi pertempuran dengan pasukan Abramus. Setelah mengalami kekalahan parah, mereka kembali lagi ke Ethiophia.

    Kisah kemudian berlanjut dimana Abramus berjanji untuk menyerbu Persia namun kemudian ditengah jalan membatalkan penyerbuannya ke Persia.
    Sumber : History of the Wars, Procopius of Caesarea | Buku I.xix.1 – 16, 23-26; xx.1–13 :
    Later on Abramus too, when at length he had established his power most securely, promised the Emperor Justinian many times to invade the land of Persia, but only once began the journey and then straightway turned back.
    Dikemudian hari setelah kekuasaannya mantap, Abramus berjanji kepada Kaisar Justinian beberapa kali untuk menyerbu Persia, namun hanya sekali melakukan perjalanan dan kemudian langsung kembali lagi.

    Uniknya kisah ini muncul dalam buku Ibn Ishaq namun dengan versi yang berbeda dimana dikisahkan Abrahah hendakmenyerbu ke Mekah, tempat yang dia sendiri tidak tahu dimana dan siapa pemimpinnya (lihat kembali bagian kesatu). Namun dengan ajaib gajah-gajah mereka tidak mau berjalan menyerbu Mekah, bahkan pasukan Abrahah dijatuhi batu-batu oleh burung-burung.

    Sumber : Ibn Ishaq, halaman 38
    Tiba-tiba gajah tersebut berlututut, dan Nufail segera melompat dan berlari kearah puncak gunung. Pasukan Abrahah mencoba untuk membangkitkan gajah tersebut tetapi gagal …… ketika mereka mengarahkan sang gajah ke Yaman maka serta merta gajah tersebut berdiri, tetapi ketika mereka memutar arahnya ke kota Mekah gajah itu kembali mogok. Kemudian tuhan mengirimkan kepada mereka sekawanan burung …. Tiap-tiap burung membawa tiga buah kerikil, seperti buah kacang, satu di paruh dan dua di cakar. Semua yang terkena lemparannya mati …..

    Bahkan kisah ini masuk dalam Al-Qur’an.
    QS 105 : 1 – 5
    Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah [1602]?
    Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?, dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,
    yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,
    lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

    Terlihat bagaimana Ibn Ishaq telah memelintir sejarah Abrahah demi kepentingan muslim dan Arab :
    • Pasukan yang hendak menyerbu ke Persia, diplintir katanya hendak menyerbu ke Mekah, dengan alasan mau balas dendam karena ada orang Quraish yang merusak katerdral milik Abrahah di Yaman.
    • Pasukan yang membatalkan niat menyerbu, diplintir katanya sang gajahlah yang tidak mau jalan
    • Tidak ada sama sekali korban jiwa dipasukan Abrahah, diplintir katanya banyak yang mati karena dijatuhi kerikil sebesar kacang oleh burung.
    • Bahkan Al-qur’an sendiri harus menambahkan kalimat dalam tanda kurung untuk mengaitkan dengan Ka’bah.
    • Bagaimanapun usaha sejarawan muslim dan Ibn Ishaq mendistorsi kisah ini tetap menimbulkan keganjilan, yaitu :
    • Abrahah tidak tahu dimana kota Mekah sampai harus diantar oleh orang Thaif
    • Abrahah tidak tahu siapa pemimpin kota Mekah sampai harus bertanya-tanya.

    ORANG MAU BERPERANG KOK TIDAK TAHU SIAPA YANG MAU DISERBU DAN DIMANA HARUS DISERBU ?!? Piye to iki mas???

    KESIMPULAN.
    Dari uraian diatas yang membahas catatan sejarah dalamrentang waktu 550 SM hingga 550 M jelas tidak ada laporan tentang keberadaan kota Mekah ataupun kota dengan ciri-ciri Mekah. Konsekuensinya adalah klaim Mekah, Kabah dan Zamzam sudah ada dijaman Abraham adalah klaim bohong belaka.

    Beberapa pakar muslim mengakui hal ini, berikut kutipannya :
    1) Dr. Taha Hussein, seorang profesor dari Mesir, pendapatnya dikutip dalam buku Mizan al Islam karya Anwar Jundi, halaman 170 :
    “Dalam kasus cerita Abraham dan Ismail membangun Kabah cukup jelas, cerita ini MUNCUL BELAKANGAN disaat Islam mulai berkembang. Islam mengeploitasi kisah ini untuk kepentingan agama”

    Siapa DR. Taha Husayn.
    Dikutip dari : Encyclopaedia Britannica edisi 2003 | Sub Topik : Taha Hussein

    Lahir Nov. 14, 1889, Maghaghah, Mesir | Meninggal Oct. 28, 1973, Kairo.
    Figur yang menonjol dalam khasanah Mesir modern …..Ditahun 1902 dia belajar di Al-Azhar, Kairo …… Ditahun 1908 dia masuk Universitas Kairo dan di tahun 1914 menjadi orang pertama yang meraih gelar doktor …… Taha menjadi professor Kebudayaan Arab di Universitas Kairo, karirnya dipenuhi dengan gejolak karena pandangan-pandangan kritisnya yang sering membuat marah kaum Islam ortodoks. ….Tahun 1926 dia menerbitkan buku On Pre-Islamic Poetry, dalam buku ini dia menyimpulkan beberapa syair-syair yang dinyatakan pra Islam sebetulnya adalah pemalsuan oleh muslim kemudian karena beberapa alasan, salah satunya adalah untuk memberikan otoritas kepada Al-Qur’an. Karena buku ini, dia dinyatakan kafir. ….. Taha kemudian menjabat sebagai Menteri Pendidikan ditahun 1950 – 1952 …..

    2) W Aliyudin Shareef, dalam buku In Response to Robert Morey’s Islamic Invasion, halaman 3–4: “Pada masa sebelum Islam, Ismail TIDAK PERNAH DISEBUTKAN sebagai Bapa Bangsa Arab”

    3) Muhammad Husain Haekal, Dalam bukuna : Sejarah Hidup Muhammad | BAGIAN KEDUA: MEKAH, KA’BAH DAN QURAISY.
    ….. Untuk mengetahui sejarah dibangunnya kota ini SUNGGUH SUKAR SEKALI. MUNGKIN sekali ia bertolak ke masa ribuan tahun yang lalu. ……. MUNGKIN sekali Ismail anak Ibrahim itu orang pertama yang menjadikannya sebagai tempat tinggal, …. Kalau Ismail adalah orang pertama yang menjadikan Mekah sebagai tempat tinggal, maka sejarah tempat ini sebelum itu GELAP SEKALI.

    Tentu saja sejarah Mekah Pra Islam GELAP SEKALI karena memang belum ada dijaman Abraham dan Ismail

    4) Martin Lings
    Dalam bukunya : Muhammad – Kisah Hidup Nabi Berdasar Sumber Klasik,
    Serambi Ilmu Semesta, 2002, halaman 10.
    … Ada 2 pusat suci yang melingkupi Ibrahim : satu didaerahnya, dan satu lagi MUNGKIN BELUM DIKETAHUI, dan MUNGKIN KESANALAH Hajar dan Ismail dituntun, kesuatu lembah tandus di Arabia ……. Lembah itu bernama Bakah.

    Tentu saja sejarah Mekah Pra Islam BELUM DIKETAHUI, karena memang belum ada dijaman Abraham dan Ismail

    Jadi, kapan kota Mekah dan Kabah didirikan? :
    • Dengan mengacu pada puisi pra Islam yang digantung di Kabah jelas mengindikasikan pembangun kuil adalah Quraish. Pembangunan kuil biasanya bersamaan dengan pem-bangunan kota. Quraish sendiri kemungkinan besar hidup di akhir abad ke 2 M.
    • Dengan berandai-andai bahwa Macoraba memang adalah Mekah tetap saja kota ini baru muncul di panggung sejarah sekitar pertengahan abad 2 M.

    Dapat dinyatakn bahwa kota Mekah dan Kabah baru ada paling cepat di abad ke 2 M.

    Jadi kapan mata air Zamzam dan Batu hitam ditemukan :
    Sumur Zamzam dan batu hitam baru ditemukan pertama kali oleh Abdul Muthallib sang kakek Muhammad SAWdi awal tahun 500-an M.
    ================

    Islasmthis,
    jawaban utk sanggahan ini sudah saya siapkan di artikel ini. silahkan dibaca:

    https://islamthis.wordpress.com/2015/10/02/tuduhan-bahwa-kabah-dan-mekah-adalah-a-hsitoris/

    terima kasih.

  2. islam lucu ya, mau ibadah aja susah baget, biayanya mahal, banyak yg jd korban. tetangga tante gue noh anaknya dj penganen gara2 duit ortunyadipake buat naek haji meskipun ga wajib sih.
    mana pake urusan cuci mencuci dulu baru bisa ketemu aloh, mengharamkan ciptaan aloh.
    yakali urusan ibadah itu iman, hati dan Tuhan. percuma bersih tp hati ga suci. mau dibela sebanyak apapun, kenyataannya emang gini kan? pengikut memet emang bisanya nyangkal doang kalokebakaran jenggot apalagi kalo dibahas memet kawinin anak umur 7 tahun. lu baca aje alkoran terjemahan pertama sm yg sekarang beda bgt, gue sih pernah baca makanya berani ngomong. situs ini lucu, mau ngebela islam tapi adminnya kadang bales komen pake bhsa tak beretika, makanya gue coba komen pake gaya kyk adminnya juga.agama mana isih yg terkenal dengan kekerasannya? pasti islambahkan di negara mayoritas islam sebdiri. seperti fpi dll
    =================

    Islamthis,
    ketemu lagi ama org kristen kayak gini ….\

    org kristen yg baru keluasr cangkang ….. capekkkkkk ngejawabnyahhhhh ….

    puffffff …..

  3. menurut Bambang Noorsenna banyak umat nasrani tidak tau ternyata Yesus juga melakukan ibadah Haji.

  4. @ alia

    Islam tidak lucu, Islam itu seimbang. Islam tidak sulit tetapi juga tidak gampang karena Islam agama pertengahan. Pakai logika aja, pantas ndak kita ibadah dengan tubuh penuh najis. Justru Kristen adalah agama yang digampang2kan krn ajarannya sudah banyak di-edit. Kristen agama yang lucu, Tuhan kok bisa mati, Tuhan punya anak (kayak manusia aja), Kalau menuduh Islam terkenal kekerasan, coba deh baca sejarah Kristen, pembunuhan ratusan ribu kaum Kataris oleh Paus dengan cara dibakar. Apakah itu yang digembar-gemborkan agama yang mengaku sebagai agama kasih.

  5. Yang paling koplak tuh kitab kog direvisi kayak skripsi aja…wkwkwkwk….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: