Mengapa Islam Tidak Mengkuduskan Sabbath

Mengapa Islam Tidak Mengkuduskan Sabbath

Saudara / Saudari Muslimku tercinta saya menyatakan benar sekali pendapat Anda di dalam menjelaskan hari Sabat Sabtu dan alasan-alasan yang tepat sekali. Perlu  digaris-bawahi bahwa ada 1 golongan Kristen yang memelihara hari ketujuh Sabtu sebagai hari Sabat yang ditetapkan Allah baik dalam Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Mereka adalah golongan Kristen Masehi Advent Hari Ketujuh; mereka memelihara Sabat sesuai ayat-ayat Sabat yang sudah Anda jelaskan dengan benar, mereka umat Advent Hari Ketujuh juga tidak memakan binatang haram babi, anjing, tikus, darah beku (marus), mereka juga tidak meminum minuman mengandung cafein dan teh yang dapat mencemari pembuluh darah manusia, bahkan merusak system saraf jantung dan otak jika di konsumsi terlalu banyak dan berlebihan. Makanan haram dan tidak haram ada di Perjanjian Lama tepatnya kitab Imamat Pasal 11. **

Lalu mengenai saudara Muslimku beribadah hari Jumat, sebenarnya dalil ini dalam Al-Qur’an walaupun ada namun sangat lemah. Kalau saya berfikir bahwa banyak saudara-saudara Muslimku juga lebih menuruti perintah manusia, beberapa contoh saya akan berikan.

Albaqarah 65, 66:

“Barangsiapa yang tidak menghromati peraturan mengenai hari Sabtu, jadilah ia kera yang sehina-hinanya”.

Tafsir manusia yang memelencengkan dan lebih dipercayai daripada ayat Qur’annnya sendiri berbunyi:

“hari Sabtu adalah untuk orang Yahudi sebagaimana hari Jum’at untuk orang Islam”.

Kira-kira tafsirnya begitu. Namun kaum Muslim tidak menyadari bahwa perintah Sabat juga ada dalam Al-Qur’an dan menjadi suatu perjanjian kokoh umat bertaqwa di masa itu hingga kemudian (saat ini). Jadi bila Anda sungguh-sungguh beribadah kepada Allah yang benar, sudah tentu kaum Muslim menguduskan Sabat Sabtu dan bukan Jum’at, sebab dikatakan dalam An Nisaa 154, 155 bahwa itu menjadi pelajaran orang bertaqwa. Anda mengaku bertaqwa kepada Allah tetapi mana penurutan Anda kepada Firman Allah 10 Hukum yang di dalamnya ada hari Sabat Sabtu dan menekankan kepada HabluminAllah dan Habluminanas yaitu Kasih kepada Allah dan Kasih kepada sesama manusia? Bukti apa yang bisa Anda berikan dan implementasikan jika suatu golongan seperti FPI main hakim sendiri membunuh dan mengacak-acak daerah tertentu, bahkan menganiaya dan cenderung membunuh sesama manusia, menganggap diri paling benar, padahal mereka tak sadar berada di bawah kendali roh kegelapan Setan. Lalu mengenai cara Muslim mengasihi Allah tetapi tidak menuruti 10 Hukum Allah Thursina yang turun melalui Musa dimana hukum ke 4 menyatakan manusia siapapun itu wajib menerima dan menguduskan SabatKu!!!! Tidak ada dalil alasan umat beragama menyalah-nyalahkan satu dengan lainnya. Islam juga bukanlah satu agama yang sempurna jika umatnya lebih dan masih mempercayai tafsir manusianya di bawah ayat-ayat Qur’an!!!

Mengenai ibadah hari Jum’at saya katakan itu tidak benar, mari kita lihat kebenaran yang sejati jika Anda mau membuka mata mencari Tuhan dan Kebenaran sungguh-sungguh, sebab Isa Almasih mengatakan: “Akulah jalan kebenaran dan kehidupan, tidak ada seorangpun akan tiba di Surga  sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku”. “Sebab segala kuasa di Surga  dan di bumi telah diserahkan Bapa kepadaku”, sebab Ia adalah anak Manusia yang akan menghakimi bumi (Yesus), bandingkan dengan Ali Imran 45 dikatakan di sana:

“Isa orang terutama, orang pertama di dalam Surga  dan mempunyai jabatan tertinggi di Surga  dan di bumi dan akan turun menjadi Imam Mahdi dan hakim yang adil”.

Bukan Muhammad, Musa, Daud, Sulaiman, Yusuf, Adam, Nuh, Ibrahim dan lain-lain. Hanya Isa Almasih satu-satunya yang masih hidup sampai selama-lamanya, dan saat lalu dan saat ini Dia sedang di Surga  menunggu waktu yang tepat datang lagi ke dunia ini dengan segala kebesaranNya dan kemuliaan Surga  beserta segenap pasukan Malaikat Surga  berlaksa-laksa diiringi sangkakala terompet penghakiman, dan di atas awan Yesus akan datang lagi memusnahkan orang-orang jahat dan Dajal serta pengikutnya. Ingat, bukan Musa, bukan Muhammad, bukan Daud dan bukan Nuh, bukan juga Ibrahim dan bukan juga nabi lainnya! HANYA ISA ALMASIH-ALMAHDI IMAM AGUNG Surga  dan bumi

Tidak ngerikah dan tidak takutkah Anda saat melihat Isa Almasih datang lagi dengan segala kuasa Surga  fullpower memusnahkan bumi? Kiamat total? Apa yang terjadi dengan nasib Anda dan saya? Dialah Sirattal Mustaqin yang sesungguhnya yang kalian tolak keTuhanannya dan ajarannya, Dialah Jalan yang lurus (Sirattal Mustaqin) itu dalan Alquraan dan Alkitab, yang olehnya semua nabi-nabi berharap selamat. Yesus bukanlah manusia biasa sudara-saudara Muslimku, Ia Makhluk manusia dan Mahkluk Ilahi, Rajanya Manusia (Malikinas Ilahinas-Ilahinas Malikinas Al An’naas).

Apabila, umpama, bilamana, jikalau, jika, if, misalkan, bila, kesemuanya ini tidak benar2 menunjukkan keadaan yang sebenarnya pada saat itu, (if dlm bahasa inggeris adalah unconditional as the opposite conditional….

Contoh:

Jika atau Andai atau bilamana saya kaya raya saya sumbangkan uang saya ke fakir miskin dan panti-panti asuhan untuk ber-amal…

Keterangan:

Dalam kondisi kalimat tersebut si subjek maupun objek dalam kondisi gak punya uang dan tidak atau bukan orang kaya dan fakir miskin tidak menerima kata-kata Andai atau jika menunjukkan manifestasi khayalan sesuatu hal tidak terjadi dengan sebenarnya dan tidak dalam kenyataan sesungguhnya….

Lalu apa hubungannya dengan surah Al Jumuah mengenai ibadah Muslim di hari Jum’at? Apakah benar Al-Qur’an menyucikan hari Jum’at sebagai hari Sabat Sabtu seperti Alkitab?

Dasar ayat Al-Qur’an yang di jadikan kaum Muslim beribadah shalat hari Jum’at adalah sangat tidak tepat dan memiliki dalil yang sangat lemah….Qur’an sendiri justru menyatakan perbaktian hari Sabat Ilahi sebagai hari Sabtu yang wajib dikuduskan menjadi ketetapan umat bertaqwa kepada Tuhan YME. Lihat dan buka mata lebar2 mata hati pikiran dan renungkan oleh hati kecil Anda sendiri perbandingan ayat2 berikut ini:

Al-Jumuah mengenai ibadat sholat hari Jum’at yang umat Muslim merayakan diseluruh dunia mengatakan demikian:

”Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at…bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Kita tentu tahu persis hari Sabat Ilahi yang Yesus tekankan adalah hari ketujuh Sabtu atau Sapta dalam bahasa Arab yang artinya hari ketujuh!

Dalam kitab Taurat Musa Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan menyatakan hari Sabat adalah hari yang Allah berikan untuk manusia istirahat dari  segala kegiatan pekerjaan, jual-beli dan transaksi bisnis apapun.

Hal ini juga masih dikuduskan di zaman Yesus Kristus atau Isa Almasih dan pengikutNya sebab menjadi satu ketetapan Allah mutlak. Allah berhenti mencipta dunia dan isinya, Allah menghormati hari itu dengan cara men-sucikan hari itu (menguduskannya), lalu Allah kita yang sama memberkati hari ketujuh itu dan menjadi lambang mengenang awal Penciptaan dunia ini. Allah memberikan kepada umatNya hari itu dan umatNya mensucikan hari itu, sama seperti Allah men-sucikan hari itu. Sebab dalam lembaran belahan Alkitab manapun maupun Alqur’an hari Sabat Sabtu disebutkan, itu adalah tanda mana umat Allah dan mana yang bukan umat Allah!

Kita boleh saja mengaku menyembah Allah di Surga  dan dalam kenyataannya kita beribadah pada hari Jumat, hari Minggu atau hari lain yang mana Allah tidak pernah mengkhususkannya hari tersebut dalam suatu perintahNya dalam kesepuluh HukumNya yang turun di bukit Thursina. Allah menunjuk Sabat sebagai hari perhentian agar manusia mengenang asal Penciptaan dirinya. Sabat suatu tanda dan kenangan dan masa depan umat-umat Allah yang mana selama-lamanya Allah menetapkan di hari itulah kita juga akan berbakti kepada Allah yang sama sesampainya kita di Surga  (Yesaya 66:22,23). Ibrani 4:4-9.

Ironisnya sudara kita Muslim terkecoh dengan dusta-dusta orang Arab dimana kita Muslim di bodohi oleh mereka. Kita tahu bahwa hari Sabat Sabtu di mulai sejak hari Jum’at mulai pukul 18.00 sd Sabtu pukul 18.00 dan berpatokan pada terbenamnya matahari sampai terbenamnya matahari di keesokan harinya. Al-Jumuah jangan-jangan menunjukkan bahwa kita bersiap-siap di hari Jum’at atau tiap-tiap Jum’at menunggu buka Sabat tepat jam 6 sore hari menjelang malam atau jam 18.00 sesudah menyanyi sembahyang ibadah berbakti pukul 18.00 kita wajib meninggalkan jual-beli dan segala bentuk bisnis urusan kita pribadi. Satu hari adalah 24 jam, dimulai dari matahari terbenam sampai matahari terbenam, jadi tepat jam 18.00 hari Jum’at itu adalah perbatasan pergantian hari Sabtu. Pukul 18.01 itu sudah hari Sabtu (Sabat Ilahi yang kita kuduskan. Dikuduskan sampai dengan hari Sabtu Maghrib pukul 18.00, lewat dari 18.00 ke 18.01 hari Sabtu itu sudah hari Minggu. Bukankah kita semua sejak TK, SD, SMP, SMA belajar IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dan cara menghitung pergantian hari bukan?

Kembali ke topik. Al-Jumuah di atas adalah tidak tepat kaum Muslim beribadah di hari Jum’at siang hari sahalat specialnya, sebab ada kata “Apabila”, “Andai”, “If-Jikalau-Jika. Kata-kata dalam ayat itu bukan menyuruh kita kaum Muslim ibadah Jum’at shalat. Dengan kata lain tidak ada perintah Al-Qur’an menyuruh kita Muslim ibadah Jum’at siang, sebab kata jika atau apabila sebenarnya itu sama saja  menunjukkan keadaan yang tidak manusia mendengar seruan suara Allah di saat itu yang menyuruh mereka shalat di Jum’at siang. Jadi jelas bukan?

Kebenaran tidak bisa di pungkiri, kita mau berdalih kemana jika ibadah shalat Jumat kebanyakan Muslim tidak direstui baik di Alkitab maupun tidak direstui juga oleh AlQur’an mereka. mereka ibadah hari Jumat adalah menuruti perintah manusia yang bisa-bisanya saja, bukan menurut Allah PenciptaNya.

————————————

Islamthis,

Saudara / Saudari Muslimku tercinta saya menyatakan benar sekali pendapat Anda di dalam menjelaskan hari Sabat Sabtu dan alasan-alasan yang tepat sekali. Perlu  digaris-bawahi bahwa ada 1 golongan Kristen yang memelihara hari ketujuh Sabtu sebagai hari Sabat yang ditetapkan Allah baik dalam Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Mereka adalah golongan Kristen Masehi Advent Hari Ketujuh; mereka memelihara Sabat sesuai ayat-ayat Sabat yang sudah Anda jelaskan dengan benar, mereka umat Advent Hari Ketujuh juga tidak memakan binatang haram babi, anjing, tikus, darah beku (marus), mereka juga tidak meminum minuman mengandung cafein dan teh yang dapat mencemari pembuluh darah manusia, bahkan merusak system saraf jantung dan otak jika di konsumsi terlalu banyak dan berlebihan. Makanan haram dan tidak haram ada di Perjanjian Lama tepatnya kitab Imamat Pasal 11.

Islamthis,

Dengan adanya golongan Kristen masehi Advent Hari Ketujuh, BUKAN BERARTI Kristen jadi benar. Itu pun golongan ini muncul pada Tahun 1800an. Mengapa setelat itu? Kalau Kristen ingin dikatakan benar maka seharusnya golongan ini lahir pada awal Abad Masehi ….

Dengan adanya golongan Kristen ini, tetap Kristen merupakan agama yang salah karena telah menyalahi perintah Tuhan.

Lalu mengenai saudara Muslimku beribadah hari Jumat, sebenarnya dalil ini dalam Al-Qur’an walaupun ada namun sangat lemah. Kalau saya berfikir bahwa banyak saudara-saudara Muslimku juga lebih menuruti perintah manusia, beberapa contoh saya akan berikan.

Albaqarah 65, 66:

“Barangsiapa yang tidak menghromati peraturan mengenai hari Sabtu, jadilah ia kera yang sehina-hinanya”.

Tafsir manusia yang memelencengkan dan lebih dipercayai daripada ayat Qur’annnya sendiri berbunyi:

“hari Sabtu adalah untuk orang Yahudi sebagaimana hari Jum’at untuk orang Islam”.

Kira-kira tafsirnya begitu. Namun kaum Muslim tidak menyadari bahwa perintah Sabat juga ada dalam Al-Qur’an dan menjadi suatu perjanjian kokoh umat bertaqwa di masa itu hingga kemudian (saat ini). Jadi bila Anda sungguh-sungguh beribadah kepada Allah yang benar, sudah tentu kaum Muslim menguduskan Sabat Sabtu dan bukan Jum’at, sebab dikatakan dalam An Nisaa 154, 155 bahwa itu menjadi pelajaran orang bertaqwa. Anda mengaku bertaqwa kepada Allah tetapi mana penurutan Anda kepada Firman Allah 10 Hukum yang di dalamnya ada hari Sabat Sabtu dan menekankan kepada HabluminAllah dan Habluminanas yaitu Kasih kepada Allah dan Kasih kepada sesama manusia? Bukti apa yang bisa Anda berikan dan implementasikan jika suatu golongan seperti FPI main hakim sendiri membunuh dan mengacak-acak daerah tertentu, bahkan menganiaya dan cenderung membunuh sesama manusia, menganggap diri paling benar, padahal mereka tak sadar berada di bawah kendali roh kegelapan Setan.

Lalu mengenai cara Muslim mengasihi Allah tetapi tidak menuruti 10 Hukum Allah Thursina yang turun melalui Musa dimana hukum ke 4 menyatakan manusia siapapun itu wajib menerima dan menguduskan SabatKu!!!! Tidak ada dalil alasan umat beragama menyalah-nyalahkan satu dengan lainnya. Islam juga bukanlah satu agama yang sempurna jika umatnya lebih dan masih mempercayai tafsir manusianya di bawah ayat-ayat Qur’an!!!

Mengenai ibadah hari Jum’at saya katakan itu tidak benar, mari kita lihat kebenaran yang sejati jika Anda mau membuka mata mencari Tuhan dan Kebenaran sungguh-sungguh, sebab Isa Almasih mengatakan: “Akulah jalan kebenaran dan kehidupan, tidak ada seorangpun akan tiba di Surga  sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku”. “Sebab segala kuasa di Surga  dan di bumi telah diserahkan Bapa kepadaku”, sebab Ia adalah anak Manusia yang akan menghakimi bumi (Yesus), bandingkan dengan Ali Imran 45 dikatakan di sana:

“Isa orang terutama, orang pertama di dalam Surga dan mempunyai jabatan tertinggi di Surga  dan di bumi dan akan turun menjadi Imam Mahdi dan hakim yang adil”.

Bukan Muhammad, Musa, Daud, Sulaiman, Yusuf, Adam, Nuh, Ibrahim dan lain-lain. Hanya Isa Almasih satu-satunya yang masih hidup sampai selama-lamanya, dan saat lalu dan saat ini Dia sedang di Surga  menunggu waktu yang tepat datang lagi ke dunia ini dengan segala kebesaranNya dan kemuliaan Surga  beserta segenap pasukan Malaikat Surga  berlaksa-laksa diiringi sangkakala terompet penghakiman, dan di atas awan Yesus akan datang lagi memusnahkan orang-orang jahat dan Dajal serta pengikutnya. Ingat, bukan Musa, bukan Muhammad, bukan Daud dan bukan Nuh, bukan juga Ibrahim dan bukan juga nabi lainnya! HANYA ISA ALMASIH-ALMAHDI IMAM AGUNG Surga  dan bumi.

Tidak ngerikah dan tidak takutkah Anda saat melihat Isa Almasih datang lagi dengan segala kuasa Surga  fullpower memusnahkan bumi? Kiamat total? Apa yang terjadi dengan nasib Anda dan saya? Dialah Sirattal Mustaqin yang sesungguhnya yang kalian tolak keTuhanannya dan ajarannya, Dialah Jalan yang lurus (Sirattal Mustaqin) itu dalan Alquraan dan Alkitab, yang olehnya semua nabi-nabi berharap selamat. Yesus bukanlah manusia biasa sudara-saudara Muslimku, Ia Makhluk manusia dan Mahkluk Ilahi, Rajanya Manusia (Malikinas Ilahinas-Ilahinas Malikinas Al An’naas).

Islamthis,

Kasus ayat Sabbath di dalam Alquran, merupakan ayat sejarah, yaitu kisah bangsa Israel dengan Allah, jadi tidak ada hubungannya dengan umat Muhammad Saw / Muslim. Dengan kata lain Muslim tidak mempunyai hubungan syariah apapun dengan perayaan Sabbath.

Ingat, Allah Swt dan Muhammad Saw sudah menegaskan bahwa BISA JADI syariah satu umat berbeda dengan syariah umat / Nabi lainnya. Pada masa pra-Alquran, bisa dikatakan bahwa syariahnya mengenal pengkudusan sabbath, namun pada masa Alquran, pengkudusan sabbath tidak lagi dikenal. Itu merupakan hak prerogatif Allah Swt.

Begitu juga sebaliknya, pengkudusan sabbath hanya dikenal pada masa Nabi musa, sementara masa Nabi ibrahim mau pun Nabi adam pengkudusan sabbath tidak dikenal. Itu menAndakan bahwa syariah bisa berbeda antara satu Nabi dengan Nabi lainnya. Di dalam hal ini, syariah musa / Alkitab berbeda dengan syariah Alquran / Islam.

Mengenai FPI, silahkan kunjungi uraian saya di sini,

https://islamthis.wordpress.com/2012/07/19/teras-narang-yang-kristen-fanatik-membabat-fpi/

Apabila, umpama, bilamana, jikalau, jika, if, misalkan, bila, kesemuanya ini tidak benar2 menunjukkan keadaan yang sebenarnya pada saat itu, (if dlm bahasa inggeris adalah unconditional as the opposite conditional….

Contoh:

Jika atau Andai atau bilamana saya kaya raya saya sumbangkan uang saya ke fakir miskin dan panti-panti asuhan untuk ber-amal…

Keterangan:

Dalam kondisi kalimat tersebut si subjek maupun objek dalam kondisi gak punya uang dan tidak atau bukan orang kaya dan fakir miskin tidak menerima kata-kata Andai atau jika menunjukkan manifestasi khayalan sesuatu hal tidak terjadi dengan sebenarnya dan tidak dalam kenyataan sesungguhnya….

Lalu apa hubungannya dengan surah Al Jumuah mengenai ibadah Muslim di hari Jum’at? Apakah benar Al-Qur’an menyucikan hari Jum’at sebagai hari Sabat Sabtu seperti Alkitab?

Acuan kaum Muslim adalah PERI-KEHIDUPAN MUHAMMAD SAW. Dan Muhammad Saw beserta sahabatnya menyelenggarakan shalat Jumat seperti halnya kaum Muslim di seluruh Dunia. Dan yang paling mendasar di sini adalah, yang dimaksud dengan SERUAN adalah ADZAN Zuhur di hari Jumat.

Dengan mengacu kepada perikehidupan Muhammad Saw, maka sudah final posisi shalat Jumat di dalam syariah Islam, tidak bisa lagi diutak-atik oleh orang cerdas mana pun, termasuk kaum Kristen.

Dasar ayat Al-Qur’an yang di jadikan kaum Muslim beribadah shalat hari Jum’at adalah sangat tidak tepat dan memiliki dalil yang sangat lemah….Qur’an sendiri justru menyatakan perbaktian hari Sabat Ilahi sebagai hari Sabtu yang wajib dikuduskan menjadi ketetapan umat bertaqwa kepada Tuhan YME. Lihat dan buka mata lebar2 mata hati pikiran dan renungkan oleh hati kecil Anda sendiri perbandingan ayat2 berikut ini:

Al-Jumuah mengenai ibadat sholat hari Jum’at yang umat Muslim merayakan diseluruh dunia mengatakan demikian:

”Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at…bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Kita tentu tahu persis hari Sabat Ilahi yang Yesus tekankan adalah hari ketujuh Sabtu atau Sapta dalam bahasa Arab yang artinya hari ketujuh!

Dalam kitab Taurat Musa Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan menyatakan hari Sabat adalah hari yang Allah berikan untuk manusia istirahat dari  segala kegiatan pekerjaan, jual-beli dan transaksi bisnis apapun.

Hal ini juga masih dikuduskan di zaman Yesus Kristus atau Isa Almasih dan pengikutNya sebab menjadi satu ketetapan Allah mutlak. Allah berhenti mencipta dunia dan isinya, Allah menghormati hari itu dengan cara men-sucikan hari itu (menguduskannya), lalu Allah kita yang sama memberkati hari ketujuh itu dan menjadi lambang mengenang awal Penciptaan dunia ini. Allah memberikan kepada umatNya hari itu dan umatNya mensucikan hari itu, sama seperti Allah men-sucikan hari itu. Sebab dalam lembaran belahan Alkitab manapun maupun Alqur’an hari Sabat Sabtu disebutkan, itu adalah tanda mana umat Allah dan mana yang bukan umat Allah!

Kita boleh saja mengaku menyembah Allah di Surga  dan dalam kenyataannya kita beribadah pada hari Jumat, hari Minggu atau hari lain yang mana Allah tidak pernah mengkhususkannya hari tersebut dalam suatu perintahNya dalam kesepuluh HukumNya yang turun di bukit Thursina. Allah menunjuk Sabat sebagai hari perhentian agar manusia mengenang asal Penciptaan dirinya. Sabat suatu tanda dan kenangan dan masa depan umat-umat Allah yang mana selama-lamanya Allah menetapkan di hari itulah kita juga akan berbakti kepada Allah yang sama sesampainya kita di Surga  (Yesaya 66:22,23). Ibrani 4:4-9.

Ironisnya sudara kita Muslim terkecoh dengan dusta-dusta orang Arab dimana kita Muslim di bodohi oleh mereka. Kita tahu bahwa hari Sabat Sabtu di mulai sejak hari Jum’at mulai pukul 18.00 sd Sabtu pukul 18.00 dan berpatokan pada terbenamnya matahari sampai terbenamnya matahari di keesokan harinya. Al-Jumuah jangan-jangan menunjukkan bahwa kita bersiap-siap di hari Jum’at atau tiap-tiap Jum’at menunggu buka Sabat tepat jam 6 sore hari menjelang malam atau jam 18.00 sesudah menyanyi sembahyang ibadah berbakti pukul 18.00 kita wajib meninggalkan jual-beli dan segala bentuk bisnis urusan kita pribadi. Satu hari adalah 24 jam, dimulai dari matahari terbenam sampai matahari terbenam, jadi tepat jam 18.00 hari Jum’at itu adalah perbatasan pergantian hari Sabtu. Pukul 18.01 itu sudah hari Sabtu (Sabat Ilahi yang kita kuduskan. Dikuduskan sampai dengan hari Sabtu Maghrib pukul 18.00, lewat dari 18.00 ke 18.01 hari Sabtu itu sudah hari Minggu. Bukankah kita semua sejak TK, SD, SMP, SMA belajar IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dan cara menghitung pergantian hari bukan?

Penjelasan / uraian ini tidak dikenal di dalam Islam, dan juga memang tidak mempunyai dasar secara syariah mau pun fiqih. Dan yang jelas, syariah Islam BERBEDA dengan syariah umat musa dllll. Jadi jangan berusaha untuk disamakan.

Kembali ke topik. Al-Jumuah di atas adalah tidak tepat kaum Muslim beribadah di hari Jum’at siang hari sahalat specialnya, sebab ada kata “Apabila”, “Andai”, “If-Jikalau-Jika. Kata-kata dalam ayat itu bukan menyuruh kita kaum Muslim ibadah Jum’at shalat. Dengan kata lain tidak ada perintah Al-Qur’an menyuruh kita Muslim ibadah Jum’at siang, sebab kata jika atau apabila sebenarnya itu sama saja  menunjukkan keadaan yang tidak manusia mendengar seruan suara Allah di saat itu yang menyuruh mereka shalat di Jum’at siang. Jadi jelas bukan?

Kebenaran tidak bisa di pungkiri, kita mau berdalih kemana jika ibadah shalat Jumat kebanyakan Muslim tidak direstui baik di Alkitab maupun tidak direstui juga oleh AlQur’an mereka. mereka ibadah hari Jumat adalah menuruti perintah manusia yang bisa-bisanya saja, bukan menurut Allah PenciptaNya.

Sekali lagi, acuan Islam adalah perikehidupan Muhammad Saw. Sayang sekali hal tersebut tidak ada di dalam Kristen; acuan Kristen sama sekali tidak mengacu pada perikehidupan Jesus. Jadinya Kristen itu 100PERSEN berbeda dari ajaran Jesus semasa hidup. Itulah Kristen, Kristen yang sesat.

Mengenai ibadah hari Jum’at saya katakan itu tidak benar, mari kita lihat kebenaran yang sejati jika Anda mau membuka mata mencari Tuhan dan Kebenaran sungguh-sungguh, sebab Isa Almasih mengatakan: “Akulah jalan kebenaran dan kehidupan, tidak ada seorangpun akan tiba di Surga  sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku”. “Sebab segala kuasa di Surga  dan di bumi telah diserahkan Bapa kepadaku”, sebab Ia adalah anak Manusia yang akan menghakimi bumi (Yesus), bandingkan dengan Ali Imran 45 dikatakan di sana:

Untuk lebih jelas di dalam hal ini, kunjungi uraian saya di sini,

https://islamthis.wordpress.com/2012/03/02/akulah-jalan-kebenaran-dan-hidup/

Bandingkan dengan Ali Imran 45 dikatakan di sana:

“Isa orang terutama, orang pertama di dalam Surga dan mempunyai jabatan tertinggi di Surga  dan di bumi dan akan turun menjadi Imam Mahdi dan hakim yang adil”.

Bukan Muhammad, Musa, Daud, Sulaiman, Yusuf, Adam, Nuh, Ibrahim dan lain-lain. Hanya Isa Almasih satu-satunya yang masih hidup sampai selama-lamanya, dan saat lalu dan saat ini Dia sedang di Surga  menunggu waktu yang tepat datang lagi ke dunia ini dengan segala kebesaranNya dan kemuliaan Surga  beserta segenap pasukan Malaikat Surga  berlaksa-laksa diiringi sangkakala terompet penghakiman, dan di atas awan Yesus akan datang lagi memusnahkan orang-orang jahat dan Dajal serta pengikutnya. Ingat, bukan Musa, bukan Muhammad, bukan Daud dan bukan Nuh, bukan juga Ibrahim dan bukan juga nabi lainnya! HANYA ISA ALMASIH-ALMAHDI IMAM AGUNG Surga  dan bumi.

Tidak ngerikah dan tidak takutkah Anda saat melihat Isa Almasih datang lagi dengan segala kuasa Surga  fullpower memusnahkan bumi? Kiamat total? Apa yang terjadi dengan nasib Anda dan saya? Dialah Sirattal Mustaqin yang sesungguhnya yang kalian tolak keTuhanannya dan ajarannya, Dialah Jalan yang lurus (Sirattal Mustaqin) itu dalan Alquraan dan Alkitab, yang olehnya semua nabi-nabi berharap selamat. Yesus bukanlah manusia biasa sudara-saudara Muslimku, Ia Makhluk manusia dan Mahkluk Ilahi, Rajanya Manusia (Malikinas Ilahinas-Ilahinas Malikinas Al An’naas).

Untuk lebih dalam mengenai hal ini, silahkan kunjungi artikel saya yang membahas posisi Almasih di hari penghabisan,

https://islamthis.wordpress.com/2012/05/24/lebih-mulia-jesus-daripada-muhammad/

Terima kasih.

38 Responses

  1. Terkadang ada sebagian umat Kristiani yang mengatakan, jika Sabat harus dikuduskan, kenapa umat Islam tidak turut mengkuduskan hari Sabat?

    Jawabannya tentu karena kami umat Islam punya hari tersendiri sebagai hari yang diperintahkan untuk beribadah pada hari tersebut. Dan hal itu ada dalilnya dalam Al Qur’an, yaitu pada Qs 62 Al Jumu`ah ayat 9 :

    “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk shalat pada hari Jumat, maka hendaklah kamu bersegera untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikianlah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.”

    Hari Sabtu atau Sabat ada dalil di Alkitab. Hari Jum’at ada dalil dalam Al Qur`an. Hari Minggu, mana dalilnya ?

    Hii menelan ludah sendiri::mrgreen:

    • Kami Kristen dan berbakti pada Hari Sabat. Ada ayatnya dalam Alkitab Keluaran 20:8-10.
      Bagi kalangan Kristen yang tidak menyucikan Sabat, adalah satu kekeliruan. Yang sampai sekarabg tidak disadari dan tidak mau dipelajari.
      Jangan kita saling menyalahkan. Marilah kita MELIHAT AJARANNYA. Apabila benar mwnurut Alkitab dan Alquran marilah kita ikuti itu. Terima kasih

  2. Anda mengatakan itu sejarah masa lalu dan tisdak berpengaruh di islam sementara Alquraan menakankan sendiri untuk umat yg taqwa saat itu dan kemudian…..(Artinya manusia semuanya), dalam Albaqarah 65,66, An-Nisaa 154 dan masih banyak ayat qiuran yg lain…..

    Jika memang demikian kenapa di tulis di Alquraan Sabat tentang Isa dan lain2, sepertinya Alquraan perlu di rombak Pak….kita semua tau berbicara latar blakang sejarah dan kepercayaan tidak terlepas dr Ibrahim Pak! Firman Allah tak dapat dirobah sbab itu gak mungkin Allah yg Esa itu memberikan kepada Ibrahim, Adam, Musa, Daud, Sulaiman, Ishak, Ismail, Nuh, Lut dan seluruh nabi2 ajaran yg berbeda….Allah yg Esa tunggal itu tentu dan pasti Satu ajaran Satu pikiran dan Satu kitab saja.

    4000 tahun zaman purbakala Alkitab Perjanjian Lama sudah ada sebelum Qur’an ada menyatakan Ibrahim ingin menyembelih Ishak….lucu kan Alquraan yg baru muncul tiba2 merebut sejarah kaum bangsa Israel dan nabi-nabi waktu lalu dan merombak hampir seluruh Firman Allah menjadi Alquraan..

    Parahnya Utzman, Said bin Zabit dan Abu bakar membuat konstitusi pertemuan pribadi menyusun Qur’an…sesudah menyusun Qur’an tersebut menjadi Al Mushaf Al-Qur’an sebuah buku lalu bukti2 kertas pelepah kurma dan kulit binatang di bakar habis…mengapa harus di bakar Pak? Kuatir ketauan bisa-bisanya si Abu Bakar makanya di bakar dan gak ada otentiknya berupa kertas2 gulungan, pelepah kurma, kulit binatangnya…sayang yah kebenarannya jd justru diragukan jadi akal2an manusia setengahnya….ironisnya lagi dalam perang Yamamah 70 orang lebih pengjafal Qur’an meninggal saat perang itu…..kok bisa2nya mengaku kitab terlengkap? Padahal dengan matinya 70 orang lebih itu ayat yg mreka hafal tentu terbawa mati….dan yg ada sisa tulisan2 di kulit, pelepah kurma dan penghafal2 Qur’an yg masih hidup. Semua itu disatupadukan segera menjadi satu kitab Alquraan oleh Abu Bakar. 70 orang lebih yg mati itu mana ayat2nya dari mereka? Enggak kebawa saat penulisan Qur’an di susun oleh Abu Bakar dan teman2nya…..malah habis nulis bukti otentik dr mana asal dasar salinannya itu yg katanya dr pelepah kurma dan lain2 malah di bakar. Itu bukti mustinya disimpan di museum Pak…..

    Buat apa Alquraan menuliskan sejarah nabi2 lalu di jadikan acuan umat muslim sebagian yg masuk dengan saringan mreka dan sebagian lagi gak masuk saringan mereka malah mereka buang🙂, parah Pak!!! Masak perkataan Allah dipilih2 mana cocok sm saya mana enggak? Ya gak bisa bgitu….

    Lucunya lagi di jamanYesus hidup dengan murid2Nya yg menjadi saksi mata apa yg dikatakan Yesus dan di buat Yesus depan mata mereka itulah yg di tuliskan di Perjanjian baru, adakah 650 tahun sesudah kenaikan Isa murid2 Isa masih ada yg hidup? Tentu tidak! Namun setelah 650 tahun itu muncul Muhammad dan Alqur’an meniadakan kitab yg terdahulu dan menggunakan kitab terakhir….wew gile cing! Oleh sebab itu ngaco kitabnya…..Alkitab bilang Yesus adalah Tuhan juga Alquraan tp umat mreka menyangkal, kan lucu…sudah jelas Kristen ikut kesaksian2 murid2 Yesuslah apa yg mreka lihat saat mreka hidup bersama-sama dengan Yesus dan bergaul dekat dengan Yesus, dan memang Yesus itu roh allah dan kalam allah ( Isa fainahu rohulullah wakalimatuhu). Tp lucu kan umat muslim menolak kesaksian kitabnya sendiri yg bersaksi Yesus adalah zat Allah itu sendiri….parah abis….

    Jadi siapa yang disalib ?
    Kalau mau membaca tulisan ini
    terlebih dahulu pembaca dituntut
    ketulusan hati
    dan pikiran yang netral.

    Tulisan ini bukan pelajaran Agama !

    Di Akhir zaman ini, hampir semua orang bahkan hampir di semua tulisan pada situs jaringan Internasional/ Internet, dimana “kisah penyaliban” dijadikan sebuah “PERDEBATAN”.

    APA PENYEBABNYA ?

    http://hubungantersembunyi.blogspot.com/
    .
    http://siapayangdisalib.blogspot.com/

    http://filmthemessiah.blogspot.com/

    Akibat pembaca kitab sering meremehkan Al Quran (Q.25:30),
    maka menimbulkan protes terhadap kisah penyaliban
    Yesus Kristus di Injil.

    http://siapaisa.blogspot.com/

    Coba kita teliti kembali ayat tentang penyaliban
    Nabi Isa.
    di Q.4 :156 dan Q.4 : 157.
    .
    Al Quran surat 4 . AN NISAA’ ayat 156 : Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), > (tanda koma adalah indikasi hubungan dengan ayat selanjutnya, diawali huruf kecil ).

    Ket:
    1 – Jelas kalau kita perhatikan di ayat tersebut Q.4:156, bahwa “mereka” adalah orang yang kafir terhadap Isa !

    2 – Jadi siapa yang terbilang kafir terhadap Isa di zaman itu ?
    Yang pasti bukan kaum Nasrani maupun Muslim !

    2a- Yang paling utama harus kita mengerti makna yang ada di ayat 156 yaitu untuk menekankan bahwa pembaca Al Quran orang Mu’min (berpikiran “netral”) dan orang Nasrani tidak’lah kafir seperti mereka sejak dizaman itu bahkan sampai pada hari ini !
    .
    Oleh karena itu penjelasan di ayat 156 supaya kita tanggap terhadap isi dari ayat selanjutnya 157, agar semua orang di dunia sampai dengan hari ini selalu waspada akan “ucapan mereka yang kafir!”
    .
    3 – Coba kita lanjutkan ayat berikutnya dengan indikasi di ayat 157, bahwa “mereka” adalah (orang kafir) !
    . Al Quran surat 4.AN NISAA’ ayat 157 :
    dan karena ucapan mereka  : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka (orang kafir) tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalib nya, tetapi ( yang mereka / orang kafir bunuh ialah ) orang yang di serupa kan dengan ‘Isa bagi mereka (orang kafir). Sesungguhnya orang-orang yang berselisi paham tentang ( pembunuhan ) ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka (orang kafir) tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti prasangka belaka, mereka (orang kafir) tidak ( pula ) yakin bahwa yang mereka (orang kafir) bunuh itu adalah ‘Isa.
    .

    Ket : Kalau kita meyakini Al Quran Wahyu / perkataan Allah disampaikan oleh Jibril , karena Allah Maha Tahu maka jelas isi dari Q.4:157 adalah bukan pendapat Allah yang mengatakan “di serupa kan dengan ‘Isa”, melainkan jelas pendapat tersebut sumbernya dari “Ucapan mereka” orang-orang yang kafir terhadap Isa (gambaran Yesus) di zaman itu !
    .
    Ucapan tersebut dilakukan karena mereka menghendaki supaya orang-orang di zaman itu terpengaruh menjadi kafir seperti mereka, hal tersebut sudah terlebih dahulu ditegaskan di Q.4:89. 

    Karena Allah Maha Tahu maka di zaman itu diturunkan ayat tersebut Q.4:156 & 157 jelas untuk menjabarkan keadaan / situasi dimana semakin marak nya isyu yang beredar akibat ucapan yang keluar dari mulut orang kafir yang mempunyai penyakit dalam hatinya.

    Dimana mereka itu adalah keturunan yang dari leluhur nya dulu memang sudah kafir terhadap Yesus Kristus, sehingga mereka orang-orang di zaman itu yang tidak mau membaca Injil Kristus.

    Oleh sebab itu Al Quran di Q.4:157 menegaskan kembali bahwa mereka ragu-ragu, tidak yakin kecuali mengikuti prasangka belaka tentang kisah penyaliban Isa  (figur Yesus Kristus) dimasa silam, yang di ceritakan dengan menggunakan NAMA Isa !

    Kalau dilihat dari sejarah di zaman itu, dimana Rasul Muhammad orang yang pertama menerima ayat tersebut, sehingga isi Q.4:156-157 sangat “masuk akal” bahwa mereka yang kafir ialah mayoritas orang-orang keturunan Yahudi yang mempunyai rasa dengki terhadap kisah Yesus Kristus 600 tahun silam yang tertulis di Injil.

    Yang lebih penting perlu di perhatikan dari makna ayat tersebut (Q.4:156-157), yaitu bertujuan supaya semua pengikut Rasul Mahammad jangan sampai tertipu oleh “karena ucapan mereka” yang kafir terhadap Isa / nabi pembawa Injil / Yesus Kristus !

    Oleh karena dalam Q.4:156 yang dimaksud orang kafir dalam ayat tersebut bukan orang Mu’min dan juga bukan orang Nasrani, maka bisa disimpulkan bahwa yang kafir adalah orang keturunan Yahudi di zaman itu !

    Oleh karena itu mohon maaf sebelumnya bagi semua kalangan, saran untuk lebih mudah dimengerti tentang penyaliban di Al Quran surat 4:156 & 157, maka dalam membaca ayat tersebut suku kata “orang kafir” coba kita baca digantikan dengan suku kata “Yahudi” dan untuk nama “Isa” coba kita ganti dengan nama “Yesus”, dengan demikian jelas artinya bahwa :”karena kekafiran Yahudi terhadap Yesus dan karena ucapan “Yahudi”, maka ceriteranyapun “bagi Yahudi !”saja, berarti bukan bagi Allah Yang Maha Tahu !                                                                                                                                             Kesimpulannya oleh karena dizaman itu “Yahudi” sudah kafir / tidak percaya / tidak yakin terhadap Yesus, maka jelas dengan dasar tersebut kaum Yahudi (mereka) dalam ayat tersebut pasti tidak yakin bahwa yang dibunuh / disalib itu “Yesus !”, oleh karena itu “Yahudi” (mereka ) selalu membantah tentang penyaliban Yesus!

    jadi makna ayat tersebut merupakan suatu peringatan kepada semua orang terutama di jazira Arab di zaman itu, dan oleh karena ayat tersebut tetap berlaku hingga kini, jadi tanpa kita sadari ayat tersebut sebagai peringatan juga bagi kita dan semua orang di dunia saat ini, agar waspada jangan terpengaruh tipu muslihat orang yang kafir terhadap Isa (gambaran Yesus Kristus)

    Jadi jelas kalau kita perhatikan Q.4 156 walaupun isinya singkat tetapi diakhiri dengan tanda koma, yang berarti masih berhubungan erat dengan ayat berikutnya, dimana ayat berikutnya diawali kata-kata pembuka : dan “karena ucapan mereka”, hal ini ber tujuan agar pembaca lebih mudah dan jelas membedakan bahwa isi ayat 157, Jibril menyampaikan “ucapan mereka yang kafir”, intinya : di serupakan dengan Isa “bagi mereka !”

    Dengan demikian jelas kata-kata “bagi mereka” menunjukan cerita tersebut tidak bisa di per tanggung jawab kan kebenarannya, karena sumbernya dari mereka yang kafir terhadap Yesus Kristus di zaman itu , dan mereka bukan saksi hidup, sebab disaat Al Quran diturunkan peristiwa penyaliban sudah 600 tahun berlalu.

    Oleh karena itu di dalam Al Quran selalu diulang-ulang penjelasan bahwa “Allah Maha Tahu”, jadi jelas sekali karena Al Quran Wahyu Allah, maka sudah pasti “Allah Lebih Tahu” tentang kisah peristiwa penyaliban Yesus Kristus 600 tahun yang lalu dibandingkan “mereka yang kafir” itu.

    Dimana mereka adalah keturunan dari orang-orang Yahudi yang leluhur nya tidak mau mengakui Yesus Kristus berasal dari Allah.

    Hal itu tergambar dalam Al Quran bahwa Roh Allah menjelma jadi manusia, di Q.19:17 yaitu : maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.
    Oleh karena dari awal leluhur mereka tidak mau mengakui asalNya Yesus, akan tetapi kenyataannya Yesus membuktikan diriNya kembali ke Surga setelah bangkit dari kuburNya (tergambar di Q.19:33), dengan demikian leluhur mereka mengarang cerita bahwa “Yesus tidak disalib tetapi di serupai”, hal itu di pertegas tergambar di Q.4:156-157 bahwa cerita tersebut hanya versi mereka saja, ( “karena ucapan mereka” >> “bagi mereka” )
    .
    Jadi selama ini apakah kita mau percaya begitu saja ?, sehingga dengan mudahnya kita menelan mentah-mentah ucapan mereka !
    .
    Oleh karena itu sebuah dilema yang telah terjadi turun-temurun hingga saat ini, yaitu dimana kenyataan sejarah yang telah terjadi, dan kenyataan dari pendapat para pembaca Al Quran sampai saat ini tetap menolak bahwa Yesus Kristus tidak disalib.
    .
    Hal ini disebabkan semua pembaca Al Quran lebih mudah percaya akan perkataan / pengakuan dari mereka keturunan Yahudi, memang sejarah membuktikan bahwa bukan orang Yahudi yang menyalibkan Yesus Kristus tetapi orang-orang Yahudi disaat itu (zaman Yesus) sebagai provokator, akan tetapi yang melakukannya dari mulai penangkapan Yesus, penyiksaan sampai eksekusi di tiang palang salib semua dilakukan oleh para prajurit Romawi.
    .
    Oleh karena itu kalau orang-orang keturunan Yahudi di dalam Al Quran berkata: “kami tidak menyalibkan Isa (figur Yesus Kristus)”, hal itu memang benar jika dilihat dalam kisah Yesus di Injil, akan tetapi bisa disimpulkan keadaan mereka keturunan Yahudi yang tetap “kafir terhadap Yesus” (di zaman awal Al Quran) terkesan hendak “cuci tangan” terhadap peristiwa penyaliban Yesus Kristus di zaman nenek moyang mereka yaitu beberapa ratus tahun yang silam sebelum ada Al Quran.

    Jadi keadaan sekarang bisa disimpulkan bahwa semua orang Mu’min lebih percaya perkataan Yahudi yang hendak “cuci tangan” dari pada kebenaran sejarah yang membuktikan akhirnya Yesus Kristus tersalibkan juga yang dilakukan oleh para prajurit Romawi.
    .
    Itulah sebabnya kalau kita tidak mau membaca Injil dengan teliti, sehingga kita menyangkal bahwa Yesus Kristus disalib !, apakah kita tidak sadar akan tipu daya dari mereka yang kafir terhadap Yesus Kristus, sejak zaman itu ?
    .
    Dengan demikian jelas, itulah sebabnya mengapa sejak awalnya Kitab Suci Al Quran harus dikaji bukan sekedar asal dibaca saja !

    Jadi dizaman itu cerita dari orang-orang Yahudi yang kafir terhadap Yesus bertujuan untuk membantah kebangkitan Yesus dari kuburNya, hal itu jelas di dalam Injil dimana Yesus wafat sebagai anak manusia di kayu salib.

    Maka disaat ini setiap orang yang percaya terhadap cerita bohong tersebut seperti yang dikatakan Jibril dalam Al Quran 4:156-157, berarti orang tersebut termakan tipu muslihat orang kafir, akibatnya mereka sekarang beranggapan seperti mereka di zaman itu, “katanya” Yesus Kristus tidak bangkit.

    Sebab kalau kita lihat sejarah dalam Injil, maka dari makna ayat Q.4:156-157 bisa terjawab akan tipu muslihat orang kafir yang bertujuan supaya orang – orang di zaman itu terpengaruh agar menyangkal Kebangkitan Yesus Kristus dari kuburNya.

    Sehingga orang-orang di zaman itu yang terpengaruh mereka berpendapat: bagaimana mungkin ada kebangkitan sedangkan disalib saja tidak pernah !

    Oleh karena di ayat selanjutnya Q.4:158, yaitu: tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat ‘Isa kepadaNya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
    .
    Ayat tersebut (Q4:158) isinya jelas hanya memberikan penegasan secara ringkas, bahwa Isa diangkat Allah saja ( isi yang hakiki dari Q.4:158 : bukan diangkat untuk diselamatkan agar terhindar dari penyaliban )
    .
    Jadi karena ringkasnya isi dari ayat selanjutnya (Q.4:158), maka sekarang ini banyak para penafsir yang tidak mau membaca Injil Kristus berpendapat bahwa nabi Isa dihindari dari penyaliban, dengan demikian secara tidak langsung orang tersebut tanpa di sadari nya telah mendukung “ucapan orang-orang yang kafir terhadap Yesus” di zaman dahulu, seperti di Q.4:157.
    Yaitu bermaksud membantah kebangkitan Yesus Kristus..

    Ironisnya tidak ada satu ayat pun dalam Al Quran yang menyatakan dengan tegas bahwa “Allah mengangkat nabi Isa untuk dihindari dari penyaliban”, jadi jelas kalau ada yang berpendapat seperti itu berarti sudah menyimpang dari isi Al Quran yang sebenarnya.

    Dengan demikian pendapat tersebut sudah meremehkan akan kenyataan yang ada dalam Al Quran.

    Akan tetapi hal tersebut tidak mengherankan sebab sekarang ini keadaan dari pendapat orang-orang tersebut sudah diprediksikan sejak Al Quran diturunkan di zaman itu. .

    Ringkasan – kesimpulan

    Jadi sungguh jelas isi Al Quran surat 4 ayat 157 dan 156, dalam ayat tersebut hanya ada dua kubu yaitu yang percaya dan yang kafir, sedangkan pembaca ( kaum Mu’min) diluar kubu tersebut sehingga jelas berada pada posisi netral !

    “karena ucapan mereka”, jadi mereka dalam ayat tersebut hanya orang-orang Yahudi yang berselisih paham antara keturunan Yahudi yang percaya dengan keturunan Yahudi juga yang tidak percaya / disebut kafir.

    Oleh karena itu tergantung pembaca Al Quran untuk memilih salah satu dari ucapan mereka! Apakah mau ikut ucapan mereka Yahudi yang percaya penyaliban 600 tahun sebelum ada Al Quran  (mereka Yahudi yang percaya penyaliban berkata :”sesungguhnya kami telah membunuh”), atau mau ikut ucapan mereka  Yahudi yang tidak percaya (mereka Yahudi yang tidak percaya / kafir terhadap penyaliban masa lalu berkata: “diserupai”).

    Dengan demikian terserah pembaca yang menyimak ayat tersebut, sebab dari awalnya sebelum Al Quran diturunkan bahwa yang meributkan tentang peristiwa penyaliban adalah orang-orang Yahudi saja, jadi untuk apa kita ikut-ikutan mereka.

    Kalau kita ikut mengatakan: “tidak disalib” artinya kita ikut dukung Yahudi yang kafir, dan kalau kita mengatakan: “disalib” berarti kita mendukung keturunan dari saksi hidup Yahudi yang berasal dari daerah nazaret (tempat awal masa  kehidupan Yesus Kristus) yaitu orang-orang yang disebut Nasrani dizaman itu atau sekarang disebut kaum Kristen apapun kelompoknya.

    Jadi mulai dizaman itu (600 tahun setelah zaman/era Yesus Kristus)  kitab Al Quran merupakan kitab yang hak dari Allah untuk diberikan hak kebebasan kepada umat manusia yang berserah diri kepada Allah (orang Mu’min) yaitu orang-orang yang berpikiran “netral” / tidak berpihak kepada Yahudi kafir  ataupun kaum Nasrani untuk memilih mana yang benar diantara keduanya ?

    Oleh karena itu apapun hasil pilihan pribadi para pembaca Al Quran  akan “sempurna” karena tanpa paksaan!

    Dengan demikian kitab Al Quran adalah kitab yang “sempurna” untuk menghasilkan pendapat setiap pembaca yang mengkajinya, baik itu percaya ataupun ikut menyangkal !

    Ingat sekarang terserah anda setelah membaca Al Quran mau mengikuti yang mana?

    Sebab di jazira arab sebelum ada Al Quran memang sudah ada perdebatan tentang penyaliban antara sesama orang-orang Yahudi saja, yaitu orang-orang minoritas yang percaya terhadap Yesus Kristus dan mayoritas yang kafir.

    Prediksi tentang orang-orang tersebut terdapat dalam Firman Allah di Q.22:3, yaitu :Di antara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang sangat jahat.

    Prediksi yang ada di ayat tersebut membuktikan bahwa “Allah Maha Tahu” akan hati setiap orang yang hidup di zaman Al Quran diturunkan maupun hati setiap orang dimasa yang akan datang yaitu sekarang ini.

    Jadi jelas keadaan sekarang bahwa pendapat orang-orang yang mengatakan Yesus Kristus tidak disalib, akibat tanpa membaca Kitab terdahulu yang merupakan Ilmu Pengetahuan sejarah, sebab yang dimaksud Ilmu Pengetahuan dalam ayat tersebut sudah pasti yang berhubungan dengan Kitab-kitab sebelumnya, dan yang lebih penting dalam ayat di Q.22:3 pada kalimat terakhir, tergambar bahwa sekarang ini mereka tanpa sadar di halangi ghaib, sehingga terpengaruh kekuatan ghaib jahat yaitu “roh dajal /syaitan”, oleh sebab itu setiap mau membaca Al Quran dianjurkan / hendaklah meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk (Q.16:98), (di luar Al Quran tidak dianjurkan).

    Oleh karena itu “Akal” yang dapat menerima kenyataan, sebab segala sesuatu yang dipengaruhi ghaib tidak dapat diterima akal sehat manusia..
    .
    Kami mau ingatkan bahwa hal itu sudah ditegaskan di Q.22:8 yaitu: Dan diantara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya.

    Oleh karena ayat tersebut (Q.22:8) ada di dalam Al Quran yang kita baca, maka jelas makna dari ayat tersebut dengan ter samar agar orang harus membaca Injil, sebab hal itu sangat beralasan dengan ditegaskan nya di Q5:46 bahwa Kitab Injil di dalamnya ada petunjuk dan cahaya..

    Jadi perlu kita ketahui, dimana kisah di Injil, dari mulai Yesus Kristus disalib sampai kebangkitanNya dari kubur kemudian terangkat naik ke Surga, kisah tersebut cukup rinci sehingga panjang sekali. . .

    Maka dapat disimpulkan karena Allah Maha Tahu bahwa di tempat asalnya jazirah Arab dimana Kitab-kitab Allah diturunkan, walaupun orang-orang di zaman itu sudah banyak yang membaca Injil, tetapi karena terpengaruh “ucapan mereka orang-orang kafir” sehingga masih banyak pula orang-orang di zaman itu yang meragukan akan kebenaran Injil yang telah dibaca nya.

    Oleh karena Allah Maha Tahu, maka Al Qur-an diturunkan, dengan ayat-ayatnya yang tegas dan cukup ringkas saja, sehingga Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan ( di pertegas di Q.36:69 ).

    Agar semua orang (di jazira Arab) yang membaca Al Quran (Q.19:97), dapat mudah mempelajari kembali dengan menggunakan akalnya terutama cerita tentang nabi Isa (gambaran Yesus) supaya tidak terpengaruh dari tipu muslihat orang-orang yang kafir terhadap Yesus di zaman itu.

    Hal itu jelas terlihat bahwa ayat-ayat dalam Al Quran tentang nabi Isa lebih mendominasi dibandingkan dengan ayat-ayat tentang nabi-nabi yang lainnya.

    Dengan demikian jelas tujuan dari Al Quran diturunkan sejak itu agar semua orang dapat mempelajari sendiri dengan mengkaji nya, sehingga tidak perlu membahas tentang nabi Isa (gambaran Yesus dari sudut pandang sebagai sosok manusia) dengan orang lain, agar tidak terjadi perbantahan “hanya karena ucapan” yang berakibat pertikaian.

    Karena tanpa kita sadari hingga saat ini, setiap mulut manusia yang membahas tentang “NAMA Yesus” pasti sangat riskan sekali terhadap gangguan / pengaruh ghaib jahat untuk menentangNya, sehingga berdampak perbantahan bahkan perdebatan yang berkepanjangan tanpa ada titik temu.

    Oleh karena itu apabila kita sudah memahami dasar dari penjabaran diatas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari Al Quran diturunkan sejak zaman itu sungguh jelas “bersifat Netral” (universal) untuk menciptakan suasana “DAMAI”, supaya orang-orang awam di zaman itu yang masih bimbang tentang kisah Yesus Kristus, janganlah langsung percaya begitu saja terhadap ucapan orang yang kafir dan maupun orang yang sudah percaya (Nasrani), akan tetapi jalan keluar yang paling bijak untuk “menghindari perbantahan” yaitu pelajari dahulu dengan mendalam Kitab Al Quran secara “Pribadi”, dengan teliti dan sangat hati-hati serta dilandasi fitrah diri, serta mengikuti himbauan untuk membaca Injil (tersirat di Q.5:68)

    Setelah itu terserah, mau memilih untuk percaya yang mana ?

    “Penjelasan” : Dimana kebangkitanNya merupakan pembuktian diriNya, agar semua orang akan sadar “Siapa Dia sesungguhnya !”

    Jadi kebangkitanNya (secara total / raga) salah satu bukti bahwa Dia Manusia Illahi yang mempunyai Kodrat ke Illahi-an, dengan demikian Dia dapat melakukan apa saja terhadap dunia dan isinya !

    Hal tersebut sudah dikatakanNya saat Dia hidup di dunia sebagai anak manusia, terdapat di Injil Yahya.14:11, dimana makna dari ayat Injil Yahya.14:11 tersebut menyimpulkan bahwa di waktu Yesus masih di alam dunia, segala mujizat besar yang dilakukanNya supaya orang-orang berfikir akan perbuatan itu, sehingga setiap orang menjadi ingin tahu” Siapa Dia sebenarnyaNya ?”, karena segala mujizat besar / nyata tersebut tidak pernah dilakukan oleh siapapun manusia yang pernah hidup di dunia ini, penjelasan hal tersebut tergambar dengan tersamar di Q.3:49.
    Dimana mujizat di ayat tersebut dijelaskan seizin Allah, hal itu supaya pembaca berpikir akan tanda-tanda mujizat yang dilakukanNya, mengapa tidak ada nabi siapapun dalam Kitab Suci yang diizinkan Allah untuk melakukan mujizat besar tersebut ?
    Jadi siapa “Dia” itu ?

    Oleh karena Q.4:157 kisah tentang Nabi Isa, maka jelas ayat tersebut termasuk samar-samar Mutasyabihat.

    Jadi kalu kita tidak hati-hati mengkaji nya maka kita akan mengikuti “ucapan mereka yang kafir” itu.

    Oleh sebab itu Al Quran menegaskan di Q.3:7 bahwa ayat Mutasyabihat dapat menimbulkan Fitnah.

    Sedangkan di Q.19:33-34. di ayat ini hanya menggambarkan pengakuan Isa dibangkitkan kembali, dan ayat 34 menjelaskan orang akan berbantah-bantahan tentang kebenarannya, ayat 34 ini gambaran Injil Lukas.2:34.

    Jadi makna dari ayat-ayat tersebut, apakah kita mau percaya nara sumbernya yaitu tergambar Q.19:34?, dan apakah kita mau percaya “karena ucapan mereka yang kafir” yang tergambar di Q.4:157 ?

    Itu lah ayat-ayat yang merupakan petunjuk yang kita dapatkan dalam Al Quran, sekali lagi diingatkan bahwa kita diberi kebebasan untuk memilih petunjuk yang ada dalam ayat-ayat Al Quran tanpa paksaan.

    Oleh karena itu kalau kita tidak memahami isi dari Q.4:157 kemudian melihat isi dari Q.19:33-34, dimana ayat tersebut termasuk Mutasyabihat, maka kita akan bingung sendiri, bahkan tanpa di sadari akan timbul argument dengan berbagai macam alasannya untuk memaksakan pembenaran ayat Mutasyabihat tanpa terlebih dahulu menganalisa dengan lebih dalam.

    Jadi kalau kita sudah mengerti duduk persoalannya, maka bisa disimpulkan di zaman itu maksud Al Quran diturunkan untuk : menegak kan kembali kisah di Injil bahwa Yesus berasal dari Allah (tergambar Q.19:17), Yesus mati dan bangkit (tergambar di Q.19:33)

    Maka Al Quran diturunkan di zaman itu memberikan penerangan secara ter samar kepada semua pembaca, bahwa orang-orang yang kafir terhadap Yesus di zaman itu berusaha membantah akan kebenaran kisah sejarah kedatangan dan kebangkitan Yesus Kristus yang tertulis di Injil.

    Hal itu tergambar di Q.4:156-157, dimana ayat tersebut membongkar kedok tipu muslihat orang-orang kafir dengan menjabarkan cerita yang dikarang bagi mereka.

    Karena “Allah Maha Tahu”, jadi tidak di heran kan kalau ayat tersebut tergolong Mutasyabihat sehingga dapat menimbulkan fitnah, kenyataannya hampir semua orang Mumin tanpa pernah membaca Injil, mengatakan “ Yesus tidak disalib !”

    Sehingga Q.4:157 suatu dilemma dari generasi ke generasi, terutama kebanyakan dari mereka para pendengar.

    Jadi jelas sekali, kalau pembaca Al Quran tidak pernah membaca Injil Kristus, sampai kapanpun apabila mengkaji ayat tentang Isa, maka akan mendapatkan pertentangan antara satu ayat dengan ayat yang lainnya.

    Dimana Injil adalah catatan sejarah kehidupan Yesus Kristus sampai diakhir hidupNya mengalami penyaliban, maka “Dia” mati sebagai anak manusia dan pada hari ke tiga bangkit kembali dari antara orang mati.

    Jadi setelah 600 tahun Injil tersebar di jazira Arab, di zaman itu Al Quran diturunkan mengisahkan keadaan nyata sebagian orang-orang ada yang percaya dan ada pula yang ragu-ragu tentang penyaliban Yesus Kristus, hal itu akibat pengaruh berita bohong (Injil Matius 28: 1-15), oleh “karena ucapan mereka” itu, sehingga telah menimbulkan prasangka belaka diantara mereka, yaitu orang-orang yang kafir terhadap Yesus Kristus !

    Dimana kisah awal berita bohong tersebut terjadi 600 tahun sebelum Al Quran diturunkan, yang tercipta atas prakarsa imam –imam kepala orang Yahudi saat itu, yang tidak bisa menerima kenyataan setelah mendengar dari prajurit bahwa “Yesus Kristus bangkit dari kuburNya”, sehingga mereka berunding dan melakukan KKN dengan saksi hidup yaitu para prajurit penjaga kubur, dengan memberikan sejumlah uang perak, agar mengatakan kepada semua orang :,,Katakanlah oleh mu: ,murid-muridNya datang pada malam, tengah kamu tidur, serta mencuri “Dia”. (Injil Matius 28:13)

    Maka masyur lah perkataan ini diantara orang Yahudi hingga sekarang ini. ( kesimpulan kisah tersebut dari Text Injil 1971)

    Oleh karena itu tidak mengherankan, hingga saat ini di seluruh dunia masih akan timbul berbagai macam usaha yang bertujuan untuk membantah akan kebenaran sejarah kebangkitan Yesus Kristus dari kuburNya.

    Jadi dengan tegas sejak dulu surat Q.4:157 sudah menjabarkan usaha mereka yang kafir, agar kita semua harus waspada !

    Jika dianalisa dengan teliti berdasarkan sejarah, maka cerita yang ada di ayat tersebut tidak bertentangan dengan Injil, sebab tidak mungkin Al Quran mengisahkan Isa disalib, karena kebenaran sejarah yang disalib adalah NAMA Yesus Kristus, yang pristiwa nya 600 tahun sebelum Al Quran diturunkan !

    Jadi siapapun yang pengkaji Al Quran, lalu mengatakan Q.4.157 bertentangan dengan Injil, berarti mereka langsung menelan mentah-mentah arti tulisan di Q.4:157, tanpa dianalisa dengan lebih dalam dan lebih teliti, serta tanpa ilmu pengetahuan sejarah terdahulu.

    Begitu pula kalau orang Nasrani membaca Al Quran dan mengatakan ayat di Q.4:157 bertentangan dengan Injil, berarti orang tersebut belum benar-benar memahami Injil nya terutama Injil Matius pasal 28, yang mengisahkan “Dusta Mahkamah Agama”.

    Dimana perbuatan dusta yang dilakukan “Mahkamah Agama” merupakan awal terjadinya kebohongan disaat itu, sehingga berdampak sampai saat ini.

    Sebab : Justru Q.4:157 menceritakan situasi di zaman itu, dimana berita bohong disebarkan oleh mereka yang kafir terhadap Yesus akibat dari perbuatan dusta Mahkamah Agama dulu, yang dilakukan 600 tahun yang lalu terhitung dari saat ayat Q.4:157 diturunkan.

    Bahwa mereka adalah keturunan dari leluhur nya yang kafir terhadap Yesus Kristus, tetap melakukan upaya dengan tipu muslihat bertujuan menghasut semua orang di zaman itu !

    Di sinilah kedua belah pihak pada umumnya baik orang Mumin apalagi orang Nasrani tidak memahami hal tersebut !

    Jadi kalau semua orang termasuk Nasrani dan terutama Muslim (pemegang Kitab Al Quran) memahami hal tersebut, dengan demikian tidak ada lagi orang yang berdebat karena ter pancing ulah / upaya orang kafir dan tidak pula ada yang tertipu olehnya !

    Karena dengan jelas Q.4:156 & 157 menggambarkan situasi yang memprihatinkan, dimana banyaknya korban pembohongan di zaman itu, sehingga jelas di zaman itu begitu rapuh nya keyakinan manusia akan kebenaran Injil yaitu di sekitar wilayah Al Quran diturunkan, dimana Al Quran untuk menegakkan kembali kebenaran sejarah terdahulu dengan memberikan penerangan apa adanya, tentang ucapan orang-orang yang terpengaruh kebohongan, jadi Allah menurunkan Q.4:157, bersifat netral terserah kepada masing-masing pribadi manusia memilih dengan akalnya, mau percaya yang mana ?

    Kami ingatkan beberapa penegasan yang terdapat di Q.4:156 & 157, yaitu :

    – 1- Al Quran di Q.4:157 menegaskan kembali keadaan di zaman itu dimana mereka dalam keragu-raguan !

    -2- Al Quran di Q.4:157 membuktikan “karena ucapan mereka” sehingga ceritanya pun hanya bagi mereka yang kafir !

    -3- Al Quran di Q.4:156, sangat jelas menegaskan bahwa “mereka” di zaman itu justru adalah orang yang kafir terhadap “Isa” (gambaran Yesus) bukan kafir terhadap Allah.

    -4- jadi Q.4:156 merupakan kunci pegangan bagi pembaca untuk mengingatkan, akan sumber cerita tersebut !

    Dengan demikian karena Allah Maha Tahu maka tidak mungkin ada kesalahan pada Al Quran kalau nama Isa disebut nabi pembawa Injil, karena tidak mungkin lagi mengatakan dengan sebutan “nabi Yesus” karena 600 tahun sebelum ada Al Quran semua orang yang percaya bahwa Yesus Kristus sudah bangkit dari antara orang mati dan kembali ke asalNya (Sorga), maka mereka sadar bahwa “Dia” adalah Tuhan! 

    Karena  Al Quran diturunkan setelah sekian lamanya peristiwa kebangkitan Yesus Kristus ke asalNya (sorga). Maka di dalam ayat Al Quran untuk mengisahkan kembali masing-masing nabi di zaman dahulu seperti nabi Musa dengan kitab Taurat, sedangkan untuk mengisahkan kembali nama  tokoh utama terhadap  kitab Injil tidak mukin lagi memakai nama asli Yesus Kristus. Oleh karena hal itu maka harus memakai nama samaran (Isa) oleh karena itu ayat-ayat tentang Isa disebut “Mutasyabihat” / samar-samar (Q.3:7)

    Dengan adanya perbedaan nama Yesus menjadi Isa  maka bagi yang hanya membaca Al Quran saja tidak mengetahui bahwa tokoh pembawa Injil yang sesungguhnya sudah “bangkit dari kubur” kembali ke sorga (karena Dia adalah Tuhan) dan ditambah terbawa “ucapan diserupai” dalam ayat Q.4:157, dari keadaan tersebut menimbulkan  sudut pandang yang berbeda bagi semua orang Mu’min  terhadap “Tokoh utama” dari sebuah kisah nyata yang tertulis di dalam Injil Kristus.

    Karena ketidak tahuan tersebut, maka tidak di herankan semua orang Mu’min kalau ditanya tentang gambar / lukisan wajah Yesus Kristus, pasti tidak ada satupun yang menyebutnya “nabi Yesus” tetapi menyebutnya “Nabi Isa”, hal itupun tidak dipersalahkan karena memang Yesus Kristus disaat ini tidak lazim lagi  disebut nabi  tetapi layaknya disebut “Tuhan Yesus Kristus”, karena waktu Dia masih sebagai Manusia Dia berjanji akan datang lagi dan mengumpulkan semua orang diakhir zaman, karena janji tersebut maka ayat Al Quran (Q.34:25) menyarankan dengan menyebut: “Tuhan kita”, itulah salah satu makna Al Quran untuk menegakkan kebenaran yaitu sesuatu yang memang sudah benar !

    Oleh karena itu kita harus tahu:
    Siapa Isa dalam Al Quran ?  Siapa Yesus dalam Injil ?

    Kalu tidak memahami hal itu maka akan menjadi dilema dari generasi kegenerasi !

    Oleh karena itu kalau kita perhatikan dengan extra hati-hati dan teliti maka jelas bahwa Al Quran diturunkan dizaman itu untuk orang-orang yang belum mengenal Tuhannya tetapi sudah percaya kepada Allah Sang Haliq.

    Jadi masalah yang timbul dari generasi ke generasi disebabkan karena semua orang Mu’min pemegang Al Quran menelan mentah-mentah pengertian dari kalimat: Tiada Tuhan selain Allah”, sehingga menolak keTuhan-an Yesus Kristus hingga saat ini.
    Sedangkan Al Quran diturunkan supaya orang-orang Mu’min mulai dizaman itu mempelajarinya supaya tahu siapa Tuhanmu itu!

    Contoh salah satu ayat dalam Al Quran (di surat AL A’RAAF  ayat 206) yang menyatakan bahwa ada “sosok Tuhan” selain Allah Sang Haliq (yang tidak pernah dilihat oleh manusia sejak dunia dijadikan).

    Q.7:206, yaitu; Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di  sisi  Tuhanmu  tidaklah  enggan  menyembah  Allah  dan  mereka  mentas-bihkan-Nya   dan  hanya  kepada-Nyalah mereka bersujud.

    Jadi jelas dalam ayat tersebut (Q.7:206) timbul beberapa pertanyaan:
    Siapakah Tuhan  yang dikelilingi para malaikat ?
    Siapakah Allah  yang disembah, oleh malaikat-malaikat yang berada disisi Tuhanmu?
    Jadi: Siapakah Tuhanmu dan siapa Allah?

    Kalau pembaca sudah mempelajarinya maka jelas bahwa selain keberadaan Allah  adapula keberadaan sosok Tuhan yang dikelilingi para malaikat seperti kenyataan  dari isi Q.7:206, kalau pembaca tidak mau mengakui hal itu berarti pembaca mendustakanNya, karena sudah tertulis pada ayat Al Quran sendiri yang diAgungkannya, hal itu tidak diherankan karena “Allah Yang Maha Tahu” sehingga sudah mengetahui akan terjadi pendustaan tersebut (tersirat di Q.69:48-49-50), maka dikemudian hari para pemegang Al Quran (orang Mu’min) akan  menyesali Al Qurannya  karena diwaktu masih hidup di dunia tidak mau mengakui adanya sosok Tuhan sehingga dengan sadar kafir terhadap Tuhanmu tersebut.

    Q.69:48; Dan sesungguhnya  Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi  orang-orang yang bertakwa.
    Q.69:49; Dan  sesungguhnya  Kami  benar-benar  mengetahui  bahwa  di  antara  kamu  ada  orang  yang mendustakan(Nya).
    Q.69:50; Dan  sesungguhnya  Al Quran itu benar-benar  menjadi  penyesalan  bagi  orang-orang  kafir  (di  akhirat).

    Ingat: “Allah Maha Adil”, “Maha Adil”, “Maha Adil”, maka tidak akan mungkin  Al Quran diturunkan membuat orang-orang Kristen (orang-orang yang bukan pemegang Al Quran) ikut-ikut menyesali Al Quran.

    Jadi jelas siapa yang disebut kafir diakhirat nanti!

    Oleh karena  Al Quran diturunkan di jazira arab dan dilingkungan keturunan kaum Yahudi yang mayoritas kafir / membenci nama Yesus Kristus,   maka untuk nabi pembawa Injil di dalam  Al Quran bukan memakai nama asli seperti di Injil (Yesus Kristus) , tetapi  dengan memakai nama “Isa” dan berbahasa arab karena hanya untuk  di jazira arab saja (Q.19:97), sehingga awal mulanya  Al Quran ditujukan  untuk kaum berserah diri (kaum Mu’min) di wilayah itu, dengan makna sebagai petunjuk supaya  kaum Mu’min yang masih berpikiran netral  tahu siapa Tuhanmu dan sebagai peringatan akan hukuman kelak di akhirat jika membangkang  /menyangkal Tuhanmu !

    Q.19:97 ;  Maka sesungguhnya telah kami mudahkan  Al Quran  itu  dengan bahasamu, agar kamu dapat memberikan kabar  gembira  dengan Al Quran itu  kepada  orang-orang  yang  bertakwa,  dan  agar  kamu  memberikan  peringatan  dengannya  kepada  kaum  yang  membangkang.

    Makna ayat diatas jelas tertulis  “kabar gembira”  dimana kabar gembira artinya kabar baik yang tidak lain adalah Injil keselamatan, dengan demikian segala ayat dalam Al Quran yang berhubungan dengan sososk “Isa” berarti berhubungan dengan gambaran dari pada Injil   (karena Isa dengan Injilnya).

    Jadi jelas dalam ayat tersebut (Q.19:97) tersirat bahwa sebelum Al Quran diturunkan berarti sudah ada kaum yang membangkang terhadap Injil atau “kabar gembira”.

    Akan tetapi kalau kita umat Mumin menyamakan “Isa” di Al Quran dengan “Yesus Kristus ” di Injil, maka tanpa kita sadari bahwa Al Quran telah menyatakan dengan tegas di Q.4:156-157, yaitu “mereka” adalah orang yang kafir terhadap “Isa”, berarti kita harus mengakui juga bahwa “mereka” sama saja kafir terhadap “Yesus Kristus”.

    Jadi kalau kita berkeras untuk menyamakan “Isa” dengan “Yesus” maka dengan demikian tanpa disadari juga, bahwa kita secara tidak langsung mengakui sejak zaman itu apa yang di sebut “orang kafir” yang tertulis dalam Al Quran yaitu orang yang kafir terhadap “Yesus Kristus” juga !

    Oleh sebab itu melalui ayat tersebut (Q.4:156-157) merupakan petunjuk yang ter samar, agar semua pembaca yang mengkaji mau berpikir supaya dapat memahami perkataan Allah yang disampaikan Jibril di ayat yang lainnya dalam Al Qur-an yaitu : mengapa dalam Al Quran kebanyakan tertulis orang yang kafir hanya terhadap “Tuhannya” ?

    Jadi hanya orang yang mau berpikiran dengan “akalnya” yang dapat memahami semua perkataan Allah yang disampaikan Jibril tentang siapa Tuhannya yang tertulis di Al Quran.

    Karena itu selalu ditegaskan berulang-ulang di dalam Al Quran bahwa
    “Allah Maha Tahu”,
    jadi dalam Kitab Suci apapun tidak mungkin ada kekeliruan dalam hal “Hak” atas “NAMA” siapa yang disebut, dasar dari pemahaman inilah yang tidak dimengerti oleh hampir semua orang.

    Sehingga membuahkan perbantahan terus menerus antara Muslim dan Nasrani.

    Maka perlu kita renung kan bahwa kedua agama tersebut di ibarat kan bagaikan dua sisi roda kereta api yang terpisah jarak antara depan dan belakang, tetapi berjalan selalu searah dalam satu lintasan !

    Jadi disimpulkan bahwa Injil dan Al Quran benar adanya, bahwa masing-masing kitab tersebut berisi tentang kenyataan akan peristiwa dan situasi sesuai dengan zaman nya masing-masing.

    Dimana Kitab Injil mengisahkan pristiwa penyaliban Yesus Kristus, sedangkan Kitab Al Quran di zaman itu secara tersamar membenarkan tentang peristiwa penyaliban Yesus Kristus 600 tahun yang lalu, hanya saja dengan cara menjelaskan situasi dimana orang-orang saat itu masih banyak yang tidak yakin akan pristiwa penyaliban dimasa lalu, sehingga Al Quran menekankan dengan tegas bahwa mereka yang tidak yakin itu terbilang / tergolong orang KAFIR ! Q.4.156-157.

    Oleh karena itu kami ingatkan lagi, bahwa pengertian dari kesimpulan yang telah dijabarkan diatas pasti tidak dipahami oleh Anda bahkan hampir semua orang Mumin apalagi orang Nasrani !

    jadi sebenarnya kalau kita mau memahaminya, maka antara kedua Kitab tersebut (Injil & Al Quran) tidak ada yang saling bersinggungan, sebab pada dasarnya masing-masing Kitab tersebut mengisahkan / menceritakan akan peristiwa dan situasi yang terjadi sesuai dengan lintasan waktu yang dilalui nya.

    Dengan demikian jelas dan nyata NAMA nabi Isa di Al Quran tidak akan pernah disalib, tetapi yang disalib NAMA Yesus Kristus seperti kisahNya tertulis di dalam Injil Kristus yang terlebih dahulu sudah ada, yaitu 600 tahun sebelum Al Quran diturunkan.

    Oleh karena itu apabila umat Nasrani mengatakan “Isa” disalib, itu suatu kesalahan besar !
    .
    Begitu pula apabila umat Islam mengatakan “Yesus Kristus” tidak disalib, itu suatu kesalahan yang lebih besar lagi !

    Kesimpulan tersebut diatas tidak pernah dimengerti oleh kedua belah pihak (Nasrani dan Islam), karena hampir semua orang pada umumnya meremehkan pengertian yang hakiki akan maksud dan tujuan dari Al Quran diturunkan di zaman itu.

    Sehingga selalu timbul perdebatan tentang siapa yang disalib, hal itu karena mereka sudah menyimpang dari relnya.

    Oleh karena hampir semua orang salah persepsi sehingga saling tuduh dan saling meragukan Kitab orang lain, jadi sekarang di akhir zaman ini kita semua tidak ubah nya seperti keadaan “mereka” yaitu orang-orang yang hidup di zaman dahulu di wilayah Al Quran diturunkan !

    Di sinilah yang harus kita ketahui tentang “Misteri sebuah NAMA” di dalam Kitab Suci ! kalau Anda mau mengetahuinya kunjungi:

    http://misterigaib.blogspot.com/
    .Mulai saat ini kami “ingatkan” ( mohon maaf).
    Bahwa semua para pemegang Kitab Suci masing-masing ( pemegang Injil dan pemegang Al Quran) hanya tahu Kitabnya saja !
    Dimana sifat manusia: “Akulah yang paling benar !”
    Akibatnya :
    Sekarang ini banyak manusia yang emosi akibat ter pancing oleh tipu muslihat “orang kafir di zaman dulu” sehingga kerjanya berdebat terus…terus….terus dari generasi sampai generasi berikutnya tanpa henti, hanya untuk mempertahankan pendapatnya. .

    Sekarang ini tanpa sadar banyak manusia yang tertipu, karena menelan mentah-mentah sehingga termakan tipu muslihat “orang kafir di zaman dulu”, yang berakibat mereka tanpa sadar telah kafir / menyangkal Tuhannya sendiri !

    Jadi sekalipun Pembesar / pemuka dari agama apapun kalau masih memandang bahwa kedua Kitab Al Quran dan Injil bertentangan, berarti mereka belum memahami apa yang ada dalam Kitabnya masing-masing.

    Sehingga mereka masih ter kecoh akan realita dari makna yang ada dalam masin-masing Kitab-kitab tersebut, terutama jika mereka membandingkan antara Kitabnya dengan Kitab yang lainnya.

    Jadi kalau kita tidak memahami isi dan sejarah dari setiap Kitab yang bersangkutan, maka janganlah kita berkomentar jelek tentang kebenaran Kitab apapun.

    Apalagi kalau kita tidak pernah membacanya untuk dipelajari / dianalisa lebih mendalam, dan bukan untuk dibanding-bandingkan mencari kekurangan, sebab Allah pun Maha Pengasih tidak pernah membanding-bandingkan siapapun manusia dan Kitab yang di yakini nya (tersirat di Q.5:69).
    .
    Oleh karena itu sampai kapanpun dan apapun agamanya, kalau orang memandang Kitab orang lain dari sudut pandang Kitabnya sendiri, maka tidak dapat menemui titik temu !

    Sekali lagi kami ingatkan !
    Dimana semua Kitab diturunkan sesuai zaman nya,
    karena “Allah Maha Tahu” dan “Allah Maha Bijaksana”,
    jadi Allah menurunkan semua Kitab-kitabNYA tidak mungkin bertujuan akan membuat kelompok manusia di kemudian hari saling berdebat apalagi bermusuhan !

    Akan tetapi, ironisnya yang terjadi sekarang ini akibat dari :
    “Manusia yang Terlampau Tahu ”

    Sehingga hampir setiap orang pemegang Kitab, hanya membenarkan ayat-ayat dalam Kitabnya masing-masing, maka berakibat “Fanatisme diri” masing-masing.

    Dengan demikian apabila masih ada manusia yang meremehkan Kitab orang lain berarti meremehkan juga Kitabnya sendiri.
    .
    Ingat “Sifat ALLAH MAHA BIJAK” tidak berubah dari awal sampai kini !

    Begitu pula “Sifat Syaitan tidak berubah dari dulu, raja bohong, dan penyesat manusia sampai kini !
    (ditegaskan di Q.25:29)

    Oleh karena itu kita harus hati-hati dalam membaca Kitab Suci.

    Karena Allah sudah menegaskan dalam KitabNYA, bahwa hanya satu tokoh saja pemeran “EPISODE PENYALIBAN ” memang harus menjadi suatu momok
    ” perbantahan ” sejak zaman dahulu.

    Jadi sekarang ini kita harus sadari apakah kita termasuk para pemeran tokoh
    dari kisah yang bersambung tersebut ?

    Dimana saat ini, kita sedang memasuki lintasan

    “EPISODE PERBANTAHAN”.

    Hal itu memang sudah ter perediksi kan, sehingga tergambar secara tertulis
    sejak zaman dahulu di:
    Injil Lukas. 2 : 34
    Yaitu : ….. “Sesungguhnya anak ini (Yesus)…..
    ………untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan

    600 tahun kemudian
    Al Quran. 19 : 34, menegaskan lagi bahwa apa yang tertulis di
    Injil Lukas 2 : 34 telah terjadi !

    Q.19:34: Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantah tentang kebenarannya.

    Jadi kalau kita sudah mengerti makna dari kedua Kitab tersebut,
    maka kita akan menyimpul kan bahwa Injil dan Al Quran
    tidak saling bersinggungan.
    Sebab : zaman nya saja sudah berbeda.

    Injil berisi Kisah Peristiwa dari satu tokoh.
    Al Quran berisi cerita akan situasi dari banyak tokoh, yang tergambar :Q.4:157
    Tentang keadaan di zaman itu, sudah ada orang-orang yang berbantah-bantahan
    akan peristiwa penyaliban yang telah berlalu 600 tahun silam.

    Kebenaran dari kedua Kitab tersebut nyata.
    Sebab masing-masing Kitab mengandung sejarah kehidupan akan keyakinan manusia terhadap kuasa Allah, di sekitar wilayah dimana isi Kitab yang bersangkutan ditulis, sesuai dengan zaman nya masing-masing.
    Akan tetapi karena sifat ego dari manusia, sehingga tidak mau tahu
    duduk dari persoalan tersebut yang sebenarnya.

    Coba kita pikirkan sejenak !

    Kebenaran Al Quran ayat 4:156-157 dengan nyata membuktikan bahwa
    di zaman dulu saja di saat Al Quran di turunkan, yaitu 600 tahun setelah
    peristiwa penyaliban, sudah banyak orang-orang yang menyangkal
    peristiwa tersebut !!!

    Apalagi sekarang ini !

    dimana jelas waktu sudah bertambah, maka seiring dengan berjalannya waktu pasti semakin bertambah juga anak cucu Adam yang menyangkal
    peristiwa penyaliban !!!!!

    Jadi jangan heran kalau di zaman sekarang ini

    ” EPISODE PENYALIBAN ”

    tetap menjadi bahan ” PERDEBATAN ”
    yang di lakukan oleh banyak orang di seluruh dunia /
    INTERNASIONAL !

    Sekali lagi mohon maaf sebelumnya.
    Kalau Anda-anda mau memahami itu semua, silahkan kunjungi Blog kami yang telah tersedia.
    .
    Tetapi perlu kami ingatkan !
    Blog kami bukan pelajaran agama !

    Jadi hanya orang yang berAkal dan berjiwa besar serta dilandasi fitrah diri, yang kami tawarkan untuk berkunjung ke Blog kami.

    Kalau sudah siap dan mau tahu lebih jelas,
    kunjungi :

    http://hubungantersembunyi.blogspot.com/

    http://kebenarantersembunyi.blogspot.com/

    Terima kasih atas kesempatan anda membaca tulisan ini.
    Tulisan ini kami sajikan bukan untuk bahan perdebatan !
    Akan tetapi sebagai bahan pemikiran yang berdasarkan kenyataan.

    Sebab, memang kenyataan itu lah yang ada dalam Kitab Anda masing-masing.

    Ref: Al Quran Dept Agama RI 1982 & Injil (LAI 1971).

    Jd jgn suka menyangkal lah atau ngeles ya kaum muslim🙂
    ==================

    Islamthis,

    Anda mengatakan itu sejarah masa lalu dan tisdak berpengaruh di islam sementara Alquraan menakankan sendiri untuk umat yg taqwa saat itu dan kemudian…..(Artinya manusia semuanya), dalam Albaqarah 65,66, An-Nisaa 154 dan masih banyak ayat qiuran yg lain…..

    Lha memang mengapa kalau ayat tersebut merupakan ayat sejarah?

    Sudah saya jelaskan bahwa ajaran Islam mengacu pada perikehidupan Nabi Muhammad Saw. Di dalam hal ini Nabi Muhammad Saw beribadahnya di hari Jumat, dan sama sekali tidak mengkuduskan hari sabbath. Pun juga sudah saya jelaskan bahwa bisa jadi syariah Allah Swt itu berbeda antara satu Nabi dengan Nabi lainnya. Itu adalah hak prerogatif Allah Swt.

    Jika memang demikian kenapa di tulis di Alquraan Sabat tentang Isa dan lain2, sepertinya Alquraan perlu di rombak Pak….kita semua tau berbicara latar blakang sejarah dan kepercayaan tidak terlepas dr Ibrahim Pak! Firman Allah tak dapat dirobah sbab itu gak mungkin Allah yg Esa itu memberikan kepada Ibrahim, Adam, Musa, Daud, Sulaiman, Ishak, Ismail, Nuh, Lut dan seluruh nabi2 ajaran yg berbeda….Allah yg Esa tunggal itu tentu dan pasti Satu ajaran Satu pikiran dan Satu kitab saja.

    Sudah dijelaskan di atas bahwa syariah Allah Swt bisa saja berubah antara satu Nabi dengan Nabi lainnya. Firman Allah tidak dapat diubah, memang benar. Namun kita bicara soal syariah. Tidak mungkin syariah itu tidak berubah sepanjang masa, karena dinamika umat manusia itu pasti berbeda per jaman.

    4000 tahun zaman purbakala Alkitab Perjanjian Lama sudah ada sebelum Qur’an ada menyatakan Ibrahim ingin menyembelih Ishak….lucu kan Alquraan yg baru muncul tiba2 merebut sejarah kaum bangsa Israel dan nabi-nabi waktu lalu dan merombak hampir seluruh Firman Allah menjadi Alquraan..

    Di dalam hal ini Allah Swt mau pun Muhammad Saw mau pun Alquran tidak mengubah sejarah. Yang disembelih ibrahim adalah Nabi ismail, bukan ishak. Bangsa Israel lah yang mengubah sejarah itu, dan hasil pengubahan itu dimasukkan ke dalam Alkitab. Jadi Alkitab sudah tidak murni lagi.

    Mengapa Anda masih menganggap Alkitab sebagai kitabsuci yang masih murni? Apakah Anda tidak pernah aduk2 internet selama ini? Banyak sekali artikel mau pun literatur apalagi debat di internet yang membuktikan bahwa Alkitab sudah dipalsu. Masalah Anda adalah Anda menganggap Alkitab sebagai sumber kebenaran, sehingga Anda menjadikan Alkitab sebagai patokan. Anda salah sekali.

    Parahnya Utzman, Said bin Zabit dan Abu bakar membuat konstitusi pertemuan pribadi menyusun Qur’an… sesudah menyusun Qur’an tersebut menjadi Al Mushaf Al-Qur’an sebuah buku lalu bukti2 kertas pelepah kurma dan kulit binatang di bakar habis…mengapa harus di bakar Pak? Kuatir ketauan bisa-bisanya si Abu Bakar makanya di bakar dan gak ada otentiknya berupa kertas2 gulungan, pelepah kurma, kulit binatangnya…sayang yah kebenarannya jd justru diragukan jadi akal2an manusia setengahnya….ironisnya lagi dalam perang Yamamah 70 orang lebih pengjafal Qur’an meninggal saat perang itu…..kok bisa2nya mengaku kitab terlengkap? Padahal dengan matinya 70 orang lebih itu ayat yg mreka hafal tentu terbawa mati….dan yg ada sisa tulisan2 di kulit, pelepah kurma dan penghafal2 Qur’an yg masih hidup. Semua itu disatupadukan segera menjadi satu kitab Alquraan oleh Abu Bakar. 70 orang lebih yg mati itu mana ayat2nya dari mereka? Enggak kebawa saat penulisan Qur’an di susun oleh Abu Bakar dan teman2nya…..malah habis nulis bukti otentik dr mana asal dasar salinannya itu yg katanya dr pelepah kurma dan lain2 malah di bakar. Itu bukti mustinya disimpan di museum Pak…..

    Buat apa Alquraan menuliskan sejarah nabi2 lalu dijadikan acuan umat muslim sebagian yg masuk dengan saringan mreka dan sebagian lagi gak masuk saringan mereka malah mereka buang🙂, parah Pak!!! Masak perkataan Allah dipilih2 mana cocok sm saya mana enggak? Ya gak bisa bgitu….

    Untuk lebih jelas mengenai hal ini, silahkan baca di artikel ini,
    https://islamthis.wordpress.com/2012/08/02/memperdebatkan-proses-kompilasi-alquran/

    Lucunya lagi di jaman Yesus hidup dengan murid2Nya yg menjadi saksi mata apa yg dikatakan Yesus dan dibuat Yesus depan mata mereka itulah yg di tuliskan di Perjanjian baru, adakah 650 tahun sesudah kenaikan Isa murid2 Isa masih ada yg hidup? Tentu tidak! Namun setelah 650 tahun itu muncul Muhammad dan Alqur’an meniadakan kitab yg terdahulu dan menggunakan kitab terakhir….wew gile cing! Oleh sebab itu ngaco kitabnya…..Alkitab bilang Yesus adalah Tuhan juga Alquraan tp umat mreka menyangkal, kan lucu…sudah jelas Kristen ikut kesaksian2 murid2 Yesuslah apa yg mereka lihat saat mreka hidup bersama-sama dengan Yesus dan bergaul dekat dengan Yesus, dan memang Yesus itu roh allah dan kalam allah (Isa fainahu rohulullah wakalimatuhu). Tp lucu kan umat muslim menolak kesaksian kitabnya sendiri yg bersaksi Yesus adalah zat Allah itu sendiri….parah abis….

    Alquran merupakan kitabsuci yang benar yang datang dari Allah, sementara Alkitab (baik Perjanjian-lama mau pun Perjanjian-baru) merupakan kitabb yang tidak lagi suci karena ude dinodai tangan2 manusia. Dan di dalam hal ini Alquran menegaskan bahwa semua apa yang dikatakan mengenai Almasih sudah sesat. Tidak ada satu pun ayat di dalam Alkitab yang menegaskan bahwa Jesus adalah Tuhan. Bahkan banyak ayat Alkitab yang menegaskan bahwa Jesus bukanlah Tuhan. Seluruh kesaksian murid2 Jesus, tidak ada satu pun yang menegaskan bahwa Jesus adalah Tuhan, sampai datang paulus yang memelintir dan mem-pra-persepsikan bahwa Jesus adalah Tuhan. Di sinilah mulai berpisahnya antara ajaran Almasih dan ajaran Trinitas yang sesat. Pun Alquran juga menyatakan bahwa berdosalah dia yang menyatakan bahwa Jesus adalah Tuhan. Dan tidak diterima dari seseorang kalau memilih agama selain Islam.

    Jujur, pengalaman Anda mengenai kristologi (debat agama antara Kristen vs Islam) amat rendah dan dangkal, terlihat dari cara berfikir Anda. Oleh karena itu Anda sebaiknya banyak-banyak mengaduk internet supaya lebih fahami isu ini.

    Jadi siapa yang disalib? Kalau mau membaca tulisan ini terlebih dahulu pembaca dituntut ketulusan hati dan pikiran yang netral. Tulisan ini bukan pelajaran Agama!
    Di Akhir zaman ini, hampir semua orang bahkan hampir di semua tulisan pada situs jaringan Internasional/ Internet, dimana “kisah penyaliban” dijadikan sebuah “PERDEBATAN”. APA PENYEBABNYA ?
    http://hubungantersembunyi.blogspot.com/
    http://siapayangdisalib.blogspot.com/
    http://filmthemessiah.blogspot.com/
    Akibat pembaca kitab sering meremehkan Al Quran (Q.25:30), maka menimbulkan protes terhadap kisah penyaliban Yesus Kristus di Injil.
    http://siapaisa.blogspot.com/

    tidak usah utak-atik Alquran untuk membuktikan bahwa Almasih adalah Tuhan. Muhammad Saw dan seluruh sahabatnya tidak pernah mempertuhankan Almasih. Dan Islam seluruhnya berdasarkan perikehidupan Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya. Kalau memang benar Almasih adalah Tuhan pastilah Muhammad Saw dan sahabatnya suda menyembahnya.

    Coba kita teliti kembali ayat tentang penyaliban Nabi Isa.
    di Q.4 :156 dan Q.4 : 157.
    Al Quran surat 4 . AN NISAA’ ayat 156: Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), > (tanda koma adalah indikasi hubungan dengan ayat selanjutnya, diawali huruf kecil).
    Ket:
    1 – Jelas kalau kita perhatikan di ayat tersebut Q.4:156, bahwa “mereka” adalah orang yang kafir terhadap Isa !
    2 – Jadi siapa yang terbilang kafir terhadap Isa di zaman itu ?
    Yang pasti bukan kaum Nasrani maupun Muslim !
    2a- Yang paling utama harus kita mengerti makna yang ada di ayat 156 yaitu untuk menekankan bahwa ……………………..
    ……… dst …… hingga ……:
    Akan tetapi sebagai bahan pemikiran yang berdasarkan kenyataan.
    Sebab, memang kenyataan itu lah yang ada dalam Kitab Anda masing-masing.
    Ref: Al Quran Dept Agama RI 1982 & Injil (LAI 1971).
    Jd jgn suka menyangkal lah atau ngeles ya kaum muslim🙂

    Melalui teks Anda yang panjang ini, jadi Anda ingin supaya seluruh Muslim menjadi penyembah Jesus berdasarkan ayat-ayat Alquran, bukan?
    Untuk dapat memahami pendirian Anda itu, sudah saja jawab melalui artikel saya ini, silahkan dibaca semoga Anda mafhum,
    https://islamthis.wordpress.com/2013/05/10/mudahnya-mempertuhankan-jesus-atasdasar-alquran/

  3. pak Ridwan… tahun-tahun kemarin anda kemana? kok ujug-ujug ngasih tulisan yg gk karu-karuan itu lho? anda tidak sedang bertaqiyah kan? kalau di Islam nama Ridwan itu adalah nama malaikat penjaga Surga lho pak… jangan dicatut-catut ntar yg punya marah…..anda bisa dilempar ke neraka…. he he he

  4. Link-link yg anda tulis tidak menyediakan kolom tanggapan pak Ridwan… jadi diskusinya gak adil ah! seperti promosi barang yg tak berguna…. atau anda memang takut untuk berdebat?

  5. apapun itu kebenaran tetaplah kebenaran. semua kita susun di
    http://bestchristus.wordpress.com/3-2/

    • KUTUUUUK KURUUUUK KLUUUK
      KLUUUUUK KRUUUUK KRUUUK KRUUUUKK
      KUTUK😮😮😮😮😮😮
      :mrgreen::mrgreen::mrgreen::mrgreen::mrgreen: 😳:mrgreen: Q_Q😳🙄🙄🙄
      ))))))))” (((((((((” ))))))))” (((((((((”
      🙄🙄 Q____Q 🙄
      :mrgreen::mrgreen::mrgreen::mrgreen: :
      🙄🙄🙄
      ┊   ★ ┊    ★ ┊
      ┊   ┊ ☆ :P @_@ нåнåнå😀 @_Q ☆┊   ★┊
      :mrgreen::mrgreen::mrgreen::mrgreen::mrgreen:🙄🙄🙄
      .😆😆😆😆😆😆😆
      :mrgreen::mrgreen: 😳
      ┊   ┊ ☆   ☆┊   ★┊┊   ┊ ☆   ☆┊   ★┊ 🙄🙄🙄
      )…)))))))” (((((((((“))))))))”
      🙄🙄🙄
      :mrgreen::mrgreen::mrgreen::mrgreen: :
      🙄🙄🙄
      ┊   ┊ ☆   ☆┊   ★┊
      ☆┊😛 ☆😀 º°˚☆┊
      :mrgreen::mrgreen::mrgreen::mrgreen::mrgreen: 😳:mrgreen: 😳:mrgreen:🙄🙄😳 😀😦 😥🙄😛

  6. Pertahankan terus debat kocak ala Suroboyoan ya Cak Islamthis..
    dapat ilmu dapat ngakak huaahahahaha…
    suwun sing gede yo Cak..

    • Sesat kok ngakak!
      Aneh makhluk zaman sekarang! Agama hanya dijadikan bahan kocakan!
      Liberal sesat!
      Budak2 gusdur sesat!
      Kristen budak paulus sesat!

    • santae ae Cak @KKencana, ojo kalap syar’i layauw, bisa khan mbedakan antara penyembah toehang berkonthol ama penyembah Robbul’arsyil ‘adziim..
      Oe menikmati dan salut ama model debat ala Cak Islamthis…di semua tulisan lapax ini..
      Model debat janchoek’an memang pazz buat penganut toehang belkonthol.
      jadi, saantaai ae ya bozzz….
      salam ukhuwah

    • LASI (Lembaga Alkitab Sundal Indonesia) Melakukan PENGHINAAN LUAR BIASA kepada Nabi Daud As.

      @_@
      Visualisasi agama dalam wujud pornografi bukan hal yang aneh di dunia Kristen. Di Indonesia, kisah Daud dalam Bibel bahkan diterbitkan secara resmi oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dalam bentuk komik berjudul “Daud Raja Israel yang Termasyhur.”

      Dalam komik tersebut, dilukiskan dengan jelas, dari atap istana Daud mengintip Batsyeba, istri anak buahnya yang sedang mandi tanpa sehelai benang pun di kolam terbuka.

      Lihat :
      Gambar

      Komiknya Juga digambarkan dengan adegan Daud ingin menzinahi Batsyeba, hingga hamil. Lalu dilukiskan secara detil konspirasi Daud untuk membunuh suami Batsyeba supaya bisa menikahinya. Hingga akhirnya dari benih perzinahan Daud dan wanita bersuami ini, LAHIRLAH tuhan Kristen yg bernama Yesus Kristus (hlm. 32).

      Tak kalah vulgarnya, Yayasan Bina Kasih OMF Jakarta meramu kisah skandal Daud tersebut dalam bentuk komik Alkitab untuk anak-anak yang berjudul Raja Daud Jilid III. Pada sampul belakang komik itu disebutkan: “Adik-adik yang manis, inilah seri komik yang dari dulu kalian cari. Ceritanya jelas dan menarik sekali. Kalian pasti asyik membacanya. Dan apalagi? Oh bacalah dulu! Selesai membacanya kalian pasti puas!”

      Q_Q
      Sungguh KURANG AJAR Kafir kristen ini bukan???
      Otaknya nggak jauh dari selangkangan!
      Apa jadinya jika secara dini, anak-anak di bawah umur sdh diperkenalkan dengan kisah mesum persundalan, perzinahan, perselingkuhan dan pembunuhan???

    • INGIN tahu spt apa Kelakuan Sisalibis berpelir KULUP di KUTA BALI ???? – ??? masuk gan —— » .”?
      Saksikan sampai selesai biar semua jelas:
      http://www.youtube.com/watch?v=Iw_e-E00e-8

      @_@
      Sisalibis itu hanya datang sbg perusak moral generasi bangsa dinegeri ini !
      Kafir Bangs4t!

    • mas @ksatria_kencana, suwun infonya. Benar2 memuaskan libido tingkat dasar khusus anak-anak..

  7. Waaah nggak nyangka ya…, ada pelajaran mas turbasi tingkat dasar khusus anak-anak…..

  8. Saudara saudara islam ku yang beriman,Gak guna bedebat sama orang macam Ridwan ini,sesat,,,biar aja dia dalam kesesatannya,,

  9. saya punya jawaban , insya allah bisa menjadi refrensi,

    kita punya 7 hari (pada penamaan hari masa kini) yakni; Minggu/Ahad, senin, selasa, rabu, kamis, jum’at

    dalam bahasa arab kita ketahui

    minggu = ahad = 1
    senin = sana = 2
    selasa = tsulasa = 3
    rabu = rubu’a = 4
    kamis = kamsa = 5
    Jum’at = INILAH HARI ke 6 yang dalam bahasa arab SABTA/SABAT= 6
    Sabtu = (hari ke 6 yang diada adakan, untuk mengecoh ke 3 agama, yahudi, kristen, islam)

    (refrensi bahasa QS Fatir 35:1)

    diangkatnya (disalibnya) yesus kristus atau isa al-masih pun dalam injil pada hari jum’at sebagai bentuk ejekan dari orang orang roma terhadap yesus (dalam pandangan Injil), sedangkan bagi muslim Isa Al-masih tidak meninggal melainkan di angkkat oleh Allah ke langit dunia pada hari yang agung (hari ke 6 , jum’at) untuk nanti diturunkan lagi pada waktu menjelang kiamat..

    semoga pandangan ini membantu, wassalamm

  10. Ayat ke 65-66

    Artinya:
    Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”.
    Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang bertakwa.

    Ayat ini menjelaskan satu lagi peristiwa yang dialami oleh Bani Israil, dimana Allah meliburkan kerja pada hari Sabtu untuk mereka.Namun sekelompok dari mereka yang hidup di tepi pantai, menjala ikan pada hari Sabtu dengan sejenis tipuan. Mereka membuat kolam-kolam kecil di tepi laut dan sewaktu ikan-ikan masuk ke kolam tersebut, mereka menutup jalan supaya ikan-ikan tersebut tidak dapat keluar.Keesokannya, yaitu pada hari minggu, mereka menjala atau memancing ikan-ikan yang ada di kolam tersebut, dengan cara inilah mereka merubah hukum Allah.
    Sebagai balasan bagi sikap curang dan mempermainkan perintah Allah ini, Allah Swt merubah wajah mereka dari bentuk manusia menjadi kera agar merasakan sanksi ini, dan orang-orang lain dapat memetik pelajaran darinya. Namun yang perlu diingat di sini bahwa binatang tidaklah jauh dari rahmat Allah, sedangkan jatuhnya manusia dari peringkat manusia ke peringkat binatang mengindikasikan bahwa manusia tersebut telah dijauhkan dari rahmat Allah.
    Dari dua ayat tadi terdapat delapan poin pelajaran yang dapat dipetik:?
    1. Manusia harus mengambil pelajaran dari sejarah.
    2. Perubahan dan penyimpangan wajah agama akan berakibat pada perubahan perilaku manusia.
    3. Kerja dan istirahat harus menjadi program kehidupan manusia.
    4. Barang siapa yang mengambil jalan lain dari agama Allah akan mengikuti orang lain.
    5. Di alam materi, perubahan dari satu makhluk menjadi makhluk yang lain adalah mungkin.
    6. Hewan merupakan rahmat Allah, namun manusia menjadi hewan merupakan tanda-tanda azab ilahi.
    7. Kekalahan dan kemenangan harus menjadi pelajaran bagi manusia.
    8. Untuk dapat mengambil pelajaran seseorang mesti memiliki semangat takwa.

  11. Diduga Seorang Mengajukan Pertanyaan Sederhana Kepada Pendeta, namun tidak dapat dijawab oleh sang pendeta dengan baik.:

  12. Hukum Sabat Merusak Tatanan Dunia

    Menjungkirbalikkan ayat-ayat Al-Qur’an dan Bibel untuk menjajakan doktrin Sabat Gereja Advent adalah tindakan yang sia-sia. Pasalnya, siapapun, termasuk Gereja Advent sendiri mustahil mengamalkan Hukum Sabat dalam Bibel yang sangat keras.

    Dalam kita Keluaran 20:8-10, 35:2-3 dan 31:14-15 diatur larangan pada hari Sabtu, antara lain: melakukan segala pekerjaan/aktivitas (Kel. 20:10; 31:14-15); memperkerjakan orang dan binatang (Ul. 5:14); dan menyalakan api (Kel. 35:3); tidak boleh mengangkut barang (Yer. 17:21). Bagi yang bekerja pada hari Sabtu harus dihukum mati (Kel. 35:2).

    Apa jadinya dunia ini, bila tiap hari Sabtu dilarang bekerja (beraktivitas)? Haruskah orang sakit parah pada hari Sabtu dibiarkan meninggal, karena para dokter dilarang bekerja? Orang yang sakit parah, keras dan gawat, akan tidak tertolong nyawanya bila sang dokter mengamalkan hukum Sabat yang melarang orang untuk beraktivitas.

    Apa jadinya dunia bila seluruh manusia mengamalkan hukum Sabat yang melarang menyalakan api? Sistem kehidupan, komunikasi, penerbangan, transportasi dan informasi akan kacau-balau. Dunia akan gelap-gulita!!

    Bila setiap orang yang bekerja atau menyalakan api (listrik) pada hari Sabtu harus dihukum mati, siapa yang sanggup mengamalkan? Siapa yang mau dibunuh apabila melanggar hukum Sabat?

    Di jaman modern ini mustahil ada orang Kristen yang bisa mengamalkan hukum Sabat, termasuk jemaat Gereja Advent sendiri. Belum ada berita Gereja Advent membunuh jemaatnya yang melanggar larangan hukum Sabat.

    Advent adalah sekte sesat dan penyesat

    Nih faktanya.

    #KATAKANLAH_KEPADA_ORANG_ISRAEL

    Cobalah berpikir yang sehat, dan renungkan ancaman Tuhan bagi orang yang melanggar perintah Nya pada Keluaran 31:12-18. tolong baca!!

    31:12. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

    31:13 “KATAKANLAH KEPADA ORANG ISRAEL demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.

    31:14 Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.

    31:15 Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati.

    31:16 MAKA HARUSLAH ORANG ISRAEL MEMELIHARA HARI SABAT, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.

    31:17 ATARA AKU DAN ORANG ISRAEL maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.”

    31:18 Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.

    ADVENT ITU ISRAEL DARI SUKU MANA?

  13. Wooww..kupasan penjelasan disertai dengan referensi ayat2 alkitab & alquraan..semoga tidak ada kebebalan disertai kebodohan yang malah menganggap artikel diatas jadi artikel sesat, biasalah org2 yg cepet panasan dari kaum mana..saya buka penulis tp hanya ingin numpang tanggapan..sebenarnya keyakinan itu bukanlah hal yg dapat diperdebatkan, setiap hal tidak ada yg sempurna, apalagi mengenai hal yang 1 ini..kristiani & islam akar sejarahnya jadi 1, kepercayaan yg namanya islam dan kitabnya jelas lahir setelah era isa almasih (kristiani). sejarah islampun sebelum nabi muhammad kurang lebih sama dgn kristiani, hanya saja islam stlh nabi isa nambah 1 nabi baru lagi yg namanya muhammad (sebetulnya nabi yg penyayang dan rendah hati, sampe2 tdk mau terkenal gambaran raut mukanya) aturan2nya tp harus disesuikan dgn norma kehidupan yg keras di timur tengah, makanya lbh frontal dan detail mengenai tatanan peraturan2 yang dibuatnya, bisa terbayang kl dgn gaya kehidupan keras ditimur tengah diajarkan “ditampar pipi kanan kasih pipi kiri”? Bs bonyok2 kali yg nerapin- for future reference bukan artinya seluruh pengikut kristiani akan menerapkan hal seperti itu juga secara manusiawinya, ingat itu hanya sekedar ajaran bukan naluri manusia. Makanya nabi muhammad terpaksa membuat penerapan aturan2 untuk mengatur watak2 keras di lingkungan yg keras, which is sangat bagus karena dikehidupan yg keras harus diatur dengan hukum aturan yg keras juga, maka sebab itu aturan2 tersebut di segel dalam kita yg dinamakan quran dan quran hingga saat ini harusnya tdk boleh diterjemahkan untuk menghindari salah tafsir..tp masalahnya islam dan quran malah menjadi suatu paket keagamaan berkembang keseluruh pelosok bumi dan aturan2 keras yg telah dibukukan dipakai untuk disamaratakan keseluruh pelosok yg berkomunitas yg tidak keras pula..alhasil, ya gitu deh..timbul FPI dkknya itu yg secara keras pula ingin menerapkan ajarannya..ISIS adalah islam dan FPI pun demikian, dan jangan memilah berdalih itu bukan islam..! Hanya saja takeran aksi kerasnya belum sama..ajarannya baik tp keras! Dan menganggap ajaran kepercayaannya adalah yg paling suler ultra benar dan dan semua orang harus ilut melaksanakannya..yg lain2nya dianggap khafir termasuk islam2 moderate yg lembek..!! Nah lho..coba deh saudara2 kita yg muslim, mengertilah dan mulai merenung menerima kalau tidak ada 1 kepercayaan manapun yg absolut benar, dgn begitu ajaran islam kalian yg sebenarnya berakar dari rasa kasih sesama manusia dapat berkembang menjadi bukan syariah yg aturan kiblatnya untuk daerah penuh kekerasan dan suka berkonflik..kita itu berbudaya asia yg tidak keras diturunkan dari nenek moyang kita..mari tolak ajaran manapun yg berbasis garis keras dan dapat berujung mengakibatkan banyak kematian seperti yg terjadi di timur tengah..kita butuh damai hijau dgn tertawaan diantara perbedaan. Indivual yg dinamis..kita tdk mau lingkungan kita menjadi daerah konflik kekerasan karena hanya ngotot beda paham, keras artinya tdk ada toleransi, dan tanpa toleransi kita tidak bs hidup damai..amin..semoga dapat ditanggapi dgn positif..

  14. Salam…. Shabbat (bahasa ibrani)…. kalau dalam bahsa arabnya?????? Mungkin kita bisa diskusi lg….. Makasih, diskusi membawa pola pikir yg lbh baik….. Terimakasih salam…

  15. Sebetulnya yg lebih mendekati Sabat adalah Jum’at nya Muslim, karena pd hari Sabat, org Yahudi berada di rumah tidak ke mana2, dan mereka beribadah di Sinagog justru sebelum jatuhnya Sabat, itu berarti Jum’at siang/sore. Bahkan ada hadits, cuma saya lupa statusnya apa dan redaksi kata2nya apa, hanya kira2 artinya spt ini, di saat org2 Yahudi berkumpul di tempat2 ibadah mereka, di saat itu pula lah kalian berkumpul di mesjid2. Dan Muslim sebetulnya bukan mengkuduskan Jum’at, tp mengkhususkan Jum’at itu sebagai hari berkumpul, arti kata Jum’at sendiri berakar dari Jumuah, yg berarti jemaat atau kumpulan.

    • Setuju, jadi mungkin hikmahnya dari Hari Sabat adalah “berhenti bekerja (beristirahat) untuk berkumpul bersama-sama (meluangkan waktu)”
      Berdasarkan wikipedia “Sabat : Hari Sabat dirayakan dari saat sebelum matahari terbenam pada hari Jumat hingga tibanya malam pada hari Sabtu” Sabat (שבת shabbāṯ, Shabbat, “istirahat” atau “berhenti bekerja”

  16. Saya sangat tergugah waktu baca keterangannya ini.. Karna saya penganut Advent, Dan saya sedang membaca Al-Qur’an.. Mengapa? Bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk mencari kebenaran, kebenaran yg benar2 Firman Allah, bukan kata2 manusia saja..

    Yg membuat saya tertarik adlh pernyataan “meskipun ada umat Advent yg memelihara Sabat, bukan berarti Kristen Itu benar, Kristen salah karna masa munculnya sangat terlambat?”
    Saya sarankan sebelum membuat pernyataan, teliti dulu sejarahnya.. Kristen pada awalnya adalah ejekan yg disematkan utk pengikut Kristus (nama lain Isa). Pengikut dlm artian benar2 mengikuti teladan Dan perintah Isa selama Dia di bumi, termasuk memelihara Sabat Sabtu..
    Jika saat ini mayoritas Kristen yg ada di dunia justru berbakti di hari minggu, ini terjadi karna proses yg terjadi selama sekian ribu tahun setelah masehi.. Selama 1260tahun yg diakhiri di zaman Napoleon, pengikut Kristus yg “benar” banyak yg mati syahid Demi mempertahankan kebenaran – termasuk sabat.
    Tahun 1844 – boleh di periksa di sejarah – seorang perintis Gereja meyakini adlh kiamat. Tapi kemudian nyata bahwa penafsirannya salah, Dan menyebabkan kekecewaan yg besar. Sebanyak 50ribu orang memelihara kepercayaan mereka kpd Tuhan Dan tetap mempelajari nubuatan dalam Alkitab. Allah mengilhami umat-Nya, sehingga -singkat cerita- muncullah umat yg menamai diri Gereja Masehi Advent Hari ketujuh, yg mendasarkan imannya pada iman Kristen yang mula mula..

    Memang kebanyakan Kristen zaman ini dengan jelas Dan dengan sadar lebih mengutamakan Dan lebih memilih mengikuti kata kata & pengertian manusia kemudian menguduskan hari pertama. Tetapi masih ada yg memelihara iman Isa yg benar.
    Kebenaran tidak menjadi lebih benar bila banyak yg menganutnya, Dan kebenaran tidak menjadi salah karna hanya sedikit yg melakukannya..

    Intinya hanya hidayah Allah lah yg dapat menunjukkan mana yg benar Dan mana yg salah, hanya dgn membandingkan & mempelajari Firman Allah kita akan menemukan kebenaran yg daripada-Nya.. Terima kasih utk artikel yg sangat bermanfaat, God bless you..
    ===========

    Islamthis,
    Kristen, denominasi mana pun, adl sesat, krn mrk bersandar pada alkitab / bible yg jelas2 sudah dikorupsi oleh para pendosa. Dan Almasih tidak pernah mengajarkan bhw dirinya adl tuhan. Hanya paulus lah yg mengajarkan bhw Almasih adl anak tuhan.

    Harap dicermati dg baik. Terimakasih.

    • inilah saudara2ku muslim menuduh alkitab sudah diubah, ditanya bukti2 pasti ngeles ..ditunjukkan rreferensi alkitab tidak ada diubah seperti gulungan2 laut mati dll pasti tidak terima…tau sebenarnya alasan muslim menuduh alkitab diubah adalah berdasarkan buku injil abal2 Barnabas, padahal itu tulisan agnostik yg baru muncul pada abad ke 15
      ===========

      Islamthis,
      Yg menuduh alkitab sudah diubah2 itu bukan Muslim, tapi para ahli dan peneliti, bung.

      Apakah bung akan membantah temuan para ahli dan peneliti?

      Terima kasih.

  17. Menuduh dan membenarkan diri sendiri adalah tanda-tanda setan ….
    ==========

    Islamthis,
    Ngomong ama siapa brokkkk????

  18. Menuduh dan menfitnah adalh pekerjaan setan …..
    =======

    Islamthis,
    Ngomong ama siapa brokkkk????

  19. kalo baca tuh jangan setengah setengah gan, bisa banget ngiris ayat ayat Al-qur’an tanpa keterangan yang lebih lanjut hahahahaha

    lakum diinukum wa liya diin
    “untuk mu lah agama mu, untukku lah agama ku”

    gausah sibuk ngurus agama orang lain, urusin diri sendiri dulu aja lu hahahaha

  20. Hari sabath yang dipaparkan Allah SWT dalam Al Quran adalah sebuah cerita pada masa itu tentang Bani Israil yg diperintahkan untuk memelihara hari sabath….. makanya jangan dipotong2…. emang enak….??? Ayat kok dolipotong.
    ==========

    Islamthis,
    Ayat mana yg dipotong? Bisa lebe spesifik??

    Trimakasih.

  21. Sory gan anda mengutip ayat suci Al Quran ayat 45 dengan SALAH …ini yg benar :
    اِذْ قَالَتِ الْمَلٰٓئِكَةُ يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُ ۖ اسْمُهُ الْمَسِيْحُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيْهًا فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ ۙ
    (Ingatlah), ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih ‘Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
    [QS. Ali ‘Imran: Ayat 45]..

    Dan utk sholat jum’at ini ayatnya

    يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ؕ ذٰ لِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
    Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum’at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
    [QS. Al-Jumu’ah: Ayat 9]
    Di situ jelas apabila di seru utk sholat pada hari jumat maka sholat lah.. seruan utk sholat jumat adalah adzan. Dan sudah pasti (bukan bila) adzan akan berkumadang dan yg beriman di seru utk beribadah.

    Dan dalam Yohanes 16:7-14 tertulis:

    “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika aku pergi. Sebab jikalau aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau aku pergi, aku akan mengutus Dia kepadamu. Kalau Ia datang, Ia akan menyatakan kepada dunia arti sebenarnya dari dosa, dari apa yang benar, dan dari hukuman Allah.”

    Beberapa umat Kristen mengatakan bahwa sang penolong adalah Roh Kudus. Tapi ini tidak benar karena Yesus berkata “Jikalau aku tidak pergi, penolong itu tidak akan datang” sedangkan Roh Kudus mendampingi Yesus dan murid-muridnya. Jadi Penolong itu bukanlah Roh Kudus.

    Sedangkan umat Muslim meyakini bahwa Roh Kudus adalah Malaikat Gabriel (Malaikat Jibril). Ruhul Qudus adalah Roh Kudus. Ruh = Roh, Qudus=Kudus. Malaikat Jibril adalah malaikat penyampai wahyu. Jadi wahyu yang baru/Roh Kudus tidak akan datang, kecuali kalau Yesus telah tiada. Jadi Yesus harus pergi agar penolong Muhammad S.A.W. datang.

    Semoga anda lebih bijak dalam menulis segala hal apalagi yg berhubungan dengan keyakinan.. anda harus belajar dulu alqur’an baru anda bs mengerti arti alquran

  22. Jangan memberitahukan ayat al quran itu dipotong-potong,,,, albaqarah ayat 65 itu bunyinya: Dan sunguh, kamu telah mengetahui orang-orang YANG MELAKUKAN PELANGGARAN diantara kamu pada hari sabat, lalu kami katakan kepada mereka jadilah kamu kera yang hina.

    Tuh definisikan sendiri ya,,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: