Hadis Muhammad Almasih Sudah Wafat

Hadis Muhammad Almasih Sudah Wafat

Bukti Menurut Alhadis Isa Almasih as Sudah Wafat

Telah kami tunjukan bukti-bukti dari ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Nabi Isa a.s. tidak hidup di langit melainkan beliau telah wafat di zamannya sebagaimana para nabi lainnya yang juga telah wafat. Oleh karena itu seharusnya tidak ada lagi keraguan sedikitpun di benak para orang bijak dan para pecinta kebenaran tentang masalah ini.

Namun untuk lebih memuaskan para pencari kebenaran, kami akan menghadirkan beberapa hadits dari Nabi Muhammad saw., orang yang menerima wahyu Al-Quran, dan sebagai orang yang paling benar dalam penafsiran Quran, untuk masalah ini seharusnya setiap dan segenap Umat Muslim tunduk sepenuhnya terhadap penafsiran dan keputusan Nabi Muhammad saw.

Hadits Pertama: arti dari Tawaffa.

“Diriwayatkan oleh Ibn Abbas bahwa Nabi Muhammad saw. Bersabda dalam suatu khotbahnya: Wahai saudara-saudara sekalian! Kalian akan dikumpulkan oleh Tuhanmu (pada hari kiamat)…. Dan beberapa orang dari umatku akan diambil dan dilemparkan ke neraka.

Aku akan berkata, ‘Oh Tuhan, tapi mereka adalah dari umatku’, Akan dijawab:’ Engkau tak tahu apa yang mereka lakukan setelah kepergianmu”. Lalu aku akan berkata sebagaimana perkataan hamba Allah yang tulus (yakni Nabi Isa a.s): “Aku akan menjadi saksi atas mereka selama aku berada di tengah-tengah mereka, tetapi setelah Engkau mematikan aku (tawaffaitani). Engkaulah yang mengawasi mereka“….. (Bukhari, Kitab al-Tafsir, dibawah Surat Al-Maidah).

Kalimat terakhir dari sabda Nabi Muhammad saw (‘aku menjadi saksi atas mereka …’) diambil dari ayat Qur’an yang mana telah dijawab oleh Nabi Isa a.s. sebagai suatu sangkalan pada hari kiamat. Adalah disetujui oleh seluruh umat Muslim, ketika kalimat ini digunakan oleh Nabi Muhammad saw. Pada hadits di atas, arti dari tawaffaitani adalah ‘engkau mematikan aku’ jadi jelaslah kalimat tersebut mempunyai arti yang sama ketika digunakan oleh Nabi Isa as yakni ketika Nabi Isa a.s. diambil dari umatnya oleh kematiannya, bukan diangkat hidup-hidup ke langit.

Hadits kedua: Semua Nabi pasti mati.

Pada saat menjelang ajalnya, Nabi Muhammad saw masuk ke Masjid dengan dibantu oleh dua orang untuk mengatakan hal ini:

“Wahai saudara-saudara sekalian! Aku mendengar bahwa kalian takut akan kematian Nabimu. Apakah para Nabi sebelumku itu ada yang mampu mempertahankan hidupnya sehingga aku masih punya harapan untuk bersamamu lagi? Dengarlah! Sebentar lagi aku akan menemui Tuhanku, begitu juga dengan kalian. Jadi aku meminta pada kalian untuk memperlakukan kaum Muhajir dengan baik” (Al-anwar ul-Muhammadiyya min al-Muwahib lil-dinnyya, Egypt, hal 317).

Hadits ini diakhiri dengan mengutip tiga ayat Qur’an: “Muhammad itu tiada lain hanyalah utusan; sebelum dia, telah berlalu banyak utusan” (3:143).

“Dan tiada kami menciptakan manusia sebelum engkau itu kekal” (21:34); Dan Kami tak membuat mereka (para Nabi) tubuh yang tak makan-makanan, dan tak pula mereka kekal” (21:8).

Bila seandainya ada beberapa Nabi yang masih hidup, pastilah Nabi Muhammad Saw tak dapat berkata seperti hadits di atas. Jadi jelaslah bahwa Nabi Isa a.s. telah wafat pada waktu itu.

Hadits ketiga: Nabi Isa a.s. berusia 120 tahun.

Aisyah ra. berkata bahwa, pada saat menjelang kematiannya, Nabi Muhammad saw. Bersabda: ’setiap tahun Jibril biasanya mengulangi pembacaan Qur’an denganku sekali, namun pada tahun ini dia melakukan hal tersebut dua kali, dia memberitahukan padaku bahwa tak ada nabi melainkan hidup selama separuh dari usia Nabi yang terdahulunya. Dan dia juga berkata padaku bahwa Nabi Isa as hidup selama seratus dua puluh, dan aku menyadari bahwa aku akan meninggalkan dunia ini di awal usia enam puluhan” (Hajaj at-Kiramah, p. 428: Kanz al-Ummal, vol. 6, p. 160, dari Hadrat Fatima; dan Mawahib al-Ladinya, vol. 1, p.42).

Tabrani berkata tentang hadits ini: Hadits nya sangatlah dapat dipercaya, dan dirawikan dengan beberapa versi. Hadits tersebut tak ada keraguannya sedikitpun yang bukan hanya mengumumkan kematiannya Nabi Isa as melainkan menyatakan usianya yakni 120 tahun.

Dan diriwayatkan paling tidak melalui tiga jalur: Dari Aishah, ibn Umar dan Fatima. Karena itu Hadits tersebut sangatlah jelas membuktikan bahwa Nabi Isa as telah wafat.

Hadits Keempat: Nabi Isa a.s telah wafat seperti Musa.

  1. Nabi Muhammad saw bersabda: “seandainya Musa atau Isa masih hidup, mereka pasti mengikutiku (Al-Yawaqit wal-Jawahir, hal. 240; Fath al-Bayan, vol. 2 hal 246; tafsir Ibn Kathir, dibawah ayat 81, surat Ali-Imran).
  2. “Seandainya Isa masih hidup dia pasti mengikutiku” (Shrah Fiqh Akbar, Egyptian ad., hal 99).
  3. “Bila Musa dan Isa masih hidup, mereka pasti mengikutiku” (Al-Islam, dipublikasikan oleh The Fiji Muslim Youth Organization, vol.4 oct 1974).

Hadits-hadits tersebut di atas jelas menunjukan bahwa baik Musa maupun Isa dianggap telah wafat Oleh Nabi Muhammad saw.

Hadits Kelima: Makam Nabi Isa as.

Nabi Muhammad saw bersabda: ”semoga Allah melaknat Yahudi dan Kristiani yang membuat kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat-tempat ibadah” (Bukhari, Kitab as-Salat, hal 296).

Nabi Muhammad saw bersabda seperti demikian di atas dikarenakan beliau sangat khawatir bahwa umat Muslim yang seharusnya terhindar dari kesalahan dengan membuat makam dari Nabi mereka menjadi tempat ibadah seperti yang telah dilakukan oleh Yahudi dan Kristiani terhadap makam nabi-nabi mereka. Yahudi mempunyai banyak Nabi namun Nabi yang sangat dikenal oleh umat Kristiani hanyalah satu – Nabi Isa as. Alhadis ini menunjukan keyakinan Nabi Muhammad saw. terhadap makam Nabi Isa as yang mana umat Kristiani memujanya dengan berlebih-lebihan. Jelaslah menurut hadits ini, Nabi Isa as tidak diangkat ke langit.

Hadits keenam: Nabi Isa as dalam jamaah orang yang telah wafat.

Dalam berbagai hadits tentang Mi’rajnya Nabi Muhammad saw diriwayatkan:

“Adam di langit pertama. Yusuf di langit kedua, dan sepupunya Yahya dan Isa sendiri di langit ketiga, dan Idris di langit keempat” (Kanz al-Ummal. Vol.VI, hal. 120). Nabi Muhammad saw melihat Nabi Yahya as dan Nabi Isa as berada di tempat yang sama; dan sebagaimana setiap para nabi yang terdahulu terlihat dalam Mi’raj telah wafat, maka pasti Nabi Isa as pun telah wafat.

Hadits di atas dikuatkan dengan hadits lainnya yang mengatakan bahwa dalam Mi’rajnya, Nabi Muhammad saw menjumpai ruh para nabi (tafsir ibn Kathir, Urdu ed. Diterbitkan di Karachi. Vol III. Hal. 28).

Hadits ketujuh: “Turunya” Nabi Isa a.s. di malam Mi’raj.

Sebuah hadits tentang Mi’raj mengisahkan:

“Lalu Nabi Muhammad saw turun di Yerusalem bersama seluruh Nabi. Pada saat shalat beliau meng-imami mereka semua dalam shalat” (tafsir ibn Kathir, Urdu ed, vol LII hal. 23).

Di antara “seluruh” Nabi adalah termasuk Nabi Isa as. Seandainya dia, berbeda dengan Nabi lainnya, masih hidup dengan badan di langit, maka “turunnya” beliau di Yerusalem pasti dengan badan pula. Dalam hal ini, beliau harus diangkat ke langit dua kali dengan badan pula, namun Qur’an menerangkan hanya sekali raf’ nya (”pengangkatan” yang disalah mengertikan sebagai pengangkatan secara badaniah ke langit”) Nabi Isa as!

Kesulitan ini tak akan timbul bila kita meyakini, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam berbagai hadits tentang Mi’raj, bahwa Nabi Isa as berada dalam keadaan yang sama (yakni wafat) dengan para Nabi lainnya yang dilihat Nabi Muhammad saw dalam ru’yahnya.

Hadits Kedelapan: Diskusi Nabi Muhammad saw dengan utusan Kristen.

“Ketika enam puluh orang utusan (Kristen) dari Najran mendatangi, kepala pendeta mereka mendiskusikan dengan beliau mengenai kedudukan Nabi Isa as dan menanyakan kepada beliau perihal ayahnya Nabi Isa as. Nabi Muhammad saw bersabda: ‘tidakkah engkau tahu bahwa seorang anak menyerupai ayahnya? Mereka menjawab ‘benar’.

Sabdanya lagi: A lastum ta’ lamuna anna rabbana layatu wa anna ‘Isa ata’alaihi-fana’. Artinya: ”Tidakkah engkau mengetahuinya bahwa Tuhan kita kekal sedangkan Isa binasa?” (Abab an-nuzul oleh Imam Abu-lhasan Ali bin Ahmad al-wahide dari Neshapur, di terbitkan di Mesir, hal 53).

Betapa jelasnya pernyataan tersebut bahwa Nabi Isa as telah wafat dan tak lebih dari apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad saw tersebut.

————————–

Islamthis,

Banyak orang Kristen yang ingin memperkuat keyakinan Kristen mereka dengan cara menggunakan nash-nash Islam. Bahkan mereka orang Kristen juga ingin meyakinkan Muslim akan kebenaran Kristen dengan mengajukan nash seolah Alquran dan Muhammad sendiri membuktikan kebenaran ajaran Kristen. Tidak segan mereka memelintir ayat Alquran mau pun Alhadis supaya seolah Alquran dan Muhammad menganjurkan setiap Muslim untuk menjadi Kristen.

Paparan artikel di atas merupakan salah satu paparan yang harus dibaca oleh orang Kristen supaya mereka faham bahwa kekristenan (bahwa Almasih adalah anak Tuhan, bahwa Almasih sudah masuk Surga delele) adalah sesat dan keji KALAU mereka tetap berkeyakinan bahwa Alquran dan ajaran Muhammad Saw membuktikan kebenaran Kristen. Justru paparan di atas membuktikan bahwa Almasih sudah wafat bersama Nabi lainnya, dan bahwa Almasih dan Musa pun kalau masih hidup pasti akan menjadi umat Muhammad Saw yang sejati.

Orang Kristen mengajukan klaim bahwa sekarang Almasih sudah di dalam Surga: itu semua adalah bohong. Yang benar adalah bahwa seluruh Nabi sekarang berada di dalam alam ruh yaitu alam Barzakh, karena takdir Nabi Isa Almasih as pastilah sama dengan takdir Nabi lainnya.

6 Responses

  1. admin yg terhormat…. anda bodoh,,, yg selalu mencari kelemahan agama lain, Kl haddist menyatakan seperti yg anda utarakan di atas betul adanya.. untuk apalagi anda mengakui adanya alquran mu itu !!!! alquran dan haddist saling tidak merujuk? ada aoa dgn ajaran yg anda anut? dgn gelagat anda mengutarakan cerita diatas, anda alirannya AHMADIYAH ya broo……
    =================

    Islamthis,

    admin yg terhormat…. anda bodoh,,, yg selalu mencari kelemahan agama lain,

    Saya tidak mencari-cari kelemahan agama lain, karena agama lain itulah yang memang lemah dan salah, binti sesat. Anda jangan putarlidah, nanti jadi seperti anjing. Mau?

    Kl haddist menyatakan seperti yg anda utarakan di atas betul adanya.. untuk apalagi anda mengakui adanya alquran mu itu !!!!

    Alquran? Memang Alquran bilang apa di dalam hal ini? Apakah Anda ingin kata bahwa Alquran bilang Isa Almasih as adalah Tuhan dan harus disembah kaum Muslim? Seriyus? Anda harus faham bahwa tidak ada satu pun ayat baik di dalam Alkitab mau pun di dalam Alquran yang bilang2 bahwa kita semua harus sembah Jesus sebagai anak Tuhan. Kok Anda masih bebal juga?

    alquran dan haddist saling tidak merujuk? ada aoa dgn ajaran yg anda anut?

    Sejak kapan Alquran dan Alhadis tidak saling rujuk? Alhadis dan Alquran selalu konsisten, satukata. Kalau Anda menganggap bahwa Alquran kontradik dengan Alhadis, maka sebenarnya Anda lah yang telah terlalu jauh membajak ayat2 Alquran mau pun Alhadis untuk kepentingan gila Anda sendiri. Faham?

    dgn gelagat anda mengutarakan cerita diatas, anda alirannya AHMADIYAH ya broo……

    Apa hubungannya?????

  2. saya muslim…sah sah saja antum berbeda pendapat dgn orang lain…
    tp yg yg mnjadikan saya keberatan adalah anggapan bagi yg tidak sependapat dgn antum sbagai orang yg menolak kebebaran….kiranya bisa mnjadi koreksi…(saya ngerti..tulisan ini lebih d tujukan ke kristen)

  3. kl antum sok nasehat ngapain antum bela2 kafir kristen, blok ini sgt berguna

  4. tes logo

  5. “Dan tiada kami menciptakan manusia sebelum engkau itu kekal” (21:34); Dan Kami tak membuat mereka (para Nabi) tubuh yang tak makan-makanan, dan tak pula mereka kekal” (21:8).

    Ayat ini membuktikan Isa AS sama dengan nabi-nabi lain semuanya pada wafat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: