Ayat Ketuhanan Jesus Dalam Perspektif Logis

Sabda Jesus Dalam Perspektif Logis

Kapirite,

Jesus secara terang-terangan mengatakan bahwa Bapa (Allah yang maha kuasa) adalah Jesus.

Yohanes 8:58 > Kata Yesus kepada mereka: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada”.

Yohanes 10:30 > Kata Yesus: “Aku dan Bapa adalah satu”.

Yohanes 10:31 > Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Jesus.

Yohanes 10:32 > Kata Yesus kepada mereka: ”Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”.

Yohanes 10:33 > Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”

Yohanes 14:9 > Kata Yesus kepadanya: ”Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami”.

Yohanes 14:10 > Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Yohanes 14:11 > Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

Yohanes 16:29 > Kata murid-murid-Nya: “Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.

Yohanes 16:30 > Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah”.

Yohanes 16:31 > Jawab Yesus kepada mereka: ”Percayakah kamu sekarang?”.

Jesus menyarankan muridnya agar berdoa dalam nama Jesus, karena nama Bapa yang sebenarnya adalah Jesus.

Yohanes 16:24 > Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.

Yohanes 16:25 > Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.*

Yohanes 16:26 > Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,

Yohanes 16:27 > Sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.

Yohanes 16:28 > Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa”.

Jesus tidak menolak untuk disembah.

Matius 17:14 > Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah.

Yohanes 20:27-30 > Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah”. Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”. Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”.

Yohanes 11:32 > Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”

Namun Jesus mengatakan bahwa sebenarnya dia tidak perlu penghormatan dari manusia.

Yohanes 8:49 > Jawab Yesus: ”Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku”.

Yohanes 8:50 > Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku

Jesus tidak minta disembah, Ia tidak gila hormat, bahkan Ia minta orang-orang  menyembah Allah, karena menyembah Allah = menyembah dirinya juga, karena Jesus itu Allah yang inkarnasi menjadi manusia (Yohanes 1 : 14, PILIPI 2 : 6 dan ratusan ayat lain)

Namun yang jelas orang yang minta untuk disembah-sembah itu adalah Setan.

Matius 4:9 > Lalu SETAN berkata: “ini semua akan kuberikan padamu, jika kau SUJUD MENYEMBAH AKU”.

Jadi sudah jelas, sosok yang minta disembah-sembah itu adalah Setan karena dia memang sosok yang haus kekuasaan dan ingin disembah-sembah.

Apakah Allah dalam Alquran minta disembah-sembah-kah?? Jika iya, berarti Anda  setidaknya harus menjauhinya, karena jelas itu adalah Setan. Tapi saya harap saja tidak demikian

_______________________

Islamthis,

Jesus secara terang-terangan mengatakan bahwa Bapa (Allah yang maha kuasa) adalah Jesus.

Yohanes 8:58 > Kata Yesus kepada mereka: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada”.

Apakah kalau memang demikian bahwa Jesus sudah ada sebelum Ibrahim, maka berarti Jesus adalah Tuhan? Ingat, sebelum Ibrahim, Nabi Adam pun sudah ada. Namun toh hal itu tidak membuat Nabi Adam menjadi Tuhan sama sekali. Kalau  Jesus memang sudah ada sebelum Ibrahim, Maka mengapa Jesus menjadi Tuhan? Apakah syarat untuk menjadi Tuhan adalah, bahwa ia harus sudah ada sebelum Ibrahim?

Pada dasarnya, sebelum ada Ibrahim, Muhammad dan seluruh mahluk pun sudah ada, karena itu semua adalah takdir Allah atas sekalian alam.

Penciptaan Ruh Nabi Saw

Saat Allah Swt mengeluarkan keputusan Ilahiah untuk menciptakan makhluk, Ia pun menciptakan Hakikat Muhammadaniyyah (Realitas Muhammad –Nuur Muhammad) dari Cahaya-Nya. Ia Swt kemudian menciptakan dari Hakikat ini keseluruhan alam, baik alam atas maupun bawah. Allah Swt kemudian memberitahu Muhammad akan Kenabiannya, sementara saat itu Adam masih belum berbentuk apa-apa kecuali berupa ruh dan badan.

Kemudian darinya (Muhammad) keluar tercipta sumber-sumber dari ruh, yang membuat beliau lebih luhur dibandingkan seluruh makhluk lainnya, dan menjadikannya pula ayah dari semua makhluk yang wujud. Dalam Sahih Muslim, Nabi (SAW) bersabda bahwa Allah Swt telah menulis Takdir seluruh makhluk lima puluh ribu tahun (dan tahun di sisi Allah adalah berbeda dari tahun manusia, peny.) sebelum Ia menciptakan Langit dan Bumi, dan `Arasy-Nya berada di atas Air, dan di antara hal-hal yang telah tertulis dalam ad-Dzikir, yang merupakan Umm al-Kitab (induk Kitab), adalah bahwa Muhammad saw adalah Penutup para Nabi. Al Irbadh ibn Sariya, berkata bahwa Nabi saw bersabda, “Menurut Allah, aku sudah menjadi Penutup Para Nabi, ketika Adam masih dalam bentuk tanah liat”.

Maysara al-Dhabbi (ra) berkata bahwa ia bertanya pada Nabi saw, “Ya RasulAllah, kapankah Anda menjadi seorang Nabi?” Beliau saw menjawab, “Ketika Adam masih di antara ruh dan badannya”.

Suhail bin Salih Al-Hamadani berkata, “Aku bertanya pada Abu Ja’far Muhammad ibn `Ali ra, `Bagaimanakah Nabi Muhammad saw bisa mendahului nabi-nabi lain sedangkan beliau akan diutus paling akhir?” Abu Ja’far ra menjawab bahwa ketika Allah menciptakan anak-anak Adam (manusia) dan menyuruh mereka bersaksi tentang Diri-Nya (menjawab pertanyaan-Nya, `Bukankah Aku ini Tuhanmu?’), Muhammad saw-lah yang pertama menjawab `Ya!’ Karena itu, beliau mendahului seluruh nabi-nabi, sekalipun beliau diutus paling akhir”.

Al-Syaikh Taqiyu d-Diin Al-Subki mengomentari hadits ini dengan mengatakan bahwa karena Allah Ta’ala menciptakan arwah (jamak dari ruh) sebelum tubuh fisik, perkataan Muhammad saw “Aku adalah seorang Nabi”, ini mengacu pada ruh suci beliau, mengacu pada hakikat beliau; dan akal pikiran kita tak mampu memahami hakikat-hakikat ini. Tak seorang pun memahaminya kecuali Dia yang menciptakannya, dan mereka yang telah Allah dukung dengan Nur Ilahiah.

Jadi, Allah Swt telah mengaruniakan kenabian pada ruh Nabi saw bahkan sebelum penciptaan Adam; yang Ia telah ciptakan ruh itu, dan Ia limpahkan barakah tak berhingga atas ciptaan ini, dengan menuliskan nama Muhammad saw pada `Arasy Ilahiah, dan memberitahu para Malaikat dan lainnya akan penghargaan-Nya yang tinggi bagi beliau (saw). Dus, Hakikat Nabi Muhammad saw telah wujud sejak saat itu, meski tubuh ragawinya baru diciptakan kemudian. Al Syi’bi meriwayatkan bahwa seorang laki-laki bertanya, “Ya RasulAllah, kapankah Anda menjadi seorang Nabi?”. Beliau menjawab, “ketika Adam masih di antara ruh dan badannya, ketika janji dibuat atasku”. Karena itulah, beliau (saw) adalah yang pertama diciptakan di antara para Nabi, dan yang terakhir diutus.

Diriwayatkan bahwa Nabi (saw) adalah satu-satunya yang diciptakan keluar dari sulbi Adam sebelum ruh Adam ditiupkan pada badannya, karena beliau (saw) adalah sebab dari diciptakannya manusia, beliau (saw) adalah junjungan mereka, substansi mereka, ekstraksi mereka, dan mahkota dari kalung mereka.

Ali ibn Abi Thalib ra.  dan Ibn `Abbas ra keduanya meriwayatkan bahwa Nabi (saw) bersabda, “Allah tak pernah mengutus seorang nabi, dari Adam dan seterusnya, melainkan sang Nabi itu harus melakukan perjanjian dengan-Nya berkenaan dengan Muhammad (saw): seandainya Muhammad (SAW) diutus di masa hidup sang Nabi itu, maka ia harus beriman pada beliau (saw) dan mendukung beliau (saw), dan Nabi itu pun harus mengambil janji yang serupa dari ummatnya.

Diriwayatkan bahwa ketika Allah SWT menciptakan Nur Nabi kita Muhammad saw, Ia Swt memerintahkan padanya untuk memandang pada nur-nur dari Nabi-nabi lainnya. Cahaya beliau melingkupi cahaya mereka semua, dan Allah SWT membuat mereka berbicara, dan mereka pun berkata, “Wahai, Tuhan kami, siapakah yang meliputi diri kami dengan cahayanya?”.

Allah Swt menjawab, “Ini adalah cahaya dari Muhammad ibn `Abdullah; jika kalian beriman padanya akan Kujadikan kalian sebagai nabi-nabi.”

Mereka menjawab, “Kami beriman padanya dan pada kenabiannya.”

Allah berfirman, “Apakah Aku menjadi saksimu?” Mereka menjawab, “Ya.” Allah berfirman, “Apakah kalian setuju, dan mengambil perjanjian dengan-Ku ini sebagai mengikat dirimu?”

Mereka menjawab, “Kami setuju.” Allah berfirman, “Maka saksikanlah (hai para Nabi), dan Aku menjadi saksi (pula) bersamamu.” (QS 3:81).

Inilah makna dari firman Allah Swt. “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: `Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hukmah, kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.’” (QS 3:81).

Syaikh Taqiyyud Diin al-Subki mengatakan, “Dalam ayat mulia ini, tampak jelas penghormatan kepada Nabi (saw) dan pujian atas kemuliaannya. Ayat ini juga menunjukkan bahwa seandainya beliau diutus di zaman Nabi-nabi lain itu, maka risalah da’wah beliau pun harus diikuti oleh mereka. Karena itulah, kenabiannya dan risalahnya adalah universal dan umum bagi seluruh ciptaan dari masa Adam hingga hari Pembalasan, dan seluruh Nabi beserta ummat mereka adalah termasuk pula dalam ummat beliau saw.

Jadi, sabda Muhammad (saw), “Aku telah diutus bagi seluruh ummat manusia,” bukan hanya ditujukan bagi orang-orang di zaman beliau hingga Hari Pembalasan, tapi juga meliputi mereka yang hidup sebelumnya. Hal ini menjelaskan lebih jauh perkataan beliau, “Aku adalah seorang Nabi ketika Adam masih di antara ruh dan badannya.”

Berpijak dari hal ini, Muhammad (saw) adalah Nabi dari para nabi, sebagaimana telah pula jelas saat malam Isra’ Mi’raj, saat mana para Nabi melakukan salat berjama’ah di belakang beliau (yang bertindak selaku Imam). Keunggulan beliau ini akan menjadi jelas nanti di Akhirat, saat seluruh Nabi akan berkumpul di bawah bendera beliau.

Sumber, http://nawansergeant.wordpress.com/2010/12/11/dari-kitab-al-mawahib-al-qastallani-1-penciptaan-ruh-nabi/  – 16 Mei 2013.

Dari paparan di atas, sudah jelas bahwa Islam adalah agama Tuhan, yang mana juga berarti bahwa Islam adalah agama dari Tuhan Bapa, mengingat ruh Muhammad sudah ada jauh sebelum Jesus ada. Kalau sumber Kristen menyebutkan bahwa Jesus sudah ada sebelum Ibrahim, maka Islam lebih hebat lagi, yaitu bahwa sebelum seluruh mahluk ada termasuk Jesus, ruh Muhammad sudah ada tercipta dari ruh Allah Swt.

Oleh karena itu kepercayaan bahwa Jesus adalah Tuhan hanya karena Jesus sudah ada sebelum Nabi Adam adalah lemah dan tidak berdasar, karena ruh Muhammad saja yang sudah ada jauh sebelum seluruh mahluk, sama sekali tidak dipertuhankan.

Yohanes 10:30 > Kata Jesus: “Aku dan Bapa adalah satu”.

Yohanes 10:31 > Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Jesus.

Yohanes 10:32 > Kata Yesus kepada mereka: ”Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”.

Yohanes 10:33 > Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah”.

Pernyataan Jesus ‘Aku dan Bapa adalah satu’, tidak serta-merta menjadikan Jesus Tuhan.

Statement ‘Aku dan Bapa adalah satu’, merupakan statement yang terlalu umum di dalam hal pengutusan Rasul-Rasul. Ingatlah, Allah dan Muhammad adalah satu jua adanya. Daud dan Allah adalah satu juga. Yakub dan Allah adalah satu kesatuan. Mengapa? Karena keseluruhan Nabi itu diutus untuk menegakkan dan menyuarakan firman / kehendak Allah Surgawi. Maka dari itu, baik Yakub, Daud, Sulaiman dan lain lain bukanlah Tuhan sama sekali.

Terlebih, bagi Muslim, Muhammad dan Allah adalah satu. Mengapa? Percaya kepada Muhammad adalah sama dengan percaya kepada Allah Swt. Lain tidak. Mengikuti sunnah Muhammad adalah berarti beribadah kepada Allah. Namun toh hal itu tidak membuat Muslim jadi berfikir bahwa Muhammad adalah Allah. Begitu juga dengan Nabi-Nabi lainnya dengan umat masing-masing. Antara Nabi dan Tuhan adalah satu kesatuan, karena setiap Nabi itu mengemban firman dan kehendak Tuhan, sementara Tuhan di lain pihak pasti selalu membela para NabiNya: kehormatan para Nabi adalah kehormatan Tuhan Allah juga, pada hakikatnya. Mentaati seorang Nabi, pada dasarnya adalah mentaati Allah. Itulah esensi dari perkataan Jesus, ‘Aku dan Bapa adalah satu’.

Yohanes 14:9 > Kata Yesus kepadanya: ”Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami”.

Yohanes 14:10 > Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Yohanes 14:11 > Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

Penjelasan untuk ayat Perjanjian-baru ini sama dengan penjelasan yang di atas.

Ingatlah, bahwa sekiranya Jesus adalah Nabi dan manusia biasa, maka makna dari ayat di atas TETAPLAH TERPENUHI dan sama sekali tidak dilanggar. Atau, adalah tidak benar untuk berpandangan bahwa makna dari ayat tersebut di atas akan berseberangan kalau Jesus adalah Nabi dan manusia biasa.

Yohanes 16:29 > Kata murid-murid-Nya: “Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.

Yohanes 16:30 > Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah”.

Yohanes 16:31 > Jawab Yesus kepada mereka: ”Percayakah kamu sekarang?”.

Bagian mana dari ayat di atas yang mengindikasikan bahwa Jesus adalah Tuhan? Sudah jelas dari penggalan ayat di atas, bahwa manusia berkata bahwa Jesus datang dari Allah, hal mana itu mengindikasikan bahwa Jesus adalah Rasul, dan seluruh Rasul memang datang dari Allah Swt. Kalau Jesus adalah Tuhan, maka mengapa diperkatakan bahwa Jesus datang dari Allah?

Jesus menyarankan muridnya agar berdoa dalam nama Jesus, karena nama Bapa yang sebenarnya adalah Jesus.

Yohanes 16:24 > Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.

Yohanes 16:25 > Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.*

Yohanes 16:26 > Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,

Yohanes 16:27 > Sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.

Yohanes 16:28 > Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa”.

Ketahuilah, bahwa hal yang Jesus ajarkan melalui ayat di atas (yaitu berdoa di dalam nama seorang / setiap Nabi) merupakan syariah yang umum di dalam Islam. Bagi umat Muhammad, kita diajarkan untuk berdoa di dalam nama Muhammad. Maksudnya, Muslim diajarkan bahwa kalau berdoa, maka dahulukan dengan shalawat kepadanya. Di dalam bahasa Jesus berbunyi, kalau kita ingin berdoa, maka berdoalah dengan nama Muhammad. Padahal inti dan maksudnya tidak lah demikian.

Fudhalah bin Abu ‘Ubaid Ra menuturkan: ”Suatu ketika, Rasulullah saw mendengar seseorang berdoa dalam shalat tanpa mengucapkan shalawat kepadanya, maka beliau bersabda, ’Dia terlalu tergesa-gesa’. Kemudian beliau memanggilnya seraya bersabda, ‘Jika seorang di antara kalian berdoa, mulailah dengan memuji dan menyanjung Allah SwT lalu mengucapkan shalawat kepada Nabi. Setelah itu, berdoalah sesuka hatinya.” (HR. Para penulis kitab As-Sunan)

Umar RA menyatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa salam bersabda: “Doa tertahan di antara langit dan bumi. Ia tidak terus naik hingga diucapkan shalawat kepadaku. Karena itu, jangan jadikan aku seperti wadah (bekal) penunggang kuda. Ucapkanlah shalawat kepadaku di awal doa, juga pertengahan dan penutupnya.” (HR. Tirmidzi).

Maka jelaslah, bahwa argumentasi Kristen seperti pada penggalan di atas tidak dapat dimaknai bahwa NAMA TUHAN BAPA ADALAH JESUS. Pada saat itu Jesus sedang mengajarkan, bahwa kalau manusia ingin berdoa, maka mulailah doa tersebut dengan salam penghormatan kepada Jesus, seperti halnya di dalam Islam.

Jesus tidak menolak untuk disembah.

Matius 17:14 > Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah.

Yohanes 20:27-30 > Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah”. Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”. Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”.

Yohanes 11:32 > Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati”.

Pada penggalan ini, si Kristen berargumentasi, bahwa karena Jesus tidak menolak disembah, maka itu berarti Jesus adalah Tuhan. Benarkah demikian?

Pada masa arkhaik, pada masa purba, adalah biasa seorang individu tersungkur dan menyembah individu lainnya. Tidak saja kepada Raja, namun juga kepada para pendeta, kepada para ulama, dan juga kepada orang tua serta majikan. Ingatlah, tersungkur menyembah tidak lah mengindikasikan bahwa yang disembah adalah Tuhan.

Di dalam suatu Alhadis, dikisahkan bahwa ada seorang sahabat Nabi yang baru kembali ke Madinah dari Yerusalem. Di Yerusalem itu ia melihat orang-orang Yahudi mau pun Nasrani yang tersungkur menyembah pendeta-pendeta mereka. Sesampainya sahabat itu di Madinah, sahabat itu segera mencari Muhammad Saw. Dan saat ia menemui Muhammad Saw, ia langsung tersungkur menyembah (sujud kepada) Muhammad Saw. Muhammad Saw terheran-heran dan berkata kepadanya, ”apakah yang Anda lakukan?”. Sahabat berkata, “sungguh aku melihat di Yerusalem orang Yahudi dan Kristen sujud menyembah pendeta dan rahib-rahib mereka. Oleh karena itu aku ingin berbuat yang sama kepada engkau: bukankah engkau adalah Nabi Allah?”.

Muhammad Saw menjawab, ”kalau saja Allah mensyariatkan seorang individu sujud kepada individu lainnya, maka akan aku perintahkan setiap istri sujud kepada suaminya. Namun sungguh, sujud itu hanya lah kepada Allah. Maka tidak aku syariatkan yang demikian”.

Kisah di atas mengindikasikan, bahwa pada masa Muhammad Saw pun tradisi seorang individu sujud kepada individu lain masih kuat hidup di tengah mereka. Maka apalagi pada masa Jesus hidup?

Kalau rangkaian ayat di atas mengindikasikan bahwa Jesus adalah Tuhan, maka bagaimana dengan Raja-Raja, para pendeta dan juga para majikan? Apakah mereka adalah Tuhan juga selain Jesus dan Tuhan Surgawi? Ada berapa banyak Tuhan di dalam kehidupan ini?

Ayat-ayat pada penggalan di atas mengisahkan seorang manusia sujud kepada Jesus. Namun bukankah dia yang sujud tersungkur kepada Jesus BUKAN seorang manusia yang beriman kepada Allah? Dia yang tersungkur sujud kepada Jesus adalah manusia yang berada di luar pemahaman iman. Maka dari itu perbuatannya itu (yaitu tersungkur sujud kepada Jesus) tidak dapat dijadikan acuan mau pun ajaran bahwa menyembah Jesus adalah suatu kebajikan Surgawi.

Kemudian, pada ayat Yohanes 11:32 ditulis bahwa Maria tersungkur di kaki Jesus. Sungguh, pada ayat itu hanya ada kata ‘tersungkur di kaki Jesus’, dan adalah berlainan sekali dari ‘sujud kepada Jesus’. Tersungkur di kaki seseorang adalah biasa, apalagi antara istri di kaki suami; hal itu sama sekali tidak menjadikan seorang manusia sebagai Tuhan.

Namun Jesus mengatakan bahwa sebenarnya dia tidak perlu penghormatan dari manusia.

Yohanes 8:49 > Jawab Yesus: ”Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku”.

Yohanes 8:50 > Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku

Jesus tidak minta disembah, Ia tidak gila hormat, bahkan Ia minta orang-orang  menyembah Allah, karena menyembah Allah = menyembah dirinya juga, karena Jesus itu Allah yang inkarnasi menjadi manusia (Yohanes 1 : 14, PILIPI 2 : 6 dan ratusan ayat lain)

Tampaknya pada penggalan ini, si Kristen sudah mulai sadar, bahwa Jesus pun tidak pernah minta disembah manusia. Bukankah ini berarti Jesus bukanlah Tuhan sama sekali?

Namun pada paragrap terakhir, si Kristen tulis bahwa Jesus minta manusia untuk sembah Allah, karena sembah Allah berarti sembah Jesus juga, karena Jesus adalah inkarnasi Allah sebagai manusia.

Pernyataan ini adalah persangkaan si Kristen saja yang amat lancang dan keji. Dari mana dia bisa mahfum bahwa menyembah Allah adalah sama dengan menyembah Jesus? Dan dari mana dia mafhum bahwa Jesus adalah Allah yang inkarnasi?

Namun yang jelas orang yang minta untuk disembah-sembah itu adalah Setan.

Matius 4:9 > Lalu SETAN berkata: “ini semua akan kuberikan padamu, jika kau SUJUD MENYEMBAH AKU”.

Jadi sudah jelas, sosok yang minta disembah-sembah itu adalah Setan karena dia memang sosok yang haus kekuasaan dan ingin disembah-sembah.

Apakah Allah dalam Alquran minta disembah-sembah-kah?? Jika iya, berarti Anda  setidaknya harus menjauhinya, karena jelas itu adalah Setan. Tapi saya harap saja tidak demikian.

Kalau ada oknum / zat yang mengajarkan bahwa menyembah dirinya merupakan suatu kebajikan, maka apakah otomatis zat / oknum tersebut adalah Iblis?

Ingatlah, bahwa ayat Matius 4:9 mengisahkan di mana Iblis YANG INGIN MENYAMAI posisi Tuhan. Iblis tidak ingin menjadi Tuhan, tidak. Artinya, Iblis ingin, manusia selain sembah Tuhan, juga sembah Iblis.

Iblis mengetahui bahwa manusia sembah Tuhan, karena Tuhan memang berhak untuk disembah. Namun kemudian kasusnya adalah, Iblis ingin manusia juga sembah Iblis.

Terutama, ayat tersebut tidak lah sama sekali mengindikasikan, bahwa dia yang minta disembah-sembah, sudah pasti dia itu Iblis yang terkutuk.

Analoginya adalah, saya suka makan nasi. Iblis pun juga suka makan nasi. Maka apakah itu berarti saya adalah Iblis? Kita patuh kepada Presiden. Dan kemudian Iblis minta kita untuk patuh kepadanya. Maka apakah berarti Presiden RI adalah iblis? Logika dari mana?

4 Responses

  1. Dari penjelasan anda sendiri,jelas tersirat bahwa Muhammad adalah tuhan atau menyamakan dirinya dgn tuhan. Dan anda tidak menyadari itu? krn anda selalu mengatakan muhammad hanya nabi dan manusia dgn mulut anda.. Tapi dlm buku2 yg anda pelajari jelas ingin mengatakan muhammad sama dgn tuhan…
    ===================

    Islamthis,
    dari bagian mana yg menyiratkan bhw muhammad mengajarkan bhw dirinya adl tuhan???

    bisa tunjukken ke sini?? kalo ngomong jangan asal.

    terima kasih.

  2. Yohanes 8:50 > Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku

    Jesus tidak minta disembah, Ia tidak gila hormat, bahkan Ia minta orang-orang menyembah Allah, karena menyembah Allah = menyembah dirinya juga, karena Jesus itu Allah yang inkarnasi menjadi manusia (Yohanes 1 : 14, PILIPI 2 : 6 dan ratusan ayat lain)

    Jawab:
    ayat ini membuktikan yesus Bukan tuhan krn tidak minta disembah,. sedgkan Allah yg inkarnasi ini kedengaran sangat paganism ini ajaran iblis yg merasuki paulus.

    Apakah Allah dalam Alquran minta disembah-sembah-kah?? Jika iya, berarti Anda setidaknya harus menjauhinya, karena jelas itu adalah Setan. Tapi saya harap saja tidak demikian.

    jawab

    jelas dlm Alquran Allah memerintahkan org beriman untuk sholat/menyembah Allah. berbeda dengan kafirin kristen ajaran pagans iblis, kalian tdk pernah diperintahkan untuk menyembah Allah, karena memang kalian seburuk-buruknya mahluk lebih rendah dari binatang, binatang sangat wajar tdk diperintahkan menyembah Allah krn binatang tdk dikasih akal, dan tidak dikasih fasilitas seperti manusia yang setiap hari memakan makluk lain menyembelih seperti ayam, sapi, bahkan kalian kafir kristen menymbelih babi untuk kalian makan, bagaimana sekarang andai Allah menggantikan / merubah kalian menjadi babi, sedangkan babi dirubah jd manusia untuk memakan kalain,kenapa kalian tdk mau menyembah Allah jk kamu berakal dan bersyukur. org yg tdk mau menyembah penciptanya sama seperti babi, bahkan lebih buruk dari itu. makanya di dalam Al-quran dikatakan orang kafir adalah seburuk-buruknya makhluk.

    memang kerjanya iblis menyesatkan, karena setiap perintah menyembah Allah akan dilanggar dan dibolak-balik oleh iblis kristen seolah-olah Allah menyalahi agama jika memerintahkan manusia untuk menyembahnya.

  3. assalamu’alaikum (Semoga kedamaian dilimpahkan kepadamu)

    bukan maksud menentang ataupun paling tahu kebenaran TUHAN..
    pertama saya akan ajukan pertanyaan..

    >>iblis atau yg disebut dg dajjal(dalam bahasa arab), memiliki mata satu, bertanduk, dan berlambang angka enam ratus enam puluh enam. sudah beraksi nyata di dunia dan sangat banyak di temukan bukti-bukti tentang keberadaannya.. mereka membuat dan membangun organisai-organiasi yg merekrut semua manusia dg iming-iming kenikmatan dunia.
    tapi..tapi..tapi..tapi..tapi..tapi..tapi……. meskipun targetnya semua manusia, kenapa meeka sangat kewalahan, sangat merasa dan menganggap orang-orang(manusia) yg hidup dan percaya di dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS adalah musuh teberat dan ancaman nomor satu bagi kaum-kaum iblis termasuk iblis itu sendiri.

    contohnya, Antikris(antichrist) atau yg disebut anti kristen. bukan katolik ataupun yg lainnya, lambang salib terbalik, bukan dewa terbalik ataupun lambang yg lainnya, yg melambangkan pembangkangan atau penolakan terhadap lambang salib sebenarnya.<<

    Nah.. pertanyaannya,
    "KENAPA HANYA ANTI KRISTEN BUKAN ANTI ISLAM??"
    "KENAPA HARUS SALIB YG DIBALIK TIDAK BULAN DAN BITANG??"
    "KENAPA CUMAN KRISTEN YG DI ANGGAP MUSUH??"
    dan pertayaan terakhir..
    "JIKA IBLIS, SETAN, DAJJAL TIDAK MENGANGGAP ANDA MUSUH!! MAKA SIAPAKAH ANDA BAGI DIA(DAJJAL)?? DAN KENAPA??"

    TERIMA KASIH🙂
    TUHAN MEMBERKATI
    ==============

    Islamthis,
    iblis / dajjal yg baru saja anda lukiskan itu, HANYA BERANGKAT DARI PERSPEKTIF kristen, BUKAN ISLAM ….

    dajjal / iblis dalam perspektif islam TIDAKLAH DEMIKIAN ….

    harap perluas lagi wawasan anda.

    terma kasih.

    • wkwkwkwkwkwk😀
      gk bisa jawab pakek modus gk PERSPEKTIF…
      saya jg prnah tau ciri ciri dajjal itu di acara tv “KHAZANAH” ya di sebutkan sama seperti itu…
      jika anda tidak PERSPEKTIF dg gambaran itu.. berarti secara tdk langsung anda memvonis acara KHAZANAH itu cuman omong kosong yg gk bener….

      buat “alfha omega” saya sependapat dg anda…
      =============

      Islamthis,

      sudah waktunya buat anda utk banyak membaca hadis nabi muhammad saw mengenai dajjal ini … dari sini anda akan tercerahkan bhw dajjal dalam perspektif islam itu BERBEDA dari dajjal dalam perspektif kristen.

      terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: