Mudahnya Mempertuhankan Jesus Atasdasar Alquran

Mudahnya Mempertuhankan Jesus Atasdasar Alquran

Sering kita jumpai seorang Muslim yang beralih keyakinan ke Kristen dengan menerima dan mengakui Jesus alias Almasih sebagai Tuhan karena ada ayat-ayat Alquran yang mendukung hal itu. Atau pun kita juga sering dihadapkan pada sesumbar orang Kristen terhadap kaum Muslim, bahwa Alquran dan Alhadis pun memberi petunjuk bahwa Almasih adalah Tuhan yang suci.

Mereka, kelompok yang begitu mudahnya mempertuhankan Almasih – biasanya  menggunakan logika-logika Islam sendiri seperti Alquran mau pun Alhadis. Dengan menggunakan logika-logika Islam, tampaknya mereka jadi begitu yakin bahwa Jesus adalah Tuhan, dan bahwa ketuhanan Jesus sebenarnya sudah dinubuatkan di dalam logika-logika Islam. Benarkah demikian?

Contoh kasus, ada seorang Muslim menggunakan ayat Alquran ini, untuk murtad:

“Dan sesungguhnya ISA ALMASIH itu benar-benar memberi pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu dan ikutilah Aku. Ini lah jalan yang lurus. Az Zukhruf 43:61. 

Ada juga Muslim yang berpendapat begini,

Di samping itu saya juga membaca pernyataan Hadits Shokhih Muslim dan Hadits Shokhih Bukhori yang mengatakan:

“…. Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa Anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu, Dia akan menjadi Hakim yang adil”, HSM 127, HSB 1090

Kembali timbul pertanyaan lagi dalam hatiku, “Siapakah sebenarnya ISA AL MASIH itu?”. Karena kalau menurut pernyataan di dalam Al Qur’an, bahwa Allah itulah Hakim yang seadil-adilnya.

“Alaysallahu bi akh khamil khakhimin”; “Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya”, Qs. At Tin 95:8 

Dengan logika-logika seperti ini, banyak Muslim yang jadi berfikir bahwa Islam sendiri sebenarnya mengajarkan bahwa Jesus adalah Tuhan.

Sebelum seorang Muslim memutuskan untuk murtad dengan begitu mudahnya mempertuhankan Jesus karena adanya beberapa nash Islam, dan atau sebelum seorang Kristen mendakwahkan ketuhanan Jesus berdasarkan nash Alquran mau pun Alhadis, maka perhatikan dan pertimbangkanlah hal-hal di bawah ini.

Pertama. Sudah sahihkan (fixed-kah) bahwa Jesus adalah Tuhan?

a. Banyak artikel dan temuan, baik temuan di dalam bentuk teori / logika mau pun temuan sejarah yang membuktikan bahwa Jesus bukanlah Tuhan. Barbara Thiering misalnya, menemukan fakta bahwa Jesus menikah, poligami, dan mempunyai beberapa anak dari hasil pernikahannya. Hal ini menunjukkan bahwa Almasih bukanlah Tuhan sama sekali. Baca di sini,

Dari kedua artikel ini saja sudah terbukti bahwa Jesus bukan Tuhan – karena ternyata dia menikah, poligami dan mempunyai anak.

b. Begitu juga, di dalam Injil, tidak ada ditemukan ayat di mana Jesus berkata dengan lisannya sendiri bahwa, SESUNGGUHNYA AKU ADALAH TUHAN, MAKA SEMBAHLAH AKU. Hal ini menandakan bahwa sebenarnya Jesus bukanlah Tuhan.

c. Kemudian, juga ditemukan fakta bahwa seluruh manusia yang hidup semasa Jesus tidak ada yang memperlakukan Jesus sebagai Tuhan. Tidak ada sesembahan yang dipersembahkan kepada Jesus. Ini menandakan bahwa Jesus bukanlah Tuhan sama sekali. Ingat, kalau lah memang benar bahwa Jesus adalah Tuhan, maka sesembahan sudah terjadi kepada Jesus pada saat Jesus itu lahir dan hidup di tengah mereka. Pasti mereka sudah membuat dan mendirikan kuil dan Gereja untuk menempatkan dan mentahtakan Jesus di dalamnya, kemudian mereka sembah sebagai Tuhan. Namun faktanya tidak lah demikian. Jesus adalah manusia biasa, anggota masyarakat biasa. Hal itu mau tidak mau menandakan bahwa Jesus bukanlah Tuhan alam semesta.

d. Harus diperhatikan, kalaulah Alkitab mengabarkan bahwa Jesus adalah Tuhan, maka ingatlah bahwa Alkitab itu sendiri mengandung pertentangan di dalam hal tersebut. Pada satu tempat Alkitab Perjanjian-baru menyatakan bahwa Jesus bukanlah Tuhan, namun pada bagian lain Perjanjian-baru mempunyai ayat yang dapat diindikasikan sebagai bukti bahwa Jesus adalah Tuhan. Baca di sini,

https://islamthis.wordpress.com/2011/01/17/ketuhanan-yang-kacau-dalam-alkitab/

Maka dari itu, kalau fakta ini digabungkan dengan fakta lain yang melimpah, dapat dipastikan bahwa Jesus bukanlah Tuhan.

e. Lebih hebat lagi, di dalam Injil ditemukan ayat yang berupa dialog, yang mengimplikasikan bahwa Jesus bukanlah Tuhan,

Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhanku, Tuhanku, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Potongan ayat Alkitab Perjanjian-baru di atas benar-benar mengindikasikan bahwa Jesus bukan Tuhan, dan bahkan MENOLAK untuk dipertuhankan.

f. Di dalam kekristenan sendiri, masih banyak perdebatan seputar apakah Jesus itu Tuhan atau hanya sebatas Nabi seperti Nabi-Nabi Alkitab lainnya. Artinya, derajat ketuhanan Jesus BELUM SHAHIH sama sekali, belum fixed sama sekali. Ketuhanan Jesus adalah spekulasi semata, yang artinya, hanya mereka yang fanatik saja yang sudi mempertuhankan Jesus. Singkat kata, subjektif dan emosional, bukan lantaran objektifitas, logika dan akal sehat.

g. Yang lebih menyedihkan lagi adalah, bahwa ketuhanan Jesus dalam Kristen  ternyata hanyalah interpretasi para pendosa di muka bumi ini – selama tidak ada ayat Injil di mana Jesus berkata dengan lisannya sendiri, bahwa “aku adalah  Tuhan maka sembahlah aku ….”.

Coba perhatikan dengan baik.

Allah itu esa, itu bukanlah interpretasi.

Ada hari kiamat, itu bukanlah interpretasi.

Adam as adalah manusia pertama, itu bukanlah interpretasi.

Adam as beristrikan Siti hawa, itu bukanlah interpretasi.

Tuhan memberikan firman, itu bukanlah interpretasi.

Ada Surga dan Neraka, itu bukanlah interpretasi.

Kesemua hal itu, BUKANLAH HASIL INTERPRETASI.

Itu adalah ajaran yang gamblang, sebagai inti ajaran daripada suatu agama…. Maka dari itu, hal-hal itu diutarakan secara gamblang, bukan merupakan hasil interpretasi. Namun kemudian mengapa ketuhanan Jesus justru hanya sebagai interpretasi? Bukankah ketuhanan Jesus sesuatu yang amat fundamental di dalam kekristenan?

Kalau Jesus memang Tuhan maka mengapa Jesus membiarkan konsep ketuhanan untuk umatnya tetap spekulatif???

Jesus bisa beri kepastian untuk umatnya, bahwa KIAMAT ADA.

Jesus bisa beri kepastian untuk umatnya, bahwa Surga DAN Neraka ADA.

Jesus bisa beri kepastian untuk umatnya, bahwa NAMA KITABNYA ADALAH EVANGEL dst.

Jesus bisa beri kepastian untuk umatnya, bahwa Iblis adalah musuh kerajaan Tuhan.

Namun kemudian Jesus tidak bisa memberi kepastian kepada umatnya bahwa dirinya adalah Tuhan.

Masalahnya adalah, oleh orang Kristen Jesus dikatakan anak Tuhan, dan itu ternyata merupakan hasil interpretasi atau INDUKSI dari beberapa ayat yang ada di dalam Injil, bukan dari perkataan dan kepastian yang Jesus berikan. Kalau memang benar bahwa Jesus adalah anak Tuhan, maka seharusnya Jesus sendiri yang menyatakan demikian dengan jelas melalui lisannya sendiri. Singkat kata, kalau Jesus memang Tuhan, maka seharusnya hal itu datang dari lisan Jesus sendiri, bukan sebagai hasil interpretasi kaum pendosa terhadap ayat-ayat Injil mau pun Perjanjian-lama.

h. Temuan lain seputar ini tidak dapat diabaikan begitu saja. Para ahli sejarah menjelaskan bahwa kisah seputar Jesus dan kematiannya dan kebangkitannya yang ajaib, adalah bohong semata. Tidak ada bukti sejarah atau apapun yang mendukung bahwa penyaliban atas nama Jesus pernah terjadi di suatu tempat di Asia. Baca di sini,

https://islamthis.wordpress.com/2011/01/31/kebohongan-sejarah-di-dalam-injil-perjanjian-baru/

Ini menandakan bahwa ketuhanan dan kebangkitan Jesus adalah bohong semata.

i. Harus disebutkan juga bahwa di dalam sejarah Kristen, terdapat sekte-sekte berpengaruh yang mempertahankan ide bahwa Isa Almasih BUKANLAH Tuhan, bahwa beliau hanyalah Nabi dan Rasul, seperti sekte Kristen Ebion. Sekte-sekte ini MENGUTUK keras kepada kelompok yang menyerukan bahwa Isa Almasih as adalah Tuhan. Dan menyedihkannya, sekte-sekte yang anti-mempertuhankan Isa Almasih as ini dimusnahkan atau dianiaya sehingga menuju kepunahannya. Baca di sini,

https://islamthis.wordpress.com/2013/03/21/tokoh-tokoh-kristen-penentang-trinitas/

Fakta ini pastinya membawa kita kepada pemahaman, bahwa ketuhanan Isa Almasih sebenarnya bukanlah sesuatu yang mutlak firmani, melainkan sesuatu yang ‘dipaksakan’, diperdebatkan dan ‘diperjuangkan’. Kalau demikian halnya, maka mana mungkin predikat Tuhan harus diperdebatkan terlebih dahulu oleh manusia? Pun kalau kita percaya kepada satu kelompok bahwa Isa adalah Tuhan, artinya kita menolak kelompok lainnya yang menentang bahwa Isa adalah Tuhan (dan bahwa Isa Almasih as hanya lah Nabi biasa). Atas dasar apa?

j. Belum lagi dengan kenyataan, bahwa Trinitas merupakan satu-satunya ide yang amat sulit untuk difahami. Banyak pemuka-pemuka Gereja yang akhirnya terpaksa jujur bahwa mereka mengalami kesulitan untuk dapat memahami esensi dan posisi Trinitas. Baca di sini,

https://islamthis.wordpress.com/2010/11/18/bagaimana-trinitas-dijelaskan/

Dari point ini saja sudah terbukti bahwa Jesus bukanlah Tuhan, karena Trinitas nya masih merupakan sesuatu yang sulit untuk dipahami, dan begitu banyak manusia di muka bumi ini, baik ia seorang Kristen atau bukan, yang tidak dapat memahami Trinitas.

Adalah tidak mudah sama sekali untuk berkeyakinan bahwa Jesus adalah Tuhan.

Kedua. Apakah Alkitab Perjanjian-baru dan Perjanjian-lama merupakan kitabsuci yang terjaga kesuciannya?

Tidak ada satu manusia pun yang dapat menjamin bahwa Alkitab merupakan kitabsuci yang terjaga keasliannya. Faktanya, Alkitab adalah kitabsuci yang sudah banyak mengalami pengubahan dan pemelintiran. Apalagi, Alkitab pada awal sejarahnya selalu dikelilingi oleh orang-orang bejat yaitu bangsa Israel yang pekerjaannya adalah memelintir seluruh ayat Tuhan demi dapat memenuhi hasrat nafsu mereka. Alkitab sendiri mengakui bahwa Israel merupakan bangsa yang bejat, dan bahwa Israel telah mengubah-ubah ayat Tuhan dapat Alkitab. Inilah ayat Alkitab sendiri yang mengakui dan menyatakan bahwa bangsa Israel telah mengubah ayat-ayat Tuhan,

Yeremia,

8:8 Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.

8:9 Orang-orang bijaksana akan menjadi malu, akan terkejut dan tertangkap. Sesungguhnya, mereka telah menolak firman TUHAN, maka kebijaksanaan apakah yang masih ada pada mereka?

8:10 Sebab itu Aku akan memberikan isteri-isteri mereka kepada orang lain, ladang-ladang mereka kepada penjajah. Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar, semuanya mengejar untung; baik nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu.

8:11 Mereka mengobati luka puteri umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.

Yeremia,

23:36…karena kamu telah memutarbalikan perkataan-perkataan Allah yang hidup, TUHAN semesta alam, Allah kita .

Mazmur,

119:126 Waktu untuk bertindak telah tiba bagi TUHAN; mereka telah merombak Taurat-Mu. 

Untuk lebih lengkap dan jelas, silahkan baca di sini,

https://islamthis.wordpress.com/2011/10/21/paulus-mengangkangi-alkitab/

Artikel Islamthis di bawah ini menjelaskan bahwa Alkitab rawan sekali dari tindakan pemelintiran dan pengubahan, karena pada dasarnya Allah Swt sendiri tidak pernah MENSPONSORI penulisan dan pembukuan Alkitab menjadi satu kitabsuci seperti yang sekarang ini. Ini membuktikan bahwa Alkitab bukanlah murni firman Tuhan. Kalau pun memang merupakan firman Tuhan, maka ayat-ayat Tuhan tersebut SUDAH TERCAMPUR dengan perkataan-perkataan manusia, sehingga kita sebagai umat tidak dapat lagi membedakan mana yang merupakan firman Tuhan, dan mana yang merupakan perkataan manusia. Baca di sini,

https://islamthis.wordpress.com/2012/03/07/perbedaan-mendasar-sejarah-alkitab-dan-alquran/

Kita mempunyai bukti kuat betapa Alkitab sudah mengalami banyak pengubahan yang tidak semestinya. Hal ini tentunya menyedihkan mengapa suatu kitabsuci harus mengalami pengubahan karena hal itu berarti kitabsuci TIDAK LAGI SUCI dan tidak lagi mengemban amanat dan firman Tuhan.

Para ahli sudah dapat memetakan keberadaan ayat-ayat palsu di dalam Alkitab, dan konsekwensinya adalah bahwa Alkitab bukan lagi merupakan kitabsuci karena sebagian ayatnya merupakan palsu. Baca artikelnya di sini,

https://islamthis.wordpress.com/2011/01/05/3-ayat-palsu-dalam-alkitab/ https://islamthis.wordpress.com/2011/03/08/kesaksian-para-theolog/

https://islamthis.wordpress.com/2010/10/28/kesaksian-ilmiah-bahwa-alkitab-diselewengkan/

https://islamthis.wordpress.com/2011/10/07/kristen-alkitab-gereja/

Dari point-point ini kita bisa memahami bahwa ketuhanan Jesus adalah sesuatu yang mustahil – dan patut untuk dipertanyakan. Kalau Jesus berasal dari suatu kitabsuci sementara kitabsuci tersebut tercemar keasliannya, maka mau tidak mau keyakinan bahwa Jesus adalah Tuhan juga dapat dipertanyakan. Logikanya memang harus begitu.

Ketiga. Alkitab memberi informasi yang salah.

Alkitab mempunyai reputasi tersendiri di dalam hal memberi informasi yang salah. Dan seluruh ahli di Dunia tidak dapat menghindari dari menemukan kesalahan demi kesalahan yang ada di dalam Alkitab ini.

Kesalahan pertama yang dikandung Alkitab yang pasti menurunkan derajat kesahihan Alkitab adalah, saat Alkitab menyebut bahwa tokoh Haman sebagai hidup di dalam istana Ahasyweros (Raja Xerxes). Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa nama Haman sedikit pun tidak ditemukan di dalam reruntuhan istana Xerxes mau pun naskah-naskah kuno peninggalan Raja Xerxes. Baca di sini,

https://islamthis.wordpress.com/2012/03/20/alkitab-jesus-salah-total-taltaltal/

Kesalahan kedua yang bisa dicatat di sini adalah, saat Alkitab menjelaskan bahwa arti nama Musa adalah ‘dia yang ditarik dari air’. Padahal arti sebenarnya dari kata Musa adalah ‘anak lelaki’ di dalam bahasa bangsa Firaun.

Kemudian, Alkitab menulis bahwa ular adalah hewan yang hidup dari memakan debu dan kerikil. Padahal semua manusia tahu bahwa makanan ular adalah daging, tidak mungkin ular makan debu dan kerikil. Baca di sini,

https://islamthis.wordpress.com/2010/10/28/alkitab-memberi-informasi-yang-salah/

Ketiga hal di atas adalah kesalahan pertama yang dimiliki Alkitab. Artinya masih banyak lagi kesalahan lain yang terkandung di dalam Alkitab. Maka dapat dikatakan bahwa ketuhanan Jesus ternyata bersumber dari suatu kitabsuci yang mengandung banyak kesalahan, dan oleh karena itu bisa jadi interpretasi bahwa Jesus adalah Tuhan dapat saja di-generate dari ayat-ayat yang salah di dalam Alkitab. Itu sudah pasti.

Kesimpulan akhir adalah, bahwa Jesus bukanlah Tuhan.

Keempat. Di dalam Kristen banyak sekali pertentangan yang sangat fundamental.

Kalau Kristen memang agama yang berasal dari Tuhan, maka pastilah di dalam Kristen itu tidak ada pertentangan yang tajam mengenai perkara-perkara yang fundamental. Namun faktanya berlawanan. Di dalam kekristenan terdapat begitu banyak pertentangan, yang ironisnya pertentangan itu justru mengenai hal-hal yang fundamental.

Sebagai contoh, sepanjang sejarah selalu ada pertentangan dan perdebatan, apakah Jesus itu Tuhan atau bukan; apakah Jesus itu Tuhan atau hanya Rasul biasa seperti Rasul lainnya. Kemudian, pertentangan seputar Bunda Maria, apakah dia sebagai Bunda Allah (theo-thokos), atau hanya sebagai Bunda Almasih (kristo-thokos). Lebih lanjut lagi, terdapat perbedaan dan pertentangan, apakah iman semata yang dapat menyelamatkan seorang Kristen, atau iman yang disertai perbuatan (amal saleh) yang dapat menyelamatkan seorang masuk ke Surga.

Pada abad ke 4 Masehi muncul faham Nestorian yang membuat perdebatan di dalam kekristenan semakin meruncing. Nestorian berpendirian bahwa di dalam Jesus terdapat dua pribadi yang saling terpisah satu sama lain, yaitu pribadi Kristus, dan pribadi Allah. Kedua pribadi ini sama sekali tidak lah menyatu di dalam Kristus, melainkan tetap mempunyai posisi masing-masing. Ketika Jesus menderita di kayu salib, yang menderita adalah Kristus, sementara Allah yang ada di dalam diri Jesus tidak menderita karena maha Kuasa. Dikatakan, bahwa siti maria adalah ibu dari Kristus, bukan ibu dari Allah. Akhirnya Nestorian ini dikutuk oleh orang Kristen yang jumlahnya jauh lebih banyak.

Pertentangan yang paling hebat, pastilah seputar keberadaan Bapa Suci. Kaum Katholik berkeyakinan bahwa Bapa Suci (atau Sri Paus) merupakan tokoh sentral di dalam peribadatan, sementara Kaum Protestan menyatakan sebaliknya, yaitu bahwa Tuhan tidak mengenal konsep Bapa Suci sehingga keberadaannya harus disingkirkan.

Tidak sampai di situ. Kaum Protestan menolak benda-benda suci keagamaan seperti patung mau pun icon untuk dilibatkan di dalam peribadatan, sementara kaum Katholik sangat memuja benda-benda tersebut. Dan di dalam kekristenan, terdapat istilah kanonik dan apokripa, di mana suatu kitabsuci dinamakan kanonik jika kitabsuci tersebut dianggap suci dan merupakan firman Tuhan, dan apokripa adalah jika suatu kitabsuci dianggap tidak suci sehingga harus ditolak. Antara Katholik dan Protestan selalu terjadi perselisihan mengenai derajat-derajat kitabsuci mereka, karena sebagian menganggap suatu kitabsuci sebagai kanonik, dan yang lainnya menganggap suatu kitabsuci adalah apokripa.

Bukankah ini menunjukkan bahwa Kristen bukan agama Tuhan? Mengapa Tuhan harus menciptakan agama yang penuh dengan pertentangan dan perselisihan di dalam isu-isu fundamentalnya? Ataukah Tuhan Kristen merupakan Tuhan yang tidak sempurna dan tidak bijaksana saat menciptakan agama sehingga membingungkan umat? Jawabannya adalah mudah, bahwa tidak mungkin Tuhan menurunkan agama yang mengandung begitu banyak perselisihan dan perdebatan di dalam isu-isu fundamentalnya. Singkat kata, Allah Swt, Tuhan alam semesta sama sekali tidak bertanggungjawab atas kehadiran Kristen di muka bumi ini. Kristen bukanlah kehendak Allah, melainkan kehendak para pendosa, antara lain Paulus, Athanasius, Thomas Aquinas dan lain lain.

Dan kalau Kristen bukan merupakan titah kehendak dan keselamatan Allah Swt, maka akhirnya dapat dipastikan bahwa Jesus bukanlah Tuhan sama sekali. Jadi, kalau ada seseorang yang memutuskan menerima Jesus sebagai Tuhan dan juruselamat (apalagi keputusannya itu untuk menerima Jesus sebagai Tuhan berasal dari beberapa ayat Alquran), maka pastilah orang itu akan celaka dan dikutuk di dalam Neraka oleh Allah, Tuhan semesta alam.

Kelima. Pernahkah Muhammad Saw dan para sahabatnya mengakui bahwa Jesus adalah Tuhan selain Allah Swt?

Tidak pernah.

a. Justru Muhammad Saw diutus ke Dunia ini untuk mengabarkan bahwa kekristenan adalah kesesatan yang keji. Islam merupakan lembaga kedua di muka bumi ini setelah Yahudi yang membantah bahwa Jesus adalah Tuhan, karena bukti dan ayat Tuhan untuk menyatakan hal itu memang tidak ada di kolong langit ini.

b. Di luar Alquran, Muhammad Saw pun sudah banyak menyatakan Alhadis yang menerangkan bahwa mempercayai Isa Almasih as sebagai Tuhan adalah sesat dan kafir. Di dalam suatu Alhadis, Muhammad Saw bersabda,

  • “Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah tiada sekutu baginya, Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, Isa adalah hamba dan utusan-Nya kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta merupakan salah satu ruh ciptaan-Nya, surga adalah haq dan neraka adalah haq, maka akan Allah masukkan dia ke dalam surga sesuai dengan amalannya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
  • “Janganlah kalian melampaui batas dalam memujiku seperti dilakukan Nashara terhadap Isa bin Maryam. Aku hanyalah seorang hamba, maka ucapkanlah oleh kalian: Hamba Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Al-Bukhari).

c. Lebih lanjut lagi, dikisahkan bahwa Muhammad Saw seringkali mengISLAMkan hamba-hamba lain yang sebelumnya adalah Kristen. Seperti misalnya kisah Pangeran Dihyat yang berlatar belakang Kristen, datang kepada Nabi Muhammad Saw untuk diislamkan.  Jadi, kalau Muhammad Saw dan Islam mengakui bahwa Kristen merupakan agama yang benar, kalau Jesus memang Tuhan, maka mengapa Muhammad mengislamkan banyak manusia, seperti Pangeran Dihyat ini? Dengan mengislamkan orang-orang Kristen ini, maka Muhammad Saw telah memberi tanda dan penegasan bahwa Islam dan Muhammad sama sekali tidak pernah memberi pengakuan bahwa Jesus adalah Tuhan dan juruselamat.

d. Muhammad Saw dan para sahabatnya tidak pernah pergi ke Gereja untuk beribadah. Ini menunjukkan bahwa Muhammad Saw dan risalah yang dibawanya yaitu Islam sama sekali tidak mengakui dan meyakini bahwa Jesus adalah Tuhan. Bahkan kebalikannya, Muhammad Saw dan para sahabatnya selalu menyerukan agar seluruh orang Kristen berhenti mempertuhankan Jesus, dan supaya segera menjadi jemaah Masjid, yang artinya menjadi Muslim.

e. Tidak dapat dihindari pula untuk membahas bahwa Muhammad Saw dan para sahabatnya kerap keluar berperang untuk melawan orang Kristen, karena orang itu adalah orang yang mempertuhankan Jesus.

f. Kalau lah memang benar bahwa Islam yang sejati mengajarkan bahwa Jesus adalah Tuhan; kalaulah Alquran dan Alhadis yang sejati sebenarnya mengajarkan bahwa Jesus adalah Tuhan, seharusnya Muhammad Saw sudah menyatakan hal itu secara amat jelas SEJELAS-JELASNYA. Kalau lah memang benar bahwa Allah di dalam Alquran mengajarkan bahwa Jesus adalah Tuhan maka mengapa Muhammad Saw tidak menyatakannya sejak awal? Mengapa Muhammad Saw dan para sahabatnya tidak mengajarkan masyarakat Mekah kala itu untuk beribadah di Gereja dan membawa salib kemana-mana?

Apakah susahnya bagi Muhammad Saw untuk menyatakan di dalam bahasa yang jelas dan tegas bahwa Jesus adalah Tuhan, kalau memang Jesus adalah Tuhan? Faktanya Muhammad Saw dan para sahabatnya tidak pernah menyatakan hal demikian. Hal itu berarti Islam, Muhammad, Alquran dan Alhadis tidak pernah mengajarkan bahwa Jesus adalah Tuhan. Dan dengan demikian menyatakan Jesus adalah Tuhan merupakan suatu dosa besar yang akan dikutuk buat selama-lamanya.

Tidak pernah dan tidak mungkin Muhammad Saw menyembunyikan risalah Allah Swt. Jadi kalau pun Allah Swt menghendaki seluruh manusia mempertuhankan Jesus dan hal itu sudah Allah Swt sampaikan kepada Muhammad Saw, pastilah Muhammad sudah menyampaikannya kepada seluruh pengikutnya; tidak mungkin Muhammad mengkorupsi pesan Allah – kalau pesan Allah memang seperti demikian. Dan kalau saja Muhammad memang mengkorupsi pesan Allah, pasti sudah sejak awal Allah mengutuk Muhammad.

Kesemua ini menandakan bahwa Muhammad Saw sama sekali tidak pernah mengajarkan bahwa Jesus adalah Tuhan selain Allah Swt. Maka dari itu, adalah sesat kalau ada Muslim yang beralih menjadi karoSetan karena ia berkeyakinan bahwa Islam dan Muhammad Saw menganjurkan umat manusia untuk hal itu.

Keenam. Apakah tidak ada ayat di dalam Alquran yang membantah bahwa Jesus adalah Tuhan?

Banyak ayat Alquran yang menyatakan bahwa kekristenan adalah sesat dan terkutuk, yang mana itu artinya bahwa memperpercayai Jesus sebagai Tuhan adalah kekejian dan kesesatan serta merupakan suatu dosa terbesar yang akan diganjar dengan Neraka buat selama-lamanya. Inilah ayat-ayat Alquran yang menegaskan bahwa mempercayai Isa Almasih as sebagai Tuhan (artinya menjadi orang Kristen atau murtad) merupakan dosa terkutuk:

Surah Maryam: 30,

Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi”.

Az Zukhruf: 59,

Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israel.

Ash-Shaff: 6,

Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.

Surah An-Nisaa: 171,

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

An-Nisa: 172,

“Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.

Al-Maidah: 116,

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah”? Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib”.

QS. Al-Maaidah 5: 72,

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:”Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata:”Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

Al-Maaidah 5: 73,

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:”Bahwanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Ilah (yang kelak berhak disembah) selain Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

Ali ‘Imran: 59,

“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah. Kemudian Allah berfirman kepadanya: ‘Jadilah (seorang manusia).’ Maka jadilah ia”.

Maryam: 35,

“Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka hanya berkata kepadanya: “‘Jadilah’, maka jadilah ia”.

Yunus 10: 68,

“Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata:”Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”

Al-Ikhlaash 112: 3,

“Dia (Allah) tidak beranak dan tiada pula diperanakkan”.

Al-Jin 72: 3,

“dan bahwasannya Maha Tinggi Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.”

Surah An-Nisaa’ 4: 157,158,

Dan karena ucapan mereka:”Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Ayat-ayat Alquran di atas dengan jelas mengindikasikan bahwa mempertuhankan Jesus atau Isa Almasih as merupakan suatu dosa dan kekafiran terbesar yang dikutuk oleh Allah Swt buat selama-lamanya. Dan kalau ada seseorang yang sudah terlanjur memperkatakan Jesus sebagai Tuhan, maka wajiblah baginya untuk bertobat dan kembali ke ajaran Islam dan Alquran untuk menyatakan bahwa Nabi Isa Almasih as atau Jesus hanya lah Nabi dan manusia biasa.

Jadi kalau ada seorang Muslim atau Kristen yang berfikiran bahwa Alquran dan Islam mempunyai nubuat bahwa Jesus adalah Tuhan, maka sebenarnya orang itu terlalu cepat mengambil kesimpulan sehingga terjerumus kepada dosa yang justru sebenarnya dipantangkan sekali oleh Alquran dan Islam.

Demikian, ketika seorang Muslim menemukan ayat Alquran,

“Dan sesungguhnya ISA ALMASIH itu benar-benar memberi pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu dan ikutilah Aku. Ini lah jalan yang lurus. Az Zukhruf 43:61.

Tiba-tiba dia berfikir bahwa Alquran menganjurkan seluruh Muslim untuk mempercayai bahwa Nabi Isa Almasih as adalah Tuhan, sementara Alquran sendiri mempunyai banyak ayat yang mengajarkan bahwa mempertuhankan Almasih merupakan suatu dosa besar.

Ketujuh. Banyak hal yang membuktikan bahwa Muhammad Saw adalah Nabi Allah Swt.

Muhammad Saw adalah Rasul yang diutus ke Dunia ini yang salah satu risalahnya adalah membantah keyakinan orang karoSetan bahwa Jesus adalah Tuhan.

Muhammad Saw membantah ketuhanan Jesus sambil membuktikan bahwa dirinya memang seorang Rasul utusan Allah Swt; dan dengan demikian bantahannya adalah benar dan suci. Dengan tegas Muhammad Saw berkata bahwa seluruh manusia wajib mengembalikan kesucian Allah Swt dengan tidak mempersekutukanNya dengan yang lain, termasuk Jesus.

Karena Muhammad Saw seorang Nabi, maka banyak hal yang membuktikan bahwa Muhammad Saw seorang Nabi karena di belakangnya ada Allah Swt Yang mengutusnya.

Muhammad Saw telah bernubuat bahwa suatu saat Allah Swt akan memendekkan jarak di muka bumi ini, karena pada masanya manusia membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bepergian. Dan kalau Allah telah mempersingkat jarak tersebut, maka manusia hanya akan membutuhkan waktu di dalam hitungan jam untuk sampai ke tempat tujuannya.

Dan terbukti bahwa nubuat ini menjadi kenyataan. Umat Muhammad Saw telah menemukan pesawat, kereta api, mobil, kapal laut bermesin unggul yang membuat manusia dapat berada di tempat lain hanya di dalam waktu yang amat singkat. Ini membuktikan bahwa Muhammad Saw memang seorang Nabi Tuhan karena nubuatnya memang terbukti. Baca di sini,

https://islamthis.wordpress.com/2012/07/17/ramalan-muhammad-mendekatkan-jarak/

Muhammad Saw mengajarkan bahwa Muslim harus menghadap kiblat / Kabah pada saat shalat. Menghadap kiblat berarti membutuhkan ketepatan arah supaya arah sujud tidak melenceng ke tempat lain. Dan biasanya akan muncul masalah kalau seorang Muslim harus shalat di suatu tempat yang jauh dari Kabah dan tempat itu bergunung-gunung, apakah arah kiblatnya akan tepat menuju Kabah yang di Mekah.

Muhammad Saw pada suatu kisah memerintahkan sahabatnya untuk pergi ke Yaman dan membangun Masjid dengan memberi petunjuk di dalam hal penentuan arah kiblat dari Masjid tersebut. Kalau dilihat secara manual dan sederhana, maka mustahil Muhammad Saw atau siapa pun untuk dapat menentukan arah kiblat di tempat tersebut secara tepat dan benar. Namun ternyata arahan dan petunjuk Muhammad Saw kepada sang sahabat TIDAK MELENCENG SAMA SEKALI karena terbukti melalui satelit bahwa arah kiblat yang diajarkan Muhammad Saw dari Masjid tersebut adalah benar dan akurat. Ini membuktikan bahwa Muhammad Saw memang seorang Nabi yang diutus Allah Swt. Baca di sini,

https://islamthis.wordpress.com/2012/11/05/satelit-canggih-membuktikan-kebenaran-muhammad/

Pada masa Muhammad Saw, Turki merupakan Negeri yang berada di dalam kekuasaan Kristen, padahal Turki merupakan kampung halaman para Nabi Tuhan. Oleh karena itu sebenarnya Turki adalah milik Islam, dan jangan sampai menjadi milik bangsa kafir yang keji.

Dikisahkan bahwa Muhammad Saw bernubuat bahwa suatu saat Turki akan jatuh ke pangkuan Islam melalui penaklukan seorang penguasa Muslim yang saleh, dan lebih lanjut Muhammad Saw memberi gambaran mengenai penakluk Muslim yang akan menaklukkan Turki supaya jatuh ke pangkuan Islam.

Beberapa abad kemudian nubuat tersebut terbukti dan tepat seperti yang digambarkan Muhammad Saw. Ini menandakan bahwa Muhammad Saw memang seorang Nabi Tuhan, karena kalau bukan Nabi Tuhan maka mengapa Muhammad Saw selalu memberikan nubuat yang terbukti benar? Baca di sini,

https://islamthis.wordpress.com/2012/06/12/jatuhnya-konstantinopel-berdasarkan-nubuat-muhammad-saw/

Di luar itu, Alquran juga mengabarkan nubuat-nubuat yang ternyata seluruh nubuat tersebut terbukti benar secara ajaib. Ini menandakan bahwa Muhammad memang Nabi Tuhan, karena membawa kitabsuci yaitu Alquran yang nubuat-nubuatnya selalu benar. Baca di sini,

https://islamthis.wordpress.com/2011/12/05/muhammad-memang-nabi-sejati/

Kesimpulannya adalah, Muhammad Saw memang seorang Nabi yang membawa agama Allah Swt, yang salah satu tujuannya adalah supaya agama / risalah Allah sebelumnya yaitu Kristen dan Yahudi disempurnakan di dalam Islam. Fakta ini membawa konsekwensi lain yang lebih tegas lagi, yaitu bahwa kekristenan adalah sesat dan keji, yang mana itu berarti mempercayai Jesus sebagai Tuhan merupakan kesesatan dan dosa besar.

Singkat kata, tidak mungkin Alquran dan Muhammad Saw dengan Islam MEMBENARKAN bahwa Jesus adalah Tuhan. Dan tidak benar bahwa Alquran mau pun Muhammad Saw mengajarkan umat manusia untuk menyembah Jesus sebagai Tuhan.

Nubuat-nubuat Muhammad Saw terbukti dengan gilang-gemilang. Hal itu menandakan bahwa Muhammad Saw memang seorang Nabi yang diutus Tuhan untuk seluruh umat manusia. Dan karena Muhammad Saw memang seorang Nabi Tuhan, berarti seruan Muhammad adalah benar, bahwa Jesus bukanlah Tuhan sama sekali, bahwa Jesus hanya lah manusia dan Nabi biasa yang diutus Allah Swt untuk bangsa Israel.

Kedelapan. Harus jujur, bahwa ayat Alquran mau pun Alhadis yang di-klaim pihak Kristen sebagai pembenaran ketuhanan Almasih, sebenarnya tidak mutlak harus ditafsirkan sebagai pembenaran akan ketuhanan Jesus

Orang Kristen terlalu jauh di dalam hal memberi penafsiran atas beberapa ayat Alquran mau pun Alhadis sebagai pembenaran akan ketuhanan Jesus. Harus diakui bahwa Alquran mau pun Alhadis tidak mempunyai satu huruf pun untuk mendukung bahwa Jesus adalah Tuhan. Kebalikannya, Alquran dan Alhadis mempunyai ayat dan kalimat yang menegaskan bahwa Jesus bukanlah Tuhan sama sekali.

Kalau ada orang Kristen yang merasa bahwa ada ayat Alquran mau pun Alhadis yang mengajarkan bahwa Jesus adalah Tuhan ………….., atau kalau ada seorang Muslim yang murtad karena merasa ada ayat Alquran mau pun Alhadis yang berseru bahwa Jesus adalah Tuhan, maka sebenarnya orang itu tidaklah melihat esensi Alquran, Alhadis mau pun Islam secara keseluruhan, melainkan hanya berpatokan kepada hawa nafsu dan subjektivisme-nya belaka, pra-sangkanya belaka. Orang itu hanya terlalu ingin untuk mengambil jalan mudahnya saja dan menolak untuk berfikir panjang dan komprehensif.

Kaum Muslim sendiri yang merupakan pemilik sah dan alami atas Alquran mau pun Alhadis, tidak pernah berfikir bahwa ada ayat-ayat mau pun Alhadis tertentu yang mengindikasikan ketuhanan Jesus, karena menurut pandangan kaum Muslim, ayat-ayat Alquran mau pun Alhadis dimaksud mempunyai makna dan interpretasi yang jelas bahwa Jesus sebenarnya bukanlah Tuhan. Sementara kalau ada orang Kristen atau Muslim murtad menganggap bahwa ayat dimaksud merupakan indikasi bahwa Jesus adalah Tuhan, maka anggapan si orang Kristen itu sebenarnya hanya berdasarkan pra-persepsi kekristenan yang melenceng terlalu jauh ke ranah Islam.

Ayat-ayat Alquran mau pun Alhadis yang membicarakan Jesus, hanya lah membicarakan bahwa Jesus adalah Nabi biasa dan manusia biasa; ia suci, sebagaimana sucinya Nabi lain. Anugrah apa yang Allah berikan kepada Jesus, adalah juga diberikan kepada Nabi lain. Oleh karena itu kalau ada ayat Alquran mau pun Alhadis yang menegaskan keistimewaan Jesus, tidak serta merta berarti bahwa keistimewaan itu dikhususkan kepada Jesus saja, dan membuatnya menjadi layak disembah di samping Allah Swt. Tidak perlu Allah mengisahkan secara lengkap bahwa seluruh Nabi di samping Jesus juga mendapatkan keistimewaan. Cukuplah kecerdasan umat yang menyatakan demikian.

Kesembilan. Kalau ada Muslim mau pun karoSetan yang melihat beberapa ayat Alquran membenarkan ketuhanan Jesus, maka bukankah berarti keseluruhan Alquran dan Alhadis dan kerasulan Muhammad adalah benar?

Ada hal penting yang harus tuntas dibicarakan mengenai klaim pembenaran Jesus di dalam Alquran mau pun Alhadis.

Orang Kristen mau pun Muslim yang hendak murtad kerap menggunakan ayat Alquran mau pun Alhadis untuk membenarkan bahwa Jesus adalah Tuhan. Dengan demikian si Muslim ini berpindah menjadi orang Kristen, atau, si Kristen ini semakin kukuh dengan keyakinannya bahwa mempertuhankan Jesus lah (agama Kristen) yang benar, karena adanya ayat Alquran mau pun Alhadis yang mendukung hal itu.

Dan menurut perpektif Kristen, Islam adalah sesat dan keji. Alquran dan Alhadis adalah sesat dan keji. Muhammad Saw pun sesat dan keji. Dan kalau demikian, maka artinya Alquran dan Alhadis adalah sesat dan keji sehingga tidak dapat dijadikan rujukan; demikian pandangan orang Kristen mau pun kaum murtadin (Muslim yang murtad).

Namun tidakkah aneh kalau ada seorang Kristen (dan antara lain ini khususnya sang Muslim yang murtadin) yang berpandangan demikian? Di satu pihak si Muslim menjadi murtad karena berkeyakinan bahwa ada ayat Alquran mau pun Alhadis yang menubuatkan bahwa ketuhanan Jesus adalah benar. Ini menandakan bahwa Alquran mau pun Alhadis adalah benar dan suci; maka dari itu si Muslim itu patuh kepada ayat Alquran mau pun Alhadis tersebut (yaitu murtad). Namun kemudian ketika ia menjadi Kristen, dengan serta merta ia menyatakan bahwa Alquran dan Alhadis adalah sesat dan keji.

Kalau Alquran dan Alhadis adalah sesat dan keji, maka mengapa ia menjadi penganut Kristen? Bukankah ia menjadi Kristen (murtad) lantaran ia berpatokan kepada ayat Alquran dan Alhadis yang ia anggap benar, bahwa Jesus adalah Tuhan?

Kalau ada satu ayat Alquran (mau pun satu potong Alhadis) yang dianggap benar (yaitu di dalam hal membenarkan ketuhanan Jesus), maka implikasinya adalah seluruh ayat Alquran dan seluruh Alhadis adalah benar. Otomatis itu berarti Islam adalah benar. Tidak mungkin untuk menyatakan bahwa hanya satu-dua ayat Alquran saja yang benar, sementara ayat yang lain yang jumlahnya ribuan, adalah salah. Tidak mungkin untuk menyatakan bahwa hanya ayat Alquran yang membenarkan ketuhanan Jesus saja yang benar, sementara ayat Alquran yang lain yang membantah ketuhanan Jesus adalah ayat palsu bikinan Muhammad Saw.

Kalau satu ayat Alquran adalah benar, implikasinya adalah bahwa seluruh ayat Alquran adalah benar. Begitu juga kebalikannya, bahwa kalau satu ayat Alquran adalah salah maka implikasinya adalah seluruh ayat Alquran adalah salah. Itulah pendirian yang berwibawa dan adil. Namun orang Kristen dan murtadin telah melampaui batas di dalam berfikir mengenai ayat Alquran dan Alhadis ini.

Kalau satu ayat Alquran salah, maka salahkanlah semua ayatnya, termasuk ayat Alquran yang disinyalir membenarkan ketuhanan Jesus. Realisasinya, jangan pertuhankan Jesus. Dan kalau satu ayat Alquran adalah benar, maka benarkanlah seluruh ayat Alquran (dan juga Alhadis), termasuk ayat yang membantah bahwa Jesus adalah Tuhan. Realisasinya, jangan pertuhankan Jesus di samping Allah Swt.

Sudah jelas perbuatan kaum Kristen dan murtadin yang mempertuhankan Jesus atas dasar nash Alquran mau pun Alhadis merupakan tindakan yang tidak berdasar sama sekali, dan tidak berwibawa. Pihak Kristen dan murtadin harus memikirkan ulang keputusan mereka untuk terus merasa ajaib terhadap ketuhanan Jesus kalau keputusan mereka itu adalah atas dasar nash Alquran dan Alhadis.

Ingatlah, bahwa Alquran dan Alhadis justru mempunyai banyak kalimat dan formula yang mengutuk mempertuhankan Isa Almasih as ini. Dan itulah yang merupakan kebenaran, dan sekaligus ayat-ayat itulah yang menjiwai ayat-ayat Alquran mau pun Alhadis yang diklaim Kristen dan murtadin sebagai pembenaran atas ketuhanan Jesus.

Kesepuluh. Kebalikannya, Alkitab mempunyai ayat-ayat yang menubuatkan bahwa Muhammad Saw memang Rasul yang Allah dan Isa Almasih as janjikan.

Daripada memikirkan dan mengklaim bahwa ada ayat-ayat Alquran mau pun Alhadis yang membenarkan bahwa Jesus adalah Tuhan – sehingga pindah agama ke Kristen, maka adalah lebih baik untuk mulai mempertimbangkan, bahwa justru Alkitab mempunyai banyak ayat yang mengindikasikan bahwa kedatangan Muhammad Saw sudah Allah janjikan sejak lama. Seluruh Nabi di dalam Alkitab dan juga Nabi Isa Almasih as sebenarnya sudah mengetahui kedatangan Muhammad Saw yang Allah janjikan ini. Bahkan tugas seluruh Nabi Alkitab adalah untuk mengabarkan bahwa akan datang Nabi terakhir dan sekaligus penutup rangkaian Nabi-Nabi, dan Nabi itu adalah Nabi Muhammad Saw. Maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa Islamlah agama yang benar, karena Nabinya saja sudah dinubuatkan di dalam Alkitab. Baca di sini,

  1. https://islamthis.wordpress.com/2013/04/09/memperbandingkan-muhammad-dengan-musa-dan-jesus/
  2. https://islamthis.wordpress.com/2013/04/09/misteri-muhammad-dalam-alkitab/
  3. https://islamthis.wordpress.com/2013/04/08/nubuat-datangnya-nabi-muhammad-di-dalam-veda-hindu/
  4. https://islamthis.wordpress.com/2013/04/08/nabi-muhammad-dalam-alkitab-kidung-agung/
  5. https://islamthis.wordpress.com/2013/04/05/muhammad-dalam-injil-kanonik/
  6. https://islamthis.wordpress.com/2013/04/05/muhammad-dalam-taurat-israel/
  7. https://islamthis.wordpress.com/2013/04/04/inilah-injil-yang-mengabarkan-muhammad/
  8. https://islamthis.wordpress.com/2013/04/04/kenabian-muhammad-dalam-alkitab/
  9. https://islamthis.wordpress.com/2013/04/04/muhammad-dalam-perjanjian-baru/
  10. https://islamthis.wordpress.com/2013/04/04/isyarat-muhammad-dalam-alkitab/
  11. https://islamthis.wordpress.com/2013/04/04/nubuat-muhammad-dalam-alkitab/
  12. https://islamthis.wordpress.com/2013/04/03/nubuat-kitab-keluaran-untuk-muhammad/

 

Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah, Ajaran Kristen itu sendiri, apakah mulia, luhur dan agung?

Kedua umat, yaitu Muslim dan orang Kristen harus menyadari, bahwa Islam dan Kristen merupakan dua agama yang saling bertolak belakang, khususnya di dalam hal ajaran moralitas. Kedua agama memang mengajarkan jalan ke Surga, namun bukankah moralitas yang melandasi kedua agama tersebut jauh berbeda?

  • Islam mengajarkan anti sekulerisme, sementara Kristen mendukung sekulerisme.
  • Islam mengajarkan anti-aurat (anti-pornografi), sementara Kristen merestui buka-bukaan aurat alias pro-pornografi
  • Islam mengajarkan anti-berhala, sementara Kristen memuja berhala.
  • Islam mengajarkan anti-riba, sementara Kristen merestui riba.
  • Islam mengajarkan anti-mabukmabukan, sementara Kristen merestui mabukmabukan.
  • Islam mengajarkan anti-makan-bangkai, sementara Kristen menghalalkan makan daging bangkai.

Untuk lebih jelas, silahkan baca di sini,

https://islamthis.wordpress.com/2012/03/14/kekejian-yang-dihasilkan-trinitas-jesus/

Oleh karena itu apakah masih ada Muslim yang berminat untuk menjadi orang Kristen, sehingga menjadi begitu bejad dan tidak bermoral, karena Kristen sendiri adalah agama yang mengajarkan anti-moral? Sementara kalau seseorang tetap menjadi Muslim, maka ia akan menjadi manusia yang agung, bersih dan higienis.

Agung, karena ia menjauhi bugilmassal, menjauhi mabukmabukan, menjauhi riba, menjauhi sekulerisme, dan menjauhi berhalaisme.

Bersih, karena ia selalu mandi, selalu berwudhu, selalu menjauhi najis, selalu mengganti pakaiannya perhari.

Higienis, karena ia selalu makan makanan yang sehat, bukan bangkai, selalu memperhatikan aspek halal dan haram, dan selalu memasak makanannya hingga matang sempurna.

Keseluruhan hal itu tidak ada di dalam Kristen.

Pada akhirnya, apakah memang benar bahwa Kristen merupakan agama yang berasal dari Tuhan? Agama Tuhan yang mana yang mengajarkan pro-pornografi? Agama Tuhan yang mana yang mengajarkan makan riba? Agama Tuhan yang mana yang mengajarkan makan bangka?

Radhitubillahi robba …… (aku reda Allah adalah Tuhanku).

Wabil islaami diina ….. (dan aku reda bahwa Islam adalah agamaku).

8 Responses

  1. Janganlah kita saling menghakimi,karena sesungguhnya Allah yang hidup adalah Hakim yang adil. Agama bukanlah sesuatu yg harus di agung2 kan atau dipermuliakan. Inti dari semua ini adalah semua orang memeluk suatu agama demi mencari jalan yg lebih baik dlm hal ini “keselamatan pribadi”. Oleh krn itu kita tdk bisa melarang seseorang utk masuk agama tertentu atau pindah dari agama satu ke agama yg lain. Itu adalah hak setiap manusia yg di berikan Allah kepada semua mahluk ciptaanNya. Janganlah kita menempatkan diri kita sebagai Allah dengan menghakimi orang lain karena itu hak prerogatif Allah! Agama adalah keyakinan kita secara pribadi kepada apa yg kita yakini benar. Agama adalah masalah pribadi,bukan kelompok atau golongan. Pertentangan yg terjadi saat ini adalah suatu kesalahan besar dari semua pihak dlm hal ini agama2 yg berselisih paham, yg akhirnya menjastifikasi bahwa ini yg benar itu salah dan sebaliknya. Apakah kita menyadari posisi kita hai saudara2 ku? kita bukanlah Allah yg berhak utk itu..biarlah yg islam masuk kristen atau yg kristen masuk islam, itu hak mereka masing2 untuk mencari jalan yg lebih baik menuju ke surga. Biarlah ini jadi bahan renungan bagi kita semua. Tks

  2. Assalamualaikum saudara-saudara muslim di blog ini…Agama yang benar adalah Islam..itulah Agama yang lurus di sisi Allah Aza wa Jalla

  3. QS. Al-Maaidah 5: 72,

    Sesungguhnya telah KAFIRLAH orang-orang yang berkata:”Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata:”Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

    kafir kristen kl mrk waras sebenarnya ga usah banyak2 ayat mereka cukup kutip 1 ayat ini saja unt membatalkan Yesus tuhan, kalian kafir kristen terlanjur ngunyah dogma mknya buta mata hati.

  4. Sesungguhnya orang orang kafir itu kamu peringatkan atau tidak, sama saja bagi mereka, mata hati mereka telah tertutup, mereka sesat seperti binatang bahkan lebih sesat lagi…

  5. Kalau ingin menafsirkan alquran dan hadist jgn terlihat asal asalan, pelajari juga asbabun nuzul nya atau tanya kepada ahli tafsir (mufassir) dan ahli hadist (muhadist). Yang anda lakukan hanya perilaku kekanak kanakan dalam menafsirkan alquran. Kalau ingin pelajari alquran tolong tanyakan kepada ahlinya, bukan kepada pendeta anda… Thanks

  6. Jadi supaya tidak terjadi kekeliruan maka semua orang harus tahu!
    Agar dapat membedakan kedua nama tersebut dari sudut pandang yang “Hak”. Siapa nabi Isa dalam Al Quran ? Siapa Yesus Kristus dalam Injil ?

    Karena Allah Maha Tahu “Yang HAK”.
    Maka tidak ada satupun ayat dalam Al Quran yang menyatakan bahwa nabi Isa akan datang lagi diakhir zaman, dan tidak satupun ayat Al Quran yang menyatakan dengan tegas bahwa nabi Isa disalib !

    Hal itu disebabkan bahwa yang “berHak” atas peristiwa penyaliban sesungguhnya yang telah terjadi dan yang “berHak” datang kembali ke dunia pada peristiwa akhir zaman nanti yaitu sosok yang hanya bernama Yesus Kristus yang tertulis di Injil Kristus!

    Sebab nama “Isa” adalah nama samaran sebagai tokoh pembawa Injil di dalam Al Quran, karena nama tersebut munculnya
    600 tahun setelah era Yesus Kristus di jazira arab !
    Maka jelas kisah “Isa dalam Al Quran” bukan kisah nyata dari kisah asli Yesus Kristus yang merupakan “tokoh utama”
    dalam kisah nyata tersebut !

    Karena kedua nama tersebut menyinggung tentang “Kitab Injil”.
    Maka kita harus tahu masing-masing dari kedua nama tersebut yaitu: Nama siapakah “yang berhak” atas wewenang ke-Illahian ? Nama siapakah pelaku sejarah yang sesungguhnya ?

    Ketidaktahuan itulah merupakan akar permasalahan yang menimbulkan kekeliruan sudut pandang para pembaca Al Quran
    terhadap umat Kristen, sehingga menimbulkan perselisihan antara umat Islan dan Kristen di dunia sampai hari ini.

    Lihat: http://siapaisa.blogspot.com/
    ==================

    Islamthis,
    hahahaha hahahaha …

    orang karosetan memang kacau …..

    ngomong kok tambah ngacok!!!!

    hahahahhaa ….

    • Jikalau penulis menyimpulkan semua Kristen ajarannya sama saja, tanpa menyelidiki terlebih dahulu, apa bedanya jika saya menyatakan Islam itu teroris (isis)?? apakah anda senang jika saya katakan Islam itu Agama pembunuh tak bermoral, Islam itu ISIS???
      =========

      Islamthis,
      Perbedaan dalam kristen adl perbedaan tepat pada bagian fundament nya, yaitu pada bagian theologi, aqidah dan ketuhanan. Semua kristen mengaku mempertuhankan jesus, jesus sbg penebus dosa, dan jesus mati disalib. Jadi kalau satu kristen adl salah, maka salah jugalah semua kristen, krn theologi dan aqidah mrk semuanya sama.

      Dalam islam, terorisme bukan bagian theologia dan aqidah nya. Terorisme dlm islam hanya masalah beda tafsir mengenai kaum kafir.

      Jadi kalo satu grup islam mengamalkan terorisme, maka jangan samaratakan ia dg grup islam lainnya, krn terorisme bukan bagian theologia nya.

      Harap dicermati dg baik. Terima kasih.

  7. Islam cari pembenaran pendapatnya dengan mengutip Alkitab, Kristen cari pembenaran pendapatnya dengan “nyomot” ayat2 Alquran,
    Aslinya masing2 sama2 gak benernya, kalo mau berargumen ya pake Kitabnya masing2 aja……..
    Kalo buat Kristen Yesus adalah Tuhan ya itu ajarannya.
    Kalo buat Islam Yesus bukan Tuhan ya gapapa, lagian di Alquran juga bukan Yesus kan namanya, tapi Nabi Isa AS. Sebagian orang2 Islam pun berpendapat kalo Yesus itu tidak sama dengan Nabi Isa AS.
    Tapi satu hal yg saya yakini baik Kristen dan Islam adalah dari Tuhan,
    trus jadinya mana yg paling benar??
    Silakan pikirkan, renungkan, selidiki Kitabnya, gunakan pikiran yang jernih dan hati yang jujur…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: