Nubuat Datangnya Nabi Muhammad Di dalam Veda Hindu

Nubuat Datangnya Nabi Muhammad Di dalam Veda Hindu

Berita di bawah ini saya kutip dari dari sekian banyaknya situs / blog yang mempublikasikan berita sebuah penelitian Dr. Zakir Naik, yang menemukan kaitan antara “Kalky Awatara” (di dalam weda), dengan sosok nabi Muhammad.

“Nabi Muhammad adalah nabi umat Hindu?”.

Nubuat Datangnya Nabi Muhammad saw di VEDA (sebenarnya itu sebuah pertanyaan, bukan pernyataan, tetapi akibat banyaknya “copas” maka berubahlah kutipan-kutipan itu menjadi “pernyataan”).

Kalimat itu pasti mengejutkan bagi kebanyakan umat Islam maupun umat Hindu, bahkan mungkin bagi umat di luar kedua agama itu. Betapa tidak, konsep dari dua agama itu sangat jauh berbeda. Mungkinkah nabi Muhammad saw adalah nabi dari kedua agama itu?

Jika dikatakan bahwa nabi Muhammad saw adalah juga nabi dari umat Yahudi & umat Kristen, mungkin banyak dari kalangan umat Islam akan setuju, mengingat dalam Alquran memang terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa kedatangan nabi Muhammad sebenarnya sudah diberitakan dalam kitabsuci pendahulunya, seperti Taurat dan Injil. Lima kitab awal dari kitab Perjanjian Lama Kristen adalah apa yang oleh umat Yahudi diakui sebagai Torah / Taurat / Pentatouch, yaitu kitabsuci Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Sedangkan 4 kitab awal dari kitab Perjanjian Baru Kristen diakui oleh umat Kristen sebagai kitab Injil, yaitu kitabsuci Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.

Sekalipun umat Islam menyatakan bahwa Taurat dan Injil yang diturunkan pada nabi Musa & nabi Isa adalah bukan yang diakui oleh umat Yahudi & Kristen sekarang, atau setidaknya sudah berubah / diubah dari aslinya, banyak para pakar ilmu Kristologi yang menyatakan bahwa dalam Taurat dan Injil yang diakui umat Yahudi dan Kristen sekarang inipun masih terdapat sisa-sisa ramalan kedatangan nabi Muhammad saw (sebenarnya sangat menarik untuk menampilkan argumentasi pembuktiannya, tapi hal itu bukan topik utama dari tulisan ini).

Jika umat Islam mempercayai ramalan nubuat datangnya nabi Muhammad saw dalam kitab Taurat dan Injil, bagaimana dengan kitab suci umat Hindu? Mungkinkah nabi Muhammad adalah seorang nabi yang kedatangannya sudah diramalkan oleh kitab suci umat Hindu? Itulah yang akan kita bahas di sini.

Sebenarnya dalam Alquran terdapat ayat-ayat yang dapat dijadikan acuan bahwa nabi Muhammad mungkin saja adalah juga seorang nabi umat Hindu yang ramalan kedatangannya terdapat dalam kitab-kitab suci umat Hindu. Di antaranya:

  • Dalam surat Asy-Syu’ara (26) ayat 196: “Dan sesungguhnya Alquran itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu”. Jadi dalam kitab-kitab sebelum Alquran juga terdapat wahyu Tuhan.
  • Dalam surat Fatir (35) ayat 24 dinyatakan bahwa tidak ada suatu kaum di masa lalu tanpa seorang pemberi peringatan.
  • Dalam surat Al-Ahzab (33) ayat 40 dinyatakan bahwa Muhammad adalah utusan Tuhan dan merupakan penutup para nabi (utusan terakhir).
  • Dalam surat Al-Anbiya (21) ayat 107 dinyatakan bahwa nabi Muhammad tidak diutus melainkan untuk seluruh semesta alam.
  • Dalam surat Saba’ (34) ayat 28 dinyatakan bahwa Tuhan mengutus Muhammad untuk seluruh umat manusia, pemberi kabar gembira, dan peringatan akan dosa, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
  • Juga dalam hadits Bukhari vol 1. dalam kitab Shalat bab 56 hadits no 429, nabi Muhammad bersabda: “Semua rasul yang diutus sebelumku hanya berlaku untuk umat/bangsanya saja, tapi aku diutus untuk semua umat manusia”.

Sekarang akan kita lihat dalam kitab suci agama Hindu.

Ada banyak kitab dalam agama Hindu yang diakui sebagai kitab suci mereka. Dari semuanya yang dianggap paling suci adalah kitab Veda (Weda). Bila di antara kitab-kitab itu ada yang bertentangan, maka yang harus menjadi rujukan utama adalah Weda yang juga masih terbagi lagi menjadi beberapa kitab. Kitab-kitab lain selain Weda adalah: Upanishad, Smriti, Dharma Sastra, Bhagavat Gita, Puranas, dan lain lain.

Ayat-ayat ramalan kedatangan nabi Muhammad

Disebutkan dalam Bhavisa Purana –> dalam Pratisarag Parv III, Khand 3, Adhyay 3, Shalokas 10 to 27:

Aryadarma akan tampil di muka bumi ini. ‘Agama kebenaran’ akan memimpin dunia ini. Saya diutus oleh Isyparmatma. Dan pengikut saya adalah orang yang berada di lingkungan itu, yang kepalanya tidak dikucir, mereka akan memelihara jenggot dan akan mendengarkan wahyu, mereka akan mendengarkan panggilan sholat (adzan), mereka akan memakan apa saja kecuali daging babi, mereka tidak akan disucikan dengan tanaman semak-semak / umbi-umbian tapi mereka akan suci di medan perang. Meraka akan dipanggil “Musalaman” (perantara kedamaian).”

Kalau anda baca tulisan di atas dengan baik, maka anda akan melihat bahwa ciri-ciri dari pengikut agama kebenaran yang disebutkan adalah ciri-ciri yang umum terdapat pada umat Islam.

Dalam Atharvaveda book 20 Hymn 127 Shlokas 1-14 disebutkan tentang Kuntupsuktas yang mengisyaratkan bahwa nabi Muhammad akan terungkap kemudian.

Mantra 1 mengatakan: ia akan disebut Narasangsa. “Nars” artinya orang, “sangsa” artinya “yang terpuji”.Jadi Narasangsa artinya: orang yang terpuji. Kata “Muhammad” dalam bahasa arab juga berarti: orang yang terpuji. Jadi Narasangsa dalam bahasa Sansekerta adalah identik dengan Muhammad dalam bahasa arab. Jadi Narasangsa adalah figur yang sama dengan nabi Muhammad. Ia akan disebut “Kaurama” yang bisa berarti: pangeran kedamaian, dan bisa berarti: orang yang pindah (hijrah). Nabi Muhammad adalah seorang pangeran kedamaian yang hijrah dari Makkah ke Madinah. Ia akan dilindungi dari musuh yang akan dikalahkannya yang berjumlah 60.090 orang. Jumlah itu adalah sebanyak penduduk Makkah pada masa Muhammad hidup yaitu sekitar 60.000 orang.

Mantra 2 mengatakan: ia adalah resi yang naik unta. Ini berarti ia bukan seorang bangsawan India, karena dikatakan dalam Mansuriti(11): 202 mengatakan bahwa Brahma tidak boleh menaiki unta atau keledai. Jadi tokoh ini jelas bukan dari golongan Brahmana (pendeta tinggi Hindu), tapi seorang asing.

Mantra 3 mengatakan: ia adalah “Mama Rishi” atau resi agung. Ini cocok dengan nabi agung umat Islam yaitu nabi Muhammad saw.

Mantra 4 mengatakan: ia adalah Washwereda (Rebb) artinya orang yang terpuji. Nabi Muhammad yang juga dipanggil dengan nama Ahmad adalah berarti juga “orang yang terpuji” yang terjemahan bahasa Sansekerta-nya adalah Rebb.

Beberapa ramalan lainnya:

Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21: 6 dinyatakan bahwa di sana disebutkan dengan istilah: “akkaru”yang artinya: “yang mendapat pujian”. Dia akan mengalahkan 10.000 musuh tanpa pertumpahan darah. Hal ini merujuk pada perang Ahzab yang mana Nabi Muhammad mengalahkan musuh yang berjumlah 10.000 orang tanpa pertumpahan darah.

Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21: 7 dinyatakan bahwa Abandu akan mengalahkan 20 penguasa. Abandu juga berarti seorang yatim atau seorang yang mendapat pujian. Ini mengarah pada nabi Muhammad yang seorang yatim sejak lahir dan arti kata Muhammad / Ahmad yang berarti yang terpuji, yang akan mengalahkan kepala-kepala suku dari suku-suku di sekitar Makkah yang berjumlah sekitar 20 suku.

Dalam Rigveda book 1 Hymn 53: 9 nabi dipanggil dengan sebutan “Suslama” yang artinya lagi-lagi adalah: orang yang terpuji yang merupakan arti dari nama Muhammad.

Dalam Samaveda Agni Mantra 64 dinyatakan bahwa ia tidak disusui oleh ibunya. Hal ini persis dengan nabi Muhammad yang tidak disusui oleh ibunya tapi oleh seorang wanita bernama Halimah.

Dalam Samaveda Uttararchika Mantra 1500 dinyatakan bahwa Ahmad akan dianugrahi Undang-undang abadi, yang jelas mengacu pada nabi Muhammad yang akan dianugrahi kitab suci Alquran. Tapi karena orang India yang berbahasa sansekerta tidak paham kata Ahmad, maka diterjemahkan menjadi “a” dan “mahdi” yaitu “saya sendiri”, jadi diartikan “saya sendiri yang menerima Undang-undang abadi”. Padahal seharusnya “Muhammad sendiri yang dianugrahi Undang-undang abadi”.

Nabi Muhammad diramalkan dengan nama Ahmad pada banyak bagian dalam kitab-kitab Weda. Juga diramalkan pada tak kurang dari 16 tempat yang berbeda dalam kitab weda dengan nama Narasangsa artinya adalah sama dengan arti dari nama Muhammad, yaitu “yang terpuji”.

Kalky Autar

Salah satu ramalan kedatangan nabi Muhammad yang sangat terkenal yang juga telah membuat seorang professor bahasa dari ALAHABAD University India mengajak kepada umat Hindu untuk segera memeluk agama Islam, adalah terdapatnya sebuah ramalan penting dalam kitab suci Hindu tentang kedatangan yang ditunggu-tunggu dari seorang Kalky Avtar (baca: autar). “av” artinya: turun. “tr”artinya melewati. Jadi arti kata Avtar adalah “diturunkan atau diutus untuk turun”. Kalky Avtar artinya adalah: “utusan terakhir”.

Pundit Vaid Parkash – sang professor (yang menulis buku berjudul “Kalky Avtar”), secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnya, sebenarnya nabi Muhammad adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual dalam agama Hindu.

Disebutkan dalam Nashpropesy, nabi Muhammad diramalkan dengan nama Kalky Avtar (Autar terakhir) dan Amtim Rishi. Sedangkan dalam kitab Puranas disebutkan tentang Kalky Autar dan kedatangannya. Di antara ayat-ayat yang menyebutkan adalah:

Dalam Baghavata Purana Khand 12 Adhyay 2 Shloka 18-20 disebutkan dalam rumah Visnuyashakan dilahirkan Kalky Avtar yang diramalkan akan menjadi penguasa dunia, yang terkenal dengan sifat2xnya yang baik & menonjol. Dia akan diberi tanda-tanda. Dia akan diberi oleh malaikat sebuah kendaraan yang cepat. Dia akan menaiki kuda putih sambil memegang pedang. Dia akan mengalahkan orang-orang  jahat dan dia akan terkenal di dunia.

Dalam Baghavata Purana Khand 1 Adhyay 3 Shloka 25 disebutkan akan ada juru selamat di rumah Visnuyash

Dalam Kalki Purana (2): 4 disebutkan bahwa di rumah Visnuyash pemimpin kampung Sambala akan lahir Kalki Avtar.

Dalam Kalki Purana (2): 5 disebutkan bahwa dia akan datang bersama para sahabatnya (4 orang sahabat) mengalahkan orang-orang jahat

Dalam Kalki Purana (2): 7 disebutkan bahwa dia akan dijaga oleh Malaikat di medan perang

Dalam Kalki Purana (2): 11 disebutkan bahwa dalam rumah Visnuyash dan dalam rumah SummatiKalki Autar akan lahir.

Dalam Kalki Purana (2): 15 disebutkan bahwa dia akan lahir pada tanggal 12 bulan pertama Madhop.

Semua ramalan yang disebut diatas tadi tiada lain merujuk pada nabi Muhammad saw. Penjelasannya demikian:

Di rumah Visnuyash berarti di rumah pengikut Vishnu (pengikut Tuhan) sedangkan ayah dari nabi Muhammad adalah bernama Abdullah yang artinya adalah pengikut Allah (pengikut Tuhan). Orang Islam menyebut “Allah” sebagai Tuhan, sedang orang Hindu menyebut “Vishnu” sebagai Tuhan. Jadi di rumah Visnuyash adalah di rumah Abdullah.

Summati dalam bahasa sansekerta artinya adalah orang yang sangat setia. Sedangkan ibunda nabi Muhammad adalah bernama Aminah yang dalam bahasa arab artinya juga orang yang setia.

Sambala bahasa Arabnya adalah tempat yang aman dan damai. Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah yang terkenal dengan nama “Darul Aman” yaitu tempat yang aman dan damai. Akan lahir di antara kepala suku Sambala, artinya bahwa nabi akan lahir di antara kepala suku di Makkah.

Dilahirkan pada tanggal 12 di bulan pertama Madhop. Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 rabiul awal.

Sebagai Amtim Rishi (resi terakhir). Nabi Muhammad adalah juga nabi terakhir dari deretan Nabi-Nabi yang dikirim Tuhan seperti yang terdapat pada QS. Al- Ahzab: 40.

Dia akan memperoleh bimbingan di atas gunung dan akan kembali lagi ke arah utara. Nabi Muhammad memperoleh wahyu pertamanya di gua Hira di Jabal Nur. Jabal Nur artinya Gunung Cahaya lalu kembali lagi ke Makkah.

Dia akan memiliki sifat-sifat yang sangat mulia. Persis seperti nabi Muhammad seperti terdapat pada QS. Al-Qalam: 14 “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur”.

Kalki Autar akan diberi 8 kemampuan spiritual, yaitu: bijaksana, punya kendali diri, keturunan yang terhormat, punya pengetahuan wahyu, pemberani, perkataannya bertarget kurikulum, sangat dermawan, dan sangat ramah. Semuanya adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh nabi Muhammad.

Dia akan diberi kendaraan yang sangat cepat oleh Shiva. Nabi Muhammad juga diberi bouraq yang sangat cepat oleh Allah yang membawanya ke langit dalam peristiwa Mi’raj.

Dia akan naik kuda putih dengan tangan kanannya memegang pedang. Nabi Muhammad juga ambil bagian dalam peperangan termasuk dengan menunggang kuda dan bertempur dengan memegang pedang dengan tangan kanannya.

Dia akan menjadi penyelamat umat manusia. Dalam QS. Faatir (35) ayat 24 dan QS. Saba (34) ayat 28 disebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah pembawa berita gembira dan peringatan bagi seluruh umat manusia, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Dia akan menjadi pembimbing ke jalan yang benar. Nabi Muhammad hidup pada jaman jahiliyah yang penuh kegelapan di mana ia membawa umatnya ke jalan yang terang benderang.

Dia akan dibantu oleh empat sahabat dalam menyebarkan misi. Kita tahu ada empat orang khalifah sahabat nabi yaitu: Sayyidina Abubakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Dia akan ditolong oleh Malaikat di medan pertempuran. Dalam perang Badr nabi Muhammad dibantu oleh para malaikat Allah seperti tersebut dalam QS. Ali Imran (3) ayat 123 & 125: “Jika kamu bersabar dan bertaqwa dan mereka menyerang kamu dengan seketika itu juga niscaya Allah menolong kamu dengan 5000 Malaikat  yang memakai tanda”. Juga QS. Al-Anfal ( ayat 9 yang berbunyi “…. sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut”).

Subhanallah..

Ternyata sekian banyak ayat tersebut (yang sebenarnya belum semuanya ditampilkan) yang meramalkan akan datangnya seorang nabi yang ditunggu-tunggu oleh umat Hindu, begitu cocok dengan gambaran nabi Muhammad, umat Islam, dan sejarahnya. Mungkin saja ini juga merupakan pembuktian yang diberikan Allah bahwa nabi Muhammad memang diutus Allah untuk seluruh umat manusia.

Hal ini juga dapat membuka diskusi yang menarik tentang agama Hindu, kitab suci umat Hindu, dan syariat-nya. Benarkah agama Hindu memang merupakan agama yang diturunkan oleh Allah jauh sebelum nabi Muhammad lahir? Kalau ya, apakah berarti umat Hindu bisa disebut “muslim”, atau juga bisa disebut “ahlul kitab”? Bagaimana sesungguhnya ajaran agama Hindu itu, dan sesuaikah dengan ajaran Islam? Bagaimana pendapat anda sendiri?

Access from,

http://hardyee.blogspot.com/2012/10/nubuat-datangnya-nabi-muhammad-saw-di.html

Access date 8 April 2013.

9 Responses

  1. Kedatangan hamba Allah
    “” “” “” “” “” “” “” “” “” ”
    ‘Atmak’ belum tentu berarti ‘yang ku junjung’ tapi itu sebenarnya nama

    penulisan Atmak adalah אתמך
    penulisan Ahmad adalah אחמד

    Dalam Yesaya 42:1, Allah berkata
    “Lihatlah, ‘Hambaku’ (diucapkan sebagai Abd-ee), ‘yang Ku junjung’ (diucapkan sebagai Atmak);

    Allah menubuatkan tentang kedatangan hamba-Nya
    Lihatlah Hambaku Ahmad (Yesaya 42:1) – dan begitu siapa Ahmad ini? disebut hamba Allah?

    Dia tidak lain adalah
    Abd-Allah Ahmad (Hamba Allah, Ahmad) – Nabi Muhammad saw

  2. Informasi untuk sanggahan dan penjelasan terhadap artikel di atas bisa disimak disini :

    dan disini :

  3. masalh nubuat VEDA tentang nabi Muhammad, banyak sekali kafir kristen yg sok2 komen ngaku2 org HINDU. ketahuan ha..haa…

  4. Subhanallah..cocoklogi yang sangat barokah

    ane akan sebarkan ke para bahluler hindu di seluruh penjuru negeri agar mereka menjadi mualaf rame2

    • Maaf sebelumnya Pak, kalau yang Anda maksud cocoklogi seperti itu, ini sudah salah besar karena yg disebut tadi adalah ramalan tentang Nabi Muhammad bukan Kalki Awatara, sesuai yg dikatakan Pak Vedanta Yoga tadi. Kalki Awatara akan datang di penghujung Kali Yuga (Jaman Kali, jaman serba terbolak balik, keburukan diagungkan, kebaikan tersingkir). Kali Yuga berlangsung lebih dari 100.000 tahun sedangkan tahun ini saja belum memasuki tahun Kali Yuga yg ke-10000. Apalagi, terciptanya Weda juga merupakan kehendak Tuhan bukan kehendak Nabi Muhammad dan tentu juga bukan kehendak Anda jadi kalau Anda berupaya melecehkan kami yg lebih percaya Weda maka Anda menentang kehendak Tuhan.
      Jika Anda tetap menggunakan cocoklogi itu sebagai dasar pendapat Anda, mohon maaf, bukan kami yg sesat (seperti yg Anda anggap) tapi Anda lah yg sesat. Terima kasih.

  5. saudara sesama muslim yg lain, berikanlah penjelasan yg baik dan sampaikanlah kepada mereka dengan hikmah(pengetahuan yg baik). janganlah kita yg muslim melecehkan sembahan-sembahan mereka, karena itu akan membuat hati mereka menjadi keras dan menolak kebenaran. islam adalah agama Rahmat Al Alamin(Kasih Sayang dan Kedamaian), semangat selalu untuk mengajak dalam hal kebaikan…

  6. Jaman Kali Yuga Yang Anda Maksud (umat hindu ) itu sudah terjadi di masa kelahiran nabi muhammad saw yang kami (umat islam) JAMAN JAHILIYAH Atau JAman KEBODOHAN Yaitu Sama Seperti Yang Anda Maksud Keburukan di agung agung kan dan kebaikan di abaikan dan nabi muhammad saw juga di sebut Nabi Akhir jaman

    • Jaman jahiliyah itu penghujung jaman? Kalau iya berarti kiamat udah lewat ya? Bagaimana mas farhan maulana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: