Inilah Bukti Jesus Raja Perang

Inilah Bukti Jesus Raja Perang

Awal abad keempat mungkin adalah salah satu masa paling penting dan penuh pergolakan dalam sejarah Gereja, khususnya Gereja di wilayah kekuasaan Romawi. Dimulai dengan penganiayaan sistematis atas Kaisar Diocletian di tahun 299. Kebijakan ini ternyata tidak berjalan lancar, terutama di Roma Barat. Sehingga akhirnya dibatalkan pada tahun 311.

Pada tahun 312, peristiwa penting lain terjadi. Saat itu terjadi perang saudara antara Kaisar Konstantin I dan Maxentius. Menjelang peperangan di Jembatan Milvian (di daerah utara kota Roma modern) pada tanggal 28 Oktober 312, Konstantin mendapat penglihatan. Dikisahkan oleh Eusebius bahwa Konstantin melihat tanda di langit yang menyerupai huruf Yunani kuno chi (Χ) dan rho (Ρ). Kedua huruf ini adalah dua huruf pertama dari kata “Kristus” dalam bahasa Yunani (Christos). Awalnya Konstantin tidak mengerti makna penglihatannya ini. Tapi di malam harinya, Konstantin bermimpi bertemu Yesus yang menyuruhnya memakai simbol-Nya untuk melawan musuhnya. Dari sini dikenal frase dalam bahasa Latin “In hoc signo vinces” yang artinya “dengan tanda ini engkau akan menang”. Konstantin pun kemudian menyuruh pasukannya untuk memasang simbol Kristus itu di setiap perisai mereka, dan berhasil memenangkan peperangan itu.

Peristiwa ini mengubah nasib dan perjalanan sejarah Gereja di Kekaisaran Romawi secara total. Setahun setelah peristiwa ini, Kaisar Konstantin (berkuasa atas Roma Timur) bersama dengan Kaisar Lisinius (pemimpin Roma Barat) mengeluarkan Edik Milano (Edict of Milan) pada tahun 313. Surat keputusan ini menformalkan toleransi terhadap semua agama di Roma, termasuk kekristenan. Sejak itu kekristenan menikmati perdamaian dan status yang terhormat. Bahkan pada tahun 380 kekristenan dijadikan agama negara oleh Kaisar Theodosius.

Access from,

http://gpbb.org/main/index.php?option=com_content&view=article&id=565:yesus-kristus-raja-sejati&catid=15:renungan-minggu-ini&Itemid=58

Access date 7 Pebruari 2013.

_______________________

Islamthis,

Kristen adalah agama kasih dan damai.

Jesus adalah Raja damai.

Jesus tidak pernah ajarkan perang, karena (sebaliknya) Jesus hanya ajarkan damai.

Itulah semboyan dan jargon yang dilafalkan oleh seluruh orang karoSetan secara fasih dan gegap gempita di seluruh kolong langit ini. Seluruh orang karoSetan berteguh pada keyakinan dan ajaran bahwa karoSetan tidak pernah ajarkan perang, karena Jesus, Tuhan mereka, tidak pernah ajarkan perang. Jesus hanya ajarkan kasih dan damai. Menurut orang karoSetan, Alkitab Perjanjian-baru tidak mempunyai perikop yang mengisahkan Jesus melancarkan perang atau kebencian kepada siapa pun. Justru Perjanjian-baru hanya mempunyai perikop yang menuturkan betapa Jesus adalah amat kasih dan pengampun. Seluruh orang karoSetan pasti akan menuturkan bahwa Jesus pernah ajarkan, ‘jika musuhmu menampar pipi kananmu, maka berilah pipi kirimu’, suatu ajaran yang benar-benar mengajarkan kerendah-hatian dan anti-perang alias anti-kekerasan, plus rela berkorban demi kedamaian.

Kebalikannya, kaum karoSetan, khususnya melalui begitu banyak portal internet mereka, geram sekali menghujat dan mengutuki Islam sebagai agama yang menyukai peperangan, karena menurut pandangan mereka, Muhammad Saw merupakan seorang Nabi yang selalu menggunakan perang untuk memaksa kaum kafir untuk menerima Islam sebagai agama mereka. Dan hal ini berlawanan sekali dengan Jesus, yang selalu dilukiskan sebagai antiperang, dan Raja damai untuk seluruh bumi.

Namun akhirnya, benarkah demikian?

Artikel di atas memaparkan kisah peperangan yang dimenangkan oleh suatu pihak (di dalam hal ini Kaisar Roma, Constantinus) lantaran Jesus ‘ikut campur’ dengan cara mendukung peperangan tersebut. Jesus menampakkan dirinya kepada Constantinus pada suatu mimpi, ketika sebelumnya Jesus mengirimkan tanda / huruf chi dan rho yang merupakan dua huruf pertama dari nama Kristus yaitu ‘cristus’, ke atas penglihatan mata Constantinus. Di dalam mimpi Constantinus itu Jesus berpesan, bahwa Constantinus harus membubuhi kedua huruf dari namanya itu di atas perisai setiap prajuritnya, dan kemudian Jesus berkata, ‘dengan tanda itu kau akan menang’ (in hoc signus vinces).

Bukankah ini menunjukkan bahwa Jesus mendukung terjadinya perang? Dan bukankah ini berarti Jesus menjadikan perang sebagai alatnya supaya agamanya (yaitu karoSetan) menjadi pemenang?

Kalau memang benar bahwa Jesus adalah anti-perang, dan bahwa Jesus adalah Raja damai untuk seluruh bangsa, maka mengapa Jesus mendukung dan ikut-campur di dalam pertempuran Constantinus? Apakah mungkin Jesus yang merupakan Raja damai, Tuhan yang penuh kasih, Tuhan yang anti perang, justru terlibat di dalam peperangan, dan bahkan memenangkan perang tersebut saat namanya digunakan? Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa perang tersebut menang karena dilancarkan DALAM NAMA JESUS.

Dengan demikian sudah tidak ada lagi bedanya antara Muhammad Saw dan Jesus, karena keduanya sama-sama menggunakan perang sebagai alat untuk memenangkan agamanya. Dan adalah tidak beralasan jika dikatakan bahwa karoSetan adalah agama kasih dan damai, karena Jesus sendiri ternyata mendukung perang. Pun di dalam Alkitab Perjanjian-baru, bertebaran banyak ayat yang mengindikasikan bahwa Jesus gemar memaksa manusia lain untuk turut dan tunduk pada kehendak Tuhan. Teramat jauh sekali untuk dapat dikatakan bahwa Jesus adalah Raja damai, mengingat Alkitab Perjanjian-baru mencatat ayat-ayat Jesus yang bernuansa kekerasan dan anti-toleransi.

Jesus memang Raja perang. Karena Jesus Raja peranglah, maka karoSetan menjadi pemenang dan menguasai imperium Romawi. Kalau memang benar bahwa Jesus adalah Raja damai, maka mustahil karoSetan menguasai Romawi.

5 Responses

  1. Perang akhir zaman nanti pasti 1000x lebih MANTAP, ak pingin ikut ah…..

  2. bagaimana manusia yang mengikut ajaran Yesus ? baca Lkitab dan dia menjadi baik, ketika mau menjalankan perintah di dalam injil.. sebaliknya ?? gmna dengan kitab yang lain ?? hahahah

  3. “Kamu menyangka, bahwa aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kataku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan” (Lukas2:51)

    itulah salah satu contoh ayat bible,
    Jemaat karosetan bego-bego Bible yang ditenteng itu ga pernah dibaca datang ke gereja cuma nyanyi-nyanyi doang,, dengar pujian-pujian, nyumbang terus pulang!!

  4. Apa untungnya bagi kalian menghina atau pun menjelekkan agama orang lain?
    Kita hanyalah manusia biasa yang memiliki pemikiran yang terbatas
    anda bukan Tuhan. Yang bisa menghakimi agama orang lain,sebab agama diciptakan oleh manusia itu sendiri
    Tuhan tetaplah satu,dialah yang berhak menghakimi kita semua.
    bukankah Tuhan inginkan perdamaian bukanlah pertentangan dan permusuhan
    bertobatlah karena kiamat sudah dekat

  5. Bible: yesus bersabda:

    ”jika musuhmu menampar pipi kananmu, maka berilah pipi kirimu’’,

    mari kita simak komentar org2 mana yang waras dan mana yg tdk waras:

    menurut karosetan ayat tsb adalah:
    suatu ajaran yang benar-benar mengajarkan kerendahan- (luar biasa)

    menurut muslim ayat tsb adalah :
    rupanya jika karosetan ditampar pipi kanan, maka karosetan akan memberi pipi kirinya. (weleh…weleh…luar dalam tolol nya)

    Komentar umum:
    enak tenan para penjahat/pemerkosa kl ketemu si karosetan tolol: krn jika anak karosetan di perkosa, maka ayah si karosetan berdasar ajarannya akan ikhlas menyerahkan anak perempuannya yang lain untuk diperkosa lagi biar penjahat puas hingga sadar atas kebaikan korban dan kemuliaan yesus.

    itulah salah satu contoh/bukti ketololan ajaran karosetan berdasarkan ayat setan tsb..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: