Pengakuan Yahudi Madinah Atas Kenabian Muhammad Saw

Pengakuan Yahudi Madinah Atas Kenabian Muhammad Saw

 

Seorang Yahudi dari Syiria yang berkunjung Madina menunggu kedatangan Nabi Muhammad saw.

Sirah Rasulullah by Ibnu Ishaq :

Ada seorang Yahudi Suriah yang mempunyai perhatian untuk mengadakan kunjungan ke Banu Quraiza sebuah suku Yahudi, beberapa tahun sebelum berdirinya Islam dan menghukum mereka; dan kemudian banyak yang berkata tak pernah melihat lelaki yang tidak melakukan sholat lima kali sehari.[i.e .selain seorang muslim] yang karakternya lebih baik dari dia (Yahudi Suriah tersebut). Dia tinggal dengan mereka, dan ketika mereka (banu Quraiza) menderita disebabkan dari masa kekeringan, mereka berkata kepada dia, “Datanglah, dan pintakan kami air!”. Setelah dibayar dengan biji dan jewawut, dia pergi ke luar dan menuju ke dalam ladang-landang serta berdoa kepada ALLAH untuk hujan dan ia tidak beranjak melakukan itu hingga datang awan dan membasahi seluruh tubuhnya. Dia melakukan ini tidak sekali, dua kali atau tiga kali, tetapi berkali-kali. Ketika kematian menghampirinya, dia berkata:

“Menurutmu kenapa saya datang jauh-jauh dari tanah subur makmur ke negeri kemalangan dan kelaparan? Saya datang ke negeri ini untuk menunggu kedatangan Nabi, yang mana saat itu sudah begitu dekat dan ke negeri ini (Madinah) dia akan melarikan diri. Saya berharap dia akan diutus selama saya masih hidup, yang mana saya akan mengikutinya. Waktunya sudah hampir tiba. Jangan ikuti ajakan orang lain untuk mencegah kamu mempercayai misinya. Sebab dia akan mengirim bangsal darah, dan menawan anak-anak dan wanita-wanita yang menentang dia. Tetapi  jangan jadikan ini menghalangi kamu dari mengikuti dia”.

Beberapa tahun kemudian, ketika Muhammad Saw mengepung Qurayza, sahabat- sahabat orang Yahudi yang meninggal tadi berkata, “Demi ALLAH inilah Nabi yang diramalkan kepada kita. Dia inilah berdasarkan deskripsinya”.

Ka’ab bin Asad pemimpin Banu Quraiza terang-terangan mengakui kerasulan Muhammad saw.

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisham jilid II Bab 158 Hal 202.

Ibnu Ishaq berkata, “ketika Banu Quraidha yakin bahwa Rasulullah saw tidak meninggalkan mereka hingga mengeluarkan mereka, Ka’ab bin Asad berkata kepada mereka “hai orang-orang Yahudi, kalian telah mendapatkan penderitaan seperti yang kalian rasakan, oleh karena itu aku ajukan 3 tawaran kepada kalian dan silahkan kalian mengambil pilihan yang kalian inginkan”. Mereka berkata, “apa 3 tawaran tersebut?”.

Ka’ab bin Asad berkata “Ketiga tawaran tersebut ialah kita mengikuti Muhammad dan membenarkannya. Demi Allah sungguh telah terlihat dengan jelas oleh kalian bahwa dia Rasul dan kalian mendapati namanya tertulis di kitab kalian. Dengan cara seperti itu, kalian mendapatkan keamanan terhadap darah, kekayaan, anak-anak dan wanita-wanita kalian”. Mereka berkata “kami tidak akan meninggalkan kitab Taurat selama-lamanya dan tidak menggantinya dengan kitab lain”.

Abdullah bin Salam dari Banu Qaynuqa membenarkan kenabian Muhammad saw.

Sahih Bukhari, Volumn 004, Book 055, Hadith Number 546.

Diriwayatkan oleh Anas: ketika Abdullah bin Salam mendengar kedatangan Nabi di Madina, dia datang kepada beliau dan berkata, “saya akan bertanya kepadamu mengenai 3 hal yang mana tidak ada satu orang pun mengetahuinya kecuali seorang nabi.

  • Apa tanda pertama hari kiamat?
  • Apa yang menjadi makanan utama yang diambil oleh penghuni surga?
  • Mengapa anak mirip bapaknya? Dan kenapa kenapa mirip ibunya?”.

Nabi Allah bersabda,

“Jibril as baru saja memberitahukanku jawaban-jawabannya”.

Abdullah berkata, “ia (Jibril as) dari antara para malaikat, adalah musuh orang-orang  Yahudi”.

Nabi Allah bersabda, “tanda pertama kiamat adalah akan ada api yg menghalau orang-orang dari timur ke barat; makanan utama penghuni surga adalah cupang hati ikan. Dan untuk kemiripan anak pada orang tuanya. Jika seorang laki-laki berhubungan intim dengan istrinya dan keluar air mani lebih dulu akan mirip bapaknya. Dan jika wanita lebih dulu keluar air mani, sang anak akan mirip dengan ibunya.

Mendengar itu Abdullah bin Salam berkata, “saya bersaksi bahwa engkau utusan Alllah”. Abdullah bin Salam lalu berkata, “Wahai Nabi Allah, orang-orang Yahudi  adalah pendusta, dan jika mereka mendengar mengenai keislamanku sebelum anda bertanya kepada mereka (tentang aku), mereka akan berkata dusta tentang aku”. Orang-orang Yahudi datang kepada Nabi dan Abdullah masuk ke dalam rumah. Nabi Allah bertanya kepada orang-orang Yahudi, “tipe orang seperti apa Abdullah bin Salam itu di antara kalian?”. Mereka menjawab, “dia paling terpelajar di antara kami, dan yang paling baik di antara kami, dan putra terbaik kami”. Nabi saw bersabda, “bagaimana menurutmu jika dia masuk Islam (akankah kamu melakukan / mengatakan hal yang sama)? Orang-orang Yahudi berkata, “semoga Allah menyelamatkannya dari hal demikian”. Lalu Abdullah bin Salam keluar ke depan mereka dan berkata, “saya bersaksi tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah, dan Muhammad adalah Nabi Allah”. Lalu mereka berkata, “ia adalah paling buruk, dan putra terburuk di antara kami”, dan meneruskan berbicara buruk mengenai beliau.

Mukhairiq Yahudi pejuang Perang Uhud mengakui bahwa Yahudi wajib memberikan roti pada pelarian (Muhammad).

Sirah Nabawiyah oleh Ibnu Hisham, Bab 139 Hal 52 :

Ibnu Ishaq berkata,

“Di antara yang terbunuh di perang Uhud ialah Mukhairiq. Ia adalah salah seorang warga bani Tsa’labah bin Fithyatun. Ketika Uhud terjadi, ia berkata “hai semua orang-orang Yahudi, demi Allah kalian telah mengetahui bahwa membantu Muhammad adalah kewajiban kalian”. Orang-orang Yahudi berkata, “sekarang hari sabtu”. Mukhairiq berkata “tidak hari sabtu bagian kalian”. Usai  berkata seperti itu, Mukhairiq mengambil pedang dan perbekalannya. Ia berkata, “jika aku meninggal dunia, hartaku menjadi milik Muhammad. Ia bebas menggunakannya untuk apa saja yang diinginkannya”. Setelah itu, Mukhairiq pergi menuju Rasulullah saw kemudian berperang bersama beliau hingga terbunuh. Rasulullah saw bersabda – seperti dikatakan kepadaku- “Mukhairiq adalah orang Yahudi yang paling baik”.

Yahudi Banu Nadhir mengakui Muhammad adalah Nabi yang dijanjikan.

Ibn Hisham, As-Sirah an-Nabawiyyah, vol. 2, pp. 257-258, Cited in Muhammad Fathi Mus’ad, The Wives of the Prophet Muhammad: Their Strives and Their Lives, p.162.

Saffiyah (ra) berkata, “Aku adalah anak kesayangan ayah dan pamanku. Di kala Rasulullah (saw) datang ke Madinah dan menetap di Quba, kedua orang tuaku mendatanginya di waktu malam dan di saat mereka melihat sampai gelisah dan capek. Aku mendatangi mereka dengan sangat gembira, tapi sangat mengejutkan mereka tidak berpaling ke arahku. Mereka begitu berduka sehingga tidak sadar dengan kehadiranku. Aku mendengar pamanku, Abu Yasir, berkata kepada ayahku, “Apakah benar dia?”. Dia berkata, “Iya, demi Allah!”. Pamanku berkata: “Dapatkah kamu mengenalinya dan memastikannya?”. Ayahku berkata, “Iya”. Pamanku berkata, “Bagaimana perasaanmu terhadapnya?”. Ayahku berkata, “Demi Allah aku akan menjadi musuhnya selama aku hidup”.

[2:146] Orang-orang yang telah Kami beri AlKitab mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

Tunggu apa lagi? Bertobatlah sebelum hari penghakiman itu datang!! Jangan  dengarkan ocehan si Paulus Bedul orang yang layak dikasihani karena telah menipu diri sendiri …

Orang Yahudi saja sudah mengakui kenabian Muhammad Saw. Mengapa para kafir karoSetan tidak? Bukankah bukti sudah kuat?

One Response

  1. Itu karena seorang Yahudi Suriah itu telah membaca :

    Yesaya 21:13-17

    13. Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan!

    14. Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti!

    15. Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan.

    16. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis.

    17. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya.”

    …Saya datang ke negeri ini untuk menunggu kedatangan Nabi, yang mana saat itu sudah begitu dekat dan ke negeri ini (Madinah) dia akan melarikan diri…

    Itulah peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad Saw, dari Makkah menuju Madinah :

    http://jalanibrahim.wordpress.com/2010/07/17/nubuat-yesaya-28-tentang-firman-tuhan-dalam-bahasa-arab-muhammad-dalam-alkitab-taurat-injil/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: