Haruskah Tuhan Menjelma Supaya Dimengerti?

Haruskah Tuhan Menjelma Supaya Dimengerti

 

Seorang Kristen bernamaToga j,

on January 27, 2013 at 10:34 am said:

 

Jika ada kucing yang akan masuk ke dalam jurang maut, kita harus menjadi kucing terlebih dahulu untuk mengatakan kepada kucing itu. “Hei, jangan lewat situ, ada jurang maut, lewat sini, karena inilah jalan yang selamat”. Karena dengan menjadi kucing lah maka dia bisa mengerti apa yang kita katakan.

Begitu juga dengan manusia. Karena manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia di antara ciptaan yang lain, maka  Allah harus menjadi manusia agar kita tahu dan mengerti jalan yang menyelamatkan karena kita semua menuju jurang maut karena dosa.

Bukan tangan Tuhan kurang panjang untuk mengangkat, bukan telinga Tuhan kurang mendengar, tapi karena dosa kitalah yang memisahkan kita dari Tuhan. Isa Al-Masih sangat menyayangi dan mengasihi kita, jauh melebihi orang yang menyayangi kita.

____________________

Islamthis.

Toh pada faktanya, para penyelamat hewan TIDAK PERNAH MENJELMA MENJADI HEWAN untuk selamatkan hewan yang celaka.

Lihatlah dokter hewan yang tugasnya menyembuhkan hewan. Apakah mereka harus jadi hewan???

Manusia adalah mahluk pintar, khususnya dalam hal ini terhadap dan tentang kemaslahatan hewan. Dengan  tetap menjadi mansusia, kita tahu apa yang terbaik untuk hewan-hewan tersebut. Maka mengapa kita harus menjadi kucing untuk dapat menyelamatkan kucing? Kebalikannya, Dengan menjadi kucing, maka kita akan menjadi bodoh sebodoh kucing sehingga kita tidak akan tahu apa yang harus kita lakukan untuk menolong kucing lain. Bukankah dengan menjadi kucing, justru kita akan mendapat banyak kendala untuk menyelamatkan kucing yang berada dalam bahaya?

Sudah bagus kita menjadi manusia yang mempunyai akal yang tinggi sehingga di dalam satu kasus dapat menolong kucing dengan sigap. Lantas mengapa kita memilih untuk menjadi kucing untuk menolong kucing yang lain?

Apakah kalau kita menjadi kucing, otomatis kita akan segera menolong kucing lain? Bahkan kejadiannya adalah, ayam ‘a’ berdiam diri ketika melihat ayam ‘b’ disembelih. Begitu juga, kambing ‘a’ cuek-bebek ketika kambing ‘b’ dicincang ….. Mengapa ayam-ayam atau kambing-kabing tersebut berdiam diri melihat rekannya diseret ke tempat jagal?

Maka apakah jaminannya, bahwa jika kita menjadi kucing, maka kita akan menolong kucing yang lain yang sedang kemalangan???

Kemudian masalah dosa. @Toga-j berkata, bahwa dosalah yang memisahkan antara manusia dan Tuhan.

Apakah benar demikian?

Kalau memang ada dosa antara Tuhan dan manusia, maka apakah itu berarti Tuhan harus ujud dan turun sebagai manusia? Apakah dosa yang membuat Tuhan terpaksa turun menjadi manusia?

Kalau ada dosa, maka manusia beriman tinggal memohon ampun kepada Tuhan. Dan Tuhan adalah suka menerima ampunan.

Suatu saat manusia bersih dari dosa. Dengan keadaan demikian, maka Tuhan akan tetap menjadi Tuhan di atas sana – karena dosa tidak ada. Namun kemudian  keadaan berubah. Manusia mulai membuat dosa. Akibatnya Tuhan terpaksa menjadi manusia alias menjelma menjadi manusia – supaya dosa itu hilang.

Urusan apa? Hanya karena dosa sudah terbit melalui tangan manusia, maka akibatnya Tuhan harus berubah wujud?

Terima kasih.

Penutup

Seseorang Kristen bernama @Toga j ingin menjelaskan mengapa Tuhan Allah harus menjelma menjadi manusia Jesus supaya manusia-manusia lain dapat mengerti ajaran Tuhan – melalui Jesus. Namun perumpamaan yang dia  berikan justru amat konyol dan tidak berkelas.

Mengapa Tuhan harus menjelma menjadi manusia? Apakah ada alasan dan keharusan bagi Tuhan untuk menjadi manusia – supaya umat manusia dapat mengerti ajaran keselamatan?

Jawabannya adalah TIDAK. Tanpa Tuhan menjelma menjadi manusia pun, toh umat manusia TETAP DAPAT mengerti agama alias jalan keselamatan. Tuhan sudah memberikan dasar dan alatnya untuk memahami agama tersebut, yaitu AKAL FIKIRAN yang sempurna.

3 Responses

  1. Yaaaa begitulah ..saking sayang sama umatnya Tuhan harus turun ke dunia, untuk memberi petunjuk, dan menebus dosa….agar supaya dapat dimengerti segala yg difrimankan oleh Tuhan, dimomong, diasuh, diajarin…gak tanggung2 sama Tuhan langsung gituu..loooohhhhh…

    berarti umat yg bodoh yaaa kalo bgtu, bukankah telah datang sebelumnya nabi2, jauh sebelum yesus turun…..apa belum cukup?

    Sumpah puyeng gw mikirinnya…hahahahhah

  2. “Tanpa Tuhan menjelma menjadi manusia pun, toh umat manusia TETAP DAPAT mengerti agama alias jalan keselamatan. Tuhan sudah memberikan dasar dan alatnya untuk memahami agama tersebut, yaitu AKAL FIKIRAN yang sempurna.” –> terbukti bahwa penulis merupakan penganut kepercayaan yang meragukan konsep ketuhanan, cenderung narsis ke arah megalomania, kemungkinan telah menjalani pendidikan yang mengandung ajaran/doktrin sesat, & memiliki kecenderungan untuk memperburuk citra Islam di masyarakat.

  3. “”dirumah ku banyak tikus, supaya bs ngusir tikus jd aku harus nyamar jd tikus””

    itulah logika IBLIS yg mengaku tuhan ala Kafir Pagan. masak tuhan hrs nyamar sampai mkn tidur 9 bln dlm rahim keluar nyonyor mrs V bercapur darah nifas.

    rupanya otak kafir kristen tdk waras sejak dahulu kala. ha.haa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: