KaroSetan Gagal Menjawab 07 – Mana Dalil Percaya Jesus Menjamin Masuk Surga?

 

Umat Kristiani umumnya berani memastikan sesuatu yang belum tentu atau belum pasti terjadi. Mereka beranggapan asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, di jamin “pasti masuk surga”. Padahal memastikan seseorang masuk surga, itu bukan hak atau wewenang kita manusia, itu hanyalah hak Allah Swt. saja. Jika ada umat Islam mengatakan kepada mereka kata “Insya Allah”, sering diprotes, katanya “jangan insya Allah-insya Allah dong, yang pasti aja dong!!” Mereka tidak memahami bahwa mengucapkan Insya Allah adalah sesuatu yang dianjurkan dalam kitab suci Al Qur’an dan juga Alkitab. Tetapi sebagian besar umat Kristiani tidak paham bahwa didalam Alkitab sebenarnya dianjurkan mengucapkan Insya Allah bila mengatakan sesuatu yang belum tentu terjadi. Bahkan dikatakan, bila tidak mengucapkan Insya Allah sesuatu yang belum pasti terjadi, dia tergolong sombong, dan bahkan berdosa.

Perhatikan ayat Alkitab sebagai berikut:

Yak 4:13-17

“Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan beruat ini dan itu.” Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah saIah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” ()

Kis 18:21

“Ia minta diri dan berkata: “Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya.” Lalu bertolaklah ia dari Efesus.” ()

1 Kor 4:19

“Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka.().

Kata-kata dalam semua ayat ayat tersbut yaitu “Jika Tuhan menghendakinya” dan “Jika Allah menghendakinya” serta “Kalau Tuhan menghendakinya”, semua itu maknanya sama yang dalam Al Qur’an disebut “insya Allah”.

Di dalam Alkitab cetakan lama, kata-kata “Jika Tuhan Menghendakinya” semuanya tertulis jelas dengan kata “insya Allah

Perhatikan Alkitab lama cetakan tahun 1960 sebagai berikut:

“Hai kamu jang berkata: “Bahwa hari ini atau besoknja biarlah kita pergi kenegeri anu serta menahun disitu, dan berniaga dan mencari laba”; pada halnya kamu tiada mengetahui apa yang akan terjadi besoknya. Bagaimanakah hidupmu itu? Karena kamu hanya suatu uap, yang kelihatan seketika saja lamanya, lalu lenyap. Melainkan patutlah kamu berkata: “Insya Allah, kita akan hidup membuat ini atau itu”. Tetapi dengan hal yang demikian kamu memegahkan dirimu dengan kemewahanmu itu; maka semua kemegahan yang demikian itu jahat. Sebab itu, jikalau orang yang tahu berbuat baik, pada halnya tiada diperbuatnya, maka menjadi dosalah baginya.

Kisah Para Rasul 18:21

“Melainkan sambil meminta diri ia berkata: “insya Allah, aku akan kembali kepadamu.” ()

1 Kor4:19

“Tetapi insya Allah aku akan datang kepadamu dengan segeranya, dan aku akan mengetahui bukan perkataan mereka itu jang……dst. ().

Dalam Al Qur`an, mengucapkan kata insya Allah merupakan suatu kewajiban bila kita tidak mengetahui sesuatu yang bakal terjadi. Perhatikan ayat-ayat Al Qur`an sebagai berikut:

Qs 12 Yusuf 99

“Maka tatkala mereka masuk menemui Yusuf, Yusuf membawa ibu bapaknya ke tempatnya dan berkata, “Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman. ” ()

Qs 18 Al Kahfi 69

“Musa berkata, “Insya Allah engkau akan mendapati aku orang yang sabar dan aku tiada mengingkari perintahmu. ” ()

Qs 37Ash Shaaffaat 102

“Maka tatkala anak mencapai umur dapat bekerja bersamanya, Ibrahim berkata, “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi bahwa aku akan menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?” Dia berkata, “Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada engkau; insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar.” ()

Ternyata dari keterangan Alkitab tidak boleh m.engatakan “PASTI” untuk sesuatu yang belum tentu terjadi. Memastikan dijamin “Pasti masuk surga” bila percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, adalah perbuatan sombong dan dosa. Jika hanya asal percaya kepada Yesus, semua ummat Islam percaya kepada Yasus yang disebut Nabi Isa as. Tidak sempurna iman seorang muslim jika tidak mengimani semua nabi, termasuk Nabi Isa. Bahkan percaya kepada semua nabi termasuk Nabi Isa as (Yesus), merupakan salah satu Rukun Iman yang harus di imani oleh setiap muslim dimanapun mereka berada. Hanya saja umat Islam mengimani beliau hanya sebagai Nabi atau Rasul, bukan Tuhan!!

Menurut pandangan ummat Kristiani, asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka dijamin pasti masuk surga. Tetapi menurut pandangan Islam, hal itu bertolak belakang 180 derajat, justru kalau percaya kepada Yesus sebagai Tuhan, maka disitulah tidak mungkin diselamatkan, karena telah menjadikan tuhan-tuhan lain selain Allah. Dan itu disebut dosa syirik, yaitu salah satu dosa yang tidak diampuni oleh Allah.

Dalam kitab Injil, Yesus berfirman bahwa keselamatan itu tergantung bagaimana kita mengamalkan perintah Allah. Perhatikan ucapan Yesus sebagai berikut:

Mat 7:21

“Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. ”

Berdasarkan ucapan Yesus tersebut, dapat kita simpulkan bahwa bukan setiap orang yang berseru Yesus, Yesus yang akan masuk kedalam surga, tetapi kata Yesus yaitu mereka yang melakukan sesuai dengan perintah Allah. Tentu menjadi pertanyaan, apakah ummat Kristiani sudah melakukan sesuai perintah Yesus dan perintah Allah?? Marilah kita lihat beberapa contoh sebagai bukti:

1. Allah Mengharamkan Babi

Imamat 11:7-8

“Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku beiah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binaiang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya jartganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu. ()

Allah telah mengharamkan babi. Kenyataannya mereka tidak haramkan babi, malah babi jadi makanan kesukaan mereka. iustru yang haramkan babi umat Islam bukan?

2.Yesus sunat

Luk 2:21

“Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, la diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.” ()

Yesus sunat, tetapi para pendeta tidak wajibkan sunat. Justru yang bersunat yaitu ummat Islam. Nah apakah mereka ikuti perintah Allah? Justru umat Islamlah yang ikut perintah bersunat!!

3. Yesus mati dikafani tidak pakai peti

Mar 15:46

“Yusufpun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam buki t batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu.” ()

Yesus mati dikafani, tidak pakai peti. Apakah umat Kristiani yang mengaku pengikut Yesus bila mereka mati dikafani dengan kain putih dan dikubur tidak pakai peti?? Ternyata mereka bila mati, pakai jas, sepatu, dasi. pakaian yang paling bagus, didandani seperti penganten, lalu dimasukkan kedalam peti, padahal Yesus mati hanya dikafani dengan kain putih dan tidak pakai peti. Ini berarti mereka tidak mengikuti contoh bagaimana matinya Yesus. Justru yang mengikuti matinya Yesus, adalah umat Islam. Bahkan dalam Islam, kuburan tidak perlu dibeton seperti bangunan rumah, cukup menaruh batu diatas kubur sebagai tanda. Diatas kuburan Yesus juga ditaruh sebuah batu, sebagai tanda, dan dalam Islam disunahkan menaruh batu diatas kuburan.

Sebenarnya masih ada begitu banyak bukti-bukti bahwa ummat Kristini tidak mengikuti perintah Yesus dan Allah. Dari beberapa ayat yang kami paparkan sebagai contoh itu, cukup memberikan bukti bahwa jaminan keselamatan itu bukan hanya asal percaya kepada Yesus dijamin pasti masuk surga, tetapi bagaimana mengamalkan seluruh ajaran Yesus dan Tuhannya Yesus yaitu Allah Swt.

Setelah dicek diseluruh isi Alkitab, ternyata tidak ada satu ayatpun yang menjamin asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat “dijamin pasti masuk surga.” Oleh sebab itu jika ada umat Kristiani yang bisa menunjukkan ayatnya yang mengatakan bahwa asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat “dijamin pasti masuk surga, kami sediakan hadiah uang tunai sebesar Rp. 10.000.000.- (sepuluh juta rupiah) untuk satu pertanyaan ini saja.

Allah menjamin masuk surga bagi orang-orang yang benar-benar beriman dan bertaqwa kepada-Nya yaitu mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Qs 4 An Nisaa 13,

“Dan barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, dan itulah kejayaan yang besar.” ()

Ayat tersebut menjelaskan bahwa yang di jamin masuk surga oleh Allah, yaitu mereka yang taat kepada Allah dan Rasulnya. Bagaimana bisa dijamin masuk surga, jika hanya asal percaya, tetapi tidak mengamalkan serta tidak taat perintah Allah dan Rasul-Nya?? Buktinya betapa banyak ayat-ayat dalam Alkitab, dimana tidak diamalkan dan tidak ditaati oleh umat Kristiani. Oleh sebab itu keselamatan itu yaitu bagaimana kita taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan yang diperintakan-Nya.

Bagaimana yang tidak taat kepada Allah dan rasul-Nya serta melanggar hukum dan ketentuan-Nya, apakah mereka dijamin pasti masuk surga??. Perhatikan ayat selanjutnya :

Qs 4 An Nisaa 14,

“Dan barang siapa durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batasnya (hukum) Allah, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam neraka, kekal di dalamnya dan baginya azab yang menghinakan. ” ().

Access from,

http://bin99.wordpress.com/about/9-pertanyaan-kristen-tak-bisa-menjawab/

Access date 14 Nopember 2012.

_____________________

Islamthis,

Apakah ada bukti yang kuat yang berasal dari Alkitab Perjanjian-baru bahwa manusia mana pun yang percaya kepada Jesus sebagai anak Tuhan maka manusia tersebut akan dijamin masuk Surga? Dan lebih jauh lagi, apakah ada alasan yang logis untuk menyatakan bahwa percaya kepada sesuatu –tanpa melakukan perbuatan nyata yang baik- dapat menjamin seseorang untuk masuk Surga?

 

24 Responses

  1. Mana Dalil Percaya Jesus Menjamin Masuk Surga?

    —————————–
    pertanyaan bodoh

    1. yohanes 5:24 = yesus berkata ” Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup”

    2. Yohanes 6:47 = .Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.

    3.Yohanes: 6 :48 = yesus berkata “Akulah roti hidup”, 6:50: dan Inilah roti yang turun dari sorga:
    (Yesus turun dari surga choi.. jadi pastinya tau jalan menuju kesurga.. btw.. muhammad tau gak ya dia masuk surga atau tidak? koq sampai minta disholawatin?? mending ikut yesus aja yang jelas)

    4. matius 14 :1-4: & 10:13

    Yesus berkata: (1) Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
    (2) Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
    (3) Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

    sebab 10:13 yesus berkata “Aku dan Bapa adalah satu.”

    (wah yesus sudah menyediakan rumah disurga buat orang2 yang percaya padanya.. sebab yesus dan bapa adalah 1 )

    5. Yohanes 15 :5-7

    (5) Yesus berkata . Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

    (6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

    (7) Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

    6. Yohanes 15:14-15

    (14) Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

    (15) Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku

    (wah yesus/ bapa/ allah sudah tidak menyebut kita sebagai hamba.. tapi sebagai sahabat.. horeee..jadi buat apa memilih menghambakan diri pada sosok ilah yang tidak jelas lagi.. jikalau ilah yang ini lebih dekat kepada kita dan menyebut kita sebagai sahabat?)

    7. Matius 7:21-23
    Yesus berkata

    (21) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

    (22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

    (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

    (nah.. jika kau berbuat jahat.. nanti kalau kau mati.. kamu diusir oelh yesus dari surga loh)

    sebenarnya masih banyak yg lain.. tapi intinya.. kalau belum pernah baca alkitab dan injil jangan nyerocos ga jelas.. memalukan

    salam

  2. lagipula didalam alquran.. allah telah memutuskan.. bahwa semua orang muslim pasti masuk neraka

    Qs 19-71 = dan tidak ada seorangpun diantara kamu (muslim) yang tidak mendatangi (neraka). hal itu bagi tuhanmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan..

    nah.. sudah ditulis kalau semua muslim masuk neraka loh ya.. jadi masih mau islam atau tidak??

  3. @ nikita

    Dasar bego, di akhirat kami cuma mendatangi neraka jahanam untuk melihat-lihat seperti apa neraka jahanam, sementara kalian nyebur ke dalamnya wkwkwkwk

    • @Kristenkafir : kata siapa begitu? alquran tidak bilang begitu loh.. anda kalau ngomong harus disertai bukti,, agar jangan dianggap ngawur

      salam

  4. @ nikita

    Manusia diharuskan mendatangi neraka di akhirat nanti supaya diperlihatkan tanda-tanda kekuasaan Allah yang bersifat gaib. Di dunia ini neraka hanya ada di pikiran saja, tetapi di akhirat nantti akan diperlihatkan seperti apa sesungguhnya neraka itu dengan mata kepala sendiri. Tidak hanya neraka saja yang bisa dilihat akan tetapi segala sesuatu yang gaib seperti setan, malaikat, jin dan tetntunya bagi orang yang bertakwa surga itu sendiri akan diperlihatkan. Kalau anda itu baca kelanjutan ayat itu maka saat melintasi neraka orang-orang yang bertakwa akan diselamatkan sedangkan orang yang lalim/berdosa akan masuk kedalamnya.

    “Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (QS Maryam :71-72)

    Ini ayat dalam Al Quran yang menunjukkan bahwa orang-orang yang masuk surga akan mendatangi neraka untuk melihat orang yang dihukum didalamnya :

    “Berkata pulalah ia: “Maukah kamu meninjau (temanku itu)?. Maka ia meninjaunya, lalu ia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala. Ia berkata (pula): “Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku, jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka)” (QS Shafaat : 54-57).

    Salam

    • @Kristenkafir: Ini ayat dalam Al Quran yang menunjukkan bahwa orang-orang yang masuk surga akan mendatangi neraka untuk melihat orang yang dihukum didalamnya :

      Jawab : Tunggu dulu….tolong anda mencoba mengalihkan konteks

      “Dan tidak ada seorang pun dari padamu (muslim), melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. ” (QS Maryam :71-72)

      Jawab: ini mengindikasikan bahwa semua muslim pasti masuk neraka..

      Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

      Jawab: maksudnya bertaqwa muslim disini seperti apa? 100 tahun muslim bertaqwa seperti apapun dibumi tidak mendapat ridho untuk masuk surga loh
      .. meskipun anda memutari kabbah sejuta kalipun tetap saja anda semua masuk neraka

      “Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa ”

      Jawab: bertaqwa bagaimana lagi ini maksudnya? ..

      jadi intinya semua muslim pasti masuk neraka.. dan dalam kondisi yang sama.. hanya saja siapa nanti muslim yang berlutut..(entah ini berapa lama).. akan diselamatkan

      ya udah.. kenapa anda repot2 sekali sembahyang didunia dan memutari kabbah.??. toh semua muslim pasti masuk neraka koq..
      tinggal gimana muslim lama lamaan berlutut dan bertaqwa dineraka saja yang menjadi penentu..

      (btw.. bukankah salah satu taqwa muslim adalah hajji? bagaimana caranya haji dineraka? )

      salam)

  5. @ nikita

    Dasar goblok, ketika melintasi neraka umat Islam yang beramal saleh akan selamat, sedangkan orang kafir seperti kamu jatuh masuk jurang neraka hahaha. Kalau kamu mengira kamu masuk surga silakan saja, toh kamu kan baru tau kalau kamu sudah di akhirat nanti.

    “Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun” (QS An Nisa : 124).

    Yang jelas orang-orang yang memusuhi nabi Muhammad seperti kamu akan masuk neraka.

    “Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mukmin)?” berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu): Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir” (QS An Nahl : 27).

    Orang Kristen merasa pasti masuk surga karena dosa-dosa mereka sudah ditanggung oleh Yesus (manusia yang berbuat kok Tuhan yang nanggung…aneh), makanya kerja mereka judi, mabok, narkoba, berzina, kumpul kebo, makan riba dan perbuatan maksiat lainnya. Ternyata ajaran penebusan dosa hanyalah ajaran sesat, karena dalam Injil orang Kristen masih masuk neraka.

    “Yesus berkata: “bukan tiap2 orang yang menyeru aku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk surga, hanyalah orang2 yang melakukan kehendak Bapaku yang di surga” (Matius 7:21).

    Jadi apa guna Yesus yang katanya Tuhan itu nebus dosa manusia kalau ujung-ujungnya masih masuk neraka hahahaha.

  6. dasar otak tai,,mana juga jaminan masuk islam bisa masuk surga..?? nabinya aja bingung mau masuk surga pa neraka…dasar nabi palsu..!!

    • Kamu yang otak tai, kalian merasa masuk surga (padahal di neraka wkwkwk) makanya kerjaan kalian main judi, main perempuan, mungut riba, mabok-mabokan. Dasar penyembah tiga tuhan. Tempat kamu jelas di neraka.

      Yang nabi palsu itu nabi kalian Paulus goblok, nih buktinya dari kitab suci kalian :

      1. Paulus merampok jemaat lain :
      “Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu! “ (2 Korintus 11:8).

      2. Perkataan Paulus bukan firman Tuhan melaikan perkataan orang bodoh yang menginginkan kemegahan duniawi :
      “Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah. Karena banyak orang yang bermegah secara duniawi, aku mau bermegah juga.” (2 Korintus 11:17-18).

      3. Paulus membatalkan hukum Taurat, padahal Yesus menggenapinya
      “Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum taurat, sebab kita telah mati bagi Dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Tuhan. (Roma 7:6)”

      Padahal Yesus sama sekali tidak membatalkan hukum Taurat bahkan menggenapinya :

      “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: “Sesungguhnya selama ini belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan meniadakan hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5 : 17-18)”.

      Kok orang Kristen lebih percaya kepada Paulus daripada Yesus ? aneh.

      4. Paulus orang yang menganiaya tanpa batas :
      “Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya” (Galatia 1 : 13).

      Anehnya umat Kristen masih percaya dia bertobat, padahal dia tetap menipu dengan ajarannya :

      5. Paulus merasa tidak bersalah telah berdusta oleh ajaran sesatnya justru dia mengira telah berjasa telah memuliakan Allah :
      “Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?” (Roma 3 : 7)

      6. Paulus mengatakan Tuhan Yesus kena kutukan :
      “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Galatia 3:13)

      Yang menjadi masalah perkataan “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” tidak ada di Perjanjian Lama kecuali kata-kata Paulus sendiri. Tuhan kok bisa dikutuk ? aneh.

      7. Paulus akan menghakimi malaikat :
      “Tidak tahukah kamu bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari?” (I Korintus 6:3)

      Memangnya Paulus itu Tuhan bisa menghakimi malaikat ? Bahkan malaikat ada jauh sebelum dia lahir bagaimana dia bisa menghakimi perbuatan malaikat ?. Justru dia yang harusnya dihakimi karena dosanya yang banyak menganiaya dan membunuh jemaat Allah.

      8. Paulus mengatakan jangan mengutuk toh dia sendiri yang mengutuk
      “Berkatilah siapa yang menganiaya karnu, berkatilah dan jangan mengutuk” (Roma 12:14).

      Anehnya Paulus mengutuk orang yang ajarannya tidak sama dengan dia :

      “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia (Galatia 1:8).

      “Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia” (Galatia 1:9).

      9. Paulus mengira Tuhan akan segera datang dan saat itu dia mengira dia dan pengikutnya masih hidup dan akan diangkat dalam awan bersama mereka yang sudah meninggal untuk menyongsong Tuhan

      “Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan : kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan (I Tesalonika 4:15-17).

      Kenyataannya Paulus mati di tangan Kaisar Nero bukan di diangkat dalam awan.

  7. Islam memang agama serba tidak pasti, Dengan Isya Alloh, itu menandakan keraguan mereka akan sesuatu yang akan di lalui, dan sering kali meremehkan dengan kata Insya Alloh, contoh : kalo kita berjanji dengan orang maka Insya alloh akan menjadi keraguan bagi yang di beri janji. lain dengan hal nya kalo kita berjanji ” Ya ” maka sebisa mungkin kita akan berusaha menepati janji itu. begitu juga dengan pertanyaan : ” apakah kamu akan masuk sorga?? jawaban :
    1. insya alloh : berarti penuh keraguan dan tidak yakin dengan diri sendiri bahwa kita akan pasti masuk sorga. ahirnya meremehkan sorga dengan segala kebimbangan dan kepasrahan diri.
    2. Ya pasti saya masuk sorga. maka dengan janji kita masuk sorga, maka kita ada target untuk mendatangi sorga itu dengan kepastian dan berusaha dengan optimis agar sampai ke sorga itu. apalagi jalan menuju sorga itu sudah jelas. lalu kenapa Tidak atau Insya Alloh??
    ============

    Islamthis,
    Untuk point pertama.

    .
    Islam mengajarkan umatnya, bahwa kita dilarang untuk MENDAHULUI KETENTUAN ALLAH.
    .
    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Hujuraat: 1)
    .
    Diambil dari —- http://ranahdamai.org/cerita/nesehat/makna-insya-allah.html
    .
    Insya Allah, secara bahasa berarti ‘Jika Allah menghendaki’. Kalimat ini sudah sering digunakan seorang Muslim jika hendak berjanji melakukan sesuatu. Namun ternyata sekaran gkalimat ini telah mengalami banyak penyalah-gunaan. Banyak yang menggunakan mengidentikkan Insya Allah dengan keragu-raguan, bahkan ketidaksanggupan memenuhi janji. Misalnya ketika seseorang diajak ke kajian nanti malam, “Akhi, nanti malam ikut kajian ya..” Dia menjawab “Wah, sepertinya saya ada tugas, Insya Allah deh..”. Padahal si akhi ini sebenarnya tidak bisa mengikuti kajian, namun karena tidak enak hati menolaknya maka ia mengatakan Insya Allah. Ini tidak benar.

    Jika melihat dalilnya:
    “Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu ’sesungguhnya aku akan mengerjakan esok,’ kecuali (dengan mengucapkan) insya Allah. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah ‘mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” (QS Al-Kahfi: 23-24).

    Di ayat tersebut Allah memerintahkan ucapan semacam “Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok” harus diikuti dengan ucapan Insya Allah. Sedangkan ucapan “Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok” adalah ucapan kepastian, keyakinan diri dapat melakukan, bukan ucapan keragu-raguan. Maka Insya Allah adalah penegas ucapan kepastian dan keyakinan. Bukan keragu-raguan.

    Namun yang istimewa, kalimat Insya Allah menunjukkan tawakkal. Bahwa Allah-lah yg Maha Menentukan sesuatu kejadian. Manusia hanya berencana dan berikhtiar, Allah yang menentukan hasilnya. Manusia terlalu lemah untuk mengucapkan ‘pasti’, karena ALlah dapat berkehendak lain. Maka, benar bila ada yang mengatakan Insya Allah itu 99,99% pasti. Hampir 100%. Yang 0,01% adalah faktor X yang merupakan kehendak lain dari Allah yang memang bisa mengubah 99,99% lainnya.

    Maka, bila tidak yakin atau tidak dapat memastikan maka cukup katakan “Wah, saya tidak bisa” atau “Wah saya ragu dapat menghadiri…”. Bila antum yakin bisa baru katakan “Insya Allah”. Dan janji harus ditepati.

    ——- sekian dari ranahdamai.org.
    .
    Untuk point kedua.
    Untuk perkara masuk Surga, maka ISLAM TIDAK MENGAJARKAN umatnya untuk berkata INSYA ALLAH. Mengingat masuk Surga merupakan HARAPAN SELURUH MANUSIA, maka perkara masuk Surga harus diberi ucapan AMIN.
    .
    Jadi, misalnya ada pertanyaan, “Apakah Anda akan masuk Surga?”. Maka harus dijawab dengan “ya saya akan masuk Surga – AMIN YA ROBBAL ALAMIN”.
    .
    Karena memang demikian lah exclamation atau seruan umat / jemaah Masjid ketika sang ulama mau pun sang ustadz habis berkata bahwa kita seluruhnya akan masuk Surga, langsung dijawab dengan AMIN YA ROBBAL ALAMIN ….
    .
    AMIN secara perkata artinya adalah YA ALLAH KABULKANLAH DOA KAMI. Yaitu doa supaya bisa masuk Surga.
    .
    Akhir kata, kalau ada Muslim yang mengakhiri kalimat akan masuk Surga dengan frase INSYA ALLAH, maka Muslim itu SALAH. DAN yang benar adalah Muslim itu harus mengakhirinya dengan AMIN ya robbal alamin.

    • Sesungguhnya AMIN artinya adalah YANG SETIA DAN BENAR . AMIN nama lain dari Firman Allah. Maksudnya disini setiap Doa (Perkataan Kepada Pencipta) disampaikan dengan setia dan benar, disampaikan dengan setia dan benar artinya mendekatkan diri dengan Allah Pencipta dengan menjalankan semua ajaranNya dan menjauhi semua larangannya.Jika itu sudah dilaksanakan maka Doa mu akan menjadi NYATA ,seperti perkataan Allah yang nyata. Sebab jika engkau telah hidup kudus sesungguhnya engkau telah menjadi rumah Allah ,dan jika engkau berkata sesungguhnya Allah yang berkata didalam dirimu. AMIN itu adalah nama lain dari Yesus Kristus sebab tak ada yang sampai kepada Pencipta ,kepada Yang Maha Kudus tanpa melaui Yesus.

  8. koment yg positif.

  9. SDRA, DI BAWAH INI SAYA SALINKAN KOMEN DARI SEORANG KRISTIAN YANG MEMBELA AGAMANYA, YANG KATANYA CABARANNYA TIDAK DIJAWAB OLEH PENDAKWAH MUSLIM. BOLEH ANDA MENJAWABNYA DGN JUJUR DAN BUKAN DENGAN EMOSI. Menjawab Respons Seorang Muslim yang Terdesak Dan Sudah Kehabisan Modal Memang benar pepatah Siapa yang makan cili, dialah yang akan merasa kepanasannya! Dan ini ternyata merupakan pengalaman seorang dai, yaitu misionari Islam yang sudah terbawa-bawa oleh ketaksuban dan fanatismenya sehingga dalam keadaan marah-marah dan kepanasannya dia cuba menjawab makalah kami pada bulan Mac, 2004 lepas, tetapi dengan berselindung di sebalik putarbelit, tipu-daya, kekarutan dan pembohongan yang cukup banyak dan jelas, sepertimana si-pembaca akan maklum sebentar lagi. Tindakan terdesak seperti inilah menyerlahkan dan membuktikan kepada kami bahawa pendakwah Islam seperti itu sudah jauh kehabisan modal dan sudah ketandusan fakta-fakta untuk menangkis hujah-hujah kami sehingga dia mampu menggadaikan kebenaran dan menggunakan banyak sekali alasan seperti penafian-penafian, pembohongan, fitnah dan tipudaya bagi menegakkan hujah-hujahnya yang begitu lemah, dangkal dan berasaskan kepada kekarutan yang sememangnya sekali pun tidak masuk akal itu! Makalah tersebut boleh dibaca di sini. [Nota tambahan Disember 2004: Setelah beberapa bulan paparan penangkisan ini terhadap pendustaan dan dakyah kosongnya, Menj telah mematikan link ke makalah asalnya. Tetapi mujurlah, kami ada menyimpan catatan asalnya sebelum dia telah menghilangkan link ke makalahnya itu, dan petikan-petikan itu berwarna merah jambu di dalam rencana kami ini. Ini merupakan satu lagi contoh dan dalil cukup jelas ketidak-jujuran dan betapa munafiknya sikap ‘dai Islam’ seperti Menj ini, yang cuba menghina ajaran Sayidina Isa a.s. dan Kitab Suci Injil yang sejati dengan berselindung di sebalik tipudaya, pendustaan dan kekarutan belaka. Dalam Laman web kami, ada bahagian ‘Removed Items’ atau makalah-makalah yang telah kami keluarkan daripada site ini kerana kesilapan yang tidak disengajakan.Jelaslah siMenj tidak berbuat begitu, tetapi dia dengan sengaja menghilangkan link itu secara senyap-senyap kerana makalah tersebut mengandungi begitu banyak kesilapan-kesilapan fakta dan pendustaan yang disengajakan olehnya terhadap agama Kristian!] Sudah nyatalah sekarang, apabila hujah-hujah yang serong dan tidak benar itu sudah kami mendedahkan, orang seperti pendakwah Muslim yang bernama Menj ini akan meloncat-loncat kemarahan, menggelabah dan terburu-buru cuba menutupi pendedahan itu, tetapi malangnya si-Menj ini juga tidak tahu malu dan sanggup menggunakan segala macam tipu-daya dan pembohongan bagi tujuan tersebut! Sungguh kesian sekali rasa kami terhadap ketandusan dan kebankrupan fakta seperti dai/misionari Muslim ini. Amat jelaslah agenda jahatnya serta juga kelemahan taktik-taktiknya sudah pun sangat terserlah. Dia telah mulakan keresahannya begini: “Puak misionaris Kristian di dalam tulisan mereka pada 1 Mac 2004 telah membuat tuduhan yang dangkal dengan bahasa yang agak kebudak-budakan di dalam pertuduhan yang ternyata dalam kebohongan terhadap agama Islam yang suci. Untuk mendedahkan kelemahan dalam argumen mereka, kami memilih untuk menjawab kembali “pengupasan” mereka dengan mengajuk penggunaan “bahasa pasar” yang sama seperti mereka untuk memberi impak yang besar kepada keremehan dan ketidakseriusan mereka dalam menanggapi akidah Islam. Putar-Belit Demi Putar-Belit dan Tuduhan-tuduhan Palsu Lagi Tidak Berasas Jawaban pendakwah Muslim ini bukanlah mengejutkan atau pun sesuatu perkara yang baru menyusul, kerana dalam laman-webnya sendiri sudah lama terdapat cukup banyak karya-karya yang menggunakan bahasa yang cukup kasar dan yang meremehkan ajaran dan akidah Kitab Suci Injil yang sebenar. Juga ada banyak sekali rencana-rencana yang menyerlahkan cukup banyak ketidak-fahaman dan salah tafsiran-salah tafsiran ketara terhadap agama Kristian dan ajaran Saidina Isa al-Masih yang berakibat daripada pra-sangka pra-sangka serta buruk sangka dan prejudis terhadap ajaran Kitab Suci Injil yang tidak berasas lagi tidak munasabah. Dia sambungkan sungutannya: “Misionaris Krisian telah mendakwa bahawa mereka ada menerima “komen serta ulasan dari saudara-saudara Muslim kami, ada juga di antara mereka yang cukup bersopan”, namun mereka juga mendakwa bahawa “sikap angkuh dan cepat sekali melontarkan tuduhan-tuduhan mereka yang mencerminkan pandangan serta pemikiran yang cetek mereka”. Maka ingin di sini kami bertanya, siapakah yang mencerminkan “pandangan serta pemikiran yang cetek”, sedangkan mereka sendiri bersifat angkuh dan sombong bila menulis artikel ini dengan menyelitkan perkataan-perkataan yang “kurang sopan” seperti contoh-contoh yang kami berikan di bawah: “Ianya nyata dengan logik akal yang sihat (Konon!). Bagi kamu agama kamu, bagi aku agama aku. Baiklah saya bermula dengan hujah yang mudah…” Kata-kata di atas semuanya bukanlah kata-kata dari pihak Kristian, sebaliknya ia telah diambil dari seorang Muslim yang telah berhubung dengan kami! Maklumlah, penda’i si Menj sendiri tahu ungkapan dari Qurannya “Lakum di-nukum al ya’din” yang bererti ‘bagi kamu agama kamu, bagi aku agama aku’ dari surah 109, yang terdapat dalam ayat di atas ini Tetapi Menj melonggokkan dua ayat di atas dalam tuduhan kosongnya sebagai contoh ‘kurang sopan yang berpunca dari orang Kristian’! Inilah satu contoh tuduhannya yang kosong dan juga putar-belitnya. “Sebenarnya, ‘Hujah-hujah’ anda itu memcerminkan DAN membuktikan pemahaman, pemikiran dan pentafsiran anda yang sangat CETEK mengenai ajaran Kristian dan Kitab Suci Injil yang sebenarnya. “Maklumlah, para ustaz dan pengajar-pengajar Islam anda itu TIDAK menggalakkan pengikut-pengikut mereka mendalami pengetahuan mereka dalam agama Kristian/Injil atau agama umat Yahudi-Judaisme/Taurat, Zabur & tulisan Nabi-nabi.” Dan kami pun mempertahankan hujah-hujah ini. Jika sesiapa pun membaca karya Menj dan kuncu-kuncunya dalam websitenya, anda akan dapati hampir semuanya adalah dakyah-dakyah anti-Kristian, tuduhan dan tohmahan melulu menentang ajaran-ajaran sebenar Kitab Suci Injil dengan tanggapan-tanggapan yang palsu lagi tidak berasas, atau berasaskan kekarutan, tetapi yang beragenda dan bertujuan semata-mata untuk memusnahkan dan menghapuskan ajaran Saidina Isa al-Masih dan Kitab Suci Injil baginda yang sebenar. “Oh ya…tentang ‘sains dalam Quran’ konon…” dll… Kejanggalan-kejanggalan dan Kekarutan yang Tidak Masuk Akal Ya, memang kami mendapati daya para pendakwah Muslim dan da’i seperti Menj memang lucu apabila dia mencuba membuktikan kesahihan Qurannya dengan satu lagi daya terdesak mereka merujuk kepada ilmu Sains! Apakah Quran anda itu suatu buku teks Sains!? Terutamanya apabila Quran menyebut matahari akan setiap hari terbenam ke dalam sebuah lopak air yang berlumpur!?? Dan fenomena janggal ini pula disahkan sebagai satu perkara yang harfiah-yakni benar-benar berlaku, dari sumber-sumber Hadis yang sahih?! Apakah kami ‘angkuh’ apabila kami mempersoalkan fenomena yang cukup janggal ini, termasuk yang lain seperti itu dalam al-Quran? Bagi kami ini bukan keangkuhan. Sebaliknya kami hanya ingin mengupas kebenaran di sebalik ajaran-ajaran dan ayat-ayat yang anih dan pelik dalam al-Quran dan Hadis. “Kenyataan-kenyataan yang digelapkan adalah dakwaan-dakwaan palsu dan penghinaan terbuka para misionaris Kristian terhadap Islam, adalah ini dikira sebagai “keangkuhan” dalam definisi puak misionaris Kristian atau sebaliknya? Juga, ternyata juga di sini penghinaan terhadap para da’i Islam di mana ada di antara mereka terbukti telah mendalami ilmu agama-agama samawi. Cubaan Untuk Menutupi Hakikat yang Sebenar Dengan Tipu-daya yang Jelas! Sedikit demi sedikit, kami dapat membedakan hujah-hujah yang palsu daripada perkara yang sebenar, dan mendedahkannya. Tentang tuduhan ‘angkuh’ itu sudah kami menjawab di dalam perenggan di atas. Sekarang pula, siMenj cuba memutar-belit dengan permainan kata-katanya. Memang, mungkin ‘para da’i’ Muslim akan cuba mendalami ilmu mereka dalam agama-agama samawi. Tetapi bukan semua orang Muslim telah memutus untuk berfungsi sebagai seorang misionari (dai) Islam! Seorang dai seperti Ahmad Deedat memang ditonjolkan sebagai ‘specialist’ dalam bidang perbandingan agama! Tetapi sudah jelas terserlah bahawa pengkhususan ‘perbandingan agama’ Deedat itu ialah semata-mata satu helah untuk cuba meruntuhkan dan memusnahkan ajaran Kristian dan Kitab Injil! Bukan untuk memahami ajaran Kristian dan Kitab Suci Injil secara ikhlas atau terbuka! Tajuk-tajuk segelintir buku-bukunya sudah membuktikan hakikat ini. Sebaliknya, orang-orang Muslim yang biasa, yang tidak giat atau yang kurang berdakwah, memang mempunyai fahaman agama Kristian yang sangat cetek dan juga terpengaruh oleh banyak salah-tafsiran dan salah-fahaman terhadap ajaran-ajaran Kitab Suci Injil yang sebenar! Contoh bukti yang cukup jelas ialah usaha Kementerian Dalam Negeri baru-baru ini yang cuba mengharamkan Al-Kitab Bahasa Iban di Sarawak, gara-gara kerana ada perkataan Allah taala di dalamnya. Pengharaman ini dibatalkan hanya setelah rayuan dibuat oleh Gereja-gereja Iban dan Pemimpin-pemimpin mereka. Apakah umat Islam in Malaysia akan dikelirukan oleh dua patah perkataan tersebut?! Di manakah letaknya minda yang terbuka untuk ‘mendalami ilmu agama-agama samawi’ kononnya bagi umat Islam seperti yang cuba ditonjolkan oleh kata-kata Menj di atas?? Tidak ada! Dalam satu kertas kerja yang dikarangkan oleh Amini Amir Abdullah, Department of General Studies bagi The Faculty of Human Ecology, UNIVERSITI PUTRA MALAYSIA (UPM), Serdang yang berjudul THE RESPONSE OF THE NON-MUSLIMS TO ISLAMIC REVIVALISM IN MALAYSIA, beliau membentang dalam hubungan badan NGO Malaysia MCCBCHS (“Malaysian Consultative Council for Buddhism, Christianity, Hinduism and Sikhism”). Badan MCCBCHS mewakili dan membela hak-hak warganegara Malaysia yang bukan-Islam. Dalam kertas kerja ini, En.Amini mencatatkan tentang pengharaman Al-Kitab bahasa Indonesia dan juga ungkapan-ungkapan keagamaan yang digunakan dalam Bahasa Malaysia seperti berikut: “The Indonesian language version of the Bible namely “AlKitab” was banned under the ISA. The ban was partially lifted so that ONLY Christians and churches could possess the “AlKitab” after protests from the Christian community…The Ministry of Home Affairs maintains a ban on the use by non-Muslims of certain words and expressions in the Malay language and Islam…Examples of the ‘banned words’ are: Al-Kitab [the alternative is Baible (Bible)]; Allah [Tuhan (God )]; Firman [Berkata (Say)]; Rasul [Utusan (Messenger)]; Syariat [Ajaran (Teachings)]; Iman [Percaya (Believe or faith)]; Ibadah [Amalan (Worship)]; Injil [Baibel (Bible)]; Baitullah [no equivalent]; Wahyu [Revelasi (Revelation)]; Nabi [Prophet]; Syukur, DLL. Maksudnya, Kementerian Dalam Negeri (KDN) telah mengharamkan Al-Kitab dan juga ungkapan-ungkapan dan perkataan keagamaan daripada digunakan oleh umat Kristian (istilah-istilah alternatif dicadangkan dalam [kurungan]). Tetapi setelah dibantah keras oleh umat Kristian (dan juga Sikh), KDN telah memberi kebenaran untuk bahan-bahan tersebut digunakan hanya dalam konteks gereja dan oleh umat Kristian dan Sikh. Selain dari itu, En.Amini juga membentangkan bahawa: “Many of the Christian literature in the Indonesian language is still withheld by the custom officers because of the use of these forbidden words. Several hotels were told to remove Bibles and other Christian literature from the rooms and to take down pictures with Christian messages. Some Christian schools have been told to remove the crucifix, and to replace the crucifix, and other Christian symbols with a star even on school badges.” Lapuran penuh karya En.Amini Amir Abdullah boleh dibaca dengan lengkapnya di sini. Sesiapa pun boleh mencari dari mana-mana enjin pencarian di Internet bagi maklumat umum di atas! Inilah contoh supresi dan menekan golongan Kristian daripada menggunakan Kitab Suci mereka dalam bahasa pilihan mereka sendiri secara terbuka yang cukup jelas! Juga, penegahan Al-Kitab dan bahan bacaan Kristian dalam bilik-bilik Hotel adalah satu lagi contoh dan bukti jelas sikap minda yang tertutup dan ini menyangkal hujah siMenj di atas dan di bawah dan membuktikan sekali lagi bahawa dia sanggup berselindung disebalik pendustaan dan tipu-dayanya bagi menegakkan ‘pembelaannya’ untuk agama Islam! Jadi, Al-Kitab Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia yang telah diharamkan pada tahun 80-an tidak lama dahulu, merupakan bukti kukuh bahawa umat Islam di Malaysia TIDAK DIBENARKAN ATAU DIGALAKKAN membaca Kitab Suci Injil /Al-Kitab umat Kristian untuk memperluaskan minda dan pemahaman mereka mengenai agama Kristian! Kebenaran hakikat ini amatlah jelas lagi apabila Kerajaan Malaysia HANYA MEMBENARKAN Al-Kitab Bahasa Malaysia digunakan hari ini, HANYA DI KALANGAN UMAT KRISTIAN SAHAJA dan hanya berhubung-kait dengan aktiviti gereja sahaja. Kalau Kitab Suci (Bahasa Malaysia) umat Kristian diharamkan untuk orang-orang Islam, apa lagi buku-buku ilmiah Kristian yang penuh dengan ayat-ayat dipetik dari Al-Kitab itu sendiri! Jadi tuduhan ‘penghinaan’ dan ‘dakwaan palsu’ Menj di atas ini adalah tidak benar sama sekali dan satu pendustaan dan penipuan olehnya! Ini juga merupakan satu penghinaan besar keatas dirinya sendiri. Kita dapat melihat dengan cukup jelas tipu-daya dan pembohongan yang cuba diketengahkan oleh Menj yang semakin ketara. Sebenarnya, bukan Al-Kitab Kristian versi Bahasa Malaysia sahaja yang telah cuba diharamkan oleh pihak Muslim, malah tayangan filem seperti “The Prince of Egypt” atau “Sang Putera Mesir” satu masa dahulu telah diharamkan oleh mereka daripada tayangkan di pusat-pusat tayangan gambar umum! Sehingga saat ini, kami masih kurang pasti jikalau filem terkemuka arahan pengarah Mel Gibson “The Passion of the Christ” (‘Penderitaan Al-Masih’) akan dibenarkan tayangannya di Malaysia! Walaupun “The Passion of the Christ” telah dibenarkan penayangannya negara Islam timur-tengah seperti Emiriah Arab Bersatu, Lubnan, Mesir, Palestin, Qatar dan Syria. Populasi Islam di negeri-negeri ini adalah penduduk majoriti. Ini juga mencerminkan sikap minda yang masih tertutup antara umat Islam di Malaysia yang wujud di abad dan milenium yang baru hari ini! Kami tidak heran sama sekali dengan sikap minda tertutup, berpra-sangka serta sikap takut untuk mengkaji Kitab Suci Injil umat Kristian dan intoleransi di kalangan kebanyakan orang Muslim ini, kerana sejak permulaan zaman Islam dahulu khalifah yang pertamanya Umar telah mengamalkan sikap intoleransi seperti ini, menurut Pak Nurcholish Madjid, seorang tokoh Islam Indonesia: “Mula-mula orang-orang Kristen Arab dari Najran (pusat orang Kristen Arab), di sebelah Makah yang bersempadan dengan Yaman, diminta oleh Umar supaya PINDAH KELUAR KE TEMPAT LAIN. Namun, mereka keberatan, “Umar! Nabimu saja tidak berbuat begitu, mengapa kau lakukan begitu.” Umar telah menjawab – ‘Kami perlukan home base yang aman. Anda kami persilakan pindah ke tempat yang lain..’” Kemudian mereka terpaksa pindah ke Irak. Menurut Cak Nur, Tariq Aziz, Perdana Menteri Irak yang beragama Kristen itu kononnya juga berketurunan dari Najran.” Meretas Jalan Teologi Agama-agama di Indonesia, “Konstitusi Madinah” dikarang oleh Nurcholish Madjid, P.B.Gunung Mulia, Jakarta. 2003 Padahal, umat Kristian di Najran sudah ada di sana jauh lama sebelum kemunculan Islam atau nabi Muhammad dan situ merupakan kampung halaman mereka yang asli. Walau pun begitu, mereka harus juga diusir keluar oleh Umar kerana tanah Hijaz seharusnya mesti diselubungi oleh hanya satu agama dan fahaman – Islam! Kita akan saksikan sikap ketidak-adilan dan gejala kebudak-budakan seperti ini berulang kali lagi dalam tulisan-tulisan dan tindak-tanduk para misionari dan dai Islam seperti Menj ini. “Penulis sendiri memiliki banyak bahan-bahan bercetak dan elektronik yang berkaitan dengan ilmu Alkitab itu sendiri, dan tidak perlulah diterangkan lebih lanjut lagi mengenai kedangkalan dakwaan bahawa “para ustaz dan pengajar-pengajar Islam…TIDAK menggalakkan pengikut-pengikut mereka mendalami pengetahuan mereka dalam agama Kristian/Injil atau agama umat Yahudi-Judaisme/Taurat, Zabur & tulisan Nabi-nabi”, kerana penulis sendiri telah DIBERIKAN GALAKAN oleh para ustaz untuk meneruskan pengkajian mengenai kitab-kitab dan akidah agama samawi! Menj Sendiri yang Berselindung disebalik Pendustaan, Pembohongan dan Penipuan Ketara Dakwaan kedangkalan Menj itu juga adalah satu tuduhan palsu lagi dan juga usahanya untuk menutupi keadaan yang sebenar. Seperti sudah dibuktikan di atas, memang ada pun ramai sekali para ustaz dan ustazah dan pengajar Islam yang lain yang menegah murid-murid mereka dari membaca Al-Kitab dan bahan-bahan Kristian menyusul contohnya daripada pengharaman pengunaan Al-Kitab di luar aktiviti-aktiviti gereja Kristian. Pengalaman ini bukan sahaja diamalkan di Malaysia, tetapi rata-rata hampir di seluruh dunia Islam bila mana orang-orang Muslim tidak digalakkan untuk mendalami pengetahuan mereka dalam ajaran Kristian dan Kitab Suci Injil/AlKitab. Hakikat ini telah diakui oleh Bekas orang Islam sendiri yang kini sudah memeluk kebenaran Saidina Isa al-Masih dan Injil Baginda! Cubalah membaca kesaksian Saudara Sinur dari Kurdistan tentang Al-Kitabnya yang telah dibakar oleh orang Islam, dan juga seorang Muslimah Melayu yang bernama Rogayyah yang tidak dibenarkan mendalami pengetahuannya dalam agama Kristian. Bacalah Kisah Benar saudara Sami dari Maghribi yang ditegah melanjutkan Kursus Al-Kitabnya oleh kerana tekanan dari orang Islam. Terdapat juga kisah-kisah benar bekas umat Islam yang telah mencari kebenaran, tetapi tidak dapat jawaban-jawaban yang sempurna atau memuaskan dari al-Quran dan ustaz-ustaznya, seperti Ibrahim dari Mesir, Younathan dari Timur Tengah dan Abdul Saleeb dari Timur Tengah yang dinasihati oleh pemimpin agama Islamnya untuk jangan terlalu banyak bertanya pasal hal-hal keagamaan! Dengan angkuhnya Menj cuba menonjolkan perkara pada miliknya ada banyak bahan ilmiah Kristian! Apakah semua bahan itu bukan digunakan untuk cuba menghapuskan dan menghancurkan ajaran Kristian sahaja!? Sama saja seperti gurunya Ahmad Deedat. Dengan membaca kandungan lamanwebnya, kami dapati “maklumat Kristian” konon, yang ada padanya semua adalah salah-tafsiran dan salah-fahaman yang amat sempit dan serong, kekarutan yang tidak mewakili ajaran Kristian yang sebenar atau yang sejati! Dan kami cabar lagi kepada Menj hakikat ini: Apakah anda mewakili semua orang Muslim? Atau majoriti daripada mereka sebenarnya tidak mengambil tahu tentang ajaran agama-agama samawi langsung. Lagi pun agenda anda belajar agama Kristian dan Al-Kitab ialah semata-mata untuk cuba memusnahkan ajaran dan akidah Kristian sahaja, oleh kerana andaian anda bahawa Islam adalah agama terakhir oleh itu agama Kristian harus diketepikan dan ‘dimansuhkan’ konon. Dan anda akan usaha mempelopori kepada semua orang ideologi yang terpesong ini! “Kalau mahu check dan re-check benar-benar dengan para pemikir, pujangga-pujangga terkenal dan ahli-ahli falsafah dan cendekiawan Barat Timur mahupun Timur-tengah – Ada jauh lebih banyak para cerdik-pandai, ahli falsafah dan ahli-ahli Sains yang mengakui kesahihan dan keandalan ajaran Kristian dan Isa al-Masih, daripada mereka yang mengaminkan Islam..contohnya : “C.S. Lewis, Sir Isaac Newton, Blaise Pascal, Dr.William Lane Craig, Dr.Lamin Sanneh, Daud Rahbar, Hamran Ambrie dan Bambang Nursena, Dr.Mubarak Awad Dan lain-lain… “Alkisahnya, setelah kami check dan recheck, jelas bahawa puak misionaris terlampau ketandusan ilmuwan Kristian sehinggakan terpaksa merujuk kepada Unitarian Kristian (Sir Isaac Newton) yang didakwa mereka sendiri sebagai “terkeluar” daripada agama Kristian, seorang daripada kalangan mereka sendiri (C.S. Lewis), seorang atheis (Blaise Pascal) dan seorang filsafat Kristian di mana akidahnya mengenai Trinitas Kristian adalah diragui sama dengan apa yang diimani oleh golongan misionaris Kristian sendiri (Dr. William Lane Craig)! Sungguh lucu, bukan? Aksi-aksi kebudak-budakan Menj seperti sang Badut yang amat kelakar Yang sebenarnya amat melucukan ialah pernyataan-pernyataan Menj di atas yang amat jahil dan dangkal lagi buta sejarah, sama seperti kandungan al-Qurannya yang tidak tentu arah bila dibandingkan dengan ketepatan dan keakuratan kebenaran dan fakta-fakta sejarah yang benar-benar dapat dikenalpasti kesahihannya! Mungkin si Menj telah buat rechecknya konon, di dalam gelas teh-tariknya saja! Jika Menj kurang arif atau kurang tahu dalam sesuatu bidang ilmiah, akuilah sahaja, tetapi sebaliknya, aksinya cuba berselindung di belakang pembohongan dan penipuan bagi menyokong hujah-hujahnya adalah sungguh memalukan sekali! Seperti yang kita akan teliti. Tulisan-tulisannya yang kami telah mengaris-bawah di atas adalah contoh-contoh pembohongannya yang jelas. Saintis terkemuka Sir Isaac Newton dari England memangnya seorang Kristian yang cukup alim juga. Jikalau dia adalah benar-benar seorang pembidaat dalam perkara akidahnya, seperti Theismenya, seperti tertuduh di atas oleh seorang yang jahil, Gereja Sir Isaac Newton yaitu the Church of England akan mengusirkannya keluar dari Gereja tersebut, atau Sir Isaac sendiri akan keluar dari the Church of England atas sebab pertelingkahan itu. Tetapi ini tidak pernah berlaku! Dan Sir Isaac Newton telah hidup dan mati sebagai ahli Gereja Church of England seumur hidup beliau. The Church of England memegang kepada ajaran theisme Kristian yang mengakui syahadat Trinitarian yang rasmi. Di sini kita dapat melihat betapa terdesaknya Menj, sehingga dia mencuba memutar-belitkan kebenaran untuk memperdayakan pembaca-pembaca sekali lagi. Kebodohan dan kedangkalan Menj semakin menonjol-nonjol dan terserlah dengan claim seterusnya – bahawa kononnya Blaise Pascal adalah seorang “atheis”! Kalau tidak tahu – akuilah saja Menj, tetapi janganlah memalukan diri awak sendiri dengan meleter kekarutan yang bukan-bukan untuk mencuba memperdayakan orang! Sebaliknya, apakah sebenarnya kepercayaan Blaise Pascal, ahli Matematik Perancis yang agung itu? Adakah dia pernah seorang ‘atheis’ yaitu seorang yang tidak percaya dalam Tuhan dan menyangkal kewujudan-Nya, seperti yang cuba dijual oleh sesetengah pihak Muslim terdesak, seperti Menj yang sudah terdesak dan kebankrupan?? Menurut sumber ilmiah ini, Blaise Pascal adalah seorang : Scientist / Apologist Profile: Blaise Pascal (1623-1662) By Kenneth Richard Samples One of modern science’s most creative and intuitive thinkers was also one of Christianity’s most passionate and unique apologists. Frenchman Blaise Pascal was certainly one of seventeenth-century Europe’s quintessential renaissance men. In the short span of his life he worked and served as a mathematician, a physicist, an inventor, a prose writer, a religious philosopher, and above all an imaginative defender of the Christian faith. As one of the founding fathers of the then “new science,” Pascal’s scientific achievements mark him as one of the most advanced thinkers of his time. As a Christian thinker, his writings provided a penetrating and provocative analysis of the broader Christian world-and-life view. This profile will survey some of the highlights of Pascal’s extraordinary life and scientific accomplishments, as well as touch on some of his major philosophical and religious ideas. Maksudnya, BLAISE PASCAL adalah seorang ahli Falsafah DAN Seorang pujangga beragama KRISTIAN yang cukup hebat! Dia juga dikira sebagai ‘a defender of the Christian Faith’ yang dikagumi oleh ahli-ahli falsafah yang lain. Beliau bukan hanya sekadar ahli Matematik dan Sains, tetapi juga seorang yang telah membela ajaran Kristian yang hebat! Yaitu beliau telah menulis banyak karya-karya membela dan menegakkan kesahihan dan kebenaran ajaran-ajaran agama Kristian. Masakan dia pernah ’atheis’ dan sesiapa yang menuduh begitu ialah seorang yang sangat bodoh dan buta sejarah, dan/atau suka melakukan pembohongan yang ketara. Fakta-fakta di atas juga didukung oleh salah satu sumber neutral lain, ensaiklopedia Britannica Concise Encyclopedia : Pascal , Blaise : born June 19, 1623, Clermont-Ferrand, France died Aug. 19, 1662, Paris French mathematician, physicist, and religious philosopher. The son of a mathematician, he was a child prodigy, earning the envy of René Descartes with an essay he wrote on conic sections in 1640. In the 1640s and 1650s he made contributions to physics (formulating Pascal’s law) and mathematics (working on the arithmetic triangle, inventing a calculating machine, and contributing to the advance of differential calculus). For work done in his early years, he is regarded as the founder of the modern theory of probability. His great work of Christian apologetics was Apologie de la religion Chrétienne, but he put together most of his notes and fragments between 1657 and 1658; and these were published posthumously as Pascal’s Pensées (1670). “Blaise Pascal” Britannica Concise Encyclopedia, from Encyclopædia Britannica Premium Service. Sungguh LUCU KAMI MENDAPATI, siMenj terpaksa menggunakan kepalsuan, pembohongan dan tipudayanya untuk cuba menegakkan kebenaran Islamnya! Tidakkah ada cara lain yang lebih mulia dan ikhlas bagi orang Islam untuk menjalankan kerja dakwahnya dengan bersopan dan lebih bertanggungjawab? Agama Kristian mempunyai banyak lagi ahli-ahli Saintis dan Pencipta-pencipta dunia moden ini. Selain daripada Isaac Newton dan Blaise Pascal-seorang Kristian yang juga menulis banyak bahan ilmiah yang membela akidah Kristian; terdapat juga ratusan para saintis yang lain seperti berikut : CABANG-CABANG DISIPLIN ILMU SAINS YANG DIHASILKAN OLEH AHLI SAINTIS BERAGAMA KRISTIAN DISIPLIN/CABANG ILMU SAINS: AHLI SAINS: ANTISEPTIC SURGERY BACTERIOLOGY CALCULUS CELESTIAL MECHANICS CHEMISTRY COMPARATIVE ANATOMY COMPUTER SCIENCE DIMENSIONAL ANALYSIS DYNAMICS ELECTRONICS ELECTRODYNAMICS ELECTRO-MAGNETICS ENERGETICS ENTOMOLOGY OF LIVING INSECTS FIELD THEORY FLUID MECHANICS GALACTIC ASTRONOMY GAS DYNAMICS GENETICS GLACIAL GEOLOGY GYNECOLOGY HYDRAULICS HYDROGRAPHY HYDROSTATICS ICHTHYOLOGY ISOTOPIC CHEMISTRY MODEL ANALYSIS NATURAL HISTORY NON-EUCLIDEAN GEOMETRY OCEANOGRAPHY OPTICAL MINERALOGY PALEONTOLOGY PATHOLOGY PHYSICAL ASTRONOMY REVERSIBLE THERMODYNAMICS STATISTICAL THERMODYNAMICS STRATIGRAPHY SYSTEMATIC BIOLOGY THERMODYNAMICS THERMOKINETICS VERTEBRATE PALEONTOLOGY JOSEPH LISTER (1827-1912) LOUIS PASTEUR (1822-1895) ISAAC NEWTON (1642-1727) JOHANN KEPLER (1571-1630) ROBERT BOYLE (1627-1691) GEORGES CUVIER (1769-1832) CHARLES BABBAGE (1792-1871) LORD RAYLEIGH (1842-1919) ISAAC NEWTON (1642-1727) JOHN AMBROSE FLEMING (1849-1945) JAMES CLERK MAXWELL (1831-1879) MICHAEL FARADAY (1791-1867) LORD KELVIN (1824-1907) HENRI FABRE (1823-1915) MICHAEL FARADAY (1791-1867) GEORGE STOKES (1819-1903) WILLIAM HERSCHEL (1738-1822) ROBERT BOYLE (1627-1691) GREGOR MENDEL (1822-1884) LOUIS AGASSIZ (1807-1873) JAMES SIMPSON (1811-1870) LEONARDO DA VINCI (1452-1519) MATTHEW MAURY (1806-1873) BLAISE PASCAL (1623-1662) LOUIS AGASSIZ (1807-1873) WILLIAM RAMSAY (1852-1916) LORD RAYLEIGH (1842-1919) JOHN RAY (1627-1705) BERNHARD RIEMANN (1826-1866) MATTHEW MAURY (1806-1873) DAVID BREWSTER (1781-1868) JOHN WOODWARD (1665-1728) RUDOLPH VIRCHOW (1821-1902) JOHANN KEPLER (1571-1630) JAMES JOULE (1818-1889) JAMES CLERK MAXWELL (1831-1879) NICHOLAS STENO (1631-1686) CAROLUS LINNAEUS (1707-1778) LORD KELVIN (1824-1907) HUMPHREY DAVY (1778-1829) GEORGES CUVIER (1769-1832) Bukan sahaja sekadar sumbangan disiplin-disiplin saintifik di atas, tetapi juga hasil daripada pembangunan sains ditangan saintis Kristian, seluruh dunia hari ini (termasuk orang Islam) telah menikmati begitu banyak kemudahan-kemudahan serta keselesaan dari ciptaan-ciptaan baru dan penemuan-penemuan moden yang dihasilkan dan disumbangkan oleh umat Kristian ini! CIPTAAN-CIPTAAN PENTING, PENEMUAN-PENEMUAN DAN PEMBANGUNAN SAINTIFIK OLEH SAINTIS KRISTIAN CIPTAAN-CIPTAAN/PENEMUAN BARU: AHLI SAINS: ABSOLUTE TEMPERATURE SCALE ACTUARIAL TABLES BAROMETER BIOGENESIS LAW CALCULATING MACHINE CHLOROFORM CLASSIFICATION SYSTEM DOUBLE STARS ELECTRIC GENERATOR ELECTRIC MOTOR EPHEMERIS TABLES FERMENTATION CONTROL GALVANOMETER GLOBAL STAR CATALOG INERT GASES KALEIDOSCOPE LAW OF GRAVITY MINE SAFETY LAMP PASTEURIZATION REFLECTING TELESCOPE SCIENTIFIC METHOD SELF-INDUCTION TELEGRAPH THERMIONIC VALVE TRANS-ATLANTIC CABLE VACCINATION & IMMUNIZATION LORD KELVIN (1824-1907) CHARLES BABBAGE (1792-1871) BLAISE PASCAL (1623-1662) LOUIS PASTEUR (1822-1895) CHARLES BABBAGE (1792-1871) JAMES SIMPSON (1811-1870) CAROLUS LINNAEUS (1707-1778) WILLIAM HERSCHEL (1738-1822) MICHAEL FARADAY (1791-1867) JOSEPH HENRY (1797-1878) JOHANN KEPLER (1571-1630) LOUIS PASTEUR (1822-1895) JOSEPH HENRY (1797-1878) JOHN HERSCHEL (1792-1871) WILLIAM RAMSAY (1852-1916) DAVID BREWSTER (1781-1868) ISAAC NEWTON (1642-1727) HUMPHREY DAVY (1778-1829) LOUIS PASTEUR (1822-1895) ISAAC NEWTON (1642-1727) FRANCIS BACON (1561-1626) JOSEPH HENRY (1797-1878) SAMUEL F.B. MORSE (1791-1872) AMBROSE FLEMING (1849-1945) LORD KELVIN (1824-1907) LOUIS PASTEUR (1822-1895) Sudah jelas sekarang dunia Kristian telah menghasilkan dan menyumbang cukup banyak ciptaan-ciptaan baru melalui para Saintis, Pemikir dan Tokoh-Pujangga hebat seperti di atas. Semua ini pula telah banyak sekali menyumbang kepada kesejahteraan dan keselesaan hidup bagi Dunia ini! Mungkin orang Islam akan gelarkan itu semua sebagai ‘bidat hassanah’ atau inovasi yang bagus, tetapi kami ingin menanyakan Menj dan kuncu-kuncunya – Apakah pula sumbangan orang-orang Islam lewat 500 TAHUN kebelakangan ini kepada ilmu Sains atau mana-mana cabangnya dan kepada kesejahteraan Manusia yang hidup di atas Bumi ini?? Tidakkah benar dalam perkara ini dunia Islam amat ketandusan – terutamanya lewat 500 tahun yang kebelakangan ini? Apakah CIPTAAN ATAU PENEMUAN MODEN yang setimpal atau yang setanding dengan ciptaan dan penemuan-penemuan yang kami senaraikan di atas yang pernah dihasilkan oleh saintis Muslim ? Cubaan Dangkal Menj Memutarbelitkan Kata-kata Ahli Falsafah Kristian Kemudian dia telah mencuba sekali lagi memperdayakan para pembaca dengan memutar-belitkan keadaan yang sebenar tentang seorang ahli filsafat Kristian moden –Dr.William Lane Craig : “dan seorang filsafat Kristian di mana akidahnya mengenai Trinitas Kristian adalah diragui sama dengan apa yang diimani oleh golongan misionaris Kristian sendiri (Dr. William Lane Craig)!” Siapakah yang meragui sebenarnya? BUKAN UMAT KRISTIAN! Tetapi Menj cuba meresahkan kesan ‘keraguan’ itu! Nampaknya ‘keraguan’ ini adalah hanya dalam khayalan dan mimpi impian Menj! Inilah usaha membuat ‘straw man’ Menj yang kebudak-budakan itu untuk cuba memperdayakan umat Kristian dan Islam sekali lagi. “Straw man” ialah seperti benang basah yang walau pun tidak boleh ditegakkan, akan cuba ditegakkan dengan menggunakan apa-apa daya pun-termasuk pembohongan, dusta dan tipudaya oleh Menj yang sudah kehabisan dan ketandusan fakta-faktanya, asalkan mata kita dapat dikaburinya! Bagi memahami pegangan Dr.Craig tentang Tritunggal, adalah jauh lebih bagus untuk membenarkan beliau sendiri menyuarakan penjelasannya, sebagai primary source atau sumber yang asli dan utama daripada cuba meletakkan kata-kata (kosong) ke dalam mulut Dr.William Lane Craig! Kerana itu adalah satu lagi falasi besar Menj sekali lagi cuba membuat straw men equivalence dan mencuba menegakkan benang yang basah dalam angin untuk memperdayakan orang, dengan pendustaan dan permainain kata putar-belit kononnya akidah Tritunggal Dr.Craig itu ‘diragui umat Kristian’! Dalam Web-sitenya sendiri – http://www.leaderu.com/offices/billcraig, Dr.Craig telah membentang konsep Trinity atau Tritunggal beliau dengan cukup jelas dan lengkap, berdasarkan exegesis atau rukun-rukun pentafsiran kitabiah yang wajar. Biarlah kita mendengar dan cuba menelaah apa yang Dr.Bill Craig SENDIRI menjelaskan tentang konsep Trinity itu. Dalam link ini, dia telah menyatakan ajaran Tritunggal yang cukup munasabah. Dia telah mendebat konsep ketuhanan Kristian dan wujudnya Tuhan Kristian dengan seorang pujangga lain, Edwin Curley, di University of Michigan pada 5 Februari 1988. THE CRAIG-CURLEY DEBATE: THE EXISTENCE OF THE CHRISTIAN GOD William Lane Craig and Edwin Curley with annotations by William Lane Craig 5 February 1998, University of Michigan Dalam satu sessi debat itu, Dr.Craig telah berkata : “I spent about seven years studying the divine attribute of omniscience and working on these problems of foreknowledge and freedom and things of that sort. The last ten years I have just spent studying the concept of divine eternity and God’s relationship with time and just finished a massive two volume work in September on how God relates to time in relativity theory, in philosophy of language, in philosophy of space and time, and so forth. And I’m convinced that the Christian concept of God is perfectly coherent and is like a hub from which philosophical exploration can go out and touch virtually every area of rational inquiry and shed light on it. So, I’m deeply committed to the idea that this is a consistent notion.” Dr.William Craig menyatakan bahawa setelah menelaah konsep sifat-sifat Allah dan juga konsep keabadian ilahi serta perhubungan Allah dengan masa dan waktu, konsep ketuhanan Kristian adalah amat central atau berpusat dan amat penting bagi mana-mana penelaahan falsafah dan berguna untuk menjelaskan apa-apa pengkajian rasionalistik dan merupakan satu pegangan yang konsisten bagi dirinya. Di satu sessi debatnya yang lain, beliau menjelaskan lagi, perhubungan Tuhan Allah dengan Sayidina Al-Masih Isa : “I think we’ve seen, as yet unrefuted, five good reasons for thinking that a Creator and Designer of the universe exists who is the locus of absolute value and Who has revealed Himself decisively in Jesus Christ. And, therefore, I think that Christian theism is the more plausible world view.” “Saya sudah menunjukkan, dan sehingga kini belum lagi dapat disangkal, lima sebab-sebab untuk memegang kepada Pencipta dan Pereka cakarawala yang memang wujud, dengan Siapa letaknya pusat nilai mutlak, yang telah juga menjelmakan dan mendedahkan Diri-Nya secara pasti di dalam ISA AL-MASIH. Dari itulah, saya dapati bahawa theisme Kristian adalah pandangan Dunia (pandangan hidup) YANG LEBIH MUNASABAH.” Sebagai penggulung debatnya dengan Edwin Curley, Dr.Bill Craig telah berkesimpulan bahwa: “So I think that my case this evening is still basically intact and that we have good grounds for believing in the truth of Christian theism.” “Saya rasa kes hujah saya petang ini masih tidak dapat ditumpaskan, dan kita semua masih miliki sebab-sebab dan dasar-dasar yang cukup bagus bagi memegang kepada kebenaran theisme Kristian.” Jadi, apakah sebenarnya intipati kebenaran theisme Kristian Dr.Craig itu? Yakni : Bahawa – Pencipta dan Pereka cakarawala yang memang wujud, telah juga menjelmakan dan mendedahkan Diri-Nya secara pasti di dalam SAYIDINA ISA AL-MASIH. Dan ajaran di atas ini adalah sejajar dan cocok dengan intipati ajaran Trinity atau Tritunggal Kristian yang sudah wujud dengan Gereja Kristian berabad-abad yang lalu pada abad pertama Masehi, seperti mana yang termaktub dalam nas-nas Al-Kitab sejak awal-awal lagi, seperti Yohanes 1:14, Roma 8:32, Yohanes 1:1ff, 1 Petrus 1:3-12; 2:1-10, 18-25, 1 Yohanes 1:1-2:6, dll. Posisi ini juga telah diterima, dipersetujui dan diakui oleh seorang bekas Islam, yang telah juga bergumul dengan konsep Trinity Kristian atau theisme Kristian secukup lama sejak beliau seorang Muslim pada satu masa yang lalu. Denis Giron, yang pernah mencintai al-Quran satu masa dahulu, telah boleh menerima penjelasan ajaran Trinity sepertimana yang dibentangkan oleh Dr.William Lane Craig. Giron juga mendapati bahawa penjelasan Dr.Craig itu memang cocok dan sejajar dengan ajaran Tritunggal di dalam Al-Kitab. Dan ini merupakan satu penangkisan dan sangkalan kepada teori dangkal, kosong dan kebudak-budakan si Menj itu. Dalam kumpulan perbincangan soc.religion.christian dalam newsgroup Usenet, Denis Giron telah menyatakan pada October 1, 2003 seperti berikut: “As I’ve stated here and elsewhere, I believe William Lane Craig basically CLOSED the book on the controversy over the doctrine of the Trinity when he noted that one has to understand the dichotomy between a copula of identity and a copula of predication. When Trinitarians utter the phrase “Jesus is God,” it is perfectly compatible with a Monotheist worldview if we hold that the copula employed (i.e. the word ‘is’) is one of predication. Thus to say Jesus (or any other member of theTrinity) is God is not to say that he is identical with the Godhead in toto, but rather that he has the attributes of deity (that he is consubstantial with the Godhead). This is perfectly in line with John 1:1. With this sort of clarification (which takes a page from the philosophy of language), we see that the doctrine Trinity can no longer be considered logically incoherent. It is certainly not inconsistent with a Monotheist worldview or the text of the Bible.” Lihatlah hujah-hujah sepenuhnya termasuk penangkisan kepada tuduhan ‘percanggahan dalam Al-Kitab’ di link ini. Denis telah menyatakan: “Saya percaya bahawa Dr.William Lane Craig secara mendasar telah menyelesaikan dan menutup pendebatan tentang akidah Tritunggal, apabila beliau menyatakan bahwa seseorang harus fahami dikotomi (perbezaan) di antara suatu kopula identiti dengan suatu kopula predikasi. Apabila orang menyebut ungkapan “Isa adalah Ilahi” ini adalah memangnya sejajar dengan pandangan monoteisme bila kopulanya difahami sebagai kopula predikasi. Yakni, bila berkata Isa/Yesus (atau Ahli Tritunggal yang lain) adalah Tuhan, ini bukanlah dalam maksud secara semata-mata in toto sahaja, tetapi sebaliknya menunjukkan bahawa Dia memiliki zat-zat azali dan sifat Ilahiyah (yaitu Dia saling berkongsi Zat dan Sifat Ilahiah dengan Allah – ‘consubstantial’) juga. Hakikat ini memang sejajar dan cocok sekali dengan nas Injil Yohanes 1 ayat 1. ”Dengan penjelasan seperti ini, ajaran akidah Tritunggal bukan lagi “tidak berlogik”. Ia juga sama sekali tidak bercelaru atau bercanggah dengan pegangan Monoteisme yang lazim atau pun dengan kandungan Nas Al-Kitab.” Sesudah meneliti ajaran ini dengan hati-hati dan sewajarnya, seorang pemikir yang waras seperti Denis Giron boleh mencapai kesimpulan yang munasabah, walau pun beliau pernah mengikuti ajaran Islam dan mempercayai ajaran al-Quran dahulu! Sekarang dia sudah celik kepada kebatilan dan kelemahan disebalik agama Islam yang pernah dianutinya itu! Setelah beliau menolak agama Islam dan keluar daripadanya, Denis Giron sekarang mengendalikan websitenya yang bergelar ‘Freethought Mecca’ yang memperjuangkan kebebasan berfikir dan mendalami penelaahan dalam keagamaan bagi milenium ini. Penafian Demi Penafian, Kejahilan dan Lebih Kebutaan Sejarah serta Tipudaya Yang Hina-Dina Jika Menj dan kuncu-kuncunya tidak berjaya menyangkal fakta-fakta yang diwartakan kami, dia akan cuba menukar dalihnya pula, seperti penafian-penafiannya yang jelas kelihatan dibawah ini. Memang, nama-nama orang Kristian yang telah disebutkan di atas – seperti Dr.Lamin Sanneh, Daud Rahbar, Pak Almarhum Hamran Ambrie, Pak Bambang Nursena, dan yang lain-lain dulunya adalah penganut-penganut Islam yang sebenar semuanya. Tetapi oleh kerana dia tidak dapat menyangkal keislaman awalan orang-orang tersebut, dia terpaksa ‘buat tidak tahu sahaja’, dan penafian-penafian itu jelas dari kata-kata kosongnya di bawah. Dia mencuba sedaya-upaya untuk meremehkan dan memperkecilkan para cendekia dan tokoh-tokoh ini kerana dia tidak mampu membuktikan hakikat sebaliknya dan tambahan lagi dia juga tidak dapat menghadapi kenyataan dan realiti yang sebenar; BAHAWA SUDAH ADA RAMAI UMAT ISLAM HARI INI YANG BERANI MENYATAKAN PENOLAKAN DAN PENYANGKALAN MEREKA TERHADAP AGAMA ISLAM! Walau pun Islam cuba mengadakan hukuman-hukuman keras dan zalim untuk menghalang umat Islam yang keluar dari agama itu, dapat juga cukup banyak orang Muslimin DAN Muslimah yang cukup waraq suatu masa dahulu, yang bertekad menolak Islam dan keluar daripada Islam pada hari ini! Layarilah ke website-website bekas Islam seperti yang ada dalam Bahasa Malaysia/Indonesia, bahasa-bahasa lain dan juga laman-laman web umat bekas Muslim yang lain seperti http://www.faithfreedom.org/, http://www.secularislam.org/, dan juga seorang wanita Melayu Islam yang berani yang bergelar ‘Murtad Mama’. Jika kononnya, Menj itu tidak tahu hakikat-hakikat ini, ini adalah bukti menunjukkan sikapnya seperti seekor katak di bawah tempurung! Betapa sempit minda si Menj yang tertutup itu, dan betapa serba KEKURANGAN FAKTA DAN DALILNYA bagi hujah-hujahnya yang begitu lemah, dangkal lagi cetek-akibat fikiran yang tersepitnya itu! “Tetapi ada yang lebih lucu daripada ini. Mereka mendakwa bahawa lima nama yang terakhir ini adalah terdiri daripada “cendekiawan” yang “dulunya penganut Islam dari Benua Asia dan Afrika yang kuat (terdapat Imam dan Ulamak diantara mereka), tetapi kini mereka telah memeluk ajaran Isa dan Kristian yang sejati”. Namun yang lucunya di dalam cerita mereka ini ialah tiada seorang pun daripada mereka dikenali oleh majoriti umat Islam hari ini, dan malah salah seorang daripada mereka (Hamran Ambrie) sudah didedahkan sebagai seorang penipu yang mengaku Islam! Di masa-masa yang akan datang, kami akan menyediakan siri-siri artikel yang mendedahkan pembohongan si penjorok yang memanggil dirinya “Hamran Ambrie”, insya’ Allah. Jelas sekali, dunia Menj itu amatlah sempit lagi terhad. Sebagai seekor katak yang berenang dalam telaga yang gelap, menganggapi bahawa ia sudah mengalami Lautan luas, adalah dunia khayalan dan Alam Fantasi sebenarnya! Kami tertawa diatas kelucuan penafian-penafian si Menj yang bermemori selektif itu…!! Kerana Menj berlagak sebagai seorang yang ‘berilmu’ konon, tetapi semua ‘ilmu’nya itu hanya berkisar keliling dunia khayalan Islamnya sahaja! Kesian sekali! Jika Menj yang bagaikan sang Badut itu ‘tidak tahu’ (Baca: Menafikan) kesaksian-kesaksian Dr.Lamin Sanneh, Daud Rahbar, almarhum Hamran Ambrie, Pak Bambang Noorsena, dan sebagainya, kami boleh buktikan kesahihan kesaksian mereka itu. Dr.Lamin Sanneh – Lapuran dari website United Press International -: http://www.upi.com/view.cfm?StoryID=20030602-063532-7671r Mungkin orang Islam di Asia kurang tahu tentang Dr.Sanneh ini, kerana dia seorang yang berasal dari negeri Gambia, Afrika Barat. Beliau berketurunan daripada keluarga Diraja suku Gambia yang tertua yang beragama Islam. Dan sejak muda lagi telah menelaah ajaran-ajaran Islam secara serius dan mendalam. Beliau juga fasih bertutur dalam empat Bahasa Afrika. Dr.Sanneh berijazah Master’s dalam Bahasa Arab dan Pengkajian Islam dari University Birmingham, UK dan selepas itu dari Beirut, Lubnan. Seorang yang cukup intelektual dan berilmu, beliau telah memeluk agama Kristian setelah mengkaji Quran dan Kitab Injil/Al-Kitab untuk mengenali siapakah Sayidina Isa Al-Masih yang sebenar. Kini, beliau sandang jawatan Profesor Madya dalam Bidang Sejarah di Yale University, USA. Sebelum itu, dia telah berkuliah di the Harvard Center for World Religions selama lapan tahun. Mungkin siMenj yang kedangkalan dan sentiasa dalam keadaan penafian itu tidak mahu kenali Dr.Sanneh yang telah menolak agama Islam, tetapi beribu-ribu manusia yang lain – Kristian mahupun Islam sudah kenalinya melalui Kuliah-kuliah beliau serta Buku-buku ilmiah yang telah dikaryakan oleh Dr.Lamin Sanneh. Bambang Noorsena Beliau dilahirkan sebagai seorang Islam di Ponorogo, Jawa, Indonesia. Dia telah mendalami agama Islam dengan cukup mantap serta mengamalkannya, tetapi telah memeluk agama apabila didapatinya akidah Kristian jauh lebih meyakinkan bagi beliau. Dia juga telah melanjutkan penelaahan agamanya di timur tengah seperti di Syria/Syam, Lubnan dan Palestin. Beliau juga sahabat baik dengan tokoh-tokoh Islam terkenal seperti Prof.Dr.Nurcholish Madjid dari Yayasan Wakaf Paramadina, yang seringkali mengundang Pak Bambang kepada forum-forum dialog Teologis Kristian-Islam di Jakarta. Umat Islam di Indonesia menyambut dengan begitu baik ide-ide Pak Bambang Noorsena, di antara mereka ialah tokoh-tokoh Islam lain seperti Dr.Jalaluddin Rakhmat, Dr.Kautsar Azhari Noer, Dr.Komaruddin Hidayat dan banyak lagi. Hamran Ambrie Pak Hamran Ambrie sememangnya seorang Islam di Indonesia dan juga tokoh dan pemimpin parti politik Islam Muhammadiyah di sana. Beliau cukup terkenal di tahun-tahun 40-60an di Amutai, Banjarmasin, Kalimantan dan juga di kota Bandung. Pemelukan agama Kristiannya diwartakan dalam akhbar harian UTAMA yang diterbitkan di Banjarmasin bawah tajuk utama penulis H.Arsyad Maran yang menyatakan: “PENGASAS TERKENAL GERAKAN MENJADI KRISTIAN – Pengasas terkenal Muhammadiyah zaman 30-an, dia juga merupakan salah seorang ketua editor JIHAD.” Pada 6 Mei, 1972, Pak Hamran sendiri telah menulis Surat Terbuka kepada Akhbar Utama menjelaskan dan mengesahkan pemelukan agama Kristian beliau. Pembaca boleh semak semula fakta-fakta benar yang berkaitan di sini. Kami tantang dan cabar Menj yang bersikap kebudak-budakan itu untuk membuktikan Pak Hamran Ambrie ini tidak pernah memeluk agama Islam pada suatu masa dahulu, sebelum Pak Hamran telah memeluki agama Kristian pada umurnya 40 tahun! Usaha Menj akan terbukti sia-sia saja. Menj hanya akan dapat lakukannya dengan menyemai lebih banyak lagi penafian-penafian, pembohongan serta penipuan yang terhina! Itulah cara lazim orang Islam seperti Menj ini. Dari itu kami sudah tahu bahawa Menj itulah ‘si pembohong dan penjorok’ yang sebenar! Sememangnya kalau Menj cuba mencari bukti-bukti yang sebenar, dia akan terpaksa termakan kata-katanya yang sangat angkuh tetapi kosong itu! Nah! Sudah jelaslah sikap intoleransi dan minda tertutup para fundamentalis Islam sudah terbukti sekali lagi! Kepada sesiapa yang menanyakan dan mempersoalkan agama Islam ada risiko besar mereka akan di siksa dan dibantai secukup-cukupnya! Sesungguhnya ini adalah cara paksaan namanya, yang tidak pantang diamalkan oleh Islam keatas penganutnya. Taktik Sia-sia yang Akan Senantiasa Gagal Menj seringkali (i) meremehkan dan memperkecilkan perkara yang tidak dapat dibuktikannya sebagai tidak benar. Dan dia juga akan (ii) membuat penafian (denial) terhadap kisah-kisah benar bekas umat Islam, terutamanya terhadap mereka yang telah keluar dari Islam dan memeluk agama Kristian. Sebab keresahan dan ketidakpuasan Menj sebenarnya adalah: dia memang tidak dapat menghadapi kenyataan! Kenyataan apa? Kenyataan bahawa ada orang Islam yang sesungguhnya Islam, tetapi ada di antara mereka yang telah berputus juga untuk menolak Islam dan keluar daripadanya atas sebab-sebab yang cukup waras serta meyakinkan untuk mereka. Tetapi taktik-taktik ini akan sentiasa gagal kerana: Penafiannya itu tidak sekali pun menidakkan kebenaran dan ketulenan hakikat orang-orang bekas Muslim yang telah masuk agama Kristian. Andaiannya bahawa seorang yang telah benar-benar memeluk agama Islam tidak boleh (baca: “tidak dapat”) keluar atau menolak agama Islamnya nanti itu hanya adalah impian dan khalayan fantasinya yang tidak berealiti langsung oleh sebab sudah ada banyak orang Muslim yang sudah meninggalkan Islam hari ini – termasuk para Hafiz dan ulamak-ulamak Islam, antara lain. “Kami pengikut ajaran Saidina al-Masih Isa seperti yang di catatkan di dalam Kitab Suci Injil (KSI).” “Yang kami ingin tonjolkan di sini adalah apakah bukti bahawa anda adalah pengikut sebenar Nabi ‘Isa alaihissalaam? Di manakah kesahihan dakwaan bahawa para pengikut Protestan (yang anda cuba “sembunyikan” daripada para pembaca anda) adalah “pengikut ajaran Saidina al-Masih Isa seperti yang di catatkan di dalam Kitab Suci Injil”. Dan inilah satu lagi contoh jelas pernyataan yang terdesak dan jahil lagi dangkal ‘si penjorok’ Menj. Tidak ada apa-apa langsung yang kami “ingin sembunyikan”! Kami dengan mudah menjawabnya dengan tanyakannya : Apakah buktinya bahawa Islam atau al-Quran adalah pewaris yang sah kepada sirah dan sejarah riwayat hidup Saidina Isa al-Masih yang sejati dan sebenar? Atau Saidina Ibrahim, atau saidina-saidina Musa, Daud, Sulaiman, Yahya dan yang lain-lain? KALAULAH Islam dan Qurannya adalah pewarta yang SAH bagi sejarah hidup Isa al-Masih yang benar, jawablah soalan ini: Mengapakah SEMUA Para Ilmuwan dan ahli-ahli Cendekiawan sejarah riwayat Isa al-Masih itu tidak pernah mengindahkan al-Quran sebagai satu sumber utama bagi menelaah atau pun mengkaji riwayat hidup Al-Masih Isa itu? Selain daripada pendakwah dan misionaris Islam; yang HARUS mempelopori ajaran Islam, rata-rata SEMUA ahli-ahli sejarah, pakar-pakar tamadun kuno dan khasnya tokoh-tokoh dan para ilmuwan riwayat dan sejarah Saidina Isa al-Masih itu TIDAK memandang serius al-Quran sebagai satu sumber ilmiah dan bersejarah yang boleh diyakini dan dipercayai untuk telaah dan mengkaji riwayat hidup baginda dengan tepatnya! Kehidupan, sirat dan risalah Al-Masih Isa itu telah menjadi tajuk dan tumpuan pengkajian, penelitian dan penyelidikan yang amat terperinci ahli-ahli sejarah dan pakar kajipurba serta tokoh-tokoh mashaf dan historiografi sejak beratus-ratus tahun dahulu. Antara institusi-institusi berprestij yang mengahlikan tokoh-tokoh ini ialah seperti The Society of Biblical Literature, The International Society for New Testament Studies, Journal of Historical Study, Harvard Theological Studies & Review, Columbia Studies in the Classical Tradition, Religion in Geschichte und Gegenwart, Studia postbiblica, Sources Chretiennes dan lain-lain institusi ilmiah bertaraf antarabangsa. Cubalah fikir sebentar! – Kenapakah para pengkaji dan ahli-ahli Institusi berilmiah seperti di atas semuanya tidak mengambil al-Quran atau Hadis sebagai sumber ilmiah atau bahan penting untuk mengkaji dan menelaah risalah Saidina Isa (atau pun Nabi-nabi samawi yang lain)? Atau pun perhatikan ahli-ahli pengkaji dan para ilmuan sejarah aliran ‘hala-kiri’ yang berunsur ‘liberal radikal’ seperti ahli-ahli “Jesus Seminar” itu seperti J.Crossan, Mack dan R.Hoover dll. yang seringkali menelaah sumber-sumber extra-biblical yakni bahan-bahan yang di luar Perjanjian Baru dan Al-Kitab, tetapi tokoh-tokoh ini juga tidak pernah merujuk atau bersumberkan al-Quran untuk pengkajian dan penelaahan mereka bagi Saidina Isa! Rata-rata semua pakar-pakar -hala kiri atau hala kanan – serta para ilmuwan dalam bidang tersebut TIDAK mementingkan Quran dan Hadis pada hari ini sebagai satu sumber sahih yang lengkap dan boleh diyakini untuk menelaah riwayat dan risalat Isa Al-Masih pada zaman Baginda. Sebaliknya, ilmuwan dan ahli sejarah non-Kristian J.J. Saunders telah menyatakan tentang bersumberkan al-Quran seperti berikut : “Coraknya, serta rujukan-rujukannya yang mencurigakan, dengan tarikh-tarikh surah-surahnya yang kurang pasti lagi amat disangsikan, membuat al-Qur’an amat tidak memuaskan sebagai sumber fakta sejarah.” A History of Medieval Islam, J.J. Saunders, hal 18-20 (London: Routledge, 1972) Amat jelas sumber manakah yang jauh lebih sahih bagi majoriti besar ahli-ahli sejarah, para ilmuan serta pakar-pakar ini! Biarlah salah seorang yang jauh lebih berkelayakan daripada anda memberikan kata putus beliau tentang “kesahihan pengikut-pengikut sebenar Saidina Isa AlMasih alaihisalam” itu. Dalam karyanya “Jesus Outside the New Testament – An Introduction to the Ancient Evidence”, sejarawan Professor Robert Van Voorst dari Michigan, telah mencapai kesimpulan bahawa: “Mengenai riwayat dan risalah Saidina Isa, secara garis kasar dan juga secara terperinci, sumber yang paling dapat diyakini ialah Perjanjian Baru. Penelaahan kami tentang Isa al-Masih di luar Perjanjian Baru mengacu kami kembali kepada riwayat Isa al-Masih SEPERTI YANG TERKANDUNG DI DALAM KITAB PERJANJIAN BARU (YAKNI INJIL).” Jesus Outside the New Testament – An Inroduction to the Ancient Evidence, hal.217 (Eerdmans, 2000) Salah-tafsiran dan salah fahaman ketara yang dijadikan “Akidah” Sekarang kami dapat lihat lagi lebih kata-kata yang jahil dari seorang yang berlagak sebagai ‘pakar agama Kristian’. Kami sudah pun mendedahkan kedangkalan banyak hujah-hujah yang diutarakan oleh Menj yang bermemori selektif itu di atas. “Gerakan Protestan hanya bermula setelah Martin Luther membantah konsep “pengampunan indulgens” yang diamalkan oleh gereja Katolik berdekad-dekad sebelum itu? Maka apa yang anda cuba tonjolkan di sini adalah bahawa gerakan (sekte) Protestanlah yang benar dan gerakan Katolik adalah kafir menurut pemahaman anda? Inilah satu lagi pendedahan pemahaman dangkal dan cukup jahil si pendakwah Menj, kerana amalan ‘indulgens’ yang ditonjolkannya bukanlah perkara penting atau pun utama dalam perjuangan Martin Luther. Lagi pun, dakwaan bahawa “Protestan menganggap Katolik sebagai kafir” adalah tidak benar dan ialah tuduhan melulu yang cukup bodoh! Bodoh sebab Menj anggapkannya sebagai pemahaman kami dan cuba menghebohkan satu lagi benang basah! Ini membuktikan kecetekan dan kebutaan fahamannya yang ketara terhadap ajaran Injil dan Kristian yang sebenar. Sebaliknya, Apakah yang benar-benar diperjuangkan oleh Luther itu? Perkara utama yang diperjuangkan Luther berlandaskan hal-hal akidah dan bukan amalan-amalan tertentu semata-mata –seperti ‘indulgens’ sahaja. Dan perkara-perkara akidah itu pula timbul daripada pemahaman lunas-lunas Al-Kitab dan ajaran Kitab Suci Injil oleh setiap orang Kristian sesudah setiap penganut Kristian telah membaca, menelaah dan mengamati ajaran-ajaran Saidina Isa al-Masih itu masing-masing. Itulah sebabnya mengapa Martin Luther telah berusaha menterjemahkan keseluruhan Al-Kitab ke dalam Bahasa Jerman yaitu Bahasa ibundanya dan juga Bahasa rakyat beliau. Sebelum ini, Al-Kitab hanya dibaca oleh paderi-paderi dan para rahib dan bahasanya adalah Latin klasik. Rakyat jelata Jerman tidak dapat memahami kandungan Al-Kitab kerana dibaca dalam Bahasa Latin yang merupakan bahasa asing bagi mereka. Sesudah Luther menterjemahkan seluruh Al-Kitab ke dalam Bahasa Jerman baru dapatlah umat Kristian memahami dan kembali kepada ajaran asli Saidina Isa itu dengan lebih mantap. Sebelum itu, Gereja Katolik Rom tidak membenarkan pembacaan Al-Kitab di dalam bahasa selain daripada Latin. Walau pun begitu, sumbangan Martin Luther ialah untuk kembalikan umat Kristian kepada dasar-dasar Kitabiah agama Kristian yang asli melalui penelitian dan penelaahan Kitab Suci Injil bagi setiap pengikut Saidina Isa. Itupun adalah hujah yang kami juga telah utarakan yakni: untuk “mengikut ajaran Saidina al-Masih Isa seperti mana yang di catatkan di dalam Kitab Suci Injil”. Dunia Kristian terhutang budi kepada Luther yang telah kembalikan amalan pembacaan dan penelaahan Al-Kitab bagi setiap orang Kristian dalam bahasa ibunda mereka sendiri! Dari situ, kami telah dapat membedakan ajaran-ajaran Injil daripada ajaran-ajaran lain yang tidak pernah diajari oleh Saidina Isa itu! Kami tidak percaya ada bahasa manusiawi seperti Latin atau Arab itu adalah bahasa syurgawi. Kerana kedua-dua bahasa tersebut bukanlah bahasa yang sempurna, bahkan bahasa Arab kuno, contohnya, sudah diresapi dan telah dipengaruhi oleh banyak perkataan-perkataan bahasa asing seperti bahasa Akkadian, Babylonia, Habsyi, Parsi, Phoenician, Yahudi/Ibrani, Siria dan bahasa Yunani, di antara lain! Jadi, banyak kata-kata di dalam al-Quran bukanlah perkataan-perkataan yang asli. ‘Pak pandir perbandingan agama’ ini cuba bersambung celotehnya: “Jika inilah yang anda cuba tonjolkan, maka sorrylah, tetapi jelas bahawa anda memang tidak memahami bahawa yang ditentang oleh Islam adalah akidah Triniti anda yang jelas kabur dan dipengaruhi oleh agama-agama terdahulu. Perkara ini boleh dilayari di: “Persamaan Konsep Triniti Di Dalam Agama Hindu dan Kristian” Memandangkan pendedahan putar-belitan, pendustaan, dan pembohongan di antara usaha tipudaya Menj, ditambahi pula oleh salah-fahaman dan salah-tafsiran salah-tafsiran yang dia dengan sengaja menyemai terhadap ajaran Kristian dan Kitab Suci Injil, ‘pak pandir’ ini sebenarnya tidak layak sekali mengkritik agama Kristian atau pun ajaran Saidina Isa alaihisalam. Walaupun begitu, tentangan, keraguan dan pendebatannya terhadap Tritunggal (Triniti) sudah pun disangkal di atas serta dengan juga merujuk kepada pembentangan Dr.William Lane Craig dalam laman-webnya. Tentang tuduhan jahil dan buta sejarah kononnya “konsep Triniti Kristian ada persamaan dengan agama Hindu” itu, bukanlah suatu dakwaan baru tetapi satu hujah lapuk dan basi yang ditiru dari beberapa misionari & pendakwah Islam lain seperti Mishal al-Kadhi, dan juga telah ditangkis dengan sepenuhnya di: http://www.answering-islam.org/Responses/Al-Kadhi/r03.html dan juga dalam link di bawah ini (di antara lain) : http://www.bible.ca/trinity/trinity-pagan-christianity.html. Satu Salah Tafsiran Jelas yang Menunjukkan Kebatilan al-Quran Si pendakwah suka sekali memutar-belitkan kata-kata sebenar kami, jadi kami harus mendedahkan permainan kata-katanya yang bertipu-daya, sekali lagi. Juga ditimbulkan persoalan “siapakah Bapa kepada Yesus”, dan para misionaris menjawab seperti berikut: JIKA ADA ANAK KUNCI, SIAPA PULA BAPA KUNCI ? dan JIKA ADA ANAK SUNGAI, SIAPA PULA BAPA ATAU IBU SUNGAI? JIKA ADA ANAK BULAN, SIAPA PULA BAPA ATAU IBU BULAN ?? JIKA ADA ANAK BUAH, SIAPA PULA BAPA ATAU IBU BUAH ??? DAN LAIN-LAINNYA…! Mereka mendakwa bahawa orang Islam telah “menerima semua ungkapan-ungkapan seperti diatas ini”, namun kami tidak pernah menanggapi bahawa Allah s.w.t. diumpamakan seperti “buah”, “bulan”, “sungai” dan sebagainya. Adakah anda pernah mendengar pepatah Melayu yang menggunakan perumpamaan “bapa Allah”?? Jelas betapa bodohnya puak misionaris ini. Namun mereka cuba “mendefinisikan” sifat ‘Isa alaihissalam dengan mendakwa bahawa: “Saidina Isa BUKANLAH Putera Allah secara fizikal, biologis atau jasmaniah seperti disalah-andaikan dan dituduhi di dalam al-Quran. Ungkapan itu menjelaskan perhubungan Isa al-Masih yang cukup akrab, istimewa, kekal abadi dan unik dengan Allah swt, tetapi perhubungannya bukanlah secara jasmaniah atau biologis, tetapi sebaliknya.” Sekali lagi, si pendusta Menj membuktikan kebodohannya dengan mengutarakan sesuatu yang kami tidak pernah menggunakan. Di manakah tempatnya dalam karya kami telah kami mengguna perumpamaan ‘bapa Allah’ yang diheboh-hebohkan itu?? Inilah falasinya yang bergelar ‘false allusion’ atau kiasan yang palsu dan yang tidak berasas. Semua orang Melayu memang tahu dan terima kiasan seperti ‘Anak Sungai’, ‘Anak Bulan’, ‘Anak Kunci’ dan sebagainya bukan sebagai Anak secara jasmaniah, biologis atau secara kelaminan. Seperti itu juga, istilah “The Son of God” yakni “Putera Allah” itu bukanlah bermaksud Anak Allah sebagai biologis atau kelaminan sama sekali! Tetapi apakah pula berkata al-Quran? Apakah tuduhan Quran sebenarnya terhadap konsep Injil ini? Marilah kita lihat bersama petikan Quran berikut yang berkaitan dengan fahaman ini: “Allah, yang menciptakan langit dan bumi. Bagaimanakah akan ada baginya Anak, sedang Dia tidak mempunyai ISTERI ? Dia menciptakan tiap-tiap sesuatu dan Dia Mahamengetahui tiap-tiap sesuatu.” Surah 6/101 Jelas sekali al-Quran sendiri membuat tanggapan bahawa ‘Anak Tuhan’ yang dituduhinya itu adalah berhasil daripada isteri-Nya! Dan ia mengulangi tuduhan yang sama seperti itu beberapa kali lagi di tempat lain pula. Tetapi yang cukup jelas juga, Umat Kristian tidak pernah menganuti ajaran ‘Anak Tuhan yang berhasil daripada isteri kepada Allah’ seperti itu! Jikalau ada pun, itu adalah satu bidat yang ketara! Dan ia akan dikutuk sekeras-kerasnya dari Al-Kitab. Jadi sudah jelas bahawa al-Quran telah menyalah-fahami dan menyalah-tuduh ajaran Kristian ini dengan ketaranya. Dari salah-tafsiran itulah ia telah menimbul macam-macam lagi tuduhan-tuduhan melulu dan liar terhadap umat Kristian! Kita semua boleh menerima konsep dan istilah Anak Sungai, Anak Bulan, Anak Roda, Anak Panah, Anak Tangga dan bermacam-macam “Anak” yang lain kerana konsep itu semua tidak melibatkan unsur biologis atau kelaminan langsung! Satu soalan kepada mereka yang mahu berselisih – apakah anda menanggap si Anak Guam mana-mana Peguambela itu, selalu sebagai anak kelaminan dan anak biologis si Peguambela itu?? Sudah tentu TIDAK, BUKAN? Tetapi kepada ajaran Injil ‘Anak Tuhan’ itu, al-Quran mencurigai dan menuduhi bahawa ia berhasil daripada seorang ISTERI, konon! Sudah sangat jelas ini tidak sama sekali kena pada tempatnya! Ajaran Kitab Suci Injil dan ajaran ‘Anak Tuhan’ akidah Kristian tidak pernah melibatkan seorang ISTERI dalam maksud apa pun! Ini sebenarnya adalah satu contoh ketara dan bukti kesalah-fahaman dan kebatilan al-Quran sendiri dan pentafsir-pentafsirnya dalam konteks semenajung Arab pada abad ke-tujuh Masehi! Yesus Kristus yakni Isa al-Masih bukanlah Putera Allah secara biologis atau secara kelamin! Tetapi Baginda adalah Putera Allah kerana Baginda adalah Firman dan Kalimat Allah yang berhayat sejak azaliah dan abadi yakni ‘LOGOS’ dalam Yohanes Fasal 1. Dalam ajaran Injil yang telah datang bersama-sama Isa al-Masih itu, Firman Allah telah nuzul atau turun dari Syurga dan menjadi seorang Manusia yang sempurna. Apakah salahnya ? Kalau dalam Islam, firman Allah juga telah nuzul dan turun dan menjadi sebuah Buku/Kitab! Sangatlah jelas betapa dangkal dan ceteknya pemahaman dan pentafsiran agama Kristian puak pendakwah dan dai seperti Menj ini! Mengabaikan Perkara Pokok dan Menj mencuba menegakkan benang-benang basah sekali lagi… Pokoknya, penjelasan puak dai Menj ini cuba menjawab soalannya sendiri dengan tafsiran-tafsiran ala Islamiknya dan terpaksa menegakkan ‘straw men’ bagi mendukung hujah-hujahnya yang cukup lemah dan tidak berlandaskan kepada fakta-fakta sejarah yang kuat lagi kukuh. Tetapi itu pun belum lagi perkara pokok yang sebenar kerana Islam bukanlah pewaris sejarah riwayat hidup dan pelayanan Isa Al-Masih yang sebenar atau yang layak. “Nabi Isa Islam VS Nabi Isa Kristian” adalah suatu tajuk yang akan dengan senangnya dimenangi oleh umat Kristian senantiasa. Sememangnya kami sudah pun meneliti isu tersebut dan puak misionaris dan dai-dai Islam dijemput mengkaji sematang-matangnya penangkisan teori Islam mengenai Isa mereka dalam laman-laman web di bawah ini, sebelum mengheboh-hebohkan benang-benang basah mereka dalam badai : http://www.geocities/questforthelostjesus/crib.html http://answering-islam.org/Intro/islamic_jesus.html Persoalan mengenai “siapakah ‘Isa?” sudah diterangkan dan dibincangkan pada artikel-artikel penulis sebelum ini, dan para misionaris diminta untuk merujuk kepada: Nabi Isa Islam VS Nabi Isa Kristian Juga puak misionaris mendakwa bahawa Al-Qur’an “mengajar bahawa kononnya Tritunggal Nasrani itu adalah menganuti ‘Bapa, Putera dan Siti Maryam’ dan anda pun ikuti kepalsuan ini secara membuta sahaja!” Ini sudah dibincangkan di dalam laman-laman web berikut: http://www/bismikaallahuma.org/Quran/Commentary/mary.htm http://www.islamic-awareness.org/Quran/Contrad/External/marytrin.html Nah, siapakah yang silap sebenarnya dan apakah yang tidak jelas?? Pokonya,
  10. SAMBUNGANNYA LAGI:
    Pokonya, ialah persoalan pokok masih belum lagi dijawab oleh puak penda’i-penda’i Islam itu –kerana merekalah yang mahu menyebarkan ajaran Islam mereka dengan teori ‘Nabi Isa’nya! Soalannya ialah: Kenapakah overwhelming majority atau majority besar daripada ahli-ahli sejarah, pakar-pakar suhuf, para kajipurba dan khususnya tokoh-tokoh dan para ilmuwan yang mendalami pengkajian Riwayat Hidup Yesus Kristus / Saidina Isa al-Masih TIDAK MENGGUNAKAN AL-QURAN SEBAGAI SATU SUMBER yang wajar atau munasabah untuk mendalami penelaahan dan kajian mereka tentang Isa al-Masih / Yesus Kristus ?? Cubalah berfikir hakikat ini sebentar.

    Jawabannya mudah sekali dan sangat berlogik serta masuk akal sesiapa pun yang terbuka kepada kebenaran sejarah dan fakta-faktanya. ‘Nabi Isa Islam’ itu adalah Nabi Isa dari abad ke-tujuh Tahun Masehi! Bukanlah se-zaman dengan Nabi Isa yakni Isa al-Masih/Yesus Kristus/Jesus Christ yang secara hakiki telah hidup dan melayani benar-benar di Zaman Baginda sendiri – YAITU ABAD PERTAMA Tahun Masehi. Jurangnya enam ratus tahun LEBIH! Hampir tujuh ratus tahun menjurangi ‘Nabi Isa Kristian’ daripada ‘Nabi Isa Islam’. Sebaliknya pula, ‘Nabi Isa Islam’ itu adalah ‘Nabi Isa’ polemis, yang ditonjol-tonjolkan Muhammad kepada mereka yang sezaman dengan beliau. Contohnya pada 615 T.M. apabila Muhammad kirimkan pengikut-pengikutnya kepada Raja Kristian di Habsyah mencari perlindungan daripada angkara ‘para musyrikin Quraisy’ di kota Mekkah. Mereka membawa sebahagian surah Maryam 19 (yang mengandungi cerita Isa itu) bersama-sama dengan mereka untuk dimaklumkan kepada sang Raja, namun baginda tetap Kristian! Malah, Ubaidullah, seorang Muslim yang telah pergi bersama-sama mereka, telah meninggalkan Islam dan memeluk agama Kristian di sana. Beliau pernah berkata-kata kepada para Sahabat Muhammad : “Kami dapat melihat dengan celiknya, tetapi mata anda hanya setengah terbuka.”

    Yang lebih menarik sekali ialah, para ahli-ahli ‘Jesus Seminar’ dan anggota-anggotanya rata-rata PUN TIDAK MEMPERTIMBANGKAN AL-QURAN SEBAGAI SATU SUMBER Riwayat Nabi Isa dan kajian sejarah baginda bagi penyelidikan mereka! Ahli-ahli ini, seperti J.D.Crossan, R.Hoover, B.Mack dan Robbins dan lain-lain semua adalah para ilmuan dan tokoh pengkaji Riwayat Isa al-Masih yang non-konservatif Kristian yaitu yang berhaluan kiri dan terbuka kepada sumber-sumber extra-Biblical (diluar Al-Kitab) bagi menyelidik kehidupan Nabi Isa. Tetapi mereka tidak pernah ‘membeli’ versi Nabi Isa atau tafsiran al-Quran mengenai Isa sebagai satu sumber bagi mereka untuk mendalami sejarah dan pelayanan Baginda! Jelaslah bahawa ahli-ahli Jesus Seminar yang bukan beragama Kristian itu pun tidak yakin kepada bahan di dalam al-Quran, yang lebih daripada setengah millennium – lebih daripada 650 tahun, jauh daripada zaman Nabi Isa yang sebenar itu.

    Sebaliknya, ada banyak tokoh-tokoh Kristian yang lain yang cukup meyakini Al-Kitab dan Kitab Suci Injil yang ada pada kami pada hari ini sebagai sumber yang sah dan cukup wajar bagi mendalami dan mengkaji segala-gala mengenai riwayat Isa al-Masih/Nabi Isa Al-Masih semasa baginda berada diatas muka Bumi ini lebih 2,000 tahun yang lalu. Cubalah puak da’I Islam dan misionari seperti Menj yang dangkal itu, membaca dan benar-benar mengkaji karya-karya ilmiah pakar-pakar dan tokoh sejarah seperti:

    N.T. Wright – Jesus and the Victory of God,

    – The New Testament and the People of God.

    Ben Witherington III – The Christology of Jesus,

    James Dunn – The Living Word, – Jesus, Paul and the Law,

    Gregory Boyd – Cynic, Sage or Son of God?,

    F.F. Bruce – The Canon of Scripture, – New Testament History,

    J.P.Moreland – Jesus Under Fire,

    Craig Blomberg – The Historical Reliability of the New Testament,

    W.Farmer – Jesus and the Gospel: Tradition, Scripture and Canon,

    J.H.Greenlee – Scribes, Scrolls and Scripture,

    Jack Finegan – Encountering New Testament Manuscripts,

    C.F.D Moule – The Birth of the New Testament

    Wolfhart Pannenberg – Jesus: God and Man

    Carsten Peter Thiede – The Dead Sea Scrolls and the Jewish Origins of Christianity

    Robert van Voorst – Jesus Outside the New Testament,

    Paul Barnett – Jesus & The Rise of Early Christianity,

    karya ilmuan bangsa Jepun Ed Yamauchi – The Stones and the Scriptures

    Steven Masood – The Bible and the Qur’an: A Question of Integrity,

    dan sudah pasti karya-karya William Lane Craig – Reasonable Faith dan The Son Rises, di antara lain.

    Hai saudara kami umat Muslim – Kajilah karya-karya ilmiah di atas sebelum mengheboh-hebohkan versi ‘Nabi Isa’ yang kurang diyakini secara ilmiah itu! Kerana yang mencurigai bahan di dalam al-Quran bukanlah orang-orang biasa saja, tetapi sebaliknya majoriti pakar-pakar dan ahli-ahli di dalam bidang yang sangat berkenaan! Menj yang berfikiran dangkal itu, cuba imbangilah telaahan dan bahan-bahan bacaan anda itu dengan buku-buku dan judul-judul seperti yang tertera di atas dan bukan sahaja yang dari pak-pandir pak pandir ‘perbandingan agama’ yang tidak berasas dan juga kurang bahan itu.

    Sehingga umat Islam telah mengkaji dan membaca bahan-bahan ilmiah seperti di atas, mereka belum siap lagi untuk membandingkan ‘Nabi Isa ala Islam’ mereka dengan Isa al-Masih dalam Kitab Suci Injil secara berilmiah! Itulah hakikatnya. Mahu tidak mahu, bukan menjadi persoalan, kerana misionari Muslim seperti Menj yang lazimnya bersikap menafikan sahaja akibat daripada minda tertutupnya dan pra-sangka pra-sangka yang tidak berasas memang tidak mahu menerima dalil-dalil yang nyata itu walau pun cukup terserlah di depan matanya.

    Dari Peremehan ke Penafian ke Kekarutan – Gejala-gejala Seorang pendakwah Muslim yang sudah Kehabisan Modal!

    Sangat menarik dan lucu sekali aksi-aksi si pendakwah ini menjual hujah-hujahnya disebalik kepalsuan yang ketara. Kini, Menj selalu sahaja berselindung disebalik kekekarutan yang jelas untuk menegakkan dakyahnya, tetapi sebenarnya, dia hanya mencuba menegakkan banyak lagi benang-benang yang basah dalam tiupan angin kebenaran! Cuba kita lihat anticsnya lagi.

    Kebatilan Alkitab Terdedah

    Tidak cukup dengan kecetekan ilmu mereka mengenai akidah Islam, mereka

    cuba untuk “menyerang” Al-Qur’an dan kandungannya. Mereka mendakwa

    bahawa “…ini membawa kepada persoalan ..bahawa kononnya umat Kristian

    sudah menyimpang dan memalsukan Kitab-kitab suci kami. Jika terdapat

    pemalsuan dalam KS Injil, kita harus menyoalkan kitab al-Quran sendiri,

    kerana terdapat di dalamnya cukup banyak juga kesilapan-kesilapan serta

    percanggahan-percanggahan yang ketara dan jelas.”

    Penulis mengambil kesempatan di sini untuk memperjelaskan bahawa umat

    Islam langsung tidak menanggapi bahawa umat Kristian pada hari ini telah

    memiliki “Kitab Suci” Injil yang asli, tetapi apa yang didakwa oleh

    mereka sebagai “Injil” adalah sebenarnya hasil tulisan para pengikut

    kepada pengikut ‘Isa alaihissalam, dan ditulis beratus tahun selepas

    peristiwa ‘ Isa alaihissalam diangkat oleh Allah s.w.t. Maka tidak timbul

    persoalan bahawa “Injil” yang dimiliki oleh puak misionaris sekarang adalah

    “suci”!

    Baiklah, mari kita melihat artikel-artikel ini yang jelas membuktikan

    bahawa Alkitab anda sudah rosak, binasa dan terkandung pelbagai

    kesalahan dan kebatilan:

    Alkitab Yang Asli Telah Musnah

    Beginikah Moral Para Rasul di dalam Alkitab?

    Kekeliruan Alkitab Versi King James (KJV)

    Secara ilmiah sahaja, para ahli sejarahwan dan para pengkaji Alkitab

    jelas mengakui bahawa Alkitab sudah ROSAK ERTINYA — itulah hakikatnya!

    Mahu menerima atau tidak, memang bukan menjadi persoalan, tapi kita

    tidak menaruh keyakinan bahawa anda akan mempercayainya walaupun bukti

    sudah berada di depan mata!

    Sungguh lucu sekali! Bukti apa pula?? Seperti sudah kami dedahkan di atas, semua ‘bukti-bukti’ yang cuba dijual si Menj itu adalah ternyata dakyah dan dawaganda (baca : ‘propoganda’) berunsur polemis Islam sahaja! Itulah sebabnya semua ahli-ahli dan pakar-pakar kesuhufan Kitabiah kuno yang menelaah dan mendalami ilmu ini tidak mengindahkan atau meyakini al-Quran sebagai satu sumber yang cukup wajar atau lengkap untuk menjadi dasar riwayat hidup Saidina Isa a-Masih secara historis.

    Secara ilmiah sahaja, bagaimanakah sebuah bahan pada abad ke-tujuh Masihi, yang berjurang waktu lebih daripada enam-ratus lima-puluh tahun jauh daripada Abad Pertama Masihi-yaitu Zaman riwayat Isa al-Masih itu, menjadi ‘kesaksian’ yang akurat mahupun cukup tepat bagi sejarah dan pelayanan Saidina Isa itu? Secara historisnya, al-Quran adalah suatu bahan yang cukup tidak lengkap dan juga amat dicurigai bagi “merekonstruksikan” (to reconstruct) riwayat bersejarah Abad Pertama saidina Isa dengan tepatnya.

    Lagipun, kononnya asumsi ‘Injil sudah rusak’ dan ‘tanggapan menolak Kitab Suci Injil’nya di atas semuanya berasaskan polemik dan prasangka-prasangka Islam semata-mata – untuk ketengahkan pengutamaan Quran sebenarnya, tetapi bukan berlandaskan kepada fakta-fakta dan hakikat yang bersejarah yang nyata.

    Hari ini, Kitab Suci Injil yang dikandungi dalam Al-Kitab yaitu Bible itu, sudah ada cukup banyak bukti-bukti dan dalil kesuhufan dan mashaf-mashaf kuno dan purba yang sangat meyakinkan lagi cukup bagus nilai kesahihannya!

    Dunia Kristian hari ini memiliki, sebagai contoh, Codex-codex atau mashaf/suhuf kuno Al-Kitab dan Perjanjian Baru yang sudah wujud lama sebelum kemunculan Muhammad, Islam atau pun Quran! Misalnya:

    Naskah kuno / Mashaf (Codex) Vaticanus (B) – Sekitar 325-350 Tahun Masehi (T.M) – lokasi di Vatican, Roma.

    Naskah Kuno (Codex) Sinaiticus [ALEPH] – Sekitar 340 T.M. – lokasi di Muzium British, London.

    Naskah Kuno (Codex) Alexandrinus (A) – Sekitar 450 T.M.) – lokasi di Muzium British, London.

    Codeks Sinaiticus [Aleph] merupakan bukti amat kukuh menunjukkan betapa baiknya qualiti terpeliharanya manuskrip Al-Kitab. Salinan Perjanjian Baru ini disahkan dari tahun 340 Tahun Masehi dan adalah kesaksian yang menakjubkan lagi sangat meyakinkan bagi teks Perjanjian Baru yang kita miliki PADA HARI INI kerana ia sangat kuno, tepat serta akurat dan tidak bercela. Sinaiticus memuatkan keseluruhan buku-buku Perjanjian Baru dan lebih dari setengah Perjanjian Lama (LXX). Kisah penemuan Aleph merupakan salah satu yang paling menakjubkan serta menarik sekali dan meyakinkan sepanjang sejarah tekstual.

    Hakikatnya: Kandungan Perjanjian Baru dalam Al-Kitab PADA HARI INI [tahun 2004 Tahun Masehi] sudah wujud KESELURUHANNYA pada 340 Tahun Masehi! Yaitu lebih 300 tahun sebelum adanya Kitab Quran dan kemunculan Islam! AlKitab dan Kitab Suci Injil sudah pun termaktub, disiarkan dan digunakan dalam dunia Kristian, dan kandungan Kitab Injil Kristian hari ini mirip sepenuhnya dengan kandungan Codex Sinaticus itu yang sudah wujud lebih daripada 3 Kurun (300 tahun) sebelum Islam! Kisah yang sama mencirikan kesahihan koleksi Codex-codex yang lain di atas – Vaticanus, Alexandrinus dll.

    Jadi dimanakah kononnya ‘kerusakan’ Injil dan Perjanjian Baru yang dihebohkan oleh pendakyah kekarutan Menj itu? Hanya dalam fantasi khayalannya rekaan fiksi ini boleh wujud!

    Pada tahun 1800-an, satu lagi penemuan suhuf kuno telah muncul. Kali ini di Cheltenham, England (Inggeris), oleh seorang bangsa Eropah dan ilmuan manuskrip purba, Theodor Mommsen. Cheltenham Canon dari U.K. telah disahkan dan ditarikhkan juga kepada tahun 350-an Tahun Masehi, oleh pakar-pakar kajipurba dan ahli-ahli sejarah.

    Ini bererti bahawa Kitab Suci Injil itu sudah tersebar luas secara geografik di sekitar dunia pada zaman tersebut. Ini juga buktikan bahawa ajaran Kristian dan gereja-gereja Kristian/Nasrani sudah wujud di tiga benua besar yaitu – di Benua Asia, dimana ditemukan Codex Sinaiticus dekat Gunung Sinai, di Iskandariah (Alexandria) Benua Afrika, dimana Codex Alexandrinus telah ditemui dan juga di Cheltenham, England, Benua Eropah, tapak penemuan Codex tersebut.

    Semua tarikh-tarikh diatas disokong dan disahkan oleh Dr.Bruce Metzger, pakar terkemuka kesuhufan Kitab Suci Injil dalam wawancara dengan Dr.Metzger disini.

    Jikalau kononnya Kitab Injil “sudah rusak”, bererti bahawa kandungan Al-Kitab di ketiga-tiga Benua ini harus diubah secara persuhabatan dan persekongkolan serentak dan secara rahsia. Tetapi selama 300 tahun pertama (awalan) kewujudan gereja, gereja telah dimusuhi dan dianiaya oleh kedua-dua pengaruh yang berkuasa pada abad-abad tersebut. Empayar Roma yang menyembah berhala-berhala dan juga Kaisar mereka – sebaliknya umat Kristian menyembah hanya SATU Tuhan yang esa dan menolak kedewaan kaisar. Dan umat Kristian gereja awalan juga dimusuhi oleh penjaga-penjaga agama Yahudi yang menolak Saidina Isa sebagai Al-Masih mereka!

    Jadi persekongkolan dengan kuasa-kuasa berpengaruh ini yang akan memungkinkan perubahan kepada Kitab Suci Injil adalah sangat mustahil sekali. Sesudah itu pula, “perubahan firman Allah” ini juga memerlukan pemusnahan Injil yang tulin dan yang asli itu (termasuk salinan-salinannya), secara pantas dan dengan rahsia! Supaya firman yang ‘asli’ itu tidak dapat membongkar persuhabatan pemalsunya dalam masa yang singkat.

    Tetapi SEMUA ini amat mustahil berlaku memandangkan penyebaran salinan-salinan dan kodeks-kodeks (suhuf) Injil yang sudah tersebar luas merentasi TIGA Benua yang cukup besar dan terbentang luas. Masakan terdapat prasarana pada zaman itu yang akan membolehkan kelompok “pemalsu-pemalsu Injil” itu menjayakan perubahan dan pemusnahan serentak ke atas semua salinan-salinan Injil yang sudah pun tersebar luas di ketiga-tiga benua – dan secara rahsia dan senyap-senyap pula!

    Jadi, terbuktilah idea yang cuba didakyahkan Menj itu sangatlah dangkal dan tidak bertahan cross-examination fakta-fakta sejarah yang sebenar dan keadaan yang secara realiti telah wujud pada ketiga Abad yang pertama Masehi!

    Menurut dakyah kosongnya lagi, kononnya Injil telah ‘ditulis beratus tahun selepas peristiwa Nabi Isa itu.’ Ini juga satu lagi aksi terdesaknya berselindung sebalik kekarutan yang sudah lapuk dan dibuktikan tidak benar oleh fakta-fakta sejarah serta bukti-bukti material yang ada!

    Himpunan manuskrip Kitab Injil yang besar berjumlah lebih daripada 24,650 manuskrip/suhuf dan bahagian manuskrip yang sudah dijumpa sehingga hari ini bersaksi kepada keberkeyakinan dan kemurnian teks Kitab Suci Injil yang ada dengan umat Kristian hari ini. Dan penemuan dokumen “John Rylands Papyrus P52” misalnya, yang sudah disahkan dan ditarikh oleh Tokoh dan pakar mashaf Adolf Deissman di antara 100-114 tahun Masehi, membuktikan bahawa sudah ada salinan Kitab Suci Injil dalam satu generasi Rasul (hawari) dari Yohanes mencatatkan nashkah Injil Yohanes ini.

    Para ahli sejarawan dan ahli-ahli pengkajian Kitab Injil dan suhufhnya menetapkan tarikh pencatatan kandungan Kitab Injil di antara 45-100 T.M. Catatan Matius, Markus dan Lukas misalnya semua selesai dicatatkan di antara 55-70 Tahun Masehi! Yohanes pula diselesaikan catitannya pada lebih kurang 100 T.M. Ini semua di bentangkan dengan secukup dalil-dalilnya yang jelas di situs-situs ini:

    http://www.worldinvisible.com/library/ffbruce/ntdocrli/ntdocont.htm

    http://www.answering-islam.org/Bible/pbntcanon.html

    http:/www.answering-islam.org/Bible/Text/index.html

    http:/www.answering-islam.org/Bible/gospelhist.html

    http:/www.answering-islam.org/Bahasa/AlKitab/siapakata.html

    Semua ini bererti mashaf dan kandungan Kitab Injil sudah selesai dituliskan diwaktu generasi yang sama atau paling lewat generasi berikutnya dari peristiwa Penyaliban dan Kebangkitan Saidina Isa. Jadi, peristiwa-peristiwa dalam riwayat dan pelayanan Isa al-Masih telah disaksikan oleh saksi-saksi mata dan juga anak-anak mereka! Jika ada apa-apa kecurigaan dalam kandungan Kitab Suci Injil itu, maka saksi-saksi mata dan/atau anak-anak mereka masih dapat cross-examine atau merujuk kembali kepada apa yang benar-benar telah berlaku dan diajar dalam pelayanan Al-Masih Isa itu!

    Itulah sebabnya apabila para pengkaji mengupas dalil-dalil dan bukti-bukti bagi Isa itu, mereka terpaksa kembali kepada kandungan Kitab Injil juga, seperti kata Prof.Van Voorst:

    “Mengenai riwayat dan risalah Saidina Isa, secara garis kasar dan juga secara terperinci, sumber yang paling dapat diyakini ialah Perjanjian Baru. Penelaahan kami tentang Isa al-Masih di luar Perjanjian Baru mengacu kami kembali kepada riwayat Isa al-Masih SEPERTI YANG TERKANDUNG DI DALAM KITAB PERJANJIAN BARU (YAKNI KITAB INJIL).”

    Jesus Outside the New Testament – An Inroduction to the Ancient Evidence, hal.217 (Eerdmans, 2000)

    Seorang ahli sejarah lain, yang bukan beragama Kristian, juga bersetuju dengan kesimpulan Professor Van Voorst di atas. Cendekiawan ini telah menjudul Bukunya : “Hidden Gospels: How the Search for Jesus Lost its Way.” Atau “Injil yang Tersembunyi: Bagaimana Pencarian Untuk Isa Sudah Sesat Jalan.” Penulisnya, Dr.Philip Jenkins, ialah seorang Professor Sejarah Keagamaan yang dikagumi di Amerika Syarikat. Beliau menaruh kepercayaan dan keyakinannya terhadap teks Perjanjian Baru (Suhuf Kitab Injil) yang ada pada hari ini dan dia menolak teori-teori ‘tulisan Injil lepas ratusan tahun’ yang dipelopori oleh pentafsir-pentafsir radikal seperti ahli-ahli Jesus Seminar dan orang seperti mereka. Ini termasuklah pendakwah dan misionari Muslim yang terdesak dan sudah kehabisan modal mereka cuba menghentam kemurnian utusan Kitab Injil yang wujud dengan berurutan tidak bercela sehingga ke hari ini!

    “Kita meneruskan perbincangan kita dengan memetik kata-kata puak

    misionaris: “Adalah banyak lagi contoh kesilapan dan kesalahan sejarah dan

    kebenaran dalam Quran! Termasuk cukup banyak percanggahan dan perselisihan

    antara nas-nas Quran sendiri.” Dan mereka memberikan “lima

    perselisihan” yang telah diulang-cetak daripada artikel mereka yang terdahulu untuk

    “membuktikan” kebatilan mereka. Namun, seperti menegakkan benang yang

    basah, pembohongan seperti ini sudah dijawab oleh penulis dan mereka

    diminta untuk melayari laman web berikut untuk jawapannya:

    Benarkah Al-Qur’an mempunyai Permasalahan dan Percanggahan?

    Pembohongan? Biarlah seorang cendekia Islam sendiri yang menjawabnya! Sebaliknya, untuk membuat perakuan masalah-masalah didalam al-Quran ini memerlukan sikap jatidiri yang jujur, kesungguhan dan keberanian yang cukup kental para ulamak-ulamak dan pujangga Islam ini. Sesuatu sifat yang jelas berkurangan dalam keangkuhan beberapa dai Islam. Sebaliknya, salah seorang yang sanggup menjatikan dirinya ialah Ali Dashti, beliau adalah seorang ‘alim Islam yang cukup berilmu dan berpengetahuan, berasal dari rantau timur-tengah.

    Dalam Bukunya yang mengkaji karir dan kehidupan Nabi Muhammad berjudul :”23 Years – A Study of the Prophetic Career of Muhammad”, beliau membuat pengakuan tentang al-Quran :

    “Al-Quran mengandungi ayat-ayat yang tidak lengkap serta tidak boleh difahami (tanpa penggunaan Tafsir). Ungkapan-ungkapan asing serta kata-kata Arab yang tidak lazim dikenali. Juga kata-kata yang tidak mempunyai maksud yang biasa atau yang lazim. Kata-kata sifat dan kata-kata kerja yang telah diubahkan bentuk perkataannya tanpa mengikut tatabahasa dan nahu Bahasa Arab yang standar.

    “Banyak juga Kata-kata ganti yang dipakai secara wewenang dan semborono dan dengan jelas mencerobohi tatabahasa dan ragam nahu Bahasa-contohnya kata-kata ganti tanpa apa-apa objeknya. Predikat (penjelas subjek dalam satu-satu ayat) yang seringkali tidak ada pertalian dengan subjeknya di dalam ayat-ayat yang berangkap.

    “Penyelewengan bahasa dan penyimpangan-penyimpangan seperti tersebut telah sebabkan ramai pengkaji Quran menyangkal keistimewaannya. Masalah-masalah ini juga telah memaksa para mufassirin dan ulamak muslim mencari-cari penjelasan (diluar Quran) dan juga menjadi sumber pertelingkahan dan perselisihan yang hangat di antara mereka.”

    (23 Years – A Study of the Prophetic Career of Muhammad, Ali Dashti, ms.48,49)

    Lepas itu, Ali Dashti melengkapkan kita dengan contoh-contoh kasus yang spesifik penyelewengan-penyelewengan tersebut dengan kajian Quran dari Surah-surah 74, surah 4, surah 2, surah 20, surah 24 dan surah 53.

    Ali Dashti telah membuat kesimpulan yang mengejutkan tentang al-Quran apabila beliau merumus seperti berikut :

    “Sebagai rumusan, ada LEBIH DARIPADA SERATUS PENYELEWENGAN DAN PENYIMPANGAN TERDAPAT DI DALAM AL-QURAN. Ini mengambil kira penyimpangan dari segi tatabahasa dan nahu Bahasa Arab yang lazim dan sempurna.

    Ini telah memaksakan ahli-ahli tafsir al-Quran bergegas-gegas dan bergumul untuk mencari penjelasan ‘yang munasabah’ untuk membenarkan penyelewengan-penyelewengan itu.”

    (23 Years – A Study of the Prophetic Career of Muhammad, 1985,Ali Dashti, ms.50)

    Seorang ahli cendekia seperti Ali Dashti, cukup mantap ilmu keislamannya, oleh kerana pelajaran dan pengajian beliau dengan ulamak-ulamak terkenal di pusat-pusat Islam dan madrasah-madrasah di Iraq. Bahasa Arab beliau cukup lancar kefasihannya kerana dia juga telah menulis banyak bahan-bahan ilmiah keislaman dan buku-buku kesasteraan lain dari tahun 1936 sehingga 1974, yakni selama sekurang-kurangnya 38 tahun! Beliau juga telah bersandang jawatan Menteri Luar Negara kerajaannya.

    Tentang peristiwa bersejarah Penyaliban saidina Isa itu, juga overwhelming majority atau majoriti terbesar ahli-ahli sejarah dan cerdik-pandai ilmuan tidak mempertikaikan hakikat sejarah ini, dan rata-rata diantara mereka menolak teori ‘penggantian Isa’ dan kononnya tubuh Isa telah ‘diangkat secara hidup-hidup ke syurga’ dan kini Baginda menantikan saat turun ke dunia kali kedua!

    Malah, ahli-ahli tafsir dan ulamak-ulamak Islam sendiri telah menyangkal teori janggal ini. Diantara mereka, Muhammad Asad yang telah memberi penolakan serta ulasannya tentang perselisihan ini.

    Di dalam bukunya “The Message of the Quran” (Utusan al-Quran) yang diterbit oleh the Muslim World League of Makka pada dahun 1964, penulisnya, Muhammad Asad menterjemahkan Surah 3 ayat 55 kepada Bahasa Inggeris seperti berikut :

    “Lo! God said: O Jesus! Verily, I shall cause thee to die, and exalt thee unto Me.”

    Terjemahannya :

    “Allah berkata: ‘Ya ‘Isa, sesungguhnya Aku mewafatkan engkau dan meninggikan (darjat) engkau kepadaKu..”

    Surah 5:117 pula diterjemahkan seperti berikut :

    “And I bore witness to what they did as long as I dwelt amongst them; but since Thou hast caused me to die,
    Thou alone hast been their keeper. For Thou art witness unto everything”.

    Terjemahannya :

    “Dan Aku menjadi saksi atas mereka , selama aku hidup bersama mereka. Tatkala Engkau mewafatkan aku, Engkaulah mengawas mereka. Engkau menjadi saksi atas tiap-tiap satu.”

    Pada nota kaki kepada surah 4 ayat 157 (yang kononnya menyangkal penyaliban Nabi Isa), penterjemah ini telah memberi penjelasan seperti berikut (pada halaman 134) :

    “Begitulah al-Quran kononnya menafikan cerita penyaliban Hazrat Isa. Di kalangan umat Muslim terwujud banyak cerita-cerita dongeng yaitu kononnya disaat-saat terakhir Allah telah menggantikan Nabi Isa dengan seorang lain yang menyerupaibeliau (mengikut cerita sesetengah orang, orang itu Yudas, seorang pengikutnya). Orang ini telah mati disalib pula.

    Tetapi, cerita-cerita dongeng ini tidak ada sokongan sedikit pun daripada al-Quran mahu pun daripada Hadith-hadith yang sahih. Oleh itu, segala-gala cerita ini yang dipergunakan oleh ahli-ahli tafsir klasik haruslah ditolak sebulat-bulatnya.”

    Nota kaki yang berikutnya pula mengandungi kata-kata :

    “Tidak terdapat di mana-mana tempat di dalam al-Quran apa-apa alasan bagi menyokong pendapat sesetengah para Muslim bahawa Allah telah mengangkat jasad Nabi Isa secara jasmaniah kedalam Syurga.”

    Seorang ulamak dan mufassir dari Malaysia, Kassim Ahmad, seorang tokoh Islam yang telah mengajar di SOAS, London, pun menolak ‘keangkatan Nabi Isa hidup-hidup’ ke syurga, dan beliau mengakui bahawa Isa Al-Masih sudah pun wafat.

    Malah seorang tokoh terkemuka dari dunia Arab, Syaikh Mahmud Shaltut, bekas Mufti Besar Mesir dan Rektor (Ketua universiti) Universiti al-Azhar, Kaherah, telah mengeluarkan satu fatwa seperti berikut:

    Tidak terdapat alasan (autoriti) berasaskan kepada al-Quran atau pun Sunnah yang boleh membenarkan kepercayaan bahawa ‘Isa telah diangkat ke Syurga dengan jasadnya dan beliau masih hidup disana dan beliau akan turun ke bumi dari sana pada Hari Qiyamat.”

    “Ayat-ayat al-Quran dalam nas tersebut (QS.4/157) menunjukkan bahawa Tuhan telah menjanjikan ‘Isa bahawa beliau akan diwafatkan pada waktu yang ditetapkan, kemudian dimuliakan (diangkatkan) kepada hadhirat Allah (swt) sendiri dan seterusnya dilindungi daripada musuh-musuhnya. Janji ini sudah pun termakbul, Tuhan telah pun mewafatkan beliau dan seterusnya memuliakannya ke dalam hadirat Allah s.w.t.”

    Al-Fatawa, diterbitkan oleh Al-Idara al-‘Ama lil-Saqafat al-Islamiyya bil-Azhar, ms. 52-58

    Jadi, jelaslah ulamak-ulamak Islam sendiri tidak ada consensus atau kata bersepadu dan sepakat dalam peristiwa penyaliban dan kewafatan Saidina Isa lebih daripada 2,000 tahun yang lalu. Telaahan bukti-bukti lanjutnya terdapat dalam makalah ini.

    Namun para misionaris tidak berhenti di sini sahaja. Dengan sombongnya

    mereka berkata:

    “…sebaliknya, cubaan anda untuk membuktikan kononnya ‘korupsi teks

    Kitab Suci Injil’ adalah sia-sia saja dan adalah satu usaha anda cuba

    menegakkan benang basah dalam tiupan angin.”

    Memang benar pun! Jikalau tidak atau sebaliknya, sudah tentu ahli-ahli sejarah dan pakar-pakar seperti Dr.Robert van Voorst, Professor Philip Jenkins, Dr.Bruce Metzger, William Lane Craig dan para cendekiawan lain seperti tertera di atas ini tidak akan buat kesimpulan menolak teori korupsi teks yang kurang bahan pendukungnya itu!

    Semua para cendekia dan ahli-ahli sejarah non-Muslim, tidak memandang serius dan juga tidak mengindahkan al-Quran sebagai satu sumber fakta-fakta dan maklumat yang boleh dipercayai bagi riwayat, risalat dan pelayanan Saidina Isa, rata-rata kembali kepada teks Perjanjian Baru yang ada pada hari ini untuk memperolehi fakta-fakta tersebut! Mengapa??

    Sebaliknya, para ahli-ahli sejarawan tersebut, yang digelarkan puak misionari Islam sebagai para ‘orientalis’ sangat mencurigai kandungan al-Quran sebagai periwayat fakta-fakta sejarah yang dapat diyakini. Sehingga ada orang Islam sendiri, yang meninggalkan Islam kerana kehilangan keyakinan dan kepercayaan mereka dalam ketulinan al-Quran. Lihatlah laman-laman web ini:

    http://www.secularislam.org dan

    http://www.geocities.com/freethoughtmecca/home.htm serta laman web seorang sejarawan dan pengkaji al-Quran secara factual:

    http://www.msnbc.com/news/940974.asp

    Akhir kata, kami menutupi dan menggulung bahasan dan kupasan serta penangkisan hujah-hujah yang penuh pembohongan, putar-belit dan kekarutan si Menj dengan perenggan di bawah. Semua hujah-hujah dan bantahan-bantahannya menentang kemurnian dan kesucian Kitab Suci Injil sudah lesap kebangkrapan.

    Puak misionaris sekali lagi melakukan falasi “merujuk kepada autoriti” dengan mengatakan bahawa:

    “Sebenarnya terdapat bekas imam-imam, kadhi-kadhi dan juga ulamak-ulamak Islam yang sudah menolak Islam dan memeluk ajaran Isa al-Masih pada zaman dulu mahupun pada HARI INI! Kami sendiri pernah berbincang dengan para Hafiz Quran dan juga ahli-ahli syari’i yang sekarang menganuti serta mematuhi ajaran Kristian.”

    Ya, jika itu sahaja dakwaan anda, maka sila berikan bukti anda!

    Siapakah “para bekas imam-imam dan kadi-kadi” yang anda maksudkan, di manakah asal pembelajaran mereka, di pasentran/madrasah manakah yang mereka menuntut? Dan bersumpahlah dengan menjunjung Alkitab kamu bahawa kata-kata kamu di atas adalah benar, dan bermubahalahlah dengan kami sekiranya anda terdiri daripada orang yang benar! Inilah cabaran kami kepada mereka yang berselindung di bawah nama “Answering Islam dalam Bahasa Indonesia/Melayu”, dan moga-moga Allah akan melaknati mereka yang berbohong dengan Nama-Nya!

    Sesungguhnya kami tidak sedikit pun takut akan cabaran dangkal anda itu, si Menj yang kebudak-budakan! Kami tahu jika maklumat tersebut diberi kepada anda, kamu akan terburu-buru berusaha mencari mereka dan cuba menganiayai mereka secukup-cukupnya! Kami kenal sekali dengan tindakan-tindakan seperti ini yang sangat terdesak anda, kerana anda memang telah memperlakukannya kepada bekas orang Muslim Melayu yang lain.

    Tetapi, apa yang sudah ada di muka umum adalah jelas bagi semua orang untuk menelaah dan mengupas hakikatnya. Adakah bekas alim Ulamak Islam dan para Hafiz dan ahli-ahli fuquhah yang telah menolak Islam dan meninggalkannya? Sudah memang ada! Kami sudah pun menyebut beberapa nama di atas, dan memberikan rujukannya di sini:

    1) Saudara Hamzah : Seorang Hafiz dan Ulamak Islam dari Jawa Tengah, Indonesia – Kesaksian beliau terdapat di sini.

    Kesaksian saudara Hamzah pula amat istimewa sekali. Beliau adalah seorang yang berilmu. Hamzah telah dididik dan dibentuk dalam ajaran Islam dan Al-Quran sejak muda lagi di sekolah Pesantren. Sesudah menjalani pendidikan Islamnya selama lebih 16 tahun beliau berjaya dianugerahkan Ijazah Perguruan Islamnya. Sudah jelaslah ilmu al-Quran dan pengetahuan Islam beliau begitu cukup lengkap dan mantap. Tetapi sesudah bergumul selama tiga tahun dengan kemusykilannya, Hamzah telah menyerahkan hidupnya ke dalam tangan Isa Al-Masih Juruselamatnya yang maha mengasihi!

    Anda boleh mendengar dan menikmati lagu-lagu kerohanian gubahan beliau di sini.

    2) Ada juga Kisah benar Muhammad Ibn Muhammad Ibn Mansour. Beliau seorang Syaikh Muslim yang dikagumi ramai, juga dari Mesir, berlahir di Sohag, ibu kota daerah Girga di Utara Mesir.

    3) Ada juga Rogayyah, seorang bekas Muslimah bangsa Melayu yang telah mengamalkan Islamnya dengan serius dan bertaqwa. Kini dia seorang Kristian yang kuat beriman.

    Sekarang sudah ada tiga Contoh Kisah Benar yang telah diberikan, kami mencabar anda untuk mencari mereka – kerana sekurang-kurangnya dua daripada mereka masih hidup! Ketiga-tiga mereka sangat mantap dalam keislaman mereka masing-masing. Ketiga-tiga mereka sangat cukup sedar terhadap larangan-larangan Islam ke atas umat Muslim yang menghambat mereka daripada bermurtad. Tetapi kesemua mereka murtad dan keluar dari Islam juga! Dalam kes Dr.Gabriel, apakah ganjaran beliau bagi bermurtad? Tidak ada apa-apa pun, sebaliknya, beliau telah disiksa dan dianiayai kerana meninggalkan Islamnya. Namun begitu beliau berdiri kukuh dalam imannya yang baru itu.

    Kami tidak heran jika si pendakwah seperti Menj ini akan memperlakukan kepada mereka sama seperti dia telah melakukan kepada wanita Melayu yang telah menolak agama Islam yang gelarkan websitenya ‘Murtad Mama’. Di sini sudah terserlah betapa munafiknya si Menj itu. Dia kononnya membaca buku-buku Kristian-kononnya dengan ‘minda terbuka’, tetapi tidak boleh tahan apabila seorang Muslimah menolak agama Islam dan meninggalkannya! Dicari-cari dan dibongkar segala latar-belakang bekas Muslimah ini sampai menganiayai beliau pula di cyber space! Maklumlah sikap pengganasnya itu tidak pernah ditinggalkan sampai di Internet pun Menj melakukan siber-keganasannya.

    Sekali lagi, kami ingin mencabar Menj untuk membuktikan bahawa Mendiang Pak Hamran Ambrie, tidak pernah sebagai seorang Muslim yang cukup alim suatu ketika dahulu di Indonesia, sebelum beliau telah menolak Islam sekitar berumur 40 tahun dan memeluk Agama Kristian. Pasti anda tidak dapat melakukannya.

    Kami juga syorkan kepada Menj itu, supaya dia pergi ke mana-mana kedai Buku berilmiah, dan pergi membeli Buku berwarna hitam-kuningan itu yang berjudul : ”Christianity for Dummies” dan menelaah buku tersebut secukup-cukupnya! Banyak kelebihannya.

    Semoga semua para pembaca diberkati dengan membaca makalah ini!

    Amin Amin, Alhamdulillah Ya Robbilal-amin

    • haduh gimana ya ….tata bahasanya pating pecotot…dan muatannya melulu berisi bualan…..heran….bagaimana dia bisa membual sepanjang itu…..teman2 muslim yang lain nggak komentar bukannya nggak mampu…..tapi lebih karena “neg”…..

    • waduh,, bingung aku membacanya,,
      eh khazi, kalo kamu mau memperdebatkan sesuatu, satu2 donk, jadi setiap pertanyaan ada jawaban, kami pun enak membacanya,
      tulisan sampean itu, kayak gado-gado aja,,

      jadi intinya kalo aku baca tulisan si khanzi itu, kayaknya dia merasa bangga karna begitu banyak orang islam yang di murtadkan.
      kalo itu mah kami juga bisa,, malah yang masuk Islam dari kalangan umat Kristiani Pentolan-pentolannya, seperti Para Pendeta, Pastur, Sarjana-Sarjana Al-Kitab. Kalo sampean mau berpikir, Jelaslah bahwa Para Pendeta , pastur dan Sarjana2 Al Kitab bukanlah orang biasa yang tidak MENGERTI dan MEMAHAMI Al- Kitab (Injil).

      Yang jadi pertanyaannya adalah, mengapa mereka (Pendeta, Pastur danpara sarjana Al-Kitab) kok keluar dari agama Kristiani dan Memeluk Agama ISLAM,,,,

    • Sebenarnya sy ingin jawab, tapi masalahnya ini berbahasa Melayu Malaysia. Sy pun sebenarnya pnutur Bhs. Melayu, tapi Melayu Pontianak. Jadi, mohon maaf, sy tdk bisa.

  11. aduh tak berubah juga orang ini, Hebat kalian yang umat islam & Kristen Kalian memakai 2 kitab Allah untuk berdebat,yang saya Heran macam ibu & Ayah kalian yang menciptakan surga itu, Hebat kalian Bagusnya kalian tuh banyak berkaca coba tanya sama diri Kalian apakah kalian sudah taat kepada Allah Swt yang maha kuasa & mengenalnya,kalau saya melihat kalian jijik nengoknya apalagi Allah Swt. guru saya berkata sebelum kau mengenal Allah Swt kenalilah dirimu sendiri.makanya kalau kalian hanya beribadah Ke mesjid & Gereja dan masih berani berkata seperti ini berarti kalian sama sekali tidak mengenalnya,maka siaplah kalian menghadapi murkanya jangan suka menggunakan Ayat 2 Allah untuk berdebat suatu saat Ayat2 itu yang akan membawa kalian keneraka,itulah dari kecil tak mau mati besar bodoh,tobat coi

    • Inilah perbedaan mendasar pemahaman Injil oleh Ajaran Islam dan Kristen.
      1. Islam tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan
      2. Islam tidak mengakui Yesus sebagai Juruselamat, sebab jika Islam mengakui Yesus sebagai Juruselamat tentu Islam mengakui Yesus mati disalib dan bangkit pada hari ke-3, meskipun Islam mengakui Yesus naik kesorga.

      Hakekat kehadiran Yesus dibumi menurutku begini:
      1. Allah sebagai pencipta merasa perlu mengajarkan umat manusia untuk kembali mendapatkan kemulian Allah yang telah lama meninggalkan setiap orang. Itulah sebabnya Yesus mengajar dan melakukan banyak muzizat supaya setiap orang tau tentang Allah dan supaya setiap orang tau bahwa jika setiap pribadi telah mendapatkan kembali kemulian Allah didalam dirinya maka orang tersebut dapat melakukan kasih,dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan besar.
      2.Karena Allah ingin KemuliaanNya kembali kepada setiap orang maka Allah harus mengajarkanNya sendiri,karena tidak ada satupun yang mengenal kemulian Allah selain Allah itu sendiri.

      3.Karena manusia penuh dengan dosa dan setiap dosa mendapatkan pengampuanan maka Allah mengampuni dosa manusia dengan mengutus RohNya sendiri didalam diri Yesus Kristus.
      4. Pertanyaan diatas ” SETIAP ORANG PERCAYA YESUS MASUK SORGA ????????????????”
      JAWAB. YA PASTI MASUK SORGA.
      Percaya Yesus Kristus berarti percaya semua perkataan dan perbuatanNya. Percaya Yesus Kristus berarti menjalankan pengajaranNya. Orang yang mengenal Yesus Kristus ,mengenal ajaranNya tetapi tidak menjalankan AjaranNya sesunggguhnya orang tersebut adalah anti kristus, sebab iblis dan setanpun mengenal Yesus Kristus sebagai anak Allah tetapi tidak pernah menjalankan ajaran Yesus Kristus.
      Pengajaran Yesus Kristus adalah pengajaran Allah sebab Yesus Kristus adalah Allah.

      Tidakkah engkau tau padamulanya adalah Firman dan Firman itu bersama Allah dan Firman itu adalah Allah.Allah itu adalah Roh.

      Tidakkah engkau tau Allah menciptakan segala sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada didalam Firman,

      Tidakkah engkau tau bahwa ciptaan Allah yang pertama adalah Firman dan oleh karena itu Firman disebut Putra Sulung.

      Tidakkah engkau tau bahwa nama lain dari Firman adalah Amin, Yang setia dan benar,

      Tidakkah engkau tau bahwa Firman itu adalah Yesus Kristus ,itulah sebabnya pengikut Kristus menyebut Yesus sebagai Tuhan karena Yesus adalah Firman dan Firman adalah Allah.

      Jika engkau ingin mengenal Allah Pencipta maka pelajarilah ajaran Yesus Kristus ,karena hanya didalam tangan Yesus kristus segala kuat kuasa yang ada dibumi dan disurga.
      Jika engkau ingin mengenal Allah pelajarilah ajaran Yesus Kristus sebab Yesus Kristus adalah Allah .

      Pengikut Kristus tidak mengenal Allahnya sebagai dzat, tetapi sebagai Roh Yang Kudus yang kemuliaanNya sebagai orang tua yang lanjut usia,

      Kami tidak menyalahkan keyakinan kalian tentang Allah Pencipta karena Nabimu Nabi Muhammad tidak pernah melihat kemuliaan Allah Pencipta. Ternyata Zehezkiel lebih mulia dari Nabimu , dia pernah melihat Kemuliaan Allah dengan mata kepalanya sendiri Saat Allah turun di Babel. Dan nabimu Nabi Muhammad tidak lebih besar dari Yohanes yang hanya seorang Murid Yesus Kristus. Di Pulau Fatmos Allah menunjukan KemuliaanNya lengkap dengan Tatanan Kerajaan Sorgawi dan lengkap dengan urutan -urutan terjadinya hari kiamat dan penghakiman yang terakhir.
      Benar kata para Nabi “untuk bertemu dengan yang Maha Kudus harus hidup kudus”
      Jika Nabimu Muhammad telah hidup kudus atau telah dikuduskan oleh Yang Maha Kudus pastilah dia dapat melihat Yang Maha Kudus.
      Namun yang kutau perilaku Nabimu hanya mengumbar napsu birahi, tak patut dicontoh, tak kuliihat ada hal yang kudus didalam dirinya, mengajarkan menyembah berhala dengan mencium batu hitam, mewajibkan umatnya menyembah berhala sembahannya. Itu adalah ajaran sesat. Tak ada Allah pada batu hitam tersebut, yang ada hanya 8888 jin yang bertahta diatas batu tersebut.

  12. @ riza

    Anda ini bodoh dan picik. Makanya belajar Islam yang benar. Kalau cuma mendengar propanga barat yang benci Islam makanya jadinya seperti tulisan kamu ini. Ajaran Kristen adalah ajaran yang penuh pemalsuan. Makanya dibuat ajaran-ajaran palsu seperti Yesus itu Tuhan. Padahal ajaran nabi-nabi sebelum Nabi Isa mengatakan Tuhan itu, tidak ada Tuhan selain Dia, tidak adaTuhan Yesus. Nabi kami pada waktu Isra Mi’raj bertemu langsung dengan Tuhan. Tidak ada nabi lain yang mampu bertemu langsung dengan Tuhan pada saat dia hidup kecuai Nabi Muhammad. Tapi memang susah ngomong dengan orang kafir. Mereka tidak beriman dengan alasan mereka itu hanya perkataan Muhammad. Lho bukankan ajaran Yesus itu Tuhan hanyalah perkataan pengarang-pengarang dan pemalsu Injil. Bagaimana dengan Paulus yang mengaku-ngaku nabi yang dibisiki roh kudus, itukan semua hanya dusta. Makanya dia berkata : “kalau karena dustaku nama Tuhan tinggi….” Islam mengakui adanya kitab suci Injil tetapi yang beredar sekarang bukan Injil yang asli lagi tetapi sudah Injil yang sudah tercampur ajaran sesat sepeti : Tuhan punya anak, Tuhan menebus dosa dengan mengorbankan anakNya dengan cara disalib, Tuhan ada tiga, Tuhan menitis jadi manusia dll, Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir meluruskan semua ajaran yang menyimpang dalam Inil. Dan terakhir anda jangan sekali-kali menghina nabi kami. Batu hitam tidak kami sembah, goblok, ndak seperti kalian menyembah patung Yesus, patung Maria,dan nyembah Salib,

  13. Orang kristen adlh kaum yg paling bodoh…
    Klu pngen msuk surga pkelh akal sehatmu brfikirlh scra ilmiah…
    klu roh tuhan mnyrupai menjadi mnusia yg brnma yesus trus bwt apa toh meskipun smw orang didunia sesat kgak ngfek bwt kkuasaan tuhan (kkuasaan tuhan tdk akn brkurang secuil pun mskipun gk da sma skali manusia yg mw beriman ) justru kitalh manusia yg sngat btuh kpda tuhan mka kitalh sndri yg mncari jlan tuhan yaitu jlan yg benar yg hakekatnya tidk ada kraguan sma skali bukan sbaliknya msa’ tuhan btuh manusia sampe dibela2in mnyerupai mnusia mnjdi yesus…
    bertobatlah sblum pintu tobat itu tertutup (meninggal dunia)…
    oh ya tdi spa yg bilang nabi Muhammad saw tidak masuk kesurga emangnya situ tau… trus batu yg hitam itu bukanlh tuhan yg kami sembah mlainkan ciptaan tuhan yg baunya sangat harum..

  14. Salam Damai.
    Lebih baik jangan saling menghina, silahkan bepegang pada kepercayaan masing-masing. Ingat Agama yang baik mengajarkan kebenaran dan mengasihi sesama bukan memfitnah dan melukai sesama. Berbuat baiklah setiap hari supaya ada damai sejahtera di bumi jangan menambah panas dunia. Semua mengaku paling baik, paling mulia tetapi pada akhirnya nanti akan terlihat mana puhon yang berbuah baik mana pohon yang tyidak berbuah dan dicampakkan untuk dibakar.
    Trims.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: