Surga Menurut Alqur’an Dan Alhadits

 

Berikut ini adalah di antara sifat-sifat Surga yang di terangkan oleh Allah SWT melalui ayat-ayat suci Al-Qur’an

Allah SWT berfirman:

Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari-Nya, keridhaan dan Surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya. Sesungguhnya di sisi Allah -lah pahala yang besar.(at-Taubah : 21-22)

Sesungguh orang-orang yang bertakwa itu dalam taman-taman Surga] dan (dekat) mata air (yang mengalir). Dikatakan kepada mereka, masuklah kedalamnya dengan sejahtera dan aman. Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka, mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan diatas dipan-dipan, mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya.(al-Hijr : 45-48)

Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal sholeh, tentulah Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amal(nya) dengan baik. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan Surga ‘Adn, sungai-sungai mengalir di bawahnya, dalam Surga itu mereka diberi perhiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan tebal dan mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah, itulah pahala yang sebaik-baiknya dan tempat istirahat yang indah.(al-Kahfi : 30-31)

Ini adalah kehormatan (bagi mereka) dan sesungguhnya bagi orang-orang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik (yaitu) Surga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka. Di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan meminum di dalamnya. Dan pada sisi mereka (ada bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Inilah apa-apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya.(Shad : 49-54)

Sesungguhnya orang-orang bertakwa berada pada tempat yang aman (yaitu) dalam taman-taman dan mata air. Mereka memakai sutera yang dan tebal, (duduk) berhadap-hadapan. Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka bidadari. Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran), mereka tidak akan pernah merasakan mati di dalamnya, kecuali mati di dunia, dan Allah memelihara mereka dari siksa neraka sebagai karunia dari Tuhanmu, yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar. (ad-Dukhan : 51-57)

Segolongan besar dari orang-orang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang kemudian, mereka bertahtakan emas dan permata, seraya bertelekan diatasnya berhadap-hadapan, mereka dikelilingi oleh anak-anak muda dengan membawa teko (cerek), cangkir-cangkir berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pusing meminumnya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa-apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan didalamnya ada bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik, sebagai balasan bagi apa yang mereka kerjakan. Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka hanya mendengan ucapan salam. Dan golongan kanan. Alangkah bahagianya, golongan kanan itu berada diantara pohon-pohon bidara yang tidak berduri dan pisang-pisang yang bersusun-susun buahnya dan naungan yang terbentang luas dan air yang tercurah dan buah-buahan yang banyak yang tidak berhenti. Dan sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan yang penuh cinta lagi sebaya umur mereka. Kami ciptakan mereka untuk golongan kanan. (al-Waqi’ah : 13-38)

Adapun orang-orang yang diberikan kitab (buku catatan amal)-nya dari sebelah kanan, maka dia berkata, Ambilah, bacalah kitabku ini. Sesungguhnya aku yakin bahwasanya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhoi dalam Surga yang tinggi, buah-buahnya dekat (kepada mereka), lalu dikatakan kepada mereka, makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang kalian kerjakan pada hari-hari yang telah berlalu (dunia). (al-Haqqoh:19-28)

Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu dan menjadikan muka mereka berseri-seri dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka, karena kesabaran mereka dengan Surga dan pakaian sutera, di dalamnya mereka tidak merasakan terik matahari dan tidak pula dingin yang menyengat. Dan naungan (pohon-pohon) Surga itu dekat diatas mereka dan buahnya dimudahkan untuk memetiknya dengan semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca, yaitu kaca-kaca yang yang terbuat dari perak yang telah mereka diukur dengan sebaik-baiknya. Dalam Surga itu mereka di beri minum segelas minuman yang campurannya adalah jahe, sebuah mata air Surga yang dinamakan salsabil. (al-Insan:11-15)

Surga Menurut Alhadis

Dapatkah kita bayangkan tempat tinggal penghuni Surga yang dibangun Allah dengan tangan-Nya sendiri berbentuk istana yang bahan bangunannya adalah batu bata emas, dan perak sebening kaca, buah-buahannya lebih lembut dari keju, lebih manis dari madu, sungai-sungai mengalirkan susu, madu, arak yang tidak memabukan, air jernih yang tidak berubah rasanya, keelokan wajah penghuninya bagaikan bulan dimalam purnama, kecantikan bidadarinya tak terbayangkan kejelitaannya, mulusnya, putihnya, kemontokan dadanya, dipingit di dalam kemah, belum pernah tersentuh oleh jin dan manusia, yang selalu tersenyum dan mengucapkan kalimat yang menyenangkan suami mereka, kendaraanya adalah unta dan kuda bersayap yang terbuat dari mutiara, begitu pula tanah dan debunya, makanan dan minumannya adalah hidangan istimewa yang tak terbayangkan kelezatannya, kasur dan permadaninya adalah kasur tebal dan sutra halus, gelas dan piringnya terbuat dari emas dan perak. Sungguh sebuah janji yang tak pernah diingkari oleh Yang Maha Rahman. Apalagi jika Allah menyingkap tirai-Nya….

Subhanallah, dan terlihat wajah-Nya Yang Mulia sebagai nikmat teramat agung bagi hamba-hamba-Nya.

Nama nama Surga 

Surga memiliki nama-nama yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Di antaranya: Jannatul Firdaus, yang merupakan tertinggi derajatnya. Ia terletak di bawah Arsy Ar-Rahman. Kemudian Jannatun Na’im (yang penuh kenikamatan), Jannatu Adn, Daarus Salam (negeri yang penuh keselamatan). Jannatul Ma’wa dan Darul Khuldi.

Bangunan Surga

Bangunannya terbuat dari batu bata emas dan perak adukannya beraroma kesturi yang sangat harum, kerikilnya terbuat dari mutiara lu’lu dan yaquth dan tanahnya terbuat dari za’farn seperti tepung putih yang beraroma kesturi. Di antara bentuk bangunannya adalah kubah-kubah indah yang terbuat dari muatiara. Rasulullah menjanjikan barangsiapa yang shalat sunnah 12 rakaat sehari semalam maka Allah akan membangunkan sebuah rumah untuknya di Surga.

Pintu-pintunya

Di dalam Surga terdapat delapan pintu di antaranya adalah pintu Ar-Rayyan yang diperuntukan bagi orang yang shaum (puasa). Seorang wanita yang rajin shalat 5 waktu dan shaum, lalu meninggal sedang suaminya ridha maka ia akan dipersilakan untuk masuk Surga dari pintu manapun yang ia sukai. Pintu-pintu Surga akan senantiasa terbuka orang yang shalat akan masuk pintu shalat, yang berjihad akan dipanggil dari pintu jihad, dan yang bersadaqah akan masuk dari pintu shadaqah (HR. Bukahri Muslim). Luas dan lebar pintu Surga seperti jarak pengendara tercepat selama tiga hari, jarak antara satu pintu dengan pintu lainnya seperti Makkah dan Bushra (Mutafaqun Alaih).

Derajat Surga

Rasulullah S.A.W bersabda,

”Sesungguhnya di Surga terdapat 100 tingkatan yang disediakan Allah bagi yang berjihad di jalan-Nya. Jarak antara satu tingkat dengan tingkatan yang lainnya seperti jarak antara langit dan bumi. Maka jika kalian minta kepada Allah mintalah Surga Firdaus ” (HR. Bukahri).

Tempat tertinggi di Surga adalah Al-Wasilah yang terletak di Surga tertinggi. Ia dihuni oleh seseorang yaitu Rasulullah S.A.W.

Pohon Taman dan Naungan Surga

Di dalamnya terdapat pohon yang apabila seorang pengembara itu berjalan di bawah naungannya selama 100 tahun ia belum keluar dari naungannya, pohon-pohonnya kekal dan buahnya dekat lagi rendah menjuntai, sehingga mudah diambil. Seluruh pohon di Surga batanya terbuat dari emas (Shahihul Jami’). Ibnu Abas berkata, “Di antara penghuni Surga ada yang rindu kangen dengan hiburan dunia, lalu Allah mengutus angin dan menggerak-gerakan pohon tersebut, kemudian pohon tersebut memberikan semua hiburan yang pernah ada di dunia.

Sungai Sungai di Surga

Sungai-sungai di Surga adalah sesuatu yang pasti, ia terus mengalir dan tidak pernah berhenti, terletak di bawah ghurat (mahligai) istana-istana dan taman-taman penghuni Surga. Sungai-sungai tersebut berupa sungai madu, sungai khamer yang tidak memabukkan, sungai susu dan sungai air jernih yang tidak pernah berubah rasanya. Sungai-sungai Surga memancar dari bagian atas Surga, kemudian mengalir turun ke bawah menuju ke semua tingkatan Surga sebagai tersebut dalam hadist shahih

“.. Sesungguhnya Firdaus itulah tempat terbaik dan tertinggi derajatnya. Di atas Firdaus terdapat Arsy Allah dan dari situ mengalir sungai-sungai Surga ” (HR. Bukhari).

Mata air Surga ada yang bernama Salsabil yang akan diberikan kepada orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah (Muqorrobin), sedang para abror (orang-orang yang berbuat baik) maka Allah memberi mereka air yang diberi campuran kafur (air dingin yang aromanya wangi) dan zanzabil / jahe (air hangat yang juga beraroma segar) (Al Insan:5 dan 17).

Mahligai dan Istana Surga

Mahligai dan istana Surga terbuat dari emas dan mutiara terbaik yang disediakan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Raulullah S.A.W bersabda:

“Sesungguhnya orang yang beriman disediakan di Surga, istana dari satu mutiara yang berongga. Panjangnya adalah 60 mil. Di dalamnya terdapat pelayan-pelayan”.

Buah-buahan dan tanaman di Surga

Buah-buahan di Surga banyak yang serupa dengan buah-buahan di dunia, dilihat dari bentuknya dan namanya, bedanya bahwa di Surga buah tersebut tidak layu, busuk, tua atau mengecil dan berkurang sebagaimana buah di dunia. Diantara nama buah yang disebut didalam Al-Qur’anul Karim adalah delima dan anggur (Ar-Rahman: 68)

Ibnu Abbas berkata,

“Apabila penghuni Surga tertarik untuk memetik buah buah Surga, maka buah buahan tersebut mendekat kepdanya hingga ia dapat mengambil mana yang ia sukai”.

Ia juga berkata,

“Buah-buahan di Surga seperti anggur ia lebih lembut dari tepung dan di dalamnya tidak ada biji. Adapun tanaman Surga, setelah benihnya disebar, maka tumbuh dalam sekejap dan siap panen saat itu juga”. (HR. Bukhari).

Makanan dan Minuman di Surga

Penduduk Surga akan dihidangkan makanan dan minuman lezat yang sangat mengundang selera, apapun yang mereka inginkan pasti mereka dapatkan. Rasulullah S.A.W bersabda,

“Penghuni Surga akan makan dan minum enak enak. Mereka tidak mengeluarkan ingus dari hidungnya, tidak buang air besar dan tidak buang air kecil. Makanan mereka berubah menjadi sendawa yang beraroma kesturi” (HR. Muslim).

Hidangan bagi mereka yang pertama kali adalah daging hati ikan paus, kemudian disembelihkan baginya sapi yang makanan sehari harinya adalah rumput Surga” (HR. Muslim). Adapun tempat makan dan minum mereka berupa gelas dan piring yang terbuat dari emas dan perak. Allah berfirman,

“Dan diedarkan kepada mereka bejana bejana dari perak dan piala piala bening laksana kaca. Yaitu kaca kaca yang terbuat dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik baiknya” (Al-Insan: 15-16)

Seruan di Surga

Di Surga akan ada seorang penyeru yang berkata:

“Sesungguhnya sekarang tibalah saatnya kalian sehat wal’afiat dan tidak menderita sakit selama-lamanya.

Sekarang tibalah saatnya kalian hidup dan tidak mati selama lamanya.

Sekarang tibalah saat kalian tetap muda dan tidak tua selama lamanya.

Sekarang tibalah saatnya bagi kalian bersenang-senang dan tidak sengsara selam lamanya”. (HR. Muslim)

Dalam hadist lain disebutkan,

“Penghuni Surga akan masuk Surga dan penghuni neraka akan masuk neraka, kemudian penyeru akan berdiri di antara mereka dan berkata “Wahai penghuni Surga sekarang tidak ada kematian. Wahai penghuni neraka sekarang tidak ada lagi kematian. Semuanya kekal abadi di tempatnya masing-masing ” (HR. Bukahri dan Muslim)

Keadaan Para Penghuni

Surga Para Penghuni Surga, mulus, tampan, dan bercelak, mereka akan senantiasa muda dan pakaiannya tidak pernah lusuh. Golongan pertama yang masuk Surga kelihatan seperti bulan purnama. Mereka tidak pernah buang air kecil dan buang air besar. Mereka tidak beringus dan meludah. Sisir mereka terbuat dari emas dan bejana mereka terbuat dari misk. Dan perasapannya terbuat dari kemenyan. Para penghuni Surga adalah kebanyakan orang miskin dan lemah. Rasulullah adalah orang yang pertama sekali mengetuk pintu Surga (HR. Muslim).

Di antara penghuni Surga adalah sebagaimana sabda Nabi Muhammad S.A.W,

“Maukah aku tunjukan tentang penghuni Surga? Ia adalah orang yang lemah dan merendah diri (tawadhu), jika ia bersumpah atas nama Allah pasti Allah memperkenankan sumpahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Yang terbanyak dari penghuni Surga adalah umat Nabi Muhammad S.A.W. Rasulullah menyebutkan bahwa penghuni Surga berjumlah 120 shaf (barisan) dan umat Nabi Muhammad berjumlah 80 shaf dari 120 shaf tadi (2/3 penduduk Surga).

Yang Pertama kali Masuk Surga

Yang pertama kali masuk Surga adalah Rasulullah S.A.W dan Abu Bakar Ash Shidiq. Kelompok pertama yang akan masuk Surga tanpa hisab berjumlah 70.000 orang. Mereka saling bergandengan tangan hingga masuk Surga semuanya. Wajah mereka seperti rembulan saat purnama (HR. Bukahri dan Muslim). Dalam riwayat lain disebutkan bahwa mereka adalah orang yang tidak mengruqyah, tidak melakukan tathayyur dan hanya bertawakkal kepada Rabb mereka.

Rasulullah S.A.W bersabda, “Adapun 3 orang yang pertama kali masuk Surga adalah syahid, seorang hamba yang tidak disibukkan oleh dunia dan taat kepada Rabbnya dan orang fakir yang memiliki tanggungan namun ia menjaga diri dari meminta minta (HR. Ahmad). Orang yang miskin akan masuk Surga terlebih dahulu dari orang-orang kaya karena mereka tidak memiliki sesuatu untuk dihisab. Selisih waktu antara keduanya adalah 40 tahun. (HR. Muslim).

Ibnu Qoyyim menyimpulkan bahwa tidak semua penduduk Surga yang pertama kali masuk akan lebih tinggi kedudukannya dari yang terakhir. Boleh jadi yang terakhir kali mendapatkan derajat yang lebih agung, semisal orang kaya yang pandai bersyukur dan bertaqorrub kepada-Nya dengan berbagai kebajikan dan shadaqoh. Ia lebih tinggi dari orang fakir karena sang fakir tidak mampu berbuat sebagaimana yang diperbuat oleh orang kaya (Hadiul Arwah, Ibnu Qoyyim)

Angin & Bau Surga

Bau aroma Surga bisa dicium dari jarak 100 tahun. Ibnu Qoyyim berkata, ‘Aroma Surga itu ada 2 macam.

Pertama, aroma yang bisa ditemui di Surga yang bisa dicium oleh arwah dan tidak bisa dicium oleh orang-orang lainnya.

Kedua, aroma yang bisa diketahui dengan panca indera seperti halnya aroma bunga dan lain sebaginya. Aroma jenis kedua bisa dijangkau seluruh penghuni Surga di akhirat kelak, baik dari tempat jauh atau tempat yang dekat. Adapun aroma Surga di dunia, maka ia bisa dicium oleh orang-orang yang dikehendaki Allah, seperti para nabi dan Rasul. Aroma yang dicium Anas bin Nadr saat berjihad sebelum ia syahid bisa dikatagorikan pada aroma jenis ini. Wallahu ‘alam.

Bidadari Surga dan Pesona Kecantikannya

Bidadari Surga adalah mahluk berkelamin wanita yang diciptakan Allah untuk penghuni Surga. Al-Qur’an dan Sunnah menggambarkan tentang keindahan dan kesempurnaan penciptaan mereka. Digambarkan bahwa mereka adalah bidadari yang cantik, jelita, putih bersih dipingit di dalam kemah senantiasa menundukan pandangan, Allah menyebut mereka dengan khoirotun Hisan (bidadadri yang baik dan cantik), mereka perawan, penuh cinta dan sebaya, dada mereka montok dan kulitnya mulus.

Dalam hadist Bukhori disebutkan bahwa sekiranya salah seorang bidadari Surga datang ke dunia, pasti ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh tutup kepala salah seorang wanita Surga lebih baik dari pada dunia dan isinya. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa bidadari Surga tersebut diciptakan dari za’faron Surga. Maka Ibnu Qoyyim berkomentar, “Jika penciptaan manusia yang tergolong mahluk yang paling sempurna diciptakan dari bahan baku berupa tanah, kemudian berubah menjadi sosok yang paling bagus. Maka bagaimana sosok yang diciptakan dari za’faron yang ada di Surga?

Pemandanagan Lain di Surga

A. Para Penghuni Surga akan dihiasi dengan gelang emas dan mereka memaki pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah (Al Kahfi: 30-31). Kasur Surga adalah kasur tebal lagi empuk. Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra (Ar-Rahman:54, 76 dan Al-Ghasyiyah: 13-16).

B. Kemah, ranjang dan sofa Surga. Rasululullah S.A.W bersabda,

”Seusungguhnya bagi setiap mukmin di Surga disiapkan kemah dari suatu mutiara lu’lu yang berongga. Tingginya 60 mil. Di dalamnya terdapat keluarganya dan orang beriman berjalan mengelilingi mereka. Sebagian mereka tidak bisa melihat sebagian yang lain (HR Bukhari dan Muslim).

Allah Ta’ala berfirman:

Mereka bertelekan di atas diapan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari cantik bermata jeli (Ath-Thur: 20).

C. Pelayan di Surga. Yang senantiasa sibuk melayani penghuni Surga adalah wildanun mukholladun. Mereka adalah anak orang-orang muslim yang meninggal sewaktu kecil. Allah Ta’ala berfirman:

Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir (Al-Waqi’ah: 17-18)

D. Kendaraan mereka adalah unta dan kuda yang bersayap yang terbuat dari mutiara yaquth.

Hubungan Intim di Surga

Dalam menafsirkan firman Allah yang berbunyi,

“Sesungguhnya penduduk Surga itu bersenang-senang dalam kesibukan” (Yaasin:55).

Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Al Auza’i dan Muqotil berkata, “Kesibukan mereka adalah memecah keperawanan istri-istrinya”. Rasulullah. S.A.W bersabda tentang hubungan jimak para penghuni Surga,

“Di Surga seorang mukmin diberi kekuatan sekian banyak menggauli wanita” (HR. Tirmidzi, shahih).

Abu Umamah berkata, Rasulullah S.A.W pernah ditanya, “Apakah penduduk Surga melakukan hubungan suami istri?”. Beliau S.A.W menjawab, “penis yang tidak pernah lemas, syahwat yang tidak pernah padam, dan jimak demi jimak”.

Sai’d bin Jubair berkata, “Sesungguhnya nafsu syahwat (penduduk Surga) mengalir dalam tubuhnya selama 70 tahun. Selama waktu itu ia merasakan kenikmatan yang tiada taranya dan tidak terkena kewajiban mandi jinabat. Mereka tidak merasakan loyo atau kekuatannya menurun. Justru hubungan seksual mereka mencapai kenikmatan dan kepuasan. Wallahu a’lam.

Pasar Surga

Rasulullah S.A.W bersabda, “Sesungguhnya di Surga terdapat pasar yang didatangi penghuni Surga setiap hari Jum’at. Angin utara berhembus menerpa wajah dan pakaian mereka hingga membuat mereka semakin tampan dan menarik. Dalam keadaan seperti itu mereka pulang menemui istrinya masing-masing. Istri-istri mereka berkata “Demi Allah, dikau semakin tampan dan ganteng saja”. Mereka menjawab ” kalian juga semakin cantik dan ayu”.

Yang Terakhir kali Masuk Surga

Hamba yang terakhir kali masuk Surga adalah orang yang melintasi titian, terkadang jalan dan terkadang merangkak dan terkadang dilalap api hingga hangus. Allah memerintahkannya untuk masuk Surga, namun ia melihat seakan Surga telah penuh sesak. Allah berkata kepadanya bahwa ia akan diberi kenikmatan sepuluh kali dunia dan isinya hingga ia merasa dipermainkan Allah. Namun Allah berfirman: Itulah derajat penghuni Surga yang paling rendah kelasnya (sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

Ayat – Ayat Tentang Surga

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. [Ar Ra’d:35]

Perumpamaan Surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. [Al Hajj (22) :23]

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam Surga-Surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di Surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera. [35:34]

Dan mereka berkata:” Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. [Ash Shaffat (37) : 43]

Di dalam Surga – Surga yang penuh nikmat, di atas tahta-tahta kebesaran berhadap-hadapan. Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir [Al Zukhruf (43) : 71].

Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan piala-piala dan di dalam Surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.

Access from,

http://en-gb.facebook.com/note.php?note_id=134560259928352

Access date 7 Nopember 2012.

____________________

Islamthis,

Alhamdulillah, Islam adalah Sebuah agama yang mana Rasulnya adalah seorang Nabi yang mendapatkan informasi dari Tuhannya (yaitu Allah Swt) perihal Surga dengan begitu lengkap dan menyeluruh. Sungguh pantas deskripsi Surga yang diberikan Muhammad Saw ini, mengingat Allah adalah Tuhan Yang maha kaya, dan maha penyayang kepada umatNya. Artinya, tidak ada yang dapat menghalangi Allah untuk menumpahkah seluruh kasih sayang dan rahmatNya di dalam skala extravaganza kepada umatNya di dalam Surga kelak. Jika di satu pihak Allah adalah mahakaya, dan di lain pihak Allah adalah mahasayang kepada umatNya, maka seluruh kenikmatan Surga seperti yang dilukiskan ini menjadi hal yang paling tepat sebagai refleksi atas kombinasi dua-maha tersebut.

Coba bandingkan dengan Surganya agama karoSetan. Tuhan di dalam agama ini tidak memberi apa-apa kepada umatnya, kecuali kewajiban terus menerus untuk selalu memuji dan mengkuduskan namanya, kendati sudah di dalam Surga sekali pun. Artinya, manusia-manusia karoSetan di Dunia ini sudah capek setengah mati memuji Tuhan atas perintahnya, nanti kelak di dalam Surga KEMBALI AKAN DIBIKIN CAPEK memuji Tuhan tersebut secara terus menerus, tanpa mendapat kenikmatan secuil pun, sebagaimana halnya umat Muslim.

Inilah satu lagi bukti akan kebenaran Islam, kebenaran secara logika. Alhamdulillah!

 

One Response

  1. Subhanallah, laa haula walaa quwata ila billah…., sesungguhnya kami tidak akan mampu mencapai surga-Mu ya Allah hanya dengan ibadah kami yg tidak seberapa, tapi kami mengharapkan karunia-Mu untuk dapat memasuki syurga-Mu dengan mulus…jadikanlah kami orang2 yang berbakti kepada-Mu ya Allah, kuatkanlah aqidah kami, terimalah ibadah kami, dan ampunilah segal dosa2 kami ya Allah….dan jadikanlah kami golongan orang2 yang selamat di dunia dan akhirat..amiiinnnnn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: