Klaim Bohong Pernikahan Dini Atas Siti Aisyah

Maulana Habibur Rahman Siddiqui Al-Kandahlawi adalah seorang ahli hadits dari India. Ia lahir tahun 1924 M, putera ulama hadits terkenal Mufti Isyfaq Rahman. Ayahnya ini pernah jadi mufti besar Bhopal India.

Adapun yang menjadi dasar kesimpulan tersebut adalah riwayat yang menunjukkan beda usia Aisyah RA dengan kakaknya Asma, sekitar 10 tahun. Riwayat ini ada di kitab Siyar A’lamal Nubala karangan Al Zahabi. Sedangkan Asma meninggal di usia 100 tahun pada tahun 73 H (diriwayatkan Ibnu Kathir dan Ibnu Hajar). Artinya, Asma lahir tahun 27 Sebelum Hijrah dan Aisyah lahir tahun 17 Sebelum Hijrah.

Sementara itu, para ahli sejarah sepakat bahwa pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah RA, terjadi pada sekitar tahun 2 H. Berarti Aisyah RA berumah tangga dengan Rasulullah SAW pada usia 19 tahun.

Mudah-mudahan dengan berita ini, tidak ada lagi berita-berita miring yang dialamatkan kepada Rasulullah SAW atas pernikahannya dengan Siti Aisyah. Kalau umur 19 tahun di masa itu, sepertinya sudah layak dianggap dewasa. Secara emosional dan psikologis, umur 19 tahun juga sudah bukan umur anak-anak lagi.

Catatan: Sebagai tambahan dalil…

1. Siti Aisyah Ra. berkata:

“Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan (Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr)…

Untuk dipahami, gadis muda (jariah), adalah mereka yang telah berusia antara 6-13 tahun.

Jika Surat al Qamar, diturunkan pada tahun ke 8 (delapan) sebelum hijriyah (The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), berarti usia Aisyah ra. saat menikah antara 16-23 tahun…

Syekh Muhammad Sayyid At-Thanthawy berpendapat, Surat al Qamar diturunkan pada tahun ke 5 (lima) sebelum hijriah. Jikapun pendapat ini, kita jadikan patokan (dasar), maka akan diperoleh keterangan usia Aisyah ra. saat beliau menikah, antara 13-20 tahun…

2. Sirah An-Nabawiyah.

Berdasarkan Sirah An-Nabawiyah (Ibnu Hisyam, 1/245-262.), dakwah secara siriyyah, yang dilakukan Rasulullah sekitar kurang lebih 3 tahun dan sampai orang Islam berjumlah 40 orang. Sejarah mencatat, Aisyah Ra. adalah orang ke-19 yang menerima Islam, ini berarti beliau masuk Islam pada masa dakwah disampaikan secara siriyyah (sembunyi-sembunyi).

Jika Aisyah Ra. pada tahun 2H saat ia menikah, baru berumur 9 tahun. Maka di masa dakwah secara siriyyah, berdasarkan perhitungan tahun, kemungkinan beliau belum lahir. Bagaimana anak yang belum lahir, bisa bersyahadat?

3. Mari kita pahami hadits berikut:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ فَأَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ لَمْ أَعْقِلْ أَبَوَيَّ قَطُّ إِلَّا وَهُمَا يَدِينَانِ الدِّينَ وَقَالَ أَبُو صَالِحٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ عَنْ يُونُسَ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ لَمْ أَعْقِلْ أَبَوَيَّ قَطُّ إِلَّا وَهُمَا يَدِينَانِ الدِّينَ وَلَمْ يَمُرَّ عَلَيْنَا يَوْمٌ إِلَّا يَأْتِينَا فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَرَفَيْ النَّهَارِ بُكْرَةً وَعَشِيَّةً فَلَمَّا ابْتُلِيَ الْمُسْلِمُونَ خَرَجَ أَبُو بَكْرٍ مُهَاجِرًا قِبَلَ الْحَبَشَةِ حَتَّى إِذَا بَلَغَ بَرْكَ الْغِمَادِ لَقِيَهُ ابْنُ الدَّغِنَةِ وَهُوَ سَيِّدُ الْقَارَةِ فَقَالَ أَيْنَ تُرِيدُ يَا أَبَا بَكْرٍ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ أَخْرَجَنِي قَوْمِي فَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أَسِيحَ فِي الْأَرْضِ فَأَعْبُدَ رَبِّي قَالَ ابْنُ الدَّغِنَةِ إِنَّ مِثْلَكَ لَا يَخْرُجُ وَلَا يُخْرَجُ فَإِنَّكَ تَكْسِبُ الْمَعْدُومَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ وَتَحْمِلُ الْكَلَّ وَتَقْرِي الضَّيْفَ وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ وَأَنَا لَكَ جَارٌ فَارْجِعْ فَاعْبُدْ رَبَّكَ بِبِلَادِكَ فَارْتَحَلَ ابْنُ الدَّغِنَةِ فَرَجَعَ مَعَ أَبِي بَكْرٍ فَطَافَ فِي أَشْرَافِ كُفَّارِ قُرَيْشٍ فَقَالَ لَهُمْ إِنَّ أَبَا بَكْرٍ لَا يَخْرُجُ مِثْلُهُ وَلَا يُخْرَجُ أَتُخْرِجُونَ رَجُلًا يُكْسِبُ الْمَعْدُومَ وَيَصِلُ الرَّحِمَ وَيَحْمِلُ الْكَلَّ وَيَقْرِي الضَّيْفَ وَيُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ فَأَنْفَذَتْ قُرَيْشٌ جِوَارَ ابْنِ الدَّغِنَةِ وَآمَنُوا أَبَا بَكْرٍ وَقَالُوا لِابْنِ الدَّغِنَةِ مُرْ أَبَا بَكْرٍ فَلْيَعْبُدْ رَبَّهُ فِي دَارِهِ فَلْيُصَلِّ وَلْيَقْرَأْ مَا شَاءَ وَلَا يُؤْذِينَا بِذَلِكَ وَلَا يَسْتَعْلِنْ بِهِ فَإِنَّا قَدْ خَشِينَا أَنْ يَفْتِنَ أَبْنَاءَنَا وَنِسَاءَنَا قَالَ ذَلِكَ ابْنُ الدَّغِنَةِ لِأَبِي بَكْرٍ فَطَفِقَ أَبُو بَكْرٍ يَعْبُدُ رَبَّهُ فِي دَارِهِ وَلَا يَسْتَعْلِنُ بِالصَّلَاةِ وَلَا الْقِرَاءَةِ فِي غَيْرِ دَارِهِ ثُمَّ بَدَا لِأَبِي بَكْرٍ فَابْتَنَى مَسْجِدًا بِفِنَاءِ دَارِهِ وَبَرَزَ فَكَانَ يُصَلِّي فِيهِ وَيَقْرَأُ الْقُرْآنَ فَيَتَقَصَّفُ عَلَيْهِ نِسَاءُ الْمُشْرِكِينَ وَأَبْنَاؤُهُمْ يَعْجَبُونَ وَيَنْظُرُونَ إِلَيْهِ وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ رَجُلًا بَكَّاءً لَا يَمْلِكُ دَمْعَهُ حِينَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ فَأَفْزَعَ ذَلِكَ أَشْرَافَ قُرَيْشٍ مِنْ الْمُشْرِكِينَ فَأَرْسَلُوا إِلَى ابْنِ الدَّغِنَةِ فَقَدِمَ عَلَيْهِمْ فَقَالُوا لَهُ إِنَّا كُنَّا أَجَرْنَا أَبَا بَكْرٍ عَلَى أَنْ يَعْبُدَ رَبَّهُ فِي دَارِهِ وَإِنَّهُ جَاوَزَ ذَلِكَ فَابْتَنَى مَسْجِدًا بِفِنَاءِ دَارِهِ وَأَعْلَنَ الصَّلَاةَ وَالْقِرَاءَةَ وَقَدْ خَشِينَا أَنْ يَفْتِنَ أَبْنَاءَنَا وَنِسَاءَنَا فَأْتِهِ فَإِنْ أَحَبَّ أَنْ يَقْتَصِرَ عَلَى أَنْ يَعْبُدَ رَبَّهُ فِي دَارِهِ فَعَلَ وَإِنْ أَبَى إِلَّا أَنْ يُعْلِنَ ذَلِكَ فَسَلْهُ أَنْ يَرُدَّ إِلَيْكَ ذِمَّتَكَ فَإِنَّا كَرِهْنَا أَنْ نُخْفِرَكَ وَلَسْنَا مُقِرِّينَ لِأَبِي بَكْرٍ الِاسْتِعْلَانَ قَالَتْ عَائِشَةُ فَأَتَى ابْنُ الدَّغِنَةِ أَبَا بَكْرٍ فَقَالَ قَدْ عَلِمْتَ الَّذِي عَقَدْتُ لَكَ عَلَيْهِ فَإِمَّا أَنْ تَقْتَصِرَ عَلَى ذَلِكَ وَإِمَّا أَنْ تَرُدَّ إِلَيَّ ذِمَّتِي فَإِنِّي لَا أُحِبُّ أَنْ تَسْمَعَ الْعَرَبُ أَنِّي أُخْفِرْتُ فِي رَجُلٍ عَقَدْتُ لَهُ قَالَ أَبُو بَكْرٍ إِنِّي أَرُدُّ إِلَيْكَ جِوَارَكَ وَأَرْضَى بِجِوَارِ اللَّهِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَئِذٍ بِمَكَّةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أُرِيتُ دَارَ هِجْرَتِكُمْ رَأَيْتُ سَبْخَةً ذَاتَ نَخْلٍ بَيْنَ لَابَتَيْنِ وَهُمَا الْحَرَّتَانِ فَهَاجَرَ مَنْ هَاجَرَ قِبَلَ الْمَدِينَةِ حِينَ ذَكَرَ ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجَعَ إِلَى الْمَدِينَةِ بَعْضُ مَنْ كَانَ هَاجَرَ إِلَى أَرْضِ الْحَبَشَةِ وَتَجَهَّزَ أَبُو بَكْرٍ مُهَاجِرًا فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رِسْلِكَ فَإِنِّي أَرْجُو أَنْ يُؤْذَنَ لِي قَالَ أَبُو بَكْرٍ هَلْ تَرْجُو ذَلِكَ بِأَبِي أَنْتَ قَالَ نَعَمْ فَحَبَسَ أَبُو بَكْرٍ نَفْسَهُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَصْحَبَهُ وَعَلَفَ رَاحِلَتَيْنِ كَانَتَا عِنْدَهُ وَرَقَ السَّمُرِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari ‘Uqail berkata, Ibnu Syihab maka dia mengabarkan keada saya ‘Urwah bin Az Zubair bahwa ‘Aisyah radliallahu ‘anha isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata;

“Aku belum lagi baligh ketika bapakku sudah memeluk Islam”.

Dan berkata, Abu Shalih telah menceritakan kepada saya ‘Abdullah dari Yunus dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepada saya ‘Urwah bin Az Zubair bahwa ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata;

“Aku belum lagi baligh ketika bapakku sudah memeluk Islam dan tidak berlalu satu haripun melainkan Rasulullah saw datang menemui kami di sepanjang hari baik pagi ataupun petang. Ketika Kaum Muslimin mendapat ujian, Abu Bakar keluar berhijrah menuju Habasyah (Ethiopia) hingga ketika sampai di Barkal Ghomad dia didatangi oleh Ibnu Ad-Daghinah seorang kepala suku seraya berkata; “Kamu hendak kemana, wahai Abu Bakar?”

Maka Abu Bakar menjawab: “Kaumku telah mengusirku maka aku ingin keliling dunia agar aku bisa beribadah kepada Tuhanku”.

Ibnu Ad-Daghinah berkata: “Seharusnya orang seperti anda tidak patut keluar dan tidap patut pula diusir karena anda termasuk orang yang bekerja untuk mereka yang tidak berpunya, menyambung silaturahim, menanggung orang-orang yang lemah, menjamu tamu dan selalu menolong di jalan kebenaran. Maka aku akan menjadi pelindung anda untuk itu kembalilah dan sembahlah Tuhanmudi negeri kelahiranmu.

Maka Ibnu Ad-Daghinah bersiap-siap dan kembali bersama Abu Bakar lalu berjalan di hadapan Kafir Quraisy seraya berkata, kepada mereka:

“Sesungguhnya orang sepeti Abu Bakar tidak patut keluar dan tidak patut pula diusir. Apakah kalian mengusir orang yang suka bekerja untuk mereka yang tidak berpunya, menyambung silaturahim, menanggung orang-orang yang lemah, menjamu tamu dan selalu menolong di jalan kebenaran?”.

Akhirnya orang-orang Quraisy menerima perlindungan Ibnu Ad-Daghinah dan mereka memberikan keamanan kepada Abu Bakar lalu berkata, kepada Ibnu Ad-Daghinah:

“Perintahkanlah Abu Bakar agar beribadah menyembah Tuhannya di rumahnya saja dan shalat serta membaca Al Qur’an sesukanya dan dia jangan mengganggu kami dengan kegiatannya itu dan jangan mengeraskannya karena kami telah khawatir akan menimbulkan fitnah terhadap anak-anak dan isteri-isteri kami”.

Maka Ibnu Ad-Daghinah menyampaikan hal ini kepada Abu Bakar. Maka Abu Bakar mulai beribadah di rumahnya dan tidak mengeraskan shalat bacaan Al Qur’an di luar rumahnya. Kemudian AbuBakar membangun tempat shalat di halaman rumahnya sedikit melebar keluar dimana dia shalat disana dan membaca Al Qur’an. Lalu istri-isteri dan anak-anak Kaum Musyrikin berkumpul di sana dengan penuh keheranan dan menanti selesainya Abu Bakar beribadah. Dan sebagaimana diketahui Abu Bakar adalah seorang yang suka menangis yang tidak sanggup menahan air matanya ketika membaca Al Qur’an.

Maka kemudian kagetlah para pembesar Quraisy dari kalangan Musyrikin yang akhirnya mereka memanggil Ibnu Ad-Daghinah ke hadapan mereka dan berkata, kepadanya:

“Sesungguhnya kami telah memberikan perlindungan kepada Abu Bakr agar dia beribadah di rumahnya namun dia melanggar hal tersebut dengan membangun tempat shalat di halaman rumahnya serta mengeraskan shalat dan bacaan padahal kami khawatir hal itu akan dapat mempengaruhi isteri-isteri dan anak-anak kami dan ternyata benar-benar terjadi. Jika dia suka untuk tetap beribadah di rumahnya silakan namun jika dia menolak dan tetap menampakkan ibadahnya itu mintalah kepadanya agar dia mengembalikan perlindungan anda karena kami tidak suka bila kamu melanggar perjanjian dan kami tidak setuju bersepakat dengan Abu Bakar”.

Berkata, ‘Aisyah ra:

Maka Ibnu Ad-Daghinah menemui Abu Bakar dan berkata: “Kamu telah mengetahui perjanjian yang kamu buat, maka apakah kamu tetap memeliharanya atau mengembalikan perlindunganku kepadaku karena aku tidak suka bila orang-orang Arab mendengar bahwa aku telah melanggar perjanjian hanya karena seseorang yang telah aku berjanji kepadanya”.

Maka Abu Bakar berkata: “Aku kembalikan jaminanmu kepadamu dan aku ridho hanya dengan perlindungan Allah dan RasulNya saw.

Kejadian ini adalah di Makkah. Maka Rasulullah saw bersabda: “Sungguh aku telah ditampakkan negeri tempat hijrah kalian dan aku melihat negeri yang subur ditumbuhi dengan pepohonan kurma diantara dua bukit yang kokoh.

Maka berhijrahlah orang yang berhijrah menuju Madinah ketika Rasulullah saw menyebutkan hal itu. Dan kembali pula berdatangan ke Madinah sebagian dari mereka yang pernah hijrah ke Habasyah sementara Abu Bakar telah bersiap-siap pula untuk berhijrah. Maka Rasulullah saw berkata, kepadanya: “Janganlah kamu tergesa-gesa karena aku berharap aku akan diizinkan (untuk berhijrah)”.

Abu Bakar berkata: “Sungguh demi bapakku tanggungannya, apakah benar Tuan mengharapkan itu?” Beliau bersabda: “Ya benar”. Maka Abu Bakar berharap dalam dirinya bahwa dia benar-benar dapat mendampingi Rasulullah saw dalam berhijrah. Maka dia memberi makan dua hewan tunggangan yang dimilikinya dengan dedaunan Samur selama empat bulan.

Sumber : Hadits Bukhari No.2134

http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=bukhari&keyNo=2134&x=19&y=13

English Version : Bukhari, Book 37: Transferance of a Debt from One Person to Another (Al-Hawaala). Volume 3, Book 37, Number 494

1. http://www.sacred-texts.com/isl/bukhari/bh3/bh3_492.htm

2. http://www.searchtruth.com/book_display.php?book=37&translator=1

Perhatikan tulisan yang dicetak tebal, pada hadits di atas

‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata; “Aku belum lagi baligh ketika bapakku sudah memeluk Islam…

Hal ini bermakna ketika Abu Bakar ra. masuk Islam, Aisyah ra. sudah lahir.

Berdasarkan catatan sejarah, Abu Bakar ra. masuk Islam pada tahun-1 Kenabian (tahun ke-10 Sebelum Hijriah). Dan jika pada saat itu Aisyah ra. telah berusia 7-8 tahun, maka saat beliau berumah tangga dengan Rasulullah, Aisyah ra. telah berusia 19-20 tahun.

4. Perhitungan Tahun.

Anak-anak Abu Bakar termasuk Aisyah lahir pada zaman jahiliah ….. sebelum Tahun 610; sementara Aisyah berumah tangga sekitar Tahun 623. Jadi hararp simpulkan sendiri.

Islamthis,

Paparan historis yang berakar dari Alhadis ini menunjukkan bahwa Siti Aisyah bukanlah seorang gadis kecil ketika menikah dengan Nabi Muhammad Saw. Maka dengan sendirinya BERGUGURANLAH hujatan kaum kapirit khususnya karoSetan yang menyatakan bahwa Muhammad Saw adalah seorang pedofilia, karena paparan historis ini telah dengan gamblang menunjukkan bahwa Siti Aisyah menikah dengan Nabi Muhammad Saw pada usia yang sudah dewasa.

Bandingkan dengan kehidupan Jesus yang dilaporkan mempunyai istri di dalam jumlah yang begitu banyak, dan istri nya yang termuda bernama Maria yang berusia 3 Tahun….. tidakkah itu menjijikkan untuk dilakukan oleh seorang yang dianggap sebagai Tuhan? Hanya orang-orang yang cukup gila saja yang:

  • mau mempercayai dongeng murahan bahwa Jesus adalah anak Tuhan – yang tidak pernah menikah (padahal faktanya Jesus menikah),
  • dan mau percaya bahwa kitabsuci Injil tidak pernah dinodai / diubah-ubah oleh tangan kotor untuk menghasilkan Injil yang bernada bahwa Jesus adalah anak Tuhan. Padahal faktanya tersebar banyak versi Injil yang mewartakan bahwa Jesus mempunyai istri.

38 Responses

  1. semoga mata para kapirit pd melek.

  2. Amin, heh. Itulah pernyataan yg benar.

  3. wah.. koq masih sepi aja ya bung situs anda?? ga kaya situsnya ali sina dan ffi yg sangat ramai.. main2 disana juga dong om…

    soal umur aisyah itu sudah dibahas di situs ali sina..

    http://indonesian.alisina.org/?page_id=357

    saya tulis lagi ya disini:
    =========================
    Aisha: Pengantin Cilik

    Oleh Ali Sina

    Memikirkan syahwat dari seorang lelaki tua terhadap kanak-kanak adalah hal yang sangat mengganggu. Istilah satu-satunya untuk hal ini adalah pedofilia – salah satu kejahatan paling kotor yang bisa dibayangkan.

    Semua manusia dan hewan pada dasarnya melindungi anak-anak. Tangisan minta tolong dari anak-anak – setiap anak, termasuk dari spesies yang berbeda – akan membuat hati binatang melunak.

    Para pedofil termasuk orang-orang yang paling rusak, sebab mereka menafikan kepercayaan anak-anak.

    Sangat sulit melihat kenyataan bahwa Nabi Islam, seorang yang praktis disembah dan dijadikan teladan oleh semiliar jiwa-jiwa dalam kegelapan, ternyata adalah seorang pedofil yang menjijikkan.

    Muhammad mengawini Aisha tatkala ia baru berumur 6 tahun, dan menyetubuhinya (baca “memperkosanya”) disaat ia berumur 9. Dan dia sendiri 54 tahun.

    Kenyataan adalah terang benderang, sebab hal ini dilaporkan oleh Aisha sendiri dalam lusinan Hadis, dan tidak ada Muslim yang mempertanyakan hal tersebut sampai akhir-akhir ini dimana orang baru mulai mengernyitkan bulu matanya.

    Harap dicatat bahwa sikap orang-orang Muslim selama ini tidak ada yang merasa malu terhadap kenyataan bahwa nabi mereka adalah seorang pedofil. Soalnya, mereka sendiri juga telah mempraktekkan tindakan yang tercela ini selama rentang waktu seribuan tahun lebih, dan bahkan juga sedang mempraktekkannya sampai sekarang! Mereka hanya rikuh ketika dunia mempertanyakan hal ini kepada mereka. Namun bukti-bukti telah melimpah ruah.

    Sahih Muslim, buku 008, no.3310:
    Aisha (ra) melaporkan: Rasul Allah (saw) mengawini saya ketika saya berumur 6 tahun, dan saya masuk ke rumahnya saat saya berumur 9 tahun.

    Sahih Bukhari, vol.7, buku 62, no.64:
    Diriwayatkan Aisha: bahwa Nabi mengawininya ketika ia berumur 6 tahun dan ia (Muhammad) menggenapkan nikahnya tatkala ia berumur 9 tahun, lalu tinggal bersama-sama dengannya untuk 9 tahun (yaitu, hingga wafatnya).

    Sahih Bukhari, vol.7, buku 62, no.65:
    Diriwayatkan Aisha: bahwa Nabi mengawininya ketika ia berumur 6 tahun dan ia (Muhammad) menggenapkan nikahnya tatkala ia berumur 9 tahun. Hisham berkata: Saya telah diberitahu bahwa Aisha tinggal bersama-sama dengan Nabi selama 9 tahun (yaitu, hingga wafatnya). Apa yang engkau ketahui tentang Quran (hafal)’

    Sahih Bukhari, vol.7, buku 62, no 88:
    Diriwayatkan ‘Ursa: Nabi menuliskan (kontrak perkawinan) dengan Aisha tatkala ia berumur 6 tahun dan menggenapi nikahnya dengan dia ketika ia berusia 9 tahun dan ia tinggal bersama dengan beliau selama 9 tahun (sampai ajalnya).

    Sebagian Muslim berkata bahwa Abu Bakr-lah yang mendekati Muhammad dan meminta beliau untuk menikahi puterinya. Tentu ini tidak betul.

    Sahih Bukhari 7.18:
    Diriwayatkan ‘Ursa: Nabi meminta kepada Abu Bakr untuk menikahi Aisha. Abu Bakr berkata, “Tetapi sayakan saudaramu”. Nabi berkata, “ Engkau memang saudaraku dalam agama Allah dan Kitab-Nya, tetapi dia (Aisha) dibolehkan oleh hukum untuk kunikahi”.

    Bangsa Arab adalah primitif. Namun mereka mempunyai kode etik yang mereka junjung tinggi. Misalnya, sekalipun mereka katakanlah berperang sepanjang tahun, namun pada bulan-bulan suci tertentu mereka meniadakan permusuhan.

    Mereka juga menganggap Mekah sebagai kota suci dan tidak melakukan perang terhadap kota tersebut.

    Istri dari anak angkat juga dianggap sebagai menantu perempuan yang tidak boleh dinikahi. Juga merupakan istiadat bahwa teman-teman dekat membuat persekutuan persaudaraan dan ini mengikat sesama mereka sebagai saudara sungguhan. Namun Sang Nabi menyingkirkan setiap aturan ini manakala aturan tersebut menghalangi minat dan kepentingan-kepentingannya.

    Abu Bakr dan Muhammad telah bersumpah satu terhadap lainnya sebagai saudara. Jadi sesuai dengan adat mereka, Aisha adalah keponakan Muhammad. Namun hal ini tidak menghentikan dia untuk melamar kepada ayah dari anak gadis itu, bahkan ketika anak tersebut masih berumur 6 tahun!

    Jeleknya, Nabi yang bermoral ganda itu memakai alasan yang sama untuk menolak seorang perempuan yang tidak disukainya,

    Sahih Bukhari V7, B62, N37:
    Diriwayatkan oleh Ibn Abbas: Dikatakan kepada Nabi, “Apakah engkau tidak mau menikahi puteri Hamza?” Ia berkata, “Dia itu keponakan angkatku (puteri sesama saudara)”.

    Hamza adalah paman (separuh paman) dari Muhammad. Dalam Islam, menikahi keponakan pertama diperbolehkan. Muhammad menolak menikahi anak perempuan Hamza bukan atas dasar bahwa Hamza adalah pamannya, melainkan dengan alasan bahwa Hamza adalah saudara angkatnya. Abu Bakr juga adalah saudara angkat dari Muhammad.

    Jadi apanya yang berbeda? Bedanya bukan pada alasan mulut Nabi, tetapi karena Aisha adalah gadis kecil manis sedangkan puteri Hamza lebih tua dan kalah cantik.

    Moral-ganda dari Muhammad lebih jauh menjadi bukti nyata lanjutan dari hadis ini,

    Diriwayatkan Aisha, Ummul Mu’minin:

    Nabi (saw) berkata: Apa yang diharamkan oleh alasan hubungan darah adalah juga diharamkan oleh alasan hubungan (persaudaraan) angkat.

    Dalam Hadis berikut, Nabi yang mengangkat dirinya sendiri telah mengaku kepada Aisha, bahwa ia telah memimpikan dirinya (Aisha),

    Sahih Bukhari 9.140:

    Diriwayatkan Aisha: Rasul Allah berkata kepadaku, “Engkau telah diperlihatkan kepadaku dua kali (dalam mimpiku) sebelum aku menikahimu. Aku melihat seorang malaikat membawamu dalam sepotong kain sutera, dan aku berkata kepadanya,”Singkapkan (dia)”, dan benar itu adalah engkau. Aku berkata (pada diriku), “Bila ini dari Allah, maka hal itu harus terjadi.

    Apakah Muhammad betul-betul bermimpi demikian ataukah ia berbohong, itu bukanlah hal yang mau dipersoalkan disini. Mimpi hanyalah ungkapan-ungkapan dari bawah sadar kita sendiri dan bukan pesan-pesan dari alam dunia roh. Ini menunjukkan bahwa Aisha pasti masih dalam keadaan bayi yang diusung oleh malaikat pada saat Muhammad telah menggairahi dirinya.

    Ada banyak Hadis yang secara eksplisit mengungkapkan umur Aisha pada waktu nikahnya.

    Sahih Bukhari 5.236.
    Diriwayatkan oleh ayah Hisham:
    Khadijah wafat 3 tahun sebelum Nabi hijrah ke Medina. Ia (Muhammad) tinggal disana sekira 2 tahunan lalu menikahi Aisha gadis yang berumur 6 tahun, dan beliau berhubungan (suami-istri) ketika ia berumur 9 tahun.

    Sahih Bukhari 5.234.

    Diriwayatkan Aisha:

    Nabi melamar saya ketika saya berumur 6 (tahun). Kami pergi ke Medina dan tinggal dirumahnya Bani-al-Harith bin Khazraj. Kemudian saya sakit dan rambutku rontok. Kemudian rambutku tumbuh (kembali) dan ibuku, Um Ruman, datang menghampiriku ketika saya sedang bermain ayunan dengan beberapa teman-teman puteriku. Dia (ibu) memanggilku dan saya datang kepadanya, tanpa tahu apa yang hendak dilakukannya terhadapku. Dia menarik tanganku dan menempatkan diriku dipintu rumah. Nafasku terengah-engah jadinya, dan ketika nafas kembali biasa, ia mengambil air dan menyekakan muka dan kepalaku. Kemudian ia membawa saya masuk ke rumah. Disitu saya melihat beberapa perempuan Ansari yang berkata, “Selamat dan berkat Allah”. Maka iapun menyerahkan saya kepada mereka dan merekapun mempersiapkan saya (untuk menikah). Diluar sangkaan, Rasul Allah datang kepada saya pada siangnya lalu ibuku menyerahkan saya kepadanya, dan saat itu aku adalah gadis dengan umur 9 tahun.

    Sunan Abu Dawud, Buku 41, Nomor 4915, juga No.4916 dan 4917
    Diriwayatkan Aisha, Ummul Mu’minin:

    Rasul Allah (saw) menikahi saya tatkala saya berumur 7 atau 6. Ketika kami sampai di Medina, beberapa perempuan datang. (versi Bishr: Umm Ruman datang kepada saya ketika saya sedang main ayunan.

    Mereka mengambil saya, mempersiapkan saya dan menghiasi saya. Lalu saya dibawa kepada Rasul Allah (saw), dan dia menyetubuhi saya ketika saya berumur 9. Dia menghentikan saya di pintu, dan saya tertawa terbahak.

    Dalam Hadis diatas kita membaca bahwa Aisha sedang bermain ayunan, ketika ia hendak dibawa ke rumah Muhammad, yang mana membuktikan tidak adanya kesalahan bahwa ia betul masih seorang anak kecil.

    Aisha begitu kecil sehingga ia tidak mempunyai pengetahuan tentang perkawinan dan seks ketika Muhammad menghampirinya secara mengagetkan.

    Sahih Bukhari, vol.7, buku 62, no. 90

    Diriwayatkan oleh Aisha:

    “Ketika Nabi menikahi saya, ibu saya datang pada saya dan membawa saya masuk ke rumah (rumah Sang Nabi) dan tidak suatupun yang mengagetkan saya kecuali datangnya Rasul Allah menghampiri saya di pagi hari. Ini pastilah suatu hal yang sangat mengagetkan!”

    Hadis berikut ini mendemonstrasikan bahwa ia hanyalah seorang anak kecil yang sedang bermain dengan boneka-bonekanya.

    Perhatikan apa yang ditulis oleh penafsir dalam tanda kurung (ia adalah gadis kecil, belum mencapai umur pubertas).

    Sahih Bukhari, vol.8, buku 73, no. 151

    Diriwayatkan oleh Aisha:

    “Saya biasa bermain dengan boneka-boneka di tengah kehadiran Nabi, dan gadis-gadis temanku juga biasa bermain dengan saya.

    Ketika Rasul Allah masuk seperti biasanya (tempat tinggal saya), mereka (teman-teman saya) biasanya menyembunyikan diri mereka, namun Nabi memanggil mereka untuk bergabung dan bermain dengan saya.

    (Bermain dengan boneka-boneka dan barang-barang yang sejenis adalah terlarang, tetapi itu diizinkan untuk Aisha pada waktu itu, karena ia masih seorang gadis kecil, belum mencapai umur pubertas). (Fateh-al-Bari hlm 143, vol.13)

    Sahih Muslim, buku 008, no. 3311

    “Aisha (ra) melaporkan bahwa Rasul Allah (saw) mengawininya ketika ia berumur 7 tahun, dan ia dibawa ke rumahnya sebagai mempelai wanita ketika ia berumur 9 tahun, dan boneka-bonekanya menyertainya; dan ketika beliau (Nabi Suci) meninggal, ia (Aisha) berumur 18 tahun.”

    Muhammad meninggal ketika berumur 63 tahun. Dengan demikian ia tentu telah mengawini Aisha ketika berumur 51 tahun dan menghampirinya tatkala berumur 54 tahun (karena mereka hidup bersama serumah selama 9 tahun).

    Muhammad mempunyai banyak istri dan selir, namun tidak satupun diantara mereka yang dicintainya. Gadis-gadis muda ini hanyalah mainan seksnya. Yang sungguh-sungguh dicintai Muhammad adalah Khadijah. Jikalau Anda ingin mengetahui alasannya, maka Anda harus membaca buku saya: UNDERSTANDING MUHAMMAD: PSYCHOBIOGRAPHY OF ALLAH’S PROPHET (sudah ada terjemahan bahasa Indonesianya: Mengenal Muhammad, Sebuah Psychobiography dari Nabi Allah)

    Hubungan Muhammad dan Khadijah bukan berdasarkan cinta, melainkan saling ketergantungan.Kedua individu ini saling membutuhkan dan kedua-duanya manusia-sakit.

    Sahih Bukhari, vol.8, buku 73, no. 33
    Diriwayatkan Aisha:
    “Saya belum pernah begitu cemburu terhadap perempuan seperti halnya terhadap Khadijah, sekalipun ia sudah meninggal 3 tahun sebelum Nabi menikahi saya, dan ini disebabkan karena saya terlalu sering mendengar dia menyebut-nyebut dirinya, dan karena Tuhannya telah memerintahkan dia untuk menyampaikan kabar baik kepadanya sehingga ia mendapat tempat di Firdaus, yang terbuat dari Qasab, dan karena ia (Muhammad) sering memotong domba dan membagikan dagingnya diantara teman-temannya (Khadijah).

    Para Wanita Yaman mengangkat Quran dan Spanduk berbahasa Arab bertuliskan, “Ya terhadap HAM Wanita Muslim”, sebagaimana Protes mereka di luar gedung Parlemen Sana’a, Minggu 21 Maret 2010. Beberapa Pemimpin Muslim paling berpengaruh di Yaman, termasuk satu U.S. yang dimentor oleh Osama Bin Laden , telah menyatakan pendukung larangan pengantin anak kecil yang akan murtad. Keputusan agama, yang diterbitkan hari Minggu, sangat membahayakan upaya untuk menyelamatkan undang-undang yang akan membuatnya ilegal bagi mereka yang berusia di bawah usia 17 untuk menikah.

    Khadijah meninggal bulan Desember 619 M, 2 tahun sebelum Hijrah. Tatkala itu Muhammad berumur 51 tahun. Kemudian Muhammad mengawini Aisha dan membawanya ke ranjang 3 tahun sesudahnya.

    Muslim tidak malu terhadap kenyataan, bahwa Nabi mereka adalah seorang PEDOFIL, tetapi sebaliknya merasa rikuh bila ada beberapa Muslim diantaranya yang mengklaim bahwa Aisha lebih tua, katakanlah 16 atau 18 tahun, ketika menikahi Muhammad. Klaim ini tidak benar. Aisha berkata bahwa selama yang dapat dia ingat kedua orangtuanya adalah selalu Muslim.

    Sahih Bukhari, vol.5, buku 58, no.245
    Diriwayatkan Aisha:
    (Istri Nabi) saya tak pernah ingat orang-tuaku ada percaya pada agama manapun kecuali agama yang benar (yaitu Islam).

    Jadi jikalau Aisha berumur lebih tua, maka dia pasti akan ingat agama dari orangtuanya sebelum mereka menjadi Muslim.

    Sekarang orang masih akan mengklaim bahwa semua Hadis ini adalah bohong. Muslim bebas mengatakan apapun yang mereka inginkan. Tetapi kebenaran adalah jelas ibarat matahari bagi mereka yang mempunyai mata untuk melihatnya.

    Apa perlunya begitu banyak Muslim-taat yang justru mengarang banyak Hadis palsu tentang umur Aisha, demi membuat Nabi mereka tampak seperti pedofil? Hadis-hadis semacam ini tidak dapat dipungkiri.

    Saya dapat berkata kepada Anda, kenapa orang menyatakan mujizat-mujizat palsu untuk Nabi mereka. Babis percaya bahwa Bab mulai memuji Tuhan segera setelah ia dilahirkan. Ada sebuah Hadis semacam itu juga tentang Muhammad. Orang-orang Kristen percaya kelahiran Kristus adalah mujizat, dan orang-orang Yahudi percaya bahwa Musa menyibakkan Laut Merah. Semua orang yang percaya ingin mendengar kisah-kisah mujizat tentang Nabi mereka bahkan sekalipun hal itu tidak benar. Namun tidak ada seorangpun yang akan merancang kebohongan untuk menggambarkan Nabi nya sebagai seorang yang jahad. Jadi jikalau kisah-kisah jahat demikian telah diceritakan banyak orang dari kalangan sendiri, maka kisah itu pastilah benar.
    ================

    Kontroversi tentang umur Aisha.

    Mayoritas Muslim setuju bahwa Aisha hanya berumur 9 tahun, ketika Muhammad menikahinya. Dan merekapun mengizinkan pernikahan anak-anaknya (yang masih dibawah umur) berlaku dalam hukum-hukum mereka. Kebanyakan situs-situs Islam tidak mampu membuat apologi (pembelaan) terhadap umur Aisha yang begitu muda saat ia menikah, melainkan menuduh para modernis-lah yang memakai moralitas Barat untuk menyesatkan dan mengingkari kebenaran.

    Situs Islamonline.com menerangkan: “Perlu diperhatikan bahwa di daerah yang berhawa panas, maka adalah normal bagi seorang gadis cilik mendapatkan kedewasaannya pada umur yang masih sangat muda.” Lalu membenarkan bahwa pernikahan Muhammad adalah untuk mempererat persekutuan politik dengan orangtua gadis beserta suku-suku nya. Ini adalah nonsense yang membodohi.
    Bukankah Muhammad menikahi Safiyah setelah ia memenggal kepala ayah Safiyah, menyiksa hingga mati suaminya (Kinana) dan membantai seluruh sukunya?

    Bukankah Muhammad menikahi Juwariyah setelah menyerang orang-orangnya, membunuh secara massal para lelakinya, dan merampok kekayaan mereka dan mengambil perempuan-perempuan serta anak-anak sebagai budak?

    Bukankah dia juga mengambil Rayhana, gadis Yahudi umur 15 tahun dari bani Quraiza setelah membantai semua laki-laki termasuk anak-anak laki-laki yang telah mencapai pubertas? Jadi dengan siapakah Muhammad hendak membuat persekutuan?

    Alangkah memalukan alasan ini untuk membenarkan sebuah perang kriminal. Apa yang telah dilakukan Muhammad adalah memuakkan, namun sama memuakkan pula ketika Muslim apologis mencoba membenarkan dirinya dari kejahatan dengan alasan-alasan yang tidak tahu malu.

    Akan halnya Aisha, ia adalah putri dari Abu Bakar yang adalah sahabat dan pendukung utama Muhammad. Jelas Muhammad tidak membutuhkan untuk berhubungan seks dengan anak gadis si tolol (Abu Bakar) itu untuk memajukan persahabatan mereka. [Dan bagaimana dengan Zaynab? Istri anak angkatnya Zayd, yang sesudah keduanya dikawinkan, malah dijadikan istri bagi dirinya sendiri? Mempersekutukan siapa dengan siapa, atau justru sebaliknya?].

    Muhammad adalah pemimpin cult (sekte). Ia telah mencuci otaknya Abu Bakar. Orang yang telah tersihir olehnya akan melakukan apa saja demi menyenangkan Muhammad. Ketika Anda menyerahkan diri kepada seorang pemimpin sekte, Anda menyerahkan intelektual dan suara nurani kepadanya. Untuk memahami dinamika dalam hubungan pengikut sekte dengan pemimpinnya, saya mengundang Anda untuk membaca buku saya: Understanding Muhammad.

    Terlepas dari segala fakta-fakta ini, sejumlah Muslim tetap menyangkal bahwa Nabi mereka adalah seorang Pedofil. Ini bukan karena mereka tidak mengetahuinya. Pedophilia adalah hukum yang sah dalam kebanyakan negara-negara Islamik. Mereka ingin menyelamatkan muka mereka.

    Di satu segi adalah baik bahwa mereka mengetahui Muhammad melakukan sesuatu yang memalukan dan tidak berusaha untuk membelanya, namun dengan demikian mereka jadinya berbohong. Mereka adalah munafik sejati. Alih-alih mereka menyadarinya, mereka justru menyembunyikan fakta-fakta dan memelintirkan kebenaran. Muslim tidak punya malu. Juga tidak mempunyai kualitas kemanusiaan. Mereka memiliki otak zombie yang mati. Hal semacam inilah yang dilakukan sekte terhadap orang-orangnya.

    Berikut ini adalah sebuah contoh dari argumen-argumen yang pihak Muslim ajukan demi untuk mengingkari hal yang sudah nyata.

    Menurut tradisi yang sudah diterima umum, Aisha (ra) dilahirkan sekitar 8 tahun sebelum Hijiriah. Tetapi menurut periwayatan lain dalam Bukhari (kitabu’l-tafsir) Aisha (ra) dilaporkan telah berkata bahwa pada waktu itu Surat Al-Qamar, pasal 54 dari Quran, menyatakan , “Saya adalah seorang gadis muda”. Surat ke 54 dari Quran diturunkan 9 tahun sebelum Hijrah. Menurut tradisi ini Aisha (ra) bukan saja sudah lahir sebelum turunnya wahyu surat itu, tetapi sesungguhnya ia bahkan sudah jadi seorang gadis muda (jariyah), bukan seorang bayi (sibyah) pada masa itu. Jadi jelas, jikalau periwayatan ini dianggap sebagai benar, maka ia ber-kontradiksi dengan jelas terhadap periwayatan-periwayatan yang dilaporkan oleh Hisham ibn ‘urwah. Setelah komentar-komentar para ahli mengenai periwayatan Hisham ibn ‘urwah ini, saya melihat secara mutlak bahwa tidak ada alasan kenapa kita tidak menerima periwayatan ini secara lebih akurat.

    Jawab:
    Kenapa kita harus mati-matian percaya kepada periwayatan ini dan bukan kepada keterangan Aisha mengenai dirinya (?), yang menggambarkan dia dan teman-temannya sedang bermain boneka dan yang segera bersembunyi ketika Muhammad masuk ke dalam ruangan. Atau ingatan dia tentang bermain ayunan tatkala ibunya memanggil dia dan membersihkan mukanya lalu membawanya kepada Muhammad?

    Aisha mengakui betapa bodohnya ia dalam masalah-masalah seksual ketika Muhammad mulai menyentuhnya dan “mengagetkan” dia. Kejadian-kejadian ini pasti lebih diingat oleh seorang kanak-kanak ketimbang sebuah surat tertentu dinyatakan. Lebih lanjut situs tadi mengatakan:

    Menurut sejumlah periwayatan, Aisha (ra) mendampingi para Muslim dalam peperangan Badr dan Uhud. Lebih lanjut lagi, juga dilaporkan dalam buku-buku Hadis dan sejarah bahwa tidak seorangpun yang berumur 15 tahun kebawah diizinkan untuk terlibat dalam peperangan Uhud. Semua anak laki-laki dibawah 15 tahun dikirim balik. Partisipasi Aisha (ra) dalam peperangan Badr dan Uhud jelas menunjukkan bahwa ia bukan berumur 9 atau 10 tahun ketika itu. Bagaimanapun, wanita biasa mendampingi pria ke medan perang untuk membantu mereka dan bukan menjadi beban mereka.

    Jawab:

    Ini adalah alasan yang lemah. Ketika peperangan Badr dan Uhud terjadi, Aisha berumur 10 hingga 11 tahun. Dia tidak pergi berperang sebagaimana anak laki-laki. Melainkan dia pergi untuk menjaga kehangatan Muhammad di waktu malam. Anak-anak lelaki dibawah 15 tahun dikirim pulang, tetapi ketentuan ini tidak berlaku untuk Aisha.

    Menurut hampir semua ahli sejarah, Asma (ra) kakak perempuan Aisha (ra) berumur 10 tahun lebih tua dari Aisha (ra). Dilaporkan dalam Taqri’bu’l –tehzi’b maupun Al-bidayah wa’l-nihayah bahwa Asma (ra) meninggal di tahun 73 hijrah ketika ia berumur 100 tahun. Sekarang tampaknya jelas jika Asma (ra) berumur 100 tahun pada 73 H maka Aisha pasti telah berumur 27 atau 28 tahun ketika hijrah. Jika Asma (ra) berumur 27 atau 28 tahun pada waktu hijrah, maka Aisha (ra) akan berumur 17 atau 18 tahun pada waktu itu. Jadi Aisha (ra), jika ia menikah di tahun 1 AH atau 2 AH, maka ia dipastikan menikah diantara umur 18 hingga 20 tahun.

    Jawab:
    Ketika seseorang mencapai setua itu, orang tidak ambil terlalu pusing tentang umurnya yang persis (apalagi dijaman dahulu). Adalah sangat mudah untuk mengatakan bahwa ia berumur 100 tahun padahal ia berumur 90 tahun. Perbedaan ini tidak akan terlalu kasat mata bagi orang-orang yang lebih muda, dan bagaimanapun 100 itu adalah angka bulat. Orang-orang muda selalu berpikir bahwa orang-orang tua itu sesungguhnya lebih tua lagi. Andaikata Hadis ini adalah asli, maka mungkin itu adalah suatu kesalahan yang jujur. Orang-orang tatkala itu tidak mempunyai akta lahir. Asma bukanlah orang penting, dan tidak ada siapapun yang berpendapat bahwa setelah 1.300 tahun kemudian hal itu akan muncul sebagai perihal yang kontroversial.

    Tabari, dalam catatan sejarah Islamiknya menyebutkan laporan-laporan dari Abu Bakr (ra), bahwa Abu Bakr mempunyai 4 anak dan ke-empat-empat-nya dilahirkan pada zaman Jahiliyah (masa Pra- Islam). Nyatalah, jikalau Aisha (ra) dilahirkan dalam masa Jahiliyah, ia tidak akan berumur kurang dari 14 tahun pada 1 AH., waktu dimana dia sangat boleh jadi menikah.

    Jawab:
    Periwayatan Tabari tidak dikategorikan sebagai shahih. Orang yang menarasikan itu membuat kesalahan. Ada banyak Hadis yang dinarasikan oleh Aisha sendiri yang mempunyai bobot yang lebih terpercaya.

    Kejadian-kejadian yang penting lebih diingat oleh orang-orang ketimbang yang kurang penting. Tanggal kelahiran anak-anak Abu Bakr bukanlah hal yang penting untuk dicatat oleh orang Muslim. Tetapi detil dari kehidupan Muhammad dan perkawinan-perkawinannya adalah penting. Sebagaimana Anda dapat membaca dalam kisah perkawinan Safiyah, bahkan jenis makanan yang disajikan dicatat orang.

    Menurut Ibnu Hisham, ahli sejarah, Aisha (ra) masuk Islam sebelum Umar bin Qatab (ra). Ini menunjukkan bahwa Aisha (ra) menerima Islam ketika Islam mulai tumbuh di tahun pertama. Sementara itu jikalau narasi perkawinan Aisha (ra) berumur 7 tahun dianggap benar, Aisha (ra) tidak akan lahir dalam masa tahun pertama Islam.

    Jawab:

    Apologis ini gagal untuk menyajikan referensi bagi Hadis yang dikutipnya. Ini bahkan menjadi sebuah kesalahan. Untuk memahami dan menerima sebuah agama, orang sedikitnya harus cukup pintar untuk membuat keputusan tersebut. Ini mengenai anak yang berumur sekitar 15 tahun. Tetapi katakanlah secara royal bahwa umurnya sekitar 12 tahun. Jika Aisha menerima Islam pada masa tahun pertama Islam, maka ia harus berumur 26 tahun ketika Muhammad menikahinya (yaitu 12 + 14). Apakah kita bisa percaya bahwa Aisha pada waktu umur 26 tahun terus bermain-main dengan boneka-bonekanya?

    Tabari juga melaporkan, pada waktu Abu Bakr merencanakan untuk hijrah ke Habshah (8 tahun sebelum Hijrah). Ia pergi ke Mut’am – yang anak lelakinya telah dipertunangkan dengan Aisha (ra) – dan memintanya untuk membawa Aisha (ra) ke dalam rumahnya sebagai istri dari anak lelakinya. Mut’am menolak sebab Abu Bakr telah memeluk Islam dan selanjutnya anak laki-lakinya menceraikan Aisha (ra).
    Sekarang jikalau Aisha (ra) hanya berumur 7 tahun pada waktu pernikahannya, maka ia tidak mungkin lahir pada waktu Abu Bakr memutuskan untuk migrasi ke Habshah. Berdasarkan laporan ini, maka tampaknya hanya masuk akal untuk menduga bahwa Aisha (ra) bukan saja berumur 8 tahun sebelum hijrah, tetapi ia juga seorang ‘young lady’, siap untuk pernikahan.

    Jawab:
    Adalah tradisi Arab untuk menjodohkan seorang anak gadis dengan anak laki, bahkan tatkala perempuan itu baru dilahirkan. Tradisi ini tetap berlanjut hingga sekarang di beberapa negara Islamik. Ini tidak membuktikan bahwa Aisha adalah dewasa ketika itu.

    Berdasarkan narasi yang dilaporkan oleh Ahmad bin Hanbal, setelah kematian Khadijah (ra), tatkala Khaulah (ra) datang kepada Nabi (saw) dan menasehatinya untuk menikah lagi, maka Nabi (saw) bertanya balik kepadanya tentang pilihan-pilihan (calon isteri) yang ada dalam benaknya. Khaulah pun berkata: “Engkau dapat menikahi seorang perawan (bikr) atau seorang wanita yang telah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi (saw) menanyakan siapa itu yang perawan maka Khaulah menyodorkan nama Aisha (ra). Semua orang yang mengerti bahasa Arab, sadar bahwa kata “Bikr” dalam bahasa Arab itu tidak ditujukan kepada anak gadis kecil yang baru berumur 9 tahun. Kata yang benar untuk seorang gadis cilik adalah “Jariyah”. Sebaliknya “Bikr” dipakai untuk wanita yang belum menikah, dan pastilah bahwa seseorang yang baru berumur 9 tahun itu bukanlah “wanita”.

    Jawab:

    Keterangan ini tidaklah tepat. Bikr berarti perawan dan keperawanan tidak menyangkut umur yang spesifik. Sesungguhnya Aisha adalah isteri kedua Muhammad (setelah Khadijah) tetapi Muhammad tidak melakukan hubungan kelamin dengan dia selama 3 tahun. Disebabkan dia masih terlalu kecil dan Abu Bakar telah meminta kepadanya untuk menanti. Jadi iapun menikahi Saudah binti Zamah, yang mana diperlakukannya kurang baik karena dia tidak cantik.

    Ini semua menunjukkan bahwa pada zaman tersebut angka-angka tidak berarti banyak. Lebih mungkin bahwa orang-orang membuat kesalahan terhadap tanggal dan tahun dari peristiwa-peristiwa tertentu. Laporan-laporan tentang usia muda Aisha adalah konsisten dengan kisah-kisah kanak-kanaknya, seperti bermain-main dengan bonekanya, ayunannya, teman-teman ciliknya bersembunyi ketika Muhammad memasuki ruangan, Nabi bermain-main dengan dia, ketidak-tahuannya tentang seks dan “kekagetannya” ketika Muhammad menghampirinya. Semua ini menegaskan bahwa dia adalah gadis cilik.

    Apologis (Pendebat) ini berkilah:

    Adalah tanggung jawab dari semua pihak mereka yang percaya bahwa mengawini seorang gadis cilik 9 tahun adalah norma yang bisa diterima oleh kultur Arab. Yaitu mereka harus memberikan sedikitnya beberapa contoh yang mendukung pandangan mereka itu. Saya tidak dapat menemukan sebuah contoh yang terpercaya dari buku-buku sejarah Arab dimana seorang gadis cilik 9 tahun diserahkan untuk dikawinkan. Hanya dengan memberikan contoh-contoh itu kita mempunyai alasan yang baik untuk percaya bahwa hal tersebut benar merupakan norma yang bisa diterima.

    Saya tidak bisa berkata lebih baik. Menikahi kanak-kanak bukan saja bukan merupakan bagian dari kultur bangsa manapun, tetapi sesungguhnya hal itu berlawanan dengan sifat manusia! Orang laki-laki yang psikologisnya waras tidak akan menemukan kanak-kanak kecil ini menarik secara seksual. Namun Muhammad tidaklah sehat secara psikologis. Dia adalah seorang pedofil. Dia adalah korban dari pelecehan di masa kanak-kanak. Untuk memahami dia dan apa yang terjadi dalam pikirannya yang sakit, silahkan membaca buku saya (Understanding Muhammad).

    Lalu bagaimana nabi ini menyikapi hal ini? Dia mengklaim sebagai Nabi dan oleh karenanya dia meletakkan dirinya diatas penilaian manusia biasa. Siapakah yang berani mempertanyakan Allah dan UtusanNya? Dia mempunyai kontrol atas kehidupan dan kematian dari orang-orang di Medina. Dia bertindak sangat mirip dengan pemimpin-pemimpin agama sekte, seperti Jim Jones dalam Johns Town, yang tidur dengan setiap wanita yang disukainya, dan mirip dengan David Koresh dalam wilayahnya, yang telah mengadakan hubungan seks dengan setiap wanita pengikutnya dan bahkan anak-anak gadis mereka yang usia belasan tahun. Sementara melarang suami-suami mereka untuk memegang istri-istri mereka sendiri. Orang-orang yang jatuh tersihir dalam sekte agama melakukan perkara-perkara yang bodoh. Mereka membunuh seperti para pengikut Charles Manson, Shoko Asahara dan Muhammad; mereka melakukan bunuh diri seperti pengikut-pengikut Jim Jones, David Koresh atau The Heaven’s Gate.

    Islam adalah sebuah Cult (sekte) dan Muhammad adalah pemimpinnya. Saya telah menerangkan hal ini secara luas dalam buku saya.

    “Menurut pendapat saya, bukanlah menjadi tradisi Arab untuk menyerahkan gadis-gadis kecil berumur 9 atau 10 tahun untuk pernikahan, juga tidak bagi Nabi (saw) untuk menikahi Aisha (ra) pada umur sebegitu muda. Orang-orang Arabia tidak keberatan terhadap perkawinan ini, sebab pernikahan ini tidak pernah terjadi sebagaimana ia dikisahkan”.

    Jawab:

    Boleh jadi itu bukan sebuah tradisi, tetapi karena Muhammad yang meletakkan hal itu sebagai contoh, maka setiap Muslim pedofil akan menemukan justifikasi dan validasi untuk mengambil kanak-kanak sebagai pengantin perempuannya, dan orang-orang tuanya yang masa-bodoh dan yang pada umumnya miskin jadinya membolehkan saja gadis ciliknya untuk dikawini (diperkosa) karena tamak akan uang.

    salam bagi orang yang mau mencari kebenaran……

    • Auzubillahi minasy syaitonirrajim, bismillahi rahmanir rahim:, sy kutipkan di bawah ini, hai pencari celah (untuk mengolok muslim):

      Logika Budaya dari Guru Besar IAIN, Prof.DR. Nasarudin Umar, Dirjen Binmas DEPAG, beliau pernah menjelaskan di TVRI, bahwa nikah Sirri tidak pernah ada dalam budaya Jazirah Arab, juga Nikah Usia Muda tidak pernah ada di Arab dari dulu sampai jaman sekarang. Tradisi Arab mensyaratkan seorang gadis boleh menikah bila telah menstruasi, sedangkan saat zaman Nabi gadis mendapatkan menstruasi pertamanya umumnya umur 13-14 tahun, sekarang karena gizi yang lebih baik di Indonesiapun Gadis umur 11-12 tahun bisa mendapatkan menstruasi pertamanya, jadi tidak ada tradisi mengawinkan gadis belum menstruasi di Arab. Apalagi Abubakar adalah seorang sahabat yang tahu betul Fikih, jadi tidak mungkin mengawinkan Aisyah sebelum umur 13-14 tahun, apalagi 9 tahun.

      Logika Aisyah ikut perang, berdasarkan hadist yang menyatakan Aisyah menikah berumur 9 tahun ternyata hadist tsb dho’if karena sanadnya tidak menyambung, hal ini sudah diteliti oleh Muslimin Indonesia yang studi S.3 tentang Islam di Islamic Reseach Center, Kanada. Secara budaya Arab seorang wanita yang ikut berperang, di medan perang umumnya sebagai juru masak yang mensyaratkan wanita tersebut sudah menstruasi, jadi dengan logika tsb maka Aisyah minimal menikah umur 14 tahun, bukan 9 tahun. Dalam beberapa Hadist ternyata Aisyah sudah pernah mengikuti perang Badar dan Perang Uhud, sehingga setelah dihitung dengan cermat ternyata Aisyah menikah pada umur 19 tahun.

      Logika Budaya Arab Modern, menurut beberapa teman yang pernah hidup di Baghdad, Mekkah dan Kairo, hadist tentang Aisyah menikah umur 9 tahun disana tidak laku, tidak pernah dibahas (hanya di Indonesia dan Malaysia saja hadist itu dikenal secara populer, apalagi Syech Puji dari Semarang nikah dengan anak umur 12 tahun). Jadi Jasirah Arab tanpa mengkaitkan dengan hadist pun masyarakat sana tidak pernah menikahkan anak gadis yang belum menstruasi, apalagi umur 9 tahun, bohong besar meski banyak kiai berpendapat benar, itu dalih saja untuk keuntungan pribadi, masih banyak Kiai yang berpendapat Aisyah menikah umur dewasa / sudah menstruasi.

      Jadi berdasarkan 3 logika tersebut di atas, faktanya sama dengan logika mengkaitkan Umur Asma, berarti memang itulah yang benar. Oleh karena itu untuk generasi muda Indonesia saya sarankan menikahlah untuk Gadis minimal umur 20 tahun, karena pertimbangan sudah dewasa secara psikologis dan sosial, selain itu secara ilmu kedokteran pada umur 20 tahun rahim dan seluruh organ dalam terkait sudah siap betul untuk berkembangnya janin secara optimal. Jika mendapatkan Mens umur 14 tahun kemudian nikah umur 16 tahun dengan alasan sayarat minimal di UU.Perkawinan tahun 1973, kondisi Rahim dll baru “belajar” menstruasi belum siap menerima Janin. Dalam usia 20 tahun seorang gadis dewasa akan siap dari segi apapun untuk menjadi Ibu bagi calon anaknya, jika umur 16 dia ABG, belum siap jadi Ibu, kalau iklan di TV ” Jeruk kok minum jeruk” maka dengan logika yang sama “masak anak punya anak” nanti Neneknya yang jadi Ibu dari sang cucu.

      Dan ada fakta lagi di bawah ini:
      Sebagai tambahan…

      Ketika terjadi perang Uhud (tahun 3H), Aisyah Ra. diperbolehkan ikut serta…

      Di dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahawa pada hari Uhud, orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaiannya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tersebut.”

      Dengan mengambil asumsi pada tahun 3H, usia Aisyah Ra. adalah 9 tahun…
      Yang menjadi pertanyaan adalah, benarkah anak usia 9 tahun diperkenankan ikut berperang… ???

      Berdasarkan Hadis Shahih Bukhari, seseorang baru diperkenankan ikut berperang setelah berusia 15 tahun:

      Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengizinkan dirinya menyertai dalam perang Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengizinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tersebut.”

      Berdasarkan riwayat Hadits Bukhari diatas, kanak-kanak lelaki berusia dibawah 15 tahun akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perang.

      Sekali lagi, hal ini membuktikan pada tahun 3H, Aisyah ra tidak berusia 9 tahun, melainkan telah berusia 15 tahun atau di atasnya…

    • Nih, ada ancamannya nih: Rasulullah bersabda: Orang yang berbohong mengatasnamakan Aku (Muhammad SAW) maka neraka tempatnya (Shahih Bukhori-Muslim), dan banyak lagi perawi lainnya yang intinya sama yaitu jika tidak tahu-menahu mengenai rasulullah SAW lebih baik diam dan tidak membuat suatu keraguan, asumsi, perkiraan, pembaharuan, melebihkan dan mengurangi sunnah rasulullah, apalagi mendebat, dan menentangnya, Semua akan menjadi rancu, bias dan sesat bahkan memungkarinya. Apakah ini yang kita inginkan sebagai umat islam dan mukmin????? audzubillah mindhallik

    • bagaimana, nikita???

      sudah puas kah sekarang???

      ato kamu skg makin beringas, krn terbukti Muhammad itu SUCI dari semua sasaran kebencian kamu????

      makan tuh kebencian!!!

      katanya umat kristus!!! katanya anti kebencian!!! tapi ternyata otaknya penuh dg kebencian!!!!

      munapique!!!!

    • kebetulan saya membuka situs ini lagi . eh masih ada yg ngeyel :🙂 )
      ——————————
      @karto :Logika Budaya dari Guru Besar IAIN, Prof.DR. Nasarudin Umar, Dirjen Binmas DEPAG, beliau pernah menjelaskan di TVRI, bahwa nikah Sirri tidak pernah ada dalam budaya Jazirah Arab, juga Nikah Usia Muda tidak pernah ada di Arab dari dulu sampai jaman sekarang. Tradisi Arab mensyaratkan seorang gadis boleh menikah bila telah menstruasi,
      ——————————–
      JAWAB : silahkan mas lihat gambar ini.. kira2 itu ikut ajarannya siapa ya??

      makanya mas.. sering2 main disitus lain juga dong.. jangan ngendong disini doang.. ga mutu soalnya… jika ditanya ttg islam jawabnya beralih kekristen… jika dijawab ttg kristen, jawabnya beralih ke islam…

      saya rasa lebih baik jika berbicara ttg kristen saja ya disitus kristen
      dan jika membahas ttg islam saja ya disitus tanya jawab ttg islam

      moderatornya juga aneh.. tak jemu2nya mengolok2 kristen. ketika ada seorang kristen membahas islam disini dia berkata “katanya umat kristus!!! katanya anti kebencian!!! tapi ternyata otaknya penuh dg kebencian!!!!”

      munapique!!!!

      tapi ketika tidak ada orang kristen, dia membuat banyak sekali artikel yg menghujat kristen… ini seperti pepatah “gemar menghina tapi tak mau dihina”

      nah mas. mengerti bukan maksud saya??…. silahkan mas kunjungi situs ali sina indonesia.. sepertinya mas agak berkualitas daripada bung islamthis ini.. saya sangat senang jika bisa berdiskusi lebih lanjut disana dengan anda dan hanya membahas islam disana. tanpa direcoki bung islamthis ini yang selalu mencurigai kristen…

      salam… bagi orang yang mau berfikir rasional dan tidak mau dibohongi

  4. heran lah liat lrang yg berotak tp tak dgunakan untuk berfikir

  5. dear @nikita ….
    hak kamu utk menyanggah artikel yg membatalkan klaim bhw aisyah menikah pada usia 9 th vs muhammad ……

    tapi mengapa kamu SAMA SEKALI TIDAK membahas artikel ini secara langsung??? mengapa kamu langung tulis2 artikel lain yg mendukung klaim bhw aishah menikah pada usia 9th??

    tolong kamu bahas dulu artikel / thread ini … jangan kebakaran jenggot ..

    dan, oke, baiklah kita akur saja bhw aisha menikah pada usia 9th vs muhammad.

    TETAPI … apakah itu salah??

    bukankah jesus sendiri mempunyai istri yg paling muda, yg berusia 3 th??

    Markus 6:18-19

    Isteriku yang paling muda ialah Maria yang baru berumur 3 tahun, tidak tahan nafsuku melihat burit Maria, oh indahnya

    Markus 6:14

    Berkata Yesus kepada mereka “Aku mempunyai sebanyak 120 orang isteri dan kesemuanya lemas dalam pelukanku”

    (Matius 21:52-54)

    Yesus berkata kepadaku: “hai gadis, sungguh manis wajahmu, sungguh montok buah dadamu, bolehkah aku memegang buah dadamu sayang?”. Aku menjawab: “tidak boleh sebab aku masih gadis”. Lalu Yesus marah kepadaku dan bilang padaku: “Aku adalah Tuhan, kamu harus tunduk pada kehendakku”. Aku pun mengangguk dan membiarkan Yesus memegang buah dadaku yang montok.”

    (Lukas 17:12-15)

    “Pada suatu petang, berjalanlah Yesus menghampiri seorang gadis yang cantik dan jelita, badan yang menawan dan buah dada yang montok, Yesus membuka pakaiannya dan menunjukkan zakarnya sebesar batang kelapa lalu Yesus memasukkan zakarnya kedalam vagina gadis itu, gadis itu teriak meminta tolong tetapi apalah daya, kehendak Tuhan.”

    (Lukas 19:19-21)

    Lalu berkata Yesus: “Aku tidak dapat menahan nafsuku apabila aku melihat wanita yang cantik”. Murid-muridnya bertanya kepada Yesus: “Kenapa Tuanku?”. Berkata Yesus kepada mereka: “Karena Aku seorang yang mendambakan senggama dan akan aku masukkan zakarku kedalam vagina gadis-gadis yang cantik dan perawan”.

    Naiklah Jesus ke atas keledai betina. Seperti biasa Jesus selalu memasukkan jari telunjuk dan kemaluannya (Zakar) ke dalam lobang kemaluan keledai betina (Vagina) yang baru saja dicuri dari Betfage hingga Jesus mengeluarkan cairan rupa mani (sperma). Semua orang Israel melihat hoby (kebiasaan) Jesus sambil berseru: Inikah pekerjaan Mesias? (Matius 20:22) terbitan 1928.

    baiklah kamu skg heboh sekali ingin mempesalahkan muhammad. tapi apakah kamu TIDAK INGIN MEMPERSALAHKAN jesus kamu itu???

    kamu harus adil …

    tuhan kamu memang degil, bukan??

    jangan bilang saya sll mengait2kan kebobrokan muhammad dg kehidupan jesus!!

    kalo kamu adil, maka kamu juga harus gamparin itu jesus mu yg tengil itu…….

    bgm ?????????

    segini dulu. nanti kita sambung ……..

    bedewe ..

    artikel saya yg membahas penyakit acromegalium nya muhmmad, sudah kamu baca??? kok kamu ga komen???

    dah insyaf yaa?? hashahahahahaaaa ….

    • @Islamthis : saya sungguh kasihan kepada anda.. anda mengatakan :
      —————————————
      bukankah jesus sendiri mempunyai istri yg paling muda, yg berusia 3 th??

      Markus 6:18-19

      Isteriku yang paling muda ialah Maria yang baru berumur 3 tahun, tidak tahan nafsuku melihat burit Maria, oh indahnya

      Markus 6:14

      Berkata Yesus kepada mereka “Aku mempunyai sebanyak 120 orang isteri dan kesemuanya lemas dalam pelukanku”

      (Matius 21:52-54)

      Yesus berkata kepadaku: “hai gadis, sungguh manis wajahmu, sungguh montok buah dadamu, bolehkah aku memegang buah dadamu sayang?”. Aku menjawab: “tidak boleh sebab aku masih gadis”. Lalu Yesus marah kepadaku dan bilang padaku: “Aku adalah Tuhan, kamu harus tunduk pada kehendakku”. Aku pun mengangguk dan membiarkan Yesus memegang buah dadaku yang montok.”

      (Lukas 17:12-15)

      “Pada suatu petang, berjalanlah Yesus menghampiri seorang gadis yang cantik dan jelita, badan yang menawan dan buah dada yang montok, Yesus membuka pakaiannya dan menunjukkan zakarnya sebesar batang kelapa lalu Yesus memasukkan zakarnya kedalam vagina gadis itu, gadis itu teriak meminta tolong tetapi apalah daya, kehendak Tuhan.”

      (Lukas 19:19-21)

      Lalu berkata Yesus: “Aku tidak dapat menahan nafsuku apabila aku melihat wanita yang cantik”. Murid-muridnya bertanya kepada Yesus: “Kenapa Tuanku?”. Berkata Yesus kepada mereka: “Karena Aku seorang yang mendambakan senggama dan akan aku masukkan zakarku kedalam vagina gadis-gadis yang cantik dan perawan”.

      Naiklah Jesus ke atas keledai betina. Seperti biasa Jesus selalu memasukkan jari telunjuk dan kemaluannya (Zakar) ke dalam lobang kemaluan keledai betina (Vagina) yang baru saja dicuri dari Betfage hingga Jesus mengeluarkan cairan rupa mani (sperma). Semua orang Israel melihat hoby (kebiasaan) Jesus sambil berseru: Inikah pekerjaan Mesias? (Matius 20:22) terbitan 1928.

      =============
      JAWAB : Saya sungguh kasihan kepada anda.. ternyata anda sudah ditipu oleh orang2 islam..

      bung dimana2 alkitab ya ga ada yg bicara yg sperti itu.. jika tidak percaya akan pendapat saya.. silahkan anda tuliskan siapa penerbitnya.. ?? lalu kenapa sih anda tidak mencoba menggunakan sedikit otak anda untuk berfikir dan mencari kebenaran??

      kenapa anda tidak pergi ke toko buku untuk membaca alkitab dan membuktikannya sendiri?? kenapa?? sedangkal itukah anda?/ dan sebegitu tertutupkah anda untuk mencari kebenaran??

      bung jika anda begitu terus… anda tidak akan mengalami perkembangan.. cobalah bung pergilah ke gereja, vihara,pura bahkan kelenteng… berdiskusilah langsung dengan orang2 disana… ikutlah tanya jawab dan komunitas agama sebelah..belajarlah yg banyak dari mereka.. jangan hanya dari islam saja yg selalu mengklaim bahwa islam yg paling hebat dan selalu merendahkan bahkan menjelek2 kan agama lain… jangan tertutup gitu kehidupan anda… saya sebenarnya sangat kasihan kepada anda. karena sudah lebih dari satu bulan saya terakhir berdiskusi dngan anda.. tetapi tetap tidak ada perubahan apapun dari anda. tetap terbelakang, komennya ngasal dan kasar serta selalu menggunakan alkitab palsu,,,TIDAK BERANIKAH ANDA BERDEBAT LANGSUNG DIFORUM KRISTEN, ALI SINA?? ATAU FFI??

      ——————————-
      semua orang kristen tidak mengakui dan meyakini bahkan menggunakan injil PALSU ANDA tersebut… lalu kenapa anda masih terus2an memakai injil palsu itu?? apakah tujuan anda??

      lagipula bung, apakah anda pernah menggunakan sedikit logika anda untuk berfikir??
      anggaplah kita persepsikan injil anda adalah benar…apakah masuk akal jika orang mau mengikuti yesus jika menggunakan injil tsb?? tidak bisakah anda berfikir sejenak??

      nah begitu juga dengan muhammad.. apakah anda prnah sedikit meragukan muhammad?? dan berfikir sedikit ttg islam dengan menggunakan sudut orang yg baru tahu ttg agama islam??

      apakah bung perbuatan baik muhammad semasa hidupnya?? kenapa dia dijuluki sebagai teladan sejati?? rahmat semesta alam?/
      KENAPA TIDAK ADA PUN SATU PERBUATAN BAIKKNYA YG TERTULIS PADA HADIST?? lalu kenapa anda harus mempercayai orang ini?? jika perkataan dan perbuatanya sungguh sangat berbeda??

      Ok anggaplah yesus bukan tuhan, dan semua cerita mukjizat2nya adalah bohong.. lalu apakah kesalahan yesus?? (menurut injil saya : injil yang diakui oleh seluruh umat kristen didunia saat ini bukan injil abal2 anda) tetaplah dia tercatat sebagai manusia yang dapat dinilai sebagai orang baik..

      lagipula jika dipisahkan seluruh kisah2 mukjizat dalam alkitab.. tetap saja kita menemukan INTI ajarannya yang baik.. yakni KASIH… begitu pula dengan agama hindu yaitu KARMA, juga agama BUDHA, yaitu WELAS ASIH, dan confusius yakni KEBIJAKSANAAN..itulah nilai2 berharga yg membuat agama2 tsb mencintai secara keyakinan oleh penganutnya.

      lalu bagaimana jika kita mencoba menyingkirkan aspek2 ajaib dalam alquran serta muhammad.. anggaplah kisah allah dan isra miraj adalah bohong2an… lalu apa INTI yg terkandung didalam ajaran islam?? yakni KETAKUTAN DAN KEBENCIAN…

      lalu kenapa anda menganggap bahwa agama islam adalah agama terbaik?? atas dasar apa?? atas dasar alquran?? hanya itu sajakah?? konyol sekali.. SAMA SEKALI TIDAK ADA NILAI2 KEBAIKAN YG TERKANDUNG DALAM ALQURAN UNTUK BISA DIPERTAHANKAN SELAIN KETAKUTAN DAN KEBENCIAN
      —————————————-
      BEDANYA anda dengan saya adalah.. saya mau belajar langsung dari berbagai sumber.. melihat langsung dengan mata saya sendiri (membaca alquran, hadist, alkitab, dll).. bukan hanya copy paste dan langsung mempercayai tanpa diselidiki ( argumentum ad antiqualitatem)..sayapun menggunakan referensi dari hadist2 sahih yg diakui oleh seluruh umat muslim untuk berdiskusi dengan mereka.. bukan menggunakan alquran abal2

      salam bagi orang yang mau berfikir

    • dear nikita yg kebingungan ….

      kamu harus ingat, bhw kamulah YG TERTIPU OLEH GEREJA KAMU ….

      MENGAPA kamu begitu yakin bhw injil yg kamu dan gereja kamu pegang skg ini, merupakan injil yg sahih?? apa dasarnya??

      coba kamu baca artikel saya ini,
      artikel ini mengkonfirmasikan bhw terjadi kekacauan dalam konstruksi injil di seluruh dunia ini … ada begitu banyak injil di dunia ini, dan dari begitu banyak injil, gereja memilih hanya sekian injil yg diterima. lantas apa dasar dan kriteria bagi gereja utk menetapkan 1 injil diterima, dan injil lain ditolak??? apakah kamu ingin bilang ke saya bhw gereja isinya adl para malakat, shg apa yg mrk pilih SUDAH PASTI MERUPAKAN KEBENARAN TUHAN??? ah yg bener saja!

      bacalah artikel ini utk lebih lengkapnya, supaya kamu juga tehe kemelut kacau spt apa yg merundung alkitab kamu itu.

      https://islamthis.wordpress.com/2012/08/09/fatalnya-perang-perbedaan-injil-dalam-gereja/

      dan juga, artikel saya yg melukiskan betapa CARUTMARUT nya penulisan dan pencatatan alkitab itu sepanjang sejarah ….. kamu harus sadar bhw TUHAN SAMA SEKALI TIDAK PUNYA NIAT utk mempersembahkan alkitab kepada dunia…..

      baca di sini,
      https://islamthis.wordpress.com/2012/03/07/perbedaan-mendasar-sejarah-alkitab-dan-alquran/

      ===============

      buat apa saya pergi ke kelenteng ato vihara ato gereja utk berdiskusi dg mereka masalah agama??? kamu ini saja sudah tidak benar! nah skg kamu suruh2 saya pergi ke tempat2 itu utk konsultasi??? yg bener aja! memangnya kamu sendiri TIDAK KUAT MELAYANI SAYA LAGI YA???? ya sudah itu tanda nya kamu TIDAK KOMPETEN utk membuktikan kebenaran.

      bukan kamu yg merasa kasihan pada saya. tapi SAYA LAH YG KASIHAN SAMA KAMU …. kok bisa2nya org konyol spt kamu percaya pada alkitab??? mengapa kamu bisa2nya memilih suatu agama yg agama itu MENGHALALKAN KAMU UTK ….

      berzina ……..
      bugilria….
      mabok2an …
      kumpulkebo …
      berjudi ….
      makan bangke ..
      ngelahirin anak jadah ….
      makan uler kodok biawak delele….
      hidup sekuler ….
      buka2 aurat ….
      freesex ….
      hidup kotor (tanpa taharah spt dalam islam) …
      memurtadkan muslim dg keji …
      makan riba ….

      insaflah wahai manusia ….
      hidup ini bukan hanya sekedar iman dan percaya kepada tuhan …
      tapi akhlak, mau dikemanakan???

      muhammad bersabda, TIDAKLAH AKU DIUTUS KECUALI UTK MENYEMPURNAKAN AKHLAK MULIA ..

      nah adakah kristus ajarken itu semua????

      org kristen tidak pernah sunat alias khitan … artinya kulub mereka akan selalu kotor .. tidak kah itu menjijikkan buat kamu?? saya pernah dekat2 dg org kristen yg kulup (alias tidak sunat). dia buka celana. baunya!!!!!!!! lebih bau dari tempat sampah!!!! inikah yg ingin kamu promosikan ke saya??? yg bener aja, mbak!!!

      ====================

      berdebat dg ffi / ali sina??

      wah pernah tuh!!!

      coba klik artikel saya ini. di sini saya masukkan thread2 ffi yg saya nimbrung. dan kebanyakan dari thread itu sudah saya bungkam!!!! alhadulillah.

      lama kelamaan saya jadi tidak nyaman di ffi itu. mengapa??? apakah krn akal saya tidak kuat utk menyanggah mrk??? bukan! bukan itu sebabnya ..

      sebabnya adl, ffi itu curang! ffi itu maunya MENGHINA / MENGRITIK ISLAM … TAPI TIDAK MAU AGAMA LAINNYA DIKRITIK OLEH MUSLIM. apa itu fair???

      kemudian, kalo ada muslim yg kritik agama lain, langsug didelete oleh modnya. pun kalo kritik agama lain itu masih berlanjut, maka netter muslim itu LANGSUNG DIBANNED …. trus kalo masih kritik agama lain juga, maka Internet provider si netter muslim itulah yg diBANNED ….

      saya pernah ngalamin gituan … itu hanya karena saya mengritik agama lain .. akibatnya saya jadi harus JINGKRAK2 dari satu warnet ke warnet lainnya, krn IP saya sudah diblok yg artinya ga bisa akses ffi lagi …. bajingan kan???

      so apa hebatnya ffi itu?? pengecut, iya!!!!! kalo mau kritik agama lain, maka juga harus mau dikritik!! org2 kristen di ffi TIDAK MAU ITU!!!

      nah langsung saja klik,
      https://islamthis.wordpress.com/2011/03/01/ffi-articles-that-i-am-in/

      pun, skg saya sudah fully booked di weblog saya ini …. jadi buat apa saya ke ffi. kalo ffi MELAYANI SAYA DG BAIK DAN FAIR, ya oke lah!! tapi kenyataannya???

      hanya org2 bodoh yg mau mangkal di ffi… faham, dikau, nikita???

      =================

      perbuatan baik muhammad??

      @ mengajarkan berbakti kepada org tua (di kristen tidak ada).
      @ mengajarkan salat yg efekny muslim anti sekuler (di kristen tidak ada). baca artikelnya,

      https://islamthis.wordpress.com/2011/03/01/shalat-%E2%80%93-allah-minta-disembah-umatnya/

      @ mengajarkan kebersihan alias taharah ….
      baca di sini,
      http://kongjaya.wordpress.com/2011/04/04/thaharah/

      @ mengajarkan halal haram dalam segala asepk, khususnya dalam hal makanan.

      @ menyayangi kaum lemah …

      @ mengajarkan muamalah ….

      ah masih byk lagi …

      nah apakah kristus ajarken itu semua??? enggak, kan??

      so apa bagusnya kristen???

      berjina aja halal kok.
      riba aja halal kok.
      bangke aja halal kok dimakan …
      bugilria tengah kota aja halal kok …

      saya tanya ke kamu.
      apa seey yg haram dan dosa dalam agama kristen???
      apa seeh definisi maksiat dalam agama kristen??

      bisa ajarken saya di sini??

      itu pun kalo memang kristus tengil mu itu ajarken itu semua …

      ==================

      kamu tulis kristen ajarkan KASIH …

      coba sebutkan di sini, LITERATUR org kristen di tahun 500 at0 700 ato 1200 masehi yg melukiskan bhw WACANA KASIH KRISTUS sudah menjadi wacana pada masa itu …. bisa nggak??

      sejak kapan seey org kristen gemar bicara kasih??? sejak tahun 1300??

      engga, coy!!!

      hanya skg2 aja org kristen paseh ngomongin kasih…

      artikel saya ini menegaskan ke kamu bhw JARGON KRISTEN AGAMA KASIH hanyalah belaguk nya bangsa kamu,
      https://islamthis.wordpress.com/2011/02/23/mari-beradu-literatur-kuno/

      lagian, anggaplah memang benar bhw kristen mengajarkan kasih.
      lantas mengapa ada …

      inkuisisi 8 abad yg penuh dg kekejian?
      pembantaian org2 aborigin?
      pembantaian org2 dan raja atahualpa???
      perang salib?

      mana itu kasih yg kamu gembar-gemborkan????

      berfikir lah lagi, nikita …..

    • @Islamthis : bung , sudah jelas anda memang belum pernah berdiskusi dengan netter2 di situs ali sina, atau ffi, forum2 kristen…

      saya beritahu ya bentuk tata krama dalam situs2 tsb:

      1. FFI : FFI adalah forum debat khusus islam.. FFI tidak menerima penjelasan OOT dari netter yang mencoba membahas ajaran selain islam.(JIKA OOT LANGSUNG DIBUANG DIDALAM SAMPAH ATAU DIBERI PERINGATAN, JIKA MASIH NGEYEL ANDA AKAN DIBANNED OLEH MODERATOR AGAR TIDAK MENGGANGGU JALANNYA DISKUSI). lihatlah peraturan awal disana bung.. jadi jika anda tanya jawab tentang islam disana pasti akan di tanggapi, dengan syarat tidak OOT membahas ajaran agama lain.. (hindu, kristen, budha, dll).. SUDAH JELASKAH??.. tentu saja ini berguna agar alur diskusi menjadi ringkas dan jelas.. sedang untuk situs ali sina juga hampir sama seperti ffi ..

      2. FORUM KRISTEN (CONTOH : katolisitas, sarapanpagi) : Disitus tsb, para netter hanya membahas ajaran kristen saja.. jika OOT membahas ke ajaran agama lain (selain kristen) anda akan diberi peringatan bahkan dibanned.(hampir sama seperti FFI).. hal itu berguna agar topik pembicaraan tidak melenceng dari ajaran agama kristen

      =========================================

      NAH… bung islamthis.. mari kita diskusi untuk tanya jawab terhadap pertanyaan yg anda paparkan diatas..(saya sebenarnya bisa menjawabnya).. hanya saja.. dalam menjawab nantinya saya ingin alur diskusi kita menjadi spesifik agar tidak membaur-baur sehingga tiak enak dibaca….( contoh :saya bertanya ttg islam anda menjwab ttg kristen) ..

      anda mau nanti topik pembicaraan kita hanya membahas KRISTEN saja atau ISLAM saja?? silahkan pilih salah satu.. tapi sebelumnya saya membuat persyaratan:

      1. Jika membahas ttg KRISTEN saja.. berarti temanya tidak bertentangan dengan:
      a. ketuhanan Yesus (tidak membahas allah dan muhammad)
      b. bahasan dan referensi hanya menggunakan alkitab (tanpa menggunakan cakupan ttg hadist dan alquran)
      c. aturan yg dipakai adalah tradisi dan sejarah gerejawi (bukan dari tradisi arab/ muhammad)
      d. dasar filsafat dan konteks mengacu pada ajaran kristen (bapa, putra dan roh kudus )
      e. dilarang mengambil sumber2 dari situs2 / buku islam sebagai rujukan diskusi dan hanya mengambil dari sumber rujukan dari akademisi2 kristen saja
      f. selanjutnya boleh mengeneralisasikan maksud secara umum dengan menggunakan standart aturan internasional untuk memvalidkan analogi (golden rule/ science/ IPTEK/ jurnal2 ilmiah. dll. yang tidak memihak pada islam atau kristen)

      2. Jika membahas ttg ISLAM SAJA.. berarti temanya tidak bertentangan dengan:
      a, ketuhanan dari allah swt dan kerasulan muhammad
      b. bahasan dan referensi menggunakan sumber2 sahih yg diakui akademisi islam (alquran, tafsir, hadist, sirah, dll) yang bisa dipertanggung jawabkan sumbernya
      c. cakupan bahasan adalah seputar kehidupan muhammad (arab dan masa itu) juga dari sejarah setelah muhammad…
      d. dasar filsafat mengacu pada ideologi alquran (allah swt = esa, muhammad adalah teladan terbaik)
      e. dilarang menggunakan alkitab/ ajaran kristen sebagai bahan referensi rujukan..
      f. selnjutnya boleh mengeneralisasikan maksud secara umum dengan menggunakan standart aturan internasional untuk memvalidkan analogi (golden rule/ science/ IPTEK/ jurnal2 ilmiah. dll. yang tidak memihak pada islam atau kristen)

      =================================

      nah.. mari kita diskusi.. saya hanya membatasi “3 kategori” pertanyaan saja untuk dibahas agar tidak terlalu banyak.(karena waktu saya juga terbatas mengurusi orang kolot seperti anda)..

      silahkan anda pilih salah satu.. untuk kita bahas lebih lanjut

    • dear nikita …..

      terima kasih atas penjelasannya ….. meski dari penjelasan itu jadi jelas buat saya bhw TERNYATA KAMU MEMANG BOH-DOH binti TOH-LOL …..

      TIDAk ada satu teks pun dari penjelasan kamu itu yg menunjukkan bhw kamu terlihat cerdas atau bahwa kamu punya point yg bermartabat ….

      saya kasiyan sama kamu ….
      pantes kamu bodoh. lha buktinya, kamu pilih agama yg bodoh dan membodohi (yaitu karosetan) …. kalo kamu pinter, maka pastilah kamu sudah pilih islam sejak dulu ….

      kamu harus ingat, bhw kita di dunia ini SEBENARNYA SEDANG BERADA DI UNIVERSITAS PERBANDINGAN AGAMA. faham dikau?

      kalo namanya perbandingan agama, maka semua agama harus dibahas secara simultan. kalo akibatnya pembicaraan jadi melenceng dan melebar, ITU ADALAH RESIKO …. justru dari sana nanti kelak kita akan dapat ilmu yg banyak, kebijaksanaan yg banyak, dan pemahaman yg banyak ….

      tidak ada alasan utk membatasi membicarakan satu agama saja.

      coba kamu renungkan. kita ingin membahas apakah tukul itu ganteng. caranya adl dg MEMBICARAKAN TUKUL SAJA, tidak boleh membicarakan dan membandingkan dg org lain semisal darius, ato anjasmara delele ….

      maka apakah pembicaraan itu akan produktif???? apakah kita akan sampai pada kesimpulan bhw thukul memang ganteng??? kalo gantheng, apa alasannya? dan kalo jelek, maka apa alasannya??? kalo di dunia ini hanya ada thukul, ya oke lah kita hanya membicarakan thukul, karena mau tidak mau thukul adl laki2 gantheng sedunia…. faham dikau???

      katolisitas mau pun sarapanpagi, adl situs / forum interen kristen. kenapa kamu jadikan rujukan???? kalo situs itu menolak utk membicarakan agama lain, so ngepain juga muslim protes? so ngepain juga muslim ikut diskusi di sana???

      kemudian, ffi. ffi adl forum utk membahas islam, dg policy yg demikian. maka apakah policy demikian sudah mendapat persetujuan dari muslim?? muslim yg mana??? muslim per negarakah? muslim per – OKI kah? muslim per-akademi kah???

      hukum mana yg diberlakukan ffi itu??? siapa yg memerintahkan ffi utk menerapkan policy spt itu?? dan org bodoh mana yg mau mengikuti policy spt itu??

      kalo ffi merupakan debat islam, maka seharusnya debat itu DISELENGGARAKAN oleh lembaga islam yg bermartabat. dan debat nya pun juga harus fair, alias menerima pembahasan perbandingan. ingat penekanan saya, bhw dunia ini adl UNIVERSITAS PERBANDINGAN AGAMA.

      tapi mana kenyatannya??

      ffi adl debat islam yg membahas islam, TETAPI DISELENGGARAKAN oleh mereka yg anti islam. pun diskusi tidak diselenggarakan secara fair. terlebih, penyelenggara ffi itu, apakah sudah minta ijin kepada lembaga islam bermartabat utk opersionalnya??? jangan marah kalo byk negara islam yg memblokir ffi ini, krn alasan yg saya paparkan ini …

      akhirnya saya mau tanya kamu. itu ffi forum perbandingan agama, atau bukan??

      kalo ali sina ato siapa saja ingin bilang islam itu jelek, maka ngepain pake bikin2 ffi segala?? cukup tulis aja gede2 di outdoor media bhw islam itu adl jelek, beres!

      pun kalo ali sina bilang islam itu jelek, maka jelek terhadap apa??? apakah hanya islam saja yg jelek??? apakah ali sina ingin bilang bhw hanya islam yg jelek???? jadi kristen itu baik?? hindu itu baik??? yahudi itu baik???? bukankah itu sudut pandang ali sina aja??? apakah ali sina berhak utk MEMAKSAKAN PANDANGANNYA kepada siapa saja??? memangnya ali sina itu siapa???

      dg cara spt itu, ali sina sudah TIDAK MENGHARGAI / MENGHORMATI perasaan dan pilihan manusia2 yg pilih islam. apakah kamu tidak sadar?? apakah ali sina berhak berbuat spt itu???

      ===============

      selanjutnya, tolong kamu bahas teks saya yg merupakan respon dari teks kamu, yaitu bhw kristus ajarken kasih, sementara muhammad hanya ajarken kebencian…..

      tolong kamu respon balik. jangan berkelit.

    • @Islam this : ternyata anda tidak mengerti maksud saya..

      1. saya hanya memberikan beberapa contoh saja situs pembanding dengan blog anda yang jauh lebih fokus.. terserah anda mau mengambil contoh situs yang manapun.. yang saya hanya mempersepsikan maksud saya, bahwa. “jika ingin bahas islam ya bahas islam saja… jika ingin bahas kristen ya kristen saja”..

      2. saya ingin anda pengin bahas yang mana?? dari salah satu cakupan bahasan tersebut? agar arah pembicaraan kita lebih fokus dan terarah.. lalu akan saya jawab artikel dan pendapat yang anda paparkan berdasarkan fokus kita..

      tapi anda berkelit tidak jelas, malah mengatakan saya tolol..

      ==========================
      ya sudah, terserah anda.. dan nikmati itu dunia ciptaan anda sendiri yang penuh kebencian, ketakutan untuk saling berinteraksi dengan orang yang beda pendapat serta keyakinan dan penuh dengan kebohongan.. dan hiduplah begitu terus…

      “yang waras ngalah.. selamat tinggal”

      salam bagi orang yang mau berfikir dan bersikap bijaksana untuk mencari kebenaran dengan berbagai sumber

    • saya tambah satu lagi :
      ——————————————
      @Islamthis :kamu harus ingat, bhw kita di dunia ini SEBENARNYA SEDANG BERADA DI UNIVERSITAS PERBANDINGAN AGAMA. faham dikau?
      —————————————–

      jawab : sudah jelas anda tidak mengerti terminologi dunia pendidikan.. mengertikah anda bagaimana cara para akademisi membuat suatu hipotesa atau preposisi dalam jurnal atau makalah ilmiah mereka sampai pada pengakuan di badan2 jurnal2 ilmiah/ science internasional??

      anda mengatakan bahwa ruang lingkup kita adalah seputar perbandingan agama dalam cakupan nilai2 akademisi universitas?? perbandingan agama apa yang anda cakup untuk membuat korelasi?? kenapa hanya KRISTEN dan ISLAM saja??..sudahkah hasil riset anda diatas sudah diuji dengan koefisien dengan menggunakan statistik?? bagaimana mungkin paper seperti itu dapat diakui oleh jurnal dan akademisi secara komprehensif.. sedangkan metode yang anda gunakan untuk menyimpulkan disini adalah menggunakan metode deduktif..

      (ketahuilah bung metode penelitian deduktif mempunyai beberapa kategori implikasi yang sangat kompleks sebelum dapat dijadikan preposisi,,, sedangkan pengkategorian anda dalam membuat suatu simpulan adalah tidak berkualitas.. hanya mengacu pada kategori anda sendiri.. dan tidak diuji secara empiris melalui seminar dan diskusi dengan para intelektualitas terkemuka dari tokoh2 keagamaan atau akademisi2 keagamaan)..
      begitu anda sombong sekali bahwa tingkat diskusi kita adalah sekelas universitas??.. (saya menggunakan standart akademisi master disini.karena saya seorang master… belum lagi standart dari ali sina.. yaitu sekelas doktor.. (silahkan dibuktikan dengan membaca bukunya: “understanding muhammad”)

      saa simpulkan disini metode anda dalam berdiskusi selalu mengacu pada kesesatan asumsi:
      1. argumentum ad baculum : menghina agama seberang (kristen).. tanpa dicek dulu dari sumber aslinya atau tanpa berdiskusi dengan tokoh2 keagamaan kristen (pastor, pendeta)

      2. Argumentum ad Hominem : mengalihkan topik bahasan ketika merasa tertekan.. jika ditanya kristen memutar menjawab ke islam.. jika ditanya islam, jawabnya memutar ke kristen..

      3. Petitio principili : mengulang lagi hal2 yang sudah pernah dipertanyakan di forum2 yang sudah membahas hal tersebut..

      4. Egnoratio Elenchi : membenarkan secara langsung dari pihak2 yang disukainya tanpa analisa lebih lanjut dari sumber aslinya..anda pun langsung membenarkan pernyataan dari teman2 anda yg muslim yg menghina agama kristen dan yg membaik2kan agam islam.tanpa dilihat dulu kebenarannya dari sumbernya sampai selesai

      5. Argumentum ad Antiqualiatatem : anda percaya langsung dari sumber2 islam yg sesat dan tidak dapat dipertanggung jawabkan secra akademisi.. anda selalu mengutip alkitab2 palsu buatan orang2 islam untuk menjelek2kan kristen tanpa dilihat dulu sumbernya.. itu alkitab tahun brapa?, penerbityna siapa?, beredar dinegara mana?, apakah diakui oleh akademisi gereja atau tidak?. dll

      6. ketakutan akan kebenaran… saya sudah mengcopy paste serta memberikan link buku ali sina “understanding muhammad” yang tahap analisanya sekelas akademisi doktoral untuk anda baca sampai selesai lalu kita diskusikan secara komprehensif dengan nilai2 akademisi pula… tapi anda takut membacanya.. dan lari lalu anda melakukan argumentum ad baculum serta argumentum ad hominem kepada saya yang bertanya kepada anda.. gitu masih mengaku anda sekelas akademisi?? memalukan

      saya tambahkan lagi.. anda disini hanya membuat asumsi yang hanya berkaitan dengan sensasi saja, tanpa ada kedalaman dan kejujuran didalamnya.. saya tahu itu membuat bagian pre frontal cortex dalam otak anda bombastis…letupan2 tersebut mengalir dalam seluruh bagian otak anda yakni pada bagian temporal lobe otak anda bagian kanan.. tapi anda lupa tentang kebenaran, kejujuran, nilai ilmiah dan logika didalamnya.. sehingga otak anda bagian temporal lobe bagian kiri anda mati.. itulah yng menyebabkan anda menutup logika berfikir secara jujur dan tidak mau mengamati berbagai sumber yang bertentangan dengan letupan pada prefrontal cortex anda.. sebagai gantinya anda menggunakan kesesatan asumsi untuk meledakkan kembali dimensi dari temporal lobe sebelah kanan..

      salam.. bagi orang yang mau berfikir.. dan mau belajar dari berbagai sumber.. tanpa rasa takut..dan tidak mau dibodohi

    • ngomong ga jelas!!

      pake ad hominem segala ….

      tetap aja, kau itu ga mau membanding2kan keagungan islam ke kristen – vice versa …..

      kenapa ali sina terus yg jadi patokan kamu??

      skg jawab pertanyaan saya.

      apakah benar kristen itu ajaran kasih??

      apa benar muhamad itu pembunuh???

      waktu blog saya ini masih muda, pernah juga ada debater yg ngomongnya kayak kamu, pake istilah arguemntum2 segala …. tapi akhirnya dia bungkam tuh!

      baca aja artikel nya,
      https://islamthis.wordpress.com/2011/01/10/excuse-bodoh-atau-mengada-ada/

      anyway ….

      dari begitu nyk artikel saya yg bisakamu telaah, dari dulu kamu congornya ali sinaaaaaaaaaaaaaa melulukkkk!!!!

      kalo kmu memamng melihat kesalahan dalam islam, seharusnya kamu sudah lahap semua artikel saya itu, dan kemudian kamu bantah secara proporsional …

      tapi kenapa ali sinaaaaaaaaaaa melulukkk!!!!

      tanda nya kamu ga punya apa2..

      memalukan!!

  6. nice bro mksh pnjlsannya

  7. Ya Nikita, Bungkam lagi. sama kayak KAROSETAN KAROSETAN laennya. Banyak OMONG, PAKE ISTILAH ISTALAH, ARGUMEN SONTOLOYO.

    Alhamdulillah, Iman saya terhadap islam menjadi 10001%….

    Move On Mas Bro Islamthis

  8. sama sama umat islam aja masih banyak perbedaan pendapat tentang ajarannya apalagi dengan agama lain yah pasti perbedaan lebih besar

    • @anton : bro perbedaan di islam itu wajar selama tidak bertentangan dengan syariat islam,, klo msh bingung dengan perbedaan pendapat dalam islam, tanya aj bung islamthis, ok…

  9. menurut para teroris ,katanya karena menjalankan syariat islam yang benar gimana bung islamthis ?

    • SYARIAT ISLAM yg mana, bro …………..???

      bisa sebutkan di mari???

      thanks ….

    • Bung, bantulah sy ini. Sy mendapat laporan di Kanzunqalam bahwa ia kesusahan dalam berdebat melawan Nikita. Bantulah dia. Tolong, ente kan kristolog. Sy lupa situsnya. Pertikaian mereka sudah dari 1 bulan yg lalu. Sy lupa situsnya apa.

    • waduh, gimana ya??? insya allah saya bantu …

      bisa unjukin url nya???

      kanzunqalam???

      itu wordpress ato blogspot??

      thanks ….

    • Kanzunqalam.wordpress.com. Atw klik nama id nya di google ”kanzunqalam”. Assalamualaikum.

  10. Sy menyarankan hendaknya abang menyertakan sumber dalam penulisan artikel. Seperti sy menyumbang pikiran, sesungguhnya sy banyak mengambil referensi dari hadis2 yg sy ingat.

  11. Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.
    Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.
    Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ” Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).
    Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: ” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).
    Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

    KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

    KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:
    pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
    610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam
    613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
    615 M: Hijrah ke Abyssinia.
    616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
    620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
    622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
    623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah

    BUKTI #2: MEMINANG

    Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.
    Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya ” (Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).

    Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).
    Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

    KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

    BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

    Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah ” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).
    Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.
    KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.

    BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’

    Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).
    Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).

    Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)
    Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).
    Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).
    Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.
    Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.
    Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?
    kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.

    BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD

    Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”

    Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.

    Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”
    Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud
    KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.

    BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)

    Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).

    Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih
    suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.
    Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.

    BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab

    Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.
    Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris “virgin”.
    Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).

    Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah “wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.” Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.

    BUKTI #8. Text Qur’an

    Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur’an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?

    Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)
    Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.
    Disini, ayat Qur’an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.

    Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.
    Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,” berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?” Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?

    AbuBakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran.
    Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.

    BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan

    Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.

    Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.
    Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.
    Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.
    kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.

    SUMMARY:

    Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

    Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di
    Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

    Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.

    • dear @kartto …..

      salut atas postingannya yg berbobot ….

      mohon ijin utk saya jadikan artikel, ya ….???

      terima kasih …

    • Boleh, hak cipta hanya milik Allah SWT. Dan kita hanya bertugas utk menyebarluaskannya, oh ya, sudah sy ingatkan, apabila menulis artikel hendaknya selalu dimasukkan referensi.

    • oh ya …. untuk postingan bro kartto ini, apakah ada referensi nya, spy bisa saya masukkan ke artikel tsb ….

      terima kasih.

    • Referensinya sudah sy masukkan dimuka:

      Ibnu Tabari
      Mishakat Al-Masabiah
      Musnad Ahmad

      dll,

      Itus emua sy ambil dari perpus pesantren sy. Fahamkah dikau, Kak Islam?

  12. Begitulah ISLAM selalu mencari-cari cara membela kelakuan Nabinmya. Sudah jelas2 Aisyah masih 6 tahun waktu dikawin, semua orang Arab juga maklum.
    Tapi ada penjelasan yg lebih memuaskanmu, bahwa Nabi tdk menikahi anak kecil, karena eksistensi Nabimu itu cuma karangan org arab untuk membuat sebuah spirit dan identias baru : Pan Arabia. Jadi ISLAM bukan Agama, hanya ideologi penaklukan yg sama dengan Mussolini, Hitler, atau Komunis.
    ===================

    Islamthis,
    yeah begitulah kapir kristen, sudah jelas ada bukti dan alhadist yg membuktikan bhw siti aisyah dinikahi pada usia dewasa, namun tetap saja kapir kristen lebih condong kepada hujatan kepada muhammad, bukannya condong kepada kebenaran ……

    kristen memang lebih kejam dari mussolini, hitler dan penjajah jepang. bukti2 memang mengarah ke sana ….

    terima kasih.

  13. Apakah bung Islam masih ingat sy, sy ini adik kelas bung Karto. Dia sekarang pindah ke Medan, dan sekarang sy masih di pesantren. Sy, Muhammad sering dipanggil kawan2 sy Ahmad, itu sekarang banyak kegiatan di pesantren. Jadi, belum bisa menulis di internet.

    Nah, apa kabar, bung Islam?

    Sy mau jawab agan Murtad, dia bilang orang Islam itu cuma bisa ngebela nabinya, tapi tanpa bukti. Wah, nampaknya matanya harus diperiksa, dia minus atw plus. Jelas2, di atas sudah di beri bukti.
    =================

    Islamthis,
    Assalamu alaikum ….

    dear bro Ahmad, selamat dateng di blog saya yg sederhana ini. senang bisa berkenalan dg bro …..

  14. Ibnu Ishaq, Ali Sina, dan kebohongan publik.

    Dlm sebuah koran yg diterbitkan d Sumatera, ada sebuah tulisan yg dikatakan ini ttg Ibnu Ishaq, Ali Sina, dan kebohongan publik. Kebetulan sy bawa artikel itu.

    Begini, titelnya:

    Ibnu Ishaq, Ali Sina, dan Kebohongan Publik (Bag. 3)

    Dia adalah seorang ahli hadis, lahir pada masa 150 H. Ibnu Ishaq sebagaimana biografinya (lihat tulisan sy Bag. 1), di masa tuanya sudah menjadi pelupa. Sehingga celakalah barangsiapapun yg mengambil tulisannya tapi tdk dipilah-pilah. Oleh sebab itulah, Ali Sina memanfaatkan kebodohan Ibnu Ishaq.

    Kontroversi:
    Dari ilmu jarah wa ta’dil, Ibn Ishaaq memang tokoh sejarah yang kontroversi kerana mendapat kritikan parah dari Dua Imam Madinah yang besar: Imam Malik dan Hisham Bin Urwah bin alZubair (cucu Abu Bakar atau anak saudara kepada Aisyah, Ummul Mukminin).

    Namun Ibn Ishaq merupakan perawi semua Imam Hadith yang enam, terutamanya Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadith darinya. Keenam-enam penyusun kitab Sunan Sittah meriwayatkan hadith dari Ibn Ishaq.

    Bagaimana menghadapi kontroversi yang ditimbulkan oleh Imam Malik, Hisham bin Urwah dan laman web al-Kautsar yang menolak total akan ketsiqahan (kewibawaan) Ibn Ishaq?

    Prof al-Imam Dr al-Qardhawi dalam kitabnya Tarikhuna alMuftara alaih (kecelaruan sejarah kita) berpendapat Ibn Ishaq adalah termasuk dalam golongan akhbariyun atau reporter akhbar yang melapurkan apa saja yang ditemuinya tanpa penelitian terlebih dahulu.

    Sebab itu Dr Qardhawi mahukan sejarah Islam terutamanya Seerah Nabawiyah disusun semula dengan memasukkan pendekatan tahqiq dan takhrij sumbernya untuk menapis cerita-cerita yang dibawa oleh Ibn Ishaq terutamanya.

    Pendirian kami:

    1. Ibn Ishaq memang tokoh yang kontroversi menurut ilmu Jarh wa ta’dil, namun seluruh ahli ilmu bersepakat akan ketokohan Ibn Ishaq dalam sejarah terutamanya sejarah Perang (maghazi) dan Imam Ibn Hajar Asqolani menggelarkan beliau sebagai Imam alMaghazi.

    2. Walaupun seteruk mana penilaian orang ke atas kewibawaan Ibn Ishaq, beliau adalah perawi Penyusun Kutub Sittah antaranya Bukhari-Muslim yang meriwayatkan hadith dari Ibn Ishaq. Ini menunjukkan Ibn Ishaq ada makna dalam ilmu hadith. (alBukhari meriwayatkan dari Ibn Ibn Ishaq secara ta’aliq (sanadnya hilang, maka ia jatuh dha’if)

    3. Kecelaruan yang ditimbulkan oleh Ibn Ishaq dalam pengumpulan sejarah bukanlah suatu yang perlu dilihat dengan negatif, malah kita berhutang budi dengan usaha-usaha awal beliau mengumpul bahan bukti sejarah kerana itulah asas yang baik utk kitamemulakan projek mega memurnikan sejarah kita sendiri.

    Ini adalah sepenggal cerita ttg kesalahan Ibnu Ishaq:
    Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.

    Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.
    Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ” Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

    Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: ” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

    Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

    KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

    Inilah pendirian yang adil kepada Ibn Ishaq.

    Adapun, tulisan sy mengulas Ali Sina dan hubungannya thadap Ibn Ishaq Insya Allah akan sy bahas di bag. 4.

    Tulisan karya:
    M.H. Malik Panggabean

    13 Juli 2011.

  15. hei nikita umat karosetan ngapain kau ngotot suruh ke FFI apakah kau tidak tau Komen nya Muslim yang logist di BANNED sama anjing ffi..???? karosetan di ffi semua komen kalian bersuka ria lancar menghina tanpa memberi kesempatan pembelaan diri sedikitpun unt follower muslim.

    • Sudah ga aneh karena mereka kaum karosetan dan yahudi memang tidak akan pernah ridha dengan agama islam sampai kiamat nanti, ini sudah termaktub dalam firman Allah yg suci “Orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan senang kepadamu, sehingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah ‘sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)’ . Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu” (QS. Al-Baqarah (2) – 120). “Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya” (QS. Ash-Shaff (61) – 8). Sdh dgn jelas terbukti oleh slh stu kaum karosetan yg bernama nikita diatas!🙂

  16. untuk non muslim, agamamu untukmu agamaku untuk ku
    Kami beriman kepada alQur’an dan kitab kitab yg di turunkan kepadamu
    Tuhan mi,dan tuhan kamu satu
    Kepadanya kami berserah diri
    maha benar Allah dengan segala firmanNya

  17. Yaaah….mau bagaimana lagi? Sumber islam sendiri yang bilang kalau Aisyah dinikahi oleh muhammad selagi masih usia dini koq….

    KUTIPAN:
    Ketika itulah Muhammad menyelesaikan perkawinannya
    dengan Aisyah bt. Abu Bakr, yang waktu itu baru berusia
    sepuluh atau sebelas tahun. Ia adalah seorang gadis yang
    lemah-lembut dengan air muka yang manis dan sangat disukai
    dalam pergaulan.

    ia melihat Muhaminad adalah seorang ayah
    yang penuh kasih-sayang, seorang suami yang penuh cintakasih.
    Ia tidak keberatan ikut bermain-main dengan barang-barang
    mainannya itu.

    Sumber: S E J A R A H H I D U P M U H A M M A D (Bagian ke 2)

    oleh MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL
    diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah

    Penerbit PUSTAKA JAYA
    Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat
    Cetakan Kelima, 1980

    Seri PUSTAKA ISLAM No.1

    ===============================

    Satu lagi dari sumber islam , dari hadits shoheh:

    KUTIPAN: (Dikuitp dari http://www.lidwa.com)
    Hadits Imam Abu Dawud
    Nomer Tarqim: 4284

    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Auf berkata, telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abu maryam berkata, telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Ayyub ia berkata; telah menceritakan kepadaku Umarah bin Ghaziyah bahwa Muhammad bin Ibrahim menceritakan kepadanya dari Abu Salamah bin ‘Abdurrahman

    Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiba dari perang Tabuk atau Khaibar, sementara kamar ‘Aisyah ditutup dengan satir.
    Ketika ada angin yang bertiup, satir itu tersingkap hingga boneka-bonekaan ‘Aisyah terlihat.

    Beliau lalu bertanya: “Wahai ‘Aisyah, ini apa?”

    ‘Aisyah menjawab, “Anak-anak bonekaku.”

    Lalu beliau juga melihat patung kuda yang mempunyai dua sayap. Beliau bertanya: “Lalu suatu yang aku lihat di tengah-tengah boneka ini apa?”

    ‘Aisyah menjawab, “Boneka Kuda.”

    Beliau bertanya lagi: “Lalu yang ada di bagian atasnya ini apa?”

    ‘Aisyah menjawab, “Dua sayap.”

    Beliau bertanya lagi: “Kuda mempunyai dua sayap!”

    ‘Aisyah menjawab, “Tidakkah engkau pernah mendengar bahwa Nabi Sulaiman mempunyai kuda yang punya banyak sayap?”

    ‘Aisyah berkata, “Beliau lalu tertawa hingga aku dapat melihat giginya.”
    ~~~~~~~~~~~~~

    TELIHAT bukan? Bahwa Aisyah masih kanak-kanak yang masih gemar bermain boneka-bonekaan…ditemani bermain boneka oleh suaminya tercinta muhammad😀
    ===============

    Islamthis,
    sumber islam, nyong bilang??? hahahahaaaa ……..

    pan ude saya tulis, bhw sumber islam yg pertama adl alquran.

    yg kedua adl alhadis SAHIH YG TIDAK BERTENTANGAN DGN ALQURAN sbg hukum dan smber yg pertama dalam islam.

    nah, apakah hadis yg mengisahkan bhw aisyah dinikah pada usia kecil, tidak bertentangan dg alquran??? maka apakah itu hbadis sahih yg nabawi???? orak mudhenx yaaaa??

    debat kok maksa??? dasasrnya appaaaa utk maksa????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: