Understanding Muhammad Psychobiography

 

Buktidansaksi.com – Understanding Muhammad Psychobiography – Memahami Muhammad – Psikobiografi

 

Banyak kaum anti-salam, yang di dalam menyerang Islam, menggunakan tulisan karya Ali Sina untuk mengalahkan ajaran dan kebanggaan Islam. Dengan kata lain, karya Ali Sina mereka anggap sebagai paku terakhir untuk dipakukan ke petimati Islam. Benarkah demikian?

 

Sayangnya, Ali Sina di dalam menulis karya anti-salamnya, hanya dengan cara atau dengan menggunakan metode KACAMATA KUDA, alias melihat KEBOBROKAN Islam dengan mata terbelalak, sementara terhadap KEBOBROKAN agama lain, Ali Sina menutup mata. Pada bagian lain, Ali Sina terjerumus pada kegagalan untuk bertanya, apakah suatu KEBOBROKAN Islam yang ia parade-kan di bukunya, MERUPAKAN AJARAN ISLAM? Sejatinya Islam mempunyai banyak larangan atas banyak hal, dan pada bagian yang mengerikan, larangan itu justru diperbuat oleh umat Muslim. Ketika hal ini diperiksa oleh kaum anti-salam, dengan serta-merta mereka menganggap bahwa pemandangan itu adalah AJARAN ISLAM …..

 

Berikut adalah cuplikan dari tulisan Ali Sina yang terbaik untuk melukiskan bahwa betapa Ali Sina selalu mengenakan kacamata kuda.

.

.

Samaira Nazir. Paragrap ini melukiskan bahwa wanita Muslim ini dibantai oleh keluarganya karena wanita ini hendak bersuamikan seorang laki-laki yang berasal dari kelas sosial lebih rendah.

 

Pertanyaannya adalah, apakah tragedi yang menimpa Samaira ini, merupakan ajaran Islam? Pada bagian mana Islam mengajarkan untuk membunuh wanita yang ingin bersuami seorang laki-laki yang berasal dari golongan sosial yang lebih rendah? Islam tidak pernah mengajarkan hal yang demikian. Islam tidak pernah pandang perbedaan sosial, apalagi latarbelakang ekonomi. Lebih tepatnya, Islam hanya mengajarkan jangan menikahi orang yang beda agama. Itu saja.

 

Dari bagian ini sudah terlihat jelas bahwa Ali Sina melakukan kesalahan.

-o0o-

.

.

Muhammad Ali Ayed, yang membunuh kawan Yahudinya.

Apakah Islam mengajarkan hal yang demikian? Singkat saja, Islam tidak pernah mengajarkan hal yang demikian. Bahkan lebih tegas lagi, Islam mengharamkan perbuatan demikian. Islam dengan tegas berkata, bahwa tidak ada pemaksaan untuk memeluk suatu agama. Namun sayangnya hal itu tidak jelas bagi Ali Sina.

 -o0o-

 .

.

Gadis-gadis Hindu yang diislamkan secara paksa. Apakah Islam mengajarkan umatnya untuk memaksakan masuk Islam atas mereka yang di luar Islam? Pada bagian yang mana Islam mengajarkan hal yang demikian? Muhammad Saw pun tidak pernah punya program pemaksaan Islam atas mereka yang tetap di dalam kekafirannya. Lantas mengapa masyarakat Muslim di India itu melakukan pemaksaan Islam atas orang-orang yang mereka pilih?

 -o0o-

 Pada akhirnya, SEBENARNYA TIDAK ADA YANG DAPAT DIBANGGAKAN pada karya Ali Sina ini. Ali Sina hanya mempertontonkan kebodohannya. Semua paragrap yang ada di dalam buku Ali Sina hanya mengundang KEMALASAN bagi kaum Muslim untuk lebih jauh membacanya, karena keseluruhan konten bukunya  hanya berupa luapan kebencian terhadap Islam. Kalau Ali Sina mempunyai alasan untuk membenci Islam, maka mengapa Ali Sina tidak mempunyai alasan yang sama untuk membenci agama lain?

 

Kebalikannya, JAUH LEBIH BANYAK para intelektual Muslim dan juga para MUALAF yang melihat bahwa Islam tidak pernah mengajarkan hal-hal seperti yang diada-adakan oleh Ali Sina ini secara paksa. Islam mengajarkan anti-kasta. Islam mengajarkan anti-pemaksaan agama. Islam mengajarkan jangan membunuh manusia lain, karena hanya Hakim lah yang berhak untuk memutuskan untuk mencabut nyawa seorang manusia, atas dasar suatu sidang Pengadilan yang adil (Islam: jadilah Hakim yang adil, karena adil lebih dekat ke taqwa).

 

 

46 Responses

  1. ITUKAN MASIH KATA PENDAHULUAN (PEMBUKA).. belum masuk kepada analisanya.. bahkan masuk bab 1 saja belum…ayo dong dibaca sampai habis.. baca sampai pendahuluan saja koq sudah kabur…

    http://www.buktidansaksi.com/files/Resources/books_free_download/Understanding%20Muhammad%20Psychobiography%20%28Memahami%20Muhammad%20Psikobiografi%29.pdf

    • heh monyong …..

      kamu bahas dulu dooong KETIGA kupasan saya di artikel ini …. brani gaa?????

      kalo kamu punya kebenaran mandiri (tidak berdasar bukunya alisina), maka seharusnya kamu bisa sanggah tulisan saya ini …

      DIJKAMIN KAMU GA BISA, KARENA KAMU TOLOL!!!

    • @Islamthis : KENAPA SIH ANDA TAKUT BGT BACA BUKU ITU??.. ITUKAN HANYA BUKU.. KENAPA SAMPAI SETAKUT ITU??..SAYA SAJA YG MEMBACA BERBAGAI KRITIKAN ANDA TTG KRISTEN YA BIASA SAJA…
      HANYA BEGITU SAJAKAH LEVEL ANDA?? MEMALUKAN.. MENGKRITISI AGAMA ORANG LAIN SAMPAI DETAIL.. TAPI KETIKA ORANG LAIN MENCOBA MENGKRITISI AGAMA ANDA SENDIRI.. ANDA LANGSUNG KABUR…

      bung yang anda kupas itu hanya pendahuluan.. ngapain ngupas pendahuluan.. OTAK DIPAKE MAS!!.. ga ada debat ilmiah menggunakan pembahasan pendahuluan.. apanya yg mau dibahas?? wong itu cuma kata pembuka..hanya cuplikan kejadian berbagai peristiwa diberbagai dunia.. kebenaran hakkiki moral apa yg menyebabkan manusia muslim berubah menjadi beringas seperti muhammad lah yg harus kita bahas (ITU BARU ADA DALAM BAB BERIKUTNYA)…
      YANG DIBAHAS ITU ANALISANYA MAS!!!.. BAB 1 SAMPAI SETERUSNYA..
      yang kamu bahas itu hanya kutipan ali sina terhadap isi buku ini nantinya.. LAH WONG YG KAMU BAHAS ITU BELUM MASUK DALAM DAFTAR ISI..silahkan bahas mulai bab ini

      Daftar Isi

      Pendahuluan
      Bab 1: Siapakah Muhammad
      Kelahiran dan Masa Kecil Muhammad
      Menikah dengan Khadijah
      Pengalaman Mistik
      Kebohongan Penindasan
      Hijrah ke Medina
      Pecah-Belah dan Jajah
      Janji2 Hadiah Surgawi
      Perintah melakukan Kekerasan
      Penyerangan
      Perkosaan
      Penyiksaan
      Pembunuhan
      Pembantaian Massal
      Penyerangan atas Banu Qainuqa’
      Penyerangan atas Banu Nadir
      Penyerangan atas Banu Quraiza
      Taqiyyah: Tipuan Suci

      Bab 2: Profil Pribadi Muhammad
      Apakah Narsisme
      Aliran pemujaan dari Seorang Narsisis
      Pesan/Alasan Sang Narsisis
      Orang Narsisis Ingin meninggalkan Warisan
      Orang Narsisis Ingin jadi Tuhan
      Apakah Penyebab Narsisme?
      Pengaruh Khadijah terhadap Muhammad
      Keyakinan Muhammad atas Tindakannya
      Jika Muhammad seorang pembohong, kenapa dia pingin dikenal sebagai Amin (dipercaya)
      Lebih jauh tentang Pecah-Belah dan Jajah
      Perbandingan antara Islam dan Aliran Pemujaan dari Sang Narsisis

      Bab 3: Pengalaman Bawah Sadar Muhammad
      Angan2 untuk Bunuh Diri
      Temporal Lobe Epilepsy
      Gejala2 Kejang2 Temporal Lobe
      Gejala2 Lain TLE
      Perjalanan ke Surga
      Muhammad Mengatakan Kebenaran
      Asal-usul Pengalaman Mistis Muhammad
      Rangsangan Otak
      Onta Berlutut Ketika Wahyu Illahi Turun
      Kasus Phil K. Kindred
      Kasus lain TLE
      Orang2 Terkenal lain yang Menderita Epilepsi
      Sexuality, Religious Experience and Temporal Lobe Hyperactivation
      TLE is a Multifaceted Disorder: Schizophrenia, Bipolar Disorder

      Bab 4: Penyakit pada Tubuh Muhammad

      Bab 5: Muhammad dan Aliran Sesatnya
      Semakin Sulit Semakin Baik
      Orang Narsisis Terkenal yang Jadi Pemimpin Aliran Kepercayaan Sesat
      Jim Jones
      David Koresh
      Order of the Solar Temple
      Heaven’s Gate
      Charles Manson
      Joseph Kony
      Pengaruh dari Sebuah Kebohongan Besar
      Penggunaan Kekerasan
      Kenapa Tiap Orang Memuji Muhammad?

      Bab 6: Jika Orang Waras Mengikuti Orang Tidak Waras
      Ketaatan Mutlak
      Mati sebagai Bukti Beriman
      Hukuman dan Ancaman
      Menyingkirkan Orang2 yang Menentang
      Tidak Konsisten
      Hancurnya Hubungan Keluarga
      Pengaruh Bujukan
      Bualan2 Luar Biasa Besar
      Mengaku Punya Pengetahuan Rahasia
      Melakukan Muzizat2
      Curiga pada Non-Muslim
      Pembenaran Diri Sendiri
      Pengasingan Diri
      Perubahan Perlahan
      Menuntut Nyawa sebagai Pengorbanan Akhir
      Mengelabui Umat
      Pengekangan Keterangan

      Bab 7: Tukar Pikiran (Dialog) antar Budaya?

      AYO JANGAN TAKUT SILAHKAN BAHAS MULAI BAB 1 – 7.. JANGAN BUAT MUSLIM2 LAIN MALU KEPADAMU KETIKA MEMBACA BLOG INI

      http://www.buktidansaksi.com/files/Resources/books_free_download/Understanding%20Muhammad%20Psychobiography%20%28Memahami%20Muhammad%20Psikobiografi%29.pdf

    • Bab VII
      Pertukaran Pikiran (dialog) antar Budaya?

      Muslim berkata mereka ingin berdialog (bertukarpikiran) antar budaya. Budaya apa? Islam sendiri adalah anti budaya. Islam menentang kebudayaan. Islam adalah barbar dan biadab. Lebih jauh lagi, pertukaran pikiran bukanlah kebiasaan dalam dunia Islam.

      Di bulan September 2006, para Muslim sekali lagi mengangkat senjata. Kali ini gara2 ucapan Paus Benedict XVI di Universitas Regensburg di Jerman, di mana dia menjabat sebagai profesor di bidang theologia. Di pidatonya yang berjudul “Iman dan Akal” dia menjabarkan perbedaan mendasar antara pandangan Kristen bahwa Tuhan adalah makhluk berakal, dan ini serupa dengan konsep Yunani tentang logos, dan pandangan Islam bahwa “Tuhan sama sekali di luar akal,” sehingga melakukan apapun yang menyenangkan hatinya, tidak dibatasi apapun, termasuk akal, dan, karenanya, perbuatannya tidak masuk akal bagi manusia.

      Paus Benedict mengutip percakapan yang terjadi di tahun 1391 antara Kaisar Bizantium Manuel II Paleologus yang terpelajar dan ilmuwan Persia tentang hal Kristen dan Islam. “Dalam diskusi ini,” kata Paus, “sang Kaisar membahas tentang jihad (perang suci Islam) dan mengatakan pada rekan diskusinya, ‘Tunjukkan padaku apa yang baru yang diajarkan Muhammad, dan yang kau akan temukan hanyalah kejahatan dan kebiadaban, seperti misalnya perintahnya untuk menyebarkan agamanya dengan pedang.’ Setelah menyatakan pendapatnya secara tegas, sang Kaisar melanjutkan dengan menerangkan alasan2 yang rinci mengapa menyebarkan agama dengan pedang merupakan perbuatan yang tidak masuk akal. Kekerasan merupakan sifat yang berlawanan dengan Tuhan dan sifat asli hati nurani. ‘Tuhan’, katanya, ‘tidak suka pertumpahan darah – dan bertindak secara tak masuk akal merupakan hal yang bertentangan dengan sifat Tuhan. Iman tidak lahir dari jiwa ataupun tubuh. Siapapun yang ingin mengajak orang untuk beriman harus mampu bercakap secara baik dan masuk akal, tanpa kekerasan dan ancaman… Untuk meyakinkan jiwa yang berlogika, orang tidak perlu bawa senjata2 berat macam apapun, atau ancaman2 mengambil nyawa orang itu …. Pernyataan jelas dalam keterangan yang menentang kekerasan ini adalah: tidak melakukan hal yang sesuai dengan akal sehat merupakan hal yang bertentangan dengan jati diri Tuhan.’

      Paus juga mengutip perkataan Theodore Khoury, yang adalah pengedit dan penyusun buku tentang percakapan di atas. Theodore Khoury menjelaskan: “Bagi sang Kaisar, karena Bizantium dibentuk berdasarkan filosofi Yunani, maka pernyataannya menerangkan bentuk negaranya sendiri. Tapi bagi ajaran Muslim, Tuhan itu sama sekali di luar akal. Keinginan Tuhan tidak terikat jalan pikiran manusia apapun, tidak pula akal sehat manusia.” Khoury lalu mengutip tulisan ahli Islam Perancis yakni R. Arnaldez, yang menerangkan bahwa Ibn Hazn menyatakan bahwa “Tuhan tidak terikat pada perkataannya sendiri, dan tiada sesuatu pun yang membuatnya wajib menyatakan kebenaran pada kita. Jika Tuhan memerintahkannya, bahkan kita pun harus menyembah berhala.” Pidato sang Paus membuat kaum Muslim di seluruh dunia merasa sakit hati.

      Menteri Luar Negeri Mesir berkata: “Ini merupakan pernyataan yang sangat disesalkan dan jelas menunjukkan sikap yang tidak mengerti akan Islam yang sebenarnya.” Dia menyatakan bahwa hal ini akan “mengakibatkan ketegangan dan rasa curiga dan pertentangan antar Muslim dan antar masyarakat Barat juga.”

      Parlemen Afghanistan dan Menteri Luar Negerinya menuntut pernyataan maaf.

      Konsul Penjaga Iran menuduh hal ini sebagai “Akal2an Barat dalam Menentang Islam” karena “menghubungkan Islam dengan kekerasan.”

      Juru bicara Pemerintahan Irak bernama Ali al-Dabbagh berkata bahwa “Ucapan Paus menunjukkan dia salah mengerti tentang prinsip2 Islam dan ajaran Islam tentang pemberian maaf, kasih akung, dan pengampunan.”

      Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa komentar Paus “tidak bijaksana dan tidak selayaknya.”

      Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi mengatakan, “Paus tidak boleh memandang enteng kemarahan yang telah diakibatkannya.”

      Parlemen Pakistan Majlis-e-Shoora mengeluarkan pernyataan yang berbunyi, “Pernyataan2 Paus yang merendahkan tentang filosofi jihad dan Nabi Muhammad telah menyakiti hati para Muslim di seluruh dunia dan membahayakan hubungan antar agama.” Juru bicara wanita Kementerian Luar Negeri Pakistan yang bernama Tasnim Aslam berkata, “Siapapun yang mengatakan Islam sebagai tidak bertoleransi menantang terjadinya kekerasan.”

      Ini adalah bukti nyata protes2 dari para pemimpin dunia Islam. Tidak disangkal lagi, pidato Paus menyulut kerusuhan di seluruh dunia – gereja2 dibakar dan dihancurkan di Gaza, Tepi Barat, dan di Basra. Di Mogadishu, seorang biarawati Italia yang telah uzur dan juga pembantunya, dibunuh. Beberapa Muslim bahkan mengajak agar Paus dibunuh.

      Menurut surat kabar Inggris, pemimpin organisasi Muslim Inggris al-Ghurabaa yang bernama Anjem Choudary memimpin demonstrasi unjuk rasa di luar Westminster Abbey. Dia menuntut agar Paus dijatuhi hukum berat. Pemimpin agama Islam dari Somali yang bernama Abubakar Hassan Malin menyatakan bahwa Paus harus ditemukan dan dibunuh “di tempat itu juga.”

      Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdoğan berkata: “Aku yakin Paus harus menarik kembali pernyataannya yang tidak benar dan jahat dan minta maaf kepada dunia Islam dan Muslim… Aku harap dia cepat2 memperbaiki kesalahannya agar tidak menghalangi usaha tukar pikiran antar budaya dan agama.”

      Para Muslim tidak bersikap terbuka akan kritik dan mereka mudah mengancam melakukan kekerasan jika kau menyebut agamanya penuh kekerasan. Pada saat yang sama mereka berkata ingin bertukar pikiran. Tukar pikiran seperti apa yang bisa dilakukan jika mempertanyakan Islam saja sudah bisa mengakibatkan kekerasan dan menyebabkan kematian bagi sang penanya? Jika Islam itu “salah dimengerti, “ seperti yang dikatakan oleh Muslim, bukankah mereka seharusnya mengijinkan orang bertanya jawab dengan mereka untuk menghapus salah pengertian tersebut?

      Banyak ayat2 Qur’an yang memerlukan penjelasan yang jelas. “Bunuh kafir di mana pun kau menemukanya.” (2:191) “Perangi mereka, sampai tidak ada fitnah lagi dan ketaatan adalah semata-mata bagi Allâh saja. (2:193) “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.” (8:55) “Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.” (8:12) “Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis.” (9:28 )

      Bagaimana para Muslim menerangkan ayat2 ini? Bukankah ayat2 ini, dan ayat2 serupa lainnya dalam Qur’an, yang bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan di dalam dunia Islam? Kebanyakan agama, termasuk Kristen, punya sejarah masa lalu yang penuh kekerasan. Tapi Islam adalah satu2nya agama yang mengajarkan tindakan kekerasan dalam buku sucinya. Mengapa? Ini adalah pertanyaan sah yang membutuhkan jawaban.

      Pertanyaan Kaisar Manuel II Paleologus tetap tidak terjawab. Jawaban seperti “Kau telah menyakiti hati kami yang peka, kau harus minta maaf, kau bodoh, kau membuat kami melakukan kekerasan,” dll bukanlah jawaban yang logis. Ini hanyalah jawaban untuk mengelak memberi keterangan yang sebenarnya. Jika kaum Muslim memang ingin bertukar pikiran, mereka harus mampu menjawab pertanyaan2 sulit, terutama tentang perbuatan nabi mereka.

      Dalam pidatonya, sang Paus mengajak masyarakat Barat untuk beriman teguh pada Tuhan berdasarkan pengertian akal sehat. Lalu dia berkata: “Berdasarkan pengertian logos yang agung ini, berdasarkan adanya akal sehat inilah, maka kita mengajak rekan2 kita untuk bertukar pikiran tentang budaya.”

      Bagi kebanyakan Muslim, tukar pikiran (dialog) hanya bisa terjadi satu arah saja (monolog). Yang sebenarnya ingin mereka katakan: kau dengar baik2 apa yang ingin kami katakan padamu dan kau harus setuju. Jika kau mengajukan pertanyaan2 sulit yang tidak bisa kami jawab, kami akan sakit hati dan kau akan menyesal karenanya. Bagaimana bisa terjadi dialog dari dua pendekatan yang saling bertentangan seperti ini?

      Bukankah masuk akal untuk mempertanyakan bahwa jika memang tidak ada pemaksaan untuk memeluk Islam, seperti yang dinyatakan dalam sebuah ayat Qur’an, mengapa lalu begitu banyak ayat lainnya memerintahkan Muslim untuk melakukan jihad? Mengapa begitu banyak ayat2 Qur’an yang tidak bertoleran terhadap kebebasan menganut kepercayaan lain di luar Islam? Mengapa meninggalkan Islam diganjar dengan hukuman mati?

      Ya, memang kita harus tukar pikiran, tapi ini harus merupakan dialog yang berdasarkan pertanyaan2 sah, pertanyaan2 sulit, pertanyaan yang belum pernah dijawab sebelumnya. Kumpul2 untuk saling berpelukan dan bersalaman bukanlah dialog. Menyembunyikan kotoran selama 1400 tahun di bawah karpet tidak akan membawa Muslim dan non-Muslim untuk lebih saling mengerti satu sama lain. Terdapat pertanyaan2 yang mendasar, yang mengganggu tentang Islam dan Muhammad dan semua ini harus dijawab.

      Dialog ini harus dimulai dimulai. Kaum Muslim harus mendengar pertanyaan2 ini. Sudah waktunya mereka menjawabnya. Tingkah laku Muhammad harus diamati dengan cermat dan ajarannya dibongkar. Jika pertanyaan2 ini dibiarkan tidak dijawab, bagaimana kita bisa melakukan dialog? Sebelum pertanyaan2 ini dijawab saja dan dunia benar2 mengerti tentang Islam, maka dunia tidak perlu menerima Islam sebagai agama.

      Peradaban manusia sudah mengalami terlalu banyak perang. Sudah terlalu banyak darah yang dikucurkan dan terjadi pembunuhan2 yang tidak masuk akal. “Para martir yang terlupakan berbaring di dalam peti matinya, dan mereka berkorban nyawa demi agamanya, tapi ternyata agama itu dingin yang mati.” [318] Kita tidak butuh perang2 lain. Kita butuh bicara satu sama lain. Mari kita tinggalkan sejenak sentimental dan fanatik agama, dan mari lakukan dialog yang sebenarnya, dan menjawab pertanyaan2 yang nyata.
      [318] Margaret A Murray in “The Genesis of Religion” (Lahirnya Agama)

      Sudah bisa dibuktikan dengan mudah bahwa Islam sama sekali bukan agama damai, tapi kepercayaan yang mengobarkan perang yang berbahaya. Merupakan tindakan yang salah besar untuk menganggap Islam sebagai salah satu dari banyak agama dan menggolongkan Islam sebagai agama.

      Islam adalah gerakan politik fasisme yang serupa dengan Nazisme yang diciptakan orang sakit jiwa berat. Islam tidak diciptakan untuk menyatukan hati banyak orang tapi untuk memecah belah mereka, untuk menimbulkan kebencian diantara mereka dan untuk menguasai mereka, memaksa setiap orang tunduk di bawahnya. Kalau pun semua orang telah memeluk Islam, perang akan terus berlangsung, karena Muslim akan terus bertempur satu sama lain untuk menentukan mana yang benar2 Islam “sejati.”

      Islam adalah hasil karya orang yang sakit jiwa. Islam diciptakan sebagai alatnya untuk menaklukkan. Islam tidak membawa apapun kecuali penderitaan bagi pemeluknya dan teror (ketakutan) bagi yang tidak menganutnya.

      Islam harus diberatas agar kemanusiaan dapat terus berlangsung. Tiada jalan tengah atau kompromi. Islam tidak dapat diubah bentuknya, tapi bisa dihancurkan. Islam itu kaku keras tapi rapuh.

      Akhirnya, yang bisa menghancurkan Islam adalah kebenaran. Islam tidak berdaya jika dihadapkan pada kebenaran. Yang dibutuhkan untuk menghancurkan doktrin kebencian ini hanyalah kata2. Kata2 kebenaran merupakan ancaman terbesar dalam Islam. Muhammad tahu akan hal ini. Karena itulah dia melarang adanya kritik dan mengeluarkan ancaman mati bagi mereka yang berani menentangnya. Semakin cepat kebenaran menyebar, semakin cepat pula Islam akan lenyap jadi debu dalam sejarah.

      Sekarang kau tahu tentang kebenaran. Selebihnya adalah terserah dirimu sendiri. Tidak pernah terjadi sebelumnya di mana nasib umat manusia tergantung begitu besar pada setiap diri manusia satu per satu. Hari ini, kau dan aku akan mengubah sejarah. Yang harus kita lakukan adalah menyatakan kebenaran. Setelah itu kebenaran akan memerdekakan kita semua.

      Tiada tempat bagi Islam di masa depan umat manusia. Ajaran kebencian ini tidak akan selamat di abad ini dan akan hancur di masa kita masih hidup pula. Islam harus lenyap, karena tidak hanya Islam itu palsu, bodoh, dan tidak masuk akal, tapi karena Islam juga penuh kekerasan, tidak bertoleransi, dan jahat. Kita tidak boleh bersikap toleran terhadap aliran yang tidak bertoleransi. Bagaimana Islam akan berakhir terletak di tangan kita semua – orang2 biasa seperti kau dan aku. Jika kita tidak berbuat apapun, jika kita tidak menentangnya dan membiarkannya, maka Muslim akan mengakibatkan terjadinya Perang Dunia III dan jutaan manusia akan mati karena perang nuklir.

      Komunisme itu jahat, tapi orang2 komunis cinta kehidupan dan karenaya Perang Dingin dapat berakhir tanpa terjadi perang nuklir. Muslim cinta kematian. Hal ini merubah semua hal. Kau mungkin mengira orang yang cinta kematian tentunya orang tidak waras, tapi bagi mereka kematian merupakan bagian iman di alam baka.

      Perang nuklir akan mengakhir Islam, tapi itu terjadi setelah sebagian besar umat manusia atau mungkin seluruh dunia Islam musnah. Jika kita bertindak sekarang dan mulai mengadakan dialog, mempertanyakan Islam dan membantu Muslim untuk melihat kebenaran, maka Islam akan semakin lemah dan Muslim akan merdeka. Muslim adalah korban kebohongan besar Islam. Mereka tidak butuh belah kasihan, tapi bimbingan. Jika dialog gagal terjadi, maka perang tidak dapat dihindari lagi. Jika saja dulu ideologi Nazisme dikalahkan sebelum mencengkeram masyarakat Jerman dan jadi begitu kuat, maka korban jiwa 50 juta manusia dapat dihindari.

      Satu hal yang pasti, hari2 Islam dapat dihitung. Akankah Islam berakhir dengan ledakan hebat, seperti yang dialami Nazisme, setelah jutaan atau milyaran orang mat? Atau akankah Islam mati dengan sendirinya, seperti yang dialami Komunisme, setelah Muslim melihat kebenaran dan meninggalkannya? Jawaban pertanyaan ini tergantung dari sikap kita semua hari ini.

      Alam tidak mengenal yang baik dan yang jahat; alam mengenal kekuatan. Muslim adalah kekuatan militan. Mereka secara aktif mempromosikan agamanya melalui penipuan dan teror. Penipuan dan teror adalah dua strategi jihad, yang wajib dilakukan semua Muslim, sesuai kemampuan masing2. Sebagian Muslim melakukan jihad dalam hidupnya melalui tindakan terorisme dan Muslim yang lain dengan cara mengelabui orang2 untuk menganggap Islam adama damai padahal mereka sendiri tahu bahwa itu tidak benar. Sebagian besar masyarakat dunia bersikap santai, ramah, dan percaya akan kebebasan beragama. Ini mengakibatkan perbedaan kekuatan yang tidak seimbang yang menguntungkan Islam. Karena sikap militan Muslim dan sikap bertoleransi non-Muslim, para Muslim mampu menguasai negara2 yang jauh lebih kuat. Kemenangan ini membuat mereka semakin berani dan sombong. Jika non-Muslim tidak bangkit untuk menghentikan Islam dan mengalahkannya, maka Islam akan menang. Kehancuran umat manusia merupakan kemenangan Islam.

      Kau tidak usah jadi jenius untuk mengetahui bahwa hanya diperlukan sedikit militan nekad untuk menundukkan dan menyandera orang2 sipil tak tahu apa2 dalam jumlah besar. Muhammad berkoar, “Aku telah dimenangkan melalui teror.” [319] dan para Muslim menggunakan teror sebanyak mungkin di seluruh perang2 mereka dan mereka menang perang. Masyarakat non-Muslim dunia tidak sadar dan tidak siap. Inilah yang membuat mereka mudah dikalahkan. Jika kita tidak bangun dan melihat Islam sebagai musuh yang mengancam nyawa dan budaya kita, maka kita akan menghadapi masa2 sulit di masa depan. Waktu sudah tidak banyak tersisa. Jika ideologi Islam tidak segera dikalahkan, kita akan menghadapi masa depan sedemikian mengerikan sehingga kengerian Perang Dunia II hanya tampak seperti permainan anak2 saja.
      [319] Bukhari, 4.52.220.

      Muhammad adalah orang sakit jiwa. Islam adalah hasil ketidakwarasan yang harus segera berakhir. Jika tidak, maka kita harus membayarnya dengan nyawa kita sendiri.

  2. @Admin : Pada akhirnya, SEBENARNYA TIDAK ADA YANG DAPAT DIBANGGAKAN pada karya Ali Sina ini. Ali Sina hanya mempertontonkan kebodohannya. Semua paragrap yang ada di dalam buku Ali Sina hanya mengundang KEMALASAN bagi kaum Muslim untuk lebih jauh membacanya, karena keseluruhan konten bukunya hanya berupa luapan kebencian terhadap Islam. Kalau Ali Sina mempunyai alasan untuk membenci Islam, maka mengapa Ali Sina tidak mempunyai alasan yang sama untuk membenci agama lain?

    JAWAB : HAHAHA.. BACA CUMA PENDAHULAN TOK AJA KOQ BISA MENYIMPULKAN.???.. ayo dong muslim.. kenapa sih takut bgt baca buku itu…

    ayo semua muslim.. saya tantang anda semua untuk berani mengkritisi buku alisina sampai habis.. JIKA MAMPU.. ayo silahkan baca disini sampai habis tuh bukunya

    http://www.buktidansaksi.com/files/Resources/books_free_download/Understanding%20Muhammad%20Psychobiography%20%28Memahami%20Muhammad%20Psikobiografi%29.pdf

    • SKG tugas kamu, utk kopy paste KEBOBROKAN2 islam yg ada di buku alisina itu KESINI …

      biar kita bahas bersama di sini ….

      owche???

      pasti kamu ga berani, KARENA KAMU TOLOL!!!!

    • OH OK

      BAB I
      Siapakah Muhammad?

      Q Ad-Dhuha (9) ayat 3-8
      (3) Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu, (4) dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. (5) Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. (6) Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. (7) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. (8 ) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

      Marilah kita mulai dengan kisah Muhammad. Siapakah dia dan apa yang dipikirkannya? Di bab ini dengan singkat akan dijabarkan kejadian2 penting dalam hidupnya. Islam adalah sama dengan Muhammadisme. Muslim memang bilang mereka tidak menyembah siapapun selain Allah, tapi Allah hanyalah alter ego atau alias lain Muhammad, atau wujud karangannya sendiri. Dalam prakteknya, yang disembah Muslim sebenarnya adalah Muhammad dan memang itulah yang diinginkan Muhammad. Islam adalah aliran kepercayaan yang bersumber dari Muhammad. Kita akan baca kata2nya yang tercantum dalam Qur’an, yang diakuinya sebagai kata2 Tuhan, dan menilai dirinya melalui kacamata sahabat2 dan istri2nya. Kita akan melihat bagaimana dia berubah dari pengkhotbah yang tidak dipedulikan orang2 menjadi pemimpin seluruh Arabia hanya dalam waktu sepuluh tahun, bagaimana dia memecah-belah orang2 agar bisa menguasai mereka, bagaimana dia membangkitkan keinginan memberontak dan benci dan marah orang2 untuk mengobarkan perang terhadap orang lain dan bagaimana dia menggunakan penyerangan2, perkosaan, siksaan, dan pembunuhan untuk membuat takut korban2nya dan menundukkan mereka. Kita akan mempelajari tindakan2 pembunuhan masalnya dan kesukaannya menggunakan tipuan sebagai strategi yang sama yang digunakan para teroris Muslim masa kini. Yang mereka lakukan persis sama seperti yang dilakukan nabi mereka.

      Kelahiran dan Masa Kecil Muhammad

      Di tahun 570 A.D., di Mekah, Arabia, seorang janda muda bernama Amina melahirkan anak laki yang diberi nama olehnya Kotham sesuai tradisi bangsanya. [7] Lima puluh tahun kemudian, ketika anak laki ini hijrah ke Medina, dia akan mengganti namanya dengan nama “Muhammad” (yang terpuji) sebagai nama pujian diri, dan dia terkenal dengan nama itu sampai hari ini. Meskipun Muhammad adalah anak2 Amina satu2nya, tapi Amina menyerahkan dirinya kepada seorang wanita Bedouin untuk dibesarkan di padang pasir kala Muhammad masih berusia 6 bulan.

      Beberapa wanita kaya Arab kadangkala menyewa wanita2 lain untuk menyusui bayi2 mereka. Hal ini memungkinkan wanita kaya itu untuk tidak menyusui dan bisa punya anak lagi dengan cepat. Lebih banyak anak berarti lebih tinggi status sosialnya. Tapi bukan ini yang terjadi pada Amina janda miskin yang hanya punya satu anak untuk diurus. Abdullah, ayah Muhammad, meninggal enam bulan sebelum Muhammad lahir. Juga kebiasaan ini tidak terlalu sering dilakukan. Lihat misalnya Khadijah, istri pertama Muhammad, yang merupakan wanita terkaya di Mekah. Dia punya tiga anak dari perkawina sebelumnya dan tujuh anak dari perkawinannya dengan Muhammad, dan dia merawat mereka semua seorang diri. [8]
      [8] Muhammad punya empat putri dan tiga putra. Semua anak laki meninggal waktu masih kecil. Anak2 perempuan mencapai usia dewasa dan menikah, tapi semuanya meninggal di usia muda. Putrinya yang terkecil meninggalkan dua orang putra. Putri bungsu ini hanya lebih tua enam bulan daripada usia Muhammad saat meninggal.

      Mengapa Amina menyerahkan anak satu2nya untuk dibesarkan orang lain? Hanya ada sedikit keterangan bagi kita untuk mengerti tentang ibu Muhammad dan keputusan yang diambilnya.

      Keterangan menarik yang menunjukkan keadaan psikologi Amina dan hubungannya dengan bayinya adalah Amina tidak menyusui Muhammad. Setelah Muhammad lahir, dia diserahkan kepada Thueiba, yang adalah pelayan paman Muhammad yang bernama Abu Lahab (orang yang sama yang dikutukinya di Sura 111 di Qur’an, sekalian juga dengan istrinya), untuk disusui. Tidak ada keterangan mengapa Amina tidak menyusui anaknya. Yang bisa kita lakukan adalah menduga. Apakah dia mengalami tekanan bathin karena menjanda di usia mudanya? Apakah dia pikir anaknya merupakan halangan baginya untuk menikah lagi?

      Kematian anggot keluarga dapat mengakibatkan perubahan kimia dalam otak yang mengakibatkan tekanan jiwa (depresi). Sebab lain yang mengakibatkan dapat wanita mengalami tekanan jiwa adalah: hidup sendirian, gelisah tentang keadaan janinnya, masalah perkawinan atau keuangan dan usia muda ibu. Amina baru saja kehilangan suaminya, dia hidup sendiri, miskin, dan muda. Berdasarkan keterangan yang ada, dia tampaknya mengalami tekanan jiwa. Hal ini dapat menganggu kemampuan ibu untuk menumbuhkan ikatan bathin dengan bayinya. Juga, tekanan jiwa selama mengandung dapat pula mengakibatkan ibu mengalami tekanan jiwa berikutnya setelah melahirkan bayi (postpartum depression). [9]
      [9] Penelitian2 menunjukkan bahwa bayi2 yang lahir dari ibu yang menderita gejala2 tekanan jiwa sewaktu mengandung dan setelah melahirkan, mengalami peningkatan jumlah cortisol dan norepinephrine, rendah jumlah dopamine, dan lebih tidak simetris EEG kanan depan. Bayi2 dari kelompok penderita depresi sewaktu hamil menujukkan kecenderungan asimetri EED kanan depan dan lebih tinggi jumlah norepinephrine. Data ini menyatakan efek psikologi bayi tergantung lebih banyak pada keadaan jiwa ibu sewaktu mengandung daripada setelah melahirkan tapi juga tergantung dari lamanya depresi. ncbi.nlm.nih.gov

      Beberapa penyelidikan ilmiah menunjukkan bahwa tekanan jiwa yang dialami ibu mengandung dapat berakibat langsung pada janin. Bayi2 yang lahir biasanya menjadi cepat marah dan lamban. Bayi2 ini dapat tumbuh menjadi anak2 balita yang lamban belajar dan tidak bereaksi secara emosional, ditambah masalah kelakuan, misalnya suka melakukan kekerasan. [10]
      [10] http://www.health.harvard.edu/newsweek/Depress … r_0405.htm

      Muhammad tumbuh diantara orang2 asing. Sewaktu dia besar, dia sadar bahwa dirinya bukanlah anggota keluarga yang mengurusnya. Dia semestinya heran mengapa ibunya, yang hanya mengunjunginya dua kali setahun, tidak menginginkannya.

      Halima adalah wanita yang menyusui Muhammad. Enam puluh tahun berikutnya terungkap bahwa awalnya Halimah tidak mau mengurus Muhammad karena dia anak yatim dari janda miskin. Tapi akhirnya Halimah mau mengurus Muhammad karena dia tidak mendapatkan anak dari keluarga kaya, dan keluarganya sendiri sangat butuh uang meskipun sedikit sekalipun. Apakah ini tampak pada cara Halimah mengurus bayi itu? Apakah Muhammad merasa tidak dikasihi di keluarga angkatnya selama tahun2 awal penting yang menentukan sifat seseorang?

      Halima melaporkan bahwa Muhammad adalah anak yang penyendiri. Dia suka hidup dalam dunia khayalannya sendiri dan bercakap-cakap dengan teman2 khayalannya yang tidak bisa dilihat orang lain. Apakah ini reaski dari anak yang tidak dikasihi di dunia nyata sehingga dia menciptakan khayalannya sendiri untuk menghibur dirinya dan merasa dikasihi?

      Kesehatan mental Muhammad mengkhawatirkan ibu asuhnya sehingga dia mengembalikan Muhammad kepada ibunya Amina ketika berusia lima tahun. Karena masih belum punya suami baru, Amina ragu2 untuk menerima kembali anaknya sampai Halima menceritakan padanya kelakuan dan khayalan Muhammad yang aneh. Ibn Ishaq mencatat kata2 Halima:
      Ayahnya (ayah dari anak laki Halima satu2nya) berkata kepadaku, “Aku takut anak ini mengalami serangan jantung, maka bawalah dia kembali ke keluarganya sebelum terjadi akibat buruk”… Dia (ibu Muhammad) menanyakan padaku apa yang terjadi dan terus menggangguku sampai aku menceritakan padanya. Ketika dia bertanya apakah aku takut anaknya (Muhammad) kerasukan setan, maka kujawab iya.; [11]
      [11] Sirat Ibn Ishaq, page 72: Ibn Ishaq (baca Is-haq, nama Arab bagi Isaac) adalah penulis sejarah Muslim, lahir di Medina kira2 85 tahun setelah Hijra (yakni tahun 704, dia meninggal tahun 768). (Hijra adalah pindahnya Muhammad ke Medina dan dimulainya awal penanggalan Arab), Dialah penulis pertama sejarah hidup Muhammad dan peristiwa perang2nya. Kumpulan kisahnya tentang Muhammad disebut “Sirat al-Nabi” (“Kisah Hidup sang Nabi”). Buku ini telah hilang. Akan tetapi, kumpulan tulisan Ibn Ishaq dengan catatan2 dari Ibn Hisham (mati tahun 834) masih tersedia dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Ibn Hisham mengaku sengaja tidak menyertakan beberapa tulisan Ibn Ishaq yang dianggap memalukan kaum Muslim. Beberapa bagian kisah memalukan ini dikutip oleh Tabari (838–923) yang adalah penulis sejarah terkenal dan paling terkemuka dari Persia dan juga penulis tafsir Qur’an.

      Adalah normal bagi anak2 untuk melihat monster di bawah tempat tidur mereka dan bicara dengan orang2 khayalannya. Tapi kasus Muhammad tentunya langka dan mengkhawatirkan. Suami Halima berkata, “Aku takut anak ini mengalami serangan jantung.” Keterangan ini penting. Bertahun-tahun kemudian, Muhammad bicara tentang pengalaman masa kecilnya yang aneh:
      Dua orang berpakaian putih datang padaku dengan baskom emas penuh salju. Mereka memegangku dan membelah tubuku dan mengambil dari dalam tubuhku gumpalan hitam yang lalu mereka buang. Lalu mereka mencuci jantung dan tubuhku dengan salju sampai murni. [12]
      [12] W. Montgomery Watt: terjemahan tulisan biografi Muhammad oleh Ibn Ishaq (hal. 36)

      Sudah jelas bahwa kekotoran pikiran tidak tampak sebagai gumpalan dalam jantung. Meskipun nyatanya anak2 tidak berdosa, dosa sendiri tidak dapat dihilangkan lewat operasi bedah dan salju bukanlah bahan pembersih yang baik. Cerita ini sudah jelas hanyalah khayalan dan halusinasi saja.

      Muhammad sekarang hidup lagi bersama ibunya, tapi ini tidak berlangsung lama. Setahun kemudian Amina meninggal. Muhammad tidak banyak bicara tentang ibunya. Ketika Muhammad menaklukkan Mekah, lima puluh tahun setelah kematian ibunya, dia mengunjungi kuburan ibunya di Abwa yang terletak diantara Mekah dan Medinah.

      Ini adalah kuburan ibuku; Tuhan mengijinkanku untuk melawatnya. Aku ingin berdoa baginya, tapi tidak dikabulkan. Maka aku memanggil ibu untuk mengenangnya dan ingatan lembut tentang dirinya menyelubungiku, dan aku menangis. [13]
      [13] Tabaqat Ibn Sa’d p. 21 . Ibn Sa’d (784-845) adalah ahli sejarah, murid dari al Waqidi. Dia membagi tulisannya dalam delapan bagian, dan menamakannya Tabaqat (kategori2). Yang pertama adalah kisah hidup Muhammad (Vol. 1), lalu perang2nya (Vol. 2), pengikut2nya di Mekah (Vol. 3), pengikut2nya di Medinah (Vol. 4), cucu2nya, Hassan dan Hussein dan tokoh2 Muslim yang utama (Vol. 5), pengikut2 dan sahabat2 Muhammad (Vol. 6), pengikut penting berikutnya (Vol. 7) dan beberapa tokoh Muslimah (Vol. 8 ). Kutipan2 Tabaqat yang digunakan di buku ini diambil dari terjemahan dalam bahasa Persia oleh Dr. Mahmood Mahdavi Damghani. Publisher Entesharat-e Farhang va Andisheh. Tehran, 1382 solar hijra (2003 A.D.).

      Mengapa Tuhan tidak mengabulkan Muhammad berdoa bagi ibunya? Apa yang dilakukan Amina sehingga dia tidak layak untuk dimaafkan? Ini sungguh tidak masuk akal. Sudah jelas Tuhan tidak ada hubungannya dengan hal ini. Muhammad sendirilah yang tidak bisa memaafkan ibunya, bahkan separuh abad setelah dia mati. Dia mungkin mengingatnya sebagai wanita yang dingin dan tidak akung anak, sehingga Muhammad tidak menyukainya dan mengalami luka bathin yang tidak pernah sembuh.

      Muhammad kemudian hidup bersama kakeknya selama dua tahun. Kakeknya yang telah ditinggal mati putranya, sangat memanjakan Muhammad. Ibn Sa’d menulis bahwa Abdul Muttalib sangat memperhatikan Muhammad lebih banyak daripada memperhatikan putra2nya sendiri. [14] Muir dalam Biography of Muhammad menulis: “Anak itu dirawat dengan penuh kasih akung olehnya. Sebuah karpet biasa dibentang di bawah bayang2 Ka’bah, dan di situ orang tua (kakek Muhammad) itu berbaring terlindung dari terik matahari. Di sekitar karpet, dengan jarak yang tidak jauh, duduklah putra2nya. Muhammad kecil berlari mendekat pada kakeknya dan mengambil karpet tersebut. Putra2nya hendak mengusirnya pergi, tapi Abdul Muttalib mencegahnya dan berkata: “Jangan larang putra kecilku.” Dia lalu mengelus punggungnya karena merasa girang melihat tingkah lakunya yang kekanakan. Anak laki ini masih diurus ibu asuhnya yang bernama Baraka, tapi Muhammad selalu lari darinya dan pergi ke tempat tinggal kakeknya, bahkan jika dia sedang sendirian dan tidur. [15]
      [14] Tabaqat Volume 1, page 107
      [15] The Life of Muhammad by Sir. William Muir Volume II Ch. 1. P. XXVIII

      Muhammad ingat perlakuan penuh kasih akung yang diterimanya dari Abdul Muttalib. Sambil tak lupa membumbui dengan khayalannya sendiri, dia di kemudian hari berkisah bahwa kakeknya biasa berkata, “Biarkan dia karena dia punya nasib yang hebat, dan akan menjadi pewaris kerajaan;” dan berkata pada Baraka, “Awas, jangan sampai dia jatuh ke tangan orang2 Yahudi dan Kristen, karena mereka mencarinya dan akan melukainya!” [16] Akan tetapi, tiada seorang pun yang ingat perkataan ini karena sebenarnya paman2nya tidak percaya perkataannya, kecuali Hamza yang berusia sepantar dengan Muhammad. Abbas juga di kemudian hari bergabung dengan Muhammad, tapi itu terjadi setelah bintang Muhammad bersinar dan dia dan pasukannya berada di depan Mekah untuk siap menyerang.
      [16] Katib al Waqidi, p. 22

      Nasib sekali lagi tidak berpihak pada Muhammad. Hanya dua tahun setelah dia hidup bersama kakeknya, sang kakek meninggal dunia di usia delapan puluh dua tahun dan Muhammad lalu diasuh oleh pamannya Abu Talib.

      Muhammad merasa sedih karena kehilangan kakek yang mengasihinya. Ketika dia berada di penguburan jenazah di Hajun, dia menangis. Bertahun-tahun kemudian dia masih mengenang kakeknya.

      Abu Talib mengasuh Muhammad dengan penuh kasih pula. “Kasih akungnya pada Muhammad sama besarnya seperti kasih akung Abdul Muttalib padanya,” tulis Muir. “Dia mengijinkannya tidur di atas ranjangnya, makan di sisinya, dan pergi bersamanya ke luar negeri. Dia terus memperlakukan Muhammad dengan lembut sampai Muhammad dewasa.”[17] Ibn Sa’d mengutip Waqidi yang mengisahkan bahwa Abu Talib, meskipun tidak kaya, mengasuh Muhammad dan mencintainya lebih dari anak sendiri.
      [17] Tabaqat Vol I., hal. 108

      Karena kehilangan orang2 yang dikasihinya secara berturut-turut di masa kecilnya, Muhammad takut ditinggalkan dan kejadian ini tentunya berdampak emosi kuat. Hal ini tampak jelas dalam kejadian di waktu dia berusia 12 tahun. Suatu hari, Abu Talib hendak pergi ke Syria untuk berdagang. Dia tidak membawa Muhammad pergi. “Tapi ketika kafilah sudah siap berangkat, dan Abu Talib siap menaiki untanya, keponakannya yang tidak mau ditinggal lama memeluknya erat2. Abu Talib terharu dan membawa dia pergi bersamanya.”[18] Eratnya hubungan Muhammad dan pamannya menunjukkan Muhammad selalu takut kehilangan orang2 yang dikasihinya.
      [18] The Life of Muhammad by Sir. William Muir Vol. II Ch. 1. P. XXXIII

      Meskipun Abu Talib merawatnya dengan penuh kasih dan terus membela Muhammad sampai ajal, mengasihinya lebih dari anak sendiri, pada akhirnya Muhammad terbukti sebagai keponakan yang tak tahu terima kasih. Ketika pamannya hampir ajal di ranjang, Muhammad menengoknya. Semua putra2 Abu Muttalib juga ada di situ. Abu Talib selalu memikirkan kebaikan bagi Muhammad dan dia meminta dengan tulus pada saudara2 lakinya untuk melindungi Muhammad yang sekarang berusia 53 tahun. Mereka berjanji untuk melakukannya, termasuk Abu Lahab, yang dikutuki Muhammad dalam Qur’an. Setelah itu Muhammad meminta pamannya masuk Islam.
      (readmarkcont).
      Muhammad sadar bahwa pengikut2nya adalah orang2 lemah dari kalangan rendah. Untuk mendongkrak keberadaannya, dia butuh orang berpengaruh masuk Islam. Ibn Ishaq menulis: “Ketika orang2 datang di perayaan2, atau ketika sang Rasul mendengar ada orang penting yang hendak berkunjung ke Mekah, dia akan mendatangi orang itu dan menyampaikan pesannya.”[19] Tulisan sejarah juga mengisahkan pada kita bahwa Muhammad sangat girang luar biasa ketika Abu Bakr dan Omar menjadi pengikutnya. Jika Abu Talib bersedia masuk Islam, maka Muhammad akan tampak lebih terhormat diantara para pamannya dan masyarakat Quraish. Suku Qurasih adalah suku Arab yang tinggal di Mekah dan penjaga bangunan Ka’abah. Muhammad sangat butuh pengakuan kebenaran agamanya dari Abu Talib. Akan tetapi sang paman tersenyum dan berkata bahwa dia lebih memilih mati dengan agama kakek moyangnya. Maka punahlah harapan Muhammad. Dia lalu meninggalkan ruangan sambil berkata: “Aku ingin berdoa baginya, tapi Allâh melarangku.”
      [19] Sirat, Ibn Ishaq page. 195

      Sukar dipercaya bahwa Allah melarang nabinya meminta ampun bagi orang yang membesarkannya, melindunginya sampai ajal, dan berkorban begitu banyak baginya. Kalau memang Tuhan berbuat demikian, hal ini akan menurunkan derajat Tuhan sedemikian rupa sehingga tak layak disembah. Pengorbanan Abu Talib dan keluarganya demi kepentingan Muhammad sangatlah banyak. Meskipun tidak percaya akan Islam, Abu Talib berdiri bagaikan batu tegar menghadapi seluruh rakyat Quraish untuk membela Muhammad dari segala ancaman yang ada dan selama 38 tahun dia terus menjadi pendukung Muhammad tanpa henti. Meskipun begitu, Muhammad bukanlah keponakan yang tahu balas budi. Ketika Abu Talib tidak mau masuk Islam, Muhammad merasa begitu ditolak sehingga dia tidak mau mendoakan pamannya yang hampir ajal.

      Tidak banyak yang terjadi di masa muda Muhammad dan tidak ada hal yang dianggap penting dicatat oleh penulis kisah hidupnya. Dia dikabarkan adalah orang yang pemalu, pendiam dan tidak terlalu suka berhubungan sosial. Meskipun diakung dan dimanja pamannya, Muhammad tetap peka dengan statusnya sebagai anak yatim piatu. Kenangan masa kecil yang sepi dan tanpa kasih terus menghantui sepanjang hidupnya.

      Tahun2 berlalu. Muhammad tetap saja suka menyendiri dan lebih memilih hidup di dunianya sendiri, bahkan jauh dari orang2 yang dikenalnya. Bukhari [20] menulis bahwa Muhammad “lebih pemalu daripada perawan wanita bercadar.”[21] Dia tetap saja begitu seumur hidupnya, tidak percaya diri dan pemalu. Dia berusaha mengatasinya dengan membesarkan, menyombongkan dan memuja-muja diri sendiri.
      [20] Abu Abdullah Muhammad Bukhari (c. 810-870) adalah seorang pengumpul hadis atau sunnah, (kumpulan perkataan dan perbuatan Muhammad). Buku kumpulan hadisnya dianggap paling terkemuka. Dia menghabiskan waktu enambelas tahun untuk mengumpulkannya, dan berhasil mendapat 2.602 hadis (9.082 hadis yang diulang isinya oleh sumber pencerita lain). Persyaratan yang ditetapkannya untuk menentukan keaslian hadis sangat ketat dan karenanya kumpulan hadisnya disebut Sahih (tepat, benar). Ada dua ilmuwan Islam lainnya yakni Abul Husain Muslim dan Abu Dawood yang bekerja dengan cara sama seperti Bukhari dalam mengumpulkan hadis. Sahih Bukhari, Sahih Muslim and Sunnan Abu Dawood diakui oleh masyarakat Muslim pada umumnya, terutama Muslmi Sunni, sebagai literatur tambahan bagi Qur’an.
      [21] Bukhari: Volume 4, Book 56, Number 762:

      Muhammad tidak melakukan pekerjaan apapun yang penting. Saat2 tertentu dia menggembalakan kambing, dan ini sebenarnya adalah pekerjaan kaum perempuan dan dianggap bukan kerjaan lelaki oleh orang2 Arab. Bayarannya rendah dan dia bergantung pada kemurahan hati pamannya.

    • BAB II Profil Pribadi Muhammad Terdapat puluhan ribu kisah2/riwayat2 pendek tentang Muhammad. Kebanyakan adalah karangan/dibuat-buat, sebagian lainnya lemah dan diragukan kesahihannya, tapi sisanya dipercaya sebagai Hadits (tradisi/kisah/riwayat dari mulut kemulut) yang Sahih (otentik, benar). Dengan membaca Hadits Sahih ini, sebuah gambaran konsisten yang jelas dari Muhammad muncul dan dimungkinkan utk membuat evaluasi yang kurang lebih tepat mengenai karakternya dan keadaan psikologinya. Gambar yang muncul adalah gambaran seorang Narsisis. Dalam bab ini aku akan mengutip sumber2 berwenang dalam hal narsisisme dan kemudian akan mencoba menunjukkan bagaimana Muhammad cocok sekali dengan profil tersebut. Para akademisi dan ilmuwan yang melakukan riset dalam hal ini telah dibatasi karena para muslim tidak mau dan tidak akan mengijinkan penyelidikan objektif kedalam Quran atau kehidupan Muhammad. Tapi, apa yang ditulis mengenai dia tidak hanya konsisten dengan definisi narsisisme, tapi juga bisa dilihat dalam banyak tindakan2 aneh yang mirip, yang dilakukan oleh para muslim itu sendiri seluruh dunia. Dg demikian, penyakit kepribadian/jiwa dari satu orang telah ditularkan seperti sebuah warisan kepada para pengikutnya, dimana sakit kejiwaan dari satu orang, yang luarbiasa dalam hal keasyikan-terhadap-dirinya-sendiri, telah menyebar dan menulari jutaan para pengikutnya, membuat mereka bertindak sama berbahaya, irasional dan asyik-sendiri. Adalah melalui pengertian dari psikologi Muhammad, kekejamannya dan etika situasionalnya yang begitu penting bagi karakternya inilah, kita mulai utk mengerti kenapa para muslim begitu tidak toleran, begitu suka kekerasan dan begitu paranoid. Kenapa mereka melihat diri sendiri sebagai korban2 ketika mereka sendirilah yang menjadi penyerang dan penyebab adanya korban! Apakah Narsisisme? The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM/Buku petunjuk Statistik dan Diagnosa dari Penyakit Jiwa) memberi definisi dari narcissistic personality disorder (NPD/Penyakit kepribadian Narsisistik) sebagai “sebuah pola penyebaran perasaan hebat (dalam khayalan atau tingkah laku), kebutuhan utk dikagumi atau dipuja-puja dan kurangnya empati, biasanya dimulai dari awal masa dewasa dan ada dalam konteks bermacam2.” (reference 80, p. 61) Terjemahan bebasnya, seorang narsisistik adalah ciri khas seseorang yang secara obsesif mencari-cari kepuasan, dominasi dan ambisi diri secara berlebihan. Mereka cenderung melebih-lebihkan kemampuan, bakat dan prestasi2 mereka. Seorang narsisis adalah seorang pembohong yang alami dan patologis. Mereka akan memandangmu tajam2, bersumpah dalam nama tuhan dan tetap mengucapkan kebohongan terbesar yang pernah kau dengar. Mereka akan bersumpah bahwa mereka tidak pernah berbohong, padahal mereka memang sudah merencanakan hal yang, kata mereka, tidak akan pernah mereka lakukan itu. Edisi ketiga dan keempat dari Diagnostic and Statistic Manual (DSM) tahun 1980 dan 1994 dan European ICD-10 menjelaskan NPD dalam bahasa yang identik: ‘Sebuah pola penyebaran perasaan hebat (dalam khayalan atau tingkah laku), kebutuhan utk dikagumi atau dipuja-puja dan kurangnya empati, biasanya dimulai dari awal masa dewasa dan ada dalam konteks bermacam2. Lima (atau lebih) kriteria berikut harus ada: 1. Merasa hebat dan penting (misal, membesar-besarkan prestasi dan bakat hingga terdengar mustahil/bohong, menuntut dikenali sebagai seorang yang superior/lebih tinggi meski tanpa prestasi yang pantas). 2. Terobsesi oleh fantasi2 sukses yang tidak ada batasnya, ketenaran, kekuatan menakutkan atau maha, kepintaran yang tak ada tandingannya (narsisis cerebral), keindahan tubuh atau kemampuan seks (narsisis somatic) atau cinta/birahi yang menuntuk taklukan, kekal dan ideal. 3. Benar2 merasa yakin bahwa dia itu unik dan spesial, hanya dapat dimengerti oleh, hanya mesti diperlakukan dengan, atau dihubung-hubungkan dengan, orang (atau institusi) lain yang juga special, unik atau punya status tinggi. 4. Membutuhkan utk dikagumi dengan berlebihan, dipuja-puja, diperhatikan dan diiyakan, jika tidak, ia berharap utk ditakuti dan dikenal karena kejahatannya (narsisis supply). 5. Merasa berhak. Mengharap utk diprioritaskan dalam hal perlakuan baik dan spesial atau tidak masuk akal. Menuntut dipenuhi secara otomatis dan benar-benar sesuai dengan harapannya. 6. Sangat memanfaatkan hubungan antar manusia, yakni, memperalat orang lain utk mencapai tujuan2nya. 7. Tidak punya empati. Tak mampu atau tak rela utk mengenali atau mengakui perasaan2 dan kebutuhan2 orang lain. 8. Terus menerus cemburu terhadap orang lain atau percaya bahwa orang lain mempunyai perasaan cemburu yang sama terhadapnya. 9. Sangat arogan, kelakuan atau sikap sombongnya digabung dengan kemurkaan jika merasa frustasi, ditentang atau dilawan’ [1] [1] Bahasa dalam kriteria diatas didasarkan atau dirangkum dari: American Psychiatric Association. (1994). Diagnostic and statistical manual of mental disorders, fourth edition (DSM IV). Washington, DC: American Psychiatric Association. Sam Vaknin. (1999). Malignant Self Love – Narcissism Revisited, first edition. Prague and Skopje: Narcissus Publication. (“Malignant Self Love – Narcissism Revisited” http://www.geocities.com/vaksam/faq1.html ) Semua ciri ini ada dalam diri Muhammad. Selain menganggap diri sbg utusan Tuhan dan Nabi terakhir, (Q.33:40) Muhammad menganggap dirinya sebagai Khayru-l-Khalq “Ciptaan paling baik,” “Suri Tauladan,” (Q.33:21) dan secara tegas dan mutlak mengisyaratkan sebagai “lebih tinggi beberapa derajat dibanding nabi2 lain.” (Q.2:253) Dia mengklaim sebagai “nabi yang paling disukai,” (Q.17:55) dikirim sebagai “rahmat bagi semesta alam,” (Q.21:107) diangkat “ketempat yang terpuji,” (Q.17:79). Sebuah posisi yang menurutnya, tak seorangpun kecuali dia yang mendapatkannya dan itu adalah menjadi perantara/intersesi disebelah kanan Tuhan yang Maha Kuasa disebelah singgasanaNya. Dengan kata lain, dia akan menjadi orang yang memberi nasihat pada Tuhan siapa yang harus dikirim ke Neraka dan siapa yang dimasukkan ke Surga. Ini baru sedikit saja dari klaim2 yang dinyatakan Muhammad, sang megalomaniak, tentang posisi tingginya, seperti yang dilaporkan dalam Quran. Berikut ini adalah dua ayat yang mengungkapkan dengan jelas rasa ‘penting’ dan ‘kebesaran’ Muhammad. “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.33.56). “Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkanNya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (Q 48.9) Ia begitu terkesan dengan dirinya sendiri, hingga dia taruh kalimat berikut ini kedalam mulut Allah, mahluk bonekanya: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” (Q 68.4) dan “untuk jadi cahaya yang menerangi.” (Q 33.46). Ibn Sa’d melaporkan Muhammad berkata: “Diantara semua bangsa didunia Tuhan memilih bangsa Arab. Dari antara bangsa Arab Dia memilih Kinana. Dari Kinana dia memilih Suku Quraish (sukunya Muhammad). Dari suku Quraish Dia memilih Bani Hashim (klannya). Dan dari Bani Hashim Dia memilih Aku.” [2] [2] Tabaqat V. 1 p. 2 Yang berikut adalah beberapa klaim dari Muhammad yang dia katakan sendiri dalam Hadits. • Hal pertama yang dibuat Allah Maha Kuasa adalah jiwaku. • Pertama dari segala hal, Allah menciptakan jiwaku. • Aku dari Allah, dan orang2 percaya adalah dariku. [3] • Seperti Allah menciptakanku agung, dia juga memberiku karakter Agung. • Kalau bukan karena kau, [Ya Muhammad] Aku tidak akan menciptakan jagat raya. [4] [3] http://www.muhammadanreality.com/creati … eality.htm [4] Tabaqat V. 1, p. 364 Bandingkan itu dengan perkataan Yesus, yang ketika seseorang memanggilnya “guru yang baik,” dia keberatan dan berkata, “Kenapa kau panggil aku baik? Tak ada seorangpun yang baik – kecuali Tuhan saja.” [5] Hanya seorang narsisis patologis yang bisa begitu terpisah dari kenyataan hingga mengaku jagat raya diciptakan bagi dia seorang saja. Bagi orang biasa, seorang narsisis mungkin kelihatan begitu percaya diri dan terampil. Kenyataannya dia menderita inferiority complex/rasa kurang percaya diri yang sangat besar dan butuh suplai pujian, pujaan dan haus utk dimuliakan orang lain. [5] Mark 10:18 Dr. Sam Vaknin adalah penulis Malignant Self-Love (Cinta Diri Sendiri yang membahayakan). Dia sendiri mengaku sebagai seorang narsisis dan oleh karena itu dapat dianggap sbg tokoh yang memiliki kredibiltas atas subjeknya. Vaknin menjelaskan: Setiap orang adalah seorang narsisis, sampai tahap tertentu. Narsisisme adalah sebuah fenomena sehat. Hal itu membantu perjuangan hidup. Perbedaan antara narsisisme patologis dan narsisime sehat adalah, tentu saja, dalam kadarnya. Narsisisme Patologis… dicirikan dengan sangat kurangnya rasa empati. Orang narsisis menganggap dan memperlakukan orang lain sebagai objek utk dieksploitasi. Dia gunakan mereka utk mendapatkan suplai narsisistiknya. Dia percaya bahwa dia berhak utk diperlakukan dengan spesial karena dia memiliki banyak khayalan agung tentang dirinya. Orang narsisis TIDAK sadar diri. Kesadaran/pengertiannya dan emosinya menyimpang … Orang narsisis membohongi diri sendiri dan orang lain, memproyeksikan ‘ketidak tersentuhan’ (untouchability), kekebalan emosional dan perasaan tak terkalahkan … Bagi seorang narsisis segala hal lebih besar daripada kehidupan itu sendiri. Jika dia bersikap sopan, maka dia melebih2kannya. Janji-janjinya sangat aneh, kritikannya mengandung kekerasan dan tak menyenangkan, kemurahan hati sama sekali tidak ada… Orang narsisis adalah ahli menyamar/menyembunyikan sesuatu. Dia seorang yang memikat hati, aktor berbakat, pesulap dan seorang sutradara baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya. Sangat sulit sekali utk membuka kedoknya pada pertemuan pertama. Aliran Pemujaan dari Seorang Narsisis Seorang narsisis membutuhkan pengagum. Dia menarik lingkaran khayal disekeliling dirinya, dimana dia menjadi pusatnya. Dia kumpulkan para fans dan pengikutnya kedalam lingkaran tersebut, menghadiahi mereka dan mendorong mereka utk menjadi seorang penjilat terhadap dirinya. Mereka yang jatuh keluar lingkaran, dia anggap sebagai musuhnya. Vaknin menjelaskan: Seorang Narsisis adalah guru/pemimpin spiritual pada pusat sebuah pemujaan (cult). Seperti guru2 lainnya, dia menuntut kepatuhan total dari jemaahnya: istrinya, anaknya, anggota keluarga lainnya, teman2 dan kolega2. Dia merasa berhak utk dipuja dan diperlakukan spesial oleh para pengikutnya. Dia menghukum orang yang tidak patuh dan domba2 yang tersesat. Dia paksakan disiplin, ketaatan pada ajaran2nya dan tujuan2nya. Semakin kurang prestasi yang dia capai dalam kenyataan – semakin keras penguasaannya dan semakin meresap pencucian otaknya. Kontrol dari orang2 narsisis didasarkan pada kemenduaan, pendirian yang tidak dapat ditebak, ketidakjelasan dan penyalah gunaan situasi. [7] Tingkahnya yang berubah-ubah secara eksklusif mendefinisikan benar lawan salah, yang diinginkan dan yang tidak diinginkan, apa yang harus dicapai dan apa yang harus dihindarkan. Dia sendiri menetapkan apa yang benar dan kewajiban2 dari para pengikutnya dan mengubah-ubah mereka semau dia. [7] Penyalah gunaan situasi itu tersamarkan, tidak kentara, perlakuan tidak wajar yang kadang tidak terperhatikan oleh korbannya sendiri, hingga keadaan sudah terlambat. Penyalahgunaan situasi menembus dan meresap kedalam segala hal – tapi sulit utk dikenali dan ditunjuk. Perlakuan ini berlaku mendua, mempengaruhi kondisi dan tersebar. Karenanya ia punya efek yang busuk dan merusak. Sejauh ini, perlakuan ini adalah yang paling berbahaya dalam hal penganiayaan yang ada. Ini adalah akibat dari ketakutan – takut kekerasan, takut akan hal yang tidak diketahui, takut akan hal2 yang tidak bisa diperkirakan, yang tak terduga dan sewenang-wenang. Ini dilakukan dengan melakukan petunjuk2 samar, dengan menyesatkan, dengan bohong yang terus menerus – dan tidak perlu, dengan meragukan dan penghinaan yang gigih, dan dengan mengilhami suasana yang penuh kesuraman dan malapetaka (“gaslighting”). Orang narsisis adalah seorang manajer mikro. Dia memaksa utk mengatur semua rincian yang detil dan segala tindak-tanduk. Dia menghukum dengan kejam dan menganiaya mereka yang menahan informasi dan mereka yang gagal utk memenuhi harapan dan tujuannya. Orang narsisis tidak menghormati batas2 dan privasi dari para pengikutnya yang terpaksa. Dia mengabaikan harapan2 mereka dan memperlakukan mereka sebagai objek atau alat utk kepuasan diri. Dia berusaha utk mengontrol baik situasi maupun orang2nya secara paksa. Dia dengan keras tidak menyetujui otonomi dan kemandirian orang lain. Bahkan aktivitas yang tidak berbahaya, seperti bertemu teman atau mengunjungi keluarga perlu mendapat ijinnya dulu. Pelahan, dia mengisolasi mereka yang dekat dengannya sampai mereka sepenuhnya tergantung pada dia secara emosional, seksual, finansial dan sosial. “Dia berlaku dalam sebuah cara seakan menjadi pelindung dan sekaligus merendahkan dan sering mengkritik. Dia berpindah-pindah dari menekankan kesalahan2 detil (merendahkan) dan melebih-lebihkan bakat2, perlakuan2 dan kemampuan2 dari anggota cultnya. Dia tidak realistis dalam pengharapan2nya, lalu mengabsahkan penganiayaan setelahnya. [8] [8] http://samvak.tripod.com/journal79.html Muhammad menciptakan sebuah kebohongan besar yang oleh para pengikutnya dipercaya sebagai kebenaran yang mutlak. Bahayanya adalah bahwa mereka, seperti juga orang2 yang percaya pada kebohongan Hitler, adalah para pengikut yang ikut secara sukarela. Dalam bab sebelumnya, dimana kita baca pengenalan pada Muhammad, kita lihat bagaimana diapisahkan para pengikutnya dari keluarga2 mereka dan tahap kontrol yang dia paksakan pada kehidupan pribadi mereka. Situasi ini tidak berubah banyak setelah 1400 tahun juga. Aku telah menerima banyak kisah2 menyedihkan dari orang tua yang bilang anak mereka masuk islam dan sekarang dikelilingi oleh muslim yang membujuk mereka agar jangan mengunjungi orang tua mereka. Pesan/Alasan sang Narsisis Orang narsisis tahu bahwa mengiklankan dirinya secara langsung akan terlihat sebagai hal yang menjijikan dan akan ditolak. Makanya, dia menyajikan diri sebagai orang sederhana, sebagai orang yang tidak mau menonjolkan diri, orang yang melayani Tuhan, kemanusiaan dsb. Dibelakang semua kedok ini tersimpan sebuah tipu daya yang jelas. Orang narsisis ‘memberkati’ para pengikutnya dgn sebuah ALASAN/PESAN, yang begitu besarnya, begitu agung hingga tanpa itu mereka tidak berarti apa-apa. Melalui muslihat dan manipulasi, pesan ini menjadi lebih penting daripada nyawa orang2 yang percaya. Begitu mereka kena cuci otak, mereka rela mati dan tentu saja, rela membunuh utk itu. Orang narsisis mendorong pengorbanan – semakin banyak, semakin baik. Lalu dia munculkan dirinya sebagai poros dari pesan itu. Pesan2 ini berputar2 disekeliling dia. Hanya dialah yang bisa memungkinkan segala2nya dan yang akan memimpin para pengikutnya ke Tanah Perjanjian. Pesan kolosal ini tidak dapat hidup tanpa si narsisis. Dia, dg demikian menjadi orang yang paling penting sedunia. Begitulah cara seorang pemimpin cult (aliran kepercayaan sesat) yang narsisis memanipulasi para pengikutnya. Pesan itu hanya sebuah alat utk tujuan akhir mereka. Bisa apa saja. Bagi Jim Jones, orang yang mengajak 911 orang melakukan bunuh diri masal di Guyana, ‘keadilan sosial’ adalah pesannya, dan dia adalah sang messiah pesan itu. Hitler memilih sosialisme-nasional sebagai pesannya. Dia tidak secara terbuka memuji-muji diri sendiri, tapi malah memakai pesan Arianisme dan superioritas bangsa Jerman. Dia, tentu saja, adalah seorang pengilham yang tidak tergantikan dan fuehrer bagi pesan itu. Bagi Stalin pesannya adalah komunisme. Siapapun yang tidak setuju dengannya sama dengan menentang proletariatisme dan harus dibunuh. Muhammad tidak meminta para pengikutnya utk memuja dia. Malah dia mengklaim sbg ‘hanya utusan saja.” Sebagai gantinya dia menuntut kepatuhan & dengan tangkasnya meminta para pengikutnya utk taat pada “Allah dan UtusanNya.” Dalam sebuah ayat Quran, dia taruh perkataan berikut dalam mulut Allahnya: “Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman” (Q 8.1) Karena Allah tidak perlu barang2 curian dari sekelompok orang Arab, semua harta rampasan perang itu secara otomatis harus masuk kepada wakilnya, sang utusan. Karena tidak ada seorangpun yang bisa melihat atau mendengar Allah, semua kepatuhan adalah kepada Muhammad. Dialah yang harus ditakuti karena hanya dia satu-satunya perantara dari Tuhan yang paling ditakuti ini yang berkali2 diperingatkannya pada orang2nya. Allah sangat perlu bagi Muhammad utk mendominasi. Tanpa percaya pada Allah, maukah para pengikutnya yang dungu mengorbankan nyawa mereka, membunuh orang, termasuk keluarga mereka sendiri, menjarah orang, dan memberikan semuanya pada dia? Allah khayalannya ini adalah alat dominasi bagi Muhammad. Allah adalah pribadi lain dari Muhammad sendiri, sebuah alat yang nyaman. Ironisnya, Muhammad berkhotbah tentang larangan mempersekutukan Allah, padahal kenyataannya, dia bersekutu dengan Allah dalam cara yang membuat mereka secara logika dan praktek tidak bisa dipisahkan. Orang narsisis perlu sebuah alasan utk mengekang pengikut2 mereka. Orang Jerman tidak berperang bagi Hitler. Mereka melakukannya karena alasan yang dijejali Hitler pada mereka. Dr. Sam Vaknin menulis: “Orang narsisis memakai apa saja yang bisa mereka ambil dalam usaha mendapatkan suplai narsisistik mereka. Jika Tuhan, kepercayaan, gereja, iman, dan agama yang resmi dapat memberi mereka suplai narsisis ini, mereka akan menjadi taat. Mereka akan meninggalkan agama jika hal itu tidak memberi mereka suplai ini.” [9] [9] healthyplace.com/Communities/Personality_Disorders/Site/Transcripts/narcissism.htm Islam adalah sebuah alat utk mendominasi. Setelah Muhammad, orang2 lain memakai cult (aliran kepercayaan sesat)-nya utk tujuan yang persis sama. Para muslim menjadi boneka ditangan para pemimpin mereka yang menyebut2 nama islam. Mirza Malkam Khan, (1831-1908) pria Armenia yang masuk islam dan bersama dengan Jamaleddin Afghani meluncurkan ide sebuah “Islamic Renaissance” (An-Nahda/Kebangunan kembali islam), punya sebuah slogan sinis yang tak ada tandingannya: “Katakan pada para muslim apa saja yang berasal dari Quran, dan mereka akan bersedia mati bagimu.” Orang Narsisis Ingin Meninggalkan Warisan Menjelang matinya, Muhammad meminta para pengikutnya agar jangan diam saja, dan memaksa mereka terus mendesak dan meneruskan jihad utk menaklukan. Genghis Khan memberikan perintah yang sama pada anaknya ketika menjelang kematian. Dia bilang dia ingin menaklukan dunia, tapi karena dia tidak bisa melakukannya lagi, merekalah yang harus memenuhi mimpinya. Orang mongol saat itu, seperti para muslim, adalah para penteror. Bagi orang narsisis, yang penting adalah menang. Mereka tidak punya hati nurani. Bagi mereka, nyawa manusia itu murah. Ditahun 1940, Hitler diumur 51 th, menyadari adanya tremor ditangan kirinya. Dia biasa menyembunyikannya dengan memasukan tangan kiri kesaku bajunya, dengan memegang benda, atau dengan mengepalkan tangan kiri ketangan kanannya. Ketika penyakit itu bertambah parah, dia menjauh dari khalayak ramai. Dia sadar kematiannya sudah dekat. Dia menjadi makin tegas, melancarkan serangan2nya dengan pengertian baru yang seakan diburu waktu, tahu bahwa dia berpacu dengan waktu. Orang narsisis selalu ingin meninggalkan warisan. Salah sekali jika berpikir islam sebagai sebuah agama. Aspek spiritual atau religius dari Islam diciptakan belakangan oleh filsuf2 muslim dan mistik2 yang memberi tafsir esoterik pada perkataan2 yang dangkal dari Muhammad. Para pengikutnya membentuk agama sesuai dengan keinginan mereka, dan seiring berlalunya waktu, tafsir2 itu mewarisi segel antik dan dg demikian juga kredibilitas. Jika islam adalah sebuah agama, maka begitu juga dengan nazisme, komunisme, satanisme, Heaven’s Gate, People’s Temple, Branch Davidian, dll. Jika kita memikirkan agama sebagai sebuah filosofi kehidupan utk mengajarkan, utk mengeluarkan potensi manusia, utk mengangkat jiwa, utk merangsang secara spiritual, utk menyatukan hati dan mencerahkan umat manusia, maka islam pastinya gagal uji2 tsb sepenuhnya, dan dengan demikian Islam adalah, memakai ukuran ini, tidak seharusnya, tidak bisa dianggap sebagai sebuah agama. Orang Narsisis ingin jadi Tuhan Bagi orang narsisis, yang paling penting adalah kekuasaan. Dia ingin dihormati, dikenal, dan tidak diabaikan. Orang narsisis adalah orang yang kesepian, tidak merasa aman dan merasa malu. Hasrat terbesar mereka adalah utk memuaskan kebutuhan mereka akan rasa hormat dan perhatian yang mereka terima sebagai penyampai dari pesan2 yang mulia. Pesannya itu sendiri tidaklah penting. Pesan itu hanya alasan saja. Orang narsisis menciptakan tuhan2 khayalan dan pesan2 palsu yang menempatkan diri mereka sendiri sebagai wakil resmi dari pesan2 tsb. Semakin mereka mengagungkan tuhan palsu mereka, semakin besar kekuasaan yang mereka dapatkan bagi mereka. Allah bagi Muhammad adalah sebuah alat yang nyaman utk memanipulasi orang. Melalui dia, dia bisa mendapat wewenang tak terbatas terhadap para pengikutnya. Dia menjadi tuan atas nyawa mereka. Hanya ada satu tuhan, maha kuasa, ditakuti, juga murah hati dan pengampun, dan dia, Muhammad, adalah satu-satunya yang menjadi penghubung antara Dia dan manusia. Ini membuat Muhammad menjadi wakil Allah. Meski kepatuhan seharusnya untuk Allah turun kepada dia, dalam kenyataannya, selalu Muhammad dan setiap tingkahnyalah yang berharap utk dipuaskan oleh para pengikutnya. Dr. Vaknin menjelaskan: Menjadi Tuhan adalah yang paling diinginkan oleh seorang Narsisis: maha kuasa, maha tahu, ada dimana-mana, dipuja, dibicarakan, dan membangkitkan rasa hormat. Menjadi Tuhan adalah mimpi basahnya orang narsisis, khayalan terhebatnya. Tapi Tuhan berguna dalam banyak hal juga. Narsisis berubah2, mengidealkan dan meremehkan figur otoritas. Dalam fase idealisasi, dia berusaha menyamai mereka, dia mengagumi mereka, meniru mereka (sering secara menggelikan), dan membela mereka. Mereka tidak bisa salah atau boleh salah. Orang narsisis menganggap mereka lebih besar dari hidup itu sendiri, sempurna, lengkap dan brilian. Tapi ketika harapan2 sang narsisis yang tidak realistis dan kempes menghadapi kegagalan, dia mulai meremehkan bekas idolanya itu. Sekarang mereka menjadi “manusia” (bagi sang narsisis ini adalah sebuah hal yang hina). Mereka makhluk kecil, rapuh, mudah salah, penakut, kejam, bodoh dan biasa-biasa saja. Sang narsisis menjalani siklus yang sama dalam hubungannya dengan Tuhan, figur otoritas tauladannya. Tapi seirng, bahkan ketika kekecewaan dan keputus asaan tentang penyembahan muncul, – sang narsisis terus berpura-pura cinta pada Tuhan dan masih mentaatiNya. Sang narsisis mempertahankan penipuan ini karena posisinya sebagai wakil tuhan membuat dia punya wewenang. Para pendeta, pemimpin jemaah, pengkhotbah, penginjil, aliran pemuja, politisi, kaum intelektual, semua memperoleh wewenang dari yang katanya ‘hubungan khusus mereka dengan Tuhan’. Otoritas religius membuat sang narsisis menuruti keinginan sadisnya dan utk menjalankan misogyny (kebenciannya terhadap wanita) secara terbuka dan bebas… Sang Narsisis, yang sumber berwenangnya adalah religius, mencari para budak yang patuh dan tidak banyak tanya yang mana kemudian dia jalankan keahlian tipu dan keinginannya itu pada mereka. Sang narsisis bahkan bisa mengubah sentimen religius murni dan tidak berbahaya menjadi sebuah ritual pemujaan dan hirarki yang berbahaya. Dia memangsa orang2 yang mudah dibujuk. Para pengikutnya sekaligus jadi sanderanya. Otoritas religius juga mengamankan ‘Suplai narsisistik’ sang narsisis. Para pengikutnya, anggota jemaahnya, para pemilihnya, para pendengarnya – semua diubah menjadi Sumber Suplai Narsisistik yang setia dan stabil. Mereka mematuhi perintah2nya, memperhatikan tegurannya, mengikuti syahadatnya, mengagumi pribadinya, memuji sifat2nya, memuaskan kebutuhannya (kadang bahkan kebutuhan seksualnya), memuja dan mengidolakannya. Selain itu, menjadi bagian dari “Hal yang Lebih Besar” sangat memberi kepuasan secara narsisistikal. Menjadi partikel tuhan, menjadi satu dengan keagungannnya, mengalami sendiri kekuasaan dan berkatnya langsung, hidup bersama dia – semuanya adalah Sumber Suplai Narsisistik yang tak ada habisnya. Sang narsisis menjadi Tuhan dengan memperhatikan perintah2Nya, mengikuti Instruksi2Nya, mencintaiNya, mematuhiNya, mengalah padaNya, menyatu denganNya, berkomunikasi padaNya – atau bahkaan dengan menantangNya (semakin besar musuh sang narsisis – semakin merasa lebih pentinglah sang narsisis). Seperti juga hal lain dalam kehidupan sang narsisis, dia mengubah tuhan menjadi semacam kebalikan dari si narsisis. Tuhan menjadi sumber suplainya yang dominan. Dia bentuk hubungan pribadi dengan entitas lebih kuasa dan lebih melimpah ini – utk melimpahi dan menguasai yang lain. Dia menjadi tuhan itu sendiri, dengan menjadi wakilNya. Dia mengidealkan tuhan lalu meremahkan Dia, kemudian menganiayaNya. Ini adalah sebuah pola narsisistik yang klasik dan bahkan tuhan sendiri tidak akan bisa lolos dari hal ini. [10] [10] http://samvak.tripod.com/journal45.html Orang narsisis tidak secara langsung mempromosikan diri mereka sendiri. Mereka bersembunyi dibelakang lapisan kesederhanaan, sementara mereka mengangkat tuhan mereka, ideologi, pesan atau agama, yang dalam kenyataannya adalah alter ego dia sendiri. Mereka mungkin menyebut mereka sendiri sebagai ‘Cuma utusan’, sederhana, rendah hari, tanpa penonjolan diri, dari tuhan yang maha kuasa, atau pesan yang sangat berpengaruh, tapi mereka bikin sangat jelas bahwa mereka sajalah yang tahu pesan2nya dan sangat tidak toleran dan tanpa maaf bagi orang yang ingkar dan melawan. Orang narsisis sangat kejam, tapi tidak bodoh. Mereka sangat sadar akan rasa sakit yang mereka sebabkan. Mereka menikmasi sensasi kuasa yang mereka dapatkan dengan menyakiti orang lain. Mereka menikmati jadi tuhan – menentukan siapa yang diberi hadiah dan siapa yang dihukum – siapa yang hidup siapa yang mati. Narsisisme Patologis menjelaskan segala hal yang ada dalam diri Muhammad – kekejamannya, pengakuan maha hebatnya, kelakuan murah hatinya yang dilakukan utk membuat terkesan mereka yang takluk padanya dan dengan demikian membangun superioritas dia, keyakinan dirinya, juga pribadi karismatik dan keranjingannya. Apa Penyebab Narsisisme? Pertanda dari seorang narsisis adalah berkembangnya penyakit superioritas sebagai respon akan perasaan rendah diri. Hal ini melibatkan pembesar-besaran prestasi seseorang dan merendahkan orang lain yang dianggap ancaman bagi sang narsisis. Kesalahan asuh orang tua menjadi penyebab terbesar adanya penyakit narsisistik ini dalam seorang anak. Contohnya, orang tua yang serba membolehkan yang memberi pujian berlebih-lebihan pada sang anak, terlalu menurutkan dan memanjakan sang anak, gagal menerapkan disiplin, dan mengidealisasi si anak menjadi faktor2nya. Hasilnya, sang narsisis secara umum merasa tidak siap utk masa dewasa, setelah dibesarkan dalam pandangan hidup yang tidak realistik. Sebaliknya, seorang anak yang tidak menerima dukungan dan dorongan yang cukup bisa juga mengidap penyakit narsisistik. Kita tahu bahwa Muhammad ketika bayi diberikan dan dibesarkan oleh orang lain. Apakah ibunya tidak tertarik padanya? Kenapa dia tidak pernah berdoa dikubur ibunya sampai dia sudah berumur 60 tahun lebih juga? Apakah dia masih benci pada ibunya? Halima tidak mau mengurus bayi Muhammad karena dia adalah anak yatim dari seorang janda miskin dan penghasilan dia kecil. Apa ini mempengaruhi cara dia atau keluarga memperlakukan Muhammad? Anak2 bisa sangat kejam. Menjadi anak yatim dijaman itu adalah sebuah aib, seperti juga sekarang masih menjadi aib dinegara2 islam. Kondisi masa kecil Muhammad tidak kondusif utk membentuk rasa menghargai diri sendiri yang sehat. Jon Mardi Horowitz, penulis dari Stress Response Syndromes,menjelaskan: “Ketika kepuasan narsisistik yang jadi kebiasaan karena seringnya dipuji, diberikan perlakuan khusus dan mengagumi diri sendiri terancam, hasilnya mungkin adalah depresi, sedih tanpa alasan, gelisah, malu, merusak diri sendiri atau kemarahan yang diarahkan pada orang yang bisa jadi sasaran kesalahan atas situasi tsb. Anak2 bisa belajar utk menghindari kondisi emosi menyakitkan ini dengan belajar memproses informasi narsisistik ini.” [11] [11] Jon Mardi Horowitz – “Stress Response Syndromes: PTSD, Grief, and Adjustment Disorders”, Third Edition Muhammad, tentunya, punya masa kecil yang sulit. Dalam surat 93 atau 3-8, (dikutip pada awal bab satu buku ini) dia dengan halus mengingat masa yatimnya yang penuh kesepian dan meyakinkan dirinya bahwa Allah akan baik padanya dan tidak akan meninggalkan dia. Ini menunjukkan betapa ingatan akan masa kecil yang banyak itu menyakitkannya. Fakta bahwa Muhammad menciptakan dunia khayalan utk lepas dari kenyataan, begitu hidup khayalan itu hingga menakuti orang tua angkatnya, adalah petunjuk lain bahwa masa kecilnya tidaklah menyenangkan sama sekali. Muhammad mungkin tidak ingat rincian apa yang terjadi pada tahun pertama kehidupannya, tapi jelas dia mendapat luka psikologis sepanjang hidupnya. Bagi dia, dunia khayalan yang dia ciptakan itu nyata. Menjadi pengungsian yang aman baginya, sebuah tempat menyenangkan utk mengundurkan diri dan lepas dari kenyataan. Dalam dunia khayalannya, dia bisa dicintai, dihormati, dikagumi, berkuasa, penting dan bahkan ditakuti. Dia bisa menjadi apapun yang dia inginkan dan mengimbangi kekurang perhatian yang dia dapatkan dari dunia diluarnya. Menurut Vaknin, “penyebab yang sebenarnya dari Narsisisme tidak sepenuhnya dimengerti tapi jelas dimulai dari awal masa kecil (sebelum umur 5 tahun). Hal itu dipercaya disebabkan oleh kegagalan yang berulang-ulang dan serius pada pihak Objek Primer sang anak (orang tua atau pengasuh). Orang Narsisis dewasa sering berasal dari rumah tangga dimana salah seorang atau kedua orang tuanya mengabaikan dia atau menganiaya sang anak… SEMUA anak (sehat atau tidak) ketika mereka tidak diijinkan utk melakukan sesuatu oleh orang tuanya kadang akan memasuki kondisi narsisistik dimana mereka melihat diri mereka sendiri dan bertindak seakan mereka begitu berkuasa/sangat kuat. Ini alamiah dan sehat karena hal ini membuat kepercayaan diri pada sang anak utk berkaca dari penolakan orang tua.” [12] [12] http://www.faqfarm.com/Q/Can_you_be_responsibl … narcissism Anak2 yang diabaikan menyerap sebuah perasaan kekurangan. Mereka jadi percaya bahwa mereka itu tidak pantas diperhatikan dan dicintai. Sebagai reaksi terhadap hal itu, mereka cenderung membela ego mereka dengan membanggakan diri secara berlebihan. Mereka melihat kelemahan diri mereka dan merasa bahwa jika orang lain melihat hal itu, mereka tidak akan dicintai, dikagumi dan dihormati. Jadi mereka berbohong dan menciptakan kisah2 fantastik, menyombongkan diri mereka sendiri, betapa penting diri mereka. Kekuatan khayal mereka sering berasal dari sumber diluar diri mereka. Bisa ayah mereka atau teman yang kuat. Narsisisme jenis ini pada anak2 adalah dormal, tapi jika mereka mempertahankan pemikiran ini hingga mereka dewasa, hal itu akan berkembang menjadi penyakit narsisistic personality. Pada Muhammad, sumber kekuatan luarnya tidak lain adalah Allah, yang paling kuat, paling ditakuti dan maha kuasa. Dengan menghubungkan dirinya dengan Allah dan menyajikan dirinya sebagai perantara tunggal, dia mendapatkan kuasa Allah itu sendiri. Setelah kematian ibunya, ketika Muhammad berumur enam tahun, dia ada dibawah didikan dari kakeknya yang sudah tua, yang memanjakan dia. Dalam beberapa hadits ditunjukkan, Abdul Muttalib terlalu penurut dan selalu membolehkan cucu yatimnya itu. Muhammad kecil akan duduk pada tikar sebelah sang kakek sementara paman2nya mengelilingi mereka. Pengakuannya bahwa Abdul Muttalib bilang pada pamannya Abu Talib, “Biarkan dia karena dia punya nasib yang besar, dan akan menjadi pewaris sebuah kerajaan,” atau bilang pada perawatnya, “Berhati-hatilah jangan sampai dia jatuh ketangan orang yahudi atau kristen, karena mereka mencari-cari dia dan bermaksud melukainya!”, jelas-jelas hanya isapan jempolnya belaka. Itu semua adalah kebohongan yang dia karang dan mungkin juga jadi dipercayainya. Ini adalah ciri khas khayalan seorang narsisis, yang berpikir bahwa diri mereka begitu pentingnya hingga mereka percaya orang lain memburu utk melukainya karena cemburu. Meskipun demikian, jelas bahwa Abdul Muttalib membuat Muhammad merasa spesial. Dia manjakan dan cintai cucu yatimnya itu. Sang kakek memanjakannya karena kasihan. Tapi, Muhammad menafsirkan perhatian ekstra ini sebagai konfirmasi dari angan-angan maha hebatnya. Bayangan yang dia ciptakan mengenai dirinya sendiri dalam sebuah dunia fantasi dimasa kecil dengan demikian diperparah oleh pemanjaan berlebihan dari kakeknya. Dia seakan lebih dipastikan lagi sebagai orang spesial, unik dan luar biasa. Setelah kematian Abdul Muttalib, pamannya yang baik hati yakni Abu Talib, juga memperlakukannya berbeda dari yang lain. Statusnya sebagai yatim, tanpa orang tua atau saudara, mengundang rasa simpati. Baik kakek maupun pamannya terlalu memanjakan dan menurut pada dia. Mereka gagal menerapkan disiplin yang cukup padanya. Semua keluar biasaan ini menyumbang pada perkembangan pribadi narsisistiknya. Pakar psikologi J. D. Levine dan Rona H. Weiss menulis: Seperti kita ketahui, dari sudut pandang fisiologi, bahwa seorang anak perlu diberi makanan secukupnya, yang dia perlukan utk melindungi dari temperatur yang ekstreme, dan bahwa atmosfir yang dia hirup harus berisi oksigen yang cukup, jika tubuhnya mau menjadi kuat dan ulet, jadi kita juga tahu, dari sudut pandang psikologi yang lebih dalam, bahwa dia memerlukan suasana yang empatik, khususnya, sebuah suasana yang menjawab (a) kebutuhan agar keberadaannya diakui dalam semangat kesenangan orang tuanya dan (b) kebutuhan utk bersatu kedalam ketenangan yang meyakinkan dari orang dewasa yang lebih kuat, jika dia dirinya mau menjadi teguh dan ulet. [13] [13] J. D. Levine and Rona H. Weiss. The Dynamics and Treatment of Alcoholism. Jason Aronson, 1994 Muhammad mendapat pengalaman diabaikan dan disia-siakan pada enam tahun pertama kehidupannya, dan pemanjaan yang berlebihan setelah itu. Keadaan dia ini dg demikian membuatnya matang dan kondusif utk menjadi seorang narsisis. Muhammad tidak pernah membicarakan ibunya. Jika dia pernah membicarakannya, pastilah ada tercatat dalam hadits. Dia kunjungi makam ibunya setelah menaklukan Mekah, tapi dia menolak utk berdoa baginya. Apa tujuan dari kunjungannya itu? Mungkin ini adalah usaha utk memulihkan nama baiknya, sebuah cara utk membuktikan pada ibunya bahwa meski dia disia-siakan, dia telah berhasil. Dilain pihak dia ingat kakeknya, yang menghujaninya dengan cinta dan memberinya kelimpahan pujian bagi jiwa narsisisnya, dengan penuh akung. Para psikologis mengatakan pada kita bahwa lima tahun pertama kehidupan seorang anaklah yang membentuknya atau merusaknya. Kebutuhan emosional Muhammad dimasa lima tahun pertama kehidupannya tidak dipenuhi. Dia membawa kenangan menyakitkan akan tahun2 kesepian karena diabaikan dan disia-siakan kedalam masa dewasa dan masa tua. Dia tumbuh dengan kegelisahan dan punya rasa pengertian terhadap dirinya sendiri yang berfluktuasi, sebuah kelemahan yang dia coba sembunyikan dengan melebih2kan kesombongan lewat pertumbuhan rasa punya hak, keagungan, kekurangan empati dan ilusi superioritas. Muhammad memilih tuhan sebagai pasangannya. Sekutu khayalannya ini maha kuasa dan maha kuat. Ini membuat dirinya kuat tanpa batas. Dia satu-satunya yang punya akses langsung ke Allah dan dialah satu-satunya penguasa dibumi. Agar yakin tak seorangpun merampas posisinya, dia juga mengklaim sebagai nabi terakhir. Kekuasaannya, dg demikian, menjadi mutlak dan kekal. Pengaruh Khadijah terhadap Muhammad Peran Khadijah dalam islam belum sepenuhnya dihargai. Pengaruhnya pada Muhammad tidak dapat ditekankan secara berlebihan. Khadijah harusnya dianggap sebagai partnernya Muhammad dalam kelahiran Islam. Tanpa dia, mungkin, Islam tidak akan pernah ada. Kita tahu bahwa Khadijah memuja suami mudanya. Tidak ada laporan bahwa Muhammad pernah bekerja setelah menikahi Khadijah. Setelah pernikahan, bisnis Khadijah kelihatannya menurun tajam. Ketika dia meninggal, keluarganya menjadi melarat. Muhammad tidak mengurus anak-anaknya juga. Ditolak oleh dunia nyata, dia habiskan waktunya sendiri dalam gua2, mengundurkan diri kedunia khayalan dan renungan. Kadang dia membawa makanan utk berhari-hari, kembali hanya ketika makanan sudah habis. Lalu dia akan menuju kekota, mengambil bekal lagi dan kembali. Khadijah tinggal dirumah mengurus kesepuluh anak dia sendirian. Tapi dia tidak mengeluh. Dia tidak saja mengurus anak2nya dan rumah tapi juga suami mudanya, yang bertingkah laku seperti anak kecil yang tidak bertanggung jawab. Tapi Khadijah senang berkorban. Kenapa? Ini adalah pertanyaan yang penting. Jawabannya adalah bahwa Khadijah sendiri punya kelainan pribadi. Dia punya penyakit yang jaman kita sekarang disebut co-dependent (ketergantungan). Pengetahuan ini akan menolong kita utk mengerti kenapa dia berdiri disamping suaminya dan mendorong dia melanjutkan karir kenabiannya. The National Mental Health Association (NMHA) mendefinisikan co-dependency sebagai: “Kelakuan yang dipelajari yang bisa diturunkan dari satu generasi ke generasi lain. Hal ini adalah sebuah kondisi perangai dan emosi yang mempengaruhi kemampuan seorang individu utk mendapat hubungan yang memuaskan kedua belah pihak dan sehat. Juga dikenal sebagai “relationship addiction” (ketagihan hubungan) karena orang dengan co-dependency sering membentuk atau mempertahankan hubungan yang satu pihak saja, yang secara emosional merusak dan/atau menghina. Penyakit ini pertama diidentifikasi sekitar 10 tahun lalu dari hasil bertahun2 mempelajari hubungan2 antar manusia dalam keluarga alkoholik. Kelakuan Co-dependent dipelajari dengan mengamati dan meniru anggota keluarga lain yang menunjukkan kelakuan tipe ini.” [14] [14] http://www.nmha.org/infoctr/factsheets/43.cfm Khadijah adalah seorang wanita yang menarik. Dia anak perempuan favorit dari ayahnya Khuwaylid. Malah Khuwaylid bergantung padanya, melebihi ketergantungan terhadap anak laki-lakinya. Khadijah adalah “anak sang ayah.” Dia telah menolak tawaran orang2 kuat di Mekah. Tapi ketika dia melihat anak muda ini yang tak dimiliki siapapun, Muhammad yang butuh uang, dia jatuh cinta padanya dan mengirim pembantu utk memintanya melamar dia. Pada permukaan kelihatannya bahwa Muhammad punya pribadi yang memikat yang membuat wanita berkuasa terpukau. Ini, betapapun, adalah sebuah pengertian yang dangkal mengenai dinamika kompleks. Tabari menulis: “Khadijah mengirim pesan pada Muhammad, mengundangnya utk mengambil dia. Dia memanggil ayah utk datang kerumahnya, memberinya arak hingga mabuk, memberi parfum, memakaikan pakaian pesta padanya dan lalu memotong seekor sapi. Lalu dia undang Muhammad dan pamannya. Ketika mereka datang, ayahnya menikahkan Muhammad dengannya. Ketika dia sadar dari mabuknya, dia berkata “daging apa ini, parfum ini dan pakaian ini?” Dia menjawab, “kau telah menikahkanku pada Muhammad bin Abdullah”. “Aku tidak melakukan itu,” katanya. “Akankah kulakukan ini ketika orang2 terhebat di Mekah memintamu dan aku tidak setuju, kenapa aku berikan kau pada seorang gelandangan?” [15] [15] Persian Tabari v. 3 p.832 Pihak Muhammad menjawab dengan marah bahwa persekutuan ini telah diatur oleh anak perempuannya sendiri. Orang tua itu marah dan menarik pedang dan kerabat Muhammad juga menarik pedang mereka. Darah akan mengalir jika saja Khadijah tidak menyatakan cintanya pada Muhammad agar diketahui banyak orang dan mengaku telah mengatur semua ini. Khuwaylid lalu menenangkan diri, sampai akhirnya dia menyerah telah di fait accompli dan rekonsiliasipun terjadi. Khadijah adalah seorang wanita berhasil yang pesolek. Dia telah menolak lamaran dari banyak orang Quraish yang terkenal. Bagaimana orang menjelaskan seorang wanita yang kelihatan sukses dan berpikiran sehat mendadak jatuh cinta pada anak muda miskin yang 15 tahun lebih muda? Kelakuan aneh ini mengungkapkan adanya kelainan pribadi dalam diri Khadijah. Bukti2 menandakan bahwa ayahnya Khadijah adalah seorang pemabuk. Khadijah mestinya tahu kelemahan ayahnya ini hingga dia merancang rencana yang begitu berani. Orang2 yang ketagihan alkohol cenderung lepas kontrol dan mabuk. Orang2 non alkohol minum dengan cukupan dan tahu kapan utk berhenti. Ketika Khuwaylid mabuk, pestanya belum lagi mulai dan para tamu belum lagi datang. Hal ini memberitahukan kita bahwa dia bukanlah peminum musiman saja tapi benar2 peminum berat. Sekarang, kenapa hal ini jadi masalah? Karena ini adalah petunjuk lain utk mendukung spekulasi bahwa Khadijah seorang yang mempunyai kecenderungan co-dependent. Anak2 seorang alkoholik sering mengembangkan co-dependency. Ayahnya Khadijah terlalu melindungi anak perempuannya dan punya harapan2 yang tinggi baginya. Dari reaksinya akan pernikahan anaknya yang berumur 40 tahun pada seorang yang biasa2 saja dan dari perkataannya “orang2 terhebat di Mekah memintamu dan aku tidak setuju,” jelas bahwa Khadijah adalah mutiara dimatanya. Khuwaylid punya anak2 yang lain juga, termasuk beberapa anak lelaki, tapi terlihat jelas bahwa anak perempuannya inilah yang menjadi kebanggaan dan kebahagiaannya. Anak ini satu-satunya yang berhasil. Anak2 yang dipuji dan ditempatkan ditempat tinggi oleh orang tua yang memujinya tumbuh dalam bayang2 mereka. Mereka sering mengembangkan ‘codependency personality disorder’. Mereka menjadi terobsesi oleh ayah mereka (atau ibu mereka) dan melihat fungsi mereka utk membuat orang tua mereka terlihat hebat dimata orang lain. Mereka diharapkan jadi semacam ‘wunderkind’ (orang sukses). Dibawah tuntutan yang terus menerus meminta kemampuan lebih baik, sang anak menjadi tidak mampu mengembangkan pribadi mandirinya. Dia mencari pemenuhan utk memuaskan kebutuhannya dari orang tua narsisis dan perfeksionis. Dia tidak merasa dicintai APA ADANYA, tapi dicintai karena dilihat BAGAIMANA prestasinya. Orang tua yang alkoholik mengeluarkan semua muatan emosinya pada sang anak, khususnya yang punya potensi. Dia mengharap anak itu utk cemerlang dalam segala hal dan menggantikan kekurangan dan kegagalan dia sendiri. Co-dependent tidak dapat menemukan kepuasan dan kebahagiaan dari hubungan emosional yang normal dan sehat yang biasa terjadi diantara orang2 sederajat. Hanya dalam kapasitas pemberi kesenangan dan menjadi penyenanglah orang codependent menemukan kebahagiaan mereka. Pasangan yang “cocok dan tepat” bagi orang co-dependent adalah seorang Narsisis yang sangat butuh pemuasan. Khadijah menolak para pelamarnya yang lebih dewasa dan sukses, jatuh cinta pada anak muda miskin yang sangat butuh baik uang maupun emosional. Codependent keliru mengartikan rasa cinta dan rasa kasihan. Mereka punya kecenderungan utk ‘mencintai’ orang yang seharusnya mereka kasihani dan bisa mereka selamatkan. Vaknin memakai istilah “self effacing” (tidak menonjolkan diri sendiri) atau “inverted narcissism” (narsisisme terbalik), untuk istilah co-dependency. Inilah apa yang dia katakan tentang hubungan codependent-narsisis: “Orang narsisis invert dikondisikan dan diprogram dari awal utk menjadi teman sempurna bagi sang narsisis – utk memberi makan Ego mereka, utk secara murni menjadi kepanjangan tangan mereka, utk mencari pujian dan pengelu-eluan dan jika hal itu menghasilkan pujian dan pemujaan yang lebih besar kepada sang narsisist.” [16] [16] http://samvak.tripod.com/faq66.html Hal diatas menjelaskan kenapa seorang wanita sukses dan cantik seperti Khadijah tertarik pada seorang narsisis dan butuh uang seperti Muhammad. Meski orang ‘narsisis invert’ cenderung sukses dalam bisnisnya, hubungan mereka sering tidak sehat. Vaknin lebih lanjut menjelaskan: “dalam sebuah hubungan, narsisis invert berusaha utk menciptakan kembali hubungan orangtua-anak. Sang narsisis invert berkembang dengan meniru/bercermin pada ‘kehebatan khayal’ sang narsisis dan ketika melakukannya sang narsisis invert itu sendiri mendapatkan suplai bagi ego narsisistiknya SENDIRI (ketergantungan sang narsisis pada sang invert akan suplai narsisistik sekundernya). Sang invert mesti punya bentuk hubungan sedemikian dengan sang narsisis demi merasa lengkap dan terpenuhi. Sang invert akan sudi bertindak sejauh yang dibutuhkan utk meyakinkan bahwa sang narsisis itu merasa bahagia, merasa diakungi, merasa dipuja dengan cukup, karena dia pikir hal itu sudah menjadi hak sang narsisis. Sang invert memuliakan sang narsisis, menempatkannya ditempat tinggi, memikul semua pengorbanan bagi sang narsisis dengan ketenangan hati dan tahan penghinaan sang narsisis.” [17] [17] http://www.toddlertime.com/sam/66.htm Perkawinan Muhammad dan Khadijah kelihatannya cocok sekali. Muhammad adalah seorang narsisis yang haus utk dipuji terus menerus, diperhatikan dan dikagumi. Dia seorang miskin, yatim dan secara emosional membutuhkan banyak hal. Dia seorang dewasa tapi jiwanya masih seperti anak2 yang butuh perhatian. Dia membutuhkan seseorang yang merawatnya dan menafkahinya, seseorang utk diperalat dan dimanfaatkan, seperti bagaimana anak kecil memperalat dan memanfaatkan ibunya. Kedewasaan emosional seorang narsisis berhenti pada masa anak-anak. Kebutuhan anak2nya tidak pernah terpuaskan. Dia terus menerus mencoba memuaskan kebutuhan anak2nya tsb. Semua bayi adalah narsisis dan itu diperlukan bagi tahap pertumbuhan mereka. Tapi jika kebutuhan narsisis mereka tidak dipuaskan ketika masa anak-anak, kedewasaan emosi mereka akan berhenti pada tahap ini. Mereka mencari perhatian yang mereka tidak dapatkan ketika kecil dalam hubungan dengan pasangan dan dengan yang lainnya, termasuk dengan anak2 mereka. Hasrat Muhammad akan cinta diungkapkan olehnya dalam banyak kejadian. Ibn Sa’d mengutip perkataanya bahwa keluarga2 Quraish semuanya punya hubungan padaku dan meski jika mereka tidak mencintaiku karena pesan yang aku bawa pada mereka, mereka seharusnya mencintaiku karena kekerabatanku dengan mereka. [18] Dalam Quran Muhammad berkata: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali cinta dari keluarga terdekat.” [19] Perkataan ini jelas merupakan jeritan putus asa dari seseorang yang butuh cinta dan perhatian. [18] “Aku tidak meminta pada kamu hadiah apapun utk itu kecuali cinta dari kerabat terdekatku” Tabaqat vol.1 page.3 [19] Qur’an Sura 42: ayat 23 Khadijah, dilain pihak, adalah seorang narsisis invert yang memerlukan objek utk diperhatikan, seseorang utk membuat khayalan2nya sendiri sebagai seorang pemberi kesenangan. Orang co-dependent bukan saja rela diperalat, malah dia menikmati hal itu. Vaknin menulis: “Narsisis invert hidup dan menggantungkan diri dari narsisis utama dan inilah suplai narsisistiknya. Jadi dua buah tipe narsisis ini dapat, pada pokoknya, menjadi saling mendukung, sistem yang simbiosis. Namun dalam kenyataannya, baik sang narsisis maupun sang invert perlu sadar akan dinamika hubungan mereka jika ingin hubungan mereka sukses dan awet.” [20] [20] http://samvak.tripod.com/faq66.html Pakar psikologi Dr. Florence W. Kaslow, menjelaskan simbiosis ini bilang bahwa kedua pihak masing2 punya kelainan kepribadian (Personality Disorder/PD) – tapi keduanya berada pada kedua ujung berlawanan dari spektrum ini hingga bisa saling mengisi. “Mereka nampak memiliki ‘ketertarikan maut’ (fatal attraction) satu sama lain dimana pola kepribadian mereka saling bertentangan tapi saling mengisi – itu sebabnya, jika mereka sampai bercerai, mereka akan tertarik pada pasangan yang mirip mantan pasangan mereka.” [21] [21] Dikutip dari Mixing oil and water karya Bridget Murray hal 52 http://www.apa.org/monitor/mar04/mixing.html Hubungan simbiosis antara Sang Narsisis Muhammad dan Sang Narsisis Invert Khadijah memang bekerja sempurna. Muhammad tidak lagi harus bekerja setelah menikahi Khadijah yang kaya raya. Dia habiskan waktunya menggelandang digua-gua dan tempat sepi sambil menikmati fantasinya yang subur, dunia yang menyenangkan dan baik padanya, dimana dia menjadi seorang yang paling diakung, paling dipuja, paling dihormati dan paling ditakuti. Khadijah jadi begitu sibuk dengan sisuami yang narsisis ini dan memenuhi semua kebutuhan2nya hingga dia mengabaikan urusan dagangnya. Bisnisnya kemudian jadi menurun dan kekayaannya menyusut drastis. Dia mestinya sudah berusia sekitar 50 tahunan ketika melahirkan anaknya yang paling muda. Ia tinggal dirumah sementara sang suami kebanyakan tidak pernah dirumah, menyendiri digua-guanya, baik gua sebenarnya maupun gua mentalnya. Menurut Vaknin, “Sang invert ini mematikan keberadaan dirinya, penuh pengorbanan, bahkan berpura-pura manis dalam hubungan2 dengan orang lain dan akan menghindari bantuan dari orang lain itu dengan segala cara. Dia hanya bisa berinteraksi dengan orang lain jika dia bisa dilihat sebagai orang yang memberi, mendukurng dan menghabiskan usaha2 yang tak biasa utk membantu.” [22] [22] http://www.toddlertime.com/sam/66.htm Dia juga menjelaskan co-dependent sebagai “orang yang menggantungkan diri pada orang lain utk memberi kepuasan emosional dan hasil dari Ego atau fungsi sehari2 lainnya.” Dia bilang “mereka butuh dukungan emosional, penuh tuntutan dan patuh. Mereka takut diacuhkan, sangat bergantung dan menunjukkan kelakuan tidak dewasa dalam usaha2nya utk mempertahankan “hubungan” dengan pasangan yang dia jadikan tempat bergantung tsb.” [23] Melody Beattie, penulis “Codependent No More” (Tidak Lagi Codependent) menjelaskah bahwa orang codependent secara tak sadar memilih pasangan yang bermasalah dg maksud agar punya tujuan, merasa diperlukan dan merasa dipuaskan. Orang waras manapun akan mengartikan pengalaman aneh Muhammad sebagai sakit jiwa atau “kerasukan setan,” seperti yang biasa dikatakan pada jaman itu. Bahkan Muhammad sendiri pikir dia telah menjadi seorang Kahin (penyihir) atau kerasukan setan. Seperti yang kita baca dalam Qur’an, orang2 yang memakai akal di mekah pikir Muhammad telah jadi majnoon, yang arti harafiahnya adalah kerasukan jin dan diartikan sebagai gila. Tapi pikiran demikian tidak kuat ditanggung Khadijah yang mengejar pemuasan dan kebahagiaan dengan cara memuaskan kebutuhan2 sang suami. Dia harus bergantung pada sang Narsisis miliknya apapun akibatnya. Sebagai seorang Codependent (Narsisis Inverted), Khadijah merasa harus maju menolong, memberi saran dan menyelamatkan sumber utama suplai narsisistiknya. Sang narsisis sering menuntut pengorbanan dari orang2 disekelilingnya dan mengharapkan mereka utk menjadi ‘codependent’ bagi dia. Mereka juga hidup diatas kode2 moral yang ada. Mereka terlalu tinggi utk taat pada moralitas atau aturan apapun. John de Ruiter adalah orang yang menyatakan diri Messiah dari Alberta, Canada. Para pengikutnya memuja dia seperti Tuhan. “Satu hari kami duduk didapur merokok,” kata Joyce, istrinya, yang sekarang cerai, selama 18 tahun, dalam sebuah wawancara. “Dia membicarakan kematian aku. Ia mengakui bahwa aku telah melalui banyak kematian, yang katanya itu bagus. Aku harus melepaskan 95% dari hidup yang harus aku lepaskan. Tapi katanya aku tidak membiarkan diri aku lepas sepenuhnya. Dia bilang bahwa ‘kemaian akhir’ aku akan terjadi jika dia mengambil dua orang istri lagi.” Joyce bilang dia pikir John becanda. Ternyata tidak. Ia mengangkat maslaah ini kedua kalinya, dan meminta Joyce apakah ia merasa tiga orang istri bisa hidup dalam satu rumah.” [24] [24] http://www.rickross.com/reference/ruiter/ruiter3.html Untungnya Joyce belum sampai pada tahap co-dependent berat sehingga ia tidak sudi menerima penghinaan ini, dan meninggalkan suami narsisisnya. Seorang codependent asli akan melakukan apapun utk menyenangkan pasangan narsisisnya. Hubungan antara codependent dan narsisisnya adalah hubungan Sadomasochisme (kecenderungan praktek psikologi/seksual yang dicirikan dengan gabungan kesadisan dan kepuasan karena siksaan). Sialnya bagi umat manusia, Khadijah adalah seorang Co-dependent Sejati, yang sudi mengorbankan apapun bagi sang narsisis tercinta. Dialah yang mendorong Muhammad utk mengejar ambisi kenabiannya dan memacunya kearah itu. Ketika Muhammad tidak lagi mengalami ‘ayan’ dan tidak lagi melihat ‘para malaikat’, dia kecewa. Ibn Ishaq menulis: “Setelah itu, Jibril tidak datang padanya selama beberapa waktu dan Khadijah berkata, “kupikir tuhan mestinya benci padamu.” [25] Hal ini menunjukkan betapa berhasratnya dia agar sang narsisis tercinta menjadi seorang nabi. [25] Sira Ibn Ishaq, hal. 108 Kenapa Muhammad tidak mengambil istri lain selama Khadijah masih hidup? Karena, dia hidup dari uangnya dan dirumahnya. Lagipula, mayoritas orang Mekah mengejeknya. Dia disebut orang Gila. Tak seorangpun mau menikah dengannya meski misalnya dia punya uang sendiri dan Khadijah tidak jadi masalah. Di Mekah, para pengikutnya hanya segelintir budak dengan hanya sedikit wanita diantara mereka – tak seorangpun memenuhi hasratnya utk dinikahi. Kalau saja Khadijah masih hidup dan menyaksikan peningkatan kekuasaan suaminya, kemungkinan besar dia akan menelan penghinaan dimadu oleh wanita yang jauh lebih muda dan cantik. Setelah kematian Khadijah, Muhammad tidak pernah menemukan co-dependent lain utk mengurusi kebutuhan emosionalnya seperti yang pernah dilakukan Khadijah. Malahan, dia cari pemenuhan kepuasan tsb dengan menjadi seorang playboy seksual. Hanya sebulan setelah kematian istrinya, Muhammad meyakinkan teman dan pengikut setianya, Abu Bakr, utk mentunangkan dia dengan anak perempuannya yang berumur 6 tahun, Aisha. Abu Bakr terkejut. Dia mencoba menolaknya dengan halus, dengan berkata “tapi kita ini masih saudara.” Muhammad meyakinkan dia mereka hanya saudara dalam iman dan bahwa pernikahannya dengan anak kecil itu tidaklah haram. [26] [26] Sahih Bukhari 7.62.18 Diceritakan ‘Ursa: Nabi meminta Abu Bakr utk menikahi Aisha. Abu Bakr berkata “Tapi aku saudaramu.” Nabi berkata, “Kau saudara hanya dalam agama Allah dan Kitabnya, tapi dia (Aisha) berhak bagiku utk dinikahi.” Dia lebih lanjut mengatakan padanya bahwa Aisha telah ditunjukkan padanya dua kali dalam mimpi; dimana dia melihat seorang malaikat membawa Aisha kecil yang dibungkus kain. “Aku bilang (pada diriku sendiri), ‘Jika ini dari Allah, maka ini harus terjadi.’” [27] Sekarang Abu Bakr tidak punya pilihan lain kecuali meninggalkan Muhammad, orang yang telah dia beri banyak pengorbanan, mencela dia, menyebut dia pembohong, kembali keorang2nya sendiri dan mengakui pada mereka bahwa dia selama ini telah bodoh, atau, melakukan apapun yang Muhammad minta. Ini sering jadi pilihan yang sulit bagi para pemeluk aliran pemujaan (cult). Mereka terjebak dan setelah mengorbankan begitu banyak utk mengikuti guru mereka; balik kembali jadi pilihan yang lebih menyakitkan dibanding tunduk akan keinginan dan tuntutan pemimpin mereka. Abu Bakr memohon pada Muhammad utk menunggu tiga tahun lagi sebelum melaksanakan pernikahan (yakni meniduri sibocah). Muhammad setuju, tapi sementara menunggu itu, dia menikahi Sauda dulu beberapa hari kemudian. [27] Sahih Bukhari, Volume 9, Book 87, Number 140 Muhammad menciptakan sebuah harem yang terdiri dari banyak wanita. Dia mencoba menggantikan hilangnya ‘ibu penyenang’nya dengan setumpuk wanita muda. Dia terus menambah koleksi istri dan selirnya tapi tak satupun memenuhi kebutuhan kekanakannya seperti yang dilakukan oleh Khadijah. Dia butuh seorang ibu utk mengurus ‘jiwa kekanak2an’nya, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh ‘istri2 remaja’ bagi seorang lelaki yang sebenarnya patut jadi kakek mereka. Keyakinan Muhammad atas Tindakannya Dari awal masa mudanya, Muhammad menghadiri pasar malam yang diadakan secara berkala di Okaz, dimana orang2, dari segala tempat bertemu utk berdagang dan bersuka ria. Disana, para pengkhotbah kristen membacakan kisah2 nabi dari Bible mereka utk menangkap para hadirin. Muhammad terkagum-kagum oleh kisah2 tersebut. Menjadi orang yang dicintai dan dihargai adalah satu2nya pemikiran yang memenuhi benaknya. “Betapa hebat rasanya menjadi seorang nabi, menjadi orang yang dicintai dan ditakuti setiap orang,” itu yang dia pikirkan sambil mendengarkan kisah2 tersebut. Sekarang, istrinya meyakinkan dia bahwa dia telah menjadi seorang nabi dan bahwa fantasinya telah menjadi kenyataan. Sepertinya Tuhan pada akhirnya memperhatikan dia dengan murah hati, telah memilih dia diantara semua orang dan mengangkat dia menyampaikan pesan2nya dan mengundang orang2 untuk tunduk. Pikiran2 yang ada dalam benak Muhammad semuanya mengenai hal yang besar2. Malah ide besar dan keyakinannya yang teguh inilah yang membangkitkan para pengikutnya utk berusaha mendapatkan perhatiannya, utk membunuh, menjarah dan membunuh, meski itu ayah mereka sendiri, demi Muhammad. Berkat ide2 besar tentang superioritas inilah, dia selalu merasa berhak utk mendapat perlakuan spesial. Muhammad adalah orang yang selalu berhasrat utk memanipulasi dan mengeksploitasi. Dia bangun kerajaannya tanpa pernah turun sendiri melakukan pertempuran secara langsung. Dengan menjanjikan hadiah didunia lain dan sebuah surga penuh dengan pesta seks tak berkesudahan bagi mereka yang percaya padanya, dia mampu membuat mereka gigih bertempur dalam namanya, menghabiskan kekayaan mereka demi dia, mengorbankan nyawa mereka, merampok utk membuat dia kaya dan melesatkannya ke puncak kekuasaan. Orang Narsisis adalah ahli penipuan. Mereka sendiri, sebenarnya, adalah korban pertama dari penipuan itu juga. Mereka secara tidak sadar menyangkal gambaran diri mereka yang miskin dan tidak toleran dengan menggelembungkan ego mereka tentang hal2 besar. Mereka mengubah diri mereka menjadi sebuah gambar yang berkilauan akan hal2 hebat dikelilingi oleh dinding2 penyangkalan. Tujuan dari penipuan diri ini adalah agar tidak mempan terhadap kritik luar dan lautan keraguan yang berputar2 dalam diri mereka. Orang narsisis adalah pembohong alami, mereka benar2 percaya akan kebohongan yang mereka buat sendiri dan sangat sangat tidak suka bila ditentang. Vaknin menyatakan, “Orang narsisis selalu berada dalam usaha utk mencapai kesenangan dan drama yang dimaksudkan utk mengurangi kebosanan dan kesedihan yang meresap masuk. Tentu saja, usaha itu sendiri dan tujuannya harus memenuhi pandangan2 besar yang orang itu punya tentang dirinya sendiri (pandangan yang sebenarnya palsu). Mereka harus dibuat setaraf dengan pandangannya mengenai hak dia dan keunikannya.” [28] [28] Dr. Sam Vaknin Narcissism FAQ #57 Hal ini menjelaskan peperangan terus menerus yang dilakukan Muhammad. Drama, aliran adrenalin dan kesenangan adalah suplai2 yang dibutuhkan jiwa narsisistiknya. Betapapun, si narsisis itu sendirilah yang pertama percaya akan omong kosong yang dia ucapkan. Dr. Vaknin menjelaskan: “Pegangan sang narsisis akan kenyataan adalah lemah (orang narsisis kadang gagal dalam test kenyataan). Tak dapat disangkal, sang narsisis sering seperti percaya pada perkataan mereka sendiri. Mereka tidak sadar akan sifat patologis dan sumber dari ‘khayalan diri’ mereka dan dg demikian secara teknis mereka delusional/menganggap khayalan sebagai kenyataan. (meski mereka jarang menderita halusinasi, kesulitan berbicara atau kelakuan yang tak menentu atau tidak normal). Dalam kalimat yang lebih tepatnya, orang narsisis kelihatan seperti orang sakit jiwa.” [29] [29] http://samvak.tripod.com/journal91.html Vaknin, tapi berkata bahwa orang narsisis, meski ahli dalam penipuan diri atau bahkan adalah seorang penipu yang berbahaya, mereka ‘biasanya sadar sepenuhnya akan perbedaan antara benar dan salah, kenyataan dan karangan, hal ciptaan dan yang telah ada, benar dan salah. Orang narsisis secara sadar memilih utk mengadopsi satu versi kejadian, sebuah cerita yang bisa membuat dia lebih besar, keberadaan sebuah dongeng, sebuah kehidupan ‘yang tak ada’ dari permainan pikiran ‘bagaimana-jika’ (what-if). Dia secara emosional menanam saham dalam mitos pribadinya sendiri. Orang narsisis merasa lebih baik dalam fiksi dibanding kenyataan – tapi dia tidak pernah kehilangan pemikiran akan fakta bahwa itu semua hanya fiksi saja. Orang narsisis punya kontrol penuh akan kemampuannya, sadar akan pilihannya dan orientasi tujuannya. Tingkah lakunya diniatkan dan terarah. Dia adalah seorang manipulator dan khayalannya ada utk melayani tipu muslihatnya. Karena itu ia punya kemampuan seperti bunglon utk berganti samaran, berganti tingkah laku, dan pendirian secara seketika… Orang narsisis “berusaha utk mengkondisikan orang2 terdekat dan yang mencintanya utk secara positif membangun “dirinya yang palsu’ yang dikhayalkannya.” [30] Dalam kasus Muhammad, peran itu dimainkan oleh Khadijah. [30] Ibid. Hal ini agak sulit utk dimengerti. Disatu pihak, Vaknin bilang orang narsisis tidak pernah kehilangan kenyataan bahwa semua itu hanyalah fiksi, dan dilain pihak dia bilang bahwa pegangan orang narsisis pada kenyataan adalah lemah dan sering mereka percaya akan omong kosong mereka sendiri. Meski ini menimbulkan dilemma logika bagi orang normal, tapi tidak demikian bagi orang narsisis yang berbohong dan lalu meyakinkan dirinya sendiri akan bohong itu seakan hal itu benar dan akan mengubah ceritanya kapan saja ia suka. Kita cenderung percaya bahwa kalau tidak orang itu gila atau ia seorang pembohong dan bahwa keduanya sama-sama berjalan sendiri2. Ini tidak benar. Sering para kriminal berdalih gila utk lolos dari hukuman dan masyarakat, termasuk juga para profesional kejiwaan, percaya pada dalih ini. Kebodohan ini telah mencapai tingkat kemustahilan. James Pacenza, 58 tahun, yang dipecat karena menghabiskan waktunya melakukan chat porno di internet, menuntut perusahaan yang memecatnya IBM, dengan kesalahan pemecatan dengan mengaku bahwa dia ketagihan chat online tersebut dan IBM harusnya bersimpati dan merawatnya bukan memecat. Dia dihadiahi kompensasi 5 juta dollar. [31] [31] http://news.bbc.co.uk/2/hi/americas/6682827.stm Yang sebenarnya adalah bahwa orang narsisis sepenuhnya sadar akan tindakan2 mereka. Pembunuh berantai di New York, David Berkowitz, yang menyebut dirinya ”Son of Sam,” lolos hukuman mati karena kejahatannya begitu tak masuk akal hingga tiap orang berpikir dia tidak bertanggung jawab atas tindakannya karena gila. Sebenarnya dia sepenuhnya sadar yang dia lakukan itu salah. Itu sebabnya dia mencoba dengan keras utk mengelabui polisi bahkan mengejek mereka. Betatapun, dia adalah seorang narsisis dan butuh perhatian lebih. Jadi dia tinggalkan petunjuk2 agar ditemukan. Kegembiraan karena menjadi tenar dari pemberitaan kasus tersebut lebih menarik bagi dia dibanding kebebasannya. Dia tidak bisa utk tidak menikmati semua ketenaran itu. Apa yang Berkowitz lakukan konsisten dengan penyakit Narsisistik. Ketika dia tertangkap dan dipenjara, dia putuskan utk menjadi Kristen yang dilahirkan kembali. Kenapa tidak dia lakukan sebelumnya? Apa dia mendapat bedah jiwa dipenjara? Tidak! Dia hanya memutuskan utk mengubah taktik agar mendapat perhatian yang begitu dia dambakan lagi. Di penjara, satu-satunya jalan utk itu adalah dengan menjadi orang suci. Orang narsisis seperti bunglon. Dia dengan teliti mengawasi orang lain utk melihat hal apa yang bisa mendatangkan perhatian lebih banyak lalu bertindak sesuai dengan itu. Orang dengan penyakit jiwa sadar akan tindakan2 mereka. Mereka tahu bedanya salah dan benar. Yang diinginkan psikopat narsisis hanyalah perhatian. Bagaimana cara mendapatkannya tidaklah penting. Jika mereka bisa mendapatkannya dengan menjadi pembunuh berantai, mereka akan menjadi itu dan jika utk itu harus menjadi orang yang religius, itulah yang akan mereka lakukan. Secara luasnya, kita bisa bandingkan pembunuh berantai dengan seorang perokok. Keduanya tahu apa yang mereka lakukan itu salah. Tapi, dorongan utk itu lebih kuat dari kekuatan mereka dan mereka menyerah pada hasrat tersebut. Seorang perokok membunuh diri mereka sendiri dengan pelahan, satu rokok demi satu rokok, dan pembunuh berantai membunuh orang lain. Kenapa perokok tidak bisa berhenti padahal tahu tembakau itu bisa membunuhnya? Ini karena dia ketagihan nikotin. Sama juga, seorang psikopat narsisis tidak bisa berhenti karena mereka ketag
    • BAB III Pengalaman Bawah Sadar Muhamad/Muhammad’s Ecstatic Experiences Teknologi baru dlm mempelajari cara kerja otak manusia semakin mempermudah pengertian akan pengalaman mistik Muhamad yang diakuinya sendiri secara gamblang. Utk menghindari orang menuduhnya membual, ia menunjuk Allah utk menggambarkan apa yang dilihatnya. Dari ia berada diufuk yang tertinggi. Dia datang mendekat dengan bergerak turun kebawah. Lalu Dia menurunkan kepada hambaNya apa yang patut diturunkan. Hati tidak mengada-ada ttg apa yang telah dilihatnya. Adakah kamu meragukan apa yang dia telah lihat ? Dia telah melihat disuatu turunan yang lain. Dipenghujungan kesudahan. Dimana lokasi Syurga yang abadi ditempatkan. Mata mata tidak berpaling, dan tidak juga menjadi buta. (Q.53:6-1 http://www.submission.org/indonesia/quran/sura-53.html Dlm ayat lain ia secara tegas menyatakan ttg pengalaman visualnya: Dia melihatnya diufuk yang tinggi. (Q.81:23) Sebuah hadis melaporkan sang nabi bercerita ttg pengalamannya: “Saat aku sedang berjalan aku mendengar suara dari langit. Aku melihat ke atas dan lihatlah ! Aku melihat malaikat yang sama yang mendatangi aku di Goa Hira’, duduk disebuah kursi antara langit dan bumi. Aku begitu takut olehnya sampai aku jatuh ketanah. Dan aku pergi ke isteri aku dan mengatakan, ‘Selimuti aku dgn jubah ! Selimuti aku dgn jubah !’ Mereka menyelimuti aku dan lalu Allâh mewahyukan: Saat seseorang bertanya, “Bgm wahyu ilahi datang kepadamu ?” Muhamad menjawab, “Kadang seperti bunyi lonceng, bentuk wahyu ini yang paling sulit dari semuanya dan lalu keadaan ini lewat sampai aku mengerti apa yang diwahyukan. Kadang malaikat datang dlm bentuk lelaki dan berbicara kepada aku dan aku mengerti apapun yang dikatakannya.” ‘Aisha menambahkan: Sesungguhnya aku melihat Nabi sedang mendapatkan wahyu pada sebuah hari yang sangat dingin dan melihat keringat deras dari keningnya (saat wahyu selesai). Ibn Sa’d mengatakan, “Pada saat turunnya inspirasi, kecemasan melanda Nabi, dan raut wajahnya nampak gundah gelisah.” Ia melanjutkan, “Ketika wahyu diturunkan pada Nabi, selama beberapa jam ia biasanya menjadi mengantuk spt orang tertidur. Bukhari mengatakan: “Wahyu ilahi kpd Rasulallah dimulai dalam bentuk mimpi2 dlm bentuk sinar terang.” Sebuah hadis yang dicatat Muslim menulis: “A’isha, istri Rasulullah melaporkan: (Bentuk) pertama yang memulai wahyu kpd Rasulullah adalah gambaran dlm mimpi. Dan ia tidak melihat gambaran apapun kecuali wahyu yang datang spt sinar cerah fajar.” Tabari melaporkan: “Nabi mengatakan, ‘Aku berdiri, namun jatuh pada lutut aku; dan merangkak pergi, bahu aku gemetaran.” Bukhari juga mencatat sebuah hadis panjang yang menggambarkan seluruh episode ttg bgm Muhamad menerima wahyu2nya. Diriwayahkan oleh ‘Aisha: Permulaan Wahyu Ilahi kpd Rasulullah adalah dlm bentuk mimpi dlm tidurnya. Ia tidak pernah bermimpi tetapi (wahyu) itu datang spt terang sinar pagi hari. Ia biasanya menyingkirkan diri ke (goa) Hira’ dimana ia memuja (Allâh saja) berulang2 selama berhari2 dan bermalam2. Dlm perjalanannya, ia biasanya membawa makanan dan lalu kembali kpd (isterinya) Khadijah utk menjemput makanan utk melanjutkan periode berikut (di goa Hira), sampai Kebenaran tiba2 turun padanya saat ia berada dlm goa Hira. Malaikat datang padanya didalam wahyu tsb dan memintanya (Muhamad yang buta huruf) utk membaca. Nabi menjawab, “Aku tidak dapat membaca. Malaikat memegang aku (dgn keras) dan menekan aku begitu keras sampai aku tidak tahan lagi. Ia kemudian melepaskan aku dan sekali lagi meminta aku agar membaca dan aku menjawab, “Aku tidak bisa membaca,” dan dgn itu ia kembali memegang aku dan menekan aku utk kedua kalinya sampai aku tidak tahan lagi. Ia kemudian membebaskan aku dan kembali meminta agar aku membaca, “Aku tidak tahu bgm membaca (atau, apa yang harus aku baca ?).” Saat itu ia memegang aku utk ketiga kalinya dan menekan aku dan membebaskan aku dan mengatakan, “Bacalah: Dlm Nama Allah yang Menciptakan (semua yang ada). Ia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu yang Maha Mulia … ” (Q.96:1-5) Lalu Rasulullah kembali dgn wahyu itu, otot2 lehernya bergetar2 dgn keras sampai ia menemui Khadijah dan mengatakan, “Selimuti aku ! Selimuti aku !” Mereka menyelimutinya sampai seluruh ketakutannya padam dan lalu ia mengatakan, “O Khadijah, ada apa dgn aku ?” Lalu ia menceritakan semua yang terjadi dan mengatakan, ‘Aku khawatir bahwa sesuatu akan terjadi pada aku .’ Khadijah mengatakan, ‘Tidak mungkin ! Namun berbahagialah, karena Allâh tidak akan pernah mempermalukanmu karena kau membina hubungan baik dgn sanak saudaramu, berbicara kebenaran, membantu fakir miskin dan melarat, melayani tamu2mu dgn murah hati dan membantu mereka yang memerlukan, yang dilanda bencana.” Khadijah lalu membawanya kpd (saudara sepupunya) Waraqa bin Naufal bin Asad bin ‘Abdul ‘Uzza bin Qusai. Waraqa adalah putera paman dari garis ayah, yi, kakak ayahnya, yang selama masa Pra-Islam menjadi seorang Kristen, ahli menulis abjad Arab dan menulis Injil dlm bahasa Arab sesuai dgn kehendak Allah. Ia adalah orang tua dan kehilangan daya penglihatannya. Khadijah mengatakan kpdnya, “Ya saudaraku ! Dengarkanlah cerita keponakanmu.” Waraqa mengatakan, “Ya keponakan ! Apa yang kau lihat ?” Nabi menggambarkan apa yang ia lihat. Waraqa mengatakan, “Ini adalah Namus yang sama (yi., Jibril, malaikat yang menyimpan rahasia2) yang dikirim Allâh kpd Musa. Seandainya aku masih muda dan bisa hidup pada jaman ketika rakyatmu …. Waraqa menjawab ya dan mengatakan: “Belum pernah seseorang datang dgn sesuatu yang mirip dgn apa yang kau bawa namun disambut dgn permusuhan. Kalau aku masih hidup pada hari kau ….. maka aku akan mendukungmu sepenuhnya.” Namun beberapa hari kemudian Waraqa wafat dan Wahyu Illahi juga berhenti selama beberapa waktu dan nabi menjadi begitu sedih dan spt kami dengar ia berkali2 ingin melemparkan dirinya dari puncak gunung dan setiap kali ia pergi ke puncak sebuah gunung utk melemparkan dirinya kebawah, Jibril nampak didepannya dan mengatakan, “Ya Muhamad! Kau memang rasulullah yang sebenarnya” dan hatinya kemudian terhening dan ia tenang kembali dan kembali pulang. Dan setiap kali periode datangnya wahyu menjadi panjang, ia akan melakukan yang sama, tetapi saat ia mencapai puncak sebuah gunung, Jibril nampak padanya dan mengatakan apa yang dikatakan sebelumnya. (Ibn ‘Abbas ttg arti: ‘Ialah yang memisahkan sinar matahari (dari kegelapan)’ (6.96) bahwa Al-Asbah berarti sinar matahari selama siang hari dan sinar bulan pada saat malam hari). Cerita Waraqa, saudara sepupu Khadijah, mengakui Muhamad sbg rasulullah, yang didasarkan pada studinya atas kitab2 suci yang sudah ada, tentu omong kosong. Inilah bentuk cerita2 Muhamad yang dikarang Muhamad utk menguatkan claimnya. Tidak ada apapun dlm kitab2 suci Yahudi atau Kristen yang menunjuk pada Muhamad. Waraqa mati dan Muhamad merasa bebas utk menyusun kebohongan, seolah2 cerita2 itu datang dari Waraqa, spt juga claim bohongnya bahwa kakeknya mengatakan bahwa ia masa depannya gemilang. Tidak heran kalau Khadijah, sbg co-dependent Muhamad, menegaskan kebohongan2 itu. Seorang co-dependent sering meng-koroborasi kebohongan2 pasangannya yang narcissist (narsisis). Ada claim yang serupa yang dibuat Muhamad ttg saat ia pergi ke Busra utk urusan dagang Khadijah. Ia mengatakan bahwa pada saat karavan2 masuk dari pinggir Busra, ia duduk berteduh dibawah sebuah pohon dan kemudian seorang biarawan Nestorian melihatnya. “Siapa lelaki dibawah pohon itu ?” tanya biarawan kpd Maysarah, lelaki remaja, pembantu Khadijah yang menemani Muhamad dlm ekspedisi dagangnya ini. “Lelaki Quraish,” jawab Maysarah.” “Tiada lain daripada seorang nabi yang duduk dibawah pohon itu,” kata sang biarawan. Menurut cerita yang disusun Muhamad ini, sang biarawan mengetahui status Muhamad dari dua awan kecil yang memberinya keteduhan dari panas matahari. “Apakah ada … warna kemerah2an disekitar matanya yang tidak pernah hilang ?” tanya sang biarawan. Ketika remaja itu menjawab ya, ia mengatakan, “Ia pastilah nabi terakhir; selamat kpd siapapun yang percaya padanya.” Ditempat lain ia mengaku bahwa tahi lalat diantara kedua bahunya adalah tanda kenabiannya. Aku belum pernah menemui kitab suci yang menegaskan bahwa tahu lalat diantara kedua bahu dan kemerahan disekitar mata adalah tanda2 seorang nabi. Kemerahan kronis disekitar mata adalah sebuah kondisi medis yang dinamakan blepharitis yang diakibatkan oleh radang/kebengkakan pada pelupuk mata. Satu jenis blepharitis, spt meibomian gland dysfunction (MGD) bisa mengakibatkan kelainan kulit pada pasien yang dikenal sbg rosacea dan seborrheic dermatitis. Rosacea juga ditandai dgn wajah yang kemerah2an. Ali, putera Abu Talib, menggambarkan wajah Muhamad sbg putih-kemerah2an. Muhamad menemukan penonton yang mudah percaya apa saja dan ia merasa bebas utk mengatakan apapun pada mereka, karena ia tahu bahwa mereka akan percya, bahkan gejala2 berbagai penyakitnya dinyatakan sbg tanda2 kenabian. Tidak ada sebutan apapun ttg Maysarah diantara para pengikut paling dini. Kalau memang cerita ini benar, maka seharusnya Maysarah adalah orang yang pertama yang menjadi pengikut Muhamad. Dlm hadis diatas kami melihat peran penting Khadijah dlm Islam. Saat Muhamad mengalami halusinasi anehnya ini, ia menyangka bahwa ia kesurupan. Khadijah-lah yang meyakinkannya bahwa ia dipilih utk menjadi nabi Tuhan dan mendukungnya utk terus menggali ketidakwarasannya itu. Ada halusinasi Muhamad yang visual, ada yang didapat dari mimpi dan ada juga yang didapatkan lewat pendengaran. Ibn Ishaq menulis: “bahwa nabi, pada saat Allâh menurunkan rahmatnya kdpnya sbg nabi, akan pergi membawa pengalamannya ini dlm perjalanan jauhnya, sampai ia tiba di Mekah dan bukit2 tanpa satu rumahpun atau batu ataupun pohon yang dilewatinya, namun ia mendengar ‘Damai besertamu, ya Rasulullâh.’ Dan nabi menengok kekanan dan kekiri dan melihat kebelakang, dan ia tidak melihat apapun kecuali pohon2 dan batu2.” Muhamad juga memiliki sejumlah halusinasi lain. Diriwayahkan Abu Huraira: “Nabi menawarkan solat dan mengatakan, “Setan datang didepan aku dan mencoba menggangu solat tetapi Allâh memberi aku kekuatan dan aku mencekiknya. Aku berpikir utk mengikatnya pada salah satu pilar mesjid sampai kau bangun dipagi hari dan melihatnya. Lalu aku mendengar pernyataan Nabi Solomon, ‘Ya Tuhan ! Berikan aku kerajaan yang tidak akan dimiliki oleh siapapaun setelah aku.’ Lalu Allâh mengusirnya (Setan) dgn kepala tunduk (dihina).” Diriwayahkan Aisha: Penyihiran terjadi pada Rasululah shg ia menyangka bahwa ia telah senggama dgn istri2nya padahal tidak (Sufyan mengatakan: Itu penyihiran paling sulit mengingat dampaknya). Lalu satu hari ia mengatakan, “Ya ‘Aisha tahukah kau bahwa Allâh memerintahkan aku ttg hal yang aku tanyakan padanya ? Dua lelaki datang kpd aku dan salah seorang duduk dekat kepala aku dan satunya lagi duduk dekat kaki aku. Yang didekat kepala aku bertanya kpd rekannya. Apa yang terjadi pada orang ini ? Yang belakangan menjawab bahwa ia berada dlm pengaruh sihir. Yang pertama bertanya, Siapa yang menyihirnya ?’ Yang lainnya menjawab, Labid bin Al-A’sam, lelaki dari Bani Zuraiq, sekutu Yahudi dan seorang munafik.’ Ditanya kemudian, ‘Apa bahan2 yang digunakannya ?’ Dijawabnya, ‘Sebuah sisir dan rambutnya yang menyangkut padanya.’ Yang pertama kemudian bertanya, ‘Dimanakah (benda itu)?’ Yang lainnya menjawab. ‘Dlm kulit sari pohon kurma jantan yang disimpan dibawah sebuah batu dlm sumur Dharwan.’ Jadi, nabi pergi ke sumur itu dan mengeluarkan barang2 itu dan mengatakan ‘Inilah sumur yang ditunjukkan pada aku (dlm mimpi). Airnya mirip sari daun2 Henna dan pohon2 kurmanya nampak spt kepala2 setan.’ Nabi menambahkan, ‘Kemudian benda itu dicabut’. Aku mengatakan (kpd nabi) ‘Mengapa anda tidak merawat diri anda dgn Nashra?’ Katanya, ‘Allâh sudah menyembuhkan aku; aku tidak suka membiarkan setan tersebar diantara orang2 aku.’ Dlm hadis lain ditulis : “Wahyu datang kpd rasulullah dan ia diselimuti dgn selembar kain dan Ya’la mengatakan: Bisakah aku melihat datangnya wahyu kpd rasulullah. Ia (Omar) mengatakan: Apakah kau akan senang melihat Rasulullah menerima wahyu. ‘Omar mengangkat sudut jubah nabi dan aku melihat padanya dan ia (nabi) terdengar sedang mengorok. Ia (narator) mengatakan: Aku menyangka itu suara onta.” Lagi2 hadis : “Ketika Jibril menurunkan Wahyu Ilahi kpd Rasulullah, ia menggerak2kan lidah dan bibirnya, keadaan itu sangat menyiksanya dan gerakan itu menunjukkan bahwa wahyu sedang diturunkan..” Jadil inilah daftar dampak fisik dan psikologis turunnya wahyu terhdp jiwa dan raga Muhamad berdasarkan pada hadis. 1. halusinasi melihat malaikat, sinar terang atau mendengar suara2 2. kejang2 tubuh dan sakit perut yang sangat menyiksa 3. tiba2 dirasuki perasaan gelisah & ketakutan 4. gerakan dlm otot2 leher 5. gerakan bibir dan lidah yang tidak dapat dikontrol 6. berkeringat pada hari2 yang sangat dingin 7. wajah kemerah2an 8. raut wajah yang gundah gelisah 9. gerakan jantung yang sangat cepat 10. mengorok spt onta 11. mengantuk 12. keinginan utk bunuh diri Semua ini adalah gejala2 penyakit temporal lobe epilepsy [TLE]. Satu lagi karakteristik TLE adalah bahwa TLE terjadi tiba2 tanpa peringatan terlebih dahulu kpd pasien. Ini sesuai dgn pengalaman mistik Muhamad. Bukhari melaporkan: “Rasulullah bercerita ttg periode tidak datangnya wahyu … ‘Suatu hari saat aku berjalan, tiba2 aku mendengar suara dari langit. Aku melihat keatas dan aku heran melihat malaikat yang sama yang mengunjungi aku di goa Hira’…” Sekedar ilustrasi ttg letak Temporal Lobe dlm otak manusia Angan2 utk Bunuh Diri Para narator mengatakan bahwa Muhamad sering mencoba bunuh diri, namun selalu dihentikan oleh Jibril. Ia tadinya menyangka bahwa ia telah menjadi seorang penyair atau seorang juru nujum: “Aku tidak pernah membenci seseorang spt aku membenci seorang penyair atau seorang kahin. Aku tidak sudi memandang keduanya. Aku tidak akan pernah bercerita kpd suku Quraish manapun ttg wahyu2 aku. Aku akan menaiki sebuah gunung dan melemparkan diri aku dan mati. Itu akan melegakan aku. Aku pergi utk melakukannya namun ditengah jalan aku mendengar suara dari langit yang mengatakan ‘Ya Muhamad! Kau adalah rasulullah dan aku Jibril.’ Aku berhenti dan melihatnya. Ia mengalihkan perhatian aku dari apa yang ingin aku lakukan. Aku berdiri di tempat dgn tertegun. Aku mencoba memalingkan mata aku darinya, tetapi ke bagian langit manapun mata aku mengarah, aku melihatnya spt sebelumnya.” Apa yang dilihat Muhamad berada dlm kepalanya sendiri, mengikuti kemanapun matanya bergerak. Gambar pada sampul buku aku ini menunjukkan Jibril menampakkan diri di berbagai tempat pada saat yang sama. Namun, ini bukan cara Muhamad menjelaskan apa yang dilihatnya. Apa yang dilihatnya bisa digambarkan sbg halusinasi visual. Ini terjadi pada berbagai kondisi non-psychiatric termasuk cerebral lesions, sensory deprivation, the administration of psychedelics & migraine. Ada halusinasi yang bersifat sederhana, yi pasien melihat sinar, warna atau bentuk2 geometris. Macam halusinasi ini sering timbul dlm occipital lobe epilepsy. Delusi dan halusinasi yang complex, spt yang dialami Muhamad terjadi pada serangan temporal lobe & kelainan neurologist lain spt Parkinson’s disease & Creutzfeldt–Jakob disease. Halusinasi2 ini biasanya gambaran sangat jelas dari binatang, manusia atau sosok2 mitologis spt malaikat, jin dan mahluk luar angkasa (extraterrestrials). Mereka bisa datang lewat pendengaran, perasaan dimulut dan bahkan dlm mimpi (auditory, gustatory, olfactory and even somatosensory hallucinations). Halusinasi2 somatosensory dan kinesthetic biasanya diasosiasikan dgn kejang2 temporal lobe. Ini menjelaskan pengalaman Muhamad di goa Hira’ saat ia merasakan bahwa Jibril menggenggamnya dgn sebegitu kuat sampai ia kesakitan dlm perut bagian bawah (abdomen) sampai ia menyangka ia akan mati. Periset sains, Scott Atran, menjelaskan, “Sudden alterations of activity in the hippocampus and amyangdala can affect auditory, vestibular, gustatory, tactile, olfactory perceptions and lead to hallucinations involving voices or music, feelings of sway or physical suspension, the tastes of elixirs, burning or caressing, the fragrance of Heaven or the stench of Hell. For example, because the middle part of the amyangdala receives fibers from the olfactory tract, direct stimulation of that part of the amyangdala will flood co-occurring events with strong smells. In religious rituals, incense and fragrances stimulate the amyangdala so that scent can be used to focus attention and interpretation on the surrounding events. In temporal-lobe epilepsy, the sudden electrical spiking of the area infuses other aspects of the epileptic experience with an odorous aura.” Muhamad menggambarkan Jibril sbg memiliki 600 akup. Inipun sulit dibayangkan. Buraq, kuda yang ditumpanginya pada malam ia terbang ke Yerusalem dan kesurga, memiliki kepala manusia dan akup burung rajawali. Kecuali orang bersedia percaya dlm absurditas ini, jelaslah bahwa Muhamad sedang halusinasi. . Kami menyebutnya : HALUSINASI ! Sejarawan dan akademisi Muslim dari Mesir, Haykal, menggambarkan surga2 yang didatanginya. Surga pertama terbuat dari perak murni dan bintang2 bergelantungan dari atapnya dgn rantai emas.” [Ini menunjukkan bahwa Muhamad tidak memiliki pengertian apapun ttg sifat bintang. Ia menyangka bintang2 sbg mirip lampu2 pohon natal yang bergelantungan dari atap langit. Ini memang konsisten dgn teori kosmologi Ptolemy yang dipercaya luas pada jaman itu.]. Pada setiap bintang ada malaikat yang berjaga2 utk menghindari gendruwo naik kedlm tempat2 suci dan menghindari hantu2 dari diam2 mendengarkan rahasia2 surgawi. [Absurditas in juga dinyatakan dlm Qur’an, bahwa jin berdiri diatas sesama bahu mereka utk mendengarkan diskusi “Majelis Mulia, sampai mereka ditembak jatuh oleh bintang2 yang ditembakkan pada mereka spt peluru misil. Dijaman dulu orang menyangka bahwa meteorit adalah bintang2 yang berjatuhan (shooting stars. ] Disana, Muhamad menyalami Adam. Dan dalam keenam surga lainnua. ia berjumpa dgn Noah, Aaron, Moses, Abraham, David, Solomon, Idris (Enoch), Yahya (Yohanes Pembaptis) dan Yesus. Ia melihat malaikat kematian, Azrail, yang tubuhnya begitu besar sampai mata2nya berjarak 70.000 hari perjalanan berbaris. [Sekitar 10 kali lebih besar dari jarak antara Bulan dan Bumi] Ia memiliki 100.000 batalyon dan melewatkan waktunya dgn menulis dlm sebuah buku raksasa nama2 mereka yang mati atau dilahirkan. Ia melihat malaikat air mata yang menangis bagi dosa2 dunia; Malaikat Pembalas dgn wajah yang besar yang tertutup oleh bisul2 yang menguasai api dan duduk dlm singgasana berapi; dan satu lagi malaikat raksasa yang tubuhnya terdiri dari setengah salju dan setengah api yang dikelilingi oleh kor surga yang terus menerus menangis: `Ya Tuhan, Kau menyatukan api dan salju, menyatukan semua abdi2mu utk tunduk pada hukum2Mu. Dlm surga ketujuh dimana jiwa2 orang2 baik tinggal ada malaikat yang lebih besar dariseluruh dunia dgn 70.000 kepala; setiap kepala memiliki 70.000 mulut dan setiap muilut memiliki 70.000 lidah dan setiap lidah berbicara dlm 70.000 bahasa dan tidak habis2nya menyanyikan pujian kpd Sang Maha Kuasa.’ Muhamad memang memilki daya khayal yang luar biasa. Namun pemikirannya jelas rancu. Mahluk2 diatas itu bahkan sulit dibayangkan, apalagi eksis. • Muhamad melihat malaikat yang ukurannya lebih besar dari bumi ini, yang sebenarnya sebuah oxymoron. • Malaikat ini memiliki 70.000 kepala; setiap kepala memiliki 70.000 wajah. (Total wajah yang dimilikinya adalah : 4.900.000.000) • Setiap wajah memiliki 70.000 mulut (Total mulut : 343.000.000.000.000) • Setiap mulut memiliki 70.000 lidah (Total lidah : 24.010.000.000.000.000.000) • Setiap lidah mampu bercakap dlm 70.000 bahasa (Total bahasa yang mampu digunakannya : 1,680,700,000,000,000,000,000,000) Mengapa Allâh merasa perlu menciptakan mahluk monster spt itu hanya agar mahluk itu bisa memuja2nya tanpa akhir dlm berbagai bahasa pula ? Mahluk macam itu hanya bisa dibayangkan oleh orang yang sedang menderita halusinasi akut. Bayangkan seseorang mengisi rumahnya dgn ratusan computer dan alat perekam dan memprogram mereka agar alat2 itu memuja sang pemilik, setiap waktu dalam segala macam bahasa. Bukankah itu gila ? Allâh adalah perwujudan ego Muhamad dan segalanya yang ia inginkan. Psikologi Allâh merefleksikan psikologi Muhamad. Sbg seorang narsisis, ia memiliki kehausan besar agar dipuja, begitu pula tuhannya yang tidak lain hanyalah perwujudan dirinya. Muhamad adalah orang yang suka menyendiri. Ia menikahi seorang wanita penting, tapi ia sendiri bukan orang penting dan bahkan diejek oleh sukunya sendiri. Halusinasinya, yang ditafsirkan oleh isterinya sbg tanda kenabian, adalah suplai narsistiknya yang paling besar. Saat halusinasinya berhenti, ia menjadi depresif. Vaknin mengatakan: “Depresi adalah komponen besar dlm sifat emosional sang narsisis. Namun ini sebagian besar adalah karena absensinya suplai narsisistik tsb. Ini sebagian besar ada hubungannya dgn nostalgia kpd saat lebih bahagia, penuh pemujaan dan perhatian dan tepukan tangan … Depresi adalah sebuah bentuk agresi. Dlm bentuk lain, agresi ini ditujukan kpd sang penderita depresi ketimbang kpd lingkungannya. Agresi yang di-represi dan di-mutasi ini adalah karakter baik narsisisme maupun depresi. … Namun, sang narsisis, walaupun depresi, tidak pernah melupakan narsisisme-nya: grandiositasnya, perasaan bahwa segala2nya merupakan hak miliknya, kesombongannya dan kekurangan rasa empati.” Ini tidak hanya menjelaskan sebab-musabab depresi Muhamad dan pemikirannya utk bunuh diri namun juga mengapa ia tidak pernah menuntaskan bunuh diri tsb. Narsisis jarang bunuh diri. Betapa anehnya bahwa dlm setiap kali Muhamad mencoba utk bunuh diri, Jibril datang menyelamatkannya, dan proses itu diulanginya kembali. Narsisis biasanya tidak pernah menuntaskan bunuh diri mereka, Mereka hanya mengungkapkannya guna mencari simpati. “Bgm mungkin seorang narsisis yang menganggap diri sbg seorang Colossus, sbg orang yang teramat penting, sbg pusat alam semesta, lalu bunuh diri ? Agatha Christie menulis dlm Dead Man’s Mirror: “Ia jauh lebih mungkin akan menghancurkan orang lain – seseorang yang berani mengusiknya…. Tindakan macam itu bisa dianggap penting – malah suci ! Namun menghancurkan diri sendiri ? Penghancuran seorang Diri macam itu” ?” Berbeda dgn pasien bipolar yang memerlukan perawatan medis utk mengobati depresi mereka, seorang narsisis hanyalah memerlukan “satu dose suplai narsistik utk mengangkat perasaannya dari depresi menjadi manic euphoria yang sangat tinggi”, kata Vaknin. Temporal Lobe Epilepsy Temporal lobe epilepsy (TLE) didefinisikan thn 1985 oleh the International League Against Epilepsy (ILAE) (Liga Internasional Melawan Epilepsi) sbg sebuah kondisi yang ditandai oleh kejang2 tubuh yang tidak diprovokasi dan berulang2 yang berasal dari the medial or lateral temporal lobe. Kejang2 tubuh yang di-asosiasikan dgn TLE terdiri dari simple partial seizures atau kejang2 sebagian tubuh tanpa kehilangan kesadaran (dgn atau tanpa aura/peringatan) dan complex partial seizures (yi. dgn kehilangan kesadaran). Sang penderita kehilangan kesadaran selama sebuah complex partial seizure karena kejang2nya melibatkan kedua temporal lobes, yang mengakibatkan gangguan ingatan. Kejang2 Muhamad mencakup kedua macam tipe diatas. Kadang ia jatuh dan kehilangan kesadaran, dan kadang tidak. Menurut sebuah hadis, selama konstruksi Ka’bah, sebelum ia menerima pemberitahuan akan diangkat sbg nabi, Muhamad jatuh ke tanah tanpa sadar dgn kedua matanya mengarah pada langit. Pada saat itu ia kehilangan kesadaran. Ini jelas tanda kejang2 epilepsi. Menurut situs emedicine.com, “90% pasien dgn abnormalitas temporal interictal epileptiform pada EEG mereka pernah mengalami kejang2.” btw, keterangan ttg EEG : http://www.emedicine.com/neuro/topic108.htm EEG showing epilepsy 7-283 Kami tahu bahwa sejak masa kecilnya, Muhamad mengalami kejang2. Ia melihat dua lelaki dlm jubah putih membuka dadanya dan mencuci jantungnya dgn salju putih. Neurosurgeon AS dan pionir ahli bedah otak, Harvey Cushing, melaporkan ttg seorang anak lelaki dgn sebuah cystic glioma dlm temporal lobe bagian kanan mengalami halusinasi kuat ttg seseorang dlm tiga dimensi dlm jubah putih. Neurologis Irlandia-AS, Robert Foster Kennedy (1884-1952) adalah salah seorang yang pertama yang mengidentifikasikan halusinasi kuat yang bersifat audio-visual (bisa didengar dan dilihat) yang terjadi diluar tubuh penderita, sbg berasal dari temporal lobe. Ttg masa mudanya, Muhamad mengatakan: Aku berada diantara anak2 lelaki Quraish, mengangkat batu2 spt yang digunakan anak2 utk bermain. Kami semua membuka baju kami, masing2 membuka lapisan atas (selembar kain) dan dililitkan disekeliling leher sambil mengangkat batu2 ini. Aku berbolak-balik bersama mereka ketika sebuah sosok yang tidak nampak menampar aku sampai sakit sambil mengatakan, ‘Kenakan bajumu’. Jadi aku mengenakannya dan memulai mengangkat batu2 itu dileher aku, berbeda dari teman2 aku.” Nampaknya sosok2 dlm halusinasi Muhamad se-kasar dan se-agresif Muhamad. Gejala-gejala Kejang-kejang Temporal Lobe Kejang-kejang yang diakibatkan dari dalam temporal lobe bisa didahului oleh sebuah aura (peringatan), dalam bentuk sensasi abnormal, epigastric sensations (perasaan aneh dalam perut), halusinasi atau ilusi (entah lewat indera mata, hidung atau rasa di mulut ), sensasi déjà vu (perasaan sangat bahagia dan puas), membayangkan peristiwa atau perasaan di masa lalu atau emosi tiba2 dan intens yang tidak ada hubungannya dengan keadaan saat itu. Semua gejala2 ini hadir saat Muhamad mengalami kejang-kejang. Pengalaman epilepsi ini bisa partial/sebagian, dimana sang penderita tidak kehilangan kesadaran, atau partial complex, yang mengakibatkan kehilangan atau kekurangan kesadaran. Gejala2 lain termasuk gerakan kepala yang abnormal dan bola mata yang terangkat keatas (putih semua, bagian hitamnya tidak kelihatan). Kejang-kejang tipe inilah yang terjadi pada Muhamad saat dibangunnya Ka’bah. Gerakan kontraksi otot yang repetitif dan ritmik yang mempengaruhi satu bagian tubuh, satu lengan, bagian dari wajah atau bagian terisolasi lainnya juga merupakan gejala-gejala TLE. Gejala-gejala lain termasuk sakit perut bagian bawah (abdominal pain), perasaan muak (nausea), keringat deras, wajah kemerah2an, detak jantung yang cepat dan perubahan dalam visi, ucapan, pemikiran, kesadaran dan kepribadian. Jelas, halusinasi lewat panca-indera (visual, audio, sentuhan badan dsb.) adalah gejala2 utama. Epilepsy.dk mendefinisikan, “Simple partial seizures dengan gejala-gejala mental, yaitu si penderita bisa mengingat apa yang dialaminya tadi, dari jaman dulu dikenal sebagai ‘aura’. Kejang-kejang itu sering disusul dengan gerakan tubuh yang tehentak-hentak (convulsion). Mereka sering bagaikan mimpi … Ia berpikir ia sudah gila.” Muhamad memang merasa bahwa ia sudah gila. Khadijah-lah yang meyakinkannya bahwa ia tidak gila. Situs itu juga menulis: “Sejak lama diperdebatkan apakah penderita epilepsy memiliki kepribadian khas yang berbeda dari orang lain. Disimpulkan bahwa penderita dengan temporal lobe epilepsy lebih tidak stabil secara emosional, dengan kecendrungan untuk agresif. Ada yang menjadi egois (self-centered), mereka begitu sensitif sampai mendekati paranoia, dan setiap pernyataan bisa membuatnya tersinggung. Mereka terlalu menganalisa hal2 secara mendalam (mengarah kepada perasaan dendam), dan sangat tertarik khususnya pada hal2 seperti agama, hal2 mistik, filosofis dan isu2 moralitas.” Dijelaskan pula bahwa penderita TLE cenderung untuk depresi, berpikir untuk bunuh diri dan halusinasi. Penderita merasa bahwa ia sedang ditindas. Namun demikian, hubungan emosionalnya dengan orang2 lain lebih baik dengan penderita schizophrenia. Berbeda dengan schizophrenia, TLE sering sembuh dengan sendirinya. Ini kemungkinan terjadi pada Muhamad, karena semakin beranjak dalam umur kejang-kejangnya semakin jarang terjadi. Namun demikian, ini tidak menghentikannya untuk terus “menerima wahyu” untuk melengkapi Qur’annya sesuai dengan keperluan keadaan. Diantara ayat-ayat Mekah yang dini dan ayat-ayat Medinah yang belakangan, ada perbedaan dalam nada, ahasa dan struktur bahasa. Surat-surat yang ditulis selama karir Muhamad yang dini bersifat poetis. Mereka berbunyi seperti sajak, pendek dan menarik perhatian. Mereka penuh dengan permohonan agar pengikut soleh, rajin berzakat, menafkahi anak yatim, membebaskan budak, sabar, berbaik hati dan penuh kasih dan cukup banyak perngatan dan janji-janji neraka bagi mereka yang tidak mengindahkan peringatannya. Surat 91, “Al Shams/Matahari”, adalah surat khas yang menggambarkan periode ini. Surat itu membicarakan sebuah mitos yang sudah dikenal luas oleh bangsa Arab, bahwa Allâh telah mengirimkan onta betina untuk memperingatkan rakyat Tsamud, yang karena kecerobohan mereka memotong sebuah binatang yang sebenarnya seorang nabi betina. Demi matahari dan cahayanya di pagi hari dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas, ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: (“Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya”. Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah), dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu. Surat 113, “AL Falaq/Subuh”, adalah contoh lain tentang surat yang ditulis dalam periode Mekah ini. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Biasanya tukang-tukan sihir dalam melakukan sihirnya membikin buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”. Saat masih di Mekah, ambisi Muhamad hanya terbatas pada kota itu dan sekitarnya. Ia menulis: Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya. Ibu segala Kota, Ummul Qura, adalah Mekah. Dalam ayat-ayat lain, ia mengatakan bahwa ia datang khusus bagi mereka yang belum menerima wahyu dari Tuhan. Menurut ayat-ayat ini, pesannya tidak ditujukan bagi Yahudi dan Kristen. Namun dengan lajunya waktu dan ambisinya, akhirnya ia menuntut agar kesemuanya tunduk padanya atau mati. Bahasa dalam surat-surat belakangan bersifat legalistik. Sama dengan bahasa seorang tiran yang menetapkan hukum dan peraturan bagi pengiktunya dan mendorong mereka untuk merebut wilayah baru. Seperti dikatakan A. S. Tritton, “Kalimat-kalimatnya panjang dan sulit dicerna sehingga sang pendengar harus mengendar secara hati-hati atau ia akan kehilangan iramanya; bahasanya bersifat prosa dengan kata-kata yang berirama dalam intervalnya. Topiknya adalah peraturan, komentar atas kejadian, pernyataan kebijakan, peringatan kepada mereka yang tidak se-iya sekata dengan sang nabi, khususnya Yahudi, dan rujukan kepada cekcok rumah tangga. Daya khayalnya disini mulai melemah dan anak-anak kalimat menunjukkan kemiskinan ide-ide dengan disana sini berisi letupan entusiasme dari ayat-ayat Mekah.” Juga penting dicatat bahwa halusinasi Muhamad tidak terbatas pada malaikat Jibril. Ia juga mengaku melihat Jin dan bahkan Setan. Saat sedang solat dalam mesjid, ia mulai menggerak-gerikkan lengannya seakan bergelut dengan seseorang yang tidak kelihatan. Ia kemudian mengatakan, “Setan datang didepan aku dan mencoba mengganggu doa aku, namun Allâh memberi aku kekuatan dan aku mencekiknya. Aku berpikir untuk mengikatnya kepada tiang mesjid shg kau bisa melihatnya saat kau bangun di pagi hari. Lalu aku ingat pernyataan Nabi Solomon, ‘Tuhanku ! Berikan kepada aku sebuah kerajaan yang tidak dimiliki siapapun setelah aku.’ Lalu Allâh membuatnya (Setan) kembali dengan kepala tunduk (terhina).” Dalam berbagai ahadis, Muhamad meriwayahkan pertemuan2nya dengan Jin. Ada cerita yang mengatakan ia bermalam di kota mereka dan membuat mereka masuk Islam. Ada paling sedikit 30 rujukan kepada Jin dalam Qur’an. Gejala Lain TLE Penderita TLE memiliki lima tendensi ini (diantara dan bukan selama kejang-kejang): 1. Hypergraphia: sebuah fenomena obsesi yang diwujudkan dalam menulis atau mencatat dalam buku harian secara ekstensif. Walau mengaku buta huruf, Muhamad menyusun Qur’an, meminta orang lain untuk menulis untuknya. 2. Hyperreligiositas: kepercayaan religius yang tidak hanya intens/mendalam, namun juga bisa diasosiasikan dengan teori-teori teologis atau kosmologis yang tidak lazim. Penderita menganggap diri mendapatkan wahyu ilahi. Muhamad jelas menyibukkan diri dengan filosofi dan hal-hal mistik, yang membawanya menciptakan sebuah agama baru. 3. Sifat Menempel: Dari cerita-cerita tentang kedekatan Muhamad pada pamannya, ketika ia masih kecil, bisa disimpulkan bahwa Muhamad secara emosional sangat memerlukan orang dekat dan sangat marah saat ditolak atau dicampakkan. 4. Niat seksual yang berubah-ubah: Obsesi Muhamad kepada wanita menunjukkan bahwa interesnya kepada sex meningkat walau, seperti yang akan kita saksikan nanti, kemampuannya itu kemungkinan berkurang atau hilang sepenuhnya. 5. Agresif: emosi intens ini sering labil, sehingga suatu saat penderita bisa menunjukkan kehangatan, dan pada saat lain, kemarahan dan iritasi berujung pada amukan dan kelakuan agresif. Muhamad kadang bersifat ramah, khususnya kepada sahabat-sahabatnya, namun sangat tidak sabar dan sering jengkel dgn mereka yang ia anggap menolak tuntutan-tuntutannya. Bukhari mengatakan: “Jika Nabi tidak suka sesuatu, tanda ketidaksukaan itu akan nampak pada wajahnya.” Perjalanan Malam ke Surga Ada berbagai versi ttg cerita Mi’raj Muhamad, pelancongan malam harinya ke surga. Ibn Ishaq menyusun tradisi-tradisi yang berasal dari sahabat-sahabatnya, khususnya istrinya, ‘Aisha. Menurut riwayat, Muhamad melaporkan : (terjemahan bebas !) “Ketika aku tidur dalam hijr, Jibril datang dan membangunkan aku dengan kakinya. Aku bangun namun tidak melihat apa-apa dan merebah kembali. Untuk kedua kalinya ia datang dan membangunkan aku dengan kakinya. Aku tidak melihat apa2 dan merebah kembali. Ia datang kepada aku untuk ketiga kalinya dan membangunkan aku dgn kakinya. Aku bangun dan ia memegang tangan aku dan aku berdiri disebelahnya. Ia membawa aku keluar pintu mesjid, dan disitulah ada seekor hewan putih, setengah keledai … (half mule, half donkey), dengan akup2 disisinya yang mempercepat gerakan kakinya …. Ia menaikkan aku padanya. Lalu ia pergi keluar dengan aku, dan terus dekat dengan aku. Ketika aku mencoba menaikinya, ia [hewan itu] malu-malu. Jibril meletakkan tangannya pada bulu tengkuknya dan mengatakan, Apakah kau tidak malu, wahai Buraq, untuk bertingkah seperti ini ? Demi Allâh, tidak ada yang lebih terhormat bagi Allâh daripada Muhamad menaikimu. Hewan itu begitu malu sampai ia berkeringat dan berdiri sehingga aku bisa menaikinya.” Sang periwayah kemudian mengatakan: “Nabi dan Jibril berangkat sampai mereka tiba di kuil Yerusalem. Disana ia berjumpa dengan nabi-nabi seperti Ibraham, Musa dan Yesus. Sang nabi berlaku sebagai imam utama mereka dalam memimpin doa. Lalu ia dibawakan dua ember, yang satu berisi anggur dan yang lainnya berisi susu. Sang nabi mengambil susu itu dan meminumnya, menolak anggur tersebut. Jibril mengatakan, ‘Kau telah diantarn dengan benar kepada hukum alami, agama asli yang benar dan begitu pula pengikutmu, Muhamad. Anggur diharamkan bagimu.’ Lalu sang nabi kembali ke Mekah dan dipagi hari ia mengatakan kepada Quraish apa yang terjadi. Kebanyakan dari mereka mengatakan, ‘Demi Allâh, ini jelas sebuah absurditas ! Sebuah karavan saja memerlukan waktu satu bulan untuk mencapai Syria dan satu bulan untuk kembali. Bagaimana Muhamad bisa melakukan perjalanan pulang-pergi dalam satu malam ?’” Ibn Sa’d mengatakan; “Setelah mendengar cerita ini banyak orang yang berdoa dan bergabung dengan Islam menjadi pembelot dan meninggalkan Islam.” Dan kemudian ayat Qur’an berikutlah kabarnya diturunkan sebagai tanggapan: “Kami membuat visi yang Kami tunjukkan hanya untuk menguji manusia.” Para periwayat Muslim sampai jungkir balik membumbui cerita ini agar nampak kredibel. Mereka menambahkan bahwa setelah orang menuntut bukti darinya, Muhamad menjawab bahwa ia dan kuda buraqnya telah melewati karavan si ini dan si itu di sebuah lembah dan bahwa sang buraq mengagetkan mereka sampai salah satu onta mereka meloncat kaget dan melarikan diri. Lalu Muhamad dikutip sebagai mengatakan; “Dan aku menunjuk kepada mereka dimana (karavan) itu berada, saat aku dalam perjalanan ke Syria. Aku meneruskan perjalanan sampai di Dajanan, sebuah gunung didekat Tihama, sekitar 25 mil dari Mekah. Aku melewati karavan Banu ini dan itu. Aku menemukan mereka tertidur. Mereka memiliki ember air yang ditutupi dengan alas penutup. Aku melepaskan penutup itu dan meminum airnya, dan meletakkan kembali alas penutup tersebut. Yang ingin dibuktikannya adalah bahwa karavan mereka itu pada saat ini sedang turun dari al-Baida’ di Celah al-Tan’im, yang dipimpin oleh onta berwarna ke-abu2an yang dibebani dengan dua kantong, salah satunya berwarna hitam dan satunya lagi berwarna warni.’ Baida adalah sebuah lembah didekat Mekah, disisi Medinah. Tan’im berada di tanah tinggi didekat Mekah. Orang-orang itu bergegas mencapai Celah itu dan onta pertama yang mereka temukan adalah sesuai dengan yang digambarkan (nabi). Mereka menanyakan lelaki-lelaki itu tentang ember air itu dan mereka mengatakan bahwa ember itu tadinya penuh air, dan mereka menutupinya dengan sebuah alas namun ketika mereka bangun, ember itu, walau tertutup ternyata kosong isinya. Mereka bertanya orang lain yang juga berada di Mekah dan mereka mengatakan bahwa memang benar mereka dikagetkan dan seekor onta berlari kaget. Mereka mendengar seseorang memanggil mereka, yang menunjuk pada arah larinya sang onta sehingga mereka bisa menangkapnya kembali.” Tradisi-tradisi ini ditulis lebih dari seratus tahun setelah kematian Muhamad. Tidak ada cara membuktikan otentisitas klaim-klaim tersebut setelah lewatnya jangka waktu yang cukup panjang. Namun apa yang umumnya dilewatkan Muslim adalah bahwa pada saat Muhamad mengaku telah mengunjungi sebuah kuil di Yerusalem, kuil itu sebenarnya belum dibangun. Enam abad sebelum penerbangan misterius al-Buraq itu, rakyat Romawi telah menghancurkannya. Pada tahun 70M tidak satupun batu yang berdiri. Menurut Injil, Kuil Solomon dibangun sekitar abad 10 SM. The Dome of the Rock dibangun diatas fondasi Kuil Yupiter Romawi pada tahun 691M. Mesjid Al-Aqsa dibangun diatas sebuah basilica Romawi di sebelah selatan the Temple Mount oleh bangsa Umayyad di tahun 710M. Ironis bahwa Muhamad bisa menggambarkan karavan suku ini dan itu dengan begitu mendetil, namun lupa bahwa kuil tempat ia solat itu, sebenarnya belum eksis. Sebuah hadis lain mengatakan bahwa untuk menguji kebenaran pernyataan Muhamad, Abu Bakar memintanya agar Muhamad menggambarkan Yerusalem dan ketika ia melakukannya, Abu Bakar mengatakan ‘Itu benar. Aku bersaksi bahwa kau adalah rasul Allâh’. Tidak jelas apakah Abu Bakar memang pernah mengunjungi Yerusalem. Ini bukan kota penting bagi bangsa Arab untuk dikunjungi. Namun demikian, sangat mengherankan bahwa Abu Bakar-pun tidak sedikitpun menggambarkan kuil itu. Ini tidak lain hanyalah cerita-cerita yang disusun Muslim untuk memberikan kredibiltas kepada cerita yang paling aneh yang pernah dinarasikan nabi mereka. Ada versi lain mengenai cerita ini yang kemungkinan lebih bisa dipercaya karena ini juga diratifikasi dalam Qur’an. Dalam versi ini Muhamad mengatakan: “Setelah menuntaskan urusan aku di Yerusalem, sebuah anak tangga yang paling indah yang pernah aku lihat dibawa kepada aku. Itu tangga yang dipandangi orang menjelang dijemput maut. Rekan aku menaikinya, sampai kami tiba di salah satu gerbang surga yang disebut dgn Gerbang Para Penjaga. Malaikat bernama Isma’il bertanggung jawab atasnya dan ia membawahi 12.000 malaikat, yang masing2 membhawai 12.000 malaikat.’ Ketika Jibril membawa aku masuk, Isma’il bertanya siapa aku dan ketika ia mengatakan bahwa aku Muhamad, ia bertanya apakah aku diberikan sebuah misi, atau dipanggil, dan setelah diyakinkan, ia mengucapkan selamat jalan. Semua malaikat yang menemui aku ketika aku memasuki suga paling bawah tersenyum dan mengucapkan selamat jalan, kecuali salah satu dari mereka yang tidak senyum atau menunjukkan ekspresi gembira spt yang lainnya. Dan ketika aku tanya alasannya kpd Jibril, ia mengatakan bahwa kalau ia memang pernah tersenyum kpd orang lain sebelumnya atau tetrseunyim kpd seseorang sesudahnya, ia akan tersenyum pada aku. Ia tidak tersenyum karena ia Malik, Penjaga Pintu Neraka. … Surah 81:21 ‘Apakah kau tidak akan perintahkan dia utk menunjuk Neraka pada aku ?’ Dan ia mengatakan, ‘Tentu ! Hai Malik, tunjukkan Neraka pada Muhamad.’ Thereupon he removed its covering, and the flames blazed high into the air, until I thought that they would consume everything. So I asked Gabriel to order him to send them back to their place, which he did. Aku hanya bisa menbandingkan dampak penarikan diri mereka spt jatuhnya bayang2 sampai, ketika api mundur ketempat asal mereka, Malik menutupi mereka. Ketika aku memasuki surga paling bawah, aku melihat seseorang duduk disana, dgn jiwa2 orang yang melewatinya. Kpd seseorang ia berbicara dgn baik dan … mengatakan ‘Jiwa bagus dari raga yang bagus.’ Tentang orang lain ia akan mengatakan ‘Wah’ dan cemberut, mengatakan: ‘Jiwa setan dari raga setan.’ Dlm menjawab pertanyaan aku, Jibril mengatakan bahwa ini ayah kami, Adam, sedang memeriksa jiwa2 keturunannya. Jiwa orang beriman meningkatkan kegembiraannya, sementara jiwa seorang kafir meningkatkan kejijikannya. ‘Lalu aku melihat orang2 dgn bibir spt onta. Dlm tangan2 mereka terdapat kepingan2 api, spt batu, yang mereka gunakan utk dimasukkan dalam mulut mereka dan kemudian keluar dari bokong mereka. Aku diberitabu bahwa ini mereka yang berdosa karena memakan harta anak yatim piatu. Lalu aku melihat orang2 seperti keluarga Firaun, dgn perut2 yang belum pernah aku lihat, dan melewati mereka adalah onta2 yang gila karena kehausan ketika mereka dibuang ke neraka, menginjak mereka karena mereka tidak dapat mengelak. Mereka adalah para lintah darat. Lalu aku melihat wanita2 digantung dari buah dada mereka. Mereka melahirkan anak2 haram jadah bukan dari suami2 mereka. Lalu aku dibawa ke surga kedua, dan disitu ada dua saudara sepupu dari garis ibu, Isa, putera Mariam dan Yohanes, putera Zakariah. Lalu aku ke surga ketiga dan disitu ada seseoarng yang wajahnya spt bulan purnama. Itu saudara aku, Yusuf, putera Yakub. Lalu ke surga keempat, disana ada seorang bernama Idris. ‘Dan kami …. And we have exalted him to a lofty place.’ Surah 19:58 ????? Lalu ke surga kelima dan disana ada lelaki dgn rambut putih dan jenggot panjang, belum pernah aku melihat lelaki yang lebih rupawan darinya. Ia adalah yang paling dikasihi rakyatnya, Aaron, putera ‘Imran. Lalu ke surga keenam, dan disana ada lelaki berwarna kulit gelap dgn hidung berbentuk kait (‘a hooked nose’), spt kaum Shanu’a. Ini saudara aku, Musa, putera ‘Imran. Lalu ke surga ketujuh, dan disana ada seseorang duduk di singgasana pada gerbang rumah mewah immortal, Surga. Setiap hari, 70.000 malaikat masuk dan tidak kembali sebelum hari kiamat. Belum pernah aku melihat orang lebih mirip dgn aku. Ini ayah aku, Ibraham. Lalu ia membawa aku ke surga, dan disitu aku melihat gadis dgn bibir merah gelap dan bertanya siapa memilikinya, karena ia sangat membuat aku suka padanya, dan ia mengatakan ‘Zayd b. Haritha.’ Rasul memberitahu Zayd berita baik ini tentangnya (gadis itu).” Satu tradisi mengatakan, Ketika Jibril mengantar Muhamad ke setiap tingkatan surga dan meminta ijin masuk, ia harus memberitahu para penjaga siapa yang ia bawa dan apakah tamunya itu menerima sebuah misi atau telah dipanggil, dan para penjaga gerbang akan menjawab ‘Allâh memberikannya kehidupan, kakak dan sahabat !’ dan membiarkan mereka lewat sampai mereka mencapai langit ketujuh dan disana Muhamad bertemu dengan Allâh. Disana ditetapkan kewajiban lima puluh kali solat per hari bagi pengikutnya. Saat ia kembali, ia bertemu Musa dan inilah yang terjadi: “Pada saat aku kembali, aku berjumpa dengan Musa dan sungguh ia temanmu yang paling baik ! Ia bertanya berapa solat yang diwajibkan pada aku dan ketika aku mengatakan lima puluh, ia mengatakan, ‘Doa adalah sesuatu yang memberatkan dan pengikutmu adalah orang-orang lemah, jadi kembalilah kepada Tuhanmu dan minta padaNya untuk mengurangi jumlah solatnya bagi dirimu dan komunitasmu.’ Aku melakukannya dan Ia mewajibkan sepuluh solat. Sekali lagi aku berpapasan dengan Musa dan ia sekali lagi mengatakan hal yang sama, dan begitulah seterusnya sampai hanya ditetapkan lima solat bagi seluruh hari dan malam. Musa kembali memberikan aku nasehat yang sama. Aku menjawab bahwa aku sudah kembali kepada Tuhan aku dan bertanya padaNya untuk mengurangi jumlahnya sampai aku malu dan aku tidak akan melakukannya lagi. Barang siapa yang melakukan doa dalam iman, imannya akan dihadiahi dengan limapuluh solat.” Ada Muslim yang mengatakan bahwa peristiwa ini tidak terjadi dalam dunia fisik melainkan sebuah pengalaman spiritual. Namun, itupun tidak benar mengingat pernyataan Muhamad yang mendetil tentang karavan Banu ini-itu yang ditemuinya dalam perjalanannya dan semua detil tentang seekor onta yang meloncat kaget atau meminum air dari sebuah ember milik karavan itu. Bukti paling besar bahwa pengalaman ini sebenarnya sebuah pengalaman fisik adalah karena ini tercatat dalam Qur’an sendiri, yang mengatakan bahwa asensi ini dimaksudkan untuk menguji iman pengikut. Muslim memang mempercayai absurditas mana saja selama absurditas itu diberi cap “spiritual”, tetapi kalau sesuatu dikatakan terjadi dalam dunia nyata, Muslim bertendensi utk lebih skeptis Muhamad Menyatakan Kebenaran http://www.fyodordostoevsky.com/pictures.php Penulis Rusia, Feodor Dostoevsky, bahkan percaya bahwa Muhamad menyatskan kebenaran. Ia percaya bahwa pengalaman Muhamad ini benar, paling tidak menurut dirinya sendiri. Dostoevsky sendiri menderita temporal lobe epilepsy. Ia mengatakan, lewat salah satu tokoh dalam bukunya, ketika ia mengalami kejang2, pintu2 Surga akan terbuka dan ia bisa melihat barisan malaikat meniupkan trompet emas. Lalu kedua gerbang emas akan terbuka dan ia bisa melihat tangga emas yang mengantar langsung kepada singgasana Tuhan. Newsweek, tgl 7 Mei, 2001, dalam sebuah artikel berjudul Religion and the Brain (Religi dan Otak), menjelaskan fenomena ini: Saat gambaran sebuah salib atau sebuah Taurat berlapis emas, memecut kekaguman religius, ini disebabkan karena bagian otak yang mengatur penglihatan–yang menafsirkan apa yang dilihat mata dan menghubungkan gambaran itu dgn emosi dan memori–telah belajar utk menghubungkan gambaran tsb dgn perasaan tsb. Visi2 yang timbul selama doa atau ritual agama juga dihasilkan dari dalam area tsb: stimulasi elektris dari temporal lobe (yang tersimpan dipinggir kepala dan menyimpan sirkuit2 yang bertanggung jawab atas bahasa, pemikiran konseptual dan asosiasi) menghasilkan visi. Epilepsi Temporal-Lobe —letupan abnormal aktivitas elektrik di kawasan2 ini— membawanya ke hal yang lebih ekstrim. Walau studi meragukan koneksi antara epilepsy dgn religiositas, ada yang merasa bahwa kondisi ini mencetuskan visi dan suara2 jelas semacam tipe yang dialami Joan of Arc. Walau epilepsy temporal-lobe jarang terjadi, periset menganggap bahwa letupan2 aktivitas elektrik yang terpusat yang disebut dgn “temporal-lobe transients” bisa menghasilkan pengalaman mistik. Utk menguji teori ini, Michael Persinger dari Laurentian University di Canada menempatkan sebuah helm yang dipadati dgn elektromagnet dan dipasang pada kepala sukarelawan. Helm itu menciptakan aliran magnetik yang lemah, tidak lebih dari yang dihasilkan layar computer. Memonitor Epilepsi Menurut Persinger, letupan2 aktivitas elektrik dalam temporal lobe, menghasilkan sensasi yang oleh sukarelawan digambarkan sbg supernatural atau spiritual: sebuah pengalaman luar badan, perasaan kehadiran ilahi. Ia percaya bahwa pengalaman religius diakibatkan oleh badai elektrik dlm temporal lobes, dan bahwa badai2 itu bisa dicetuskan karena keresahan, krisis pribadi, kekurangan oxyangen, kadar gula rendah dan badan letih—saat2 dimana orang biasanya menemukan “Tuhan.” Asal Usul Pengalaman Mistik Muhamad Mungkinkah perangsangan temporal lobe membangunkan pengalaman misitk spt merasakan kehadiran “mahluk halus”, mendengar suara, melihat cahaya atau bahkan hantu ? Michael Persinger setuju. Ia mampu mendemonstrasikan bahwa sensasi yang digambarkan sbg “pengalaman religius” tidak lain adalah dampak sampingan dari kegiatan otak kita yang sangat aktif itu. Dlm kata2 sederhana: Kalau bagian otak sebelah kanan-bagian yang mengatur emosi kita- … dan lalu bagian kiri-bagian bahasa- diperintahkan utk mempertanyakan fenomena tidak eksis ini, otak kita menghasilkan perasaan adanya “mahluk halus.” Ken Hollings menulis : “Persinger… berpendapat bahwa pengalaman religius diciptakan dalam otak. Studi akhir2 ini menunjukkan bahwa kesadaran mengenai diri kita sendiri (our sense of self) dihasilkan oleh temporal lobe kiri, yang berlokasi dlm bagian otak yang mengatur logika dan ketepatan, yang mencoba mempertahankan batasan antara kesadaran individual dan dunia luar. Tutup lobe itu dan kau akan merasakan bahwa kau telah menyatu dgn Alam Semesta – bentuk utama pengalaman religius. Rangsang temporal lobe bagian kanan, bagian otak kita yang lebih kreatif dan emosional, maka timbullah perasaan kesadaran diri, yang biasanya dirasakan sbg fenomena ‘terpisah’.” Persinger menempatkan helm sepeda motor dgn sumbu2 (solenoid) yang menyalurkan aliran elektromagnetik lunak disekitar kepala bagian otak seorang sukarelawan. Mereka duduk dgn mata tertutup kain dlm sebuah kamar kosong yang mendapat julukan “ruang surga dan neraka.” Dgn memindah2kan aliran listrik itu, 80% dari sukarelawan yang mengambil bagian dlm eksperimen ini merasakan “kehadiran” mahluk halus dlm kamar tsb, kadang menyentuh atau bahkan meraih mereka. Ada yang mengatakan bahwa mereka mencium wangi surga atau bau neraka. Mereka mendengar suara, melihat lorong2 gelap, cahaya dan pengalaman religius mendalam. Ed Conroy, melaporkan eksperimen Michael Persinger ini & menulis : “Kepribadian orang2 normal yang menunjukkan meningkatnya aktivitas temporal lobe … menunjukkan meningkatnya kreatifitas, suggestibility, kapasitas ingatan dan proses intuisi. Sebagian besar mengalami fantasi hebat atau subyektif yang memupuk adaptabilitas mereka. Banyak dari mereka cenderung pada aktivitas fisik dan mental yang disusul dgn depresi ringan. Orang2 ini lebih sering memiliki mengalami perasaan ‘ada hantu dan bahkan melihatnya’; kepercayaan2 eksotik lebih dirasakan ketimbang konsep2 religi tradisional.” Persinger menemukan bahwa masing2 sukarelawan memberikan nama yang tidak asing kpd ‘hantu’ mereka. Orang2 beragama merasakan kehadiran tokoh2 suci agama mereka spt Elijah, Yesus, Bunda Maria, Mohamad, dsb. Mereka yang cenderung memiliki interpretasi ala Freud – menamakan fenomena yang hadir sbg kakeknya misalnya, sementara sukarelawan yang agnostik, yang terkagum2 ttg cerita2 piring terbang dari angkasa luar (UFO), menceritakan sesuatu yang lebih mirip cerita penculikan oleh mahluk dari planet lain. Metoda ini juga digunakan utk merangsang pengalaman hampir mati (near-death experience) atau NDE. Hollings menulis : “Thn 1933 di Montreal, ahli bedah syaraf, Wilder Penfield menemukan bahwa saat ia menstimulasi sel2 saraf tertentu dlm temporal lobe dgn aliran listrik, pasien akan merasakan kembali ‘pengalaman2 sebelumnya’ secara mendetil dan meyakinkan. Dlm bukunya yang kontroversial thn 1976, The Origin of Consciousness in the Breakdown of the Bicameral Mind, psikologis Princeton, Julian Jaynes mengatakan bahwa perasaan yang biasanya digambarkan sbg ‘pengalaman religius’ hanyalah efek sampingan dari interaktivitas giat antara bagian kiri dan kanan otak kami. Nenek moyang kami, katanya, tidak … dapat menjelaskan perasaan tsb kecuali menyebutnya sbg suara2 dan visi dari dewa2 di atas.” Apa yang sebenarnya terjadi dlm saat kesadaran spiritual yang intens ? Hollings mengatakan, “Aktivitas dlm bagian amyangdale otak, yang memantau lingkungan utk menghindari ancaman dan mengukur ketakutan, ditekan (dampened). Sirkuit2 Parietal lobe yang memberikan kita orientasi, hilang secara pelan2, sementara sirkuit2 dlm frontal dan temporal lobe, yang menandai waktu dan mengakibatkan kesadaran diri, menjadi terputus. Menggunakan brain-imaging data dari Budhis2 Tibet selama meditasi atau biarawati Fransiskan saat berdoa, Dr. Andrew Newberg dari University of Pennsylvania mengamati bahwa segenggam syaraf/neuron dlm superior parietal lobe, dihampir atas dan belakang otak kami, telah berhenti (shut down). Kawasan ini membantu memproses informasi ttg orientasi dan waktu.” Persinger menunjukkan bahwa pengalaman “spiritual” dan “supernatural” adalah hasil dari kurangnya komunikasi dan koordinasi antara temporal lobe kiri dan kanan. Pengalaman adanya hantu dlm kamar, perasaan bahwa sukma kita terpisah dari badan, melihat bagian2 tubuh kita terpotong2 secara aneh dan bahkan perasaan religius semuanya diciptakan dlm otak. Persinger menyebut pengalaman2 ini sbg ‘temporal lobe transients’, atau peningkatan dan ketidakstabilan dlm pola2 penembakan neuron dlm temporal lobe. Bagaimana Pengalaman ini Menghasilkan Perasaan Religius ? “Kesadaran diri kita” (our sense of self), kata Persinger “pada fungsi otak normal, dipertahankan oleh cortex temporal sebelah kiri dan kanan. Begitu kedua cortex ini tidak terkoordinasi, spt saat kejang2 atau pengalaman ‘mistik,’ maka otak sebelah kiri menafsirkan aktivitas tidka terkoordinasi itu sbg ‘pribadi lain’, atau ‘kehadiran mahluk lain’, seakan ada mahluk halus (yang bisa ditafsirkan sbg malaikat, jin, hantu atau mahluk angkasa luar), atau meninggalkan tubuh mereka (spt dalam pengalaman near-death experiences), atau bahkan ‘Tuhan’. Saat amyangdala (bagian kanan otak berhubungan dgn emosi) terlibat dlm pengalaman mistik ini, faktor2 emosional sangat meningkatkan pengalaman itu, yang kalau dihubungkan dgn tema2 spiritual, bisa menjadi sebuah kekuatan yang sangat intens bagi perasaan religius.” Stimulasi Otak menciptakan Orang yang Tak Nampak Pakar sains Swiss menemukan bahwa stimulasi elekytonik/listrik otak bisa menciptakan perasaan kehadiran seseorang yang tidak nampak (a “shadow person”) yang mencontoh gerak-gerik tubuh kita. physorg.com melaporkan : Olaf Blanke dan rekan2 di the Federal Polytechnic School of Lausanne mengatakan, penemuan mereka bisa menjelaskan proses2 otak yang menyumbang bagi gejala2 schizophrenia, dimana seorang penderita merasa kelakuannya di-beo oleh orang lain. Dokter yang mengevaluasi seorang wanita normal tanpa latar belakang problema psikiatris menemukan bahwa stimulasi bagian otaknya yang disebut the left temporoparietal junction membuatnya percaya bahwa ada seseorang yang berdiri dibelakangnya. Sang pasien melaporkan bahwa “orang itu” melakukan gerak gerik persis sama dgn dirinya, walau itu hanya ilusi. Pada saat penyidikan, pasien diminta utk membungkuk kedepan dan memegang lututnya: ini mengakibatkan perasaan bahwa ‘orang bayangannya itu’ sedang memeluknya, yang dirasakannya sbg ‘tidak nyaman.’ Penemuan ini bisa membuat kami semakin mengerti dampak2 psikiatris spt paranoia, perasaan dikontrol dan ditindas oleh mahluk ruang angkasa, demikian para neuroscientist (pakar ilmu saraf). Penemuan ini dilaporkan dlm sebuah dlm isu jurnal Nature minggu ini. Mungkinkah penemuan ini menjelaskan apa yang didengarkan dan dirasakan Muhamad saat terbang ke surga ? Muhamad datang dari budaya yang percaya jin, malaikat, gendruwo, setan dan mahluk2 itu jugalah yang dilihatkan dlm halusinasinya. Dijaman itu berlangsung perdebatan ttg mereka yang percaya akan satu Tuhan, spt Yahudi, Kristen dan Hanifisme (sekte monotheis pra Islam yang merupakan kepercayaan Khadijah yang disebarkan di Arabia), versus mereka yang polytheis, spt yang dipercaya clannya Muhamad. Muhamad berpihak pada monotheisme yang lebih “eksotik”, ketimbang konsep tradisional religius yang dipercaya sukunya. Juga perlu diingat pengaruh Khadijah dlm menafsirkan halusinasi Muhamad. Apa yang dialami Muhamad dirasakan benar2 terjadi, tapi ini hanya pengalaman mental. Ketika ia menceritakannya kpd Khadijah, apa yang dipikirkannya adalah bahwa suami tercintanya entah kesurupan atau disentuh malaikat. Jadi ketika Muhamad mengatakan kepadanya “Aku khawatir sesuatu akan terjadi pada aku”, ia menjawab, “Tidak mungkin ! Allâh tidak akan mempermalukanmu”. Karena ia tidak mampu menerima bahwa Muhamad menjadi gila, ia hanya memiliki satu2nya alternatif dan menyimpulkan bahwa ia pastilah dipilih menjadi nabi. Kalau bukan karena dukungan dan dorongan Khadijah itu, Muhamad akan merasa bahwa ia memang kemasukan setan dan ia akan menyadari kondisinya spt layaknya penderita epilepsi. Onta Berlutut Karena Beratnya Wahyu Muslim sering melebih2kan dan menyusun mukjizat2 yang kata mereka dilakukan Muhamad. Ini memang normal bagi pengikut aliran yang senang meng-atribusi mukjizat pada pemimpin mereka. Sebuah hadis mengatakan bahwa satu saat Muhamad menumpangi ontanya, datanglah sebuah wahyu, dan wahyu itu sedemikian beratnya sampai sang onta tidak tahan dan harus berlutut di tanah. Berlututnya hewan itu merupakan indikasi berikutnya bahwa sang penumpang memang menderita epilepsi. Bonnie Beaver, pakar kelakuan hewan di the College of Veterinary Medicine at Texas A&M University, mengatakan “Anjing dan kucing dikenal telah memperingatkan orang saat kejang2 mereka akan dimulai. Sangat lazim bagi hewan utk meramalkan datangnya kejang2 pada pemilik mereka. Bahkan anjing tertentu bisa dilatih utk memperingatkan seorang penderita epileopsi akan datangnya sebuah serangan.” Kemampuan meramalkan datangnya kejang2 ini tidak hanya terbatas pada anjing dan kucing. Hewan nampaknya memiliki indera yang tidak dimiliki manusia. Hewan bisa meramalkan datangnya gempa bumi, berjam2 sebelum gempa bumi itu tiba. Kuda dan ternak – khususnya – bisa merasakan datangnya badai. Tgl 4 Januari 4, 2005 The National Geographic menulis: “10 hari sebelum gelombang raksasa menghantam garis2 pantai Sri Lanka & India, hewan liar dan piaraan nampaknya tahu apa yang akan terjadi dan melarikan diri mencari tempat aman. Menurut saksi mata, gajah berseru2 dan berlarian ke tempat2 yang lebih tinggi, anjing menolak utk keluar rumah, flamingo meninggalkan dataran rendah, hewan2 di kebun binatang bergegas masuk kandang mereka dan tidak bisa dirayu agar keluar. Kepercayaan bahwa hewan piaraan maupun liar memiliki panca indera ke ename—dan mengetahui kapan bumi akan bergetar—sudah ada selama berabad2. Pointnya adalah bahwa hewan bisa merasakan sesuatu, khususnya sebelum datangnya serangan epilepsy pada pemilik mereka, sesuatu yang tidak dapat dilakukan manusia. Tidak heran kalau seekor hewan menjadi stress atau berlaku kurang wajar menjelang detik2 pemiliknya akan kena serangan. Kami tahu bahwa istri2 ataupun sahabat2 Muhamad tidak merasakan apa2 saat ia “menerima wahyu”. Selama salah satu halusinasi-nya, Muhamad mengatakan kpd Aisha, “Ini Jibril. Ia mengirimkan salam dan salut kepadamu. Aisha menjawab, ‘Salut dan salam kepadanya juga.’ Lalu ia mengatakan kpd nabi, ‘Kau melihat apa yang aku tidak lihat.’” Jadi, dgn adanya seekor onta yang bisa merasakan apa yang terjadi pada Muhamad, ini lagi2 indikasi bahwa ia kena serangan epilepsi. http://www.healthline.com/images/gale/b … mg0138.jpg Seorang penderita epilepsi, yang dihubungkan dgn peralatan pemantauan aktivitas otak, sedang duduk dgn anjingnya yang bisa meramalkan saat datangnya kejang2. Kasus Phil K. Kindred Kasus2 penderita epilepsy lainnya bisa membuat kita lebih mengerti ttg apa yang kemunkginan terjadi pada Muhamad. Kemiripannya sering menakjubkan. http://en.wikipedia.org/wiki/Philip_K._Dick Penulis science fiction AS, Philip Kindred (1928-1982), berbicara ttg visi2nya yang aneh, mengatakan kpd Charles Platt, “Aku merasakan otak aku diinvasi oleh sebuah otak rasional yang transendental, seakan2 aku gila selama seluruh hidup aku dan tiba2 menjadi waras.” Semua karya Philip diumulai dgn asumsi dasar bahwa tidak mungkin ada satu realitas tunggal yang obyektif. Charles Platt menggambarkan novel2 Philip. “Semuanya adalah persepsi. Tanah bisa bergerak dari bawah kakimu. Sang protagonis menemukan dirinya hidup dlm mimpi orang lain, atau ia masuk keadaan yang dirangsang oleh narkoba shg ia bisa lebih mengerti dunia nyata, atau ia kemungkinan menyeberang kesebuah alam semesta yang berbeda total.” Spt Muhamad, Philip juga paranoid, dan memiliki emosi kekanak2an, narsisis, berangan2 utk bunuh diri dan benci orang tuanya. Ia membayangkan KGB dan CIA terus merencanakan plot2 melawan dirinya dan malah mencoba menyergapnya. Paranoia ini mirip dgn pernyataan2 Muhamad yang terus menerus berbicara ttg bgm kafir merancang plot2 melawan dirinya, menentang agamanya dan menindas dirinya dan pengikutnya. VALIS, novel otobiografis pertama dari tiga novel Philip, adalah perjalanan orang tolol mencari Tuhan yang ternyata merupakan sebuah virus, sebuah lelucon, dan sebuah hologram mental yang ditransmisikan oleh satelit yang mengorbit. Tokoh utama dlm novel ini terlempar dlm sebuah perjalanan teologis saat ia menerima komuni dlm ledakan cahaya laser merah jambu yang ternyata merupakan sebuah hubungan komunikasi langsung dng Tuhan. Dlm karyanya ini, Philip mempelajari ‘pertemuan2nya’ dgn sebuah kehadiran ilahi. VALIS adalah kependekan dari Vast Active Living Intelligence System. Ia berteori bahwa VALIS adalah baik sebuah “generator realitas”, maupun sebuah cara utk mengadakan komunikasi extraterestrial. Lawrence Sutin, dlm Divine Invasions: A Life of Philip Kindred menulis ttg salah sebuah pengalaman mistik Phil yang sangat mirip pengalaman Muhamad. “Hari Senin ia menelpon aku dan mengatakan, malam sebelumnya ia merokok marijuana yang ditinggalkan seorang tamunya dan merasakan dirinya melihat sebuah visi yang sekarang sangat dikenalinya (saat ia tidak berhubungan dgn narkoba), dan ia mengatakan, ‘Aku ingin melihat Tuhan. Biarkan aku melihatMu.’ Dan lalu tiba2, katanya, ia dirasuki rasa di-teror yang sangat ekstrim yang pernah dirasakannya, dan melihat the Ark of the Covenant (tempat penyimpan 10 Perintah Yahwe kpd Musa), dan sebuah suara mengatakan, ‘Kau tidak akan datang kepada Aku lewat bukti logis atau kepercayaan, jadi Aku harus meyakinkanmu dgn cara ini.’ Gorden the Ark ditariknya dan ia melihat, sebuah segi tiga dgn sebuah mata didalamnya, yang menatapinya langsung. Phil mengatakan, ia berlutut saking ketakutan sambil mengalami Visi Ilahi ini dari pk 9 pagi sampai pk 5 sore. Hari Senin ia yakin ia akan mati dan kalau ia bisa meraih telpon ia akan memanggil ambulans. Suara itu mengatakan kepadanya, ‘Kau berhasil membujuk dirimu agar tidak percaya segala hal. Aku membiarkan kau melihat, tetapi ini tidak akan pernah bisa kau lupakan atau sesuaikan atau kau anggap salah.’” Phil, yang mati muda pada usia 54, meninggalkan jutaan kata2. Biografernya, Sutin, mengutip salah satu tulisannya yang menjelaskan pengalaman mistiknya: Tuhan menunjukkan dirinya kpd aku dlm bentuk kekosongan yang tidak terbatas; tapi b
    • OK baca link yg saya berikan..
      http://www.buktidansaksi.com/files/Resources/books_free_download/Understanding%20Muhammad%20Psychobiography%20%28Memahami%20Muhammad%20Psikobiografi%29.pdf

      bacalah sampai selesai buku itu dan bantahlah mulai bab 1 -7
      GITU DONG JANGAN PENGECUT.. BACA BUKU ITU SAMPAI SELESAI.. BARU BERANI MENYIMPULKAN.. JANGAN KAYA ANAK KECIL YG CUMANYA BERANI KOAR2 TAPI TAKUT MELIHATNYA

      berikut daftar isi dari buku tsb yg silahkan anda bantah:
      Daftar Isi
      Pendahuluan
      Bab 1: Siapakah Muhammad
      Kelahiran dan Masa Kecil Muhammad
      Menikah dengan Khadijah
      Pengalaman Mistik
      Kebohongan Penindasan
      Hijrah ke Medina
      Pecah-Belah dan Jajah
      Janji2 Hadiah Surgawi
      Perintah melakukan Kekerasan
      Penyerangan
      Perkosaan
      Penyiksaan
      Pembunuhan
      Pembantaian Massal
      Penyerangan atas Banu Qainuqa’
      Penyerangan atas Banu Nadir
      Penyerangan atas Banu Quraiza
      Taqiyyah: Tipuan Suci
      Bab 2: Profil Pribadi Muhammad
      Apakah Narsisme
      Aliran pemujaan dari Seorang Narsisis
      Pesan/Alasan Sang Narsisis
      Orang Narsisis Ingin meninggalkan Warisan
      Orang Narsisis Ingin jadi Tuhan
      Apakah Penyebab Narsisme?
      Pengaruh Khadijah terhadap Muhammad
      Keyakinan Muhammad atas Tindakannya
      Jika Muhammad seorang pembohong, kenapa dia pingin dikenal sebagai Amin (dipercaya)
      Lebih jauh tentang Pecah-Belah dan Jajah
      Perbandingan antara Islam dan Aliran Pemujaan dari Sang Narsisis
      Bab 3: Pengalaman Bawah Sadar Muhammad
      Angan2 untuk Bunuh Diri
      Temporal Lobe Epilepsy
      Gejala2 Kejang2 Temporal Lobe
      Gejala2 Lain TLE
      Perjalanan ke Surga
      Muhammad Mengatakan Kebenaran
      Asal-usul Pengalaman Mistis Muhammad
      Rangsangan Otak
      Onta Berlutut Ketika Wahyu Illahi Turun
      Kasus Phil K. Kindred
      Kasus lain TLE
      Orang2 Terkenal lain yang Menderita Epilepsi
      Sexuality, Religious Experience and Temporal Lobe Hyperactivation
      TLE is a Multifaceted Disorder: Schizophrenia, Bipolar Disorder
      Bab 4: Penyakit pada Tubuh Muhammad
      Bab 5: Muhammad dan Aliran Sesatnya
      Semakin Sulit Semakin Baik
      Orang Narsisis Terkenal yang Jadi Pemimpin Aliran Kepercayaan Sesat
      Jim Jones
      David Koresh
      Order of the Solar Temple
      Heaven’s Gate
      Charles Manson
      Joseph Kony
      Pengaruh dari Sebuah Kebohongan Besar
      Penggunaan Kekerasan
      Kenapa Tiap Orang Memuji Muhammad?
      Bab 6: Jika Orang Waras Mengikuti Orang Tidak Waras
      Ketaatan Mutlak
      Mati sebagai Bukti Beriman
      Hukuman dan Ancaman
      Menyingkirkan Orang2 yang Menentang
      Tidak Konsisten
      Hancurnya Hubungan Keluarga
      Pengaruh Bujukan
      Bualan2 Luar Biasa Besar
      Mengaku Punya Pengetahuan Rahasia
      Melakukan Muzizat2
      Curiga pada Non-Muslim
      Pembenaran Diri Sendiri
      Pengasingan Diri
      Perubahan Perlahan
      Menuntut Nyawa sebagai Pengorbanan Akhir
      Mengelabui Umat
      Pengekangan Keterangan
      Bab 7: Tukar Pikiran (Dialog) antar Budaya?

    • Bab IV
      Penyakit pada Tubuh Muhammad

      Secara fisik, Muhammad adalah orang yang sakit. Ketika masih muda, tentunya penampilan Muhammad menarik hati Khadijah. Akan tetapi di tahun2 terakhir hidupnya dia memiliki keanehan fisik yang mengherankan pengikut2nya. Anad berkata, “Sang Nabi punya tangan2 dan kaki2 yang besar, dan aku tidak pernah melihat orang lain seperti dia, sebelumnya atau sesudahnya, dan telapak tangannya lembut.” [218]
      [218] Bukhari Volume 7, Book 72, Number 793

      Selain tangan2 dan kaki2nya, bagian2 wajahnya juga membesar di luar proporsi normal. Imam at-Tirmidhi [219], di bukunya yang berjudul Book of Merits (manaqib), teleh mengumpulkan beberapa ahadis yang menjabarkan penampilan fisik Muhammad. Pengamatan terhadap ahadis ini akan memberi keterangan bagaimana keadaan kesehatan dan penyakitnya. Aku mengutip penjabaran lengkap dari pengikutnya tentang dirinya – mereka memuji kebinarannya, mengatakan ketampanannya melebihi bulan, atau setiap orang berdiri kagum atas ketampanannya yang bagaikan bulan dan penampilannya yang mempesona, dll.
      [219] Abū ˤĪsā Muħammad ibn ˤĪsā ibn Mūsā ibn ad-Dahhāk as-Sulamī at-Tirmidhī (824-892) adalah pengumpul ahadis. Koleksinya yang dikenal dengan nama Sunan al-Tirmidhi adalah satu dari enam kumpulan hadis yang digunakan Islam Suni.

      Ini semua adalah penilaian subyektif dan tidak punya nilai ilmiah. Di tulisan kaki kukutip beberapa penjabaran obyektif pengikutnya tentang dirinya. [220]

      Di bawah ini adalah daftar keadaan tubuh Muhammad dari hadis:
      • Tangan dan kaki yang berat dan besar
      • Telapak tangan yang besar dan lembek
      • Kepala besar
      • Tulang2 dan sendi2 yang besar
      • dada lebar, punggung atas dan bahu besar
      • Lengan bawah panjang
      • Jari2 tangan dan kaki yang tebal dan panjang
      • Hidung yang panjang dan melengkung
      • Mulut lebar dan bibir yang tebal
      • Mata2 yang besar
      • Gigi-gigi depan yang bercelah
      • Leher yang mengkilat keperakan
      • Kulit yang berbinar (tampaknya berminyak)
      • Rambut, jenggot, dan alis yang tebal
      • Bagian dada atas, lengan, bahu berbulu lebat
      • Berjalan membungkuk seperti mendaki
      • Berjalan cepat
      • Sukar menggerakkan leher dan cenderung memutar seluruh tubuh (gejala persendian kaku)
      • Kulit putih dan berbercak kemerahan
      • Berkeringat
      • Bau tertentu yang ditutupi dengan parfum yang berlebihan
      • Mengorok seperti unta
      • Sakit kepala (mengucurkan darah sendiri untuk mengatasinya)
      • Di tahun2 akhir dia impoten
      • Bibirnya bergerak-gerak tanpa kontrol
      • Pemalu dan angkuh

      [220] Ali mengatakan: “Sang Nabi tidak terlalu tinggi atau pendek. Dia memiliki jari2 tangan dan kaki yang tebal. Dia punya rambut yang panjang tipis dari dada ke bawah perut. Ketika dia berjalan, dia membungkuk bagaikan jalan di tempat yang lebih tinggi ke tempat lebih rendah. Dia memiliki kepada dan jenggot besar.”
      Di hadis lain penyampai kisah yang sama berkata: “Dia berukuran sedang. Rambutnya sedikit berombak. Raut wajahnya bulat. Kulitnya kemerahan. Matanya sangat hitam dan alis matanya sangat panjang. Punggungnya dan bahunya lebar. Jari2 tangan dan jari2 kakinya tebal. Kalau dia berjalan, dia akan mengangkat kakinya dengan penuh tenaga, seakan sedang berjalan di tanjakan. Jika dia menengok seseorang, maka dia akan memutar seluruh tubuhnya. Lehernya tampak seperti (halus dan bersinar) patung yang bersalut perak. Tubuhnya kekar dan berotot, demikian juga perut dan dadanya. Dia berbahu lebar, bersendi besar. Ketika dia menyingkapkan jubahnya tampak anggota badannya sedikit bersinar (agak berminyak). Lengan2, pundak dan torsonya berbulu. Lengan bawahnya panjang, telapak tangannya lebar, jari2 tangan dan kaki tebal dan memanjang. Kakinya (dari pergelangan kaki ke bawah) sangat lembut sehingga air bergulir di atasnya.”
      Hind ibn Abi Hala, juga melaporkan: “Sang Nabi … punya kepala yang besar. Rambutnya berombak. Dia berkulit kemerahan, berdahi lebar, alis2 mata lebat melengkung dan tidak bersatu di tengah. Diantara alis2 tersebut pembuluh darah yang menebal jika dia marah. Dia memiliki hidung menlengkung yang mengkilat sehingga tampaknya hidungnya lebih tinggi dari sebenarnya. Dia berjenggot lebat, tebal, pipi2 yang datar, mulut yang kuat dengan celah diantara gigi2 depannya. Lehernya tampak halus dan bersinar seperti patung bersalut perak. Tubuhnya berproporsi baik, kekar dan berotot, demikian perut dan dadanya. Dia berbahu lebar dan bersendi besar. Lengan bawahnya panjang, tapak tangannya lebar, jari2 tangan dan kakinya tebal dan panjang. Bagian tapak kakinya naik ke atas. Kaki (bagian pergelangan kaki ke bawah) begitu halus sehingga air bergulir di atasnya. Ketika berjalan, dia mengangkat kaki dengan mengeluarkan banyak tenaga, agak membungkuk ke depan, dan lalu meletakkan kakinya perlahan ke tanah. Ketika dia menengok, dia memutar seluruh badannya. Tatapan matanya merendah dan dia lebih banyak melihat ke tanah daripada ke angkasa. Dia lebih suka menyapu pandangan daripada menatap tajam.”
      Sebuah hadis dari seorang sahabat Muhammad, Jabir ibn Samura melaporkan: Sang Nabi memiliki mulut dan mata yang besar.
      Ibn Abbas, sepupu Muhammad juga berkata: “Kedua gigi depan sang Nabi bercelah.”
      Sekali lagi Ali berkata: “Tangan2 dan kakinya berat dan tebal. Dia punya kepala dan tulang2 yang besar. Jika dia berjalan, dia membungkuk seakan sedang mendaki jalan terjal. Kulitnya putih kemerahan. Sendi2nya besar begitu pula punggung atasnya” (diambil dari Tabaqat V. Juga dicantumkan di livingislam.org)
      Bukhari juga mencatat bahwa tangan2 dan kaki2 Muhammad membengkak (Bukhari Volume 2, Book 21, Number 230)

      Ini adalah gejala akromegali (penyakit kronis orang dewasa yang ditandai dengan membesarnya tulang2 tangan dan kaki, wajah, dan rahang yang disebabkan oleh kerja kelenjar pituitari (terletak di bagian bawah tengkorak diantara jaringan mata) yang berlebihan). Akromegali adalah penyakit langka yang ditandai dengan terjadinya mesenchymal hyperplasia (sel2 bertambah berlipat ganda dan dapat berkembang menjadi jaringan2 yang saling berhubungan) yang disebabkan oleh kerja kelenjar pituitari yang berlebihan. Penyakit ini berkembang perlahan, dan awalnya tampak perubahan yang membuat kulit jadi lembek bagaikan adonan kue dan mengkilat. Kelenjar pituitari yang terlalu aktif pada anak2 akan mengakibatkan gigantisme (anak2 berbadan raksasa). Usia umum orang2 penderita akromegali adalah sekitar 40-45 tahun. Jika tidak dirawat, penyakit ini akan mengakibatkan sakit yang parah dan kematian yang mungkin terjadi di usia 60 tahunan.

      Hal yang paling tampak jelas dari penyakit ini adalah pemanjangan jaringan kartilaginus dan tulang akral (‘akro’ berarti sangat, sedangkan ‘megali’ berarti raksasa atau sangat besar). Jari2 tangan dan kaki menunjukkan ukuran yang membesar, karena jaringan2 lembut mulai membengkak. Kasus yang paling jelas adalah terjadinya muka akromegaloid, yang tampak pada dahi yang lebar, rahang yang membesar, hidung yang membesar, telinga yang lebar, lidah yang membesar, dan bibir yang berukuran besar di luar batas normal. Tulang2 dan persedian yang terlalu membesar biasanya mengakibatkan arthritis. Ketika jaringan2 menebal, ini mengakibatkan syaraf2 terperangkap, sehingga terjadi carpal tunnel (sendi2 kaku dan susah digerakkan) dengan ciri2 tangan terasa mati rasa dan lemah. Pembesaran rahang, gigi2 yang semakin bercelah. [221]
      [221] http://www.scielo.br/scielo.php?pid=S0365-0596 … xt&tlng=en

      Gejala2 lain adalah suara yang semakin membesar karena sinus dan pita suara membesar; mengorok karena saluran udara tersumbat, berkeringat berlebihan dan bau tubuh, lelah dan lemah, sakit kepala, mata kabur, dan impotensi pada pria. Ada kemungkina pembesaran bagian2 tubuh seperti hati, ginjal dan jantung. [222]
      [222] http://endocrine.niddk.nih.gov/pubs/acro/acro.htm

      Di penjabaran penampilan fisik Muhammad juga ditulis bahwa kulitnya kemerahan. Akan tetapi beberapa ahadis menyatakan bahwa jika dia mengangkat tangannya dan ketiaknya tampak, atau sedang naik kuda dan pahanya tampak, sahabat2nya melihat keputihan kulitnya. Hiperpigmentasi terjadi pada kira2 40% kasus akromegali dan terutama di bagian2 yang terkena sinar matahari. Hal ini mungkin terjadi karena meningkatnya hormon melanotrofik. Inilah sebabnya mengapa wajahnya merah sedangkan bagian2 tubuhnya yang sering ditutupi tampak putih.

      Gejala lain akromegali adalah tapak kaki yang naik ke atas. Ini pun dilaporkan di hadis catatan kaki. [223]
      [223] http://www.scielo.br/scielo.php?pid=S0365-0596 … xt&tlng=en

      Ahadis menyatakan bahwa Muhammad berkeringat banyak sekali dan menggunakan parfum untuk menutupi bau tubuhnya.

      Haykal mengutip hadis dari Sahih Muslim yang mengatakan bahwa Muhammad memakai begitu banyak parfum sehingga bau parfumnya yang masih tercium di udara membuat orang2 tahu dia tadi berada di situ.

      Jabir berkata: “Siapapun yang berjalan di jalan yang telah dilewati Rasul Allâh, pasti akan mencium baunya dan yakin Rasul Allâh baru saja melewati jalan itu.” [224]
      [224] Muhammad Husayn Haykal (1888, 1956): The Life of Muhammad, http://www.witness-pioneer.org/vil/Book … h7s12.html

      Muhammad juga tidak lupa menggunakan parfumnya jika mengunjungi istri2nya. Di beberapa ahadis Aisha berkata: “Aku menabur parfum kepada Rasul Allâh dan dia lalu menggiliri istri2nya.” [225] Muhammad sangat berlebihan dalam menggunakan parfumnya sehingga Aisha berkata, “Aku menaburi Rasul Allâh dengan parfum terbaik yang ada sampai aku melihat kepala dan jenggotnya mengkilat karena parfum.” [226]
      [225] Sahih Muslim Book 007, Number 2700
      [226] Volume 7, Book 72, Number 806

      Muhammad dilaporkan telah mengaku, “Yang kusukai dari duniamu adalah wanita2 dan parfum.” [227] Salah satu sahabatnya, Al-Hasan al-Basri, juga menyatakan: “Rasul Allâh berkata, “Ada dua hal yang kunikmati dalam hidup di dunia ini, yakni wanita2 dan parfum” [228] (Jujur berat!)
      [227] Ahmad and Nasaa`I
      [228] Tabaqat, Volume 1, Page 380

      Versi lain hadis ini dikisahkan oleh Aisha: “Rasul Allâh menyukai tiga hal di dunia ini: parfum, wanita2 dan makanan; dia mendapatkan dua hal yang pertama (parfum dan wanita), tapi tidak mendapatkan makanan.” [229] Hal ini bukan karena Muhammad tidak mampu membeli makanan. Dia kaya raya dari hasil merampoki ribuan orang yang diserangnya. Sebenarnya nafsu makan yang berlebihan adalah gejala lain dari akromegali. [230]
      [229] Ibid.
      [230] Beberapa ahadis mengatakan Muhammad seringkali tidur dengan rasa lapar karena dia tidak mendapatkan cukup makanan. Ini adalah penggambaran yang berlebihan tentang Muhammad sebagai orang yang menderita. Bagaimana dia bisa lapar sedangkan dia telah merampasi kekayaan ribuan orang Yahudi Arabia dan punya beberapa ratus budak? Ini adalah pertanyaan yang hanya bisa dijawab Muslim yang mengarang hadis itu. Ketika Muhammad baru saja hijrah ke Medina, memang dia miskin. Akan tetapi, dia dengan cepat mengumpulkan banyak harta dari usaha perampokan.

      Penggunaan parfum yang berlebihan menandakan kenyataan bau badan Muhammad memuakkan dan dia berusaha sebaik mungkin untuk menutupinya.

      Gejala lain akromegali adalah sakit kepala. Muhammad mengalami hal ini dan dia berusaha menyembuhkannya dengan cara mengucurkan darah.

      Sang Nabi mengucurkan darah dari kepalanya karena sakit yang dideritanya ketika sedang Ihram (mengenakan kain untuk naik haji) di tempat pengambilan air bernama Lahl Jamal. Ibn ‘Abbas lalu berkata: Rasul Allâh mengucurkan darah dari kepalanya untuk menyembuhkan sakit kepala yang dideritanya saat Ihram. [231]
      [231] Bukhari Volume 7, Book 71, Number 602

      Akromegali juga mengakibatkan tekanan darah tinggi dan gangguan aliran darah. Hasilnya adalah tangan2 dan kaki2 terasa dingin.

      Abu Juhaifa berkata: “Aku mengambil tangannya dan meletakannya di atas kepalaku dan terasa tangannya lebih dingin dari es dan berbau lebih harum dari parfum musk.” [232]
      [232] Bukhari Volume 4, Book 56, Number 753

      Haykal juga mengutip hadis berikut:
      Jabir bin Samurah – yang saat itu masih kecil – berkata: “Ketika dia mengusap pipiku, aku merasakan dingin dan bau seperti baru saja keluar dari toko parfum.” [Sahih Muslim 2/256]

      Bagi beberapa penderita akromegali, tulang punggung dapat melengkung tidak normal dari satu sisi ke sisi lainnya dan dari depan ke belakang (kifoskoliosis). Ini tentunya dialami Muhammad sehingga dia membungkuk ketika berjalan.

      Sebagai tambahan, kelenjar pituitari yang membengkak, yang terletak di bagian dalam otak, dapat mengakibatkan sakit kepala, lelah, mata kabur, dan/atau ketidakseimbangan hormon.

      Tubuh Muhammad kekar dan berotot, dengan dada dan perut yang sama rata. Pasien penderita akromegali memiliki dada kekar karena perubahan di tulang punggung dan iga. Tubuh jadi memanjang dan membesar, sedangkan tulang2 belakang menebal dan bagian bawah tulang belakang menipis. Hal ini mengakibatkan tulang belakang melengkung secara tidak normal dan tumbuhnya benjolan di tulang belakang bagian atas. Inilah sebabnya mengapa dia tampak punya punggung dan bahu yang besar.

      Sekat iganya juga membesar dan jadi menyerupai rosario. Perubahan anatomi ini mengganggu kelenturan mekanisme dada dan menganggu otot pernapasan, dan pada akhirnya ini pun mengakibatkan kelemahan tubuh yang merupakan gejala akromegali. Kesulitan bernapas mengakibatkan kurangnya oksigen dalam darah atau hipoxemia. Karena itulah sang pasien sering menarik napas panjang.

      Ibn Sa’d mengutip hadis dari Anas yang mengatakan: “Rasul Allâh sering bernapas tiga kali ketika hendak minum sesuatu dan dia akan berkata, ini lebih baik, lebih mudah, dan lebih nikmat. Anas lalu berkata setelah dia melihat hal ini, aku pun bernapas tiga kali saat minum.” Anas mengira menarik napas panjang sebelum minum adalah Sunnah dan dia mencoba meniru kelakukan nabinya, padahal pada kenyataannya ini semua merupakan tanda2 Muhammad sulit bernafas dan berpenyakit. Hal ini merupakan bukti sampai sejauh mana Muslim meniru kelakukan Muhammad tanpa berpikir sama sekali.

      Ahadis lain juga menunjukkan Muhammad menderita sesak nafas (bengek) dan sebagai hasilnya, dia berbicara perlahan agar bisa menarik nafas sambil mengucapkan kata2nya. Ibn Sa’d mengutip Aisha yang berkata:

      Sang Rasul Allâh tidak bicara terus-menerus dan secepat kamu bicara. Perkataannya terhenti dan lamban agar semua orang bisa mendengarnya.[233]
      [233] Tabaqat Volume 1 page 361

      Khotbah Muhammad tidak seperti bernyanyi, tapi dia memperpanjang kata2 dan mengucapkannya kuat2. [234]
      [234] Ibid. hal. 362.

      Akromegali dapat mengakibatkan meningkatnya metabolisme, sehingga mengeluarkan keringat berlebihan (hiperhidrosis), tidak tahan panas dan/atau meningkatnya produksi minyak tubuh (sebum) karena kelenjar sebakeous di kulit, dan kulit jadi sangat berminyak. Menurut hadis, Muhammad seringkali mencuci tubuh, mungkin untuk menghilangkan minyak tubuh yang berlebihan dan bau badannya yang mengganggu. Lima hari sebelum dia meninggal, suhu badannya naik sedemikian tinggi sampai dia pingsan dan menderita kesakitan. “Siramkan padaku tujuh Qirab (air dari kantung kulit) dari berbagai sumur air sehingga aku bisa ke luar untuk bertemu orang2ku dan bicara dengan mereka.” Dia memerintahkan satu dari istri2nya.

    • Bab V
      Muhammad dan Aliran Sesatnya

      Kita sering tersentak oleh tingkat fanatisme muslim. Jutaan muslim melakukan kerusuhan, membakar gereja2 dan membunuh orang2 tak bersalah hanya karena satu koran menerbitkan kartun Muhammad atau karena Paus mengutip perkataan Kaisar abad pertengahan yang bilang kekerasan tidak cocok dengan sifatnya Tuhan.

      Orang2 pada umumnya berat sebelah dan cenderung memihak pada sebuah sistem kepercayaan yang punya banyak pengikut. Mereka percaya bahwa jumlah besar dari islam membuatnya pantas dianggap sebagai sebuah agama. Tapi apakah islam benar2 sebuah agama?
      Ada yang bilang bahwa semua agama pada awalnya adalah sebuah cult (aliran kepercayaan) sampai, seiring berlalunya waktu, mereka pelahan mendapat penerimaan dan mendapat status agama. Betapapun, ada karakteristik tertentu yang membedakan cult dari agama. Dr. Janja Lalich dan Dr. Michael D. Langone telah membuat daftar yang menjelaskan cult dengan cukup adil.[227] Semakin banyak sebuah kelompok atau sebuah doktrin punya karakteristik ini, semakin dekat dan menjadi keharusan utk didefinisikan dan diberi label sebagai sebuah cult, bukannya agama. Berikut ini adalah daftar tsb, yang aku bandingkan dengan Islam, poin demi poin.
      [227] http://www.csj.org/infoserv_cult101/checklis.htm

      1. Kelompok ini menunjukkan kefanatikan yang berlebihan dan komitmen tanpa keraguan/pertanyaan2 terhadap : pemimpinnya (baik sudah mati ataupun masih hidup), sistem kepercayaannya, ideologinya dan praktek2nya, dan menganggap itu semua sebagai hal yang Benar, sebagai Hukum.

      Para muslim sangat sangat fanatik akan kepercayaan mereka dan punya komitmen luar biasa, tanpa/tidak boleh banyak tanya tentang nabi mereka, kitabnya, Quran, bagi mereka adalah Kebenaran dan Hukum.

      2. Tidak boleh mempertanyakan, meragukan dan tidak setuju/menolak, yang melanggar akan dihukum.

      Para muslim dilarang bertanya dan meragukan prinsip2 dasar kepercayaan mereka, sementara penolakan dihukum mati.

      3. Praktek2 mengalihkan pemikiran/akal (seperti meditasi, bacaan dengan dinyanyikan, bahasa lidah, sesi2 pengaduan dan ritual2 rutin yang melelahkan) digunakan secara berlebihan dan agar menekan semua keraguan akan kelompok ini dan dan keraguan akan pemimpinnya.

      Lima kali sehari para muslim menghentikan apapun yang mereka kerjakan dan melakukan gerakan2 yang diulang-ulang dalam doa ritual dan melantunkan ayat2 Quran. Lagian, selama sebulan penuh dalam setahun mereka harus puasa (tidak boleh minum atau makan), dari subuh sampai sore hari, sebuah praktek yang bisa sangat melelahkan khususnya dimusim panas.

      4. Kepemimpinan yang mendikte, kadang dalam rincian2 detil, bagaimana para anggotanya harus berpikir, bertindak dan merasakan (contoh, anggotanya harus minta ijin utk berkencan, ganti pekerjaan, menikah – atau pemimpinnya mengharuskan jenis pakaian tertentu yang harus digunakan, dimana harus tinggal, boleh tidak punya anak, bagaimana mendisiplinkan anak2, dan seterusnya).

      Setiap detil kehidupan seorang muslim telah dituliskan. Dia diberitahu apa yang dilarang (haram) dan apa yang dibolehkan (halal), makanan apa yang boleh dimakan, bagaimana berpakaian, dan ritual apa yang harus diikuti utk berdoa. Seorang muslim tidak dibolehkan berkencan dan pernikahan sudah diatur. Hukuman fisik, termasuk siksaan karena ketidak patuhan pada penguasa, diselenggarakan, baik bagi anak2 maupun bagi orang dewasa.

      5. Kelompok ini merasa mereka itu eksklusif, spesial, punya status mulia baik para pemimpin maupun anggotanya (contoh, pemimpinnya dianggap messiah, makhluk khusus, istimewa – atau anggota kelompok itu dan/atau pemimpinnya punya misi khusus utk menyelamatkan umat manusia).

      Para muslim mengklaim status khusus bagi nabi mereka, sementara mereka menjelek-jelekan agama2 lainnya. Mereka bisa menjadi sangat kejam jika nabi mereka diremehkan. Mereka anggap diri mereka lebih hebat dari orang lain, dan jika berada disebuah negara non muslim, mereka terus menerus meminta kemudahan dan perlakuan istimewa, sering meminta perkecualian yang sulit bahkan kadang mustahil dipenuhi oleh anggota agama lain, misalnya, mereka meminta satu keistimewaan utk mendapat ruangan khusus dalam sebuah sekolah umum yang dibiayai agama lain agar para pelajar muslim bisa sholat disana. Baru2 ini di Ontario, mereka mencoba mengenalkan dan menerapkan hukum islam (Shariah), agar dengan cara ini mereka bisa lepas dari hukum Kanada. Mereka kalah, karena perlawanan yang tak letih2nya dari para mantan muslim.

      6. Kelompok ini telah membentuk mentalitas “kita-lawan-mereka”, yang bisa menyebabkan konflik dengan masyarakat yang lebih luas.

      Para muslim punya mentalitas “kita-lawan-mereka” yang sangat kuat. Mereka sebut semua non muslim, apapun agama mereka, kafir, sebuah istilah yang merendahkan, yang artinya penghujat tuhan. Bagi mereka, dunia selamanya terbagi atas Dar al Salam (Rumah Damai/Islam) dan Dar al Harb (Rumah Perang/selain Islam). Negara2 non muslim adalah Rumah Perang. Menjadi kewajiban tiap muslim utk berperang di Rumah Perang, utk bertempur, membunuh dan menundukkan non muslim dan merubah tanah mereka menjadi Rumah Damai. Damai, menurut Islam hanya bisa dicapai dengan menundukkan semua non muslim dan membuat mereka tunduk pada aturan islam. Idenya bukan membuat semua orang jadi masuk islam, tapi membuat islam menjadi dominan. Orang2 non muslim boleh terus mempraktekan agama mereka, tapi hanya sebagai dhimmi, sebuah istilah yang artinya terlindungi dan hanya diterapkan pada orang kristen dan yahudi. Orang kristen dan yahudi (People of the Book) akan dilindungi, asal mereka membayar uang perlindungan, yang dikenal sebagai Jizyah dan mau dipermalukan dan ditaklukkan, seperti yang dinyatakan dalam Quran.[228] Jika mereka gagal membayar Jizyah, mereka bisa diusir atau dibunuh. Ini cara operasi seperti mafia. Jika kau punya sebuah bisnis, kau bisa diganggu atau bahkan dibunuh, kecuali kau bayar mereka uang perlindungan agar dibiarkan berbisnis. Sedang bagi orang yang tidak percaya yang tidak dilindungi, seperti kaum pagan, ateis, animisme, hindu, budha dll, mereka kalau tidak mau masuk islam, ya mati.
      [228]Qur’an 9:29 “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”

      7. Sang pemimpin tidak tunduk pada otoritas manapun

      Bagi muslim, semua tindakan Muhammad sama dengan hukum. Dia tidak bisa diminta pertanggung jawabannya. Dia berhak menikahi atau berhubungan seks diluar pernikahan dengan wanita sebanyak mungkin dia mau. Dia boleh merampok rakyat sipil, membunuh orang tak bersenjata, menjarah harta mereka dan mengambil wanita dan anak2 sebagai budak dan bahkan memperkosa mereka. Dia boleh membunuh para kritiknya dan menyiksa mereka agar mengatakan persembunyian harta mereka. Dia boleh melakukan seks dengan anak-anak. Dia boleh berbohong dan menipu lawan. Dia boleh membantai tawanan perang dengan dinginnya. Tak satupun hal2 diatas berpengaruh bagi para pengikutnya. Pertamanya mereka menyangkal semua tuduhan2 diatas dengan keras, menuduhmu telah memfitnah dan menjelek2an nabi mereka, tapi ketika bukti2 dikeluarkan, mereka langsung merubah taktik dan mulai membela dia, membenarkan semua tindakan2 jahatnya, kejahatan yang mereka sendiri tidak mau jika terjadi pada diri mereka. Bagi para muslim, tindakan2 Muhammad tidak diukur dari apa yang dikenal oleh manusia sebagai benar dan salah. Tapi muhammadlah yang menjadi standar, ukuran benar dan salah. Hasilnya, jika sebuah kejahatan dilakukan oleh Muhammad, kejahatan itu berubah menjadi tindakan suci dan ditiru oleh para pengikutnya tanpa banyak tanya. Para muslim mampu melakukan tindakan kebrutalan dan kebiadaban paling mengerikan dengan pikiran yang jernih, karena itu sudah jadi sunnah (telah dilakukan juga oleh Muhammad).

      8. Kelompok ini mengajarkan atau menyatakan bahwa tujuan yang mulia membenarkan apapun cara yang dipakai. Ini bisa menyebabkan para anggotanya mau bertindak atau melakukan aktivitas yang sebelumnya, ketika belum bergabung dengan kelompok ini, mereka anggap terkutuk atau tidak etis. (contoh, berbohong kepada keluarga atau teman, mengumpulkan uang utk amal bohongan).

      Dalam Islam, hasil akhir selalu membenarkan caranya. Contoh, membunuh itu jelek, tapi jika dilakukan utk mempromosikan islam, itu baik. Bunuh diri dilarang, tapi pembom bunuh diri yang menyebabkan kematian non muslim adalah tindakan suci. Mencuri dari sesama muslim dilarang dan tangan sang pencuri akan dipotong, tapi merampok orang non muslim dipraktekkan sendiri oleh Muhammad dan bisa diterima oleh para muslim. Hubungan seks diluar pernikahan dilarang, tapi memperkosa wanita kafir oke oke saja. Tujuan, mendirikan kekuasaan Allah dibumi, dianggap begitu mulia hingga segala hal lain jadi tidak berarti/sekunder. Dalam sejarah islam, kita baca orang membunuh ayahnya atau berperang melawan ayahnya sendiri. Tindakan demikian dipuji sebagai tanda iman dan kepatuhan yang hebat. Berbohong dilarang oleh islam, kecuali ketika dilakukan untuk menipu orang kafir dan memajukan kepentingan2 islam.

      9. Kepemimpinan berusaha memunculkan perasaan2 malu dan/atau bersalah pada anggotanya agar bisa lebih mudah mempengaruhi dan/atau mengontrol. Sering ini dilakukan lewat tekanan orang per orang dan dalam bentuk bujukan halus.

      Pemikiran para muslim cenderung dipenuhi oleh kesalahan. Jika seorang muslim melakukan sesuatu yang berlawanan dari yang dibolehkan, muslim lain wajib mengingatkannya akan hukum Shariah dan menuntut pertobatan. Dikebanyakan negara2 islam, khususnya di Iran dan Saudi Arabia, negaralah yang memastikan para individu mengikuti hukum religius. Dibulan Maret 2002 polisi religius Saudi menghentikan anak sekolah (perempuan) utk keluar dari bangunan yang terbakar karena tidak memakai pakaian pantas yang sesuai Islam.[229] Hasilnya lima belas wanita anak sekolah itu mati karena terbakar hidup2.
      [229] http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/middle … 874471.stm

      10. Sikap tunduk pada pemimpin atau kelompok mewajibkan anggotanya memutuskan tali kekerabatan atau persahabatan, dan secara radikal mengubah tujuan2 dan aktivitas2 pribadi yang mereka punya sebelum bergabung.

      Mualaf (Muslim yang baru saja masuk Islam) didorong utk memutuskan hubungan dengan keluarga dan teman jika mereka bukan muslim. Aku menerima banyak sekali kisah2 menyedihkan dari orang tua non muslim yang anaknya masuk islam, mereka hilang kontak sama sekali. Sekali waktu, mereka menerima telpon atau kunjungan yang kaku, tapi kunjungan2 demikian juga dibatasi, begitu besar rasa kehilangan cinta dari anak2 mereka dan dari pasangan muslim mereka hingga hasilnya makin membuat sedih orang tua yang sudah berduka ini. Tujuan dari kunjungan2 inipun biasanya utk meminta orang tua mereka masuk islam. Mereka pergi begitu saja ketika mendapat penolakan.

      11. Kelompok ini disibukan oleh perekrutan anggota baru.

      Tujuan utama muslim adalah mempromosikan islam, praktek ini dikenal sebagai dakwah. Ini menjadi kewajiban tiap muslim utk membawa umat baru, dimulai dari keluarga dan teman mereka sendiri. Mengembangkan islam adalah obsesi utama tiap muslim.

      12. Kelompok ini disibukan oleh mengumpulkan uang.

      Mengumpulkan dana utk jihad adalah sasaran utama dari semua muslim. Sekarang ini dikerjakan melalui apa yang dikenal dalam islam sebagai ‘zakat’. Tapi, dimasa Muhamamd, dan selama perjalanan islam, mengumpulkan uang utk jihad dilakukan prinsipnya dengan perampokan. Tujuan utama islam adalah utk mendirikan islam sebagai kekuatan utama yang dikenal dimuka bumi.

      13. Para anggotanya diharapkan mengabdikan waktunya utk kelompok dan aktivitas2 yang berhubungan dengan kelompok.

      Kesibukan utama muslim adalah islam. Mereka diwajibkan secara berkala pergi kemesjid, mengikuti sholat wajib lima waktu, mendengarkan khotbah, dll. Begitu sibuk mereka memikirkan bagaimana melakukan kewajiban2 religius mereka, apa yang dipakai, apa yang dimakan, bagaimana melakukan sholat, dll, hingga hanya tersisa sedikit waktu utk memikirkan hal lainnya. Malah mereka diberitahu apa yang boleh dipikirkan dan apa yang tidak boleh.

      14. Anggota2nya didorong atau diwajibkan tinggal dan/atau bersosialisasi hanya dengan anggota kelompok saja.

      Para muslim diajarkan utk menutup diri terhadap kafir dan didorong hanya utk bersosialisasi dengan sesama muslim. Quran melarang berteman dengan kafir (Q 3.28 ), menyebut mereka najis (kotor, tidak suci) (Q 9.28 ), dan memerintahkan utk keras terhadap mereka (Q 9.123). Menurut Muhammad, orang kafir adalah makhluk paling menjijikan dimata tuhan (Q 8.55).

      15. Anggota paling patuh (muslim sejati) merasa tidak boleh ada kehidupan diluar konteks kelompoknya. Mereka percaya tidak ada jalan lain lagi, dan sering takut pembalasan terhadap mereka atau orang lain jika mereka meninggalkan (atau baru berpikir utk meninggalkan) kelompoknya.

      Punya pikiran meninggalkan islam tidak diperbolehkan bagi seorang muslim sejati, mereka tidak boleh memupuk pemikiran itu. Meski ada fakta jutaan muslim meninggalkan islam akhir-akhir ini, tetap saja muslim garis keras menolak percaya bahwa benar2 ada yang meninggalkan islam, dan kata mereka pengakuan2 seperti itu hanya karangan atau bagian dari persekongkolan utk menggoncang iman mereka saja. Surat2 yang aku terima dari para muslim menunjukkan tema yang sama. Mereka semua memperingatkan aku akan api neraka nanti. Antara takut neraka dan takut pembalasan, para muslim terjebak dalam jaring teror buatan mereka sendiri.

      Islam tidak diciptakan utk mengajar manusia secara spiritual, tidak juga membuat mereka dicerahkan. Pesan spiritual dalam islam hanya sampingan atau hampir2 tidak ada. Kesalehan dalam islam berarti harus meniru Muhammad, seorang manusia yang jauh dari saleh. Ritual2 seperti sholat dan puasa hanya pakaian belaka utk memancing orang2 bodoh agar masuk, hanya utk memberi islam penampilan luar, jadi seakan terlihat keramat dan penuh spiritualitas.

      Semakin Sulit Semakin Baik

      Para muslim sering bertanya: Jika Muhammad pembohong, kenapa dia menciptakan sebuah agama yang begitu sulitnya, dengan begitu banyak larangan2? Malah, Islam adalah agama yang paling sulit dipraktekkan. Sangat penuh tuntutan. Begitu banyak larangan, banyak ritual dan kewajiban2. Tidakkah kesulitan utk mengikuti ajaran sebuah agama bisa menjadi halangan?

      Aksioma dasar dari iman adalah bahwa juga berisi sebuah paradoks, yang bisa dinyatakan sebagai berikut: Semakin sulit sebuah doktrin utk diikuti, semakin menjadi menarik sifatnya. Ini menjadi bagian dari psikis kita bahwa kita menghargai hal2 yang harus dilakukan dengan sekuat tenaga dan usaha kita. Dilain pihak, kita nilai rendah dan kita beri kepentingan rendah pada hal2 yang bisa kita capai dengan mudah atau bebas. Aliran kepercayaan sesat (cult) pada umumnya memuja kesulitan dan meremehkan hidup mudah. Kesulitan2 inilah persisnya yang membuat cult menjadi menarik.

      Semua cult bersifat sulit diikuti. Para pengikut Warren Jeffs, cult poligami Mormon, dikenal sebagai Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter Day Saints, FLDS, bekerja gratis baginya atau menyerahkan uang hasil kerja mereka padanya. Dia berpenghasilan hampir 2 juta dolar sebulan, sementara para pengikutnya tergantung pada uang kesejahteraan utk hidup mereka. Jeffs punya kontrol mutlak atas para pengikutnya. Dia larang mereka nonton TV, mendengar radio atau musik apa saja, kecuali lagu dia sendiri. Dia tempatkan mereka pada rumah2 khusus dan menyuruh jangan bergaul dengan orang yang tidak sealiran. Dia pilihkan pasangan bagi mereka dan jika dia tidak suka pada seseorang dia akan memerintahkan istri orang tsb utk meninggalkannya, dan mereka akan patuh. Cult menuntut penyerahan diri total dan dengan itu, pengorbanan yang besar.

      Lihat saja cult2 lain, seperti cult dari Jim Jones, Shoko Asahara, the Moonies atau he Heaven’s Gate. Ini semua bukan cult yang mudah prakteknya. Para anggota sering diminta utk menyerahkan harta mereka pada sang pemimpin, meninggalkan pekerjaan, teman dan kerabat mereka utk mengikuti dia. Mereka dipaksa utk hidup dalam kesengsaraan dan kadang dilarang berhubungan seks. Sementara itu sang pemimpin cult punya segala yang dia hasratkan. David Koresh mengatakan pada pengikutnya bahwa wanita itu milik tuhan dan karena dia messiahnya, otomatis jadi miliknya. Dia tiduri istri2 dan anak2 remaja para pengikutnya, tapi memerintahkan hidup selibat/membujang bagi mereka. Shoko Asahara, Jim Jones dan hampir semua pemimpin cult menghukum berat mereka yang tidak patuh padanya. Meski ada praktek2 yang sulit dan penyiksaan, bagi sang pengikut, hukuman yang paling berat adalah ekskomunikasi (dikucilkan). Beberapa pemeluk cult ini bunuh diri setelah dikucilkan.

      Pemimpin cult mengasingkan anggota2 yang kelihatannya tidak patuh. Orang cenderung ingin jadi bagian sesuatu. Mereka akan merasa mati jika dikucilkan dan diisolasi. Beginilah caranya para muslim memaksa minoritas non muslim utk masuk agama mereka.

      Cult menuntut pengorbanan. Melalui pengorbanan orang percaya membuktikan iman dan kesetiaan mereka. Cultist (pemeluk aliran cult) dituntun utk percaya bahwa orang mendapat kenikmatan illahi atau guru/pemimpinnya dengan mengorbankan segalanya termasuk nyawa orang. Dalam akal mereka semakin banyak kau berkorban semakin besar penghargaannya. Tidak ada pengorbanan yang disebut sebagai berlebihan kalau keselamatanmu yang jadi taruhannya. Muhammad menawarkan hidup kekal disurga, serombongan perawan dan kekuatan seks 80 orang bagi mereka yang percaya dan berkorban baginya. Jika ingin hadiah yang lebih banyak, pengorbanannya juga harus lebih banyak lagi. Utk memberi semangat agar para pengikutnya berkorban lebih banyak, dia berkata:

      Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (dirumah) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar. (Q 4.95)

      Dengan kata lain, jika kau percaya, kau akan dapat pahala, tapi pahalamu tidak sama dengan pahala yang melakukan jihad, yang mengorbankan nyawa, menjadi martir dijalan Allah.
      Semakin berbahaya sebuah cult, semakin sulit persyaratannya. Ada cult yang bahkan tidak akan menerima anda sebagai anggota penuh sampai anda membuktikan kesetiaan dengan pengorbanan yang luar biasa. Muhammad membuat para pengikutnya percaya bahwa pengorbanan2 ini perlu dan bagian dari iman. Berkorban bagi cult atau menyerahkan hartamu pada sang pemimpin, dianggap sebagai tanda2 dari iman dan komitmen.

      Pemimpin2 cult adalah orang psikopat narsisis dan ahli manipulasi. Mereka sangat suka melihat orang melakukan tugas2 berat bagi mereka, mereka jadi merasa berkuasa dan menghirup kemaha kuasaan itu seperti orang kehausan. Mereka mendapat suplai narsisistiknya dengan mengamati perbudakan dan pengorbanan para pengikutnya. Para ‘hamba’ bodoh mereka akan melakukan apapun, termasuk perang, membunuh dan menyerahkan nyawa utk mendapat pengakuan mereka. Sikap penghambaan ini mengenyangkan rasa lapar narsisistik sang pemimpin akan dominasi dan kontrol. Mereka menikmati kekuasaan dan para pengikut mereka keliru mengartikan kekerasan pendirian itu sebagai kebenaran utk mereka.

      Kenapa mayoritas yang mengaku nabi itu lelaki? Ini karena penyakit narsisisme kebanyakan adalah penyakit lelaki. Meski wanita juga bisa menjadi seorang narsisis, tapi lebih banyak lelaki narsisis daripada wanita narsisis. Hasilnya para ‘nabi’, pemimpin2 cult dan diktator kebanyakan lelaki.

      Aliran Cult secara khas menerapkan ritual2 yang sangat rinci dan teliti. Dengan mengikuti ritual2 ini secara seksama, para pengikut dibuat percaya bahwa mereka akan mendapat keselamatan. Mereka terobsesi dengan ritual2 ini dan menganggap jika gagal melakukannya itu dosa. Ritual tak masuk akal ini harus dilakukan, karena katanya ini menyenangkan tuhan atau membuat orang ‘dicerahkan’. Tapi, maksud sebenarnya dari ritual2 ini adalah utk membuat para pengikut tsb tetap terkait, tetap terikat. Semakin pendek ikatan talinya semakin kuat sang pemimpin mengontrol para pengikutnya. Dalam kenyataannya, tak satupun dari ritual2 ini ada hubungannya dengan tuhan. Semua itu hanya utk memberi sang narsisis kekuasaan maksimum atas para pengikutnya.
      Ritual islam seperti sholat wajib dan puasa, berlaku sebagai ‘pemati rasa’ pada pikiran2 dan emosi2. Para muslim dilarang makanan tertentu, dilarang mendengar musik tertentu dan dilarang bersosialisasi dengan lawan jenis. Jika mereka wanita mereka harus menutupi dirinya dari kepala sampai ujung kaki, kecuali tangan dan wajah bagian mata, dimusim panas terik juga harus begini. Dan mereka (lelaki dan perempuan) harus memutuskan semua hubungan dengan keluarga dan teman non muslim mereka. Ini semua adalah hal2 sulit dan pengorbanan2 yang mereka percaya akan mendatangkan pahala sebagai balasannya. Muslim menjadi terobsesi dengan ritual dan pengorbanan. Sambil menahan derita, mereka menghitung berkat2nya dan pahala2nya diakhirat nanti, lalu dipenuhi oleh rasa senang (euphoria) dan bahagia. Sebaliknya, banyaknya derita memberi orang2 percaya ini banyak kesenangan dan rasa bahagia. Ini hal biasa bagi mereka, mencambuk diri demi memperoleh kenikmatan tuhan.

      Kita manusia cenderung percaya dengan peribahasa “no pain no gain” (tak ada keuntungan tanpa kesakitan/jerih payah). Nenek moyang kita yang primitif terbiasa menawarkan korban utk menyenangkan dewa2 mereka. Utk pahala yang lebih besar, pengorbanannyapun harus besar pula. Kepercayaan ini begitu tertanam dalam kebudayaan orang2, hingga mereka tega mengorbankan manusia, bahkan anak mereka sendiri.

      Kesulitan2 dalam mempraktekan ajaran islam (juga aliran2 sesat lain) dan pengorbanan hebat yang harus dilakukan para muslim agar jadi saleh dan setia adalah daya tarik utama dari islam. Semakin sulit sebuah cult utk dijalankan, semakin keliatan seperti ‘benar’. Mereka yang pengorbanannya kurang, dipenuhi rasa bersalah. Rasa bersalah ini sering kali lebih menyakitkan dari pengorbanan itu sendiri.

      Orang2 Narsisis terkenal yang Jadi Pemimpin Aliran Kepercayaan Sesat

      Kepribadian dari Muhammad menjadi sebuah teka-teki bagi banyak akademisi. Bahkan mereka yang tidak menerima pengakuannyapun mengakui bahwa dia punya kepribadian yang karismatik dan impresif. Dia bisa memikat orang disekitarnya hingga mereka percaya padanya, mau membunuh siapa saja atas suruhannya atau mengorbankan nyawa mereka sendiri dengan cukup hanya jentikan jarinya saja. Bagaimana dia bisa mengumpulkan begitu banyak orang setia, bercita-cita tinggi, diagungkan dan menjadi begitu berkuasa dalam waktu singkat? Apa rahasianya?

      Yang mendorong Muhammad mencapai kesuksesan demikian adalah kebutuhannya utk dicintai. Inilah rahasia dibelakang sejarah sang Narsisis besar. Inilah yang mendorong mereka berusaha tanpa lelah dan tanpa henti.

      Di dunia kita, banyak orang yang mengaku nabi tuhan atau messiah, kita tidak akan kekurangan orang seperti itu. Juga kita tidak akan kekurangan orang yang mau mengikuti mereka, yang rela membunuh atau mati utk menunjukkan kesetiaan pada mereka.

      Penghargaan, kekaguman dan kekuasaan lah yang mendorong sang narsisis. Para narsisis adalah artis tipu-tipu. Mereka punya keinginan besar utk terkenal. Mereka keras kepala, manipulatif dan gigih. Mereka juga pintar, licik dan tak kehabisan akal. Narsisis yang terkenal adalah: Napoleon, Hitler, Stalin, Mussolini, Pol Pot, Mao, Saddam Hussein, Idi Amin, Jim Jones, David Koresh, Shoko Asahara dan Charles Manson.

      Orang narsisis sebenarnya adalah orang yang terganggu emosionalnya. Mereka hanya merasakan bahwa mereka berhak utk berkuasa, dan utk mencapai itu, mereka tidak akan mau berhenti. Mereka berbohong dengan sangat meyakinkan. Mereka tampak sangat percaya diri dan mampu membangkitkan kepercayaan diri pada orang. Semua itu, betapapun, hanyalah kedok utk menyembunyikan ketidak tenangan dan ketakutan jiwa mereka. Mari kita amati beberapa narsisis dan bandingkan dengan Muhammad. Pembandingan ini mungkin akan menjelaskan tingkah laku para muslim dan ikatan pengabdian mereka terhadap islam.

      Jim Jones meyakinkan orang2 biasa yang normal bahwa dialah Messiah (terutama dalam hal2 sosial). Dia bujuk mereka utk meninggalkan keluarga dan mengikuti dia sampai ke “Medinah”nya ditengah2 hutan belantara. Dia bujuk pemerintah Guyana utk memberikan 300 hektar tanah padanya secara gratis. Dia yakinkan para pengikutnya bahwa mereka harus merelakan dia meniduri istri2 mereka. Dia dorong kaum lelaki pengikutnya utk membawa senjata dan membunuh siapa saja yang sesat. Orang2 ini begitu dibutakan iman padanya hingga mereka menembak dan membunuh seorang senator beserta pengawal2nya. Lalu Jim Jones membujuk para pengikutnya, dg tanpa perlawanan, utk meminum cairan sianida dan melakukan bunuh diri masal. Sembilan ratus sebelas (911) orang mau melakukannya dan mati. Bahkan anak2 mereka dipaksa minum racun itu. Kita bicarakan lagi tentang dia di bab berikutnya.

      David Koresh mengumpulkan para pengikutnya disebuah tempat yang dinamai sesuai namanya sendiri diluar Waco, Texas. Dia bilang pada mereka, dia adalah anak Tuhan dan mereka percaya. Pengumuman pertamanya dibuat digereja Seventh Day Adventish di California Selatan, katanya: “aku punya tujuh mata dan tujuh tanduk. Namaku adalah Perkataan Tuhan… Bersiaplah utk bertemu Tuhanmu.”

      Marc Breault, mantan anggota cult Koresh menulis bahwa Vernon (nama asli David Koresh) bercerita padanya diawal2 terbentuknya cult ini: “Aku akan mendapatkan para wanita memohon2 padaku utk bercinta dengan mereka. Bayangkan saja; perawan2 tak terhitung banyaknya.” Beberapa tahun kemudian dia mendapatkan sedikitnya dua belas wanita muda, termasuk dua orang yang berumur 14 tahun, dan seorang lagi 12 tahun. Seperti Allah, yang penuh perhatian pada kebutuhan seks nabinya, tuhannya David juga penuh perhatian akan kebutuhan seks David. Dimulai sebagai seorang pengkhotbah, dia segera naik ke posisi anak tuhan dan mulai menuntut seks dari istri2 pengikutnya – para wanita yang dia percaya telah menikahi lelaki lain tanpa ijinnya dan yang sebenarnya milik dia saja. “Kalian para lelaki hanya fu**ers. Itulah kalian,” David bilang pada pengikutnya. “Kalian menikah tanpa ijin tuhan. Yang lebih parah lagi, kalian menikahi istri2ku. Tuhan telah lebih dulu memberikan mereka padaku. Jadi sekarang aku ambil mereka kembali.” Menurut Marc breault, tiap orang terkejut dengan pernyataan ini, tapi mereka tidak bereaksi, sementara Koresh terus berkata-kata seperti: “Jadi Scott; gimana rasanya setelah tahu kau bujangan lagi?” Menurut Breault, di tahun 1989 David “mulai melakukan seks dengan istri2 orang .. dan menyuruh wanita2 itu utk memberitahukan dia kapan mereka mendapat masa subur utk memaksimalkan kemungkinan hamil.” Sedang utk para lelaki, dia beritahu mereka tugas mereka utk “membela ranjang Raja Solomon.” Dia tidak melakukan seks dan menghamili istri2 mereka saja– jadi ayah dari lebih 20 anak – tapi mulai melakukan seks dengan anak2 mereka juga. “Anak2 dipukul pantatnya utk banyak alasan; menangis ketika belajar Bible selama 16 jam, menolak duduk dipangkuan David, atau berani menolak keinginan sang nabi yang lainnya… beberapa wanita pikir hal terbaik utk membuat senang kekasih mereka si Anak Tuhan adalah dengan memberikan hukuman berat ketika menerapkan disiplin. Tapi kadang tidak mudah bagi orang dewasa utk memukul sianak. Mereka tidak bisa menemukan daerah pada pantat sianak yang masih bersih dari memar dan luka.” Para wanitanyapun kadang diperlakukan sama. Seorang wanita 29 tahun yang bilang telah mendengar suara2 malaikat, ditahan diruangan kecil. Dia dipukuli dan berulang2 diperkosa oleh para penjaga.” [230]
      [230] Inside the Cult: A Member’s Chilling, Exclusive Account of Madness and Depra4vity in David Koresh’s Compound, Breault & King, 1993

      Seperti Muhammad, Koresh juga seorang nabi celaka. Para pengikutnya mempersenjatai diri. Ketika disergap oleh polisi, mereka menembaki dan membunuh empat agen ATF lalu meledakkan tempat itu, menyebabkan kematian mereka dan keluarga mereka sendiri, daripada menyerah mereka memilih mati. Sembilan puluh orang mati.

      Kisah ini sulit dipercaya. Gimana bisa orang dibodohi sejauh ini? Albert Einstein tidak becanda ketika berkata, “Ada Dua hal yang tidak ada batasnya: jagat raya dan kebodohan manusia; tentang jagat raya, aku masih belum yakin.”

      Sekte Kuil Matahari: Cult kiamat ini mengakibatkan 74 korban dalam tiga ritual aneh bunuh diri masal. Kebanyakan anggota sekte ini sangat berpendidikan dan individu yang berhasil, lebih cerdas dari Abu Bakr, Omar dan Ali, dan sahabat2 Muhammad.

      Cult ini mengagungkan matahari. Ritual bunuh diri mereka yang mengerikan maksudnya utk membawa anggota sekte ini kedunia baru di bintang “Sirius”. Sebagai persiapan utk melakukan perjalanan, beberapa korban, termasuk anak2, ditembak kepalanya, dibuat sesak nafas dengan kantong plastik hitam menutupi kepalanya dan/atau diracun.

      Dua orang dikenal sebagai pemimpin kelompok ini, Luc Jouret, seorang dokter homeopatik dari Belgia, dan Joseph di Mambro, pebisnis kaya. Mereka adalah Muhammad dan Abu Bakrnya cult ini. Betapapun, mereka percaya pada kegilaan mereka sendiri hingga mereka juga bunuh diri bersama dengan para pengikutnya. Ini adalah sesuatu yang tidak mau dilakukan Muhammad. Muhammad tidak pernah mau membahayakan nyawanya. Dia setiap waktu dikelilingi oleh para pengawal dan tidak pernah berhadapan langsung dengan musuh (bahkan baju besinya berlapis dua hingga menyulitkannya berdiri dan bergerak).

      Dalam sebuah surat yang diterima setelah kematian mereka, Jouret dan di Mambro menulis bahwa mereka “meninggalkan bumi utk menemukan kebenaran dan pengampunan pada dimensi baru, jauh dari kemunafikan dunia ini.” Cult ini gila akan kematian. Ini sering kita dengar dikhotbahkan Muhammad, bedanya adalah bahwa Muhammad lebih suka tinggal didunia yang penuh kenikmatan birahi ini dan tidak berniat utk meninggalkannya. Dia memuji-muji martir/syahid, tapi itu jika orang lain yang melakukannya. Dia sendiri tidak menyarankan bunuh diri. Tapi, dia dorong para pengikutnya utk berperang jihad, membunuh dan siap mati. Dia bilang pada mereka utk lebih mencintai kematian daripada kehidupan, utk merampok dan bawa harta jarahannya pada dia, para wanita dan budak2 juga bagi “Allah dan rasulnya”. Dia jauh lebih pragmatis dibanding pemimpin2 cult lainnya dan dg demikian jauh lebih tidak jujur.

      Pintu Surga: Pada tgl 26 Maret 1997, 39 orang anggota cult yang dikenal sebagai “Heaven’s Gate” (Pintu Surga) memutuskan untuk “menutup kendaraan mereka” dan naik perahu “yang bersembunyi diekor komet Hale-Bopp”.

      Anggota2 Pintu Surga mati dalam tiga giliran selama perioda tiga hari setelah menyantap makanan terakhir mereka dibumi. Ketika satu kelompok menelan racun, campuran phenobarbital dalam kue puding dan/atau saos apel didorong oleh minuman vodka, lalu berbaring sementara anggota kelompok lain memakaikan kantong plastik dikepala mereka utk mempercepat kematian. Lalu anggota yang masih ada akan membersihkan sisa2/bekas2 tiap giliran bunuh diri itu. Sebelum dua orang yang terakhir bunuh diri juga, mereka membuang sampah terlebih dulu. Agar tidak menyusahkan orang, semua tubuh memakai tanda pengenal. Anehnya, mereka juga masing2 membawa uang receh lima dollar dikantong dan koper yang dengan rapih disimpan dibawah ranjang mereka. Seperti juga para pembom bunuh diri muslim yang mencukur seluruh tubuh mereka dan membungkus penis mereka dalam alumunium foil, maksudnya agar tetap utuh dari ledakan bom, persiapan yang diperlukan dalam pertemuan dengan para perawan (baca: pelacur) kekal disurga, anggota Pintu Surga mestinya juga punya pikiran bahwa mereka akan membawa tubuh2 mereka beserta koper tsb dalam perjalanan langitnya.

      Charles Manson: Psikopat terkenal dari tahun 60an ini pada satu saat pernah hampir punya pengikut 100 anak muda (lelaki dan wanita), jumlah yang hampir sama dengan pengikut Muhammad ketika masih di Mekah dan dengan kaliber yang juga sama, mereka dikenal sebagai “the Family”. Manson dianggap sebagai Messiah. Dia buat anak2 pemberontak ini percaya bahwa dunia peradaban akan berakhir dalam sebuah peperangan rasial dimana orang kulit hitam berperang melawan orang kulit putih dan menang, tapi karena mereka tidak tahu bagaimana caranya mengurus dunia, mereka datang padanya utk minta tolong dan dia beserta para pengikutnya nanti akan memerintah dunia. Dia begitu yakin akan khayalannya ini hingga para pengikutnya itu tidak mempertanyakan kewarasannya. Mereka lakukan apapun yang dia suruh, termasuk melakukan pelacuran, mencuri dan membunuh. Ini persis seperti apa yang Muhammad suruh kepada para pengikutnya. Dia mendorong mereka untuk merampok, menjarah dan memperkosa, dan mereka lakukan itu.

      Ketika perang rasial yang dijanjikan tidak terjadi, ditahun 1969, Manson pikir dia harus memicunya sendiri. Dia suruh para pengikutnya masuk rumah orang kaya secara acak, bunuh dan buat seakan orang kulit hitam yang melakukannya. Anak2 muda ini melakukan persis yang diperintahkan. Mereka sangat bergairah utk membuat dia senang dan malahan saling saingan utk mematuhi perintahnya. Mereka akhirnya percaya bahwa Manson punya kekuatan dari tuhan yang spesial dan diberkati dengan pengetahuan tersembunyi.

      Pengaruh Manson pada pengikutnya sedemikian sehingga ditahun 1975, Lynette Fromme, salah seorang ‘gadis’nya yang dipanggil ‘Squeaky’, berusaha membunuh Presiden Gerald Ford dan dihukum penjara seumur hidup. “Dia sangat cerdas, cemerlang dan wanita yang menyenangkan,” Pengacara Fromme menceritakannya. “Dia tidak gila. Jika kau bicara padanya, semuanya baik2 saja sampai kau singgung Manson.” Ini bisa dibilang berlaku juga bagi semua pengikut aliran Cult. Mereka orang normal, pintar, sampai kau sebut2 sang pemimpin mereka. Para muslim umumnya orang2 baik hati, sopan, ramah sampai nama Muhammad kau singgung. Maka mendadak, darah naik kekepala mereka, kegilaan mengambil alih, ada yang jadi pembunuh dan ada yang jadi biadab. Para pemeluk aliran cult semua sama. Mereka mendapatkan kegilaan dari sang pemimpin yang psikopat narsisis.

      Gadis Manson yang lain, Sandra Good, dihukum karena mengirim surat ancaman mati ditahun 1976 dan dipenjara 10 tahun. Waktu dibebaskan, dia pindah kedaerah yang dekat dengan penjara Corcoran, dimana Manson ditahan, dan memelihara situs webnya sampai tahun 2001. Itulah kekuatan cuci otak. Sandra Good diwawancara oleh radio CBC seminggu setelah usaha pembunuhan Fromme. Katanya, “Orang2 seluruh dunia patut dibunuh semua. Ini baru awalnya saja. Ini baru awal dari banyak pembunuhan2 yang akan terjadi.” Ketika ditanya, Gimana dia bisa bicara mengenai pohon2 yang mau dia lindungi jika dia tidak peduli dengan manusia? Good menjawab: “Manusialah yang membunuh kehidupan, yang membunuh anjing2 laut, yang membunuh pohon2, yang meracuni lautan, sungai dan kehidupan dan membunuhi kita semua.” [231]
      [231] http://archives.cbc.ca/IDC-1-68-368-208 … ment/frum/

      Para cultis membenarkan kelakuan teror mereka. Ini pembelaan yang sama yang diberikan oleh para muslim utk membenarkan terorisme islam. Pertama mereka menciptakan orang2 palsu dari Barat yang katanya membunuhi anak2 muslim, lalu berdasarkan kebohongan itu mereka membenarkan semua kejahatan2 mengerikan mereka terhadap anak2 dan rakyat sipil. Berapa kali kita dengar orang2 muslim yang terkenal dan ‘terhormat’ muncul di TV berkata, “Kami mengutuk terorisme TAPI (ya selalu ada tapinya) ini adalah sebuah reaksi dari apa yang Israel, Amerika, Barat, dll lakukan terhadap para muslim”.
      Manson masih menerima banyak surat, lebih banyak dari napi2 lain di penjara2 Amerika, kebanyakan dari anak2 muda yang ingin bergabung dengan ‘keluarga’nya. Bisakah ini menjelaskan juga kenapa cult Islam masih menggila? Orang2 jahat akan selalu cenderung tertarik pada doktrin2 jahat.

      Seperti semua cult, cultnya Manson juga punya alasan. Alasannya adalah pemeliharaan udara, pohon2, air dan binatang. Dia buat alasannya kelihatan begitu penting hingga membenarkan pembunuhan. Setelah menghabiskan hampir tiga dekade dipenjara, Fromme masih setia pada Manson: “Manson bilang dia bisa memberiku dunia yang alami”, kata Fromme dalam sebuah wawancara. “Hampir 40 tahun lalu dia bilang bahwa uang yang harus bekerja keras untuk manusia seperti manusia yang bekerja untuk uang. Dia bicara tentang udara dan air, tanah dan kehidupan. Aku tidak tahu bagaimana itu akan terjadi jadi aku cuma menunggu. Aku akan bekerja keras utk itu dan berinvestasi dalam dunia seperti itu karena hal itu akan mendukung, bukan aku saja tapi kelanjutan generasi mendatang.” Wanita malang ini masih jadi seorang yang percaya. Ini kesaksian yang tulus dan penuh perasaan yang bisa menggambarkan kekuatan dari pencucian otak. Itu sebabnya kenapa para muslim sulit sekali meninggalkan islam; meski mereka tahu Muhammad menjalani hidup yang menjijikan dan memalukan. Kepercayaan itu seperti narkotik yang kuat yang menghancurkan kemampuan berpikir orang percaya. Filsuf Amerika Elbert Hubbart bilang, “Jenius mungkin ada batasannya, tapi kebodohan tidak ada batasnya.”

      Dalam salah satu perampokan plus pembunuhannya, Manson mengintip lewat jendela rumah korbannya, ia melihat ada foto anak2 didinding. Pertama dia pikir rumah ini akan dilewati, jangan rumah ini, tapi lalu berubah pikiran dan bilang, alasan/sebab nya sebegitu penting hingga anak2 tidak seharusnya menjadi halangan.

      Joseph Cohen, seorang yahudi yang masuk islam dan merubah namanya jadi Yusuf Khattab, dalam sebuah wawancara yang bisa anda lihat di Youtube.com bilang hal yang sama mengenai anak2 orang israel. Dia percaya tiap orang israel sah jadi target dan harus dibunuh. Ketika ditanya mengenai anak2, dia bilang membunuh mereka sama dengan menolong mereka karena mereka akan mati sebelum punya kesempatan utk melakukan dosa dan dg demikian mereka akan masuk surga.

      Joseph Kony adalah orang gila yang mengaku jadi seorang ‘medium roh’. Dia mendirikan LRA (Lord Resistance Army), sebuah kelompok gerilya yang hingga tahun 2006 terlibat dalam kampanye keji utk mendirikan negara teokratis di Uganda, dia mengaku didasarkan pada 10 Perintah Allah. Sejak tahun 1987 dia telah menculik sekitar 20.000 anak-anak dan mengubah mereka jadi mesin pembunuh. Anak2 malang ini lalu dengan paksa diindoktrinasi, sama seperti anak2 muslim di madrasah. Pemukulan2 sadis dilakukan bagi semua yang melawan.

      Seperti Muhammad, Kony juga berpoligami. Dia berdoa pada tuhannya orang kristen dihari minggu, melantunkan doa memakai rosari dan mengutip bible; tapi hari jumat dia lakukan sholat jumat. Dia merayakan natal, tapi juga puasa 30 hari selama bulan ramadan dan melarang makan babi.

      Joseph Kony meyakinkan pejuang2 mudanya bahwa dengan iman dan pengajian, roh suci akan melindungi mereka dalam perang. Dia janjikan para pejuangnya dengan kekuatan magis yang akan membuat mereka berjaya dan peluru yang mengarah padanya akan belok menghantam orang yang menembakannya. Muhammad bilang pada pengikutnya bahwa malaikat akan menolong mereka dan 20 orang muslim bisa menghabisi dua ratus orang kafir dan seratus muslim bisa melawan seribu kafir (Q 8:65). Kony memberi mereka sebotol air utk perlindungan terhadap tentara Uganda. Dia bilang jika mereka mengucurkan air dalam botol tsb, sungai akan tercipta dan menenggelamkan pasukan musuh. Muhammad suka melempar pasir kearah musuh dan mengutuki mereka. Baik Kony maupun Muhammad diam dengan aman digaris belakang sambil menyemangati para pengikutnya agar berani dan jangan takut mati. Kesamaan lain dari Kony dan Muhammad adalah kepercayaan mereka akan roh jahat.

      Ditahun 2005 ICC (International Criminal Court/Pengadilan Criminal Internasional) menangkap Joseph Kony utk kejahatan melawan kemanusiaan. Tuduhan terhadapnya termasuk pembunuhan, perbudakan, perbudakan seks dan perkosaan, perlakuan kejam pada rakyat sipil, sengaja menyerang rakyat sipil, merampok, mendorong perkosaan, dan memaksa anak2 utk ikut pemberontakannya. Ini tuduhan2 yang persis sama yang seharusnya juga dituduhkan pada Muhammad.

      Seperti Muhammad, Kony tidak mentoleransi mereka yang menolaknya. Siapapun yang melawan indoktrinasi LRA, atau berusaha kabur akan dieksekusi – seringnya dipukuli sampai mati oleh anggota baru “Pasukan Roh” nya Kony.

      Muhammad bisa sukses karena dia melakukannya disebuah tempat dimana tidak ada pemerintahan yang terpusat utk menghentikannya. Dia merampok, menjarah dan menjajah tanpa perlawanan berarti, dimulai dari seorang perampok jalanan kecil dan terus naik hingga akhirnya menjadi seorang kaisar penguasa. Dia gabungkan bujukan2 sebagai pemimpin cult dengan kesadisan seorang penakluk.

      Orang narsisis sering sukses karena mereka punya dorongan dan kegigihan yang luar biasa. Mereka terus mencari-cari kepuasan utk mengenyangkan perasaaan sepi dan kekurangan mereka akan cinta dengan kuasa dan dominasi.

      Pengaruh dari Sebuah Kebohongan Besar

      Adolf Hitler, dalam Mein Kampf-nya, 1925, menulis: “Massa yang banyak dari sebuah bangsa akan lebih mudah jadi korban dari kebohongan yang besar daripada yang kecil”. Jika ada orang yang tahu mengenai kekuatan dari kebohongan besar, bahwa semakin besar sebuah kebohongan semakin kedengaran masuk akal, maka orang itu adalah Hitler. Pernyataan bagus lain adalah dari George Orwell, penulis Politik dan Bahasa Inggris. Dia menulis: “Bahasa Politik…. Didesain utk membuat kebohongan terdengar jujur dan pembunuhan kedengaran lebih terhormat dan memberi kesan padat pada sesuatu yang sebenarnya hanya angin belaka.” [232]
      [232] Politics and the English Language 1946 http://www.resort.com/~prime8/Orwell/patee.html

      Kenapa kebohongan besar begitu meyakinkan? Ini karena orang awam umumnya tidak berani berbohong gila-gilaan/besar. Dia takut tidak akan dipercaya dan diejek. Karena tiap orang pernah mendengar atau mengatakan bohong ‘putih’, maka kebanyakan orang akan menyadari kebohongan itu jika mendengarnya. Kebohongan besar begitu gila-gilaan hingga sering mengagetkan pendengarnya. Kebanyakan orang tidak siap memprosesnya dengan benar. Ketika sebuah kebohongan begitu kolosal, orang awam jadi bertanya-tanya kok bisa orang punya keberanian dan kenekatan mengatakan hal demikian. Mereka disisakan dengan dua keputusan sulit yang ektrim, yaitu: orang yang bilang ini pastilah gila, tukang tipu, atau… dia mesti bicara benar. Sekarang, bagaimana jika dalam bidang apapun, anda menghormati orang ini, menghormati karismanya atau berkomitmen padanya, anda tidak akan mampu menolaknya dan tidak akan mampu menerima fakta bahwa mungkin dia benar2 gila, seorang yang sakit jiwa. Lalu anda paksa diri anda utk percaya apapun yang dia katakan meskipun jika hal itu tidak masuk akal.
      Kebohongan yang besar membuat kacau pengukuran akal sehat kita. Ini sama saja dengan menimbang barang yang beratnya berton-ton dengan timbangan kiloan. Timbangan itu akan rusak dan berhenti menunjuk ukuran yang benar. Dengan begitu, Hitler benar. Kebohongan besar sering lebih bisa dipercaya daripada kebohongan yang biasa.

      Ketika Muhammad menceritakan kisah kenaikan kesurga tujuh, Abu Bakr awalnya terperanjat. Dia tidak tahu musti gimana. Ini sangat gila. Dia cuma punya dua pilihan: mengakui bahwa teman paling dipercayanya, yang sangat dia hormati dan yang telah dia ikuti dengan pengorbanan yang besar, adalah orang gila, atau percaya kisah fantastisnya dan percaya apa saja yang mungkin akan dia katakan. Tidak ada jalan tengah baginya.

      Ibn Ishaq berkata ketika Muhammad menceritakan perjalanannya, “banyak muslim meninggalkan kepercayaan islam mereka. Sebagian lagi menemui Abu Bakr dan berkata, “Apa pendapatmu tentang temanmu itu? Dia mengaku telah pergi ke Yerusalem semalam, sholat disana lalu kembali lagi ke Mekah!” Dia tuduh mereka berbohong, Muhammad tidak akan berkata begitu, tapi kata mereka dia sekarang lagi di mesjid, cerita pada orang2. Abu Bakr tertegun dan lalu berkata, “jika dia bilang begitu, maka itu benar. Kenapa heran? Dia pernah bilang berkomunikasi dengan Allah, dari langit kebumi, wahyu datang padanya siang atau malam, dan aku percaya dia. Itu jauh lebih luar biasa dari apa yang kau ceritakan sekarang!” [233]
      [233] Sira Ibn Ishaq:P 183

      Logikanya sangat sempurna. Pada dasarnya apa yang Abu Bakr katakan adalah bahwa sekali kamu telah melepaskan akal sehatmu dan percaya pada kemustahilan, kamu bisa percaya apa saja. Sekali saja kau biarkan dirimu dibodohi, maka kau harus siap utk dibodohi selamanya karena tidak ada batas bagi kebodohan. Berapa banyak orang yang akan membiarkan kakek umur 54 tahun meniduri anak perempuannya yang berumur 9 tahun? Abu Bakr melakukan itu. Ini membutuhkan kebodohan yang luar biasa. Kebodohan yang hanya mungkin ada dalam sebuah kepercayaan buta.

      Kita harus juga ingat bahwa Abu Bakr, telah menghabiskan semua kekayaannya bagi Muhammad dan tujuannya. Orang ini telah bertaruh banyak. Pada tahap ini, dia tidak punya pilihan lain kecuali ikut saja pada apa yang dikatakan Muhammad. Mengaku telah ditipu, terlalu menyakitkan. Gimana menjelaskan ini pada istrinya? Apa yang akan dia katakan pada orang2 tua di Mekah yang pernah menertawainya dan bilang dia bodoh? Pintu utk kembali telah tertutup rapat bagi Abu Bakr. Dia harus melindungi harga dirinya dan itu berarti dia tidak bisa mengaku telah dibodohi. Yang bisa dia lakukan hanyalah menggali lebih dalam dan secara membuta mengikuti Muhammad kemana saja. Dia harus mematikan nuraninya dan percaya apa saja yang sang nabi sukai. Ketika kau taruh seluruh kepercayaanmu pada seseorang dan mengorbankan begitu banyak baginya, kau menyerahkan juga kemerdekaanmu dan menjadi boneka ditangannya. Inilah yang diinginkan pemimpin cult dari pengikutnya. Jenis pengabdian demikianlah yang memenuhi kepuasan rasa lapar sang narsisis.

      Abu Bakr kesulitan mempercayai kisah naik surganya Muhammad, tapi pada akhirnya dia tidak punya pilihan kecuali percaya karena menolak berarti mengaku telah dibodohi dan itu pengakuan yang menyakitkan. Menolak orang itu, yang telah kau terima sebagai utusan Tuhan dan percaya padanya, bukanlah usaha yang mudah. Ini jelas sebuah keputusan yang gagah berani, keputusan yang ada jauh diluar jangkauan orang percaya yang berpikiran lemah. Semakin banyak kau menyerahkan kemerdekaanmu, semakin banyak kau berkorban bagi orang ini, semakin sulit utk meninggalkannya.

      Hitler, Stalin dan banyak pemimpin lalim lainnya dalam sejarah yang juga gila. Tapi sedikit yang mencurigai kegilaan mereka. Mereka yang curiga tidak bisa mengatakannya pada orang lain. Kebijakan superior dari pemimpin lalim itu menjadi “jubah tak tampak sang kaisar”. Tiap orang mengaku melihat jubah itu dan memuji keindahannya. Mereka yang tidak melihat ‘jubah itu’, menjadi yakin akan keyakinan orang lain, menjadi yakin bahwa dirinyalah yang tidak bisa melihatnya, lalu berpura-pura juga bisa melihatnya. Dg demikian kebohongan besar terwujudkan dan kritik2 tidak akan ditoleransi.

      Penggunaan Kekerasan

      Selain keyakinannya besar, pembohong psikopat siap memakai kekerasan utk membela kebohongannya. Menggunakan kekerasan utk mendukung sebuah pengakuan adalah sebuah fallacy (buah pikiran yang keliru) logika yang sering sukses ini diterapkan oleh para diktator. Fallacy ini dinamakan Argumentum ad baculum. Ini terjadi ketika seseorang memakai kekerasan atau ancaman kekerasan, utk memaksa orang lain menerima pendapat/kesimpulannya.

      Argumentum ad baculum dapat diterangkan sebagai “yang kuat itu yang benar.” Ancaman ini bisa langsung seperti:

      • maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka. (Q. 9:5)
      • ku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (Q. 8:12)

      Atau yang tidak langsung seperti:

      • Adapun orang-orang yang kafir dan menolak pertanda2 Kami, mereka itu adalah penghuni neraka (Q.5:10)
      • Ia (kafir) mendapat kehinaan di dunia dan di hari kiamat Kami merasakan kepadanya azab neraka yang membakar. (Q. 22:9)
      • Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada tanda-tanda Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q. 4:56)

      Ancaman2 membuat sebuah Bohong Besar rasa pengertian urgensi yang dramatis. Pengaruhnya begitu kuat hingga orang2 tidak bisa utk tidak mengacuhkannya. “Bagaimana bisa orang begitu yakin bahwa Tuhan akan menghukum mereka yang tidak percaya padanya?” atau “Bagaimana bisa orang membunuh begitu banyak hanya karena mereka tidak percaya padanya?” Kau bertanya2 dan menjadi cenderung utk percaya dibanding jika ancaman demikian tidak ada. Argumentum ad baculum berhasil. Kekerasan yang ekstrim bisa membuat orang yakin secara ekstrim pula. Orang2 Korea Utara benar-benar memuja pemimpin gila mereka, Kim Jung Il. Keyakinan ini sampai pada mereka lewat kekerasan ekstrim yang digunakan sang diktator dan tidak adanya toleransi bagi orang yang menentang. Ketika nyawamu bergantung pada percaya atau tidak, kau akan mau percaya pada apapun yang disodorkan.

      Ketika pengikut Shoko Asahara diperintahkan untuk melepas gas sarin distasiun bawah tanah Tokyo dan membunuh banyak orang tak bersalah, mereka tidak mempertanyakan perintah mengerikan ini. Mereka menutup hati nurani mereka dan menerimanya sebagai pertanda kebijakan yang lebih besar dari guru mereka. Mereka dihadapkan dengan dua pilihan. Terima bahwa dia memang gila, berarti anda telah dibodohi dan mengakui semua pengorbanan anda selama ini sia-sia belaka, atau, yakinkan diri anda sendiri bahwa orang ini mengetahui hal2 yang besar yang tidak bisa anda mengerti kedalamannya dan dg demikian tidak sepatutnya mempertanyakan hal ini. Orang2 ini telah menyerahkan segalanya utk bisa bersama dengan Asahara. Mereka telah memutuskan semua jembatan2 yang menghubungkan mereka dengan kehidupan sebelumnya. Mereka tidak punya apa2 lagi utk mundur dan tidak tahu harus kemana jika memutuskan pergi meninggalkannya. Karena mempertanyakan Asahara atau melawannya tidak akan dibiarkan, mereka tidak punya pilihan lain kecuali percaya apapun yang dia katakan. Mereka mengabaikan semua keraguan dan memaksa mereka utk beriman padanya.

      Dr. Ikuo Hayashi adalah dokter terkenal yang menjadi pengikut fanatik Asahara. Dia satu dari lima orang yang diperintahkan utk menanam gas sarin beracun distasiun bawah tanah Tokyo. Hayashi adalah dokter terlatih dan telah bersumpah utk menolong jiwa orang. Pada satu saat, sebelum dia melubangi kotak yang berisi cairan maut itu, dia melirik wanita yang duduk didepannya dan sejenak ragu. Dia sadar, apa yang akan dia lakukan akan membunuh wanita itu. Tapi segera dia tutup hati nuraninya dan meyakinkan diri bahwa Asahara lebih tahu, dan tidak benar mempertanyakan kebijaksanaan sang Master.

      Omeir adalah seorang anak lelaki umur 16 tahun yang menemani Muhammad dalam salah satu pertempurannya. Muhammad bicara tentang mati syahid dengan penuh pujian yang hebat2 hingga anak ini terpengaruh. Dia buang kurma2 yang sedang dia makan, dan berkata “Apa ini yang menahanku utk masuk surga? Sesungguhnya, aku tidak akan mencicipi lagi makanan ini, sampai aku bertemu Allahku!” setelah berkata demikian, dia tarik pedangnya dan berlari kegaris depan, kearah pasukan musuh, segera dia mendapatkan kematian yang sangat dia dambakan itu.

      Sekali saja anda menjadi seorang yang percaya, anda akan mengabaikan pikiran bahwa nabi tercinta anda mungkin bohong. Psikopat tidak punya hati nurani. Mereka bisa bohong dan mampu membunuh jutaan orang tanpa sedikitpun penyesalan. Mereka merasa berhak utk melakukan itu. Hitler yakin dia melakukan pekerjaan Tuhan. Salah satu pernyataannya menjelaskan ini. Dia tulis:

      Sejak saat ini aku percaya bahwa aku bertindak sesuai dengan kehendak Pencipta Maha kuasa: dengan membela diri terhadap orang yahudi, aku berjuang utk pekerjaan tuhan. [234]
      [234] Adolf Hitler, Mein Kampf, Ralph Mannheim, ed., New York: Mariner Books, 1999, hal. 65.

      Ayatollah Montazeri, orang yang harusnya menggantikan Khomeini, sampai dia dipermalukan karena berselisih dengan khomeini, dalam memoirnya menulis ketika Khomeini memerintahkan pembantaian lebih dari 3.000 orang yang melawannya, dia menolak. Khomeini bilang dia yang bertanggung jawab pada tuhan utk itu dan sebaiknya Montazeri jangan ikut campur. Psikopat Narsisis sangat sangat yakin akan tindakan2 jahat mereka dan merekalah yang pertama percaya kebohongan mereka sendiri.

      Hitler menarik dukungan banyak orang jerman hanya dengan membuat mereka merasa nyaman dengan bohong besarnya. Dia adalah pembicara yang memukau. Ketika dia bicara, intonasinya makin kencang dan kencang, saat dia muntahkan kemarahan pada musuh2 jerman, dia bangkitkan rasa patriotisme jerman. Kepercayaannya, bahwa semakin besar kebohongan semakin mudah utk dipercaya, terbukti benar. Jutaan orang jerman percaya kebohongannya. Mereka mencintainya dan terharu hingga menangis oleh pidato2nya.

      Ibn Sa’d melaporkan sebuah hadits yang mengungkapkan kesamaan2 yang banyak antara Muhammad dan Hitler. Dia tulis, “Dalam khotbahnya, mata nabi berubah jadi merah seraya menaikkan volume suaranya dan berbicara dengan marah seakan dia saat itu panglima perang yang sedang memperingatkan pasukannya ‘Hari kebangkitan dan aku adalah seperti dua jari ini (ibu jari dan jari telunjuk). Dia akan berkata ‘Petunjuk terbaik adalah petunjuk Muhammad dan hal paling buruk adalah inovasi dan inovasi apapun akan menghasilkan kehancuran.” [235]
      [235] Ibn Sa’d Tabaqat, hal. 362

      Ditempat sama Ibn Sa’d berkata: “dalam khotbahnya, nabi suka memegang tongkat.” (mungkin utk melambangkan dominasinya!).

      Seni memanipulasi orang lain dengan begitu sewenang-wenang bukanlah sebuah kemampuan yang bisa dipelajari dan bukan keahlian yang mudah dikuasai. “Cacat” terbesar kita adalah adanya hati nurani kita. Kemampuan demikian datang secara alami kepada psikopat narsisis yang tidak punya nurani. Narsisis seperti Hitler, Mao, Pol Pot, Stalin dan Muhammad tidak punya hati nurani.

      Kenapa tiap orang memuji Muhammad?

      Pertanyaan yang mengganggu para muslim adalah kenapa, jika Muhammad begitu jahat, para sahabatnya begitu memuji dia? Kenapa tak seorangpun yang menghina dia, bahkan setelah dia meninggal?
      Jawabannya adalah bahwa dalam sebuah masyarakat yang didasari oleh sebuah cult pribadi, mengucapkan apa yang ada dalam pikiran2mu tidak selalu aman. Berkata benar akan menyebabkan kamu dikucilkan atau yang lebih buruk lagi, kehilangan nyawa. Kebanyakan orang punya mentalitas utk ikut2an dan ikut arus begitu saja. Mereka yang berpikiran beda cukup sadar utk tutup mulut dan membuat kepala mereka aman2 saja dipundaknya.

      Abdullah Ibn Abi Sarh, yang menjadi salah seorang sekretaris Muhammad (yang menulis Qur’an sementara didiktekan Muhammad), harus kabur dari Medina dan hanya dikota Mekah saja (yang ketika itu masih aman) dia berani berkata bahwa tidak ada wahyu2 itu, Muhammad mengarang-ngarang Qur’an saja. Tapi, ketika Muhammad menaklukkan Mekah, langsung dia cari Abi Sarh dan memerintahkan untuk mengeksekusinya, meski sebelumnya dia berjanji utk tidak membunuh seorangpun jika kota itu mau menyerah tanpa perlawanan. Nyawa Abi Sarh diselamatkan, karena pertolongan dari Usman yang kebetulan menjadi saudara angkatnya.

      Ketika kritik2 dibungkam, para penjilat mencoba mengangkat harkat mereka dengan memuliakan sang pemimpin lewat puji2an berlebihan dan kelewatan. Saddam dibenci oleh kebanyakan rakyat Irak, tapi yang anda dengar tentang dia di Irak, ketika dia masih berkuasa, hanyalah puji2an baginya. Orang2 Narsisis begitu terputus dari kenyataan hingga mereka percaya pujian2 itu, dengan kata lain menjadi korban dari tipuannya sendiri. Karena Muhammad dipercaya sebagai nabi, pemerintahan terornya tidak berakhir dengan kematiannya. Mereka yang sungguh2 percaya (jatuh) pada kebohongannya melanjutkan terror itu dan membungkam suara2 lawan seperti yang terjadi juga saat ini. Setelah mereka yang pernah kenal dekat dengan Muhammad meninggal, generasi berikutnya tidak punya jalan lagi, tidak bisa tahu lagi mana yang benar dan percaya saja akan apa yang semua orang percayai dan kebohongan itu diturunkan dari generasi ke generasi. Setelah kematian Muhammad, para penjilat terus menerus memuji2 dia, memuliakan dia, bahkan menceritakan mukjijat2 yang katanya dilakukan oleh dia, mereka pikir ini akan meningkatkan martabat mereka dan membuat mereka sekaligus Muhammad kelihatan saleh. Banyak sekali mukjijat2 yang katanya dilakukan Muhammad meski dia sendiri mengakui dalam Qur’an bahwa dia tidak bisa melakukan mukjijat apapun. [236]
      [236] Para kafir berulangkali meminta Muhammad membuat muzizat agar mereka bisa percaya (Quran 17: 90) dan Muhammad terus-menerus mengatakan pada mereka “Terpujilah Allah! Aku hanyalah seorang manusia, seorang rasul” (Qur’an 17: 93)

      Seribu Empat Ratus Tahun kemudian, jutaan muslim bertingkah laku serupa dengan yang dilakukan ketika jamannya Muhammad di Medina. Mereka yang melawan takut untuk bicara, dan jika mereka beranipun, dibungkam dengan cepat, sementara para penjilat dihormati karena mau memuliakan sang nabi dan menceritakan ‘kebaikan2’nya. Bagaimana kebenaran bisa menang dalam atmosfir yang demikian represif, yang begitu penuh dengan kemunafikan dan penjilatan?

      Ada kisah2 tentang Muhammad yang memerintahkan pembunuhan para pengkritiknya dan cerita tentang Omar, tangan kanan Muhammad, yang selalu siap menarik pedang mengancam utk menggorok siapa saja yang berani mempertanyakan otoritas tuannya. Muhammad mendorong sifat penjilat dan menghukum kebebasan berpikir dan kritik2.

      Orang2 terjebak dalam atmosfir yang menyesakkan dada, dan pada akhirnya kepercayaan akan kualitas super dari pemimpin dan kepercayaan tsb menjadi asli dan nyata didalam diri dan pikiran mereka.

      Baru-baru ini, sebuah team ahli bedah mata pergi ke Korea Utara utk menolong orang2 yang sakit katarak. Ribuan orang muda dan tua berbaris dan setelah mendapat pengobatan yang membantu penglihatan mereka, para dokter itu tertegun melihat bahwa hal pertama yang pingin mereka lihat adalah potret besar dari diktator Kim Jung Il, yang digantung didinding, mereka bersujud dan berterima kasih pada foto itu – bukan pada dokter yang menolong mereka, tapi pada sang tiran yang membuat mereka tetap buta selama bertahun2 ini.

      Misi muhammad bisa berjalan baik dan sukses sebagian besar karena dia muncul disaat dan tempat yang tepat, dimana dia berada diantara masyarakat yang tidak tahu (ignorant), percaya takhyul, dan kebanyakan chauvinist (sikap bangga terhadap bangsanya secara berlebih-lebihan). Ini semua adalah kualitas2 yang dia perlukan utk mendukung agama rampoknya, kualitas2 itu semua sudah ada disana, diantara orang2 yang kemudian menjadi pengikut2 awalnya. Chauvinisme, kefanatikan, kesombongan, arogansi, megalomania, kebodohan, sikap bangga berlebihan, kerakusan, birahi, meremehkan hidup dan karakter2 tercela lainnya yang menjadi tanda resmi dari Islam sudah ada terlebih dahulu sebagai materia prima (materi utama) di Arab, dimana dia meluncurkan kegiatan kenabiannya. Atribut2 dan kualitas2 ini belakangan dipaksakan pada bangsa2 lain yang menjadi korban islam. Mereka yang sebelumnya sudah punya dasar atribut2 ini, merasa menemukan landasannya dalam islam utk melesat lepas landas dan menjadikannya pengabsahan “ilahi” bagi kegemaran kriminal dan menyimpang.

    • Bab VI Jika Orang Waras Mengikuti Orang Tidak Waras Satu cara untuk mengerti Isalam dan sifat fanatik para pengikutnya adalah dengan cara membandingkannya dengan aliran kepercayaan sesat lainnya. Islam dianut oleh kurang lebih 1.2 milyard Muslim. Jika kau sendiri adalah Muslim, kau tentunya telah bertemu dengan orang2 Muslim dan tidak melihat apapun yang salah dalam diri mereka. Para Muslim bisa tampak seperti kebanyakan orang lain yang bekerja dan membesarkan anak2 mereka. Mereka bisa jadi adalah para karyawan, kolega, pemimpin, tetangga, dan warga negara yang baik. Mereka ramah, tidak lebih baik atau buruk dibandingkan orang lain pada umumnya. Mungkin tiada yang tampak aneh pada diri mereka yang membuat orang lain menduga mereka anggota dari aliran sesat. Akan tetapi, jangan biarkan penampilan mereka mengelabuimu. Islam adalah aliran sesat dan Muhammad bermental sesat. Berdasarkan kamus, penjabaran kata fanatisme adalah antusiasme (kesenangan) yang berlebihan, pengabdian yang tak masuk akal, pemikiran yang liar dan muluk terhadap sesuatu hal, terutama agama. Orang tidak memeluk agama untuk jadi pembunuh dan teroris. Ini malah sebaliknya dari tujuan orang beragama. Lalu apakah yang membuat seseorang jadi begitu fanatik sehingga mengindahkan nalar, dan melakukan perbuatan barbar, pembunuhan dan bahkan siap mengorbankan nyawa demi dan bagi agama? Apakah pengabdian umat beragama ini menunjukkan kebenaran tujuan pengorbanan tersebut? Mari kita amati aliran kepercayaan Kenisah Rakyat (People’s Temple) dan membandingkannya dengan Islam. Semua aliran sesat punya sifat2 dasar yang serupa. Kita bandingkan islam dengan aliran sesat manapun dan hasilnya akan sama. Neal Osherow telah mempelajari Kenisah Rakyat dan di tulisannya yang berjudul Sebuah Pengamatan Jonestown: Memahami Hal yang Tak Masuk Akal (An Analysis of Jonestown: Making Sense of the Nonsensical), dia menjelaskan seluk-beluk aliran2 sesat dengan jelas. Anggota Kenisah Rakyat diajak oleh pemimpin mereka, yakni Jim Jones, untuk meminumkan minuman yang dicampur racun kepada anak2 mereka, bayi mereka dan akhirnya diri mereka sendiri. Mayat2 ditemukan berpelukan satu sama lain, berpegangan tangan; yang mati lebih dari 900 orang. Bagaimana mungkin tragedi ini bisa terjadi? Jawabannya adalah kegilaan seseorang dan sikap gampang percaya orang banyak. Di bab ini aku akan menjabarkan pengamatan Osherow tentang Kenisah Rakyat dan membandingkannya satu per satu dengan Islam untuk melihat kesamaannya dan untuk lebih mengerti tentang Islam. Selama Muslim masih percaya Muhammad adalah nabi, apapun yang diperbuatnya akan tampak benar di mata mereka. Di bagian akhir bab akan dijelaskan bahwa Muslim yang telah dicuci-otaknya sukar untuk bisa sembuh. Akan tetapi bagi Muslim yang daya pikir logisnya belum rusak sama sekali dan dapat dikejutkan untuk melihat kenyataan, maka keterangan ini dapat mendorong untuk mempertanyakan iman Islam mereka. Jim Jones mulai berkhotbah di negara bagian AS Indiana di tahun 1965, dua puluh tahun sebelum terjadinya bunuh diri masal. Dia saat itu punya beberapa pengikut. Dia menekankan pentingnya kesamaan kedudukan antar ras dan pembauran. Kelompoknya menolong kaum miskin dan mencarikan mereka pekerjaan. Dia berkharisma dan berpengaruh. Tak lama kemudian pengikutnya bertambah banyak; kumpulan jemaat baru dibentuk dan pusat alirannya didirikan di San Francisco. Ketaatan Mutlak Bagi pengikutnya, Jim Jones adalah pemimpin tercinta. Mereka memanggilnya dengan kata akung “Bapak” atau “Dad” (bahasa Inggris yang berarti panggilan akrab anak pada ayah). Dengan berjalannya waktu, dia pelan2 beralih peran jadi sang Juru Selamat. Tatkala pengaruhnya semakin besar, dia pun menuntut lebih banyak ketaatan dan kesetiaan. Pengikutnya dengan penuh semangat memenuhi tuntutan ini. Dia meyakinkan mereka bahwa dunia akan hancur karena perang nuklir dan jika mereka mengikutinya, maka hanya MEREKA saja yang bisa selamat. Osherow menulis: “Banyak isi pesannya yang menyerang rasisme dan kapitalisme, tapi kemarahannya yang paling utama tertuju pada ‘musuh2’ aliran Kenisah Rakyat yakni orang2 yang menolaknya dan terutama yang meninggalkannya.” Gambaran di atas persis sama dengan Islam. Awalnya, Muhammad hanyalah “pemberi peringatan,” dan memanggil orang untuk percaya Tuhan dan takut akan Hari Kiamat. Begitu pengaruhnya semakin membesar dan jumlah pengikutnya bertambah, dia jadi lebih banyak menuntut, meminta mereka meninggalkan rumah2 mereka, hijrah dari tempat asal, dan mengancam mereka dengan kutukan illahi jika tidak taat padanya. Banyak pesan Muhammad yang menyerang paganisme (shirk), tapi kemarahannya yang paling utama tertuju pada ‘musuh’ Islam yakni orang2 yang menolaknya dan terutama yang meninggalkannya. Jim Jones membawa jemaatnya ke hutan di Guyana dan memisahkan mereka dari keluarga2 mereka. Mereka terputus dari pengaruh dan dunia luar dan di bawah pengaruh Jones sepenuhnya sehingga dia bisa dengan mudah mencuci otak dan mengindoktrinasi mereka. Inilah alasan sebenarnya mengapa Muhammad meminta pengikutnya hijrah ke Medina. Dia mengadu domba pengikutnya yang setia melawan pengikutnya yang tidak mau ikut hijrah. Ayat di bawah menjelaskan sikapnya: Dan mereka yang percaya tapi tidak mau meninggalkan rumahnya, kalian tidak punya tugas untuk melindungi mereka sampai mereka meninggalkan rumahnya; tapi jika mereka minta tolong padamu karena alasan agama maka itulah tugasmu untuk menolong (mereka) kecuali terhadap orang2 yang diantara mereka dan kalian terdapat suatu perjanjian. Allah mengetahui apa yang kalian lakukan. (Q.8:72) Ayat ini mengatakan para Muslim tidak boleh melindungi Muslim lain yang tidak mau hijrah. Dengan kata lain, Muslim taat harus membunuh Muslim yang tidak mau hijrah, sampai mereka mau hijrah dan taat. Bagian akhir ayat 8:72 terutama menjelaskan hal itu. Dia mengancam pengikutnya bahwa Allâh mengamati mereka dan tahu, tidak hanya apa yang mereka perbuat, tapi juga pikiran2 mereka. Allâh-nya Muhammad sagat mirip dengan tokoh diktator Ocenia bernama “Big Brother” (Abang Besar) di buku karangan George Orwell yang berjudul Nineteen Eighty-Four (1984). Dalam kisah ini, setiap orang dalam masyarakat diamat-amati dengan seksama oleh Pemerintah melalui kamera2 TV. Orang2 diperingatkan terus-menerus akan kalimat “Abang Besar mengamatimu,” dan ini adalah “inti” sistem propaganda di negara itu. Di buku ini, tidak dijelaskan apakah Abang Besar itu benar2 nyata ada atau hanya karangan Pemerintah saja. Akan tetapi, karena tokoh utama Partai Pemerintah bernama O’Brien mengatakan bahwa Abang Besar tidak akan pernah mati, hal ini menjelaskan bahwa Abang Besar merupakan wujud Partai itu sendiri. Tiada seorang pun yang pernah melihatnya. Mukanya terpampang di papan2 pengumuman, suaranya terdengar di layar TV… Abang Besar adalah adalah tokoh samaran yang diciptakan Partai Pemerintah untuk mewakili mereka di muka dunia. Fungsi si Abang adalah untuk menciptakan kesatuan perasaan cinta, takut, dan hubungan. Orang lebih mudah merasakan emosi2 seperti itu pada sosok manusia daripada pada sebuah Partai Pemerintah. “Warga negara Oceania yang setia tidak takut pada Abang Besar, tapi cinta dan menghormatinya. Mereka merasa Abang melindungi mereka dari kejahatan di luar sana.” [245] [245] Wikipedia.com Abang Besar sama halnya dengan Allâh, yang tidak tampak, tapi selalu ada. Dia dicintai dan sekaligus ditakuti Muslim dan Allâh mengamati setiap tingkah laku dan pikiran2 Muslim. Mati sebagai Bukti Beriman Osherow menulis: “Tapi di tahun 1978 ketika anggota2 keluarga jemaat Kenisah Rakyat khawatir dan meminta politikus negara Leo Ryan menyelidiki aliran kepercayaan itu, Ryan dan para wartawan yang ada bersamanya menyaksikan kebanyakan jemaat memuji tempat itu, menyatakan bersuka cita berada di tempat itu dan ingin tetap tinggal di situ. Akan tetapi, dua keluarga, berhasil menyelipkan pesan kepada Ryan bahwa mereka ingin meninggalkan aliran itu dan turut pergi bersamanya. Ketika kelompok Ryan dan dua keluarga yang membelot itu hendak naik pesawat2 terbang, mereka diserang mendadak dan ditembaki sampai lima orang, termasuk Ryan, meninggal. Setelah itu Jim Jones mengumpulkan jemaatnya dan memerintahkan mereka minum air beracun dan ‘mati dengan terhormat’.” Rekaman2 dari pita suara tentang kejadian akhir menunjukkan bahwa para jemaat, dengan beberapa perkecualian, secara sukarela minum racun dan meminumkannya pula kepada anak2 mereka. Khotbah dan janji2 yang diucapkan Jim Jones terdengar serupa bagi mereka yang mengetahui isi Qur’an. Seorang wanita protes tapi jemaat2 menyuruhnya diam dan setiap orang menyatakan kesiapan mereka untuk mati. Tulisan berikut berasal dari rekaman pita suara. Isinya mengejutkan, tapi menjelaskan inti fanatisme. Jim Jones: Aku telah mencoba yang terbaik untuk memberimu kehidupan yang layak. Tapi meskipun aku telah mencoba, beberapa orang dengan kebohongan mereka, membuat hidup kita jadi mustahil. Jika kita tidak bisa hidup dalam damai maka lebih baik mati dalam damai. (Tepuk tangan)…. Kita telah dikhianati… Yang akan terjadi di sini dalam waktu beberapa menit lagi adalah salah seorang di pesawat terbang itu akan menembok pilot pesawat – aku tahu itu. Aku tidak merencakan hal itu, tapi aku tahu hal itu akan terjadi… Jadi pendapatku adalah yang biasa dilakukan di Yunani kuno, dan menjauh diam2, karena kita tidak bunuh diri – tapi melakukan tindakan revolusioner… Kita tidak bisa kembali. Wanita Pertama: Aku merasa ada kehidupan, ada harapan. Jones: Well, semua orang akhirnya harus mati. Para Jemaat: Betul, betul! Jones: Apa yang dilakukan orang2 itu, dan apa yang mereka alami akan membuat hidup kita lebih jelek daripada hidup di neraka… Tapi bagiku, kematian bukanlah hal yang menakutkan. Malah hidup ini sebenarnya yang dikutuk. Tidak layak untuk hidup seperti ini. Wanita Pertama: Tapi aku takut mati. Jones: Kuyakin kau tidak takut. Kuyakin kau tidak takut. Wanita Pertama: Kupikir terlalu sedikit yang meninggalkan sehingga 1.200 orang harus menyerahkan nyawa mereka bagi yang pergi… Aku lihat semua bayi2 ini dan kupikir mereka layak untuk hidup. Jones: Tapi bukankah mereka layak untuk mendapat lebih dari itu? Mereka layak mendapat kedamaian. Kesaksian terbaik yang bisa kita berikan adalah dengan meninggalkan dunia sialan ini. (Tepuk tangan) Pria Pertama: Sudahlah, mbak… Kita buat hari ini indah. (Applause) Pria Kedua: Jika kau mengatakan bahwa kami harus mengorbankan nyawa, maka kami siap. (Tepuk tangan) [Baltimore Sun, 1979] Terdengar tangisan2 bayi, dan rekaman suara terus berlanjut, dengan Jones memaksa perlunya bunuh diri dan mendorong orang2 untuk melakukan hal ini sepenuhnya: Jones: Bawa lagi obat2. Sederhana saja! Gampang. Tidak ada akibat kejang2… Jangan takut mati. Kau lihat orang2 di luar sana. Mereka akan menyiksa kita semua… Wanita Kedua: Tidak perlu khawatir. Semuanya tetap tenang dan mari kita mencoba menenangkan anak2 kita… Mereka tidak menangis kesakitan; tapi hanya merasa pahit saja… Wanita Ketiga: Tidak ada alasan untuk menangis. Ini adalah hal yang patut kita syukuri. (Tepuk tangan). Jones: Ayolah, demi Tuhan, selesaikan semua ini… Ini adalah bunuh diri revolusioner. Ini bukan bunuh diri yang merugikan diri. (Suara memuji dan memanggil, “Dad.” (Tepuk tangan) Pria Ketiga: Ayah telah membawa kita sejauh ini. Aku bersedia pergi bersama Ayah… Jones: Kita harus mati dengan terhormat. Cepat, cepat, cepat! Kita harus cepat… Hentikan semua histeris ini. Mati itu sejuta kali lebih baik daripada hidup beberapa hari lagi… Jika kau tahu apa yang ada di hadapanmu nanti, maka kau akan bersyukur malam ini. Wanita Keempat: Sungguh senang menjalani perjuangan revolusi ini bersama kalian semua… Ini lebih baik daripada menyerahkan hidupku bagi sosialisme, komunisme dan aku sangat berterima kasih pada Ayah. Jones: Ambilah nyawa kami… Kami tidak bunuh diri. Kami melakukan bunuh diri revolusioner sebagai tindakan protes terhadap keadaan2 dunia yang tak manusiawi. [246] [246] Newsweek, 1978, 1979 Dunia kaget ketika mendengarkan isi rekaman pita suara ini. Tapi pengabdian absolut dan ketaatan membuta, ciri2 aliran sesat, semuanya ada pada Islam. Islam sendiri berarti ketundukan. Muslim harus mengenyahkan kemauan mereka dan menolak apapun, termasuk keluarga mereka sendiri dan hidup mereka untuk membuktikan ketaatan kepada Allâh dan rasulnya. Dalam Qur’an kita baca: “… maka inginkanlah kematianmu, jika kau memang benar.” (Q.2:94) Di bagian lain Muhammad menantang kaum Yahudi untuk meminta kematian untuk membuktikan bahwa mereka jujur. Katakanlah: “Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar”. (Q. 62:6) Sudah jelas bahwa berdasarkan pikiran tak waras orang2 narsisis seperti Jim Jones dan Muhammad, ujian ketaatan mutlak adalah meminta jemaatnya untuk mati. Acara2 TV Palestina seringkali menayangkan ibu2 dari pembom bunuh diri yang dengan bangga berkata tentang pengorbanan anak2 mereka dan berharap anak2 mereka yang lain melakukan hal yang sama. Hukuman dan Ancaman Osherow menjelaskan: “Jika kau menodongkan pistol ke kepala seseorang, kau sanggup menyuruh orang itu berbuat apapun. Jemaat Kenisah Rakyat selalu hidup dalam ketakutan akan hukuman berat, pemukulan2 brutal, ditambah dengan hinaan di muka umum karena melakukan pelanggaran ringan atau tak sengaja. Jim Jones menggunakan ancaman hukuman berat untuk menegakkan disiplin dan ketaatan mutlak yang dituntutnya. Dia melakukan hal ini agar jemaatnya tidak berontak dan menolaknya.” Muslim terus-menerus hidup dalam ancaman hukuman berat. Aku telah menerima ribuan e-mail dari Muslim2 yang marah dan semuanya punya pesan yang sama yakni aku akan masuk neraka karena berani mengritik Islam. Mereka tidak menantang pendapatku; mereka tidak mengecam logikaku, tapi hanya mengancamku dengan hal yang paling menakutkan bagi mereka – Neraka. Dengan membaca beberapa ayat Qur’an, dapat diketahui dari mana datangnya rasa takut ini. Para Muslim dibesarkan dengan ketakutan akan Neraka dan hukuman bagi yang berani mempertanyakan otoritas Muhammad sungguh menakutkan bagi mereka. Rasa takut ini tidak terbatas pada ancaman rohani saja. Hukuman badani juga termasuk bagian dari Islam. Di madrasah2, anak2 dipukuli kalau melanggar hukum, dan di beberapa kejadian, bahkan dirantai. Pemukulan tidak hanya diterapkan kepada anak2 saja, tapi orang dewasa pun dipukuli, dipecuti di muka umum, dihina, dicaci, atau dirajam sampai mati karena melanggar hukum Islam. Banyak hukum yang melarang segala bentuk pemberontakan dan kemandirian. Para pengritik, pemikir merdeka, pembaharu, dan murtadin harus dibunuh. Bahkan mempertanyakan ajaran Islam saja tidak diperbolehkan! Inilah satu2nya cara untuk mempertahankan kepalsuan Islam yang menuntut iman buta yang hanya dapat dibentuk melalui rasa takut dan kebodohan. Osherow berkata: “Tapi orang yang berkuasa tidak perlu harus mengancam secara terang2an agar orang2 tunduk melakukan tuntutannya, dan hal ini dibuktikan melalui riset kejiwaan sosial. Berdasarkan percobaan2 Milgram [247], secara tak terduga, sejumlah besar orang taat pada perintah2 seseorang dan hal ini dengan kuat mempengaruhi orang lain untuk taat pula.” [247] Milgram, S. Penelitian sikap taat. Journal of Abnormal and Social Psychology, 1963, 67, 371-378. Menyingkirkan Orang2 yang Menentang Menurut Osherow, ketaatan mutlak ini tampak jelas berkurang jika ada sejumlah kecil orang2 yang menolak taat. “Riset menunjukkkan,” tulisnya, “bahwa hadirnya orang2 yang menolak taat ternyata jauh mengurangi ketaatan kebanyakan orang dalam riset Milgram [248]. Secara sama Asch menunjukkan bahwa adanya satu orang yang menyatakan pendapat berbeda dari kebanyakan orang akan membuat orang2 pun jadi cenderung tidak mudah setuju, bahkan jikalau pendapat satu orang itu tidak benar. [248] Milgram S. Hal2 yang melepaskan diri dari tekanan suatu kelompok. Journal of personality and Social Psychology, 1965, 1, 127-134. Baik Muhammad dan Jim Jones sangat tidak suka pada orang2 yang menentang. Mereka menuntut kesetiaan utama dan mutlak sedemikian rupa sehingga keinginan untuk bertanya atau mengritik mereka merupakan hal yang tidak terpikirkan. Muhammad memaafkan mereka yang memeranginya jika mereka menerima Islam dan kekuasaannya. Hal ini dia lakukan pada saudara sepupunya yakni Abu Sofyan. Setelah Muhammad menaklukkan Mekah, dia bahkan lalu menunjuk Abu Sofyan untuk memerintah Mekah. Tapi Muhammad tidak mengampuni mereka yang menolak dan meninggalkannya. Banyak orang yang dibunuh atas perintahnya hanya gara2 alasan sepele seperti mereka tidak setuju dengannya atau menghinanya. Inilah sebabnya mengapa dia sangat takut akan penentangan dan mengapa pengikut2nya tidak bersikap toleran pada yang menentang Islam. Hal ini juga alasan mengapa aku yakin bahwa jika suara2 murtadin didengar, maka Muslim lain pun akan jadi berani dan kritik terhadap Islam tidak akan terbendung lagi. Jeanne Mills menjadi jemaat Kenisah Rakyat selama enam tahun dan punya kedudukan tinggi tapi lalu meninggalkan aliran itu. Dia menulis: “Ada hukum tak tertulis tapi dimengerti sepenuhnya di gereja (Kenisah Rakyat) yang sangat penting: Tidak ada seorang pun yang boleh mengritik sang Bapak, istrinya, dan anak2nya.” [250] [250] Mills, J. Six years with God. New York: A & W Publishers, 1979. Bukankah hal ini terjadi pula pada Muhammad, keluarganya dan sahabat2nya? Dr. Yunis Sheikh, yang adalah seorang profesor perguruan tinggi di Pakistan, menyatakan bahwa kedua orangtua Muhammad bukanlah Muslim. Hal ini masuk akal karena mereka mati ketika Muhammad masih anak2 dan dalam hadis dikatakan Muhammad mengira mereka masuk neraka. Tapi ternyata komentar Dr. Sheikh membuat mahasiswa2nya marah, dan menuduh dia menghina orangtua nabi junjungan mereka dan melaporkan hal ini kepada imam. Akibatnya Dr. Sheikh dituntut di pengadilan karena melakukan penghujatan dan menghukumnya dengan hukuman mati. Dia dibebaskan dari penjara setelah beberapa tahun karena banyak protes dari penjuru dunia. Di bulan September, 2006, Mohammed Taha Mohammed Ahmed, yang adalah ketua editor surat kabar swasta Sudan bernama Al-Wifaq, diculik sekelompok Muslim sejati. Dia dihakimi dengan penuh hinaan sebelum akhirnya tenggorokannya disembelih sama seperti orang menyembelih unta, dan lalu tubuhnya dipotong-potong. Dia dituduh menghujat karena korannya menerbitkan artikel dari internet yang mempertanyakan orang tua Muhammad. Yang dilakukan Muhammad Taha yang malang ini hanyalah mengutip beberapa bagian buku dan menulis bantahannya. [251] [251] http://www.news24.com/News24/Africa/New … 54,00.html Jika kau hidup di negara Islam, kau bisa dihukum mati karena berani mengritik Islam, Muhammad, dan sahabat2nya. Jika kau hidup di negara non-Muslim, kau bisa dibunuh meskipun kau sendiri bukan Muslim. Pembuat film dari Belanda yang bernama Theo Van Gogh terlambat menyadari hal ini ketika dia terguling jatuh di atas genangan darahnya setelah ditembak dan ditusuki oleh seorang Muslim. Dosa Van Gogh adalah membantu murtadin Ayan Hirshi Ali membuat film tentang wanita dalam Islam. Di bulan Juli, 1991, Ettore Caprioli yang adalah penerjemah buku Satanic Verses (Ayat2 Setan oleh Salman Rushdie) ke dalam bahasa Italia, diserang dan terluka berat. Hitoshi Igarishi – profesor sastra dan pengamat budaya Islam yang menerjemahkan buku itu ke dalam bahasa Jepang – dibunuh di Tokyo. William Nyangaard, penerjemah buku itu ke dalam bahasa Norwegia, juga ditusuk pisau. Pesannya sudah jelas yakni melakukan teror sebanyaknya agar tiada seorang pun yang berani menentang Islam. Deborah Blakey adalah anggota senior Kenisah Rakyat yang akhirnya mampu melarikan diri. Dia bersaksi: “Semua sikap tidak setuju dengan perintah Jim Jones dianggap sebagai ‘pemberontakan’… Meskipun aku merasa sangat sedih dengan yang terjadi, aku takut berkata apapun karena aku tahu semua orang yang berbeda pendapat akan mendapat murka Jim Jones dan pengikutnya.” [252] [252] Blakey, D. Affidavit: San Francisco. June 15, 1978. Tidak Konsisten Sama seperti yang dialami beberapa jemaat Kenisah Rakyat, Muslim2 awal pun menyadari aturan ibadah kepercayaannya dan tindakan2 pemimpin mereka tidaklah konsisten. Jim Jones bersetubuh dengan banyak wanita di perkumpulannya dan dia tidak malu2 melakukannya. Muhammad juga melakukan banyak hal yang tentunya mengejutkan orang banyak, bahkan juga pengikutnya orang Arab yang bermoral rendah. Di satu hadis Aisha berkata: “Aku memandang rendah para wanita yang menyerahkan diri mereka pada Rasul Allâh dan berkata, “Dapatkan wanita menyerahkan diri mereka (pada seorang pria)?” Tapi ketika Allâh menyatakan: “Kau (wahai Muhammad) dapat menunda (giliran istri2mu), dan kau dapa menerima siapapun yang kau kehendaki; dan kau tidak bersalah jika kau mengundang dia yang gilirannya kau tunda,” (Q.33:51) Aku berkata (pada sang Nabi), ‘Aku merasa Tuhanmu cepat memenuhi kehendak dan nafsumu.’” [253] [253] Sahih Al-Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 311 Sudah jelas Aisha tidak hanya cantik tapi juga cerdas. Memang bisa jelas terlihat di banyak kejadian tuhannya Muhamad datang segera menolong dan mengijinkannya untuk melakukan apapun yang disukainya. Muhammad melanggar beberapa norma masyarakat dengan menikahi Zainab, yang adalah menantunya sendiri. Dia berhubungan seks dengan Mariyah – pelayan istrinya – ketika istrinya (Hafsa) sedang tidak ada di rumah. Dia berusia 51 tahun ketika dia menikahi Aishya yang berusia 6 tahun dan menidurinya ketika Aisha baru berusia 8 tahun 9 bulan dan masih bermain dengan boneka2nya. Muhammad mengaku dapat ‘wahyu2’ terbaik ketika tidur di bawah satu selimut dengan anak perempuan kecil ini. Di puncak kekuasaannya, Muhammad melihat anak perempuan balita dan mengatakan pada orangtua anak itu bahwa dia ingin mengawininya jikalau anak itu sudah tumbuh besar. Untunglah bagi anak itu, Muhammad mati tak lama setelah mengatakan hal itu. Muhammad mengambil wanita2 remaja sebagai hadiah2 pribadi dari Allâh tatkala melakukan penyerangan2 dan menghabisi suku2 dan membunuhi sanak keluarga mereka. Dia menjadikan para wanita remaja itu sebagai budak2 seks di haremnya. Tentu saja, banyak Muslim awal yang heran andaikata Muhammad itu rasul tuhan, mengapa tindakannya sangat jauh dari suci. Kita tidak bisa menyamaratakan bahwa Arab2 kuno tidak punya nurani sama sekali dan tidak tahu apa yang dilakukan Muhammad adalah salah. Akan tetapi, jika mereka ragu, mereka tidak berani menyatakan hal itu. Muslim takut akan ancaman dan hukuman. Mereka yang tidak setuju cepat2 disingkirkan. Di satu kejadian, Muslim mujahirin (Muslim suku Quraish yang hijrah dari Mekah ke Medina sebagai pendatang), berkelahi dengan orang2 Medina ketika menjarah sebuah kota. Abdullah ibn Ubayy, orang Medina yang menyelamatkan Banu Nadir dari niat pembantaian Muhammad, merasa marah. Dia berkata, “Apakah kalian sebenarnya melakukan hal ini? Mereka bertengkar dengan kepentingan kita, mereka berjumlah lebih banyak di tempat kita sendiri, dan tiada yang begitu cocok bagi kita dan gelandangan Quraish seperti yang dikatakan orang kuno ‘Beri makan anjing dan anjing itu akan melahapmu.’ Demi Allâh, jika kita kembali ke Medina, yang kuat akan mengusir yang lemah.” Lalu dia pergi ke orang2nya yang berada di sana dan berkata, “Inilah yang kau lakukan terhadap dirimu. Kau biarkan mereka menguasai tanahmu, dan kau bagi kekayaanmu dengan mereka. Jikalau kau simpan kekayaanmu bagi dirimu, maka mereka sudah pergi ke tempat lain.” Ketika berita ini didengar Muhammad, dia berkeputusan untuk membunuh Ibn Ubayy. Tatkala mendengar hal ini, putra Ibn Ubayy yang telah masuk Islam datang kepada Muhammad dan berkata padanya, “Kudengar kau ingin membunuh ‘Abdullah b. Ubayy karena mendengar apa yang diucapkannya. Jika kau harus melakukan hal itu, maka perintahkanlah aku untuk melakukan hal itu dan aku akan bawah kepalanya, karena suku al-Khazraj tahu tiada seorang pun yang lebih berbakti kepada ayahnya selain aku. Aku takut jika kau memerintahkan orang untuk membunuhnya, jiwaku tidak akan mengijinkan aku melihat pembunuh ayahku berjalan diantara orang2 dan aku akan bunuh dia, dan karenanya aku membunuh orang beriman (Muslim) gara2 orang tak beriman (kafir), dan akibatnya aku akan masuk neraka.” [254] [254] Ibn Ishaq. Sirat Rasul Allah. Abdullah ibn Ubayy adalah orang besar bagi masyarakatnya, dan orang2 Medina menghormatinya. Ini adalah keadaan yang sulit. Memerintahkan seorang anak laki untuk membunuh ayah sendiri, yang orang penting seperti ibn Ubbay, dapat mengakibatkan keadaan yang tidak merugikan bagi Muhammad. Bagaimana jika anak itu hanya ingin menguji kebenaran berita Muhammad ingin membunuh bapaknya dan mengakibatkan anak ini melawan Muhammad untuk membela bapaknya? Muhammad dengan cerdiknya menolak tawaran dan membiarkan pertikaian itu berlalu. Akan tetapi, perkataan anak laki itu dipuji-puji sejarawan Muslim sebagai contoh iman yang sejati. Ini adalah tingkat pengaruh yang dituntuk Muhammad dari pengikutnya. Dia membuat orang2 saling memata-matai dan menciptakan suasana penuh ketakutan di mana segala benih penentangan bisa dicabut dari akarnya. Kejadian menarik bisa dilihat pada saat Abdullah ibn Ubayy meninggal. Putra Abdullah ibn Ubayy memohon Muhammad untuk berdoa di pemakaman ayahnya. Karena pentingnya posisi ibn Ubayy, Muhammad merasa harus memenuhi permintaan putra ibn Ubayy. Ketika dia berdiri untuk berdoa bagi almarhum ibn Ubayy, Omar ingat Muhammad tidak mau berdoa di kuburan ibunya sendiri. Dia memegang baju Muhammad dan berkata: “Rasul Allâh, akankah kau berdoa bagi orang ini, sedangkan Allâh melarangmu berdoa bagi yang tidak beriman?” Dia menjawab: “Allâh telah memberikan pilihan sewaktu dia berkata: Mintalah ampun bagi mereka, atau jangan mintakan ampun bagi mereka; jika kau minta ampun bagi mereka sebanyak tujuh puluh kali, maka tuhan tidak akan mengampuni mereka (Q.9:80) dan aku akan memberi tambahan pada tujuh puluh kali minta ampun.” Sungguh ironis bahwa Muhammad memanggil ibn Ubayy “munafik” padahal julukan itu paling cocok bagi dirinya sendiri. Sama seperti Jim Jones, Muhammad juga menciptakan suasana teror sehingga yang meragukan dirinya tidak berani menyatakan pikirannya. Dia melarang pertanyaan2 yang susah dan jadi sangat marah jikalau ada yang melakukannya. Hadis berikut adalah contoh di mana Muhammad marah pada mereka yang berani mempertanyakan keputusannya. Hal ini terjadi ketika dia membagi-bagi semua jarahan yang dirampas di Perang Hunain kepada para pemimpin Mekah untuk “melunakkan hati mereka” dan “membuat Islam terasa manis di mulut2 mereka.” Pengikutnya yang membantunya berperang tidak kebagian jatah apapun. Seorang berkata: “Wahai Rasul Allâh! Bersikaplah adil.” Sang Nabi berkata, “Awas kamu! Siapa yang bisa berlaku adil jika aku tidak? Aku akan celaka jika aku tidak berbuat adil.” Omar berkata, “Wahai Rasul Allâh! Ijinkan aku memancung kepalanya.” [255] [255] Sahih Bukhari Volume 4, Book 56, Number 807 Orang yang bertanya ini berasal dari suku Banu Tamim. Masyarakat Banu Tamim belum jadi Muslim. Mereka bergabung bersama Muhammad karena mengharapkan harta jarahan belaka. Tapi setelah Muhammad menang perang, dia tidak merasa perlu lagi memenuhi janjinya. Orang dari suku Tamim ini tidak kenal Muhammad dan perangainya. Pengalaman ini jelas membuka matanya dan orang2 lain di sekitarnya. Pelajaran yang diambil adalah tidak seorang pun yang boleh mempertanyakan keputusan Muhammad meskipun tidak adil sekalipun. Siapapun yang mempertanyakannya akan mendapat murka Muhammad dan dapat terancam dibunuh. Hanya yang membebek saja yang selamat. Dalam suasana seperti ini, kebenaran selalu dikorbankan. Apakah kaum politikus kiri jaman modern yang mendukung Muslim menghabisi nilai2 Yudeo-Kristen di dunia Barat dapat mengambil pelajaran? Tentunya dapat, tapi apakah pelajaran ini mendukung mereka? Osherow melanjutkan: “Keadaan Kenisah Rakyat jadi sedemikian menekan, isi khotbah Jim Jones dan perilakunya sangat bertentangan, sehingga tidak mungkin jemaatnya tidak bisa melihat hal ini dan mempertanyakan gerejanya. Tapi keraguan ini ditekan. Tiada yang mendukung ketidaktaatan terhadap perintah2 sang pemimpin dan tiada kawan yang menyatakan ketidaksetujuan dengan mayoritas jemaat. Yang tidak taat dan menentang dengan cepat dihukum. Mempertanyakan kata2 Jones atau bahkan keluarga dan teman2nya saja sudah berbahaya. Orang yang menyadap pembicaraan dengan cepat melaporkan segala pertentangan, dan bahkan anggota2 keluarga sendiri pun melakukan hal ini.” Sama seperti Jones, Muhammad bergantung kepada para penyadap, seperti yang dikatakan Osherow: “Ini tidak hanya menghilangkan sikap menentang, tapi juga menghilangkan sikap solidaritas dan kesetiaan orang terhadap sanak keluarga dan kawan2 mereka sendiri.” Dalam Islam, para Muslim diminta untuk mengawasi dan memperingatkan satu sama lain jika ada yang keluar dari “jalur yang benar”. Hal ini disebut Amr bil ma’roof (perintah akan kebenaran) dan Nahi min al munkar (pelarangan akan kesalahan). Akan tetapi, yang benar dan yang salah bukanlah hal yang sama yang diakui orang pada umumnya dan yang sesuai dengan Hukum Emas (perlakukan orang lain seperti dirimu sendiri ingin diperlakukan). Yang benar adalah yang diijinkan sang Nabi dan yang salah adalah yang dilarang sang Nabi. Dengan kata lain, setiap orang adalah “Abang Besar” dan pengamat orang lain dan harus menegur untuk membenarkan Muslim lain dan jika perlu melaporkan mereka ke ketua Muslim. Setelah terjadinya Revolusi Islam di Iran, anak2 diperintahkan untuk melaporkan segala kegiatan tidak Islam yang dilakukan orangtua mereka. Beberapa anak muda dilaporkan oleh ayah mereka sendiri kepada Pemerintah dan mereka lalu dihukum mati. Penyampai laporan lalu dipuji-puji dan ditinggikan agar yang lain mau berbuat sama. Osherwo berkata: “Jones berkhotbah bahwa semangat kekeluargaan harus dibentuk dalam gerejanya, dan dia menekankan pengabdian masing2 anggota jemaat ditujukan bagi sang “Bapak” (dirinya sendiri).” Dalam islam, Muslim juga harus bersikap seperti saudara terhadap Muslim lain, tapi pertama-tama mereka harus setia dulu pada Muhammad, atau, seperti yang dikatakannya berkali-kali, pada “Allâh dan rasulnya.” Di saat seorang Muslim murtad, Muslim lain yang bersikap sebagai saudaranya tidak ragu lagi untuk menyembelih tenggorokannya. Kesamaan antara Muhammad dan Jim Jones benar2 nyata. Jangan2 yang satu meniru yang lain. Sudah jelas bahwa semua tindakan mereka merupakan pernyataan pikiran gila penderita narsisis. Semua kebijaksanaan politis totalitarian, dari Nazisme sampai fasisme, dari komunisme sampai Islam, adalah aliran sesat dan mengandung sifat yang sama seperti yang dijabarkan George Orwell dalam novelnya yang berjudul Nineteen Eighty Four (1984). Hancurnya Hubungan Keluarga Jim Jones percaya: “Keluarga adalah bagian dari sistem musuh, karena mereka merugikan pengabdian total seseorang kepada “Alasan Utama”. [256] “Alasan Utama” ini tentunya tak lain daripadanya dirinya sendiri. Jadi seorang yang dipanggil menghadap jemaat untuk dihukum bisa menduga anggota keluarganya sendirilah yang jadi pengecam utama dan paling keras. [257] [256] Mills, J. Six years with God. New York: A & W Publishers, 1979. [257] Cahill, T. In the valley of the shadow of death. Rolling Stone. January 25, 1979. Muhammad memecah-belah keluarga dengan menyatakan bahwa Muslim pertama-tama harus setia terhadap Allâh dan Rasulnya dan tidak boleh taat pada orangtua mereka jika mereka menghalangi hubungan Muslim dengan Islam. Ayat Qur’an berikut menjelaskan hal ini: Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. [258] [258] Qur’an, Sura 29, Ayat 8 “Mengapa tidak banyak orang yang keluar dari aliran itu?” tanya Osherow. “Begitu masuk Kenisah Rakyat, orang2 tidak boleh pergi; yang tetap pergi dibenci,” jelasnya. “Tiada yang lebih menjengkelkan Jim Jones daripada hal ini; orang2 yang meninggalkannya menjadi sasaran kebenciannya dan disalahkan atas segala masalah yang terjadi. Seorang anggota jemaat ingat setelah beberapa anggota remaja meninggalkan Kenisah Rakyat, ‘Kami sangat membenci ke delapan orang itu karena kami tahu suatu hari mereka akan mencoba membom kami. Maksudku, Jim Jones membuat kami benar2 percaya akan hal ini.’” [259] [259] Winfrey, C. Why 900 died in Guyana. New York Times Magazine, February 25, 1979. Muslim juga diajarkan cara berpikir yang sama. Seorang Muslim sangat membenci murtadin. Dalam Islam, murtadin, pemikir merdeka (freethinkers), dan pengritik diancam dan dibunuh. Muslim yang murtad dituduh melakukan penghujatan dan mereka dihina atau dibunuh. Osherow menulis: “Sikap menentang menjadi tindakan riskan, dan, bagi kebanyakan anggota, keuntungan menentang juga tidak jelas. Melarikan diri juga tidak mungkin. Melawan terlalu berbahaya. Karena tidak ada pilihan lain yang tampaknya lebih baik, maka tunduk jadi sikap yang paling aman. Kekuasaan yang diterapkan Jim Jones membuat jemaat Kenisah Rakyat taat. Mereka tetap jadi anggota sebab sukar untuk menentang.” Qur’an pun dengan jelas menyatakan bahwa Muslim tidak boleh murtad. Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka. …. Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, setan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. (Q. 47:23-25) Di sini Muhammad menjanjikan hukuman illahi bagi murtadin di alam baka. Dia juga mengumumkan hukuman bagi murtadin di dunia. Bukhari melaporkannya di hadis berikut: Rasul Allâh berkata, “Darah seorang Muslim yang bersaksi bahwa tiada yang layak disembah selain Allâh dan bahwa aku adalah rasulnya, tidak boleh dikucurkan selain karena tiga hal: dalam Qisa melakukan pembunuhan, orang yang telah menikah melakukan zinah dan yang murtad dan meninggalkan kaum Muslim.” [260] [260] Sahih Bukhari Volume 9, Book 83, Number 17 Hadis lain menyatakan bahwa beberapa murtadin dibawa menghadap Ali dan dia membakar mereka. Ketika berita ini didengar Ibn ‘Abbas, dia berkata, “Jika aku berada di tempatnya, aku tidak akan membakar mereka, sebagai yang dilarang Rasul Allâh yang berkata, ‘Jangan hukum orang dengan hukuman Allâh (api).’ Aku akan membunuh mereka berdasarkan perkataan Rasul Allâh, ‘Barangsiapa yang meninggalkan agama Islam, bunuh dia.’” [261] [261] Sahih Bukhari Volume 9, Book 84, Number 57 Pengaruh Bujukan Apa sih awalnya yang menyebabkan orang2 tertarik bergabung di gerejanya Jim Jones? Mari kita bahas pertanyaan ini dan membandingkannya dengan orang2 yang baru masuk Islam (mualaf). Osherow menyebut daya tarik Jim Jones terdapat pada kepribadiannya yang berkharisma dan keahliannya dalam berkhotbah, juga ditambah dengan keahliannya dalam memanfaatkan orang yang mudah tertipu. Dengan janji2 dan penampilannya yang diatur rapih untuk memikat setiap penonton, dia dengan mudah memenangkan hati dan angan2 mereka. Kata2 Cicero tepat dalam menggambarkan hal ini: “jago khotbah dapat membuat hal yang mustahil dipercaya orang.” Muhammad juga sadar betul akan pengaruh khotbah. Dia percaya bahwa “dalam kemahiran berkhotbah terdapat sihir” [262] dan sering berkata: “Dalam khotbah2 yang diucapkan dengan mahir terdapat pengaruh sihir” (artinya, beberapa orang tidak mau melakukan sesuatu dan pengkhotbah yang hebat mengutarakan hal itu dan kemudian orang2 mau melakukannya setelah mendengar khotbah).” [263] [262] Sunnan Abu Dawud; Book 41, Number 4994 [263] Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 76 Di hadis lain, dia membual, “Aku telah diberi kunci2 khotbah yang berpengaruh dan diberi kemenangan melalui teror.” [264] Dia menggunakan pengaruh khotbah dan bujukan, juga teror dan ancaman demi keuntungan dirinya sendiri. [264] Sahih Bukhari Volume 9, Book 87, Number 127 Osherow menulis: “Anggota Kenisah Rakyat terdiri dari masyarakat yang butuh bantuan dan terlupakan: orang2 miskin, kulit hitam, para jompo dan beberapa pecandu obat bius dan bekas narapidana.” [265] [265] Winfrey, C. Why 900 died in Guyana. New York Times Magazine, February 25, 1979. Bandingkan hal ini dengan pengikut2 pertama Muhammad di Mekah. Mereka kebanyakan adalah kaum miskin, budak2, anak2 muda pemberontak, dan beberapa wanita yang butuh perhatian. Dia berkhotbah pada para budak agar mereka melarikan diri dari majikannya dan hijrah; dia mengatakan pada kaum muda untuk tidak mentaati orang tua mereka dan ikut dia saja; dia berbicara tentang kesamaan sosial dan persaudaraan antar sesama Muslim; dia menjanjikan setiap orang hadiah besar di alam baka dan kekayaan di dunia fana, kekayaan yang nantinya datang melalui penjarahan. Tiga sejarawan utama Muslim yakni Tabari, Ibn Sa’d dan Ibn Ishaq setuju bahwa hanya beberapa gelintir orang saja yang memeluk Islam secara sukarela. Kebanyakan orang lainnya memeluk Islam karena rasa takut atau karena serakah ingin dapat bagian harta jarahan. Meskipun demikian, apapun alasannya, mereka semua memenuhi tujuan Muhammad untuk menundukkan semua orang pada Islam. Bualan2 Luar Biasa Besar Para pemimpin aliran sesat punya pribadi megalomaniak. Baik Jim Jones maupun Muhammad punya ego (keakuan) yang terlalu membengkak. Untuk memikat anggota baru, Jones mengadakan pelayanan masyarakat di berbagai kota. Di selebaran2 yang disebarkan tertulis: Pendeta Jim Jones… Luar Biasa! Penuh Muzizat! Sukar Dipercaya! Pelayanan kesembuhan kenabian yang paling unik yang engkau akan pernah saksikan! Saksikan Firman yang hadir diantara kalian!” [266] [266] Suicide Cult: The Inside Story of the Peoples Temple Sect and the Massacre in Guyana (201P) by Marshall Kilduff and Ron Javers (1978) Muhammad juga punya banyak bualan tentang dirinya sendiri. Allâh yang adalah boneka ciptaannya seringkali memujinya sebagai: Kami mengirim kamu sebagai belas kasihan untuk semua makhluk (Q.21:107) Dan memang kau (Muhammad) punya moral2 yang luhur. (Q.68:4) Memang benar Rasul Allâh kau adalah contoh baik untuk diikuti. (Q.33:21) Sungguh benar inilah kata Rasul yang paling terhormat. (Q.81:19) Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (Q. 4:65) Ayat terakhir jelas menunjukkan bahwa Muhammad menuntut ketaatan mutlak dan marah kalau dikritik atau kalau ada yang tidak setuju dengannya. Osherow menulis: “Anggota jemaat belajar menanggapi hal yang bertentangan antara khotbah muluk Jones dan kerasnya aturan dalam Kenisah Rakyat dan menyalahkan semuanya pada ketidakmampuan diri sendiri dan tidak pada diri Jones. Seorang bekas anggota jemaat yang bernama Neva Sly mengatakan: ‘Kami selalu menyalahkan diri kami sendiri jikalau ada yang tidak beres.’ [267] Bahasa aneh dan sumbang mulai berkembang di dalam gereja itu, di mana ‘Sumber Alasan’ adalah apapun yang dikatakan Jim Jones. [268] Akhirnya, dengan kemahiran berpidato, penipuan, dan bahasa yang muluk, Jones bisa meyakinkan bahwa kematian sebenarnya adalah ‘langkah selanjutnya’ dan dengan ini dia menutupi tindakan putus asa bunuh diri sebagai tindakan ‘bunuh diri revolusioner’ yang terhormat dan berani. Para jemaatnya percaya pada kata2nya.” [267] Winfrey, C. Why 900 died in Guyana. New York Times Magazine, February 25, 1979. [268] Mills, J. Six years with God. New York: A & W Publishers, 1979 Hal inipun persis dengan yang terjadi pada Islam, di mana Muslim secara sukarela menyalahkan diri sendiri jikalau ada yang tidak beres dan bersyukur pada Allâh untuk semua hal yang baik. Kita juga bisa melihat kesamaan yang tepat antara pengikut Muhammad dan Jim Jones di saat mereka menghadapi kematian. Kata asli “kami cinta kematian sama seperti kau cinta kehidupan” yang dikatakan Osama bin Laden pada suratnya yang terkenal untuk Amerika Serikat sebenarnya terdapat dalam kejadian Perang Qadisiyya di tahun 636 ketika panglima tentara Muslim yakni Khalid ibn Al-Walid mengirim pesan surat dari Kalifah Abu Bakr kepada panglima Persia bernama Khosrau. Suratnya menyatakan: “Kau (Khosrau dan orang2nya) harus masuk Islam, dan dengan begitu nyawamu selamat, karena jika tidak, kau harus tahu bahwa aku datang padamu dengan tentara2 yang cinta kematian, seperti kau cinta kehidupan.” Kalimat ini terus dikutip di khotbah2 Muslim modern, di koran2 dan di buku2 Islam. Curiga akan Non-Muslim Osherow menulis: “Jones menanamkan kecurigaan atas semua hal yang bertentangan dengan pesannya, dan menyebut mereka hasil karya musuh. Dengan menghancurkan kesahihan sumber berita, dia memberi penawar pada anggotanya agar tidak terpengaruh oleh kritik2 dari luar.” Hal ini sama dengan yang terjadi pada Muslim, yang menuduh para pengritik Islam sebagai Zionis dan/atau orang2 yang dibayar oleh “musuh2 Islam.” Siapapun yang berani mengritik Islam akan didatangi Muslim secara pribadi. Bukannya membantah pendapat pengritik Islam, Muslim menyerang secara ad homimem. Mereka menghina kritikannya dan mencoba merendahkannya, tapi tidak mampu menjelaskan argumentasi yang membantah kebenaran kritik itu. “Di Jonestown,” kritik Osherow, “semua pikiran2 yang bertentangan yang mungkin menimbulkan perlawanan dari pihak anggota dikecam. Para anggota tidak melihat kritik sebagai kenyataan, tapi menganggapnya sebagai tanda mereka kurang beriman dan kurang mengerti.” Ini juga sama dengan yang terjadi pada Muslim. Mereka menyadari hidup mereka bagaikan di neraka dan negara2 mereka tidak karuan, tapi mereka memilih menyalahkan diri sendiri karena kurang bisa menerapkan “Islam yang sejati” sehingga akibatnya hidup mereka penuh derita. Padahal kenyataannya justru Islamlah sumber derita mereka. Melakukan Muzizat2 Osherow melaporkan kisah berikut, yang ditulis oleh Jeannie Mills, di mana Jim Jones melakukan muzizat melipatgandakan makanan: Jumlah orang yang hadir di kebaktian Minggu lebih banyak daripada biasanya, dan karena suatu alasan anggota gereja tidak membawa cukup makanan bagi setiap orang. Sudah jelas bahwa lima puluh orang terakhir di antre barisan tidak akan mendapatkan makanan apapun. Jim mengumumkan, “Meskipun tiada cukup makanan bagi semua orang, aku berkati makanan yang kita miliki dan melipatgandakannya sama seperti yang Yesus lakukan di Alkitab. Ternyata, hanya beberapa menit setelah dia mengumumkan hal mengejutkan ini, Eva Pugh keluar dari dapur membawa dua nampan berisi ayam goreng. Orang2 bersorak bahagia, terutama yang antre di bagian belakang. “Ayam goreng yang diberkati” ini rasanya enak luar biasa, dan beberapa orang menyatakan Jim menciptakan ayam terlezat yang pernah mereka makan. Salah seorang bernama Chuck Beikman dengan bergurau mengatakan kepada beberapa orang yang berdiri di dekatnya bahwa dia melihat Eva menyetir mobil masuk beberapa menit lalu dengan kardus2 dari restoran ayam Kentucky Fried Chicken (KFC). Dia tersenyum ketika berkata,”Orang yang memberkati makanan ini adalah Kolonel Sanders (pendiri KFC).” Dalam kebaktian petang hari, Jim mengingatkan bahwa Chuck telah mengolok-olok berkat darinya. “Dia berbohong kepada beberapa jemaat di sini dengan mengatakan ayam2 itu datang dari restoran lokal,” kata Jim dengan marah. “Tapi Roh Keadilan menang. Karena kebohongannya, Chuck sekarang berada di WC pria, berharap dia mati saja. Dia sedang muntah2 dan mengalami diare begitu parah sehingga dia tidak bisa bicara!” Sejam kemudian, Chuck Beikman dengan wajah pucat dan gemetar ke luar dari WC pria dan maju ke depan sambil dituntun oleh salah seorang penjaga. Jim bertanya padanya, “Ada yang ingin kau sampaikan?” Chuck memandangnya dengan lemah dan menjawab, “Jim, aku minta maaf akan apa yang kukatakan. Mohon maafkan aku.” Ketika kami melihat keadaan Chuck, kami bersumpah dalam hati untuk tidak akan pernah mempertanyakan “muzizat” yang dilakukan Jim, setidaknya jangan terang2an. Beberapa tahun kemudian, kami mengetahui bahwa Jim ternyata menaruh racun ringan di sebuah kue dan memberikannya kepada Chuck.” [269] [269] Mills, J. Six years with God. New York: A & W Publishers, 1979 Nah, untuk menciptakan “muzizat”-nya, Jones harus bekerja sama dengan Eva. Pertanyaannya sekarang adalah mengapa wanita ini mau saja diajak menipu? Terdapat hadis2 tentang muzizat Muhammad yang serupa. Di sebuah hadis, seseorang mengaku melihat Muhammad meletakkan tangannya ke dalam sebuah pot dan air lalu memancar darinya, sehingga seluruh tentara melakukan wudhu dari pot itu. Aku melihat Rasul Allâh ketika sembahyang ‘Asr tiba dan orang2 mencari air untuk wudhu tapi mereka tidak menemukannya. Tak lama kemudian sebuah pot penuh air untuk wudhu dibawa kepada Rasul Allâh. Dia meletakkan tangannya ke dalam pot dan memerintahkan orang2 untuk wudhu dari pot itu. Aku melihat air memancar dari bawah jari2nya sampai semuanya melakukan wudhu (ini adalah salah satu muzizat sang Nabi). [270] [270] Sahih Bukhari Volume 1, Book 4, Number 170 Di hadis yang lain kita baca bahwa Muhammad melipatgandakan roti; [271] atau dia memecah batu besar dengan sekopnya dan batu itu jadi pasir. [272] Atau, dia memberkati makanan yang tidak cukup untuk empat atau lima orang sehingga makanan itu cukup untuk memberi makan seluruh tentara. [273] [271] Sahih Bukhari Volume 5, Book 59, Number 428 [272] Sahih Bukhari Volume 5, Book 59, Number 427 [273] Sahih Bukhari, Volume 7, Book 65, Number 293 Terdapat puluhan “muzizat” yang dikisahkan oleh para Muslim dilakukan oleh Muhammad. Beberapa dari (katanya) muzizat2 ini diakui sendiri oleh Muhammad. Ini adalah muzizat2 yang diakuinya sendiri, tapi Muslim tidak meragukan hal ini sama sekali. Salah satu muzizat adalah pengakuannya mengunjungi kota jin. Di hadis lain dia berkata bahwa sekelompok jin di Medina telah memeluk Islam.[274] Di satu dongengnya, dia mengaku bergulat dengan setan besar dan berhasil mengalahkannya. [274] Sahih Muslim Book 026, Number 5559 “Tadi malam seekor setan besar dari para jin datang padaku dan ingin mengganggu sembahyangku tapi Allâh memampukan diriku untuk menaklukkannya. Aku ingin mengikatnya pada salah satu pilar2 mesjid agar kalian semua bisa melihatnya di pagi hari…” [275] [275] Sahih Bukhari Volume 1, Book 8, Number 450 Dongeng2 seperti ini merupakan makanan bagi pengikutnya yang mudah ditipu. Ibn Sa’d mengutip kisah yang disampaikan oleh Abu Rafi, salah seorang Muslim, yang berkata suatu hari Muhammad mengunjunginya dan dia memotong kambing untuk makan malam. Muhammad suka bahu kambing dan Rafi menyajikannya. Lalu Muhammad minta satu lagi dan dia pun menyajikannya pula dan setelah habis, dia meminta lagi (Ingat bahwa Muhammad punya nafsu makan besar tak terpuaskan). Abu Rafi berkata, “Aku berikan kau kedua belah bahu. Berapa bahu yang dimiliki seekor kambing?” Muhammad menjawab, “Jika kau tidak mengatakan hal ini, kau sebenarnya bisa menyajikan berapapun bahu kambing yang kuminta.” [276] [276] Tabaqat, Volume 1, halaman 375 Meskipun pengakuannya luar biasa, tapi kalau ditantang orang2 yang tidak mudah percaya, ternyata Muhammad berulangkali menyangkal bisa melakukan muzizat. Dia mengaku bahwa meskipun semua nabi lain diberi kemampuan untuk melakukan muzizat, satu2nya muzizat yang dimilikinya hanyalah Qur’an. Sang Nabi berkata, “Tiada nabi diantara para nabi yang diberi muzizat yang mengakibatkan orang2 jadi yakin dan percaya, tapi aku diberikan Wahyu Illahi yang Allâh nyatakan padaku. [277] [277] Sahih Bukhari Volume 9, Book 92, Number 379 Pertanyaannya adalah mengapa para Muslim dengan sesukanya mengarang dongeng muzizat2 yang dilakukan nabi mereka? Ini pertanyaan yang harus dijawab. Dugaanku adalah begitu Muslim yakin kebenaran Islam, mereka menghalalkan segala cara termasuk berbohong. Orang2 yang beriman teguh yang biasanya berakhlak luhur dan bermoral, ternyata dengan sukarela berbohong, ikut bagian dalam melakukan penipun, menindas orang2 lain, dan kalau perlu bahkan membunuh untuk mendukung agama mereka. “Alasan Utama” jadi begitu penting bagi mereka sehingga pertimbangan lainnya dikesampingkan. Tatkala orang jadi begitu percaya akan kebenaran suatu alasan sehingga mereka bersedia mati untuk itu, maka berbohong ataupun membunuh demi kepentingan alasan itu merupakan hal yang benar baginya. Hasil akhir menentukan tujuan sebenarnya. Filsafat dan ahli matematika Perancis bernama Pascal menulis: “Orang tidak pernah melakukan kejahatan sedemikian menyeluruh dan suka hati, seperti ketika mereka melakukannya demi keyakinan agama.” Sejarah menyaksikan kebenaran kata2 Pascal. Telah banyak kejahatan dilakukan atas nama agama. Iman membutakan jemaat dan iman buta membutakan semuanya. Otoritas Imam Ghazali [278] dalam Islam tidak dipertanyakan. Dia berkata: “Jikalau mungkin mencapai sebuah tujuan dengan berbohong dan tidak mengatakan kebenaran, maka diperbolehkan berbohong tujuannya adalah benar.” [279] [279] Abu Hamid Muhammad al-Ghazzâlî (1058-1111) dikenal sebagai Algazel adalah salah seorang ilmuwan Islam yang paling dihormati dalam sejarah pemikiran Islam. Dia lahir di Iran, lalu jadi ahli agama Islam, ahli filsafat, dan mistik. Dia banyak menyumbang bagi perkembangan Sufisme sebagai bagian dari Islam. Osherow mengutip Kasindrof, “Jim Jones dengan cerdiknya mengatur kesan gerejanya akan menarik jemaat baru. Dia menyusun dengan seksama kesan umum gerejanya. Dia menggunakan surat dan pengaruh politik ratusan anggotanya untuk memuji dan mengesankan para politikus dan wartawan untuk mendukung Kenisah Rakyat, dan juga untuk mengritik dan mengancam penentang2 aliran itu.” [280] [280] Kasindorf, J. Jim Jones: The seduction of San Francisco. New West, December 18, 1978 Jika sebuah surat kabar menulis sesuatu yang dianggap Muslim menghina Islam, maka para Muslim akan membanjiri kantor2 editor surat kabar itu untuk mengutarakan keluhan mereka. Mereka terus-menerus mengganggu sampai dikeluarkan pernyataan maaf secara resmi dan edisi surat kabar itu ditarik. Bagaimana mungkin kita bisa lupa kerusuhan massa dan pembunuhan orang2 tak bersalah ketika surat kabar Denmark, Jyllands-Posten, menerbitkan beberapa kartun Muhammad. Atau juga ketika Paus Benedict XVI mengutip perkataan kaisar Byzantium yang menanyakan, “Tunjukkan padaku apa hal baru yang dibawa Muhammad?” Di tanggal 10 November, 2003, Muslim Public Affair Committee atau MPAC di Inggris, yang adalah badan Islam yang serupa dengan CAIR di A.S., mengeluarkan surat amarah pada penerbit Amber Books dengan tuduhan penghujatan. Tuduhan itu ditujukan kepada isi buku yang berjudul The History of Punishment (Sejarah Hukuman) yang diterbitkan oleh Amber Books. Buku ini bukan buku tentang Islam. Buku ini menyatakan pandangan tentang hukuman2 di berbagai budaya dan masyarakat. Dalam buku ini terdapat satu bab tentang cara2 kuno dalam menghukum, seperti hukuman dalam Alkitab, hukuman Romawi dan Sharia. Terdapat gambar2 di dalamnya, dan salah satunya adalah gambar Muhammad. Muslim segera marah dengan cepatnya. Pihak penerbit menerima ribuan surat amarah dan ancaman sampai mereka ketakutan dan menarik kembali buku itu dari peredaran dan menyatakan ucapan minta maaf resmi kepada pihak Muslim. Di kasus lain, CAIR berhasil menekan perusahaan film Paramount Pictures untuk mengubah novel Tom Clancy yang berjudul The Sum of All Fears (Inti Sari Segala Ketakutan) untuk mengganti terori Muslim di naskah yang asli dengan neo-Nazi. Sutradara film yakni Phil Alden Robinson dipaksa menulis permintaan maaf kepada CAIR, dan menyatakan bahwa dia tidak berniat untuk menunjukkan citra negatif Muslim dan menambahkan: “Aku harap kau berhasil dalam usahamu menentang segala diskriminasi.” Ketika di tahun 2002, evangelis Pat Robertson dan Jerry Falwell mengutarakan pendapat mereka tentang Islam, para Muslim di seluruh dunia murka dan membuat onar. Mullah2 Iran mengancam membalas dan beberapa orang Kristen dibunuh, termasuk beberapa sekolah anak2 di Pakistan. Bonnie Penner Witherall, yang adalah suster Kristen berusia, ditembak mati di Sidon, Lebanon. Pembenaran Diri Sendiri Tolstoy berkata, “Baik untung maupun buntung tergantung pada bagaimana seseorang melihat kenyataan terhadap cara hidupnya salah tapi mampu mengelabui diri sendiri agar tidak menganggap nasibnya merana.” [281] [281] The Kreutzer Sonata Jim Jones menciptakan suasana dominasi dan pengontrolan total. Osherow menulis: “Dengan mengamati ketaatan dan pengaturan suasana di Jonestown, maka akan diketahui mengapa orang2 bertindak sesuatu. Begitu anggota2 sudah masuk ke dalam Kenisah Rakyat di Jonestown, tidak banyak yang dapat mereka lakukan selain mengikuti apa yang diperintahkan Jim Jones. Mereka di bawah pengaruh kekuasaan mutlak. Mereka tidak punya banyak pilihan, dikelilingi penjaga bersenjata api dan berada di tengah2 hutan, mereka telah menyerahkan passport dan surat2 penting mereka, telah bersumpah kepada Jones, dan percaya keadaan di luar bahkan lebih mengancam. Anggota2 diberi makan yang sangat tidak bergizi, disuruh bekerja keras, kurang tidur, dan terus-menerus dikecam keras oleh Jones atas kesalahan2 mereka. Semua ini menekan mereka untuk tunduk terus pada Jones.” Kita tahu bahwa Muhammad bersikap kejam terhadap mereka yang meninggalkannya. Jadi bisa dilihat bahwa tidak banyak perbedaan antara jalan pikir Muhammad dan Jones. Akan tetapi, tidak benar kalau dianggap bahwa anggota2 aliran sesat tetap tinggal karena mereka dipaksa tunduk secara fisik saja. Pemaksaan sikap tunduk secara moral jauh lebih berpengaruh dan berlangsung lama. Korbannya jadi penurut, bahkan turut berpartisipasi terhadap penindasan dan perbudakan atas diri mereka sendiri. Osherow menulis: “Di saat upacara bunuh diri akhir, kebanyakan anggota tidak mungkin lagi untuk bisa melawan atau melarikan diri. Tapi sebenarnya, tidak dapat disangkal bahwa tidak banyak yang ingin melawan dan pergi. Kebanyakan anggota percaya pada Jones. Di sebuah tubuh wanita ditemukan pesan yang tertulis di tangannya di saat2 terakhir yang tertulis: ‘Jim Joneslah satu2nya yang benar.’ [282] Mereka tampaknya telah menerima pentingnya dan bahkan “indahnya” kematian. Sebelum upacara bunuh diri berlangsung, seorang penjaga mendekati Charles Garry, yang adalah salah satu pengacara yang disewa Kenisah Rakyat. Penjaga itu berkata, “Saat yang indah… kita semua akan mati.” [282] [282] Cahill T. In the valley of the shadow of death. Rolling Stone. January 25, 1979. [283] Lifton, R. J. Appeal of the death trip. New York Times Magazine, January 7, 1979. Anggota yang berhasil selamat di Jonestown adalah seorang dokter gigi dan dia diwawancarai tentang terjadinya kematian2 itu. Katanya, “Jika aku berada di sana, aku pasti jadi salah seorang dari mereka yang berbaris untuk minum racun dan merasa bangga melakukannya. Yang kusedihkan adalah: aku tidak ikut mengalami saat akhir itu.” [284] [284] Gallagher, N. Jonestown: The survivors’ story. New York Times Magazine, November 18, 1979. Sukar untuk menerangkan dan mengerti peristiwa ini. Kenyataannya adalah begitu seorang percaya bahwa pemimpin alirannya adalah utusan illahi, maka mereka dengan suka hati mau jadi partisipan dan pelaku dari pikiran2 pemimpinnya yang tidak waras. Apa yang mendorong orang normal untuk berlaku ekstrim seperti ini? Apakah ini dapat menerangkan sikap fanatik dan pengabdian mutlak dari Muslim2 awal terhadap Muhammad? Apakah para Muslim awal itu melihat Muhammad sama seperti pengikut Kenisah Rakyat melihat Jim Jones? Hadis berikut ini menerangkan fanatisme buta para Muslim awal. Rasul Allâh datang mengunjungi kami di siang hari dan air wudhu dibawa baginya. Setelah dia melakukan wudhu, air sisa wudhu dibawa oleh orang2 dan mereka mulai membilasi tubuh2 mereka dengan air itu (sebagai berkat). [285] [285] Bukhari Volume 1, Book 4, Number 187 Di hadis lain kita baca: Ali punya masalah di matanya, sehingga sang Nabi mengulaskan air ludahnya ke matanya dan memohon Allâh untuk menyembuhkan matanya. Ali seketika sembuh bagaikan tidak pernah sakit sebelumnya. [286] [286] Bukhari Volume 4, Book 52, Number 253 Semua kebohongan ini dikarang oleh para pengikut Muhammad. Muhammad tidak mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan selalu menderita sakit tubuh, jadi bagaimana mungkin dia sanggup mengobati orang lain dengan ludahnya? Isolasionisme (Pengasingan Diri) Osherow menyebut isolasionisme (pengasingan diri) sebagai “aspek di Jonestown yang paling merusak.” Katanya, “Sampai saat akhir, kebanyakan anggota Kenisah Rakyat percaya pada Jim Jones. Pengaruh2 luar dalam bentuk kekuasaan atau bujukan, dapat mengakibatkan orang jadi tunduk. Tapi yang harus diperhatikan adalah bagaimana anggota memproses kepercayaan itu dalam pikiran mereka. Meskipun perkataan2 Jones selalu tidak konsisten dan metodanya kejam, kebanyakan anggotanya tetap tunduk di bawah perintahnya.” Qur’an juga mengangdung banyak hal yang tidak konsisten, penuh kontradiksi dan salah keterangan. Qur’an adalah buku yang membingungkan, tulisannya kacau balau, penuh khayalan dan pernyataan2 yang tidak masuk akal. Buku ini benar2 mimpi buruk bagi seorang editor. Tapi meskipun begitu, para Muslim menganggapnya sebagai buku muzizat, hanya karena Muhammad mengatakannya begitu. Keterangan tepat mengapa orang terus saja percaya hal yang tak masuk akal ditulis oleh Osherow tentang pengamatannya pada Kenisah Rakyat. Dia menulis: “Begitu diri mereka terasing di Jonestown, hanya sedikit ada kesempatan dan motivasi untuk menentang; mereka tidak bisa melawan atau melarikan diri lagi. Dalam keadaan seperti itu, setiap orang berusaha menerima nasib buruk dirinya sebagai hal yang tidak buruk. Orang yang mengalami nasib buruk cenderung menilai nasibnya lebih positif dari orang lain. Contohnya, riset psikologi sosial menunjukkan bahwa jika anak2 tahu bahwa mereka akan disuruh makan sayuran yang mereka tidak sukai, maka mereka cenderung meyakinkan diri bahwa sayuran itu tidak terlalu memuakkan untuk dimakan. [287] Jika seseorang tahu dia harus berhubungan dengan orang lain, dia cenderung menjabarkan diri orang tersebut dengan lebih ramah.”[288] [287] Brehm, J. Disonansi kognitif yang meningkat yang dilakukan penganut kepercayaan. Journal of Abnormal and Social Psychology, 1959, 58, 379-382. [288] Darley, J. and Bersceild, E. Increased liking as a result of the anticipation of personal contact. Human Relations, 1967, 20, 29-40. Pemimpin aliran sesta seringkali mengurung anggota2nya agar tidak bisa berhubungan dengan dunia luar. Jim Jones membangun kotanya sendiri di tengah2 hutan Guyana dan menamakannya sesuai namanya sendiri: “Jonestown” (kota Jones). Muhammad perti ke Yahtrib, kota yang aslinya dibangun oleh Muhammad dan setelah meyakinkan penduduknya orang Arab untuk mengikuti dirinya, maka dia pun mengubah nama kota itu sesuai dengan julukan yang diberikan Muhammad pada dirinya sendiri: Medinat ul-Nabi (Kota Sang Nabi). Di Medina, Muhammad mulai membunuhi dan menghina terang2an setiap orang yang mempertanyakan otoritasnya. Medinat ul Nabi jadi persis sama dengan Jonestown. Muhammad menjadi penguasa mutlak dan yang melawan dihukum kejam. Jika ada pendatang masuk Medina dan jadi Muslim, maka dia tidak bisa ke luar dengan mudah. Salah seorang yang berhasil meninggalkan Muhammad adalah Abdullah ibn Sa’d Abi Sarh. Ketika Muhammad menaklukkan Mekah, dia memberi pengampunan kepada semua penduduk Mekah kecuali kepada 10 orang. Orang2 ini adalah mereka yang mengritik dan mengejek dirinya. Salah satu dari mereka adalah Abi Sarh. Abi Sarh dulu adalah juru tulis Muhammad dan dia menulis ayat2 Qur’an yang diimlakan Muhammad di Medina. Dia lebih berpendidikan daripada Muhammad dan seringkali memperbaiki komposisi ayat2 Muhammad dan menyarankan penulisan yang lebih baik dan Muhammad pun setuju. Hal ini membuat Abi Sarh sadar bahwa Qur’an tidak diwahyukan dan Muhammad hanya mengarangnya saja. Dia lalu melarikan diri dan kembali ke Mekah. Di sana dia menyebarkan hal itu. Ketika Muhammad menaklukkan Mekah, meskipun sudah menjanjikan pengampunan bagi seluruh orang Mekah jika mereka menyerah dan masuk Islam, dia tetap memerintahkan pemancungan atas Abi Sarh. Nyawa Abi Sarh selamat karena Othman menengahi. Hal lain adalah karena Muhammad tidak bisa memberi isyarat yang jelas pada pengikutnya. Ketika Othman memohon Muhammad untuk tidak membunuh Abi Sarh, yang adalah saudara angkatnya pula, Muhammad diam saja. Pengikut2 Muhammad mengira sikap diamnya adalah karena dia mengabulkan permintaan Othman. Setelah Othman dan Abi Sarh pergi, Muhammad mengomel dan berkata dia tidak mau menolak permintaan sahabatnya Othman, tapi dia berharap pengikutnya dapat melihat raut muka Muhammad yang tidak suka dan lalu membunuh Abi Sarh. Kisah ini juga menunjukkan kemunafikan sang Nabi Allâh yang ingin menyenangkan Othman tapi sekaligus ingin membunuh Abi Sarh. Dia tidak mau langsung mengeluarkan perintah bunuh kepada pengikutnya karena takut Othman menyalahkannya. Ibn Ishaq menjelaskan: “Alasan dia memerintahkan Abi Sarh dibunuh adalah karena dulu Abi Sarh itu Muslim dan biasa menulis ayat2 bagi Muhammad; tapi lalu dia murtad dan kembali ke Quraish (Mekah)…” Dia seharusnya dibunuh karena murtad, tapi selamat karena Othman menengahi. [289] [289] Sirat, p. 550 Suasana di Medinah sangat menegangkan. Islam dan Jihad jadi pusat kehidupan masyarakatnya. Muhammad memerintahkan mereka pergi ke mesjid, sembahyang lima kali sehari, dan para prianya ke luar kota untuk menjarah, merampok, menyerang kafilah2, menghancurkan desa2, membunuh para pria dan memperkosa wanita2. Hadis yang dilaporkan baik Imam Bukhari maupun Imam Muslim menunjukkan sebanyak apa ancaman yang dilakukan Muhammad untuk membuat orang2 tunduk pada perintahnya. Dia dilaporkan berkata: Aku berpikir untuk mengumumkan saat sholat dan menyuruh seseorang memimpin jemaat sholat, dan aku akan pergi bersama orang2 sambil membawa obor kepada orang yang tidak ikut sholat dan lalu membakar rumah2 mereka dengan api. [290] [290] Muslim Book 004, Number 1370; and Bukhari Volume 1, Book 11, Number 626 Di hadis ini Muhammad mengancam bakar bagi mereka yang tidak mau sholat bersama di mesjid. Hidup di Medina jadi sangat berubah. Dulu sebelum Muhammad datang, masyarakat Yathrib adalah petani, pembuat karya seni, dan pedagang. Pusat perdagangan digerakkan oleh orang2 Yahudi, yang adalah pekerja keras, tahu baca tulis, dan makmur. Orang2 Arab kebanyakan buta huruf, malas, dan santai. Mereka tidak punya banyak kemahiran dan bekerja bagi kaum Yahudi. Ketika Muhammad mengusir dan membunuhi orang2 Yahudi, kota itu berubah drastis. Tidak ada bisnis apapun yang dapat dikerjakan orang2 Arab untuk menafkahi dirinya. Ekonomi kota runtuh semua. Orang2 hidup bergantung sepenuhnya pada barang jarahan dan rampokan yang disediakan Muhammad bagi kelangsungan hidup mereka. Bagi mereka, tidak ada jalan ke luar untuk kembali. Mereka bergantung sepenuhnya pada Muhammad dan barang2 jarahan darinya. Bahkan orang2 yang tidak percaya padanya seperti Abdullah ibn Ubbay dan pengikutnya juga ikut pula dalam kegiatan penjarahan yang dilakukan Muhammad. Ini bukan berarti mereka mau mendukung Islam tapi karena barang jarahan merupakan satu2nya mata pencaharian bagi penduduk Medina. Jika mereka tidak mau ikut dalam penjarahan yang dilakukan Muhammad maka mereka akan kelaparan. Sama seperti anggota2 Kenisah Rakyat, para Muslim dihadapkan pada keadaan yang tidak memungkinkan lagi, yang akhirnya membuat mereka menerima keadaan mereka sendiri. Beberapa yang berani bicara melawan pemimpinnya akan dibunuh atau dikecam. Masyarakat Arab Medina merupakan masyarakat termiskin. Mereka bodoh, miskin, dan percaya takhayul. Bagi mereka, hanya memiliki satu unta dan satu mantel saja sudah membuat mereka merasa kaya. Mereka dulu bekerja sebagai pelayan bagi orang2 Yahudi. Beberapa hadis menyatakan bahwa orang2 Arab ini mendapatkan harta pertama mereka dari “barang jarahan dari Allâh” sesuai dengan yang disebut dalam Qur’an, dan barang jarahan itu didapatkan dari usaha perampokan. Selain itu banyak tersedia pula jarahan berupa budak2 seks wanita. Para wanita yang ditangkapi di usaha2 perampokan menjadi tambahan rangsangan bagi Muslim untuk ik
    • Bab VII
      Pertukaran Pikiran (dialog) antar Budaya?

      Muslim berkata mereka ingin berdialog (bertukarpikiran) antar budaya. Budaya apa? Islam sendiri adalah anti budaya. Islam menentang kebudayaan. Islam adalah barbar dan biadab. Lebih jauh lagi, pertukaran pikiran bukanlah kebiasaan dalam dunia Islam.

      Di bulan September 2006, para Muslim sekali lagi mengangkat senjata. Kali ini gara2 ucapan Paus Benedict XVI di Universitas Regensburg di Jerman, di mana dia menjabat sebagai profesor di bidang theologia. Di pidatonya yang berjudul “Iman dan Akal” dia menjabarkan perbedaan mendasar antara pandangan Kristen bahwa Tuhan adalah makhluk berakal, dan ini serupa dengan konsep Yunani tentang logos, dan pandangan Islam bahwa “Tuhan sama sekali di luar akal,” sehingga melakukan apapun yang menyenangkan hatinya, tidak dibatasi apapun, termasuk akal, dan, karenanya, perbuatannya tidak masuk akal bagi manusia.

      Paus Benedict mengutip percakapan yang terjadi di tahun 1391 antara Kaisar Bizantium Manuel II Paleologus yang terpelajar dan ilmuwan Persia tentang hal Kristen dan Islam. “Dalam diskusi ini,” kata Paus, “sang Kaisar membahas tentang jihad (perang suci Islam) dan mengatakan pada rekan diskusinya, ‘Tunjukkan padaku apa yang baru yang diajarkan Muhammad, dan yang kau akan temukan hanyalah kejahatan dan kebiadaban, seperti misalnya perintahnya untuk menyebarkan agamanya dengan pedang.’ Setelah menyatakan pendapatnya secara tegas, sang Kaisar melanjutkan dengan menerangkan alasan2 yang rinci mengapa menyebarkan agama dengan pedang merupakan perbuatan yang tidak masuk akal. Kekerasan merupakan sifat yang berlawanan dengan Tuhan dan sifat asli hati nurani. ‘Tuhan’, katanya, ‘tidak suka pertumpahan darah – dan bertindak secara tak masuk akal merupakan hal yang bertentangan dengan sifat Tuhan. Iman tidak lahir dari jiwa ataupun tubuh. Siapapun yang ingin mengajak orang untuk beriman harus mampu bercakap secara baik dan masuk akal, tanpa kekerasan dan ancaman… Untuk meyakinkan jiwa yang berlogika, orang tidak perlu bawa senjata2 berat macam apapun, atau ancaman2 mengambil nyawa orang itu …. Pernyataan jelas dalam keterangan yang menentang kekerasan ini adalah: tidak melakukan hal yang sesuai dengan akal sehat merupakan hal yang bertentangan dengan jati diri Tuhan.’

      Paus juga mengutip perkataan Theodore Khoury, yang adalah pengedit dan penyusun buku tentang percakapan di atas. Theodore Khoury menjelaskan: “Bagi sang Kaisar, karena Bizantium dibentuk berdasarkan filosofi Yunani, maka pernyataannya menerangkan bentuk negaranya sendiri. Tapi bagi ajaran Muslim, Tuhan itu sama sekali di luar akal. Keinginan Tuhan tidak terikat jalan pikiran manusia apapun, tidak pula akal sehat manusia.” Khoury lalu mengutip tulisan ahli Islam Perancis yakni R. Arnaldez, yang menerangkan bahwa Ibn Hazn menyatakan bahwa “Tuhan tidak terikat pada perkataannya sendiri, dan tiada sesuatu pun yang membuatnya wajib menyatakan kebenaran pada kita. Jika Tuhan memerintahkannya, bahkan kita pun harus menyembah berhala.” Pidato sang Paus membuat kaum Muslim di seluruh dunia merasa sakit hati.

      Menteri Luar Negeri Mesir berkata: “Ini merupakan pernyataan yang sangat disesalkan dan jelas menunjukkan sikap yang tidak mengerti akan Islam yang sebenarnya.” Dia menyatakan bahwa hal ini akan “mengakibatkan ketegangan dan rasa curiga dan pertentangan antar Muslim dan antar masyarakat Barat juga.”

      Parlemen Afghanistan dan Menteri Luar Negerinya menuntut pernyataan maaf.

      Konsul Penjaga Iran menuduh hal ini sebagai “Akal2an Barat dalam Menentang Islam” karena “menghubungkan Islam dengan kekerasan.”

      Juru bicara Pemerintahan Irak bernama Ali al-Dabbagh berkata bahwa “Ucapan Paus menunjukkan dia salah mengerti tentang prinsip2 Islam dan ajaran Islam tentang pemberian maaf, kasih akung, dan pengampunan.”

      Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa komentar Paus “tidak bijaksana dan tidak selayaknya.”

      Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi mengatakan, “Paus tidak boleh memandang enteng kemarahan yang telah diakibatkannya.”

      Parlemen Pakistan Majlis-e-Shoora mengeluarkan pernyataan yang berbunyi, “Pernyataan2 Paus yang merendahkan tentang filosofi jihad dan Nabi Muhammad telah menyakiti hati para Muslim di seluruh dunia dan membahayakan hubungan antar agama.” Juru bicara wanita Kementerian Luar Negeri Pakistan yang bernama Tasnim Aslam berkata, “Siapapun yang mengatakan Islam sebagai tidak bertoleransi menantang terjadinya kekerasan.”

      Ini adalah bukti nyata protes2 dari para pemimpin dunia Islam. Tidak disangkal lagi, pidato Paus menyulut kerusuhan di seluruh dunia – gereja2 dibakar dan dihancurkan di Gaza, Tepi Barat, dan di Basra. Di Mogadishu, seorang biarawati Italia yang telah uzur dan juga pembantunya, dibunuh. Beberapa Muslim bahkan mengajak agar Paus dibunuh.

      Menurut surat kabar Inggris, pemimpin organisasi Muslim Inggris al-Ghurabaa yang bernama Anjem Choudary memimpin demonstrasi unjuk rasa di luar Westminster Abbey. Dia menuntut agar Paus dijatuhi hukum berat. Pemimpin agama Islam dari Somali yang bernama Abubakar Hassan Malin menyatakan bahwa Paus harus ditemukan dan dibunuh “di tempat itu juga.”

      Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdoğan berkata: “Aku yakin Paus harus menarik kembali pernyataannya yang tidak benar dan jahat dan minta maaf kepada dunia Islam dan Muslim… Aku harap dia cepat2 memperbaiki kesalahannya agar tidak menghalangi usaha tukar pikiran antar budaya dan agama.”

      Para Muslim tidak bersikap terbuka akan kritik dan mereka mudah mengancam melakukan kekerasan jika kau menyebut agamanya penuh kekerasan. Pada saat yang sama mereka berkata ingin bertukar pikiran. Tukar pikiran seperti apa yang bisa dilakukan jika mempertanyakan Islam saja sudah bisa mengakibatkan kekerasan dan menyebabkan kematian bagi sang penanya? Jika Islam itu “salah dimengerti, “ seperti yang dikatakan oleh Muslim, bukankah mereka seharusnya mengijinkan orang bertanya jawab dengan mereka untuk menghapus salah pengertian tersebut?

      Banyak ayat2 Qur’an yang memerlukan penjelasan yang jelas. “Bunuh kafir di mana pun kau menemukanya.” (2:191) “Perangi mereka, sampai tidak ada fitnah lagi dan ketaatan adalah semata-mata bagi Allâh saja. (2:193) “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.” (8:55) “Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.” (8:12) “Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis.” (9:28 )

      Bagaimana para Muslim menerangkan ayat2 ini? Bukankah ayat2 ini, dan ayat2 serupa lainnya dalam Qur’an, yang bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan di dalam dunia Islam? Kebanyakan agama, termasuk Kristen, punya sejarah masa lalu yang penuh kekerasan. Tapi Islam adalah satu2nya agama yang mengajarkan tindakan kekerasan dalam buku sucinya. Mengapa? Ini adalah pertanyaan sah yang membutuhkan jawaban.

      Pertanyaan Kaisar Manuel II Paleologus tetap tidak terjawab. Jawaban seperti “Kau telah menyakiti hati kami yang peka, kau harus minta maaf, kau bodoh, kau membuat kami melakukan kekerasan,” dll bukanlah jawaban yang logis. Ini hanyalah jawaban untuk mengelak memberi keterangan yang sebenarnya. Jika kaum Muslim memang ingin bertukar pikiran, mereka harus mampu menjawab pertanyaan2 sulit, terutama tentang perbuatan nabi mereka.

      Dalam pidatonya, sang Paus mengajak masyarakat Barat untuk beriman teguh pada Tuhan berdasarkan pengertian akal sehat. Lalu dia berkata: “Berdasarkan pengertian logos yang agung ini, berdasarkan adanya akal sehat inilah, maka kita mengajak rekan2 kita untuk bertukar pikiran tentang budaya.”

      Bagi kebanyakan Muslim, tukar pikiran (dialog) hanya bisa terjadi satu arah saja (monolog). Yang sebenarnya ingin mereka katakan: kau dengar baik2 apa yang ingin kami katakan padamu dan kau harus setuju. Jika kau mengajukan pertanyaan2 sulit yang tidak bisa kami jawab, kami akan sakit hati dan kau akan menyesal karenanya. Bagaimana bisa terjadi dialog dari dua pendekatan yang saling bertentangan seperti ini?

      Bukankah masuk akal untuk mempertanyakan bahwa jika memang tidak ada pemaksaan untuk memeluk Islam, seperti yang dinyatakan dalam sebuah ayat Qur’an, mengapa lalu begitu banyak ayat lainnya memerintahkan Muslim untuk melakukan jihad? Mengapa begitu banyak ayat2 Qur’an yang tidak bertoleran terhadap kebebasan menganut kepercayaan lain di luar Islam? Mengapa meninggalkan Islam diganjar dengan hukuman mati?

      Ya, memang kita harus tukar pikiran, tapi ini harus merupakan dialog yang berdasarkan pertanyaan2 sah, pertanyaan2 sulit, pertanyaan yang belum pernah dijawab sebelumnya. Kumpul2 untuk saling berpelukan dan bersalaman bukanlah dialog. Menyembunyikan kotoran selama 1400 tahun di bawah karpet tidak akan membawa Muslim dan non-Muslim untuk lebih saling mengerti satu sama lain. Terdapat pertanyaan2 yang mendasar, yang mengganggu tentang Islam dan Muhammad dan semua ini harus dijawab.

      Dialog ini harus dimulai dimulai. Kaum Muslim harus mendengar pertanyaan2 ini. Sudah waktunya mereka menjawabnya. Tingkah laku Muhammad harus diamati dengan cermat dan ajarannya dibongkar. Jika pertanyaan2 ini dibiarkan tidak dijawab, bagaimana kita bisa melakukan dialog? Sebelum pertanyaan2 ini dijawab saja dan dunia benar2 mengerti tentang Islam, maka dunia tidak perlu menerima Islam sebagai agama.

      Peradaban manusia sudah mengalami terlalu banyak perang. Sudah terlalu banyak darah yang dikucurkan dan terjadi pembunuhan2 yang tidak masuk akal. “Para martir yang terlupakan berbaring di dalam peti matinya, dan mereka berkorban nyawa demi agamanya, tapi ternyata agama itu dingin yang mati.” [318] Kita tidak butuh perang2 lain. Kita butuh bicara satu sama lain. Mari kita tinggalkan sejenak sentimental dan fanatik agama, dan mari lakukan dialog yang sebenarnya, dan menjawab pertanyaan2 yang nyata.
      [318] Margaret A Murray in “The Genesis of Religion” (Lahirnya Agama)

      Sudah bisa dibuktikan dengan mudah bahwa Islam sama sekali bukan agama damai, tapi kepercayaan yang mengobarkan perang yang berbahaya. Merupakan tindakan yang salah besar untuk menganggap Islam sebagai salah satu dari banyak agama dan menggolongkan Islam sebagai agama.

      Islam adalah gerakan politik fasisme yang serupa dengan Nazisme yang diciptakan orang sakit jiwa berat. Islam tidak diciptakan untuk menyatukan hati banyak orang tapi untuk memecah belah mereka, untuk menimbulkan kebencian diantara mereka dan untuk menguasai mereka, memaksa setiap orang tunduk di bawahnya. Kalau pun semua orang telah memeluk Islam, perang akan terus berlangsung, karena Muslim akan terus bertempur satu sama lain untuk menentukan mana yang benar2 Islam “sejati.”

      Islam adalah hasil karya orang yang sakit jiwa. Islam diciptakan sebagai alatnya untuk menaklukkan. Islam tidak membawa apapun kecuali penderitaan bagi pemeluknya dan teror (ketakutan) bagi yang tidak menganutnya.

      Islam harus diberatas agar kemanusiaan dapat terus berlangsung. Tiada jalan tengah atau kompromi. Islam tidak dapat diubah bentuknya, tapi bisa dihancurkan. Islam itu kaku keras tapi rapuh.

      Akhirnya, yang bisa menghancurkan Islam adalah kebenaran. Islam tidak berdaya jika dihadapkan pada kebenaran. Yang dibutuhkan untuk menghancurkan doktrin kebencian ini hanyalah kata2. Kata2 kebenaran merupakan ancaman terbesar dalam Islam. Muhammad tahu akan hal ini. Karena itulah dia melarang adanya kritik dan mengeluarkan ancaman mati bagi mereka yang berani menentangnya. Semakin cepat kebenaran menyebar, semakin cepat pula Islam akan lenyap jadi debu dalam sejarah.

      Sekarang kau tahu tentang kebenaran. Selebihnya adalah terserah dirimu sendiri. Tidak pernah terjadi sebelumnya di mana nasib umat manusia tergantung begitu besar pada setiap diri manusia satu per satu. Hari ini, kau dan aku akan mengubah sejarah. Yang harus kita lakukan adalah menyatakan kebenaran. Setelah itu kebenaran akan memerdekakan kita semua.

      Tiada tempat bagi Islam di masa depan umat manusia. Ajaran kebencian ini tidak akan selamat di abad ini dan akan hancur di masa kita masih hidup pula. Islam harus lenyap, karena tidak hanya Islam itu palsu, bodoh, dan tidak masuk akal, tapi karena Islam juga penuh kekerasan, tidak bertoleransi, dan jahat. Kita tidak boleh bersikap toleran terhadap aliran yang tidak bertoleransi. Bagaimana Islam akan berakhir terletak di tangan kita semua – orang2 biasa seperti kau dan aku. Jika kita tidak berbuat apapun, jika kita tidak menentangnya dan membiarkannya, maka Muslim akan mengakibatkan terjadinya Perang Dunia III dan jutaan manusia akan mati karena perang nuklir.

      Komunisme itu jahat, tapi orang2 komunis cinta kehidupan dan karenaya Perang Dingin dapat berakhir tanpa terjadi perang nuklir. Muslim cinta kematian. Hal ini merubah semua hal. Kau mungkin mengira orang yang cinta kematian tentunya orang tidak waras, tapi bagi mereka kematian merupakan bagian iman di alam baka.

      Perang nuklir akan mengakhir Islam, tapi itu terjadi setelah sebagian besar umat manusia atau mungkin seluruh dunia Islam musnah. Jika kita bertindak sekarang dan mulai mengadakan dialog, mempertanyakan Islam dan membantu Muslim untuk melihat kebenaran, maka Islam akan semakin lemah dan Muslim akan merdeka. Muslim adalah korban kebohongan besar Islam. Mereka tidak butuh belah kasihan, tapi bimbingan. Jika dialog gagal terjadi, maka perang tidak dapat dihindari lagi. Jika saja dulu ideologi Nazisme dikalahkan sebelum mencengkeram masyarakat Jerman dan jadi begitu kuat, maka korban jiwa 50 juta manusia dapat dihindari.

      Satu hal yang pasti, hari2 Islam dapat dihitung. Akankah Islam berakhir dengan ledakan hebat, seperti yang dialami Nazisme, setelah jutaan atau milyaran orang mat? Atau akankah Islam mati dengan sendirinya, seperti yang dialami Komunisme, setelah Muslim melihat kebenaran dan meninggalkannya? Jawaban pertanyaan ini tergantung dari sikap kita semua hari ini.

      Alam tidak mengenal yang baik dan yang jahat; alam mengenal kekuatan. Muslim adalah kekuatan militan. Mereka secara aktif mempromosikan agamanya melalui penipuan dan teror. Penipuan dan teror adalah dua strategi jihad, yang wajib dilakukan semua Muslim, sesuai kemampuan masing2. Sebagian Muslim melakukan jihad dalam hidupnya melalui tindakan terorisme dan Muslim yang lain dengan cara mengelabui orang2 untuk menganggap Islam adama damai padahal mereka sendiri tahu bahwa itu tidak benar. Sebagian besar masyarakat dunia bersikap santai, ramah, dan percaya akan kebebasan beragama. Ini mengakibatkan perbedaan kekuatan yang tidak seimbang yang menguntungkan Islam. Karena sikap militan Muslim dan sikap bertoleransi non-Muslim, para Muslim mampu menguasai negara2 yang jauh lebih kuat. Kemenangan ini membuat mereka semakin berani dan sombong. Jika non-Muslim tidak bangkit untuk menghentikan Islam dan mengalahkannya, maka Islam akan menang. Kehancuran umat manusia merupakan kemenangan Islam.

      Kau tidak usah jadi jenius untuk mengetahui bahwa hanya diperlukan sedikit militan nekad untuk menundukkan dan menyandera orang2 sipil tak tahu apa2 dalam jumlah besar. Muhammad berkoar, “Aku telah dimenangkan melalui teror.” [319] dan para Muslim menggunakan teror sebanyak mungkin di seluruh perang2 mereka dan mereka menang perang. Masyarakat non-Muslim dunia tidak sadar dan tidak siap. Inilah yang membuat mereka mudah dikalahkan. Jika kita tidak bangun dan melihat Islam sebagai musuh yang mengancam nyawa dan budaya kita, maka kita akan menghadapi masa2 sulit di masa depan. Waktu sudah tidak banyak tersisa. Jika ideologi Islam tidak segera dikalahkan, kita akan menghadapi masa depan sedemikian mengerikan sehingga kengerian Perang Dunia II hanya tampak seperti permainan anak2 saja.
      [319] Bukhari, 4.52.220.

      Muhammad adalah orang sakit jiwa. Islam adalah hasil ketidakwarasan yang harus segera berakhir.

      Jika tidak, maka kita harus membayarnya dengan nyawa kita sendiri.

  3. kalo pembunuhan udh dilegalkan dlm kitab memble:

    Bilangan. 31:17
    Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.

    Ulangan 13:9
    tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat.

    Ulangan. 13:15
    maka bunuhlah dengan mata pedang penduduk kota itu, dan tumpaslah dengan mata pedang kota itu serta segala isinya dan hewannya.

    Msh banyak lg ayat2 bunuh-membunuh dlm kitab porno tapi 3 aja udh cukup.

    Ayat pemaksaan masuk agama kristen jg ada perintahnya:

    Lukas 14:23
    Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk karena rumahku harus penuh.

    • @iSA : GA NYAMBUNG MAS.. ini thread bahas buku ali sina. koq jadi kristen… silahkan dibaca bukunya

      http://www.buktidansaksi.com/files/Resources/books_free_download/Understanding%20Muhammad%20Psychobiography%20%28Memahami%20Muhammad%20Psikobiografi%29.pdf

    • Ok kakak tmbah satu lg:

      yehezkiel 4:12

      “Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya di atas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka.”

      Knp ali zina gak membahas ayat semacam ini di bukunya? apakah dik niki jg udh mempraktekkan resep yesus ini??

    • Dik niki knp takut membahas kitab porno? kalo emang kenyataannya kitab porno mengajarkan pembunuhan knp adik tutup mata? gantian dong disanggah? coz selama ini adik gak pernah menyanggah tetapi hanya pamer link aja.

    • @Isa : silahkan dibahas.. tapi dithread lain disitus ini.. tuh kan banyak judul2 ttg kristen disana.. DISINI ADMIN MEMBUKA THREAD UNTUK MEMBACA DAN MENANGGAPI BUKU ALI SINA secara kristis.. LIHAT JUDUL DIATAS.. jadi alur diskusi ya sesuai topik dong.. apa saya salah??

    • @HEH BUNG ISA.. tanggapi itu buku ali sina.. yg sudah saya ungkapkan diatas.. atau baca dengan jelas di

      http://www.buktidansaksi.com/files/Resources/books_free_download/Understanding%20Muhammad%20Psychobiography%20%28Memahami%20Muhammad%20Psikobiografi%29.pdf

      jgn nyelonong bahas kristen.. ga malu kalau netter lain lihat tulisan anda yg tidak menanggapi judul thread sama sekali?? malah OOT ke kristen..

    • dik niki knp hrs takut jg membahas kitab porno, gmn dagangan kitabnya laris kalo gak berani iklan?? dik niki jg knp gak berani masuk ke thread yg ditunjuk bung Islamthis, takut ya? dik niki apa gak capek belajar copas melulu? kpn adik pny kemampuan utk pny berbicara sndiri?

      kalo dik niki gak bisa menyanggah, berarti dagangan kristen selama ini hanya indomie & uang sogok coz mereka gak pede ama kitabnya.

    • ISA :dik niki knp hrs takut jg membahas kitab porno, gmn dagangan kitabnya laris kalo gak berani iklan?? dik niki jg knp gak berani masuk ke thread yg ditunjuk bung Islamthis, takut ya? dik niki apa gak capek belajar copas melulu? kpn adik pny kemampuan utk pny berbicara sndiri?
      kalo dik niki gak bisa menyanggah, berarti dagangan kristen selama ini hanya indomie & uang sogok coz mereka gak pede ama kitabnya.

      JAWAB : LOH SILAHKAN BAHAS..nyantai aja.. hanya saja.. saya mengikuti sopan santun dari thread ini.. lihat diatas judulnya understanding muhammad… LALU KENAPA KAU BAHAS KRISTEN DITHREAD INI??? BUKANNYA ADA BANYAK THREAD LAIN DISITUS INI YG MEMBICARAKAN KRISTEN?? kenapa tidak dthread lain saja.. biar alur diskusi disini bisa fokus tentang pembahsan buku understanding muhammad…

      ibaratkan ada seminar tentang pembahasan KAMBING..si moderator sudah menyiapkan alur diskusi dan topik tentang KAMBING.. tapi si audence nyelonong bahas tentang BABI… apakah ini sopan bung??

      TOLONGLAH pembahasan mengikuti alur diskusi diatas.. saya saja yg sebagai tamu mengerti sopan santun..

    • Dik niki jg gak pny sopan santun ama bung Islamthis sbg tuan rumah. Knp adik gak masuk link yg diberikan ama beliau, hrsny adik mengikuti aturan tuan rumah, betull?
      One more adik gak pny wewenang utk mengingatkan kak isa, yg pny wewenang memperingatkan adlh bung Islamthis. So kalo adik gak bs sanggah coment kakak ya gak apa2 kakak gak marah, lha wong dik niki kan baru belajar copas.

    • hah emang begini mental org karosetan, selalu bilang GA NYAMBUNG alias OOT …

      pdh semua teks itu berhubungan. krn takut kalah lah, makanya dia terpaksa pasang strategi JERIT2 OOT … mirip banget ama FFI …

    • @Islamthis : emang ga nyambung.. LIAT AJA THREAD DIATAS “UNDERSTANDING MUHAMMAD BY ALI SINA”.. kenapa harus berbelok bahasannya kekristen?? mikir mas!!

  4. dear nikita …

    kamu bangga banget ya, ama karosetan???

    sebelum kamu bangga dg agama karosetan kamu yg supermesum itu, baca dulu nih artikel saya,

    https://islamthis.wordpress.com/2010/11/19/kristen-dan-kemesuman-umat/

    https://islamthis.wordpress.com/2010/12/01/jika-nkri-mayoritas-kristen%E2%80%A6/

    https://islamthis.wordpress.com/2010/10/28/kesaksian-ilmiah-bahwa-alkitab-diselewengkan/

    https://islamthis.wordpress.com/2010/10/28/alkitab-memberi-informasi-yang-salah/

    https://islamthis.wordpress.com/2010/09/27/patung-yesus-disambar-petir/

    https://islamthis.wordpress.com/2010/09/27/jesus-menurut-barbara-thiering/

    https://islamthis.wordpress.com/2010/09/24/3-ketololan-karosetan/

    https://islamthis.wordpress.com/2010/09/23/lagi-karosetan-pelintir-sejarah-atahualpa/

    https://islamthis.wordpress.com/2010/08/27/bible-tidak-pernah-mengutuk-kabah/

    https://islamthis.wordpress.com/2010/08/27/ternyata-vampire-adalah-tuhan-bapa/

    https://islamthis.wordpress.com/2010/08/27/mari-bersalawat-secara-bible/

    https://islamthis.wordpress.com/2010/08/31/jesus-dan-muhammad-sebagai-mahaguru/

    https://islamthis.wordpress.com/2010/09/03/paulus-membawa-kitab-kepalsuan/

    https://islamthis.wordpress.com/2011/10/05/misi-gereja-adalah-berbohong/

    https://islamthis.wordpress.com/2010/12/01/jika-nkri-mayoritas-kristen%E2%80%A6/

    —–> nah silahkan komentar.

    saya tegaskan TIDAK ADA KEPENTINGAN SAYA BACA BUKU ALI SINA selama kamu belum merespon artikel2 saya tsb …

    owce????

    • @Islamthis : saya tegaskan TIDAK ADA KEPENTINGAN SAYA BACA BUKU ALI SINA

      JAWAB : LHA?? YG BUKA THREAD TTG BUKU ALI SINA DIATAS KAN ANDA?? KOQ MALAH BILANG BEGITU?? KENAPA SIH ANDA TAKUT BGT SAMA BUKU ITU?? ITU KAN HANYA BUKU?? MALU2 IN AJA

      @Islamthis: selama kamu belum merespon artikel2 saya tsb …

      JAWAB : SAYA SUDAH MERESPONNYA.. yang kamu bahas itu pendahuluan koq. bukan analisa mulai bab 1… nah silahkan dong bahas..mulai bab 1-7..

      saya pun pada pendahuluan bisa seperti ali sina..
      contoh : amrozi meledakkan dirinya dengan bom karena pengaruh alquran.. nah gampang bukan??
      tapi mana analisa yg menguatkan hal itu?? ..ya anda baca mulai bab 1 mas sampai selesai.. ANDA MEMALUKAN SEKALI!!..MEMBUKA THREAD TTG BUKU ALI SINA.. TAPI TAKUT MEMBACANYA.. kalau kau membahas mulai bab 1-7 sampai selesai.. saya akan menanggpi link2 yg kamu berikan

  5. ini dari lanjutan bab 1 dari buku alisina yg terpotong…

    Menikah dengan Khadijah

    Akhirnya, ketika Muhammad berusia 25, Abu Talib mencarikannya pekerjaan sebagai bendahara di sebuah perusahaan milik wanita pedagang kaya yang juga masih saudara jauh, bernama Khadijah. Khadijah berusia 40 tahun, dia adalah seorang janda yang sukses dalam berdagang. Muhammad melakukan satu perjalanan ke Syria untuk memenuhi perintah Khadijah dengan menjual dagangannya dan membeli pesanannya. Ketika dia kembali, Khadijah jatuh cinta pada Muhammad, dan meskipun Muhammad hanyalah pelayannya, Khadijah melamar Muhammad untuk menikah dengannya.

    Muhammad butuh dukungan finansial dan emosional. Baginya, pernikahan dengan Khadijah merupakan untung besar. Dari Khadijah, dia bisa mendapatkan kasih akung keibuan yang tidak didapatkannya sejak kecil, dan juga jaminan keuangan sehingga dia tidak perlu kerja lagi.

    Khadijah dengan senang hati memenuhi segala keperluan suaminya. Dia merasa bahagia dari melakukan kegiatan memberi, mengasuh, dan mengorbankan diri.

    Muhammad tidak suka bekerja. Dia lebih memilih mengasingkan diri dan berkhayal dengan pikiran2nya sendiri. Bahkan sewaktu kecil, dia pun menghindari anak2 lain dan tidak mau berteman dengan mereka. Dia seringkali menyendiri. Dia tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa bahagia dan menikmati kehidupan. Dia jarang tertawa, dan jika dia tertawa, dia menutup mulutnya. Dari sinilah awalnya kebiasaan Muslim menganggap tertawa bukan perbuatan suci.

    Dalam dunianya yang penuh khayalan, Muhammad tidak lagi merasa terasing dan tak diinginkan seperti yang dialaminya ketika kecil, tapi dia merasa dikasihi, dihormati, dipuji, dan bahkan ditakuti. Ketika dunia nyata terlalu berat untuk dihadapi dan dia merasa kesepian, maka dia melarikan diri ke dunia khayalannya, di mana dia bisa menjadi siapapun yang dia inginkan. Tentunya dia telah melakukan hal ini sejak masih sangat kecil ketika hidup di keluarga angkatnya dan menghabiskan waktu sendirian di gurun pasir. Dunia fantasinya yang ideal dan menyenangkan selalu menjadi tempatnya berlindung selama hidupnya. Baginya, dunia fantasi itu sama dengan dunia nyata, hanya jauh lebih menyenangkan. Muhammad tidak membantu Khadijah mengurus ke sepuluh anaknya karena dia lebih memilih menyendiri di gua2 sekitar Mekah, menghabiskan waktunya seharian di dunianya sendiri, sibuk berkhayal dan bermimpi.

    Pengalaman Mistik

    Suatu hari, ketika Muhammad berusia 40 tahun, dan setelah menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah gua seorang diri, Muhammad mengalami pengalaman yang aneh. Dia mulai mengalami kontraksi otot, sakit perut, dan merasa seperti dihimpit kuat2, kejang2 otot, kepala dan bibir bergerak-gerak di luar kontrol, berkeringat, dan jantung berdebar-debar. Dalam keadaan ini, dia mendengar suara2 dan mengaku melihat hantu.

    Dia lari ke rumah ketakutan, gemetar dan berkeringat. “Tutupi aku, tutupi aku,” pintanya kepada istrinya. “O Khadijah, ada apa dengan diriku?” Dia menceritakan semua yang terjadi dan berkata, “Aku takut sesuatu telah terjadi padaku.” Dia mengira kerasukan setan lagi. Khadijah menenangkannya dan mengatakan padanya untuk tidak merasa takut, karena dia sebenarnya didatangi seorang malaikat dan dipilih sebagai nabi.

    Setelah pertemuannya dengan makhluk halus yang disebut istrinya sebagai malaikat Jibril, Muhammad yakin akan status nabinya. Kedudukan nabi menyenangkan hatinya dan memenuhi angan2nya untuk merasa megah diri. Dia pun mulai berkhotbah.

    Lalu apakah isi pesan khotbahnya? Tidak ada pesan apapun. Yang dia tahu adalah dia telah menjadi seorang rasul. Karena itu, pesan utama hanyalah menyampaikan berita kerasulannya kepada siapapun dan membuat orang percaya bahwa dia adalah seorang rasul. Sebagai hasilnya, orang harus menghormatinya, mencintainya, mentaatinya, dan bahkan takut terhadap dirinya. Setelah berkhotbah selama 23 tahun, inti pesan Muhammad tetaplah sama. Pesan utama Islam adalah Muhammad adalah seorang rasul dan orang harus taat padanya. Siapapun diharapkan untuk menghormatinya, mencintainya, mentaatinya, dan bahkan takut padanya. Selain dari itu, tiada pesan apapun. Yang tidak mau taat akan dihukum, baik di dunia fana maupun baka. Keesaan Tuhan yang menjadi dasar agama Islam, awalnya bukan merupakan bagian pesan Muhammad.

    Setelah membuat jengkel masyarakat Mekah selama bertahun-tahun dengan mengejek agama dan dewa2 mereka, maka masyarakat Mekah akhirnya tidak mau berhubungan dengan dia dan pengikutnya lagi, termasuk hubungan dagang. Sikap mendiamkan dan boikot ekonomi mengakibatkan banyak kesusahan pada kaum Muslim sehingga Muhammad memerintahkan mereka pindah ke Abyssinia. Akhirnya, untuk menyenangkan hati masyarakat Mekah, Muhammad terpaksa berkompromi. Ibn Sa’d menulis: “Suatu hari sang Nabi berada di kumpulan orang di Ka’bah dan membacakan bagi mereka Sura an-Najm (Sura 53). Ketika sampai di ayat 19-20 yang tertulis, “Apakah kau telah mempertimbangkan Lat dan Uzza, dan Manat, yang ketiga, yang paling akhir? Setan menaruh kedua ayat2 itu di mulut sang Nabi. “Mereka cantik, dan ada harapan dalam ibadahnya.”[22] Kata2 ini menyenangkan hati masyarakat Quraish dan mereka menghentikan boikot ekonomi dan permusuhan. Kabar ini terdengar oleh para Muslim di Abyssinia yang lalu dengan senang balik kembali ke Mekah.
    [22] Tabaqat Volume I, halaman 191

    Tak lama kemudian, Muhammad sadar bahwa mengakui putri2 Allâh sebagai dewi-dewi telah merusak kedudukannya sendiri sebagai satu2nya perantara bagi Allâh dan manusia, dan membuat agamanya tidak beda dengan agama pagan, dan karena itu agamanya jadi tak berguna. Maka dia menarik kembali kedua ayat yang mengakui putri2 Allâh dan menyebutnya sebagai ayat2 setan. Setelah itu dia mengeditnya dengan “Apa! Anak2 laki bagimu dan bagiNya anak2 perempuan! Ini jelas pembagian yang tidak adil!” [23] Artinya, betapa beraninya kamu menyebut Tuhan punya anak2 perempuan, sedangkan kau sendiri bangga punya anak2 laki? Kaum wanita dianggap bodoh dan karenanya tidak layak bagi Allâh untuk punya anak2 perempuan. Memang ini benar2 tidak adil.
    [23] Qur’an, 53:19-22

    Beberapa pengikut Muhammad meninggalkannya karena kejadian ini. Untuk mensahkan pergantian ayat dan mendapatkan kembali kepercayaan pengikutnya, dia mengaku semua nabi juga kadangkala ditipu setan, yang memberi gagasan secara licik agar mereka mengucapkan ayat2 setan dan sepertinya itu datang dari Tuhan.
    Qur’an Al-Hajj (22) ayat 52-53
    (52) Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (53) agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang lalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat,

    Muhammad menulis ayat2 di atas karena beberapa pengikutnya sadar dia mengarang Qur’an sesuai situasi dan kondisi, sehingga mereka lalu meninggalkannya. Yang dikatakan Q 22:52-53 sebenarnya adalah:
    Jika aku, Muhammad, ngawur dan tertangkap basah olehmu, maka itu adalah salahmu sendiri karena hatimu rusak.
    Tiga belas tahun telah berlalu dan Muhammad hanya punya sekitar 70 sampai 80 orang pengikut. Istrinya yang tidak hanya menafkahinya, tapi juga mengaguminya, memujanya, memujinya, dan dia adalah pengikut Muhammad yang pertama. Posisi sosialnya yang terhormat meyakinkan orang2 lain seperti Abu Bakar, Othman (Usman) dan Omar untuk bergabung jadi pengikut Muhammad pula. Selain dari mereka, pengikut Muhammad yang lain adalah budak2 milik orang2 kaya Quraish, dan beberapa pemuda yang tak punya pengaruh.

  6. Kebohongan Penindasan

    Ajakan Muhammad kepada masyarakat Mekah untuk masuk Islam tidak digubris. Masyarakat Mekah, sama seperti kebanyakan non-Muslim di jaman modern, bersikap toleran terhadap semua agama. Di jaman itu, tidak ada penindasan dengan alasan agama. Secara alami, masyarakat polytheis memang umumnya toleran terhadap agama lain. Memang mereka tersinggung ketika Muhammad menghina dewa2 mereka, tapi mereka tidak melukai Muhammad.

    Muhammad mengajak pengikutnya meninggalkan Mekah. Dengan sendirinya, mereka yang tinggal di Mekah tidak suka akan hal ini. Sanak keluarga Muslim dan juga majikan2 budak yang memeluk Muslim tidak merasa suka. Beberapa budak Muslim yang mencoba melarikan diri ditangkap dan dipukuli. Ini tentunya bukan penindasan agama. Orang2 Mekah hanya ingin mempertahankan apa yang mereka anggap sebagai harta milik mereka. Contohnya, ketika Bilal (Muslim kulit hitam) ditangkap, majikannya yang bernama Umaiyah memukuli dan merantainya. Abu Bakr membeli Bilal dan memerdekakannya. Bilal dihukum majikannya karena mencoba melarikan diri, dan ini berarti majikannya akan kehilangan budak yang dianggap harta milik. Jadi Bilal tidak dihukum karena dia memeluk Islam. Ada pula kisah2 tentang Muslim yang dipukuli anggota keluarga mereka karena masuk Islam. Sebuah hadis mengisahkan Omar sebelum jadi Muslim mengikat saudara perempuannya dan memaksanya meninggalkan Islam. [24] Omar memang tidak toleran dan suka main pukul sebelum dan sesudah memeluk Islam. Di Timur Tengah, pengertian individualisme tidak dikenal. Yang kau percaya dan lakukan adalah urusan keluarga juga. Hal ini terutama berlaku bagi para wanita yang tidak dapat membuat keputusan mereka sendiri. Bahkan saat modern sekarang pun, para Muslimah dapat dibunuh keluarganya (bunuh demi harkat – honor killing) jika mereka berkeputusan menikahi pria pilihan mereka sendiri tanpa minta persetujuan keluarganya.
    [24] Sahih Bukhari Volume 5, Book 58, Number 207

    Ada pula kisah penindasan seorang Muslimah yang bernama Summayyah. Ibn Sa’d adalah satu2nya penulis sejarah yang menyatakan Summayyah mati sebagai martir di tangan Abu Jahl. Al-Bayhaqi yang mengutip tulisan Ibn Sa’d berkata, “Abu Jahl menusuk kemaluannya.” [25] Jika kejadian martir ini benar2 terjadi; maka hal ini akan disiarkan dengan hebat oleh setiap penulis biografi dan dilaporkan berulang-ulang dalam ahadis (kumpulan hadis). Ini adalah contoh di mana sejarawan Muslim dari awal memang sering mengarang sendiri kejadian sejarah Islam.
    [25] Al-Dalaa’il, 2/282

    Apalagi Ibn Sa’d sendiri juga menyatakan bahwa Bilal adalah martir yang pertama. Bilal telah lama selamat dari penindasan majikannya, dan dia kembali lagi ke Mekah saat kota itu ditaklukkan Muhammad. Bilal lalu mengumandangkan Azan di atap Ka’bah. Dia meninggal karena alasan alamiah.

    Beberapa sumber Islam mengatakan bahwa suami Summayyah yang bernama Yasir dan putra mereka yang bernama Ammar dibunuh di Mekah. Akan tetapi Muir juga menunjukkan bahwa setelah Yasir meninggal karena alasan alamiah, Summayyah menikah dengan budak Yunani bernama Azraq dan dari pria ini dia punya anak yang bernama Salma. [26] Kalau begitu, bagaimana bisa Summayyah mati dibunuh? Azraq tinggal di Taif (tak jauh dari Mekah). Lima belas tahun kemudian, Muhammad mengepung Taif. Azraq merupakan salah satu dari beberapa budak Taif yang membelot ke perkemahan Muhammad. Sudah sewajarnya untuk menyimpulkan bahwa setelah kematian Yasir, Summayyah menikah dengan Azraq dan hidup bersamanya di Taif. Jadi kisah kematian Summayyah sebagai martir hanyalah dongeng Islam belaka.
    [26] Sir William Muir: The Biography of Mahomet, and Rise 0f Islam. Chapter IV page 126

    Muhammad tidak menentang perbudakan. Di waktu kemudian, setelah dia berkuasa, dia memaksa ribuan orang yang merdeka untuk diperbudak. Perintahnya kepada Muslim untuk meninggalkan Mekah mengganggu keadaan sosial dan mengakibatkan kerusuhan. Karena hal itu dan karena sikapnya yang terus menghina agama mereka, maka Muhammad jadi orang yang dibenci masyarakatnya sendiri, yakni masyarakat Quraish. Meskipun demikian, dia dan pengikutnya tidak ditindas gara2 Islam. Orang2 Muslim menuduh tanpa bukti. Kaum politheis kebanyakan tidak peduli agama orang lain, karena memang mereka cenderung bersikap pluralistik. Ka’bah adalah tempat 360 patung berhala, setiap patung mewakili suku tertentu. Ada suku Yahudi, suku penganut agama Kristen, Zoroastria, Sabean (agama yang percaya satu Tuhan dan sudah musnah), dan berbagai macam agama lain di Arabia, dan para penganutnya bebas melakukan ibadah agamanya. Ada pula nabi2 lain yang juga berkhotbah tentang agamanya. Sikap tidak toleran terhadap kepercayaan lain di Arabia bermula dengan Islam.

    Tidak ada bukti penindasan terhadap Muhammad dan Muslim di Mekah. Meskipun demikian Muslim menuduh begitu hanya karena Muhammad mengatakannya. Muslim memang tidak ragu dengan apa yang dikatakan Muhammad. Herannya, beberapa ahli sejarah non-Muslim yang tidak suka Islam bahkan juga terjebak dan mengumumkan ketidakbenaran sejarah ini. Muhammad mengaku sebagai korban, tapi sebenarnya malah dia sendiri yang menindas. Muslim pun melakukan hal yang sama. Di mana2 Muslimlah yang membunuh, menindas, dan menekan, tapi mereka sendiri yang menjerit paling keras dan mengaku sebagai korban dan pihak yang ditindas. Untuk memahami kecenderungan ini, kita harus mengerti keadaan jiwa Muhammad dan pengikutnya. Ini akan dibahas di bab berikut.

    Hijrah ke Medina

    Karena sibuk mengurus sepuluh anak tanpa bantuan dari suami, Khadijah tidak sempat mengurus bisnisnya, sehingga setelah dia meninggal dunia, keluarganya jadi miskin. Setelah Khadijah meninggal, pendukung lain Muhammad yakni pamannya Abu Talib juga meninggal. Karena kehilangan dua pendukung setianya dan tidak dipedulikan masyarakat Mekah, maka Muhammad mengambil keputusan hijrah ke Medina. Apalagi sebelum hijrah dia sudah mendapat sumpah setia dari beberapa orang Medina untuk mendukungnya. Muhammad memerintahkan para pengikutnya hijrah duluan. Beberapa dari mereka merasa ragu untuk berangkat, sehingga Muhammad mengancam mereka jika mereka tidak mau pergi, maka mereka akan jadi penghuni Neraka. [27]
    [27] Qur’an 4:97: Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali

    Muhammad sendiri tetap tinggal di Mekah. Lalu di suatu malam, dia mengaku Allâh memberitahunya bahwa musuh2nya berusaha untuk mencelakainya. Dia lalu meminta kawan setianya Abu Bakr untuk menemaninya diam2 pergi ke Medina. Ayat berikut mengisahkan kejadian tersebut:
    Q 8:30
    Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.

    Dalam ayat Qur’an ini, tampaknya Allâh menduga2 apa yang akan direncanakan orang2 Mekah. Bukankah ini jelas hasil dari kecurigaan Muhammad saja? Muhammad hidup diantara masyarakat Mekah selama 13 tahun, mengganggun mereka dan menghina agama mereka, sama seperti yang dilakukan Muslim saat ini terhadap agama2 lain, tapi mereka tetap saja bersikap toleransi terhadap Muhammad. Selain dari tuduhan Muhammad sendiri, tidak ada catatan sejarah yang membuktikan mereka ingin mencelakai dirinya.

    Dalam sejarah yang ditulis para Muslim sendiri, tidak ada bukti penindasan terhadap muhammad. Kaum2 tua Quraish yang muak dengan hinaan2 Muhammad melaporkan hal itu kepada pamannya yang sudah tua Abu Talib dan berkata, “Keponakanmu ini telah mengucapkan kata2 hinaan terhadap dewa2 dan agama kami, dan telah mengatakan kami bodoh, dan mengatakan semua kakek moyang kami sesat. Sekarang, kau yang berada di pihak kami silakan balas dia; (karena kau pun mengalami hinaan yang sama), atau jangan lindungi dia agar kami yang membalasnya.” [28]
    [28] Sir William Muir, Life of Muhammad, Vol. 2, bab 5,. hal. 162.

    Ini bukan ucapan orang2 yang suka menindas. Ini adalah sebuah permintaan dan peringatan agar Muhammad berhenti menghina dewa2 mereka. Bandingkan dengan tindakan kaum Muslim modern ketika nabi mereka digambarkan di beberapa kartun. Muslim2 ini mengamuk dan di tempat2 jauh seperti Nigeria dan Turki, mereka membunuh hampir 100 orang yang tidak bersalah atas pembuatan kartun2 itu. Tapi masyarakat Quraish bertoleransi atas hinaan2 terhadap dewa2 mereka selama tiga belas tahun.

    Di malam Muhammad ditemani Abu Bakr melarikan diri ke Medina adalah awal dari sejarah Islam. Di Medina, dia menemukan orang2 Arab yang tidak semakmur orang2 Mekah. Tidak seperti orang2 Mekah, orang2 Medina tidak tahu tentang latar belakang dan perilaku Muhammad. Karena itu, mereka lebih terbuka menerima ajarannya.

    Muhammad bukanlah orang Arab pertama yang mengaku sebagai nabi. Beberapa orang lain dari bagian Arab lain telah mengaku diri nabi dan mereka adalah saingannya. Yang paling terkenal adalah Musailama yang telah mulai khotbah beberapa tahun sebelum Muhammad mengaku nabi. Tapi tidak seperti Muhammad, Musailama berhasil diterima di kota dan masyarakatnya sendiri. Hal yang menarik lainnya adalah seorang wanita bernama Sijah juga mengaku sebagai nabi dan diapun punya banyak pengikut. Kedua nabi ini mengajarkan monotheisme. Hal ini merupakan bukti meyakinkan bahwa sebelum masa Islam mendominasi Arabia, wanita2 lebih dihormati dan punya lebih banyak hak daripada jaman setelah Islam. Tidak ada satupun dari nabi2 yang memakai kekerasan untuk mengembangkan agama mereka atau merampok orang lain. Mereka tidak mau menaklukkan daerah2 baru atau mendirikan kerajaan, tapi sesuai dengan tradisi nabi dalam Alkitab, mereka hanya ingin berkhotbah dan mengajak umatnya menyembah Tuhan. Muhammad adalah satu2nya nabi doyan perang di Arabia. Nabi2 yang lain juga tidak bermusuhan satu sama lain. Mereka bekerja sama dan tidak berseteru untuk mendapatkan pengaruh lebih banyak.

    Masyarakat Arab Medina lebih dapat menerima Muhammad, bukan karena ajarannya yang intinya hanya percaya bahwa dia itu nabi, tapi karena mereka bersaing dengan masyarakat Yahudi. Di daerah Medina banyak terdapat masyarakat Yahudi. Sesuai dengan agama mereka, masyarakat Yahudi merasa mereka sebagai “bangsa pilihan.” Mereka pun lebih kaya dan terpelajar dibandingkan masyarakat Arab, sehingga ini menimpulkan kecemburuan sosial dalam diri masyarakat Arab. Sebagian besar tanah Medina dimiliki orang2 Yahudi. Kota Medina adalah kota Yahudi. Kitab al-Aghani [29] mencatat penduduk Yahudi pertama di Medina datang di jaman Musa. Akan tetapi dalam buku abad ke 10 berjudul Futuh al-Buldan (Penaklukan Kota2), Al Baladhuri menulis bahwa menurut masyarakat Yahudi, perpindahan penduduk Yahudi kedua terjadi di tahun 587 SM, ketika Raja Babilon bernama Nebuchadnezzar menghancurkan Yerusalem dan mengusir kaum Yahudi sehingga tersebar di mana2. Di Medina, kaum Yahudi hidup sebagai pedagang, ahli emas, ahli besi, ahli seni, petani, sedangkan kaum Arab adalah kuli dan pekerja yang bekerja bagi kaum Yahudi. Kaum Arab ini datang ke Medina sekitar tahun 450 atau 451 M dan ini berarti paling sedikit 1000 tahun SETELAH kaum Yahudi datang dan hidup di Medina. Kaum Arab pindah ke Medina karena terjadi banjir besar di Yemen yang memaksa suku2 Arab di daerah Sab mengungsi ke daerah lain di Arabia. Suku2 ini datang di Medina di abad ke 5 sebagai pengungsi. Setelah kaum Arab ini memeluk Islam, mereka mengusir dan membantai tuan rumah mereka dan mengambil alih kota.
    [29] Beberapa jilid puisi yang dikumpulkan oleh Abu al-Faraj Ali dari Esfahan. Kumpulan ini terdiri dari puisi2 dari literatur Arab tertua mulai dari abad ke 9 M. Ini merupakan sumber keterangan penting tentang masyarakat Islam kuno.

    Setelah hidup di Yathrib (nama kota asli sebelum diganti nama menjadi Medina), kaum Arab mulai menjarah dan merampoki orang2 Yahudi. Kaum Yahudi sebagai balasnya berkata sama seperti yang dikatakan orang2 yang ditindas: jika Juru Selamat mereka datang, maka Dia akan membalas mereka. Ketika kaum Arab mendengar Muhammad mengaku sebagai Rasul Tuhan dan mengumumkan dirinya diramalkan oleh Musa, mereka mengira dengan menerima dia sebagai Rasul dan memeluk Islam, maka mereka dapat menyamai kaum Yahudi.

    Ibn Ishaq menulis: “Sekarang Allâh telah mempersiapkan jalan bagi Islam agar mereka (orang2 Arab) hidup berdampingan dengan kaum Yahudi, yang adalah para ahli kitab dan pengetahuan, ketika mereka dulu adalah orang2 penyembah banyak dewa dan berhala. Mereka seringkali merampok kaum Yahudi di daerah2 mereka, dan jika marah kaum Yahudi biasa berkata pada mereka, ‘Seorang nabi akan segera dikirim. Harinya segera tiba. Kami akan mengikutnya dan membunuh kalian dengan bantuannya…. Jadi ketika mereka mendengar pesan nabi, mereka berkata satu sama lain: ‘Inilah nabi yang diperingatkan kaum Yahudi pada kita. Jangan biarkan mereka menemukannya sebelum kita!” [30]
    [30] Sirat Rasul Allah oleh Ibn Ishaq, hal.197

    Sungguh ironis bahwasanya agama Yudaisme dan kepercayaan akan datangnya Juru Selamat ternyata jadi dasar kekuatan Islam. Tanpa hal ini, Muhammad tidak akan pernah punya pengikut dan Islam akan cepat mati sama seperti aliran2 sesat lainnya.

    Sekali lagi, hanya sedikit atau bahkan tidak ada bukti yang mendukung tuduhan2 Muhammad bahwa masyarakat Mekah menindas kaum Muslim. Tuduhan ini diulang-ulang terus-menerus oleh sejarawan2 Muslim maupun non-Muslim. Kemaharan dan sikap permusuhan terhadap Muslim adalah akibat dari perbuatan Muhammad itu sendiri. Ini jelas tidak sama dengan apa yang dilakukan Muslim saat ini atau semua penindasan yang dilakukan Muslim terhadap pengikut2 ajaran non-Islam. Muhammad sendiri, bukan orang2 Mekah, yang menyuruh Muslim meninggalkan rumah mereka. Muhammad bahkan menjanjikan ini:
    Q 16:41
    Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui

    Orang2 Mekah yang hijrah ke Medina tidak punya mata pencarian. Jadi bagaimana Muhammad memenuhi janjinya untuk memberikan “tempat yang bagus” pada mereka yang meninggalkan rumah mereka karena perintahnya? Mereka jadi miskin dan tergantung pada belas kasihan orang2 Medina untuk bisa hidup. Muhammad nyaris kehilangan wibawanya. Para pengikutnya mulai berbisik-bisik tidak puas. Beberapa malah meninggalkannya. Reaksi Muhammad adalah ayat ancaman baru:
    Q 4:89
    Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorang pun di antara mereka pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

    Apakah arti ayat di atas yang berisi larangan berteman dan ancaman bunuh yang menuduh kaum Mekah mengusir Muhammad dan pengikutnya meninggalkan tempat tinggal mereka? Dalam ayat ini, Muhammad mengatakan pada pengikutnya untuk membunuh Muslim2 lain yang meninggalkannya dan berniat kembali ke Mekah. Hal ini persis seperti yang terjadi di tempat jemaat Pendeta Jim Jones di Guyana, di mana Jim Jones memerintahkan orang2nya untuk menembaki siapapun yang berusaha melarikan diri. Semua ini diciptakan untuk mengasingkan jemaatnya sehingga dia bisa mengendalikan dan mencuci-otak mereka dengan lebih mudah. Jika seseorang jauh dari keluarga dan teman2nya, dan bergabung dengan sebuah aliran yang mengelabui pikirannya, maka orang itu akan sukar berpikir kritis dan sukar mempertanyakan kekuasaan pemimpinnya. [31]
    [31] Jalal al-Din al-Suyuti menulis: “sekelompok orang dari Mekah masuk Islam dan berima; sebagai akibatnya, para sahabat di Mekah menulis surat kepada mereka dan meminta mereka untuk melakukan hijrah; karena jika mereka tidak mau, maka mereka tidak dianggap sebagai Muslim. Mereka setuju dan meninggalkan Mekah tapi kemudian segera disergap orang2 kafir (Quraish) sebelum mencapai tujuan; mereka dipaksa murtad, tapi tidak mau.” [Jalal al-Din al-Suyuti “al-Durr al-Manthoor Fi al- Tafsir al-Ma-athoor,” vol.2, p178;]
    Suyuti menulis di salah satu Hadis Rasul Allâh berkata, “Tiada Hijra (dari Mekah ke Medina) setelah Mekah ditaklukan, tapi Jihad dan tujuan baik tetap dilakukan; dan jika kau diperintahkan (oleh pemimpin Muslim) untuk berperang, maka segeralah berperang.”
    Ini menunjukkan bahwa sebelum Mekah ditaklukan, hijrah ke Mekah merupakan kewajiban bagi Muslim. Ini merupakan bukti tambahan bahwa Muslim dipaksa Muhammad untuk meninggalkan rumah2 mereka, sedangkan sanak keluarga mereka berusaha berbagai cara untuk mencegah orang2 yang mereka kasihi mengikuti Muhammad.
    Jalal al-Din al-Misri al-Suyuti al-Shafi`i al-Ash`ari, yang dikenal juga sebagai Ibn al-Asyuti (849-911) adalah imam mujtahid imam dan pembahari Islam abad ke 10. Dia adalah ahli hadis, hukum Islam, Sufi, filologis, dan sejarah. Karyanya terdapat di setiap ilmu pengetahuan Islam.

  7. Penyerangan atas Banu Nadir

    Berikutnya adalah giliran Banu Nadir, satu suku Yahudi lainnya di Yathrib. Setelah melihat apa yang dilakukan Muhammad terhadap Banu Qainuqa’, Ka’b Ibn Ashraf, kepala suku Banu Nadir mencari perlindungan kaum Quraish dan seperti yang dijelaskan di atas, dia dibunuh.
    Sebelumnya telah perang pembalasan (Uhud) antara orang-orang Mekah dan Muslim di mana Muslim dikalahkan. Muhammad perlu mengkompensasi kekalahannya dan menguatkan kembali iman para pengikutnya bahwa Allah tidak membiarkan mereka kalah. Banu Nadir adalah target yang gampang.

    Sejarahwan Muslim Pakistan dan ahli tafsir Qur’an dan pencetus ide kebangkitan Islam, Maududi, mengisahkan sebagai berikut: “Beberapa lama setelah penjatuhan hukuman (pengusiran suku Qainuqa’ dan pembunuhan sejumlah penyair Yahudi), orang-orang Yahudi terus dicekam rasa ketakutan dan mereka tidak berani lagi bertindak. Namun kemudian di bulan Shawaal, tahun ketiga Hijrah, kaum Quraish dengan persiapan yang matang membalas dendam atas kekalahan mereka di Badr terhadap Madinah, dan orang-orang Yahudi melihat hanya ada beberapa ribu orang yang berperang dengan Nabi Suci (saw) melawan tiga ribu orang Quraish, dan malah 300 orang munafik melarikan diri kembali ke Medinah. Pengikut Abdullah ibn Ubayy, kepala suku Khazraj adalah yang pertama-tama melanggar persetujuan perdamaian dengan menolak bergabung dengan Nabi Suci membela kota tersebut walaupun mereka terikat perjanjian untuk melakukannya.”

    Sangatlah menakjubkan bahwa kaum Muslim berpikir bahwa orang-orang Yahudi terikat perjanjian untuk membantu Muhammad bertarung dalam perang agama melawan orang-orang Mekah, walaupun dia teah mengusir salah satu suku mereka (Yahudi) dan telah membunuh kepala suku mereka dan dua penyair mereka. Perang antara Muhammad dan orang-orang Quraish tidak ada hubungannya dengan orang Yahudi, dan dengan membunuh orang-orang Yahudi dan mengusir Banu Qainuqa’, Muhammd telah melanggar perjanjian perdamaian dengan mereka. Dan masih juga, untuk membenarkan kelakukan bejadnya, pembela Islam menyalahkan orang Yahudi dengan menuduh mereka melanggar perjanjian.

    Muhammad sekarang sedang mencari alasan untuk mengusir Banu Nadir. Mereka memiliki tanah pertanian terbaik di Yathrib dan taman-taman penuh pohon kurma dan mempekerjakan banyak orang Arab. Karena itu beberapa Muslim, yang berkat jasa Muhammad telah menjadi bandit ulung, membunuh dua orang dari Banu Kalb. Suku ini telah menandatangani perjanjian damai dengan Muhammad, di mana pengikut-pengikut Muhammad tidak boleh merampok atau membunuh mereka dan sebagai gantinya akan mendapat dukungan dari mereka. Para pembunuh itu mengira korban mereka adalah dari suku lain. Seperti yang digariskan tradisi, Muhammad harus membayar ganti rugi uang darah atas pertumpahan darah ini. Walaupun telah diperkaya dengan harta rampokan dari Banu Qainuqa’, sang Nabi pergi menghadap Banu Nadir dan meminta mereka turut membantu membayar uang darah itu sebagai bagian dari perjanjian damai. Ini adalah permintaan yang keterlaluan dan Muhammad mengharap Banu Nadir akan menolak, dan itu akan memberi dia alasan untuk memperlakukan mereka sebagaimana dia telah memperlakukan Banu Qainuqa’. Namun Banu Nadir terlalu takut untuk menolak permintaan tidak adil itu. Mereka setuju untuk membantu dan bubar untuk mengumpulkan uang. Muhammad dan teman-temannya duduk di bawah dinding, menunggu. Ini bukanlah apa yang direncanakan Muhammad. Dia telah datang membawa permintaan yang sangat tidak adil dengan harapan akan menerima reaksi negatif dan karenanya dapat melaksanakan rencana busuknya. Sekarang dia harus membuat strategi baru.

    Tiba-tiba dia mendapat “inspirasi” baru. Dia berdiri dan tanpa mengucap sepatah katapun kepada para pengikutnya, dia meninggalkan tempat itu dan pulang ke rumah. Ketika para pengikutnya menanyainya kemudian, dia berkata bahwa malaikat Jibril memberitahu dia bahwa orang-orang Yahudi bersekongkol untuk menjatuhkan batu ke kepalanya dari atas dinding di mana mereka sedang duduk. Dengan alasan ini dia mulai menyiapkan serangannya atas Banu Nadir.

    Tidak ada satupun pengikut Muhammad yang melihat orang memanjat dinding itu atau mendengar rencana pengancaman jiwa mereka. Namun orang-orang ini yang telah banyak mendapat keuntungan keuangan dengan mengikuti dia, percaya apa saja yang dikatakannya, tidak punya alasan ataupun kehendak untuk meragukan apa yang dikatakannya.
    Orang berakal yang mana saja bisa melihat kemustahilan cerita Muhammad. Jika Banu Nadir benar-benar mau dan berani membunuhnya, mereka tidak perlu memanjat dinding untuk menjatuhkan batu. Muhammad hanyalah didampingi segelintir pengikutnya, Abu Bakr, Omar, Ali dan mungkin satu atau dua lainnya lagi. Sangatlah mudah untuk membunuh mereka semua, jika memang ini yang mereka kehendaki. Tuduhan ini jelas-jelas palsu.

    Nabi yang percaya bahwa Allah itu khairul maakerin (penipu paling ulung), (Q.3:54) sendirinya adalah orang yang licik. Cerita tentang Jibril memberitahu dia tentang rencana orang Yahudi untuk mencabut nyawanya sama kredibelnya seperti cerita tentang kunjungannya ke neraka dan surga. Namun para pengikutnya yang gampang dibodohi itu percaya padanya dan sangat marah mendengar dongeng karangannya itu. Bersamanya merekapun maju menumpahkan darah orang-orang yang tidak berdosa.

    Maududi menutup ceritanya dengan berkata: “Sekarang tidak ada alasan untuk memberi mereka kemurahan hati lagi. Nabi suci segera memberi mereka ultimatum bahwa pengkhianatan terencana mereka terhadapnya telah diketahuinya; dan karena itu mereka harus meninggalkan Madinah dalam sepuluh hari. Jika mereka terdapati masih tinggal di tempat tinggal mereka, mereka akan dibunuh dengan pedang.” Maududi memberi contoh yang sempurna akan logika Muslim dengan menceritakan dongeng pengkhianatan Muhammad seakan-akan itu hal yang alami dan semestinya orang bertindak.

    Abdullah bin Ubayy berusaha keras membantu Banu Nadir, tetapi saat itu pengaruhnya terlalu lemah dan pengikut-pengikut Muhammad telah terbutakan oleh iman mereka. Mereka tidak mengizinkan bin Ubayy memasuki tenda Muhammad dan malahan menyerangnya dan melukai wajahnya dengan pedang.

    Setelah beberapa hari, Banu Nadir berunding untuk meninggalkan semua harta benda mereka bagi Muhammad dan meninggalkan kota. Beberapa di antara mereka pergi ke Suriah dan yang lainnya pergi ke Khaibar dan beberapa tahun kemudian dibunuh ketika Muhammad mengincar kekayaan kaum Yahudi di sana.

    Walaupun Muhammad membiarkan orang-orang ini pergi, rencananya yang pertama adalah untuk membantai mereka. Berikut ini adalah kutipan dari Sirat (Sejarah hidup Muhammad) yang membuat hal ini sangat jelas:
    Mengenai Banu al-Nadir, Surat al Mujadila diturunkan di mana dikisahkan bagaimana Allah membalas dendam pada mereka dan memberi Rasulnya kekuasaan atas mereka dan bagaimana Dia memperlakukan mereka. Allah berkata: “Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pad saat pengusiran kali yang pertama. ….Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan. Dan jika tidaklah karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka,” yang merupakan balas dendam dari Allah. “Benar-benar Allah mengazab mereka di duniaini, yaitu dengan pedang, dan di akhirat neraka jahanam.” [69]
    [69] Ibn Ishaq irat, hal. 438

    Dalam pengepungan ini Muhammad memerintahkan penebangan dan pembakaran pohon-pohon milik Banu Nadir. Kekejian ini tidak pernah dilakukan bahkan oleh orang-orang primitif Arab. Yang perlu dilakukannya untuk membenarkan kekejiannya ini hanyalah membuat teman khayalannya menyetujui apa yang telah dia lakukan. Ini sangat mudah dilakukan jika Allah tunduk pada kehendakmu.

    Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik. (Q. 59:5)

    Sangat mudah membayangkan mengapa di lingkungan kering kerontang padang pasir, para penghuni padang pasir menganggap penebangan pohon dan peracunan sumur sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan juga melanggar perjanjian perdamaian dan adat lokal.

    Seorang cendekiawan Muslim, Al-Mubarkpouri, berkata: “Rasul Allah (saw) menyita senjata mereka, tanah, rumah dan harta kekayaan mereka. Di antara rampasan itu dia berhasil menyita 50 baju pelindung, 50 helmet dan 340 pedang. Rampasan ini semuanya milik Nabi semata, karena tidak ada perang yang terlibat dalam penyitaannya. Dia membagikan rampasan itu sesuai kehendaknya di antara para Muhajirin dan dua orang miskin Ansar, Abu Dujana dan Suhail bin Haneef. Rasul Allah menghabiskan sebagian dari harta ini untuk keluarganya untuk kehidupan mereka sepanjang tahun. Sisanya digunakan untuk melengkapi tentara Muslim dengan senjata bagi perang-perang berikutnya dalam jalan Allah. Hampir semua ayat dalam surat al Hashr mengambarkan pengusiran kaum Yahudi dan menyingkapkan kelakuan memalukan kaum munafik. Ayat-ayat itu mewujudkan peraturan berkenaan dengan harta rampasan. Dalam surat ini, Allah yang maha kuasa memuji para Muhajirin dan Ansar. Surat ini juga menunjukkan kehalalan menebang dan membakar lahan musuh dan pohon-pohon untuk tujuan militer. Tindakan ini tidak bisa dianggap sebagai perusakan asalkan dilakukan dalam jalan Allah.”

    Seperti halnya Maududi, Mubarakpouri juga menunjukkan ketidak adanya hati nurani dan etika yang menjadi ciri khas ummah. Muslim melakukan apa yang nabi mereka lakukan. Mereka menganggap membakar dan merajah harta orang-orang non Muslim sebagai tindakan halal dalam perang, karena itu disetujui dan dilakukan sendiri oleh Muhammad. Berdasarkan tindakan Muhammad, dapat disimpulkan bahwa kekejaman dalam Islam, dengan sangat diakungkan, bukanlah penyimpangan dari Islam yang sejati. Pembunuhan, perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan adalah praktek Islam. Tidak ada yang melampaui batas dalam memajukan agama Allah.

    Anehnya, surat al-Hashrs diakhiri dengan menyuruh muslim bertakwa kepada Tuhan, yang membuatnya jelas bahwa ketakwaan bagi Muslim mempunyai arti yang sangat lain. Pembela Islam berkata bahwa moralitas jaman sekarang tidak boleh dipakai untuk menilai Muhammad yang hidup 1400 tahun yang lalu. Ironisnya, mereka menggunakan moralitas itu sebagai standar dan mencoba memaksakannya pada semua manusia setiap waktu.

    Seorang muslim menulis padaku, “Semua tulisan ini menjadi problematik bagi banyak orang karena pandangan mereka tentang apa yang benar secara moral dan apa yang salah secara moral. Sumber penyakit ini adalah mentalitas orang Kristen yang “memberi pipi lainnya” dan “penebusan penderitaan oleh Kristus” yang kedua-duanya telah menjadi penyakit dalam akal orang Eropa selama berabad-abad.”

    Aku tidak percaya moralitas dan etika adalah penyakit. Keduanya berasal dari hati nurani manusia dan merupakan prinsip2 Hukum Emas (Golden Rule). Kita tahu bedanya yang benar dan yang salah ketika kita mempertimbangkan bagaimana kita mau diperlakukan orang lain.

    Penyerangan terhadap Banu Quraiza

    Suku Yahudi terakhir yang menjadi korban kedendaman Muhammad adalah Banu Quraiza. Tidak lama setelah Perang Parit (Khandaq) selesai, orang-orang Mekah yang tidak tahan lagi terhadap serangan terus menerus Muhammad terhadap karavan mereka maju ke gerbang kota Madinah untuk menghukumnya. Atas ajuran seorang muslim Persia, mereka menggali parit di sekitar kota itu yang menyulitkan musuh-musuh Muhammad untuk memasuki kota, yang membuat mereka menarik diri. Muhammad menjadikan Banu Quraiza targetnya. Dia mengklaim bahwa malaikat Jibril mengunjunginya dan memintanya mencabut pedangnya dan menuju ke tempat tinggal Banu Quraiza dan memerangi mereka. “Jibril berkata bahwa dirinya dengan pasukan para malaikat akan pergi mengguncangkan pertahanan mereka dan menebarkan ketakutan di hati mereka,” [70] tulis Al-Mubarakpouri. Al-Mubarakpouri berkata lebih lanjut: “nabi Allah langsung memanggil si pengumandang azan dan memerintahkannya untuk mengumumkan perang baru terhadap Banu Quraiza.” [71]
    [70] AR-Raheeq Al-Makhtum by Saifur Rahman al-Mubarakpuri http://islamweb.islam.gov.qa/english/si … AGE-26.HTM
    [71] Ibid.

    Sangatlah penting dalam mempelajari Islam untuk mengerti bahwa panggilan untuk solat adalah juga panggilan untuk berperang. Kerusuhan-kerusuhan dan penjarahan kaum muslim selalu dimulai di mesjid setelah mereka bersolat. Mereka paling bersemangat di bulan suci Ramadan dan pada hari Jumat. Dalam khotbah peringatan hari kelahiran Muhammad di tahun 1981, Ayatollah Khomeini berkata:

    Mehrab (Mesjid)) berarti tempat perang, tempat untuk bertempur. Di luar mehrab, perang harus berlangsung. Seperti halnya semua perang-perang dalam Islam berlangsung terus di luar mehrab. Nabi memiliki pedang untuk membunuh orang. Imam-Imam suci kita cukup militan. Mereka semua adalah pendekar perang. Merka biasa menyandang perang. Mereka biasa membunuh orang. Yang kita perlukan adalah seorang Kalifah yang akan memotong tangan, memenggal leher dan merajam orang, seperti halnya rasul Allah biasanya memotong tangan, memenggal leher dan merajam orang. [72]
    [72] Ayatollah Khomeini: khotbah di hari kelahiran Muhammad di tahun 1981.

    Muhammad mengepalai pasukan tentara yang terdiri dari tiga ribu tentara infantri dan tiga puluh tentara beruda dari kalangan orang Ansar dan Muhajirin. Banu Quraiza dituduh bersekongkol dengan orang-orang Quraish melawan kaum Muslim. Pada kenyataannya, sejarahwan-sejarahwan Muslim membantah tuduhan ini dan berkata bahwa orang-orang Mekah menarik diri tanpa berperang karena mereka tidak menerima dukungan dari Banu Quraiza.

    Ketika Muhammad mengumumkan niatnya, Ali, sepupunya yang merupakan pendukung utamnya, bersumpah tidak akan berhenti hingga dia berhasil menyerbu benteng mereka atau mati. Pengempungan ini berlangsung selama 25 hari. Akhirnya Banu Quraiza menyerah tanpa syarat. Muhammad memerintahkan kaum lelaki diikat tangannya dan kaum wanita dan anak-anak dikurung. Saat itulah suku Aws yang merupakan sekutu Banu Quraiza datang memohon Muhammad untuk berlembut hati terhadap mereka. Muhammad menyarankan agar Sa‘d bin Mu‘adh, seorang penjahat bengis di antara mereka yang telah terluka berat oleh panah untuk menjatuhkan hukuman terhadap orang-orang Yahudi itu. Sa’d dulunya adalah sekutu Banu Quraiza, tetapi sejak dia masuk Islam hatinya telah berubah melawan mereka. Dia juga menyalahkan mereka terhadap luka yang didapatnya ketika seorang Mekah melontarkan anak panah dalam Perang Parit. Muhammad tahu bagaimana perasaan Sa’d terhadap Banu Quraiza. Sa’d adalah bodyanguard (pelindung)nya dan tidur di mesjid.

    Vonis Sa’d’s adalah “semua lelaki anggota suku yang bertubuh sempurna harus dibunuh, wanita dan anak-anak dijadikan tawanan dan harta mereka dibagi-bagikan di antara para pendekar Muslim.”

    Muhammad sangat senang mendengar vonis kejam itu dan berkata, “Sa‘d telah menghakimi berdasarkan Perintah Allah.” [73] Dia sering memakai nama Allah bagi keputusan-keputusannya sendiri. Kali ini dia memilih Sa’d untuk mewujudkan keinginannya.
    [73] Bukhari, Volume 4, Book 52, Number 280

    Al-Mubarakpouri menambahkan bahwa “Sesungguhnya orang-orang Yahudi itu pantas mendapat hukuman itu karena pengkhianatan mereka terhadap Islam, dan sejumlah besar senjata yang mereka kumpulkan, yang terdiri dari seribu lima ratus pedang, dua ribu tombak, tiga ratus baju pelindung dan lima ratus perisai, yang semuanya jatuh ke tangan kaum Muslim.”

    Al-Mubarakpouri lupa menyebutkan bahwa Banu-Quraiza telah meminjamkan senjata-senjata dan juga cangkul-cangkul mereka kepada kaum Muslim sehingga mereka bisa mengali parit dan membela diri mereka. Muslim tidak akan pernah berterima kasih kepada orang-orang yang menolong mereka. Mereka akan menerima pertolonganmu dan akan menikammu dari belakang begitu mereka tidak memerlukan engkau lagi. Akan kita lihat di bab berikutnya psikologi dari penyakit ini.

    Sejarawan2 Muslim sangat cepat menjatuhkan tuduhan tak berdasar terhadap Banu Quraiza untuk membenarkan pembantaian mereka. Merka menuduh Banu Quraiza licik, penghasut, pengkhianat dan bersiasat melawan Islam. Namun tidak ada bukti spesifik tentang dosa-dosa itu yang menyebabkan mereka layak menerima hukuman seberat itu dan juga pembantaian total. Parit-parit digali di bazaar di Madinah dan sekitar 600 – 900 orang dipenggal kepalanya dan badan mereka dibuang ke parit-parit itu.

    Huyai Ibn Akhtab, kepala suku Banu Nadir yang anak perempuannya yang telah menikah, Safiya, diambil Muhammad sebagai jatah rampasan perangnya ketika dia menyerang Khaibar, termasuk di antara para tawanan itu. Dia dibawa menghadap si pemenang perang dengan tangannya diikat di belakang badannya. Dengan sangat beraninya dia menolak Muhammad dan lebih suka mati daripada menyerah kepada lelaki bengis itu. Dia diperintahkan untuk berlutut dan kepalanya dipenggal di tempat.

    Untuk menentukan siapa yang harus dibunuh, anak-anak muda diperiksa. Yang telah tumbuh bulu kelaminnya dikelompokkan dengan para lelaki dewasa dan dipenggal kepalanya. Atiyyah al-Quriaz, seorang Yahudi yang berhasil lolos dari pembantaian itu menceritakan kemudian: “Aku termasuk di antara tawanan Banu Quraiza. Mereka (para Muslim) memeriksa kami, dan mereka yang telah mulai tumbuh bulu kelaminnya dibunuh, dan yang belum tidak dibunuh. Aku termasuk yang belum tumbuh bulu kelamin.” [74]
    [74] Sunan Abu-Dawud Book 38, Number 4390. Sunan Abu-Dawud termasuk kumpulan hadis sahih.

    Muhammad membunuh dan mengusir beberapa suku Yahudi, termasuk di antaranya B. Qainuqa’, B. Nadir, B. Quraiza. B. Mustaliq. B. Jaun dan orang-orang Yahudi dari Khaibar. Di saat sekaratnya, dia memerintahkan para pengikutnya untuk membersihkan Semenanjung Arabia dari semua orang kafir, [75] perintah yang kemudian dilaksanakan oleh Omar, Kalifah kedua. Dia memusnahkan orang-orang Yahudi, Kristen dan pemuja berhala, memaksa mereka masuk Islam, minggat atau dibunuh.
    [75] Bukhari Volume 4, Book 52, Number 288

    Sekarang, diperkaya dengan harta rampokan, Muhammad dapat lebih bermurah hati kepada orang-orang yang percaya padanya. Anas mengisahkan, “Orang-orang dulunya terbiasa memmberi beberapa dari kurma mereka kepada Nabi (sebagai hadiah), hingga dia menaklukkan Banu Quraiza dan Banu An-Nadir, saat mana dia mulai membayar balik kebaikan mereka.” [76]
    [76] Bukhari Volume 4, Book 52, Number 176

    Ayat berikut dalam Qur’an berbicara tentang pembantaian Banu Quraiza dan menyetujui penyembelihan Muhammad terhadap kaum lelaki mereka dan menjadikan kaum wanita dan anak-anak sebagai tawanan.
    Dan dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. (Q. 33: 26)

    Taqiyyah: Tipuan Suci

    Di atas kita lihat bagaimana Muhammad memberi izin kepada para pengikutnya untuk berbohong, dan bahkan untuk mengatakan hal-hal yang buruk mengenai dirinya, untuk mendapatkan kepercayaan para korban mereka supaya dapat membunuh mereka. Masih banyak cerita lainnya mengenai bagaimana kaum Muslim berpura-pura bersahabat dengan orang kafir hanya untuk kemudian membunuh mereka, begitu mereka dipercayai.

    Di Hudaibiyyah, Muhammad menandatangai perjanjian damai dengan orang-orang Mekah, dan berjanji akan mengembalikan para pemuda dan budak yang melarikan diri mengikutinya. Ibn Ishaq mengisahkan cerita tentang Abu Basir, seorang dari Mekah, yang pergi kepada Muhammad setelah perjanjian ditandatangani. Muhammad merasa diwajibkan oleh perjanjian itu dan memberitahu Abu Basir, “Pergilah, karena Allah akan memberi kelegaan dan jalan pelarian bagi mu dan orang-orang tak berdaya denganmu.”

    Abu Basir mengerti. Dia kembali dengan para utusan. Mereka telah pergi sekitar enam mil dari Madinah ketika mereka berhenti untuk beristirahan. Abu Basir berkata, “Tajamkah pedangmu, wahai saudaraku?” Ketika orang itu mengiyakan, dia berkata bahwa dia hendak melihatnya. “Lihatlah jika engkau mau,” jawab orang itu. Abu Basir mengeluarkan pedang itu dari sarungnya dan menghunuskannya pada orang itu dan membunuhnya. Lalu dia menghadap Muhammad dan berkata, “Kewajibanmu telah dipenuhi dan Allah telah melenyapkannya dairmu. Engkau telah menyerahkan aku kepada orang-orang itu, dan aku telah melindungi diriku dalam agamaku dari godaan.” Muhammad tidak menghukumnya atas pembunuhan itu, malahan memerintahkannya untuk pergi ke al-Is, sebuah daerah dekat pantai dalam perjalanan yang biasanya ditempuh orang-orang Quraish menuju ke Suriah, dan merampok karavan-karavan Quraish. Muhammad telah menandatangani perjanjian damai untuk tidak menyerang karavan Quraish, maka dia mencari jalan lainnya. Ibn Ishaq berkata, “Muslim-muslim yang terkurung di Mekah mendengar bahwa apa yang dikatakan nabi pada Abu Basir, maka mereka pun bergabung dengannya di al-Is. Sekitar tujuh puluh orang bergabung dengannya dan mereka menyerang kaum Quraish, membunuh siapa saja yang mereka bisa dan menghancurkan tiap karavan yang lewat sehingga orang-orang Quraish menulis surat kepada nabi memohonnya untuk mengambil orang-orang itu atas dasar persahabatan, karena mereka tidak berguna lagi bagi orang-orang Quraish di Mekah. Maka Muhammad pun menjemput mereka dan mereka datang bersamanya ke Madinah.” [77]
    [77] Kisah ini juga disampaikan Tabari, Vol 3, hal. 1126

    Sejarah Islam dipenuhi pengkhianatan dan penipuan. Orang-orang ini adalah Muslim, dan karena itu mereka adalah tanggung jawab Muhammad. Tapi dia malahan mencuci tangan dengan mengirim mereka ke tempat lain untuk merampok orang Mekah. Dia membiarkan, dan bahkan mengizinkan perampokan itu. Walaupun begitu, Muslim-muslim mengklaim bahwa orang-orang Mekah lah yang melanggar perjanjian damai. Berikut ini adalah salah satu contoh:
    Ketika orang-orang Mekah, bersama dengan suku-suku Arab lainnya, telah muak dengan penyerbuan dan pembunuhan Muhammad, mereka bersatu untuk menghukumnya. Namun, tidak seperti dia yang tidak pernah mengumumkan rencananya dan menyergap musuhnya tanpa peringatan, orang-orang non-Muslim ini memberi banyak peringatan kepada musuh mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi perang. Ini member Muhammad cukup waktu untuk mengali parit di sekitar kota Madinah. Tentara persatuan Arab ini belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya. Mereka berkemah di luar kota sambil berpikir bagaimana caranya menyeberangi parit-parit itu. Mereka meminta bantuan Banu Quraiza. Muhammad sangat waspada pada persekutuan seperti itu. Maka diapun bersiasat memecah belah mereka dan meciptakan rasa saling tidak percaya antara Banu Quraiza dan tentara persekutuan Arab. Seorang lelaki bernama Nu’aym baru saja mualaf, tetapi dia tidak mengumumkan kepindahan agamanya. Muhammad menyuruhnya menghadap dan berkata, “Kamu hanyalah salah seorang di antara kita, maka pergilah dan bangkitkan rasa saling tidak percaya di antara para musuh untuk menghalau mereka pergi dari kita jika engkau bias, karena perang adalah tipu daya.” Berikut ini adalah kelanjutan cerita ini seperti yang dilaporkan oleh Ibn Ishaq. Ceritanya panjang tetapi penting untuk dibaca.

    Nu’aym melakukan apa yang diperintahkan Muhamamd kepadanya. Dia pergi kepada Banu Quraiza dengan siapa dia dulunya berteman dekat, dan mengingatkan mereka akan persahabatan mereka dan ikatan istimewa di antara mereka. Ketika mereka mengaku tidak mencurigai dia, dia pun berkata, “Quraysh dan Ghatafan tidak seperti kalian. Tanah ini milik kalian, harta kalian, anak dan istri kalian ada di sini. Kalian tidak boleh meninggalkannya dan pergi ke tempat lain. Sekarang orang-orang Quraysh dan Ghatafan telah datang bertempur melawan Muhammad dan pengikut-pengikutnya, dan kalian telah membantu mereka melawannya. Tetapi tanah mereka, harta mereka, dan istri mereka tidak ada di sini. Jadi mereka tidak seperti kalian. Jikamereka melihat kesempatan, mereka akan memanfaatkannya. Tetapi jika situasi memburuk, mereka akan kembali ke tempat mereka dan meninggalkan kalian menghadapi Muhammad di Negara kalian sendiri, dan kalian tidak akan mampu melakukannya sendirian. Jadi janganlah berperang dengan orang-orang itu sebelum kalian menyandera kepala suku mereka yang harus tetap berada di tangan kalian sebagai jaminan keselamatan supaya mereka akan berperang melawan Muhammad bersama kalian, hingga kalian bisa menghabiskannya.” Orang-orang Yahudi itu berkata bahwa itu adalah nasihat yang bagus sekali.

    Lalu dia pergi kepada orang-orang Quraish dan berkata kepada Abu Sufyan b. Harb dan pengikutnya, “Kalian tahu rasa akungku pada kalian, dan bahwa aku telah meninggalkan Muhammad. Aku telah mendengar sesuatu yang aku rasa adalah tugasku untuk memberitahu kalian sebagai peringatan, tetapi rahasiakan itu.” Ketika mereka setuju untuk merahasiakannya, dia pun melanjutkan, “Dengarlah. Orang-orang Yahudi menyesal telah melawan Muhammad dan telah mengutus orang untuk menyampaikan pesan berikut kepadanya, “Sukakah engkau jika kami menangkap kepala suku kedua suku Quraysh dan Ghatafan dan menyerahkan mereka kepadamu supaya bisa kau penggal kepala mereka? Lalu kami akan bergabung denganmu memusnahkan mereka.” Muhammad telah membalas dan menerima tawaran mereka itu. Maka jika orang-orang Yahudi meminta sandera, jangan kirim seorangpun.”

    Lalu dia pergi kepada suku Ghatafan dan berkata, “Kalian sedarah daging denganku dan adalah keluargaku, orang-orang yang paling kukasihi, dan aku rasa kalian tidak akan mencurigai aku.” Mereka setuju bahwa dia tidak pantas dicurigai, dan dia pun lalu menceritakan hal yang sama seperti yang diceritakannya kepada suku Quraysh.” [78]
    [78] Ibn Ishaq, Sirat, Perang Parit

    Siasat ini berhasil. Ketika tentara persekutuan Arab meminta Banu Quraiza untuk bergabung dengan mereka untuk menyerang, mereka mencari alas an dan malah sebaliknya meminta suku Quraish meninggalkan beberapa orang sebagai sandera, yang mengkonfirmasikan apa yang telah Nu’aym katakana. Tentara persekutan Arab menjadi kecil hati dan pergi tanpa sepatah katapun.

    Tipu daya ini menyelamatkan Muslim dari kekalahan yang sudah pasti. INi menjadi pelajaran bagi kaum Muslim, yang sejak saat itu memasukkan pengkhianatan dan penipuan sebagai strategi mereka dalam berjihad. Dalam satu hadist kita baca:

    Hajaj Ibn ‘Aalat berkata: Wahai Rasul Allah. Aku punya harta berlebihan di Mekah dan beberapa sanak keluarga, dan aku ingin mengambil balik semua itu. Apakah aku diizinkan untuk berburuk kata tentang engkau (untuk menipu orang-orang non-Muslim)?” Nabi mengizinkan dia dan berkata, “Katakan apa saja sesukamu.” [79]
    [79] Sirah al-Halabiyyah, v3, hal. 61.

    Muslim-muslim datang ke Negara barat dan perpura-pura menjadi Muslim moderat. Mereka mengatakan apa saja yang hendak kamu dengar, tetapi secara rahasia berkomplotan menghancurkanmu. Mereka tersenyum dan menjabat tangan; mereka bersahabat dan ramah, bahkan berpura-pura mencintai negaramu dan bertingkah seakan-akan mereka patriotic. Namun, tujuan mereka hanyalah untuk membuat Islam dominan. Mereka hanya membual saja, tapi tidak akan melakukan yang mereka katakan.

    Berbohong adalah satu strategi untuk memajukan Islam yang disebut taqiyyah atau “penipuan suci”. Dalam taqiyyah, seorang Muslim diizinkan berbohon atau mengatakan sesuatu untuk menipu orang non Muslim dan memperdayakan mereka.

    Salah satu tujuan utama, dan taktik yang terus menerus dipakai oleh mereka yang ahli bertaqiyyah, adalah meremehkan ancaman Islam. Tujuannya adalah untuk menipu calon korban bahwa jihad tidak ditujukan pada mereka. Dalam bukunya, “Tiada tuhan selain Allah” Reza Aslan menggunakan seni tipu daya Islam, ketika dia berkata, “Yang terjadi sekarang di Negara Islam adalah konflik internal antara para Muslim, bukan perang eksternal antara Islam dan Negara Barat.” Lebih lanjut dia menulis, “Negara barat hanyalah pengamat belaka, yang tidak waspada tetapi menjadi korban tak sengaja dari permusuhan yang bergejolak dalam Islam tentang siapakah yang akan menulis bab berikutnya dalam kisahnya.” Maaf, tampaknya kita telah membangun New York, Pentagon, London, Madrid dan Beslan di tengah medan perang para Muslim. Mr. Aslan menggunakan siasat tipu daya Islam terhebat, namun dia diminta pendapatnya oleh reporter CNN Anderson Cooper tentang kunjungan Paus ke Turkey, seakan-akan dia itu seorang pengamat yang netral.

    Satu taqiyaah lucu yang sering digunakan lelaki Muslim untuk menggoda wanita barat adalah bahwa “Dalam Islam wanita diperlakukan seperti ratu.” Aku masih belum pernah melihat di negara mana ratunya dikatai sebagai kurang dalam kecerdasan, dipukuli, dirajam dan bahkan dibunuh demi kehormatan keluarga.

    Jika seorang muslim tersenyum padamu, dan memberitahu kamu betapa dia sangat mencintai negaramu dan betapa inginnya dia menjadi temanmu, ingatlah hadist berikut ini:
    (Sesungguhnya) kami tersenyum pada beberapa orang, sementara hati kami mengutuk orang-orang (yang sama) itu. [80]
    [80] Sahih al-Bukhari, v7, hal. 102

  8. SILAHKAN BUNG ISLAMTHIS.. MEMBACA DAN MENGKRITISI SAMPAI HABIS BUKU DIATAS.. JIKA MAMPU

    • Ciri2 orang munafik ya spti itu cra jwabnya nikita, jd ga sebanding otak mereka ma otak kita klo otak mereka di kontol, klo kita ya benar pd tmptnya. Salam allah swt

    • @ALLAH SWT : silahkan baca buku ali sina.. jangan kau berkomentar ngasal sebelum membacanya sampai selesai

      http://www.buktidansaksi.com/files/Resources/books_free_download/Understanding%20Muhammad%20Psychobiography%20%28Memahami%20Muhammad%20Psikobiografi%29.pdf

    • silahkan kamu visit alamat ini utk menjawab congor kamu

      http://celeberete.wordpress.com/2012/07/26/komentar-untuk-pendapat-ali-sina/

      setelah itu mari kita bahas bersama. owchay????

    • @Islamthis :silahkan kamu visit alamat ini utk menjawab congor kamu
      http://celeberete.wordpress.com/2012/07/26/komentar-untuk-pendapat-ali-sina/

      Pertama.

      Sumber sejarah, khususnya mereka yang menampung Alhadis Nabi ‘yang tidak populer’, dapat mengajukan teori bahwa pekerjaan Muhammad haruslah dihindari, bahkan dijauhi dengan cara yang seksama.
      ————————————————————-
      JAWAB : YANG TIDAK POPULER YG MANA?? SEMUA MENGGUNAKAN HADIST SAHIH DAN ALQURAN.. SAHIH BUKHARI, MUSLIM, ABU DAWOOD, DAN LITERATUR SIRAT NABI YG SANGAT DIAKUI.. YAKNI SIRAH NABAWIAH IBN HISYAM, SERTA TAFSIR2 TERKEMUKA : ATH TABARI DLL

      TAMPAK JELAS SIKOMENTAR TIDAK MEMBACA BUKU TERSEBUT.. KETAKUTAN DAN MEMBERIKAN KOMENTAR NGASAL.. SAMA SEPERTI ANDA YG KETAKUTAN MEMBACA BUKU ITU

      Siapakah yang dapat membuktikan, bahwa ibrahim, luth, nuh, daud, sulaiman, joel, habakuk, amos, yesaya, elisa, yakub, obaja, TIDAK SEPERTI MUHAMMAD?
      —————————————————–
      JAWAB : TIDAK ADA ISI BUKU ITU YG MEMBAHAS DEMIKIAN

      TAMPAK SIKOMENTAR TIDAK MEMBACA BUKU TERSEBUT.. KETAKUTAN DAN MEMBERIKAN KOMENTAR NGASAL.. SAMA SEPERTI ANDA YG KETAKUTAN MEMBACA BUKU ITU

      Kedua.

      Apakah ada bagian dalam buku ali sina ini, yang dapat membatalkan kenabian Muhammad Saw?
      —————————————————————
      JAWAB : DALAM BAB 2 MEMBAHAS TTG PROFIL PRIBADI MUHAMMAD

      TAMPAK JELAS SIKOMENTAR TIDAK MEMBACA BUKU TERSEBUT.. KETAKUTAN DAN MEMBERIKAN KOMENTAR NGASAL.. SAMA SEPERTI ANDA YG KETAKUTAN MEMBACA BUKU ITU

      Ketiga.

      Apakah ada bagian di dalam perikehidupan Muhammad Saw yang menunjukkan bahwa Muhammad Saw bukanlah seorang Nabi Tuhan?
      —————————————————————
      JAWAB : BAB TIGA TIDAK MEMBAHAS DEMIKIAN, KARENA BAB 3 MERUPAKAN PEMBAHASAN TENTANG BENTUK PERILAKU BAWAH SADAR MUHAMMAD

      TAMPAK JELAS SIKOMENTAR TIDAK MEMBACA BUKU TERSEBUT.. KETAKUTAN DAN MEMBERIKAN KOMENTAR NGASAL.. SAMA SEPERTI ANDA YG KETAKUTAN MEMBACA BUKU ITU

      Keempat.

      Salomo dan daud, tercatat di dalam Alkitab sebagai manusia atau Nabi Tuhan yang bengis dan gila perempuan. Mengapa ali sina tidak mempermasalahkan ajaran Kristen atau Yahudi yang menghormati kedua Nabi ini?
      ———————————————————–
      JAWAB : BAB KEEMPAT TIDAK MEMBAHAS HAL SEPERTI ITU.. KARENA BAB 4 MEMBAHAS TENTANG PENYAKIT2 PADA TUBUH MUHAMMAD..

      TAMPAK JELAS SIKOMENTAR TIDAK MEMBACA BUKU TERSEBUT.. KETAKUTAN DAN MEMBERIKAN KOMENTAR NGASAL.. SAMA SEPERTI ANDA YG KETAKUTAN MEMBACA BUKU ITU

      Kelima.

      Allah berfirman di dalam Alquran bahwa menempuh jalan ke Surga merupakan jalan yang sukar. Begitu juga dengan pesan Almasih, bahwa masuk ke Surga merupakan jalan yang teramat sulit. Adalah tidak mudah untuk masuk ke Surga. Masuk ke Surga, tidak saja mengharuskan manusia untuk banyak berkorban material, jiwa, tenaga dan waktu. Banyak manusia yang mengorbankan nyawanya untuk dapat masuk ke Surga.

      Di luar itu, kehidupan ini memberikan banyak cobaan dan kesulitan bagi manusia untuk dapat masuk ke Surga. Cobaan atau kesulitan itu dapat berupa kemiskinan, peperangan, kelaparan, giur terhadap harta dan kesenangan hidup, dan bahkan kemegahan yang ditampakkan oleh penganut agama Setan.

      Salah satu cobaan atau kesulitan yang diberikan kehidupan ini saat manusia ingin masuk Surga adalah, bahwa Tuhan MENYEDIAKAN seorang Nabi, yang mana Nabi itu memberikan pengajaran mengenai jalan ke Surga, namun justru Nabi itu merupakan manusia yang mempunyai banyak kekurangan. Maka sampai pada level ini, banyak manusia yang akhirnya berbalik menyusul jalan Setan, dikarenakan Nabi yang mereka junjung merupakan Nabi yang yang mempunyai banyak kekurangan.

      Abraham, musa, daud, salomo, obaja, habakuk, dan juga Muhammad Saw, merupakan Nabi Tuhan yang kepribadiannya pasti berada pada level kritis. Pada babak ini kemungkinan besar manusia akan berbalik untuk menyusul jalan Setan untuk masuk ke Neraka.

      Yang demikian ini adalah karena Allah sudah mentakdirkan, bahwa masuk ke Surga bukanlah urusan yang mudah.
      —————————————————————–
      JAWAB : BAB 5 TIDAK MEMBAHAS TENTANG HAL TERSEBUT. KARENA BAB 5 MERUPAKAN PEMBAHSAN TENTANG BENTUK ALIRAN2 SESAT MUHAMMAD YG SERUPA SIFATNYA DENGAN BENTUK ALIRAN2 AGAMA SESAT YG LAIN

      TAMPAK JELAS SIKOMENTAR TIDAK MEMBACA BUKU TERSEBUT.. KETAKUTAN DAN MEMBERIKAN KOMENTAR NGASAL.. SAMA SEPERTI ANDA YG KETAKUTAN MEMBACA BUKU ITU

      Keenam.

      Seluruh kebobrokan Muhammad Saw yang ditampakkan oleh ali sina, TIDAK SERTA MERTA membatalkan kenabian Muhammad Saw. Jauh lebih banyak berita yang melaporkan bahwa kekuatan Allah yang luar biasa berada di belakag Nabi Muhammad Saw saat Muhammad Saw menjalankan misi kerasulannya. Dan tidak mungkin kekuatan Allah Swt yang demikian luar biasa ini, dapat di-ember-kan begitu saja oleh laporan ali sina ini.
      ——————————————————————–
      JAWAB : BAB 6 TIDAK MEMBAHAS HAL TERSEBUT, KARENA BAB 6 MEMBAHAS ASPEK DAMPAK PENGARUH MENURUT STUDI JIKA ORANG WARAS MENGIKUTI ORANG YANG TIDAK WARAS.. BAGAIMANA AKIBATNYA??

      TAMPAK SIKOMENTAR TIDAK MEMBACA BUKU TERSEBUT.. KETAKUTAN DAN MEMBERIKAN KOMENTAR NGASAL.. SAMA SEPERTI ANDA YG KETAKUTAN MEMBACA BUKU ITU

      Ketujuh.

      Seorang manusia yang lain pun juga bisa membuat buku untuk menjelek-jelekkan Nabi elisa, atau Nabi daud, atau Nabi yang lainnya. Dan bahkan tidak jarang terdapat warta di dalam Alkitab yang melukiskan kebobrokan Nabi-Nabi Israel.

      Seorang ali sina berhasil membuat buku yang mengkonfirmasi kebobrokan Nabi Muhammad Saw. Hal itu TIDAK BERARTI bahwa seluruh Nabi Israel tidak mempunyai KEBOBROKAN serupa.

      Anak-anak dari Betel mencemoohkan Nabi Elisa serta berseru kepadanya: “Naiklah botak, naiklah botak!”, lalu dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah 2 ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka 42 orang anak. (2 Raja-raja 2:23–25).
      —————————————————————–
      JAWAB: BAB 7 TIDAK MEMBAHAS HAL DEMIKIAN.. KARENA BAB 7 MERUPAKAN ANALISA TENTANG TUKAR PENDAPAT DAN BUDAYA TTG ISLAM…

      TAMPAK JELAS SIKOMENTAR TIDAK MEMBACA BUKU TERSEBUT.. KETAKUTAN DAN MEMBERIKAN KOMENTAR NGASAL.. SAMA SEPERTI ANDA YG KETAKUTAN MEMBACA BUKU ITU

      ——————————————————————
      KESIMPULAN : BUNG KENAPA SIH ANDA TAKUT SEKALI MEMBACA BUKU ALI SINA TERSEBUT?? KENAPA?? ITU HANYA SEBUAH BUKU.. APA YG KAU TAKUTKAN??

      katanya islam adalah agama sempurna, rahmatan ilahi… tapi kenapa suruh baca buku saja sangat ketakutan gitu?? alih2 menjawab buku yg sudah capek2 saya copykan diatas.. malah menutup mata dan menjawab ngasal.. yang isinya pun tidak ada dalam buku itu..

      BUNG INI KAN BLOG ANDA.. GA MALU BUNG. JIKA ADA TEMAN2 SEUKRUWIAHMU MEMBACA TULISAN ANDA.. YG AWALNYA NANTANG2 MEMBANTAH ISI DARI BUKU ALI SINA.. TAPI BEGITU DIBERIKAN BUKUNYA.. MALAH LARI KETAKUTAN DAN AMBIL DARI SUMBER2 LAIN YG JUGA SERUPA DENGAN ANDA (TIDAK MEMBACA BUKU ITU, LALU MENJAWAB NGASAL, LALU MENCARI KAMBING HITAM DENGAN MEMFITNAH AGAMA KRISTEN)..

      HANYA BEGINI SAJAKAH ISLAM?? YANG SUDAH KALAH MUTLAK DENGAN BUKU ALI SINA.?? TINGGAL MENUNGGU WAKTU SAJA. ISLAM AKAN HABIS DARI MUKA BUMI INI.. JIKA TIDAK ADA YG MENJWAB ISI BUKU ALI SINA TSB.. karena semua orang islam akan sadar telah dibodohi muhammad dan orang non muslim sadar akan bahayanya islam itu….

      SARAN SAYA BUAT ANDA BUNG ISLAMTHIS… JANGAN TAKUT MEMBACA BUKU ITU..SELAMATKAN DIRIMU DARI BAHAYA ISLAM DAN MUHAMMAD.. KETAHUILAH ISLAM ITU AGAMA BERBAHAYA DAN JAHAT.. BACALAH BUKU ALI SINA TSB DAN TINGGALKAN ISLAM.. DAN CARILAH MAKNA KEBAHAGIAAN YANG SEBENARNYA. YANG PENUH KEDAMAIAN.. BUKAN PENUH KEBENCIAN KEPADA KAFIR.. HASIL CIPTAAN PIKIRAN MUHAMMAD DAN KETAKUATAN AKAN NERAKANYA MUHAMMAD

      SALAM SAYANG SELALU UNTUKMU

    • @nikita ….

      halo congor …..

      kamu memang gemblung yaa…???

      komen yg di celeberete.wordpress.com itu ADALAH KOMEN SECARA KESELURUHAN atas tulisan ali sina …., bukan PER BAB spt yg kamu sangka ….. gemblung!

      celeberete tulis point per point dalam komennya atas karya ali sina,, BUKAN MAKSUDNYA per point itu menunjuk ke nomor bab di buku alisina!!!!

      kok kamu jadi panik begiju???

      skg kamu jawab aja setiap point yg ada dalam komen nya si celeberete.

      gimana??? masih binung juga????

      lha memang dasarnya kamu GEMBLUNG …!!!

    • @Islamthis :halo congor …..
      kamu memang gemblung yaa…???
      komen yg di celeberete.wordpress.itu ADALAH KOMEN SECARA KESELURUHAN atas tulisan ali sina …., bukan PER BAB spt yg kamu sangka ….. gemblung!
      ———————————————————-

      JAWAB : sudahlah bung, ga usah taqiya terus.. kenapa sih bung anda ketakutan sekali membaca buku itu??..

      kenapa sih anda sebegitu getolnya ngotot sepeti itu tanpa membacanya??

      komen disitu adalah asal tulis bung.. biarlah orang lain (netter lain ) yang membuktikan dan yang menilainya sendiri setelah membaca buku ali sina yg sudah saya copy paste diatas dan dibandingkan dengan bentuk komentar asal anda..

      buat bung islamthis jika kau masih ngotot terus… silahkan berdebat sendiri dengan ali sina.. dan buktikan kepada dunia ttg bentuk bantahanmu itu disitus ali sina internasional..karena situs tersebut dibaca diseluruh dunia karena merupakan bagian dari induk situs pelopor serangan kritik thd ISLAM (FAITHFREEDOM) dan ali sina selalu nongol disitusnya tersebut… jika anda menang dan berhasil membuktikan kepada dunia bahwa buku ali sina tsb salah… anda akan mendapatkan 500 juta..(MENARIK BUKAN??)

      DAN SAMPAI DETIK INI.. SUDAH LEBIH DARI 5 TAHUN.. TIDAK ADA 1 PUN AKADEMISI ISLAM YG BERHASIL MEMBANTAH BUKU ALI SINA TSB DAN HASIL BANTAHANNYA BISA DITERIMA DISELURUH DUNIA

      AYO BUNG SAYA MENDUKUNGMU, BACALAH BUKU ITU SAMPAI SELESAI DAN BUKTIKAN BAHWA BUKU ITU SALAH.. tunjukkan pada dunia bahwa islam itu benar dan muhammad bukanlah TUKANG KAWIN, PEDOFIL, RAMPOK, PENCURI, PEMBANTAI MASSAL, ORANG GILA, DAN TIDAK TAHU TERIMA KASIH. DLL.. buktikan bung pada seluruh dunia.. silahkan kunjungi web site ali sina internasional di :

      http://alisina.org/

      silahkan bung tunjukkan pada seluruh dunia bahwa buku ali sina tsb salah.. KARENA TIDAK ADA SATUPUN MUSLIM YG BERANI MEMBACANYA.. DAN 100% Muslim yg telah membaca buku itu sampai selesai.. PASTI murtad..

      lebih dari 15 orang teman saya telah murtad setelah membaca buku tsb. dan mengakui bahwa dia selama ini menyesal telah dibohongi muhammad..

      tunjukkan bung pada kami…jika anda berani menantang ali sina. ANDA ADALAH MUSLIM PERTAMA YG BERANI MENANTANGNYA DEBAT.. tunjukkan bung keberanian anda sebagai perwakilan muslim indonesia kepada dunia .. saya menantikan hasil perdebatan anda disitus tsb…

      salam syang selalu

    • ya udah, kalo gitu saya copas saja artikel di celeberete ke weblog saya ini, dan saya anggap tulisan di weblog itu ADALAH TULISAN SAYA SENDIRI …..

      ini dia …………………..,

      =======================
      Pertanyaan untuk pendapat Ali Sina.

      Pertama.

      Sumber sejarah, khususnya mereka yang menampung Alhadis Nabi ‘yang tidak populer’, dapat mengajukan teori bahwa pekerjaan Muhammad haruslah dihindari, bahkan dijauhi dengan cara yang seksama.

      Siapakah yang dapat membuktikan, bahwa ibrahim, luth, nuh, daud, sulaiman, joel, habakuk, amos, yesaya, elisa, yakub, obaja, TIDAK SEPERTI MUHAMMAD?

      Kedua.

      Apakah ada bagian dalam buku ali sina ini, yang dapat membatalkan kenabian Muhammad Saw?

      Ketiga.

      Apakah ada bagian di dalam perikehidupan Muhammad Saw yang menunjukkan bahwa Muhammad Saw bukanlah seorang Nabi Tuhan?

      Keempat.

      Salomo dan daud, tercatat di dalam Alkitab sebagai manusia atau Nabi Tuhan yang bengis dan gila perempuan. Mengapa ali sina tidak mempermasalahkan ajaran Kristen atau Yahudi yang menghormati kedua Nabi ini?

      Kelima.

      Allah berfirman di dalam Alquran bahwa menempuh jalan ke Surga merupakan jalan yang sukar. Begitu juga dengan pesan Almasih, bahwa masuk ke Surga merupakan jalan yang teramat sulit. Adalah tidak mudah untuk masuk ke Surga. Masuk ke Surga, tidak saja mengharuskan manusia untuk banyak berkorban material, jiwa, tenaga dan waktu. Banyak manusia yang mengorbankan nyawanya untuk dapat masuk ke Surga.

      Di luar itu, kehidupan ini memberikan banyak cobaan dan kesulitan bagi manusia untuk dapat masuk ke Surga. Cobaan atau kesulitan itu dapat berupa kemiskinan, peperangan, kelaparan, giur terhadap harta dan kesenangan hidup, dan bahkan kemegahan yang ditampakkan oleh penganut agama Setan.

      Salah satu cobaan atau kesulitan yang diberikan kehidupan ini saat manusia ingin masuk Surga adalah, bahwa Tuhan MENYEDIAKAN seorang Nabi, yang mana Nabi itu memberikan pengajaran mengenai jalan ke Surga, namun justru Nabi itu merupakan manusia yang mempunyai banyak kekurangan. Maka sampai pada level ini, banyak manusia yang akhirnya berbalik menyusul jalan Setan, dikarenakan Nabi yang mereka junjung merupakan Nabi yang yang mempunyai banyak kekurangan.

      Abraham, musa, daud, salomo, obaja, habakuk, dan juga Muhammad Saw, merupakan Nabi Tuhan yang kepribadiannya pasti berada pada level kritis. Pada babak ini kemungkinan besar manusia akan berbalik untuk menyusul jalan Setan untuk masuk ke Neraka.

      Yang demikian ini adalah karena Allah sudah mentakdirkan, bahwa masuk ke Surga bukanlah urusan yang mudah.

      Keenam.

      Seluruh kebobrokan Muhammad Saw yang ditampakkan oleh ali sina, TIDAK SERTA MERTA membatalkan kenabian Muhammad Saw. Jauh lebih banyak berita yang melaporkan bahwa kekuatan Allah yang luar biasa berada di belakag Nabi Muhammad Saw saat Muhammad Saw menjalankan misi kerasulannya. Dan tidak mungkin kekuatan Allah Swt yang demikian luar biasa ini, dapat di-ember-kan begitu saja oleh laporan ali sina ini.

      Ketujuh.

      Seorang manusia yang lain pun juga bisa membuat buku untuk menjelek-jelekkan Nabi elisa, atau Nabi daud, atau Nabi yang lainnya. Dan bahkan tidak jarang terdapat warta di dalam Alkitab yang melukiskan kebobrokan Nabi-Nabi Israel.

      Seorang ali sina berhasil membuat buku yang mengkonfirmasi kebobrokan Nabi Muhammad Saw. Hal itu TIDAK BERARTI bahwa seluruh Nabi Israel tidak mempunyai KEBOBROKAN serupa.

      Anak-anak dari Betel mencemoohkan Nabi Elisa serta berseru kepadanya: “Naiklah botak, naiklah botak!”, lalu dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah 2 ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka 42 orang anak. (2 Raja-raja 2:23–25).

      Kedelapan.

      Keajaiban Alquran benar-benar membuktikan bahwa Muhammad Saw adalah seorang Nabi Tuhan. Dan statement ini TIDAK DAPAT DIBATALKAN oleh siapa pun, termasuk oleh pendapat ali sina dan bukunya.

      Kesembilan.

      Tidak ada kewajiban di sisi Allah untuk menurunkan seorang Nabi dengan kepribadian seorang manusia yang TERUNGGUL. Namun, justru adalah wajib bagi Allah untuk memasukkan setiap manusia yang taat kepada kata-kata seorang Nabi, di dalam hal ini Nabi Muhammad Saw.

      =======================

      dan dari saya pribadi:

      pertama.

      mengapa kamu selalu anggap saya tidak pernah baca buku itu sampai TUNTAS???? saya sudah baca dan fahami semua isinya. faham??

      kedua.

      dan kalo pun ada kesan bhw saya SEGAN utk baca buku itu, maka apakah itu salah??

      bukankah juga byk org kristen, misalnya, yg SEGAN utk baca artikel2 yg membuktikan bhw jesus bukan tuhan???

      ketiga.

      mengapa kamu berfikir bhw dg kalo saya membaca buku itu, maka SAYA PRAKTIS AKAN MURTAD???? audzubillah mindzalik!!!

      kok kamu picik begitu???

      saya sudah baca itu buku, dan alhamdulillah terbukti saya tidak murtad, bukan???? skg apa masalah kamu??

      kok malah kamu nya yg overbangga sama itu buku??

      kalo kamu bangga ama itu buku, maka kamu harus ingat, bhw kamu tidak bisa paksa org lain utk paksa org lain utk ikut bangga. faham dikau??

      buku jelek begitu aja kamu banggain!!!!

      ga punya buku yg lain yg lbh pantas utk dibanggain??

      keempat.

      kalo kamu perintahkan saya baca buku itu, kemudian apakah artinya kamu berhak PAKSA SAYA UTK MURTAD DARI ISLAM setelah baca buku itu???

      kok kamu jadi malu2in begini?????

      kelima.

      apakah kalo saya sudah baca buku itu tuntas, maka tandanya adl bhw saya murtad dari islam?? shg kalo saya tidak / belum murtad, maka itu tandanya saya belum baca buku itu (krn saya dianggap tidak berani baca)????

      hahahahahahahhhhaa ..

      jangan besar kepala begitu, congor!!!!!

      nah skg kamu jawab aja sanggahan / komen dari saya, yg saya ambil dari celeberete itu.

      owchay????

    • @Islam This : ketahuilah bung.. sebenarnya saya sudah malas menanggapi anda.. anda sama sekali tidak berkualitas.. hampir sama dengan saudara seukruwiyahmu yg namanya Isa.. hanya saja dia agak berkualitas dari anda///

      bukankah saya sudah mengatakan berkali2 : SILAHKAN BAHAS BUKU ALI SINA TSB SECARA RINCI DARI BAGIAN PER BAGIAN DARI HALAMAN PER HALAMAN DARI KATA PERKATA.. anda disini sebelumnya saya mengira agak terpelajar mengenai analisa agama.. sampai buat thread menghina2 kristen sampai detail. dari kata per kata. dan bahkan ada beberapa kata2 dari netter ffi yg anda kutip disini lalu anda bantah sendiri dengan ilmu anda..

      sebenarnya saya awalnya agak terkesan pada mulanya, karena anda mau menjawab kata per kata dari orang2 yg mengkritik islam dari FFI.. contoh dari netter duren… TAPI LUCUNYA.. KENAPA ANDA TIDAK MENJAWABNYA LANGSUNG DISITUS FFI TSB?? DAN LANGSUNG DUEL DEBAT DENGAN BUNG DUREN?? malah menjawab tulisannya disini.. ya mana tahu orangnya?? apakah anda bangga dengan hal2 pengecut dan narsistik seperti itu??

      anda juga menghina2 ajaran kristen dengan sangat bombastis.. sungguh sangat keget saya pada mulanya.. saya pikir anda mau berdiskusi / berdebat dengan menyodorkan ayat2 dari alkitab.. tapi ternyata yg anda ajukan adalah ayat alkitab buatan ORANG2 YG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB.. dan tidak diakui oleh kaum kristiani.. LUCUNYA ANDA NGOTOT BAHWA AYAT ANDA ITU BENAR DENGAN DALIH KARENA BANYAK RIBUAN NETTER2 MUSLIM YG SERUPA DENGAN ANDA MEMEBERIKAN AYAT NGASAL AKITAB TSB.. tapi anda sesungguhnya sama sekali belum pernah membaca alkitab..
      SUNGGUH KONYOLKAH INI??

      bung jika anda ingin berdiskusi dengan benar ttg kristen ya pelajari dari sumber yg benar.. lalu berdebatlah langsung dengan akademisi akademisi kristen diforum2 kristen sana.. bukan membuat statement seenak udelnya diforum yg sebenarnya membahas ttg islam.. saya tidak mengerti maksud anda ini bagaimana.. INI FORUM KRISTEN APA FORUM ISLAM?? TUJUAN ANDA INI APA MEMBAHAS KRISTEN DIFORUM ISLAM??

      Juga soal buku ali sina..anda sungguh konyol bung.. anda dengan bangga pada mulanya membuat thread mendebat buku ali sina.. pada awalnya saya sangat terkesan.. ternyata ada orang muslim yg pertama kali menyanggah buku ali sina tanpa dia murtad (karena saya sudah membuktikan lebih dari 15 teman saya murtad setelah dengan berani mengumpulkan iman mereka untuk membacanya sampai selesai)..

      TAPI TERNYATA….. yang anda bahas pada thread adalah ttg pendahuluan.. namun diakhir kata anda mengatakan kesimpulan bahwa keseluruhan isi buku tersebut adalah buku yg tidak bermanfaat.. SUNGGUH LUCUKAH INI??

      anda pun memberikan link untuk saya baca ttg sanggahan buku ali sina tsb.. TAPI ISI BANTAHAN TERSEBUT TIDAK ADA YG TERMUAT DALAM CAKUPAN BAHASAN BUKU ITU SAMA SEKALI,. INTI DARI ISI BANTAHAN TSB ADALAH ALQURAN ITU BENAR KARENA YG TERTULIS BAHWA ALQURAN ITU BENAR (pemikiran berputar).. lalu dibagian terakhir kata2nya selalu disisipkan dengan HINAAN KEPADA ALKITAB/ KRISTEN.. APA HUBUNGANNYA??.. BUKU ITU SAMA SEKALI TIDAK MEMBAHAS KRISTEN.. SUNGGUH KONYOLKAH INI,.. kenapa muslim selalu mencari kambing hitam dari kristen ketika dia kepepet tidak bisa melihat nabinya..

      anda mengatakan :”Pertanyaan untuk pendapat Ali Sina.” ..

      KENAPA ANDA BERTANYA KEPADA ALI SINA DI WEBBLOG ANDA SENDIRI.?? KENAPA TIDAK TANYA LANGSUNG KEORANGNYA SAJA?? tiap hari nongol tuh dan menjawab pertanyaan muslim disitusnya

      http://alisina.org/

      silahkan berdebatlah disana dengan orangnya.. JIKA KAU BERANI..

      sekali lagi anda menjawab bab per bab dari buku tsb dengan ngasal tanpa membaca dulu bukunya.. malas saya nanggapi anda terus menerus.. NGARANG TERUS..

      SAYA BIARKAN ORANG LAIN (NETTER LAIN) YG MEMBACA BUKU TSB YG SUDAH SAYA COPYKAN CAPEK2 UNTUK MEMBACA DAN MENANGGAPINYA dengan ditanggapi dengan bijak.. tanpa fitnah kesana kemari (khususnya kristen dan oot dengan kata2 yg ngawur)..

      TIDAK PERNAH SAYA TEMUI ORANG YG SUDAH MEMBACA BUKU TSB SAMPAI SELESAI MASIH MENGAKUI MUHAMMAD SEBAGAI NABI DAN MENELADANINYA LAGI.. DAN TIDAK PERNAH SAYA TEMUKAN OTRANG YG BISA MEMBANTAHNYA DENGAN BAIK dari bab perbab dari kata per kata…

      JIKA ANDA MASIH ISLAM SETELAH MEMBACA SAMPAI BUKU ALI SINA TSB..ANDA AKAN MENDAPATKAN UANG CUMA2 500 JUTA DARI ALI SINA.. silahkan ditunggu hasil bantahannmu disitus penulis bukunya sendiri tersebut jika berani.. KARENA SEMUA MATA DUNIA AKAN MELIHAT ANDA SEBAGAI ORANG INDONESIA PERTAMA KALI YG BERANI MENDEBAT ALI SINA,,,,,

      saya menunggunya.. salam hormat selalu untukmu

    • Saya punya 3 point utk kamu.

      Pertama.
      Mengenai membahas buku alisina point per point …
      Oow jadi itu maksud kamu? Membahas bab per bab ov point per point dari buku alisina ini??

      Ow saya setuju sekali!!
      Jadi skg gini aja.
      Setiap point yg ada di buku alisina ini, nah kamu aja yg kopas ke weblog saya ini. Nanti insya allah akan saya tanggapi. Bgm??

      Saya merasa tidak mempunyai kepentingan utk membahas buku alisina itu per point KALAU pembahasan itu datang dari inisiatif saya. Jadinya, bgm ga kamu aja yg memulainya???

      Nah kamu, mulailah melancarkan atau mengirim satu point dari buku alisina ini ke weblog saya ini, kemudian akan kita bahas bersama. Jadinya tidak satu buku sekali brekk!! GITU, nikita …

      Dan kamu send point nya itu, satu-satu, jangan sekali banyak …. gemana??? Jadinya, kamu nanti send point berikutnya, kalo point sebelumnya SUDAH CLEAR. Setuju??
      Saya senang sekali kalo begitu mekanisme nya ….

      Kedua.
      Utk skg ini, memang saya menanggapi atau memberi tanggapan atas buku alisina itu, HANYA SECARA KESELURUHAN. Mengapa? Lha tidaka ada mengapa2nya, neng!

      Sanggahan saya itu adl utk satu buku alisina secara keseluruhan. Kalau kamu tidak dapat melihatnya begitu (shg kamu kecewa) ya itu urusan kamu sendiri…

      Ketiga.
      Mengapa saya tidak debat langsung ke situs alisina?? Lho memangnya kamu tidak tehe ya??
      Kalo saya mau bahas semua “tuduhan” atau tulisan alisina mengenai betapa negatif nya muhammad, maka pasti saya akan menghubungkannya dg nabi2 alkitab aka nabi2 israel. Nah kalo sudah begitu, pasti alisina akan MARAHBESAR krn alisina tidak ingin saya atau muslim lainnya menggunakan sumber atau ajaran lain utk membenarkan ajaran islam .. efeknya? Efeknya saya atau muslim ini PASTI AKAN DI-BANNED!! ini yg jadi masalah saya…. kamu sadar ga??

      Mengapa alisina jadi begitu picik?? Alisina hanya sedang ingin mempersulit takdir islam di muka bumi ini. Memangnya mengapa kalau umat muslim ingin mencari pembelaan dg cara mencari kelemahan dari agama lain??

      Sudah jelas, muhammad dipersalahkan krn berbuat A, misalnya. Dan ternyata, perbuatan A ini juga diperbuat oleh nabi israel. Tapi mengapa hanya muhammad saja yg dihujat?? Mengapa nabi israel itu tidak dihujat?? Dan yg membuat muslim tidak berdaya adl, ketika muslim bawa nama nabi2 israel yg juga berbuat A, maka serta merta si muslim ini DI-BANNED.
      Dan metode inilah yg membuat situs alisina menjadi BEGITU PERKASA krn dg demikian TIDAK ADA SATU PUN MUSLIM yg berkutik …. kamu sadar ga?? Kamu bisa jawab ga, di mana letak hebatnya ali sina dg situsnya itu?? Seharusnya alisina membuka debat di situsnya dg CARA YG FAIR, bukan dg cara SEENAK UDEL nya …

      Skg tolong jawab saya.
      Apakah benar, bhw sesalah2nya muhammad, maka kesalahan itu HANYA DILAKUKAN MUHAMAD?? Apakah nabi2 israel tidak melakukan kesalahan tsb??

      Well nikita …
      Saya sudah siapkan 2 thread utk kamu di weblog saya ini, yaitu
      https://islamthis.wordpress.com/2012/07/28/mendebat-nikita-on-alisina-point-002/ dan
      https://islamthis.wordpress.com/2012/07/28/mendebat-nikita-on-alisina-point-001/

      nah langsung aja kamu jabanin .. itu semua UTK MEMENUHI TUNTUTAN kamu kepada saya soal debat ini. Owchay???

    • @iSLAMTHIS :

      Pertama. :POINT PER POINT DARI TIAP BAB.. SAYA SUDAH MEMBEITAHUKAN DAFTAR ISI DAN BAB

      kedua : MASALAHNYA YG KAMU JAWAB TIDAK ADA YG DIBAHAS DIDALAM BUKU!!!.. LALU KAMU SEBENARNYA MENJAWAB ISI BUKU DARI MANA??

      ketiga : ADA PENGECUT… YANG SELANJUTNYA DALAM SITUS TERSEBUT TIDAK PERNAH MEMBANNED ORANG.. SISTEMNYA HAMPIR SAMA SEPERTI BLOG ANDA INI.. TINGGAL MASUKKAN MAIL DAN NAMA LALU SILAHKAN BERKOMENTAR.. JIKA KOMENTARMU TIDAK BERMUTU TINGGAL GA DIGUBRIS.. DAN JIKA KOMENTARMU MENGANDUNG KATA2 KOTOR.. SEPERTI TAI DLL.. BARU DIHAPUS.

      HEBATNYA SITUS TERSEBUT DIBANDING SITUS MURAHAN ANDA ADALAH PENANYANYA DARI BERBAGAI NEGARA DAN SITUS TERSEBUT DIAKUI OLEH LEMBAGA PEMERINTAH AMERIKA SEBAGAI SALAH SATU BAGIAN ANGGOTA DARI “SION”. (YAKNI STOP ISLAM ON THE NATION).. SEHINGGA SITUS TERSEBUT DIAKUI SEBGAI SITUS TANYA JAWAB SECARA LANGSUNG TTG AJARAN MUSLIM KEPADA DUNIA INTERNASIONAL..

      SEDANGKAN SITUS ANDA INI APA?? SAMPAH YG BISANYA HANYAMENGOLOK2 KRISTEN SAJA..

    • udeh laaaa hhhh ….

      kamu tulis aja point per point nya …

      jangan satu buku sekali brekk!!!

      ga efektif ah kalo gitu ….

  9. gak jelas buku ini, menyesatkan sekali, hahahaaa.. Allahumma Shalli ‘ala Muhammad!!

  10. wkwkwkwk, begitulah bro, kalo karosaten terpojok,, sumpah serapah lalu lari ngabur kagak karuan,,, wkwkwkkw

    mereka meminta sanggahan atas buku Ali Sina itu, tetapi ketika umat Islam menyanggahnya, mereka katakan tidak asli, tidak autentik, tidak mendasar, whatssssssss,,,,

    Padahal buku ali sina tersebut hanyalah Berisikan Penjelasan-Penjelasan yang kagak mendasar sama sekali, yang penjelasannya hanya berdasarkan buah pikiran dari Ali Sina Sendiri…

    begitulah bro kebanyakan umat karosetan tersebut,, mereka gak nyadar-nyadar. seperti yang kita ketahui, pada dasarnya bahwa karosetan ntu hanya ingin memojokkan Islam aja,,,

    Hanya satu Pertanyaan buat Nikibul DKK :
    kalo nikibul bisa menjawabnya saya akan murtad :
    Kalo Nikibul tidak bisa menjawabnya, berarti Kitab Suci yang di yakini oleh nikibul adalah Kitab Sampah yang mutunya tidak melebihi dari buku pelajaran anak SD….!!!

    Ini Pertanyaannya :

    = Benarkah Ular itu makan Debu dan tanah ?????

    Ayo jawab nikibulll, ayo…ayo… kamu pasti bisa

  11. Seorang Nabi kok bisa ngentot sama anak ingusan ???

    NABI SINTING !!
    =================

    Islamthis,
    tidak ada bukti sejarah mau pun fakta yg membuktikan bhw muhammad mensenggamai anak ingusan.

    alhadis yg mengkonfirmasi hal demikian SUDAH TERBUKTI sbg hadis palsu.

    terima kasih.

  12. Islam adalah doktrin barbar incompatibel dg abad modern
    ========

    Islamthis,
    berdasarkan apa???

    bisa lebih spesipik???

    terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: