Hukum Bakar Dalam Hukum Kasih Kristus

Bagian Satu.

Hukum Kasih atau Hukum yang terutama adalah inti ajaran Yesus Kristus yang terdapat pada ketiga Injil Sinoptik: Matius 22:37-40, Markus 12:28-34, dan Lukas 10:25-28.

Hukum ini diungkapkan Yesus ketika ada orang-orang Farisi yang ingin mencobai Yesus dan menanyakan “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” (Matius 22:36)

“Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Access from,

http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Kasih

Access date 24 Pebruari 2012.

_____________________

……….. Artinya, prinsip hukum Taurat tetap ada dalam iman kristiani. Tetapi pelaksanaannya telah disempurnakan, dirumuskan ulang, direformulasikan sekaligus direvitalisasikan oleh Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan Yesus memberi pengajaran yang sederhana dan jelas; meskipun kelihatannya sederhana, tetapi hukum diatas mencakup seluruh hukum Taurat!

Bahwa jika kita mengasihi Allah, maka kita akan melakukan prinsip-prinsip bahwa TUHAN adalah satu-satunya sesembahan kita, dan pelaksanaan ini akan selaras dengan Firman ke 1-5 dalam Dasa Titah. Jika kita mengasihi sesama, tentu kita tidak boleh membunuh (Firman ke 6); berzinah (Firman ke 7) dan seterusnya. Dan semuanya akan selaras dengan (Firman 6-10)

10 Firman (Dasa Titah) misalnya yang menulis “Jangan ini, jangan itu” harus kita akui, memang cenderung negatif. Juga bermacam-macam perintah yang tersebar dalam ke-5 kitab Musa itu berbeda gaya dengan apa yang dirumuskan Yesus tentang Hukum Kasih yang lebih positif “Hendaklah begini atau begitu”. Dasa Titah memberi peringatan bahwa orang telah salah jalan, sedangkan Hukum Kasih memberi petunjuk, ke mana orang mesti putar haluan. Dan tidak hanya berhubungan dengan 10 Firman saja yang merupakan bagian dari Hukum Taurat, melainkan Hukum Kasih adalah merangkum seluruh Taurat yang berisi 613 perintah!

Tuhan Yesus merangkum Taurat itu menjadi 2 point yang sederhana. Pelaksanaan Hukum Kasih sudah mencerminkan seluruh hukum Taurat (ayat 40).

Firman dalam PL tetap merupakan Firman Allah bagi orang percaya, sebab semuanya adalah dasar dari Perjanjian Baru.

Kita tidak akan bisa mengerti arti “kurban Yesus” tanpa melihat dan memahami dosa asal yang diperbuat Adam-Hawa.

Kita tidak akan mengerti terminologi “Anak Domba Allah” tanpa mempelajari prinsip-prinsip pengampunan dosa yang ada di Perjanjian Lama, kurban bakaran, kurban pengampunan dosa dll.

Dengan demikian, Yesus telah menggenapi Taurat dan menyempurnakannya.

Pada beberapa keterangan Alkitab “Menggenapi” berarti “Memenuhi, sesuai dengan, melaksanakan dengan baik”.

Access from,

http://www.sarapanpagi.org/hukum-kasih-vt344.html

Access date 24 Pebruari 2012.

_________________

………. Dalam Yesaya 52 & 53 Tertulis tentang Pengorbanan Tuhan Yesus di Kayu Salib,itu semua karena Tuhan Itu Baik dan mengasihi kita, dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. KasihNya tidak berubah. Pada Paskah ini marilah kita Mengingat kembali akan Pengorbanan Yesus, dan hari ini dia Bangkit untuk menyelamatkan kita orang-orang berdosa.

Yohanes 3:16,

Dikatakan dalam Yohanes 3 bahwa begitu besar Kasih Allah akan dunia ini sehingga dia mengaruniakan AnaknYa yg Tunggal yaitu Yesus Kristus, untuk menebus dosa kita, dan membebaskan kita dari kegelapan.

Yesus disiksa, dicela, mengorbankan diriNya di Kayu Salib supaya kita tidak binasa dan beroleh Hidup yang kekal, ini semua karena Tuhan begitu mengasihi saudara dan saya. Karena inilah makna Paskah yang Sesungguhnya, bahwa kita telah ditebus dengan harga yang mahal, yaitu darah Yesus yang tercurah di kayu salib  telah menebus & menyelamatkan kita.

Acceess from,

http://menara-fm.com/rohani/karena-begitu-besar-kasih-allah.html

Access date 24 Pebruari 2012.

_________________

Bagian Dua.

…………. Anggota ordo itu banyak duduk dalam lembaga Great Inquisition, yang bermula dibangun Paus Innocent III (1198 -1216) dan terkenal mengerikan karena ragam siksaan dan hukum bakar hidup-hidup yang dijatuhkannya atas setiap orang yang dipandang menyebarkan ajaran Bid’at ataupun mengemukakan hasil-hasil penemuan ilmiah yang dipandang bertentangan dengan ajaran agama Kristen, seperti hukuman bakar hidup atas John Huss (1374-1415), hukuman bakar hidup-hidup terhadap Jean D’Arc (1412-1431), hukuman bakar hidup-hidup terhadap Giordano Bruno (1548-1600), penahanan dan siksaan terhadap Galilio Galilei (1564-1642) sampai menyatakan “taubat” dari penemuan ilmiahnya. Sepanjang sejarah, korban lembaga Great Inquisition itu mencapai puluhan ribu orang.

Access from,

http://www.pondokrenungan.com/isi.php?tipe=Gereja&table=issi&id=29

Access date 24 Pebruari 2012.

_________________

Pembunuhan dengan cara dibakar hidup-hidup merupakan hukuman yang digunakan Gereja di masa lalu. Berdasarkan catatan sejarah, penguasa Roma telah mengeksekusi  banyak sekali orang Kristen awal dengan cara dibakar hidup-hidup. Catatan ini juga mengatakan bahwa walaupun mereka lolos dari hukuman bakar tapi mereka tidak bisa lolos dari hukuman penggal.

Dalam Bibel ada hukuman yang disebut Serefa, tapi bukan membakar hidup-hidup manusia pada sebuah iang kayu. Lebih kejam agi, hukuman ini adalah dengan memanaskan timah hingga memerah dan cair dan kemudian dipaksakan masuk ke dalam mulut terhukum. Kematian terjadi sangat cepat seiring dengan terbakarnya seluruh urat-urat dan pembuluh darah di leher. Ini adalah salah satu bentuk dari empat cara hukuman mati, yang lainnya adalah di lempari batu, pemenggalan dan gantung.

Kaisar Roma Justinian memerintahkan hukuman mati dalam api, tanpa boleh berwasiat dan penyitaan seluruh milik pribadi oleh negara sebagai hukuman bagi orang-orang yang bertentangan akidah dengan katolik, hal ini di tulis dalam Codex Luxtiniani, yang kemudian di sah kan oleh penerusnya yaitu Kaisar Arkadius dan Flavius Augustus Honorius.

Tahun 1184 Muktamar Gereja di Verona melegalkan hukuman bakar hidup-hidup sebagai hukuman resmi untuk orang-orang yang tidak seakidah. Keputusan ini dikuatkan kembali dalam konsili ke-IV Lateran pada 1215, Muktamar gereja di Touluose pada 1229, dan sejumlah pemimpin agama juga pemimpin negara hingga abad ke-17.

Di antara sekian banyak yang telah menjalani hukuman ini antara lain yang terkenal adalah Jacques de Molay (1314), Jan Hus (1415), St joan of Arc (may 30,1431), William Tyndale (1536), Michael Servetus (1553), dan Thomas Cranmer (1556) yang juga di bakar hidup-hidup.

Imam-imam Kahtolik diancam hukuman mati, kalau ketahuan berkarya di wilayah kekuasaan VOC. Pada 1924, Pastor Egidius d’Abreu SJ dibunuh di Kastel Batavia pada zaman pemerintahan Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen, karena mengajar agama dan merayakan Misa Kudus di penjara.

Access from,

http://www.globalmuslim.web.id/2011/11/siapa-yang-melompati-wewenang-tuhan.html

Access date 24 Pebruari 2012.

___________________

Bagian Tiga.

Dua bagian di atas memaparkan telah terjadinya kejahatan kemanusiaan yang menjijikkan yang dilakukan oleh Gereja. Kejahatan tersebut mereka kemas di dalam bentuk penghukuman Gerejani, kepada individu-individu yang mereka vonis sesat atau bidat, khususnya di dalam bentuk Hukum bakar hingga mati, atau menuangkan cairan logam yang meleleh ke dalam mulut terhukum hingga mati.

Islam, di lain pihak, mengajarkan bahwa menghukum mereka yang berdosa itu ADA BATASNYA. Dengan kata lain, Islam tidak pernah memberi peluang bagi umatnya untuk semena-mena di dalam hal menerapkan hukuman. Mungkin seseorang telah berdosa alias berbuat kesalahan. Namun, sementang-mentang seseorang telah berbuat dosa, maka pemimpin umat dapat menghukum dengan cara apapun yang ia sukai. Hal itu tidak ada di dalam Islam.

Di dalam suatu Alhadis Qudsi, Allah berfirman,

“………..sungguh mengazab dengan api hanyalah hak-Ku…..”.

Sesama mahluk, mungkin akan (atau harus) menghukum mahluk lainnya. Atau bahkan ingin memusnahkan mahluk lainnya. Sampai pada level yang memprihatinkan, Allah mempersilahkan hal tersebut. Namun Allah berpesan, LAKUKANLAH HAL ITU. NAMUN JANGAN MENGGUNAKAN API UNTUK TUJUAN ITU. Karena menghukum atau memusnahkan, atau mencabut nyawa dengan api, HANYALAH HAK ALLAH.

Aplikasinya beragam. Pertama yang jelas sekali adalah, tidak boleh meng-eksekusi mati manusia dengan menggunakan api, alias dibakar hidup-hidup. Termasuk di sini juga, mematikan hewan dengan cara dibakar hidup-hidup. Misalnya, ingin menyantap ikan bakar. Di dalam keadaan masih hidup, ikan tersebut langsung diceburkan ke dalam api, sehingga si ikan merasakan pedihnya api di detik-detik terakhir kehidupannya. Hal itu amat berdosa. Atau, memasukkan ikan yang masih hidup ke dalam air mendidih sehingga para ikan itu merasakan panas yang mematikan mereka. Berdosa. Kalau ingin memanggang ikan, atau menggoreng ikan, maka pastikanlah si ikan telah mati, mati yang bukan karena dibakar.

Memusnahkan tikus-tikus yang membandel dengan cara menyiramkan minyak tanah, kemudian menyulut api sehingga semua tikus terbakar hidup-hidup hingga mati. Ini sungguh berdosa.

Pun, memberi hukuman supaya jera dengan cara menjejalkan lidah api kepada terhukum sehingga terhukum merasa kesakitan, juga tidak boleh.

Islam mengajarka larangan yang demikian, adalah sebagai implementasi bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Rahman. Api adalah zat yang menimbulkan sakit yang luar biasa, lebih sakit dari apa pun. Oleh karena itu Allah tidak ridha jika api itu digunakan oleh satu mahluk untuk menyengsarakan mahluk hidup lainnya. Cukup Allah saja Yang menggunakan api itu sebagai alat penghukuman, yaitu api Neraka untuk para pendosa. Maka paripurnalah sudah penjelasan dan bukti bahwa Allah amat sayang kepada mahlukNya, meski mahluk tersebut adalah mahluk-mahluk yang berdosa (ketika di Dunia).

Islamthis,

Hukum kasih?

Pada saat pertama umat manusia diyakinkan oleh Gereja dengan kebohongannya bahwa inti daripada ajaran Jesus adalah kasih, kasih Tuhan. Mereka kaum Gerejani selalu memperbarui kebohongannya dengan mengutip ayat-ayat Alkitab berkenaan betapa kasihnya Tuhan Gereja.

Namun sungguh ironis, agama yang manusia-manusianya selalu teriak-teriak tentang kasih Tuhan yang tidak terhingga, justru paling di depan di dalam mempraktekkan kekejian atas nama agama / Alkitab tersebut.  Gereja mengambil inisiatif untuk menerapkan Hukum bakar kepada anak-anak manusia hingga tewas, TANPA PERASAAN sedikit pun. Sungguh mereka, kaum Gereja itu, menerapkan Hukum bakar itu justru atas nama Alkitab, atasnama kemurahan Tuhan. Tidakkah itu ironis? Kutipan artikel di atas telah menunjukkan bahwa telah banyak manusia yang tewas di dalam keadaan hangus bin mateng di atas tumpukan kayu bakar, yang mana ketewasannya itu adalah atas perintah Gereja.

Lantas di mana itu KASIH Allah? Di satu pihak orang Kristen klaim bahwa Allah adalah kasih. Namun di pihak lain, Gereja menerapkan Hukum bakar hidup-hidup kepada para pendosa, atasnama nama Allah mereka! Kalau lah memang benar bahwa Allah Gereja itu penuh kasih, maka seharusnya umat mereka TERBEBAS dari diberlakukannya Hukum bakar yang amat menyengsarakan tersebut. Namun faktanya?

Sungguh, yang sebenarnya adalah, bahwa agama Kristen itu JAUH SEKALI dari kasih Allah. Tidak ada itu yang namanya kasih Tuhan di dalam agama Kristen, karena yang ada di dalam Kristen hanya lah kebengisan dan kekejian (not to mention, abmoralitas seperti kemesuman, riba, pesta seks, patung-patung telanjang, makan daging segala hewan tanpa pandang bulu dan lain lain). Buktinya? Kristen telah benar-benar hebat di dalam hal mempraktekkan Hukum bakar untuk manusia. Itu adalah tanda bahwa kasih tidak pernah ada di dalam agama Kristen.

Kebalikannya, Islam benar-benar mengajarkan bahwa Allah Swt adalah Tuhan Yang Pengasih. Buktinya, di dalam pembahasan ini, Allah melarang manusia menggunakan api untuk menyengsarakan atau menghukum mati manusia lain. Allah faham bahwa api akan mendatangkan rasa sakit yang luar biasa. Karena Allah maha Penyayang-lah, maka Islam melarang umat Muslim untuk menggunakan api sebagai alat penghukuman. Tidak seperti di dalam agama Kristen atau lainnya.

Adanya Alhadis di atas yang berbunyi bahwa Allah melarang manusia untuk menggunakan api sebagai alat penghukuman, adalah bukti bahwa Allah adalah Maha Penyayang. Kebalikannya, jika kita semua harus percaya bahwa Kristen adalah agama kasih Tuhan, maka seharusnya Alkitab khususnya Perjanjian baru mempunyai ayat yang bunyinya seperti Alhadis tersebut. Fakta bahwa ayat seperti dimaksud tidak ada di dalam Perjanjian baru, maka mau tidak mau itu berarti Kristen bukanlah agama kasih, sedikit pun. Dan karena ketiadaan ayat seperti itu di dalam Alkitab, akibatnya adalah fatal: masyarakat Kristen adalah masyarakat yang gemar menghukum mati musuh-musuh mereka dengan cara dibakar hidup-hidup.

Percuma orang karosetan setiap hari teriak-teriak binti jerit-jerit bahwa Tuhan Bapa mereka penuh kasih sambil melantunkan ayat-ayat Alkitab yang menyiratkan demikian. Selama tidak ada Alhadis seperti yang dimiliki Islam itu, maka selama itu juga berarti bahwa Tuhan Bapa dan Tuhan Jesus adalah Tuhan-Tuhan yang bengis, karena mengajarkan dan membiarkan orang karosetan mengadopsi Hukum bakar hidup-hidup atas para pendosa. Sejarah orang karosetan pada masa silam sudah membuktikan hal tersebut.

________

Note,

Saya sebagai penulis dari artikel ini, akan segera menarik artikel ini, JIKA ada pembaca Kristen yang dapat menunjukkan ayat Alkitab yang menjelaskan bahwa Tuhan Alkitab JUGA menolak hukum bakar hidup-hidup ini. Terima kasih.

5 Responses

  1. wah ngeri gan ilmuwan yg hidup jaman inkuisisi. kalo skrg udh terbukti bahwa primbon injil yg salah soal sains mungkinkah pendeta & pastor yg giliran dibakar?

    • kalo pendeta dan pastor dibakar, nanti paus benediktus buru2 bikin fatwa bhw perbuatan itu DOSA.

      jadinya, kalo bakar2 ilmuan KAGAK DOSA. tapi kalo bakar2 pastor, ADALAH DOSA …..
      .
      hihihihhihihiiiiiiiii

  2. heretics harus dibakar…..jadi inget komik “BERSERK”

  3. Pemberlakuan hukuman mati :
    Kristen ketika menghukum si terhukum ternyata dengan dibakar hidup-hidup
    dan islam mengajarkan dengan hukuman pancung, dimana senjata eksekusinya pun harus benar-benar tajam supaya tidak menyakiti….

    tapi anehnya yang benci islam malah lebih menilai “sadis” terhadap hukuman cara islam….

    siapa yang bodoh siapa yang pinter, hanya orang berakal dan jujur yang bisa menilai……

    Maha benar Allah dengan firman-Nya. subhanallah

  4. Kenapa sih islamthis ini kok gak mengulas soal Pengakuan Kristen terhadap Kenabian Muhammad sbg Rasulullah SAW? Pasti lebih dahsyat buanget cetar membahana bumi gonjang ganjing khatulistiwa jos gandos kotos kotos kate mbledhos dari seluruh cerita dan sejarah yg ada deh, liat aja. Percaya deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 52 other followers

%d bloggers like this: