Alquran Manuskrip Sana’a

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Manuskrip Sana’a, ditemukan di Yaman pada tahun 1972, dianggap (oleh sebagian orang) sebagai versi paling tua dari Qur’an. Walaupun teks tersebut bertanggalkan hingga dua dekade awal pada abad 8 (kira-kira 70 tahun setelah kematian Nabi Muhammad), tes dengan karbon-14 menunjukan beberapa perkamen dalam kumpulan ini sudah ada sejak abad 7 dan 8.

Penemuan dan penelitian

Pada tahun 1972, pekerja bangunan yang merenovasi dinding di loteng Masjid Agung Sana’a di Yaman, menemukan sejumlah besar perkamen dan manuskrip kuno. Mereka tidak menyadari apa yang mereka temukan dan mengumpulkan dokumen-dokumen tersebut, dan memasukkannya ke dalam 20 karung kentang, kemudian meninggalkannya di salah satu tangga menara Masjid.

Presiden (saat itu) dari Otoritas Kepurbakalaan Yaman, Qadhi Isma’il Al-Akwa’, menyadari adanya kemungkinan penemuan ini adalah penemuan penting. Al-Akwa meminta bantuan internasional dalam memeriksa dan melestarikan serpihan-serpihan naskah itu, dan pada tahun 1979 berhasil menarik perhatian seorang ilmuwan German, yang kemudian membujuk pemerintah Jerman Barat untuk mengorganisir dan membiayai proyek restorasi.

Tes karbon-14 menunjukkan beberapa perkamen berasal dari tahun 645-690 sesudah masehi. Periode ini cukup panjang, terutama jika perkamen itu digunakan ulang, yang wajar dilakukan pada zaman dahulu. Sedangkan kaligrafinya berasal dari tahun 710-715 sesudah masehi. Secara umum yang diketahui saat itu adalah “belum pernah ada manuskrip yang berasal dari sebelum abad ke 9.”

Proyek restorasi

Restorasi manuskrip ini diorganisir dan diawasi oleh seorang ahli kaligrafi Arab dan paleografi Qur’an yang bernama Gerd R. Puin dari Saarland University, di Saarbrücken, Jerman. Puin telah memeriksa bagian-bagian perkamen yang ada dalam kumpulan ini secara menyeluruh, DAN MENDAPATKAN URUTAN AYAT-AYAT YANG TIDAK BIASA, PERBEDAAN KECIL DALAM TEKS, dan orthografi serta hiasan-hiasan artistik dengan gaya yang langka ditemukan. Beberapa manuskrip juga merupakan contoh langka yang ditulis dalam bahasa Arab Hijazi awal. Walaupun bagian-bagian yang ditemukan ini berasal dari sebuah Qur’an tertua yang pernah ditemukan, bagian-bagian ini juga merupakan sebuah palimpsest, dengan tulisan -tulisan baru yang menggantikan versi Qur’an yang bahkan lebih tua lagi.

Sejumlah penemuan penting sudah diambil dari tempat penemuan tersebut seiring dengan berjalannya penggalian tersebut. Dari Tahun 1983 sampai 1996, sekitar 15.000 dari 40.000 lembaran sudah direstorasi, termasuk 12.000 perkamen yang beberapa di antaranya bertarikh abad 8 Masehi.

Pada tahun 1999, Editor eksekutif website The Atlantic MOnthly Toby Lester, memberitakan penemuan Puin: “Beberapa perkamen yang ditemukan dari Yaman berasal dari abad ke-tujuh dan ke-delapan. Atau dua abad pertama agama Islam. Perkamen ini adalah Al Quran yang tua, mungkin yang paling tua yang pernah ada. Selain itu, SEBAGIAN SERPIHAN INI MENUNJUKAN ADANYA PERBEDAAN KECIL (TAPI MENGGANGGU) DARI TEKS QURAN YANG BIASA. PERBEDAAN-PERBEDAAN TERSEBUT, WALAUPUN TIDAK MENGEJUTKAN BAGI AHLI TEKS SEJARAH, BERTENTANGAN DENGAN KEYAKINAN MUSLIM ORTODOKS BAHWA AL QURAN YANG SEKARANG ADALAH KATA-KATA TUHAN YANG SEMPURNA, TIDAK PERNAH BERUBAH, DAN ABADI.”

Sikap Yaman

Lebih dari 15.000 lembar teks Qur’an dari Yaman sudah diratakan, dibersihkan, diurutkan, dan ditata. Teks ini akan diteliti lebih lanjut di Perpustakaan manuskrip Yaman. Namun pemerintah seperti tidak mau mengizinkan. Puin mengatakan “Mereka tidak mau menarik banyak perhatian pada hal ini, sama seperti kami, walaupun dengan alasan yang berbeda.”

Puin dan koleganya Graf von Bothmer, seorang ahli sejarah Islam, telah mempublikasikan essay-essay pendek tentang penemuan ini. Von Bothmer pada tahun 1997 telah memfoto 35.000 gambar perkamen itu dengan microfilm, dan telah membawa gambar-gambar tersebut ke Jerman. Teks ini akan diteliti lebih lanjut dan hasil penelitiannya akan dipublikasi secara bebas. Puin menulis: “BEGITU BANYAK MUSLIM YANG PERCAYA BAHWA SEMUA YANG TERTULIS DI QUR’AN ADALAH KATA-KATA ALLAH. MEREKA SERING MENGUTIP TEKS ILMIAH YANG MENUNJUKAN BAHWA ALKITAB (KITAB NASRANI) MEMPUNYAI SEJARAH DAN TIDAK TURUN DARI LANGIT, NAMUN HINGGA SEKARANG QUR’AN TIDAK PERNAH DIANGGAP PUNYA SEJARAH. SATU-SATUNYA CARA UNTUK MENGHANCURKAN DINDING INI ADALAH DENGAN MEMBUKTIKAN BAHWA QUR’AN JUGA PUNYA SEJARAH. DOKUMEN-DOKUMEN SANA’A AKAN MEMBANTU KAMI DALAM MENCAPAI HAL TERSEBUT.”

Komentar dan kesimpulan Puin

Pada tahun 1999 di sebuah artikel Atlantic Monthly, Gerd Puin mengatakan:

Menurut saya Al-Qur’an adalah semacam campuran teks yang tidak semua dapat dipahami, bahkan pada zaman Muhammad. Banyak dari mereka bahkan mungkin sudah ada ratusan tahun lebih dulu daripada Islam sendiri. Bahkan dalam tradisi Islam ada banyak informasi yang kontradiktif, termasuk substrat Kristiani dalam jumlah yang signifikan. Seseorang dapat menemukan sejarah yang bertentangan di dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an mengklaim bahwa Al-Qur’an sempurna atau bersih, tapi kalau anda membacanya, anda akan melihat bahwa setiap sekitar 5 kalimat ada 1 kalimat yang tidak masuk akal. Banyak orang Muslim yang akan memberitahu anda sebaliknya, tentu saja, tapi faktanya seperlima bagian dari teks Qur’an tidak dapat dimengerti. Hal ini yang telah mengakibatkan kecemasan yang ada dari dulu mengenai terjemahan. Jika Al-Qur’an tidak dapat dipahami, tidak dapat dimengerti dalam bahasa Arab, maka Al-Qur’an tidak dapat diterjemahkan ke bahasa apapun. Oleh karena itulah para Muslim takut. Karena Al-Qur’an berkali-kali mengklaim bahwa tulisan didalamnya jelas, padahal tidak. Ada kontradiksi yang sangat jelas dan serius. Pasti ada sesuatu yang lain yang terjadi

Respon

Pada tahun 2000, The Guardian mewawancara sejumlah akademisi untuk tanggapan mereka terhadap klaim Puin, termasuk Dr Tarif Khalidi, dan Professor Allen Jones, pengajar studi Qur’an di Universitax Oxford. Terhadap klaim Puin bahwa beberapa kata dan pengucapan di Qur’an tidak distandardisasi sampai abad ke sembilan, artikel tersebut menuliskan.

Jones mengakui bahwa ada perubahan yang “tidak penting” pada revisi Uthman. Khalidi mengatakan kepercayaan Muslim tentang penulisan Qur’an masih kurang lebih betul. ‘Saya belum melihat sesuatu yang bisa mengubah pandangan saya secara radikal,’ katanya. [JONES] MEYAKINI BAHWA AL-QUR’AN SANA’A BISA SAJA MERUPAKAN SALINAN YANG SALAH YANG DIGUNAKAN OLEH ORANG-ORANG YANG BELUM MENGGUNAKAN TEKS UTHMANIC. “BUKAN HAL YANG TIDAK MUNGKIN SETELAH PENYERAGAMAN KE TEKS UTHMAN, BUTUH WAKTU YANG LAMA UNTUK PENYARINGAN.’

Selain itu artikel tersebut juga menuliskan beberapa reaksi positif dari Muslim terhadap penelitian Puin. Salim Abdullah, direktur arsip Islami Jerman, ketika diberikan peringatan mengenai kontroversi yang bisa dihasilkan oleh penelitian Puin berkomentar, “Saya menantikan diskusi semacam ini untuk topik ini.”

Access from,

http://id.wikipedia.org/wiki/Manuskrip_Sana%27a

Access date, 16 Januari 2012.

__________________________

Islamthis,

Sepertinya penemuan ini akan menjadi langkah awal, atau lebih tepat dikatakan sebagai, GEJALA AWAL, bagi setiap orang untuk mulai meragukan klaim Alquran (Allah Swt) bahwa Alquran itu TERBEBAS dari kesalahan dan perubahan. Nyatanya, penemuan ini telah membuktikan bahwa terdapat perbedaan antara Alquran yang sekarang sudah bersirkulasi di seluruh Dunia, dengan versi Alquran yang ditemukan di Sana’a ini.

Kaum Muslim akhirnya diperhadapkan pada pertanyaan, “sekarang tolong buktikan bahwa Allah benar ketika Ia berfirman bahwa Alquran itu tidak berubah dan tidak salah …. Faktanya penemuan naskah Alquran tertua ini menyatakan hal yang berbeda yang ada di dalam Alquran mainstream….”. Tentunya Muslim akan menjadi terdiam kalau naskah penemuan ini berada di tangan si Muslim ini.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dan untuk menetralisir efek negatif dari penemuan naskah Alquran tertua tersebut, kita harus menjawab dan meneliti sejumlah pertanyaan di bawah ini ……

  1. Siapakah yang meletakkan Alquran ‘penemuan’ tersebut di loteng Masjid di kota Sana’a itu?
  2. Apakah dia manusia yang baik hati? Apakah dia adalah seorang Muslim yang lurus? Atau bisa jadi dia adalah manusia berhati jahat, yang kemudian membuat Alquran versi palsu, kemudian meletakkannya di suatu tempat, agar suatu saat ditemukan oleh generasi mendatang, sehingga akan menjadi kacau lah opini umat Muslim pada generasi tersebut?
  3. Dan apakah maksud seseorang meletakkan lembaran Alquran di loteng tersebut? Apakah untuk mengelabui opini Muslim secara lebih luas bahwa Alquran pada suatu jaman TERNYATA  bertentangan dengan versi Alquran yang lain?
  4. Kalau Alquran versi ‘penemuan’ tersebutlah yang benar, berarti Alquran versi Dunia sekarang ini adalah versi Alquran yang salah. Pertanyaannya adalah, atas dasar apa versi A adalah salah, dan versi B adalah benar? Alquran versi sekarang sudah melalui tahapan kompilasi yang transparant dan ilmiah. Maka apakah masih ada yang kurang dengan kenyataan tersebut, sehingga Alquran versi sekarang ini masih bisa dikatakan salah? Hanya karena ditemukan Alquran versi penemuan Sana’a?

Penemuan Alquran Sana’a tersebut, praktis menjadi terompet pesta kenyinyiran bagi kaum karosetan (yang selama ini GIGITJARI mendengar bahwa Allah Swt sudah mengklaim bahwa Alquran adalah firmanNya yang benar dan tidak mungkin diubah) untuk mencecar keyakinan kaum Muslim bahwa APAKAH BENAR Alquran itu merupakan firman Allah yang murni? Lantas mengapa ada versi Alquran yang berbeda, dan versi itu adalah Alquran versi Sana’a?

Untuk menjawab cecaran mereka, suguhkanlah keempat pertanyaan di atas.

Bahkan, berkenaan dengan terdapatnya perbedaan antara Alquran versi mainstream dengan Alquran versi penemuan ini, peneliti yang bekerja untuk proyek penemuan Alquran ini juga telah berkata,

[JONES] MEYAKINI BAHWA AL-QUR’AN SANA’A BISA SAJA MERUPAKAN SALINAN YANG SALAH YANG DIGUNAKAN OLEH ORANG-ORANG YANG BELUM MENGGUNAKAN TEKS UTHMANIC. “BUKAN HAL YANG TIDAK MUNGKIN SETELAH PENYERAGAMAN KE TEKS UTHMAN, BUTUH WAKTU YANG LAMA UNTUK PENYARINGAN.’

Kita dapat menyimpulkan, bahwa analisa / pendapat orang yang bernama Jones ini ADA BENARNYA, dan bisa dikaitkan dengan sejarah kompilasi Alquran (maksudnya Alquran mainstream) itu sendiri yang ilmiah dan transparant.

Alquran mainstream mempunyai jaringan konstelasi angka 19 yang hanya dapat diungkapkan melalui kerja komputer. Secara sepihak, kenyataan ini membuktikan bahwa Alquran (versi mainstream) merupakan arsitektur firman yang memang benar-benar dijaga oleh Allah Swt. Bagaimana dengan Alquran versi Sana’a tersebut?

Penutup.

Alquran mainstream sudah benar. Dan firman Allah yang menyatakan bahwa Allah akan selalu menjaga kemurnian AlquranNya juga benar. Akan menjadi keterlaluan jika kita lebih fokus pada kenyinyiran kaum antisalam ketika mereka mulai mendapat peluru untuk mempertajam keragu-raguan yang ditimbulkan Alquran setelah ditemukannya Alquran tertua di Sana’a ini.

___________________

Note,

Untuk melengkapi pemahaman artikel ini, silahkan lanjut membaca,

https://islamthis.wordpress.com/2012/02/14/penemuan-manuskrip-yaman-tidak-mampu-meruntuhkan-mushaf-utsmani/

8 Responses

  1. petromax

  2. bro islamthis,aku ada masukan neh buat menyanggah tentang quran manuskrip sana a(yaman)

    PENEMUAN MANUSKRIP YAMAN TAK MAMPU MERUNTUHKAN
    MUSHAF USMANI.

    konon manuskrip yaman di klaim quran tertua yg berbeda dengan mushafd usmani.di temukan oleh gerd puin di daerah sanaa yaman.namun penemyuan manuskrip itu tak mampu meruyntuhkan mushaf usmani.sebab mushaf usmani mempunyai sejarah yg amat jelas dengan ribuan saksi mata dan hidup sejak abad 1 hijriah.mempunyai ratusan ribu periwayatan lisan dan saksi mata.juga sejarah mushaf usmani,teks2 quran usmani,asbabaun nuzul mushaf usmani,tertera di ratusan ribu riwayat2 di buku2 hadist bukhari,muslim,abu daud,ibn maja,dst.

    maka mushaf usmani MEMPUNYAI RAKSASA HISTORIS,SANAD,RIWAYAT,DENGAN PULUHAN RIBU BAHKAN RATUSAN RIBU SAKSI DAN PERIWAYAT LISAN SEJAK RASUL HINGGA TABIUT TABIIN.jadi manuskrip puin seperti seonggok sampah saja.serbab tak ada satu pun khalifah,ulama,ahli hadist,aliran2 bidat,bahkan sekte syiah yg getol menyerang mushaf usmani pernah sekalipun membicarakan adanya quran manuskrip yaman ini.jadi apa sebetulnya manuskrip yaman ini???manuskrip yaman kosong daroi bukti2 sejarah dan tak pernah di bicarakan secuil pun pada abad ke 1 hijriah dan seterusnya oleh siapapun.maka manuskrip yaman adalah quran palsu yg taki di terima oleh kodifikasi usaman di madinah.siapa pembuat quranb palsu ini???kita pernah mengenal sejarah yaman adanya nabi2 palsu yg membuat buat tandingan quran.tradisi2 ini mungkin kemudian di lanjutkan di yaman oleh para penentang2 islam.

    penemuan manuskrip quran palsu ini tak berarti apa2 menggoyang mushaf usmani.walau menurut penelitian karbon ia ada 71 tahun setelah wafatnya nabi,dan mushaf usmani tertua setelahnya,itu tak berarti apa2.sebab sanad mushaf usamani bersambung hingga masa rasulullh dan khalifah 4 dan seterusnya.jadi histori dan sanad mushaf usmani dapat terlacak hingga masa rasulullah saw.sedang manuskrip yaman kosongt sejarah,sanad dan kesaksian di abad ke 1 hijriah.

    jadi manuskrip yaman tak bernilai sesen pun sebab ketika quran di tulis di madinah masa rasul oleh pencatat2 quran,bisa saja orang2 yg mau merusak islam menulis quran palsu baik di yaman maupun di daerah manapun..seperti misalnya di produksi buku UUD 45 oleh pemerintah….lalu di ciptakan UUD 45 yg palsu yg berbeda versi dengan pemerintah….misalnya 2000 tahun kemudian di temukan manuskrip UUD 45 beda dengan versi 45 pemerintah,kita bisa menuding itu palsu…sebab UUD 45 versi pemerintah jelas sejarah kodifikasinya dan pemakaiannya berabad abad.

    BERIKUT PARA SAKSI MATA,PARA PEMBICARA,PARA PEWRIWAYAT,PARA PEMAKAI MUSHAF USWMANI SEJAK ABAD 1 HIJRIAH:

    *NABI MUHAMMAD SAW
    *abu bakar shiddiq(w 13h)
    *umar bin khatab(w 23h)
    *usman bin affan(w35h)
    *ali bin abi thalib(w41h)
    *ibn syihab az zuhri(50-124h)
    *umar bnin abdul aziz(61-101 h)
    *amarah binti abdurrahmman(w29-106h)
    *said bin musayyab(w94h)
    *urwah bin zubair(w94h)
    abu bakar bin abdurrahman al makhzumy(w 94h)
    ubaidillah bin abdullah bion utbah bin masud(w 98h)
    kharijah bin zaid bin tsabit(w 99h)
    *al qasim bin muhammad bin abu bakar(w 107h)
    *sulaiman bin yasar(w 107h)
    *alqamah bin qais annakhai(w 62h)
    *masruq bin ajda(w63h)
    *abdullah bin amir(w 118h)
    kahaf bin hisyam albazzar(w 129h)
    *ibn abdirrahman as saahmi(w123h)
    *syuraih bin al harist(w 95h)
    *nafi maula ibn umar(w 117h)
    samurah bin jundub(w 60h)
    zaid bin ali(w 122h)
    *saad bin ubadah(w 15h)
    *muhammad bin sirin(w 110h)
    *jabir bin abdillah (w 75h)
    qatadah(118h)
    *muhammad bin alhanafiah(w80h)
    *mujahid bin jabr(w 74h)
    abdullah bin abbas(w 69h)
    said bin jubair(w 95h)
    *abu hurairah(w 58h)
    hammam bin munabih murid abu hurairah(w 101h)
    *ubaidillah bin amru almutradi(w 72h)
    *ibrahim bin ziyad(w92h)
    *jabir bin zaid(w93h)
    ibrahim annakhai(w 96h)
    anas bin malik(w 93h)
    aisyah isteri rasul(w 57h)
    abu said alkkhudri(w 74h)
    *abdullah bin masud(w 32h)
    *abdullah bin amr bin ash(w 43h)
    *abu zar alghifari(w 32h)
    *saad bin abi waqqash(w 55h)
    *muaz bin jabal(w18h)
    abu darda(w 32h)
    dst

    saya masih dapat menunjukkan lewat sejarah bahwa masih banyak ratusan sahabat,tabiin,dan tabiut tabiin mereka semua meriwayatkan,meembaca,membicarakan,mengutip hanya mushaf usmani.mereka semua saksi mata da\n saksi hidup dan sejarah mushaf usmani.tak pernah di singgung sedikitpun di kalangan rasul,sahabat,dst tentang materi yg bertentangan dengan mushaf usmani,apalagi manuskrip yaman.
    *sejarah rasul
    *sejarah khalifah
    *sejarah sahabat
    *saejarah tabiin
    *sejarah tabiut tabiin
    *kitab2 hadis
    *serjaarah klassik islam
    *kitab2 agama islam klasssik
    semua membicarakan dan mengutip cuma mushaf usmani.tak ada satupun yg mengenal adanya manuskrip yaman atau pun membicarakannya.
    maka quran manuskrip yaman walau secara arkelogis di temukan,bukan berarti suatu benda ilmiah….disiplin ilmu arkeologi memang ilmiah,namun benda2 yg di temukannya belum tentu bernilai ilmiah.bisa saja suatu arkelogi menemukan suatu benda,baik benda bernilai asli maupun palsu.jadsi manuskrip yaman adalah suatu usaha pembuatan quran palsu di saat kodifikasi usmani telah rampung…jika anda belajar sejarah penyerangan quran serjakl abad 1 hijriah,anda akan paham maksud saya.jadi quran manuskrip yaman cuma samapah palsu yg bernilai arkeologis.sebab mushaf usmani padat dari segi sejarah,saksi mata,pengutipan dan riwayat.sedang manuskrip yaman kosong dari semua itu.

    berikut SEBAGIAN KECIL CONTOH SEUJUNG KUKU jumlah para pnerus mushaf usmani
    .yakni tokoh2 setelah abad 1 hijriah(abad ke 2h)

    *abu ubayd bin qasim bin sallam(w200h)
    *abu yusuf alkufi(w1832h)
    *imam syafii(204h)
    *imam ahmad bin hambal(241h)
    *imam malik(179h)
    *imam abu hanifah(w150h)
    sulaiman bin mahran alamasy(w148h)
    nafi bin abi nuaim(w 167h)
    *abdullah bi katsir(w167h)
    *abu bakar ashim bin abi nujud(w127h)
    *abu amr bin ala al madzani(w154h)
    *hamzah bin habib alziyad(w145h)
    ibn hamzah alkasai(w 286h)
    *imam al auzai(w 157h)
    *sufyan tsaury(w 160h)
    *laits bin saad(w 175h)
    *sufyan bin uyainah(w 198h)
    *abu zinad(w 131h)
    muhammad bin harran al syaibani(w189h)
    dst

    saya masih dapat menunjukkan lewat sejarah bahwa masih banyak ratusan sahabat,tabiin,dan tabiut tabiin dan ribuan ulama islam mereka semua meriwayatkan,meembaca,membicarakan,mengutip hanya mushaf usmani.mereka semua saksi mata da\n saksi hidup dan sejarah mushaf usmani.tak pernah di singgung sedikitpun di kalangan rasul,sahabat,dst tentang materi yg bertentangan dengan mushaf usmani,apalagi manuskrip yaman.

    buku2 karangan mereka di penuhi ayat2 quran yg sama kita dapatkkan pada mushaf usmani di era modern ini.mereka semua tak pernah membicarakan dan apalagi mengetahuai atau mengutip manuskrip yaman.tak ada satu pun ayat yg di kutip di abad 1 dan 2 hijriah kecuali mushaf usmani.bukan ayat2 lain.jika quran manuskrip yaman quran yg benar,niscaya manuskrip itu yg tersebar ke saeluruh penjuru wilayah islam.jika benar quran manuskrip yaman asli,bagaimana sejarah terjadinya perobahan menuju mushaf yg kita pegang sekarang???mengapa perobahan yg radikal itu tak terlacak sejarah padahal ratusan ribu mata memandang???siapa penambah nambah dan pemalsunya???
    tak ada jawaban yg bisa di jawab.memang terrnyata quran mushaf usmani lah quran yg valid serpanjang masa.dan manuskrip yaman kosong melompongf dari segi historis dan riwayat.sebab itu cuma usaha pembuatan quran palsu di luar kota madinah saat itu.

    silahkan di kembang kan bro,he he

    salam ukhuwah

  3. manuskrip sana’a memang membuat sebagian muslim terkejut dan juga membuat saya pribadi merasa risih, ditambah pengakuan Si Puin yg mengatakan bahwa itu adalah manuskrip alquran tertua, tanpa mengetahui isi dan makna dari tulisan yg ada pada manuskrip tsb.
    yg ditekankan selalu tes karbon, dan teks arab hijazi.
    padahal bisa saja media yg digunakan utk menulis memang sudah dibuat sejak zaman Rasulullah.
    utk teks arab hijazi yg katanya juga berasal dari masa awal peradaban islam, hal itu mungkin bisa terjadi mengingat perbedaan dialek, gaya bahasa dan cara penulisan teks yg berkembang sebelum mushaf utsmani dibuat, dan saya setuju dgn pendapat Prof. Allen Jones yg meyakini bahwa, AL-QUR’AN SANA’A BISA SAJA MERUPAKAN SALINAN YANG SALAH YANG DIGUNAKAN OLEH ORANG-ORANG YANG BELUM MENGGUNAKAN TEKS UTHMANIC. “BUKAN HAL YANG TIDAK MUNGKIN SETELAH PENYERAGAMAN KE TEKS UTHMAN, BUTUH WAKTU YANG LAMA UNTUK PENYARINGAN”.

    Mengutip pernyataan Si Puin: “Begitu banyak Muslim yang percaya bahwa semua yang tertulis di Qur’an adalah kata-kata Allah. Mereka sering mengutip teks ilmiah yang menunjukan bahwa Alkitab (kitab nasrani) mempunyai sejarah dan tidak turun dari langit, namun hingga sekarang Qur’an tidak pernah dianggap punya sejarah. Satu-satunya cara untuk menghancurkan dinding ini adalah dengan membuktikan bahwa Qur’an juga punya sejarah. Dokumen-dokumen Sana’a akan membantu kami dalam mencapai hal tersebut”.
    dari niatnya saja sudah terlihat, kalau Si Puin secara tdk langsung ingin menjatuhkan Mushaf AL-QUR’AN Utsmani (yg memang sudah jelas riwayatnya: mulai dari masa pencatatan dimasa Rasulullah masih hidup, pengumpulan ayat yg tertulis di berbagai penjuru arab, sampai mengumpulkan para hafiz Qur’an utk menyelaraskan bacaan, menyamakan dialeknya dgn dialek Quraish, penomoran ayat, menyusunnya berdasarkan asbabun nusul dst.
    hingga tersusunlah mushaf AL-QUR’AN Utsmani yg kita gunakan dimasa sekarang).
    dan yg lebih mencurigakan lagi, Si Puin tdk mengajak ahli Qur’an dari kalangan muslim.
    sangat berbeda sekali ketika injil barnabas ditemukan di turki dan isinya diperlihatkan kepada mereka (kristen), bahkan Si Paus pun diperbolehkan melihat dan memegangnya.
    yah memang begitulah mereka, selalu iri hati dan dengki terhadap muslim, dan seharusnya juga muslim lebih bijak dlm menyikapinya.
    Sebenarnya, Islam itu sudah pernah mengalami peristiwa yg lebih sulit ketika masih dipimpin oleh Rasulullah, dan Islam selalu bisa bertahan dan bahkan Lulus Ujian.
    jika seseorang mempelajari kitab suci hanya utk menjatuhkan kitab suci tsb, Apapun bisa digunakannya sbg senjata , seperti yg dilakukan Si Puin.
    Tetapi, Jika seseorang mempelajari kitab suci utk mencari kebenaran dan juga petunjuk dari kitab suci yg ia pelajari, maka ia akan mendapatkan yg terbaik dari apa yg ia niatkan.
    Untuk Muslim, semoga dgn adanya peristiwa semacam ini, kita justru harus semakin kuat dan bersatu padu.
    Allah Azza Wajalla akan memenangkan agama yg diridhai-Nya.

  4. Alhamdulilahhh
    Sejak rasul mendapatkan wahyu, ditulis oleh para sahabat, Hafsa, dan akhirnya Ustmani, dan yang terakhir oleh Mesir 1924. Apakah akan sama ? Seandainya IPTEK telah maju seperti saat ini, so pasti jawabannya sama lah hehheeehh
    Itulah fakta yang ada dipikiranku, tentunya ada sejarah, dan yang jaga bukan Allah SWT, tapi manusia umat muslim yang bermacam-macam itu.
    Wassalam

    H. Bebey

  5. Mushaf Usman sangat VALID, sahabat-sahabat nabi yang telah berhasil membentuk Tim Pembukuan Al-Quran sesuai tex aslinya, kalau ada tex sana’ karosetan berusaha membentuk opini tapi mereka gagal, frustasi cari-cari gara-gara cari kesalahan-ksalahn Al-Quran hanya untuk menghibur diri, kasian karosetan gigit jari….!!!!!!!!!

  6. Wah mulai cari dalil, pertama akli lalu nakli, rasional ajalah…
    =============

    Islamthis,
    Gigit jari aja loeh sampe putusssss ….!!!! Hahahahaahaha …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: