Kristen – Alkitab – Gereja

Di dalam kekristenan, terdapat tiga entitas (dan hanya tiga entitas):

  1. Alkitab,
  2. Gereja,
  3. Umat (awam).

Bandingkan di dalam Islam yang hanya ada dua entitas saja yaitu Alquran dan umat (Muslim).

Gambaran untuk menjelaskan hubungan antara ketiga entitas di dalam kekristenan itu adalah seperti:

  1. Pabrik, yang menghasilkan barang kebutuhan hidup,
  2. Distributor, yang menyalurkan barang kebutuhan hidup dari pabrik ke konsumen.
  3. Konsumen, kelompok yang membutuhkan barang-barang kebutuhan hidup yang dibuat di pabrik.

Konsumen TIDAK PERNAH mendapatkan semua barang kebutuhan hidup LANGSUNG DARI PABRIK. Konsumen mendapatkan semua barang kebutuhan yang dihasilkan pabrik JUSTRU dari distributor. Adalah tidak dibenarkan jika konsumen BERURUSAN LANGSUNG dengan pihak pabrik di dalam hal memperoleh barang kebutuhan hidup. Di lain pihak, semua barang yang dihasilkan / dibuat di pabrik, ADALAH MONOPOLI bagi pihak distributor. Hanya distributor lah yang berhak berurusan dengan pihak pabrik. Setelah mendapatkan barang-barang yang dihasilkan di pabrik, distributor segera melemparkan barang-barang tersebut ke pihak konsumen (mengenai harga jual untuk barang tersebut kepada level konsumen, pihak distributor lah yang menentukan). Dengan kata lain, distributor merupakan ‘penengah’ yang berada di antara pabrik dan konsumen. Kalau secara bagan, terlihat bahwa pabrik berada pada kotak teratas, kemudian di bawahnya adalah kotak distributor, dan terakhir adalah kotak konsumen. Garis panah / penghubung antara kesemua kotak itu berawal dari kotak pabrik ke kotak distributor, kemudian turun dari kotak distributor ke konsumen.

Seperti itulah hubungan antara ketiga entitas di dalam kekristenan. Alkitab adalah kitab suci umat Kristen. Sementara Gereja adalah lembaga di dalam kekristenan yang secara fisik merupakan tempat ibadah dan khotbah di mana umat dan pengajar Alkitab bertemu. Umat, di lain pihak, adalah subjek dari agama Kristen itu sendiri, suatu kelompok yang  secara ideal / teoritis harus menjalankan semua nilai yang terkandung di dalam Alkitab.

Semua individu di dalam kekristenan sebenarnya TIDAK ADA yang mengamalkan ajaran Alkitab. Tidak ada. Yang ada hanya lah bahwa semua manusia Kristen itu mengamalkan ajaran Gereja. Tidak lebih dari itu. Kalau di dalam konteks barang kebutuhan hidup, jadinya “tidak ada konsumen yang mengambil barang dari pabrik. Yang ada adalah konsumen mendapatkan barang dari distributor”.

Bukan ajaran Alkitab yang diamalkan oleh semua orang Kristen, melainkan ajaran Gereja; lain Gereja, lain lagi Alkitab -tentunya. Itulah sebabnya, kata GEREJA lebih populer dan lebih sering diucapkan / terdengar di dalam kehidupan Kristen dari pada kata ALKITAB itu sendiri. Tampaknya, kata ALKITAB itu ‘disembunyikan’ oleh kekristenan, dan hanya kata GEREJA  saja yang dikedepankan. Ingatlah, kata Gereja saja menyiratkan Alkitab. Namun kebalikannya, kata Alkitab tidak pernah menyiratkan Gereja. Keterlaluan!

Secara mekanisme, Gereja adalah LEMBAGA PEMEGANG HAK TUNGGAL untuk menerjemahkan / menginterpretasikan semua ajaran Alkitab. Di dalam Gereja terlibat para pendeta, pastur, patriarch, paus, uskup, kardinal, pemikir, padri, bapa Gereja, filsuf Gereja, para santo, yang kesemuanya merupakan sokoguru di dalam hal penerapan dan penerjemahan ajaran Alkitab. Mereka lah (baca: Gereja) yang merupakan satu-satunya lembaga / oknum yang berhak membaca dan menelaah Alkitab (dan tentunya, itu sesuai dengan ‘selera’ mereka).

Umat (awam) tidak berhak sama sekali membaca apalagi menelaah Alkitab. Itulah sebabnya, pada masa bahela BUTA-HURUF meraja-lela di kampung-kampung bangsa Kristen, yang mana itu artinya umat awam (dibiarkan) hidup di dalam keadaan buta huruf. Di dalam kasus ini, Gereja TIDAK PERNAH memposisikan umat sebagai kelompok yang harus turut membaca dan menelaah Alkitab –karena membaca dan menelaah Alkitab adalah tugas dan monopoli kaum Gerejani. Istilahnya, buat apa umat diajari baca-tulis, toh yang jelas mereka tidak diharuskan untuk membaca Alkitab kok. Lebih tepat lagi, umat bukan saja tidak diharuskan untuk membaca Alkitab, malah umat KALA ITU dilarang untuk membaca Alkitab. Jangankan membacanya, memegang Alkitab saja tidak boleh. Menurut pandangan Gereja (kala itu) Alkitab adalah BENDA SUCI, oleh karena itu umat tidak boleh memegang Alkitab. Hanya personel Gereja sajalah -yang notabene adalah individu-individu suci- yang boleh memegang, memiliki dan membaca Alkitab, karena mereka dianggap suci melalui sumpah biara.

Jelaslah dari sini, bahwa umat tidak pernah (diposisikan untuk) mengetahui isi dan kandungan Alkitab. Umat tahunya adalah ajaran Gereja. Dan Gereja itulah yang dianggap membawa / menyuarakan isi kandungan Alkitab bagi umat. Jelas pula dari sini, bahwa umat BUKANLAH LEMBAGA YANG BERURUSAN LANGSUNG dengan Alkitab – karena yang berurusan dengan Alkitab itu adalah dan hanyalah Gereja. Antara Alkitab dengan umat, terdapat Gereja: umat tidak boleh MELANGKAHI GEREJA. Dan umat akan patuh kepada Gereja ini untuk apa pun yang dikatakan / diajarkan Gereja, seolah Gereja adalah Alkitab itu sendiri, seolah Gereja adalah Tuhan itu sendiri. Apa pun yang dikatakan / diajarkan Gereja, umat akan menganggapnya sebagai kandungan Alkitab.

Mengapa Mesin Cetak Ditemukan di Jerman (Eropa)?       

Sebelum mesin cetak ditemukan oleh Johann Gutenberg di Jerman pada 1450, tingkat melek huruf masyarakat eropa pada abad pertengahan (abad ke-5 hingga awal abad ke-17) masih rendah. Karenanya masyarakat eropa pada masa itu masih menggunakan budaya lisan untuk menyampaikan informasi (ilmu pengetahuan). Seperti Sokrates pada zaman Yunani kuno yang selalu menggunakan bahasa lisan (berdialog) untuk menyebarkan ajaran filsafatnya. Itu juga yang menjadi penyebab mengapa percetakan baru ditemukan pada akhir abad pertengahan.

Rendahnya tingkat melek huruf pada masyarakat eropa abad pertengahan disebabkan adanya monopoli ilmu pengetahuan oleh intelektual dan biarawan Gereja (bold and underlined emphasis mine, Islamthis). Jika masyarakat eropa saat itu memiliki tingkat melek huruf yang tinggi maka proses ke arah penemuan mesin cetak akan berlangsung cepat dan mau tidak mau ilmu pengetahuan berkembang cepat yang berarti perpecahan di kalangan orang-orang Kristen, seperti dikutip dari Henry Oldenburg (1618-1677) dalam Sejarah Sosial Media: Dari Gutenberg sampai Internet. Gereja menjadi satu-satunya pusat intelektual setelah sekolah Akademia Plato ditutup oleh Kaisar Justinianus pada tahun 529 karena karangan-karangan para Bapa Gereja berhasil disimpan dan diwariskan di biara-biara dan juga berkat kemahiran para biarawan dalam membaca, menulis, dan menyalinnya ke dalam bahasa Latin-Yunani serta tersedianya fasilitas perpustakaan. Gereja sebagai pusat intelektual dan monopoli ilmu pengetahuan juga ditunjukkan melalui tokoh-tokoh intelektual pada zaman Skolastik abad pertengahan yang juga berasal dari lingkungan sekolah kerajaan dan sekolah Katedral (klerus) yang didirikan Raja Karel Agung (742-814) dan kelak juga dari universitas dan ordo-ordo biarawan.

Juga terdapat pembedaan tingkatan hirarkis menurut sistem teologi Kristen. Paling atas ialah para rohaniawan, karena yang bersifat keagamaan selalu dipandang lebih tinggi daripada yang bersifat awami. Para rohaniawan itu sendiri diatur lagi menurut system hirarki dengan paus di jenjang yang paling atas, dan yang di bawahnya adalah para uskup, para padri, para biarawan yang paling bawah adalah orang-orang beriman biasa. Orang-orang biasa ini juga memiliki hirarkinya sendiri yaitu para bangsawan yang berada pada jenjang yang paling atas, kemudian kaum pengusaha warga kota, dan rakyat biasa (kaum pengrajin dan kaum petani).

Dengan adanya penggolongan-penggolongan seperti yang ditulis di atas, merupakan suatu indikasi bahwa gereja telah melakukan monopoli, ilmu pengetahuan khususnya, dengan tujuan keadaan yang stabil, harmonis, dan damai di bawah pengawasan Gereja (bold and underlined emphasis mine, Islamthis). Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan yang diawali dengan penemuan mesin cetak, maka otonomi gereja terhadap umatnya akan semakin berkurang yang diakibatkan oleh meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan hak dan kebebasan berhubungan dengan Tuhannya tanpa adanya perantara institusi tertentu (bold emphasis mine, Islamthis). Hal itulah yang menjadi alasan utama mengapa mesin cetak baru ditemukan di periode akhir abad pertengahan yang dicirikan dengan adanya hubungan erat antara agama Kristen dan filsafat. —

____

Access from,

http://bluesjazzlonelyheart.multiply.com/journal/item/7/Mengapa_Mesin_Cetak_Ditemukan_di_Jerman_Eropa

Access date | September 29 – 2011

Petikan paragraf di atas jelas-jelas membuktikan akan hal ini: bahwa pada masa jahiliyah, umat Kristen menjadi bulan-bulanan pembodohan yang dilakukan kalangan Gereja. Mekanisme-nya adalah, bahwa umat tidak berhak bersinggungan langsung dengan Alkitab. Untuk tujuan tersebut umat dipertahankan di dalam keadaan buta huruf. Hanya kalangan / personel Gereja saja yang berhak belajar tulis-baca supaya dapat membaca Alkitab. Dengan kata lain, seperti yang sudah dijabarkan di kutipan paragraf di atas: intelektual hanya berpusat di Gereja. Dengan demikian umat Kristen yang malang tersebut akan manut saja terhadap apa pun yang dikatakan Gereja. Pada akhirnya, dapatlah kita katakan bahwa justru Gereja menghambat berkembangnya Ilmu Pengetahuan, karena kala itu menurut pandangan Gereja, Ilmu Pengetahuan  adalah sesat.

-00o00-

Bandingkan di dalam Islam. Turunnya Alquran merupakan pertanda bagi tumbangnya gejala buta-huruf. Ketika Alquran datang kepada suatu umat (yang tadinya) buta-huruf, maka serta merta buta-huruf terkikis dan berakhir, karena menjadi Muslim berarti bahwa seseorang harus pandai membaca Alquran: membaca Alquran adalah ibadah. Artinya setiap Muslim MAU TIDAK MAU harus pandai baca-tulis jika Muslim tersebut ingin masuk Surga. Tidak pernah ada perkampungan Muslim yang individu-individunya buta huruf. Alquran telah meratakan pandai baca-tulis di negeri-negeri yang  didatangi. Kebalikannya, Alkitab tidak mempunyai kemampuan apa pun mengatasi masalah sosial yang satu ini (masalah buta huruf).

Di dalam Islam, semua Muslim mengamalkan ajaran Alquran, bukan mengamallkan ajaran siapa-siapa. Itulah sebabnya setiap Muslim harus pandai membaca, supaya  dapat membaca Alquran langsung. Di dalam bangsa Muslim tidak ada lembaga Gereja seperti di dalam kekristenan. Ulama mau pun ustadz justru hanya membantu Muslim untuk memahami isi Alquran, bukan lembaga yang memegang monopoli di dalam menginterpretasikan ajaran Alquran. Indahnya lagi, para ustadz dan ulama itu BERTANGGUNG JAWAB untuk mengajarkan umat Muslim pandai baca-tulis supaya mereka dapat membaca Alquran (mengaji). Di lain pihak, apakah para pendeta / pastur bertanggung jawab untuk mengajari umat Kristen pandai membaca dan menulis Alkitab?? Sudah dijelaskan bahwa umat (kala itu) dilarang memegang, memiliki, dan membaca Alkitab. Lantas buat apa para pendeta dan pastur mengajari umat pandai membaca?? Bunuh diri??

Ketika Belanda atau Portugis datang ke Indonesia yang kala itu Islam telah menjadi agama mayoritas di Indonesia, bangsa penjajah itu melihat bahwa seluruh bangsa Indonesia telah pandai membaca, tentunya di dalam hal ini membaca teks Arab / Alquran. Itulah Islam! Bangsa penjajah itu hanya melihat bahwa bangsa Indonesia TIDAK DAPAT tulis-baca huruf latin. Kalau lah seandainya kala itu bangsa Indonesia bukan (mayoritas) Muslim, pastilah bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sebodoh itu!

Singkatnya, Kristen membuat umat manusia bodoh, dan kebodohannya dipertahankan demi melanggengkan egosentrisme Gereja atas umat awam. Wujudnya, umat dilarang membaca Alkitab; membaca dan menelaah Alkitab adalah monopoli Gereja. Sementara, Islam membuat umat manusia cerdas, karena kaum Muslim diposisikan untuk dapat membaca Alquran mengingat membaca Alquran adalah ibadah sentral. Dapat membaca dan menulis, adalah gerbang dari kecerdasan dan intelektualitas.

Kembali ke inti permasalahan.

Setelah memahami adanya tiga entitas di dalam kekristenan, selanjutnya terdapat tiga hal yang harus didiskusikan.

Pertama.

Terdapatnya disharmonisasi antara umat dan ajaran Alkitab.

Fenomena di mana umat hanya berurusan dengan Gereja (saja), tidak dengan Alkitab, membuat maraknya disharmonisasi antara kehidupan umat karosetan dengan ajaran Alkitab. Hal itu disebabkan umat karosetan hanya memandang Gereja, bukan MEMBACA ALKITAB. Ini parah.

Mari kita inventarisir disharmonisasi antara Alkitab dengan kehidupan karosetan tersebut.

(1). Alkitab mengajarkan pelarangan makan babi >< umat karosetan gemar makan babi.

(2). Alkitab mengajarkan bahwa jenazah dikafani (ingat, Jesus dikafani) >< umat karosetan tidak mengkafani jenazah mereka.

(3). Alkitab mengajarkan menutup aurat baik bagi laki-laki mau pun wanita >< umat karosetan DIBEBASKAN untuk membuka aurat (pornografi dan pornoaksi).

(4). Alkitab melarang mabuk-mabukan >< umat karosetan gemar sekali mabok-mabokan.

(5). Alkitab mengajarkan kehidupan yang relijius >< umat karosetan menghendaki kehidupan yang sekuler.

(6). Alkitab melarang mempertuhankan Isa Almasih >< justru umat karosetan mempertuhankan Isa Almasih, sebagai Jesus. Inilah ajaran Gereja!

(7). Alkitab mengajarkan / menginformasikan bahwa semua Nabi, termasuk Nabi Isa, shalat >< umat karosetan tidak mengenal shalat, seperti shalatnya para Nabi tersebut.

(8). Alkitab mengajarkan bahwa risalah Nabi Isa dan Nabi-Nabi lainnya hanya sebatas untuk kalangan bangsa Israel >< umat karosetan mengajarkan bahwa keterutusan Nabi Isa itu adalah untuk seluruh dunia.

(9). Alkitab mengajarkan bahwa tidak boleh ada Tuhan lain selain Allah / Yahweh >< umat karosetan mempertuhankan Tuhan lain selain Allah, yaitu Jesus dan Roh Kudus.

(10). Alkitab berulang-ulang menginformasikan turunnya pengutukan atas bangsa Israel >< umat karosetan justru memuliakan dan mengkultuskan bangsa Israel.

(11). Alkitab mengajarkan bahwa akan datang Nabi terakhir yang bernama Muhammad, lengkap dengan ciri-cirinya >< umat karosetan menolak mentah-mentah keterutusan Muhammad ini.

(12). Alkitab / Jesus mengajarkan pelarangan adanya lembaga pengadilan (ingat, Jesus berkata: janganlah kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi) >< umat karosetan justru mendirikan lembaga pengadilan di negara-negara mereka.

(13). Alkitab / Sepuluh Perintah Tuhan melarang pembuatan patung-patung >< umat karosetan justru gemar sekali membuat dan memiliki patung-patung, khususnya patung-patung keagamaan.

(14). Alkitab mengutuk keras perzinahan atau freesex >< kehidupan umat karosetan justru teramat bebas; tidak ada sanksi keagamaan mau pun sosial karosetan atas pelaku perzinahan.

(15). Alkitab mensyariatkan perayaan hari Sabbath >< umat karosetan tidak mentaati Hari Sabbath ini, bahkan umat karosetan telah mengganti Hari Sabbath ini dengan hari lain.

(16). Alkitab sendiri telah menyatakan bahwa manusia-manusia durjana telah memalsukan ayat-ayat Alkitab – sehingga dengan demikian Alkitab tidak lagi murni ayat / firman Tuhan >< umat karosetan justru memandang sebaliknya: umat karosetan berkeras bahwa Alkitab adalah kitab suci yang murni merupakan firman Allah. Terlihat sekali kedurhakaan kaum karosetan terhadap pesan Alkitab mereka. Di bawah ini adalah ayat Alkitab sendiri yang mengkonfirmasikan bahwa orang orang israel telah memelintir ayat-ayat Alkitab sehingga bathil-lah orang yang masih berkeras menyatakan bahwa Alkitab adalah murni firman Allah:

Yeremia,

8:8 Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.

8:9 Orang-orang bijaksana akan menjadi malu, akan terkejut dan tertangkap. Sesungguhnya, mereka telah menolak firman TUHAN, maka kebijaksanaan apakah yang masih ada pada mereka?

8:10 Sebab itu Aku akan memberikan isteri-isteri mereka kepada orang lain, ladang-ladang mereka kepada penjajah. Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar, semuanya mengejar untung; baik nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu.

8:11 Mereka mengobati luka puteri umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.

Yeremia,

23:36…karena kamu telah memutarbalikan perkataan-perkataan Allah yang hidup, TUHAN semesta alam, Allah kita .

Mazmur,

119:126 Waktu untuk bertindak telah tiba bagi TUHAN; mereka telah merombak Taurat-Mu.

(17). Alkitab Perjanjian Baru telah menyatakan bahwa Jesus / Isa Almasih mengambil tempat yang tidak begitu penting di depan Illahi; adalah TIDAK DOSA menyangkali Jesus sebagai anak Tuhan (dengan kata lain, adalah TIDAK DOSA menyangkali Trinitas) >< kebalikannya, umat karosetan telah mengkultuskan Jesus ini melebihi Illahi, bahwa Jesus ini telah diperkatakan sebagai Tuhan lain di samping Allah.

Matius,

12:31 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.

12:32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.

(18). Alkitab mengajarkan bahwa semua Nabi Alkitab itu POLIGAMI >< justru kebalikannya, umat karosetan menolak poligami ini, dan menyatakan bahwa poligami adalah sesat.

Sebelum mengetengahkan ayat-ayat dalam ALKITAB tentang praktek poligami yang dilakukan para Nabi dalam ALKITAB, maka perlu sangat saya berikan prolog pendapat seorang tokoh penting Pendiri Denominasi Protestan, Martin Luther, tentang Poligami….

Martin Luther sang reformatori atau mbahnya kaum Evangelist, dalam bukunya “Der Beichrat” – (The Confessional Advice) – mengijinkan Pangeran Landgrave Philipp von Hesse melakukan poligami. Ini lebih baik daripada Pangeran itu meneruskan kebiasaan kumpul kebo dan sex bebasnya. (Sumber Literatur : http://en.wikipedia.org/wiki/Polygamy#Christianity)

Beberapa tahun sebelumnya, Martin Luther dalam suratnya kepada Kanselerir Saxon Gregor Brueck mengatakan poligami itu bahkan tidak bertentangan dengan Alkitab. – “Ego sane fateor, me non posse prohibere, si quis plures velit uxores ducere, nec repugnat sacris literis.“…. (Sumber Literatur : http://en.wikipedia.org/wiki/Polygamy#Christianity)

Artinya “ I could not forbid a person to marry several wives, for it does not contradict Scripture.” yaitoe bermakna “Aku tak bisa melarang pria yang menikahi beberapa istri karena hal ini tidak bertentangan dengan ALKITAB)

Baiklah, anda tentu sangat mengenal Martin Luther yang sangat terhormat di kalangan Gereja Reformis. Ucapannya bahwa hal ini tidak bertentangan dengan ALKITAB tentunya didasarkan pada dalil-dalil. Berikut ini kami sajikan dalil praktek poligami oleh para manusia Kudus itu…

Poligami Abraham

Istri Pertama adalah  Sarah, di Kejadian 11:29 Abram dan Nahor kedua-duanya kawin; nama isteri Abram ialah Sarai

Istri Kedua adalah Hagar, di Kejadian 16:3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, –yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan–,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.

Istri Ketiga adalah Keturah, di Kejadian 25:1. Abraham mengambil pula seorang isteri, namanya Ketura.

Poligami Moyang Bani Israel, Nabi Yakob bar Ishak:

Menikahi Lea, Istri pertama dalam Kitab Kejadian 29:22-23

“Lalu Laban mengundang semua orang di tempat itu, dan mengadakan perjamuan.Tetapi pada waktu malam diambilnyalah Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakubpun menghampiri dia”

Menikahi Rahel, adik Lea di Kitab Kejadian 29:30 “Yakub menghampiri Rahel juga, malah ia lebih cinta kepada Rahel dari pada kepada Lea”

Mengumpuli budak Rahel bernama Bilha di Kejadian 30:4 “Maka diberikannyalah Bilha, budaknya itu, kepada Yakub menjadi isterinya dan Yakub menghampiri budak itu.”

Mengumpuli budak Lea bernama Zilpaa di Kejadian 30:9 “Ketika dilihat Lea, bahwa ia tidak melahirkan lagi, diambilnyalah Zilpa, budaknya perempuan, dan diberikannya kepada Yakub menjadi isterinya.”

Poligami pembangun Bait Kudus, Raja Salomo :

1 Raja-raja 11:3 Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.

Poligami Raja Daud Raja Bani Israel ayah Salomo:

Pernikahan pertama dengan Mikhal anak Saul pada 1 Samuel 18:27 “…… Kemudian Saul memberikan Mikhal, anaknya, kepadanya menjadi isterinya”

Dan tujuh istri yang lain pada 1 Tawarikh 3:1-9 yakni:

1.Ahinoam, perempuan Yizreel

2.Abigail, perempuan Karmel;

3.Maakha, yakni anak perempuan Talmai, raja Gesur

4.Hagit

5.Abital

6.Egla

7.Batsyua(Betsyeba) binti Amiel

Belum terhitung adalah para budak hamba Nabi Daud

Poligami Nabi Musa

Dengan Ziporah, di Keluaran 2:21 Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa.

Dengan perempuan Kush, di Bilangan 12:1. And Miriam and Aaron spake against Moses because of the Ethiopian woman whom he had married: for he had married an Ethiopian woman.

dalam ALKITAB LAI di terjemahkan”12:1. Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush.”

Access from,

http://murtadinkafirun.forumotion.net/t8300-jangankan-martin-luther-bahkan-para-nabi-pun-melakukan-poligami-dalam-alkitab

Access date 6 Oktober 2011

(19). Alkitab mengajarkan bahwa kekerasan adalah bagian dari kekudusan Tuhan. Begitu banyak ayat dalam Alkitab yang mengisyaratkan bahwa kekerasan merupakan gaya permainan Tuhan, baik terhadap kaum non-Alkitab mau pun terhadap kaum Alkitab itu sendiri. >< kebalikannya, umat karosetan berpendirian bahwa Alkitab dan Tuhan mereka mengajarkan cinta kasih dan cinta damai kepada seluruh dunia. Sementara di Alkitab banyak sekali ditemui ayat yang bernuansa kekerasan, tiba-tiba kita harus puas dan bangga mendengarkan penegasan kaum karosetan bahwa Alkitab hanya mengajarkan cinta kasih dan damai. Suatu pertentangan yang amat ironis!

Dan masih begitu banyak pertentangan antara Alkitab dengan kehidupan orang karosetan.

Kalau saja semua manusia karosetan membaca Alkitab seperti halnya umat Islam membaca / mengaji Alquran, pastilah tidak akan ada disharmonisasi / pertentangan tersebut, antara corak kehidupan umat karosetan dengan nilai-nilai Alkitab. Kalau saja individu individu karosetan membaca sendiri Alkitab mereka, pastilah mereka jadinya akan berinisiatif untuk memenuhi dan mematuhi semua pesan yang terkandung dalam Alkitab tersebut. Namun sungguh malang, antara umat awam karosetan dengan Alkitab itu, TERDAPAT GEREJA, yang telah memonopoli pekerjaan-pekerjaan interpretasi ajaran Alkitab, dan melarang umat awam karosetan untuk membaca Alkitab secara bertanggungjawab.  ITULAH SEBABNYA TERDAPAT DISHARMONISASI antara Alkitab dengan kehidupan umat karosetan.

Kita kaum umum, khususnya nonkristen, melihat dari banyak sekali dialog dengan individu-individu karosetan, bahwa individu-individu karosetan itu SAMA SEKALI TIDAK MENGETAHUI isi kandungan Alkitab. Sebagai contoh, dalam suatu debat, seorang karosetan mencecar kaum Muslim dengan berkata,

“Di dalam Alquran dijelaskan, bahwa Allah bertanya-tanya kepada Muhammad. Pun dijelaskan dalam Islam, bahwa kelak di hari Akhirat, akan ada TANYA-JAWAB antara Allah dengan manusia-manusia mengenai perbuatannya selama di dunia ini. Mengapa Allah bertanya-tanya? Bukankah Islam sendiri mengajarkan bahwa Allah itu Maha Tahu? Lantas mengapa bertanya-tanya? Bukankah dari sini saja kita mengetahui bahwa Allah Islam itu TIDAK MENGETAHUI APA-APA?”.

Si Muslim menjawab,

“Mengapa kamu kristen mempertanyakan hal itu? Coba kamu buka bab Ayub dalam Kitab Perjanjian Lama. Pada bagian pertama, terdapat ayat,

Ayub,

1:7 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.”

1:8 Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”

Sampai pada ayat bab Ayub Perjanjian Lama ini, si kristen bungkam, tidak lagi melanjutkan dialog. Ini menunjukkan bahwa si kristen sama sekali tidak mengetahui bahwa dalam Alkitab juga terdapat ayat yang menggambarkan bahwa Tuhan Alkitab BERTANYA-TANYA kepada iblis. Kalau lah si kristen ini adalah seorang pribadi yang ditradisikan membaca Alkitab secara  bertanggungjawab dan melembaga, pastilah si kristen ini tidak akan mencecar kaum Muslim dengan pertanyaan konyol tersebut, karena toh dalam kitab suci mereka juga terdapat kisah di mana Tuhan mereka bertanya-tanya. (Baca di sini, https://islamthis.wordpress.com/2010/08/24/allah-maha-tahu-kok-tanyatanya/ ).

Contoh lainnya, seorang Kristen mencecar Muslim dengan menyatakan bahwa Muhammad Saw TIDAK DIJAMIN MASUK SURGA, buktinya saja Muhammad itu minta didoakan oleh umat Muslim di dalam bentuk shalawat. Kalau Muslim sadar bahwa Muhammad saja tidak dijamin masuk Surga, maka bagaimana lagi Muslim dapat masuk Surga? Kaum karosetan membandingkan keadaan ini dengan keadaan bahwa dalam karosetan, Jesus adalah Raja surgawi, sehingga Jesus sudah pasti masuk surga. Dan kalau Jesus sudah pasti masuk surga, maka amanlah manusia-manusia yang percaya kepada Jesus ini.

Si Muslim menjawab………,

Silahkan baca artikel ini,

https://islamthis.wordpress.com/2010/08/27/mari-bersalawat-secara-bible/

Dari kasus ini kita dapat melihat betapa pengetahuan manusia-manusia karosetan awam terhadap kandungan Alkitab amatlah mengenaskan. Kalau saja mereka mengetahui bahwa dalam Alkitab terdapat ayat di mana Jesus meminta bahkan memaksa umat manusia untuk mendoakannya, maka pastilah manusia-manusia karosetan itu tidak akan nyinyir mencecar kaum Muslim dalam kasus shalawatnya kaum Muslim untuk Nabi besar mereka Muhammad Saw. Bagaimana mungkin mereka bisa mengetahui bahwa dalam Perjanjian Baru terdapat ayat di mana Jesus meminta dan memaksa manusia untuk mendoakannya, sementara mereka saja sama sekali tidak ditradisikan dan dilembagakan untuk membaca Alkitab seperti halnya kaum Muslim membaca Alquran…….

Inilah bukti segar dari betapa hal terbesar dalam kekristenan adalah adanya disharmonisasi antara kehidupan manusia karosetan dengan Alkitab mereka.

Hal ini membuktikan tiga hal:

  1. Umat awam karosetan tidak pernah membaca Alkitab, bahkan umat awam karosetan dilarang membaca Alkitab.
  2. Gereja lah yang melarang awam untuk membaca Alkitab. Membaca dan menelaah Alkitab hanyalah monopoli Gereja.
  3. Umat awam memandang Gereja seolah Gereja itu adalah Alkitab itu sendiri, seolah Gereja adalah Tuhan itu sendiri. Walau ini menyedihkan, toh hal ini mereka anggap yang paling tepat bagi kekristenan!

Kedua.

Hal kedua yang juga harus diperhatikan adalah, bahwa Gereja tampak sekali MENENTANG ALKITAB. Harus diingat, bahwa Gereja adalah lembaga yang isinya adalah melulu MANUSIA, tidak ada satu pun yang merupakan individu Nabi mau pun malaikat yang menghuni Gereja. Artinya, isi Gereja adalah manusia yang kemungkian besar merupakan manusia-manusia berhati kotor dan penuh khayalan dan imajinasi subjektif.  Jika manusianya ingin A, maka ia akan membuat agama karosetan itu menjadi / seperti A, padahal sebenarnya Alkitab berkata D.

Dan jika kita tilik kontrasnya perbedaan antara kehidupan kaum karosetan  dengan pesan-pesan Alkitab sendiri, maka dari situ kita dapat menilai bahwa manusia-manusia yang menghuni Gereja adalah MANUSIA-MANUSIA SESAT, yang ingin menjauhi manusia dari pesan Illahiah yang terdapat dalam Alkitab itu.

Adalah suatu kejahilan yang amat menjijikkan kalau sampai ada orang yang berkata, bahwa Gereja dipenuhi manusia-manusia suci, dan manusia-manusia suci itulah yang telah mengusung Alkitab ke dalam kehidupan umat karosetan melalui Gerejanya. Itu tidak benar! Buktinya saja, kehidupan umat karosetan BERTENTANGAN dengan pesan-pesan Alkitab. Seharusnya dari keadaan itu saja semua kita sudah dapat diyakinkan bahwa manusia-manusia jahatlah yang memenuhi ruang Gereja di sepanjang sejarah dunia.

Dalam sejarahnya saja kita melihat dan menyaksikan, betapa Anathasius telah mempengaruhi jemaat Gereja untuk memantapkan pandangan bahwa Jesus adalah Anak Tuhan (alias se-ilahiah dengan Allah), menyingkirkan pemahaman Arianus yang menyatakan bahwa Jesus adalah rasul, mahluk ciptaan Allah semata.

Konflik dengan Arianisme

Athanasius adalah seorang uskup yang begitu menolak ajaran Arius hingga hampir setengah abad (328-373). Pertikaian kedua tokoh ini disebabkan ajaran Athanasius yang dianggap bertolak belakang dengan Alkitab. Ajaran Athanasius pun dipandang berat sebelah.  Teologi keduanya sangat berbeda dalam mengungkapkan hubungan Kristus dan Roh kudus dengan Allah Bapa. Arianisme menjadi sebuah ancaman terbesar bagi kehidupan umat Kristen saat itu.  Arianisme mengajarkan bahwa seseorang yang datang kepada kita yaitu, Kristus Yesus bukanlah Tuhan yang sesungguhnya melainkan makhluk yang diciptakan oleh Allah.

Melihat kondisi ini, Kaisar Konstantinus mengadakan Konsili Nicea di kota Nicea (325) dan membujuk para uskup untuk menerima rumusan bahwa Kritus sehakekat dengan Allah (Yunani = homo-ousios). Konstantinus tidak memaksa para uskup untuk menerima rumusan tersebut, namun hal ini telah menjadi keyakinan umat Kristiani yang telah didiskusikan selama satu abad.  Di lain pihak, ajaran Arius telah dikutuk.

Eusebius dari Nicomedia dan pemimpin Arian menganggap Athanasius merupakan musuh mereka yang paling tangguh dan sulit dikalahkan.  Mereka pun mencari jalan untuk menjatuhkan Athanasius dengan mengedarkan rumor bahwa ia menjadi penganiaya atas umat Kristen di Mesir dan menggunakan ilmu sihir.  Menanggapi hal tersebut, Kaisar Konstantinopel memerintahkan untuk bertemu sebelum konsili di Tyre berlangsung untuk menjawab tuduhan yang diajukan kepadanya.  Terutama, untuk menjawab tuduhan bahwa dirinya membunuh uskup Arsenius dan memotong tangannya untuk dijadikan sebagai persembahan dalam ritus ilmu sihirnya.  Namun, tuduhan tersebut tidak dapat menjatuhkan Athanasius hingga ia pun dapat mengalahkan rumor tersebut.

____________

Access from,

http://id.wikipedia.org/wiki/Athanasius

Access date |  Okt 7 – 2011

Ketiga.

Terciptanya peluang bagi rohaniawan Gereja untuk mengubah teks Alkitab.

Dengan adanya konsep kekristenan di kala itu di mana umat awam dilarang bersentuhan langsung dengan Alkitab karena hanya rohaniawan saja yang boleh bersentuhan dengan Alkitab, maka artinya persebaran Alkitab terkungkung hanya sebatas di dalam biara atau Gereja.

Kondisi ini memunculkan dan memicu terjadinya kesempatan dan peluang bagi rohaniawan untuk mengubah ayat-ayat Alkitab supaya dapat memenuhi selera dan kehendak mereka. Hal ini dapat terjadi karena awam tidak pernah terlibat sedikit pun di dalam pengelolaan Alkitab. Singkat kata, tidak ada transparansi di dalam hal otentisitas Alkitab. Kalau awam tidak pernah mengetahui dan memegang Alkitab, maka mudah dan aman bagi rohaniawan untuk mengubah ayat-ayat Alkitab, karena toh awam tidak akan pernah menghakimi pengubahan ayat-ayat tersebut.

Tidak aman kalau suatu teks Perjanjian yang sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak, hanya satu pihak saja yang memegang teks Perjanjian tersebut, sementara pihak lain tidak memegang salinan teks Perjanjian itu. Pihak yang memegang teks Perjanjian akan mudah mengubah setiap kata-kata yang perlu untuk mengelabui pihak lain yang tidak memegang teks Perjanjian. Alhasil, pihak yang tidak memegang teks Perjanjian akan melihat bahwa terdapat perbedaan antara teks Perjanjian yang ditandatangani dengan teks Perjanjian tersebut di kemudian hari. Dan kalau pihak yang tidak memegang salinan teks Perjanjian ingin komplain karena menganggap teks Perjanjian sudah diubah, maka pihak ini akan kalah karena ia tidak mempunyai dasar atas komplain-nya.

Lain halnya kalau kedua belah pihak sama-sama memegang teks Perjanjian yang sudah ditandatangani. Pada saat masing-masing pihak pulang ke rumah masing-masing, setiap pihak tidak dapat mengubah teks Perjanjian itu karena bentuk teks yang asli juga dipegang pihak lain. Jadi kalau satu pihak merasa bahwa susunan teks Perjanjian sudah diubah, maka pihak tersebut mempunyai dasar dan bukti untuk mengajukan komplain, yaitu salinan teks Perjanjian yang asli.

Begitu jugalah akan halnya Alkitab. Karena Alkitab hanya berputar di kalangan Gereja dan biara, dan awam dilarang memegang Alkitab, maka mudah sekali bagi rohaniawan Gereja dan biara untuk mengubah ayat-ayat Alkitab sesuai dengan tuntutan keinginan mereka. Dan setelah Alkitab tersebut diubah, awam tidak akan dapat melihat terjadinya pengubahan tersebut, karena toh awam memang tidak memegang Alkitab. Alhasil, terdapat dua konsekwensi:

  1. Awam akan selalu berfikir bahwa ayat-ayat Alkitab yang dibacakan para rohaniawan, adalah ayat yang memang berasal dari Tuhan.
  2. Pihak rohaniawan akan mudah untuk mengubah ayat-ayat Alkitab karena tidak akan ada yang melakukan fungsi kontrol atas otentisitas Alkitab.

Penutup.

Kekacauan sudah terjadi sejak awal kekristenan. Dan semakin ke sini kekristenan semakin kacau. Terdapatnya disharmonisasi antara pesan Alkitab  dengan gaya kehidupan umat karosetan telah menegaskan bahwa Gereja telah melakukan pekerjaan yang hina dan kotor terhadap Alkitab dan kehendak umat.

Umat karosetan sudah tidak dapat lagi dikembalikan kepada Alkitab, karena mereka sudah dicuci-otak sejak awal untuk terus berfikir bahwa mereka hanya boleh berurusan dengan Gereja, bukan dengan Alkitab. Pun, kalau lah umat langsung berurusan dengan Alkitab, maka dapat dipastikan bahwa Gereja akan dihancurkan. Namun, apakah Gereja ‘sudi’??

Kesimpulan paling akhir adalah, kekacauan dan disharmonisasi yang ada dalam kekristenan adalah peran dan berkat eksistensi Gereja. Sekaligus ini akan menjadi pemenuhan ramalan / sinyalemen yang disampaikan Jesus, bahwa pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik, sememtara pohon yang jahat akan menghasilkan buah yang jahat; dari buahnya lah kita dapat mengenali pohonnya……

Mengingat buah yang kasat-mata oleh mata dunia ini adalah disharminasi antara kehidupan umat karosetan dengan Alkitab, atau dengan kata lain, umat karosetan selalu MENDURHAKAI semua pesan yang ada dalam Alkitab, maka dapat disimpulkan bahwa mereka yang menggawangi Gereja adalah kaum sesat.

15 Responses

  1. Kasihan umat paulus udh jatuh tertimpa tangga.
    Maksudnya kristen agama buatan manusia nanti di akherat ditempatkan di neraka lg. But gak apalah toh di sana jg banyak selebritis sperti madonna & lady gaga.
    Gue nitip tanda tangannya aja.

  2. Salam, belum ada postingan baru ya?

  3. jemirafiq, on October 16, 2011 at 6:27 am said:

    Salam, belum ada postingan baru ya?

    iya nih, fren ….

    lagi sibuk kerja …..

    mohon sabar yaa …..

    terima kasih dah berkunjung …..

  4. jangan berani di dunia maya saja, kalau mau buat forum untuk berdebat, emang islam selalu menjelekkan agama lain, islam itu tukang gosip dan faktanya sekarang.

  5. abcd, on December 27, 2011 at 7:00 pm said:

    jangan berani di dunia maya saja, kalau mau buat forum untuk berdebat, emang islam selalu menjelekkan agama lain, islam itu tukang gosip dan faktanya sekarang.

    kalo memang itu statement kamu, maka saya bisa tebak: sebenernya kamu udah kalang kabut membaca dalil-dalil yang dikandung artikel ini. iya kan??
    .
    pasalnya, kalau kamu punya hal2 bagus utk mengcounter artikel ini, pasti sudah kamu post ke thread ini….., bukannya mencak2 ga karu2an.
    .
    ya udah, sabar aja kalo kamu dan agama kamu (selain islam) memang salah.
    .

  6. benar2 mengenaskan ya….. tapi pemilik blog juga BOHONG bhw dg turunnya koran serta merta memberantas buta huruf. Krn dilingkungan saya smp saat ini lbh byk muslim, tp tetap saja BUTA HURUF msh buanyaaak. Gak ada beda dg yg non muslim.
    Pengamatan saya muslim2 dit4 sy itu tdk bisa baca koran, tapi mereka mengHAFALkan saja, berikut dg artinya,apa yg disampaikan para pengajarnya. Hal spt ini jd sama saja dg menerima DOKTRIN. Apakah mrk memahami koran? sy rasa tdk, sekali lagi hanya HAFAL-an saja(DOKTRIN).
    Sama saja dg para umat gereja ituuuu………
    Kalian ini sama2 pengikut setan kok slg klaim PEMBENARAN…. haram ahhh.

  7. netral, on January 14, 2012 at 10:59 am said:

    benar2 mengenaskan ya….. tapi pemilik blog juga BOHONG bhw dg turunnya koran serta merta memberantas buta huruf. Krn dilingkungan saya smp saat ini lbh byk muslim, tp tetap saja BUTA HURUF msh buanyaaak. Gak ada beda dg yg non muslim.
    Pengamatan saya muslim2 dit4 sy itu tdk bisa baca koran, tapi mereka mengHAFALkan saja, berikut dg artinya,apa yg disampaikan para pengajarnya. Hal spt ini jd sama saja dg menerima DOKTRIN. Apakah mrk memahami koran? sy rasa tdk, sekali lagi hanya HAFAL-an saja(DOKTRIN).
    Sama saja dg para umat gereja ituuuu………
    Kalian ini sama2 pengikut setan kok slg klaim PEMBENARAN…. haram ahhh.

    Kamu lagi salah ngerti, ato orak mudeng??
    Memang benar, bahwa faktanya ‘ada banyak’ muslim yg tidak bisa baca alquran; apalagi baca latin.
    Namun yang ingin disampaikan artikel ini adl, bhw ISLAM MENGAJARKAN UMATNYA UTK PANDAI BACA ALQURAN, KRN BACA ALQURAN ADL IBADAH. Itulah sebabnya, PADA JAMAN BAHELA, SEKALI LAGI, JAMAN BAHELA, KEBANYAKAN MUSLIM PANDAI BACA, DALAM HAL INI PANDAI BACA ALQURAN.
    Perkara bahwa banyak individu Muslim yang tidak pandai baca Alquran, itu masalah lain, bung. Dan kalau itu terjadi, maka individu Muslim tersebut telah berdosa di mata Allah. Kalau ada individu yang tidak pandai baca Alquran, berarti dia tidak pernah belajar baca Alquran, dan kalau individu tersebut tidak pernah belajar baca Alquran, maka individu tersebut telah melanggar perintah Allah Swt. Faham?
    Beda dengan Alkitab dan peran Gereja.
    Pada masa bahela, umat karosetan BUTA HURUF karena DILARANG BACA ALKITAB. Alkitab adalah MONBOPOLI insan Gereja. Jadinya, keBUTAHURUFan umat karosetan pada masa silam itu ADALAH KORBAN PROYEK GEREJA supaya umat tidak bisa dan tidak boleh baca Alkitab.
    Faham?

  8. dalami dulu ajaranmu ma ajaran orang laen, dibandingkan gitu om…….” pengetahuanmu msh cetek gitu jg……..”

  9. nasionalis, on March 2, 2012 at 4:59 am said:
    dalami dulu ajaranmu ma ajaran orang laen, dibandingkan gitu om…….” pengetahuanmu msh cetek gitu jg……..”

    masih cetek?? Emang kamu sendiri gemana??? Dah canggih??
    .
    Kita ngebahas artikel ini aja, yaa??
    .
    Jadinya, kamu kalo mau komen, ya udah, komen aja isi artikel ini – ga usah komen pengetahuan si anu ani itu iti …..
    .
    Nah, menurut kamu, artikel ini ada yg salah, ga??? Kalo ada yg salah, tolong jelaskan. Okey????

    • salam alaikm………betol tu gan……….kebanyakan dari penganut karosetan tu cuma ngotot doang……..kalo kita bahas soal kitab mereka, tahunya cuma ngeles dan cari2 kambing hitam……tetangga gua yang kristen juga gitu……….ne gua cuma mau berbagi cerita…: “pernah gua tanya soal hukum makan babi….tetangga gua nyangkal kalo gk da hukumnya makan babi, alasannya karena tuhan ciptakan hewan didunia untuk mereka makan…..tapi gun begitu gwa pinjam al-kitab mereka trus gw tunjukin ayat mereka yang jels 2 mengharamkan babi trus mereka lagi2 ngeles…..”orang islam juga banyk yang makan babi.”….lah gua langsung bilang gw gk bahas orang yang makan babi……tapi gua bahas kitab lu……akhirnya dia ngeles lagi……gk bisa bang……(gak bisa aq gk makan babi…soalnya dagingnya lebih enak dari daging sapi)…..lah….gw bilang tu mah dah lain pembahasan…kalo soal enk ma….gw juga bilang daging TIKUS/ANJING/KUCING juga enak menurut yang suka makan daging itu……tp yang diharamkan menurut kitab ya HARAM……jangan trus anda menghalalkan yang sudah diharamkan sesuka perut anda……:BARU LAH DIA MALU>>>>>>>emang orang karosetan ne…….TAHUNYA NGELES DOANG

  10. Haha…ngakak aj denger ceramahnya bung yg gak dlandasi fakta.contoh kecil katanya umat kristen buta huruf dri dulu,klo emank bener,gak mungkin penemu” dri dri eropa ada dong,dri dulu kceradasan org eropa di ats rata dbanding bangsa arab/asia krn pengaruh yahudi yg kental n masyarakatnya terbuka n sekuler.gak kyk arab yg t’tutup n saling menuduh.gak mungkin jg eropa n amerika jd negara maju klo liat postingan kamu.
    hrusnya penemu” itu dri arab tp kenyataannya lbih banyak dri eropa n amerika,ini fakta bung. Intinya suatu bangsa klo mennerima yahudi psti bangsa itu maju n t’berkati ttpi klo bangsa itu mengutuki n memusuhi israel pasti….???? taulah ap jwbannya.krn sudah t’tulis dlm kitab bahwa krn engkau(israel/yahudi) n keturunanmu smua bangsa t’berkati,krn sudah ditakdirkan israel itu bangsa dberkati Tuhan bung,banyak koq contoh” negara yg maju krn pemikir” yahudi n menerima mereka.liat aj sejarahnya dri jaman firaun sampai hitler mereka ingin melenyapkan israel tp yg t’jadi mereka sendiri yg lenyap.
    Mungkin bung tau sejarah perang israel vs arab/liga arab yg notabene negara israel b’diri sehari n menjalani ritual yon kippur,tp ap yg tjadi malah bangsa israel mnang telak lawan beberapa negara arab,itu krn ada campur tangan Tuhan buat mereka.para penemu” kbanyakn dri israel,liat skrg negara itu udah makmur padahl mereka tidak punya kekayaan alam,padang gurun djadikan lahan persawahan,indonesia makmur n kaya akan alamnya tp klo tanam pisang pasti b’penyakitan n hsil holtikulturanya kalah jauh dri negara kecil itu yg kering kerontang,liat amerika jadi negara maju/adikuasa krn pemikir” israel yg b’peran penting dsana.tau gak sblum PD 1 jerman itu negara industri krn yahudi tp krn kcemburuan sosial menyebabkan negara itu ancur n pemikir”nya seperti albert enstein hijdrah ke amerika yg bih t’buka.
    Itu hanya contoh kecil yg sangat b’tolak belakang dgn postingan anda,masih banyak tp krn t’batas waktu,makanya cuma itu yg aku sanggah…
    Jgnlah kita m’posting yg gak masuk akal atw b’takiyah klo gak sesuai fakta,krn nantinya jd bahan tertawaan/candaan bung.ok

  11. Allah kamu pasti sedih.. kamu mempercayai dia tetapi bukannya mewartakan kabar baik dan mengajak manusia lain bergabung dgn apa yg anda serukan benar. Sebaliknya anda lebih tertarik menghina, merendahkan agama lain. Tidak ada tertulis di kitab agama manapun NAMA agama. Tidak tertulis islam di al-quran. Tdk trtulis khatolik kristen di alkitab. Tdk tertulis agama semua agama mengajarkan hidup mencari keselamatan. Jika agama anda benar, saya sangat senang jika anda mengajarkan dgn kasih yg kata anda tidak ada kasih pada agama lain,bukannya mengotori agama anda dgn prkataan hinaan pada ajaran org lain. Bahkan nabi anda yg suci pun, tidak pernah menghina ajaran lain. Siapakah anda, sungguh bersih dan sucikah kelakuan bahkan mulut anda sampai saat ini? Bhkan tdk ada bukti sama sekali anda berbicara ttng semua umat kristen. Untuk memahami isi alkitab dibutuhkan iman,dan anda jelas tidak beriman pada Yesus..mana mgkn anda mengerti isinya. Yg ada tulis hanya isi mentah, ini bukan pelajaran ppkn..yg dibaca manusia awam lgsg berhasil mencerna dgn tepat. Itulah kenapa banyak umat muslim yg salah dan bangga menyerukan isi alquran tanpa memikirkan terlebih dahulu mksd baik nabinya sendiri. Agama tidak pernah salah, yg salah hanya individu tertentu yg tidak menjalankan agamanya dgn benar. Begitu saja, pesan saya…jangan terlalu sombong..manusia itu selalu saling membutuhkan. Anda pun saya yakin bukan manusia yg sempurna. Jagalah perdamaian dalam perbedaan jika benar anda menghormati agama anda dgn Hati. Karna Allah anda tidak pernah menyukai pertikaian. Salam Damai.

    • saudar MIKAEL;; kata anda;;ISLAM TIADA TERTULIS DI ALQURAN??

      sbenar gua mahu berbagi tanggapan sama anda,stelah lu menulis sperti diatas terus gua padamkan niat gua,,kerna apa?? kerna jelas lu benar2 cetek pada teologi perbandingan agama..sia2 bertanggapan jika fakta ISLAM ddlm Alquran aja lu tak tahu/x ngerti..maaf,,;-).

      yup,,indah tersangat nasihat saudara,18 kali indah..;-)..
      tapi sayang,jelas lu hanya menyedapkan perasaan hati lu setelah menelaah blog ini..sdgkan dalil2 hujah udah dibuktikan teman2 muslim disini(kebenaran)..
      sesuai cocok amat jika nasihat lu di target pada teman2 bloging kristiani lu yg amat mengenaskan/menjelikkan..begitu bayk blog2 Kristen yg wujud semata2 hujatan tduhan fitnah tanpa dalil..bertaburan blog2 semacam itu di situs internet..apa masih pura2 kabur,samar, buta akan keberadaan blog2 hasad kristiani??..maaf,..
      skadar mmbuka nalar jujur pada teman2 sperti saudara..titik..slesai..😉..salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: