Sejarah Kompilasi Alquran

Al-Qur’an

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Al-Qur’ān (ejaan KBBI: Alquran, Arab: القرآن) adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur’an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-‘Alaq ayat 1-5.

Etimologi

Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti “bacaan” atau “sesuatu yang dibaca berulang-ulang”. Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara’a yang artinya membaca. Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur’an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah yang artinya:

Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”.

Terminologi

Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur’an sebagai berikut:

Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah.

Adapun Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur’an sebagai berikut:

Al-Qur’an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas

Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai Muslim, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada umat Nabi Musa AS atau Kitab Injil yang diturunkan kepada umat Nabi Isa AS. Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadits Qudsi, tidak termasuk Al-Qur’an

Nama-nama lain Al-Qur’an

Dalam Al-Qur’an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur’an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya:

  • Al-Kitab QS(2:2), QS (44:2)
  • Al-Furqan (pembeda benar salah):  QS (25:1)
  • Adz-Dzikr (pemberi peringatan):  QS (15:9)
  • Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat):  QS (10:57)
  • Al-Hukm (peraturan/hukum):  QS (13:37)
  • Al-Hikmah (kebijaksanaan):  QS (17:39)
  • Asy-Syifa’ (obat/penyembuh):  QS (10:57), QS (17:82)
  • Al-Huda (petunjuk):  QS (72:13),  QS (9:33)
  • At-Tanzil (yang diturunkan):  QS (26:192)
  • Ar-Rahmat (karunia):  QS (27:77)
  • Ar-Ruh (ruh):  QS (42:52)
  • Al-Bayan (penerang):  QS (3:138)
  • Al-Kalam (ucapan/firman): QS(9:6)
  • Al-Busyra (kabar gembira):  QS (16:102)
  • An-Nur (cahaya):  QS (4:174)
  • Al-Basha’ir (pedoman): QS (45:20)
  • Al-Balagh (penyampaian/kabar) : QS (14:52)
  • Al-Qaul (perkataan/ucapan) : QS (28:51)

Struktur dan pembagian Al-Qur’an

Surat, ayat dan ruku’

Al-Qur’an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat). Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al Kautsar, An-Nasr dan Al-‘Așr. Surat-surat yang panjang terbagi lagi atas sub bagian lagi yang disebut ruku’ yang membahas tema atau topik tertentu.

Makkiyah dan Madaniyah

Sedangkan menurut tempat diturunkannya, setiap surat dapat dibagi atas surat-surat Makkiyah (surat Mekkah) dan Madaniyah (surat Madinah). Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunan surat dan ayat tertentu di mana surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah.

Surat yang turun di Makkah pada umumnya suratnya pendek-pendek, menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan akhlaq, panggilannya ditujukan kepada manusia. Sedangkan yang turun di Madinah pada umumnya suratnya panjang-panjang, menyangkut peraturan-peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan atau seseorang dengan lainnya (syari’ah). Pembagian berdasar fase sebelum dan sesudah hijrah ini lebih tepat, sebab ada surat Madaniyah yang turun di Mekkah

Juz dan manzil

Dalam skema pembagian lain, Al-Qur’an juga terbagi menjadi 30 bagian dengan panjang sama yang dikenal dengan nama juz. Pembagian ini untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan bacaan Al-Qur’an dalam 30 hari (satu bulan). Pembagian lain yakni manzil memecah Al-Qur’an menjadi 7 bagian dengan tujuan penyelesaian bacaan dalam 7 hari (satu minggu). Kedua jenis pembagian ini tidak memiliki hubungan dengan pembagian subyek bahasan tertentu.

Menurut ukuran surat

Kemudian dari segi panjang-pendeknya, surat-surat yang ada di dalam Al-Qur’an terbagi menjadi empat bagian, yaitu:

  • As Sab’uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Yaitu Surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisaa’, Al-A’raaf, Al-An’aam, Al Maa-idah dan Yunus
  • Al Miuun (seratus ayat lebih), seperti Hud, Yusuf, Mu’min dan sebagainya
  • Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat), seperti Al-Anfaal, Al-Hijr dan sebagainya
  • Al Mufashshal (surat-surat pendek), seperti Adh-Dhuha, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan sebagainya

Sejarah Al-Qur’an hingga berbentuk mushaf

Al-Qur’an memberikan dorongan yang besar untuk mempelajari sejarah dengan secara adil, objektif dan tidak memihak[2]. Dengan demikian tradisi sains Islam sepenuhnya mengambil inspirasi dari Al-Qur’an, sehingga umat Muslim mampu membuat sistematika penulisan sejarah yang lebih mendekati landasan penanggalan astronomis.

Penurunan Al-Qur’an

Al-Qur’an tidak turun sekaligus. Al-Qur’an turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.

Penulisan Al-Qur’an dan perkembangannya

Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) Al-Qur’an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kemudian transformasinya menjadi teks yang dijumpai saat ini selesai dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan.

Pengumpulan Al-Qur’an di masa Rasullulah SAW

Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur’an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan. Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an setelah wahyu diturunkan.

Pengumpulan Al-Qur’an di masa Khulafaur Rasyidin

Pada masa pemerintahan Abu Bakar

Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur’an dalam jumlah yang signifikan. Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur’an yang saat itu tersebar di antara para sahabat. Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut. Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur’an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar. Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW.

Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan

Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur’an (qira’at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda. Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku. Standar tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga saat ini. Bersamaan dengan standarisasi ini, seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan (dibakar). Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam di masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur’an.

Mengutip hadist riwayat Ibnu Abi Dawud dalam Al-Mashahif, dengan sanad yang shahih:

Suwaid bin Ghaflah berkata, “Ali mengatakan: Katakanlah segala yang baik tentang Utsman. Demi Allah, apa yang telah dilakukannya mengenai mushaf-mushaf Al Qur’an sudah atas persetujuan kami. Utsman berkata, ‘Bagaimana pendapatmu tentang isu qira’at ini? Saya mendapat berita bahwa sebagian mereka mengatakan bahwa qira’atnya lebih baik dari qira’at orang lain. Ini hampir menjadi suatu kekufuran’. Kami berkata, ‘Bagaimana pendapatmu?’ Ia menjawab, ‘Aku berpendapat agar umat bersatu pada satu mushaf, sehingga tidak terjadi lagi perpecahan dan perselisihan.’ Kami berkata, ‘Pendapatmu sangat baik’.

Menurut Syaikh Manna’ Al-Qaththan dalam Mahabits fi ‘Ulum Al Qur’an, keterangan ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Utsman telah disepakati oleh para sahabat. Demikianlah selanjutnya Utsman mengirim utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. Lalu Utsman memanggil Zaid bin Tsabit Al-Anshari dan tiga orang Quraish, yaitu Abdullah bin Az-Zubair, Said bin Al-Ash dan Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam. Ia memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf, dan jika ada perbedaan antara Zaid dengan ketiga orang Quraish tersebut, hendaklah ditulis dalam bahasa Quraish karena Al Qur’an turun dalam dialek bahasa mereka. Setelah mengembalikan lembaran-lembaran asli kepada Hafsah, ia mengirimkan tujuh buah mushaf, yaitu ke Mekkah, Syam, Yaman, Bahrain, Bashrah, Kufah, dan sebuah ditahan di Madinah (mushaf al-Imam).

Hubungan dengan kitab-kitab lain

Berkaitan dengan adanya kitab-kitab yang dipercayai diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Muhammad SAW dalam agama Islam (Taurat, Zabur, Injil, lembaran Ibrahim), Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menegaskan posisinya terhadap kitab-kitab tersebut. Berikut adalah pernyataan Al-Qur’an yang tentunya menjadi doktrin bagi ummat Islam mengenai hubungan Al-Qur’an dengan kitab-kitab tersebut:

  • Bahwa Al-Qur’an menuntut kepercayaan ummat Islam terhadap eksistensi kitab-kitab tersebut. QS(2:4)
  • Bahwa Al-Qur’an diposisikan sebagai pembenar dan batu ujian (verifikator) bagi kitab-kitab sebelumnya. QS(5:48)
  • Bahwa Al-Qur’an menjadi referensi untuk menghilangkan perselisihan pendapat antara ummat-ummat rasul yang berbeda. QS(16:63-64)
  • Bahwa Al-Qur’an meluruskan sejarah. Dalam Al-Qur’an terdapat cerita-cerita mengenai kaum dari rasul-rasul terdahulu, juga mengenai beberapa bagian mengenai kehidupan para rasul tersebut. Cerita tersebut pada beberapa aspek penting berbeda dengan versi yang terdapat pada teks-teks lain yang dimiliki baik oleh Yahudi dan Kristen.

Access from,

http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an#Sejarah_Al-Qur.27an_hingga_berbentuk_mushaf

access date, 9/13/2011

8 Responses

  1. mana sanggahanya kaum kafirin?

    • Jadi yg diharapkan cuma sanggahan ya mas.
      Kalo nurut saya mending yg tulisan kayak gini buat dipahamin, bukan jadi bahan perdebatan.
      Saya baca kebanyakan tulisan anda itu ngomongin Islam vs Kristen.

      Saya ingat kisah muhammad di lempar batu sampai kepalanya berdarah namun tidak membalas melempar si pelempar batu.
      Malah muhammad datang ke rumah si pelempar batu ketika tahu si pelempar batu sakit.

      Dan jesus berkata, “jika pipi kananmu ditampar, berikan pipi kirimu”

      Kedua orang junjungan Islam dan Kristen itu tidak pernah mengajarkan saling membalas perbuatan jahat orang pada mereka.

      Iman seseorang bukan tentang kearoganan orang itu membela imannya. Tapi meyakini iman dalam hati dan perbuatan.

      Beradu argumen hanya akan membakar api emosi, dan emosi melahirkan kemarahan, dan kemarahan itu kesukaan setan.

      Jika kalian terus berdebat siapa benar siapa salah, siapa menang siapa kalah, kalian hanya akan jadi tontonan setan, dan setan senang dengan permusuhan.

      Sudah waktunya kalian berhenti menyajikan tontonan yg membuat setan senang.

      Kalian memiliki ilmu bukan untuk saling menghujat.
      #catet

      ========================
      Islamthis,
      lantas bgm dg faithfreedom?

      apakah anda ude melabrak org2 kapirit di sana yg sll hujat islam???

      terima kasih.

  2. apa dengan ini menyelesaikan masalah?
    ================

    Islamthis,
    Yeah namanya juga USAHA…… ya ga, bro????

    daripada kita diGENTAK tapi diem ajah????

    kalo kita USAHA, yg nentukan hasilnya siapa??? tuhan, kan???

    terima kasih.

  3. Al quran adalah kitab terkonyol dan bisa dikatakan sebagai buku DONGENG.

    Contoh soal KISAH IBRAHIM MEMBANGUN KABAH , kisah ini berlawanan dgn. bukti2 sejarah dan tidak akan bisa dibuktikan kebenarannya. Kitab Keluaran yg ditulis nabi Musa ribuan tahun sebelum Muhammad dan ga pernah menyebutkan bahwa Abraham pernah ke Mekkah apalagi membangun kabbah disitu bahkan kota Mekkah baru ada ribuan tahun setelah Abraham . Tidak ada satu buktisejarah yg memberi petunjuk kabbah itu sudah ada dari jaman Abraham . Kabbah dibangun oleh para penyembah berhala utk menyembah dewa2 mereka.dan itu sesuai dengan sejarah.

    Bukti lain adalah raja Alexander The Great yg qdalah seorang raja kafir penyembah dewa2 dikatakan nabi oleh Quran… sangat konyol bukan ?!!

    Hampir semua kisah2 di Quran tdk disertai keterangan waktu dan tempat kejadian , misalnya nabi Isa tdk disebutkan pada jaman apa dan dimana dia hidup semuanya blank sama persis
    dengan buku2 dongeng yg biasa dimulai dengan frasa ” Pada jaman dahulu kala hidup seorang dst ” .

    Bahkan Quran sering salah mengidentifikasikan tokoh2 Alkitab mis. Maryam kakak Musa dan Maria ibu Yesus . Pengarangnya mengira mereka org yg sama. Padahal Maria hidup 2000 thn setelah Maryam.

    Masih banyak lagi kekonyolan kitab ini sehingga kita bisa menarik kesimpulan bahwa pengarang kitab ini orang konyol.

  4. subhanalloh

  5. Bukankah?
    Keberadaan ayat-ayat alquran sudah ada sebelum alam-semesta diciptakan? Yaitu tercatat di dalam “lauf mahfuz”?

    Bukankah semasa muhammad masih hidup ayat-ayat alquran pernah di – nasakh / di – mansukh? Bagaimana dengan alquran yang di “lauf mahfuz”? apakah juga ikutan di-nasakh/mansukh?
    ============

    Islamthis,
    Dan bukankah, kata keyakinan kristen, jesus ude ada jauh sebelum adam dn ibrahim?

    Trus waktu jesus dipenjara bareng barabas, publik milih barabas utk dibebasin, apakah artinya di masa lalu (dlm buku takdir kehidupan) jesus juga blon pasti mati disalib?

    -o0o-

    Nyong……., banyaaaaaaakkkk banget detail2 dlm islam yg nyong GERUDUG. Nyong sendiri sadar gak, bhw banyaaaaaaakkk juga lah detail2 dlm kristen yg bisa DIGERUDUG? Eijn kowe bisa ngejawab gakk???

    • @ muslim “islamthis”

      Sha-Sha bertanya:
      Bukankah?
      Keberadaan ayat-ayat alquran sudah ada sebelum alam-semesta diciptakan? Yaitu tercatat di dalam “lauf mahfuz”?

      Bukankah semasa muhammad masih hidup ayat-ayat alquran pernah di – nasakh / di – mansukh? Bagaimana dengan alquran yang di “lauf mahfuz”? apakah juga ikutan di-nasakh/mansukh?

      muslim “islamthis” menyahut:
      Dan bukankah, kata keyakinan kristen, jesus ude ada jauh sebelum adam dn ibrahim?

      Trus waktu jesus dipenjara bareng barabas, publik milih barabas utk dibebasin, apakah artinya di masa lalu (dlm buku takdir kehidupan) jesus juga blon pasti mati disalib?

      -o0o-

      Nyong……., banyaaaaaaakkkk banget detail2 dlm islam yg nyong GERUDUG. Nyong sendiri sadar gak, bhw banyaaaaaaakkk juga lah detail2 dlm kristen yg bisa DIGERUDUG? Eijn kowe bisa ngejawab gakk???

      **** TANGGAPAN Sha-Sha *****
      Lha? Mana jawaban dari pertanyaan Sha-Sha?
      ===========

      Islamthis,
      Ude dijawab tuhhh …..kok brosis bingung aendiri?????

  6. mksh ilmunya semoga bermanfaat….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: