ALLAH dan ELOHIM



 

LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) memakai kata “Allah” untuk menerjemahkan kata Ibrani ‘elohîm’. Kata Ibrani elohîm berasal dari akar kata El (Yang Ilahi) yang lebih dominan dalam teks-teks PL yang lebih ‘kuno’. Secara grammatikal, elohîm adalah sebuah bentuk plural dan kadang-kadang memang berfungsi untuk menunjuk pada ‘ilah-ilah’ (dewa-dewa, allah-allah), misalnya dalam Kel 12:12; 18:11. Hal yang khas dalam PL adalah pemakaian bentuk plural elohîm justru untuk menunjuk pada Allah Israel yang satu.

 

Bagaimana gejala ini dijelaskan? Sebagian ahli menjelaskannya sebagai sebuah “plural majestatis” (plural of majesty). Ahli lain lebih melihat bentuk plural elohîm sebagai sebuah intensifikasi yang mengarah pada absolutisasi: “Allah dari segala allah” (God of gods) atau “Allah Maha Tinggi” (The Highest God), pokoknya: satu-satunya Allah yang menghadirkan Yang Ilahi secara konprehensif dan absolut!

 

Nah, dalam alur pemahaman ini jelas terjemahan LAI yang memakai “Allah” untuk elohîm dapat dipertanggung-jawabkan, sebab secara etimologis, kata “Allah” berasal dari kata Arab “Al” (sang, satu-satunya, The) dan “ilah” (Yg Ilahi, god). Yang ingin ditekankan adalah: keabsolutan dan keunikan dari Yang Ilahi.

 

Kata “Allah” sendiri bukanlah istilah milik agama Islam saja. ISTILAH INI SEBELUMNYA JUSTRU SUDAH DIPAKAI ORANG-ORANG KRISTEN ARAB JAUH SEBELUM ORANG-ORANG MUSLIM MENGGUNAKANNYA, DAN KETIKA MENDENGAR KATA “ALLAH” SAAT INI ORANG-ORANG KRISTENPUN TIDAK PERNAH MEMAHAMINYA SEBAGAI TUHAN KAUM MUSLIM. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai YHWH, kami persilahkan Saudara untuk membaca “Alkitab dan Komunikasi” terbitan LAI dan “Siapakah Yang Bernama Allah Itu?” terbitan BPK-GM.

 

 

Pada umumnya LAI tetap mempertahankan kata ‘Allah’ karena alasan-alasan berikut ini:

 

 

  • “Allah” adalah kata Arab yg sepadan dengan kata-kata Ibrani dalam PL: El, Elohim atau Eloah. Orang-orang Kristen Arab sebelum Islam sudah memakai kata “Allah” ini dalam doa-doa mereka, juga teolog-teolog Kristen-Arab sudah memakai kata “Allah” dalam tulisan-tulisan mereka. Jadi, penggunaan kata “Allah” oleh orang Kristen di Arab lebih tua dari pemakaiannya dalam agama Islam.

 

 

  • “Allah” dipakai dalam semua versi Kitab Suci bahasa Arab dari zaman kuno sampai sekarang ini. Orang-Orang Kristen di Aljasair, Mesir, Irak, Yordania, Libanon, Malaysia, Brunai,dll dimana bahasaya mempunyai kontak dengan  bahasa Arab, semuanya memakai kata “Allah”.

 

—————————–

Access from,

anchoroflife [dot] blogspot [dot] com/2011/01/akar-kata-allah-sebuah-klarifikasi-lai.html?utm_source=BP_recent

Access date, 25 Pebruari 2011

 

Islamthis,

Banyak para penghujat Islam yang menegaskan bahwa kata Allah di dalam Islam adalah nama jin padang pasir. Sebagian dari mereka ada yang menegaskan bahwa agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah bajakan dari agama paganisme yang sudah terlebih dahulu ada di Mekah – yang mana (menurut mereka) itu terlihat dari penggunaan kata Allah sebagai hasil dari jiplakan murahan. Sebenarnya hal ini dapat saja diuraikan / dibantah dengan menjelaskan bahwa kata / nama Allah adalah nama generic untuk menyebut nama Tuhan; dengan kata lain kata Allah bukan lah nama merek yang eksklusif milik suatu agama. Namun kalau pun bantahan itu diketengahkan kepada para penghujat, tentulah para penghujat itu pasti akan mempunyai 1001 dalih lagi untuk mengelak.

 

Nah oleh karena itu saya ketemukan suatu bahasan yang berasal dari situs milik kaum karosetan yang membahas nama Allah ini.

 

Bahasan ini dengan jelas membuktikan bahwa nama / kata Allah adalah berasal dari rumpun bahasa Israel juga yaitu kata ‘elohim’, yang mana itu berarti SANG TUHAN… Allah bukan dan tidak pernah berarti nama dewa atau nama jin padang pasir di sekitaran Mekah. Kalau lah benar bahwa kata Allah adalah berarti nama dewa kaum pagan Mekah, atau nama jin padang pasir Mekah, maka mengapa kaum karosetan mengetengahkan artikel ini di situs mereka?

 

One Response

  1. kafir kristen indonesia, kafir kristen arab, kafir kristen mecedonia jg menggunakan nama Allah dlm alkitabnya.

    kl kt perhatikan dari cara dialog kafirun, apabila mrk menghina nama tuhan, mrk tdk berani menulis Allah, mereka akn mnulis Auloh,owo dll krn ada ketakutan jk mnulis Allah dlm suasana penghinaan mgkin mrk tkut kena kutukan. kecuali kafir2 cecunguk2 menulis/menghina nama Allah seenak perutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: