Islam Rasist: Musnahnya Yahudi di Madina

Kapirit:

Rasialisme sudah menjadi bagian dari Islam sejak permulaanya. Kalaulah Islam itu tidak rasist, maka kaum Yahudi pasti masih eksis di Madinah sekarang ..

Inilah kisahnya.

Punahnya Yahudi di Madina (kala itu bernama Yathrib)  harus membawa kita ke suatu kisah, bahwa setelah mengkhianati Muhammad dalam perjanjian damai, maka Muhammad saw pun harus menghukum kaum Yahudi tersebut (hal ini  terjadi setelah Perang Khandaq, perhatikan surah Al Ahzab dalam Alquran). Tapi kemudian kaum Yahudi ini (mereka berasal dari persukuan Banu Quraiza) menolak Muhammad sebagai hakim untuk penghianatan mereka. Kebalikannya, kaum Yahudi ini memilih Sa’ad bin Muadz yang menjadi hakim. Dalam hal ini, Saad adalah seorang yang jujur dan bijaksana.

Sebelum menjatuhkan vonis hukuman atas kaum Yahudi ini, Saad memulai pidatonya. Dia menggunakan ayat-ayat Alkitab untuk menghakimi mereka, supaya penghakiman itu menjadi adil.

Ulangan 20.

20:10. Apabila engkau mendekati suatu kota untuk berperang melawannya, maka haruslah engkau menawarkan perdamaian kepadanya.

20:11 Apabila kota itu menerima tawaran perdamaian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka haruslah semua orang yang terdapat di situ melakukan pekerjaan rodi bagimu dan menjadi hamba kepadamu.

20:12 Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya;

20:13 dan setelah TUHAN, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang.

20:14 Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kaurampas bagimu sendiri, dan jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, boleh kaupergunakan.

20:15 Demikianlah harus kaulakukan terhadap segala kota yang sangat jauh letaknya dari tempatmu, yang tidak termasuk kota-kota bangsa-bangsa di sini.

20:16 Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas

Saad hanya ingin menyatakan, bahwa JIKA kaum Yahudi-lah yang menang, pastilah mereka sudah membunuhi kaum Muslim itu karena memang demikian lah ajaran Taurat mereka. Maka hal yang sama pun harus terjadi jika Muslim-lah yang MENANG perang, kaum Yahudi harus dimusnahkan, sesuai dengan isi pesan Alkitab tersebut….

Maka jelaslah, bahwa pembunuhan atas kaum Yahudi di Medina hanyalah berdasarkan hukum mereka, yaitu Ulangan dalam Perjanjian Lama. Dan dalam hal ini, Saad bin Muaz adalah seorang penghafal Kitab Perjanjian Lama yang handal.

Dan mengapa kaum Yahudi itu memilih Saad untuk menjadi hakim atas kasus mereka, seseorang yang justru akan menyeret kaum Yahudi ini ke lembah kepunahannya sendiri? Ya karena Allah-lah Yang merencanakannya demikian.

Coba perhatikan ayat ke-15.

20:15 Demikianlah harus kaulakukan terhadap segala kota yang sangat jauh letaknya dari tempatmu, yang tidak termasuk kota-kota bangsa-bangsa di sini.

Kemudian lanjut ke …..

20:16 Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas ..

…menunjukkan kepada kita bahwa ayat itu harus diimplementasikan: jauh dari tanah Israel, dan Madina adalah jauh dari tanah Israel…

Kasihan sekali Yahudi Madinah itu…

Siapa pun harus melihat kisah tersebut sebagai perang yang dilancarkan oleh kaum Yahudi melawan pihak penguasa Muslim yang tidak bersalah!

Pada akhirnya, melalui kisah ini, apakah terbukti bahwa kaum Muslim itu adalah segerombolan manusia yang rasialis??

___________________

Note, Pembahasan artikel ini lanjut ke artikel …

https://islamthis.wordpress.com/2011/08/23/musnahnya-yahudi-dari-madinah/

Selamat membaca. Semoga bermanfaat (Islamthis).

15 Responses

  1. wah ilmu yg sangat bermanfaat.tx udh sharing.

  2. He3 yahudi penghianat senjata makan tuan.gak mau di hakimi nabi muhammad,maunya sama taurat amburadul..eh,jadinya malah naas..logisnya yahudi quraizah di eksekusi,lihat koment2 saya di http://www.filarbiru.wordpress.com/2010/11/15/tidak-benar-rasulullah-saw-wafat-karena-di-racun-oleh-wanita-yahudi/

  3. jadi bahasa gampangnya begini :

    “Elu kan lagi kepojok .. ya udah wajarlah kalau gw bunuh”

    Biadab banget..

    • hai jelasnggak!

      kamu itu onesided banget ya??

      di kisah itu sudah sangat jelas disebutkan,

      PERTAMA.
      KALAULAH yahudi yg menang, maka pastilah Muhammad dkk yang akan dibantai habis oleh yahudi2 itu berdasarkan taurat mrk. faham? so kalau muhammad dkk – lah yg menang, maka hal sebaliknya (yaitu menghabisi semua orang yahudi)juga harus terjadi dooong ???

      KEDUA.
      apa yg dilakukan muhamad itu kan, hanya ingin menerapkan hukum yahudi itu sendiri yaitu taurat. kok muhammad dkk yg dipersalahkan??
      kalaulah musnahnya yahudi itu krn atas dasar hukum dari pihak muhammad, ya oke lah!

      nah tapi kan ini muhammad dkk hanya menggunakan hukym yahudi itu sendiri. kok dipersalahkan??

      dasar kamu pir!!!

    • jelasnggak ..

      kenapa kamu engga tanyain dari artikel itu:

      @mengapa yahudi suku quraizah melanggar perjanjian damai dg muhammad?

      @kalaulah yahudi yg menang, apakah muhammad dkk kamu jamin aman dari aksi pembantaian yahudi kala itu??

      kira2 spt apa jawaban kamu ya??

      saya tungguk guk guk guk guk ……

  4. Ha3,tipikal gak jelas,koment pndek g mutu, kmudia kbur,prsis narok mencret lalu d tnggal pergi.

  5. hidup gus dur ! Sudah saatnya mereka sadar dari cuci otak pesantren dan ustadz2 yg menebar kebencian . Gw dulu islam fanatik tp skrng gw sadar semua agama itu benar. Cm segelintir kelompok yg bego fanatis yg uda dicuci otak

  6. Syeikh Yasin Padang Layani Sendiri Gus Dur

    Syeikh Yasin Padang, salah satu ulama keturunan Indonesia yang yang menjadi benteng ajaran ahlusunnah wal jamaah
    merupakan ulama yang sangat dihormati di dunia. Ulama ini juga sangat dihormati oleh warga NU. Bernama lengkap Syeikh Muhammad Yasin bin Muhammad Isa Al-Fadani lahir di kota Makkah pada tahun 1915 dan wafat pada tahun 1990. Ia adalah Muhaddits, Faqih, ahli tasawwuf dan kepala Madrasah Darul-Ulum, yang siswanya banyak berasal dari Indonesia.
    Jumlah karya beliau mencapai 97 Kitab, di antaranya 9 kitab tentang Ilmu Hadits, 25 kitab tentang Ilmu dan Ushul Fiqih, 36 buku tentang ilmu Falak, dan sisanya tentang ilmu-ilmu yang lain. Ia memiliki gaya hidup yang sangat
    sederhana, hanya menggunakan kaos dan sarung dan sering nongkrong di “Gahwaji” untuk Nyisyah (menghisap rokok arab) tak seorangpun yang berani mencelanya karena kekayaan ilmu yang dimiliki Pada muktamar NU tahun 1979, ia datang ke Indonesia dan selanjutnya melakukan kunjungan ke sejumlah pesantren, yang dihadiri oleh ribuan warga NU yang ingin bertemu langsung dengannya.

    Ia juga dikenal memiliki banyak kekeramatan. Diantara cerita yang beredar soal kekeramatannya adalah Zakariyya Thalib asal Syiria pernah mendatangi rumah Syeikh Yasin Pada hari Jumat. Ketika Azan Jumat dikumandangkan, Syeikh Yasin masih saja di rumah, akhirnya Zakariyya keluar dan sholat di masjid terdekat. Seusai sholat Jumat, ia
    menemui seorang kawan, Zakariyyapun bercerita pada temannya bahwa Syeikh Yasin ra. tidak sholat Jumat. Namun dibantah oleh temannya karena kata temannya, kami sama-sama Syekh solat di Nuzhah, yaitu di Masjid Syekh Hasan Massyat ra. yang jaraknya jauh sekali dari rumah beliau HM Abrar Dahlan bercerita, suatu hari Syeikh Yasin pernah menyuruh saya membikin Syai (teh) dan Syesah (yang biasa diisap dengan tembakau dari buah-buahan/rokok tradisi
    bangsa Arab). Setalah dibikinkan dan Syeikh mulai meminum teh, ia keluar menuju Masjidil-Haram. Ketika kembali, saya melihat Syeikh Yasin baru pulang mengajar dari Masjid Al-Haram dengan membawa beberapa kitab saya menjadi heran, anehnya tadi di rumah menyuruh saya bikin teh, sekarang beliau baru pulang dari masjid.

    Dikisahkan ketika KH Abdul Hamid di Jakarta sedang mengajar dalam ilmu fiqih bab diyat, ia menemukan kesulitan dalam suatu hal sehingga pengajian terhenti karenanya malam hari itu juga, ia menerima sepucuk surat dari
    Syeikh Yasin, ternyata isi surat itu adalah jawaban kesulitan yang dihadapinya. Iapun merasa heran, dari mana Syekh Yasin tahu? Sedangkan KH Abdul Hamid sendiri tidak pernah menanyakan kepada siapapun tentang
    kesulitan ini..!

    Kisah hubungan antara Syeikh Yasin Padang dan Gus Dur juga diungkapkan oleh KH Said Aqil Siroj. Dalam satu kunjungan ke Arab Saudi, Gus Dur menyempatkan diri singgah ke rumah Syeikh Yasin.

    Dalam pertemuan tersebut, Gus Dur mendapat penghormatan yang luar biasa, meskipun usianya lebih muda, Syeikh Yasin melayani sendiri Gus Dur, mengambilkan air, kurma dan lainnya, tidak boleh dilayani oleh para
    pembantunya.

    Kiai Said juga mendapat sejumlah cerita soal karomah Syeikh Yasin. Ketika sedang makan siang, ada ustadz anak buahnya, namanya Abdurrahim dari Kupang, keluar ruangan, tiba-tiba Syeikh Yasin bilang, Abdurrahim
    diiringin malaikat, “E.. jam enam sore mati,” katanya.

    Waktu Irak mau nyerang Kuwait, Syeikh Yasin tiba-tiba kemringet, ditanya sama Tantowi Musaddad, Darimana?, Dari Kuwait, lihat bangkai dan darah, Ini tanda kewaliannya Syeikh Yasin, orang kayak gitu dengan Gus Dur hormat dan
    memberi perlakukan istimewa, padahal juga sudah sepuh banget, tandasnya

  7. Allah maha BESAR, maha kuat, berdiri sendiri tanpa bantuan, dan pencipta alam semesta…. Sedangkan manusia ( makhluq ) itu tak berdaya, lemah, dan manusia ada karena Allah yg meng adakan.
    Jadi bagaimana mungkin orang yg lemah alias tak berdaya mampu membela ( melindungi ) yang kuat dan tdk butuh bantuan dari selainNya. Mustahil kan?

    “jika kamu
    menolong (agama) Allah” ….. dalam arti melakukan perintah Allah ( perintah Allah adlh supaya jin dan manusia bersujud mengabdikan dirinya kpd Allah kapan dan dmnpun ) dg ikhlas dan penuh kepasrahan.
    “niscaya Dia akan
    menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”.

  8. hei mualaf bego! kehabisan kata-kata lu ujung-ujungnya cuma bs NGOMONG JOROK,

  9. Pengkhianatan dan Pengusiran Bani Quraizah tafsir Al-azhar:

    kongaji.tripod.com/myfile/Al-Ahzab-ayat-26-27.htm

  10. si jelasnggak sudah mampir disini, dia sudah kehabisan kata-kata untuk membantah artikel di atas, walaupun agak malu-malu mengakuinya, yang ptg dia sudah mulai faham sedikit tentang perintah tuhan dalam PL UL.20 dan korelasinya dengan al-Quran. mudah2an si jelasnggak bs menyambung lidah ke karosetan lainnya.

  11. Katanya ngapain ngurusin orang lain urus aja diri sendiri itu cment km tp kok km sibuk sendiri menjelek2 gusdur bsa dikatakan gusdur it kan orang lain?q tau kamu pandai tp kata2 mu tdk masuk akal dan justru akan menjadi bom waktubgmu

  12. wah.. agan yang satu ini kyknya perlu belajar agama lagi.. setahu saya kitan Nabi Daud tu Zabur bukan Taurat.. Taurat kitabnya Nabi Musa.. dan lagi judulnya sangat kurang pas menurut gw.. yg lebih pas “Terusirnya Yahudi dari Madinah” karena yahudi bukannya dibantai.. tp di usir..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: