Bunuhdiri Dalam Islam: Mati Syahid!

jika orang kristen itu membunuh, maka orang islam pun membunuh, tapi orang islam pun agak aneh mosok membunuh / bunuh diri masuk surga (ini pun dosa).

 

Islamthis,

Islam dengan tegas melarang acara bunuhdiri-bunuhdirian seperti ini. Bunuhdiri adalah terlarang dalam Islam, untuk tujuan apa pun! Di dalam hal ini, pun, bunuhdiri untuk tujuan memenangkan Islam, TETAP TERLARANG DAN HARAM HUKUMNYA.

Ada 3 perbuatan dosa yang akan membuat pelakunya masuk Neraka –tidak perduli sebanyak apa pahala dan kesalehannya, dan dia akan masuk Neraka tanpa lagi diperhitungkan amal kesalehannya, jika ia melakukan 1 dari ketiga hal ini:

  1. mati di dalam keadaan murtad / musyrik.
  2. Mati di dalam keadaan durhaka kepada kedua orang tua.
  3. Mati karena / di dalam keadaan bunuhdiri.

 

Coba renungkan. Kalau lah memang BUNUHDIRI itu untuk tujuan memenangkan Islam berpahala besar dan menjadi SUHADA, pastilah Muhammad Saw dan seluruh sahabatnya adalah orang pertama yang akan melakukan aksi bunuhdiri tersebut, iya kan? Namun mana buktinya? Muhammad dan para sahabatnya ketika berperang justru mempersiapkan diri sebaik mungkin ketika akan berperang, seperti menyiapkan kuda yang berlari kencang, perisai yang kokoh, helm perang yang tangguh, baju perang yang anti anak-anakpanah, seolah Muhammad Saw dan para sahabatnya adalah manusia manusia yang  takut mati ketika berperang.

Tidak! Itu semua maksud nya adalah bahwa jangan sampai Muhammad dkk itu melakukan bunuhdiri! Memang, mati di dalam peperangan adalah resiko. Namun bukan berarti perang itu tujuan nya adalah CARI-MATI! Di dalam perang, semua tentara harus berusaha jangan sampai mati, itu hukumnya. Namun kalau pun mati, yeah itu adalah urusan Tuhan, atau dengan kata lain, nasib berkata lain. Mati pun kan juga bisa terjadi di atas ranjang, di kolong rok wanita dan seterusnya. Yakan?

Ketika berjalan pulang dari perang Badar yang dimenangkannya, banyak para sahabat Nabi yang menangis sesenggukan. Sahabat lain yang tidak menangis, bertanya, MENGAPA KAMU MENANGIS?? Mereka yang menangis menjawab, BAGAIMANA KAMI TIDAK MENANGIS? KAMI TIDAK TEWAS DI DALAM PERTEMPURAN ITU. KALAU LAH KAMI TEWAS / MATI DI DALAM PERANG TADI, PASTILAH KITA SUDAH MASUK SURGA SEKARANG ….

Apakah Artinya?

Artinya adalah, banyak para sahabat yang ketika berperang, mengharapkan mati oleh pedang lawan, karena dengan demikian maka mereka akan mati syahid, dan mati syahid itu dijamin masuk Surga. Namun ketika perang berkecamuk, toh tidak ada satu pun sahabat yang MENYERAHKAN LEHER MEREKA BEGITU SAJA KEPADA PEDANG LAWAN! Justru Mereka semua berjuang untuk mengalahkan lawan sebanyak-banyaknya. Kalau pun mereka mati, yeah itu bukan karena ‘usaha’ (alias disengaja) mereka, namun sebatas bahwa nasib telah berkata lain…..

Kalau mereka menyerahkan leher mereka begitu saja ke pedang lawan supaya bisa mati ketika perang tersebut, MAKA HAL ITU ADALAH BUNUHDIRI, dan bunuhdiri di dalam Islam adalah DOSA YANG PALING AKBAR!!!! Bukan mati syahid yang mereka dapatkan, namun Neraka Jahanam yang mereka dapat untuk selama-lamanya.

Buktinya, karena nasib berkata bahwa sahabat-sahabat  tersebut tidak mati (tidak diberi mati oleh Allah ketika perang berlangsung) maka sahabat-sahabat itu menangis. Pada akhirnya kita sampai pada kesimpulan, bahwa bunuhdiri atau mati disengaja atau menyerahkan nyawa begitu saja ke orang / musuh supaya mati di dalam membela Islam, maka itu adalah DOSA BESAR dan ganjarannya adalah Neraka Jahanam buat selama-lamanya. Inilah ajaran yang benar.

Arti Islam

Islam berarti keselamatan. Lengkapnya, Islam berarti keselamatan untuk manusia, baik secara individual mau pun secara bersama, keselamatan untuk Dunia dan akhirat. Untuk itu, semua ibadah Islam  harus lah bernilai keselamatan. Ingat, perang atau membela Islam adalah juga ibadah. Kalau sudah begitu, maka di mana letak keselamatan kalau perang membela Islam yang sebenarnya adalah ibadah harus berarti bunuhdiri diperbolehkan? Bukan kah bunuhdiri adalah antitesis dari keselamatan itu sendiri (di dalam hal ini adalah keselamatan individual)?

Misi Islam

Misi Islam adalah mengutamakan dan melindungi fitrah. Fitrah adalah kecenderungan positif yang wajar yang berlaku atas semua mahluk di dalam kehidupan ini. Contoh fitrah adalah, bekerja mencari nafkah, menuntut ilmu, mengadakan organisasi dan lain lain. Di dalam hal ini, bekerja mencari nafkah misalnya, merupakan fitrah manusia. Untuk itulah Islam datang ke Bumi ini untuk menegaskan bahwa semua umat manusia harus bekerja untuk mencari nafkah. Islam membenci mereka yang tidak bekerja mencari nafkah. Banyak Alhadits yang menjelaskan bahwa mereka yang tidak bekerja mencari nafkah mendapat kutukan dari Allah.

Di dalam hal bunuhdiri ini, yang merupakan fitrah adalah bahwa semua mahluk mempunyai kecendrungan untuk mempertahankan hidup ini dengan cara apa pun. Oleh karena itu Islam mendukung mahluk apa pun untuk tetap bertahan hidup di dalam Bumi ini. Itulah sebabnya, misalnya, Islam melarang membunuh orang mau pun hewan dengan tujuan sia-sia. Karena semua mereka berhak untuk hidup, dan berhak untuk mempertahankan hidup mereka.

Kalau sudah begitu, maka di mana letak ajaran Islam kalau kita berfikir bahwa bunuhdiri demi Islam itu adalah diperbolehkan? Bukan kah bunuhdiri itu sendiri adalah antitesis dari fitrah mahluk hidup yaitu untuk dan ingin mempertahankan hidup ini dengan cara apa pun?

Kita bikin simple saja di sini.

Kalau memang bunuhdiri dengan tujuan untuk memenangkan Islam (atau untuk membunuh manusia manusia kafir sebanyak mungkin), maka mengapa Muhammad Saw dkk tidak melakukannya sejak awal??? Bukan kah Muhammad Saw dkk adalah para pembela Islam yang paling jempolan?

Jelas, Anda telah mengambil sumber informasi yang salah ketika Anda berfikir bahwa Islam mengajarkan bunuhdiri kepada umatnya untuk membela Islam. Salah! Yang benara adalah bahwa Islam mengharamkan siapa pun untuk bunuhdiri, apalagi untuk tujuan membela Islam.

18 Responses

  1. tumben kata-kata lw bener hari ini,

    jika kamu berpendapat seperti itu maka apakah amrozi dkk itu adalah islam yang sesat,

    apakah amrozi dkk itu tidak masuk surga, karena bunuh diri, (kasian)

    jika kamu ngomong pinter hari ini kenapa kamu gk datengi itu STUDIO TV ONE yang selalu melindungi para teroris, lalu kamu koar-koar dan bilang bahwa jihad yang seperti itu sia-sia belaka, yang hanya akan mendapatkan neraka, dan bukan bidadari banci :D

    lalu kenapa negara palestina menerapkan system, bahwa bunuh diri untuk negara itu maka akan langsung masuk surga, ?

    Dan apakah kamu juga percaya, apakah jika mati syahid akan mendapatkan 72 bidadari banci dan apa yang akan dilakukan jika sudah mendapatkan 72 bidadari banci tersebut, making love kah, atau cuma duduk-duduk ria disorga sambil nonton TV? :D

  2. amrozi?? amrozi, apakah masuk surga?

    jelas, siapa pun yg bunuhdiri (dlm hal ini anakbuah amrozi dkk) akan masuk neraka jahanam!

    negara palestina menerapkan system bunuh diri spy bisa menang, dan pelakunya akan masuk surga?

    dari pada kamu ngomongin orang per orang ato ‘tunjuk-idung’ ………., kenapa engga lebih baek kamu cuma ngomongin hukum dan ajaran islam yang Illahiah saja di blog saya ini??

    apa yg saya paparkan di sini adl hukum dan ajaran islam, bukan apa yg dilakukan orang per orang ato negara tertentu. orang per orang bisa salah, dan negara bukanlah sumber hukum islam. tapi, ISLAM PASTI BENAR!!

    tvone melindungi teroris??
    yeah mudah2an saja personel tvone ada yg membaca artikel di blog ini, dan segera mendapatkan hidayah dari Allah, bhw bunuhdiri adl HARAM hukumnya dlm Islam, terlebih lagi bunuhdiri utk tujuan memenangi islam.

    skg tentang mendapatkan 72bidadari.
    yapp! mrk yg mati dlm usaha utk membela / memperjuangkan islam, akan dikategorikan mati syahid alias SYUHADA, dan imbalannya adl MASUK SURGA dan mendapatkan 72bidadari perawan.

    tapi ingat, matinya haruslah / adl mati normal, spt yg sudah saya jelaskan di artikel ini, tepatnya mati-nya bukan mati bunuhdiri.

    apa yg dilakukan surgawan (mrk yg masuk surga) dg para bidadari itu, bukan urusan kamu, saya atau siapa pun. kalo ada sepasang suami istri masuk kamar, apa yg akan mrk lakukan berdua dlm kamar, bukan urusan saya, kamu atau siapa pun. cukup itu adl urusan si suami dan si istri saja. faham??

    anda engga tawu malu ya, mikirin apa yg dilakukan sepasang suami istri di kamar tidur mereka???

  3. @1500

    lo ada juga disini…. cuihhh

    hahahaha…jadi lo setuju sama artikel diatas? itu tandanya lo setuju dong dengan sistem perang Islam yg benar menurut ajaran Nabi Muhammad SAW dan sahabat2 beliau????? hah????

    kayanya udah mulai tertarik nih sama ajaran Islam…. ternyata lo sendiri ngakuin ya kalo artikel di atas bener……

    nah mulai sekarang jangan lo bilang Nabi Muhammad itu nabi palsu ya??? lo dah taukan siapa nabi gue yang ternyata hebat dalam berperang dan mulia dalam menyebarkan Islam…. bukan seperti tuduhan lo bahwa Islam tu agama teroris????? lo sendiri yang bilang lo???? awas kalo lo nyanggah….

  4. sory , beri penjelasan dengan dalil lah biar gak keliru,

  5. xandriacyrus, on April 13, 2011 at 12:01 pm said:
    sory , beri penjelasan dengan dalil lah biar gak keliru,

    di artikel ini sudah saya nukilkan kisah kehidupan nabi Muhamad saw dan sahabatnya ketika pulang berperang. apakah itu belum cukup utk dijadikan dalil???

  6. maksudnya mati syahid kalo kita terbunuh di perang,bukan sengaja kasih diri ke lawan trus nyruh bunuh…

  7. Menanggapi mengenai para pejuang muslim garis keras:
    Menurut saya apa yang dilakukan oleh para pejuang muslim ekstrim yang melakukan bom bunuh diri itu sebenarnya tidak bisa dikatakan melakukan bunuh diri, namun ia mengorbankan dirinya, salah satu strategi di dalam perang.
    Dikatakan bunuh diri itu apabila sesorang telah berputus asa menjalani hidupnya, yang bisa dikarenakan banyak faktor internal dan eksternal, dan memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya secara paksa. Karena dia telah mengingkari rahmat Tuhan yaitu kesempatan hidup di dunia ini, maka dia akan kekal abadi di neraka.
    Sedangkan para pejuang islam di daerah konflik perang di Timur Tengah, yang memakai sarana bom yang memiliki potensi untuk menghancurkan kekuatan musuh secara besar, melakukannya dengan niat untuk memerangi kaum kafir dan membela Islam, mereka tidak sedang berada pada kondisi berputus asa terhadap hidupnya, sebaliknya mereka berada pada kondisi berapi-api/bersemangat tinggi melakukan jihad. Sedangkan bom yang mereka gunakan hanyalah alat sama saja seperti pedang/panah yang berpotensi melukai diri sendiri maupun teman sesama pejuang apabila salah langkah dalam penggunaannya. Yang menjadi masalah ialah faktor sasaran yang kurang tepat, tidak mengena sasaran secara penuh, dan prosedur pelaksaan yang masih salah karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman mereka baik dari segi ilmu pengetahuan maupun ilmu islam. Karena itu, juga menurut saya mereka bisa terkena hukum ketidaktahuan di dalam islam. Seperti misalnya meledakkan bom yang masih melekat di tubuhnya pada kondisi yang masih aman baginya atau memungkinkan untuk meletakkan bomnya saja sedangkan ia melarikan diri ke jarak yang aman dari ledakan. Seharusnya penerapan yang tepat seperti apabila ia telah dikepung\tertangkap oleh musuh dan kemungkinan langsung dibunuh atau berada pada zona yang sudah pasti bagi dirinya dibunuh, bukankah lebih baik ia mengorbankan dirinya untuk membunuh musuh dengan meledakkan bom yang ia bawa daripada ia mati begitu saja sedangkan ia memiliki kesempatan dan sarana untuk melakukan serangan terakhir. Oleh karena itu menurut pendapat saya mereka masih berpotensi mati sebagai syuhada.

    • pejuang muslim yg membela islam dg semangat yg berapi-api dg cara bom bunuh diri misalnya, JUGA DIANGGAP sudah berputus asa.

      dalam benak mrk, TIDAK ADA YG DAPAT MEMENANGKAN ISLAM DAN MENGALAHKAN KAUM KAPIRIT KECUALI BOM BUNUH DIRI. itu namanya PUTUS ASA. pdh msh byk cara lain selain bom bunuh diri itu.

      pertama yg hrs saya tekankan KEMBALI buat kamu.
      kalo kita mati, maka USAHAKAN KITA TIDAK PUNYA ANDIL dg matinya kita itu. bahkan kalo ada tanda2 kita mau mati MAKA KITA DIWAJIBKAN UTK USAHA / IKHTIAR spy kematian menjauh, spt berobat, ikut therapi delele.

      kalo kita tahu bhw kita akan mati, tp kita diam aja, itu tandanya KITA PUNYA ANDIL DALAM KEMATIAN KITA SENDIRI. itu namanya BUNUH DIRI ….. kita hrs berusaha, dan usaha itu harus disertai dg TAWAKAL. kamu faham kan, apa itu namanya tawakal????

      ayat alquran:
      Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (9:111)

      di ayat tsb, tidak ada kalimat MEREKA BUNUH DIRI. krn yg ada hanya kalimat lalu mereka membunuh atau terbunuh.

      kedua.
      islam mengajarkan umatnya berperang. muslim DILARANG utk memulai perang. intinya, perangnya bangsa muslim hanyalah SBG JAWABAN utk perang kaum kapirit thd kaum muslim.

      namun adakalanya, muslim memang terdesak utk memulai perang dg bangsa kapirit. kalo begitu urusannya, MAKA WAJIB BAGI MUSLIM UTK MEMAKLUMKAN KEPADA MUSUH TSB BHW PIHAK MUSLIM AKAN MENYERANG / MEMERANGI bangsa kapirit tsb pada hari anu tanggal anu di tempat anu. artinya bangsa kapirit itu MAU TIDAK MAU HARUS SETUJU JADWAL PERANG TSB, YG PENTING BERITAHU TERLEBIH DAHULU. jangan mendadak. kalo mendadak, itu namanya pengecut. kalo mau perang, kedua pihak harus siap.

      firman Allah,
      Sekiranya kamu mengadakan persetujuan ( – kepada bangsa kapirit, artinya hrs beritahu terlebih dahulu bhw akan ada perang) (untuk menentukan hari pertempuran), pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu, akan tetapi (Allah mempertemukan dua pasukan itu) agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan, yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, (8:42)

      ayat alquran tsb mengisyaratkan bhw kalo hendak memerangi bangsa kaprit, maka kaprit tsb harus diberitahu dulu bhw akan ada perang dari pihak muslim, spy kaprit tsb siap2. kalo mrk siap2 mk pasti kalo mrk mati, mrk tahu matinya kenapa, dan pun kalo mereka hidup, mrk jadi tahu mengapa mrk hidup.

      aplikasinya adl, bgm dg bom bunuhdiri?? bom bunuhdiri adl peperangan juga, padadasarnya. adakah si muslim itu memberitahu bhw akan ada bombunuhdiri shg bangsa kapirit bisa siap2 menghadapi hal itu????

    • @islamthis

      Kalau kita melihat apa yang terjadi seperti di Palestina dan Afganistan misalnya, mereka (rakyat di wilayah itu) melakukan perang memang bukan dengan dasar bertatap muka langsung dengan pihak lawan dan berkeinginan melakukan perang, tetapi mereka melakukan perang atas dasar invasi Amerika dan sekutunya ke daerah mereka, dan mereka mempertahankan diri. Berarti hal ini diterima dengan Ayat Al-Qur’an.

      Korelasi dengan Ayat Al-Qur’an:
      38. Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari ni’mat.

      39. Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,

      40. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (al-Hajj:38-40)

      Juga mereka melakukannya atas dasar perintah jihad apabila diserang oleh musuh dan musuh telah melecehkan Islam serta pemeluknya seperti yang dilakukan oleh pasukan Amerika di Irak dan Afganistan.

      Korelasi Ayat Al-Qur’an terhadap fitnah yang sudah ditimbulkan oleh Amerika:
      Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah . Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.(Surat shof ayat 8-9)

      Juga Amerika tidak pernah menarik pasukannya dari Timur Tengah.
      Korelasi Ayat Al-Qur’an dengan keadaan itu:
      Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti(9:12)

      Mengenai ada pengumuman atau tidaknya perang itu, bukankah Osama Bin Laden pemimpin gerakan Islam Al Qaeda pernah mengumumkan ke media bahwa mereka menyatakan perang terhadap Amerika dan mereka tidak akan berhenti melakukan serangan terhadap pasukan dan pangkalan Amerika di Timur Tengah sebelum Amerika menarik seluruh pasukannya dari Afganstan dan negara-negara Islam lainnya di Timur Tengah.

      Tentang cara yang digunakannya terlepas dari kontroversi konspirasi dalam peristiwa 11 september, Osama bin Laden dan kelompoknya PERNAH dituduh sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap peristiwa itu. Bagaimanapun fakta yg sebenarnya, cara yang dipakai telah diketahui berdasarkan kejadian itu, yaitu dengan meledakkan bom yang dibawa oleh manusia (dengan kata lain mengorbankan manusia). Bila ada kaum muslim memakai cara ini berarti pihak musuh dalam kasus ini Amerika telah mengetahuinya.

      Dan bagi orang-orang yang berjihad Allah akan menunjukkan caranya berdasarkan ayat:
      Allah berfirman: Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Ankabuut 29:69)

      Secara logika apabila tewas disaat meledakkan bom berarti dapat disebut terbunuh juga kan? Berarti ayat yg bunyinya:….lalu mereka membunuh atau terbunuh(9:111) ini tidak menjadi masalah.

      Dan mengenai niat mereka, anda bersikeras mengatakan mereka telah berputus asa, namun secara psikologis jika telah berputus asa mereka tidak akan sanggup melakukannya karena jika telah berputus asa maka semangat hidup juga menurun dan manusia seakan telah kehilangan tenaga kehidupan, apalagi dengan adanya rasa takut terhadap kematian. Jika memang benar mereka berputus asa seharusnya mereka menyerah atau bersembunyi karena untuk melarikan diripun butuh tenaga. Jadi mereka itu tidak sedang berputus asa karena untuk mampu melakukannya memerlukan tekad yang bulat dan iman. Sedangkan nilai setiap perbuatan manusia diukur dari niatnya. Jika niat mereka telah benar maka cara mereka melakukan jihad itu seharusnya tidak menjadi masalah. Jika mereka melakukannya tulus untuk membela Islam maka tentunya mereka dapat mati dalam keadaan syahid.

      Berdasarkan Hadis:
      kata Umar bin Khaththab r.a., Rasulullah s.a.w bersabda, “Sesungguhnya amal perbuatan itu (dinilai) hanya berdasarkan niatnya (innamal a’malu binniyyati) –di dalam riwayat lain:
      “Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain tergantung pada niat; dan sesungguhnya tiap-tiap orang tidak lain (akan memperoleh balasan dari) apa yang diniatkannya. Barangsiapa hijrahnya menuju (keridhaan) Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya itu ke arah (keridhaan) Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena (harta atau kemegahan) dunia yang dia harapkan, atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya.”(HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Turmudzi dan An-Nasa’i, sahih).

      Mengutip perkataan anda : kalo kita mati, maka USAHAKAN KITA TIDAK PUNYA ANDIL dg matinya kita itu. bahkan kalo ada tanda2 kita mau mati MAKA KITA DIWAJIBKAN UTK USAHA / IKHTIAR spy kematian menjauh, spt berobat, ikut therapi delele
      Tanggapan saya: Sama juga yang terjadi disana. Seperti di Afganistan, Mereka telah berada dalam posisi kematian yang tidak menentu, yaitu bisa mendapat kematian kapan saja, karena pasukan Amerika akan membunuh siapa saja yang dianggapnya berbahaya sesuka hatinya tanpa pandang bulu, baik anak-anak, orang tua atau wanita. Dikarenakan perbedaan kekuatan persenjataan dan jumlah pejuang, diantara mereka ada yang menggunakan stategi gerilya dengan membawa bom dan meledakkannya pada lokasi terdapatnya pasukan Amerika, untuk mengusir Amerika dari lokasi itu. Jadi yang mereka lakukan dapat dikatakan tindakan pencegahan untuk kematian sia-sia bagi dirinya yaitu dirinya dibunuh begitu saja tanpa ia berusaha melawan dan pencegahan kematian bagi kawan2 seperjuangannya. Apabila ia bersembunyi atau melarikan diri sedangkan ia mampu melawan, justru ini merupakan tindakan pengecut dan wujud dari keputusasaan terhadap rahmat dan pertolongan Allah. Perbuatan ini dilarang dan dilaknat oleh Allah sendiri di dalam Al-Quran.

      Ayat Al-Qur’an tentang tidak boleh kabur:
      Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).(8:15)

      Kecuali Mundur untuk mengatur strategi berdasarkan ayat:
      Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.(8:16)

      Berdasarkan firmannya: Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: “Matilah kamu”, kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.Dan berperanglah kamu sekalian di jalan Allah, dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(Al-Baqarah 243-244)

      Ayat tentang tidak boleh gentar dan melakukan perlawanan semampunya:
      Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.(9:41)

      Dan tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah:
      Allah SWT berfirman, “Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Yusuf: 87).

      Mengenai benar atau tidaknya prosedur yang digunakannya, tentunya seorang muslim harus menyadari secara penuh bahwa kematian sepenuhnya berada di tangan Tuhan, dan ia tidak boleh takut kepada kematian. Bisa jadi jika ajalnya belum tiba ia tidak mati/selamat namun hanya terluka berat, setelah meledakkan bom itu. Yang penting ia meyakini pertolongan nyata Allah dalam memerangi musuh Islam.

      Ayat Al-Qur’an tentang kematian hanya di tangan Allah:
      Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, dia menghidupkan dan mematikan, dan dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al Hadidi: 2)

      “Dan dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (Al-Mukminun: 80).

      Dan Kematian tidak dapat dihindari berdasarkan ayat:
      “Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, Kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu dia beritakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan.” (Al-Jumu’ah: 8 )

      Dan kematian itu telah ditetapkan kapan terjadinya berdasarkan ayat:
      “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Maka apabila Telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (Al-A’raf: 34)

      “Sesungguhnya ketetapan Allah apabila Telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu Mengetahui.” (Nuh: 4)

      “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang Telah ditentukan waktunya.” (Ali Imran: 145)

      Oleh karena itu tidak boleh takut dengan kematian dan Allah akan memberikan pertolongan:

      Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.(9:14)

      Arti dari dengan (Perantara) tangan-tanganmu disini berarti sarana/alat yang digunakan dapat berupa banyak hal, karena hanya disebutkan secara umum melalui tangan manusia.

      Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana orang-orang terdahulu sebelum kamu? Menimpa pada mereka bahaya dan kesengsaraan, kegoncangan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Kapankah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.(2:214)

      Maka menurut saya mereka masih berpotensi mati sebagai syuhada, dan Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka.

  8. MUAMALIM, on April 22, 2012 at 4:21 pm said:

    Mengenai ada pengumuman atau tidaknya perang itu, bukankah Osama Bin Laden pemimpin gerakan Islam Al Qaeda pernah mengumumkan ke media bahwa mereka menyatakan perang terhadap Amerika dan mereka tidak akan berhenti melakukan serangan terhadap pasukan dan pangkalan Amerika di Timur Tengah sebelum Amerika menarik seluruh pasukannya dari Afganstan dan negara-negara Islam lainnya di Timur Tengah.

    Memang benar bahwa osama bin laden telah mengumumkan perang melawan Amerika serikat. Namun SATU HAL YANG KAMU LEWATKAN!

    Kenapa yang jadi target serangan osama adalah wtc? Bukankah wtc PENUH BERISI orang-orang yang tidak di dalam keadaan siap berperang? Kalau osama mau berperang, maka perangilah / seranglah tentara2nya dan fasilitas militernya. Di dalam wtcv itu PENUH BERISI manula, wanita, pria2 yang berdasi yang sedang menari nafkah untuk anak dan keluarga mereka, dan mereka tidak di dalam keadaan siap untuk membela diri. Sedangkan kalau osama serang tentara dan fasilitas mereka, bukankah tentara2 tersebut MAU-TIDAK-MAU harus siap?

    Sekarang apa jawaban kamu?

    Secara logika apabila tewas disaat meledakkan bom berarti dapat disebut terbunuh juga kan? Berarti ayat yg bunyinya:….lalu mereka membunuh atau terbunuh(9:111) ini tidak menjadi masalah.

    Lha itu kan menurut kamu!

    Namun bagaimana menurut kaum Muslim khususnya para intelektual dan kaum ulamanya?

    Sudah saya bilang, bukankah Muhammad Saw dan para sahabatnya tidak pernah berbuat hal yang demikian? Kok kamu sekarang pilih strategi bebal binti kudanil???

    Pernah kah Muhammad Saw mengajarkan bahwa bunuhdiri di dalam berperang merupakan kebajikan di mata Allah? Coba tunjukkan Alhadis nya di sini! Itu pun kalau memang ada!
    Dan kalau lah memang bunuh diri di dalam perang itu merupakan kebajikan di mata Allah Swt, maka mengapa Muhammad Saw dan para sahabatnya tidak melakukannya since in the first place???????

    Kamu tehe kan, bersedekah, Muhammad Saw dan para sahabatnya telah melakukannya yang kali pertama. Begitu juga dengan naik haji begitu juga dengan menikah. Begitu juga dengan shalat tahajut delele.

    Coba kamu liyat.
    Ada istilah TERBUNUH, dan ada istilah TEWAS.
    Terbunuh, artinya dia mati karena dibunuh manusia. Sementara tewas, dia mati bukan karena kehendak manusia (lain), namun karena sebab lain seperti bom, bencana, kecelakaan lantas, kena racun, kesalahan teknis (human error atau technical error) delele. Apakah mungkin, kecelakaan mobil, kemudian dikatakan bahwa MOBIL ITU MEMBUNUH manusia yang ada di dalamnya? Kalau ada bencana tanah longsor, kemudian dikatakan bahwa LONGSOR ITU TELAH MEMBUNUH SEKIAN MANUSIA….. mungkin ga?
    Kamu harus jelas sejelas jelasnya bahwa para durjana itu TEWAS, bukan TERBUNUH.

    Kalau pun kamu insist bahwa kata TERBUNUH di dalam ayat Alquran itu merujuk TERBUNUH di dalam konteks bunuhdiri di dalam terorisme, maka ada kah ayat pendukungnya? Coba share di sini!!!

    Dan mengenai niat mereka, anda bersikeras mengatakan mereka telah berputus asa, namun secara psikologis jika telah berputus asa mereka tidak akan sanggup melakukannya karena jika telah berputus asa maka semangat hidup juga menurun dan manusia seakan telah kehilangan tenaga kehidupan, apalagi dengan adanya rasa takut terhadap kematian. Jika memang benar mereka berputus asa seharusnya mereka menyerah atau bersembunyi karena untuk melarikan diripun butuh tenaga. Jadi mereka itu tidak sedang berputus asa karena untuk mampu melakukannya memerlukan tekad yang bulat dan iman.

    Kamu ga tawu ya, orang putus asa yang ingin bunuhdiri, BERANI PANJAT MENARA setinggi apapun, dan dari atas sana dia terjun siap menghadang rasa sakit sakaratul maut sesakit apapun yang mengerikan!

    Loe ini gimana!!!!????? Jangan banyak kata, monyong!!!! Mata loe dah buta! Saking bencinya terhadap Islam, semua kata jungkir balik di dalam pikiran loe! Apa itu alhaq!!!!??

    Sedangkan nilai setiap perbuatan manusia diukur dari niatnya. Jika niat mereka telah benar maka cara mereka melakukan jihad itu seharusnya tidak menjadi masalah. Jika mereka melakukannya tulus untuk membela Islam maka tentunya mereka dapat mati dalam keadaan syahid.

    Kenapa ga sekalian, niat untuk bangun Masjid, lantas merampok sana sini, ngebunuh sekuriti sana sini, dan merampas harta dan rumah orang-orang kaya trus membunuh penghuninya sekaligus? Bukankah niat mereka tulus, yaitu untuk bangun Masjid Allah di muka bumi?

    Begitu menurut kamu, yang herbraaatttt cara berfikirnya eneh?

    Tanggapan saya: Sama juga yang terjadi disana. Seperti di Afganistan, Mereka telah berada dalam posisi kematian yang tidak menentu, yaitu bisa mendapat kematian kapan saja, karena pasukan Amerika akan membunuh siapa saja yang dianggapnya berbahaya sesuka hatinya tanpa pandang bulu, baik anak-anak, orang tua atau wanita. Dikarenakan perbedaan kekuatan persenjataan dan jumlah pejuang, diantara mereka ada yang menggunakan stategi gerilya dengan membawa bom dan meledakkannya pada lokasi terdapatnya pasukan Amerika, untuk mengusir Amerika dari lokasi itu. Jadi yang mereka lakukan dapat dikatakan tindakan pencegahan untuk kematian sia-sia bagi dirinya yaitu dirinya dibunuh begitu saja tanpa ia berusaha melawan dan pencegahan kematian bagi kawan2 seperjuangannya. Apabila ia bersembunyi atau melarikan diri sedangkan ia mampu melawan, justru ini merupakan tindakan pengecut dan wujud dari keputusasaan terhadap rahmat dan pertolongan Allah. Perbuatan ini dilarang dan dilaknat oleh Allah sendiri di dalam Al-Quran.

    Kalau setiap kata-kata di dalam setiap bahasa sudah jungkirbalik di dalam fikiran seseorang, maka seseorang itulah yang sudah jungkirbalik di dalam hal logika, alias menghalalkan segala cara. Dan seseorang itu ternyata adalah kamu!

    Maksud kamu apa? Muhammad Saw dan para sahabatnya kala itu juga di dalam keadaan / posisi kematian yang tidak menentu. Kamu mencoba menyingkirkan fakta sejarah bahwa Muhammad dan para sahabatnya KALAH baik di dalam hal senjata mau pun personel. Setiap hari kita pun juga di dalam keadaan posisi kematian yang tidak menentu, preman sudah berdiri di sana di perempatan jalan, siap menghadang kita. Itu bagaimana? Kita akan mati kapan saja.

    Namun pernah kah Muhammad Saw dan para sahabatnya berbuat tindakan bunuhdiri khususnya di dalam hal terorisme untuk memenangkan Islam? Pernah ga???? Kamu hanya ingin menjungkirbalikkan kata-kata supaya dengan begitu Islam jadi kalah. Namun padahal terlalu banyak hal yang kamu singkirkan jauh2, DEMI BENCI KAMU KEPADA ISLAM.

    Maka menurut saya mereka masih berpotensi mati sebagai syuhada, dan Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka.

    Kate sape?

    Terlalu banyak teks di dalam komen kamu yang tidak perlu saya bahas lagi. Intinya kamu terlalu Bebal binti jerapah! (bukan kudanil lagi).

    Kamu mau nya apa?
    Kamu mau nya, Islam mengajarkan kebengisan dan terorisme alias membunuh demi Tuhan ya? Dan dengan demikian kamu bisa sampai pada kesimpulan bahwa Islam adalah salah dan keji, dan hanya karosetan saja lah yang benar. Begitu?

    Kamu pelintir kata-kata sesuka hati kamu, kamu jungkirbalikkan kata-kata dan ide di dalam fikiran kamu sesuka hati kamu. Demi apa? Demi kebencian kamu terhadap Islam, dan cinta kamu terhadap agama karosetan ya? Di dalam fikiran kamu karosetan adalah di atas segala-galanya ya?

    Oke katakanlah Islam memang mengajarkan bahwa bunuhdiri demi Tuhan adalah kebajikan. Oke katakanlah bahwa Islam memang mengajarkan terosisme demi memenangkan syahadat adalah kesalehan ….. oke kalau begitu mau kamu.

    Namun …………………….
    Bagaimana dengan karosetan? Bagaimana dengan Alkitab?
    Bagaimana dengan inkusisi 8abad dari Tahun 1100an hingga 1900an awal, yang penuh dengan kebengisan dan kekejian, atas nama dan demi Tuhan Jesus? Bagaimana dengan pembantaian rakyat dan Raja atahualpa hanya karena Raja tersebut membanting Alkitab? Bagaimana dengan bangsa aborigin yang dibantai oleh orang karosetan? Bagaimana dengan perang bosnia di mana ribuan Muslim dibantai tanpa perasaan? Bagaimana dengan perang Ambon dan poso di mana Muslim dibantai secara keji, dan itu semua atasnama dan demi Jesus?

    Bagaimana dengan perangsalib di mana ribuan Muslim yang ditemui pejuang salib dibantai demi Jesus dan atasnama Alkitab mereka? Kalau memang Alkitab mengajarkan cintakasih dan cintakasih saja, maka mengapa sempat kejadian perangsalib tersebut?

    Dan pun semua teks kamu hanya melukiskan kebencian kamu terhadap Islam.

    Mengapa kamu begitu membenci Islam? Apakah salah Islam?
    Mungkin kamu akan mengembalikan pertanyaan itu ke saya, MENGAPA SAYA (ISLAMTHIS) begitu membenci karosetan? Apa salah karosetan?

    Lha jelaslah!
    Karosetan mengajarkan kemunafikan. Karosetan dan Gereja nya adalah bunglon. Di jaman bahela trademark karosetan adalah kekerasan dan kebengisan. Dan trademark itu mereka gali dari Alkitab mereka. Eh sekarang trademark karosetan lain lagi. Trademark karosetan adalah KASIH DAN DAMAI. Hah apa ga munafik tuh! Apa ga bunglon tuh!!

    Karosetan mengajarkan bahwa bugilria adalah tidak dosa di mata Tuhan. Bukankah itu berarti bugilria adalah ajaran karoseta?

    Karosetan mengajarkan bahwa judi adalah sah.

    Karosetan mengajarkan bahwa zinaria adalah sah.

    Karosetan mengajarkan bahwa kumpulkebo adalah sah.

    Karosetan mengajarkan bahwa bukabuka aurat adalah sah.

    Karosetan mengajarkan bahwa minta doa ke kuburan dan para sancto adalah sah.

    Karosetan mengajarkan bahwa pemurtadan kaum Muslim dengan cara keji dan menjijikkan adalah sah …

    Ah banyak lagi.
    Dan Islam tidak pernah ajarkan itu semua!
    Sekarang apakah saya tidak boleh bencikan karosetan? Apakah agama bangsat seperti itu harus saya cintai dan puja seumur
    hidup saya? Bah!!!!

    Lantas, kalau kamu hai MUAMALIM bencikan Islam, memang apakah salah Islam? Apakah dosa Islam?
    Kamu peras kata-kata sesuka hati kamu supaya akhirnya TERBUKTI bahwa Islam mengajarkan bahwa bombunuhdiri adalah kesalehan – PADAHAL faktanya Islam tidak pernah ajarkan itu semua. Bukankah itu menjadi tanda paling greng bahwa itu semua HANYA DILANDASI KEBENCIAN KAMU terhadap Islam?

    Kalau karosetan YANG BEJADDD begitu kamu puja-puja sedemikian rupa, lantas mengapa ISLAM YANG BEJADD begitu KAMU BEGITU MEMBENCINYA sedemikian rupa??? Apa maksud kamu????

    Kamu pengen telihat bijaksana dan cerdas ya?? Sanah, Nyemplung aja ke SUMURMATEKKK!!!

    • @islamthis,

      Mana buktinya kalo saya membenci Islam? Anda hanya membuat dugaan-dugaan semata, dan anda terlihat sangat emosi dalam berkata2, beginikah cara anda menunjukkan kebenaran Islam? Atau sebagai seorang muslim sejati? Kata2 anda membawa pesan tersirat kebencian terhadap kaum kristen, bukankah kebencian tidak membawa kebaikan? Justru hanya menjauhkan manusia dari Allah?

      Bagaimana orang2 non-muslim bisa menerima Islam, seandainya kaum Islam seperti anda bersikap sangat tidak bersahabat dan hanya ingin menghujat kaum kristen dan bukannya ingin menyadarkan mereka. Dan menurut pengamatan saya, anda menggeneralisasi setiap orang2 yg membantah/menyanggah anda sebagai KAROSETAN, bukannya kaum Islam sendiri banyak yg berbeda2 pandangan, bermahzab-mahzab, terpecah banyak golongan, bahkan pada zaman Imam Ali ada yg namanya perang tafsiran Al-Qur’an, yaitu perang untuk membela PENAFSIRAN AL-QUR’AN. Riwayat hadisnya akan saya tunjukan bila perlu.

      Dan mengapa anda mengalihkan pembicaraan dan malah menghujat kaum kristen di setiap kesempatan?
      Dan mengenai perbuatan dosa, bukankah di dalam Alkitab ada ayat2 yg menyatakan zina dan judi adalah dosa? Jika ajaran mengenai ini sama dengan Islam, berarti ajaran mengenai hal ini di dalam Alkitab benar kan?

      Bukankah hal ini tidak jauh berbeda seperti kaum muslim yg banyak tidak menjalankan atau mengabaikan ajaran Islam, seperti berpacaran, berzina sembunyi-sembunyi, minum-minuman keras, dan juga berjudi serta buka-bukaan. Mengapa para ulama Islam sendiri tidak tegas dalam hal ini?

      Anda katakan kaum kristen tidak melarang hal ini, bahkan para pastur dan paus sendiri banyak melakukan dosa.
      Lalu bagaimana dengan kaum syiah termasuk pemimpinnya yg melakukan dosa yg sama?
      Bila anda katakan penganut kaum syiah yg sudah menyimpang dan bukan ajaran Islam yg rusak, maka mengapa hal ini tidak diterapkan juga pada penganut kaum kristen yg menyimpang?
      Yang terjadi sebenarnya sama saja, yaitu para penganut agama samawi yg telah menyimpang. Dan yg sedang rusak dan bermasalah sebenarnya yaitu dunia ini yg sedang mendekati akhir zaman. Jadi mengapa anda tidak mencoba mengerti dan malah semakin merusak dunia dengan perpecahan dan perselisihan di antara umat manusia? Bukankah ini justru menguntungkan para pengikut anticrist yg ingin melenyapkan agama samawi dari muka bumi dengan cara menjauhkan manusia dari ajaran agama itu(walaupun pada akhirnya mereka akan kalah)?

      Dan jangan menyuruh sama menasehati FFI lagi, justru seharusnya perubahan dimulai dari kaum yg beragama terlebih dahulu, karena mereka telah mengerti dan berilmu, sedangkan para FFI hanyalah orang2 bodoh. Semoga kata2 saya dapat meluluhkan hati anda yang KERAS (walaupun saya tahu tidak mungkin).

  9. MUAMALIM, on April 29, 2012 at 3:32 pm said:

    @islamthis,

    Mana buktinya kalo saya membenci Islam? Anda hanya membuat dugaan-dugaan semata, dan anda terlihat sangat emosi dalam berkata2, beginikah cara anda menunjukkan kebenaran Islam? Atau sebagai seorang muslim sejati? Kata2 anda membawa pesan tersirat kebencian terhadap kaum kristen, bukankah kebencian tidak membawa kebaikan? Justru hanya menjauhkan manusia dari Allah?

    Kamu INSIST bahwa bombunuhdiri adalah syuhada. Itu adalah tanda bahwa KAMU BENCIKAN Islam sedemikian rupa. Mau ngelak?

    Harus berapa kali saya kata, bahwa bunuhdiri demi Islam adalah jahanam. Kok kamu masih ngeyel? Sampe2 kamu plintir kata sedemikian rupa…..

    Dan mengenai perbuatan dosa, bukankah di dalam Alkitab ada ayat2 yg menyatakan zina dan judi adalah dosa? Jika ajaran mengenai ini sama dengan Islam, berarti ajaran mengenai hal ini di dalam Alkitab benar kan?

    Bukankah hal ini tidak jauh berbeda seperti kaum muslim yg banyak tidak menjalankan atau mengabaikan ajaran Islam, seperti berpacaran, berzina sembunyi-sembunyi, minum-minuman keras, dan juga berjudi serta buka-bukaan. Mengapa para ulama Islam sendiri tidak tegas dalam hal ini?

    Trus mana buktinya bahwa Gereja mengutuk seluruh kekejian / dosa tersebut?

    Ingat, pada saat heboh2nya Undang-Undang- pornografi. Mengapa elemen Gereja menolak perundangan tersebut? Cukup satu itu saja contoh dan bukti bahwa Gereja MERESTUI dosa. MAU NGELAK???

    Kaum Muslim di lain pihak, jelas. Setiap ada warung remang2, mereka pada turun ke jalan bawa pacul meratakan tempat tersebut. Orang betawi menolak inul. Bahkan malaysia menolak kedatangan artis Amerika yang amat menjijikkan.

    Dan jangan menyuruh sama menasehati FFI lagi, justru seharusnya perubahan dimulai dari kaum yg beragama terlebih dahulu, karena mereka telah mengerti dan berilmu, sedangkan para FFI hanyalah orang2 bodoh. Semoga kata2 saya dapat meluluhkan hati anda yang KERAS (walaupun saya tahu tidak mungkin).

    Ga usah banyak kata deh.

    Yang jelas kamu diskriminatif.

    Orang kapirit karosetan di ffi kamu restui berkata kasar against kaum Muslim. Sementara saya di sini berbicara kasar kepada kaum kapirit, kamu hantam ….

    Justru orang orang di ffi pada bilang, bahwa mereka lah, para ffi-ers, yang berilmu dan telah mengerti ….

    Mengalihkan isu yaaaa????

    Gak lucu.

  10. @islamthis,

    dear islamthis yg super sabar berkata:
    Kenapa yang jadi target serangan osama adalah wtc? Bukankah wtc PENUH BERISI orang-orang yang tidak di dalam keadaan siap berperang? Kalau osama mau berperang, maka perangilah / seranglah tentara2nya dan fasilitas militernya. Di dalam wtcv itu PENUH BERISI manula, wanita, pria2 yang berdasi yang sedang menari nafkah untuk anak dan keluarga mereka, dan mereka tidak di dalam keadaan siap untuk membela diri. Sedangkan kalau osama serang tentara dan fasilitas mereka, bukankah tentara2 tersebut MAU-TIDAK-MAU harus siap?

    Sekarang apa jawaban kamu?

    Jawaban saya:

    Tragedi WTC itu pekerjaan orang dalam, kalo tak percaya lihat di:

    http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/09/09/lr9cvz-sssttt-ini-dia-9-teori-konspirasi-terkait-runtuhnya-wtc

    jadi sebenarnya bukan pekerjaan osama bin laden, maupun taliban, jadi mereka tidak dapat disalahkan.

    Yang saya maksudkan pada masalah ini yaitu peristiwa WTC itu memiliki suatu hubungan yg dengan surat At-Taubah,

    http://id-id.facebook.com/note.php?note_id=168500089835055&id=255258904719

    itupun kalau kita mengabaikan teori konspirasi tentang hal ini. Namun jika hal ini benar, maka kebenaran ramalan tentang peristiwa WTC di dalam surat At -Taubah dapat memberi petunjuk adanya hubungan kepada ayat ini:

    Allah berfirman: Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Ankabuut 29:69)

    Maksud saya mungkin adanya petunjuk dari-Nya dalam menunjukkan suatu cara yg bisa digunakan bagi orang2 muslim berjihad melawan Amerika melalui peristiwa WTC ini.

    Sebenarnya peristiwa WTC sengaja direkayasa oleh Amerika dan Yahudi untuk mencari alasan menyerang Timur Tengah, dengan mengatakan kalau serangan tersebut untuk menangkap para teroris, namun sebenarnya mereka ingin menghancurkan negara Afganistan (tahun 2002) dan Irak ( tahun 2003) yg tidak mau tunduk kepada Amerika dan sekutunya Israel.

    Jadi kalau kita pikirkan, Amerika yg menciptakan tipu daya namun tipu daya ini dibalas oleh Allah, yaitu startegi yg mereka gunakan untuk memfitnah kaum muslim justru digunakan kaum muslim untuk melawan Amerika dan sekutunya sendiri.

    Korelasinya dengan ayat Al-Qur’an:

    Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”

    Sedangkan tipu daya ini adalah perang, berdasarkan hadis:

    “Perang adalah tipuan” [Shahih Bukhari No. 3030, Shahih Muslim No. 1740]

    intinya tipu daya mereka dibalas oleh Allah, dan Allah akan menunjukkan jalannya.

    @islamthis berkata:

    Sudah saya bilang, bukankah Muhammad Saw dan para sahabatnya tidak pernah berbuat hal yang demikian? Kok kamu sekarang pilih strategi bebal binti kudanil???

    Pernah kah Muhammad Saw mengajarkan bahwa bunuhdiri di dalam berperang merupakan kebajikan di mata Allah? Coba tunjukkan Alhadis nya di sini! Itu pun kalau memang ada!
    Dan kalau lah memang bunuh diri di dalam perang itu merupakan kebajikan di mata Allah Swt, maka mengapa Muhammad Saw dan para sahabatnya tidak melakukannya since in the first place???????

    Jawaban saya:

    Secara teori semata alasan mereka tidak mungkin melakukannya:

    1. Masalah dari Segi Teknis. Mereka tidak MUNGKIN melakukan strategi itu karena alasan teknis yaitu pada zaman Rasulullah belum ada persenjataan yg memilliki daya bunuh yg besar seperti bom. jadi bila dilakukan muslim pada zaman sekarang mungkin dapat memakai dasar ijtihad, dengan berbagai pertimbangan terhadap situasi atau kondisi zaman sekarang yg persenjataan perang sudah lebih maju.

    2. Masalah pada aspek masyarakat dan sosial. Selain itu walaupun seandainya mungkin dilakukan pada masa Rasulullah atau sahabat, mereka tidak bisa melakukannya, karena Islam belum berkembang pesat dan jumlah penganutnya masih sedikit di dunia, strategi tersebut jika diterapkan pada masa-masa penyebaran Islam bisa berdampak buruk terhadap pandangan masyarakat dunia terhadap Islam yg bisa membuat mereka takut terhadap Islam dan menghambat pertambahan pemeluk Islam, dan membuat orang2 kafir dan munafik menjauhi Islam karena ketakutan. Oleh karena itulah tidak ada surat yg membahas tentang perang (tata caranya secara detil dan aturan2 rinci) di dalam Al-Qur’an. Hal ini dapat dipahami melalui ayat Al-Qur’an:

    Dan orang-orang yang beriman berkata: “Mengapa tiada diturunkan suatu surat?” Maka apabila diturunkan suatu surat [1393] yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka. (Muhammad 47:20)
    [1393] Yang dimaksud dengan “surat” di sini ialah surat yang berisi perintah untuk memerangi orang-orang kafir.

    Nah, pada masa sekarang ini jumlah pemeluk Islam telah besar, Islam telah tersebar merata di seluruh penjuru dunia, namun dari segi kualitasnya menjadi rendah, sehingga musuh2 Islam telah berani menyerang dari segala aspek kehidupan. JADI SEKARANG Saatnya menunjukkan jati diri dan semangat Islam yg sesungguhnya untuk mebuat para musuh2 Islam menyadari bahwa Islam tidak pernah padam dan tidaklah lemah, yaitu dengan JIHAD JIWA DAN HARTA.

    @islamthis berkata:

    Kalau pun kamu insist bahwa kata TERBUNUH di dalam ayat Alquran itu merujuk TERBUNUH di dalam konteks bunuhdiri di dalam terorisme, maka ada kah ayat pendukungnya? Coba share di sini!!!

    Saya Menjawab:

    Sisi duniawi dan sisi akhirat itu tidaklah sama.
    Terorisme dan Jihad itu tidak sama.
    Teroris dan Mujahidin fisabilillah itu tidaklah sama.
    Bunuh diri dan pengorbanan jiwa manusia itu tidaklah sama.

    Terorisme itu dilakukan oleh para kelompok penjahat/teroris untuk meneror suatu tempat yg mengancam keamanan negara, seperti di kolombia, Mexico, sri Lanka, delele…tujuannya jelas untuk duniawi semata.
    Jihad perang dilakukan para fisabilillah untuk membela agama Allah, untuk akhirat.

    Dan menurut saya apa yang dilakukan mereka tidak bisa disebut bunuh diri melainkan MENGORBANKAN DIRI/JIWA, karena niat mereka berjihad,maka jika terbunuh disebut mengorbankan jiwa. berdasarkan ayat Al-Qur’an:

    Allah melebihkan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar. (QS. An Nisaa: 95)

    Kalau saya insist kata TERBUNUH itu merujuk juga dalam konteks bunuh diri (Pengorbanan diri menurut saya)
    Maka menurut saya penafsiran itu lebih tepat daripada menyatakannya/mengartikannya sebagai BUNUH DIRI YANG NYATA seperti di dalam ayat Al-Qur’an:

    “Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu”, niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil saja dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal itu lebih baik bagi mereka, dan lebih menguatkan iman mereka. Dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami” (An Nisa’:66-67).

    Jadi bunuh diri dalam ayat dia atas maksudnya mengorbankan diri dengan cara berperang/jihad.

    Islamthis berkata:
    Kamu ga tawu ya, orang putus asa yang ingin bunuhdiri, BERANI PANJAT MENARA setinggi apapun, dan dari atas sana dia terjun siap menghadang rasa sakit sakaratul maut sesakit apapun yang mengerikan!

    Loe ini gimana!!!!????? Jangan banyak kata, monyong!!!! Mata loe dah buta! Saking bencinya terhadap Islam, semua kata jungkir balik di dalam pikiran loe! Apa itu alhaq!!!!??

    Saya menjawab:

    Yang anda ungkapkan itu bunuh diri dalam konteks berputus asa dari rahmat Allah, pada kasus itu setan ambil bagian dalam mensukseskan hal itu, berbeda pada konteks orang yg melakukan jihad, setan akan berusaha mencegahnya dengan memasukkan rasa takut akan kematian ke dalam hatinya.

    Saya tidak mengatakan apa yang saya sampaikan sebagai mutlak yg haq, karena yg Maha haq ialah Allah semata, ini hanyalah pemikiran saya yg berdasarkan ilmu dan pemahaman saya. Jika saya salah hanya kepada-Nya saya memohon ampunan. Namun jika saya benar maka saya akan termasuk ke dalam golongan orang2 yang benar. Jadi tidak ada masalah buat saya, dan saya tidak memaksa siapapun mempercayai pendapat saya. Ini hanya sekedar sharing saya untuk membantah pernyataan anda tentang bunuh diri dalam Islam tidak mati syahid. Jadi apabila di akhirat nanti ternyata pendapat anda salah dan anda diminta pertanggungjawaban oleh Allah, anda bisa memberikan pendapat saya sebagai jawaban, itupun kalau bisa dilakukan.

    saya akhiri masalah ini disini,
    Wassalam.

    TAMBAHAN:

    @islamthis berkata:
    Kate sape?

    KATA AL-QUR’AN ORANG2 YG MATI SEBAGAI SYUHADA MENDAPAT AMPUNAN ALLAH. JADI TIDAK ADA YANG SALAH PADA PERNYATAAN SAYA.

  11. Untuk bagian yang pertama dari komen kamu, soal peristiwa wtc 11 September,
    Begini, mending tidak usah cerita2 soal keabsahan peristiwa itu deh. Kita focus saja ke masalah, bahwa apakah jihad dengan bunuhdiri itu adalah kesalehan di dalam Islam.
    Saya tegaskan, bahwa jihad dengan bunuhdiri itu adalah KEKEJIAN di dalam Islam. Dan pelakunya akan terjungkal ke dalam Neraka buat selama-lamanya karena dia mati bunuhdiri. Itu sangat tidak enak.

    1. Masalah dari Segi Teknis. Mereka tidak MUNGKIN melakukan strategi itu karena alasan teknis yaitu pada zaman Rasulullah belum ada persenjataan yg memilliki daya bunuh yg besar seperti bom. jadi bila dilakukan muslim pada zaman sekarang mungkin dapat memakai dasar ijtihad, dengan berbagai pertimbangan terhadap situasi atau kondisi zaman sekarang yg persenjataan perang sudah lebih maju.

    Ow begitu menurut kamu?

    Secara teknis, Muhammad Saw tidak mungkin bisa terbang ke langit tuh! Namun Allah memungkinkan Muhammad Saw untuk terbang ke langit dan melintasi jarak yang sangat jauh antara Mekah dan Yerusalem?

    Begini, kalau memang suatu ajaran harus dinyatakan Allah di dalam IslamNya, maka Allah tidak akan merasa ada halangan teknis sekecil pun. Kalau ada halangan teknis itu, maka Allah sendirilah Yang akan mencairkan halangan tersebut, karena yang penting adalah bahwa ajaranNya lengkap diberitakan ke kalangan manusia. Dan Allah maha Kuasa. Tidak mungkin Allah terhalang oleh alasan teknis atau apapun.

    Teori kamu sangat konyol, kawan. Konyoooooollll sekaliiiii ……..

    2. Masalah pada aspek masyarakat dan sosial. Selain itu walaupun seandainya mungkin dilakukan pada masa Rasulullah atau sahabat, mereka tidak bisa melakukannya, karena Islam belum berkembang pesat dan jumlah penganutnya masih sedikit di dunia, strategi tersebut jika diterapkan pada masa-masa penyebaran Islam bisa berdampak buruk terhadap pandangan masyarakat dunia terhadap Islam yg bisa membuat mereka takut terhadap Islam dan menghambat pertambahan pemeluk Islam, dan membuat orang2 kafir dan munafik menjauhi Islam karena ketakutan. Oleh karena itulah tidak ada surat yg membahas tentang perang (tata caranya secara detil dan aturan2 rinci) di dalam Al-Qur’an. Hal ini dapat dipahami melalui ayat Al-Qur’an:

    Ow begitu ya? Dari sini terlihat sekali bahwa kamu pintar ya?
    Mengapa sekalian tidak ada penjelasan begini,

    Muhammad Saw seumur hidupnya tidak pernah aneksasi Kabah dari kaum pagan Mekah karena kala itu jumlah kaum Muslim masih kecil, dan takut akan berdampak seluruh Dunia akan memusuhi Islam.

    Fakta: toh ternyata Muhammad Saw tetap melakukan aneksasi atas Kabah tuh! Tidak perduli umat Muslim kala itu masih sedikit, dan tidak perduli apakah nanti efeknya seluruh Dunia akan benci Islam.

    Mengapa tidak sekalian ada penjelasan seperti ini,
    Muhammad Saw tidak pernah terlibat di dalam pembantaian ribuan umat Yahudi bani quraiza setelah perang khandaq (surah al-ahzab) karena kala itu Muhammad Saw melihat bahwa umat Muslim masih sedikit, dan takut nanti efeknya Dunia jadi membenci Islam.

    Fakta: toh Muhammad Saw dkk tetap jalan terus membunuhi umat Yahudi itu kok, tidak perduli umat Muslim kala itu masih sedikit, dan tidak perduli apakah nanti efeknya seluruh Dunia akan benci Islam.
    Baca: https://islamthis.wordpress.com/2011/01/27/islam-rasist-musnahnya-yahudi-di-madina/

    Nah sekarang dear @muamalim ……, di mana posisi kamu di dalam penjelasan ini, bahwa kamu kata bahwa Muhammad Saw tidak pernah lakukan strategi bunuhdiri di dalam jihad karena “umat Muslim kala itu masih sedikit, dan nanti efeknya seluruh Dunia akan benci Islam…”? Bukankah masih sedikitnya kaum Muslim kala itu dan kekhawatiran Dunia akan menjauhi Islam, SAMA SEKALI tidak mengalangi Muhammad untuk aneksasi Kabah dst?
    So, kalau memang bunuhdiri di dalam jihad adalah kesalehan, maka mengapa Muhammad Saw dkk tidak melakukannya? Masih mencoba excuse yang lain lagi? Monggo!

    Terorisme itu dilakukan oleh para kelompok penjahat/teroris untuk meneror suatu tempat yg mengancam keamanan negara, seperti di kolombia, Mexico, sri Lanka, delele…tujuannya jelas untuk duniawi semata.
    Jihad perang dilakukan para fisabilillah untuk membela agama Allah, untuk akhirat.

    Herbrraatt banget kamu, bisa mengetahui isi hati para pelaku bunuhdiri itu, baik yang dari kalangan Muslim mau pun yang nonmuslim!

    Mereka yang melakukan bunuhdiri di dalam terorisme, TOH MEREKA MELAKUKANNYA juga demi Tuhan mereka. Kamunya saja yang tidak tehe! Mereka yakin kok bahwa kelak setelah mereka mati, mereka akan diterima Tuhan mereka di dalam Surga. Kenapa kamu ini? Mereka itu para teroris, menteror masyarakat dan membunuhi banyak manusia, adalah KARENA MEREKA YAKIN BAHWA di depan mereka ada musuh2 mereka, yang otomatis adalah musuh Tuhan mereka. Nah bukankah itu berarti mereka SEDANG BERJIHAD?

    Kalau mereka tidak yakin bahwa yang di depan mereka adalah musuh mereka dan musuh Tuhan mereka, so buat apa mereka berbuat neskat? Eh nekat?

    Tambah kacau saja alur berfikir kamu, kawan. Coba deh makan combantrin.

    Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka : “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu”, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), (4:66)

    Jadi bunuh diri dalam ayat dia atas maksudnya mengorbankan diri dengan cara berperang / jihad.

    Kamu ini apa-apaan?

    Ayat di atas SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DIJADIKAN DASAR PERINTAH BAHWA TUHAN TELAH MEMERINTAHKAN UMAT UNTUK BUNUHDIRI. Sama sekali Allah tidak pernah memerintahkan umat manusia untuk bunuhdiri.

    Ayat di atas hanya menjelaskan cara Allah untuk mengetahui mutu iman dan kadar kepatuhan umat beriman. Tidak lebih dari itu. Di ayat itu ada kata KALAU. Sekali lagi, KALAU.

    Ayat di atas tidak bisa kamu ambil untuk kamu jadikan dasar argumentasi kamu.

    Yang anda ungkapkan itu bunuh diri dalam konteks berputus asa dari rahmat Allah, pada kasus itu setan ambil bagian dalam mensukseskan hal itu, berbeda pada konteks orang yg melakukan jihad, setan akan berusaha mencegahnya dengan memasukkan rasa takut akan kematian ke dalam hatinya.

    Jadi kamu melihat ya, apakah Setan yang masuk dan membisiki seorang pelaku bunuh diri, atau kah Malaikat yang melakukan itu semua? Atau kamu melihat sendiri ya, bahwa Setan MENGHASUNG manusia untuk bunuhdiri karena putusasa, dan kebalikannya Setan itu MENGHALANGI manusia supaya jangan bunuhdiri di dalam berjihatttt demi Allah?

    Kamu cenayang ya? Paranormal ya? Punya indra ke 345 ya? Bagi2 dong!

    Tidak! Alasan kamu sangat kacau dan konyol. Makin hari kamu ini makin MENGADA-ADA SAJA. Semakin kuat kamu menolak Islam, lihatlah semakin banyak kata yang kamu jungkirbalikkan di dalam logika kamu……

    Saya tidak mengatakan apa yang saya sampaikan sebagai mutlak yg haq, karena yg Maha haq ialah Allah semata, ini hanyalah pemikiran saya yg berdasarkan ilmu dan pemahaman saya. Jika saya salah hanya kepada-Nya saya memohon ampunan. Namun jika saya benar maka saya akan termasuk ke dalam golongan orang2 yang benar. Jadi tidak ada masalah buat saya, dan saya tidak memaksa siapapun mempercayai pendapat saya. Ini hanya sekedar sharing saya untuk membantah pernyataan anda tentang bunuh diri dalam Islam tidak mati syahid. Jadi apabila di akhirat nanti ternyata pendapat anda salah dan anda diminta pertanggungjawaban oleh Allah, anda bisa memberikan pendapat saya sebagai jawaban, itupun kalau bisa dilakukan.

    Apa yang saya utarakan di sini, itulah YANG HAQ! Dan di luar itu seluruhnya, seluruh argumentasi kamu amat lemah. Muhammad Saw tidak pernah ajarkan bunuhdiri. Muhammad Saw dkk tidak pernah lakukan bunuhdiri. Alquran haramkan bunuhdiri. Dan kebalikannya, Islam ajarkan jika hendak perang, maka persiapkanlah diri supaya TIDAK MATI SEMUDAH ITU MATI DI TANGAN MUSUH. APAKAH itu masih kurang?

    Pada akhirnya, APA PUN YANG KAMU KATAKAN KEPADA SAYA, haruslah yang alhaq menurut kamu, jangan spekulasi. Di sini saya serius, tidak setengah2. Maka kamu juga harus begitu, serius. Kamu harus yakin bahwa apa yang kamu katakan adalah alhaq. Kalau kamu tidak yakin maka tidak usah kamu pertahankan. Kamu ini bodoh ya? Kalau kamu tidak yakin bahwa sesuatu adalah alhaq maka buat apa kamu pertahankan?

    Mengapa kamu selalu MEMPERTAHANKAN RUMAHTANGGA KAMU DENGAN ISTRI KAMU? Itu karena kamu yakin bahwa perkawinan kamu dengan istri kamu ADALAH ALHAQ dari sisi Allah. Bukan begitu? Kalau kamu tidak yakin dengan rumahtangga kamu maka buat apa kamu setiap hari mempertahankan rumahtangga kamu?

    Ah tambah aneh saja kawan kita ini!

    saya akhiri masalah ini disini,
    Wassalam.

    Bagus! Itu tandanya kamu kehabisan argumentasi yang berbobot untuk meyakinkan siapa pun bahwa bunuhdiri di dalam jihad adalah kesalehan. Alhamdulillah!

    TAMBAHAN:

    @islamthis berkata:
    Kate sape?

    KATA AL-QUR’AN ORANG2 YG MATI SEBAGAI SYUHADA MENDAPAT AMPUNAN ALLAH. JADI TIDAK ADA YANG SALAH PADA PERNYATAAN SAYA.

    Baca lagi paparan artikel ini dengan seluruh dialog nya. …. kembalikan lagi ke kehidupan Nabi Muhammad Saw dkk …. di sana jelas bahwa bunuhdiri, dan bunuhdiri untuk jihad adalah kekejian binti jahanam. Kamu yang salah.

    • @islamthis,

      Sabar ya, masih banyak kok yang bisa saya utarakan lagi mengenai masalah ini, namun karena sangat panjang, saya tunda lain waktu.
      Saya melihat anda malah mempermasalahkan kata2 saya dan bukannya memberikan bantahan yang jelas, juga memberikan pertanyaan untuk saya jawab yg sebenarnya malah akan semakin membenarkan teori saya karena hal2 yg berkaitan dengannya semakin clear dengan jawaban saya. Saya yakin inilah yg benar, kalo anda tak percaya, lihat saya semua pertanyaan yg muncul insya Allah pasti terjawab karena memang inilah yg benar.

    • ga jelas!

  12. kita jalani saja apa yang di ajarkan nabi kita…..g usah ribut.belum tentu ada yang menang atau yang kalah dalam omongan mendingan kita damai dan berdoa semoga kita panjang um ur.tentram damai dan banyak rijkynya amin salam buat semua saudara muslim maupun non muslim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers

%d bloggers like this: