Silogisme Kacau, Karosetan Ancoooooorrrr!!!

 

Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapatlah sebuah kerajaan yang aman dan makmur. Kerajaan itu memiliki seorang Raja yang baik hati dan dicintai rakyatnya. Sang Raja itu mempunyai seorang putra yang baik hati pula yang bernama Pangeran Mungil. Sang Raja amatlah sayang kepada putranya itu.

Suatu hari ketika sang putra berulangtahun, sang Raja bertanya kepada putra pangerannya, “Anakku sayang, hari ini adalah hari ulangtahunmu. Hadiah apakah yang kau minta dari ayah? Anakku ingin dibelikan mobil main-mainan, atau minta diceritakan dongeng yang indah?”.

Sang pangeran pun berkata dengan gembiranya, “Horee.., aku ingin diceritakan dongeng yang indah saja, Ayahku ….”.

Sang ayah pun tersenyum. Ia berkata, “Baiklah, sekarang akan ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang indah ….”.

Ceritanya begini ….

Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapatlah sebuah kerajaan yang aman dan makmur. Kerajaan itu memiliki seorang Raja yang baik hati dan dicintai rakyatnya. Sang Raja itu mempunyai seorang putra yang baik hati pula yang bernama Pangeran Mungil. Sang Raja amatlah sayang kepada putranya itu.

Suatu hari ketika sang putra berulangtahun, sang Raja bertanya kepada putra pangerannya, “Anakku sayang, hari ini adalah hari ulangtahunmu. Hadiah apakah yang kau minta dari ayah? Anakku ingin dibelikan mobil main-mainan, atau minta diceritakan dongeng yang indah?”.

Sang pangeran pun berkata dengan gembiranya, “Horee.., aku ingin diceritakan dongeng yang indah saja, Ayahku ….”.

Sang ayah pun tersenyum. Ia berkata, “Baiklah, sekarang akan ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang indah ….”.

Ceritanya begini ….

Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapatlah sebuah kerajaan yang aman dan makmur. Kerajaan itu memiliki seorang Raja yang baik hati dan dicintai rakyatnya. Sang Raja itu mempunyai seorang putra yang baik hati pula yang bernama Pangeran Mungil. Sang Raja amatlah sayang kepada putranya itu.

Suatu hari ketika sang putra berulangtahun, sang Raja bertanya kepada putra pangerannya, “Anakku sayang, hari ini adalah hari ulangtahunmu. Hadiah apakah yang kau minta dari ayah? Anakku ingin dibelikan mobil main-mainan, atau minta diceritakan dongeng yang indah?”.

Sang pangeran pun berkata dengan gembiranya, “Horee.., aku ingin diceritakan dongeng yang indah saja, Ayahku ….”.

Sang ayah pun tersenyum. Ia berkata, “Baiklah, sekarang akan ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang indah ….”.

Ceritanya begini ….

Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapatlah sebuah kerajaan yang aman dan makmur. Kerajaan itu memiliki seorang Raja yang baik hati dan dicintai rakyatnya. Sang Raja itu mempunyai seorang putra yang baik hati pula yang bernama Pangeran Mungil. Sang Raja amatlah sayang kepada putranya itu.

Suatu hari ketika sang putra berulangtahun, sang Raja bertanya kepada putra pangerannya, “Anakku sayang, hari ini adalah hari ulangtahunmu. Hadiah apakah yang kau minta dari ayah? Anakku ingin dibelikan mobil main-mainan, atau minta diceritakan dongen yang indah?”.

Sang pangeran pun berkata dengan gembiranya, “Horee.., aku ingin diceritakan dongeng yang indah saja, Ayahku ….”.

Sang ayah pun tersenyum. Ia berkata, “Baiklah, sekarang akan ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang indah ….”.

Ceritanya begini ….

………….begitu seterusnya sampe mabokkk!!!!!

Jungkir-balik usaha manusia manusia karosetan untuk dapat mempertahankan keyakinan mereka bahwa Jesus adalah Tuhan. Biar bagaimana pun mereka ingat bahwa Alkitab tidak mempunyai satu pun ayat yang mengisahkan bahwa Jesus pernah berkata dengan lisannya sendiri bahwa AKU ADALAH TUHAN DAN SEMBAHLAH AKU. Hal itu jelas meruntuhkan dasar bagi keyakinan bahwa Jesus adalah Tuhan…

Pun jungkir-balik lah manusia manusia karosetan untuk dapat memelintir kata dan semua ayat yang ada di dalam Alkitab mereka supaya dapat mengamankan dan melanggengkan nafsu mereka bahwa Jesus adalah Tuhan, terlebih dengan tidak adanya ayat di dalam Alkitab yang mengisahkan bahwa Jesus pernah berkata dengan lisannya sendiri bahwa AKU ADALAH TUHAN DAN SEMBAHLAH AKU. Hal itu jelas meruntuhkan dasar bagi keyakinan bahwa Jesus adalah Tuhan…

Sangat perih sekali bagi manusia manusia karosetan ketika di dalam Alkitab mereka justru dijumpai ayat di dalam Markus 10 ayat 18 yang berbunyi ………….

Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

Maka apakah lagi usaha mereka untuk  dapat mengamankan nafsu mereka bahwa Jesus adalah Tuhan?

Mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …

Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,

1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

2. Premis 2: Yesus adalah baik

3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah

Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.

Coba kita renungkan.

Kaum karosetan amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.

Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum karosetan terhadap pertanyaan tersebut?

Jesus itu baik sebagai manusia?

Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:

@Berak

@Kentut

@Kencing

@Lapar

@Keringat bau.

@Punya nafsu sex

@ delele.

Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.

Kita kembalikan kepada silogisme tadi:

1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

2. Premis 2: Yesus TIDAK baik

3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.

Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.

Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?

Jesus itu baik sebagai Tuhan?

Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.

Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL  ada Tuhan yang tidak baik.

Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?

Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:

Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?

Nanti kelak manusia manusia karosetan akan menjawab,

Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:

Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

Untuk menerjemahkan ayat di atas tersebut,  mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …

Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,

1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

2. Premis 2: Yesus adalah baik

3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah

Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.

Coba kita renungkan.

Kaum karosetan amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.

Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum karosetan terhadap pertanyaan tersebut?

Jesus itu baik sebagai manusia?

Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:

@Berak

@Kentut

@Kencing

@Lapar

@Keringat bau.

@Punya nafsu sex

@ delele.

Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.

Kita kembalikan kepada silogisme tadi:

1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

2. Premis 2: Yesus TIDAK baik

3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.

Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.

Nah itu kalau kita berasumsi bahwa Jesus adalah manusia.

Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?

Jesus itu baik sebagai Tuhan?

Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.

Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL  ada Tuhan yang tidak baik.

Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?

Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:

Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?

Nanti kelak manusia manusia karosetan akan menjawab,

Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:

Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

Untuk menerjemahkan ayat di atas tersebut,  mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …

Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,

1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

2. Premis 2: Yesus adalah baik

3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah

Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.

Coba kita renungkan.

Kaum karosetan amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.

Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum karosetan terhadap pertanyaan tersebut?

Jesus itu baik sebagai manusia?

Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:

@Berak

@Kentut

@Kencing

@Lapar

@Keringat bau.

@Mulunya bau kalau bangun tidur.

@Jembutan

@Punya nafsu sex

@ delele.

Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.

Kita kembalikan kepada silogisme tadi:

1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

2. Premis 2: Yesus TIDAK baik

3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.

Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.

Nah itu kalau kita berasumsi bahwa Jesus adalah manusia.

Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?

Jesus itu baik sebagai Tuhan?

Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.

Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL  ada Tuhan yang tidak baik.

Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?

Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:

Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?

Nanti kelak manusia manusia karosetan akan menjawab,

Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:

Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

Untuk menerjemahkan ayat di atas tersebut,  mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …

Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,

1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

2. Premis 2: Yesus adalah baik

3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah

Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.

Coba kita renungkan.

Kaum karosetan amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.

Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum karosetan terhadap pertanyaan tersebut?

Jesus itu baik sebagai manusia?

Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:

@Berak

@Kentut

@Kencing

@Lapar

@Keringat bau.

@Mulunya bau kalau bangun tidur.

@Jembutan

@Punya nafsu sex

@ delele.

Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.

Kita kembalikan kepada silogisme tadi:

1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

2. Premis 2: Yesus TIDAK baik

3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.

Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.

Nah itu kalau kita berasumsi bahwa Jesus adalah manusia.

Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?

Jesus itu baik sebagai Tuhan?

Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.

Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL  ada Tuhan yang tidak baik.

Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?

Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:

Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?

Nanti kelak manusia manusia karosetan akan menjawab,

Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:

dst……….

dst………………

dst……………………

dst…………………………

Demikian lah manusia manusia karosetan akan terus berputar-putar pada paragraph di atas sampai hari kiamat.

Dan pada setiap putaran itu, manusia manusia karosetan itu tidak akan sampai pada kesimpulan / kepastian bahwa Jesus adalah Tuhan (karena kalau lah Jesus itu Tuhan, hal itu berasal dari ayat mana di dalam Alkitab?). Namun sebaliknya, setiap putaran hanya akan memastikan bahwa Jesus adalah manusia biasa, dan oleh karena itu itu ia tidak sempurna, tidak baik, dus, ia bukan lah Tuhan …

Analisa.

Manusia manusia karosetan telah lama meyakini bahwa Jesus itu adalah manusia 100% dan Tuhan 100%.

Kalau Jesus adalah manusia 100%, maka pastilah Jesus adalah individu yang tidak baik / tidak sempurna. Mengingat, tidak ada manusia yang sempurna.

Kemudian, kalau Jesus adalah Tuhan 100%, maka berasal dari ayat manakah di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan? Muter lagi ke atas sampek kiamat!!!!

Dengan begitu, klaim karosetan bahwa Jesus itu adalah manusia 100% dan Tuhan 100%, runtuh dengan sendirinya, karena tidak ada manusia yang baik, pun kalau Jesus itu adalah Tuhan, maka ayat Alkitab mana yang menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan?

Berikutnya, mungkin sekali manusia manusia karosetan akan berkilah bahwa Jesus adalah baik sebagai manusia. Semua kisah Jesus yang ada di dalam Alkitab menuturkan betapa baiknya Jesus itu.

Ohya? Jelas sekali bahwa Jesus itu baik sebagai manusia. Namun ingat, baiknya Jesus itu menurut manusia manusia karosetan TENTUNYA hanya subjektivisme mereka belaka! Mungkin manusia manusia karosetan sepakat untuk menyatakan bahwa Jesus itu baik sebagai manusia, namun TIDAK LAH DEMIKIAN bagi kaum Yahudi, Muslim, hindu dan lain lain. Tidak ada gunanya manusia manusia karosetan tetap berkeras bahwa Jesus itu adalah baik!

Muhammad Saw saja, yang diklaim sebagai manusia sempurna oleh umat Muslim, justru mendapat penghinaan yang amat keji dari kaum karosetan. Nah bukan kah demikian sebaliknya? Muslim pun melihat bahwa Jesus adalah manusia yang tidak sempurna. Apalagi sebagai Tuhan? Ayatnya saja (ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus adalah Tuhan) tidak ada kok!!

Bagi kaum Muslim, Hindu, Yahudi dan lain lain, Jesus banyak kekurangannya! Apa yang sebenarnya kekurangan Jesus yang dituturkan di dalam Alkitab, maka pastilah menurut manusia manusia karosetan itu adalah kesempurnaannya. Subjektivisme tentulah tidak dapat dijadikan landasan bagi suatu teori. Jadi percuma saja kalau pun karosetan tetap kekeuh untuk menyatakan bahwa Jesus itu adalah baik. Alkitab melaporkan bahwa Jesus ketakutan, Jesus marah kepada pohon ara, Jesus memerintahkan muridnya untuk mencuri keledai, Jesus mengutuki kota-kota yang tidak mau bertaubat, itu semua menunjukkan bahwa Jesus TIDAK LAH BAIK SEBAGAI MANUSIA sama sekali.

Belum lagi ditambah dengan ayat sebagai berikut,

……………”Naiklah Yesus ke atas keledai betina yg dicuri dari Betfage, lalu Yesus memasukkan jari dan kemaluannya ke lobang puki keledai betina itu hingga keluarlah cairan rupa mani (peju). Orang Israel yg melihat kelakuan Yesus tsb berteriak, itukah Mesias?” (Mat.20:22 dlm Alkitab 1928 sblm diedit pendeta Kristen Protestan…)……”

Ayat ini sudah jelas sekali mengesankan bahwa Jesus TIDAK LAH BAIK sebagai manusia!

Kesimpulan.

Malang sekali nasib saudara-saudara kita sesama anak cucu Adam as yang hanya dipermainkan oleh kerajinan tangan sang paulus kembaran iblis padang pasir damaskus! Mereka tidak akan pernah sampai pada kepastian bahwa Jesus adalah Tuhan, berdasarkan Alkitab suci mereka sendiri. Satu-satunya ayat yang mereka harapkan untuk mereka jadikan landasan keyakinan mereka bahwa Jesus adalah Tuhan adalah Markus 10:18 ini. Namun toh kalau kita telusuri lebih serius lagi, justru ternyata Markus 10:18 ini tidak memberi mereka apa-apa kecuali kenyataan bahwa Jesus adalah tidak baik. Ingat, pada ayat Markus 10:18 itu sendiri dengan jelas ada phrase yang berbunyi:

Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

Di sana ada kata SAJA. Apakah arti kata SAJA itu menurut bahasa Indonesia?

Saja, artinya ya SAJA, nothing more! Tidak ada yang lain. Tidak ada tambahan. Nah mengapa manusia manusia karosetan ingin mengantarkan semua manusia kepada keyakinan bahwa selain Allah ada Tuhan lain? Di ayat tersebut sudah jelas disebutkan SELAIN ALLAH SAJA…..

Wah, kalau pun kelak nanti manusia karotan masih berkilah, bahwa memang benar hanya ALLAH SAJA yang baik, namun bukan kah Jesus itu di dalam Allah? Sehingga dengan demikian Jesus adalah Tuhan?

Ohya?

Lantas pada ayat Alkitab mana yang menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan? Muter lagi deh ke awal sampek tuakkkk!!!

5 Responses

  1. makanya islam harus punya iman…dan pengetahuan yang tidak di manipulasi….

  2. Nahhh…ini yang ane cari2…hahay

    ane terkenyut bung islamthis berbicara tentang silogisme…Ternyata bisa bersilogisme juga ye? Padahal di beberapa diskusi silogisme nya agak kacau balau namun barokah

    ane coba2 silogisme barokah ane ya….
    premis barokah 1
    – Awloh tidak suka perceraian
    – Di islam dibolehin bercerai
    – Kesimpulan: Awloh mungkin pelupa

    premis barokah 2
    – Teroris2 adalah alumni pesantren..yang berarti islam
    – Teroris tidak logis dan suka kekerasan
    – Islam tidak logis dan suka kekerasan <—-nah..inilah alasan ane jadi mualaf

    Premis barokah 3
    – Mayoritas laskar FPI bego karena berpendidikan rendah
    – Mereka sangat yakin dengan islam
    – untuk benar2 yakin dengan islam, kita harus bego <—ini gue bingits!

    Subhanallah

  3. walaupun jesus lapar haus keselek batuk kentut eek pipis upil jungkir balik dst, bagi karosetan yang penting jesus adalah tuhan TiTiik tik tik.

  4. Yesus Kristus adalah Tuhan dan allah swt adalah illah peninggalan kaum pagan
    =========

    Islamthis,
    terbulak!

    yg bener adl: Yesus Kristus adalah illah peninggalan kaum pagan dan allah swt adalah Tuhan.

    itu baru bener.

  5. @mungalaf ngalkamdulah,
    lu mau bersilogisme tapi bego…., dasar murtad!!!!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: