Sebanyak 13 Warga Muslim Poso Ditemukan Tewas

 

Sebanyak 13 warga muslim ditemukan tewas mengenaskan di desa Buyung Katedo (sekitar 16km Selatan Kota Poso), diduga kuat mereka adalah korban pembantaian orang-orang sipil bersenjata api.

Sumber-sumber Antara di Poso, Selasa malam, melaporkan begitu sadisnya aksi kekerasan itu mengakibatkan kondisi tubuh mereka nyaris tak dikenal karena penuh luka bacokan dan terkena peluru senjata api.

“Badan dan kepala mereka hampir seluruhnya pun nyaris putus karena tinggal sedikit kulit dan daging yang menahan,” kata sumber terpercaya dan mengaku baru kembali dari rumah duka di jalan Urip Sumohardjo Poso yang menampung seluruh mayat korban setelah diotopsi petugas rumah sakit.

Seorang saksi mata mengatakan, sebagian besar korban pembantaian tersebut adalah wanita dan anak-anak, termasuk Imam Masjid Buyung Katedo, Aman (67), serta seorang wanita yang sedang hamil tua dan belum diketahui identitasnya.

Para penyerang itu juga dilaporkan membakar sebuah bangunan masjid dan barak pengungsi setempat, sebelum kemudian melarikan diri ke hutan-hutan.

Aksi penyerangan mendadak pasukan bersenjata api mengenakan cadar hitam di desa pegunungan Kecamatan Lage pada Selasa pagi sekitar pukul 06:00 Wita itu diketahui setelah dua orang warga setempat berhasil meloloskan diri dan melaporkan masalah tersebut kepada aparat keamanan di kota Poso.

Polres setempat usai menerima laporan pada siang hari itu langsung meluncur ke lokasi kejadian dan mengevakuasi seluruh mayat korban ke RSU Poso, namun tak menemukan jejak para penyerang.

“Semua korban sudah dikebumikan pada malam ini setelah sebelumnya diotopsi pihak rumah sakit,” kata Din, warga Kelurahan Bonesompe, sambil menambahkan beberapa Muspida Poso ikut mengantar jenazah para korban ke tempat peristirahatan terakhir.

Sementara itu, Pjs. Kapolres Poso AKBP Djasman Baso Opu yang dihubungi Antara per telepon dari Palu membenarkan peristiwa tersebut, seraya mengatakan total korban korban tewas dalam aksi penyerangan orang-orang bersenjata itu mencapai 13 orang.

“Tindakan mereka benar-benar sangat sadis dan melebihi perbuatan Gestapu PKI,” ujarnya sambil melukiskan salah seorang korbannya anak usia sekitar satu tahun lehernya nyaris putus dan isi perutnya keluar terburai.

Kapolres juga mengatakan, pihaknya telah mengerahkan sejumlah pasukan untuk memburu para oknum penyerang yang diprakirakan bersembunyi di desa-desa sekitar Kecamatan Lage. “Pokoknya kami terus memburu mereka hingga ketemu,” ujarnya, tanpa menjelaskan strategi operasional yang dilakukan. Menjawab pertanyaan, Opu yang baru sebulan lalu dipromosikan menjabat Kapolresta Palu mengakui pihaknya tidak mungkin dapat mengawasi terus-menerus seluruh wilayah kerjanya yang sangat luas, apalagi kondisi peralatan dan dana operasional sangat terbatas.

“Anda bayangkan saja luas wilayah Kabupaten Poso dan Morowali mencapai 27.190,75 km2 –hampir sama dengan luas Porvinsi Jawa Tengah–harus diamankan Polres dan Kodim Poso hanya memanfaatkan dana operasional dari pusat untuk posisi keadaan normal,” ujarnya. Bahkan, katanya, karena keterbatasan sarana komunikasi di pos-pos keamanan yang diadakan pada sejumlah desa rawan juga menjadi penyebab aparat keamanan setempat terlambat mengantisipasi munculnya korban berjatuhan dan perusakan bangunan. “Bagaimana pasukan bisa bergerak cepat untuk tiba di titik rawan, sementara informasi yang disampaikan sebagian besar hanya melalui kurir,” katanya seraya menambahkan, kasus penyerangan di
desa pegunungan Buyung Katedo itu pun baru diketahui sekitar enam jam kemudian karena informasi juga disampaikan melalui kurir.

Meski demikian Kapolres Opu mengatakan, sekalipun masih ada letupan aksi kekerasan pada beberapa desa di wilayah Kabupaten Poso dan Morowali dalam kurun tiga pekan terakhir, namun kondisi seluruh wilayah hukum Polres Poso dalam kendali aparat keamanan.

>>
Access from,
http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=2469
Access date,
5 Nopember 2010.

Islamthis,

Apakah yang menyebabkan orang orang karoSetan ini melakukan pembantaian keji terhadap kaum Muslim di Poso ini? Apalagi, kalau bukan Bible dan semua ajaran gerejani yang telah menghembuskan roh kudusnya ke dalam jiwa-jiwa para pembantai keji itu..

Nah sekarang semua orang karosetan teriak-teriak bahwa mereka adalah umat dari agama yang mengajarkan cinta kasih keseluruhan Dunia… namun mana buktinya? Bukan kah Gereja sendiri yang memerintahkan penjahat-penjahat di Poso untuk membantai kaum Muslim untuk tujuan tujuan Gereja mereka…???

4 Responses

  1. Heran ya.. Kl artikel beginian orang2 karosetan ga ada yg brani coment..

  2. ayo kita bantai para kaum karosetan itu, mereka penuh kebencian! darah mereka halal! pasti mereka terbuat dari babi!

    mari bergabung dengan tim jubah putih! kita membela kepentingan politik awloh dan kawan2 di muka bumi ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: