Adam-story Bag 10

Abad demi abad berlalu. Sampailah masanya ketika Muhammad Saw terlahir ke Dunia ini. Tahun kelahiran Muhammad adalah tahun yang sama dengan terjadinya suatu tragedy yang membunuh Raja Abrahah dari Yaman, seorang Raja yang ingin menghancurkan Ka’bah itu supaya dapat menggeser hati para manusia dari Ka’bah Samawi ke Gerejanya yaitu Gereja Besar di kota Sanaa supaya dapat mengkristenkan semua umat manusia, dan supaya dapat mendatangkan keuntungan ekonomi bagi kota Sanaa, menggantikan Mekah. Tahun itu disebut dengan tahun Gajah, melukiskan serangan Abrahah atas Ka’bah itu dengan cara mengendarai gajah.

Akibatnya adalah Tuhan Ka’bah itu telah membinasakan Abrahah dengan mengutus burung Ababil. Dikisahkan bahwa Tuhan mengutus burung Ababil itu yang membawa kerikil kerikil panas yang diambil dari dalam Surga, dan kemudian melontarkannya ke atas bala tentara Abrahah tersebut. Semua balatentara abarahah itu tewas dan binasa di dalam jilatan api yang luar biasa. Maka sesudah itu Kerajaan Karosetan Abrahah di Yaman pun akhirnya tumbang tidak berbekas.

Sebelumnya di Yaman. Di sana berdiri sebuah Kerajaan Yahudi, dan Rajanya bernama Zu Nuwas. Dia memaklumatkan bahwa semua orang Karosetan yang menolak untuk memeluk agama Yahudi akan dibakar hidup hidup. Pada hari pembantaian tersebut, seorang Karosetan yang bernama Simeon berhasil meloloskan diri dan menyelamatkan diri ke Roma dan memohon bantuan dan belaskasihan sang Raja Roma. Raja Roma mengirim surat kepada Raja Negus, Raja Karosetan di Ethiopia yang berisi supaya Raja Negus berbuat sesuatu untuk mengatasi pembantaian orang Karosetan di Yaman tersebut. Sebagai respon nya Raja Negus mengirim tentara yang dipimpin oleh Abrahah untuk menyerang Raja Zu Nuwas tersebut. Kerajaan Yaman yang Yahudi dengan mudah berhasil dihancurkan. Yaman segera direbut oleh Abrahah dan kemudian Abrahah mendirikan Kerajaan Karosetan di Yaman tersebut.

Sesudah memerintah Yaman, Abrahah melihat arus manusia bergerak ke Mekah setiap tahun. Secara singkat Abrahah berfikir bahwa akan lebih baik jika ia menghancurkan Ka’bah itu untuk selama-lamanya, dan mengalihkan perhatian seluruh anak manusia dari Ka’bah, dan supaya membuat manusia manusia itu berhaji ke kota nya saja yaitu Sanaa. Namun toh fantasi nya gagal sama sekali. Reaksi Abrahah kala itu adalah mengirim pasukan bergajahnya yang ia pimpin sendiri untuk menghancurkan Ka’bah itu. Faktanya ia tidak pernah sampai ke Ka’bah. Ia tidak dapat mengatasi serangan burung Ababil yang datang dari Neraka membawa kerikil kerikil yang membara dan melontarkannya ke atas tentara tentaranya. Pada tahun itulah, Muhammad lahir ke Dunia ini di kota Mekah.

 

Penutup.
Secara factual mungkin pemaparan ini hanya lah dianggap sebatas baris baris sejarah mengenai apa yang terjadi atas Kerajaan Yahudi, dan kemudian apa yang menghancurkan Kerajaan Karosetan di Yaman yang dibangun di atas puing puing Kerajaan Yahudi.

Kelahiran Muhammad sebenarnya adalah kelahiran baru bagi agama keselamatan yang paling akhir. Di samping sebagai agama terakhir, Islam juga harus lah merupakan kebangkitan dari apa yang dijanjikan Tuhan kepada para Nabi pra Muhammad. Muhammad adalah penutup dari semua Nabi Nabi …

Sebelum kebangkitan Muhammad, di Bumi ini sudah ada beberapa agama yang dianggap sebagai agama yang diturunkan Tuhan. Agama itu adalah Karosetan dan Yahudi (mungkin termasuk Bahaism dan agama Mani dan lain lain). Walau pun sungguh kesemua agama itu adalah agama yang sesat, namun seorang pun tidak dapat mengingkari bahwa sebenarnya agama itu ada hubungannya dengan rahmat Illahi, suka atau tidak suka. Artinya, keadaan tersebut benar-benar mengandung ambiguitas, atau dualisme.

Jika saatnya sudah tiba bagi Tuhan untuk menurunkan Islam seperti yang Ia janjikan sebelumnya, maka yang sebenarnya terjadi adalah bahwa Tuhan hanya meningkatkan level kebingungan umat manusia di dalam memilih agama yang benar. Jika demikian maka Islam tidak akan dapat menjadi solusi dari kebingungan tersebut, justru hanya akan menambah kebingungan dari kebingungan yang sudah ada.

Tuhan tidak ingin berdebat tentang pasar, dan Dunia ini bukan lah pasar di mana semua jenis barang dagangan ada di sana sehingga para pembeli dan penjual mempunyai begitu banyak pilihan, dan pun para calon pembeli mempunyai banyak pertimbangan barang mana yang baik untuk dipilih / dibeli. Jika memilih agama adalah sama halnya dengan memilih barang dagangan di pasar, maka bagaimana halnya dengan jalan keselamatan yang Tuhan sediakan untuk manusia? Seandainya seorang manusia memilih agama yang salah yang mana itu mengakibatkan ia dilemparkan ke Neraka, bukan kah itu terlalu buruk baginya? Tidak itu terlalu terlambat untuk mendiskusikan mana yang baik dan mana yang buruk dari dalam Neraka?

Kita harus menyadari bahwa teramat sulit untuk mengharapkan bahwa di Dunia ini hanya ada satu agama yaitu agama yang benar. Adalah alamiah untuk melihat di Dunia ini terdapat begitu banyak agama. Namun tinggal di Dunia dengan begitu banyak agama bukan berarti tidak ada yang dapat dilakukan Tuhan untuk membuat manusia mendapatkan kemudahan di dalam memilih agama yang benar.

Tuhan mempunyai perhatian yang penuh untuk memberi manusia petunjuk untuk memperoleh agama yang benar. Kemudian, kalau lah Tuhan tidak memberi gambaran di dalam memilih agama mana yang benar, maka bukan kah kita dapat mempersalahkan Tuhan untuk hal itu? Apakah terlalu berlebihan / apakah ada yang salah kalau Tuhan membuat mudah di dalam memilih mana agama yang benar, ketimbang hanya menambah kebingungan saja?

Sebelum Tuhan menurunkan Islam ke Bumi ini, maka terlebih dahulu agama yang sudah ada sebelumnya harus lah dimusnahkan dari muka Bumi ini. Atau, sebelum Islam turun ke Bumi, maka seluruh muka Bumi harus lah benar-benar steril dari eksistensi agama agama, khususnya agama yang ada hubungannya dengan pekerjaan Samawi (mereka adalah Karosetan dan Yahudi). Bumi harus benar-benar kosong dari agama agama. Kalau ada seseorang yang ingin membangun rumah baru, maka hal pertama yang harus ia lakukan adalah memunsnahkan bangunan sebelumnya secara totalitas.

Pertama Yahudi menjadi perhatian Tuhan untuk dimusnahkan. Tuhan men-skenario-kan bahwa Kerajaan Yahudi akan memulai masalah nya sendiri dengan membantai orang orang Karosetan secara keji. Hal ini membangkitkan amarah Raja Karosetan Negus untuk mengirim Abrahah dengan balatentaranya supaya Kerajaan Yahudi Yaman membayar semua perbuatannya atas semua umat Karosetan di Negeri itu.

Pada babak ini, ketika orang Yahudi menghadapi kesusahan dengan balatentara Karosetan, Tuhan Yahudi tidak berbuat apa pun; Dia tidak mengulurkan tanganNya untuk menggulung semua musuh Yahudi (yaitu orang Karosetan). Kalau Tuhan memang benar adalah Tuhan nya Yahudi, maka mengapa Dia berdiam diri melihat agama Yahudi kesayanganNya menjadi target militer dari balatentara musuh? Tuhan, sebenarnya, sedang meninggalkan yahudiNya. Tuhan membiarkan yahudiNya musnah dari muka Bumi.

Maka sejak saat itu Yahudi tinggallah sejarah.

Selesai dengan Yahudi, sekarang Tuhan mengalihkan perhatianNya kepada agama Karosetan.

Sekarang tinggal Karosetan yang masih bernafas di muka Bumi. Tuhan men-skenario-kan, Raja Abrahah membuat kekacauan di muka Bumi. Dia mengganggu manusia manusia jemaah haji, ikut campur dengan takdir mereka. Dia merencanakan untuk menggeser Pusat haji dari Ka’bah ke Gereja nya di kota Sanaa. Mengetahui bahwa dia gagal dengan rencananya, dia segera mengirimkan balatentaranya untuk berperang melawan Ka’bah.

Di Mekah itulah, Tuhan bertemu dengan Abrahah ini dengan agenda tunggal: untuk memusnahkan agama Karosetan dari muka Bumi ini.

Kalau lah Tuhan selalu dianggap sebagai Tuhan bagi Karosetan Sejati, maka  mengapa Tuhan ini menghempaskan karosetanNya di pelataran kota Mekah, di hadapan Ka’bah? Jelas sekali bahwa Tuhan Surgawi telah berdiam diri ketika melihat karosetanNya dihancurkan oleh suatu kekuatan, dan sekaligus untuk menjadi pesan bahwa kepentinganNya dengan karosetan sudah berakhir.

Pada akhirnya Bumi sekarang sudah benar-benar steril dari agama-agama yang ada hubungan nya dengan rahmat Illahiah: Yahudi dan Karosetan – dengan diluluhlantakannya Kerajaan Yahudi Zu Nuwas dan Kerajaan karosetan Abrahah yang kesemuanya berakhir di Mekah, di depan KabahNya yang Agung.  Tuhan mereka harus membersihkan Bumi ini dari agama-agama untuk kedatangan Islam. Memunsnahkan kedua agama tersebut dari muka Bumi ini berarti pernyataan dari sisi Tuhan bahwa kedua agama tersebut tidak lagi dapat digunakan oleh Kerajaan manusia sebagai agama keselamatan. Oleh karena itu setiap orang harus berfikir bahwa kedua agama tersebut tidak lagi memerintah Bumi dan Surga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: