Adam-story Bag 05

Sekarang Adam pun memasuki halaman baru di dalam kehidupan nya di muka Bumi ini. Dia melangkah jauh dari Ka’bah untuk mencapai tanah yang Tuhan janjikan kepadanya. Terkadang Adam bertanya-tanya di dalam hatinya, akan berapa lamakah ia berjalan di Bumi yang masih asing itu? Dan kemana? Tuhan hanya berkata, “berjalanlah kamu di muka Bumi itu. Kau akan berhenti kalau Aku perintahkan kau untuk berhenti….”.

Hingga suatu hari setelah sekian lama ia melangkah di muka Bumi ini bersama sang istri, Adam mendengar suara Tuhan: berhentilah. Tanah sekarang yang kau pijak itu adalah tanah yang Aku janjikan untukmu. Inilah tanah di mana kau dan istrimu akan menetap…

Adam pun berhenti dari ribuan langkahnya. Ia bertanya kepada Tuhan: Tuhan, sudah berapa lamakah aku berjalan di muka Bumi ini?

Tuhan berkata: kau sudah berjalan di muka Bumi itu selama empat puluh  tahun.

Tuhan memberi Adam perintahNya: Adam, tanah itu adalah tanah yang Aku janjikan untukmu. Oleh karena itu, kau harus membangun rumah tempat kau dan istrimu beribadah kepadaKu.

Itu adalah perintah pertama dari Tuhan kepada Adam setibanya Adam di tanah baru tersebut. Artinya, rumah itu akan menjadi rumah kedua yang dibangun Adam setelah Ka’bah di kota Mekah. Nama bangunan kedua itu adalah Masjid Aqsa. Dan tanah baru yang dijanjikan untuk Adam itu adalah Jerusalem.

Maka Adam dan istrinya mulai saat itu hidup di tanah baru tersebut dengan memulainya dengan membangun rumah kedua bagi Allah. Setelah rumah itu selesai dibangun, maka Adam memasukinya, dan bersujud kepada Allah Swt. Dan atas perintah Allah, Adam bersujud dengan menghadapkan wajahnya ke Ka’bah, yang berada di Mekah. Dan di mana pun Adam berada, maka Tuhan memerintahkan Adam untuk menghadapkan wajahnya ke arah Ka’bah ketika Adam hendak menyembahNya.

Hari demi hari pun dilewati Adam beserta Siti Hawa di tanah yang dijanjikan itu. Suatu hari Siti Hawa merasakan ada suatu kejanggalan pada tubuhnya, namun sungguh pun demikian kejanggalan itu tidak menimbulkan rasa sakit. Dan ia merasakan ada sesuatu yang bergerak di dalam perutnya itu.

Tidak lama kemudian, ternyata lahirlah sang bayi kembar. Betapa menakjubkan! Adam melihat dengan matanya sendiri ketika sang bayi lahir dengan wajah yang mirip dengan sang ayah, mata yang biru, bibir yang merah dan pipi yang montok.  Kedua bayi itu terus menangis untuk minta selalu dipeluk dan ditimang.

Praktis, kelahiran sang bayi membuat Adam dan Siti Hawa begitu berbahagia dan penuh tawa. Bayi kembar itu benar-benar merupakan penghibur bagi ayah bunda; sang bayi telah melenyapkan kesedihan hati sang ayah selama ini ….

Dengan begitu bahagianya Adam membawa kedua bayi itu di dalam pelukannya dan membawanya ke bentangan Alam semesta. Ia pandangi sang kembar, kemudian ia pandangi lagi Alam semesta…..ternyata lebih indah sang kembar dari Alam semesta itu.

Pada saat itulah Adam mendengar suara Tuhan lagi: Adam, bukan kah sudah Aku katakan bahwa Aku akan memenuhi semua janjiKu kepadamu? Bukan kah kau melihat bahwa Aku adalah Yang sebaik-baik Yang menepati janji? Bukan kah telah Aku katakan kepadamu bahwa ada kebahagiaan untukmu nun di sana, sesuatu yang dapat melupakan kesedihanmu?

Adam hanya tersenyum tersipu penuh dengan rasa syukur dan diberkati.

Penutup.

Mari kita perhatikan apa yang terkandung dari babak di atas. Empat puluh tahun yang dihabiskan Adam dari Mekah untuk dapat sampai ke Jerusalem sekarang ini, atau tepatnya Masjid Aqsa. Aqsa di dalam bahasa Arab berarti ‘yang paling jauh’ atau ‘yang paling ujung’; ujung dari perjalanan; yang mana itu berarti bahwa tempat suci itu adalah tempat terjauh dari Mekah. Pertanyaanya adalah, apakah benar bahwa Jerusalem atau Masjid Aqsa adalah tempat yang terjauh dari Mekah di muka Bumi ini? Namun pertanyaan yang lebih berbobot adalah, mengapa Allah memberi nama tempat suci itu sebagai Tempat Terjauh (Masjid Aqsa)?

Ketika Tuhan memerintahkan Adam untuk meninggalkan Ka’bah di Mekah, Tuhan tidak pernah bilang kepada Adam “Ke mana tujuannya” dan “sampai kapan”. Tuhan hanya memerintahkan Adam untuk berjalan meninggalkan Ka’bah itu untuk sampai ke tanah yang dijanjikan. Dan di tengah perjalanan tersebut Tuhan memerintahkan Adam untuk berhenti, karena tanah yang dipijak Adam kala itu adalah tanah yang dijanjikan. Dan itu memakan waktu selama empat puluh tahun untuk sampai ke tanah tersebut.

Sebenarnya, Adam tidak lah membuat garis lurus dari Mekah ke Masjid Aqsa. Kalau Adam membuat garis lurus di dalam perjalanannya dari Mekah ke Masjid Aqsa maka pastilah Adam hanya butuh waktu sekitar tiga atau empat bulan untuk menyelesaikan perjalanan tersebut supaya sampai di Masjid Aqsa. Namun apa yang sebenarnya terjadi adalah bahwa Allah telah ‘memutar-mutar’ langkah Adam di muka Bumi itu  untuk meng-eksplorasi semua bagian di muka Bumi itu tanpa Adam mengetahuinya. Hal itu berarti Adam sudah berkunjung ke semua tempat di muka Bumi ini: London, Tokyo, Sumatra, Brasil dan lain lain. Tidak ada satu pun tempat di muka Bumi ini yang tidak dikunjungi Adam di dalam perjalanannya menuju Masjid Aqsa dari Ka’bah. Itulah sebabnya mengapa Adam membutuhkan waktu selama 40 tahun untuk sampai di Masjid Aqsa, karena Adam harus singgah ke semua tempat di muka Bumi itu sebelum sampai di tanah yang dijanjikan.

Apakah itu mungkin?

  1. Tuhan adalah Tuhan Yang Baik. Tuhan bermaksud untuk menempatkan ras manusia di muka Bumi ini, dan dimulai oleh Adam. Atau dengan kata lain, Adam akan menempatkan semua keturunannya di Bumi ini. Adalah kewajiban bagi Allah untuk menunjukkan kepada Adam tempat tempat di mana anak keturunannya akan tinggal. Tuhan percaya bahwa Adam (dan juga Tuhan sendiri) harus tahu (sudah melihat) tempat-tempat di mana ia akan meninggalkan anak cucunya kelak. Tuhan harus meyakinkan Adam bahwa tempat-tempat itu adalah baik dan pantas untuk ditempati sang anak cucu. Setiap saat Adam tiba di suatu tempat, Tuhan berkata, “Adam, tanah itu adalah tanah India. Anak cucumu akan hidup dan berkembang biak di sana, di dalam namaKu yang kudus”. Adam berkata, “Oh Tuhan, berkatilah mereka kelak karena mereka semua adalah anak-anak dan cucu-cucuku..”. Tuhan berkata, “doamu Aku kabulkan..”.  Dan ketika Adam tiba di Australia, Tuhan berkata,” “Adam, tanah itu adalah tanah Australia. Anak cucumu akan hidup dan berkembang biak di sana, di dalam namaKu yang kudus”. Adam berkata, “Oh Tuhan, berkatilah mereka kelak karena mereka semua adalah anak-anak dan cucu-cucuku..”. Tuhan berkata, “doamu Aku kabulkan..”. Dan begitulah seterusnya. Tuhan adalah Tuhan Yang baik, dan Adam adalah Bapak yang baik. Artinya, memang sudah sepantasnya bagi Tuhan (sebagai Tuhan Yang baik) untuk menunjukkan kepada Adam tempat-tempat di mana anak cucu Adam akan hidup dan menetap. Dan memang sudah sepantasnya bagi Adam (sebagai Bapak yang baik) untuk merasa yakin bahwa tempat yang akan ditinggali anak cucunya adalah tempat yang baik.
  2. Menurut Alhadits, tinggi Adam adalah 18meter; Adam adalah sosok raksasa, dan kuat. Dari kenyataan itu kita dapat mengambil gambaran bahwa Adam mempunyai kekuatan dan kemungkinan yang luar biasa untuk menjelajahi planet Bumi ini hanya dengan berjalan kaki. Alkitab dan Alquran menjelaskan bahwa pada masa lalu, manusia manusia raksasa banyak berjalan di muka Bumi ini. Kita dapat membayangkan betapa panjang nya langkah kaki Adam kala itu.
  3. Di Bumi ini ada tujuh samudra dan lima benua. Apakah Adam berlayar menggunakan perahu untuk sampai ke benua-benua tersebut dari benua Asia? Adam tidak lah harus menggunakan perahu atau apa pun untuk sampai ke benua seberang. Pada jaman Adam hanya ada satu benua yang disebut dengan Pangea. Oleh karena itu hanya ada satu daratan pada masa Adam, dan oleh karena itu pun hanya ada satu lautan. Itulah sebabnya Adam dapat menjelajahi semua daratan karena semua daratan berada pada satu benua saja. Adam menjelajahi semua bagian tersebut hanya dengan berjalan kaki. Nah kemudian pada jaman Nabi Nuh, benua tunggal itu (Pangea) pecah menjadi bagian-bagian yang sekarang kita sebut dengan lima benua melalui terjadi nya Banjir Besar. Banjir Besar bertanggung-jawab atas pembentukan baru bagi wajah planet Bumi ini.

Oleh karena itu Islam mengajarkan bahwa di setiap Negeri di muka Bumi ini terdapat jejak kaki Adam. Di dalam perjalanannya itu, dia melihat semua keajaiban Dunia: air terjun, hutan belantara, pantai-pantai eksotis, pelangi, ngarai, burung merak, zebra dan lain lain. Semua pemandangan itu membuat Adam dapat melupakan kesedihannya.

Namun ada satu hal yang pasti: Adam mengunjungi atau menjelajahi setiap tempat HANYA SEKALI, tidak pernah dua kali atau lebih. Setiap tempat di Bumi ini yang dikunjungi / dilewati Adam akan menjadi tempat terakhir bagi itu untuk dikunjungi Adam. Dengan cara seperti itu maka kini jelas bahwa Palestine / Jerusalem adalah tempat terakhir yang dikunjungi Adam. Sesudah Jerusalem tidak ada lagi tempat lain yang belum dikunjungi / dilalui oleh Adam, karena semua tempat tentunya telah dia lewati sebelum ia sampai ke Jerusalem tersebut. Hal ini pasti akan membuat kita berfikir bahwa Jerusalem adalah tempat terjauh di Bumi ini, atau, Jerusalem adalah HUJUNG dari perjalanan Adam dari Mekah untuk bisa sampai ke Jerusalem. Itulah mengapa tempat suci yang dibangun Adam di Jerusalem itu dinamakan Masjid Terjauh alias Masjid Aqsa.

Kita melihat melalui sejarah, kebanyakan keturunan Adam khususnya pada Nabi hidup dan datang dari Jerusalem.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: