Keajaiban Alquran 02

Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli.

Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahun-tahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan.

Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat/ ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19.

Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya :

“Di atasnya adas emb ilan b elas (malaikat penjaga). (QS. 74:30) Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai perumpamaan.”  Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Rabbmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.” (QS. 74:31).

Hasil penemuannya yang sangat mengejutkan ini pada tahun 1976 telah didemonstrasikan di depan umum ketika diselenggarakan Pameran Islam Sedunia di London. Berikut cuplikan dari sebagian penemuannya tersebut :

1. Kita mengetahui bahwa setiap surat-surat dalam Quran selalu diawali dengan bacaan ‘Basmalah’ sebagai statement pembuka, yaitu “Bismillaahirrahmaanirraahiim” (yang artinya : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”).

Ternyata bacaan ‘Basmalah’ tersebut (dalam bahasa Arabnya) terdiri dari 19 huruf (atau 19 x 1).

2. Bacaan ‘Basmalah’ terdiri dari kelompok kata : Ismi – Allah – Arrahman -Arrahim. Penelitian menunjukkan jumlah dari masing-masing kata tersebut dalam Quran ternyata selalu merupakan kelipatan angka 19.

  1. Jumlah kata ‘Ismi’ dalam Quran ditemukan sebanyak 19 buah (atau 19 x 1)
  2. Jumlah kata ‘Allah’ dalam Quran ditemukan sebanyak 2. 698 buah (atau 19 x 142)
  3. Jumlah kata ‘Arrahman’ dalam Quran ditemukan sebanyak 57 buah (atau 19 x 3)
  4. Jumlah kata ‘Arrahim’ dalam Quran ditemukan sebanyak 114 buah (atau 19 x 6) Apabila faktor pengalinya dijumlahkan hasilnya juga merupakan kelipatan angka 19, yaitu 1 + 142 + 3 + 6 = 152 (atau 19 x 8).

3. Jumlah total keseluruhan surat-surat dalam Quran sebanyak 114 surat (atau 19 x 6). 4. Bacaan ‘Basmalah’ dalam Quran ditemukan sebanyak 114 buah (atau 19 x 6), dengan perincian sbb:

Sebanyak 113 buah ditemukan sebagai pembuka surat-surat kecuali surat ke-9, sedangkan sebuah lagi ditemukan di surat ke-27 ayat : 30.

Berbeda dengan surat-surat lain, surat ke-9 memang khusus sengaja tidak diawali bacaan ‘Basmalah’ karena isinya merupakan ayat-ayat perang. Dalam Surat ke-9 ini kebanyakan pokok pembicaraannya berisi tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin karena pengkhianatan mereka, sebaliknya surat ke 27 terdapat kisah ajakan penyerahan diri Ratu Balqis oleh Sulaiman. Jadi terdapat antagonis antara surat ke-9 dan surat ke-27.

Terjemahan surat ke-27 ayat: 29-31:

“Ia (Balqis) berkata, Hai pembesar-pembesarku, telah dikirim kepadaku sebuah surat yang berharga. Surat itu dari Sulaiman yang isinya berbunyi : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. Janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku dengan berserah diri. “

4. Bacaan ‘Basmalah’ dalam Quran ditemukan sebanyak 114 buah (atau 19 x 6), dengan perincian sbb: Sebanyak 113 buah ditemukan sebagai pembuka surat-surat kecuali surat ke-9, sedangkan sebuah lagi ditemukan di surat ke-27 ayat : 30. Berbeda dengan surat-surat lain, surat ke-9 memang khusus sengaja tidak diawali bacaan ‘Basmalah’ karena isinya merupakan ayat-ayat perang. Dalam Surat ke-9 ini kebanyakan pokok pembicaraannya berisi tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin karena pengkhianatan mereka, sebaliknya surat ke 27 terdapat kisah ajakan penyerahan diri Ratu Balqis oleh Sulaiman. Jadi terdapat antagonis antara surat ke-9 dan surat ke-27. Terjemahan surat ke-27 ayat: 29-31: “Ia (Balqis) berkata, Hai pembesar-pembesarku, telah dikirim kepadaku sebuah surat yang berharga. Surat itu dari Sulaiman yang isinya berbunyi : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. Janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku dengan berserah diri. ”

5. Pada surat ke-27 ayat : 30 tempat ditemukannya bacaan ‘Basmalah’, kalau bilangan surat dan ayatnya dijumlahkan hasilnya merupakan kelipatan angka 19, yaitu 27 + 30 = 57 (atau 19 x 3).

6. Dari point 4 di atas, ditemukan hubungan yang menarik antara surat ke-9 dan ke- 27. Surat ke-27 ternyata merupakan surat yang ke-19 jika dihitung dari surat ke-9. Surat ke : 9, 10, 11, . . . , 25, 26, 27 Urutan surat ke : 1, 2, 3, . . . , 17, 18, 19. 7. Dari point 6, apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari surat ke-9 s/d ke-27, (9+10+11+. . . +25+26+27) maka hasilnya adalah 342 (atau 19 x 18).

8. Wahyu pertama (Surat ke-96 ayat : 1-5) terdiri dari 19 kata (atau 19 x 1) dan 76 huruf (atau 19 x 4)

9. Wahyu kedua (Surat ke-68 ayat : 1-9) terdiri dari 38 kata (atau 19 x 2).

10. Wahyu ketiga (Surat ke-73 ayat : 1-10)terdiri dari 57 kata (atau 19 x 3).

11. Wahyu terakhir (Surat ke-110) terdiri dari 19 kata (atau 19 x 1), dan ayat pertama dari Surat ke-110 tersebut terdiri dari 19 huruf (19 x 1). 12. Wahyu yang pertama kali menyatakan ke-Esaan Allah adalah wahyu ke-19 (Surat ke-112)

13. Surat ke-96 tempat terdapatnya wahyu pertama, terdiri dari 19 ayat (atau 19 x 1) dan 304 huruf (atau 19 x 16). Selain itu juga ternyata surat ke-96 tersebut merupakan surat yang ke-19 bila diurut/ dihitung mundur dari belakang Quran.

Surat ke : 114, 113, 112, . . . , 98, 97, 96 Urutan surat ke : 1, 2, 3, . . . , 17, 18, 19.

Bukti-bukti di atas menunjukkan bahwa Quran tersusun dengan perhitungan sistim kunci (interlocking system), sesuai maksud dari surat ke-85 ayat : 20, yang artinya : “Allah telah mengepung/ mengunci mereka dari belakang.”

14. Dari point 13, apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari surat ke-114 s/d ke-96, (114+113+112+. . . +98+97+96) maka hasilnya adalah 1995 (atau19 x 105).

15. Penulis juga menemukan bahwa surat-surat yang memiliki 8 (delapan) ayat dan 11 (sebelas) ayat-lah yang paling banyak terdapat dalam Quran, yakni masing-masing terdiri dari 5 (lima) buah surat. Disusul kemudian surat-surat yang memiliki 3 (tiga), 19 (sembilan belas), 29 (dua puluh sembilan), 30 (tigapuluh), dan 52 (lima puluh dua) ayat, yang masing-masing terdiri dari 3 (tiga) buah surat.

Apabila dijumlahkan ayat-ayat tersebut sesuai dengan kelompoknya maka hasilnya merupakan kelipatan angka 19, yaitu sbb :

  • surat ke : 94, 95, 98, 99, 102 masing-masing terdiri : 8 ayat ;
  • surat ke : 62, 63, 93, 100, 101 masing-masing terdiri : 11 ayat.
  • Apabila jumlah ayat-ayat dijumlahkan : 8 + 11 = 19, (19 x 1)
  • surat ke : 103, 108, 110 masing-masing terdiri : 3 ayat
  • surat ke : 82, 87, 96 masing-masing terdiri : 19 ayat
  • surat ke : 48, 57, 81 masing-masing terdiri : 29 ayat
  • surat ke : 32, 67, 89 masing-masing terdiri : 30 ayat
  • surat ke : 14, 68, 69 masing-masing terdiri : 52 ayat

Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan : 3 + 19 + 29 + 30 + 52 = 133, (atau 19 x 7).

16. Quran merupakan satu-satunya kitab suci di dunia ini yang memiliki tanda-tanda khusus (initials) berupa huruf-huruf (code letters) atau sebagaimana disebut dalam bahasa Arab “Muqatta-‘aat” yang artinya “kata singkatan”.

Di dalam Quran terdapat sebanyak 29 (dua puluh sembilan) surat-surat yang diawali dengan 14 (empat belas) macam kombinasi dari 14 (empatbelas) huruf-huruf “Muqatta-‘aat”.

14 huruf-huruf itu adalah: alif, lam, mim, ra’, kaf, ha’, yaa’, ain, shad, tha’, shin, qaf, nun, dan kha’. 14 macam kombinasi huruf adalah :

  1. Alif, lam, mim
  2. Kha, mim
  3. Alif, lam, ro’
  4. Alif, lam, mim, ro’
  5. Tho’, sin
  6. Tho’, sin, mim
  7. Ya’, sin
  8. Nun
  9. Kaf, kha’, ya’, ain, shod
  10. Alif, lam, mim, shod
  11. Shod
  12. Qof
  13. Ain, sin, qof
  14. Tho’, ha’

29 surat-surat itu adalah surat ke : 2, 3, 7, 10 11, 12, 13, 14, 15, 19, 20, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 36, 38, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 50, dan 68. Maka apabila bilangan dari banyaknya huruf, banyaknya kombinasi, dan banyaknya surat dijumlahkan maka hasilnya merupakan kelipatan 19, yaitu 14 + 14 + 29 = 57(atau 19 x 3).

Tanda-tanda dengan kata singkatan ini, ahli tafsir mempunyai pendapat yang berbeda-beda. Ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk ayat-ayat ‘mutasyaabihaat’, ada pula yang berpendapat huruf-huruf abjad itu berfungsi untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan bacaan-bacaan dalam Quran. Namun berkat penemuan angka 19 kini terbukalah maksud sesungguhnya dari adanya huruf-huruf “Muqatta-‘aat” tersebut, yaitu berfungsi sebagai penjaga keaslian/keautentikan Quran karena berhubungan dengan angka 19, perhatikan demonstrasi berikut :

17. Surat ke-68 diawali huruf ‘Nun’. Setelah diteliti jumlah huruf ‘Nun’ yang terdapat pada surat tersebut (133 19 x 7) merupakan kelipatan 19. Berikut terjemahan surat  ke-68 ayat 2-6 :

“Nun. Berkat kemuliaan Tuhanmu, engkau (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila, dan sesungguhnya bagimu pahala yang besar, dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur, maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat, siapa di antara kamu yang gila. ”

18. Surat ke-42 dan surat ke-50 diawali huruf ‘Qof’. Setelah diteliti huruf ‘Qof’ yang terdapat pada kedua surat tersebut sebanyak 114 huruf (57 + 57 = 114 19 x 6).

Ada yang berpendapat bahwa huruf ‘Qaf’ ini singkatan dari kata ‘Quran’ karena Quran terdiri dari 114 surat. Hal lain yang mengherankan adalah Allah biasanya menyebut kaumnya Nabi Luth dengan kalimat “Qaumu Luuth” yang ditemukan sebanyak 12 kali dalam Quran, namun pada surat ke-50 ayat 13, sebutan tersebut berganti menjadi “Ikhwanu Luuth”yang artinya “saudara-saudaranya Nabi Luuth”.

Tampaknya Allah sengaja menghilangkan unsur ‘Qaf’ dalam kalimat tersebut agar jumlah huruf ‘Qaf’ dalam Quran tetap berkelipatan 19, sebab jika tidak diganti maka jumlahnya bertambah menjadi 115.

Berikut terjemahan surat ke-50 ayat: 1-2 :

“Qaaf, demi Al Quran yang sangat mulia, mereka tercengang lantaran datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir : “Ini sesuatu perkara yang amat aneh”. “

19. Surat ke-42 diawali huruf ‘Ain’, ‘Sin’, dan ‘Qof’.

Setelah diteliti jumlah total ketiga huruf tersebut pada surat ke-42 (98 + 54 + 57 = 209 19 x 11) merupakan kelipatan 19.

20. Surat ke-36 diawali huruf ‘Ya’, dan ‘Sin’.

Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surat ke-36 (237 + 48 = 285  19 x 15)merupakan kelipatan 19.

21. Surat ke-13 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, ‘Mim’, dan ‘Ro’.

Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-13 (605 + 480 + 260 +137= 1482 19 x 78) merupakan kelipatan 19.

22. Surat ke-7 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, ‘Mim’, dan ‘Shod’.

Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-7 (2529 + 1530 + 1164 + 97 = 5320 19 x 280) merupakan kelipatan 19.

23. Surat ke-19 diawali huruf ‘Kaf’, ‘Kha’, ‘Ya’, Ain, dan ‘Shod’.

Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-19 (137 + 175 + 343 + 117+26 = 798 19 x 42) merupakan kelipatan 19.

24. Surat ke-7, 19, dan 38 diawali huruf ‘Shod’.

Total jumlah huruf ‘Shod’ dalam ketiga surat tersebut (97 + 26 + 29 = 152 19 x 8) ternyata merupakan kelipatan 19. Ada hal yang menarik, yakni pada surat ke-7 ayat 69 ditemukan kata ‘basthatan’ (jika dieja terdiri dari huruf ba’, shod, tho’, ta’).

Padahal lazimnya kata tersebut haruslah dieja dengan huruf ba’, sin, tho’, ta'(contohnya pada surat ke-2 ayat 247). Menurut riwayat, pada saat turunnya ayat 69 tersebut Jibril menyuruh Nabi Muhammad menuliskan kata ‘basthatan’ dengan huruf shod, namun unsur huruf ‘shod’ itu tetap harus dibaca sebagai huruf ‘sin’, dan hal ini ditandai dengan huruf sin tersebut ditempatkan sebagai huruf kecil di atas huruf ‘shod’. Tampak sekali bahwa Allah memberi tambahan huruf ‘shod’ agar jumlahnya dalam Quran menjadi berkelipatan 19, sebab jika tidak maka jumlahnya berkurang menjadi 151.

Berikut terjemahan surat ke-7 ayat 69 : “Apakah kamu (tidak percaya) dan heran ketika datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu ? Dan ingatlah ketika Allah menjadikan kamu sebagai angkatan pengganti sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah ‘melebihkan’ kekuatan tubuh dan perawakanmu. ”

25. Surat ke-40 s/d ke-46 diawali huruf ‘Ha’ dan Mim.

Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.

  • Surat ke-40 64 380
  • Surat ke-41 48 276
  • Surat ke-42 53 300
  • Surat ke-43 44 324
  • Surat ke-44 16 150
  • Surat ke-45 31 200
  • Surat ke-46 36 225

292 + 1855 = 2147 (atau 19 x 113)

26. Surat ke-10, 11, 12, 14, dan 15 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, dan ‘Ro’.

Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.

  • Surat ke-10 1319 + 913 + 257 = 2489 (19 x 131)
  • Surat ke-11 1370 + 794 + 325 = 2489 (19 x 131)
  • Surat ke-12 1306 + 812 + 257 = 2375 (19 x 125)
  • Surat ke-14 585 + 452 + 160 = 1197 (19 x 63)
  • Surat ke-15 493 + 323 + 96 = 912 (19 x 48)

 27. Surat ke-2, 3, 29, 30, 31, dan 32 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, dan ‘Mim’.

Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.

  • Surat ke-2 4502 + 3202 + 2195 = 9899 (19 x 521)
  • Surat ke-3 2521 + 1892 + 1249 = 5662 (19 x 298)
  • Surat ke-29 774 + 554 + 344 = 1672 (19 x 88)
  • Surat ke-30 544 + 393 + 317 = 1254 (19 x 66)
  • Surat ke-31 347 + 297 + 173 = 817 (19 x 43)
  • Surat ke-32 257+ 155 + 158 = 570 (19 x 30)

28. Surat ke-19 diawali huruf kaf, ha’, ya’, ain, dan shod.

  • Surat ke-20 diawali huruf tho’ dan ha’.
  • Surat ke-26 diawali huruf tho’, sin, dan mim.
  • Surat ke-27 diawali huruf tho’ dan sin
  • Surat ke-28 diawali huruf tho’, sin, dan mim.

Maka perhatikanlah hubungan yang sangat menarik berikut ini :

29. ________________ ‘Ha’  ‘Tho’  ‘Sin’  ‘Mim’

30. Surat ke-19       175  —-  —-   —-

31. Surat ke-20       251   028  —-   —-

32. Surat ke-26       —-  033   094    484

33. Surat ke-27       —-  027   094    —

34. Surat ke-28       —-  019   102    460

______________________426 + 107 + 290 +  944 = 1767 (19 x 93)

35. Keistimewaan angka 19 dalam ilmu matematik dikenal sebagai salah satu ‘bilangan prima’ yakni bilangan yang tak habis dibagi dengan bilangan manapun kecuali dengan dirinya sendiri. Keistimewaan tersebut menunjukkan salah satu sifat Allah yakni ‘Maha Esa’. Angka 19 terdiri dari angka 1 dan 9, dimana angka 1 merupakan bilangan pokok pertama dan angka 9 merupakan bilangan pokok terakhir dalam sistem perhitungan kita. Keistimewaan tersebut menunjukkan sifat Allah yakni Maha Awal dan Maha Akhir (Surat ke-57 ayat : 3). Bahwa angka 19 adalah kode matematik yang melatar belakangi komposisi literer Quran, suatu fenomena unik yang tiada duanya yang sekaligus membuktikan bahwa Quran adalah wahyu Illahi, bukan karya manusia. Otak manusia tidak akan mampu mencipta karya literer yang tunduk pada suatu kode matematik yang sekaligus membawa tema utamanya. Apalagi mengingat turunnya wahyu secara berangsur-angsur, dengan bahagian-bahagian surat yang acak tidak berurutan, disesuaikan dengan peristiwa-peristiwa yang melatarbelakanginya.

Selanjutnya angka 19 dapat berfungsi sebagai pemeliharaan keutuhan Quran.

Angka 19 dapat digunakan untuk mencek apakah dalam sebuah kitab Quran terdapat suatu kesalahan atau tidak, dengan cara menghitung kata-kata krusial yang jumlahnya dalam Quran multiplikatif dengan angka 19, kemudian membagi angka hasil hitungan dengan 19, maka akan terlacaklah ada atau tidaknya suatu kesalahan.

Access from,

Access date,

10:51 AM 8/13/2010

One Response

  1. data di atas memang demikian adanya Al-Quran dalm buku mu’jizat AlQuran prof Quraish sihab akuratnya AlQuran baik sinonim-antonim dst.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: