Karosetan Agama Penipuan

gerejamendongeng

Mamat mendongeng,

Islamthis tulis,

Kisah ini hanya ada di dalam Islam. Kisah ini tidak akan pernah mendapatkan akar logikanya di dalam kepercayaan Ahlul Kitab yaitu agama Kristen dan Yahudi.

JAWAB:

Memang betul min, karena si mamat tukang menghayal, jadi semua omongan yang keluar dari mulutnya adalah BUALAN DAN DONGENG belaka.

Jadi memang kagak bisa disamakan dengan kitab agama Kristen dan Yahudi, karena kitab Kristen dan Yahudi adalah kitab sejarah yang bisa dipercaya…

Sekian dan terimakasih….

=========

Islamthis,

Bisa berikan bukti dan contoh, bahwa kitab Kristen dan Yahudi adalah kitab sejarah yang bisa dipercaya???

@ Apakah benar, bahwa Abraham sembelih Isaac, bukan Ismail?

@ Apakah benar, bahwa Malaikat berperang dalam Surga?

@ Apakah benar, bahwa Tuhan berkelahi dengan Yakub?

@ Apakah benar, bahwa Jesus berkata bahwa dirinya adalah Tuhan sembahan?

@ Apakah benar, bahwa ular makan debu dan kerikil?

@ Apakah benar, bahwa Tuhan Alkitab dan Nabi-nabi Alkitab suka berbuat mesum???

Bisa jawab dengan jelas??

Tapi yang namanya jemaat Kristen, dipaksa untuk percaya yachhhh????? Bukan jemaat Kristen namanya kalau tidak mau percaya pada banyolan dan dongeng Alkitab, okeee????

Hahahahhaaaaahhahahaaaaahahaaa…. Muntah darah guwehhhhhh!!!!!

Kekerasan Dalam Alkitab -Ayat-ayat Yang “Tidak Mau Diakui” Oleh Umat Kristen

Crusaders

Segala puji bagi Allah yang telah melahirkan saya dalam keadaan Islam. Shalawat hanya untuk Muhammad saw, keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang setia.

1 – Pendahuluan

Dalam tulisannya banyak sekali orang Kristen dan missionaris yang menggunakan sistem binatang bunglon, mengaku orang Islam dan menyusup ke dalamnya serta mengobok-obok ajaran Islam, atas nama rasionalisasi, kontekstualisme al-Qur’an, liberalisasi Islam dll. Mereka mengatakan umat Islam mengajarkan penindasan terhadap kaum wanita, padahal mereka tidak sadar di dalam kitab “suci” nya banyak ayat yang malah menyudutkan dan mengobral sensualitas wanita. Dalam artikel sebelumnya, saya sudah banyak mengungkap ayat-ayat “suci” Bible tentang Perzinahan terhadap Saudara, atau ayat-ayat “suci” tentang payudara, dan sensualitas wanita lainnya. (Baca artikel saya berjudul: BUNGA RAMPAI PERZINAHAN (INCEST) DARI BIBLE; dan artikel saya yang berjudul: AL-KITAB = BACAAN “PORNO”?)

2- Argumentasi yang Asal Bunyi (Asbun)

Ada beberapa “teman” facebooker saya yang mengaku muslim padahal sejatinya mereka adalah missionaris Kristen sejati, mereka berkata dengan mulutnya yang asal bunyi:

1) Umat kristen tidak membawa bom ke hotel lalu meledakkan diri sambil berteriak haleluyah, spt umat islam berteriak Allahu Akbar saat membunuh orang…

jawab: Saya hanya kasihan terhadap orang ini, karena saya yakin dia pasti di pegunungan sana yang tidak bisa mengakses TV atau informasi lainnya. Dia tidak sadar, bahwa waktu istiqlal mau di bom yang tertangkap oleh Polisi adalah orang kristen perempuan paruh baya. Dia tidak sadar (baca: bodoh) bahwa yang duluan memenggal kepala umat Islam waktu lagi shalat Ied di Maluku adalah laskar Kristen, yang beraninya dari belakang, dan menyerang umat Islam yang tanpa persiapan, dan tanpa KASIH SAYANG (seperti yang dikoar-koarkan umat Kristen) dan dengan berdarah dingin mereka membunuh semua yang ada di sana, orang tua, perempuan bahkan anak kecil yang tidak berdosa pun mereka bantai, tidak cukup mereka bantai, mereka juga rusak jasadnya, sama seperti anjing yang lapar ketika bertemu mangsanya.

2) Mereka juga sering mengkritik tanpa data, mereka megatakan: Islam, meskipun banyak muslim mengklaim sbg agama “damai”, identik dgn kekerasan dan keterbelakangan karena umat islam tidak mau menggali hal-hal kebaikan yg ada dalam agama itu sendiri dan meninggalkan hal-hal yg buruk.

Jawab: Seperti biasa, mulut mereka yang ASAL BUNYI (ASBUN) ini tidak menyadari dengan kepala mereka yang telah dianugerahi Otak Fikiran (itu kalu mereka berotak) bahwasanya banyak dalam ajaran Kristen yang tertuang dalam ayat-ayat “suci” nya yang memerintahkan untuk berbuat kekerasan dan sadisme yang membuat henyak sisi kemanusiaan kita. Ayat-ayat “suci” mereka di dalam PERJANJIAN LAMA disebutkan:

  1. “TUMPAS DENGAN PEDANG segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba, dan keledai” (Yosua 6:21)
  2. ”Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan Tuhan Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, JANGANLAH KAU BIARKAN HIDUP apapun yang bernafas” (Ulangan 20:16)
  3. ”Siapa yang menghujat nama Tuhan, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jamaah itu. Baik yang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama Tuhan, haruslah dihukum mati” (Imamat 24:16).
  4. Menghalalkan kejahatan perang. “Firman” Tuhan untuk meyembelih kaum Amalek: “Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan JANGANLAH ADA BELAS KASIHAN PADANYA. BUNUHLAH SEMUANYA, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai”(1 Samuel 15:3).

Ayat-ayat “suci” mereka di dalam PERJANJIAN BARU disebutkan: Isa Almasih (yang didakwa oleh orang Kristen sebagai TUHAN) berkata seperti berikut:

  1. Jangan kamu menyangka bahwa aku datang untuk membawa damai di atas bumi; aku datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang” (Matius 10:34)
  2. Kamu menyangka, bahwa aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kataku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan” (Lukas 2:51)
  3. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” (Matius 15:30)

Ayat-ayat “suci” inilah yang mampu mendorong pembunuh-pembunuh dan pengganas-pengganas Kristen di seluruh dunia untuk menebarkan kekerasan di muka bumi. Penyembelihan 200 ribu Muslim Bosnia, puluhan ribu Muslim Kosovo, ribuan Muslim di Chechnya, ribuan Muslim di Ambon, Halmahera dan sebagainya merupakan hakekat ajaran sesat dan keganasan yang termaktub di dalam Alkitab Bible.

Kejadian ini baru terjadi pada abad ini, kalau pada abad-abad sebelumnya, wah lebih parah lagi. Kalu kaum Kristen/Missionaris/Orientalis tersebut melek buku (dan jujur) pasti mereka akan membaca sejarah agama mereka sendiri (Kristen) dengan objektif, betapa setiap penaklukkan laskar Kristen pada sebuah kota bisa dipastikan ada pembantaian terhadap penduduk kota tersebut, apalagi waktu menaklukkan Palestina, ribuan umat islam disembeleh dengan sadis.

Bandingkan dengan umat Islam ketika menaklukkan Palestina oleh tokoh Shalahuddin al-Ayyubi (Saladin)? Jangankan penduduknya di bantai, raja Kristennya sakit saja dijenguk, laskar Kristen yang menyerah dan penduduknya yang wanita serta anak-anak tetap dihormati marwahnya, harta mereka tidak diambil dan dikawal sampai tepi laut agar mereka kembali ke Eropa dengan selamat. Mana ada raja kristen yang ketika Raja Islam lagi sakit dijenguk? Mana ada Laskar Kristen yang ketika Islam kalah perang umat Islam yang menyerah diantar sampai negeri Islam sampai selamat? dibantai malah iya…….. mumpung sakiiiittt, mumpung kalah, sikaaaaat…..

3) Mereka juga sering menggembar-gemborkan bahwa Islam adalah agama kekerasan, dengan pongah dan bodohnya mereka mengungkapkan argumentasi yang lagi lagi ASBUN lagi lagi ASBUN …capek deeeeh…! Untuk membungkam mulut mereka yang ASBUN, baiknya saya kutipkan saja buku-buku karangan orang KRISTEN sendiri, sengaja saya tidak mengutip buku-buku sejarah dari umat Islam, khawatir mereka akan mengatakan saya tidak objektif:

Inilah dia buku-buku orang Kristen yang objektif tersebut, tidak seperti orientalis/missionaris yang selalu murka dengan Islam dan menjelek-jelekkannya, dia melihat ada semut di negeri orang padahal dia tidak sadar ada gajah di hidungnya….:

1-Karen Armstrong, Islam A Short History (Sepintas Sejarah Islam), (Yogyakarta: IKON TERALITERA, 2002), hlm. 193.

“Kekerasan ada pada semua agama ada yang disebut Judaisme (Yahudi) fundamentalis, Kristen fundamentalis, Hindu fundamentalis, Sikh fundamentalis, dan bahkan Konfusianisme fundamentalis”

2-James Barr, Fundamentalisme, (Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 1996), hlm. 1.

“Orang Kristen mempunyai kebencian yang mendalam terhadap teologi modern serta terhadap metode, hasil dan akibat-akibat studi kritik modern terhadap Alkitab, sebab inilah timbul fundamentalisme dan kekerasan…”

3-Tempo 30 Desember 2001, Karen Amstrong penulis The Battle for God mengatakan:

“Fundamentalisme merupakan gejala tiap agama dan kepercayaan, yang merepresentasikan pemberontakan terhadap modernitas. Menurut dia, sebenarnya sekelompok kecil saja kalangan fundamentalis yang melakukan tindakan terorisme, bukan keseluruhan…”

4-Thomas Santoso, Kekerasan Agama Tanpa Agama, (Jakarta: Pustaka Utan Kayu, 2002), hlm. 1.

“Dari sisi eksternal, agama profetik (kenabian) seperti Islam dan Kristen, cenderung melakukan kekerasan segera setelah identitas mereka terancam. Dari sisi internal, agama profetik cenderung melakukan kekerasan karena merasa yakin tindakannya berdasar kehendak Tuhan. Oleh karena itu, pemahaman agama atau bagaiamana agama diinterpretasi merupakan salah satu alasan yang mendasari kekerasan politik-agama.”

5-Marx Juergensmeyer, Teror Atas Nama Tuhan : Kebangkitan Global kekerasan Agama, (Jakarta: Nizam Press & Anima Publishing, 2002), hlm. 5.

“Madeline Albright, membuat daftar TIGA PULUH organisasi teroris dunia yang paling berbahaya, lebih dari setengahnya bersifat keagamaan. Mereka terdiri dari kaum Yahudi, Kristen,Muslim, dan Buddhis. Warren Christopher, menyatakan bahwa aksi-aksi teroris agama dan identitas etnis telah menjadi “salah satu tantangan keamanan terpenting yang kita hadapi dalam kaitan dengan bangkitnya Perang Dingin.”

6-Francois Houtart “Kultus Kekerasan Atas Nama Agama: Suatu Panorama” dalam Thomas Santoso, Kekerasan Agama Tapa Agama, (Jakarta: Pustaka Utan Kayu, 2002), hlm. 12,13,14

“Pertentangan antara yang baik dan jahat adalah sumber lain kekerasan yang sangat terkait dengan agama. Hal ini banyak dipaparkan dalam Kitab Suci, baik Perjanjian Baru maupun Perjanjian Lama. Identifikasi terhadap kebaikan telah membenarkan banyak kekerasan dalam sejarah dari semua agama, dalam sejarah melawan penjajah, melalui penindasan internal heretik dan inquisisi” Karena itu Hinduisme tidak bisa begitu saja direduksikan menjadi agama ahimsa (tidak melakukan kejahatan, yang biasanya diterjemahkan tanpa kekerasan), sebagaimana yang diyakini selama ini. Rig Vedas menawarkan pespektif yang berbeda terutama dalam hubungan dengan pengorbanan.

Para raja, meminta para dewa agar memberikan kemenangan peperangan, dan Baghavadgita menilai bahwa membunuh dalam perang dianggap sah, karena jiwa tidak akan mati. Hukum Manu membentuk suatu hirarki di mana kaum Brahmana, yang secara ontologis menempati pucuk skala kasta, dengan mudah membenarkan upaya mempertahankan kedudukannya dengan kekerasan. Selain itu, membunuh seorang Brahmana tidak sama dengan membunuh kaum dalit (yang tak dapat disentuh). Dalam ambivalensi Hinduisme kita menemukan suatu tempat penting bagi Kali, Dewi Kehancuran. Sebagaimana dalam usaha pertahanan yang dilakukan Hindutva, yang memiliki wujud politiknya dalam Baratya Janaty Party, dalam kondisi sekarang menunjukkan bahwa perjuangan tanpa kekerasan bukan menjadi pilihannya.

Dalam Yudaisme (Agama Yahudi), Andre Wening menyatakan: “Tidak satupun kekerasan manusia yang terlepas dari Kitab Suci. Atau dengan kata lain, Tuhan secara konstan terlibat di dalamnya, dan sering kali sebagai pelakunya”. Kekerasan paling banyak terjadi di zaman penantian Mesias. Kitab Keluaran mengatakan bahwa Tuhan adalah ksatria dan bahwa intervensi Tuhan justru menimbulkan kehancuran yang dasyat?

Kekristenan, yang memiliki sumber yang sama, memiliki kultur agama yang sama, sehingga ia tidak diragukan melakukan perang suci dan perang salib. Kekristenan memperoleh inspirasinya dari pemikiran mesianik yang merupakan bentuk pemikiran yang sarat kekerasan. Sejarah mencatat tahun 1999 terjadi penembakan etnis di California dan Illinois; tahun 1998 kedutaan-kedutaan Amerika di Afrika diserang, pemboman klinik aborsi di Alabama dan Georgia tahun 1997; penghancuran secara tragis bangunan Federal di Oklahoma City pada tahun 1999, dan peledakan World Trade Cente di New York City pada tahun 1993.

Insiden-isiden seperti ini dan serangkaian aksi kekekerasan lainnya dikatakan oleh Marx Juergensmeyer memiliki keterkaitan dengan ekstremis-ekstremis keagamaan Amerika —di antaranya milisi Kristen, gerakan Christian Identity, dan aktivis-aktivis Kristen anti-aborsi. Perancis memiliki masalah dengan aktivis Muslim Algeria, Inggris dengan kaum nasionalis Katolik Irladia, Irlandia Utara yang Katolik bermasalah (sering perang) dengan Irlandia Selatan yang Protestan, Jepang dengan gas beracun yang disebarkan oleh anggota-anggota sekte Hindu-Buddhis dalam kereta bawah tanah di Tokyo. India menghadapi masalah dengan separatis Sikh dan pejuang-pejuang Kashmir, Srilanka dengan pejuang Tamil dan Singhalese, dan Israel dan Palestina berhadapan dengan aksi-aksi maut para ekstimis Yahudi dan muslim.

3 – Konklusi dan Penutupan

Saya cuma heran saja dengan missionaris Kristen yang “berjihad” dalam mengkristenkan umat Islam dengan segala cara, dari yang halal sampai yang haram jadah.. Mereka mulai dari menyusup ke dalam umat Islam dengan cara pengecut (baca: BENCONG) dan menuangkan pendapatnya seolah mereka adalah pembela Islam padahal di hati mereka adalah penuh murka dan curiga terhadap umat Islam.

Ada pula yang pakai cara murahan, seperti pura-pura dermawan yang memberikan mie instant dan bantuan yang lainnya kepada masyarakat yang tertimpa musibah, pengobatan gratis, pendidikan gratis, sampe istri gratis.

Ada lagi yang lebih ekstrim dan sangat terlihat KERADIKALAN DAN KEJAHATAN umat Kristen, seperti banyak kejadian di Ranah Minang Sumatra Barat dan sebagainya. Mereka memacari gadis muslimah, menghamilinya dan diancam apabila tidak masuk Kristen maka dia tidak akan menikahinya. Atau dengan cara penculikan dan/atau diberikan obat agar tidak sadarkan diri dan diperkosa, lalu diancam untuk masuk Kristen.

Masih banyak lagi sebenarnya, cara-cara murahan orang Kristen yang tidak Fair (baca: Bencong) dalam berpropaganda. Sebenarnya jika mereka yakin bahwa agama mereka adalah yang benar, buat apa memaksakan terhadap agama lain untuk masuk Islam, kalu mau fair ya debat terbuka, yang kalah argumentasi masuk ke agama yang menang debat … itu baru namanya Fair, tidak pakai cara BENCONG.

Terakhir dari saya adalah, tidak ada maksud dalam artikel ini untuk menghina umat Kristen, yang saya kecam di sini adalah oknum-oknum Kristen yang berpropaganda dengan cara murahan dan tidak fair…… Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber,

https://diskursusislam.wordpress.com/2011/06/07/kekerasan-di-dalam-bible-ayat-ayat-yang-tidak-mau-diakui-oleh-umat-kristen/

Access date, 12 Agustus 2016.

Menghujat Bidadari Dalam Surga Islam

senggamasurgawi

Kapirit,

Maaf kalau saya lihat tulisan om dri atas om juga mengerti ayat2 Alkitab.. coba om tunjukkan kitab apa & ayat brapa yg mengajarkan kita kaum nasrani bahwa di surga nanti kita bakal dilayani di atas ranjang oleh para pelacur itu..??

Jawaban Islamthis,

Di muka bumi, sepasang anak manusia menikah di depan penghulu (atau pastur, dsb). Dengan kata lain, hubungan pernikahan mereka adalah suci dan kudus di mata Tuhan. Kemudian, sepasang suami istri ini naik ranjang, mereka berhubungan untuk mendapatkan anak. Tidak lama, sang istri mengandung, dan akhirnya melahirkan seorang anak yang suci, sebagai karunia Tuhan.

Mari kita bahas.

Bukankah hubungan cinta mereka di atas ranjang, merupakan sesuatu yang kudus, suci, sakral dan diberkati Tuhan? Dan bukankah berhubungan tersebut pada dasarnya merupakan perintah dan kehendak Tuhan atas pasangan suami istri tersebut? Kalau hubungan tersebut pada dasarnya merupakan perintah dan kehendak Tuhan, maka bukankah itu berarti berhubungan cinta tersebut adalah sakral dan kudus jua adanya?

Bagaimana berhubungan tersebut tidak sakral, tidak suci dan tidak kudus, sementara berhubungan cinta tersebut menghasilkan anak yang suci, dan berhubungan cinta tersebut juga merupakan kehendak dan perintah Tuhan, pun hubungan tersebut diamalkan oleh sepasang suami istri yang diberkati dan direstui Tuhan?

Jangan pernah berfikir bahwa hubungan cinta merupakan sesuatu hal yang hina dan keji. Kalau hubungan adalah hina, dosa dan keji, maka bagaimana seorang anak yang suci dapat muncul di muka bumi? Kalau hubungan cinta adalah hina, dosa dan keji, maka mengapa Tuhan sendiri yang memerintahkan umat manusia untuk berhubungan cinta di dalam curahan karunia Tuhan?

Nah, kalau hubungan cinta tersebut adalah suci, kudus, sakral dan diberkati Tuhan, maka kemudian mengapa hubungan cinta di dalam Surga Islam dikutuk oleh Kristen?

hubungan cinta di dalam Surga Islam, adalah kehendak Tuhan, dan diamalkan oleh para Surgawan dan bidadari Surgawi nan suci, dan dinikahkan baik-baik oleh Tuhan. Mengapa dihujat?

Masalahnya sekarang ada pada orang Kristen.

Pertama, orang Kristen menganggap bahwa hubungan cinta merupakan sesuatu hal yang hina, dosa dan keji bin terkutuk.

Kedua, orang Kristen menganggap bahwa hubungan cinta hanya dilakukan oleh para pelacur dan pendosa, bukan para suami istri yang diberkati Tuhan. Nah ketika orang Kristen mendengar bahwa di dalam Islam diajarkan bahwa di dalam Surga Muslim mendapat bidadari, spontan mereka mengutuki Islam sebagai agama yang mengajarkan bahwa Surga merupakan tempat pelacuran …..

Mengapa bisa begitu? Berhubungan cinta di dalam Surga Islam, adalah hubungan cinta yang kudus, dan dilakukan oleh antara Surgawan dan bidadari Surgawi nan suci, dan kemudian pun hubungan mereka telah direstui oleh Allah Swt, karena mereka dinikahkan baik-baik oleh Allah Swt. Hubungan cinta yang dilakukan di dalam surga Islam BUKANLAH hubungan cinta yang dilakukan oleh para pelacur dan pendosa. Mengapa dihujat?

Kalau kita di bumi ini bisa memberkati dan merestui hubungan cinta para suami istri yang menikah baik-baik di depan pemuka agama, maka kemudian mengapa orang karosetan menghujat hubungan cinta surgawi yang dilakukan oleh surgawan dengan para bidadari suci di dalam ajaran Islam???

Senggama Surga di dalam Kristen, begini penjelasannya.

Jesus adalah anak Tuhan. Ibunya adalah perawan maria,dan ayahnya adalah Tuhan Bapa. Pasti sudah terjadi senggama antara perawan maria dan Tuhan bapa, dan senggama tersebut pastilah terjadi di dalam Surga. Kalau bukan di dalam Surga, lantas di mana lagi?

Jadi mudah untuk menyimpulkan, bahwa Tuhan Bapa dan Perawan Maria telah bersenggama di dalam Surga. Jadi Surga itu merupakan tempat senggama antara Tuhan Bapa dan Perawan Maria. Dari senggama tersebut lahirlah bayi Jesus.

Itu kalau bung percaya bahwa jesus adalah Anak Tuhan …. Kalau bung benar-benar percaya bahwa Jesus adalah Anak Tuhan, maka konsekwensinya Perawan Maria dan Tuhan Bapa senggamanya di dalam surga. Tapi kalau bung MENOLAK kepercayaan bahwa Jesus adalah Anak Tuhan ….. maka artinya surga tidak pernah dipakai senggama oleh Perawan Maria dan Tuhan Bapa. Sekarang bung pilih yang mana?

Apakah Ada Saksi Saat Turunnya Alquran

SAKSIWAHYU

Sha-sha tulis,

Kalau Alquran perawinya cuma SEORANG SAJA yaitu muhammad sendirian , jelas-lah kitab Alquran itu tidak akan lulus uji kalau diuji seperti cara menguji HADITS

Jawaban Islamthis,

Sekarang coba jelaskan, siapa yang jadi saksi saat Musa berkata-kata dengan Tuhan yang menurunkan 10 Commandment?

Siapa yang menjadi saksi saat Mazmur, Genesis dan Exodus diturunkan kepada Nabi2 PL?

Bisakah Anda sebutkan siapa saksi-saksi dari kalangan umat biasa saat Genesis dan Mazmur dan sebagainya diturunkan kepada Nabi2 PL?

-o0o-

Sha-sha tulis,

Lha? Tentu saja The Ten Commandments turun disaksikan oleh SEGENAP BANI ISRAEL…Karena Allah-YHWH langsung ber-Firman kepada segenap bani Israel LANGSUNG DARI LANGIT, tapi Bani Israel takut mendengar suara Allah yang menggeledek seolah merobek langit:

Torah Keluaran:

20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:

20:2 “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.

20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

20:13 Jangan membunuh.

20:14 Jangan berzinah.

20:15 Jangan mencuri.

20:16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

20:17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu.”

20:18 Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh.

20:19 Mereka berkata kepada Musa: “Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati.”

20:20 Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: “Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa.”

20:21 Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada.

20:22 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah menyaksikan, bahwa Aku berbicara dengan kamu dari langit.

Jadi: Patokannya adalah KITAB TAURAT itu, kalau nabi-nabi Yahudi menulis wahyu pasti bersesuaian dengan KITAB TAURAT.

Jawaban Islamthis,

Saya harap anda tidak menipu.

Sejak kapan dikisahkan bahwa 10 Commandment itu diturunkan Tuhan kepada Musa di depan publik Israel?

Kisahnya adalah, Musa bersendirian ke Gunung Sinai. Dan di sanalah Tuhan berfirman kepada musa mengenai 10 Commandment.

Kemudian baru Musa turun gunung dan menemui publik Israel dan berkata bahwa.Tuhan sudah berfirman …

Nah hal ini membuktikan bahwa turunnya firman kepada Musa tanpa adanya saksi.

Sekarang bagaimana tanggapan Anda?

-o0o-

Sha-sha tulis,

Jadi: Patokannya adalah KITAB TAURAT itu, kalau nabi-nabi Yahudi menulis wahyu pasti bersesuaian dengan KITAB TAURAT.

Jawaban Islamthis,

Tidak ada buktinya! Sudah jelas 10 Commandment diturunkan kepada Musa tanpa saksi.

Sekarang bagaimana dengan Mazmur? Genesis? Apakah Anda punya buktinya bahwa kitab-kitab dalam Alkitab diturunkan Tuhan disaksikan oleh publik? Anda harus jawab pertanyaan ini, yaitu soal saksi Genesis, Keluaran, Exodus Mazmur dan sebagainya. Kalau Anda tidak bias memberi jawaban, berarti Anda hanya pandai berbicara saja!

Banyak literatur ilmiah yang memaparkan bahwa Taurat ouv Tanakh ditulis ulang oleh bangsa israel semasa pembuañgan …. Jadi apa hubungannya dengan klaim Anda bahwa firman Tuhan turun di depan para saksi?

Nah sekarang, mengapa Anda menuntut bahwa apakah Alquran diturunkan di depan para saksi?

-o0o-

Sha-sha on March 27, 2016 at 6:52 pm said,

Makanya baca ulang slim, jangan malas yaaa?

Tertulis infonya bahwa Allah berbicara kepada Seluruh Bani Israel langsung dari langit, tapi Bani Israel ketakutan dan meminta Musa saja yang menghadap Allah sendirian sebagai PERANTARA (Fokus pada huruf yang dicetak tebal)

Keluaran:

20:18 Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh.

20:19 Mereka berkata kepada Musa: “Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati.”

20:20 Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: “Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa.”

20:21 Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada.

20:22 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah menyaksikan, bahwa Aku berbicara dengan kamu dari langit.

Bukti sudah nyata tertulis pada Taurat Keluaran pasa 20 itu , koq masih minta bukti lagi?

Itulah yang terjadi pada waktu itu bahwa:

Allah berbicara langsung dari langit kepada seluruh Bani Israel…

Tapi kemudian Seluruh Bani Israel meminta Musa saja yang menghadap Allah sendirian sebagai PERANTARA , sebab Bani Israel takut mati kalau mendengar suara Allah secara langsung dari langit.

Kalau Alquran sudah jelas turun tanpa saksi lah yaaaaawwwww….cuma berwujud pengakuan muhammad doang yang bilang : Alquran ini dari alloh-swt…. sungguh tanpa bukti, tanpa saksi

Masih mendingan HADITS yang dipersaksikan lebih dari empat orang yang dikenal jujur dan bisa dipercaya (Para sahabat muhammad atau isteri-isteri muhamamad bahkan oleh muhammad sendiri)

Jawaban Islamthis,

Nah bukankah di situ sudah terbukti, bahwa turunnya 10 Commandment itu TANPA SAKSI dari kalangan umat?

Mau Anda punya alasan bahwa publik israel takut untuk bertemu Tuhan saat pewahyuan, toh akhirnya tetap sama, bahwa turunnya 10 Commandment itu tanpa saksi. Faham?

Anda harus faham, mengapa turunnya Alquran itu tanpa saksi? Jawabannya adalah, karena publik manusia pasti takut untuk bertemu dengan Tuhan ….. seperti takutnya publik Israel utk bertemu Tuhan …

Jadi terbukti di sini bahwa Alquran tidak butuh dan tidak perlu ada saksi, karena demikian juga dengan turunnya Alkitab. Jelas?

-o0o-

Islamthis,

Dari debat ini dapat disimpulkan, bahwa hujatan kaum kapirit karoSetan bahwa Alquran tidak dapat dianggap suci karena pewahyuannya tidak di depan para saksi, merupakan perkataan yang sia-sia dan tidak berdasar sama sekali. Ingatlah bahwa Alkitab pun diturunkan ke kalangan para nabi tanpa ada saksi dari kalangan manusia, karena dikisahkan bahwa manusia awam pun takut untuk beremu dengan Tuhan dikarenakan begitu dahsyatnya Tuhan itu. Maka begitu jugalah yang terjadi dengan Alquran ….

Sampai saat ini @sha-sha tidak lagi menampakkan batang-hidungnya, karena sudah tidak lagi mempunyai argument untuk mengalahkan Islam, agama Allah swt ini. Allahu Akbar!!

Debat Mengenai Kemurnian Alquran

duniasuara

Akhir Zaman, on March 5, 2016 at 7:28 pm said:

Saya ingin bertanya, mohon dijawab dengan baik! Apakah Alquran itu 100% WAHYU (ucapan Allah yang diturunkan kepada Muhammad tanpa ada PERGANTIAN AYAT ATAU UCAPAN MUHAMMAD SENDIRI).

Terima kasih.

Jawaban Islamthis,

Ya, Alquran adalah 100% wahyu dari Allah, atas kehendak Allah. Semua pergantian ayat yang terjadi pada Alquran juga berasal dari kehendak Allah, dan dalam Alquran tidak ada perkataan Muhammad saw, atau pun yang lainnya.

Terimakasih.

-o0o-

Akhir Zaman, on March 19, 2016 at 9:18 pm said:

Baik, terima kasih saya apresiasikan jawaban saudara, tapi saya ingin mengutip beberapa ayat Alquran di bawah ini.

Apakah Al Faatihah itu ucapan Allah atau manusia? Bukankah manusia yang berseru, “Hanya Engkaulah yang kami sembah”? lalu bukankah tidak mungkin Allah yang berdoa, “Tunjukilah kami jalan yang lurus”?

Apakah benar bagian akhir dari Sura 6:106 adalah ucapan Allah, “Dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara“? Bukankah ini jelas ucapan Muhammad seperti telah diakui dengan memasukkan namanya dalam tanda kurung?

Bagaimana dengan Sura 6:114, “Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang menurunkan kitab …” Bukankah ini ucapan Muhammad dan bukan ucapan Allah?

Apakah bukan ucapan Muhammad dalam Sura 17:1 yang berbunyi, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam hari dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha …”?

Siapakah “Aku“ dalam Sura 27:91? Tidakkah ini jelas bukan Allah tetapi seorang manusia? Bagaimana Allah dapat berkata, “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini yang telah menjadikannya suci dan kepunyaanNyalah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya termasuk orang-orang yang berserah diri” .. dan msh ada banyak yang bukan perkataan Allah dalam Alquran, bagaimana saudara begitu yakin bahwa al-quran 100% adalah wahyu/perkataan Allah dan bukan perkataan muhammad. Bagaimana saudara menanggapi pernyataan ini? Terima kasih atas perhatian saudara.

Jawaban Islamthis,

Pertama, apakah gelagat seperti itu tidak ada dalam alkitab? Coba Anda periksa alkitab Anda dengan baik. Apakah tidak ada dikotomi mana yang kata2 manusia dan mana yang kata2 tuhan?

Kedua, semua kata dan kalimat dalam Alquran adalah kata dan kalimat Allah. Ingatlah, Alquran adalah kitab pengajaran untuk umat manusia. Kitab pengajaran itu SUDAH JADI, jadi tinggal diajarkan saja.

Semua kata dan kalimat Allah, Allah masukkan ke dalam AlquranNya. Begitu juga, semua kata dan kalimat Muhammad yang pernah terucap saat Muhammad bermunajat kepada Allah, Allah masukkan ke dalam AlquranNya, karena itu semua adalah Kitab Pengajaran.

Semua kata dan kalimat Muhammad, mau pun nabi lainnya, mau pun kata dan kalimat mahluk lainnya saat bermunajat kepada Allah, pada dasarnya adalah DATANG DAN TERCETUS ATAS KEHENDAK ALLAH juga.

Seperti perkataan iblis saat menolak untuk sujud kepada Adam, berkata, “apakah aku akan bersujud kepada Adam, Kau ciptakan ia dari tanah, padahal KAu ciptakan aku dari api?”. Kalimat tersebut ada dalam Alquran. Pertanyannya adalah, apakah dalam Alquran terdapat perkataan iblis? Bagaimana menurut Anda?

Banyak sekali perkataan orang kafir dalam Alquran. Maka apakah itu artinya Alquran merupakan kata orang kafir?

Ketika seluruh manusia dan seluruh muslim tidak mempermasalahkan gelagat tersebut, tiba-tiba sekarang Anda mempermasalahlan gelagat tersebut. Apakah ini upaya agar anda dapat memperlihatkan kecerdasan anda di sini?

Bahkan dalam alkitab, ada ayat berbunyi kira-kira seperti ini, “dan Allah berkata dalam hati ….”. Apakah maksud dari ayat alkitab tersebut? Katanya berkata dalam hati, namun mengapa tertulis dalam lembaran kitab manusia? Apakah Anda tidak pernah mempertanyakan hal tersebut?

Itu semua adalah pengajaran. Sekali lagi: pengajaran. Anda tidak terlalu bodoh.

-o0o-

AKHIR ZAMAN, on April 3, 2016 at 2:43 pm said:

Lho lho lho.. kok anda malah membalikan kepada saya? kalo anda bertanya kepada saya “apakah alkitab sepenuhnya adalahh wahyu / ucapan Yesus, dan tidak ada ucapan dari murid2 Yesus atau yang lainnya?” maka saya jawab ” tidak sepenuhnya ” tapi anda tidak bertanya! Sedangkan saya bertanya kepada anda “Apakah al-qur’an itu 100% WAHYU (ucapan Allah yang diturunkan kepada muhhamad tanpa ada PERGANTIAN AYAT ATAU UCAPAN MUHHAMAD SENDIRI ) ??” Dengan LANTANG dan sangat YAKIN anda menjawab “Ya, Alquran adalah 100% wahyu dari Allah, atas kehendak Allah. Semua pergantian ayat yang terjadi pada Alquran juga berasal dari kehendak Allah, dan dalam Alquran TIDAK ADA PERKATAAN NABI MUHAMMAD SAW.” bagaimana bisa?

Sedangkan, AL FAATIHAH (QS 1:1-7), (Q.S Al An’aam 6:104), (Q.S An Naml 27:91), ITU SEMUA PERKATAAN MUHAMMAD SAW, SEPERTI KALIMAT DALAM BENTUK DALAM BENTUK DOA UNTUK TUHAN DIA!!! Oh iya anda juga berkata “Semua pergantian ayat yang terjadi pada Alquran juga berasal dari kehendak Allah” kenapa anda bisa berkata sperti itu? tapi yang saya baca (Q.S Al Kahfi 18:27): “…Tidak ada (seorang pun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain daripada-Nya.” saya rasa anda sudah terlalu banyak berkata yang penuh kesalahan!!

saya tidak menanyakan kebenaran Alquran, saya hanya bertanya apakah sepenuhnya ayat Alquran 100% perkataan allah, dn tidak ada perkataan muhammad, tp anda justru membenarkan nya hahaha, lebih parah lg anda mengatakan bahwa ada ayat Alquran yang diubah, hahahahaha!! Lucu sekali ini membuktikan bahwa anda itu islam KTP yang tidak tau apa2 yang hobi nya mengarang cerita dan daya pikir yang sangat rendah TAPI SOK TAHU!! ASTAQFIRULLAH ALADZIM !!

Jawaban Islamthis,

Anda tulis,

Oh iya anda juga berkata “Semua pergantian ayat yang terjadi pada Alquran juga berasal dari kehendak Allah”. kenapa anda bisa berkata sperti itu? tapi yang saya baca (Q.S Al Kahfi 18:27): “…Tidak ada (seorang pun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain daripada-Nya.” saya rasa anda sudah terlalu banyak berkata yang penuh kesalahan!!

Jawab,

Sudah saya sampaikan, bahwa kalimat / kata-kata Muhammad saw, nabi2 lain, malaikat, iblis, manusia biasa, dll kalau sudah masuk dalam Alquran, maka kata / kalimat itu adalah sudah menjadi kalimat Allahswt sebagai pengajaran …. Termasuk penggantian whatsoever, itu semua sudah masuk dalam rencana Allahswt.

Alquran tertulis bahwa tidak ada yang dapat mengubah kalimatNya. Ya memang benar, tapi konteksnya adalah ketika Alquran sudah selesai dikompilasi oleh Uthman ra dkk ….. Ketika mushaf Alquran sudah selesai dikompilasi maka tidak ada yang dapat mengubah kalimat Alquran ….

Kalau Anda menganggap bahwa perubahan yang dilakukan Muhammad saw sebagai bentuk perlawanan Muhammad saw terhadap Allahswt maka Anda menyingkir saja, karena Anda sudah keluar dari pembahasan mengenai kesucian Alquran.

Sekarang apa lagi yang ingin Anda tanyakan? Silahkan ….

-o0o-

AKHIR ZAMAN, on April 5, 2016 at 9:21 pm said:

Anda mengatakan:

Sudah saya sampaikan, bahwa kalimat / kata-kata Muhammad saw, nabi2 lain, malaikat, iblis, manusia biasa, dll kalau sudah masuk dalam Alquran, maka kata / kalimat itu adalah sudah menjadi kalimat Allahswt sebagai pengajaran …. Termasuk penggantian whatsoever, itu semua sudah masuk dalam rencana Allahswt.

Saya rasa anda tidak mengetahui apa itu WAHYU, saya jelaskan, dalam islam WAHYU adalahh perintah dari ALLAH yang HANYA diturunkan kepada NABI dan RASUL melalui perantara malaikat, maupun secara langsung. Pengertian makna WAHYU sebagai contoh, seperti yang terjadi pada kisah Zakaria

“ Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda. (BENTUK DOA) ” lalu Tuhan berfirman (WAHYU): “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat.” Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang. (menjalankan perintah yang di-WAHYU kan ALLAH)” (Maryam 10-11) itulah WAHYU, jika nabi atau rasul mendapatkan WAHYU, maka dia akan menulis di kitab suci dengan kata untuk memperjelas yaitu kata “ALLAH BERFIRMAN: ..” sudah jelas itu adalahh perkataan ALLAH.!

Lalu anda mengatakan iblis jika perkataannya masuk kedalam Alquran maka itu sdh menjadi perkataan/kalimat ALLAH! bagaimana bisa Anda? Iblis adalahh makhluk yang MENENTANG ALLAH, mana mungkin ALLAH mempercayai IBLIS untuk dijadikan perantara/penerima WAHYU??? tidak mungkin Anda!!! WAHYU hanya diturunkan kepada MALAIKAT, NABI, RASUL, dan ORANG-ORANG YANG BERIMAN!!! iblis bukan dari golongan malaikat, iblis itu golongan jin, sperti yang dijelaskan: FIRMAN ALLAH Ta’ala: Dan (ingatlah) ketika Kami (Allah) berfirman kepada para Malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam!! Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain Aku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. (QS. Al-Kahfi: 50)

Apakah anda masih berani mengatakan perkataan/kalimat iblis jika masuk Alquran adalahh perkataan/kalimat ALLAH??? saya kutip sedikit Surat Al Jin ayat 11: “sesungguhnya di antara kami ada yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda” apakah ayat ini adalahh perkataan/kalimat ALLAH?? Saya rasa sangat tidak mungkin.!!!!!

Renungkan dalam diri anda! Ilmu agama anda sangat rendah! Tapi anda berani mengarang cerita, seolah anda tau segalanya pdhl anda salah besar! Anda menanggapi pernyataan saya sangat ngaco sekali! Apakah anda tidak memiliki urat malu? Dimana harga diri anda? Terima kasih.

Jawaban Islamthis,

Tampaknya anda belum mengerti. Harus berapa kali saya sampaikan supaya Anda mengerti?

Sudah saya katakan, bahwa perkataan semua mahluk telah Allahswt rekam dan dimasukkan ke dalam Alquran dengan tujuan untuk PENGAJARAN ….

Sekali lagi, PENGAJARAN …. Fahamkah anda?

Mungkin, Anda ingin menyampaikan, bahwa dalam Alquran ada perkataan Jin Binti Iblis? Yang mana itu berarti dalam Alquran ada perkataan dari selain Allahswt, begitu?

Anda memang cerdass!!

Dan berapa kali saya harus sampaikan bahwa perkataan-perkataan itu Allahswt rekam dan dimasukkan ke dalam Alquran untuk dijadikan PENGAJARAN?????

Apakah anda tidak memahami pengajaran??

-o0o-

Islamthis,

Sampai di sini dialog / debat dengan netter yang bernama Akhir Zaman berhenti, karena yang bersangkutan sudah tidak berkutik lagi. Allahu Akbar!!!

Tuduhan Bahwa Kabah Dan Mekah Adalah A-Historis

tuduhan-kabahMekah Menurut Sumber Nonmuslim

Selama ini muslim senantiasa mengklaim bahwa Mekah beserta Kabah dan mata air zamzam sudah ada sejak jaman Ibrahim. Tulisan berikut akan membahas keabsahan klaim muslim tersebut dengan membandingkan dengan sumber-sumber sejarah lainnya.

Tulisan berikut dibagi menjadi 8 bagian, yaitu:

  1. Bagian Pertama; Membahas klaim muslim dan apa yang dikatakan oleh sumber-sumber Islam tentang klaim tersebut.
  2. Bagian Kedua: Nabonidus (6 SM). Membahas laporan raja Nabonidus dari Babylon (pertengahan abad 6 SM)
  3. Bagian Ketiga: Herodotus. Membahas laporan sejarawan Yunani yang hidup di abad 5 SM
  4. Bagian Keempat: Strabbo (23/24 SM). Membahas laporan yang dibuat oleh sejarawan Romawi yang bernama Strabbo yang melakukan perjalanan ke jazirah Arab hingga Yaman sekitar tahun 24 – 23 SM.
  5. Bagian Kelima: Diodorus Siculus (abad 1 M). Membahas klaim bohong Islam dengan memanfaatkan tulisan Diodorus Siculus.
  6. Bagian Keenam: Pliny (77 M). Membahas daftar kota-kota di Arab yang dibuat oleh Pliny.
  7. Bagian Ketujuh: Claudius Ptolemy (150 M). Membahas klaim bohong Islam dengan memanfaatkan tulisan Ptolemy
  8. Bagian Kedelapan: Procopius dari Cesarea (abad 6 M). Membahas laporan sejarawan Procipius dari Kaisarea yang hidup sekitar 550 M atau sejaman dengan kakek dan ayah Muhammad SAW hidup.

BAGIAN PERTAMA: MENURUT SUMBER ISLAM

Klaim muslim yang mengaitkan Mekah, Kabah dan Zamzam dengan Ibrahim dan Ismail didasarkan atas beberapa sumber berikut:

Kabah sudah ada di jaman Ibrahim;

Sumber: QS 2: 125

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i`tikaaf, yang ruku` dan yang sujud”.

Kota Mekah sudah ada sejak jaman Ibrahim dan Ismail.

Sumber: Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua |Muhammadiyah University Press, Jilid 1, halaman 65:

Ketika Ismail, putera dari Ibrahim meninggal, putranya yang bernama Nabit mendapat tugas menjadi pemimpin dan penguasa Kabah, kemudian tugas tersebut dilanjutkan oleh Mudzadz bin Amr al-Jurhumi. Anak keturunan Ismail dan anak keturunan Nabit bersama kakek mereka Mudzadz bin Amr dan paman-paman dari pihak ibu mereka dari Jurhum, dan anak keturunan Qatura, yang merupakan sepupu Jurhum, waktu itu adalah penduduk Mekah. Meraka datang dari negeri Yaman, dan mengadakan perjalanan bersama-sama ke negeri Mekah. …. Kemudian Tuhan melipat-gandakan keturunan Ismail di Mekah.

Mata Air Zam-Zam sudah ada sejak jaman Ibrahim dan Ismail.

Sumber: Hadis Sahih Bukhari | Volume 4, buku 55, nomor 583:

Ketika air di kantung kulit telah habis, Hagar menjadi haus, begitu pula Ismail. Hagar melihat Ismail yang dalam keadaan menderita kehausan. Hagar meninggalkan Ismail karena tidak tahan melihat penderitaan Ismail. …….. . Hagar terus berlari antara Safa dan Marwa hingga tujuh kali.

Rasulullah berkata, “Kejadian inilah yang mendasari tradisi jemaah haji berjalan antara Safa dan Marwa”.

Ketika Hagar mencapai bukit Marwa dia mendengar suara, Hagar kemudian berkata, “O, siapapun engkau, kamu telah membuatku mendengar suaramu, apakah engkau bisa membantuku? Dan ajaib, Hagar kemudian melihat satu malaikat di lokasi Zam Zam sedang menggali tanah, hingga akhirnya air memancar dari tempat itu….”.

Jadi kota Mekah sudah mulai dihuni dari sekitar tahun 2000 SM, dan terus dihuni hingga terjadi pengusiran suku Jurhum oleh suku Kinana dan Khuza’a.

Sumber: Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua |Muhammadiyah University Press, jilid 1, halaman 67

Sementara waktu berjalan, suku Jurhum yang menguasai kota Mekah mulai bersikap kurang baik dan sok kuasa. Siapa saja yang memasuki kota Mekah yang bukan dari kerabat mereka diperlakukan dengan buruk……. Bani Bakar bin Abdul Manat bin Kinana dan Bani Ghubsan dari Khuza’a sepakat untuk memerangi suku Jurhum dan bertekat untuk mengusir mereka dari Mekah …. Dan berhasil mengusir suku Jurhum dari Mekah. …. Amir bin Harits bin Mudzadz al Jurhumi membawa dua patung rusa dari Kabah dan batu pojok (harusnya: BATU HITAM) dan menguburnya di sumur Zamzam, dan kemudian pergi meninggalkan Mekah bersama orang-orang Jurhum ke Yaman.

Kejadian ini terjadi sekitar pertengahan abad ke 2 M.

Sumber: Sejarah Hidup Muhammad | Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury

Robbani Press 1998, halaman 18

Dengan bantuan keturunan Adnan, yakni bani Bakr bin Andi Manaf bin Kinanah, mereka melakukan penyerangan terhadap Jarham sehingga berhasil mengusir mereka dan menguasai Makkah pada pertengahan abad ke 2 M….. Amru bin al-Harits bin Madladl bin al Jarhami mengeluarkan dua patung kijang yang terbuat dari emas milik Kabah dan hajar aswad, lalu disimpan dalam sumur zamzam.

Patung rusa, BATU HITAM dan sumur Zamzam baru sekitar 300 tahun kemudian ditemukan lagi oleh Abdul Muthalib, kakek Muhammad SAW.

Sumber: Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua |Muhammadiyah University Press, jilid 1, halaman 64

Ketika Abdul Muttalib sedang tertidur di samping Kabah, dia mendapat mimpi yang menyuruhnya untuk menggali Zamzam …… Suku Jurhum telah menguruk tempat tersebut ketika mereka meninggalkan Mekah. Ini adalah sumur Ismail, anak Ibrahim, di mana Tuhan memberinya air ketika dia kehausan pada saat dia masih bayi.

Sumber: Ibid, jilid 1, halaman 67

Ketika Abdul Muttalib telah mendapatkan kesimpulan tentang letak dari tempat yang hendak digali, dan ternyata tempatnya sama dengan apa yang disebut dalam mimpinya, dia mengambil sebuah cangkul dan mengajak putra satu-satunya saat itu al-Harits dan mulailah dia menggali. Ketika bagian atas dari sumur itu tampak, dia berseru ‘Allah akbar!’. Orang-orang Quraish yang mendengar teriakan Abdul Muttalib datang … dan berkata, “Ini adalah sumur dari nenek moyang kami Ismail ….”

Dari sumber Ibn Ishaq di atas terlihat bagaimana kebohongan tradisi Islam dibuat.

Sulit dibayangkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Suku Jurhum yang kalah perang dapat mengambil dua patung rusa dan BATU HITAM dari Kabah.
  2. Suku Jurhum yang kalah perang dapat memasukkannya dalam sumur Zamzam dan menguruknya hingga sumur zam-zam berhenti mengalir.
  3. Bagaimana mungkin suku Kinana dan Khuza’a tidak curiga melihat hilangnya batu hitam dan sumur Zamzam yang tiba-tiba diurug, dan kemudian tidak berusaha mencari batu hitam.

Jika suku Kinana dan Khuza’a bukan orang gila – melihat sumur Zamzam yang adalah mata air dan sumber kehidupan tiba-tiba saja di-urug suku Jurhum hingga berhenti mengalir -mereka akan langsung menggalinya lagi untuk mendapatkan air.

Jadi dari kejanggalan kisah di atas dapat disimpulkan:

  1. Tidak ada sumur Zamzam di jaman Jurhum berkuasa, apalagi di jaman Ismail sekitar 2000 SM.
  2. Sumur Zamzam memang baru ditemukan oleh Abdul Muttalib di awal abad 6 M.
  3. Batu hitam pun juga baru ditemukan oleh Abdul Muttalib di awal abad 6 M.

Itulah sebabnya Umar sama sekali tidak menaruh hormat pada BATU HITAM, karena tampaknya dia tahu bahwa batu hitam memang baru ditemukan oleh Abdul Muthallib.

Sumber: Sahih Bukhari 2.667

Dikisahkan oleh Abis bin Rabia: Umar menghampiri lokasi dekat Batu Hitam dan menciumnya dan berkata, “Tidak ada keraguan, aku tahu kamu hanyalah batu yang tidak akan menguntungkan atau merugikan siapapun. Jika saja aku tidak melihat rasulullah menciummu, aku tidak akan menciummu”

Bahkan sumber Islam sendiri meragukan klaim bahwa Kabah sudah ada sejak jaman Ibrahim dan Ismail. Kutipan ini mengisahkan raja Abu Karib Tiban As’ad yang berasal dari Yaman yang saat itu melakukan perjalanan ke Yatsrib.

Sumber: Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua |Muhammadiah University Press, Juni 2002, Jilid 1, halaman 15 – 16.

Halaman 15: Tubba menulis baris-baris berikut tentang perjalanannya, apa yang dia lakukan terhadap Madinah dan Ka’bah, …….

Aku tidak tahu tentang adanya kuil yang murni yang dipersembahkan untuk Tuhan di lembah Mekah, ….

Menurut sumber berikut Abu Karib Tiban As’ad memerintah di Yaman dari tahun 410 hingga 435 M.

Sumber: Sabaean Inscriptions from Mahram Bilqis (Ma’rib), Jamme, W.F

Johns Hopkins Press, Baltimore, 1962, Volume III, halaman 387. link

…. he reigned in Yemen from 410 to 435 A.D.

Jadi selambat-lambatnya pada tahun 435 M, Kabah di Mekah tidak diketahui oleh seorang raja dari Yaman. Konsekuensi lebih lanjut adalah tampaknya Mekah dan Kabah pada saat itu bukanlah tempat pemujaan yang utama di Arab melainkan hanyalah salah satu dari sekian banyak tempat pemujaan di tanah Arab. Bahkan tampaknya di setiap kota pasti mempunyai kuil suci yang dipersembahkan pada tuhannya kota yang bersangkutan.

QS 27: 91: Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah)

Terjemahan Inggris dari Yusuf ali:

QS 27: 91: For me, I have been commanded to serve the Lord of this city

Itulah sebabnya saat penduduk Taif -sebuah kota sekitar 50 km tenggara Mekah- diserbu oleh Abrahah dengan pasukan gajahnya, penduduk Taif justru menyarankan mereka untuk memusnahkan kuil yang di Mekah saja bahkan menawarkan diri untuk mengantar Abrahah ke Mekah.

Sumber: Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua |Muhammadiyah University Press, jilid 1, halaman 34

Mereka berkata kepada Abrahah: Wahai sang raja, kami adalah para budakmu yang memperhatikan dan patuh kepadamu. Kami tidak punya perkara apapun denganmu, begitu juga dengan tempat peribadatan kami – maksudnya adalah Al-Lat – tidak termasuk apa yang kamu cari. Kamu hanya menginginkan kuil yang ada di kota Mekah, dan kami menyertakan untukmu seseorang untuk mengantarmu ke sana.

Sangat unik karena selain tidak tahu lokasi Mekah, ternyata siapa nama pemimpin di Mekah pun tidak diketahui oleh Abrahah.

Sumber: Ibid, halaman 35

Abrahah mengirim seorang suku Himyari yang bernama Hunata ke Mekah untuk mengetahui siapa yang menjadi pemimpin tertinggi di Mekah dan untuk menyampaikan kepadanya bahwa maksud kedatangan dia bukanlah untuk berperang melainkan dengan mereka tetapi untuk menghancurkan Kabah …

Konsekuensi lebih lanjut dari kutipan di atas adalah:

  • Kabah di Mekah tidak dihormati sebagai peninggalan dari Ibrahim dan Ismail.
  • Kota Mekah sama sekali bukan kota yang penting, sangat mungkin hanya merupakan pemukiman kecil.
  • Bahkan sekitar tahun 550-an M, lokasi Kabah dan Mekahpun tidak diketahui oleh raja Abrahah dari Yaman sampai harus di tunjukkan oleh penduduk Taif.

Bahkan salah satu puisi yang digantung di Kabah pada masa pra Islam-pun memberikan indikasi tentang waktu pembangunan Kabah yang jauh lebih belakang daripada masa Ibrahim dan Ismail yang selama ini diklaim.

Sumber: The Sacred Books and Early Literature of the East |Charles F. Horne

Parke, Austin, & Lipscomb, 1917, Vol. V: Ancient Arabia, halaman 19 – 40. link

The poem of Zuhair ….

“Then I swear by the temple, round which walk the men | who built it from the tribes of Quraysh and Turhum.

Kemudian aku bersumpah demi kuil, Yang dikelilingi oleh orang-orang yang berjalan

Mereka yang membangun, dari suku Quraish dan Turhum

Quraish sendiri adalah moyang Muhammad SAW menurut sumber-sumber Islam berikut.

00 IBRAHIM

01 Ismail

02 Nabit

03 Yashjub

04 Tayrah

05 Nahur

06 Muqawwam

07 Udad

08 ‘Adnan

09 Mu’ad

10 Nizar

11 Mudhar

12 Ilyas

13 Mudrika

14 Khuzayma

15 Kinana

16 AL NADR (AL QURAYSH)

17 Malik

18 Fihr

19 Ghalib

20 Lu’ayy

21 Ka’ab

22 Murra

23 Kilab

24 Qussayy (Real name: Zayd)

25 ‘Abdu Manaf (Real name: Al Mughira)

26 Hashim (Real name: ‘Amr) as Banu Hashim

27 ‘Abdu Al Mutallib (Real name: Shaiba)

28 ‘Abdullah

29 MUHAMMAD saw

Jadi Quraish hidup 13 generasi sebelum Muhammad SAW.

Menurut hitungan sederhana: Jika 1 generasi adalah sekitar 30 tahun, beda waktu antara Quraish dan Mahammad SAW adalah 13 x 30 = 390 tahun. Muhammad lahir sekitar 570 M.

Berarti Quraish hidup sekitar 570 – 390 = tahun 180 M.

Jadi cocok dengan apa yang ditulis oleh Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury yang menyatakan bahwa keturunan Adnan menyerbu Jurhum sekitar pertengahan abad ke 2 M.

Jadi tampaknya baru pada akhir abad ke 2 itulah kota Mekah dan Kabah dibangun.

Makanya sumber Islam-pun kacau balau tentang waktu pembangunan Kabah.

Sumber: Tafsir Ibn Kathir terhadap QS 3:96;

[96] Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakka (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

Imam Ahmad mencatat bahwa Abu Dharr berkata; “Aku berkata, “O Rasulullah, masjid mana yang pertama dibuat di dunia ini?. Dia berkata, “Al-Masjid Al Haram (di Mekah)”. Aku berkata, “Mana yang dibangun setelah itu?”. Dia menjawab, “Al-Masjidil Al-Aqsa (di Jerusalem)”. Aku berkata,“Berapa jangka waktu antara pembangunan kedua bangunan itu?” Dia berkata, “Empat puluh tahun”

Menurut perhitungan: Abraham dan Ismail hidup sekitar tahun 1900 SM – 2000 SM.

Raja Salomo (Sulaiman) yang membangun bait Allah di Jerusalem hidup sekitar 1000 SM – 970 SM. Jadi ada beda waktu 1000 tahun antara Ismail (yang membangun Kabah = Masjidil Haram) dengan raja Salomo (yang membangun Bait Allah di Jerusalem). Jadi bagaimana bisa dikatakan beda waktu keduanya hanya 40 tahun?

Penjelasan Islamthis untuk bagian pertama.

Satu hal yang paling mendasar adalah, bahwa Kabah merupakan bangunan pertama yang dibangun manusia di muka bumi ini, dan manusia tersebut adalah Nabi Adam as. Jadi dengan kata lain, Kabah sudah ada pada jaman Nabi Adam, karena Nabi Adam sendirilah yang membangun Kabah tersebut, atas perintah Allah Swt.

Setelah Nabi Adam membangun Kabah, Allah memerintah Nabi Adam (dan juga Siti Hawa) untuk pergi meninggalkan Kabah tersebut, untuk berjalan menjauhi kabah. Adam hanya diperintahkan Allah untuk berjalan menjauhi dan meninggalkan Kabah, karena ternyata Kabah itu membuat Adam begitu sentimentil dan rapuh.

Akhirnya setelah berjalan sekian lama, Allah memerintahkan Adam untuk berhenti berjalan, karena Allah menganggap bahwa Adam telah sampai ke tujuannya. Dan tempat tersebut sekarang adalah Jerusalem. Di tempat baru ini (yaitu Jerusalem), Allah perintahkan Nabi Adam untuk membangun tempat ibadah yang kedua, dan kelak bangunan tersebut akan dinamakan Masjid Aqsa.

Kembali ke Kabah. Apa yang terjadi pada Kabah paska ditinggal Adam? Jawabannya: terbengkalai.

Terbengkalainya Kabah, pun juga merupakan iradat Illahi. Jadi Allah membiarkan Kabah itu terbengkalai saja, karena yang terpenting Adam dan keluarganya sudah dapat hidup dengan damai sentosa di Jerusalem. Negeri yang Damai sentosa di dalam bahasa Arab adalah Darussalam, di dalam logat Barat adalah Jerusalem.

Karena Allah tidak mempermasalahkan ‘kesejahteraan’ Kabah, maka praktis untuk sekian abad Kabah (dibiarkan) terlunta-lunta. Oleh karena itu, Islam, atau Alquran dan Alhadis, TIDAK PERNAH MENUNTUT siapa pun untuk menyatakan bahwa Kabah dengan Mekahnya sudah eksis berabad-abad yang lalu, atau sepanjang abad. Sudah merupakan takdir Allah Swt atas Kabah, bahwa Kabah dengan Mekahnya akan timbul dan tenggelam di samudra jaman, dan itu tidak masalah buat Allah dan IslamNya.

Islam menyatakan bahwa Kabah merupakan tempat pertama yang dibangun manusia untuk beribadah, BUKAN BERARTI bahwa Kabah (dengan Mekahnya) harus sudah eksis dengan megahnya sepanjang abad dunia, tidak demikian.

Mungkin ada kalanya Kabah dengan Mekahnya bangkit menggeliat sebagai kota pada suatu jaman, contohnya pada masa kehidupan Nabi Abraham bersama putranya Ishmail. Abraham ini diperintahkan Allah untuk mendapati kembali Kabah di Mekah yang, notabene sudah benar-benar runtuh dan tinggal puing-puingnya saja, tinggal fondasinya saja. Di atas fondasi Adam inilah, Abraham beserta putranya membangun kembali Kabah.

Namun mungkin juga pada abad lain yang lebih lama, Mekah dengan Kabahnya tenggelam dan hilang dari ingatan seluruh umat manusia. Dan itu tidak masalah buat Allah, Islam dan Alquran.

Oleh karena itu, kalau ada fakta, atau ‘pemaksaan’ wacana, bahwa Mekah dengan Kabah dan sumur Zamzam-nya tidak pernah eksis pada abad-abad terdahulu, maka:

  1. Bukan berarti bahwa Kabah tidak pernah dibangun oleh Nabi Adam sebagai bangunan pertama yang dibangun manusia untuk menyembah Allah Swt. Bukan berarti ajaran Islam bahwa Adamlah yang telah membangun Kabah, menjadi salah seketika.
  2. Bukan berarti bahwa fondasi Kabah tidak pernah ada di tempat Kabah sekarang berdiri. Fondasi Kabah tetaplah ada, yang dibangun oleh Nabi Adam. Kabah-nya mungkin saja telah runtuh dan menjadi debu sehingga dilupakan umat manusia sepanjang abad, namun tetaplah fondasi Kabah yang diusahakan oleh tangan Nabi Adam, tidak harus diperkatakan fiktif!
  3. Bukan berarti Islam dengan Kabahnya merupakan kepalsuan yang didesign oleh Nabi Muhammad Saw. Harus ditegaskan sekali lagi, Islam mau pun Allah Swt tidak pernah menuntut untuk adanya fakta, bahwa Kabah dengan Mekahnya sudah eksis sepanjang abad (sejak ditinggal Adam dan Ibrahim). Itu tidak penting buat Allah Swt dengan seluruh MalaikatNya.

Sekali lagi, Allah tidak pernah menuntut Kabah untuk selalu eksis sepanjang abad di muka bumi ini, karena hal tersebut tidak penting. Oleh karena itu, kalau ada literatur yang menyatakan bahwa Kabah dengan Mekahnya tidak pernah ada di dalam sejarah Arabia sepanjang abad, MAKA ITU BUKAN BERARTI KABAH merupakan kepalsuan di dalam Islam, dan juga bukan berarti bahwa Kabah bukan warisan Nabi Adam dan Nabi Abraham beserta putranya Ishmail.

Kelak, akan lahir seorang manusia yang bernama Ahmad, atau Muhammad. Dan orang inilah yang akan membangkitkan Kabah dengan Mekahnya sebagai rumah dan kediaman Allah Swt. ***

Untuk paragraf berikutnya, nonmuslim selalu menuduh bahwa di dalam Islam terdapat kekacauan mengenai kapan dibangunnya Kabah dan Masjid Aqsa. Alhadis menyatakan bahwa Masjid pertama yang dibangun adalah Kabah, dan Masjid kedua yang dibangun manusia adalah Masjid Aqsa, kemudian jarak lamanya antara Kabah dengan Masjid Aqsa adalah empat-puluh tahun. Seluruh nonmuslim memberikan reaksi atas Alhadis ini, reaksi tersebut adalah, kalau tidak kebingungan, maka nonmuslim pasti menuduh Muhammad Saw dengan Islamnya melakukan hal yang bodoh, karena Alhadis tersebut tidak sesuai dengan fakta sejarah. Itu kata nonmuslim.

Intinya, Muhammad Saw tidak melakukan kebodohan dan kesalahan apapun dengan Alhadisnya mengenai pembangunan Kabah dan Masjid Aqsa, dan jarak waktu antara keduanya. Yang bodoh dan gagap justru kaum nonmuslim ketika mereka ingin menerjemahkan Alhadis tersebut.

Nonmuslim melihat, Alhadis tersebut mempunyai arti bahwa Kabah dibangun oleh Abraham, sementara Masjid Aqsa dibangun oleh Nabi sulaiman as. Jadi jarak antara keduanya adalah hampir 1000 tahun, bukan empat-puluh tahun, seperti yang diperkatakan Nabi Muhammad Saw.

Ada lagi yang lain. Nonmuslim melihat bahwa Kabah dibangun oleh Abraham, sementara Masjid Aqsa dibangun oleh khalifah Marwan –entah siapa namanya, pada jaman Khulafaur Rasyidin. Dengan demikian jarak antara Kabah dengan Masjid Aqsa sekitar 2600 tahun, sementara Nabi Muhammad Saw memperkatakan bahwa jarak antara keduanya adalah empat-puluh tahun. Mana yang benar? Ujung-ujungnya, nonmuslim hanya bisa tertawa malu melihat kebodohan Nabi umat Islam.

Intinya, tidak ada yang memerintahkan nonmuslim mana pun untuk melihat bahwa Kabah dibangun oleh si anu-anu, dan Masjid Aqsa dibangun oleh anu-anu. Namun lihatlah, bahwa baik Kabah mau pun Masjid Aqsa dibangun oleh tokoh yang sama, yaitu Nabi Adam, bukan yang lain.

Seperti yang sudah diungkapkan di atas, Allah perintahkan Adam untuk membangun Kabah di Mekah, pada suatu saat. Setelah Kabah berdiri, ternyata Adam menjadi sentimen dibuatnya oleh Kabah itu. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Allah perintahkan Adam untuk pergi berjalan kaki meninggalkan Kabah menuju suatu tempat -di mana di tempat tersebut Adam akan hidup damai, supaya Adam tidak lagi sentimentil dan hancur berkeping-keping melihat Kabah.

Adam pun berjalan kaki meninggalkan Kabah, berjalan tak tentu arah. Hingga pada suatu hari, Allah perintahkan Adam untuk berhenti berjalan, karena tempat di mana Adam berdiri itu adalah tujuan Adam, dan kelak tempat tersebut akan dinamakan Jerusalem. Di tempat itulah Allah perintahkan Adam untuk membangun kuil yang kedua, kelak akan dinamakan Masjid Aqsa. Adam sudah berjalan kaki dari Kabah ke tempat sekarang ia berdiri itu selama EMPAT PULUH TAHUN.

Jadi, jarak antara Kabah dengan Masjid Aqsa adalah empat puluh tahun, karena yang membangun Kabah dengan Masjid Aqsa adalah orang yang sama, yaitu Nabi Adam.

Kaum nonmuslim yang gagap, mengapa Muhammad Saw-nya yang jadi dituduh bodoh? ***

BAGIAN KEDUA: NABONIDUS SUMBER BABILON (550 SM)

Keberadaan Mekah juga luput dari catatan sejarah seorang raja dari Babilonia yaitu Nabonidus yang menguasai wilayah Arab. Raja Nabonidus memindahkan kerajaannya ke Teima, sebuah kota di sisi utara Medinah selama 10 tahun (550 SM – 540 SM) yang tercatat dalam Syair Kisah Nabonidus.

Sumber: Ancient Records from North Arabia, F.V.Winnett and W.L.Reed, University of Toronto Press, 1970, halaman 89

Nabonidus killed the prince of Teima and took his residency and built there his palace like his palace in Babylonia.

Nabonidus membunuh pangeran dari Teima dan mengambil alih kediamannya dan kemudian membangun istananya di lokasi itu seperti istananya di Babylonia.

Masih menurut sumber di atas, halaman 91, dari inskripsi yang ditemukan di Harran – kota asal Nabonidus – tercatat bahwa dia juga menaklukkan kota-kota di Hijaz, di antaranya adalah Yathrib (Medina) dan Khaybar. Kota Khaybar sendiri terletak di utara Medina sekitar 100 km arah ke Teima. Namun sama sekali tidak ada penyebutan kota Mekah. Ini mengindikasikan bahwa kota Mekah memang belum ada saat itu, makanya tidak muncul dalam panggung sejarah di pertengahan abad ke 6 SM.

BAGIAN KETIGA: HERODOTUS

Herodotus adalah sejarawan Yunani yang hidup 484 SM hingga 430 SM/420 SM. Menuliskan sebuah buku berjudul The History yang diterbitkan sekitar tahun 425 SM. Buku ini adalah narasi sejarah tentang perang Greco – Persia.

Dalam buku 3 nya Herodotus menuliskan Arab Selatan sebagai berikut.

Sumber, link.

Arabia is the last of inhabited lands towards the south, and it is the only country which produces frankincense, myrrh, cassia, cinnamon, and laudanum.

Arabia arah selatan adalah lokasi yang paling akhir dihuni, dan wilayah inilah satu-satunya yang memproduksi kemenyan, mur, kasia, kayu manis dan madat.

Jadi catatan Herodotus bertentangan dengan sumber Islam yang mengklaim wilayah Mekah sudah dihuni semenjak abad ke 20 SM dan menjadikan wilayah ini yang pertama dihuni dan dari Mekahlah kemudian keturunan Ismail menyebar ke segala penjuru Arab. Catatan sejarah adalah jelas, Arab Selatan adalah wilayah yang paling akhir dihuni. Ini sangat jelas karena migrasi dari Mesopotamia kuno adalah menuju ke wilayah barat daya arah Israel dan ke selatan melalui pantai timur jazirah Arab dari Qatar, Uni Emirat Arab, Oman dan Yaman. Itulah sebabnya wilayah Arab Utara dan Yaman lebih dahulu didiami dibandingkan wilayah Arab Selatan. Jika Khaybar dan Medina baru muncul di sekitar abad 6 SM, ini berarti di abad 6 SM Mekah pasti belum ada karena letaknya lebih selatan lagi dari Medinah. Jadi bagaimana mungkin Mekah sudah ada di abad 20 SM.

BAGIAN KEEMPAT: STRABBO SUMBER ROMAWI (23/24 SM)

Di tahun 30 SM, Mesir takluk dan menjadi salah satu provinsi Romawi. Setelah menaklukkan Mesir, Romawi berusaha meneruskan penaklukkannya ke wilayah jazirah Arab hingga ke Yaman yang pada waktu itu adalah sebuah kerajaan besar.

Di tahun 23 / 24 SM, pemerintah Romawi mengutus Aelius Gallus, gubernur Mesir untuk memimpin penaklukan tersebut.

Sumber: History of Rome, Buku LIII.xxix. 3 – 8 | Dio Cassius, 220 M

For 23 B.C.: While this was going on, another and a new campaign had at once its beginning and its end. It was conducted by Aelius Gallus, the governor of Egypt, against the country called Arabia Felix

Tahun 23 SM: Sementara semuanya berjalan, satu ekspedisi baru dimulai dan diakhiri. Ekspedisi itu dipimpin oleh Aelius Gallus, gubernur Mesir, terhadap wilayah Arab Felix.

Dalam ekspedisi ini diikutsertakan seorang sejarawan dan ahli geografi yang bernama Strabo (meninggal 22 M) yang kemudian mencatat peristiwa ini dalam 16 buku karangannya.

Sumber kutipan berikut diambil dari: Geography, Buku XVI, Chap. iv, 1-4, 18-19, 21-26

Dalam buku ini, dikutip kota-kota yang dilalui Gallus dalam perjalanan pergi dan pulangnya. Gallus melewati dua jalur yang berbeda, di mana jalur pergi melalui gurun pasir di bagian timur sisi Laut Merah, sementara jalur pulang melalui jalur tepi laut Merah. Gallus berangkat dari wilayah kanal di sekitar sungai Nile dan ini hanya mungkin dari sekitar wilayah Suez sekarang. Kota pertama yang disinggahi adalah Leuce Come.

Sumber: Strabo, XVI.iv.23.

Gallus, notwithstanding, built not less than eighty biremes and triremes and galleys at Cleopatris near the old canal which leads from the Nile. ….. he constructed a hundred and thirty vessels of burden, in which he embarked with about ten thousand infantry, …… he arrived on the fifteenth day at Leuce-Come, a large mart in the territory of the Nabataeans, ……

Gallus membuat tidak kurang dari 80 perahu di Cleopatris, dekat dengan kanal tua yang bersumber dari sungai Nil …. Dia membuat 130 kapal, di mana dia berangkat dengan 10.000 pasukan …… dia sampai di Leuce Come di hari ke 15, sebuah tempat perdagangan yang besar di wilayah Nabatean …..

Wilayah Nabatean sendiri terbentang antara perbatasan Syria dengan Arab dari sungai Eufrat hingga Laut Merah.

Sumber: Encyclopaedia Britannica, sub topik Nabatean

member of a people of ancient Arabia whose settlements lay in the borderlands between Syria and Arabia, from the Euphrates River to the Red Sea. ……

Anggota masyarakat Arab kuno yang mendiami perbatasan antara Syria dan Arab, dari sungai Eufrat hingga Laut Merah ….

Leuce Come ini masih di daerah kekuasaan Nabatean, jadi lokasinya masih dekat dengan perbatasan Syria. Jadi kemungkinan adalah kota Al-Wajh modern di wilayah Tabuk – Arab Saudi. Perjalanan berlanjut menuju wilayah kekuasaan Aretas.

Sumber: Strabo, XVI.iv.24.

… After a march of many days, therefore, he came to the territory of Aretas [modern Medina?], who was related to Obodas. Aretas received him in a friendly manner, and offered presents. But by the treachery of Syllaeus, Gallus was conducted by a difficult road through the country; for he occupied thirty days in passing through it..

… Setelah berjalan beberapa hari, Gallus mencapai wilayah kekuasaan Aretas, yang beraliansi dengan Obodas. Aretas menerimanya dengan ramah dan memberi hadiah. Tapi karena kebohongan Syllaeus (vivaldi: penunjuk jalan Gallus), Gallus harus melalui jalan yang sangat sulit melalui wilayah tersebut, di mana dia menghabiskan 30 hari melaluinya.

Sangat mungkin Aretas ini adalah penguasa wilayah Medinah. Sementara Obodas adalah penguasa Khaybar. Kedua kota ini berdekatan sehingga sangat mungkin keduanya beraliansi. Dengan tidak disebutkan nama kotanya menunjukkan bahwa ke 2 kota ini adalah kota yang sudah diketahui oleh umum. Medina dan Khaybar sudah disebutkan dalam jaman Nabonidus (550 SM), jadi di abad ke 1 SM pasti sudah merupakan kota yang dikenal. Dari Al-Wajh ke Medinah berjarak sekitar 380 km melalui bukit-bukit yang cukup sulit tergambar dari kutipan di atas. Secara rata-rata Galus hanya dapat maju sekitar 13 km tiap harinya.

Kota berikutnya adalah Negrani.

Sumber: Strabo, XVI.iv.24.

The next country to which he came belonged to the nomads, and was in great part a complete desert [the Debae]. It was called Ararene. The king of the country was Sabos. Gallus spent fifty days in passing through this territory, for want of roads, and came to a city of the Negrani, and to a fertile country peacefully disposed. The king had fled, and the city was taken at the first onset. After a march of six days from thence, he came to the river [in the land of the Minae].

Wilayah selanjutnya yang didatanginya adalah kekuasaan suku nomaden, dan hampir seluruhnya adalah padang pasir. Wilayah itu disebut Ararene. Rajanya bernama Sabos. Gallus menghabiskan 50 hari melalui wilayah ini dan mencapai kota Negrani, wilayah subur yang telah ditinggalkan dengan sukarela. Raja telah melarikan diri dan kota diduduki segera. Setelah berjalan 6 hari dari sini, dia mencapai sebuah sungai [di wilayah Minae].

Perjalanan yang dilakukan sekitar 50 hari melalui gurun pasir sebelum mencapai Negrani. Sangat mungkin Negrani di sini adalah kota Taif. Jarak antara Medinah dengan Taif adalah sekitar 500 km, dilewati dalam 50 hari, berarti kecepatan adalah sekitar 10 km / hari. Kecepatan yang rendah ini karena sangat mungkin pada saat terjadi badai mereka harus berhenti berjalan.

Tiga indikasi lain yang menguatkan Negrani adalah Taif adalah:

  1. Karena dari sini dengan berjalan selama 6 hari ke arah selatan mereka menemukan sungai. Sungai ini adalah sebuah sungai yang terletak di sebelah utara Al-Qunfudhah. Jarak antara Taif hingga sungai adalah sekitar 150 km, berarti mereka berjalan dengan kecepatan sekitar 25 km / hari.
  2. Kota ini sama seperti Medinah berada di sisi timur jajaran pegunungan. Jadi Gallus tampaknya berjalan menyusur tepi pegunungan.
  3. Kota Al-Qunfudhah dengan sungainya relatif sudah dekat Yaman modern, yaitu sekitar 300 km arah utara Yaman. Jadi sangat mungkin kota al-Qunfudhah dan sungainya di jaman Gallus berada di bawah kekuasaan Minae dari Yaman.

Sumber: Encyclopaedia Britannica, sub topik: Yemen

The three most famous and largest of these empires were the Minaean, the Sabaean (the Biblical Sheba), and the Himyarite (called Homeritae by the Romans), all of which were known throughout the ancient Mediterranean world; their periods of ascendancy overlap somewhat, extending from roughly 1200 BC to AD 525.

Tiga kerajaan yang paling terkenal dan terbesar adalah Minaean, Saba dan Himyar, semuanya terkenal dalam sejarah kuno Mediteran, periode kekuasaan mereka berlangsung antara 1200 SM hingga 525 M.

Perjalanan berlanjut menuju Asca.

Sumber: Strabo, XVI.iv.24.

Immediately afterwards he took the city called Asca, which had been abandoned by the king.. Segera setelah itu, dia menaklukkan kota Asca, yang telah ditinggalkan oleh rajanya.

Jadi setelah menemukan sungai, Galus segera mendapati kota yaitu Asca yang sangat mungkin adalah Qal’at. Jarak dari sungai ke Qal’at cukup dekat hanya sekitar 150 km. Jadi dapat ditaklukkan dengan segera.

Kemudian menuju Athrula.

Sumber: Strabo, XVI.iv.24.

He thence came to a city Athrula, and took it without resistance; having placed a garrison there, and collected provisions for the march, consisting of grain and dates

Dia kemudian mencapai kota Athrula, dan menaklukkannya tanpa perlawanan, menempatkan satu garnisun di sana, dan mengumpulkan persediaan untuk perjalanan selanjutnya, terdiri dari gandum dan kurma.

Sangat mungkin Athrula adalah kota Najran karena di sinilah mereka menambah perbekalan karena Najran adalah kota yang subur dengan oasis. Sejarah mencatat kota ini dikunjungi Romawi pertama kali ditahun 24 SM yang adalah waktu saat Gallus melakukan ekspedisinya.

Sumber: Encyclopaedia Britannica, sub topik: Najran

town, oasis, ….. First visited by the Romans in 24 BC, …. Najran was one of the main centres producing frankincense and myrrh to supply the Mediterranean basin and the Middle East between 1000 BC and AD 600.

Kota, oasis …. Pertama kali dikunjungi orang Romawi di tahun 24 SM…. Najran adalah kota utama yang menghasilkan kemenyan dan mur yang menyuplai wilayah Mediterania dan Timur tengah antara 1000 SM dan 600 M.

Kemudian ke Marsiaba.

Sumber: Strabo, XVI.iv.24.

he proceeded to a city Marsiaba, belonging to the nation of the Rhammanitae, who were subjects of Ilasarus. He assaulted and besieged it for six days, but raised the siege in consequence of a scarcity of water. …

Dia melanjutkan ke kota Marsiaba, yang dikuasai bangsa Rhammanita, yang takluk di bawah Ilasarus. Gallus menyerang dan mengepung kota selama 6 hari, dan meninggalkan kepungan akibat kekurangan air.

Sangat mungkin Marsiaba ini adalah Mar’ib sebuah kota yang terkenal dengan bendungannya yang jebol pada tahun 450 / 451 M.

Jadi dalam perjalanannya hingga mencapai Yaman, tidak ada sebuah kota yang bernama Mekah sama sekali. Jika saat itu Mekah sudah ada dengan mata airnya yaitu Zam Zam yang melimpah, tentu saja kota ini akan disinggahi oleh Gallus.

Di padang pasir, orang mungkin bisa menyembunyikan laut, TAPI TIDAK BISA MENYEMBUNYIKAN OASIS.

Setelah kegagalan menaklukkan Marsiaba, Gallus memutuskan untuk kembali ke Mesir. Dalam perjalanan pulang ini Gallus menggunakan jalan lain yang ternyata lebih cepat. Kota pertama adalah Negrana.

Sumber: Strabo, XVI.iv.24.

he had time to take another route back; for he arrived in nine days at Negrana, where the battle was fought,

dia memiliki waktu untuk mengambil rute lain untuk kembali, Gallus mencapai Negrana dalam 9 hari, di mana terjadi pertempuran.

Negrana sangat mungkin adalah Sa’dah modern di Yaman. Jarak Mar’ib ke Sa’dah adalah sekitar 240 km, ditempuh dalam 9 hari. Berarti mereka berjalan rata-rata 27 km / hari. Kemudian Seven Wells.

Sumber: Strabo, XVI.iv.24.

and thence in eleven days he came to the “Seven Wells” [modern Al-Qunfudhah], as the place is called from the fact of their existing there. Thence he marched through a desert country, and came to Chaalla a village,

dan kemudian dalam 11 hari mencapat “Tujuh Sumur”, tempat yang dinamakan menurut keberadaan sumur-sumur tersebut. Kemudian mereka berjalan melalui gurun pasir dan tiba di sebuah pemukiman bernama Chaala.

Para ahli menyatakan bahwa Tujuh Sumur ini adalah Al-Qunfudhah. Jarak Sa’dah ke Al-Qunfudhah adalah sekitar 370 km, ditempuh dalam 11 hari. Berarti mereka berjalan rata-rata 34 km / hari. Sementara Chaala kemungkinan adalah Al-Lith modern.

Kemudian menuju Malothas.

Sumber: Strabo, XVI.iv.24.

and then to another called Malothas [perhaps modern Jeddah], situated on a river.

Dan kemudian menuju Malothas, yang terletak di sebuah sungai.

Kota ini terletak di tepi sungai dan sangat mungkin adalah kota Jedah modern karena ada sebuah sungai di sana.

Sumber: Strabo, XVI.iv.24.

This road then lay through a desert country, which had only a few watering-places, as far as Egra [modern Yanbu] a village. It belongs to the territory of Obodus, and is situated upon the sea.

Jalan ini kemudian melalui padang pasir, yang hanya memiliki sangat sedikit tempat berair, hingga mencapai Egra. Kota ini masuk wilayah Obodus dan terletak di tepi pantai.

Setelah Jeddah, mereka mendapati Egra yang sangat mungkin adalah Yanbu modern karena terletak di tepi Laut Merah.

Lagi-lagi dalam perjalanan balik ini tidak ada kota dengan ciri-ciri Mekah disebutkan.

Kesimpulan:

Dalam perjalanan menuju Yaman, setelah mendarat di Al-Wajh, Gallus dan pasukannya bergerak ke arah tenggara menuju jalur padang pasir dengan melewati kota Medinah – Taif – Qal’at – Najran dan berusaha menaklukkan Mar’ib. Sementara perjalanan pulang melewati jalur Mar’ib – Sa’dah – al-Qunfudhah – Al-Lith – Jedah dan Yanbu.

Tidak ada sama sekali penyebutkan kota seperti Mekah yang memiliki mata air Zam-Zamnya.

Jika saja Mekah dengan mata air zam-zamnya sudah ada sejak jaman Abraham (2000 SM), sudah barang tentu kota ini akan dilewati oleh Gallus karena di padang pasir, MATA AIR LEBIH BERHARGA DARIPADA EMAS BERLIAN.

BAGIAN KELIMA: DIODORUS SICULUS (ABAD 1 SM).

Kutipan berikut diterjemahkan secara bebas dari tulisan Islamic Awareness yang dapat diakses disini.

Diodorus Siculus adalah seorang sejarawan Yunani di abad 1 SM yang menuliskan Bibliotheca Historica, sebuah buku yang menggambarkan beberapa bagian dunia. Kutipan berikut adalah dari terjemahan Inggris yang dikutip oleh Gibbon dari buku Diodorus Siculus yang menggambarkan kuil yang dipandang sebagai kuil yang paling suci di Arab.

And a temple has been set-up there, which is very holy and exceedingly revered by all Arabians.

Dan sebuah kuil telah dibangun disana, yang sangat suci dan dihormati oleh semua orang Arab.

Komentar: Dalam usahanya untuk mencari pembenaran klaim bohong tersebut, tim dari Islamic Awareness harus membuat kebohongan lainnya.

Kutipan yang lebih lengkap adalah sbb:

The people who inhabit the country beside the gulf ,who are named the Banizomenes, support themselves by hunting and eating the flesh of land animals. A very sacred temple has been established there which is highly revered by all the Arabs.

Orang yang menghuni wilayah di sebelah teluk, dinamakan Banizomenes, yang hidup dari berburu dan memakan daging binatang darat, Dan sebuah kuil telah di bangun di sana, yang sangat suci dan dihormati oleh semua orang Arab.

Jadi kuil ini adalah kuilnya orang Banizomenes, bukan kuilnya orang Quraish.

Terus di mana letak pemukiman Banizomenes itu. Dijelaskan oleh seorang sejarawan Agatharchides yang menulis buku berjudul On the Erythraean Sea ditahun 145 – 132 SM.

One encounters the Laeanites Gulf around which there are many villages of the so-called Nabataean Arabs….. Next after this section of the coast is a bay which extends into the interior of the country for a distance of not less than five hundreds stades. Those who inhabit the territory within the gulf are called Batmizomaneis and are hunters of land animals.

Seseorang menemukan sekeliling Teluk Laeanites di mana ada banyak pemukiman dari orang-orang Arab Nabatean….. Setelah wilayah ini yang masih di pinggir pantai adalah teluk yang menjorok masuk ke dalam sekitar tidak kurang dari 500 stadia. Mereka yang mendiami wilayah ini dalam area teluk dinamakan Batmizomaneis yang adalah pemburu binatang darat.

Jadi kuil yang disebutkan berada di sekitar teluk Akaba yang terletak antara jazirah Sinai dengan Arab, sangat jauh dari Mekah. Itulah sebabnya tim Islamic Awareness sengaja memotong sebagian kalimat saja karena kalau dikutip semuanya maka kebohongan mereka akan langsung terlihat.

BAGIAN KEENAM: MENURUT PLINY (ABAD 1 M).

Setelah Mekah tidak tercatat dalam sejarah abad 6 SM, abad ke 5 SM dan abad 1 SM, kita coba lihat apa catatan sejarah pada abad ke-1 Masehi. Sumber adalah dari seorang penulis sekaligus seorang pemimpin skuadron prajurit Romawi yaitu Pliny.

Pliny lahir di Como, Italia di tahun 23 M dan meninggal 79 M. Dia menyelesaikan bukunya yang berjudul “Natural History” di tahun 77 M. Dalam menyusun bukunya, Pliny mendasarkan pada perpustakaan Romawi. Di buku 6, bab 32 dan 33 Pliny mendaftarkan 92 suku dan 62 kota di Arab, namun tidak sekalipun menyebut suku Jurhum dan Adnan maupun kota Mekah. Tulisan Pliny ini memperkuat apa yang dilaporkan Strabbo sekitar 100 tahun sebelumnya di mana kota Mekah tidak dikenal.

BAGIAN KETUJUH: MENURUT CLAUDIUS PTOLEMY (ABAD 2 M).

Kutipan berikut diterjemahkan secara bebas dari tulisan Islamic Awareness yang dapat diakses disini.

Menarik mengetahui bahwa Claudius Ptolemy dari Alexandria, ahli matematika dan astronomi, terkenal sekitar 1 abad setelah Pliny, membuat peta dunia. Dia bukanlah ahli geografi sehingga bukunya hanya dimaksudkan untuk menjelaskan peta yang dia buat. Dia menyebutkan sekitar 114 kota dan pemukiman di Arab Felix.

Sebagai contoh, Dumaetha, dijelaskan berada di perbatasan utara Arab Felix adalah kota Daumet di abad pertengahan, dan sekarang adalah oasis besar yang bernama Jauf. Hejr, yang terkenal di jaman jahiliyah, sekarang dikenal sebagai Medayin Salih, adalah kota Egra menurut Ptolemy. Kota Thaim adalah Teima, yang terkenal karena inskripsinya tentang keberadaan kuil-kuil dan penduduk di abad 5 SM. Inilah Tema kota Ayub. Sementara Lathrippa, yang berlokasi di sebelah dalam Iambia (Yambo), dikenal juga IAthrippa menurut Stephan dari Byzantium, Yathrib menurut tradisi Arab mula-mula, sekarang adalah El Medina.

Selain itu disebutkan juga tempat bernama Macoraba yang diidentifikasikan sebagai Mekah. Menurut GE von Grunebaum: Mecca is mentioned by Ptolemy, and the name he gives it allows us to identify it as a South Arabian foundation created around a sanctuary.

Mekah disebutkan oleh Ptolemy, dan nama yang diberikan oleh Ptolemy memungkinkan kita untuk mengidentifikasikan lokasi itu di Arab Selatan yang dibangun di sekitar tempat pemukiman.

Komentar:

Ahli Geografi Yunani, Claudius Ptolemy dari Alexandria, Mesir, lahir ditahun 90 M dan meninggal 168 M. Sekitar tahun 150 M dia mulai menaruh perhatian kepada masalah geografi. Dalam bukunya Geography, buku VI, bab 7, Ptolemy mendokumentasikan beberapa lokasi utama di Arab lengkap dengan koordinat bujur dan lintangnya.

Macoraba yang dilaporkan oleh Ptolemy tidaklah mungkin Mekah dengan 3 alasan sbb.:

  1. Dari struktur konsonan-nya, Macoraba (MCRB) berbeda dengan Mecca (MCC) yang mengindikasikan kota ini bukanlah Mekah. Yaqut al Hamawi seorang ahli geografi Arab (1179 M – 1229 M) pernah menyebutkan keberadaan sebuah kota yang bernama Maqarib (Sumber: Mujam al-Buldan, iv, 587). Dari struktur konsonannya Maqarib (MQRB) lebih mendekati MCRB (Macoraba). Patricia Crone dalam bukunya Meccan Trade, Princeton University Press, 1987, halaman, 136 menyarankan lokasi Macoraba atau Maqarib ini dekat dengan Yathrib (Medinah).
  2. Dari posisi bujur, Strabo menuliskan bahwa Latriba (Yathrib atau Medinah) berada di 71 derajat. Sementara Macoraba berada di lokasi 73 derajat 20 menit. Ini berarti Macoraba berada di sebelah timur Latriba (Medinah) 2 derajad 20 menit.. Sementara Mekah berada di bujur yang hampir sama dengan Medinah.
  3. Dari posisi lintang, Ptolemy menyebutkan Macoraba adalah kota ke 6 setelah Lathrippa (Medinah). Kota pertama yang disebutkan setelah Lathrippa adalah Carna. Kota Carna sendiri menurut Strabo masuk dalam kekuasaan Minaea di wilayah Yaman. Jadi Macoraba tidak mungkin Mekah karena tidak terletak di Yaman.

Sumber: The Geogrophy of Strabo | Buku 16, chapter iv, 2 | The Geogrophy of Strabo, volume vii, translated by Horace L. Jones , 1966, page 311). Link.

Bagian penting dari wilayah ini dikuasai oleh 4 suku besar, oleh Minaea … yang kota utamanya adalah Carna, setelah itu adalah Sabaeans, yang kota utamanya adalah Mariaba, setelah itu adalah Cattabanians, yang kota utamanya adalah Tamna, dan di ujung timur, Chatramotitae, yang berarti Hadramout, yang kotanya adalah Sabata.

Carna dikenal sebagai kota terbesar di Yaman yang menjadi ibu kota kerajaan Minaea.

Seorang sejarawan lainnya yaitu Pliny dalam bukunya Natural history of Pliny; Book VI, chapter 32, menyebutkan sebuah kota dengan nama Mochorba, yang dikatakan adalah pelabuhan Oman di pantai Hadramout di Arab Selatan.

Hadramout sendiri adalah Oman modern.

Sumber: Encyclopaedia Britannica edisi 2003 | Topik: Hadramawt

ancient South Arabian kingdom that occupied what are now southern and southeastern Yemen and the present-day Sultanate of Oman (Muscat and Oman).

Kerajaan Arab kuno yang menguasai wilayah selatan dan tenggara Yaman dan sekarang adalah kesultanan Oman.

Karena Macoraba ini tidak muncul dalam catatan sejarah manapun selain tulisan Ptolemy, tampaknya Macoraba ini hanyalah pemukiman kecil yang eksis di abad 2 M pada masa Ptolemy dan kemudian ditinggalkan. Sangat mungkin sejumlah suku Oman dari Mochorba beremigrasi ke utara mendekati kota Carna dan pemukiman mereka dinamakan Macoraba dengan mengikuti nama kota asal mereka yaitu Mochorba.

Penjelasan Islamthis untuk bagian Kedua, Ketiga, Keempat, Kelima, Keenam, dan Ketujuh.

Kalau pun apa yang ingin diusulkan melalui paparan kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam dan ketujuh ini adalah benar, yaitu bahwa Kabah, zamzam dengan Mekahnya tidak pernah muncul pada abad-abad terdahulu, maka sebenarnya hal tersebut tidak masalah sama-sekali bagi Islam mau pun Allah. Paparan ini pun, secara logis, tidak dapat dengan serta-merta meruntuhkan ajaran Islam bahwa Kabah merupakan tempat pertama yang dibangun manusia untuk menyembah Tuhan. Kalau manusia pertama di bumi ini (yaitu Adam) membangun kuil pertama untuk menyembah Tuhan, BUKAN HARUS BERARTI bahwa kuil dan kotanya harus menjadi kota utama di muka bumi sepanjang abad!

Allah / Alquran / Islam hanya menyebut, bahwa Kabah merupakan bangunan pertama yang dibangun manusia untuk menyembah Tuhan, titik, lain tidak. Allah / Alquran / Islam tidak pernah menyebut bahwa Kabah dengan Mekah (dan zamzam-nya) merupakan kota utama sepanjang abad.

Ada tiga hal yang harus dikemukakan mengenai kiprah kota Mekah di atas pelataran peradaban Dunia.

Pertama.

Kabah pertama kali dibangun oleh Adam, yang tujuannya adalah supaya Adam dapat bertemu dengan Tuhan di muka bumi. Namun ketika Kabah sudah selesai dibangun oleh tangan-tangan Adam, ternyata Allah TETAP MENOLAK untuk menampakkan diriNya kepada Adam, demikian Allah berkata: “Adam, tempat itu adalah dunia, bukan Surga. Dunia itu kelak akan penuh dengan dosa. Oleh karena itu tidak mungkin Aku menampakkan diriKu kepadamu”.

Maka putus-asalah Adam, karena kalimat Allah itu berarti bahwa Adam tidak akan dapat lagi bertemu dengan Allah untuk selama-lamanya. Keputus-asaan Adam ini membuat Adam selalu menangis dan meratapi Kabah. Praktis hal ini adalah kontra-produktif bagi Adam, yang sejak awal sudah dipersiapkan Allah untuk mengemban misi Allah di muka bumi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka Allah perintahkan Adam untuk pergi saja meninggalkan Kabah, karena Kabah hanya akan membuat Adam frustasi dan putus-asa di dalam ratapan dan penyesalan. Adam diperintahkan untuk pergi meninggalkan Kabah, untuk mencapai tempat lain, yang di tempat lain itulah Adam akan hidup damai dan sentosa (kelak tempat itu adalah kota Jerusalem, yang artinya adalah negeri yang damai). Baca di sini, Mengapa Jerusalem

Ide dasarnya adalah, sekali Adam meninggalkan Kabah (seperti yang diperintahkan Allah), maka untuk selamanya Allah berkomitmen pada diriNya untuk tidak lagi menyebut-nyebut Kabah kepada Adam, pun juga kepada anak keturunannya selama Adam masih hidup bersama mereka. Intinya, kalau sekali saja Allah menyebut-nyebut Kabah kepada Adam, maka pastilah Adam akan teringat kembali kepada Kabah. Dan kalau Adam teringat kembali akan Kabah, maka pastilah Adam akan jatuh tersungkur berurai air-mata di dalam kepedihan, frustrasi dan ratapan yang tidak terpermanai.

…….. Wong sudah bagus Adam hidup damai bersama anak-anak dan cucunya di Jerusalem, maka buat apa Allah mengungkit-ungkit masa lalunya tentang Kabah, yang hanya akan membuat jiwa Adam kembali hancur berkeping-keping?

Itulah sebabnya, Allah berkomitmen pada diriNya, tidak akan menyebut-nyebut Kabah kepada Adam; dengan kata lain, akan membuat Adam dan anak cucunya melupakan Kabah, itu semua demi kebaikan Adam as.

Singkat kata, Allah akan melupakan Kabah bagi Adam dan seluruh manusia, namun sampai kapan? Kapan Allah akan mengingatkan manusia kembali akan Kabah? Kapan waktunya yang tepat, maka itu semua adalah urusan Allah; Allahlah yang mengatur kapan manusia akan diingatkan kembali akan Kabah. Kelak suatu saat manusia akan diingatkan kembali mengenai Kabah, namun kapan waktunya, itu terserah Allah Swt.

Kesimpulannya adalah, bahwa kalau terdapat wacana kesejarahan yang mengusulkan bahwa Kabah (dengan Mekahnya) tidak pernah muncul di Arabia, maka hal tersebut “sangat-sangat-sangat-sangat-sangat” tidak mencederai keagungan Islam. Allah Swt sendiri memang telah mempunyai iradat akan hal tersebut. Jadi dengan kata lain, terbenam atau tenggelamnya Kabah dengan Mekahnya dari peradaban Arabia, seutuhnya memang merupakan iradat Allah Swt.

Intinya, kalau Kabah dan Mekah tidak pernah tercatat sebagai sebuah kota di dunia, maka sebenarnya hal tersebut merupakan iradat Allah Swt, karena pada saat tersebut seluruh perhatian Allah hanya tertuju kepada seluruh Nabi-Nya yang memerintah dari Jerusalem. Allah tidak akan membawa atau menyeret-nyeret peradaban mana pun ke Mekah, karena hal tersebut akan membuat Adam dan beberapa keturunannya menjadi ingat akan Kabah. Itu pointnya.

Kedua.

Idealnya, seharusnya, Mekah dengan Kabahnya sejak permulaan abad dunia telah eksis dan termahsyur, dan menjadi kota besar yang dihuni oleh banyak manusia, agama dan suku. Kalau Kabah merupakan kuil suci milik Tuhan Taurat, maka seharusnya, Kabah dengan Mekahnya itu telah menjadi Vatican-city di Timur-tengah, di mana banyak pendeta dari berbagai aliran agama mempunyai istana di sana.

Namun tidaklah demikian.

Kabah adalah milik Allah Swt, yang mana itu artinya Kabah adalah milik umat Allah yang sejati, yaitu (siapa lagi kalau bukan) umat Muslim, umat pengikut Nabi Muhammad Saw. Kepemilikan umat Muslim atas Kabah, tentu harus DIAMANKAN dari sejak awal, supaya kelak umat Muslim tidak digugat dan dihujat oleh umat lain dalam kepemilikannya atas Kabah.

Allah bisa saja membuat Mekah dengan Kabahnya eksis sepanjang abad, kemudian ramai dan terkenal. Namun bukankah hal tersebut akan membuat Kabah menjadi objek rebutan berbagai bangsa dan agama? Dan bukankah itu berarti akan selalu ada pertumpahan darah di Mekah untuk memperebutkan Mekah dengan Kabahnya? Dan akhirnya, apakah akan ada yang dapat menjamin bahwa pada akhirnya Muslimlah yang akan menjadi pemilik sah dan tunggal atas Mekah dengan Kabahnya?

Sekarang ini, tidak ada satu pun agama, aliran politik mau pun bangsa yang mengklaim Mekah dan Kabah sebagai milik mereka yang alami, kecuali Islam. Itu semua karena iradat Allah, yaitu dengan cara membuat Kabah dan MekahNya timbul tenggelam sepanjang sejarah. Mekah dengan Kabahnya ‘DITERPENCILKAN’ dari peradaban dunia, karena itulah satu-satunya cara supaya kelak Kabah dengan Mekahnya aman bagi umat Muslim.

Lihat Jerusalem. Islam, Kristen, Yahudi, Suni, Syiah, dsb, berperang memperebutkan Jerusalem. Untuk Kristen saja, berbagai denominasi Gereja berebut dan saling bertengkar untuk dapat beribadah di Gereja Keluarga Kudus, sehingga tentara Israel harus turun-tangan untuk merelai mereka. Kalau umat Yahudi beribadah, dihalau oleh umat Kristen dan Muslim. Begitu seterusnya.

Sudah jelas sebenarnya Jerusalem itu milik umat Muslim secara alami (karena hanya Muslimlah umat Tuhan yang sejati). Namun faktanya ‘jauh panggang dari api’: Muslim tidak pernah aman untuk beribadah dan berziarah ke Jerusalem. Apakah hal yang sama juga harus terjadi di Mekah?

Kalau sejak awal Jerusalem sudah eksis dan menjadi kota termahsyur sepanjang abad dunia, maka konsekwensinya begitu serius: akhirnya kota ini menjadi ajang perebutan dan pertempuran yang tiada henti. Itu konsekwensi primernya. Konsekwensi sekundernya adalah, umat Muslim tidak pernah aman ketika berziarah dan beribadah di Jerusalem, padahal sebenarnya Jerusalem adalah milik umat Muslim saja, karena umat yang lain adalah kafir dan najis.

Di lain pihak, Mekah seujung kuku-pun tidak pernah masuk di dalam wilayah hegemoni bangsa mana pun. Itu menandakan bahwa Mekah dengan seluruh keamanannya sudah dilindungi oleh Allah melalui iradatNya. Intinya, sejak awal Allah Swt sudah MENTERPENCILKAN Kabah dari peradaban dunia, dan hasil akhirnya jelas, Mekah dengan Kabah-nya menjadi kota aman dari berbagai perebutan bangsa-bangsa dunia.

Itulah sebabnya, Alquran selalu menghubungkan kata Mekah dengan kata aman, seperti ayat-ayat di bawah ini:

::: Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan TEMPAT YANG AMAN” (2:125).

::: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri YANG AMAN SENTOSA” (2:126).

::: Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) MENJADI AMANLAH DIA (3:97).

::: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), NEGERI YANG AMAN, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala (14:35).

::: Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) TANAH SUCI YANG AMAN, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok (29:67).

::: dan demi kota (Mekah) YANG AMAN INI (95:3).

Penjelasan:

Perhatikanlah, bahwa ayat-ayat Alquran di atas yang mengenai Mekah, pasti disampirkan dengan kata ‘aman’. Di satu pihak Allah sudah meng-iradat-kan Mekah sebagai kota yang aman, pun di lain pihak Abraham juga berdoa kepada Allah Swt supaya Mekah selalu dijadikan aman (seperti pada ayat 2:125 dan 2:126).

Kemudian pada ayat 29:67, Allah berfirman bahwa Allah telah menjadikan Mekah aman, sementara kota di sekitarnya penuh dengan perampokan dan pembunuhan. Sungguh ayat ini meng-signify kesan bahwa Mekah ‘dibiarkan terpencil’, sementara kota lainnya dibiarkan semarak dengan geliat kehidupan, yang dengan demikian menimbulkan ekses sosial politik yang negatif. Dan dikarenakan Mekah dibiarkan terpencil, maka terbebaslah Mekah dari seluruh ekses sosial politik yang negatif tersebut. ***

Sejarah mencatat, bahwa setidaknya denyut kehidupan mulai bangkit di Mekah (lengkap dengan Kabahnya) pada abad kedua masehi, ya anggaplah memang demikian. Artinya rentang waktu antara benih kehidupan di Mekah dengan kelahiran Muhammad Saw terdapat 300 atau 400 tahun, kurang lebih (600an masehi – 200an masehi = 300 atau 400an masehi).

Coba renungkan. Di Mekah yang mempunyai denyut kehidupan selama 400 tahun saja SUDAH MELAHIRKAN 360 PATUNG BERHALA yang keseluruhannya bercokol di dalam Kabah …..!!! Apalagi kalau denyut kehidupan tersebut telah ada sejak 2000 tahun sebelum masehi??? Kemudian bandingkan dengan Jerusalem, yang denyut kehidupannya telah berlangsung lebih dari 2000 tahun sebelum masehi. Terhitungkah jumlah agama mau pun patung berhala yang berserakan di seantero Jerusalem? Itu belum termasuk begitu banyaknya bangsa di dunia yang bertempur habis-habisan untuk menguasai Jerusalem.

Itulah akibatnya kalau kehidupan dibiarkan ada di sekitar tempat suci sekaliber Masjid Aqsa mau pun Masjid Haram, alias Kabah. Untung saja untuk Mekah, denyut kehidupan tidak pernah singgah di Mekah, agar dengan demikian Mekah dengan Kabahnya tetap aman dan suci, bagi umat Muslim. Allahu akbar!

Ketiga.

Seperti halnya fakta historis yang mengungkapkan bahwa Mekah dengan Kabahnya tidak pernah eksis sepanjang abad di Arabia (anggaplah memang demikian), maka hal senada pun juga terjadi pada Alkitab NTOT.

Tidak ada satu pun ayat di dalam Alkitab NTOT yang menyebut Kabah mau pun Mekah, atau pun juga kisah Abraham yang berziarah ke Mekah. Jangan harap pula terdapat kisah Abraham membangun Kabah bersama Ishmail dituliskan di dalam Alkitab NTOT. Kalau pun ada segelintir ayat di dalam Alkitab NTOT yang ‘diduga’ menyinggung masalah Mekah, itu pun pasti sudah dipelintir tafsir dan klaim-nya oleh seluruh sarjana Alkitab NTOT, tidak terkecuali sarjana Kristen.

Itulah sebabnya banyak orang Kristen yang menghujat Kabah sebagai ide keji dan satanik hasil pekerjaan Muhammad, itu kata orang Kristen. Hal ini disebabkan karena Alkitab NTOT tidak pernah menyebut apapun mengenai Kabah mau pun Mekah. Jadi, karena (atau kalau) Alkitab NTOT tidak pernah sebut Kabah / Mekah, maka itu berarti Kabah adalah tidak lebih dari perangkat satanik karya Nabi Muhammad semata. Itu kata orang Kristen.

Coba renungkan. Anggaplah Alkitab NTOT ada menyebut Kabah dengan Mekahnya, sebagai rumah atau kuil tempat ibadah umat Taurat. Apakah akibat dan konsekwensinya?

Tentu akibat dan konsekwensinya sangat serius dan fatal. Si Yahudi akan berkata bahwa Mekah dengan Kabahnya adalah milik Yahudi, karena disebut di dalam kitabsuci mereka. Si Kristen akan mengklaim bahwa Mekah dengan Kabahnya adalah milik Jesus dan Bunda-maria, karena Mekah dan Kabah ada disebutkan di dalam kitabsuci mereka. Si Muslim pun juga akan berkata demikian. Siapakah yang benar?

Jawabannya hanya didapat melalui perang habis-habisan. Umat Yahudi, Kristen dan Islam akan terus bertempur untuk memperebutkan Mekah dengan Kabahnya, dan pertempuran tersebut pasti tidak akan ada akhirnya. Lebih ironisnya lagi, ribuan bahkan jutaan patung berhala akan bebas berserakan di seantero kota Mekah, padahal sejatinya Mekah adalah kotasuci milik Islam saja, sementara yang lainnya adalah umat kafir dan najis.

Faktanya, kata ‘Mekah’ dan ‘Kabah’ tidak ada disebutkan di dalam Alkitab NTOT. Jadi dengan demikian, praktis Mekah dengan Kabahnya TIDAK PERNAH MENJADI REBUTAN antara Yahudi, Kristen dan Muslim. Artinya, umat Muslim untuk selamanya akan menjadi pemilik tunggal dan alami atas Mekah dengan segenap isinya, karena si Yahudi dan si Kristen TIDAK PERNAH AMBIL PERDULI. ***

Di dalam suatu Alhadis, Muhammad Saw bersabda bahwa seluruh Nabi dan Rasul, kecuali Nabi Adam, sudah dan pernah berhaji ke Kabah di Mekah ini. Dan setiap Muslim pasti mempercayai Alhadis ini sebagai sahih dan kudus.

Jadi, Jesus, Abraham, Salomon, David, Ishmail, Isaac, Noah, Moses, Aaron, Jakob, Ilyas (Elia), Ilyasa (isaiah), dsb, mereka telah dan pernah berhaji ke Kabah. Tentu Kabah pada masa mereka berbeda konsep dengan Kabah pada jaman modern ini. Pada masa mereka, pastilah Kabah-nya hanya di dalam bentuk puing mau pun reruntuhan, karena yang terpenting adalah tempatnya, fondasinya. Fondasinya itulah yang dibangun oleh Nabi Adam sejak semula.

Namun kemudian, mengapa setiap Nabi tersebut tidak menuliskan perjalanan haji mereka ke dalam kitabsuci mereka, yaitu Taurat, Injil mau pun Zabur? Bukankah perjalanan haji mereka itu adalah sesuatu yang rohani, dan merupakan bagian dari perintah Allah Taurat?

Jawabannya adalah mudah, kembali kepada penjelasan di atas: kata Mekah, haji mau pun Kabah tidak boleh disebut-sebut di dalam Alkitab NTOT, agar dengan demikian umat Alkitab NTOT tidak akan mengklaim Mekah dengan Kabahnya sebagai kota suci mereka masing-masing. Kalau Nabi Musa saja misalnya, berhaji dan thawaf di Kabah, kemudian perjalanan hajinya ia kisahkan di dalam kitab risalahnya, maka akibatnya seluruh umat Yahudi dan Kristen akan menganggap Mekah sebagai kota suci mereka. Ini artinya perang abadi melawan Muslim! Dan Mekah akan hancur berantakan. ***

BAGIAN KEDELAPAN: MENURUT PROCOPIUS DARI CAESAREA (ABAD 6 M)

Procopius hidup sekitar tahun 550 M. Dalam bukunya terdapat beberapa kesamaan dengan sumber dari Ibn Ishaq di atas.

Dimulai dengan penganiayaan orang-orang Kristen di Himyar (Yaman)

Sumber: History of the Wars, Procopius of Caesarea | Buku I.xix.1 – 16, 23 – 26; xx.1 – 13:

At about the time of this war Ellesthaeus, the king of the Ethiopians, who was a Christian and a most devoted adherent of this faith, discovered that a number of the Omeritae on the opposite mainland [modern Yemen] were oppressing the Christians there outrageously;

Pada waktu sekitar perang ini, Elesthaeus, raja dari Ethiopia, yang adalah seorang Kristen yang saleh, mendengar bahwa sejumlah orang himyar di wilayah Yaman menganiaya orang Kristen dengan kejam

Kisah penganiayaan ini terdapat dalam buku Ibn Ishaq.

Sumber: Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua | Muhammadiyah University Press, Jilid 1, halaman 25.

Dhu Nawas datang menyerang mereka dengan tentaranya dan memaksa penduduk untuk memeluk agama Yahudi, memberi pilihan kepada mereka antara hidup dan mati, mereka memilih mati. Maka kemudian Dhu Nawas menggali parit untuk mengubur mereka, membakar sebagian dari mereka dengan api, membunuh yang lain dengan pedang, sampai kemudian dia telah membunuh hampir 20.000 penduduk …

Kisah berlanjut di mana raja Himyar kemudian dikalahkan, digantikan oleh raja yang lain dan kemudian naiklah raja Abramus (Abrahah).

Sumber: Procopius, Buku I.xix.1 – 16, 23 – 26; xx.1 – 13:

He therefore collected a fleet of ships and an army and came against them, and he conquered them in battle and slew both the king and many of the Omeritae. He then set up in his stead a Christian king, an Omeritae by birth, by name Esimiphaeus, ….

Sang raja kemudian mengirimkan kapal dan pasukan untuk menyerbu Himyar, dan berhasil menaklukkan mereka dan membunuh Raja Himyar dan banyak penduduknya. Dia kemudian menobatkan seorang keturunan Himyar menjadi raja, yaitu Esimiphaeus, ….

These fellows at a time not long after this, in company with certain others, rose against the king Esimiphaeus and put him in confinement in one of the fortresses there, and established another king over the Omeritae, Abramus by name. Now this Abramus was a Christian, ……

Pengikut-pengikut Esimiphaeus, dengan dibantu beberapa pihak, memberontak terhadap sang Raja dan menahannya dalam satu bentengnya, dan menobatkan raja baru terhadap Himyar, yaitu Abramus. Abramus adalah seorang Kristen …

Kisah ini terdapat juga dalam buku Ibn Ishaq.

Sumber: Ibn Ishaq, halaman 26 – 29

Daus berangkat ke Abissinia dengan membawa surat sang Raja, dan kemudian Raja Abissinia mengirimkan 70.000 tentara ……… Aryat memegang kendali kekuasaan di Yaman selama beberapa tahun, tetapi kemudian Abrahah orang Abissinia memecah kekuasaannya …. Dan orang-orang Abissinia di Yaman menerima Abrahah sebagai pemimpin mereka …

Kisah berlanjut di mana Abramus mengalami 2 kali penyerbuan oleh pasukan Raja Ethiopia, namun berhasil mengalahkan mereka.

Sumber: Procopius, Buku I.xix.1 – 16, 23 – 26; xx.1 – 13:

When Ellesthaeus learned this, he was eager to punish Abramus together with those who had revolted with him for their injustice to Esimiphaeus, and he sent against them an army of three thousand men with one of his relatives as commander. This army, once there, was no longer willing to return home, but they wished to remain where they were in a goodly land, and so without the knowledge of their commander they opened negotiations with Abramus; then when they came to an engagement with their opponents, just as the fighting began, they killed their commander and joined the ranks of the enemy, and so remained there.

Ketika Ellesthaeus mendengar hal ini, dia hendak menghukum Abramus dan pengikutnya yang telah menurunkan Raja Esimiphaeus, dan dia mengirimkan 3000 pasukan dengan seorang kerabatnya sebagai komandan. Namun pasukannya, saat berada di Himyar, tidak lagi ingin pulang, mereka ingin menetap di Himyar yang subur, dan tanpa sepengetahuan sang komandan, mereka bernegosiasi dengan Abramus dan mencapai kata sepakat saat pertempuran akan dimulai. Mereka membunuh sang komandan dan justru bergabung dengan pihak Abramus dan menetap di sana.

But Ellesthaeus was greatly moved with anger and sent still another army against them; this force engaged with Abramus and his men, and, after suffering a severe defeat in the battle, straightway returned home.

Namun Ellesthaeus sangat marah dan mengirimkan lagi pasukan untuk menyerbu Himyar, dan terjadi pertempuran dengan pasukan Abramus. Setelah mengalami kekalahan parah, mereka kembali lagi ke Ethiophia.

Kisah kemudian berlanjut di mana Abramus berjanji untuk menyerbu Persia namun kemudian di tengah jalan membatalkan penyerbuannya ke Persia.

Sumber: History of the Wars, Procopius of Caesarea | Buku I.xix.1 – 16, 23-26; xx.1–13:

Later on Abramus too, when at length he had established his power most securely, promised the Emperor Justinian many times to invade the land of Persia, but only once began the journey and then straightway turned back.

Di kemudian hari setelah kekuasaannya mantap, Abramus berjanji kepada Kaisar Justinian beberapa kali untuk menyerbu Persia, namun hanya sekali melakukan perjalanan dan kemudian langsung kembali lagi.

Uniknya kisah ini muncul dalam buku Ibn Ishaq namun dengan versi yang berbeda di mana dikisahkan Abrahah hendak menyerbu ke Mekah, tempat yang dia sendiri tidak tahu di mana dan siapa pemimpinnya (lihat kembali bagian kesatu). Namun dengan ajaib gajah-gajah mereka tidak mau berjalan menyerbu Mekah, bahkan pasukan Abrahah dijatuhi batu-batu oleh burung-burung.

Sumber: Ibn Ishaq, halaman 38

Tiba-tiba gajah tersebut berlutut, dan Nufail segera melompat dan berlari ke arah puncak gunung. Pasukan Abrahah mencoba untuk membangkitkan gajah tersebut tetapi gagal …… ketika mereka mengarahkan sang gajah ke Yaman maka serta merta gajah tersebut berdiri, tetapi ketika mereka memutar arahnya ke kota Mekah gajah itu kembali mogok. Kemudian tuhan mengirimkan kepada mereka sekawanan burung …. Tiap-tiap burung membawa tiga buah kerikil, seperti buah kacang, satu di paruh dan dua di cakar. Semua yang terkena lemparannya mati …..

Bahkan kisah ini masuk dalam Al-Qur’an.

QS 105: 1 – 5

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? # Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?, # dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, # yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, # lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Terlihat bagaimana Ibn Ishaq telah memelintir sejarah Abrahah demi kepentingan muslim dan Arab:

  • Pasukan yang hendak menyerbu ke Persia, diplintir katanya hendak menyerbu ke Mekah, dengan alasan mau balas dendam karena ada orang Quraish yang merusak katerdral milik Abrahah di Yaman.
  • Pasukan yang membatalkan niat menyerbu, diplintir katanya sang gajahlah yang tidak mau jalan.
  • Tidak ada sama sekali korban jiwa di pasukan Abrahah, diplintir katanya banyak yang mati karena dijatuhi kerikil sebesar kacang oleh burung.
  • Bahkan Al-qur’an sendiri harus menambahkan kalimat dalam tanda kurung untuk mengaitkan dengan Ka’bah.
  • Bagaimanapun usaha sejarawan muslim dan Ibn Ishaq mendistorsi kisah ini tetap menimbulkan keganjilan, yaitu:
  • Abrahah tidak tahu di mana kota Mekah sampai harus diantar oleh orang Thaif
  • Abrahah tidak tahu siapa pemimpin kota Mekah sampai harus bertanya-tanya.

ORANG MAU BERPERANG KOK TIDAK TAHU SIAPA YANG MAU DISERBU DAN DI MANA HARUS DISERBU ?!? Piye to iki mas???

Penjelasan Islamthis untuk bagian kedelapan ini.

Tidak usah jauh-jauh.

  • Tradisi Natal tanggal 25 Desember, ternyata ada tradisi tandingannya, yaitu tanggal kelahiran dewa matahari bangsa anu-anu.
  • Tradisi Tuhan punya anak dan anak itu kemudian mati untuk menebus dosa manusia, juga punya tradisi tandingannya yaitu tradisi Mithra Persia yang punya anak kemudian dikorbankan untuk penebus dosa.
  • Tradisi salib nya Kristen, ternyata juga ada tradisi tandingannya, yaitu bahwa benda salib sudah lama digunakan bangsa anu-anu sebagai penebus dosa.
  • Bahkan kemudian, tradisi banjir besar Nabi Nuh di dalam Alkitab, ternyata ada juga tandingannya, yaitu banjir besar Gilgamesh nya bangsa Sumeria.
  • Tidak ketinggalan, tradisi Trinitas Kristen, ternyata juga mempunyai tandingan, yaitu tradisi Trinitas bangsa dan agama anu-anu, jauh sebelum kelahiran Kristen.

Mana yang benar? Tradisi milik Kristen, atau tradisi milik bangsa anu-anu?

Namun bagi Muslim, yang benar adalah apa yang diamanatkan Allah Swt di dalam Alquran. Itu semua karena berdasarkan fakta, bahwa semua apa yang ada di dalam Alquran, terbukti benar, dan tidak pernah dapat dipalsukan. Ingat, Allah Swt telah berfirman, “Akulah yang menurunkan Alquran itu, maka Aku jugalah yang akan memelihara Alquran itu ….”.

Muslim akan percaya kepada kisah banjir besar jaman Nabi Nuh, bukan karena kisah itu tertulis di dalam Alkitab NTOT-nya orang Kristen, namun karena kisah itu tertulis di dalam Alquran. Begitu juga dengan kisah laut terbelah pada jaman Nabi Musa, umat Muslim percaya kepada kisah itu, bukan karena dikisahkan oleh Alkitab NTOT, melainkan karena dikisahkan di dalam Alquran. Begitu seterusnya.

Muslim tidak akan percaya kepada apa yang dikisahkan di dalam Alkitab NTOT, karena Alkitab NTOT penuh dengan kepalsuan. Kebalikannya, Muslim hanya akan percaya kepada apa yang tertulis di dalam Alquran, dan kepada apa yang disampaikan Nabi Muhammad Saw, karena Alquran sudah jelas-jelas memperoleh jaminan pemeliharaan dari Allah Swt, sementara kitabsuci lainnya tidak mempunyai jaminan pemeliharaan dari Tuhan mana pun, termasuk Alkitab NTOT ini.

Jadi kalau Alquran mempunyai tradisi serangan Raja Abrahah kepada Kabah ini, sementara kisah ini mempunyai tradisi tandingannya –seperti yang diungkapkan di dalam artikel ini, maka hal itu sebenarnya adalah biasa. Namun selanjutnya, Muslim hanya percaya kepada tradisi yang dibawa Alquran dan juga Nabi Muhammad Saw, yaitu bahwa Raja Abrahah telah menyerang Kabah, dan dihalau oleh burung Ababil yang datang dari sisi Allah Swt. Itu semua dikarenakan Alquran lebih mempunyai bobot untuk dipercaya –dibanding sumber lainnya, walau pun itu adalah karya Pliny, Procopius, atau siapa pun. Ingat, Pliny dsb-nya adalah manusia biasa, sementara Allah Swt adalah di atas segala-galanya, Yang Maha Mengetahui.

Kalau ada manusia yang ingin mempertanyakan atau menguji keunggulan Alquran di dalam hal kesahihan dan autentisitas, silahkan dicoba. Pada akhirnya Alquran-lah yang akan menang, dan kitabsuci lainnya akan hancur bergelimpangan di setiap lereng pendakian. ***

KESIMPULAN.

Dari uraian di atas yang membahas catatan sejarah dalam rentang waktu 550 SM hingga 550 M jelas tidak ada laporan tentang keberadaan kota Mekah ataupun kota dengan ciri-ciri Mekah. Konsekuensinya adalah klaim Mekah, Kabah dan Zamzam sudah ada di jaman Abraham, adalah klaim bohong belaka.

Beberapa pakar muslim mengakui hal ini, berikut kutipannya:

1) Dr. Taha Hussein, seorang profesor dari Mesir, pendapatnya dikutip dalam buku Mizan al Islam karya Anwar Jundi, halaman 170:

“Dalam kasus cerita Abraham dan Ismail membangun Kabah cukup jelas, cerita ini MUNCUL BELAKANGAN di saat Islam mulai berkembang. Islam mengeploitasi kisah ini untuk kepentingan agama”.

Siapa DR. Taha Husayn.

Dikutip dari: Encyclopaedia Britannica edisi 2003 | Sub Topik: Taha Hussein

Lahir Nov. 14, 1889, Maghaghah, Mesir | Meninggal Oct. 28, 1973, Kairo.

Figur yang menonjol dalam khasanah Mesir modern …..Di tahun 1902 dia belajar di Al-Azhar, Kairo …… Di tahun 1908 dia masuk Universitas Kairo dan di tahun 1914 menjadi orang pertama yang meraih gelar doktor …… Taha menjadi professor Kebudayaan Arab di Universitas Kairo, karirnya dipenuhi gejolak karena pandangan-pandangan kritisnya yang sering membuat marah kaum Islam ortodoks. ….

Tahun 1926 dia menerbitkan buku On Pre-Islamic Poetry, dalam buku ini dia menyimpulkan beberapa syair yang dinyatakan pra Islam sebetulnya adalah pemalsuan oleh muslim kemudian karena beberapa alasan, salah satunya adalah untuk memberikan otoritas kepada Al-Qur’an. Karena buku ini, dia dinyatakan kafir. ….. Taha kemudian menjabat sebagai Menteri Pendidikan di tahun 1950 – 1952 …..

2) W Aliyudin Shareef, dalam buku In Response to Robert Morey’s Islamic Invasion, halaman 3–4: “Pada masa sebelum Islam, Ismail TIDAK PERNAH DISEBUTKAN sebagai Bapa Bangsa Arab”.

3) Muhammad Husain Haekal, Dalam bukunya: Sejarah Hidup Muhammad | BAGIAN KEDUA: MEKAH, KA’BAH DAN QURAISY.

….. Untuk mengetahui sejarah dibangunnya kota ini SUNGGUH SUKAR SEKALI. MUNGKIN sekali ia bertolak ke masa ribuan tahun yang lalu. ……. MUNGKIN sekali Ismail anak Ibrahim itu orang pertama yang menjadikannya sebagai tempat tinggal, …. Kalau Ismail adalah orang pertama yang menjadikan Mekah sebagai tempat tinggal, maka sejarah tempat ini sebelum itu GELAP SEKALI.

Tentu saja sejarah Mekah Pra Islam GELAP SEKALI karena memang belum ada di jaman Abraham dan Ismail

4) Martin Lings

Dalam bukunya: Muhammad – Kisah Hidup Nabi Berdasar Sumber Klasik,

Serambi Ilmu Semesta, 2002, halaman 10.

… Ada 2 pusat suci yang melingkupi Ibrahim: satu di daerahnya, dan satu lagi MUNGKIN BELUM DIKETAHUI, dan MUNGKIN KESANALAH Hajar dan Ismail dituntun, ke suatu lembah tandus di Arabia ……. Lembah itu bernama Bakah.

Tentu saja sejarah Mekah Pra Islam BELUM DIKETAHUI, karena memang belum ada di jaman Abraham dan Ismail

Jadi, kapan kota Mekah dan Kabah didirikan?:

  • Dengan mengacu pada puisi pra-Islam yang digantung di Kabah jelas mengindikasikan pembangun kuil adalah Quraish. Pembangunan kuil biasanya bersamaan dengan pem-bangunan kota. Quraish sendiri kemungkinan besar hidup di akhir abad ke 2 M.
  • Dengan berandai-andai bahwa Macoraba memang adalah Mekah tetap saja kota ini baru muncul di panggung sejarah sekitar pertengahan abad 2 M.

Dapat dinyatakan bahwa kota Mekah dan Kabah baru ada paling cepat di abad ke 2 M.

Jadi kapan mata air Zamzam dan Batu hitam ditemukan:

Sumur Zamzam dan batu hitam baru ditemukan pertama kali oleh Abdul Muthallib sang kakek Muhammad SAW di awal tahun 500-an M.

Penjelasan Islamthis untuk bagian KESIMPULAN ini.

Untuk mereka yang menyatakan atau menyimpulkan bahwa tidak pernah ada masa lalu untuk Mekah dengan Kabahnya di gurun Arabia, maka sebenarnya mereka tidak mengetahui apa arti kata ‘aman’ untuk kota Mekah. Mereka harus berpikir lebih serius lagi untuk dapat memahami ayat per ayat di dalam Alquran, khususnya mengenai kota Mekah, mengapa Allah menyebut Mekah dengan kata ‘aman’.

Fakta bahwa kota Mekah dengan Kabahnya tidak pernah eksis atau tidak pernah tercatat sepanjang sejarah Arabia di dalam buku sejarah mana pun, sungguh, itu bukanlah argumentasi untuk meruntuhkan Islam, melainkan kebalikannya, bahwa fakta itu merupakan argumentasi untuk membenarkan Islam.

Wallahu a’lam bishawab.

Pandangan Kristen Mengenai Ibadah Haji

pandangan-mataIbadah Haji merupakan Ibadah menyembah berhala.

1. Upacara Ibadah Haji sebagai Ibadah Menyembah Berhala.

Melakukan upacara ibadah haji telah dilakukan oleh bangsa Arab jauh sebelum Muhammad lahir. Dengan demikian upacara ibadah haji ini bukanlah ibadah agama yang baru dilaksanakan sejak agama bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad. Oleh sebab itu upacara ibadah haji yang sekarang ini hanya merupakan kelanjutan dari upacara ibadah haji bangsa Arab yang sejak dahulu kala dilaksanakan jauh sebelum Muhammad lahir dalam rangka bangsa Arab menyembah kelompok berhala yang berada di Ka’bah Mekkah yang berjumlah 360 patung berhala (Hadits Shahih Bukhari No. 1187).

Pada waktu itu Ka’bah di Mekkah telah merupakan pusat penyembahan berhala antara lain adalah Hajar Aswad, Laata, Manaata, Uzza dan lain-lain. Menurut Hadits Shahih Bukhari No.843, pada waktu itu bangsa Arab melakukan upacara ibadah haji dalam rangka penyembahan kelompok berhala yang 360 jumlahnya dengan cara melakukan thawaf yaitu berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dalam keadaan telanjang bulat tanpa busana sambil bertepuk tangan.

“Dari Abu Hurairah r.a katanya: “Abu Bakar Siddik ditugaskan oleh Rasulullah SAW sebelum haji wada untuk memimpin satu kaum pada hari Nahar melakukan haji, kemudian memberitahukan kepada orang banyak, suatu pemberitahuan: Ketahuilah! Sesudah tahun ini orang-orang musrik tidak boleh lagi haji dan tidak boleh thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang. Sebelum Islam, orang-orang musrik Arab telah melakukan juga pekerjaan haji menurut cara mereka sendiri. Antara lain ialah thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang bulat sambil bertepuk tangan” (Hadits Shahih Bukhari No. 843).

2. Upacara Ibadah Haji sebagai Ibadah Agama bangsa Arab.

Sejak Muhammad menyiarkan agama Islam maka bangsa Arab yang melakukan ibadah haji tidak boleh lagi telanjang bulat tetapi seluruh anggota badan harus ditutupi dengan kain putih (ihram) dengan catatan tidak boleh memakai baju-dalam dan celana-dalam dan tidak boleh bertepuk tangan.

Menurut Surat 3 Ali Imraan ayat 97, setiap orang yang mampu harus melakukan upacara ibadah haji sebagai kewajiban penyembahan kepada Allah. Melakukan upacara ibadah haji berarti harus datang ke tempat Ka’bah di Mekkah untuk menyembah Allah secara langsung.

Walaupun dikatakan dalam surat 3 Ali Imraan ayat 97 bahwa melakukan upacara ibadah haji hanya bagi orang-orang yang mampu saja yaitu orang-orang kaya saja dan bukan untuk orang-orang yang miskin, tetapi karena menurut Hadits Imam At Turmudzi yang menyatakan bahwa Mekkah adalah kota dengan 100.000 kebaikan yang memberikan beratus-ratus ribu pahala, maka orang miskin pun berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melakukan upacara ibadah haji dengan cara menjual harta benda mereka yang terbatas itu secara habis-habisan.

Kebaikan dan pahala yang akan diperoleh jika mengunjungi Mekkah menurut Hadits Imam At Turmudzi adalah sebagai berikut:

  1. Mekkah adalah kota dengan 100.000 kebaikan.
  2. Orang yang sekali saja shalat di Mekkah akan mendapatkan pahala yang sama seperti 100.000 shalat.
  3. Orang yang berpuasa sehari saja di Mekkah akan mendapat pahala sama dengan 100.000 hari puasa.

Semua hal-hal yang dinyatakan dalam Hadits tersebut di atas jelas-jelas telah MEMBERHALAKAN kota Mekkah dengan Ka’bahnya. Lalu selanjutnya, sebagiamana diketahui bahwa ajaran agama bangsa Arab ialah mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya sehingga ibadah apapun yang mereka laksanakan adalah dalam rangka cari pahala. (… dst; beberapa bagian saya hilangkan untuk mempersingkat penulisan …. Islamthis).

Oleh sebab itulah dalam kenyataanya orang berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melakukan upacara ibadah haji. Walaupun di dalam Alquran ditentukan bahwa melakukan upacara ibadah haji hanya bagi orang yang mampu saja atau hanya bagi orang-orang yang terbilang kaya saja, tetapi karena pahala yang dijanjikan begitu besar jumlahnya, yaitu beratus ribu dan jika tinggal di Mekkah sekurang-kurangnya satu minggu akan mendapat pahala berjuta-juta kali, maka tidak heranlah jika orang-orang miskin yang tidak mampu pun berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melaksanakan upacara ibadah haji ini. Untuk mencari dana atau uang untuk biaya ibadah haji ini orang tidak segan-segan menjual seluruh harta bendanya yang jumlahnya sudah terbatas.

Bahkan ada orang yang sampai melakukan penipuan demi memperoleh uang untuk biaya haji. Ada sementara orang bahkan mencuri atau berkorupsi agar memperoleh uang untuk biaya upacara ibadah haji. Mereka sampai berani mencuri atau berkorupsi

karena menurut Hadits Shahih Bukhari No. 647 yang menyatakan bahwa walaupun mereka mencuri dan berzina, maka mereka tetap akan masuk surga, asalkan tidak syirik.

“Abu Dzar mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: seorang datang kepadaku dari Tuhanku membawa berita: “Sesungguhnya, barangsiapa diantara umatku yang mati, sedangkan dia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, orang itu masuk surga”. Aku bertanya: Sekalipun orang itu berzina dan mencuri? Jawab Nabi: Ya, sekalipun dia berzina dan mencuri” (Hadits Shahih Bukhari No. 647).

Pada lazimnya upacara ibadah haji memakan waktu sekitar enam hari lamanya. Hal yang dilakukan dalam upacara ibadah haji adalah:

  1. Harus berpakaian ihram
  2. Datang ke masjidil Haram di Mekkah dan langsung menuju ke sudut Ka’bah di mana batu hitam Hajar Aswad berada untuk memulai thwaf qudum …… (… dst; beberapa bagian saya hilangkan untuk mempersingkat penulisan …. Islamthis).

Sebelum dilakukan thawaf qudum maka pelaksana upacara ibadah haji harus membaca doa talbiyah yang berbunyi sebagai berikut:

Labbaik alaahumma labbaik

Labbaika laa Syarikalaka labaik

Innal hamda wan nimata laka walmulk

Laa Syariika laka 3 x

Dengan demikian pada waktu pelaksana upacara ibadah haji memasuki Masjidil Haram maka ia harus langsung menuju ke sudut Ka’bah di mana batu hitam Hajar Aswad ditempatkan sambil membaca doa ta’biyah tersebut diatas.

Kemudian setelah sampai di muka batu hitam Hajar Aswad lalu membungkuk dan menyembah sambil mencium batu hitam tersebut. Setelah mencium batu tersebut barulah ia dapat melakukan thawaf qudum (thawaf selamat datang) berjalan keliling Ka’bah sebanyak tujuh kali.

“Dari Jabir bin Abdullah r.a katanya: Tatkala Rasulullah saw tiba di Mekkah, mula-mula beliau datangi hajar aswad lalu beliau cium. Kemudian beliau berjalan ke kanan lalu berlari-lari kecil tiga kali putaran dan berjalan kaki empat kali putaran” (Hadits Shahih Muslim No. 1190).

“Dari Ibnu Umar r.a katanya: Tidak pernah saya tidak menyentuh kedua sudut ini, baik dalam keadaan sulit maupun dalam keadaan lapang, semenjak saya mlihat nabi saw menyentuh kedua-duanya” (Hadits Shahih Bukhari No. 835).

Dari uraian di atas dapat dilihat dengan jelas bahwa batu hitam yang bernama Hajar Aswad yang terletak di salah satu sudut Ka’bah yaitu Ka’bah di mana Hajar Aswad sangat didewa-dewakan dan dianggap sebagai Allah yang maha besar (Allahu Akbar).

Oleh sebab itulah setiap pengikut agama bangsa Arab harus sujud dan menyembahnya pada setiap kali melakukan shalat. Ka’bah di mana Hajar Aswad ditempatkan dianggap sangat suci sekali sehingga orang yang berada disekitar Ka’bah dilarang menghadap atau membelakangi Ka’bah pada waktu buang air atau hajat besar di ruangan terbuka seperti tanah lapang atau padang pasir.

Setiap pengikut agama bangsa Arab yang akan melakukan shalat di mana pun dia berada harus menghadapkan dirinya ke arah Hajar Aswad yang ditempatkan di sudut Ka’bah atau berkiblat ke Mekkah, karena Ka’bah ada dalam kota Mekkah dan Ka’bah itulah tempat tinggal atau rumah Allah atau tempatnya Hajar Aswad.

Jika kita perhatikan dalam AlQuran surat 1 Al Faatihah ayat 1 yaitu ayat Basmalah yang menyatakan bahwa Allah ialah zat atau asal mula benda yang maha suci yang disembah dengan sebenarnya, maka benda yang dimaksud adalah benda batu hitam Hajar Aswad yang oleh bangsa Arab disembah dan dipuja sejak jaman dahulu sebelum Islam disiarkan oleh Muhammad. Hanya pada waktu itu Hajar Aswad disembah dan dipuja bersama-sama dengan 359 berhala lainnya termasuk berhala-berhala perempuan Laata, Manaata dan Uzza. Pada waktu itu agama bangsa Arab sifatnya polytheisme yaitu menyembah banyak Tuhan sampai jumlahnya 360 patung berhala tang didewakan sebagai Tuhan-Tuhan.

Tetapi setelah agama bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad maka 359 patung-patung berhala di singkirkan dari Ka’bah (Hadits Shahih Bukhari No. 832) kecuali Hajar Aswad yang tetap tinggal karena agama bangsa Arab yang baru mengajarkan hanya menyembah satu Tuhan sehingga agama bangsa Arab yang bersifat polytheisme diubah menjadi monotheisme yaitu hanya menyembah satu Tuhan yang dalam hal ini menyembah satu berhala batu hitam yang bernama Hajar Aswad.

Mendewa-dewakan dan menyembah batu hitam Hajar Aswad yang dilakukan oleh Muhammad ternyata membuat gusar pengikut Muhammad yang setia yaitu Umar bin Khathab. Umar bin Khathab yang telah mengimani rukun iman ke tiga dari agama islam yang percaya pada Taurat, Zabur dan Injil, mengetahui benar bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah yang hidup, yang dapat memelihara dan melindungi. Dia pun mengetahui bahwa sebagian dari Taurat, Zabur dan Injil telah dimasukkan ke dalam Al Quran antara lain didalam surat 3 Ali Imraan ayat 150, surat 6 Al An Aam ayat 102, surat 42 Asy Syuuraa ayat 28, surat 59 Al Hasyr ayat 23.

Lain dari pada itu juga Umar bin Khathab pun mengetahui bahwa Al- Quran adalah bagian dari Alkitab seperti disebutkan didalam surat 43 Az Zukruf ayat 4, dan surat 26 Asy Syu’araa ayat 196.

Oleh sebab itu pada prinsipnya Umar bin Khathab tidak mau sujud menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut karena dia mengetahui benar bahwa batu hitam itu tidak lain adalah benda mati yang tidak mungkin dapat menciptakan langit dan bumi apalagi sebagai pemelihara, penjaga dan penolong.

Tetapi karena Muhammad sendiri telah memberi contoh untuk menyembah batu hitam tersebut, maka sebagai pengikut yang setia kepada Muhammad, akhirnya tidak ada jalan lain bagi Umar bin Khathab untuk juga menyembah dan mencium batu tersebut walaupun dalam hatinya tetap tidak bisa menerima kenyataan ini sehingga ia bersungut-sungut pada waktu menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut.

Hal ini dapat disaksikan dalam Hadits Shahih Bukhari maupun Hadits Shahih Muslim sebagaimana dinyatakan berikut ini:

“Dari Umar r.a katanya: Bahwasanya dia datang mendekati Hajar Aswad (batu hitam) lalu dia manciumnya, katanya: “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberi mudharat dan tidak pula memberi manfaat. Jikalau tidaklah karena saya melihat nabi saw mencium engkau, niscaya saya tidak akan menciummu pula” (Hadits Shahih Bukhari No. 830).

Dari Salim r.a katanya: “bapaknya menceritakan kepadanya bahwa Umar bin Khathab mencium Hajar Aswad, kemudian Umar berkata: Ketahuilah, demi Allah! Aku tahu engkau hanya batu. Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah saw menciummu, aku tidak akan menciummu” (Hadits Shahih Muslim No. 1222).

3. Keadaan lokasi di mana upacara Ibadah Haji dilaksanakan.

Adapun tempat-tempat yang menjadi lokasi dari upacara ibadah haji ialah kota Mekkah dan sekitarnya yaitu Musdalifa, Mina, padang pasir Arafah.

Menurut surat 2 Al Baqarah ayat 125 maka tempat tersebut di atas adalah tempat yang aman untuk manusia untuk berkumpul.

“Dan (ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah ini (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumahKu untuk orang-orang yang thawaf, yang itikaf yang ruku dan yang sujud.” (Surat 2 Al Baqarah ayat 125)

Pada masa kini apakah tempat-tempat yang harus dikunjungi dalam rangka melaksanakan upacara ibadah haji masih aman untuk manusia berkumpul? Dalam kenyataannya keamanan sudah tidak lagi bisa dijamin. Ratusan ribu bahkan jutaan manusia berkumpul setiap tahun di Mekkah dan sekitarnya mengikuti upacara ibadah haji dan sekurang-kurangnya 3000 jemaah haji meninggal setiap tahunnya di Mekkah dan sekitarnya, bahkan kalau ada malapetaka, maka yang meninggal sampai berjumlah puluhan ribu jemaah haji.

Mungkin pada zaman nabi Muhammad masih hidup maka tempat tersebut masih dianggap aman. Akan tetapi pada waktu sekarang ini keamanan sudah tidak terjamin lagi karena banyaknya terjadi malapetaka disekitar Mekkah, misalnya sering terjadi kebakaran, demikian juga stampede, yaitu terinjak-injak oleh jemaah haji lainnya. Banyak tukang copet dan penculik wanita, hingga banyak wanita dinyatakan hilang atau mati.

Itulah sebabnya, karena keamanan tidak terjamin lagi, maka didalam Masjidil Haram dibuat tempat khusus bagi raja Saudi Arabia yaitu tempat yang dipagar dan dikurung dengan kaca anti peluru.

Dengan demikian surat 2 Al Baqarah ayat 125 pada saat ini sudah tidak tepat dan tidak relevan lagi karena tidak sesuai dengan kenyataannya.

——————————————————–

Sumber, http://jemaatkristen.blogspot.com/2012/07/ibadah-haji-merupakan-ibadah-menyembah.html

Tanggapan Islamthis,

Kapirit,

1. Upacara Ibadah Haji sebagai Ibadah Menyembah Berhala.

Melakukan upacara ibadah haji telah dilakukan oleh bangsa Arab jauh sebelum Muhammad lahir. Dengan demikian upacara ibadah haji ini bukanlah merupakan ibadah agama yang baru dilaksanakan sejak agama bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad. Oleh sebab itu upacara ibadah haji yang sekarang ini hanya merupakan kelanjutan dari upacara ibadah haji bangsa Arab yang sejak dahulu kala dilaksanakan jauh sebelum Muhammad lahir dalam rangka bangsa Arab menyembah kelompok berhala yang berada di Ka’bah Mekkah yang berjumlah 360 patung berhala (Hadits Shahih Bukhari No. 1187).

Pada waktu itu Ka’bah di Mekkah telah merupakan pusat penyembahan berhala antara lain adalah Hajar Aswad, Laata, Manaata, Uzza dan lain-lain. Menurut Hadits Shahih Bukhari No.843, pada waktu itu bangsa Arab melakukan upacara ibadah haji dalam rangka penyembahan kelompok berhala yang 360 jumlahnya dengan cara melakukan thawaf yaitu berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dalam keadaan telanjang bulat tanpa busana sambil bertepuk tangan.

“Dari Abu Hurairah r.a katanya: “Abu Bakar Siddik ditugaskan oleh Rasulullah SAW sebelum haji wada untuk memimpin satu kaum pada hari Nahar melakukan haji, kemudian memberitahukan kepada orang banyak, suatu pemberitahuan: Ketahuilah! Sesudah tahun ini orang-orang musrik tidak boleh lagi haji dan tidak boleh thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang. Sebelum Islam, orang-orang musrik Arab telah melakukan juga pekerjaan haji menurut cara mereka sendiri. Antara lain ialah thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang bulat sambil bertepuk tangan” (Hadits Shahih Bukhari No. 843).

Islamthis:

Harap Sdr fahami bahwa ibadah haji yang merupakan ritus di dalam Islam, merupakan peninggalan dari sunnah Nabi Ibrahim as.

Pada awalnya keluarga Nabi Ibrahim memulai ritus haji yang berpusat pada Kabah, karena keluarga Ibrahimlah yang membangun (reruntuhan) Kabah itu sebagai pusat ritus agama Tuhan Surgawi.

Karena merupakan sunnah Nabi Ibrahim, maka ritus haji itu juga ditunaikan oleh umat Nabi Ibrahim, sebagai bentuk ketaatan dan kesalehan kepada Tuhan Surgawi (Tuhan Taurat).

Namun kemudian, semakin lama tatacara ritus haji yang berpusat pada Kabah itu mengalami dekadensi, mengalami penyimpangan yang dilakukan oleh umat manusia, tanpa kendali dan tanpa batas.

Hal itu diperparah dengan semakin menjamurnya trend membuat patung berhala sepeninggal keluarga Nabi Ibrahim as. Dan lama kelamaan patung-patung berhala tersebut diletakkan di Kabah dan sekitar Kabah, yang menurut mereka merupakan bagian dari kecintaan mereka kepada Nabi mereka yang sudah lama wafat, yaitu Nabi Ibrahim.

Klimaksnya adalah pada masa kelahiran Nabi Muhammad Saw. Pertanyaannya adalah, mengapa Nabi Muhammad Saw dilahirkan di sekitar Kabah? Jawabannya adalah, karena ritus Illahiah yang berpusat pada Kabah (seperti thawaf, dsb) telah banyak DIKORUPSI oleh umat manusia di dalam kesesatan dan kekejian.

Dan ketika Muhammad Saw telah menjadi Nabi dan mempunyai kekuasaan politik atas Mekah, maka dilakukanlah OPERASI BERSIH-BERSIH atas Kabah, karena Kabah adalah milik Tuhan Surgawi, Tuhannya Nabi Adam, Tuhanya Yakub, Tuhannya Salomon, dsb. Semua berhala yang MENAJISKAN Kabah, dihancurkan; dan mengembalikan kepemilikan Kabah itu kepada Allah Swt, Allahnya Perjanjian-lama.

Jadi, sekilas terlihat, bahwa ritus haji merupakan peninggalan kaum paganis Mekah. Namun Sdr jangan pendekkan view Sdr di dalam hal ritus haji ini pada hanya sebatas pada kisah Nabi Muhammad Saw. Panjangkan view-nya, yaitu sampai kepada kisah keluarga Nabi Ibrahim.

Mengapa saya katakan bahwa Sdr harus memperpanjang view-nya sampai kepada jaman keluarga Nabi Ibrahim? Jawabannya adalah, KARENA FAKTA-NYA MEMANG DEMIKIAN. Kisah apapun seputar Kabah, TIDAK BISA DIPISAHKAN DARI KISAH KELUARGA NABI IBRAHIM AS ….. dan kelak kisah ini akan dilanjutkan oleh kenabian Muhammad Saw.

Mengenai thawaf telanjang, ya memang demikian ritus haji pada jaman jahiliyah itu, yang sebenarnya merupakan hasil penyimpangan oleh orang-orang sepeninggal Nabi Ibrahim. Maka dari itu Nabi Muhammad Saw diutus untuk MELAKUKAN KOREKSI MENDASAR atas tata-ritus ibadah haji.

Alhasil, ritus haji yang berpusat pada Kabah, bukanlah peninggalan kaum pagan Mekah, melainkan peninggalan dan warisan keluarga Ibrahim. Celakanya, antara keluarga Ibrahim dengan Nabi Muhammad Saw, terdapat penyimpangan ritus yang dilakukan oleh umat manusia yang keji. Sdr harus dapat fahami hal tersebut dengan baik. ***

Kapirit,

2. Upacara Ibadah Haji sebagai Ibadah Agama bangsa Arab.

Sejak Muhammad menyiarkan agama Islam maka bangsa Arab yang melakukan ibadah haji tidak boleh lagi telanjang bulat tetapi seluruh anggota badan harus ditutupi dengan kain putih (ihram) dengan catatan tidak boleh memakai baju-dalam dan celana-dalam dan tidak boleh bertepuk tangan.

Menurut Surat 3 Ali Imraan ayat 97, setiap orang yang mampu harus melakukan upacara ibadah haji sebagai kewajiban penyembahan kepada Allah. Melakukan upacara ibadah haji berarti harus datang ke tempat Ka’bah di Mekkah untuk menyembah Allah secara langsung.

Walaupun dikatakan dalam surat 3 Ali Imraan ayat 97 bahwa melakukan upacara ibadah haji hanya bagi orang-orang yang mampu saja yaitu orang-orang kaya saja dan bukan untuk orang-orang yang miskin, tetapi karena menurut Hadits Imam At Turmudzi yang menyatakan bahwa Mekkah adalah kota dengan 100.000 kebaikan yang memberikan beratus-ratus ribu pahala, maka orang miskin pun berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melakukan upacara ibadah haji dengan cara menjual harta benda mereka yang terbatas itu secara habis-habisan.

Kebaikan dan pahala yang akan diperoleh jika mengunjungi Mekkah menurut Hadits Imam At Turmudzi adalah sebagai berikut:

  1. Mekkah adalah kota dengan 100.000 kebaikan.
  2. Orang yang sekali saja shalat di Mekkah akan mendapatkan pahala yang sama seperti 100.000 shalat.
  3. Orang yang berpuasa sehari saja di Mekkah akan mendapat pahala sama dengan 100.000 hari puasa.

Semua hal-hal yang dinyatakan dalam Hadits tersebut di atas jelas-jelas telah MEMBERHALAKAN kota Mekkah dengan Ka’bahnya. Lalu selanjutnya, sebagiamana diketahui bahwa ajaran agama bangsa Arab ialah mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya sehingga ibadah apapun yang mereka laksanakan adalah dalam rangka cari pahala. (… dst; beberapa bagian saya hilangkan untuk mempersingkat penulisan …. Islamthis).

Islamthis,

Jujur saya terheran-heran dengan istilah yang Sdr gunakan di dalam deskripsi Sdr: MEMBERHALAKAN KOTA MEKAH DENGAN KABAH-NYA.

Boleh saya tanya? Dari mana Sdr dapat istilah itu untuk kota Mekah dan ritus hajinya? Dan apakah Sdr faham apakah yang dimaksud dengan BERHALA dan MEMBERHALAKAN?

Berhala adalah, suatu patung dan benda-mati, yang dianggap memiliki kekuatan mahadahsyat, dan digunakan oleh manusia untuk mengatasi masalah. Dan oleh karenanya benda tersebut disembah dan dihormati.

Dengan menggunakan definisi tersebut, maka bukankah Kristen-lah yang mengadopsi sistem berhala? Lihat orang Kristen itu, mereka menggunakan (mengacung-acungkan) benda berbentuk salib untuk mengusir Setan. Orang Kristen juga menggunakan benda salib untuk membunuh dracula. Bahkan orang Kristen menempatkan patung2 Jesus mau pun patung Bundamaria di dasar laut supaya laut menjadi tenang, dan memberikan banyak ikan. Itulah yang dimaksud dengan BERHALA DAN PEMBERHALAN.

Bagaimana dengan kota vatican? Ketika natal mau pun paskah, orang katholik di dunia berduyun2 ke vatican-city untuk merayakan hari keagamaan bersama sri-paus. Bukankah hal tersebut juga dapat dikatakan MEMBERHALAKAN kota vatican? Bagaimana juga dengan bethelem? Bukankah orang Kristen berduyun2 ke bethelem dan Yerusalem untuk merayakan natal dan paskah di kedua kota tersebut? Sdr ini manusia macam apa?

Muslim dengan Mekahnya. Kristen dengan vatican, Yerusalem dan betlehemnya. Orang Hindu dengan sungai gangga-nya. Umat Buddha dengan puncak himalaya-nya. Apakah ada yang salah dengan hal itu menurut fikiran Sdr?

Apakah Sdr sendiri ketika beribadah kepada Tuhan Sdr, Sdr tidak mengharapkan atau mendapat pahala (yang banyak dan besar) dari Tuhan Sdr? Bagaimana jawaban Sdr? ***

Kapirit,

Oleh sebab itulah dalam kenyataanya orang berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melakukan upacara ibadah haji. Walaupun di dalam Alquran ditentukan bahwa melakukan upacara ibadah haji hanya bagi orang yang mampu saja atau hanya bagi orang-orang yang terbilang kaya saja, tetapi karena pahala yang dijanjikan begitu besar jumlahnya, yaitu beratus ribu dan jika tinggal di Mekkah sekurang-kurangnya satu minggu akan mendapat pahala berjuta-juta kali, maka tidak heranlah jika orang-orang miskin yang tidak mampu pun berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melaksanakan upacara ibadah haji ini. Untuk mencari dana atau uang untuk biaya ibadah haji ini orang tidak segan-segan menjual seluruh harta bendanya yang jumlahnya sudah terbatas.

Islamthis,

Mengenai banyaknya Muslim miskin yang berlomba2 mencari uang untuk berhaji, maka apakah itu urusan Sdr sebagai orang Kristen? Mereka tidak meminta uang kepada Sdr, mereka tidak mencuri harta Sdr. Mengapa Sdr yang uring2an?

Islam sebenarnya tidak mengajarkan umatnya (yang miskin) untuk MENGADA2KAN UANG supaya bisa berhaji. Ada yang menjual tanah, ada yang menjual rumah, ada yang menggadaikan eska pns-nya. Ada yang berhutang sana-sini. Ada yang menggadaikan emas, dsb. Sekali lagi, Islam tidak pernah ajarkan yang demikian. Justru Islam sudah tekankan, JANGAN SAMPAI TERJADI KALAU BERANGKAT BERHAJI, SETIBANYA DI KAMPUNG MENJADI MISKIN ….

Namun sekali lagi, mengapa Sdr yang galau? ***

Kapirit,

Bahkan ada orang yang sampai melakukan penipuan demi memperoleh uang untuk biaya haji. Ada sementara orang bahkan mencuri atau berkorupsi agar memperoleh uang untuk biaya upacara ibadah haji. Mereka sampai berani mencuri atau berkorupsi

Islamthis,

Hal seperti ini yang DIHARAMKAN di dalam Islam. Pelakunya jelas akan masuk Neraka, tidak tertolong. Islam ajarkan kejujuran …. tidak ada ayat mau pun Alhadis yang mengajarkan bahwa biaya haji boleh didapat dengan mencuri mau pun korupsi, atau bahkan melacurkan diri. Itu jelas, dan Sdr jangan membesar2kan masalah.

Kalau ada kesalahan yang dilakukan umat Muslim, maka Sdr jangan salahkan Islamnya. Salahkanlah orangnya. Faham? ***

Kapirit,

Kapirit,

karena menurut Hadits Shahih Bukhari No. 647 yang menyatakan bahwa walaupun mereka mencuri dan berzina, maka mereka tetap akan masuk surga, asalkan tidak syirik.

“Abu Dzar mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: seorang datang kepadaku dari Tuhanku membawa berita: “Sesungguhnya, barangsiapa diantara umatku yang mati, sedangkan dia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, orang itu masuk surga”. Aku bertanya: Sekalipun orang itu berzina dan mencuri? Jawab Nabi: Ya, sekalipun dia berzina dan mencuri” (Hadits Shahih Bukhari No. 647).

Islamthis,

Sdr salah di dalam mengambil Alhadis, pun juga salah di dalam mengartikan Alhadis tersebut.

Alhadis di atas secara bunyi memang demikian. Namun coba Sdr balik. Bagaimana kalau ada seseorang BERBUAT BAIK DAN BANYAK BERKORBAN UNTUK SESAMA, namun di dunia ia MEMPERSEKUTUKAN ALLAH DENGAN YANG LAINNYA, bukankah ia akan tetap masuk Neraka?

Alhadis 647 tersebut tidak bisa diartikan lain, kecuali dengan ANTITESIS-nya, yaitu SESEORANG BERBUAT BAIK DAN BERKORBAN UNTUK SESAMA YANG, NAMUN DI DUNIA IA MEMPERSEKUTUKAN ALLAH DENGAN YANG LAINNYA.

Jadi, kalau ada manusia yang baik hati, luhur, penuh kesabaran, jujur, tidak pernah mencuri, tidak pernah berzina, dsb, namun di lain pihak ia MEMPERSEKUTUKAN ALLAH DENGAN YANG LAINNYA, maka tetap ia akan masuk Neraka. Berlawanan sekali dengan apa yang dimaksud dengan Alhadis 647 ini, yaitu seseorang yang tidak mempersekutukan Allah dengan yang lain, kendati ia berzina mau pun mencuri, maka akan tetap ada peluang buatnya untuk masuk Surga.

Semua manusia yang tidak pernah mempersekutukan Allah, maka manusia tersebut berhak untuk dipertimbangkan masuk Surga oleh Allah. Jadi, kalau ada manusia yang tidak mempersekutukan Allah, kemudian ia berzina, atau mencuri, atau membunuh, maka TETAP IA MEMPUNYAI HAK UNTUK MEMPEROLEH PENGAMPUNAN DOSA, selama pahala-nya jauh lebih banyak dari seluruh dosa yang pernah ia perbuat.

Intinya, Alhadis ini mengisyaratkan, tidak ada yang mahapenting di dalam kehidupan ini kecuali sikap UNTUK TIDAK MEMPERSEKUTUKAN ALLAH DENGAN YANG LAINNYA.

Islam biar bagaimana pun tetaplah melarang umatnya untuk berbuat dosa. Berzina ada dosanya, membunuh, mencuri, korupsi, berjudi, dsb, adalah dosa, dan akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah, tanpa kecuali.

Yang jelas, kalau ada seorang Muslim yang berbuat dosa (seperti berzina, mencuri, dsb) maka secara teori Muslim tersebut TELAH MEMPERSEKUTUKAN ALLAH DENGAN YANG LAINNYA, kendati Muslim tersebut mengaku tidak pernah mempersekutukan Allah sama sekali. Logikanya, bagaimana mungkin ada Muslim yang tidak mempersekutukan Allah, sementara perbuatannya bertentangan dengan apa yang Allah perintahkan kepadanya?

Muslim yang utuh, Muslim yang baik, adalah tidak pernah berzina, mencuri, dsb. Kalau ada Muslim yang berbuat keji, maka ia bukanlah Muslim, maka ia telah mempersekutukan Allah dengan yang lain. Itu pasti!

Sebagai perbandingan, Alkitab NTOT juga mengajarkan bahwa pezina dan pelacur akan masuk Surga. Ini ayatnya,

Matius 21:31 >> “…Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan PELACUR-PELACUR akan mendahului kamu MASUK KE DALAM Kerajaan Allah”.

Itu maksudnya apa? Kok bisa2nya Jesus menyatakan bahwa para pelacur akan menjadi yang pertama masuk Surga? Kalau begitu, Surga Kristen merupakan tempat yang dipenuhi pelacur?????

Ini menunjukkan bahwa semua yang berbuat keji juga akan dipertimbangkan Tuhan yang masuk Surga, selama ia berteguh kepada iman.

Kalau Alkitab NTOT mengajarkan yang demikian, maka sekarang mengapa Sdr menghujat Islam habis2an untuk hal yang sama? ***

Kapirit,

Pada lazimnya upacara ibadah haji memakan waktu sekitar enam hari lamanya. Hal yang dilakukan dalam upacara ibadah haji adalah:

  1. Harus berpakaian ihram
  2. Datang ke masjidil Haram di Mekkah dan langsung menuju ke sudut Ka’bah di mana batu hitam Hajar Aswad berada untuk memulai thwaf qudum …… (… dst; beberapa bagian saya hilangkan untuk mempersingkat penulisan …. Islamthis).

Sebelum dilakukan thawaf qudum maka pelaksana upacara ibadah haji harus membaca doa talbiyah yang berbunyi sebagai berikut:

Labbaik alaahumma labbaik

Labbaika laa Syarikalaka labaik

Innal hamda wan nimata laka walmulk

Laa Syariika laka 3 x

Dengan demikian pada waktu pelaksana upacara ibadah haji memasuki Masjidil Haram maka ia harus langsung menuju ke sudut Ka’bah di mana batu hitam Hajar Aswad ditempatkan sambil membaca doa ta’biyah tersebut diatas.

Kemudian setelah sampai di muka batu hitam Hajar Aswad lalu membungkuk dan menyembah sambil mencium batu hitam tersebut. Setelah mencium batu tersebut barulah ia dapat melakukan thawaf qudum (thawaf selamat datang) berjalan keliling Ka’bah sebanyak tujuh kali.

“Dari Jabir bin Abdullah r.a katanya: Tatkala Rasulullah saw tiba di Mekkah, mula-mula beliau datangi hajar aswad lalu beliau cium. Kemudian beliau berjalan ke kanan lalu berlari-lari kecil tiga kali putaran dan berjalan kaki empat kali putaran” (Hadits Shahih Muslim No. 1190).

“Dari Ibnu Umar r.a katanya: Tidak pernah saya tidak menyentuh kedua sudut ini, baik dalam keadaan sulit maupun dalam keadaan lapang, semenjak saya mlihat nabi saw menyentuh kedua-duanya” (Hadits Shahih Bukhari No. 835).

Dari uraian di atas dapat dilihat dengan jelas bahwa batu hitam yang bernama Hajar Aswad yang terletak di salah satu sudut Ka’bah yaitu Ka’bah di mana Hajar Aswad sangat didewa-dewakan dan dianggap sebagai Allah yang maha besar (Allahu Akbar).

Oleh sebab itulah setiap pengikut agama bangsa Arab harus sujud dan menyembahnya pada setiap kali melakukan shalat. Ka’bah di mana Hajar Aswad ditempatkan dianggap sangat suci sekali sehingga orang yang berada disekitar Ka’bah dilarang menghadap atau membelakangi Ka’bah pada waktu buang air atau hajat besar di ruangan terbuka seperti tanah lapang atau padang pasir.

Islamthis,

Begitu juga dengan Kristen …. orang Kristen itu pada menciumi patung Jesus di dalam Gereja. Bukankah itu semua adalah menuruti kehendak Tuhan Jesus?

Mencium atau menyembah batu hajar aswat ::: sekarang tolong jawab, mengapa orang Kristen mencium kaki patung Jesus di Gereja? Batu kok dicium? Kristen ajaran bahlul!!!! Kalo Sdr redo dengan ajaran cium patung batu, so mengapa Islam Sdr hujat karena menciumi batu?

Sdr fasih sekali mengutuki tradisi Muslim menciumi hajar-aswat, sementara Sdr sendiri pun mempunyai tradisi yang sama, yaitu menciumi kaki patung Jesus. Sekarang Sdr sadar?

Toh faktanya orang-orang kristen menciumi kaki jesus. Itu kan patung, bukan orang, kok dicium? Sekarang Sdr tidak usah ceramah. Lihat tuh orang Kristen, mereka pada menciumi kaki patung Jesus, mereka menciumi kaki patung Jesus …. itu apa maksudnya? Itu kan patung, bukan Tuhan ….. kok dicium-cium????

Maksud Sdr apa? Kalau orang Kristen boleh mencium2 patung dan batu Jesus, sementara Muslim tidak boleh mencium2 batu? Apa jawaban Sdr?   ***

Kapirit,

Setiap pengikut agama bangsa Arab yang akan melakukan shalat di mana pun dia berada harus menghadapkan dirinya ke arah Hajar Aswad yang ditempatkan di sudut Ka’bah atau berkiblat ke Mekkah, karena Ka’bah ada dalam kota Mekkah dan Ka’bah itulah tempat tinggal atau rumah Allah atau tempatnya Hajar Aswad.

Islamthis,

Ini harus dikoreksi. Setiap Muslim yang shalat di mana pun berada – harus menghadapkan dirinya ke Kabah, itu yang benar. TIDAK BENAR kalau ada yang menyatakan bahwa Muslim menghadap kepada hajar aswad. Hajar aswad berada / menempel pada Kabah, itu benar. Namun bukan berarti seluruh Muslim harus menghadapkan shalat mereka ke arah hajar aswad.

Di dalam sejarahnya, hajar aswad pernah dirampok oleh para pendosa, sehingga hajar aswad ini dibawa lari jauh dari Kabah. Toh tetap saja Muslim menghadapkan shalat mereka ke Kabah, kendati kala itu hajar aswad tidak berada di sisi Kabah. Hal itu dikarenakan Kabah-lah yang dijadikan arah kiblat, bukan hajar aswad-nya.

Mengenai Kabah sebagai rumah Allah, ini harus dikoreksi. Kalimat “Kabah adalah rumah Allah”, adalah dan hanyala UNGKAPAN. Ingat, Allah tidak butuh rumah, tidak butuh tempat tinggal. Yang butuh tempat tinggal adalah mahluk.

Kalimat “Kabah adalah rumah Allah” sering diucapkan umat Muslim, HANYA DIKARENAKAN KABAH ITU BERBENTUK RUMAH, DAN DINISBAHKAN SEBAGAI ARAH KIBLAT. Hal ini membuat semua Muslim menjuluki Kabah sebagai rumah Allah. ***

Kapirit,

Jika kita perhatikan dalam AlQuran surat 1 Al Faatihah ayat 1 yaitu ayat Basmalah yang menyatakan bahwa Allah ialah zat atau asal mula benda yang maha suci yang disembah dengan sebenarnya, maka benda yang dimaksud adalah benda batu hitam Hajar Aswad yang oleh bangsa Arab disembah dan dipuja sejak jaman dahulu sebelum Islam disiarkan oleh Muhammad. Hanya pada waktu itu Hajar Aswad disembah dan dipuja bersama-sama dengan 359 berhala lainnya termasuk berhala-berhala perempuan Laata, Manaata dan Uzza. Pada waktu itu agama bangsa Arab sifatnya polytheisme yaitu menyembah banyak Tuhan sampai jumlahnya 360 patung berhala tang didewakan sebagai Tuhan-Tuhan.

Islamthis,

Islam memanggil Allah dengan sebutan ZAT. Di bidang iptek khususnya kimia, zat diartikan sebagai benda, benda apapun, di dalam bentuk apapun, yang mempunyai massa dan menempati ruang. Maka apakah berarti Allah juga merupakan benda mati?

Tidak demikian. Arti sebenarnya dari DZAT adalah OKNUM di dalam bahasa Latin. Oknum, adalah sesuatu yang belum / tidak diketahui jenis kelaminnya, namanya, posisinya, bentuknya, rupanya, dsb.

Di dalam kekristenan, oknum itu kemudian dinamakan Tuhan. Maka demikian juga di dalam Islam, DZAT yang nama lain dari OKNUM disebut dengan Tuhan, hal itu karena Tuhan, atau Allah, bukanlah manusia, bukanlah hewan, juga bukan bendamati.

Istilah DZAT lumrah di dalam bidang kimia, khususnya. Ingatlah, bukan Islam yang meminjam / mengambil kata DZAT dari bidang kimia, melainkan bidang kimia-lah yang mengambil kata DZAT dari Islam. Hal ini mengakibatkan salah-prasangka di kalangan non-Muslim. Karena kebanyakan orang (juga Kristen) terbiasa membaca kata zat di dalam bidang kimia, akibatnya orang-orang tersebut menganggap bahwa Tuhan Islam adalah DZAT alias benda. ***

Kapirit,

Tetapi setelah agama bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad maka 359 patung-patung berhala di singkirkan dari Ka’bah (Hadits Shahih Bukhari No. 832) kecuali Hajar Aswad yang tetap tinggal karena agama bangsa Arab yang baru mengajarkan hanya menyembah satu Tuhan sehingga agama bangsa Arab yang bersifat polytheisme diubah menjadi monotheisme yaitu hanya menyembah satu Tuhan yang dalam hal ini menyembah satu berhala batu hitam yang bernama Hajar Aswad.

Islamthis,

Sdr sama-sekali tidak menunjukkan kecerdasan dan intelektualitas Sdr sendiri. Kebalikannya, Sdr hanya memperlihatkan kebodohan dan kekurangan informasi. Sdr hanya mengandalkan tuduhan konyol yang tidak berdasarkan sama sekali. Tidak ada yang perlu dikomentari dari paragraf Sdr ini. ***

Kapirit,

Mendewa-dewakan dan menyembah batu hitam Hajar Aswad yang dilakukan oleh Muhammad ternyata membuat gusar pengikut Muhammad yang setia yaitu Umar bin Khathab. Umar bin Khathab yang telah mengimani rukun iman ke tiga dari agama islam yang percaya pada Taurat, Zabur dan Injil, mengetahui benar bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah yang hidup, yang dapat memelihara dan melindungi. Dia pun mengetahui bahwa sebagian dari Taurat, Zabur dan Injil telah dimasukkan ke dalam Al Quran antara lain didalam surat 3 Ali Imraan ayat 150, surat 6 Al An Aam ayat 102, surat 42 Asy Syuuraa ayat 28, surat 59 Al Hasyr ayat 23.

Lain dari pada itu juga Umar bin Khathab pun mengetahui bahwa Al- Quran adalah bagian dari Alkitab seperti disebutkan didalam surat 43 Az Zukruf ayat 4, dan surat 26 Asy Syu’araa ayat 196.

Oleh sebab itu pada prinsipnya Umar bin Khathab tidak mau sujud menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut karena dia mengetahui benar bahwa batu hitam itu tidak lain adalah benda mati yang tidak mungkin dapat menciptakan langit dan bumi apalagi sebagai pemelihara, penjaga dan penolong.

Tetapi karena Muhammad sendiri telah memberi contoh untuk menyembah batu hitam tersebut, maka sebagai pengikut yang setia kepada Muhammad, akhirnya tidak ada jalan lain bagi Umar bin Khathab untuk juga menyembah dan mencium batu tersebut walaupun dalam hatinya tetap tidak bisa menerima kenyataan ini sehingga ia bersungut-sungut pada waktu menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut.

Hal ini dapat disaksikan dalam Hadits Shahih Bukhari maupun Hadits Shahih Muslim sebagaimana dinyatakan berikut ini:

“Dari Umar r.a katanya: Bahwasanya dia datang mendekati Hajar Aswad (batu hitam) lalu dia manciumnya, katanya: “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberi mudharat dan tidak pula memberi manfaat. Jikalau tidaklah karena saya melihat nabi saw mencium engkau, niscaya saya tidak akan menciummu pula” (Hadits Shahih Bukhari No. 830).

Dari Salim r.a katanya: “bapaknya menceritakan kepadanya bahwa Umar bin Khathab mencium Hajar Aswad, kemudian Umar berkata: Ketahuilah, demi Allah! Aku tahu engkau hanya batu. Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah saw menciummu, aku tidak akan menciummu” (Hadits Shahih Muslim No. 1222).

Islamthis,

Ini cerita versi siapa? Versi Muslim tidak pernah bernada seperti paragraf ini. Shahabat Umar ra TIDAK PERNAH MEMPERCAYAI TAURAT – ZABUR DAN JUGA INJIL. Ingatlah bahwa Umar ra tadinya adalah seorang penyembah berhala, BUKAN seorang Kristen mau pun Yahudi.

Tidak pernah terjadi di mana Umar berseberangan dengan Nabi Muhammad Saw, junjungannya. Dan pun tidak pernah Muhammad Saw memaksakan Umar untuk percaya kepada setiap perkataan Nabi Muhammad Saw. Semua iman dan pekerjaan Umar datang dari inisiatifnya sendiri, bukan karena paksaan pihak mana pun. ***

Kapirit,

3. Keadaan lokasi di mana upacara Ibadah Haji dilaksanakan.

Adapun tempat-tempat yang menjadi lokasi dari upacara ibadah haji ialah kota Mekkah dan sekitarnya yaitu Musdalifa, Mina, padang pasir Arafah.

Menurut surat 2 Al Baqarah ayat 125 maka tempat tersebut di atas adalah tempat yang aman untuk manusia untuk berkumpul.

“Dan (ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah ini (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumahKu untuk orang-orang yang thawaf, yang itikaf yang ruku dan yang sujud.” (Surat 2 Al Baqarah ayat 125)

Pada masa kini apakah tempat-tempat yang harus dikunjungi dalam rangka melaksanakan upacara ibadah haji masih aman untuk manusia berkumpul? Dalam kenyataannya keamanan sudah tidak lagi bisa dijamin. Ratusan ribu bahkan jutaan manusia berkumpul setiap tahun di Mekkah dan sekitarnya mengikuti upacara ibadah haji dan sekurang-kurangnya 3000 jemaah haji meninggal setiap tahunnya di Mekkah dan sekitarnya, bahkan kalau ada malapetaka, maka yang meninggal sampai berjumlah puluhan ribu jemaah haji.

Mungkin pada zaman nabi Muhammad masih hidup maka tempat tersebut masih dianggap aman. Akan tetapi pada waktu sekarang ini keamanan sudah tidak terjamin lagi karena banyaknya terjadi malapetaka disekitar Mekkah, misalnya sering terjadi kebakaran, demikian juga stampede, yaitu terinjak-injak oleh jemaah haji lainnya. Banyak tukang copet dan penculik wanita, hingga banyak wanita dinyatakan hilang atau mati.

Itulah sebabnya, karena keamanan tidak terjamin lagi, maka didalam Masjidil Haram dibuat tempat khusus bagi raja Saudi Arabia yaitu tempat yang dipagar dan dikurung dengan kaca anti peluru.

Dengan demikian surat 2 Al Baqarah ayat 125 pada saat ini sudah tidak tepat dan tidak relevan lagi karena tidak sesuai dengan kenyataannya.

Islamthis,

Alquran memang menyatakan bahwa Mekah merupakan tempat yang aman untuk beribadah haji seluruh umat Tuhan. Namun aman di sini, aman di dalam hal apa?

Yang Sdr maksudkan melalui paragrah di atas adalah, aman dari maut, aman dari kematian. Apakah Sdr tidak salah mikir?

Apakah firman Allah bahwa Mekah adalah aman, berarti maut dan kematian tidak boleh terjadi di Mekah? Bagaimana ceritanya?

Muhammad Saw wafat di Mekah. Abubakar – Umar – Usman – Ali – Abusofyan – dsb semuanya wafat di Mekah …. dan pun setiap hari ada yang wafat di Mekah. Bukankah itu berarti maut dan kematian RATA TERJADI DIMANA PUN DI KOLONG LANGIT INI TIDAK TERKECUALI DI MEKKAH?

Sdr tidak menunjukkan kecerdasan dan intelektualitas Sdr. Kebalikannya Sdr hanya menunjukkan kebodohan dan kecerobohan Sdr sendiri atas dasar kebencian Sdr terhadap Islam. ***