20 CONTOH KEBIADABAN KRISTEN TERHADAP KRISTEN YANG MENENTANG KRISTEN

Pertama.

Penindasan terhadap Arius, tokoh aliran Unitarian. Pada tahun 325 Masehi,
Kaisar Romawi, Konstantin mengadakan kongres yang dikenal dengan Konsili
Nicea yang dihadiri oleh 2.048 utusan dari berbagai negeri untuk menetapkan
konsep ketuhanan dan Injil yang dianggap sah, karena terjadi pertentangan
antara aliran Unitarian dengan Trinitarian.

Aliran Unitarian berpandangan bahwa Tuhan itu satu -sama seperti ajaran
seluruh nabi-nabi Yahudi seperti nabi Musa, Ibrahim, Daud dll- melawan
aliran Trinitarian yang berpandangan bahwa Tuhan itu satu tapi terdiri dari
tiga oknum Tuhan (three in one). Dogma Trinitarian ini diciptakan oleh
Paulus dan jelas bertentangan dengan ajaran seluruh nabi-nabi Yahudi selama ribuan tahun.

Salah satu tokoh Trinitarian yang paling terkenal adalah Athanasius.
Sedangkan tokoh aliran Unitarian adalah Arius, seorang ketua majelis
agama/gereja digereja Baucalis Alexandria, salah satu gereja tertua dan
terpenting dikota itu pada tahun 318 M. Logika Arius adalah:

“Jika Yesus itu benar-benar anak Tuhan, maka Bapa harus ada lebih dahulu.
Oleh karena itu harus ada “masa” sebelum adanya anak. Berarti anak adalah
makhluk. Maka dari itu anak tidak selamanya ada atau tidak abadi. Sedangkan Tuhan yang sebenarnya adalah abadi, berarti Yesus tidaklah sama dengan Tuhan.” Beliau juga mengatakan: “Ada masa sebelum adanya Yesus, sedangkan Tuhan sudah ada sebelumnya. Yesus ada kemudian, dan Yesus hanyalah makhluk biasa yang bisa binasa seperti makhluk-makhluk lainnya. Tetapi Tuhan tidak akan binasa.”

Namun karena konsili berpihak kepada kelompok Trinitarian, maka para tokoh
Unitarian pun dibungkam pendapatnya dan kemudian disisihkan. Seperti Arius
ini walaupun pendapatnya benar namun karena dianggap sesat oleh Gereja, maka
beliau akhirnya dikucilkan oleh Gereja sampai akhir hayatnya.

Dan karena pihak Trinitarian telah menjadi pemenang dalam Konsili tersebut,
maka Injil-injil yang menurut kalangan Trinitarian mendukung ketuhanan Yesus
pun kemudian dikumpulkan -termasuk surat-surat Paulus yang dikirimkan kepada
teman-temannya- oleh mereka, tidak lupa secara licik diselundupkan beberapa
ayat baru (PALSU) seperti misalnya tiga kasus penyusupan ini:

3 AYAT PALSU DALAM ALKITAB
http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/message/129854

Setelah itu kemudian ayat-ayat “gado-gado” itu digabungkan dan kemudian
dijilid menjadi satu dalam buku/kitab yang kemudian kita kenal dengan nama
Perjanjian Baru (The New Testament), dan Kitab tersebut kemudian dijadikan
sebagai Kitab Suci umat Kristen (baca: Trinitarian). Sedangkan
puluhan-puluhan Injil lainnya tidak diakui, seperti Injil Barnabas dll.

Arius sangat menentang keras keputusan Nicea pada tahun 325 M. Sebelum
matinya, Arius sempat mengeluhkan mengenai keadaan dirinya yang senantiasa
mendapatkan tantangan dari orang-orang gereja Paulus. Hal itu dikatakannya
kepada salah seorang sahabatnya bernama Eusibius dari Nicomedia yang
merupakan salah seorang sahabatnya ketika sama-sama belajar dengan Lucian.
Setelah itu semakin lama aksi kekerasan terhadap siapapun yang tidak sefaham
dengan dogma Trinitarian semakin kasar dan kejam.

Kedua

Tahun 395. Kaisar Theodosius membentuk institusi gereja Kristen yang
dikenal dengan Inkuisisi (Inquisition). Inkuisisi adalah institusi hukum
kepausan yang dibentuk untuk memberantas kaum heretic, kekuatan magic dan
kekuatan yang dianggap berbahaya. Inkuisisi memiliki kekuasaan yang tak
terbatas. Siapapun yang dianggap berbahaya ditangkap dan dijatuhi hukuman
dari yang ringan sampai yang berat seperti digantung, dibakar hidup-hidup,
dibunuh pelan-pelan, giginya dicabut satu persatu, kulitnya dikelupas, dst.

Ketiga

Tahun 431, Konsili Ekumenikal Efesus. Konsili ini mengutuk Nestorianisme,
ajaran kristen yang menyangkal persatuan sifat keAllahan dan kemanusiaan
dalam Kristus. Konsili ini mendefinisikan gelar Maria sebagai Theotokos
(Pembawa Allah), juga gelar Bunda Putera Allah yang menjadi Manusia, dan
mengutuk Pelagianisme.

Ajaran Kristen Pelagianisme, bermula dari asumsi bahwa Adam memiliki hak
alami terhadap hidup supernatural, berpegang bahwa manusia bisa mendapatkan
penyelamatan lewat usaha-usaha dari kekuatannya yang alami dan kehendak
bebas. Ajaran ini meliputi menentang terhadap pemahaman dosa asal, makna
dari rahmat dan hal-hal lainnya. Variasi ajaran Kristen Pelagianisme lainnya
juga dikutuk oleh sebuah konsili di Orange pada tahun 529. Dalam konsili ini
pula diputuskan untuk memburu semua pengikut Kristen Pelagianisme untuk
dimusnahkan.

Keempat.

Tahun 1142. Gereja membakar hidup-hidup Abelard, seorang filosof dan
tokoh Kristen di Prancis.

Kelima

Tahun 1215. Kekuasaan absolut Paus di dalam Katolik Eropa pada abad ke 12
dan ke 13 menimbulkan reaksi yang tak terduga. Pada saat itu, muncul
beberapa gerakan menyimpang pembawa doktrin baru yang dikecam oleh Paus.

Keresahan Paus dan kelompok Katolik menjadi sedemikian besar terhadap
gerakan penyimpangan ini, sehingga pada tahun 1215 masehi, Paus membentuk
Lembaga Inkuisisi untuk memerangi dan memberantas penyimpangan tersebut.
Lembaga ini mempunyai cabang di setiap kota di Prancis, Italia, Jerman,
Polandia, Spanyol dan negeri-negeri Kristen yang lain. Orang yang dituduh
melakukan penyimpangan akan berhadapan dengan para penyelidik. Jika didapati
bersalah, ia akan menerima hukuman yang berat.

Lembaga ini memiliki kekuasaan yang besar, sampai-sampai menekan segala
bentuk kebebasan berfikir. Siapapun yang dicurigai memiliki ide dan
pandangan yang bertentangan dengan pandangan gereja akan disiksa dengan
keras. Malah lembaga ini adakalanya mengeluarkan hukum vonis sesat pada
mereka yang sudah mati, dan memerintahkan supaya kerandanya dikeluarkan dari
kuburan. Proses ini dijelaskan oleh Will Durant dalam bukunya History of
Civilisation vol 18 halaman 35 sebagai berikut:

“Mahkamah Inspeksi Ide, Hukum, dan Agama memiliki tatacara legalnya sendiri.
Sebelum mahkamah lokal didirikan, akta-iman akan dibacakan di seluruh mimbar
gereja. Akta ini menuntut informasi tentang orang-orang yang dicurigai
berpaham atheis, tidak beragama, atau sesat. Orang-orang tersebut akan
diseret ke muka pengadilan. Tetangga, rekan, dan sahabat diminta untuk
menjadi informan.

Informan diberi jaminan untuk dirahasiakan dan dilindungi. Siapa saja yang
dianggap sebagai atheis, atau gagal untuk membuktikan bahwa dirinya bukan
atheis, akan dipenjarakan dan diancam dengan penyingkiran, kecaman, dan
berbagai larangan. Adakalanya yang sudah mati divonis sebagai atheis dan
memperolok-olok Tuhan. Upacara khusus dijalankan untuk menunjukkan hukuman
yang dikenakan kepada mereka. Harta mereka dirampas. Ahli waris yang
seharusnya mewarisi harta mereka disingkirkan dari hak waris. 30 hingga 50
persen harta orang mati yang divonis tadi, diberikan kepada yang mendakwa.

Bentuk hukuman juga berlainan mengikuti tempat dan waktu yang berbeda-beda.
Di satu tempat, si terdakwa digantung dengan tangan diikat pada bagian
belakangnya. Di tempat lain terdakwa diikat sedemikian rupa sehingga tidak
bisa bergerak, dan air dikucurkan ke dalam tenggorakannya sampai mati lemas.
Ada pula yang diikat dengan tali sedemikian keras pada bagian lengan dan
kaki sehingga ikatan itu melukai tulangnya.”

Keenam.

Tahun 1415 di Spanyol 31.000 orang yang menentang gereja dibakar.

Ketujuh

Tahun 1416. Gereja juga membakar John Hus dan Jerome sampai mati
di Bohemia.

Kedelapan.

Pada awal abad ke 16, lembaga ketiga dibentuk di Eropa, yang dimulai oleh
Marthin Luther dengan nama Protestan. Luther yang berasal dari Jerman dan
pengikutnya menentang sikap Paus yang menjual tempat di surga dengan
meringankan hukuman atas dosa yang dilakukan.

Marthin Luther, seorang reformis dalam agama kristen, terlahir ke dunia di
Eisleben, Jerman pada tanggal 13 Mei tahun 1483. Luther menuntut ilmu di
Universitas Erfurt dan kemudian bekerja sebagai pengajar teologi. Martin
Luther kemudian melakukan penelitian dan dia mengemukakan banyak pendapat
yang berbeda dengan pandangan umum gereja Katolik saat itu.

Sejak tahun 1517, Martin Luther menyampaikan kritikannya secara
terang-terangan sehingga akhirnya terpaksa bersembunyi karena dikejar-kejar
pihak gereja untuk dibunuh. Selama dalam persembunyian itu, Martin Luther
menulis terjemahan Injil ke dalam bahasa Jerman, sesuatu yang dilarang keras
oleh gereja Katolik. Ide-Ide Martin Luther kemudian berkembang menjadi
aliran Protestan yang menjadi sumber dari berbagai perang dan pertarungan
politik di Eropa.

Mereka berusaha untuk memperbaiki seluruh gereja dan membersihkannya dari
kekeliruan dan korupsi. Usaha mereka malah menambah perpecahan dalam tubuh
agama Kristen. Pengikut Luther yang berjumlah sangat besar, termasuk
sebagian besar Eropa Utara menolak kekuasaan Paus dan mendirikan kelompok
Kristen Ketiga.

Kelompok Kristen bentukan Marthin Luther ini adalah aliran yang sekarang
kita kenal dengan nama Kristen Protestan. Alkitab yang mereka gunakan adalah
hasil “njiplak” begitu saja tanpa malu-malu Alkitab milik Gereja Katolik,
namun Marthin Luther membuang dengan seenak udelnya tujuh kitab dalam
Perjanjian Lama, sehingga Alkitab Protestan hanya berjumlah 66 kitab,
sedangkan Katolik 73 kitab. Jadi Alkitab Protestan lebih tipis tujuh kitab
dari Katolik.

Kitab-kitab yang telah dibuang oleh Marthin Luther sehingga kini tidak
terdapat dalam Alkitabnya Protestan adalah Kitab Tobit, Yudit, Kebijaksanaan
Salomo, Yesus bin Sirakh, Barukh, 1 Makabe dan 2 Makabe.

Kesembilan.

Tahun 1553. Kala Protestan berkuasa di Jenewa, Swiss, hal bakar-membakar
manusia yang padahal tak lain adalah citra-Nya sendiri itu masih juga
berlangsung. Seperti di sebuah hari di musim gugur pada tahun 1553.

Korbannya adalah Michael Servetus, seorang ahli agama asal Spanyol. Ia
dihukum mati di bukit Champel, di selatan Kota Jenewa. Ia diikat ke sebuah
tiang, dan dibakar pelan-pelan. Ia tewas kesakitan dengan tubuh menghangus.
Ia dibakar hidup-hidup karena dianggap sesat oleh pemerintah Kota Jenewa.
Yang memilukan, saat itu Kota Jenewa dipimpin oleh seorang yang sangat
terkenal sebagai tokoh reformasi, yang tak lain adalah John Calvin.

Apa salahnya Michael Servetus sehingga harus dibunuh secara bengis begitu?
Tak lain dan tak bukan adalah ia hanya menulis buku, ia menulis surat, ia
berpendapat. Tetapi ia punya kesimpulannya sendiri tentang Tuhan, dan sebab
itu mengusik para penjaga iman Protestan di Jenewa, kota yang telah jadi
sebuah teokrasi yang lebih keras ketimbang Roma. Adalah Jean Calvin sendiri
yang menyeret Servetus ke dalam api. Pelopor dahsyat dari Protestanisme
itulah yang memimpin Jenewa ke suatu masa ketika iman sama artinya dengan
ketidaksabaran.

Servetus sebenarnya hanya salah satu suara yang mengguncang, di zaman ketika
doktrin retak-retak seperti katedral tua yang digoncang gempa. Ia lahir di
Villanueva, Spanyol, mungkin di tahun 1511. Ia bermula belajar ilmu hukum di
Toulouse, Prancis. Di sini ia menemukan injil, yang ia baca “seribu kali”
dengan haru. Tapi kabarnya ia juga membaca Qur’an dan terpengaruh oleh
Yudaisme, dan sebab itu sangat meragukan doktrin Trinitas. Marthin Luther
menjulukinya “Si Arab”.

Di tahun 1531 ia menerbitkan bukunya, De Trinitatis erroribus libri vii
(Kesalahan Trinitas). Konon ia mengemukakan bahwa inilah arti Yesus sebagai
“Putra Allah”, yaitu “Tuhan Bapa mengembuskan Logos ke dalam dirinya, tapi
Sang Putra tak setara dengan Sang Bapa”. Seperti dikutip oleh Will Drant
dalam jilid ke-6 The Story of Civilization, bagi Servetus, Yesus “dikirim
oleh Sang Bapa dengan cara yang tak berbeda seperti salah seorang Nabi”.

E.M. Wilbur dalam bukunya “History of Unitarianism” mengemukakan pendapat
Michael Servetus itu dalam karangannya berjudul “The Error of Trinity” yang
terlarang itu antara lain sebagai berikut:

“Servetus confesses that in his book he called believers in Trinity
trinitarians and atheists. He declared our evangelical religion to be
without faith and without God, and that in place of God we have a
threeheaded Cerberus” (Servetus mengakui bahwa di dalam bukunya ia menyebut
para penganut Trinitas adalah Trinitarians dan Atheist. Ia menyatakan bahwa
agama kita yang berdasar Injil itu adalah tanpa iman dan tanpa Tuhan, kita
menempatkan di tempat Tuhan itu Cerberus Dewa Pengawal yang berkepala Tiga).

Servetus menulis bukunya itu ketika ia berusia 20-an tahun, dengan bahasa
Latin yang masih kaku, buku itu cukup membuat amarah para imam Katolik dan
pemimpin Protestan sekaligus, di tengah suhu panas (dan berdarah) yang
menguasai mereka. Di tahun 1532, Servetus pun buru-buru pindah ke Prancis.

Tapi di sana ia dihadang. Badan Inkuisisi Gereja Katolik -yang bertugas
mengusut lurus atau tidaknya iman seseorang, dengan cara menginterogasinya
dan kalau perlu menyiksanya- mengeluarkan surat perintah penangkapan.
Servetus lari lagi sampai Wina, Austria dengan nama samaran Michel de
Villeneuve. Selama itu ia berhasil menguasai ilmu kedokteran, tetapi ia toh
selalu ingin mengemukakan pendapatnya tentang agama.

Di tahun 1546 ia menyelesaikan Christianismi Restitutio, dan mengirim
naskahnya ke Calvin. Mungkin ia ingin menunjukkan oposisinya terhadap tafsir
Calvin atas injil. Bagi Servetus, Tuhan tak menakdirkan sukma manusia ke
neraka. Baginya, Tuhan tak menghukum orang yang tak menghukum dirinya
sendiri. Iman itu baik, tetapi Cinta Kasih lebih baik.

Calvin, yang memandang Tuhan seperti yang tergambar dalam Perjanjian Lama
-angker dan penghukum- tak melayani Servetus. Ia hanya mengirimkan karyanya,
Christianae religionis institutio. Servetus pun mengembalikannya -dengan
disertai catatan yang penuh hinaan, disusul dengan serangkaian surat yang
mencemooh- “Bagimu manusia adalah kopor yang tak bergerak, dan Tuhan hanya
sebuah gagasan ganjil dari kemauan yang diperbudak”. Calvin tak bisa
memaafkan cercaan ini.

Calvin pula, lewat orang lain, yang memberitahu padri inkuisitor di Prancis
tentang tempat bersembunyi Servetus. Kerja sama Protestan-Katolik yang tak
lazim ini yang akhirnya membuat Servetus tertangkap di Wina. Ia memang
berhasil melarikan diri. Tapi nasibnya sudah diputuskan: pengadilan sipil
Wina, dengan napas Gereja Katolik, memvonisnya dengan hukuman bakar bila
tertangkap.

Anehnya ia lari ke Jenewa, tempat Calvin berkuasa. Mungkin Servetus berpikir
bahwa orang protestan, yang di Prancis dianiaya karena berbeda keyakinan,
akan lebih toleran di kota itu. Tapi ternyata tidak. Mereka membakarnya.

Calvin kemudian membela kekejaman di bukit Champel itu dengan sebuah argumen
yang kita kenal: Aku beriman kepada Kitab Suci, maka akulah yang tahu
kebenaran itu. Yang tak sama dengan aku adalah musuh ajaran, musuh Tuhan,
harus ditiadakan.

Argumen dengan api itu masih bisa kita dengar kini, dalam pelbagai versinya,
dalam pelbagai agama, meskipun di tahun 1903, seperti sebuah sesal, sebuah
monumen untuk Servetus dibangun di bukit Champel. Salah satu donaturnya:
gereja Protestan yang dulu dipimpin Calvin. Tampaknya manusia sudah lebih
sadar tentang kerumitannya sendiri, sedikit.

Kesepuluh.

Tahun 1556. Pada 7 Juli 1556, 8 pastor dan 12 guru Jesuit memasuki
Ingoistadt, Jerman. Dimulailah era baru bagi Bavaria. Konsepsi Katolik Roma
mengatur arah politik para pangeran
dan tingkah laku para bangsawan Bavaria. Tetapi konsepsi itu hanya
menjangkau kalangan atas saja, tidak rakyat biasa. Walaupun demikian
disiplin besi yang diterapkan oleh negara dan gereja membuat masyarakat
Bavaria menjadi umat Katolik yang setia, patuh, fanatik dan tidak toleran
terhadap para “heresy” (pembangkang agama).

Mayrhofer of Ingoistadt, seorang Jesuit, mengajarkan bahwa orang-orang
Jesuit (anggota Ordo Jesuit) tidak akan dihakimi jika kami memerintahkan
untuk membunuh kaum Protestan, lain halnya kalau kami diminta menjatuhkan
hukuman mati untuk para pencuri, pembunuh, penghianat dan para pelaku
revolusi.

Pada tahun 1563, sesaat setelah para pastor Jesuit tiba di Bavaria (Jerman),
kelakuan Albert V terhadap kaum Protestan dan semua yang simpatik terhadap
Protestan semakin kejam dan menjadi-jadi. Sejak tahun 1563, tanpa belas
kasihan dia memusnahkan semua orang-orang yang tidak patuh dan juga para
penganut Anabaptis, mereka ditenggelamkan, dibakar, dipenjarakan dan
dirantai. Semua tindakan Albert V itu disetujui oleh Jesuit Agricola.

Pada tahun 1571, Archduke (bangsawan agung) Charles of Styrie, putra
terakhir Ferdinand menikah dengan seorang putri bangsawan Bavaria tahun
1571. Dibawah pengaruh putri ini, Charles bekerja keras memusnahkan para
heresi, orang-orang yang tidak sejalan dengan Katolik dari kerajaannya.

Kesebelas.

Tahun 1561. Berdasarkan sebuah laporan dari Jesuit, Emmanuel Phillibert
of Savoy melakukan penghakiman berdarah terhadap para Heresi (orang-orang
yang tidak sejalan dengan faham Katolik Roma) tahun 1561. Hal yang sama
terjadi di Calabria, Casal di San Sisto dan Guardia Fiscale. Jesuit sangat
berkuasa di Parma dan Napoli, Italia selama abad ke-16 dan ke-17.

Tetapi di Venice, dimana mereka sebelumnya diterima dengan segala kemurahan
hati, kemudian dipaksa keluar dari kota tersebut pada 14 Mei 1606. Mereka
kembali lagi tahun 1656, tetapi pengaruh mereka di Republik Venice tersebut
tidak ada lagi.

Keduabelas.

Tahun 1570. Dalam Kiblat No.: 19/XXX buku “Jesus Prophet of Islam”
mencatat isi surat Adam Neuser yang telah dikutip oleh Areland di dalam
bukunya berjudul “Treaties Concerning The Mohametons” halaman 215-223, surat
itu dikirim kepada Yang Mulia Sultan Selim II (memerintah 1566-1574) Emperor
Turki Usmani di Istambul. Surat itu dewasa ini termasuk dalam “Antiquities
Palatinae” tersimpan dalam arsip kota Heidelberg. Isi surat itu di
antaranya:

“Saya Adam Neuser, seorang Kristen kelahiran Jerman dan menjabat Penginjil
(Preacher) orang banyak di Heidelberg, dengan ini menyatakan ingin mengungsi
ke bawah perlindungan Paduka Tuan, ingin menyerahkan diri sepenuhnya pada
Allah beserta Nabi Paduka Tuan. Dengan anugerah Allah Yang Maha Kuasa saya
lihat dan saya ketahui dan saya percaya sepenuh hati bahwa ajaran yang Anda
anut dan ajaran agama anda (Islam) adalah murni dan jelas diterima Allah”.

Sebagai akibat suratnya itu Adam Neuser ditangkap dan dipenjarakan bersama
kedua pengikutnya bernama Sylvan dan Mathias Vehe. Pada tanggal 15 Juli 1570
Adam Neuser dan kawan-kawan lolos tetapi tertangkap kembali dan dihukum
mati. Namun sebelum dilaksanakan dia sendiri dibantu lolos oleh
simpatisannya dan akhirnya tiba di Istambul dengan selamat dan menjadi
penyiar Islam disana.

Ketigabelas.

Akhir tahun 1586, para penganut Anabaptis dari Movaria berhasil
menyembunyikan 600 korban yang selamat dari penyiksaan Duke Guillaume. Ini
satu contoh yang membuktikan bahwa beribu-ribu dan bukan beratus-ratus yang
dimusnahkan oleh Ordo Jesuit. Benar-benar kekejaman yang mengerikan yang
menimpa negara berpopulasi rendah ini. Secara perlahan, semua pengajaran di
Bavaria diserahkan kepada Jesuit dan bumi Bavaria menjadi pusat penetrasi
Jesuit ke Jerman bagian barat, timur dan selatan.

Keempatbelas.

Tahun 1579. Penindasan Gereja terhadap Francis David. Francis David
(1510-1579) semula menganut Protestan yang sangat brilyan dan ketika Luther
dan Calvin pecah, David mengikuti Calvin. Pada tahun 1566 ia menghasilkan
pengakuan keimanan (Confession of Faith) yang mencengangkan. Di antara
isinya:

“Bentuk Kebaktian yang bagaimanapun sederhananya tidak boleh ditujukan
kepada Kristus tetapi kepada Allah Tuhan Bapa”. (The Forms of simple prayers
are directed not to Christ, but to the Father).

“Kristus, Guru Kebenaran mengajarkan, bahwa tiada siapapun tempat mohon
pertolongan terkecuali hanya Allah Tuhan di surga”. (Christ, the Teacher of
Truth taught no one is to be invoked beside the Heavenly Father).

Francis David tidak melakukan kesalahan apa-apa, apa yang dilakukannya
hanyalah mengatakan apa yang tertulis dalam Alkitab apa adanya. Dia hanya
mencoba untuk berlaku jujur. Tetapi Francis David karena pernyataannya itu
dihukum seumur hidup dan mati dipenjara pada tahun 1579. Setelah David mati
ditemukan sajak yang ditinggalkannya di penjara yang kemudian tersebar
berbunyi:

“Dua puluh tahun dengan jujur

Aku melayani negaraku

Dan terhadap pangeran

Kesetiaanku dapat dibuktikan

Apakah anda pertanyakan kejahatan

Yang dituduhkan tanah air padaku?

Cuma disebabkan keyakinanku Allah itu Esa bukan tiga

Yang aku sembah

Walaupun petir, salib dan pedang Paus

Serta maut tampil di depan mata

Bahkan kekuasaan apapun

Tidak akan mampu mencegah

Perkembangan kebenaran

Apa yang aku rasakan

Dan aku tuliskan

Dengan ikhlas hati

Aku Bicara

Sesudah kematianku

Dogma kepalsuan akan ambruk”

Kelimabelas.

Tahun 1600. Seorang pakar astronomi yang sepemahaman dengan Copernicus,
yakni Bruno Giordano, mengalami nasib yang lebih tragis. Ia dijatuhi fatwa
mati oleh pihak gereja karena dianggap ajarannya melawan kebenaran isi
Alkitab.

Karena Giordano masih kepingin hidup lebih lama, mengetahui nyawanya
terancam oleh fatwa mati ia segera kabur menyelamatkan diri. Perjuangannya
ternyata menuai kegagalan. Tahun 1600 ia berhasil ditangkap oleh pihak
berwajib di Compo de Fiori, Italia dan dijatuhi hukuman mati, yakni dengan
cara dibakar hidup-hidup!

Keenambelas.

Tahun 1613. Kasus yang menimpa Galileo Galilei. Penganut kristiani saleh
yang lahir 15 Februari 1564 ini, pada tahun 1613 menerbitkan sebuah karya
berjudul “Sejarah dan Konsep-konsep tentang Noda Matahari Beserta
Fenomenanya”, yakni sebuah ulasan yang menunjukkan dukungan pada teori
Copernicus.

Pada tanggal 22 Juni tahun 1633, Galileo Galilei, astronom, matematikawan,
dan fisikawan Italia abad ke-17, diajukan ke pengadilan gereja karena
pemikirannya dianggap bertentangan dengan kebijakan gereja. Pada zaman itu,
gereja meyakini bahwa bumi adalah pusat alam semesta dan planet-planet lain
berputar mengelilingi bumi. Pada tahun 1632, Galileo menulis sebuah buku
yang menolak pandangan ilmuwan bernama Bartholomeus berkenaan dengan sistem
tata surya.

Dalam buku itu, Galileo mengemukakan hasil penelitiannya, bahwa mataharilah
pusat tata surya dan bumi serta planet-planet lainnya berputar mngelilingi
matahari.

Tahun 1633, gereja menuduh teori “Matahari Centris” sebagai ajaran sesat dan
melarang Galileo yang penemu thermometer ini untuk memberi ceramah. Tahun
1633, “Bapak Sains Masa Kini” ini dibawa ke Roma, dihadapkan ke Pengadilan
Gereja dan dijatuhi hukuman seumur hidup.

Gereja kemudian menjatuhkan vonis kafir kepada Galileo dan mengancamnya
dengan hukuman mati. Demi menghindari hukuman mati, Galileo menyatakan
menarik pandangannya itu, namun ketika keluar dari pengadilan, dia
mengatakan, “Meskipun demikian, bumi tetaplah berputar.”

Galileo meninggal tahun 1642 dan statusnya sebagai tahanan rumah dibawanya
sampai mati. Ironis, akhirnya kemudian terbukti pendapat Galileo Galilei
bahwa bumi yang mengelilingi matahari adalah benar, sedangkan pendapat
Alkitab bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi adalah salah.

Ketujuhbelas.

Gereja memenjarakan Christopher Columbus yang menemukan benua tanpa
memberitahu Saint Paul. Gereja memvonis setiap penemuan hukum alam, evolusi
dunia, ataupun benua yang sebelumnya tidak diramalkan oleh kitab suci,
sebagai sebuah pelanggaran moral.

Kedelapanbelas.

Gereja menyingkirkan Pascal dan Montey karena dianggap tidak bermoral,
dan Muller dengan tuduhan pencabulan.

Kesembilanbelas.

Tahun 1619. Wabah fatwa mati ternyata tak hanya menimpa Giordano, tapi
juga Lucilio Vanini. Ilmuwan yang sealiran dengan Copernicus ini ditangkap
di Kota Toulouse pada tahun 1619 karena dianggap menghina Tuhan. Ia menerima
hukuman dari gereja yang begitu kejam, yakni dipotong lidahnya dan dibakar
hidup-hidup!

Keduapuluh.

Tahun 1741. Thomas Emlyn (1663-1741) lahir di Dublin Irlandia dan
lulusan Cambridge University telah mengarang buku berjudul: “An Humble
Inquiry Into The Scripture Account Of Jesus Christ”.

Dalam buku itu Emlyn telah menafsirkan Bible mengenai Yesus Kristus dengan menempatkannya dalam kedudukan sebagai Mediator (perantara) di antara manusia dengan Tuhan. Lalu secara halus Emlyn memisahkan Yesus itu dari Kedudukan Tuhan, dan akhirnya menghapuskan ide tentang Trinitas.

Karena pendapatnya itu Emlyn dipenjarakan. Beliau dituduh: “menulis dan
menerbitkan suatu Bible bersifat hina dengan skandal dan mengumumkan bahwa Yesus Kristus bukan Tuhan Maha Agung”. (He is writing and publishing an infamous and scandalous bible declaring that Jesus Christ is not the Supreme God).

Tetapi banyak pengagum Emlyn kemudian menyebutnya sebagai: “The Galaxy of Saints” (Bimasaktinya para Santo) demikian kata A.Wallace dalam bukunya yang berjudul: “Anti Trinitarian Biographies”.

—————————————————————-

Islamthis,

Artikel ini menyajikan dan membuktikan bahwa karoSetan, baik Alkitabnya mau pun (spirit) umatnya selalu dipenuhi dengan kekerasan, kesadisan dan kekejian. Kemudian, dari ayat-ayat manakah dalam Alkitab yang menginspirasikan semua jidat karoSetan untuk gemar melakukan kesadisan??

Inilah beberapa ayat-ayat kekerasan yang ada dalam Alkitab. Silahkan membaca.

Matius 10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

Matius 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

MAtius 10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,

MAtius 10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

==========

Lukas 19:27 Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.”

==========

Ulangan 17:5 maka engkau harus membawa laki-laki atau perempuan yang telah melakukan perbuatan jahat itu ke luar ke pintu gerbang, kemudian laki-laki atau perempuan itu harus kaulempari dengan batu sampai mati.

Ulangan 17:12 Orang yang berlaku terlalu berani dengan tidak mendengarkan perkataan imam yang berdiri di sana sebagai pelayan TUHAN, Allahmu, ataupun perkataan hakim, maka orang itu harus mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel.

==============

2Tawarikh 15:12 Mereka mengadakan perjanjian untuk mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dengan segenap hati dan jiwa.
2Tawarikh 15:13 Setiap orang, baik anak-anak atau orang dewasa, baik laki-laki atau perempuan, yang tidak mencari TUHAN, Allah Israel, harus dihukum mati.

==============

Hosea 13:16 (14-1) Samaria harus mendapat hukuman, sebab ia memberontak terhadap Allahnya. Mereka akan tewas oleh pedang, bayi-bayinya akan diremukkan, dan perempuan-perempuannya yang mengandung akan dibelah perutnya.

==============

Yesaya 13:16 Bayi-bayi mereka akan diremukkan di depan mata mereka, rumah-rumah mereka akan dirampoki, dan isteri-isteri mereka akan ditiduri.

Yesaya 13:17 Lihat, Aku menggerakkan orang Madai melawan mereka, orang-orang yang tidak menghiraukan perak dan tidak suka kepada emas.

Yesaya 13:18 Panah-panah mereka akan menembus orang-orang muda; mereka tidak akan sayang kepada buah kandungan, dan mereka tidak menaruh kasihan kepada anak-anak.

==============

Zakaria 14:1. Sesungguhnya, akan datang hari yang ditetapkan TUHAN, maka jarahan yang dirampas dari padamu akan dibagi-bagi di tengah-tengahmu.
Zakaria 14:2 Aku akan mengumpulkan segala bangsa untuk memerangi Yerusalem; kota itu akan direbut, rumah-rumah akan dirampoki dan perempuan-perempuan akan ditiduri. Setengah dari penduduk kota itu harus pergi ke dalam pembuangan, tetapi selebihnya dari bangsa itu tidak akan dilenyapkan dari kota itu.

===============

1Samuel 15:2 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir.

1Samuel 15:3 Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”
 

20 CONTOH STANDAR GANDA KRIS-TEN(KEBUSUKAN KRISTEN)

Ellang Saktiee
1. Karena Amerika Serikat mayoritas penduduknya beragama Kristen dan Irak
(mayoritas) penduduknya beragama Islam maka kalian membenarkan tindakan AS
yang menyerbu Irak secara kekerasan dan membunuhi ratusan ribu rakyatnya.

2. Karena pejuang Irak beragama Islam dan pasukan AS beragama Kristen maka
kalian menganggap para pejuang Irak itu sebagai teroris, walaupun para
pejuang itu bangkit melakukan perjuangan karena berusaha mengusir pasukan
AS, Inggris dan Australia yang telah menginvasi dan menjajah negara dan
tanah air mereka sendiri sejak tahun 2003.

3. Karena tentara AS beragama Kristen maka kalian mengganggap bahwa mereka
adalah pejuang pembebasan, walaupun yang mereka lakukan jelas-jelas adalah
invasi dan penjajahan illegal terhadap kedaulatan negara Irak dan telah
menyebabkan tewasnya ratusan ribu rakyat Irak, apalagi invasi brutal dan
biadab itu itu sama sekali tidak diperintahkan oleh PBB.

4. Karena para pejuang Irak beragama Islam maka kalian mengganggap mereka
adalah pemberontak di tanah airnya sendiri dan perjuangan mereka adalah
illegal, walaupun mereka bangkit berjuang semata-mata karena ingin mengusir
pasukan penjajah asing yang masuk menyerbu dan menginjak-injak tanah air
mereka.

5. Karena AS beragama Kristen maka ketika ada dugaan serangan di gedung WTC
New York tahun 2001 yang (hanya) menewaskan 2884 orang itu dilakukan oleh
Al-Qaeda, maka menurut kalian mereka harus mendapat balasan berupa serbuan
ke Afghanistan yang hingga kini telah menewaskan 30 ribu jiwa lebih rakyat
Afghanistan yang tidak bersalah. Walaupun demikian kalian orang Kristen
tidak mau mengakui aksi brutal serangan AS ke Afghanistan itu sebagai aksi
terorisme.

6. Karena Amrozy dan Imam Samudera cs beragama Islam maka ketika mereka
melakukan pembalasan balik atas serangan AS di Afghanistan yang menewaskan
30 ribu lebih umat Islam disana, yaitu dengan melakukan pemboman di Bali
yang menewaskan (hanya) 202 turis asing maka kalian menganggap Amrozy dan
Imam Samudera CS sebagai teroris dan tindakan mereka tidak bisa dibenarkan.

Padahal kalau orang Kristen yang diserang kalian mengganggap adalah sah-sah
saja untuk melakukan pembalasan, walaupun jumlah korban di pihak Kristen
sendiri jauh lebih sedikit dibanding jumlah umat Islam yang menjadi korban
serangan Kristen, itu bukanlah masalah bagi orang Kristen. (Korban WTC 11
September: 2884 jiwa dan tidak semuanya orang Kristen, korban serangan AS di
Afghanistan: lebih dari 30 ribu orang dan semuanya muslim)

7. Karena Israel beragama Yahudi dan rakyat Palestina (mayoritas) beragama
Islam maka kalian membenarkan ketika Israel menyerbu dan merebut tanah
Palestina dengan kekerasan mulai tahun 1920an dan terus membunuhi dan
mengusir rakyat Palestina hingga detik ini lewat aksi-aksi teror dan
kekerasan.

50 KEBIADABAN ZIONIS ISRAEL

http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/message/132502

Padahal akibat kejahatan Israel ini korban di pihak rakyat Palestina pada
tahun 1993 saja meliputi 261 ribu jiwa mati syahid, 186 ribu orang terluka,
dan 161 ribu orang cacat untuk seumur hidup. Pada tahun 1997 paling tidak
ada 5,4 juta jiwa rakyat Palestina yang tergusur dari kamp-kamp pengungsian
yang diduduki oleh Israel. [Buku: ZIONISME: GERAKAN MENAKLUKKAN DUNIA.
Z.A.MAULANI. Penerbit: Dasetta]

Namun walaupun demikian orang-orang Kristen terus mendukung kebiadaban
Israel tanpa pamrih, selain karena mereka merasa bersalah karena orang-orang
Kristen telah membunuhi puluhan juta orang Yahudi sejak dulu, juga karena
dalam Alkitab sendiri sudah dikatakan bahwa Tuhannya orang Kristen itu
ADALAH ORANG YAHUDI, atau dari suku Yehuda:

[Ibrani 7:14] Sebab telah diketahui oleh semua orang, bahwa TUHAN KITA
BERASAL DARI SUKU YEHUDA dan mengenai suku itu Musa tidak pernah mengatakan
suatu apapun tentang imam-imam.

Maka itu pantas saja kalau orang-orang Kristen selalu mendukung bangsa
Yahudi karena memang mereka menyembah bangsa Yahudi. Ariel Sharon, Benyamin
Netanyahu, Ehud Barak, Yithzhak Shamir, Amir Peretz dsb = TUHAN YANG
DISEMBAH ORANG KRISTEN! Orang Kristen MENYEMBAH orang Yahudi sebagai Tuhan!

8. Karena para pejuang Palestina beragama Islam maka kalian menganggap
mereka sebagai teroris walau mereka bangkit berjuang semata-mata karena
bertujuan untuk mengusir keluar Israel yang menjajah bangsa dan tanah air
mereka.

YAHUDI, PENJAJAH BIADAB YANG DIDUKUNG KRISTEN BIADAB

http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/message/133452

9. Karena Alex Manuputty cs beragama Kristen maka kalian mendukung
perjuangan mereka lewat Republik Maluku Selatan (RMS) untuk melepaskan diri
dari NKRI.

10. Karena bangsa Moro di selatan Filipina beragama Islam maka kalian
menganggap mereka adalah teroris dan perjuangan mereka adalah
pemberontakan/separatis ketika berusaha melepaskan diri dari negara
Filipina.

11. Karena George W. Bush beragama Kristen maka kalian menganggap dia
sebagai pahlawan perang walaupun telah membunuh ratusan ribu rayat Irak dan
Afghanistan yang mayoritas beragama Islam.

12. Karena Osama bin Laden beragama Islam maka kalian menganggap dia sebagai
teroris keji walaupun kalau mau dibandingkan dengan kejahatan yang dilakukan
oleh George W. Bush, kejahatan Osama itu sama sekali tidak ada apa-apanya.

13. Karena konflik di Darfur Sudan beberapa tahun lalu yang menewaskan 50-70
ribu orang mayoritas melibatkan umat Islam, maka kalian mengganggap bahwa
itulah bukti kebiadaban Islam.

14. Karena konflik di Rwanda tahun 1993 yang menewaskan satu juta orang
-berarti jumlah korbannya 15 kali lipat lebih banyak dari jumlah korban
konflik di Darfur!- para peserta konfliknya mayoritas adalah umat Kristen,
maka kalian tidak mau mengakui bahwa konflik skala besar tersebut sebagai
kebiadaban Kristen.

15. Karena ayat-ayat I Yohannes 5: 7-8, Matius 28:16-20 dan Markus 16:9-20
penting untuk menopang dogma ketuhanan Yesus maka kalian tetap mengganggap
SEAKAN-AKAN/SEOLAH-OLAH ayat-ayat tersebut adalah asli dan otentik walaupun
SUDAH TERBUKTI DAN DIAKUI sebagai ayat palsu alias susupan illegal Gereja
oleh tokoh-tokoh Kristen.

3 AYAT PALSU DALAM ALKITAB

http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/message/129854

16. Karena Al-Qur’an terbukti tetap otentik dan tidak mengalami perubahan
satu ayatpun selama 1400 tahun, namun karena kebencian yang mendalam maka
kalian memfitnahkan bahwa Al-Qur’an telah berubah dan kalian juga
mengeluarkan berbagai fitnahan lainnya walaupun semuanya tanpa bukti. Ini
semua kalian lakukan semata-mata karena rasa frustasi akibat Alkitab kalian
telah terbukti dirusak oleh tangan-tangan manusia dan banyak disusupi
ayat-ayat palsu susupan Gereja, maka kalian mencoba memfitnahkan hal yang
sama terhadap Al-Qur’an. Misalnya seperti yang dilakukan oleh pendeta
Kristen Arab, Dr.Anish Shorrosh yang membuat dan menyebarkan Al-Qur’an PALSU
yang dia beri nama “The True Furqan”.

17. Karena Xanana Gusmao beragama Kristen (Katolik) maka kalian menganggap
dia pejuang pembebasan Timor Leste dari penjajahan Indonesia sejak 1975.

18. Karena Yasser Arafat beragama Islam kalian mengatakan dia adalah teroris
dari Palestina walaupun beliau hanya bertujuan untuk membebaskan rakyat dan
negaranya dari penjajahan Israel sejak 1948.

19. Karena Iran beragama Islam maka usaha mereka untuk memiliki tekhnologi
Nuklir walau untuk tujuan damai sekalipun itu kalian anggap buruk dan
mengancam perdamaian dunia sehingga harus dicegah dan kalau perlu
cepat-cepat dibom.

20. Karena Israel beragama Yahudi dan jelas-jelas tidak ikut menandatangani
perjanjian profilerasi nuklir walaupun telah dengan pasti diketahui
mempunyai puluhan senjata nuklir, kalian pura-pura buta dan membiarkan hal
itu dan bahkan justru terus memberikan dukungan kepada negara Yahudi itu.
Dukungan yang sama juga kalian berikan 100% bagi Amerika Serikat, si raja
nuklir yang pernah membom nuklir Jepang tahun 1945 sehingga menewaskan ratusan ribu rakyatnya dan menyerang Vietnam lewat senjata kimia (agen Orange) yang juga menewaskan ribuan rakyatnya. Walaupun terbukti AS memiliki 25% reaktor nuklir dari semua yang ada di dunia, bagi kalian itu adalah HAK  untuk Amerika dan syah-syah saja, semata-mata hanya karena mereka orang Kristen.

Benarkah Kristen Agama Kasih?

Agar tidak dituduh memfitnah, orang kristen punya hak untuk menjawab fakta-fakta HISTORIS kebiadaban kristen mulai dari dahulu,

1. Tahun 630 (8 H). Utusan Nabi Muhammad, Al-Harits ibu Umair al-Azady, yang membawa surat untuk pemimpin Bushro, dihadang dan diculik untuk selanjutnya dipenggal lehernya oleh pegawai Romawi atas perintah Kaisar Romawi, Heraklius. Padahal, membunuh duta merupakan kejahatan yang amat sama halnya dengan mengumumkan perang. Akibat kebiadaban kaisar Kristen ini timbullah perang Mut’ah dan perang Tabuk antara umat Islam melawan Kristen Romawi. Inilah konflik pertama kali antara umat Islam dengan orang Kristen. Dan seperti yang terpampang dalam sejarah, Kristen lah yang lebih dulu membunuhi umat Islam.

2. Tahun 1064. Rombongan peziarah Kristen sebanyak 7000 orang yang dipimpin oleh seorang Uskup telah menyerang orang-orang Arab dan Turki di Yerusalem.

3. 15 Juli 1099, Yerusalem ditaklukan. 60.000 orang dibunuh, terdiri dari orang-orang Yahudi, Muslim, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Dilukiskan oleh saksi mata Kengerian begitu dahsyat : “Kami harus berjalan didalam darah musuh kami sedalam mata kaki”. Akhirnya pada 15 Juli 1099, Yerusalem (Baitul Maqdis) jatuh ke tangan pasukan Salib, tercapailah cita-cita mereka. Berlakulah keganasan luar biasa yang belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. Kaum kafir Kristen itu telah menyembelih penduduk sipil Islam baik lelaki, perempuan dan anak-anak dengan sangat ganasnya.

Mereka juga membantai orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang enggan bergabung dengan kaum Salib. Keganasan kaum Salib Kristen yang sangat luar biasa itu telah dikutuk dan diakui oleh para saksi dan penulis sejarah yang terdiri dari berbagai agama dan bangsa. Seorang ahli sejarah Prancis, Michaud berkata: “Pada saat penaklukan Yerusalem oleh orang Kristen tahun 1099, orang-orang Islam dibantai di jalan-jalan dan di rumah-rumah. Yerusalem tidak punya tempat lagi bagi orang-orang yang kalah itu. Beberapa orang coba mengelak dari kematian dengan cara mengendap-endap dari benteng, yang lain berkerumun di istana dan berbagai menara untuk mencari perlindungan terutama di masjid-masjid. Namun mereka tetap tidak dapat menyembunyikan diri dari pengejaran orang-orang Kristen itu.

Tentara Salib yang menjadi tuan di Masjid Umar, di mana orang-orang Islam coba mempertahankan diri selama beberapa lama menambahkan lagi adegan-adegan yang mengerikan yang menodai penaklukan Titus. Tentara infanteri dan kavaleri lari tunggang langgang di antara para buruan. Di tengah huru-hara yang mengerikan itu yang terdengar hanya rintihan dan jeritan kematian. Orang-orang yang menang itu menginjak-injak tumpukan mayat ketika mereka lari mengejar orang yang coba menyelamatkan diri dengan sia-sia.”Raymond d’Agiles, yang menyaksikan peristiwa itu dengan mata kepalanya sendiri mengatakan: “Di bawah serambi masjid yang melengkung itu, genangan darah di dalamnya mengenai lutut dan mencapai tali kekang kuda.” Aksi pembantaian hanya berhenti beberapa saat saja, yakni ketika pasukan Salib itu berkumpul untuk menyatakan rasa syukur kepada Tuhan mereka Yesus Kristus atas kemenangan mereka. Tapi begitu upacara perayaan itu selesai, pembantaian diteruskan dengan lebih ganas lagi.

Seterusnya Michaud berkata: “Semua yang tertangkap yang disisakan dari pembantaian pertama, semua yang telah diselamatkan untuk mendapatkan upeti, dibantai dengan kejam. Orang-orang Islam itu dipaksa terjun dari puncak menara dan bumbung-bumbung rumah, mereka dibakar hidup-hidup, diseret dari tempat persembunyian bawah tanah, diseret ke hadapan umum dan dikurbankan di tiang gantungan.”Selanjutnya Michaud menambahkan: “Air mata wanita, tangisan anak-anak, begitu juga pemandangan dari tempat Yesus Kristus memberikan ampun kepada para algojonya, sama sekali tidak dapat meredakan nafsu membunuh orang-orang yang menang itu. Penyembelihan itu berlangsung selama seminggu.Beberapa orang yang berhasil melarikan diri, dimusnahkan atau dikurangkan jumlahnya dengan perbudakan atau kerja paksa yang mengerikan.”…woaow luar biasa ajaran kasih ya

Archbishop Tyre, saksi mata melukiskan peristiwa itu sbb:
“It was impossible to look upon the vast numbers of the slain without horror; everywhere lay fragments of human bodies, and the very ground was covered with the blood of the slain. It was not alone the spectacle of headless bodies and mutilated limbs strewn in all directions that roused the horror of all who looked upon them. Still more dreadful was it to gaze upon the victors themselves, dripping with blood from head to foot, an ominous sight which brought terror to all who met them. It is reported that within the Temple enclosure alone about ten thousand infidels perished.”

“Adalah mustahil untuk melihat keatas angka-angka luas yang dibunuh tanpa kengerian; di mana-mana diletakkan bagian-bagian tubuh manusia, dan seluruh lantai telah tertutup oleh darah para korban. Itu tidak sendiri karena pertunjukan besar tubuh-tubuh tanpa kepala dan terpotong-potong yang ditaburkan di segala jurusan, benar-benar membangunkan kengerian bagi semua yang melihatnya. Meski demikian yang lebih seram adalah untuk menatap atas para pemenang diri mereka, menitikkan darah seluruh badan, suatu penglihatan tidak menyenangkan yang membawa teror bagi semua menjumpainya. Itu dilaporkan di dalam lampiran kuil itu sendiri bahwa sekitar sepuluh ribu orang pengkhianat binasa.”

Gustave Le Bon telah mensifatkan penyembelihan kaum Salib Kristen sebagaimana kata-katanya: “Kaum Salib kita yang ‘bertakwa’ itu tidak memadai dengan melakukan berbagai bentuk kezaliman, kerusakan dan penganiayaan, mereka kemudian mengadakan suatu pertemuan yang memutuskan supaya dibunuh saja semua penduduk Yerusalem yang terdiri dari kaum Muslimin dan bangsa Yahudi serta orang-orang Kristen yang tidak memberikan pertolongan kepada mereka yang jumlahnya mencapai 60.000 orang. Orang-orang itu telah dibunuh semua dalam masa 8HARI SAJA termasuk perempuan, anak-anak dan orang tua, tidak seorang pun yang terkecuali.”

Gustave Le Bon dalam bukunya “La Civilisation Islamique er Arabe” hal.407 juga mengatakan, “Kekejaman yang dilakukan oleh tentara salib terhadap kawan maupun lawan, tentara maupun rakyat sipil, wanita ataupun anak-anak, orang tua maupun anak muda, membuat mereka menduduki tempat teratas dalam sejarah kekerasan”.

Salah seorang saksi sejarah, Robert The Monk, menulis sbb:
“Tentara kami menyerbu seluruh lorong, medan, serta di atas bumbung-bumbung rumah yang bersambungan seperti singa yang kehilangan anaknya. Kami mencabik-cabik anak-anak dengan kejam. Kami membunuh orang tua dan muda dengan pedang. Untuk mempercepat kerja, kami menggunakan satu tali untuk mengantung leher beberapa orang.”Tentara merampas dan merampok apa saja yang mereka temukan. Mereka bahkan merobek perut para korban untuk mencari emas dan uang. Apa saja yang ditemukan, mereka rampas. Akhirnya, Bohemond mengumpulkan semua yang selamat, lelaki ataupun perempuan, yang cacat dan tidak berdaya di dalam sebuah istana, dan membunuh mereka semua. Mereka meninggalkan yang muda untuk dijual di pasar budak Antiochia.

Godfrey Hardouinville melaporkan kepada Paus, “Di Yerusalem, umat Islam yang ditangkap, dibunuh oleh orang-orang kami di halaman kuil Solomon hingga kuil itu dipenuhi dengan darah yang menggenang sampai ke lutut.”

Ahli sejarah Kristen yang lain, Mill, mengatakan: “Ketika itu diputuskan bahwa rasa kasihan tidak boleh diperlihatkan terhadap kaum Muslimin. Orang-orang yang kalah itu diseret ke tempat-tempat umum dan dibunuh. Semua kaum wanita yang sedang menyusu, anak-anak gadis dan anak-anak lelaki dibantai dengan kejam. Tanah padang, jalan-jalan, bahkan tempat-tempat yang tidak berpenghuni di Yerusalem ditaburi oleh mayat-mayat wanita dan lelaki, dan tubuh anak-anak yang terkoyak-koyak. Tidak ada hati yang lebur dalam keharuan atau yang tergerak untuk berbuat kebajikan melihat peristiwa mengerikan itu.” Penaklukan Yerusalem oleh tentara Salib benar-benar diwarnai dengan pembantaian yang tak pandang bulu (indiscriminate massacre). Kaummuslimin -meliputi semua umur dan jenis yang tak berdaya- dibantainya.

K. Hitti menuliskan, “Heaps of heads and hand feet were to be seen throughout the street and squares of the city.” (Tumpukan dari kepala-kepala dan kaki tangan korban pembantaian dipamerkan di jalan-jalan dan di sudut-sudut kota).

Para ahli sejarah mencatat jumlah korban pembantaian itu sekitar 60.000 sampai 100.000 orang lebih. Peristiwa yang kejam ini, jika dibandingkan dengan penaklukan Shalahuddin al-Ayyubi dalam merebut kembali Yerusalem, tentu menimbulkan pertanyaan, “Benarkah motivasi agama (Kristen) menjiwai perang ini?”.

Karena, berbeda 180 derajat dengan pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Kristen, umat Islam sama sekali tidak melakukan pembantaian balasan ketika merebut kembali Yerusalem dibawah pimpinan Salahuddin Al-Ayyubi. Kristen membantai sangat banyak umat manusia ketika merebut Yerusalem,
sementara Islam dibawah pimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi berperilaku jauh lebih mulia dan beradab daripada Kristen ketika merebut Yerusalem kembali. Benar-benar bertolak belakang sekali memang antara Islam dengan Kristen itu. Sikap Salahuddin ini menambah harum namanya, baik di mata lawan maupun kawan.

Beberapa sejarawan Barat yang pernah menulis ketinggian pribadinya, antara lain Stanley Lane Poole. Berikut kisah Shalahuddin Al-Ayyubi: http://groups.yahoo.com/

4. Tahun 1456. Pertempuran Belgrade 1456, 80.000 orang Turki dibunuh oleh orang-orang Kristen. Sampai disini saja entah sudah berapa banyaknya nyawa umat manusia yang telah dihabisi oleh orang Kristen. Umat Yahudi disembelih, umat Islam dibantai, bahkan umat seimanpun dihabisi juga oleh Kristen.Kekejaman dan kebiadaban Kristen memang terlalu spektakuler, mungkin sudah menjadi darah daging mereka untuk menghabisi nyawa orang. Buktinya jumlah manusia yang telah dibunuh oleh orang Kristen berkali-kali lipat lebih banyak daripada perbuatan sejenis yang dilakukan oleh umat Islam dan agama lainnya.

5. 3 Juni 1502, terjadilah pembunuhan massal di Kalikut, sebuah kota pelabuhan di selatan India yang menjadi pusat perdagangan abad ke-16.

Pembunuhan massal yang terjadi atas para pedagang Arab itu dilakukan oleh Vasco Da Gama seorang pelaut Portugis dan pasukannya. Awalnya, Vasco da Gama atas perintah raja Manuel dari Portugal,melakukan ekspedisi laut untuk mencapai India, salah satu tujuannya adalah untuk mencari rempah-rempah. Ekspedisi ini menggunakan empat kapal dengan 160 tentara dan pelaut. Mereka mengangkat sauh dari pelabuhan Lisabon tanggal 8 Juli 1497 dan tiba di pelabuhan Calicut pada tanggal 22 Mei 1498. Sebagaimana imperialis Barat lainnya, Vasco da Gama dengan segera mengklaim Calicut sebagai wilayah dagangnya dan timbullah pertentangan dengan para pedagang Arab. Akhirnya, Vasco da Gama memerintahkan pasukannya untuk membunuh massal para pedagang Arab yang berjumlah 800 orang tersebut. Calicut kini telah beralih nama menjadi Kozhikode

6. 8 Mei 1621, 14.000 orang di pulau Banda, Maluku dibantai Kristen Belanda. Contoh kongkrit bisa dilacak lewat bukti lembaran sejarah pembantaian bangsa Banda pada tanggal 8 Mei 1621, yang menelan hampir seluruh jumlah penduduk pulau Banda sebanyak 14.000 orang. Penduduk asli Banda tiada tersisa (Willard A. Hanna; Indonesian Banda Colonialism and its aftermath in the nutmeg island).

waow…jadi inget kolonel Westerling nih..lagi2 luar biadab

7. Tahun 1808-1811. Untuk memperkuat pertahanan di Pulau Jawa, Gubernur Jendral Herman William Daendels memerintahkan pembuatan jalan raya dengan kerja paksa (kerja rodi). Jalan itu sangat panjang, 1000 km terbentang dari Anyer sampai Panarukan. Si Kristen bengis Daendels MEMAKSA rakyat Indonesia untuk mengerjakan pembuatan jalan raya tersebut tanpa diberi upah. Ribuan rakyat Indonesia mati menjadi korban dalam pembuatan jalan tersebut.

8. Tanggal 4 Maret tahun 1823, pasukan Yunani dalam era peperangan melawan tentara Imperium Ottoman, melakukan pembunuhan massal terhadap 12 RIBU MUSLIM di kota Tripolitza. Tentara Yunani dalam pertempuran itu mendapatkan dukungan dari beberapa negara Eropa.

9. Pada tahun 1830, Van Der Cappelen digantikan oleh Van Den Bosch sebagai Gubernur Jendral di Hindia Belanda. Ia diberi tugas untuk mengisi kas keuangan Belanda yang kosong. Setelah memeras otak beberapa lama, Van Den Bosch menemukan suatu cara. Ia memberlakukan kebijakan Cultur Stelsel atau Tanam Paksa. Tanam paksa menimbulkan penderitaan rakyat yang amat menyedihkan. Beban rakyat semakin berat. Hasil pertanian pun semakin turun.

Rakyat mengalami kelaparan. Banyak rakyat Indonesia yang mati kelaparan, gara-gara penindasan Kristen biadab. Sebaliknya, sistem tanam paksa ini menguntungkan Kristen Belanda. Kas negara Belanda yang tadinya kosong, kini terisi kembali. Hasil tanam paksa diangkut seluruhnya ke Belanda. Kemudian, hasil tersebut digunakan untuk membangun negeri Belanda.

10. 10 November 1945, kekejaman penjajah Inggris di Surabaya. Pada bulan November 1945 terjadi perang yang amat sengit antara tentara Inggris dengan pasukan Indonesia yang mempertahankan pelabuhan dan kota Surabaya. Sekitar dua minggu pasukan Indonesia yang sebagian besar hanya bersenjatakan senapan dan bambu runcing melawan tentara Inggeris yang bersenjata lengkap dan modern dengan dibantu kapal-kapal altileri, angkatan udara dan tank-tank. Peristiwa pemboman atas kota Surabaya pada tanggal 10 November 1945 yang dilakukan oleh Angkatan Perang Kerajaan Inggris, di mana diperkirakan telah jatuh korban sekitar 30.000 orang Indonesia tewas (beberapa pihak menyebutkan “hanya” 12.000 korban tewas), yang banyak diantara korbannya adalah para orangtua, wanita dan anak-anak … adalah Crimes against humanity!

Pada tanggal 10 November 1945 di kota Surabaya, ibukota propinsi Jawa Timur Indonesia, dengan dalih: kematian Brigjen Mallaby, rakyat dan pemuda menghalangi perlucutan tentara Jepang oleh Sekutu, rakyat dan pemuda tidak mau menyerahkan tawanan Jepang dan senjatanya kepada Sekutu, pada tanggal 10 Nopember 1945 kota Surabaya dibombardir oleh kapal-kapal Sekutu dari laut dan pesawat-pesawat tempur mereka dari udara.Ribuan rumah di kota Surabaya hancur dan ribuan mayat bergelimpangan di mana-mana, berhari-hari Sekutu melakukan serangan tersebut dengan kejam tanpa pertimbangan perikemanusiaan sama sekali. Tujuan mereka supaya rakyat dan pemuda minta ampun dan menyerah kepada Sekutu (;Kristen Inggris).

Tetapi rakyat dan pemuda Surabaya dan satuan-satuan bersenjata lainnya yang pantang menyerah dan pantang minta ampun, makin menguatkan tekad dan semangat untuk meneruskan perlawanan bersenjata terhadap siapa saja yang akan memaksakan kembalinya penjajahan di Indonesia.

Perlawanan yang gagah berani, pantang menyerah dan dengan semangat berkobar-kobar dari kaum patriot Indonesia untuk membela tanah airnya melawan agresor di Surabaya itu membangkitkan semangat perlawanan patriot Indonesia lainnya di seluruh Indonesia.Atas dasar ideologi dan semangat rakyat dan pemuda Surabaya yang pantang menyerah itulah maka tanggal 10 Nopember dijadikan “Hari Pahlawan” di Indonesia.

Dalam pertempuran Surabaya melawan pasukan Inggris pada bulan November 1945 ini, tidak sedikit peranan pemuda-pemuda Tionghoa dan Arab yang ikut berjuang, bahu membahu melawan penyerbuan Kristen Inggris. Berkenaan dengan pertempuran Surabaya, pada tanggal 12 November 1945, Bung Karno mengucapkan pidato antara lain

“Ratusan orang Tionghoa dan Arab yang tidak bersalah dan suka damai, yang datang di negeri ini untuk berdagang, terbunuh dan luka-luka berat. Kurban di pihak Indonesia lebih banyak lagi. Saya protes keras terhadap pemakaian senjata modern, yang ditujukan kepada penduduk kota yang tidak sanggup mempertahankan diri untuk melawan”.

11. 5 Juli 1962, setelah berjuang selama bertahun-tahun dan mengorbankan sekitar satu juta syuhada, rakyat muslim Aljazair akhirnya berhasil meraih kemerdekaan mereka. Pada tahun 1830, Prancis datang menyerang Aljazair dengan tujuan menjadikan negara itu sebagai wilayah jajahannya, namun mendapat perlawanan keras dari bangsa Aljazair. Salah satu pejuang kemerdekaan Aljazair yang
terkemuka adalah Amir Abdul Qadir Aljazairi sejak tahun 1932. Pada 18 Februari 1834, tentara Prancis mengalami kekalahan telak melawan pasukan Amir Abdul Qadir Aljazairy. Sepertiga tentara Prancis
tewas dalam pertempuran itu dan setengah dari tentara yang masih hidup menjadi tawanan perang.

Kristen kolonialis Prancis yang baru pertama kalinya mengalami kekalahan besar di Afrika, menawarkan perdamaian. Namun, pemimpin perjuangan rakyat Aljazair, Amir Abdul Qadir Aljazairy itu menolak tawaran damai itu dan meneruskan perjuangannya sehingga hampir seluruh kawasan Aljazair berhasil dibebaskan. Namun pada tahun 1836, tentara Prancis kembali mengalahkan pasukan Abdul Qadir.Pada tanggal 18 November 1839, dimulailah periode kedua perjuangan rakyat Aljazair melawan penjajahan Prancis. Dalam perang ini, Kristen Prancis menambah pasukannya dalam jumlah besar dan menggunakan strategi penghancuran terhadap basis-basis militer Abdul Qadir.

Selain itu, tentara Prancis juga membuat rakyat kelaparan dengan cara menghancurkan ladang, kebun buah, dan hewan ternak. Akhirnya, Amir Abdul Qadir terpaksa menyerah pada tahun 1847 dan dipenjarakan di Prancis. Dengan kekalahan tersebut, Prancis pun berkuasa penuh atas Aljazair.
Dengan leluasa, Prancis menguras hasil bumi negara ini dan menindas rakyat Aljazair.Sekitar satu abad kemudian, setelah Perang Dunia Kedua, sekali lagi rakyat Aljazair memulai perjuangannya melawan penjajahan Prancis. Pada tanggal 31 Juli 1962, barulah Aljazair meraih kemerdekaannya.

12. 19 Juni 1971. Sekitar 70 orang Moro, baik laki-laki, wanita dan anak-anak tanpa ampun dibantai oleh kelompok Ilaga Movement yang dibacking orang-orang Katolik Biadab dari Militer Filipina pada salah satu
masjid di Barrio Manili, Carmen Cotabato Utara. Peristiwa yang kemudian dikenal dengan Pembantaian Manili ini, membuktikan bahwa peperangan antara bangsa Moro melawan Filipina adalah konflik religius. Yaitu kebencian mendalam Katolik Filipina terhadap agama Islam yang dianut oleh mayoritas penduduk
di Mindanao Selatan. Sampai detik ini total lebih dari 30 ribu muslim di Filipina yang tewas menjadi korban kekejaman pemerintah Filipina.

13. Tahun 1982. Pada tanggal 17 September 1982, terjadi pembunuhan massal terhadap warga sipil Palestina yang menghuni kamp penampungan Shabra dan Shatila di Lebanon oleh kelompok Phalang/Kristen dari Tentara Lebanon Selatan (SLA) yang didukung oleh tentara Zionis Israel.

Dengan persetujuan Menachem Begin, Perdana Menteri Israel dan atas perintah Ariel Sharon, Menteri Perang Israel pada waktu itu, pada dini hari tanggal 17 September, tentara Zionis mengepung kamp pengungsi Shabra dan Shatila. Lalu, kelompok Phalang memasuki kamp tersebut dan memperkosa serta
membunuh warga sipil Palestina yang umumnya wanita, anak-anak, dan orang tua. Pembunuhan massal ini berlangsung selama 40 jam dan 3300 orang telah terbunuh.

14. 14-15 April 1986. Selama dua hari Kristen AS atas perintah Presiden Ronald Reagan, -yang sudah mampus dan sedang dalam perjalanan menuju neraka jahannam- mengebom Tripoli dan Benghazi, kota-kota terpenting di Libya, yang menewaskan seratus orang menurut pers barat dan enam puluh orang menurut laporan resmi Libya, sebagian besar penduduk sipil. Tujuan Kristen biadab AS melakukan pengeboman itu adalah untuk membunuh Presiden Libya yang berdaulat, Kolonel Muammar Qaddhafy, namun hasilnya ternyata meleset. Qaddhafy selamat, namun salah seorang anak tirinya yang tidak bersalah berhasil dimampuskan oleh Kristen biadab AS. Saudara perempuan satu-satunya bocah cilik tersebut telah terbunuh akibat pemboman Kristen AS.
15. Berbagai pembantaian Kristen terhadap Umat Islam terjadi dimana-mana hingga saat ini, negara-negara Muslim di fitnah dan penduduknya di bunuh mulai dari Irak, Palestina, Libya, Chechya, Filipina, Pakistan, Afganistan, Libanon, Maroko, Turki hingga Indonesia…. sampai saat ini.

YANG BARU NIE YE
Sedikitnya 500 Orang Kristen Nigeria Membantai Muslim di Kota Jos

Kekerasan sektarian di Nigeria kembali berlanjut, di mana lebih dari 500 orang dari desa-desa Kristen di akhir pekan lalu – dibawah dukungan kelompok militan Kristen – melakukan penyerangan terhadap umat Islam Nigeria, kata pihak berwenang pada hari Senin kemarin (8/3).

http://antipemurtadan.wordpress.com/2010/03/30/sedikitnya-500-orang-kristen-nigeria-membantai-muslim-di-kota-jos/

about 3 months ago

Kejahatan Teroris Islam Tak Sebanding Kebiadaban Kristen

 

O Otaryono
Mon, 12 Dec 2005 00:51:49 -0800
Kalo kita mau fair. melihat semua permasalahan berdasarkan fakta-fakta di lapangan akan kita jumpai bahwa kebiadaban orang-orang Kristen jauh lebih besar dibanding kegiatan yang dilakukan oleh apa yang mereka sebut sebagai teroris islam. Kalau teroris Islam dikatakan telah membunuh sekia ratus orang in agregat, maka para pemeluk ajaran Yesus telah membunuhi berjuta orang muslim dan non-muslim didunia ini. Disamping itu, cara-cara menghabisi orang-orang non-kristen jauh lebih biadab di banding para teroris Islam tersebut. Korban teroris Islam langsung meninggal tanpa mengalami penderitaan yang berkepanjangan. Tetapi para korban penganut ajaran kasih Yesus mengalami penyiksaan-penyiksaan amat pedih yang tak berkesudahan hingga ajal menjemput. Apalagi korban para wanita, kehormatannya direnggut habis-habisan sebelum ajal menjemput mereka.

Tak puas dengan kehormatan dan tubuh korban, mereka pun menguras kekayaan para korbannya. Dan masa depan keturunan para korban pun dibikin sesuram-suramnya. Demikianlah ajaran kasih Yesus yang telah menciptakan kebrutalan-kebrutalan dan kebiadaban-kebiadaban yang tak terperikan. Kejahatan terbesar yang pernah dilakukan didunia ini, tak lain dan tak bukan dilakukan oleh para penganut ajaran kasih sayang Yesus.

Kebiadaban-kebiadaban tersebut terekam jelas dalam sejarah: Bosnia-Herzegovina, maluku, Poso, Vietnam, Irak dan sebagainya.

Benar-benar, ajaran haus darah, haus harta dan haus perawan ……

Perbudakan dalam kristen

Kristen memiliki hubungan majikan/budak dalam ketuhanan mereka pula. Kristen memakai injil untuk membenarkan perbudakan, pelecehan wanita dan pelanggaran HAM lainnya. Hal ini karena kekaburan injil dalam masalah politik sehingga memungkin berbagai penafsiran.

Perjanjian lama memperbolehkan perbudakan, dengan sangat jelas, namun tidak semuanya terbatas pada perjanjian lama. Yesus merangkum makna perjanjian lama sebagai aturan emas: Apakah ada yang berpikir kalau perbudakan itu mungkin lewat aturan emas? Sebagian besar Kristen dalam sejarah berpikir demikian. Yesus terus melanggar hukum perjanjian lama dan memerintahkan sahabatnya melakukannya pula.

Walau begitu petunjuk perbudakan dalam ajaran Kristen dapat ditemukan dalam ayat berikut:

Ephesians (Efesus) 6:5

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,

 

Leviticus (Imamat)

25:44 Tetapi budakmu laki-laki atau perempuan yang boleh kaumiliki adalah dari antara bangsa-bangsa yang di sekelilingmu; hanya dari antara merekalah kamu boleh membeli budak laki-laki dan perempuan.

25:45 Juga dari antara anak-anak pendatang yang tinggal di antaramu boleh kamu membelinya dan dari antara kaum mereka yang tinggal di antaramu, yang dilahirkan di negerimu. Orang-orang itu boleh menjadi milikmu.

25:46 Kamu harus membagikan mereka sebagai milik pusaka kepada anak-anakmu yang kemudian, supaya diwarisi sebagai milik; kamu harus memperbudakkan mereka untuk selama-lamanya, tetapi atas saudara-saudaramu orang-orang Israel, janganlah memerintah dengan kejam yang satu sama yang lain.

 

Eksodus (Keluaran)

21:20 Apabila seseorang memukul budaknya laki-laki atau perempuan dengan tongkat, sehingga mati karena pukulan itu, pastilah budak itu dibalaskan.

21:21 Hanya jika budak itu masih hidup sehari dua, maka janganlah dituntut belanya, sebab budak itu adalah miliknya sendiri.

 

Luke (Lukas)

12:46 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.

12:47 Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.

 

1- Timotius

6:1 Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang.

6:2 Jika tuan mereka seorang percaya, janganlah ia kurang disegani karena bersaudara dalam Kristus, melainkan hendaklah ia dilayani mereka dengan lebih baik lagi, karena tuan yang menerima berkat pelayanan mereka ialah saudara yang percaya dan yang kekasih. (6-2b) Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini.

 

Sebuah gelombang revivalisme yang disebut kebangkitan besar kedua menginspirasi semangat reformasi di Utara AS. Revivalis berpendapat kalau amerika perlu regenerasi moral oleh umat Kristen yang berdedikasi. Mereka membuat sederetan kebijakan untuk menghilangkan kejahatan dalam masyarakat amerika. Reformasi ini termasuk hak wanita, pendidikan, perilaku, perilaku manusiawi pada orang yang sakit mental, dan penghapusan perbudakan. Walau tidak semua revivalis menentang perbudakan, pada pertengahan abad ke19 gerakan penghapusan perbudakan mendapat kekuatan dan energi karena dukungan mereka.

Saat ini tinggal dua negara di dunia kristen yang mempraktekkan perbudakan:

  1. Venezuela (walau ini tidak semuanya berkaitan dengan kristen, tapi karena hubungan kuat Hugo Chavez dengan organisasi teroris dan kejahatan internasional)
  2. Guinea Khatulistiwa

 

Referensi:

God Is Not Great by Christopher Hitchens

McCormick, M. Origins of the European Economy: Communications and Commerce AD 300-900. Retrieved from

http://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=w_qk37HzM7wC&oi=fnd&pg=PR15&dq=Michael+McCormick+European+Economy&ots=AM2RRmJn-v&sig=SAIrQn-RpgKEIsFGfx1YILChGMg#PPP1,M1

>>

Access from,

http://ateisindonesia.wikidot.com/perbudakan-dalam-kristen

Access date,

5 Nopember 2010.

Penutup.

Inikah yang dimaksud dengan agama karosetan sebagai agama yang penuh kasih dan damai untuk segenap bangsa?? Dan inikah yang ingin ditunjukkan kaum kapirit karosetan ketika mereka begitu gencarnya menuduh dan mencaci maki Islam dan kaum Muslim sebagai agama dan umat yang gemar memperbudak manusia???

Betapa munafiknya jidat-jidat karosetan itu!!!!

Kekerasan karoSetan!!!

Apakah di Indonesia individu-individu di halang-halangi melaksanakan keyakinan agamanya? Apaka di Indonesia individu dilarang melaksanakan ibadah, yang sesuai dengan keyakinan agamanya? Apakah individu dapat bebas berbuat melakukan penodaan terhadap agama? Seperti ada seseorang yang mengaku nabi, dan membawa ajaran baru, yang merupakan kreasi sang ‘nabi’ itu?

Sebelumnya, sejumlah 7 kelompok LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), mengajukan gugatan uji materiil tentang UU Nomor 1 Tahun 1965, tentang larangan penodaan agama kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Kelompok 7 LSM itu, meminta kepada MK agar mencabut larangan itu, karena itu tidak sesuai dengan semangat kebebasan agama. Menurut mereka, hendaknya setiap individu bebas menjalankan keyakinannya, termasuk tidak dibatasinya eksistensi agama yang ada, sehingga di Indonesia agama-agama selain yang sudah ditetapkan pemerintah, seperti Yahudi, Bahaisme, Zoroaster, Druze, Ahmadiyah dan lainnya, bisa eksis dan hidup di Indonesia.

Sesudah berlangsung pertemuan lintas agama internasional, yang berlangsung di Jakarta, dihadiri wakil-wakil pemimpin agama dari seluruh dunia, termasuk dari Amerika dan Eropa, sekarang berlangsung Konferensi Nasional Lintas Agama atau disebut Indonesia Conference on Religion and Peace, dan menilai negara gagal mempromosikan, melindungi, dan memenuhi hak kebebasan beragama dan berkeyakinan. Bahkan, dalam banyak kasus, negara justru bertindak sebagai pelaku pelanggaran hak asasi manusia.

Penilaian Indonesia Conference on Religion and Peace (ICRP) itu, dilandasi pelarangan yang selama ini dilakukan negara terhadap aliran keagamaan dan keyakinan di masyarakat. Negara dinilai membiarkan kelompok atau organisasi keagamaan melakukan persekusi massasl atas kelompok keagamaan dan keyakinannya.

Penilaian ICRP yang diwakili Siti Musdah Mulia saat bertemu dengan Wakil Presiden Boediono, Selasa (9/2) di Istana Wapres, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Musdah didampingi Sekjen ICRP Johanes Hariyanto dan pengurus lainnya, antara l ain Staf Khusus Bidang Media Massa Yopie Hidayat.

“Kami menyampaikan keprihatinan kekerasan terkait agama di negeri ini. Oleh karena itu, kami menghimbau agar pemerintah lebh tegas lagi untuk menindak oknum yang melakukan kekerasan dengan dalih agama. Negara ini adalah negara hukum”, ujar Musdah.

Dalam rekomendasinya, ICRP menyatakan secara umum Indonesia memiliki kemajuan berarti dalam konteks spirit kebebasan beragama. Ini terbukti dengan dilakukannya perubahan terhadap UUD 1945 yagn lebih ramah terhadap prinsip HAM dan kebebasan beragama. “Jugadengan diratifikasinya kovenan internasinal HAM dan politik serta konvensi internasional penghapusan diskriminasi ras dan etnis,yang menjamin kebebasan beragama”, kata Musdah.

Wapres Boediono mengakui masa transisi ini masih banyak masalah yang harus diperbaiki bersama. “Langkah ini tentunya upaya bersama untuk memperbaiki kualitas kebebasan beragama dan pelaksanaan HAM”, ucap Boediono. Menurut Yopie Staf Wapres Bidan Media ini, menyatakan, bahwa Wapres Boediono berjanji untuk rekomendasi itu kepada Presiden SBY, terkait dengan kebebasan beragama. “Pak Boediono sebelumnya juga akan berdiskusi dengan sejumlah menteri dan menyampaikannya ke sejumlah aparat”, kata Yopie.

Dibagian lain, Johannes menuturkan, pembiarkan kekerasan terhadap kelompok penganut agama minoritas juga memprihatinkan ICRP. “Secara statistik justru tidak menurun, malah naik. Selama Januari 2010, kami sudah mencatat 20 pelanggaran terkait tempat ibadah”. Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), jjuga mendatangi Komisi III DPR, mempertanyakan kebebasan beragama di Indonesia.

MEMANG, YANG MENJADI MASALAH, PENDIRIAN TEMPAT-TEMPAT IBADAH, KHUSUSNYA BAGI KELOMPOK KRISTEN DAN KATHOLIK, DI MANA DI TEMPAT ITU, TIDAK TERDAPAT PEMELUKNYA, DAN KALAU ADA JUMLAH SANGAT MINIM, DAN KEMUDIAN MENIMBULKAN PROTES WARGA. INI SUDAH BERLANGSUNG DI MANA-MANA. BAHKAN, SEJAK AWAL ORDE BARU, DI TAHUN L969, BERLANGSUNG PERTEMUAN TOKOH-TOKOH AGAMA, YANG AKAN MEMBUAT PENGATURAN DALAM PENYIARAN (PENYEBARAN), TETAPI DITOLAK OLEH KELOMPOK KRISTEN DAN KATHOLIK.

 

ADAPUN, SOAL KEKERASAN YANG TERJADI, TIDAK SELAMANYA BERAWAL DARI UMAT ISLAM. SEPERTI YANG TERJADI DI MALUKU UTARA, AMBON DAN POSO, YANG MELAKUKAN KEKERASAN DENGAN MENYERANG DAN MEMBUNUH UMAT ISLAM ADALAH KELOMPOK KRISTEN TERLEBIH DAHULU. BAHKAN, PEMBANTAIAN SUKU MADURA DI SANGGO LEDO (KALIMANTAN BARAT), DAN PALANGKARAYA (KALIMANTAN TENGAH), YANG DILAKUKAN SUKU DAYAK. SIAPA DIBELAKANG GERAKAN PEMBANTAIAN SUKU MADURA ITU, YANG UMUMNYA PENGANUT AGAMA ISLAM? RIBUAN ORANG MADURA YANG TEWAS DALAM KONFLIK ITU. TAPI, SAMPAI SEKARANG TIDAK ADA YANG BERBICARA TENTANG PELANGGARAN HAM?

 

JADI SIAPA YANG MEMULAI DAN MELAKUKAN KEKERASAN ITU? SEPERTI YANG TERJADI DI PHILIPINA SELATAN, THAILAND SELATAN, KASHMIR, IRAQ, AFGHANISTAN, SOMALIA, SUDAN SELATAN, PALESTINA, BOSNIA, DAN ALBANIA? PRESIDEN AS GEORGE WALKER BUSH, MENYERANG IRAQ, MENGAKU ATAS PERINTAH AGAMA (KRISTEN),DAN MENGATAKAN SEBAGAI ‘CRUSADE’ ([PERANG SALIB).

Lalu, kalau ada orang yang mengaku ‘nabi’ dan mempunyai ajaran ‘kitab’, tidak bisa dilarang dan ditangkap? Betapa banyak ‘nabi’ di Indonesia yang akan membawa agama baru nanti?

Mengapa selalu yang mendapatkan tudingan melakukan kekerasan dan pelanggaran HAM adalah umat Islam? (eramuslim.com, 10/2/2010)

>>

Access from,

http://lk-uswah.blogspot.com/2010/02/apakah-di-indonesia-individu-individu.html

Access date,

5 Nop 2010

Kisah Tragis Di Balik Pembantaian Muslim Poso

Senin, 28 Mei 2007, ba’da zuhur, Aula Masjid al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta penuh sesak dipadati hadirin. Kursi yang disediakan panitia tidak muat menampung luberan peserta. Terpaksa sebagiannya harus duduk di lantai. Hari itu, FUI bersama Hizbut Tahrir Indonesia, Yayasan al-Azhar dan MUI menyelenggarakan Tablig Akbar, “Peringatan Tragedi Pembantaian Pesantren Wali Songo Poso”.

Sejumlah tokoh menyampaikan orasinya. Di antaranya, Ketua MUI KH Kholil Ridwan, Ketua DDII Zahir Khan, Ketua FUI Mashadi dan Jubir HTI HM Ismail Yusanto. Mendengarkan orasi yang disampaikan oleh para tokoh dengan penuh semangat dan menyaksikan film dokumenter pembantaian Muslim Poso tahun 2000 dan 2001, tak pelak membuat suasana forum menjadi penuh dengan aura kesedihan dan kemarahan. Hadirin makin terkesima saat mendengar kesaksian 3 korban pembantaian yang selamat: Ilham, mantan santri Wali Songo yang pesantrennya habis dibakar serta seluruh santri dan kyai di sana tewas dibunuh; serta dua janda yang suaminya juga tewas dibantai, yaitu Nur Wahyuni dan Sofiyah.

Ilham adalah satu-satunya santri Pesantren Wali Songo yang selamat sehingga ia bisa menceritakan secara persis detil peristiwa tragis itu. Ketika itu, katanya, seluruh penghuni pesantren diangkut dengan truk dan secara bergiliran, begitu turun, langsung dibunuh di tepi sungai. Bagaimana Ilham bisa selamat? Berulang dia menyebut ini adalah karunia Allah. Betapa tidak, saat dia turun dari truk, dia melihat orang-orang Kristen pambantai, yang berkerumun membawa pedang dan senapan otomatis yang sebelumnya telah memenggal leher puluhan orang, tampak bagaikan patung. Lalu, seketika turun dari truk, dia langsung meloncat ke sungai. Barulah orang-orang yang sebelumnya tampak membisu itu berteriak bahwa yang lolos. Sontak Ilham langsung dihujani tembakan dari senapan otomatis. Dia bergegas menyelam sedalam-dalamnya untuk menghindari tembakan. Tak kuat terlalu lama menyelam, ia muncul sebentar untuk ambil napas, namun ditembaki lagi. Tak terhindar, beberapa bagian tubuh terluka. Ia menyelam lagi. Dengan menahan rasa pedih dan perih di sekujur tubuh, ia terus berenang hingga selamat.

Kepentingan Politik dan Bisnis

Mengapa orang Kristen membantai Muslim Poso? Suripto SH, anggota DPR dari PKS, menyebut bahwa konflik Poso awalnya dilatarbelakangi oleh masalah kesukuan dan kecemburuan sosial; akhirnya berkembang menjadi masalah politik. Mereka, orang-orang Kristen di Poso, ingin menegakkan satu aturan, yakni aturan Kristen, khususnya di daerah Tentena, dan ingin menjadikannya sebagai ibukota dari Kabupaten Pamona Raya yang murni mereka kelola (Sabili, 30/11/06).

Keinginan untuk membentuk sebuah kabupaten khusus bagi orang Kristen juga berkait-berkelindan dengan keinginan para kapitalis domestik, juga kapitalis global melalui korporasi-korporasi raksasanya untuk menguasai kekayaan sumberdaya alam yang memang sangat melimpah di daerah itu. Sejumlah perusahaan besar bahkan sudah lama beroperasi di sana. Hal ini diungkap oleh Arianto Sangaji, Ketua Yayasan Tanah Merdeka Poso (Kompas, 12/09/06). Menurutnya, sejak pertengahan 1990-an PT Inco, anak perusahaan Inco Ltd asal Kanada, misalnya, sudah mengeksploitasi biji nikel laterit di Bungku, wilayah Poso yang telah dimekarkan menjadi Kabupaten Morowali sejak 2000. Tahun 1998, menjelang pecah kekerasan Poso, PT Mandar Uli Mineral, anak perusahaan Rio Tinto, korporasi transnasional Anglo-Australia, juga mengantongi kontrak-karya untuk menambang emas di atas wilayah sekitar 550.000 hektar, yang sebagian besar arealnya termasuk wilayah Kabupaten Poso.

Pertengahan Juni 2006, Rio Tinto mengumumkan rencana penambangan nikel dekat areal kontrak karya PT Inco di Morowali. Seorang eksekutif perusahaan menyatakan akan menanam modal sebesar 1 miliar dolar AS, mempekerjakan 5.000 buruh, dan memproduksi nikel 46.000 metrik ton setiap tahun. Sang eksekutif menyatakannya setelah bertemu Wapres Jusuf Kalla (Reuter, 20/6/2006).

Di Teluk Tolo, khususnya di wilayah Kabupaten Morowali, terdapat areal joint operation body Pertamina dan Medco E & P Sulawesi untuk eksploitasi minyak. Perusahaan telah memproduksi minyak mentah dari Lapangan Tiaka sejak 31 Juli 2005. Pengapalan perdana produksi minyak mentah berlangsung 12 Januari 2006, dengan mengirim 75.000 barel ke kilang Pertamina Plaju (Kompas, 13/1/2006).

PT Bukaka Hydropower Engineering & Consulting Company, perusahaan milik keluarga Jusuf Kalla, sejak pertengahan 2005, juga hadir di Poso. Perusahaan membangun sebuah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 740 MW, dengan memanfaatkan aliran Sungai Poso. PLTA ini hendak menyuplai kebutuhan industri di Sulawesi Selatan.

Bagi korporasi-korporasi raksasa, kekerasan Poso seperti blessing in disguise (berkah terselubung). Pasukan-pasukan tempur organik yang ditempatkan di sana dan sekitarnya, dengan dalih meredam kekerasan, justru “berdwifungsi” sebagai pelindung modal. Dua kompi pasukan dari TNI dan Brimob ditempatkan di Morowali, dekat wilayah konsesi PT Inco, Rio Tinto, Pertamina dan Medco, dan perkebunan sawit milik Guthrie, Malaysia. Lokasi proyek PLTA Poso terletak persis di antara Markas Yonif 714/Sintuwu Maroso dan markas kompi senapan C Yonif tersebut, dalam jarak antarmarkas sekitar 70 kilometer.

Selama ini publik hanya melihat kekerasan berdarah di sana, tanpa perhatian terhadap konflik-konflik struktural menyusul kehadiran korporasi-korporasi raksasa. Isu kekerasan struktural, karena pengambilan lahan petani secara paksa atau setengah paksa, tenggelam oleh kasus-kasus penembakan, peledakan bom, pembunuhan, dan pembakaran. Padahal modal leluasa bergerak ke Poso karena tersedianya “jalan tol”, yakni kekerasan bermasker konflik horisontal.

Tentu, ini bukan saja khas Poso. Bercermin dari Aceh dan Papua, kekerasan juga duduk berdampingan dengan ekspansi modal. Poso merupakan bagian kecil dari gambar besar hubungan antara konflik horisontal, kepentingan politik dan ekspansi modal.

Jadi, siapa yang bakal paling menikmati gurihnya kekayaan sumberdaya alam di kawasan Poso? Tentu pemilik korporasi besar itu. Berikutnya adalah orang-orang Kristen. Jika pengusiran dan pembantaian Muslim itu berhasil mengubah peta demografi dari yang semula daerah itu dihuni oleh mayoritas Muslim menjadi mayoritas Kristen, maka cita-cita mereka untuk membentuk Kabupaten Pamona Raya akan mudah tercapai. Bergandengan tangan dengan korporasi raksasa tadi, mereka dengan leluasa pula bisa turut menikmati lezatnya kekayaan sumberdaya alam di sana. Tak peduli meski itu harus diraih dengan anyirnya darah, perihnya luka dan terkoyaknya harkat dan martabat Muslim di sana. Biadab memang!

Diposkan oleh Saiful Bahri di 21.38

>>
Access from,

http://yarahmany.blogspot.com/2010/05/kisah-tragis-di-balik-pembantaian.html

Access date,
5 Nopember 2010.

Sebanyak 13 Warga Muslim Poso Ditemukan Tewas

 

Sebanyak 13 warga muslim ditemukan tewas mengenaskan di desa Buyung Katedo (sekitar 16km Selatan Kota Poso), diduga kuat mereka adalah korban pembantaian orang-orang sipil bersenjata api.

Sumber-sumber Antara di Poso, Selasa malam, melaporkan begitu sadisnya aksi kekerasan itu mengakibatkan kondisi tubuh mereka nyaris tak dikenal karena penuh luka bacokan dan terkena peluru senjata api.

“Badan dan kepala mereka hampir seluruhnya pun nyaris putus karena tinggal sedikit kulit dan daging yang menahan,” kata sumber terpercaya dan mengaku baru kembali dari rumah duka di jalan Urip Sumohardjo Poso yang menampung seluruh mayat korban setelah diotopsi petugas rumah sakit.

Seorang saksi mata mengatakan, sebagian besar korban pembantaian tersebut adalah wanita dan anak-anak, termasuk Imam Masjid Buyung Katedo, Aman (67), serta seorang wanita yang sedang hamil tua dan belum diketahui identitasnya.

Para penyerang itu juga dilaporkan membakar sebuah bangunan masjid dan barak pengungsi setempat, sebelum kemudian melarikan diri ke hutan-hutan.

Aksi penyerangan mendadak pasukan bersenjata api mengenakan cadar hitam di desa pegunungan Kecamatan Lage pada Selasa pagi sekitar pukul 06:00 Wita itu diketahui setelah dua orang warga setempat berhasil meloloskan diri dan melaporkan masalah tersebut kepada aparat keamanan di kota Poso.

Polres setempat usai menerima laporan pada siang hari itu langsung meluncur ke lokasi kejadian dan mengevakuasi seluruh mayat korban ke RSU Poso, namun tak menemukan jejak para penyerang.

“Semua korban sudah dikebumikan pada malam ini setelah sebelumnya diotopsi pihak rumah sakit,” kata Din, warga Kelurahan Bonesompe, sambil menambahkan beberapa Muspida Poso ikut mengantar jenazah para korban ke tempat peristirahatan terakhir.

Sementara itu, Pjs. Kapolres Poso AKBP Djasman Baso Opu yang dihubungi Antara per telepon dari Palu membenarkan peristiwa tersebut, seraya mengatakan total korban korban tewas dalam aksi penyerangan orang-orang bersenjata itu mencapai 13 orang.

“Tindakan mereka benar-benar sangat sadis dan melebihi perbuatan Gestapu PKI,” ujarnya sambil melukiskan salah seorang korbannya anak usia sekitar satu tahun lehernya nyaris putus dan isi perutnya keluar terburai.

Kapolres juga mengatakan, pihaknya telah mengerahkan sejumlah pasukan untuk memburu para oknum penyerang yang diprakirakan bersembunyi di desa-desa sekitar Kecamatan Lage. “Pokoknya kami terus memburu mereka hingga ketemu,” ujarnya, tanpa menjelaskan strategi operasional yang dilakukan. Menjawab pertanyaan, Opu yang baru sebulan lalu dipromosikan menjabat Kapolresta Palu mengakui pihaknya tidak mungkin dapat mengawasi terus-menerus seluruh wilayah kerjanya yang sangat luas, apalagi kondisi peralatan dan dana operasional sangat terbatas.

“Anda bayangkan saja luas wilayah Kabupaten Poso dan Morowali mencapai 27.190,75 km2 –hampir sama dengan luas Porvinsi Jawa Tengah–harus diamankan Polres dan Kodim Poso hanya memanfaatkan dana operasional dari pusat untuk posisi keadaan normal,” ujarnya. Bahkan, katanya, karena keterbatasan sarana komunikasi di pos-pos keamanan yang diadakan pada sejumlah desa rawan juga menjadi penyebab aparat keamanan setempat terlambat mengantisipasi munculnya korban berjatuhan dan perusakan bangunan. “Bagaimana pasukan bisa bergerak cepat untuk tiba di titik rawan, sementara informasi yang disampaikan sebagian besar hanya melalui kurir,” katanya seraya menambahkan, kasus penyerangan di
desa pegunungan Buyung Katedo itu pun baru diketahui sekitar enam jam kemudian karena informasi juga disampaikan melalui kurir.

Meski demikian Kapolres Opu mengatakan, sekalipun masih ada letupan aksi kekerasan pada beberapa desa di wilayah Kabupaten Poso dan Morowali dalam kurun tiga pekan terakhir, namun kondisi seluruh wilayah hukum Polres Poso dalam kendali aparat keamanan.

>>
Access from,

http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=2469

Access date,
5 Nopember 2010.

Islamthis,

Apakah yang menyebabkan orang orang karoSetan ini melakukan pembantaian keji terhadap kaum Muslim di Poso ini? Apalagi, kalau bukan Bible dan semua ajaran gerejani yang telah menghembuskan roh kudusnya ke dalam jiwa-jiwa para pembantai keji itu..

Nah sekarang semua orang karosetan teriak-teriak bahwa mereka adalah umat dari agama yang mengajarkan cinta kasih keseluruhan Dunia… namun mana buktinya? Bukan kah Gereja sendiri yang memerintahkan penjahat-penjahat di Poso untuk membantai kaum Muslim untuk tujuan tujuan Gereja mereka…???

Never Forget 11 Juli 1995, 8000 Muslim Dibantai di Srebrenica

 Srebrenica Never Forget !

Mengenang Tragedi Srebrenica 11 Juli 1995. Dimana pada tanggal itu sekitar 8000 umat Muslim dibantai secara kejam oleh Serbia, dibawah pemerintahan sang penjahat perang Slobodan Milosevic.
Tiga orang yang dianggap menjadi dalang aksi pembantaian tersebut adalah Radovan Karadzic, Jenderal Ratko Mladic dan ajudannya Zdravko Tolimir. Proses investigasi akhirnya juga menyeret mantan presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic sebagai salah satu tersangka pelaku kejahatan perang Bosnia.

Milosevic meninggal dunia ketika sedang menjalani proses hukum di mahkamah internasional. Sementara Radovan Karadzic baru tertangkap setelah 11 tahun buron, sedangkan Jenderal Ratko Mladic, sampai saat ini masih belum diketahui tempat persembunyiannya.

>>

Access from,

http://indrayogi.blogspot.com/2009/07/never-forget-11-juli-1995-8000-muslim.html

Access date,

5 Nop 2010.

|P|e|n|u|t|u|p|

Bukankah kesemua orang yang disebutkan di atas itu, adalah penganut agama karoSetan, yang diklaim sebagai agama yang hanya mengajarkan Kasih dan Damai ke seluruh dunia ini?? Lantas mengapa mereka melakukan pembunuhan (bahkan pembantaian keji) atas kaum Muslim Srebenica dan mencapai angka ribuan??

Atau apakah ajaran gereja mereka, karoSetan tidak dapat menjinakkan hati mereka??

Mana yang benar??

Lantas mengapa semua orang karoSetan selalu:

Pertama:

Mengklaim bahwa agama mereka adalah agama Kasih dan Damai, dan mereka adalah umat yang cinta damai sebagai refleksi dari ajaran Bible mereka.

Kedua.

Mengutuk agama Islam dan kaum Muslim habis-habisan dengan sumpah serapah sebagai agama dan umat yang sangat menggemari kekerasan dan pembantaian….

Inilah kemunafikan yang dilakukan secara berjamaah oleh umat karoSetan dengan gereja-gereja mereka di seluruh dunia ini ….

Pembantaian Umat Islam Sepanjang Sejarah

 

HMINEWS.COM- Akumulasi informasi yang tidak seimbang tentang hubungan antara agama dan kekerasan yang didominasi oleh media Barat telah menjebak orang-orang Islam sendiri memandang Islam secara gegabah dan tidak seimbang. Banyak orang berpandangan Islam identik dengan kekerasan. Padahal, dalam sejarah, justru orang-orang Islamlah yang paling banyak menjadi korban kekerasan.

Canadian Islamic Congress mengkompilasi kejadian demi kejadian semenjak perang salib yang pertama (the Crusaders I, 1095-1099), dimana sekitar 70000 muslim di Jerussalem dibantai habis sampai dengan pembantain yang dilakukan oleh Israel atas bangsa Palestina saat ini.

Berikut adalah beberapa korban genosida Muslim sepanjang sejarah, sebagaimana dirilis oleh The Canadian Islamic Congress:

  1. 70.000 penduduk Yerusalem, sebagian besar umat Islam, dibantai oleh Tentara Salib Eropa pada tanggal 15 Juli 1099, pembantaian itu menyebabkan banjir darah sedalam pergelangan kaki.
  2. Setelah pembantaian Antiokhia oleh Tentara Salib Eropa pada Juni 1098 dimana tak ada seorang Muslimpun masih hidup. Pembantaian juga terjadi di Asklan (1099), Aka (1104), Antiokhia (1098), Beruit (1110) dan Tropolie (1102).
  3. Masa Inkuisisi di Spanyol dan Portugal (1834), pilihan bagi umat Islam adalah pergi, konversi atau dibakar di tiang. Keputusan tersebut baru dicabut pada 15 Juli 1834, setelah semua Muslim terbunuh atau lari. Pembantaian Muslim juga terjadi di Toledo (1085), Lisbon (1147), Cordoba (1236), Seville (1248), Maria (1266) dan Granada (1492).
  4. Mongol membantai jutaan Muslim di India, Persia, Irak dan Asia Tengah, termasuk membantai Khalifah Abbasia dan pejabat-nya (1219-1260). Peristiwa the Sack of Baghdad (13 Februari 1258) membantai penduduk selama lebih dari 17 hari di mana dua juta umat Islam dibantai di sana.
  5. Di Bosnia, Kosovo dan Chechnya (1992-sekarang), lebih dari 200.000 Muslim dibantai dan lebih dari 1,5 juta Muslim terluka, menjadi tunawisma atau diasingkan. Lebih dari 50.000 muslim wanita dan anak perempuan diperkosa.
  6. Masa awal berdirnya Amerika, sekitar 15 juta orang Afrika dibawa sebagai budak ke Amerika. Lebih dari setengahnya adalah Muslim. Lebih dari 3 juta tewas di laut, lebih dari setengahnya adalah Muslim.
  7. Setelah pembantaian Deir Yassin, Palestina, 9-10 April 1948, dimana 250 dibunuh oleh pemukim Yahudi bersenjata, sekitar 100 ribu meninggalkan rumah mereka karena ketakutan. Dan saat ini lebih dari 3 juta warga Palestina menjadi pengungsi atau dan orang-orang buangan.
  8. Tentara Israel Letnan Dunhan melaporkan kepada petugas perintahnya, setelah 29 Oktober 1956 pada pembantaian Kafr Qasem,” 43 telah ditembak tidak termasuk 15 yang dari Arab … sulit untuk dihitung …”
  9. Selama 15-18 September 1982, milisi Phalagist yang didukung Israel membantai 50.000 orang Palestina, diperkirakan di kamp pengungsi Sabra dan Shatila di Libanon.
  10. Selama tahun 1932-1957, di kamp konsentrasi Vorkuta Arktik, Rusia, sebanyak 6 juta orang meninggal dan lebih dari sepertiganya adalah Muslim.
  11. Pada tanggal 25 Februari 1994, warga Yahudi menembak mati dengan darah dingin sebanyak 60 Muslim di Masjid Ibrahimi, Hebron. Selanjutnya tiga puluh orang lebih meninggal ketika mereka berdemonstrasi menentang pembantaian tersebut.
  12. Pada tanggal 16 Maret 1988, di kota Kurdi Halabja (populasi 45.000), Irak, dibombardir dengan senjata kimia (oleh rezim Saddam Husain). 5.000 orang diperkirakan meninggal dan 1.000 lainnya mengalami luka serius.
  13. Selama 8 tahun terakhir, pasca invasi Amerika ke Irak, seluruh penduduk Irak berada dalam kondisi horror, lebih dari 1 juta meninggal termasuk 575.000 anak-anak.
  14. Ribuan Muslim dibantai di Filipina, Kashmir dan Thailand (sejak 1970’s-sekarang).
  15. Pada tanggal 18 April 1996, lebih dari 100 Muslim dibantai di kompleks PBB di Qana, Lebanon oleh tentara Israel.
  16. Jutaan warga sipil Muslim dibantai oleh kekuatan kekaisaran Eropa di Afrika dan Asia (1500 ke 1900-an).
  17. Ratusan ribu Muslim dibantai selama dan sebelum partisi India pada 1940-an.
  18. Ribuan warga sipil Muslim menjadi korban pemboman Israel dan pemboman di Lebanon Selatan selama 26 tahun terakhir. Ratusan ribu orang mengungsi.[]lk/dni

>>

Access from,

http://hminews.com/news/pembantaian-umat-islam-sepanjang-sejarah/

Access date,

5 Nop 2010.

|P|e|n|u|t|u|p|

Setelah kita membaca paparan ini, apakah masih juga orang karoSetan berfikir bahwa agama karoSetan adalah agama yang mengajarkan cinta kasih dan damai kepada seluruh dunia?? Sebuah agama yang meliputi semua kekerasan, kebiadaban dan kekejian sepanjang sejarah, apakah pantas untuk selalu diklaim sebagai agama Kasih dan Damai??

Agama karoSetan adalah agama Kasih dan Damai?

Umat karoSetan adalah umat yang cinta damai??

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 59 other followers