Memperdebatkan Proses Kompilasi Alquran

 

netral, on February 9, 2012 at 2:43 pm said:

Hehehe… terus terang untuk Alkitab saya belum berusaha mencari tahu tentang literaturnya. mungkin next time… ini baru tertarik dengan Alquran.

Justru saya pengin tanya mas Bro. Anda yakin bahwa Alquran itu masih seperti aslinya? Adakah teks ASLI-nya??? Tersimpan di mana?

Dari beberapa literatur dan sejarah penyusunan Alquran kok saya SANGAT yakin bahwa Alquran sudah sangat berubah.

Coba kita lihat sejarah…… pada masa pra-kalifah Uthman. Bukankah Alquran sebelumnya begitu banyak versi yang berbeda2, dan Uthman berusaha menyeragamkannya berdasar mushafnya. Dan untuk mendukung itu dia memusnahkan mushaf2 yang lain?? Termasuk mushaf Hafsa?

Islamthis

Anda harus ingat, POKOKNYA Alquran SEKARANG ADALAH HASIL PROYEK KOMPILASI YANG DILAKUKAN OLEH SAHABAT UTHMAN DKK. Anda dan siapa pun tidak bisa menghindar, bahwa Uthman dkk “punya nama” di sini, karena ia (dan sahabat lainnya) sudah dipesankan oleh Muhammad Saw: “barang siapa yang menyakiti sahabatku, maka ia menyakiti hatiku” (yang mana itu artinya, “sembarang siapa yang mempertanyakan integritas para sahabatku, maka ia mempertanyakan integritasku).

Oleh karena itu, Alquran yang sekarang ini, adalah seSAHIH Alquran yang ada di tangan Nabi Muhammad Saw.

Mengenai teks asli Alquran yang Anda tanyakan itu. Teks asli yang mana? Selama sejarah dapat membuktikan bahwa Alquran yang sekarang ini merupakan Alquran hasil kompilasi sahabat Uthman dkk, maka nilainya SAMA DENGAN teks asli yang berasal dari Allah Swt.

Buat apa Anda mempermasalahkan keputusan Uthman untuk memusnahkan semua copy / salinan Alquran DI LUAR HASIL KOMPILASInya? Apakah Anda meragukan Alquran hasil kompilasi Uthman dkk? Toh Uthman tidak bekerja sendirian. Ia dibantu oleh sahabat2 Nabi lainnya yang juga merupakan penghafal Alquran sejati. Dan mereka sepakat satu dengan yang lainnya.

Akan menjadi masalah lebih besar lagi, kalau Uthman atau sahabat Nabi yang lainnya tidak mempunyai inisiatif untuk mengkompilasi Alquran. Nah kemudian faktanya bahwa Uthman sebagai salah satu sahabat Nabi menyelenggarakan proyek kompilasi Alquran, lantas mengapa sekarang Alquran dipersalahkan dan dipertanyakan kemurniannya?

Apakah Anda ingin menyatakan, bahwa Alquran versi Muhammad, BERBEDA dengan Alquran versi sahabat Uthman dkk? Atau, Alquran versi pra Uthman, BERBEDA dengan Alquran versi KOMPILASI UTHMAN?

netral, on February 9, 2012 at 2:43 pm said:

Sayangnya utk menggali lebih dalam koran ini, sudah tidak ada referensinya lagi. Apalagi naskah aslinya…..????

Apakah itu berarti Anda ingin mempersalahkan keputusan sahabat Uthman yang memusnahkan salinan Alquran versi di luar kompilasinya? Jadi, Anda ingin mempersalahkan Uthman dkk yang merupakan sahabat Nabi Muhammad Saw.

Kalau Dunia sudah mempunyai Alquran versi kompilasi Uthman dkk yang sudah terjamin SAHIH, maka apakah kita masih membutuhkan salinan lainnya? Buat apa?

Saya ingin tanya:

@Alquran versi salinan di luar kompilasi Uthman dkk yang salah,

Atau,

@Alquran versi kompilasi sahabat Uthman dkk yang salah?

Apa jawaban Anda, kira2?

Paling juga begini, wahay @netral:

Katakanlah ada referensi Alquran sebagai pembanding. Anggap saja referesnsi itu kita namakan referensi_A.

Setelah Anda cocok2an antara Alquran versi Uthman dengan Alquran versi referensi_A, Anda toh TIDAK PUAS.

Berikutnya, Anda minta referensi_B.

Anda tidak puas juga.

Kemudian Anda minta referensi_C.

Anda tidak puas juga.

Apa jaminan Anda, bahwa seandainya di Dunia ini ada referensi lain untuk pembanding Alquran, maka Anda akan serta merta percaya kpd Alquran ini?

Kaum Muslim hanya berpatokan kepada Alquran hasil kompilasi Uthman dkk. Dan Uthman sebagai sahabat Nabi, tidak perlu diragukan lagi integritasnya karena beliau dkk adalah sahabat Nabi. Apa yang dihasilkan oleh Uthman melalui kerja kompilasinya, adalah apa yang diturunkan Allah Swt kepada Muhammad Saw.

Anda 1400 tahun terlambat lahir ke Dunia ini. Kalau Anda ingin protes Uthman, protes lah ke sana, ke 1400 Tahun yang lalu. Kalau faktanya Anda terlambat lahir 1400 Tahun, ya sudah Anda diem ajah! Dan kalau memang Anda benar bahwa Uthman salah dengan keputusannya memusnahkan salinan Alquran, sudah pasti Allah Swt melahirkan Anda pada saat itu untuk menemui Uthman dan menegurnya salah. Faktanya Anda terlahir 1400 Tahun setelah Uthman dkk. Itu artinya ANDA SALAH, DAN UTHMAN DKK ADALAH BENAR! Allah sungguh meliputi perkara / peristiwa ini.

Kalau Anda tidak mempercayai (pekerjaan) Uthman dkk, lantas siapa lagi yang akan Anda percayai? Mungkin saja Muhammad mempunyai salinannya sendiri, dengan kata lain Alquran mempunyai teks asli yang merupakan tulisan tangan Muhammad sendiri. Nanti bukankah Anda juga akan memerselisihi Alquran versi Muhammad tersebut? Hafalan Uthman (dan sahabat lainnya) adalah sama dengan hafalan Muhammad. Apakah itu masih kurang? Setiap Tahun semua sahabat dipanggil oleh Nabi untuk membacakan hafalan Alquran masing2 di depan Muhammad. Dan kesemua hafalan sahabat itu tidak ada yang salah di dalam pendengaran Nabi. Dan setiap tahun pun Malaikat jibril as turun kepada Muhammad supaya Muhammad melantunkan hafalan2 Alqurannya di depan Malaikat Jibril as. Dan kesemua hafalan Muhammad Saw itu tidak ada yang salah di dalam pendengaran Malaikat Jibril as.

Proses kompilasi Alquran yang dilakukan Uthman dkk, dan kemudian diikuti pemusnahan salinan Alquran di luar kompilasi Uthman, dan kemudian proses penseragaman teks Alquran menurut versi kompilasi Utman, MERUPAKAN PROSES PENURUNAN ALQURAN ITU SENDIRI YANG DIPIMPIN OLEH ALLAH ….. dengan kata lain, Allah berada di belakang semua proses kompilasi Alquran ini. Kalau Allah tidak berada di belakang semua proses ini, maka sudah sejak awal Allah MENYINGKIRKAN semua manusia yang terlibat di dalam proses ilegal tersebut. Itu semua karena Allah sudah berfirman bahwa Allah sendirilah Yang menjaga kesucian Alquran.

netral, on February 9, 2012 at 2:43 pm said:

Nah lbh mncengangkan lagi dg ditemukannya koran Sana’a itu yg ternyata umurnya lbh tua di banding dg koran yg ada saat ini.

Dan TERNYATA byk perbedaan nya….

Sudah saya nyatakan, apakah Anda atau seluruh Dunia tehe, siapa yang menulis salinan Alquran versi sanaa? Orang baik kah? Orang jujur kah? Orang Muslim kah? Dan apa tujuan seseorang meletakkan salinan Alquran versi tersebut itu di sana? Untuk mengacaukan opini masyarakat luas kah?

Alquran yang sekarang ini adalah Alquran versi kompilasi Uthman. Dan Alquran versi Uthman berarti Alquran versi Muhammad Saw. Seluruh Dunia pun tehe kualitas dan posisi sahabat Uthman dkk ini di sisi Muhammad Saw. Muhammad Saw sendirilah yang memverifikasi bahwa Uthman dan para sahabatnya adalah sahih; siapa yang menyakiti sahabat Nabi, maka ia menyakiti perasaan Nabi. Apakah itu masih kurang sehingga bisa di-konfrontir dengan Alquran versi sanaa? Singkat kata, Sudah tertutup semua peluang untuk mempertanyakan kesahihan Alquran.

Anda boleh menyatakan, bahwa Aisyah melaporkan sekian ayat lenyap. Atau anu bilang bahwa sekian ayat berubah. Atau A menyatakan bahwa sekian ayat tertukar tempat. Delele. Selama mereka semua adalah sahabat Nabi, maka itu semua tidak masalah hingga datang saatnya Uthman mengkompilasi Alquran secara resmi.

Semua ayat yang hilang (atau dihilangkan – sehingga menjadi lebih pendek dari yang berasal dari Nabi Muhammad Saw), semua ayat yang berubah bentuk, semua ayat yang tertukar tempat, semua ayat yang bukan samawi, selama itu TER-AKOMODIR di dalam Alquran sistem kompilasi Uthman, maka Alquran versi tersebut lah yang merupakan ALQURAN SAMAWI, karena Allah berada di belakang proses kompilasi tersebut.

Netral >> bukankah ibn Mas’ud,Abubakar dll juga sahabat Nabi???

Aisyah adalah sahabat Nabi. Abubakar adalah sahabat Nabi. Umar adalah sahabat Nabi. Uthman adalah sahabat Nabi. Mashud adalah sahabat Nabi. Tidak ada satu sahabat Nabi pun yang lebih unggul dari sahabat lainnya.

Kasusnya adalah, bahwa dari semua sahabat Nabi, hanya Uthman lah yang mempunyai proyek kompilasi Alquran, sementara aisyah delele tidak. Kalau pun sahabat2 tersebut juga mempunyai proyek tersebut, pastilah Dunia Muslim akan menerimanya. Namun fakta sejarahnya, hanya Uthman yang mempunyai proyek tersebut.

Penutup.

Yang menulis Alquran pada saat pertama adalah orang baik dan benar. Mereka adalah Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Sejarah mengakui bahwa Muhammad adalah UMMI, alias tidak bisa tulis baca. Muhammad memerintahkan beberapa sahabatnya untuk menuliskan ayat-ayat Alquran di atas beberapa media. Jadinya, penulisan itu adalah DI BAWAH PENGAWASAN MUHAMMAD.

Jadi sampai di sini, Alquran tidak perlu diragukan lagi, karena Alquran ditulis oleh Muhammad dan para sahabatnya. Muhammad adalah orang baik. Dan para sahabat Nabi pun juga orang baik.

Nah mungkin sekarang Anda menyatakan bahwa Muhammad dan sahabatnya bukanlah orang baik. Saya jelaskan, bahwa Muhammad adalah Nabi, dan para sahabatnya adalah para sahabat Nabi; jadinya mereka adalah orang baik, karena Muhammad Saw sendirilah yang memilih mereka untuk menjadi sahabat / muridnya. Intinya, Alquran itu ditulis orang orang pertama dari suatu agama, yaitu seorang Nabi dan para muridnya. Berbeda dengan Alkitab, baik Perjanjian lama mau pun Perjanjian lama. Kedua kitab Perjanjian itu TIDAKLAH DITULIS oleh orang pertama dari suatu agama, karena Perjanjian lama tidak ditulis oleh Nabi musa atau daud, dan Perjanjian baru tidak ditulis oleh Nabi Isa. Sejarah menjelaskan bahwa Perjanjian baru ditulis puluhan Tahun setelah kematian almasih, dan Perjanjian lama ditulis ratusan Tahun setelah kematian Musa atau daud atau salomo.

Masalah Uthman dibunuh, maka itu tidak ada hubungannya dengan kualitas Alquran. Pro dan kontra tetap ada. Intinya, semua pihak keilmuan telah sepakat bahwa Alquran TELAH DIKOMPILASI secara ilmiah, transparant dan fair.

Yang nulis Alquran versi Uthmany ini adalah Muhammad sendiri, didukung para sahabatnya. Dan kemudian Uthman melakukan penseragaman, dan hal ini terjadi ketika sang Nabi sudah wafat. Proyek Uthman ini tentunya mendapat dukungan dari banyak sahabat Nabi lainnya. Ingat, para sahabat, khususnya sahabat yang termasuk di dalam Khulafaur Rasyidin, adalah pendamping Nabi. Artinya, kita tidak boleh mempertanyakan kualitas dan integritas mereka. Mempertanyakan integritas mereka, berarti mempertanyakan integritas Nabi Muhammad Saw sendiri.

Singkatnya, yang menulis Alquran mainstream, lebih tepatnya lagi Alquran Uthmani, adalah Nabi Muhammad sendiri, didukung oleh para sahabatnya. Dan Muhammad Saw itu mendapat wahyu Alquran itu dari Allah Swt.

Para sahabat tidak perlu dipertanyakan integritasnya, karena kita pun tidak bisa mempertanyakan integritas Nabi yang memilih sahabat tersebut. Dan terakhir, itu semua karena integritas Tuhan TIDAK PERLU kita pertanyakan lagi, Tuhan Yang telah memilih Nabi tersebut menjadi Nabi.

Logikanya, Tuhan itu benar. Kemudian, logikanya, Tuhan yang benar ini, memilih NabiNya. Kemudian Nabi yang benar ini, memilih murid / sahabatnya. Itu semua adalah logika, bukan doktrin. Keterlaluan kalau itu dibilang doktrin.

Setelah sepakat bahwa Nabi adalah benar dan sahabatnya juga benar, maka berikutnya adalah bahwa Alquran itu benar karena ditulis oleh Nabi dan para sahabatnya. Dan yang dimaksud Alquran di sini adalah Alquran mainstream, Alquran Uthmani, bukan Alquran versi mana pun, termasuk Alquran versi Sanaa.

 

5 Responses

  1. Al-Quran turun berupa bunyi yang berdialek quraish Arab kepada Muhammad, karena Muhammad seorang yang ummi (buta huruf) maka ketika ayat turun para shahabat beliau banyak yang menghafalnya dan beberapa orang menuliskannya pada kulit, tulang, kayu dan lain sebagainya, tulisan arab pada waktu itu tidak seperti tulisan arab yang ada sekarang, karena tidak ada standar penulisan belum bertitik, belum berharakat, dan para shahabat yang menulisnya, menuliskannya dengan cara masing2, sesuai dengan penggetahuan mereka menulis bunyi pada Al-quran. karena pada waktu itu tidak ada standar penulisan bahasa Arab. Setelah Muhammad SAW wafat dan banyak shahabat penghafal Al-Qur’an yang meninggal pada perang Yamamah (300 orang shahabat) maka Umar r.a. mengusulkan pada khalifah saat itu Abu Bakar r.a. agar Al-Qur’an dikompilasikan dalam satu mushaf, dibantu para shahabat penghafal Al-Qur’an yang tersisa berdasarkan tulisan2 yang tercerai berai dan dikumpulkan ke dalam beberapa mushaf, dan Umar menemukan perbedaan cara penulisan untuk ayat yang berbunyi sama, kemudian umar menstandarisasi penulisan tersebut, untuk tulisan dan bunyi dan menjadi dua mushaf sedangkan sisa2 penulisan Al-Quran dibakar supaya tidak terjadi perbedaan cara penulisan, satu dipegang Hafsa r.a. satu dipegang Usman r.a. kemudian ketika Usman r.a. menjadi khalifah beliau berpendapat bahwa standar penulisan Al-Quran cuma boleh satu cara penulisan maka mushaf yang dipegang Hafsa r.a. dimusnahkan, dan dari Al-Qur’an lah lahir standar bahasa arab yang kita kenal sebagai ilmu nahwu, sharaf, tajwid dan cabang2 bahasa Arab yang lain, penulisan Al-Qur’an mengalami perkembangan hingga ditambahkan titik dan harakat yang kita temukan sekarang, jika saja pendapat Umar dan Usman r.a. menstandarisasi Al-Qur’an menghilangkan satu ayat saja Al-Quran majka para penghafal Al-Qur’an yang ada pasti akan memprotesnya, dan ingat!!! dari zaman Muhammad SAW sampai sekarang penghafal Al-Qur’an akan selalu ada ribuan bahkan jutaan penghafal Al-Qu’an yang akan selalu menjaga keaslian bunyi dan isi Al-Qur’an

  2. Sejarah menjelaskan bahwa Perjanjian baru ditulis puluhan Tahun setelah kematian almasih, dan Perjanjian lama ditulis ratusan Tahun setelah kematian Musa atau daud atau salomo.

    Maaf yah bro hanya ingin cari tau
    Kalimat ini sumber nya dari mana??boleh kah aku cari tau sumber dari kalimat ini??terimakasih

  3. Yang nulis Alquran versi Uthmany ini adalah Muhammad sendiri, didukung para sahabatnya.

    Kata nya muhammad UMMI ?.(tidak bisa tulis baca).”tapi kog yang di tulis di sini”,yang nulis Alquran versi Uthmany ini adalah muhammad sendiri.,”teman teman nya kan hanya mendukung.kalau seandai nya dia UMMI pastikan dia tidak bisa menulis Alquran versi uthmany.!!”ThX

    • Sebetulnya maksud penulisan quran oleh Muhammad pada tulisan itu adalah, Muhammad yang memandu para sahabat untuk menuliskan ayat2 Al-Quran. Seperti seorang presiden yg meminta sekretaris untuk mengetik teks pidato-nya. Jika teks pidato itu di bacakan, orang2 akan mengatakan bahwa sang presiden lah yang menulis teks pidatonya. Padahal kenyataannya sekretarisnya lah yang mengetikan nya. Seperti itulah kurang lebih logikanya.

    • Al-Quran diturunkan selama 22 tahun-an diturunkan ayat demi ayat, org yg pertama2 yg paling MENGHAFAL dan paling MENGERTI adalah Rasulullah SAW, setiap ayat yg turun selalu diperdengarkan oleh Rasulullah SAW dihafal dan dimengerti oleh ribuan sahabat dan diperkuat dg catatatan oleh sahabat/sekretaris beliau,

      masalah nabi yg UMMI tdk ada hubungannya dg akurat tdk akuratnya pencatatan, justru dg UMMI nya Rasulullah SAW menbuktikan bahwa Al-Quran itu bukan Karangan/contekan nabi.

      alasan tdk akurat pendokumentasian Al-Quran merupakan hal yg dicari-cari kambing hitamnya oleh kafir kristen kepala batu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 61 other followers

%d bloggers like this: