Harga Kekonyolan Faithfreedom

 

Ka’bah dulu kuil Hindu ?

Oleh P.N. Oak (Sejarawan)

Ternyata didalam Kabah, ada sebuah inskripsi yg merujuk kpd raja Vikramaditya. Ini membuktikan tanpa ragu bahwa jazirah Arab dulu merupakan bagian dari Kerajaan Vikramaditya dari India.

Teks inskripsi Vikramaditya yg ditemukan dlm piring emas yg digantung didalam kuil Kabah di Mekah ini, dicatat pada halaman 315 dari buku yg berjudul ‘Sayar-ul-Okul’ yg disimpan dlm perpustakaan Makhtab-e-Sultania di Istanbul, Turki. Terjemahan inskripsi tsb:

Sayar ul Okul berarti ‘Kata2 Berkesan’

“Beruntunglah mereka yg lahir (dan hidup) selama kuasa raja Vikram. Ia seorang penguasa penuh kasih, terhormat dan berbakti pada penduduknya. Namun pada saat itu, kami Arab, tidak peduli pada Tuhan, tenggelam dalam kenikmatan sensual. Komplotan dan penyiksaan merajalela … Kami, Arab, terjerat dalam kegelapan (jahiliyah) … namun pendidikan yang disebar raja Vikramaditya tidakmencampakkan kami, orang-orang asing.Ia menyebarkan agama sucinya diantara kami dan mengirimkan ahli-ahli yang kepintarannya bersinar seperti matahari dari negaranya kenegara kami…”

Ini bahasa Arabnya :

Itrashaphai Santu Ibikramatul Phahalameen Karimun Yartapheeha Wayosassaru Bihillahaya Samaini Ela Motakabberen Sihillaha Yuhee Quid min howa Yapakhara phajjal asari nahone osirom bayjayhalem.  Yundan blabin Kajan blnaya khtoryaha sadunya kanateph netephi bejehalin Atadari bilamasa-rateen  phakef tasabuhu kaunnieja majekaralhada walador. As hmiman burukankad toluho watastaru hihila  Yakajibaymana balay kulk amarena phaneya jaunabilamary Bikramatum”. (Page 315 Sayar-ul-okul).

Analisa

Kerajaan2 India purbakala kemungkinan besar melebarkan sayap sampai ke Arab dan Vikramaditya-lah yg pertama merebut kawasan Arabia. Dan, apapun agama mereka sebelumnya, orang-orangnya Vikrama sukses dalam menyebarkan ajaran Vedic (dari kitab-kitab Weda, buku suci Hindu) kedalam way of life Arabia.

Pengetahuan seni dan sains India disebarkan kpd dunia Arab lewat sekolah2, akademi dan pusat2 budaya. Jadi, asumsi bahwa orang2 Arablah yg menciptakan ajaran ini lewat upaya mereka sendiri adalah tidak berdasar.

ARSIP DI TURKI

Di Istanbul, Turki, ada perpustakaan termashur bernama Makhatab-e-Sultania, yg terkenal mempunyai koleksi terbesar literatur Asia Barat. Di bagian Arab perpustakaan tsb ada sebuah antologi sajak-sajak Arab purbakala. Antologi ini disusun dari karya sebelumnya dr thn 1742M dibawah perintah Sultan Salim.

Halaman-halaman volume itu terbuat dari harir – semacam sutera yg dibuat utk menulis. Setiap halaman memiliki pinggiran yg dihias dgn kertas emas. Antologi itu dikenal dgn nama Sayar-ul-Okul, dan dibagi dlm 3 bagian.

Bagian pertama mengandung detil2 biografi dan komposisi puisi-puisi penyair-penyair Arab PRA-Islam.

Bagian kedua terdiri dari kesaksian dan sajak2 penyair dari periode yg dimulai tidak lama setelah Muhamad, sampai akhir dinasti Bani Ummayyah.

Bagian ketiga adalah ttg penyair2 sampai jaman Khalifat Harun-al-Rashid.

Abu Amir Asamai, penyair Arab yg merupakan penyair utama keraton Harun-al-Rashid, menyusun dan mengedit antologi tsb. Edisi modern pertama ‘Sayar-ul-Okul’ terbit di Berlin th 1864. Edisi berikutnya diterbitkan di Beirut th 1932.

Koleksi ini dianggap sbg antologi paling penting dan berotoritas dlm sajak2 Arab purbakala. Koleksi ini menujnukkan adat, tata tertib dan hiburan Arabia dijaman purbakala. Buku ini juga mengandung penjabaran deskriptif ttg kuil purbakala Mekah dan bazar tahunan yg dikenal sbg OKAJ disekitar kuil Ka’abah di Mekah. Ini berarti bahwa kumpul2 di Mekah setiap tahun utk naik haji berasal dari tradisi pra-Islam.

Bazar OKAJ bukan sebuah karnaval tempat anak muda bermarijuana. Ini merupakan kesempatan kaum elit dan terpelajar utk membahas aspek2 sosial, religius, politis, literatur dan aspek2 budaya Hindu lainnya yg menyebar di Arabia. ‘Sayar-ul-Okul’ mengatakan bahwa kesimpulan yg didapatkan dari diskusi2 disana diterima dan sangat dihormati diseluruh Arabia. Mekah, oleh karena itu, mengikuti tradisi Varanasi (dari India), yi tradisi kaum elit mendiskusikan hal2 penting sementara kaum awan berkumpul utk mencapai kenikmatan spiritual. Kuil2 utama di Varanasi (India) dan di Mekah (di Arvasthan/Arabia) adalah kuil2 dewa SIWA. Bahkan sampai sekarang, emblem2 Mahadewa Siwa masih nampak.

Dan emblem Siwa paling nampak adalah BATU Shankara (Siwa) yg dihormati para pehijrah Muslim sampai disentuh dan dicium di Kabah.

Raja Vikramaditya memang terkenal cinta pada Mahadewa Siwa. Di Ujjain (India), ibukota Vikramaditya, ada kuil terkenal Mahankal, yi milik Dewa Shankara (Siwa) yg di-asosiasikan dgn Vikramaditya. Karena menurut inskripsi Vikramaditya, dialah yg menyebarkan agama HIndu, siapa lagi kalau begitu yg mendirikan kuil Kabah di Mekah ?

TRADISI JUBAH HINDU DI MEKAH

Sebelum para pehijrah masuk Mekah, mereka diminta utk mencukur kepala dan jenggota serta mengenakan jubah khusus yg terdiri dari dua lembar kain putih yg tidak dijahit. Satu disarungi di pinggang dan yg lainnya dililitkan sekitar bahu. Ini merupakan tradisi Hindu purbakala bagi mereka yg ingin masuk kuil2 Hindu dlm keadaan bersih dan murni.

KUIL UTAMA HINDU DI MEKAH

Kuil utama di Mekah yg menyimpan lambang2 Siwa dikenal sbg KA’ABAH. Kotak ini dilapisi kain hitam. Ini adalah tradisi jaman dahulu kala ketika orang menganggap penting utk meng-kamuflase tempat suci itu (Ka’abah) agar tidak dicaplok atau direbut bangsa lain.

PATUNG DEWA- DEWI

Menurut Encyclopaedia Britannica, kotak Ka’abah memilikii 360 patung. radisi mengatakan, ketika tempat itu diserang, salah satu dewa didalamnya adalah dewa Saturnus; satunya lagi adalah dewa Bulan dan ada lagi yg disebut Allah.

Ini butki bahwa orang2 Arab jaman pra-Islam itu memuja 9 planet. Di India, praktek puja Navagraha’, yi praktek pemujaan bagi ke 9 planet, termasuk Saturnus dan Bulan masih eksis sampai sekarang.

Di India, bulan sabit selalu digambarkan diatas lambang dewa Siwa. Karena itulah, lambang Siwa dlm Ka’abah juga menjadi lambang bendera Islam.

ZAMZAM/AIR GANGGA?

Satu lagi tradisi Hindu lainnya adalah sungai suci Gangga. Menurut tradisi Hindu, air Gangga tidak pernah dapat dipisahkan dari lambang Siwa (bulan sabit). Dimanapun ada lambang Siwa, disanalah ada air Gangga. Dan memang ! Didekat Ka’abah ditemukan sebuah sumber mata air suci yg disebut ZAMZAM. Sampai sekarang, Zamzam dianggap suci karena tradisi jaman pra-Islam itulah !

TAWAF

Tidak ada mesjid lain di dunia yg dikelilingi sampai 7 kali. Hanya orang Hindu yg ber’tawaf’ mengelilingi dewa-dewi mereka. Lagi2 bukti bahwa Ka’abah adalah tempat ibadah Hindu jaman pra-Islam. Praktek mengambil 7 langkah yg dikenal sbg Saptapadi diasosiasikan dgn upacara perkawinan Hindu dan pemujaan api. Upacara klimaks dlm perkawinan Hindu yg menggabungkan pasangan pengantin mengelilingi api suci sebanyak empat kali (tapi kemudian di-salah artikan dgn 7 kali). Mengingat “MAKHA” berarti API, ketujuh tawaf itu membuktikan bahwa MEKAH ADALAH PUSAT PEMUJAAN DEWA API.

KATA ALLAH

Jangan kaget bahwa kata ‘ALLAH’ sendiri berasal dari bahasa Sansekerta. Allah, Akka dan Amba adalah sinomin. Nama-nama ini berarti : DEWI atau Ibu. Istilah ‘ALLAH’ merupakan bagian dari stanza-stanza Sansekerta yg memuja-muja Dewi Durga, yg juga dikenal sbg Bhavani, Chandi dan Mahishasurmardini. Islam mencaplok penggunaan kata ‘Allah’.

LAMBANG HINDU 786

Lambang Hindu : ‘OM’= angka 786-nya Arab Semua Quran Arab dicetak dgn angka-angka misterius 786. Tidak ada pakar Muslim yang tahu mengapa angka 786 dianggap sebagai angka-angka suci. Namun angka “misterius” ini tidak lain dari huruf suci Weda “OM” dlm bahasa Sansekrit (lihat atas). Siapapun yang kenal Sanskrit bisa melihat lambang “OM” secara terbalik dari angka 786nya Arab ! Muslim tidak sadar bahwa angka misterius Islam ini adalah lambang HINDU!

Satu ayat Qur’an merupakan terjemahan persis dari sebuah stanza dlm Yajurveda. Seperti dijelaskan oleh pakar Hindu terbesar, Pandit Satavlekar dari Pardi, dalam salah satu artikelnya.

Pakar lain menunjukkan bahwa ayat Quran dibawah ini mirip persis dgn ajaran Kena Upanishad (1.7).

Qur’an: “Sight perceives Him not. But He perceives men’s sights; for He is the knower of secrets, the Aware.”

(TERJEMAHAN BEBAS: “Indera mata tidak bisa melihatNya. Tapi IA melihat indera manusia; karena IA

maha tahu segala rahasia”)

Bandingkan dengan :

Kena Upanishad: “That which cannot be seen by the eye but through which the eye itself sees, know

That to be Brahman (God) and not what people worship here (in the manifested world).”

(TERJEMAHAN BEBAS) : “Apa yg tidak dapat dilihat dengan mata namun bisa ditembus dengan mata,

itulah Brahma (Tuhan) dan bukan apa yang dipuja manusia (didunia).

Arti ayat diatas : Tuhan berada diluar indera perasa manusia.

Identitas sistem-sistem Unani dan Ayurveda menunjukkan bahwa Unani adalah istilah Arab bagi sistim penyembuhan Ayurveda yg dibawa ke Arabia saat wilayah itu masih merupakan bagian dari kerajaan India.

TRADISI-TRADISI HINDU LAIN YG DITERIMA ISLAM

Hindu memiliki pantheon 33 dewa-dewi. Bangsa-bangsa pra-Islam di Asia Minor juga memuja 33 dewa-dewi. Kalender lunar (bulan) diperkenalkan kpd Asia Barat selama kekuasaan India.

Bulan Muslim ‘Safar’ menunjukkan bulan ‘extra’ (Adhik Maas) dlm kalender Hindu.

Bulan Muslim ‘Rabi’ berasal dari kata Ravi yg berarti ‘matahari’ karena huruf Sansekerta ‘V’ dirubah Prakrit ‘B’ (Prakrit merupakan versi sehari-hari2 bhs Sansekerta).

Rasa hormat Muslim pada [i]Gyrahwi Sharif[/i] tidak lain dari [i]Ekadashi[/i] milik Hindu (Gyrah = elevan or Gyaarah). Keduanya sama artinya.

Hari JUM’AT merupakan hari suci bagi kaum HINDU juga ! Similarities of Hinduism and Islam

IDUL FITRI

Praktek ini berasal dari upacara kurban Go-Medh dan Ashva-Medh Yagnas. Id dlm Sansekerta berarti ibadah/pemujaan. Id dalam Islam juga menandakan hari-hari pemujaan. Kata MESH dlm zodiak Hindu berarti DOMBA.

Dijaman dulu, setiap tahun dimulai dengan masuknya matahari kedalam lingkup bintang zodiak Aries (kambing). Kesempatan ini ditandai dengan pesta bakar kambing. Inilah asal usul festival Bakari Id. [Note: Kata Bakari adalah kata Hindu bagi kambing.]

Karena Id berarti ibadah dan Griha berarti ‘rumah’, kata Islam Idgah berarti ‘Rumah ibadah’ yg sama persis dengan arti Sansekritnya.

Kata ‘Namaz’ berasal dari kata Sansekerta ‘Nama’ & ‘Yajna’ (NAMA YAJNA) yg berarti menundukkan badan dan memuja/beribadah.

Istilah ‘Idul-Fitri’ berasal dari istilah ‘Eed of Piters’ yg berarti memuja nenek moyang, dlm tradisi Sansekerta. Di India, orang2 Hindu memperingati nenek moyang mereka selama dua minggu masa Pitr-Paksha. Sama juga dengan ‘Idul-Fitri’ (pemujaan nenek moyang).

Praktek Islam utk memperhatikan gerak gerik bulan sama dengan adat Hindu untuk buka puasa pada hari2 Sankranti dan Vinayaki Chaturthi setelah nampaknya bulan.

BULAN

Deksripsi kitab Weda tentang bulan, konstelasi bintang berbeda-beda dan penciptaan alam semesta dicontek Qur’an dlm Surat 2, stanza 113, 114, 115, and 158, 189, Surat 9, stanza 37 & Surat 10, stanza 4 – 7.

Pembacaan Namaz (solat) lima kali sehari berasal dari tradisi Weda bernama Panchmahayagna (5 kali pujaan -Panca Maha Yagna) yg merupakan kewajiban bagi setiap mahluk Hindu.

Muslim membersihkan 5 bagian tubuh sebelum solat. Ini berasal dari aturan ‘Sharir Shydhyartham Panchanga Nyasah’.

BULAN-BULAN HARAM

4 bulan dalam setahun dianggap suci dalam tradisi Islam. Mereka tidak boleh menjarah atau melakukan tindakan kriminal selama periode tsb. Ini berasal dari tradisi Chaturmasa yaitu, periode 4 bulan puasa dan menghindari kejahatan.

Shabibarat adalah kata lain bagi Shiva Vrat dan Shiva Ratra. Karena Ka’abah merupakan pusat penting dewa Siwa, festival Shivaratri biasanya dirayakan disana dgn besar-besaran. Festival itulah yg disebut dlm Islam sbg Shabibarat.

Menurut sejumlah encyclopaedia, memang ada ukiran-ukiran tulisan didalam dinding Kabah. Namun para pakar sejarah tidak pernah diijinkan masuk. Tetapi menurut pengakuan beberapa orang, ada tulisan dalam huruf Sansekerta dan bahkan ada stanza-stanza dari Bhagavad Gita.

ORANG INDIA DI TIMUR TENGAH

Menurut Islam, pedagang-pedagang INDIA menetap di Arabia, khususnya di YAMAN. Di Ubla terdapat pemukiman-pemukiman besar orang India. Ini menunjukkan bahwa kehadiran orang India di Arabia & Yaman cukup berpengaruh terhdp penduduk setempat. Ini tidak dimungkinkan kecuali mereka berasal dari kelas penguasa.

Disebut dlm Ahadis Imam Bukhari bahwa suku India, JAT, berada di Arabia jauh sebelum jamannya Mohamad. Malah ketika Aisha jatuh sakit, keponakannya memanggil dokter Jat utk menyembuhkannya.

Ini membuktikan bahwa orang India memiliki status tinggi di Arabia. Dan status macam ini tidak bisa melekat pada mereka, kecuali mereka memang penguasa. Bukhari juga berbicara tentamg seorang raja India yang mengirim satu jahe yg direndam cuka (ginger pickles) kpd nabi. Ini menunjukkan bahwa raja Jat India menguasai kawasan didekatnya shg mampu memberikan hadiah yg begitu sepele seperti satu pot jahe. Nabi malah dikatakan sangat menyukainya. Ini bukti bahwa selama jaman Mohamad, orang India berpengaruh di Arabia.

BARAH VAFAT

BARAH VAFAT, festival Muslim utk memperingati mereka yg mati dalam pertempuran berasal dari tradisi Sansekerta. Kata ‘Phiphaut’ dlm Hindu berarti ‘mati’. Hindu merayakan hari Chayal Chaturdashi utk menghormati para pahlawan perang.

KATA ‘ARAB’= KUDA

Kata Arabia sendiri berasal dari Sansekerta. Kata aslinya adalah Arabasthan. Karena Arab ‘B’ adalah Sansekerta ‘V’, maka nama Sansekerta aslinya adalah Arvasthan. Arva dlm bhs Sansekerta berarti KUDA. Arvasthan berarti : negara penuh kuda, dan seperti kita tahu semua, Arabia memang terkenal karena kuda-kudanya.

Kuda Arab adalah jenis kuda yang

memiliki reputasi kepandaian tinggi, semangat tinggi dan stamina luar biasa. Jenis kuda ini mudah

dikenali. Kuda Arab adalah jenis yang paling tua. Bukti arkaeologis menunjukkan bahwa kuda-kuda

tsb memiliki sejarah sampai 4500 thn.

PUISI/LITERATUR

Sayar-ul-Okul menyebutkan bahwa simposium pan-Arab pra-Islam diselenggarakan di Mekah pada festival tahunan Okaj. Semua penyair ternama berpartisipisasi.

Penyair-penyair yg paling jitu diberi hadiah. Puisi yg paling bagus diukir dlm lempengan emas dan digantung didalam Ka’abah. Ada puisi-puisi yang ditulis pada kulit kambing atau onta. Mereka digantung diluar tembok kuil. Jadi, selama ribuan tahun, Ka’abah sebenarnya merupakan rumah penyimpanan puisi-puisi terhebat Arabia yang diinspirasi tradisi Hindu.

Oleh karena itu puisi-puisi tsb dinamakan Mu’allaqat (arti : YANG DIGANTUNG !)

Namun semua syair itu entah hilang atau dihancurkan gang penjarah Mohamad. Bahkan penyair pribadi nabi, Hassan-bin-Sawik, ikut mencuri syair-syair berharga itu dan menyimpan lempengan-lempengan emas itu didalam rumahnya. Cucu Sawik, yang ingin menjual lempengan emas itu membawanya ke khalif jaman itu dimana ia ketemu pemikir terkenal Arab, Abu Amir Asamai. Ia menerima lima lempengan emas dan 16 lembaran kulit yg dihiasi dgn syair-syair yg memenangkan penghargaan. Dan sang penjual juga bahagia menjadi kaya mendadak akibat dagangannya yang laris hari itu.

Pada kelima lempengan emas tertulis ayat-ayat oleh penyair-penyair Arab kuno seperti Labi Baynay, Akhatab-bin-Turfa & Jarrham Bintoi. Penemuan ini mengakibatkan Harun-al-Rashid memerintahkan Abu Amir untuk menyusun koleksi dari komposisi-komposisi sebelumnya. Salah satunya adalah atribut Jarrham Bintoi, penyair Arab terkenal, KEPADA RAJA VIKRAMADITYA.

Bintoi yang hidup 165 tahun sebelum Mohamad menerima hadiah tertinggi bagi komposisi syair-syairnya selama 3 tahun berturut-turut dalam simposium pan-Arab di Mekah. Kesemua sajak Bintoi paling terkenal ini digantung didalam Ka’abah dlm lempengan emas.

Atribut Bintoi kepada raja Vikramaditya merupakan bukti kuat bahwa raja tsb menjadikan jazirah Arab sebagai bagian dari kerajaan besar India. Itulah mengapa mulai dari India, semua negara memiliki nama sansekerta seperti Afghanisthan, Baluchisthan, Kurdisthan, Tajikiathan, Uzbekisthan, Iran, Sivisthan, Iraq, Arvasthan, Turkesthan (Turkmenisthan) dsb.

Tidak sulit mengerti sejarah purbakala kalau kita mengenal jajahan raja Vikramaditya. Bahkan keluarga-keluarga ksatria India melahirkan suku-suku seperti Pahalvis (Pahlevi) & Barmak, yg menguasai Iran & Iraq. Karena pengaruh India, orang-orang Parsi menjadi pemuja api, misalnya. Karena pengaruh India, orang-orang Kurdi di Kurdisthan berbicara semacam dialek Sansekrit, kuil-kuil pemuja dewa api eksis sampai ribuan mil diluar India dan puluhan pusat budaya India eksis seperti Navbahar di Asia Barat. Banyak puing-puing vihara juga ditemukan di Russia, patung2 kuno India juga sering ditemukan dlm penggalian2 di Asia Pusat. Termasuk yang barusan ditemukan di Kuwait baru-baru ini: sebuah patung emas dewa Ganesha.

Sayang bahwa bab sejarah dunia ini hampir terhapus total dari ingatan manusia. Kami perlu menyusunnya kembali untuk mengerti konsep dan orientasi sejarah purbakala. Dengan mengerti sejarah, kami bisa lebih mengerti siapa nenek moyang kami sebenarnya.

Statue21-toe.jpg Ingat patung-patung Budha di Afghanistan ? Dari mana asalnya kalau bukan dari budaya INDIA ?

Sampai abad 12M, Bamiyan adalah bagian dari kerajaan India, Gandhara. Daerah itu merupakan pusat biara-biara Buddhis dan Hindu dan daerah subur bagi agama, filosofi dan seni Yunani-India. Wilayah itu merupakan wilayah Budhis sejak abad 2M yang kemudian dihancurkan oleh invasi Islam di abad 9.

Paman Muhammad yang Hindu

Paman Muhamad yang HINDU, sumber: http://www.echarcha.com

Paman Muhamad sendiri, Umar-Bin-E-Hassham merupakan pengikut Hindu taat dan penyembah Dewa Siwa. Ia menolak untuk masuk Islam dan tewas sebagai martir ditangan Muslim. Ia seorang penyair terkenal dan menulis sajak-sajak memuja dewa Siwa. Salah satunya bisa ditemukan dlm hal 235 Sayar-Ul-Okul :

Kafavomal fikra min ulumin Tab asayru

Kaluwan amataul Hawa was Tajakhru

We Tajakhayroba udan Kalalwade-E Liboawa

Walukayanay jatally, hay Yauma Tab asayru

Wa Abalolha ajabu armeeman MAHADEVA

Manojail ilamuddin minhum wa sayattaru

Wa Sahabi Kay-yam feema-Kamil MINDAY Yauman

Wa Yakulum no latabahan foeennak Tawjjaru

Massayaray akhalakan hasanan Kullahum

Najumum aja- at Summa gabul HINDU

TERJEMAHAN:

Seorang lelaki yan menghabiskan seluruh hidupnya dalam dosa dan imoralitas dan membuang hidupnya demi nafsu dan kemarahan Jika ia bertobat dan ingin kembali kepada moralitas, adakah pengampunan tersedia baginya ? Bahkan jika hanya sekali ia dengan tulus memuja Mahadewa (dewa Siwa), ia bisa mencapai posisi tertinggi dalam jalan kebenaran Ya Tuhan! Cabut seluruh nyawa saya dan sebagai gantinya, berikan saya satu hari saja untuk tinggal di Hind (india) sebagai lelaki yg menjadi bebas secara spiritual saat mencapai tanah suci Dengan ziarah ke Hind, seorang lelaki bisa mencapai kebijakan untuk melakukan tindakan mulia dan mendapat kehormatan menyentuh guru-guru Hindu yg mulia

Nama keluarga Muhamad adalah Quraish (Kureshi), yg sebenarnya adalah bagian dari dinasti India, KURU, yang pernah menguasai India. Diketahui bahwa paman Muhamad, Umar bin-e Hassham dan keluarganya terlibat dalam pembuatan dewa-dewa kuil (Ka’abah).

Encyclopedia Islamia menjelaskan bahwa kakek Muhamad dan paman-pamannya mewariskan jabatan sebagai pendeta-pendeta Ka’abah yang menyimpan 360 patung dewa-dewi. Muhamad menghancurkan semua patung tersebut kecuali patung paling utama, yaitu patung Batu Hitam [Hajar Al Aswad]. Dewa Siwa dulu pernah dipuja Arab. Dan paman Muhamad juga seorang pemuja Siwa dan menulis berbagai puisi memuja dewa Siwa.

Sri Sri [Ravishankar] mengatakan :

“… Orang Islam lupa sama sekali bahwa nenek moyang mereka dulunya Hindu … Bahkan Afghanistan dan Arabia dulunya Hindu. Muslim-Muslim di India, Pakistan, Afghanistan seharusnya tidak mencampakkan tradisi-tradisi Hindu. Nenek moyang mereka memiliki nama-nama Hindu, jadi Hindu dan Muslim adalah dari rumpun keluarga yang sama dan harus menghormati sesama. Muslim di India seharusnya membanggakan filosofi dan udaya Hindu.”

Access from,

http://indonesia.faithfreedom.org/wiki/Ka%27bah_dulu_kuil_Hindu_%3F

Access date 8 Peb 2012.

Islamthis,

Portal ‘ilmiah’ dan ‘penuh intelektual’ Faithfreedom ternyata masih mengandalkan artikel-artikel yang konyol untuk mempertahankan eksistensinya. Semua muslim tentunya tidak menyangka bahwa portal bergengsi ini sangat mengharapkan para penulis konyol dan ahli mengarang untuk terus bermunculan di dunia ini demi bisa membuat portal Faithfreedom ini menjadi tampak lebih gagah.

Sudah beredar kabar yang lebih penting lagi  bahwa PN Oak adalah penulis berdarah India yang dicemooh kalangan akademisi di dunia karena tulisan dan buah fikirannya yang hanya membuat banyak pembaca merasa jijik ketimbang mendapat pencerahan. Tapi entah mengapa portal Faithfreedom ini TUTUP MATA DAN TELINGA terhadap kenyataan ini.

Kalau memang benar bahwa Faithfreedom adalah portal yang serius mengusung wacana-wacana yang intelektual (dalam usahanya untuk menjungkalkan keimanan kaum muslim), maka seharusnya Faithfreedom ini telah sejak lama mencabut artikel PN Oak seputar masalah Kabah ini. Karena nasib sial lah, portal ini sampai sekarang masih menjadikan artikel ini sebagai mata dagangannya yang paling baik untuk menipiu banyak muslim …..

Sejak adanya kabar penting bahwa PN Oak adalah badut di kalangan akademisi, maka sejak saat itu, Faithfreedom SEBENARNYA TIDAK ADA APA-APANYA …..  Seharusnya FF ini merasa malu.

________________________

@puteralangit, on September 11, 2011 at 5:32 pm said:

P. N. Oak

From Wikipedia, the free encyclopedia

Purushottam Nagesh Oak (March 2, 1917 – December 4, 2007), commonly referred to as P. N. Oak, was an Indian writer, notable for his historical revisionism. Oak’s “Institute for Rewriting Indian History” issued a quarterly periodical called Itihas Patrika in the 1980s.

Oak’s claims, e.g. that Christianity and Islam are both derivatives of Hinduism, or that the Kaaba and the Taj Mahal were once Hindu temples to Shiva, and their reception in Indian popular culture have been noted by observers of contemporary Indian society, who variously characterized Oak as a “mythistorian” or more directly as a “crackpot”.

Life

Oak was born in Indore, Madhya Pradesh. During World War II, he was with the Indian army, and was in Malaya. He joined the Indian National Army[4] after Singapore fell to the Japanese, and thereafter was involved in Radio bulletins. “From 1947 to 1974 his profession has been mainly journalism having worked on the editorial staffs of the Hindustan Times and The Statesman, as a Class I officer in the Ministry of Information and Broadcasting, and as editor in the American Embassy’s Information Service.”

Dozens of blogs and websites refer to him as “Professor” P. N. Oak, but he never was a professor, nor was he a PhD. According to his own account, he did M.A. (Agra) and LL.B. (Mumbai), and was an official in the Ministry for Information, and wrote various journalistic pieces.

Revisionist theories

Intent on rectifying what he believes to be “biased and distorted versions of India’s history produced by the invaders and colonizers”, Oak has written several books and articles on Indian history and founded an “Institute for Rewriting Indian History” in 1964. According to Oak, modern secular and Marxist historians have fabricated “idealized versions” of India’s past and drained it of its “Vedic context and content”. Srinivas Aravamudan noted that Oak’s work typically resorts to “deep punning” associating Sanskrit sound-alikes with non-Sanskrit religious terms (such as Vatican=vatika “hermitage”, Islam=ishalayam “temple of God” and George as an aberration of Garg. Based on this, Oak claims that both Islam and Christianity originated as distortions of “Vedic” beliefs. He thus alleges that the Kaaba in Mecca was originally a shrine to Shiva[1] and that the Papacy was “a Vedic priesthood” until Constantine the Great killed the “Vedic Pope” and replaced him with the head of the hitherto unimportant Christian sect.

Academic and Government response

Oak finds some mention in passing as an eccentric in academic literature on the Hindutva wing of Hindu nationalism. Aravamudan (2005) calls him a “mythistorian” whose life’s work may be summarized by the title of his work World Vedic Heritage: A History of Histories, Presenting a Unique Unified Field Theory of History that from the Beginning of Time the World Practised Vedic and Spoke Sanskrit. Edwin Bryant writes that most academics would consider him a ‘crackpot’.Giles Tillotson describes his work as a “startling piece of pseudo-scholarship”.

While Oak’s theories have been summarily rejected in academia, they have found a popular following among some members of India’s Hindu right (Narasimhan Ram, editor of The Hindu newspaper, calls him a “Sangh historian”) and Indocentrists. Art historian Rebecca Brown describes Oak’s books as “revisionist history as subtle as Captain Russell’s smirk” (referring to a character in the Hindi movie Lagaan).

Although not anti-government in nature, Oak’s book “Some Blunders in Indian Historical Research” was banned from the Parliament’s library by the Speaker of the Lok Sabha (lower House) as noted in news archives . There are also apocryphal claims of government suppression, e.g. “Allegedly, Indira Gandhi’s government tried to ban [Oak's book on Taj Mahal] and some would say the Indian government has been politically motivated in suppressing this theory .” The Indian government has indeed banned a number of books on the grounds of preventing Hindu-Muslim rioting and/or national security.

Taj Mahal Theory

In his book Taj Mahal: The True Story, Oak claims that the Taj Mahal was originally a Shiva temple or a Rajput palace seized by Shah Jahan and adopted as a tomb.

The Taj, Oak says, is a “typical illustration of how all historic buildings and townships from Kashmir to Cape Comorin though of Hindu origin have been ascribed to this or that Muslim ruler or courtier”.He goes on to propose Hindu origins for the tombs of Humayun, Akbar and Itmiad-u-Dallah and “all historic buildings” in India as well as the Vatican, the Kaaba and Stonehenge.

Oak claims that Hindu ornaments and symbols were effaced from the Taj, whose sealed chambers hold the remnants, including a Shiva Lingam, of the original temple and that Mumtaz Mahal was not buried at her cenotaph.

In support of these claims, Oak presents carbon dating results of the wood from the riverside doorway of the Taj, quotes from European travellers’ accounts and the Taj’s Hindu architectural features. Oak further alleges that eyewitness accounts of the Taj Mahal’s construction as well as Shah Jahan’s construction orders and voluminous financial records are elaborate frauds meant to hide its Hindu origin.

Oak petitioned the Indian parliament demanding that the Taj be declared a Hindu monument and that cenotaphs and sealed apartments be opened to determine whether Shivalingam or other temple remains were hidden in them. According to Oak, the Indian government’s refusal to allow him unfettered access amounts to a conspiracy against Hinduism. The Indian government has maintained that unnecessary openings of cenotaphs (tombs) and sealed rooms cannot be allowed out of respect for the dead. {citation needed}

Oak’s denial of Islamic architecture in India has been described as one of the “more extreme manifestations of anti-Muslim sentiment” in Maharashtrian popular culture. K. N. Panikkar locates Oak’s work in the Hindutva movements attempt to foster a communal understanding of Indian history. Tapan Raychaudhuri has referred to him as “a ‘historian’ much respected by the Sangh Parivar.”

The Belgian writer Koenraad Elst sees Oak’s claim as an example of “funny attempts at compensation” within a “Hindu inferiority complex” arising from what he describes as a crackdown by “arrogant Leftists” on Hindutva following the murder of Gandhi.

In 2000 India’s Supreme Court dismissed Oak’s petition to declare that a Hindu king had built the Taj Mahal and reprimanded him for bringing the action, saying he had a “bee in his bonnet” about the Taj. In 2005 a similar petition was dismissed by the Allahabad High Court. This case was brought by Amar Nath Mishra, a social worker and preacher who says that the Taj Mahal was built by the Hindu King Parmar Dev in 1196.

Kaaba Theory: Vedic origins

In a 13 page pamphlet headed ‘WAS KAABA A HINDU TEMPLE?’, Oak derives a claim of a “Vedic past of Arabia” based on an alleged inscription mentioning king Vikramaditya found at the Kaaba, and claims that Muhammad was born to a Hindu family. According to Oak, the text of the inscription is taken from an anthology of poetry entitled Sayar-ul-Okul, compiled in 1742 on the orders of a “Sultan Salim” (the actual Sultan at the time being Mahmud I), and first edited in 1864 in Berlin. Oak goes on to state that the anthology is kept in the Makhtab-e-Sultania Library in Istanbul, Turkey.

Oak’s claims based on the Sayar ul-Okul have since been propagated by author, speaker and Hindutva activist Stephen Knapp alias Sri Nandan-ananda Das. Knapp is a prolific author and a disciple of Swami Prabhupada, founder of the International Society of Krishna Consciousness; however, he is not known to be an expert on the pertinent Arabic works.

8 Responses

  1. Wah kalo peninggalan Islam dicap peninggalan hindu, knp populasi hindu semakin menyusut bahkan dlm tahap kepunahan??
    Harusnya agama yg benar adlh agama yg bs diterima scr akal sehat bahkan diuji scr sains, betul??

    Nah kalo agama yg nyuruh umatnya utk menyembah hewan2 seperti gajah, sapi & kera apakah bs diterima akal sehat??

    Jaman modern gini msh nyembah2 hewan??

    • itu kepercayaan mereka bro, jangan pernah memandang rendah kepercayaan orang….
      orang seperti anda itu menyedihkan bro… thx

    • @ten

      lha ente mo gak disuruh nyembah monyet or gajah??

    • kata @TENDOU:

      maoooouuuuuuuuuuuuuu ……..

    • @isa

      maaf sebelumnya,
      tapi itu agama orang lain
      mungkin kepercayaannya memang seperti itu dan kita tidak bisa menggangu mereka…. itu pilihan mereka
      mungkin menyembah binatang ato patung aneh buat kita, tapi itu biasa buat mereka
      jadi sebenarnya saya setuju sama @Tendou, jangan memandang agama lain itu jelek~

  2. Bukan memandang rendah cuy…., benar dan salah adalah harga mati dalam islam, kalo kepercayaan atau agama mereka benar berarti Islam yang salah, kalo Islam yang benar maka agama dan kepercayaan mereka yang salah, ……. inget …harga mati..gak bisa ditawar lagi….

  3. pengen snyum sj dg pengakuan bahwa ka’bah adalah peninggalan milik mereka…. seandainya ia knp tdk ada secuilpun pninggalannya hindu tertinggal disana ( dimekah )…. spayol aja masih ada peninggalan islam disana… apakah tdk pernah berfikirkan oleh mereka bahwa raja Vikramaditya…itu sebenarnya adalah seorng muslm.. mngikuti ajaran nabi ibrahim….?????? shingga apa2 yg ada dlm ajaran hindu asli hampir sama dg islam yaitu mnyembah Allah… kmudian lama2 diselewengkan oleh pengikut2nya… yg akhirnya mnyembah dewa2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 64 other followers

%d bloggers like this: