Hukum Waris Dalam Islam

Assalamualaikum,
Maaf Pak Ustad mohon penjelasannya mengenai hilangnya hak waris.

.
Ada seorang Bapak A memiliki seorang istri dan 2 anak laki-2 dan 1 org anak perempuan, pada saat bapak A tsb meninggal, ibu dr bpk A tersebut masih ada. Beberapa tahun kemudian Ibu dr bpk A meninggal dunia dan sdr-2 dr bpk A berjumlah 10 org (6 laki dan 4 perempuan) bermaksud membagikan harta waris dr orang tua mereka. Sdr kandung (anak laki-2 pertama atau kakak) dr bpk A juga telah meninggal setelah Ibu mereka.

.
Yang jadi pertanyaan adalah hak waris Bapak A ini akan dicoret dengan alasan Bpk A ini meninggal terlebih dahulu dar Ibu nya. Sedangkan hak waris kakak laki-2 pertama Bapak A tidak di coret.

.
Dan dikeluarga Bapak A tersebut siapa yg lebih berhak menerima hak waris tsb..? istri bpk A/anak laki-2 pertama bpk A/ atau….?

.
Mohon pencerahan Bapak yg mengerti akan hal ini
Wa’alaikumsalam
Mama ndut
_____________________
Jawaban,

.
Waalaikumussalam Wr Wb
Dalam permasalahan ini, bapak A tidak berhak atas warisan yang ditinggalkan ibunya dikarenakan bapak A meninggal sebelum ibunya meninggal. Sedangkan saudara laki-laki pertamanya berhak atas warisan ibunya dikarenakan dia meninggal setelah meninggal ibunya. Hal itu dikarenakan syarat seseorang mendapatkan warisan dari si mayat adalah orang itu masih dipastikan hidup ketika orang yang mewarisi meninggal dunia.

.
Hal itu dikarenakan bahwa kepemilikan dari harta warisan tersebut tidaklah mungkin bisa terwujud kecuali adanya kepastian bahwa orang yang mewarisinya masih hidup.

.
Adapun ahli waris dari bapak si A adalah :
1. Ibu mendapat 1/6.
2. Istri mendapat 1/8.
3. Sisanya dibagikan kepada 2 anak laki-lakinya dan 1 anak perempuannya.

.
Asal masalah dari mayit pertama (bapak si A) adalah 120, maka ibunya mendapatkan bagian 20/120, .istrinya mendapatkan bagian 15/120, 2 anak laki-lakinya masing-masing mendapat bagian adalah 34/120, sedangkan anak perempuannya mendapat bagian 17/120.

.
Kemudian ibunya meninggal dunia dan pada saat itu ahli waris yang masih hidup adalah 6 orang anak laki-laki (termasuk saudara laki-laki pertama bapak A) dan 4 orang anak perempuan. Dan didapat asal masalah dari mayit kedua (ibu) adalah 16.

.
Dari asal masalah ibu yang meninggal itu didapat bagian 6 orang anak laki-lakinya masing-masing mendapatkan 2/16 sedangkan 4 anak perempuannya masing-masing mendapatkan 1/16.

.
Dikarenakan bagian ibu dari harta waris anaknya (bapak si A) adalah 20 sedangkan bagian seluruh ahli waris ibu adalah 16 maka terjadi tawafuq. Kedua angka tersebut dibagi dengan angka 4 maka didapat 5 dan 4. Kemudian angka 4 itu dikalikan dengan asal masalah pertama yaitu 120 maka didapat 120 X 4 = 480, dan inilah asal masalah keseluruhan.

.
Dengan demikian bagian terakhir yang diterima masing-masing ahli waris dari bapak si A adalah :

  1.   Istrinya mendapat bagian sebesar 60/480.
  2.   2 orang anak laki-laki bapak si A masing-masing mendapat bagian sebesar 136/480.
  3.   1 orang anak perempuan bapak si A mendapat bagian sebesar 68/480.
  4.   6 orang saudara laki-laki bapak si A masing-masing mendapat bagian 10/480.
  5.   4 orang saudara perempuan bapak si A masing-masing mendapat bagian sebesar 5/480.

Wallahu A’lam
____________________
Access from,
http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hak-warisan-dalam-islam.htm
Access date | 11:16 AM 10/20/2011

____________________
Menengok Riwayat Hukum Waris dalam Islam
Selasa, 20 April 2010 09:52 WIB

Sebelum Islam, umat dan bangsa terdahulu telah mempraktikkan sistem waris (pembagian harta bila salah seorang anggota keluarganya meninggal dunia, kecuali anak). Bahkan, di masa Jahiliyah, bangsa Arab telah menjalankan praktik pembagian harta waris yang ditinggalkan oleh anggota keluarga yang meninggal dunia.

.
Hanya saja, pembagian sistem waris itu berlaku diskriminatif. Anak laki-laki yang belum dewasa dan tidak ikut berperang, tidak berhak mendapatkan hak waris. Begitu juga dengan kaum perempuan, mereka sama sekali tidak berhak mendapatkan harta warisan, kendati yang meninggal dunia adalah orang tuanya atau bahkan suaminya. Dan anak perempuannya, juga tidak berhak mendapatkan harta warisan. Sebaliknya, orang lain yang bukan anggota keluarganya, namun mereka pernah mengikat sumpah setia, malah diberikan hak warisan.

.
Maka, setelah Islam datang, semua praktik itu dihapuskan. Dalam Islam, semua orang, laki-laki atau perempuan, dewasa maupun anak-anak, yang merupakan bagian dari anggota keluarga yang meninggal dunia, mendapatkan hak waris. Hanya saja, sebelum ayat waris diturunkan, Islam di masa permulaan, sempat mempraktikkan sistem waris yang berbeda. Di antaranya, anak angkat mendapatkan hak waris, orang Muhajirin dan Anshar juga mendapatkan hak serupa.

.
Dan setelah Allah menerangkan sistem waris Islam melalui firmannya dalam surah An-Nisaa` [4] ayat 11-12, dan 176, maka jelaslah orang-orang yang berhak menjadi ahli waris (Ashab al-Furudl). Semua pihak –laki-laki, perempuan, anak, ibu, bapak, suami, istri, saudara kandung, saudara sebapak, saudara seibu, kakek, nenek, dan cucu– punya bagian tertentu.

.
Mereka yang mendapatkan hak waris itu ada yang dikarenakan termasuk dalam dzawil arham, ahlu ar-rahm, ahlu at tanzil, ahlu al-qarabah, dan lain seba gainya. Di antara mereka, ada yang mendapatkan bagian terbanyak, Ashabah (sisa), 1/2, 1/3, 1/4, 1/6, 1/8, atau 2/3. Namun demikian, mereka juga bisa tidak mendapatkan harta bagian disebabkan posisinya yang jauh dari orang yang meninggal dunia. Kedudukan mereka ini disebut dengan mahjub (terhalang). Selain ketentuan ini, yang juga tidak berhak mendapatkan hak waris dalam Islam adalah orang yang membunuh dan keluar dari agama Islam.

.
Berbeda dengan masa jahiliyah, yang meletakkan fungsi dan kedudukan perempuan sebagai orang yang bisa diwarisi misalnya orang tua yang meninggal dunia, maka si anak bisa menikahi ibunya sendiri –agama Islam justru menghormati dan menghargai peran perempuan. Mereka mempunyai hak yang sama dengan laki-laki untuk mendapatkan hak warisan.
Kendati perempuan mendapatkan bagian setengah dari laki-laki (lidzdzakari mitslu hadzdzil untsayayn), namun ketentuan itu bisa menjadi lebih banyak dari laki-laki. Sebab, laki-laki punya tanggung jawab menafkahi anggota keluarganya, sedangkan harta bagian perempuan adalah untuk dirinya sendiri.

.
Karena itulah, Rasul SAW menekankan umat Islam untuk senantiasa melakukan dan melaksanakan hukum waris sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Alquran. Semua yang sudah diatur dalam Alquran bertujuan memberikan keadilan pada setiap orang.

.

Rasul juga memerintahkan umat Islam untuk mempelajari dan mendalami ilmu waris (faraidl) ini. Sebab, ilmu waris adalah setengah dari seluruh ilmu yang ada. Karena, setengah dari ilmu, maka umat Islam disarankan memperdalamnya. Sebab, lanjut Rasul SAW, ilmu waris ini adalah ilmu yang pertama kali diangkat dari umat Islam. Cara mengangkatnya adalah dengan mewafatkan para ulama yang ahli dalam bidang ini. Wa Allahu a’lam.
____________________
Access from,
http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/islam-digest/10/04/20/112001-menengok-riwayat-hukum-waris-dalam-islam
Access date | 11:19 AM 10/20/2011

———————

Islamthis,
Melalui dua artikel di atas, kita dapat memahami bahwa Islam sebagai agama yang sempurna telah mengambil perannya yang sentral dalam menyelesaikan salah satu masalah sosial yang sebenarnya pelik dan rumit, warisan ini.
Alquran yang merupakan kitab suci Muslim ternyata membahas masalah waris ini. Dengan adanya ajaran Islam / Alquran mengenai waris ini, maka TERTUTUPLAH sudah semua perselisihan dan pertengkaran di kalangan manusia mengenai pembagian harta waris ini, sambil Islam juga menunjukkan bahwa telah sempurna dalam hal tanggungjawabnya dalam mengatur kehidupan di muka bumi yang Illahiah.

.
Karena adanya perintah / ajaran dalam Islam mengenai hak waris ini, maka muncullah juga ilmu mengenai waris ini, berikut dengan para ahli fiqih Islam yang memfokuskan pendalamannya pada bidang diskusi ini. Dan kesemua ahli fiqih tersebut SAMA SEKALI tidak menemukan adanya pertentangan mau pun perselisihan dalam ajaran Islam mengenai waris ini. Hal ini menunjukkan betapa Islam memang berasal dari Allah Swt.

.
Yang juga perlu digarisbawahi dari dua artikel di atas adalah, betapa Islam telah memulai wacana yang kala itu merupakan wacana yang aneh dan tidak masuk akal, yaitu menghormati dan memberi hak yang utuh kepada kaum wanita.

.

Sebelum Islam, di bumi mana pun wanita selalu dianggap sebagai barang belaka, dan kemudian wanita ini tidak mempunyai hak untuk mewarisi, apalagi mewariskan! Namun Islam mempunyai pandangan lain. Islam, khususnya melalui pembahasan waris ini, menilai bahwa wanita adalah mahluk yang sejajar dengan pria. Itulah sebabnya, wanita bukanlah barang warisan, dan kemudian wanita pun juga berhak untuk mendapatkan warisan, sebagaimana layaknya seorang pria.

.
Karosetan.
Bagaimana dengan karosetan?
Apakah karosetan dengan kitab sucinya yaitu Alkitab juga membahas hak waris ini?

.
Tidak!
Alkitab mau pun Gereja sama sekali tidak mempunyai session dan ajaran mengenai hak waris ini. Seutuhnya Gereja dan Alkitab BUNGKAM seribu basa mengenai hak waris ini. Dengan demikian, di dalam kehidupan kaum karosetan, hak waris hanya dapat diimplementasikan melalui peraturan perundangan yang sekuler. Ketika masyarakat karosetan mengimplementasikan hak waris, maka pada saat itu mereka sedang mengimplementasikan hukum sekuler, bukan hukum Alkitab mereka.

.
Kemudian, kalau lah Gereja (dan Alkitab) tidak pernah membahas hak waris ini, maka apa sebenarnya yang menjadi pembahasan utama dalam kehidupan Gereja mau pun orang karosetan????

.
Hanya satu, yaitu J-E-S-U-S !
Tidak ada yang dibahas oleh Gereja dan jemaat Gerejanya, kecuali membahas Jesus: Jesus adalah Tuhan, Jesus adalah anak Tuhan, Jesus adalah juru selamat, Jesus adalah pangeran surgawi, Jesus adalah penebus dosa, Jesus mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia, barang siapa percaya kepada Jesus maka akan masuk surga, percayalah kepada Jesus maka kau akan diselamatkan, Jesus mengasihimu (kentut!), Jesus Raja dunia Jesus Jesus Jesus Jesusssssss Jesssuuuusssss …… sus sus sus sussss …. tidak ada habis-habisnya mereka membahas Jesus, sementara Alkitab mau pun Jesus itu sama sekali tidak pernah membahas tentang hak waris ini.

.
Maka jelaslah sekarang, bahwa dalam karosetan itu:

  1. Karosetan adalah agama kebodohan dan egoisme karatan, karena tidak mempunyai ‘program’ yang bagus untuk mengurus umat manusia.
  2. Jesus adalah gila sembah!

.

Bisakah kita membayangkan agama seperti ini? Agama yang di satu pihak tidak pernah memikirkan dan mengurus umat manusia, namun di pihak lain Tuhan dari agama ini menuntut untuk selalu disembah-sembah sedemikian rupa! Namun si Tuhan sendiri tidak pernah urus umat penyembahnya. Benar-benar egois!

5 Responses

  1. Betapa sempurnanya agama Islam, bahkan segala aspek kehidupanpun diatur di dlmnya.

    Sedangkan agama bikinan paulus kering kerontang.

  2. Mereka bisu, buta dan tuli……Allah SWT telah mengunci mati hati mereka, barangsiapa menentang Allah SWT dengan keras maka ia akan mendapatkan siksaan yang paling keras di akhirat…so…what are you waiting for?…….tunggu saja hari perhitungan….agama yang manakah yang haq di sisi Allah SWT.

  3. Tidak ada agama yg benar…. tak ter kecuali ISLAM, krn disanapun byk ajaran2/ayat2 setan juga. coba sj simak koran dg seksama.

  4. netral, on January 14, 2012 at 11:17 am said:
    Tidak ada agama yg benar…. tak ter kecuali ISLAM, krn disanapun byk ajaran2/ayat2 setan juga. coba sj simak koran dg seksama.

    Kamu salah, bro.
    Semua agama salah dan sesat bin keji, KECUALI ISLAM. Hanya Islam lah yang merupakan agama yang benar.
    .
    Ayat-ayat Setan yang mana?
    Baca artikel ini,

    http://islamthis.wordpress.com/2011/08/26/ayat-ayat-setan/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 64 other followers

%d bloggers like this: