Apakah Anda Istrinya Tuhan?

Di tengah dinginnya malam bulan Desember, seorang anak laki-laki kecil berusia 10 tahun berdiri di depan sebuah toko sepatu yang terletak di salah satu jalan protokol kota New York. Dengan bertelanjang kaki seraya berusaha untuk menahan dinginnya malam itu, dengan mata yang penuh kekaguman, bocah kecil itu terus memandangi deretan sepatu yang teratur rapi di etalase toko tersebut.

Tiba-tiba ada seorang wanita yang datang menghampiri sang bocah dan berkata, ” Teman kecilku, mengapa kau terus memandangi sepatu-sepatu itu?”

Sang bocah pun menjawab, “Aku sudah berdoa kepada Tuhan agar Dia memberikan kepadaku sepasang sepatu.”

Sang wanita pun langsung menarik tangan sang bocah dan menuntunnya masuk kedalam toko sepatu itu. Kemudian wanita itu menyuruh salah seorang pegawai toko itu untuk membawakan 6 pasang kaos kaki. Wanita itu juga meminta kepada pegawai yang lain untuk membawakan sebuah basin berisi air hangat dan juga sebuah handuk.

Dengan penuh kasih wanita itu menuntun sang bocah ke sebuah ruangan di dalam toko itu dan mendudukkannya di sebuah bangku. Sang wanita mulai menyingsingkan lengan bajunya, berlutut di hadapan bocah kecil tersebut dan mulai membersihkan kaki sang bocah dengan handuk yang telah dibasahi air hangat. Setelah itu wanita tersebut mengenakan kaos kaki di kedua kaki sang bocah dan tidak cuma sampai di situ, dia juga membeli sepasang sepatu bocah laki-laki tersebut.

“Sahabat kecilku, aku yakin kamu sudah merasa lebih nyaman, bukan?”

Namun alangkah kagetnya sang wanita ketika dia melihat ada air mata yang mengalir di pipi sang bocah. Sambil menahan isak tangisnya sang bocah bertanya, “Ibu, apakah Anda adalah istrinya Tuhan?”

________________

Access from,

http://artikelkristen.com/apakah-anda-istrinya-tuhan.html

Access date | 10:18 PM 4/7/2006

_______________

Islamthis,

Apakah yang ingin disampaikan melalui teks khotbah Gereja di atas?

Yang jelas, teks khotbah Gereja tersebut ingin menekankah eksistensi Jesus itu sendiri, dengan menganalogikan seolah jika Jesus adalah seseorang yang baik hati, maka istrinya pun juga baik hati, dan sang istri itulah yang hadir di dalam teks khotbah tersebut sebagai wanita penjaga toko sepatu ….

Seperti biasa, memang jelas sekali bahwa semua khotbah kekristenan pasti hanya berkisar pada diri Jesus sendiri, alias Jesus-sentris. Hanya Jesus lah satu-satunya hal yang selalu disebut-sebut di dalam Gereja dan pengkhotbahan, tidak ada yang lain. Bahwa Jesus adalah Tuhan, bahwa Jesus adalah anak Tuhan, bahwa Jesus adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia, bahwa Jesus adalah penuh kasih, bahwa Jesus adalah Raja Surgawi, bahwa Jesus mati di kayu salib demi menebus dosa seluruh manusia …. Jesus Jesus Jesus Jesus ….. tidak ada pengajaran lain selain mencekokkan nama dan kata Jesus kepada seluruh umat manusia yang papa ini ……

Hal tersebut  terlihat jelas melalui teks khotbah yang disedikan oleh portal artikelkristen dot com. Tidak ada kemampuan dari individu-individu karosetan untuk membahas hal lain (selain Jesus) di dalam kehidupan ini supaya kehidupan ini menjadi lebih baik. Para pemuka Kristen tidak mampu membahas anti korupsi di Gereja-Gereja, atau membahas hak istri di depan suami, atau hak kaum miskin di depan pemerintahan kota dan seterusnya….. pun kalau memang hal itu dibahas, toh Alkitab tidak mempunyai ayat-ayat yang relevan untuk tema-tema seperti itu. Maka jadilah, khotbah di Gereja-Gereja hanya seputar Jesus ……

Inilah sebabnya mengapa Jesus begitu narsis ketika hidupnya, dan setelah matinya ….

Tuhan karosetan memang narsis!

Tangguhnya Iman karoSetan

Dari sebuah milist di yahoogroup dot com,

2011/8/2 Peter Joy <xxxxxxx@yahoo.com>

Dapat dari whatsapp

No SARA

Ini beneran atau HOAX sih??!?

Pemutaran Film homoseksual murid Yesus.  From Garry Grimaldy : Film ” Corpus Christi ” akan diputar pada bulan Juni s.d Agustus tahun ini. Film ini menggambarkan Yesus dan murid”nya sebagai homoseksual.

Film yang berjudul “Corpus Cristi” atau yang berarti “Tubuh Kristus” sϋðåh diputar ðĩ  beberapa bioskop.

Ini jelas sangat melecehkan Tuhan kita, Ƭåþî kita dpt berbuat sesuatu. Itulah sebabnya saya mengirimkan BC kpd Anda. Jika Anda meneruskan pesan ini, kita mungkin dpt mencegah film ini diputar diseluruh dunia.

Mari bersama” menghentikan penghinaan ini. Saya meneruskan pesan ini kepada Anda semua yang mungkin akan menghargai usaha ini.

Tolonglah kami untuk menghentikan pemutaran film ini.

Hanya dibutuhkan waktu kurang ð̀αrĩ 2 menit untuk meneruskan pesan ini.

Beberapa negara ðĩ  Eropa sϋðåh mengadakan pemboikotan thd film ini.

Yang harus kita lakukan adalah banyak berdoa dan meneruskan pesan ini.Jesus Christ is the Lord.

Tuhan bisa saja menghentikan kalau Dia mau. Tp pasti DIA punya maksud untuk kita maka ini diijinkanNya terjadi. Let’s pray…

Sent from my iPhone4® on 3

________________________________

From: Butogamo <xxxxxx@gmail.com>

To: xxxxxxxxx @yahoogroups.com

Sent: Thursday, August 4, 2011 1:59 PM

Subject: Re: [xxxxxxx] [No SARA] Film homoseksual Yesus dan murid”-Nya

bukan mau nyerang siapa2

tapi kalo memang beliau gay, so what?

seksualitas seseorang tidak bisa dipakai utk ngejudge kualitas dia

jadi pembicaraan ttg hal itu useless

itu menurut gw

________________________________

From: Dewa_cinta <xxxxxxxx@yahoo.com>

Sender: xxxxxxxxxxx@yahoogroups.com

Date: Thu, 4 Aug 2011 23:46:48 +0800 (SGT)

To: xxxxxxxxx@yahoogroups.com<xxxxxxxxxxxx@yahoogroups.com>

ReplyTo: xxxxxxxxxx@yahoogroups.com

Subject: Re: [xxxxxxxxx] [No SARA] Film homoseksual Yesus dan murid”-Nya

Dear all,

Apa kabar semuanya?….

Menurut gw, hadapi semuanya dengan kepala dingin tanpa harus banyak diperdebatkan.

Diam adalah emas bro.

________________________________

2011/8/5 <xxxxxxxxxx@yahoo.com>

@butogamo

Are u freaking kidding me? Yesus gay so what? *speechles* bukan Tuhan mu sih ya. Jd nyantai2 aja. Ini Tuhan bagi sebagian besar umat manusia di bumi loh ya. Bukan hanya sekedar BOS di tempat kerja. Bagaimana perasaan mu jika Tuhan mu di tuduh gay? Show some respect. Geez!

Sent from my BlackBerry® Style via Smart 1x / EVDO Network.

________________________________

From: zus dhar chantikawati idaman lelaki <xxxxxxxxxx@gmail.com>

To: xxxxxxxxxx@yahoogroups.com

Sent: Friday, August 5, 2011 11:17 AM

Subject: Re: [xxxxxxxxx] [No SARA] Film homoseksual Yesus dan murid”-Nya

aku kira tidak ada yang menuduh bahwa Yesus adalah gay dan film itu bukan suatu penghinaan. Mereka hanya mencoba untuk mengungkapkan dari sisi mereka menurut sudut pandang mereka dan bahasa mereka…. mereka dalam hal ini adalah kita kaum gay. Sama sekali tidak ada faktor penghinaan. Saya sebagai kaum gay dan kristen juga sama sekali dalam konteks ini tidak merasa tersinggung. Entah Yesus straight, entah Yesus gay, apakah dia menikah dan memiliki anak,,,, atau di dalam hidupnya selibat, sama sekali tidak mengubah iman dan kasih saya padaNYA, dan saya tidak (lagi) merasa terganggu. Kalau elo liat cuplikan film di youtube yang saya kasih di link videonya dalam postingan saya kemarin… elo akan melihat dan menangkap bahwa niat mereka dalam membikin pertunjukan dan performance itu adalah sama sekali tidak ada maksud menghina gereja katolik, gereja kristen atau umat kristiani pada umumnya, tidak ada adegan vulgar yang tidak senonoh tidak ada maksud maksud yang secara implisit ataupun frontal yang menghujat ke kristenan.

Kadang kita barus mencoba melihat dari “hati” bukan dengan “mata”. Saya rasa (Mungkin) ini yang TUHAN mau….

________________________________

Islamthis,

Dialog ini saya dapat dari sebuah milist di yahoo, yang membahas munculnya sebuah film yang bertutur tentang adanya kemungkinan bahwa Jesus adalah seorang gay.

Tentu saya tidak akan membahas film itu sendiri. Yang lebih penting untuk dibahas adalah iman dari kaum karosetan terhadap Jesus sebagai Tuhan mereka.

Di dalam postingan anggota milis yang bernama ‘zus dhar’ yang saya beri warna hijau, sang member yang jelas-jelas seorang karosetan menulis,

ENTAH YESUS STRAIGHT, ENTAH YESUS GAY, APAKAH DIA MENIKAH DAN MEMILIKI ANAK,,,, ATAU DI DALAM HIDUPNYA SELIBAT, SAMA SEKALI TIDAK MENGUBAH IMAN DAN KASIH SAYA PADANYA,

Mari kita perhatikan dengan seksama dan akal sehat.

Si Kristen ini baru saja menegaskan pendiriannya bahwa seperti apa pun kualitas Jesus, maka tetap si Kristen ini akan beriman dan mengasihi sang Jesus. Pertanyaannya adalah, iman seperti apakah itu??

Kalau lah si Kristen ini telah tutup mata mengenai ‘kualitas’ Jesus, maka mengapa si Kristen ini justru begitu sengitnya membicarakan dan mencecar tentang ‘siapakah’ Muhammad itu?? Seluruh bangsa Kristen adalah bangsa yang amat kritis di dalam mendiskusikan ‘kualitas’ Muhammad, hal mana itu membuat mereka begitu teramat membenci Muhammad dan Islam, dan sekaligus jadi teramat mencintai Jesus, yang mereka fikir ‘berbeda jauh dan bertolak belakang’ dari Muhammad.

Mengapa kaum Kristen tidak memikirkan Muhammad dengan cara seperti mereka memikirkan Jesus? Bisakah kaum Kristen berkata …….

ENTAH MUHAMMAD PENCURI, ENTAH MUHAMMAD GAY, APAKAH DIA MENIKAH DAN MEMILIKI ANAK,,,, ATAU DI DALAM HIDUPNYA PEDOFILE, SAMA SEKALI TIDAK MENGUBAH IMAN DAN KASIH SAYA PADANYA,

Orang karosetan haruslah adil. Jika di satu pihak orang karosetan ‘tutup-mata’ terhadap kualiats Jesus, maka seharusnya orang karosetan juga tutup-mata terhadap kualitas Muhammad Saw.

Hal yang lebih mendasar adalah, bahwa MUNGKINKAH TUHAN ITU GAY ATAU MENIKAH ATAU MEMPUNYAI ISTRI YANG MANTAN PELACUR???

Jelaslah tidak mungkin ada Tuhan yang seperti itu. Tuhan, secara aksioma, pastilah suatu oknum yang agung dan bersih dari semua kenistaan. Nah ketika hal-hal nista itu dinisbahkan kepada Jesus, maka seharusnya hal nista itu telah menjauhkan Jesus dari ketuhanannya …. Amin!

Namun dengan mudahnya orang karosetan akan menukas, SAYA TIDAK PERDULI. SEPERTI APA PUN JESUS ITU,  TETAP SAYA MENGASIHINYA ….

Seseorang yang tidak mungkin diperkatakan sebagai Tuhan, justru telah ‘dikukuhkan’ sebagai Tuhan dengan hanya mengatakan SAYA TIDAK PERDULI, SAYA AKAN TETAP MEMPERCAYAINYA SEBAGAI TUHAN ….

Sementara, seorang Nabi yaitu Nabi Muhammad yang jelas-jelas mempunyai spesifikasi yang khas, telah mereka perkatakan TIDAK MUNGKIN DIA ADALAH NABI KARENA DIA ADALAH PENCURI DAN PEDOFILE ….

Pada level ini, bisakah kaum karosetan mengatakan hal yang sama dengan yang mereka telah perkatakan kepada Jesus, yaitu seperti ………

TIDAK PERDULI, SAYA AKAN TETAP MEMPERCAYAINYA SEBAGAI NABI DAN RASUL …

Kalau lah karosetan dapat mengatakan ‘hal indah’ itu kepada Jesus, maka mengapa mereka tidak mengatakan ‘hal indah’ itu juga kepada Nabi Muhammad Saw…??

Secara garis besar, dengan pendirian umum kaum karosetan yang seperti ini, maka jelaslah sudah bahwa iman karosetan adalah iman yang batil. Dengan serta-merta sebenarnya jiwa-jiwa karosetan sudah tidak dapat lagi memungkiri bahwa Jesus bukanlah Tuhan (karena dia menikah, poligami, mempunyai beberapa anak, pernah menghilang selama belasan tahun dan lain lain). Ketika kaum karosetan sudah tidak dapat lagi memungkiri fakta bahwa Jesus bukanlah Tuhan, toh di lain pihak justru kaum karosetan lebih aktif menyangkali kenabian dan kerasulan Muhammad Saw. Kenapa bisa begitu???

Orang karosetan,

Muhammad itu gila. Muhammad itu begini begitu …

Muhammad itu A.

Muhammad itu B.

Muhammad itu C.

Tidak mungkin Muhammad itu adalah Nabi. Jadinya Muhammad itu adalah Nabi palsu. Jangan kamu kaum Muslim mau terkecoh oleh perbuatan sang Muhammad….

Orang Muslim,

Oh tidak. Justru Jesus itu bukan Tuhan. Jesus itu menikah.

Seperti Muhammad ……………..,

Jesus itu A.

Jesus itu B.

Jesus itu C.

Orang karosetan,

Seperti apa pun Jesus itu, saya akan tetap mengimaninya sebagai Tuhan saya, dan saya amat mengasihi Jesusku ….

Orang Muslim,

Lho mengapa bisa begitu?

A – B – C adalah kualitas yang sama-sama dimiliki baik oleh Muhammad dan Jesus. Ketika kualitas itu ada pada Muhammad, kamu begitu berapi-api nya meminta Muslim untuk memusuhi Muhammad. Namun ketika kualitas itu ada pada Jesus, lantas dengan indahnya kamu kaum karosetan hanya berkata SEPERTI APA PUN JESUS ITU, SAYA AKAN TETAP MENGIMANINYA SEBAGAI TUHAN DAN SAYA AMAT MENGASIHI JESUSKU ….

Wah kamu curang, sekaligus TIDAK PUNYA OTAK YAA??

Di satu pihak kamu kaum karosetan gagal dan GELAGAPAN tidak dapat membuktikan bahwa Jesus adalah Tuhan, dan di lain pihak kamu GUSAR SEKALI melihat orang lain mengimani Muhammad sebagai Rasulullah…..

Akhirnya kita kaum Muslim hanya bisa mengatakan, bahwa hanya kekonyolan lah yang ada dalam gereja-gereja dan fikiran jemaatnya….

Demi Hutan, Gisele Bundchen Bugil

LONDON – Gisele Bundchen bugil lagi. Kali ini, supermodel itu melepas pakaian demi menyelamatkan hutan di kampung halamannya, hutan Atlantik di Brazil.

Gisele sekaligus mendukung rencana SOS Mata Atlantica’s untuk menanam 25 ribu batang pohon dari 100 jenis spesies berbeda di hutan hujan itu.

Foto bugil mantan pacar Leonardo DiCaprio itu mengambil lokasi di hutan. Gisele berdiri bugil di tengah hutan. Tubuhnya hanya ditutupi dedaunan hijau. Tangannya menutupi dada. Demikian dilansir The Sun, Kamis (23/10/2008).

Ini bukan kali pertama supermodel asa Brazil itu menanggalkan busana di depan kamera.

Sebelumnya, kekasih pemain sepakbola Tom Brady itu juga bugil di majalah Photo. Kala itu, Gisele cuma mengenakan celana pendek. Tubuh atas polos dan hanya tangannya yang menutupi payudara.(ang)

_________________

Access from,

http://celebrity.okezone.com/read/2008/10/23/33/156819/demi-hutan-gisele-bundchen-bugil

Access date | 10:24 AM 8/8/2011

_________________

Islamthis,

Kemesuman dan kebugilan di masyarakat yang (mayoritas) nonmuslim, alih-alih merupakan sesuatu yang tabu dan keji, justru hal itu adalah suatu prestasi atau kebanggaan. Prestasi, maksudnya adalah, bahwa kebugilan -apalagi yang dipaparkan melalui artikel ini- adalah suatu hal yang dapat dikerjakan khusus oleh seseorang yang sudah sukses di tengah masyarakatnya. Tampaknya Gisele ini adalah seorang individu yang telah sukses. Maka oleh karena itu suatu aksi kebugilan menjadi hak istimewa bagi sang artis …..

Kebanggaan, maksudnya adalah bahwa aksi bugil  tersebut merupakan kebanggaaan bagi sang artis untuk dilakukan.

Kalau kita melihat bahwa Gisele bukanlah satu-satunya artis (manusia sukses) yang berbuat aksi bugil tersebut, maka kita akan sampai pada satu kesimpulan bahwa agama nonmuslim (agama selain Islam) akan membuat para manusia TERJUN BEBAS menuju alam kebinatangan, dan hal itu akan menjadi kebanggaan dan privilege bagi mereka …

Maka masih bersediakah kita untuk murtad meninggalkan Islam, yang merupakan satu-satunya agama di muka bumi ini yang mengajarkan manusia untuk selalu dapat membedakan dan menjauhi kekejian dan kemesuman????

Jesus Narsus – Kasih Ibu

Dari karosetan.

_______________

“Cinta ini milikmu Mama”

09.07.2010 | Author: vino | Posted in Keluarga

 

“Rosa, bangun.. Sarapanmu udah mama siapin di meja.”

Tradisi ini sudah berlangsung 26 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat tapi kebiasaan mama tak pernah berubah.

“Mama sayang. ga usah repot-repot ma, aku sudah dewasa.” pintaku pada mama pada suatu pagi.  Wajah tua itu langsung berubah.

 

Pun ketika mama mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya, ingin kubalas jasa mama selama ini dengan hasil keringatku.. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.

 

Kenapa mama mudah sekali sedih? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami mama karena dari sebuah artikel yang kubaca.. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung

untuk bersikap kanak-kanak. tapi entahlah.. Niatku ingin membahagiakan malah membuat mama sedih. Seperti biasa, mama tidak akan pernah mengatakan apa-apa.

 

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya “Ma, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan mama. Apa yang bikin mama sedih?”

Kutatap sudut-sudut  mata mama, ada genangan air mata di sana. Terbata-bata mama berkata, “Tiba-tiba mama merasa kalian tidak lagi membutuhkan mama. Kamu sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri.

Mama tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kamu, mama tidak bisa lagi jajanin kamu. Semua sudah bisa kamu lakukan sendiri”

 

Ah, Ya Tuhan, ternyata buat seorang Ibu.. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya.. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.

 

Diam-diam aku merenungkan. Apa yang telah kupersembahkan untuk mama dalam usiaku sekarang? Adakah mama bahagia dan bangga pada putrinya?

 

Ketika itu kutanya pada mama. Mama menjawab “Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kamu berikan pada mama. Kamu tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kamu berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat mama.

Setelah dewasa, kamu berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat mama. Setiap kali binar mata kamu mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua.”

 

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap “Ampunkan aku ya Tuhan kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada mama.

Masih banyak alasan ketika mama menginginkan sesuatu.” Betapa sabarnya mamaku melalui liku-liku kehidupan..

 

Mamaku seorang yang idealis, menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Ah, maafin kami mama….. 18 jam sehari sebagai

“pekerja” seakan tak pernah membuat mama lelah.. Sanggupkah aku ya Tuhan?

 

— +++ —

 

“Rosa, bangun nak.. sarapannya udah mama siapin di meja.. ”

Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul mama sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan.. “Terimakasih mama, aku beruntung sekali memiliki mama yang

baik hati, ijinkan aku membahagiakan mama.” Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan..

 

Cintaku ini milikmu, Mama. Aku masih sangat membutuhkanmu.. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

 

— +++ —

 

Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat “Aku sayang padamu.” Namun begitu, Tuhan menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai..

 

Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita, Ibu.. Walau mereka tak pernah meminta. Percayalah.. kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia..

 

— +++ —

 

“Ya Tuhan, cintailah mamaku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mama selagi ENGKAU mengizinkan aku hidup.

Dan jika saatnya nanti mama Kau panggil, terimalah dan jagalah ia disisiMu..

Titip mamaku ya Tuhan..”

 

Untuk dan oleh semua Ibu yang mencintai anak-anaknya dan semua anak yang mencintai Ibunya..

____________

Access from,

http://artikelkristen.com/cinta-ini-milikmu-mama.html

Access date | 2 Aug 2011

____________

Islamthis,

Artikel di atas saya ambil dari situ karosetan yaitu http://artikelkristen.com/ …, suatu situs yang menyediakan naskah khutbah untuk kalangan Gereja.

Mari kita analisa isi dari khotbah tersebut.

Khotbah di atas memang sangat menyentuh. Khotbah itu mengingatkan kita akan keutuhan hati seorang ibu di dalam menyayangi anak-anaknya ….

Tapi ada satu hal yang terlewat di dalam teks / naskah khotbah ini.

Dari keseluruhan naskah itu, terlihat sekali bahwa naskah itu TIDAK SAMA SEKALI MENCERMINKAN ajaran Gerejani. Naskah dari khotbah itu TERLALU UMUM. Artinya, bisa jadi naskah itu adalah naskah keagamaan untuk acara kerohanian agama Islam, atau Hindu, atau Buddha, atau pun karosetan sekali pun … bahkan bisa jadi naskah tersebut adalah naskah untuk acara ulang tahun seekor gajah di kebun binatang …..

Mengapa di dalam teks itu tidak diselipkan ajaran Jesus mengenai bakti anak kepada orang tua? Mengapa tidak disertakan ayat Alkitab yang melukiskan bahwa Tuhan amat kasih kepada sang anak yang amat patuh kepada kedua orang tuanya???

Dan terakhir mengapa bunyi dari naskah itu TERAMAT DATAR, seolah kita sedang membaca novel saja?? Bukankah itu sejatinya adalah khutbah Gereja??

Apakah Jesus tidak pernah membicarakan posisi anak terhadapa ayahbunda? Dan apakah Jesus tidak pernah singgung posisi ayahbunda terhadap anak-anak mereka??

Dari Islam

Di dalam acara keagamaan Islami, terlalu sering para dai penceramah atau ulama yang membahas tentang posisi anak di depan ayahbunda. Dan yang lebih penting lagi adalah, TERLALU BANYAK Alhadits yang menjelaskan betapa menyayangi kedua orang tua adalah suatu peribadatan yang teramat unggul di dalam Islam. Ayat Alquran pun banyak yang menyinggung / menekankan betapa setiap manusia wajib berbakti kepada orang tua mereka. Di lain pihak, kaum Muslim pun disadarkan melalui banyak Alhadits mau pun ayat Alquran betapa anak adalah titipan Allah, sehingga seorang anak haruslah diperhatikan akan hak-hak mendasarnya.

 

Penutup

Sekarang pertanyaannya adalah, mengapa naskah khotbah Gereja yang dinukilkan di atas JUSTRU terdengar amat datar dan tidak mencerminkan tipikal ajaran Alkitab / Jesus?

Jawabannya adalah mudah:

Karena Jesus selama hidupnya tidak pernah membahas hal lain kecuali membahas bahwa dirinya adalah Tuhan, bahwa Jesus adalah anak Tuhan, bahwa Jesus adalah Raja Surgawi, bahwa siapa saja yang ingin masuk Surga maka dia harus percaya bahwa Jesus adalah anak Tuhan karena Jesus adalah Tuhan, Jesus adalah Jesus Jesus Jesus Jesus …. Tidak ada lain yang dibahas di dalam Gereja secara intens kecuali SATU TERIAKAN SIMPLE saja yaitu Jesus Jesus Jesus Jesus … sampai capek jiwa ini membahasnya …….

Ini adalah satu bukti lagi bahwa Jesus adalah narsis.

Gereja adalah rumah tua yang didedikasikan untuk kenarsisan Jesus kerestus …..

Jesus Narsus – Membicarakan Jabatan

Dari Islam

Islam mengajarkan kepada kita bahwa menjalankan roda pemerintahan adalah sesuatu yang amat berat karena dia adalah tanggungjawab dari Allah Swt.  Salah satu ajaran Islam bahwa menjalankan roda pemerintahan itu adalah suatu tanggungjawab yang amat berat, adalah melalui Alhadits di atas, yaitu hendaklah setiap Muslim tidak meminta jabatan di kepemerintahan.

Dari Abu Sa’id (Abdurrahman) bin Samurah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda kepadaku, “Ya Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau menuntut kedudukan dalam pemerintahan karena jika engkau diserahi jabatan tanpa meminta, maka engkau akan dibantu oleh Allah untuk melaksanakannya. Tetapi jika jabatan itu engkau peroleh karena permintaanmu, maka akan diserahkan ke atas bahumu atau kebijaksanaanmu sendiri. Dan jika engkau telah bersumpah atas sesuatu perkara kemudian engkau dapatkan perkara lainnya yang lebih baik, maka tebuslah sumpah itu dan kerjakanlah apa yang lebih baik itu.” (Bukhari – Muslim)

Alhadits ini juga mengajarkan bahwa Muslim hendaknya tidak gila kekuasaan. Islam membenci individu mana pun yang gila kekuasaan.

Pada acara-acara keagamaan, baik di dalam resepsi salat Jumat, atau salat Tarawih, atau pada saat pengajian di kampung-kampung, adakalanya sang ulama atau dai penceramah menyampaikan taushiyah yang bernada jabatan ini. Bahkan terkadang wejangan mengenai jabatan ini dikaitkan juga dengan keadilan dan keberpihakan kepada kaum yang lemah. Banyak sekali Alhadits yang mengindikasikan bahwa Allah akan memberkati para pemimpin yang adil dan mengasihi kaum papa.

Dari karosetan

Ketika seorang karoseran menghadiri kebaktian atau misa atau KKR di lingkungan Gereja mereka, apakah amanah Tuhan berupa jabatan ini juga selalu didengungkan oleh para pendeta / pastur mereka – seperti halnya kaum Muslim di Masjid-Masjid atau di mushala atau di tempat-tempat pengajian mereka?

Tidak!

Ketika seorang karosetan mendatangi acara kebaktian atau misa atau KKR, maka tidak ada yang menjadi fokus pembahasan mereka di dalam acara itu KECUALI menjerit-jeritkan kalimat Jesus Jesus – Jesus – Jesus, Jesus anak Tuhan, Jesus Raja Surga, Jesus penebus dosa, Jesus ini Jesus itu Jesus begini Jesus begitu – Jesus di sana senang Jesus di sini senang di mana-mana Jesusku senang ….

Lantas kapan Jesus / Gereja membahas jabatan dan kekuasaan di muka bumi ini dengan para jemaatnya?

Ah tidak pernah Gereja atau Jesus nya membahas bagaimana jabatan itu diperlakukan, karena Jesus itu teramat NARSIS. Jesus tidak pernah bersedia membahas hal lain di dalam kehidupan ini kecuali satu ide bahwa Jesus adalah anak Tuhan yang paling tampan dan baik hati …..

Maka jadilah jabatan di kalangan orang karosetan itu amburadul. Ada yang menjadi sekuler, ada yang menjadi ateis, ada yang menjadi agnostik dll ……

Coba pergilah ke Gereja, dan ikuti apa yang menjadi pembicaraan para pendeta / pastur di dalam Gereja itu. Yang akan didengar hanya lah kenyataan bahwa Jesus AMAT NARSIS…….

Dangkal sekali memang agama karosetan itu.

Terlihat sekali karosetan adalah agama bikinan manusia. Terlihat dari cakupan wacananya, tidak pernah jauh dari wacana ketuhanan Jesus……

Jesus tidak pernah urus umat dan dunia ini. Jesus hanya minta DIURUSI SAJA dari satu Gereja ke Gereja lainnya …

Jesus Narsus – Membicarakan kebersihan

Dari Islam

Di dalam Islam umat diajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari Iman. Ungkapan itu berasal dari suatu Alhadis, yang mana itu berarti Muhammad Saw adalah seorang Nabi Tuhan yang mengajarkan kebersihan bagi umatnya.

Ketika seorang Muslim pergi ke sekolah madrasah, baik madrasah ibtidaiyah, maupun madrasah tsanawiya, madrasah aaliyah, atau juga ketika seorang Muslim menghadiri resepsi salat Jumat di Masjid-Masjid, atau mengikuti acara pengajian di kampung-kampung, kerap sekali mereka menyimak para pembicara atau para pengkhutbah yang mengajarkan ulang akan hal kebersihan yang sebenarnya adalah ajaran dari baginda Nabi Muhammad Saw. Sejak tingkat sekolah asal pun, Alhadis mengenai kebersihan ini sudah diajarkan, dan diimplementasikan.

Muhammad Saw sendiri bersama para sahabatnya adalah segolongan individu yang amat memperhatikan kebersihan ini. Itulah sebabnya Islam haruslah datang bersamaan dengan kebersihan. Islam tidak lah hanya melulu membicarakan Tuhan atau ketuhanan.

Akhir kata, ketika seorang Muslim mendatangi forum-forum baik forum pembicaraan keislaman maupun forum peribadatan, pastilah mereka akan menemui kemungkinan bahwa kebersihan turut dibicarakan.

Dari Karosetan

Bagaimana dengan seorang karosetan dengan Gereja mereka? Apakah yang akan dibicarakan seorang pendeta di dalam Gereja-Gereja di depan jemaat mereka? Dan apakah yang akan dibicarakan para pengajar-pengajar karosetan di depan anak-anak karosetan ketika mereka ikut sekolah minggu?

Tidak ada!

Kecuali satu hal: semua pendeta di Gereja-Gereja, dan semua pengajar-pengajar karosetan di sekolah-sekolah Minggu hanya mengajarkan tentang Jesus. Jesus – Jesus – Jesus – Jesus………!!! Tidak ada yang lain.

Mereka hanya mengajarkan, bahwa Jesus adalah Tuhan, bahwa Jesus adalah anak Tuhan, bahwa Jesus adalah juru selamat, bahwa Jesus rela mati di tiang salib demi menebus dosa Dunia, bahwa Jesus adalah janji Tuhan di dalam Perjanjian Lama, bahwa Jesus adalah Raja Surgawi, Jesus adalah hakim Dunia di akhir jaman, bahwa Jesus adalah Tuhan yang pengasih, bahwa Jesus adalah pengharapan …… Jesus Jesus Jesus Jesus Jesus …….. Jesus hanya Jesus dan tidak ada pembicaraan lain di dalam Gereja maupun di sekolah Minggu kecuali Jesus Jesus Jesus ……

Gereja beserta para pendeta mereka, baik pendeta Kathololik, pendeta Protosetan, pendeta Orkhodox, pendeta Pantetkosa, maupun para pengajar-pengajar katekismus di sekolah-sekolah Minggu, tidak pernah mengajarkan bagaimana supaya semua umat menjaga kebersihan. Bahkan Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa kebersihan adalah bagian paling ter-integrated dari Iman mereka terhadap Tuhan.

Kalau lah Alkitab sendiri tidak pernah mengajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari Iman (seperti halnya Islam), maka menurut mereka, Iman itu apa? Yeah apalagi, menurut mereka Iman itu hanya sebatas ngomongin Jesus Jesus Jesus Jesus Jesus …….. tidak ada yang lain ….

Jelaslah sekarang bahwa karosetan adalah agama yang amat dangkal sekali.

Hal ini hanya berimplikasi kepada 3 hal:

  1. Jesus adalah seseorang yang amat narsis! Jesus tahunya hanya (ingin) dipuja-puja di Gereja-Gereja dan di semua sekolah Minggu! Jesus menuntut jemaatnya yang selalu papa itu untuk selalu memuja-mujanya saban siang saban malam secara berketerusan….
  2. Karosetan yang disajikan di dalam Gereja-Gereja dan sekolah Minggu adalah suatu agama yang tidak mempunyai keterkaitan apa pun dengan hal-hal yang merupakan kemaslahatan umat, seperti kebersihan, hubungan muamalat, politik di tengah kehidupan berbangsa, cara berdagang dan seterusnya. Artinya, Jesus memang benar-benar narsis. Ia tidak perduli dengan kemaslahatan umat. Jesus tahunya hanya (ingin dah harus) dipuja-puja oleh semua manusia di bumi ini.
  3. Terlihat sekali bahwa agama karosetan adalah agama BIKINAN MANUSIA (dan hal itu pun memang sudah terbukti melalui serangkaian panjang penelitian dan perbandingan). Kalau lah karosetan adalah agama yang merupakan hidayah Allah yang turun dari langitNya, maka pastilah agama karosetan menjadi agama yang TIDAK SEPERLU DAN SENGOTOT itu untuk selalu membicarakan / memuja ketuhanan Jesus, karena yang terpenting adalah bagaimana umat yang beriman dapat hidup dengan layak dan bermartabat di muka bumi ini

 

Berbeda sekali dengan Islam dan umat Muslim. Apakah kaum Muslim ketika menghadiri pertemuan-pertemuan keagamaan hanya selalu membicarakan kerasulan Muhammad dan ketuhanan Allah – tanpa membicarakan cara-cara menjalani kehidupan ini yang penuh maslahat?

 

Jawabannya adalah tidak.

Di dalam Islam, Allah dan RasulNya tidak lah narsis, seperti Jesus di dalam agama karosetan.

 

Coba lihat seorang Muslim. Ketika seorang Muslim selesai dengan pipisnya maka ia segera ‘besih-bersih’ pada bagian pipisnya, karena memang demikianlah yang diajarkan oleh guru-guru agama mereka. Makanya, seorang Muslim ketika pipis, pasti hal pertama yang ia cari adalah (ketersediaan) air bersih untuk cebok sehabis pipis. Kalau air bersih tidak ditemukan, biasanya Muslim itu akan batal pipis dan lebih baik menahan pipisnya….

Bandingkan dengan perilaku seorang karosetan yang sedang pipis di urinoar. Setelah orang karosetan itu selesai dengan pipisnya, maka orang itu segera ‘terbang’ tanpa melakukan ‘ritual’ bersih-bersih di bagian organ pipisnya. Padahal di lain aspek, orang karosetan ini AMAT GETOLNYA beribadah di Gereja dengan terus memuja-muja Jesus sedemikian rupa.

 

Ow pantas!!! Memang dasar Tuhannya karosetan itu NARSIS ABISSSS

 

Jesus Narsus – Jesus Sayang Ibu??

Dari Islam

Ketika kita semua duduk di bangku SD, guru mengajarkan kita lagu anak-anak yang sampai kita mati pun kita tidak akan pernah lupa. Lagu itu berkisah tentang hubungan kasih sayang di tengah keluarga kita. Begini lyric / syairnya ….

Satu satu aku sayang ibu …..

Dua dua juga sayang ayah …..

Tiga tiga sayang adik kakak …..

Satu dua tiga sayang semuanya …..

Lagu tersebut mengandung nilai filosofis dan efek psikologis yang amat kuat dan indah bagi setiap anak, terlebih di dalam lagu itu posisi ibu ditempatkan pada posisi yang pertama, kemudian ayah. Setidaknya melalui lagu itu setiap anak merasakan betapa intimnya sang anak dengan sang ibu, wanita yang telah melahirkan mereka dan teramat menyayangi sang anak sepanjang kehidupan sang anak.

Islam mengajarkan umatnya untuk berbakti kepada kedua orang tua, khususnya kepada ibu. Di dalam suatu Alhadis, dikisahkan bahwa seorang sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad Saw,

Sahabat, “wahai Nabi, kepada siapa kah aku harus berbakti untuk pertama kali?”.

Nabi saw, “ibumu”.

Sahabat, “lalu siapa?”.

Nabi saw, “ibumu”.

Sahabat, “lalu siapa”.

Nabi saw, “ibumu”.

Sahabat, “lalu siapa?”.

Nabi saw, “ayahmu………….”.

Coba perhatikan. Tiga kali sahabat itu bertanya dengan satu pertanyaan, maka tiga kali pula Muhammad Saw menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban yang sama, yaitu IBU. Ini artinya berbakti kepada ibu kandung adalah amal saleh yang paling tinggi di dalam Islam. Betapa tidak. Ibulah yang paling menderita dan paling banyak berkorban ketika melahirkan sang anak. Pun di lain pihak ibu adalah seorang manusia yang lemah.

Islam mengajarkan, selain berbakti kepada kedua orang tua merupakan bentuk kesalehan tertinggi, Islam juga mengajarkan bahwa seorang Muslim akan masuk Neraka untuk selama-lamanya jika dia berbuat aniaya kepada kedua orang tuanya. Anak durhaka dijamin masuk Neraka. Ini artinya Islam amat memuliakan orang tua, dan memerintahkan kepada setiap Muslim untuk memuliakan orang tua yang telah membesarkannya.

Terdapat begitu banyak Alhadis yang mengisahkan betapa sakralnya posisi kedua orang tua di depan sang anak. Bahkan ada Alhadis yang menjelaskan bahwa perintah untuk ikut perang-suci (perang agama) dapat dikalahkan oleh jatuhnya perintah sang orang tua terhadap sang anak untuk terus berada di rumah untuk menjaga orang tua tersebut.

Yang tidak kalah agungnya, adalah Alhadis yang berbunyi,

Ridha Allah terhadap seorang anak tergantung ridha orang tua terhadap anak itu. Dan murka Allah terhadap seorang anak tergantung murka orang tua terhadap anak itu.

Ini berarti Allah menggariskan bahwa seorang anak haruslah pandai-pandai memperlakukan kedua orang tua mereka dengan sebaik-baiknya jika sang anak ingin beroleh ridha Allah.

Alquran pun mengandung ayat yang mengajar umat Muslim untuk berbakti kepada orang tua dan memuliakan mereka. Bersyukur kepada Allah juga berarti bahwa seorang anak harus bersyukur kepada kedua orang tua mereka. Alquran mempunyai ayat yang indah mengenai hal ini,”janganlah kamu meninggikan suara kamu terhadap mereka, dan ucapkanlah perkataan yang mulia kepada mereka….”.

Demikian, kalau seorang Muslim sedang menghadiri

@resepsi salat Jumat di Masjid,

@atau ketika ia menghadiri pengajian di kampung-kampung,

@atau mungkin sekali ketika ia berada di madrasah tempat ia menuntut Ilmu keislaman,

@atau ketika ia mengikuti taushiyah ramadhan,

@atau mengikuti mimbar keislaman di media elektronik baik televisi maupun radio, dll,

pasti adakalanya sang ustadz atau sang khatib menyampaikan khotbah yang bertemakan berbakti kepada kedua orang tua ini. Sang ustadz tidak hanya berkhotbah mengenai ketuhanan Allah dan kerasulan Muhammad, namun sang ustadz / khatib juga berkepentingan menyampaikan risalahnya mengenai berbakti kepada kedua orang tua ini. Dan kalau seorang khatib tengah menyampaikan risalahnya mengenai bakti kepada kedua orang tua, pastilah Alhadis-Alhadis di atas turut dinukilkan sebagai penguat dari inti risalahnya…..

Dengan kata lain, setiap Muslim pasti dibesarkan di dalam pemahaman yang amat inherent dengan Islam itu sendiri bahwa berbakti kepada kedua orang tua merupakan bentuk kesalehan tertinggi di mata Allah.

Kembali kepada lagu SATU-SATU AKU SAYANG IBU di atas.

Kita tentulah menyadari bahwa pengarang lagu tersebut pastilah seorang Muslim. Saya pribadi tidak mengetahui siapa pengarang lagu tersebut. Yang jelas, siapa pun dia, pastilah dia seorang Muslim. Tidak mungkin pengarang lagu tersebut adalah seorang non Muslim, khususnya, seorang karosetan. Mengapa? Karena jelas lagu tersebut AMAT SESUAI dengan titah baginda Rasulullah Muhammad Saw, yaitu bakti kepada ibu kandung adalah di atas bakti kepada yang lainnya.

Dari karosetan.

Agama karosetan adalah agama durjana, peninggalan kaum sesat sejak jaman paulus binti saul yang telah menyesatkan begitu banyak manusia…..

Di dalam hal berbakti kepada kedua orang tua ini, apakah karosetan / Alkitab / Gereja mempunyai ajaran yang luhur seperti halnya Islam?

Sepanjang sepengetahuan semua mahluk yang bernyawa, Alkitab maupun kehidupan Jesus itu sendiri TIDAK MEMPUNYAI penekanan spiritual mengenai berbakti kepada kedua orang tua ini. Perjanjian Lama bahkan hanya berkisah seputar kehidupan para Nabi-Nabi perjanjian lama, kemudian tata cara beribadah kepada Yahweh, dan kisah penciptaan bumi ini. Tidak ada satu pun ayat Alkitab baik dari perjanjian lama maupun perjanjian baru yang menyinggung berbakti kepada kedua orang tua ini.

Agenda karosetan.

Ketika seorang karosetan beribadah Minggu di Gereja, apa saja yang dibicarakan para pendeta di di dalam bangunan itu? Apakah para pendeta mereka terkadang juga membahas betapa penting dan agungnya berbakti kepada kedua orang tua?

Tidak!

Ketika seseorang karosetan beribadah Minggu di Gereja, maka yang mereka lakukan hanyalah menyembah – memuliakan – menyebut-nyebut – mentakbirkan Jesus semata. Hanya Jesus lah yang menjadi inti dari persembahyangan mereka. Semua orang yang ada di dalam Gereja hanya memfokuskan fikiran mereka kepada satu hal, yaitu bahwa Jesus adalah Tuhan, bahwa Jesus adalah anak Tuhan, bahwa Jesus adalah penuh kasih, bahwa Jesus rela mati di kayu salib demi menebus dosa semua orang yang percaya bahwa Jesus adalah anak Tuhan dan sang juru selamat. Bahwa – bahwa – bahwa – bahwa – bahwa Jesus – Jesus – Jesus – Jesus adalah begini begini begini begitu begitu begitu …..apa mereka tidak capek ngomongin Jesus melulu saban hari?

Jelaslah bahwa Jesus adalah satu nama di dalam kehidupan ini yang narsisnya luar biasa. Belum ada satu pun nama di dalam kehidupan ini yang narsisnya melebihi Jesus ini….

Tepat sekali!

Justru Jesus menuntut semua umat manusia untuk selalu menyembahnya, untuk selalu memuliakan namanya, untuk selalu mentakbirkan namanya …. Sehingga yang boleh dilakukan orang di dalam Gereja atau sekolah Minggu atau acara KKR hanyalah mengagung-agungkan Jesus semata. Jesus tidak pernah membolehkan umatnya untuk membicarakan bagaimana berbakti kepada kedua orang tua ini. Hal itu tidak perlu, kata Jesus. Yang perlu adalah selalu menyembah dan memuliakan namanya saja……

Ketika Jesus menuntut semua umat manusia untuk selalu menyembahnya dan untuk selalu memuliakan namanya, pun para manusia itu menurut saja. Maka jadilah, semua Gereja di bumi ini, dan semua sekolah Minggu, dan semua KKR, dan lain lain, sebagai suatu lembaga / forum yang hanya memuliakan dan membicarakan Jesus semata, tidak boleh digunakan untuk membahas kepentingan-kepentingan lain umat manusia demi kemaslahatan mereka….. apalagi membahas bagaimana berbakti kepada kedua orang tua ini.

Narsis!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 61 other followers