Korban Pembantaian Muslim Bosnia Hampir Mencapai 100 Ribu

 

Senin, 25 Juni 2007

Sebuah studi terbaru menyangkut korban pembantaian Muslim Bosnia tahun 1992-1995 hampir mencapai angka 100 ribu jiwa. Sebuah angka yang tak kecil

Hidayatullah.com–

Penelitian terbaru mengungkapkan, korban Perang Bosnia selama tiga tahun, 1992-1995, hampir mencapai angka 100 ribu. Tepatnya, 97.207 orang. Dari jumlah itu, 66 Persen adalah Muslim.

“Paling kurang 97.207 tentara dan orang sipil terbunuh selama perang,” ungkap Mirsad Tokaca dari LSM Pusat Riset dan Dokumentasi (IDC), seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (22/6).

IDC, menyelenggarakan riset ini dari tahun 2004 hingga tahun 2006. IDC juga menemukan, bahwa separuh korban hilang dan meninggal terjadi sepanjang tahun pertama dari peperangan. Studi ini tidak terhitung kematian akibat kecelakaan sepanjang peperangan, atau penggunaan senjata secara sembrono, kelaparan, atau ketiadaan pengobatan.

Tokaca menyebutkan, penelitian yang berlangsung selama 4 tahun itu menemukan 3.300 korban adalah di bawah umur 18 tahun, termasuk bayi. 66 Persen korban meninggal adalah Muslim Bosnia, 26 persen Serbia dan 8 persen Kroasia. Dengan menggunakan ratusan sumber yang berbeda, LSM ini membuat sebuah bank data raksasa yang terdiri dari nama dan informasi lain dari korban seperti foto.

“Tujuan riset ini untuk mengurangi ruang manipulasi jumlah korban peran,” kata Tokaca yang penelitiannya dibiayai Kementerian Luar Negeri Norwegia itu.

Lebih dari 40 persen korban adalah warga sipil. Setengah dari korban itu meninggal di awal perang, ketika pasukan Serbia yang dibantu tentara Yugoslavia mengambil alih dua pertiga Bosnia. Selain akibat perang langsung, LSM ini juga mengumpulkan data korban perang secara tidak langsung. Akibat tidak langsung ini misalnya fasilitas kesehatan yang minim.

Contohnya, terdapat 12 bayi yang meninggal di rumah sakit karena kekurangan oksigen. 6 Orang meninggal karena bantuan yang dikirim melalui udara jatuh menimpa mereka.

Tiga ahli kependudukan internasional menyatakan bank data tersebut akurat dan dapat dipercaya, sehingga bisa disebut sebagai “Kitab Kematian Bosnia”. Salah satu ahli itu adalah Ewa Tabeau yang merupakan penuntut umum International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia (ICTY) PBB yang bermarkas di Den Haag, Belanda.

Untuk diketahui, berdasarkan sensus 1991, populasi Bosnia sebelum perang adalah 43 persen Muslim, 31 persen Serbia dan 17 persen Kroasia.

Sejauh ini, meski belum ada patokan angka, pejabat internasional sering menyebut angka sekitar 200.000 orang korban. Dengan temuan ini, berarti hanya separuh dari yang diperkirakan. Meski demikian, angka temuan –hampir mencapai seratus ribu— itu bukan angka yang sedikit. Tentu tak bisa tergantikan dengan apapun. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

2 Responses

  1. ya allah ,laknat lah kafir2 itu ya allah

  2. Umat Kristen di Papua yang dibantai TNI (Tentara Nasionalis Islam) sudah mencapai 142.000 jiwa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 67 other followers

%d bloggers like this: