4 Penjelasan Islam Tentang Jin

By putri_jajang » Tue Dec 15, 2009 3:22 pm

Sekarang kalau mereka sesat (kata Anda),

Al Quran yang mereka pakai apakah SESAT juga??

Bukankah hanya al Quran yang mengajarkan tentang segala macam perihal JIN???

Apa yang mereka lakukan sama sekali tidak bertentangan dengan al Quran!!!

Islamthis >>

Alquran TIDAK SESAT. Alquran mengajarkan bahwa bergaul dengan jin itulah YANG SESAT ….

[72:6] Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia MEMINTA PERLINDUNGAN kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

Ayat Alquran ini dengan tegas melarang kaum Muslim UNTUK BERGAUL dengan jin untuk tujuan apa pun. Itu pun diperkuat dengan Alhadits ketika Nabi Muhammad Saw berkata bahwa siapa pun yang mendatangi dukun dan ia percaya kepada dukun tersebut, maka orang itu adalah kafir (kafir terhadap apa yang telah disampaikan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul).

Dari sini TERBUKTI, bahwa Alquran bukan lah kitab yang sesat, karena khususnya di topic ini, justru Alquran melarang umat Muslim untuk bergaul dengan jin ….

Kafirite >>

by kutukupret » Wed Dec 16, 2009 4:05 pm

[72:6] Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia MEMINTA PERLINDUNGAN kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

Bandingkan ayat dari Anda dgn Ayat dibawah ini.

Qs21:82

Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu; dan adalah Kami memelihara mereka itu,

Siapa yang memelihara setan-setan itu ?

Koq ada Allah Swt Yang memelihara setan-setan itu ?

Islamthis >>

Ada dua hal yang harus dijelaskan dari ayat 21:82 di atas.

  1. Mengenai  Nabi  Sulaiman as.
  2. Tentang perihal Allah lah Yang memelihara jin-jin tersebut  ….

Pertama. Nabi Sulaiman as dan Jin.

Di dalam Islam, Nabi Sulaiman dilukiskan sebagai Nabi yang mempunyai kekuasaan yang amat luas. Kekuasaannya bahkan meliputi angin, hewan, air, dan BAHKAN MAHLUK HALUS yang meliputi bangsa setan dan jin.

Setan dan jin itu tunduk kepada Sulaiman, ATAS PERINTAH ALLAH, bukan atas perintah Sulaiman sendiri. Begitu juga dengan angin, air, hewan dll. Mereka semua tunduk kepada Sulaiman, atas perintah Allah, bukan atas kehendak dan perintah Sulaiman sendiri. Allah lah Yang memerintahkan para jin dan setan untuk tunduk kepada perintah Sulaiman.

Kemudian pun, Sulaiman TIDAK WAJIB untuk memberi nafkah kepada para jin tersebut. Allah lah Yang memberi nafkah kepada para jin tersebut… sehingga diperkatakan di dalam Alquran, BAHWA ALLAH LAH YANG MEMELIHARA JIN TERSEBUT SEBAGAI TAKLUKAN NABI SULAIMAN AS …

Sementara bagi Sulaiman sendiri, ia TIDAK TAHU MENAHU dengan urusan jin tersebut  Sulaiman tahu-nya, hanya Firman dari Allah bahwa atas kehendak Allah, wilayah kekuasaan Sulaiman mencakup para jin dan setan.

Lebih dari itu, justru Sulaiman merasa merendah terhadap Allah, karena anugrah kekuasaan yang diberikan Allah kepadanya amat besar.

Beda dengan para dukun yang sesat itu.

Para jin itu tunduk kepada para dukun, karena atas perintah para dukun tersebut, dengan melakukan beberapa hal yang disebut dengan TUMBAL atau SESAJEN. Dengan demikian dapat dikatakan, para dukun tersebut lah yang memberi makan / nafkah para jin tersebut. Artinya, para dukun itulah yang menjadi pemelihara atas jin jin tersebut.

Sementara Sulaiman sama sekali tidak pernah melakukan tumbal atau sesajen (memelihara dengan cara memberi makan / nafkah) untuk mendapatkan ketaatan para jin tersebut.

Kemudian harus diingat, bahwa setelah Nabi Sulaiman as yang mempunyai jin dan setan sebagai “ANAK BUAH”, maka Allah tidak mengijinkan siapa pun untuk mengambil jin sebagai ‘anakbuah’ mereka (anakbuah = khodam). Ayat Alquran 72:6 adalah ayat yang menjelaskan bahwa siapa pun tidak boleh berhubungan dengan jin mau pun setan ..

Kedua. Sekarang tentang pertanyaan, APAKAH ALLAH YANG MEMELIHARA JIN JIN ITU?

Secara umumnya, semua setan, semua mahluk, apa pun itu, adalah Allah Yang memeliharanya. Bahwa setan / iblis itu tetap ada sampai sekarang adalah bukti bahwa keberadaan mereka itu DIPERTAHANKAN. Nah siapakah yang mempertahankan keberadaan mereka? Siapa lagi kalau bukan Allah. Allah mempertahankan (membiarkan tetap ada) keberadaan iblis setan jin dll (di samping mahluk kasat mata lainnya), berarti Allah lah Yang MEMELIHARA mereka. Apa tujuannya??

Allah berfirman, SUNGGUH HIDUP DI DUNIA ITU HANYALAH PERMAINAN.

[47:36] Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan memint harta-hartamu.

Kalau tidak ada jin setan iblis, maka buat apa ada kitab suci? Buat apa ada Nabi? Buat apa ada agama? Buat apa ada akal? Buat apa ada Surga dan Neraka???

Jadi, potongan ayat, bahwa Allah lah Yang MEMELIHARA para jin itu, BUKAN berarti bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk bergaul dengan setan di dalam bentuk praktek perdukunan. Allah MEMELIHARA para jin, di dalam ayat tersebut di atas, adalah untuk melukiskan bahwa betapa luasnya kerajaan Allah itu ……

Tidak ada jin Islam dan jin kapir dalam Islam. Nabi Muhammad saw tidak pernah mengajarkan adanya jin Islam mau pun jin kapir. Semua jin ADALAH KAFIR DAN SESAT, sehingga tidak boleh dilibatkan dalam kehidupan umat muslim, khususnya di dalam hal beribadah / bersekutu ….

Kafirite >>

Tapi lain cerita jika kita tidak berniat ‘bergaul’ dengan jin, malah jin yang mendatangi kita ..

Seperti ini ..

Belasan Warga Padang Kesurupan Ketika Ruqyah Massal

24/04/2006 06:10 : Metrotvnews.com, Padang: Belasan warga Kecamatan Pauh, Padang, Sumatra Barat, Ahad (23/4), kesurupan massal ketika digelar ruqyah massal yang diadakan salah satu partai politik. Prosesi ruqyah tersebut dibawakan Ustadz Zaini di Masjid Al Muttaqin, Kecamatan Pauh, Padang, Sumatra Barat. Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran. Namun, baru lima menit pembacaan ayat-ayat suci Al Quran dilakukan, beberapa peserta sudah menunjukkan gejala kesurupan.

Semakin lama, semakin banyak peserta yang mengalami gejalan kesurupan sebagai pertanda tubuh mereka dihinggapi roh halus. Beberapa orang di antaranya bahkan histeris dan melakukan perlawanan. Belasan orang yang kesurupan ini terus dibacakan ayat suci Al Quran dan disiram air. Namun, karena roh halus terus melawan, prosesi tersebut memakan waktu cukup lama.(*/BEY)

Sumber, http://swaramuslim.net/images/uploads/html/kesurupan/berita.htm

Adakah larangan bagi para jin agar tidak bergaul dengan manusia?? klo tidak ada, mengapa manusia dilarang bergaul dengan jin??

Islamthis >>

Pertama, yang jelas, kalau ada ULAMA yang di dalam perbuatan nya mengundang para jin dengan menggunakan ayat Alquran, maka ulama itu SESAT. Itu jelas.

Lebih dari itu, semua ahli psikologi sepakat, bahwa yang dikatakan kesurupan itu sebenarnya hanya lah SUGESTI karena fenomena kesurupan itu seutuhnya adalah masalah kejiwaan, tidak ada hubungan nya dengan masalah roh-roh. Kesurupan, menurut ilmu kejiwaan, adalah LUAPAN ALAM BAWAH SADAR….

Perihal ada tidaknya larangan Allah kepada jin untuk tidak mendatangi manusia, itu cerita lain. Itu bukan urusan Muslim. Muslim hanya diperintahkan untuk menjalani semua perintah untuk mereka …..

Kapirit >>

Ada tertulis di dalam Alquran,

[19:83] Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?

Di ayat tersebut, Allah Swt sendiri lah yang memerintahkan setan untuk pergi kepada orang kapir untuk menghasung mereka berbuat maksiat. Majikan setan itu siapa, kalau bukan Allah? Jadi adalah benar, bahwa Allah adalah majikan nya semua setan, atau dengan kata lain, semua setan itu ketua nya adalah Allah Swt sendiri…..

Bisa menjelaskan?

Islamthis >>

Di dalam ayat Alquran tersebut, dijelaskan bahwa Allah Swt lah yang mengirim setan tersebut kepada orang kafir. Bukan kah ini berarti bahwa setan itu INGIN MELAKSANAKAN PERINTAH MAJIKAN MEREKA yaitu Allah Swt yaitu untuk membujuk manusia berbuat dosa dan maksiat?

Bedewe, oke katakanlah bahwa majikan para setan itu adalah Allah. Saya ingin bertanya,  kalau bukan tuhan / Allah, lantas siapa? Anda pikir, apakah ada majikan lain selain Allah / Tuhan bagi setiap mahluk??

Hidup di Dunia ini hanya lah permainan. Semua hal yang ada / terjadi di alam ini, pasti SUDAH TERMAKTUB di dalam KITAB RENCANA ALLAH. Tidak ada satu pun di dalam kehidupan ini yang Allah tidak mengetahuinya. Dus, tidak ada satu pun yang ada / terjadi di di dalam kehidupan ini yang Allah tidak menghendakinya. Di dalam Islam ada ucapan LA HAWLA WA LAA QUWATA ILLA BILAAH.. tidak ada daya dan upaya melainkan dengan kehendak Allah.

Semua yang terjadi, pasti terjadi dengan kehendak Allah. TERMASUK, pekerjaan parasetan itu yang selalu menggoda dan menjerumuskan manusia kepada kesesatan. Jadi, dengan kata lain, pekerjaan parasetan menggoda manusia itu, adalah TERMASUK kehendak Allah / pembiaran Allah.

Ayat di dalam Alquran,

[7:14] Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.

Ayat ini menegaskan bahwa pekerjaan setan yang suka menyesatkan manusia, adalah bagian dari rencana Allah berkenaan dengan panggung permainan di atas muka bumi ini.

Kita balik saja pembahasannya.

Apakah kita (harus) berfikir bahwa setan menggoda manusia TANPA SEPENGETAHUAN ALLAH? Apakah kita harus berfikir bahwa setan menggoda manusia TANPA SEPERENCANAAN ALLAH?

Kalau lah memang benar bahwa setan menggoda manusia tanpa sepengetahuan dan sekehendak Allah, maka kita harus bertanya, JADI, ALLAH ITU APA-AN DONG? Jadinya, Allah itu hanya jadi PENONTON saja? Apakah mungkin ada satu hal pun di Dunia ini yang di luar kehendak dan rencana Allah?

Apakah kita harus berfikir bahwa kekuasaan Allah TIDAK DAPAT MENJANGKAU RENCANA SETAN?

Lantas, mengapa juga, Allah sendiri Yang mengirim setan itu untuk menggoda manusia supaya masuk Neraka?

Jawabannya, sudah saya jelaskan di atas dengan menggunakan ayat Alquran, bahwa kehidupan di muka bumi ini hanya lah PERMAINAN BELAKA, ada menang, ada kalah, ada hadiah dan ada hukuman. Kalau Allah tidak mengirim setan untuk menggoda manusia, maka buat apa ada kitab suci? Buat apa ada agama? Buat apa ada Nabi? Buat apa ada Surga  dan Neraka?

Sementara di lain pihak pun, TIDAK MUNGKIN bagi kita untuk berkeyakinan / berfikir, bahwa BUKAN ALLAH lah Yang mengirim / mensponsori parasetan itu untuk menggoda manusia tersebut. Logikanya adalah, kalau setan itu menggoda manusia tanpa SPONSOR ALLAH,  maka apakah mungkin setan mempunyai daya upaya sendiri yang bukan berasal dari Allah? Ingatlah, SEMUA DAYA UPAYA itu berasal dari Allah. Artinya, BAHKAN DAYA UPAYA parasetanol untuk menggoda manusia pun berasal dari Allah Swt juga.

Di dalam keyakinan non Islam, (mungkin / pasti) dijelaskan bahwa bukan Tuhan lah yang MEREKOMENDASIKAN setan untuk menggoda manusia. Dengan kata lain, setan menggoda manusia ATAS DASAR KEHENDAK DAN INISIATIF para setan sendiri.

Keyakinan ini, kalau diperiksa dengan menggunakan logika Islam, pasti KACAU BALAU. Betapa tidak!?

Kalau lah SETAN menggoda manusia atas dasar inisiatif dan kekuatan setan itu sendiri (bukan karena kehendak dan power dari Allah), lantas mengapa SANG TUHAN BERDIAM DIRI melihat umat manusia-Nya diganggu oleh setan? Apakah Tuhan itu tidak sanggup menghalau setan jauh-jauh supaya tidak lagi mengganggu manusia?

Maka nya, sebagai Muslim, saya paling ENGGA BISA murtad ke agama lain, karena konsep setan yang ditawarkan oleh agama lain itu adalah KACAU BELIAU alias TIDAK LOGIS. Saya ingin nanya, mengapa di dalam agama lain, Tuhan tidak dilukiskan sebagai yang menggunakan kekuatan dan kekuasaan Nya untuk menghalau setan sekaligus? Bahkan, mengapa Tuhan palsu itu tidak memusnahkan para setan itu saja sekalian supaya semua umat manusia dapat masuk surga dengan selamat?

Kalau kita bikin bagan logika nya, akan tampak sebagai berikut,

Setan menggoda manusia.

  1. Karena kehendak dan power dari Allah, seperti yang diajarkan di dalam Islam.
  2. Bukan karena kehendak Allah, murni kehendak para setanol itu sendiri. Dengan kata lain, Tuhan palsu itu tidak tahu apa-apa tentang pekerjaan parasetanol tersebut yang suka menggoda manusia supaya masuk Neraka. Ini adalah ajaran non Islam.

Kalau penjelasannya adalah (a), maka konsekwensinya adalah,

  1. Semua yang terjadi di dalam alam ini sudah diatur oleh Allah. Kehidupan ini adalah hanya permainan belaka, ada menang, ada kalah, ada Hukum, ada hadiah. Dan manusia dibebaskan untuk memilih jalan mana yang ingin dia ambil.
  2. Karena semua bisikan parasetanol itu adalah PEMBIARAN / SPONSOR Allah, maka dapat DIPASTIKAN bahwa SAMPAI KIAMAT manusia akan terus diganggu oleh para setanol tersebut. Ini terbukti.

Namun, kalau penjelasannya adalah (b), maka konsekwensi logikanya adalah,

  1. Apakah Tuhan palsu itu tidak tahu bahwa para setanol itu sedang mengganggu manusia supaya manusia kesayangan sang Tuhan itu masuk Neraka? Apa mungkin Tuhan tidak tahu? Dan apakah mungkin bahwa MUNGKIN ada satu-dua hal di dalam kehidupan ini, yang terjadi / ada adalah bukan karena kehendak Tuhan tersebut? Apa itu masuk akal?
  2. Kemudian, katakanlah bahwa parasetanol itu menggoda manusia kesayangan Tuhan bukan karena kehendak Tuhan, alias karena kehendak parasetanol itu sendiri. Maka mengapa Tuhan itu tidak PUNYA NIAT untuk menghalang-halangi parasetanol tersebut dari pekerjaan itu? Apakah Tuhan itu tidak sayang kepada manusia kesayangannya? Atau, apakah sang Tuhan tidak mempunyai tenaga dan power yang cukup untuk memusnahkan parasetanol tersebut? Tuhan macam apakah itu?

[2:36] Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”

Di dalam ayat di atas dijelaskan bahwa parasetanol itu menggoda / menggelincirkan Adam as dan siti hawa untuk berbuat dosa. Harus ditegaskan, bahwa scenario di mana parasetanol itu menggoda Adam as dan istrinya, SEMATA adalah rencana Allah jua adanya, karena tidak mungkin para setan itu dapat berbuat dengan inisiatifnya sendiri. Kalau tidak ada babak di mana para setanol itu menggoda Adam as, maka pasti tidak ada panggung kehidupan di muka bumi ini. Faham? Maka nya Allah Swt berfirman, bahwa kehidupan di muka bumi ini hanya lah permainan semata……

Di  dalam alquran, keberadaan jin / setan / iblis, hanya dijelaskan melalui EMPAT POINT sebagai berikut:

Pertama.

Siapa pun tidak boleh bergaul dengan jin (kecuali para Nabi tentunya. Isa as pun pernah bergaul dengan jin ini, di dalam kapasitasnya sebagai Nabi. Nabi Muhammad pun juga  pernah ber-audiensi dengan jin di dalam kapasitasnya sebagai  Nabi. Itu saja). Kalau ada yang   bergaul dengan  jin, maka ia berdosa.

Kedua.

Kalau Allah Swt menerangkan bahwa hidup ini penuh dengan  tanggung jawab, maka jin pasti dilibatkan. Seperti di dalam firman, TIDAKLAH AKU CIPTAKAN JIN DAN MANUSIA KECUALI UTK MENYEMBAH-KU.

Kata MENYEMBAH-KU adalah tanggungjawab. Oleh karena itulah jin dilibatkan juga.

Ketiga.

Jin dilukiskan sebagai yang akan memenuhi Neraka. Seperti firman dalam alquran, SUNGGUH AKAN KAMI PENUHI NERAKA ITU DARI KALANGAN JIN DAN MANUSIA. Berarti semua jin akan masuk neraka. Bagaimana dengan jin nya Sulaiman as? Bukankah mereka telah berbakti kepada Sulaiman as?

Tetap! Jin nya Sulaiman pun akan masuk neraka juga. Apakah kalau begitu Allah tidak adil padahal jin itu sudah bakti kepada Sulaiman atas perintah Allah sendiri..?? Jawab, itu adalah urusan antara Allah dan bangsa jin. Kita tidak usah ikut campur. Kita urusi saja urusan kita sebagai manusia.

Keempat.

Tidak pernah Allah melukiskan bahwa ada jin yang masuk Surga. Belum sampai keterangan kepada umat manusia bahwa Allah telah menciptakan Surga khusus untuk bangsa jin. Pun tidak  pernah disebutkan di dalam Alquran bahwa nanti manusia saleh akan REUNI dengan jin saleh di dalam surga.

Dengan kata lain, ketika di dunia ini jin (bersama manusia) wajib menyembah Allah. Tapi tidak pernah disebutkan apakah jin itu akan masuk surga kalau mereka ternyata rajin menyembah Allah. Yang jelas semua jin akan masuk Neraka …..

Memang paragraf ini terdengar bahwa Allah tidak adil kepada para jin. Tapi seperti  yang saya jelaskan, bahwa itu bukan urusan kita. Itu adalah urusan antara Allah dengan  bangsa jin. Kita hanya berpegang kepada  Alquran bahwa tidak ada jin yang masuk surga..

Jin adalah ciptaan Allah Swt. Oleh karena itu terserah Allah jin itu mau diapakan oleh Allah Swt setelah kiamat….

Yang jelas, tugas jin / parasetanol tersebut adalah untuk menggoda manusia, sesuai dengan ayat Alquran yang kau sebutkan tersebut,

[19:83] Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?

44 Responses

  1. @islamthis,

    Tunjukkan pada saya ayat2 Al-Qur’an yg menyatakan bahwa semua jin akan masuk neraka??

    Penjelasan anda hanya dari segi logika anda. Sedangkan di dalam Al-Qur’an BANYAK ayat2 yg mengatakan sebaliknya, bahkan di dalam Al-Qur’an jin diabadikan di dalam surat Al-Jin. BANTAHLAH SURAT AL-JIN itu jika anda memang golongan yg benar.

    Dari yg saya baca sepertinya anda salah KAPRAH dalam definisi JIN/SETAN/IBLIS, anda tanpa dasar menyamakan KETIGAnya, bagaikan paham TRINITAS, seperti salah satu alasan yg anda buat mengenai tidak adanya wanita sholeh di dalam syurga yaitu satu rasa, satu jiwa, satu raga, yg pasti akan saya bantah 100% INSYA ALLAH.

    BIARKAN AL-QUR’AN YG BERBICARA

    1. IBLIS

    Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim (QS. Al Khafi: 50)

    BERDASARKAN AYAT DI ATAS, JELAS IBLIS SEBENARNYA SALAH SATU DARI JIN.

    Allah berfirman : ”Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Nabi Adam as) diwaktu aku menyuruhmu?” ilbis menjawab:”aku lebik baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”(QS Al A’Raf: 12-13)

    Dan Kami telah menciptakan JIN sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (QS. 15:27)

    IBLIS DICIPTAKAN DARI API SEBAGAIMANA JIN DICIPTAKAN DARI API, BUKTI KEDUA IA BERASAL DARI KAUM JIN.

    Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan”.
    Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
    sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya”. (QS.Shaad : 79-81)

    NAMUN IA DIPANJANGKAN UMURNYA SAMPAI HARI KIAMAT.

    2. JIN

    Dan Kami telah menciptakan JIN sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (QS. 15:27)

    Dan Aku tidak menciptakan JIN dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. 51:56)

    Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan JIN. (QS. 55:31)

    Pada waktu itu manusia dan JIN tidak ditanya tentang dosanya. (QS. 55:39)

    dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan JIN sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah. (QS. 72:5)

    Dan sesungguhnya mereka (JIN) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul) pun, (QS. 72:7)

    Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja JIN-JIN itu desak-mendesak mengerumuninya. (QS. 72:19)

    Hai golongan JIN dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. (QS. 6:130)

    BERDASARKAN AYAT2 DI ATAS MENYATAKAN SECARA HAQ BAHWA KEDUDUKAN JIN SAMA DENGAN MANUSIA DI DUNIA DAN DI AKHIRAT.

    3. SETAN

    Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) JIN, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Rabbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkan mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS. 6:112)

    Dan orang-orang kafir berkata: Ya Rabb kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari JIN dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina. (QS. 41:29)

    JADI SETAN ITU ADALAH SIAPAPUN DARI GOLONGAN JIN DAN MANUSIA YANG MENYESATKAN MANUSIA/MENJAUHKAN MANUSIA DARI TUHAN.

    ANDA MENGATAKAN BAHWA MANUSIA TIDAK AKAN BERTEMU DENGAN JIN DI SYURGA,
    SEBELUM SAYA MENJELASKAN ITU SAYA TANYA KEPADA ANDA:
    ANDA SUDAH TAHU DIMANA SYURGA?? (MENURUT AJARAN ISLAM)

    SEMUA PERNYATAAN ANDA INSYA ALLAH SAYA MAMPU MENJAWABNYA

  2. MUAMALIM, on April 30, 2012 at 2:18 pm said:

    @islamthis,

    Tunjukkan pada saya ayat2 Al-Qur’an yg menyatakan bahwa semua jin akan masuk neraka??

    Siap, bosss!!!

    Ini ayatnya.
    QS 11 : 119 : kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya AKU AKAN MEMENUHI NERAKA JAHANAM DENGAN JIN DAN MANUSIA (yang durhaka) semuanya.

    QS 32 : 13 : Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari padaKu: “Sesungguhnya akan AKU PENUHI NERAKA JAHANNAM ITU DENGAN JIN DAN MANUSIA bersama-sama.”

    QS 7 : 179 : Dan sesungguhnya KAMI JADIKAN UNTUK (ISI NERAKA JAHANNAM) KEBANYAKAN DARI JIN DAN MANUSIA,
    Ude jelas ya?

    Penjelasan anda hanya dari segi logika anda. Sedangkan di dalam Al-Qur’an BANYAK ayat2 yg mengatakan sebaliknya, bahkan di dalam Al-Qur’an jin diabadikan di dalam surat Al-Jin. BANTAHLAH SURAT AL-JIN itu jika anda memang golongan yg benar.

    Logika?
    Yeah jelaslah logika ……

    Kebenaran itu adalah logika, dan Islam itu hanya berdasarkan logika …..

    Kamu mau ajarkan saya NGAWUR yaaa???

    Memang kamu pikir saya ini kambing?

    Kandungan surah JIN?
    Ow saya sudah baca kok surah JIN yang berisi 28 ayat.
    Di sana tidak ada satu pun ayat yang menyatakan bahwa JIN akan masuk Surga.

    Atau mungkin kamu punya pandangan lain atas surah JIN itu sehingga itu membuat kamu jadi berfikir bahwa jin akan masuk Surga?

    Silahkan share di sini. Terima kasih.

    Dari yg saya baca sepertinya anda salah KAPRAH dalam definisi JIN/SETAN/IBLIS, anda tanpa dasar menyamakan KETIGAnya, bagaikan paham TRINITAS, seperti salah satu alasan yg anda buat mengenai tidak adanya wanita sholeh di dalam syurga yaitu satu rasa, satu jiwa, satu raga, yg pasti akan saya bantah 100% INSYA ALLAH.

    BIARKAN AL-QUR’AN YG BERBICARA

    1. IBLIS

    Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim (QS. Al Khafi: 50)

    BERDASARKAN AYAT DI ATAS, JELAS IBLIS SEBENARNYA SALAH SATU DARI JIN.

    Allah berfirman : ”Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Nabi Adam as) diwaktu aku menyuruhmu?” ilbis menjawab:”aku lebik baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”(QS Al A’Raf: 12-13)

    Dan Kami telah menciptakan JIN sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (QS. 15:27)

    IBLIS DICIPTAKAN DARI API SEBAGAIMANA JIN DICIPTAKAN DARI API, BUKTI KEDUA IA BERASAL DARI KAUM JIN.

    Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan”.
    Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
    sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya”. (QS.Shaad : 79-81)

    NAMUN IA DIPANJANGKAN UMURNYA SAMPAI HARI KIAMAT.

    2. JIN

    Dan Kami telah menciptakan JIN sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (QS. 15:27)

    Dan Aku tidak menciptakan JIN dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. 51:56)

    Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan JIN. (QS. 55:31)

    Pada waktu itu manusia dan JIN tidak ditanya tentang dosanya. (QS. 55:39)

    dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan JIN sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah. (QS. 72:5)

    Dan sesungguhnya mereka (JIN) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul) pun, (QS. 72:7)

    Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja JIN-JIN itu desak-mendesak mengerumuninya. (QS. 72:19)

    Hai golongan JIN dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. (QS. 6:130)

    BERDASARKAN AYAT2 DI ATAS MENYATAKAN SECARA HAQ BAHWA KEDUDUKAN JIN SAMA DENGAN MANUSIA DI DUNIA DAN DI AKHIRAT.

    3. SETAN
    Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) JIN, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Rabbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkan mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS. 6:112)

    Dan orang-orang kafir berkata: Ya Rabb kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari JIN dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina. (QS. 41:29)

    JADI SETAN ITU ADALAH SIAPAPUN DARI GOLONGAN JIN DAN MANUSIA YANG MENYESATKAN MANUSIA/MENJAUHKAN MANUSIA DARI TUHAN.

    Sami mawon, tooe?

    Iblis adalah salah satu dari jin. Kemudian Setan itu juga salah satu dari jin. So apa bedanya?

    Memang benar, bahwa TIDAK SEMUA jin adalah Iblis. Pun memang benar bahwa TIDAK SEMUA jin adalah Setan. Namun kan yang jelas, ada benang merahnya, bahwa untuk suatu kasus dan satu kesempatan, Iblis dan jin dan Setan adalah dia-dia juga …… lha ini kan kayak pelajaran kita waktu esde ….. pelajaran apa itu? Dah lupa yaaa??
    Ada bilangan bulat, ada bilangan real, ada bilangan pecahan, ada bilangn ganjil, bilangan rasional ….. nah kemudian dari semua jenis bilangan tersebut, ada yang mempunyai kesamaan, berada di dalam satu kasus yang sama dst.

    ANDA MENGATAKAN BAHWA MANUSIA TIDAK AKAN BERTEMU DENGAN JIN DI SYURGA,
    SEBELUM SAYA MENJELASKAN ITU SAYA TANYA KEPADA ANDA:
    ANDA SUDAH TAHU DIMANA SYURGA?? (MENURUT AJARAN ISLAM)

    SEMUA PERNYATAAN ANDA INSYA ALLAH SAYA MAMPU MENJAWABNYA

    Surga?
    Surga berada di dalam alam keabadian, lebih tepat lagi berada di dalam alam ghaib. Sekarang ini, yaitu pada masa / periode Dunia, alias pra-kiamat, Surga (dan juga Neraka) sudah ada, sudah tercipta. Di dalamnya tersimpan atau terpingit para bidadari.

    Memang kenapa?
    Kamu memang nya tahu lebih tepat lagi di mana Surga? Wah hebat doooong … unjukin dong!

    BERDASARKAN AYAT2 DI ATAS MENYATAKAN SECARA HAQ BAHWA KEDUDUKAN JIN SAMA DENGAN MANUSIA DI DUNIA DAN DI AKHIRAT.

    Ini yang salah.
    Manusia, adalah KHALIFAH ALLAH di muka bumi. Nah apakah kamu ingin kata bahwa jin juga khalifah Allah di muka bumi?

    Karena manusia jadi khalifah Allah-lah, maka akan ada Surga dan Neraka untuk manusia. Sementara, jin bukanlah khalifah Allah di muka bumi. Maka dari itu, tidak ada Surga untuk jin. Kalau Neraka, memang ada. Haa haa haa haa …..

    Jangan kamu jadi menyamakan antara manusia dan jin hanya dari segi kewajiban yang dibebankan Allah atas manusia dan jin. Itu cerita lain, kawan. Kamu harus lihatnya dari segi, bahwa manusia adalah khalifah Allah, sementara jin (dan yang selain manusia) bukanlah khalifah Allah.

    • @islamthis

      Saya melihat dasar pemikiran anda mengenai masalah JIN dan BIDADARI ini salah satunya yaitu konsep ‘Hidup Adalah Permainan’.
      Sebenarnya ini salah dan saya memiliki bukti yg jelas dari Al-Qur’an mengenai penolakan ‘IDE’ ini, juga ditambah dengan pemikiran logika saya sendiri.

      Anda mengutip ayat ini untuk mendukung ‘IDE’ tersebut.

      [47:36] Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan memint harta-hartamu.

      Sebenarnya pemahaman anda terhadap ayat ini salah. Jika anda memiliki bukti lainnya kalau ‘Dunia hanyalah Permainan’, coba perlihatkan, sebelum saya memberikan bukti-bukti yg sebaliknya.

    • ngepain!!!!?????

      skg kamu aja yg memberikan bukti2 spt yg kamu sebut2 itu.

      paling akan berakhir spt debat yg ude2. konyol, salto kata, tutup mata melawan kebenaran dan fakta. apalagi yaaa???

  3. @islamthis

    islamthis berkata :

    Ini ayatnya.
    QS 11 : 119 : kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya AKU AKAN MEMENUHI NERAKA JAHANAM DENGAN JIN DAN MANUSIA (yang durhaka) semuanya.

    QS 32 : 13 : Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari padaKu: “Sesungguhnya akan AKU PENUHI NERAKA JAHANNAM ITU DENGAN JIN DAN MANUSIA bersama-sama.”

    QS 7 : 179 : Dan sesungguhnya KAMI JADIKAN UNTUK (ISI NERAKA JAHANNAM) KEBANYAKAN DARI JIN DAN MANUSIA,
    Ude jelas ya?

    Saya Jawab :

    Tidakkah anda melihat pada ayat2 tsb kata ‘JIN’ selalu diikuti oleh ‘DAN MANUSIA ?

    Anda tidak bisa memaksakan ayat tsb untuk menyatakan bahwa semua JIN akan masuk neraka, karena pada ayat tsb juga berlaku bagi MANUSIA,

    secara logika jika menyatakan bahwa ayat tsb menunjukkan bahwa semua jin masuk neraka, berarti anda juga harus menerima bahwa anda juga menyatakan semua manusia akan masuk neraka, tidak terkecuali siapapun. Jelas ini akan menjadi salah.

    Karena kata penghubung yang digunakan adalah ‘DAN’ (dalam bahasa Arabnya ‘Wa’), kata penghubung ini menunjukkan kesamaderajatan antara jin dan manusia.
    Jika dikaji dari sisi ilmu matematika (tentang invers) maupun ilmu bahasa, akan sama saja, kata ‘dan’ itu menunjukkan hubungan yg tidak bisa dipisahkan dan kedua subjek di dalamnya mempunyai nilai yg sama.

    Contoh Dari ilmu bahasa Indonesia :
    A :Jin ada yg durhaka kepada Allah.
    B : Manusia ada yg durhaka kepada Allah.
    C : makhluk durhaka kepada Allah akan masuk neraka jahannam.
    Kesimpulannya : Jin dan Manusia akan masuk neraka Jahannam karena durhaka kepada Allah.

    Ini merupakan kebijaksanaan Allah yg Maha Mengetahui untuk menolak anggapan bahwa semua JIN akan masuk neraka, karena pada ayat2 tsb selalu diikuti dengan kata ‘DAN MANUSIA.

    __________________

    islamthis berkata :

    Logika?
    Yeah jelaslah logika ……

    Kebenaran itu adalah logika, dan Islam itu hanya berdasarkan logika …..

    Kandungan surah JIN?
    Ow saya sudah baca kok surah JIN yang berisi 28 ayat.
    Di sana tidak ada satu pun ayat yang menyatakan bahwa JIN akan masuk Surga.

    Atau mungkin kamu punya pandangan lain atas surah JIN itu sehingga itu membuat kamu jadi berfikir bahwa jin akan masuk Surga?

    Silahkan share di sini. Terima kasih.

    Saya Jawab :

    Logika itu juga harus disesuaikan pada tempatnya.
    Semua orang berlogika.
    Anda berlogika,
    saya berlogika,
    jack berlogika,
    isa berlogika,
    Ali Sina JUGA BERLOGIKA KOK!

    Tapi logika yg bagamana?
    itulah permasalahannya.

    Kalo bicara tentang masalah uang, gunakan logika ilmu ekonomi,
    Kalo bicara tentang masalah tata surya, gunakan logika ilmu astronomi,
    Kalo bicara tentang masalah peristiwa masa lampau, gunakan logika ilmu sejarah,
    Kalo bicara tentang masalah kesehatan, gunakan logika ilmu Biologi,
    dan Kalo bicara tentang masalah agama Islam, gunakan LOGIKA ILMU ISLAM.

    Bagaimana logika ilmu Islam itu??

    Allah berfirman :
    Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang telah diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang datang padamu.(Al-Maidah :48-49)

    Bulan Romadhon adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan- penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil). (QS. 2/Al-Baqarah: 185)

    sungguh, (Al-Qur’an itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil), dan (Al-Qur’an) itu bukanlah senda gurauan. (At-Tariq: 13-14)

    Jadi agar dapat berbicara secara benar mengenai Islam harus menggunakan logika yg didasarkan oleh Al-Qur’an dan Hadis, jika tidak berarti hanyalah suatu dusta terhadap Allah (Al-‘Ankabût: 68).

    Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa saja yang tidak kamu ketahui (berbicara tentang Allah tanpa ilmu)” (Al-A’raf:33)

    ______________

    islamthis berkata :

    Ini yang salah.
    Manusia, adalah KHALIFAH ALLAH di muka bumi. Nah apakah kamu ingin kata bahwa jin juga khalifah Allah di muka bumi?

    Karena manusia jadi khalifah Allah-lah, maka akan ada Surga dan Neraka untuk manusia. Sementara, jin bukanlah khalifah Allah di muka bumi. Maka dari itu, tidak ada Surga untuk jin. Kalau Neraka, memang ada.

    Jangan kamu jadi menyamakan antara manusia dan jin hanya dari segi kewajiban yang dibebankan Allah atas manusia dan jin. Itu cerita lain, kawan. Kamu harus lihatnya dari segi, bahwa manusia adalah khalifah Allah, sementara jin (dan yang selain manusia) bukanlah khalifah Allah.

    Saya Jawab :

    Apakah dengan ‘gelar’ sebagai khalifah itu menjadikan hanya manusia yg berhak untuk mendapat surga?

    Bukankah para malaikat juga protes :

    Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, ”Aku hendak menjadikan khalifah di bumi”. Mereka berkata, ”Apakah Engkau hendak menjadikan orang yg merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami bertasbih, memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. (Al-Baqarah:30)

    Apa sebenarnya maksud dari khalifah Allah itu?
    Yaitu sebagai pemimpin di dunia, yg akan memelihara dan mengelola bumi ini dengan sebaik-baiknya. (lihat QS. Hud: 61)

    Apakah semua manusia sanggup menjadi khalifah di bumi?
    Tidak, karena sebagian besar umat manusia membuat kerusakan di bumi sepanjang sejarah zaman kehidupan dunia.

    Karena itulah Allah mengutus para Rasul ke dunia untuk menyadarkan dan mengingatkan manusia, karena bagi mereka yg tetap membuat kerusakan di bumi setelah datang peringatan kepada mereka akan diazab di dunia oleh Allah.
    Mengapa kita umat setelah Muhammad tidak mendapat azab dari Allah di dunia?
    Karena Nabi Muhammad telah memohon kepada Allah agar Allah tidak mengazab manusia di dunia lagi, dan doa Rasulullah ini diperkenankan oleh Allah.
    Jadi sebenarnya manusia yg menjadi khalifah Allah itu hanya sedikit dan bukan seluruh umat manusia. Dan kriteria khalifah ini bukanlah syarat seseorang masuk surga. Bisa saja manusia yg telah menjalankan amanat Allah ini tiba-tiba menjadi kafir sebelum ia meninggal.

    Lalu apa syarat masuk surga ?

    Allah berfirman :

    Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah : 82) ( An-Nisa 57,122)

    Ataukah kamu akan mengira bahwa kamu akan masuk surge, padahal (cobaan) belum dating kepadamu seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpakan kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang bersama mereka berkata, “Kapankah dating pertolongan dari Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. (Al-Baqarah : 214)

    Apakah kamu akan mengira bahwa kamu akan masuk surge, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.
    (Ali Imran:142)

    Jadi itulah yg menentukan manusia atau jin dapat masuk surga atau tidak.

  4. @islamthis

    Islamthis >>

    Di dalam ayat Alquran tersebut, dijelaskan bahwa Allah Swt lah yang mengirim setan tersebut kepada orang kafir. Bukan kah ini berarti bahwa setan itu INGIN MELAKSANAKAN PERINTAH MAJIKAN MEREKA yaitu Allah Swt yaitu untuk membujuk manusia berbuat dosa dan maksiat?

    Di dalam keyakinan non Islam, (mungkin / pasti) dijelaskan bahwa bukan Tuhan lah yang MEREKOMENDASIKAN setan untuk menggoda manusia. Dengan kata lain, setan menggoda manusia ATAS DASAR KEHENDAK DAN INISIATIF para setan sendiri.

    Keyakinan ini, kalau diperiksa dengan menggunakan logika Islam, pasti KACAU BALAU. Betapa tidak!?

    Saya Jawab :

    Allah bukan majikannya setan dan Allah tidak pernah sekalipun menyuruh setan menyesatkan manusia. Allah adalah YANG MAHA HAQ, jadi mustahil Allah melakukan sesuatu yg batil. Justru Allah memberikan ancaman neraka kepada siapapun yang sesat dari jalan-Nya serta bagi yg menyesatkan hamba-Nya. Mereka semua akan dipanggil ke hadapan Allah untuk diminta pertanggungjawaban atas kesesatan mereka.

    Lihatlah ayat2 berikut :

    Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada malaikat, ”Sujudlah kamu semua kepada Adam,”lalu mereka sujud, kecuali Iblis. Ia (Iblis)berkata,”Apakah aku harus sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?” (Al-Isra':61)

    Ia (Iblis) berkata,”Terangkanlah kepadaku, inikah yang Engkau lebih muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.”(Al-Isra':62)

    Dia (Allah) berfirman,”Pergilah, tetapi barang siapa yang mengikuti kamu, maka neraka jahannamlah balasanmu semua, sebagai balasan yang cukup.(Al-Isra':63)

    Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (Iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka.” Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka terhadap mereka.(Al-Isra':64)

    Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga.(Al-Isra':65)

    Sesungguhnya kamu (iblis) tidak tidak Kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang sesat. (Al-Hijr:42)

    *********
    Berdasarkan ayat2 di atas, jelaslah Iblis adalah majikannya setan dan ia sendiri yang mengirim bala tentaranya yaitu setan kepada manusia, kecuali yang taat kepada Allah. Dan Iblis menyesatkan manusia atas dasar inisiatifnya sendiri setelah diperingatkan oleh Allah dan ia mengetahui akibat dari perbuatannya. Orang2 yg sesat tidak diaggap Allah sebagai hamba-Nya lagi.

    _________

    Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir),”Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa!
    Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kamu,
    dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.”
    Dan sungguh, ia (setan) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti?(Yasin:59-62)

    Maka mereka (sesembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat, dan bala tentara Iblis semuanya.
    Mereka berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka), ”Demi Allah, sesungguhya kita dahulu berada dalam kesesatan yang nyata, karena kita mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan semesta alam. (Asy-Syu’ara:94-98)

    *************
    Berdasarkan ayat2 di atas, manusia sesat menjadikan setan dan berhala-hala sebagai tuhannya, sehingga mereka semua masuk neraka.
    ___________

    Dan ingatlah pada hari ketika Allah mengumpulkan mereka bersama apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Dia berfirman (kepada yang disembah),”Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?” (Al-Furqan:17)
    Mereka yang disembah menjawab,”Mahasuci Engkau, tidaklah pantas bagi kami mengambil pelindung selain Engkau, tetapi Engkau telah memberikan mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hidup, sehingga mereka melupakan peringatan; mereka kaum yang binasa.”(Al-Furqan:18)

    **************

    Berdasarkan ayat2 di atas, sebenarnya yang salah hanyalah manusia itu sendiri karena mengabaikan peringatan. Sedangkan yang disembah atau dijadikan sesembahan menyatakan bahwa ia tidak pernah minta disembah.

    Lalu apa maksud sebenarnya ‘Allah mengirim setan-setan itu kepada orang2 kafir’?
    Akan saya jawab lain kesempatan
    _________________________________

    Islamthis berkata :

    Kalau lah SETAN menggoda manusia atas dasar inisiatif dan kekuatan setan itu sendiri (bukan karena kehendak dan power dari Allah), lantas mengapa SANG TUHAN BERDIAM DIRI melihat umat manusia-Nya diganggu oleh setan? Apakah Tuhan itu tidak sanggup menghalau setan jauh-jauh supaya tidak lagi mengganggu manusia?

    Saya Jawab :

    Apakah Allah berdiam diri melihat umatnya disesatkan oleh setan?
    Jawabannya 100% tidak.

    Lantas apa saja yang dilakukan oleh Allah terhadap umat-Nya agar tidak disesatkan setan?

    1) Allah memberikan ancaman serta peringatan kepada umat manusia.

    Al-Qur’an says :

    Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku! (Al-Qamar:21)

    Bukankah Kami telah binasakan orang-orang yang terdahulu? Lalu Kami susulkan (azab Kami terhadap) orang-orang yang datang kemudian. Demikianlah Kami perlakukan orang-orang yang berdosa. (Al-Mursalat:16-18)

    Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada yang kufur (Al-Insan:3) Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu, dan neraka yang menyala-nyala. (Al-Insan:4)

    dan telah Kami binasakan kaum ‘Ad dan Tsamud dan penduduk Rass serta banyak lagi generasi di antara kaum-kaum itu. Dan masing-masing telah kami jadikan perumpamaan, dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya. (Al-Furqan:38-39)

    **************

    2) Allah mengutus para Rasul untuk memberi peringatan kepada umat manusia.

    Al-Qur’an says :

    Kemudian, Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakannya, maka Kami silihgantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain (dalam kebinasaan). Dan Kami jadikan mereka bahan cerita bagi manusia. Maka binasalah bagi kaum yang tidak beriman. (Al-Mu’minun:44)

    Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri, kecuali setelah ada yang memberi peringatan kepadanya; Untuk menjadi peringatan, Dan Kami tidak berlaku zalim (Asy-Syu’ara:208-209)

    Dan sungguh, kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), ”Sembahlah Allah, dan jauhilah Tagut,” kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi, dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).(An-Nahl:36)

    *************

    3) Allah menurunkan kitab kepada manusia sebagai petunjuk ke jalan yang lurus.

    Al-Qur’an says :

    Dan sungguh, telah Kami anugerahkan kepada Musa Kitab (Taurat), agar mereka (Bani Israil) mendapat petunjuk. (Al-Mu’minun:49)

    Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya Muhammad untuk mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sungguh, terhadap kamu Allah Maha Penyantun, Maha Penyayang. (Al-Hadid:9)

    *************

    4) Allah menyuruh umat-Nya memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah

    Al-Qur’an says:

    Maka apabila Engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sungguh, setan tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal. Pengaruhnya hanya terhadap orang-orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (An-Nahl:98-100)

    Dan katakanlah,”Wahai Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan setan-setan, dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku. (Al-Mu’minun 97-98)

    Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-A’raf:200)

    *****************

    5) Allah menyelamatkan orang-orang yg beriman kepada-Nya dari ancaman orang2 kafir.

    Al-Qur’an says :

    Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah kewajiban Kami menyelamatkan orang yang beriman.(Yunus:103)

    ________________________

    islamthis >>

    Apakah kita (harus) berfikir bahwa setan menggoda manusia TANPA SEPENGETAHUAN ALLAH? Apakah kita harus berfikir bahwa setan menggoda manusia TANPA SEPERENCANAAN ALLAH?

    Kalau lah memang benar bahwa setan menggoda manusia tanpa sepengetahuan dan sekehendak Allah, maka kita harus bertanya, JADI, ALLAH ITU APA-AN DONG? Jadinya, Allah itu hanya jadi PENONTON saja? Apakah mungkin ada satu hal pun di Dunia ini yang di luar kehendak dan rencana Allah?

    Apakah kita harus berfikir bahwa kekuasaan Allah TIDAK DAPAT MENJANGKAU RENCANA SETAN?

    Lantas, mengapa juga, Allah sendiri Yang mengirim setan itu untuk menggoda manusia supaya masuk Neraka?

    Jawabannya, sudah saya jelaskan di atas dengan menggunakan ayat Alquran, bahwa kehidupan di muka bumi ini hanya lah PERMAINAN BELAKA, ada menang, ada kalah, ada hadiah dan ada hukuman. Kalau Allah tidak mengirim setan untuk menggoda manusia, maka buat apa ada kitab suci? Buat apa ada agama? Buat apa ada Nabi? Buat apa ada Surga dan Neraka?

    Saya Jawab :

    Pandangan anda itu bertentangan dengan ayat2 ini :

    Allah berfirman :

    Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main.(Al-Anbiya:16)

    Seandainya kami ingin membuat suatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami, jika kami benar-benar menghendaki demikian. (Al-Anbiya:17)

    Dan tidaklah Kami bermain-main menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya (Ad-Dukhan:38)

    Tidaklah Kami menciptakan keduanya melainkan dengan haq (benar), tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (Ad-Dukhan:39)

    Dan Allah menciptakan langit dan bumi ini dengan tujuan yang benar, agar setiap jiwa diberi balasan sesuai apa yang dikerjakannya, agar mereka tidak dirugikan. (Al-Jasiyah:22)

    *************

    Ayat2 di atas adalah bukti Allah menciptakan dunia ini dengan tujuan yg benar, yaitu agar manusia beriman dan menjadi orang2 yang berserah diri kepada-Nya.
    Karena di langit dan di dalam bumi terdapat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah bagi orang2 yang mau berfikir.
    Kalau menafsirkan ayat 47:36 tsb sebagai ‘Dunia adalah permainan dan senda gurau’ seperti yg anda kemukakan, membuat ayat tsb bertentangan dengan dengan ayat2 Al-Qur’an yg sudah saya sebutkan, yg menyatakan sebaliknya.

    Bukti lainnya yaitu ayat yg berbunyi :

    Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy, (Dialah) Yang Maha Pengasih, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada orang yang lebih mengetahui (Muhammad). (Al-Furqan:25)

    Dari ayat itu kita mengetahui bahwa Allah menciptakan bumi ini dalam enam masa, padahal untuk menjadikan sesuatu Allah cukup mengatakan ‘kun fayakun’ dan langsung tercipta (Q.S.36:82)

    Allah berfirman :

    Allah pencipta langit dan bumi. Apabila dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. (Al-Baqarah:117)

    Lalu mengapa Allah menciptakan dunia ini dalam enam masa?
    Jawabannya yaitu karena Allah ingin manusia yakin bahwa Allah menciptakan dunia ini dengan sebenar-benarnya, dengan tujuan yg benar dan bukan main-main, agar Allah dapat mengetahui siapa saja hamba-hamba-Nya yg taat dan beriman kepada-Nya.

    Jadi ayat2 yg sudah saya sebutkan menolak penafsiran ayat yg dikemukakan oleh islamthis.

    Lalu apa maksud sebenarnya dunia hanyalah permainan itu?
    Akan saya sampaikan dengan dalil pada lain kesempatan.

  5. MUAMALIM, on May 19, 2012 at 2:46 pm said:

    @islamthis

    islamthis berkata :

    Ini ayatnya.
    QS 11 : 119 : kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya AKU AKAN MEMENUHI NERAKA JAHANAM DENGAN JIN DAN MANUSIA (yang durhaka) semuanya.

    .
    .
    .
    deste sampai dengan

    …. masuk neraka, karena pada ayat2 tsb selalu diikuti dengan kata ‘DAN MANUSIA.

    Engga!

    Saya minta yang explicit! Ada yang eplicit ga? Kalau ga ada ya udah kamu diem aja.

    Saya balik argumen kamu yang konyol itu:

    Kalau memang jin itu ada yang masuk Surga MAKA MENGAPA tidak ada ayat yang berbunyi sebagai berikut,

    QS 1111111 : 11111119 : kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya AKU AKAN MEMENUHI SURGA DENGAN JIN DAN MANUSIA (yang SALEH) semuanya.

    SEKALI lagi, kalau memang ada jin yang masuk Surga maka mengapa Allah tidak menurunkan firman yang demikian bunyinya?

    Ga usah ngawur deh!

    islamthis berkata :

    Logika?
    Yeah jelaslah logika ……

    Kebenaran itu adalah logika, dan Islam itu hanya berdasarkan logika …..

    .
    .
    .
    deste sampai dengan ….

    Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa saja yang tidak kamu ketahui (berbicara tentang Allah tanpa ilmu)” (Al-A’raf:33)

    Kamu mangkin macho aja yah tiap ari! Eh salah! Kamu mangkin NGACHO aja yach tiap ari!

    Ingat! Yang namaya logika hanya ada satu di dalam kehidupan ini. Tidak ada logka versi anu ani ano!

    Tidak ada logika / kebenaran versi isa, versi jack, versi ali sina delele …

    Kemudian kalau kamu ingin konfrontir ‘aneka logika’ itu seperti yang kamu kata,

    Logika itu juga harus disesuaikan pada tempatnya.
    Semua orang berlogika.
    Anda berlogika,
    saya berlogika,
    jack berlogika,
    isa berlogika,
    Ali Sina JUGA BERLOGIKA KOK!

    Fahami perkataan om Islamthis ini:

    Apa yang saya paparkan di sini, dI blog ini, adalah berdasarkan logika, tidak lain kecuali berdasarkan logika. Kemudian, apapun yang bertentangan dengan logika atau kebenaran (therefore bertentangan dengan artikel di blog ini), maka seluruh pertentangan itu dapat saya luruskan, INSYA ALLAH.

    ALI Sina misalnya. Kalau dia mau berdebat dengan saya, maka saya akan dapat mengurai KESESATAN dia dikarenakan dia MENENTANG logika. Kalau saja @isa bertentangan dengan logika, maka insya Allah dapat saya luruskan. Semua cara pemikiran para paus dan para pastur lengkap dengan para uskup, dapat saya (kita kaum Muslim) meluruskannya –insya Allah, karena seluruh pemikiran mereka itu BERTENTANGAN dengan logika. Gampangnya saja, mana ada Tuhan itu beranak? Mana ada Tuhan itu disalib? Mana ada Tuhan itu menjelma menjadi manusia? Dan yang terpenting, MANA ADA AGAMA yang mengajarkan kemesuman dan bugilria pada umatnya?

    Logika hanya ada satu di Dunia ini, dan BUNYINYA SAMA di seluruh muka bumi ini. Namun ternyata ada hawa nafsu yang mengaburkan LOGIKA tersebut.

    Memang nya kamu tidak bisa berfikir secara handal ya? Contohnya saja, 1 + 1 = 2. Itu adalah logika.

    Di dalam matematika, di dalam ekonomi, di dalam fisika, di dalam biologi, di dalam politik delele, hasilnya adalah sama. Kok kamu tambah ngawur saja?

    Sekarang bisakah kamu MNEYEREt ali sina ke sini untuk berdebat dengan saya? Insya Allah akan saya uraikan kesesatannya di depan orang nya sendiri.
    Semua apa yang dikatakan oleh ali sina, tidak ada satu pun yang bersesuaian dengan logika. Atau kamu @muamalim di sini bisa tunjukkan kepada saya SATU SAJA pemikiran ali sina yang bersesuaian dengan logika? Saya tunggu.

    Di bawah ini saya beri kamu artikel “TANTANGAN DIALOG UNTUK ALI SINA (FFI), SI PENGHUJAT ISLAM” yang berisi sanggahan saya atas pemikiran ali sina. Kala itu saya post-kan ke ffi, kemudian di-artikel-kan oleh pemilik cahyaiman dot wordpress. Di dalam debat ffi itu, saya menggunakan username kristentelahkalah, kamu baca dengan baik supaya kamu bisa lihat apa itu yang namanya LOGIKA dan mereka yang menentang LOGIKA …..,

    http://cahyaiman.wordpress.com/2010/04/16/tantangan-dialog-untuk-ali-sina-ffi-si-penghujat-islam-bagian-1/

    islamthis berkata :

    Ini yang salah.
    Manusia, adalah KHALIFAH ALLAH di muka bumi. Nah apakah kamu ingin kata bahwa jin juga khalifah Allah di muka bumi?

    Karena ….
    .
    .
    deste sampai dengan …..
    …… yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.
    (Ali Imran:142)

    Jadi itulah yg menentukan manusia atau jin dapat masuk surga atau tidak.

    Saya Cuma minta kamu, coba tunjukkan dulu ayat Alquran mau pun Alhadis yang menjelaskan secara explisit bahwa jin ada yang masuk Surga? Kok kamu jadi linglung begini?

    Kamu tulis, Apakah dengan ‘gelar’ sebagai khalifah itu menjadikan hanya manusia yg berhak untuk mendapat surga?

    Apa dasarnya kamu berkata begitu? Apa alasan kamu bahwa gelar khalifah TIDAK MENENTUKAN bahwa hanya manusia lah yang akan masuk Surga? Apakah kamu punya landasan Alquran dan Alhadisnya? Coba share!

    Kamu tulis,
    Bukankah para malaikat juga protes :

    Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, ”Aku hendak menjadikan khalifah di bumi”. Mereka berkata, ”Apakah Engkau hendak menjadikan orang yg merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami bertasbih, memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. (Al-Baqarah:30)

    Toh faktanya manusia (adam dan keturunannya) adalah khalifah Allah kok!

    Kamu tulis,
    Apakah semua manusia sanggup menjadi khalifah di bumi?
    Tidak, karena sebagian besar umat manusia membuat kerusakan di bumi sepanjang sejarah zaman kehidupan dunia.

    Seluruh manusia adalah khalifah Allah. Menjadi khalifah Tuhan di bumi tidak ada hubungannya dengan berbuat kerusakan.

    slamthis >>

    Di dalam ayat Alquran tersebut, dijelaskan bahwa Allah Swt lah yang mengirim setan tersebut kepada orang kafir. Bukan kah ini berarti bahwa setan itu INGIN MELAKSANAKAN PERINTAH MAJIKAN MEREKA yaitu Allah Swt yaitu untuk membujuk manusia berbuat dosa dan maksiat?
    .
    .
    .
    ….. deste sampai dengan …
    …. atas dasar inisiatifnya sendiri setelah diperingatkan oleh Allah dan ia mengetahui akibat dari perbuatannya. Orang2 yg sesat tidak diaggap Allah sebagai hamba-Nya lagi.

    Kowe iki ngomong opo?

    Semua mahluk, Allah lah Tuhan mereka, TIDAK ADA PENGECUALIAN!
    Dan seluruh daya upaya, seluruh kekuatan, seluruhnya berasal dari Allah, walau pun daya upaya dan kekuatan itu bekerja pada Iblis binti Setan binti jin binti muamalim!!!

    Tidak mungkin ada satu mahluk ini yang bukan Allah bos / majikan / Tuhannya.

    Kalau begok mbok ya sehari aja, cah!!

    [19:83] Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?

    Muamalim,

    Lalu apa maksud sebenarnya ‘Allah mengirim setan-setan itu kepada orang2 kafir’?
    Akan saya jawab lain kesempatan

    Ya, silahkan kamu salto kata lagi, yaa???? Weong dah jelas kok itu ayat mengindikasikan bahwa Allah sendirilah Yang mengirim / mengutus Setan kepad kaum kafir untuk berbuat dosa! Nah sekarang kamu mau berkilah lagi? Memang beginilah orang kalau stress, mau nya dia menang debat, bukan mencari kebenaran.

    Ya silahkan saja kamu siapin jawabnya, sya tunggu kok! Palingan akhirnya kamu ga akan bisa menjawab argumentasi saya atas jawaban kamu, seperti yang sudah2 ….

    Islamthis berkata :

    Kalau lah SETAN menggoda manusia atas dasar inisiatif dan kekuatan setan itu sendiri (bukan karena kehendak dan power dari Allah), lantas mengapa SANG TUHAN BERDIAM DIRI melihat umat manusia-Nya diganggu oleh setan? Apakah Tuhan itu tidak sanggup menghalau setan jauh-jauh supaya tidak lagi mengganggu manusia?
    .
    .
    .
    …. deste sampai dengan ….
    ….. Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah kewajiban Kami menyelamatkan orang yang beriman.(Yunus:103)

    Hah tumben kali ini kamu bener! Bener banget! Bener-bener BHEGOK!!! Ngetri ga kamu ini begok? Kamu tulis teks panjang-panjang, tetep aja intinya kamu begok!

    Kamu tulis,
    Apakah Allah berdiam diri melihat umatnya disesatkan oleh setan?
    Jawabannya 100% tidak.

    Lantas apa saja yang dilakukan oleh Allah terhadap umat-Nya agar tidak disesatkan setan?

    1) Allah memberikan ancaman serta peringatan kepada umat manusia. …..deste

    Saya kata, TOH FAKTAnya Setan TELAH datang kepada manusia untuk menggoda! Yang kamu uraikan itu adalah ANTISIPASI atau FOLLOWUP nya, cah! Samimawon! Kok kamu keleleran banget ya mikirnya?

    Mxd saya, bisa nggak Allah menghalang2i Setan mendatangi manusia? Bisa nggak? Faktanya Setan mendatangi manusia untuk menggoda. Lantas kok Allah diem aja, manusiaNya digoda dan dihasung Iblis? Seharusnya Allah menghalangi Setan dari manusia – supaya manusiaNya bebas dari godaan Iblis. Ga ngetrik juga? Saya faham kok!

    Islamthis,
    Jawabannya, sudah saya jelaskan di atas dengan menggunakan ayat Alquran, bahwa kehidupan di muka bumi ini hanya lah PERMAINAN BELAKA, ada menang, ada kalah, ada hadiah dan ada hukuman. Kalau Allah tidak mengirim setan untuk menggoda manusia, maka buat apa ada kitab suci? Buat apa ada agama? Buat apa ada Nabi? Buat apa ada Surga dan Neraka?

    -o0o-

    muamalim,
    Lalu apa maksud sebenarnya dunia hanyalah permainan itu?
    Akan saya sampaikan dengan dalil pada lain kesempatan.

    Ya, silahkan kamu siapkan salto kata berikutnya. Wong dah jelas kok di ayat itu Allah menjelakan bahwa kehidupan di Dunia ini hanya lah permainan.
    Saya tunggu. Palingan akhirnya kamu berkilah lagi ke sana kemari …..

  6. Kalian berdua benar-benar lucu!!

  7. @islamthis

    islamthis berkata :

    Kowe iki ngomong opo?

    Semua mahluk, Allah lah Tuhan mereka, TIDAK ADA PENGECUALIAN!
    Dan seluruh daya upaya, seluruh kekuatan, seluruhnya berasal dari Allah, walau pun daya upaya dan kekuatan itu bekerja pada Iblis binti Setan binti jin binti muamalim!!!

    Tidak mungkin ada satu mahluk ini yang bukan Allah bos / majikan / Tuhannya.

    Saya Jawab:

    Anda tidak memahami perkataan saya.
    Memang hanya Allah lah satu-satunya Tuhan.
    Tetapi anda membenarkan anggapan kaum kafirit bahwa Allah adalah majikan para setan. Dan itu tidak benar.
    Allah menyeru kepada surga, rahmat serta ampunan-Nya.
    Sedangkan para setan menyeru kepada Neraka, kesesatan serta azab Allah.

    Gelar ‘majikan’ itu tidak pantas disifatkan kepada Allah, karena Allah sebagai Tuhan, ia menyeru manusia ke jalan-Nya demi kepentingan manusia itu sendiri.
    Karena Allah Yang Maha Kaya, ia tidak membutuhkan sesuatu apapun dari hamba-Nya. Segala yang diperintahkan Allah kepada hamba-Nya itu sepenuhnya untuk diri HAMBA itu sendiri.
    Sedangkan majikan itu menyuruh sesuatu kepada bawahannya demi kepentingan DIRINYA (sang majikan) itu.
    Jadi majikan para SETAN itu adalah IBLIS, karena IBLIS menyeru kepada para setan pengikutnya untuk menyesatkan manusia adalah DEMI kepentingannya (IBLIS) membalas dendam kepada ADAM.

    Para setan itu tidak DIANGGAP oleh Allah sebagai hamba-Nya lagi, karena hamba Allah adalah orang-orang saleh yang beriman serta bertakwa kepada-Nya. Karena itu para setan beserta orang2 kafir tidak diberi petunjuk dari Allah, mereka dibiarkan Allah tersesat dan diberi penangguhan azab untuk menikmati kesenangan di dunia ini (yaitu melakukan kemaksiatan sepuasnya) karena nantinya mereka akan diazab di neraka oleh Allah. Disitu terdapat letak keadilan Allah atas makhluk ciptaan-Nya.
    Orang2 kafir nantinya di akhirat akan dihadapkan dengan apa yang mereka persekutukan (sembah/ikuti) di dunia, namun apa yang mereka sembah itu akan MENGINGKARI penyembahan manusia kepadanya, dan barulah mereka akan sadar bahwa tidak ada sekutu bagi Allah. Disitulah mereka semuanya baru beriman, namun tidak berguna lagi keimanan mereka, karena telah ada ketetapan Allah (yaitu neraka) atas orang2 kafir.

    _______________

    islamthis berkata :

    Saya kata, TOH FAKTAnya Setan TELAH datang kepada manusia untuk menggoda! Yang kamu uraikan itu adalah ANTISIPASI atau FOLLOWUP nya, cah! Samimawon! Kok kamu keleleran banget ya mikirnya?

    Mxd saya, bisa nggak Allah menghalang2i Setan mendatangi manusia? Bisa nggak? Faktanya Setan mendatangi manusia untuk menggoda. Lantas kok Allah diem aja, manusiaNya digoda dan dihasung Iblis? Seharusnya Allah menghalangi Setan dari manusia – supaya manusiaNya bebas dari godaan Iblis. Ga ngetrik juga? Saya faham kok!

    Saya Jawab :

    Anda yang belum mengerti.
    Manusia yang beriman kepada apa yang diturunkan Allah akan diberi petunjuk serta perlindungan Allah sehingga tidak ada seorangpun yang mampu menyesatkannya.
    Orang yang beriman ialah apabila dibacakan firman Allah, mereka berkata ‘kami mendengarkan dan kami taat’, mereka itu yang akan mendapat petunjuk dari Allah.
    Sedangkan orang yang tidak beriman kepada ayat2 Allah, tidak akan diberi petunjuk oleh Allah serta tidak mempunyai penolong/pelindung, sehingga mereka akan tersesat dari jalan-Nya.
    Orang2 yang tidak beriman itu ialah apabila mendengar firman Allah, mereka merasa ragu atau berpaling darinya. Mereka ini akan dibiarkan tersesat oleh Allah dengan jalan menutup hatinya sehingga tidak mampu melihat kebenaran (setelahnya). Manusia yang berpaling itu adalah orang yang memilih mengikuti kenginan dirinya (hawa nafsu) daripada petunjuk Tuhan.
    Cara untuk mengimani yaitu dengan mengikuti (menggunakan) akal pikiran/hati nurani yang secara fitrah akan membenarkan firman Allah, dan mengabaikan hawa nafsu yang secara fitrah tidak mau mengakuinya (karena bersifat angkuh/sombong) serta keinginannya dirinya yang mungkin tidak mau menerima.

    Jadi Setan itu hanya berpengaruh kepada manusia yang ingkar kepada Allah. Jadi Allah memang tidak perlu menghalau mereka karena TIDAK ADA GUNANYA, karena yang disesatkan oleh setan hanyalah orang2 yang memang sudah sesat karena ingkar kepada Allah. Intinya apa yang dilakukan para Setan itu hanyalah suatu perbuatan SIA-SIA, karena mereka tidak akan mampu menyesatkan hamba ALLAH. Walaupun setan menggoda orang2 beriman juga, namun mereka tidak dapat mempengaruhinya kecuali manusia itu lalai dari mengingat Allah sehingga terbujuk. Manusia yang taat akan segera sadar begitu digoda oleh setan sehingga ia akan segera memohon perlindungan kepada Allah sehingga ia akan terhindar dari godaan itu.

    Namun walaupun Allah Maha Mengetahui, namun belum nyata orang2 yang beriman di antara manusia. Oleh karena itulah Allah mengutus para rasul yang membawa kitab berisi petunjuk kepada kaum yang telah tersesat agar mereka kembali ke jalan-Nya. Manusia yang mengikuti seruan ini akan diselamatkan oleh Allah, sedangkan yang mengingkarinya akan diazab oleh Allah. Orang2 yang ingkar inilah yang akan menjadi ‘temannya’ setan, yang akan selalu menyertainya. Setan itu akan membuat manusia yang telah sesat itu memandang perbuatan buruk yang dilakukannya itu baik, dan menyeru agar manusia itu mengikuti keinginan hawa nafsunya, sehingga ia akan semakin jauh ke dalam kesesatan dan semakin banyak dosanya. Allah samasekali tidak membenarkan perbuatan mereka karena itulah Allah menjanjikan NERAKA JAHANNAM bagi penyesat dan yang disesatkan.

  8. waduh iki sek bener sek ndi kye, debat boleh debat, tapi mbok yow nganggo kata-kata sek sopan ,,,,,,,,,,,,katanya cinta dan sayang rosulullah tp kok ndk mncerminkan sayang dan cinta kepada rosulullah,,,,,,,,,,,,,,,,,niatkan dalam berdebat untuk menembah ilmu bukan mempertahankan pendapat sendiri………sek penting ndang podo rukun , yow wes sak iki arak d.teruske debat opo meh piye????? trs yg benar yg mana ???? ayo teruske tak enteni sek bener sek ndi

  9. ayat2 gila alborok dipercaya?! Masa Allah hu akbar nyuruh setan menyesatkan manusia?! ada juga setan/jin/iblis diberi kebebasan/kemerdekaan sampai pada hari Hnya, sama dengan manusia yg merdeka/bebas mau buat apa saja,,, Asal ingat! Tunggu hari H-nya nanti (Kiamat),,, GOOOOOBBBBLOOOKKK!!!
    ==========================

    Islamthis,

    ayat2 gila alborok dipercaya?! Masa Allah hu akbar nyuruh setan menyesatkan manusia?! ada juga Setan / jin / iblis diberi kebebasan / kemerdekaan sampai pada hari Hnya, sama dengan manusia yg merdeka/bebas mau buat apa saja,,, Asal ingat! Tunggu hari H-nya nanti (Kiamat),,, GOOOOOBBBBLOOOKKK!!!

    Islamthis,
    Allah menyuruh Setan untuk menyesatkan manusia? Teori dari mana?
    .
    Setan itu menggoda manusia. Setuju?
    .
    Nah menurut pemahaman Anda, mengapa Setan bisa menggoda manusia?
    .
    Apakah Tuhan tidak bisa menghalau / memusnahkan Setan supaya tidak menyesatkan manusia?
    .
    Atau, mengapa Allah menciptakan Setan yang mana Setan itu pekerjaannya hanya menyesatkan manusia?
    .
    Bukankah lebih baik kalau Allah tidak pernah menciptakan Setan agar dengan demikian manusia terbebas dari godaan Setan?
    .
    Atau apakah Anda berfikir bahwa Setan bukan ciptaan Tuhan?
    .
    Kalau Setan bukan ciptaan Tuhan, lantas Setan itu ciptaan siapa?
    .
    Datang dari mana?
    .
    Apakah mungkin ada mahluk yang bukan ciptaan Tuhan?
    .
    .
    Dan kalau Setan bukan ciptaan Tuhan, dan Setan itu pekerjaannya menyesatkan manusia, maka mengapa Tuhan tidak memusnahkan Setan itu supaya manusia-Nya aman dari godaan Setan?
    .
    Apakah Tuhan tidak dapat memusnahkan Setan?
    .
    Apakah Tuhan itu mandul sehingga tidak bisa mencegah Setan dari menyesatkan manusia?
    .
    Apakah Setan itu bisa menggoda dan menyesatkan manusia, dengan tenaga dan kekuasaan Setan sendiri?
    .
    Kalau memang Setan mempunyai tenaga dan kekuasaan sendiri yang dengan tenaga dan kekuasaan itu Setan dapat menggoda manusia, maka Apakah ada tenaga dan kekuasaan lain di luar kekuasaan Tuhan?
    .
    Bagaimana Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut?
    .
    Inilah penjelasan dan ajaran Islam mengenai Setan.
    .
    Setan adalah mahluk Allah, ciptaan Allah. Di lain pihak, Allah telah gariskan bahwa kehidupan di Dunia ini adalah permainan, ada menang kalah, ada salah benar, ada Surga Neraka.
    .
    Untuk permainan tersebut, Allah ciptakan manusia, dan juga para Nabi, dan juga para Malaikat. Kemudian, Tuhan ciptakan Setan, yang tugasnya adalah menyesatkan manusia supaya manusia masuk Neraka. Jadi, Setan itu menyesatkan manusia dengan Kuasa dan wewenang dari Allah. Tujuannya adalah untuk menyesatkan manusia untuk menguji manusia mana yang benar-benar bertakwa kepadaNya, dan mana manusia yang sesat.
    .
    Terhadap godaan Setan itu Tuhan telah menyiapkan untuk manusia akal fikiran, dan petunjuk yaitu agama dan kitabsuci, yang dibawa oleh para Nabi. Pun, Tuhan telah menjanjikan bahwa manusia DIBERI HAK untuk berusaha dan berikhtiar supaya selamat. Tuhan tidak pernah paksa manusia mana pun untuk masuk Surga mau pun Neraka. Tinggal nanti manusia mau pilih mana, pilih Setan atau pilih petunjuk.
    .
    Intinya, Tuhan itu adil, dan akan menolong umatNya yang berserah diri kepadaNya dari godaan Setan.
    .
    Jadi ya, memang benar, bahwa Allah Swt ‘menyuruh’ Setan untuk menggoda manusia. Namun ingatlah, bahwa hidup ini adalah permainan belaka yang ada menang ada kalah.
    .
    Kalau Tuhan tidak pernah suruh Setan untuk menyesatkan manusia, maka mengapa Setan itu PUNYA Kuasa untuk menyesatkan manusia? Setan dapat Kuasa dan kekuatan dari mana?
    .
    Mungkin di dalam ajaran agama Anda (karoSetan), disebutkan bahwa Tuhan tidak pernah suruh Setan untuk menggoda manusia. Namun mengapa faktanya Setan mempunyai Kuasa dan kekuatan untuk menyesatkan manusia? Apakah ada Kuasa dan kekuatan lain di luar Kuasa dan kekuatan Tuhan?
    .
    Namun tidak tepat kalau dikatakan bahwa Allah suruh Setan untuk menyesatkan manusia. Yang benar adalah, Allah memberi ijin dan konsesi (pertangguhan waktu) kepada Setan untuk menyesatkan manusia. Di lain pihak, Tuhan telah memberi tameng kepada manusia yang penuh iman dan taqwa supaya tidak dapat disesatkan oleh Setan. Itulah sebabnya Allah tegaskan di dalam Alquran bahwa hidup di Dunia ini adalah permainan, ada menang dan ada kalah; ada Surga dan ada Neraka.
    .
    Terima kasih.

  10. ya disinilah kita bisa melihat bukti islam n kristen berbeda jauh, dari penjesan yang sdh diungkapkan….kristen akan tatap ada dimuka bumi meskipun islam tidak ada……. tapi islam tidak akan ada kalau kristen tidak ada,,,karna itu kristen tidak akan memuat dan mengakui ajaran islam ……TUHAN ALLAH elohim akan selalu ada meskipun jin dan setan tidak ada …tetapi jin dan setan tidak akan ada kalau tuhan tidak ada ……yesus berkata perkataanku tdak akan musnah lebih mudah langit dan bumi musnah……. lebih mudah langit dan bumi berlalu tetapi perkataanku tidak akan berlalu…..
    ====================

    Islamthis,
    anda tulis TUHAN ALLAH elohim akan selalu ada meskipun jin dan setan tidak ada …

    hah gombal!
    kalo tuhan itu ada, maka pasti setan dan jin itu ada, HARUS ADA.

    karena, siapa nanti yg akan menyesatkan manusia??

    kalo tidak ada setan dan jin, maka buat apa ada surga dan neraka? buat apa ada agama? buat apa ada para nabi?

    renungkanlah.

    terima kasih.

  11. barang siapa menyangkal karia penebusan ALLAH maka dia berada dibawah kesesatan pengaruh iblis apa alasanya???????????
    kata yesus….. anak manusia akan diserahkan kedalam tangan orang2 berdosa disiksa dan dibunuh untuk menanggung penderitaan bayak orang
    tetapi kata petrus….. kiranya Tuhan menjauhkan semuanya itu dari padamu
    jawab yesus….. enyahlah engkau iblis bebab engkau memikirkan apa yang dipikirkan manusia dan bukan yang dipikirkan ALLAH
    ===============

    Islamthis,
    kisah penyaliban dan penebusan jesus, adalah BOHONG DAN DONGENG semata.

    silahkan renungkan, dan nanti akan kita bahas lagi.

    terima kasih.

    • lebih bohong dan dongeng lagi kisah legenda 7 penidur karya aristoteles yang dijadikan wahyu.

  12. yesus berkata bukan kamu yang memilih aku tetapi aku yang memilih kamu

  13. @Islamthis..
    Sorry bro ye, kali ini ane kurang setuju sama pendapat “semua Jin Masuk neraka. Pasti!”

    Bukankah “Alloh swt tidak menciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaNYA??”
    lha barti, ada manusia yang menyembah Alloh dan juga tidak kan?
    barti juga berlaku sama Jin…
    ada yang nyembah Alloh, ada juga yang Kafir. betul tak???
    Lha terus yang nyembah Alloh, apa iya di blesekkin di Neraka???
    Dan Bukankah ISLAM Rakhmatan Lil ‘Alamin..Lil ‘alamin–bukan termasuk Jin???
    Maaf Islamthis, saya termasuk awam dalam agama saya sendiri. tapi mungkin saya pernah mendengar riwayat jika Rosulillah SAW pun mengajar/menggurui tentang aL-Qur’an bangsa Jin pulak, selain bangsa manusia.
    tapi tentunya tidak semua isi al-Qur’an di ajarkan, tetapi ada beberapa potongan ayat yang dilarang untuk di ajarkan kepada Jin. dan pasti itu karena Manusia lebih Mulia dari pada Jin. Menurut NT gimana?

  14. kq kerjaan Allah menyesatkan siapa yang hendak disesatkan yah. . .
    Siapakah si penyesat ini???

    Bukan kah Allah yang sejati adalah menjaga umatnya agar tidak tersesat???

    Sekarang pikirkan pake hati yah nih ada anak kunci untuk kalian semua

    Iblis adalah Golongan jin
    Sebagaimana Adam Golongan Manusia

    Jin Muslim dikatakan jin beragama islam

    Adam muslim dikatakan manusia beragama islam

    Siapa sesembahan Iblis Golongan Jin beragama islam. . . . ???

    Siapa sesembahan manusia muslim beragama islam????

    Apa kitab iblis golongan jin??
    Apa kitab manusia golongan adam beragama islam???
    Pecahkan sendiri

    Catatan :
    1. Iblis adalah musuh Tuhan yang sejati dan manusia yang memakai otak dan hati nurani yang telah diberikan tuhan sejati.

    2. iblis mempunyai tipu daya yang dgn berjuta cara.

    3. Asal setan adalah malaikat yang menghianati Allah

  15. QS 14:4

    Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka ALLOW MENYESATKAN siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah
    Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana QS 7 : 178

    Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang DISESATKAN ALLOW, maka merekalah orang-orang yang merugi. QS 6: 39

    Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya DISESATKAN-Nya. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus.
    QS 18: 17

    Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat
    yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang
    DISESATKAN-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
    QS 40: 74

    (yang kamu sembah) selain Allah?” Mereka menjawab: “Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu”. Seperti demikianlah ALLOW MENYESATKAN
    orang-orang kafir. QS 42 :46

    Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung-pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Dan siapa yang DISESATKAN ALLOW maka tidaklah ada baginya satu jalanpun (untuk mendapat petunjuk). 2. BERBAGI TUGAS DENGAN SETAN SETAN DALAM PENYESATAN
    Allow swt sudah menetapkan pekerjaan penyesatan dengan mennetukan mana bagiannya dan mana bagian setan. QS 4: 118

    yang dilaknati Allah dan syaitan itu mengatakan: “Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya), 3. MENGIRIMKAN SETAN SETAN UNTUK MENYESATKAN QS 43:36

    Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu
    menyertainya. QS 19. 83.

    Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan- syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?, 4. PEMIMPIN SETAN SETAN KARENA SETAN SETAN SUDAH DITUNDUKKAN ALLOW SWT Sebagaimana suatu kerajaan, maka allow swt sudah menundukkan setan setan dan setan setan harus patuh pada allow swt. QS 21 : 82

    Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain dari pada itu, dan adalah Kami memelihara mereka itu.

  16. Ane salut dengan upaya dari mas Islamthis untuk membantah pemahaman kafiruun, tetapi tetap harus didasarkan kepada AL -Qur’an dan Hadits yang shohih berdasarkan pemahaman para shahabat ridwanullohuanhum supaya argumen anda tidak dapat dipatahkan oleh mereka, karena Al-Qur’an dan sunnah yang sohih itu tidak mungkin salah, telah sampai kepada kita kabar bahwa ditengah-tengah kaum muslimin bertebaran hadis lemah maupun palsu yang sangat berbahaya dan apabila itu dijadikan hujjah oleh anda untuk mujadalah disini dengan para kafiruun maka tidak menutup kemungkinan anda yang kalah sedangkan yang membaca blog anda bukan hanya orang -orang berilmu saja melainkan mungkin juga banyak dari para juhala atau orang-orang bodoh dari kalangan muslimin yang pada gilirannya dikhawatirkan malah mendukung syubhat/kerancuan yang dibuat oleh kaum kafiruun…akhirnya ane khawatir merpati yang sudah ditangan lepas hanya karena kita ingin mengejar elang di awan…
    =============

    Islamthis,
    terima kasih atas tausiyah-nya …

    selama ini saya selalu mencoba utk mendasarkan argumen saya pada ayat alquran dan alhadis yg sahih. dan alhamdulillah banyak kaum kafirun yg akhirnya mendapatkan saling pengertian di blog saya ini.

    wassalam.

  17. @Qs 19:1

    “Tantangan dan Jawaban terhadap Para Misionaris dan Kristenisasi yang Gila:Sungguh, Allah, Tuhanmu tidaklah Menyesatkan Hambanya”

    QS 14:4

    Kami tidak mengutus seorang rasulpun,
    melainkan dengan bahasa kaumnya,
    supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka
    ALLOW MENYESATKAN siapa yang Dia
    kehendaki, dan memberi petunjuk kepada
    siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah
    Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha
    Bijaksana

    “Allah Menyesatkan”, itu sebenarnya kiasan saja. Seperti pada Al-Muddatsir (74):31.

    “Dan Kami tidaklah menjadikan penjaga neraka, kecuali dari kalangan Malaikat. Dan Kami tidak tentukan jumlah mereka kecuali sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar mereka yang diberi kitab semakin yakin, agar orang-orang yang beriman bertambahlah keimanan mereka, dan tidak merasa ragu orang-orang yang diberi kitab dan mereka yang beriman; dan agar orang-orang yang dalam hatinya itu ada penyakit dan orang-orang kafir (itu berkata), “Apalah yang (ingin) Dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah Membiarkan Sesat orang-orang yang Dikehendaki-Nya dan (juga) memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dikehendaki-Nya. Dan tiada yang tahu balatentara-Nya kecuali Dia sendiri. Dan itu (neraka) tidak lain hanyalah sebagai peringatan bagi manusia.”

    Artinya apa? Allah dalam ayat sebelumnya, (74):30 berfirman bahwa jumlah malaikat dlm menjaga neraka berjumlah 19. Nah, Allah kemudian menyatakan bahwa “Kami tidak tentukan jumlah mereka kecuali sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar mereka yang diberi kitab semakin yakin, agar orang-orang yang beriman bertambahlah keimanan mereka, dan tidak merasa ragu orang-orang yang diberi kitab dan mereka yang beriman; dan agar orang-orang yang dalam hatinya itu ada penyakit dan orang-orang kafir (itu berkata), “Apalah yang (ingin) Dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?”

    Jadi, Allah Menyesatkan itu sebenarnya bermakna Allah sudah Beri petunjuk kepada itu orang kafir, tapi dianya tidak mau terima itu petunjuk dari Allah SWT dengan jalan mengutus rasul-rasulnya. Masalahnya, orang itu tidak terima petunjuk dari Allah. Nah, itulah yang dinamakan Allah Menyesatkan.

    Penutup
    Yang jelas, dlm Al-Qur’an itu ada kata2 yg rancu. Buktinya saja, “din” itu diterjemahkan -sebagai contoh adalah: agama (3:19), dan hari pembalasan (1:4). Dan lagi, para ulama dan ahli tafsir saja kesulitan dlm menerjemahkan kata “fii sabilillah”. Ada yg berkata, itu lebih k perjuangan lewat perang/jihad, ada juga yg bilang, itu perjuangan hawa nafsu, dll. Nah, kita, sebagai umat Muslim sepatutnya menganggap kerancuan dlm pilihan kata (diksi) dlm Al-Qur’an itu hanyalah cobaan dari Allah demi meningkatkan keimanan kpd Allah Azza Wa Jalla.

    Wassalam.

    • Barang siapa yang diberi petunjuk oleh
      Allah, maka dialah yang mendapat
      petunjuk; dan barang siapa yang
      DISESATKAN ALLOW, maka merekalah
      orang-orang yang merugi.
      QS 6: 39

      “Diberi petunjuk oleh Allah”:orang yg setelah ia didatangi kebenaran, kemudian ia masuk ke dalam Islam.”
      “Disesatkan Allah”:Ini maknanya dia itu sudah kena datangi oleh -entah ulama, ustad, dll-, mereka yg memberi petunjuk, tapi mereka tolak itu kedatangan mereka. Karena, disini ada “konflik kepentingan” -menurut saya- antara Allah dan para setan yg menyesatkan. Jadi, di saat orang yg memberi petunjuk dtg, di situlah setan berusaha menarik hati org yg diberi petunjuk. Apabila orang-nya kuat, tdk mudah digoda, Insya Allah, orang2 seperti ini dapat masuk Islam dan beriman kpd Allah.

    • Catatan
      Fii sabilillah itu terkadang tiada diterjemahkan dlm beberapa buku2 agama d Indonesia. Ini disebabkan kata “fii sabillah” itu dlm Al-Qur’an tdk ada penjelasan khusus d dlmnya, tapi dlm hadis ada. Penjelasan dlm Hadis itu menjelaskan secara eksplisit. Inilah yg menyebabkan ulama dan para ahli-tafsir itu kesulitan dlm menerjemahkan kata “fii sabilillah”.

  18. katanya kitab memudahkan,terperinci,dapat dipahami. . .
    Ah udah yang jelas harus dijelaskan lagi. . .

    • Iya, kata “dipahami” itu dlm makna masa2 awal Islam. Anggap misalnya, kata bahwa alam semesta itu diciptakan Allah terbuat dari asap dlm Al-Qur’an, tapi kata ilmuwan, itu terbuat dari gas. Itu artinya apa? Al-Qur’an itu jelas “memuliakan” ilmu pengetahuan.

      (Akan dikerjakan)

    • Masalahnya, knp Allah menggunakan kata “asap”? Ini dikarenakan kata “asap” (dukhaan [lihat 41:11]) lebih dikenal ketimbang kata “gas”. Karna, kata gas itu serapan dari bhs Inggris.

      Ingat pula, Allah juga Memberi pernyataan dlm 3:7, bahwa dlm Al-Qur’an itu ada yg mengandung ayat2 yg muhkamat (mudah dipahami), dan mutasyabihat (sulit dipahami). Menurut sy -jikalau pendapat sy benar, itu dari Allah, klo salah, dari sy- ayat ttg sesat-menyesatkan ini masalah mutasyabihat. Sebab Allah Menyatakan pengaruh setan dlm ayat ini.

      Selanjutnya, orang2 sesat sprti anda ini Allah Firmankan, “Adapun orang-orang yang hatinya itu tertuju pada kesesatan ikut pada yang mutasyabihat demi mencari fitnah dan takwilnya, padahal tiada yang tahu kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam (perihal ini) mengatakan, ‘Kami beriman padanya (al-Qur’an), semuanya (ini) dari sisi Tuhan kami.’…..”

      Oleh sebab itulah, orang2 yg menurut sy ilmunya mendalam membuat tafsir2 Al-Qur’an. Ini semua demi memudahkan pemahaman masyarakat thdap ayat2 yg mutasyabihat ini.

      Allah Berfirman perihal ayat2 yg muhkamat inilah yg Dikatakn Oleh-Nya bahwa ayat inilah yg mudah dipahami oleh masyarakat umumya.

  19. begitu pontang pantingnya kamu membuat kebenaran. . .
    Trus lo mo curhat apa lagi?????
    Aq siap kok jd pendengar setiamu. . .hehehe
    Lanjutkan. . . .

  20. kehabisan kata????
    Kamu itu menentang quranmu tau gak. . . !!

    SETAN ITU PENYESAT dan ALLOW SWT
    MAHA PENYESAT 1. ALLOW SWT ADALAH PENYESAT
    SAMA SEPERTI SIFAT SETAN
    QS 14:4
    Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa
    kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada
    mereka. Maka ALLOW MENYESATKAN siapa yang Dia kehendaki, dan
    memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana QS 7 : 178
    Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang
    mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang DISESATKAN ALLOW, maka
    merekalah orang-orang yang merugi. QS 6: 39
    Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu
    dan berada dalam gelap gulita.
    Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya DISESATKAN- Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus.
    QS 18: 17
    Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua
    mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda- tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang DISESATKAN-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
    QS 40: 74
    (yang kamu sembah) selain Allah?”. Mereka menjawab: “Mereka telah
    hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu”. Seperti demikianlah ALLOW MENYESATKAN orang-orang kafir. QS 42 :46
    Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung-pelindung
    yang dapat menolong mereka selain Allah. Dan siapa yang DISESATKAN
    ALLOW maka tidaklah ada baginya satu jalanpun (untuk mendapat
    petunjuk). 2. BERBAGI TUGAS DENGAN SETAN SETAN DALAM PENYESATAN
    Allow swt sudah menetapkan pekerjaan penyesatan dengan
    mennetukan mana bagiannya dan mana bagian setan. QS 4: 118
    yang dilaknati Allah dan syaitan itu mengatakan: “Saya benar-benar
    akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah
    ditentukan (untuk saya), 3. MENGIRIMKAN SETAN SETAN UNTUK
    MENYESATKAN
    QS 43:36
    Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha
    Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan)
    maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
    QS 19. 83.
    Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan- syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?, 4. PEMIMPIN SETAN SETAN KARENA SETAN SETAN SUDAH DITUNDUKKAN ALLOW SWT
    Sebagaimana suatu kerajaan, maka allow swt sudah menundukkan setan
    setan dan setan setan harus patuh pada allow swt.
    QS 21 : 82 Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu, dan adalah Kami
    memelihara mereka itu, Ada seribu satu macam alasan untuk
    pembenaran, tapi BUKTI, FAKTA dan KENYATAAN bahwa allow swt adalah
    PENYESAT yang sudah tertulis di LAUH MAHFUZH dan sudah diturunkan pada malam LAILATUL QADAR yang dapat di baca di ALQURAN YANG JELAS, DITERANGKAN SECARA RINCI dan TIDAK ADA KERAGUAN DI DALAMNYA
    bahwa: 1. ALLOW swt adalah PENYESAT 2. ALLOW swt berbagi tugas
    penyesatan dengan SETAN-SETAN 3. ALLOW swt mengirimkan SETAN-
    SETAN UNTUK PENYESATAN 4. ALLOW swt adalah RAJA/PIMPINAN SETAN-SETAN Al quran sendiri mengatakan, IBLIS golongan JIN sebagaimana ADAM golongan MANUSIA IBLIS = JIN sebagaimana ADAM =
    MANUSIA ISLAM adalah agama ALLOW SWT, IBLIS beragama Islam dikenal dengan jin Muslim Jadi memang lengkaplah apa sesungguhnya yang terkandung dalam ISLAM AGAMA PENYESAT, AGAMA IBLIS =
    ISLAM Cek kembali risalah dan dalil berdasarkan Quran yang jelas,
    diterangkan secara rinci dan tidak ada keraguan di dalamnya bahwa: ISLAM AGAMA. . . . . . .(???)

    • Menyesatkan ini dlm arti lain.

      Misal:
      Yang jelas, dlm Al-Qur’an itu ada kata2 yg rancu. Buktinya saja, “din” itu diterjemahkan -sebagai contoh adalah: agama (3:19), dan hari pembalasan (1:4). Dan lagi, para ulama dan ahli tafsir saja kesulitan dlm menerjemahkan kata “fii sabilillah”. Ada yg berkata, itu lebih k perjuangan lewat perang/jihad, ada juga yg bilang, itu perjuangan hawa nafsu, dll. Nah, kita, sebagai umat Muslim sepatutnya menganggap kerancuan dlm pilihan kata (diksi) dlm Al-Qur’an itu hanyalah cobaan dari Allah demi meningkatkan keimanan kpd Allah Azza Wa Jalla.

      Kemudian,
      “Diberi petunjuk oleh Allah”:orang yg setelah ia didatangi kebenaran, kemudian ia masuk ke dalam Islam.”
      “Disesatkan Allah”:Ini maknanya dia itu sudah kena datangi oleh -entah ulama, ustad, dll-, mereka yg memberi petunjuk, tapi mereka tolak itu kedatangan mereka. Karena, disini ada “konflik kepentingan” -menurut saya- antara Allah dan para setan yg menyesatkan. Jadi, di saat orang yg memberi petunjuk dtg, di situlah setan berusaha menarik hati org yg diberi petunjuk. Apabila orang-nya kuat, tdk mudah digoda, Insya Allah, orang2 seperti ini dapat masuk Islam dan beriman kpd Allah.

      Bukan agama iblis
      Klopun Islam agama setan, lalu knp Islam menyuruh kita memuliakan anak miskin, fakir, atw menyejahterakan orang miskin dgn membayar sedekah atw zakat. Sebaliknya setan, mereka menyuruh kita utk menjadi orang yg pelit. (Lihat 2:268). Apakah Islam agama pemaksaan? Tdk, mereka selalu berkata “laa ikrahu fiddin” (2:256), dan Allah pun memfirmankan “tdk membebani melaikan sesuai dgn dia punya kesanggupannya (lihat 2:286).

  21. Sy tdk membuat kebenaran. Sy tdk melakukan ini, kecuali untuk menunjukkan kebenaran. Karena, ini memang kebenaran dari Allah. “Sampaikanlah dariku, walau satu ayat,” sabda Nabi SAW.

    Manakah yg menurut tuan lebih baik? Memurtadkan kaum muslimin dgn cara kekasaran dan melontarkan fitnahan-fitnahan thadap agm kami, ataukah Islamisasi dgn cara perbuatan baik.

    Guruku, Pak Badrul Husain pernah bilang, “Apabila kau hendak diikuti jejak langkahmu oleh masyarakat, jadilah engkau orang yang baik, berkata dgn jujur/tdk berkata sama sekali klu engkau tdk bisa. Dan terakhir, tingkatkan keimananmu kpd Allah. Dgn cara inilah, Allah bisa memberikan cahaya kewibawaan dan kharisma serta orangpun akan tertarik kpd anda dan malah orang akan mengikutimu. Begitulah para wali songo terdahulu meng-Islamisasikan masyarakat.”

    Yg terakhir, sy bukan curhat. Kemukakan pendapat anda kpd sy.

  22. oallah gua ga bisa quote tanggapan kamu,mungkin lg erorr. . .
    Saya ambil singkatnya saja dari tanggapan kamu.
    Para ulama dan ahli tafsir KESULITAN menerjemahkan kata fii sabillilah yang memudahkan,menerangkan dan terperinci,ilmu pengetahuan. . .
    TERIMA KASIH SUDAH JUJUR.
    Lagi2 kamu bantah quranmu.

    • Kalaulah sy bantah Qur’an, paling tdk sy gunakan fakta klasik dari orang non-Islam yang katakan bahwa Muhammad itu mengawini anak kecil, tapi sebenarnya. Fakta ttg kebenaran Islam, sudah banyak terkumpul, kemudian akan sy gunakan ayat2 yg berlawanan.

      Lantas, andapun out of topic alias OOT. Anda berkata, “Para ulama dan ahli tafsir KESULITAN menerjemahkan kata fii sabillilah yang memudahkan,menerangkan dan terperinci,ilmu pengetahuan. . .” Nah, anda sudah mulai OOT. Kita membicaran alam ghaib, yakni setan, jin, iblis, dan malaikat2 Allah.

      Sudah, kembali k pokok pembicaraan, jangan OOT (Out of Topic).

      Begini, kata guru sy, “klu Allah ridha dan sudah beri kehendak kpd kita, pastilah Allah memberi petunjuk kpd kita. Bagaimanakah caranya utk mendapatkan ridha bahwa Allah memang hendak menjadikan ber-Islam kpd-Nya, Allah Azza Wa Jalla?

      # Apabila Islam berada d tngah2 kita, apabila anda sekiranya masih menghinakan Islam, tlg berhenti. Ini disebabkan Allah Tuhanku Berfirman, “…. jika mereka (masih saja) mendustakanmu (wahai Muhammad), katakanlah, ‘bagimu pekerjaaanmu, bagiku pekerjaanku. Kamu tidak bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan dan akupun tidak bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan.'” Dari sini, sy yakin anda akan tenang dari perasaan yg terus mengejarmu utk mengganggu perkembangan Islam (10:41).
      # Kemudian, apabila Islam datang kpdmu, tlg jgn ditolak. Jgn engaku sprti kaum Nabi Nuh, setelah didatangi seruan utk beriman kpd Allah, tapi mereka malah menolak dan bahkan merencanakan tipu daya (10:71-72).
      # Setelah masuk Islam, jadilah engkau org yg berguna, baik bagi negara, bangsa, dan agama.” (Diringkas dari Sholeh, Ardianto (1980). “10 orang yang Allah akan Meridhoi petunjuk bagi orang-orang di bawah ini.” Jurnal Kehidupan Agama Islam di Kalimantan Barat:10-23.)

      (Akan dilanjutkan)

  23. Lantas, ada pula yg kata anda itu, “Allah Sesatkan”, padahal itu bohong belaka.

    Ciri:
    # Mereka mencari ayat2 yg mutasyabihat sebagai ayat muhkamat utk melawan bahkan mencari-cari kesalahan Islam (3:7) Padahal, Al-Qur’an itu bukan rekayasa dari Allah, dan tiada keraguan d dlmnya.(2:2, 10:37-38). Kalau kamu ragu akan kebenaran atas Al-Qur’an, buat surah semisalnya (2:23).
    # Lalu, dia buat kebohongan t’hadap Allah. Padahal, kegiatan seperti itu sdh termasuk berbuat kezaliman, atw mendustakan ayat2-Nya. Org2 sprti itu, tdk akan bruntung (6:21). Kebohongannya bisa macam, entah lewat kepercayaan 2 tuhan (19:88-91), menetapkan bagi Allah anak perempuanlah (16:57), dll.

    Org2 sprti ini, pastilah mudah dikacaukan dan digoyangkan imannya oleh setan. Inipun, menurut sy, pasti setan minta izin kpd Allah, akhirnya biarlah org ini sesat disebabkan ia lari dari penjelasan dan pengajaran Allah SWT (lihat 43:36).

    • muter2 ehhh.. nemu nih blog yang nurut gue RAHASIA TERUNGKAP…….

      hahahahahaha…nyi mas katrok.. udeh jangan hanya pake referensi dari 1 kitab .. aja hehehehe… tuh kitab nyusahin umatnye mati2an antum ngebelain demi PAHALE … tafsirr sono..tafsirr sini..ujungnye bede tafsir.. hehehehe.. akhirnye nyerah disepakatin tuh urusan auloh.. umatnye kagak boleh tau.. hehehehe..
      sementare yang dibela terbahak2 dialam barzakh…hahahaha…..

      ade baeknye antum kaji jerih payah nyi roro Islamthis diatas hehehehe…. udah sangat mengarahhh kearah statement bang Qs.19 : 1.. hehehe..

      kajian nyi roro Islamthis mirip ama pemikiran umar bin khatab.

      Umar bin Khatab berkata :“Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberikan mudharat dan tidak pula mendatangkan manfaat. Jika aku TIDAK MELIHAT Rasulullah MENCIUMMU, maka AKU TIDAK AKAN MENCIUMMU pula” (HR.Bukhari dari Abis bin Rabi’ah RA).

      masih untung kagak di SUNNAHin makan kotoran unta (walaupun nurut hadits unta tuh katenye syaitan sementare kencing unta halal)… kalau ade sunnahnye pasti dimakan juga tuh kotoran makanan sodare antum dari kalangan jin .. hehehehe..

      bang QS.19 : 1 udah bener IBLIS adalah MALAIKAT yang KHIANAT kepada PENCIPTANYE
      Allah menciptakan segala sesuatu yang ada di Sorga dan di Dunia adalah BAIK adanya.
      Allah kagak ngeciptain segala sesuatu yang JAHAT, karena Allah Yang Kudus adalah KASIH
      KESIMPULAN : ALLAH TIDAK MENCIPTAKAN KEJAHATAN

      jika ALLAH MENCIPTAKAN KEJAHATAN berarti ALLAH adalah juga SUMBER KEJAHATAN.

      sifat JAHAT timbul dari DIRI MALAIKAT itu sendiri dan timbul dari MANUSIA itu sendiri.

      unsur KEJAHATAN MALAIKAT terjadi dimulai dari PENGHIANATAN MALAIKAT KEPADA ALLAH sehingga diusir dari Sorga turun ke Dunia, dan MALAIKAT PENGHIANAT dinamakan IBLIS, SYAITAN dan ROH2 JAHAT
      KESIMPULAN : IBLIS ADALAH SUMBER KEJAHATAN dan Iblis sebagai malaikat TERKUTUK tidak mempunyai kesempatan untuk bertobat dijaman akhir tempatnye di NERAKA KEKAL.

      MANUSIA ciptaan Allah menurut Alkitab sebagai mahliuk hidup di bumi ditempatkan di FIRDAUS sekitar wilayah IRAK sekarang
      unsur KEJAHATAN MANUSIA terjadi dimulai dari PENGHIANATAN MANUSIA KEPADA ALLAH akibat menurut PERINTAH IBLIS sehingga diusir dari FIRDAUS ke dalam pengaruh IBLIS selama hidup di dunia ini turun temurun dari generasi ke generasi.
      manusia khianat kepada Allah karena ada yang mempengaruhi untuk berlaku JAHAT, Allah maklum maka Allah masih mau MENGAMPUNI manusia sepanjang mau BERTOBAT dan melakukan KASIH

      ALLAH adalah KASIH,…… atas dasar KASIH maka Allah berusaha MENYELAMATKAN manusia dari pengaruh si JAHAT yaitu IBLIS, SYAITAN dan ROH2 JAHAT.
      WUJUD KASIH ALLAH adalah diadakan-NYA UTUSAN2 Allah untuk MEMBERITAKAN BERITA GEMBIRA tentang KERAJAAN ALLAH kepada seluruh umat manusia, puncaknya pengorbanan kematian MANUSIA YANG SUCI KUDUS untuk MENYELAMATKAN manusia dari PENGARUH IBLIS dan terjalin kembali hubungan KOMUNIKASI TIMBAL BALIK LANGSUNG KEPADA ALLAH.

      Yoh 3:16 Karena begitu besar KASIH ALLAH akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya TIDAK BINASA, melainkan beroleh hidup yang KEKAL.

      Matius 28:18-20 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala KUASA DI SORGA dan DI BUMI.

      Mat 12 : 18 “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya JIWA-KU berkenan; Aku akan menaruh ROH-KU ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.

      Mat 12 : 28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa ROH ALLAH, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

      Wahyu 22 : 13 Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, YANG AWAL dan YANG AKHIR.”

      Wahyu 1 : 5, 8 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, YANG PERTAMA BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI dan YANG BERKUASA ATAS RAJA-RAJA BUMI INI. Bagi Dia, yang MENGASIHI kita dan yang telah MELEPASKAN kita dari DOSA kita oleh DARAH-NYA–

      Aku adalah ALFA dan OMEGA, FIRMAN Tuhan Allah, yang ADA dan yang SUDAH ADA dan YANG AKAN DATANG, YANG MAHAKUASA.

      Mat 25 : 31-34, 41 “Apabila ANAK MANUSIA datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan BERSEMAYAM DI ATAS TAHTA KEMULIAN-NYA.

      Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,

      dan Ia akan menempatkan DOMBA-DOMBA di sebelah kanan-Nya dan KAMBING-KAMBING di sebelah kiri-Nya.

      Dan RAJA itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang DIBERKATI oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah DISEDIAKAN bagimu sejak dunia dijadikan.

      Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang TERKUTUK, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah SEDIA untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

      1 Yohanes 4 : 7-8 Saudara-saudaraku yang kekasih , marilah kita SALING MENGASIHI , sebab kasih BERASAL dari Allah ; dan setiap orang yang MENGASIHI , LAHIR dari Allah dan MENGENAL Allah . Barangsiapa tidak mengasihi , ia tidak mengenal Allah , sebab ALLAH adalah KASIH.

  24. @ biang kala
    Maklum persepsi islam ya bgini.
    Apa yang dikatakan muhamad adalah benar walau salah salah tetap aje bnar. . .
    Contoh
    Muhamad memenggal kpala kinana dan mengambil istrinya dihari yang sama dikatakan berbudi agung berakhlak sempurna
    Merampok pdagang karavan,mengawini anak ingusan,menipu istrinya tetap dikatakan berbudi agung berakhlak sempurna

    • Berikut ini beberapa fakta sejarah yang mengarahkan kita untuk berfikir bahwa tidak benar Muhammad Saw menikahi Siti Aisyah pada usia yang amat dini.

      BUKTI #1: Aspek Periwayatan.

      Sebagaian besar riwayat yang menceritakan pernikahan dini Siti Aisha tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya, Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorang pun yang di Medinah, di mana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, di samping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.

      Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, di mana Hisham tinggal di sana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.

      Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat:

      ”Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ”

      ——(Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

      Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq:

      ”Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq”

      ——(Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

      Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup para periwayat hadist Nabi saw mencatat:

      “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok”

      ——(Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

      KESIMPULAN:

      Berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindah ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

      KRONOLOGI:

      Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:

      pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu.

      610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam.

      613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat.

      615 M: Hijrah ke Abyssinia.

      616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.

      620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah

      622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina

      623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah

      BUKTI #2: Meminang.

      Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.

      Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan:

      “Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya”.

      —–(Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).

      Jika Aisyah dipinang 620 M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).

      Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

      KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

      BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

      Menurut Ibn Hajar,

      “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah”

      ——(Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

      Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

      KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.

      BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’

      Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d:

      “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah”.

      —–(Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).

      Menurut Ibn Kathir:

      “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]”

      —–(Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).

      Menurut Ibn Kathir:

      “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun”.

      —–(Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)

      Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani:

      “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.”

      —–(Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).

      Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisih usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).

      Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada tahun di mana Aisyah berumah tangga.

      Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.

      Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?

      Kesimpulan:

      Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.

      BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD

      Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal):

      “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”

      Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud dan Badr.

      Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b):

      “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”

      Berdasarkan riwayat di atas,

      (a) anak-anak berusia dibawah 15 Tahun akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm,

      (b) dan Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud

      KESIMPULAN:

      Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Di samping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.

      BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)

      Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini:

      “Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan”.

      ——(Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).

      Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah (The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tersebut diturunkan pada tahun 614 M. Jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M atau 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat di atas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karena itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.

      Kesimpulan:

      Riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.

      BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab

      Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepadanya tentang pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya tentang identitas gadis tersebut (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.

      Bagi orang yang paham bahasa Arab, akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yang masih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan di muka, adalah jariyah. Bikr di sisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris “virgin”.

      Oleh karena itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).

      Kesimpulan:

      Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist di atas adalah “wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.” Oleh karena itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.

      BUKTI #8. Text Qur’an

      Seluruh Muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur’an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?

      Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat, yang bagaimana pun, menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid diaplikasikan pada anak kita sendiri sendiri. Ayat tersebut mengatakan:

      Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5)

      Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)

      Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk:

      memberi makan mereka,
      memberi pakaian,
      mendidik mereka,
      dan menguji mereka thd kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.

      Di sini, ayat Qur’an menyatakan tentang butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.

      Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorang pun dari Muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tersebut tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karena itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa AbuBakar, seorang tokoh Muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 tahun dengan Nabi yang berusia 50 tahun. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.

      Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan, ”berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?”. Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun. Lalu bagaimana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?

      Abu Bakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua. Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karena itu menentang hukum-hukum Quran.

      Kesimpulan:

      Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karena itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.

      BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan.

      Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuannya agar pernikahan yang dia lakukan menjadi sah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi sahnya sebuah pernikahan.

      Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.

      Adalah tidak terbayangkan bahwa Abu Bakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan menanggapi secara keras tentang persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.

      Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.

      Kesimpulan:

      Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami tentang klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karena itu, hanya ada satu kemungkinan: Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.

      SUMMARY:

      Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun. Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang Arab tidak pernah keberatan dengan pernikahan seperti ini, karena ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

      Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak reliable.

      Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami kontradiksi internal dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karena adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

      Oleh karena itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tersebut, dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.

      Referensinya :

      Ibnu Tabari
      Mishakat Al-Masabiah
      Musnad Ahmad

      dll,

    • “”unsur KEJAHATAN MALAIKAT terjadi dimulai dari PENGHIANATAN MALAIKAT KEPADA ALLAH sehingga diusir dari Sorga turun ke Dunia, dan MALAIKAT PENGHIANAT dinamakan IBLIS, SYAITAN dan ROH2 JAHAT
      KESIMPULAN : IBLIS ADALAH SUMBER KEJAHATAN dan Iblis sebagai malaikat TERKUTUK tidak mempunyai kesempatan untuk bertobat dijaman akhir tempatnye di NERAKA KEKAL””.

      jawab: itu pernyataan umum sah-sah aja, masalahnya bukan disitu.

      yang jadi masalah adalah:

      Mengapa tuhan Karosetan(mr.yesus) menciptakan malaikat dan Iblis…?

      Apakah tuhan karosetan(mr.yesus) tidak tahu kalau Dia ciptakan Iblis/Setan itu berakibat bakalan menyesatkan manusia?

      Kalau tuhan karosetan tidak punya pengetahuan akibat dari Dia ciptakan iblis/setan serta efek-efeknya, berati tuhan Karosetan adalah TUHAN BEGO, alias TIDAK PUNYA PENGETAHUAN MASA DEPAN..!!!

      jadi sekarang ada tambahan kesimpulan baru tentang tuhannya karoosetan, rupanya…… :

      TUHAN KAROSETAN Memang Tolol pantesan dia mati di salib, eli..eli sabaktani…!!!!

      ha…haaa…..haaa….!!!!

  25. Kalau begitu alloh swt rajanya setan dan iblis meyuruh untuk menyesatkan manusia supaya masuk neraka………., stan iblis, dan jin adalah mahluk terkutuk yang dibuang dari surga tempat yang suci yang maha tinggi dan di tetapkanlah mereka dineraka sebagai kerajaanya. sebagaimana ditetapkan dalam qur an………. neraka akan dipenuhi jin dan manusia dan mereka kekal didalamnya
    apakah anda tau kesaksian nabi idris versi islam beliau pingsan ketika diperlihatkan neraka……dia melihat setan2 menyiksa dan meyeret manusia diatas bara api dan mereka berteriak kesakitan
    …..kata yesus……neraka adalah kerajaan maut tempat iblis dan malaikat2nya dan setan setan penyesat akar kejahatan dan dosa
    maka dengan demikian setan dan jin adalah mahluk terkutuk mereka bersama manusia pendosa dan jahat memenuhi neraka dan haram berada disurga

  26. Comment saya bahwa quran dan hadist adalaaaaaaaaaaaaaaah karangan Muhammad yang tak perlu dipercaya.Kalau anda orang modern harus bisa berpikir Logoka pahaaaam.Banyak pengetahuan agama islam yang sama sekali tidak logik/nalar mau contoh yang gampang:surga neraka tuhan allah masih banyak yang berbau goip2m
    ==============

    Islamthis,
    ente nya yg guoblocks, kok islam nya yg jadi salah????

  27. kedar, kamu msh punya PR mengenai saksi pak paulus blm djwab tu..!!

    semua makhluk ciptaan Allah, termasuk yesus, trmasuk setan , jd sgt wajar setan akan datang ke si kafir, krn kafir kepala batu tdk mau mendengar firman. ini sama dg logika jika tdk beriman akn dilempar ke neraka, lalu apanya yg salah. apanya yg kejam

    kl mau berlogika seharusnya kalian pertanyakan keadilan yesus,
    mengapa tuhan ciptakan Babi agar dimakan kafir kristen?,
    biar adil seharusnya tuhan memberi giliran kepada Babi agar memakan kafir kristen ?

  28. @buren

    logika-logika:
    1.benar jg ttuh knp yesus tdk mengizinkan babi untuk menyembelih org kristen biar adil segala, berarti yesus tdk adil krn babi dan org kristen kan sama-sama makluk yesus

    2. kl yesus tdk bs menciptakan setan, brarti yesus bukan tuhan.!

    3. lalu siapa yg menciptakan setan apakah bapanya yesus?,

    4. kl bapanya yesus yg ciptakan setan brarti yesus bkn tuhan.!

    5. kl yesus tdk ciptakan setan, knp bapanya yesus ciptakan setan?

  29. Apa yang dikatakan Islamthis adalah BENAR tapi secara tekstual Memang demikian yang terdapat dalam Quran

    Makannya jawabnya “memang demikian yang terjadi ” dalam teks Quran

    Dan itu memang diyakininnya

    Jadi apapun penjelasan nya DIA minta TULISAN di QURAN yang mengatakan jin/setan masuk Neraka

    Ya pasti tidak ada….karena memang tidak ada.

    Kalau dianalogilkan kira2 spt ini :
    Balonku ada lima
    Rupa2 warnanya
    Hijau kuning kelabu merah muda dan biru
    Meletus balon hijau
    – yang tertulis meletus adalah balon hijau ITU FAKTANYA (islam this)
    – balon lainya ada kemungkinan : meletus atau kempes ITU KEMUNGKINAN dan PENJELASA LAIN YANG masuk akal sesuai SIFAT dan KODRAT Balon (Muamalim)

    Note : Islamthis mulai menggunakan kata2 profokatif spt Begok ,Ngawur etc yang menunjukan dia mulai kehabisan penjelasan intelek yang elegan.
    =================

    Islamthis,

    silahkan diperdebatkan lagi masalah jin ini dg saya, kalo anda punya pandangan yg berseberangan dg saya ….

    saya tunggu, dan akan saya buat anda mengerti, insya allah. jangan bisa nya hanya protes ….

  30. yang jadi masalah adalah:

    Mengapa tuhan Karosetan MENCIPTAKAN makhluk si IBLIS…?

    Apakah tuhan karosetan tidak tahu kalau Dia ciptakan Iblis/Setan itu, akibatnya bakalan menyesatkan manusia?

    Kalau tuhan karosetan tidak punya pengetahuan akibat dari Dia ciptakan iblis/setan serta efek-efeknya, berati tuhan Karosetan adalah TUHAN BEGO, alias TIDAK PUNYA PENGETAHUAN MASA DEPAN..!!!

    jadi sekarang ada tambahan kesimpulan baru tentang tuhannya karoosetan, rupanya…… :

    TUHAN KAROSETAN Memang Tolol pantesan dia mati di salib, eli..eli sabaktani…!!!!

    ha…haa..haaaa…..

  31. QS.Al Hajj: 10
    “Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.”

    QS. Ali Imran:190
    Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta peredaran malam dan siang merupakan tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (Ulil Albab)”

    QS:Ali Imran :191
    “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

    QS:Al-Hijr: 85
    “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.”

    QS:Al-Anbiya : 16
    “Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.”

    QS.Saad : 27
    “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah, yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir maka celakalah orang-orang kafir itu, karena mereka akan masuk neraka.”

    QS:Al-Anbiyaa: 30
    “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

    QS:Ali-Imran:7
    “Dia lah yang menurunkan kepadamu (wahai Muhammad) Kitab Suci Al-Quran. Sebahagian besar dari Al-Quran itu ialah ayat-ayat “Muhkamaat” (yang tetap, tegas dan nyata maknanya serta jelas maksudnya); ayat-ayat Muhkamaat itu ialah ibu (atau pokok) isi Al-Quran. Dan yang lain lagi ialah ayat-ayat “Mutasyaabihaat” (yang samar-samar, tidak terang maksudnya). Oleh sebab itu (timbulah faham yang berlainan menurut kandungan hati masing-masing) – adapun orang-orang yang ada dalam hatinya kecenderungan ke arah kesesatan, maka mereka selalu menurut apa yang samar-samar dari Al-Quran untuk mencari fitnah dan mencari-cari Takwilnya (memutarkan maksudnya menurut yang disukainya). Padahal tidak ada yang mengetahui Takwilnya (tafsir maksudnya yang sebenar) melainkan Allah. Dan orang-orang yang tetap teguh serta mendalam pengetahuannya dalam ilmu-ilmu agama, berkata:” Kami beriman kepadanya, semuanya itu datangnya dari sisi Tuhan kami” Dan tiadalah yang mengambil pelajaran dan peringatan melainkan orang-orang yang berfikiran.

    “ORANG_ORANG ORANG-ORANG KAFIR dan ORANG-ORANG MUNAFIK SANGAT SENANG KEPADA AYAT-AYAT YANG “”MUTASYABIHAT UNTUK MENCARI TA’WIL DAN MENIMBULKAN FITNAH”””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 66 other followers

%d bloggers like this: